Home Blog Page 224

Doa melawan kekuatan kegelapan

146

DOA-DOA PERMOHONAN PRIBADI

Dalam pergulatan melawan kekuatan kegelapan.

1). Ya Tuhan Allah, kasihanilah aku, hamba-Mu.
Aku ini bagaikan wadah tak berguna
Karena banyaknya mereka yang menghadang aku.
Renggutlah dan bebaskanlah aku
dari tangan musuh-musuhku,
Dan bantulah aku, carilah aku yang hilang,
Baharuilah aku bagi-Mu bila sudah Kautemukan,
Janganlah tinggalkan daku
bila sudah Kaupulihkan kembali,
supaya dengan demikian aku selalu berkenan kepada-Mu,
sebab aku mengetahui bahwa Engkau telah menebus aku
dengan kuasa-Mu.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

2). Allah yang Mahakuasa,
Engkau memberikan tempat kediaman
Bagi orang yang ditinggalkan sendirian.
Engkau menghantar orang yang terbelenggu
ke dalam kesejahteraan.
Pandanglah aku yang bersengsara
Dan bangkitlah menolong aku.
Kalahkanlah musuh yang amat jahat itu.
Semoga aku menjadi bebas dan tenang dalam Dikau,
Bila lawan yang sekarang dekat padaku, sudah dikalahkan.
Dan bila aku telah pulih kembali,
aku dapat berbakti kepada-Mu dengan tenang.
Aku akan memuji-muji Engkau yang begitu mengagumkan
Karena selalu menguatkan umat-Mu terkasih.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

3). Allah, Pencipta dan Pembela umat manusia,
Engkau telah menciptakan manusia menurut citra-Mu
Dan menciptakannya kembali lebih indah lagi
Berkat rahmat pembaptisan.
Pandanglah aku, hamba-Mu
Kabulkanlah permohonan-permohonanku.
Aku mohon, semoga terbitlah dalam hatiku
kemuliaan-Mu yang cemerlang,
Agar segala yang menakutkan, segala kecemasan
dan kekhawatiran dilenyapkan
Sehingga bersama dengan saudara-saudaraku
aku dapat memuji Engkau di dalam Gereja-Mu.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

4). Allah yang berbelaskasih dan mahabaik,
Engkau telah menghendaki
Putra-Mu menanggung derita di kayu salib bagi kami,
Untuk melenyapkan dari kami kekuasaan musuh.
Pandanglah dengan murah hati
aku yang hina dan menderita ini.
Aku mohon, sudilah Engkau menangkis serangan si jahat
Dan melimpahkan rahmat berkat-Mu kepadaku,
Yang telah Engkau baharui dalam bejana pembaptisan.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

5). Allah, Engkau menghendaki aku menjadi putra/i cahaya
Berkat rahmat yang mengangkat aku menjadi anak-Mu.
Aku mohon, sudilah memulihkan daku
dengan kekuatan-Mu,
Agar aku tidak diliputi kegelapan setan,
Tetapi tetap dapat bercahaya cemerlang
Dalam kebebasan dan sukacita
Yang telah kuterima daripada-Mu.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

6). Doa-Doa kepada Tritunggal Mahakudus:
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
Hanya bagi Allah, hormat dan kemuliaan.
Terberkatilah Bapa dan Putra bersama dengan Roh Kudus;
Kami memuji dan memuliakan Dikau,
Tritunggal mahakudus, selama-lamanya.
Kami berseru kepada-Mu,
kami memuji dan menyembah Dikau,
Ya Tritunggal yang terberkati.
Engkaulah tumpuan harapan kami,
keselamatan kami dan kehormatan kami.
Bebaskanlah aku, selamatkanlah aku,
hidupkanlah aku kembali.
Ya Tritunggal yang terpuji.
Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah Mahakuasa,
Yang telah ada, kini ada dan akan datang.
Bagi-Mu lah hormat dan kuasa, ya Tritunggal yang terpuji,
Bagi-Mu lah kemuliaan dan kekuasaan selama-lamanya.
Kepada-Mu pujian dan kemuliaan,
kepada-Mu lah segala ucapan syukur.
Sepanjang masa, ya Tritunggal yang terpuji.
Ya Allah kudus, kuat dan kudus,
kuat dan abadi, kasihanilah aku.

7). Doa-Doa kepada Yesus Kristus, Tuhan kita:
a.
Yesus, Putra Allah yang hidup,         kasihanilah kami.
Yesus, Citra Bapa,
Yesus, Kebijaksanaan kekal,
Yesus, kecemerlangan Cahaya abadi,
Yesus, Sabda Kehidupan,
Yesus, Putra Perawan Maria,
Yesus, Allah dan manusia,
Yesus, Imam agung,
Yesus, Bentara Kerajaan Allah,
Yesus, Jalan, Kebenaran dan Hidup,
Yesus, Roti Kehidupan,
Yesus, Pokok Anggur sejati,
Yesus, Saudara kaum miskin dan papa,
Yesus, Sahabat orang-orang berdosa,
Yesus, Tabib jiwa dan badan,
Yesus, Keselamatan bagi orang-orang yang tertindas,
Yesus, Penghiburan bagi orang-orang yang terlantar,
Engkau yang telah datang ke dunia,      kasihanilah kami.
Engkau yang telah membebaskan
orang-orang terbelenggu dari setan,
Engkau yang telah bergantung di kayu salib,
Engkau yang telah wafat untuk kami,
Engkau yang telah dimakamkan,
Engkau yang telah turun ke alam maut,
Engkau yang telah bangkit dari kematian,
Engkau yang telah naik ke surga,
Engkau yang telah mengutus Roh Kudus
kepada para rasul,
Engkau yang duduk di sisi kanan Bapa,
Engkau yang akan datang mengadili
orang hidup dan mati,

b.
Karena penjelmaan-Mu,     bebaskanlah kami, ya Tuhan.
Karena kelahiran-Mu,
Karena pembaptisan dan puasa-Mu yang suci,
Karena salib dan penderitaan-Mu,
Karena wafat dan pemakaman-Mu,
Karena kebangkitan-Mu yang suci,
Karena kenaikan-Mu yang mengagumkan,
Karena pencurahan Roh Kudus,
Karena kedatangan-Mu yang mulia,

c.
Ketika Salib disebut, setiap orang membuat Tanda Salib
pada diri sendiri.

Selamatkanlah aku, ya Kristus Penyelamat,
berkat daya kekuatan Salib +
Engkau yang telah menyelamatkan Petrus dari dalam air.
Dengan Tanda Salib +
Bebaskanlah kami dari musuh-musuh kami,
ya Allah kami.
Dengan Salib-Mu + ya Kristus Penyelamat,
selamatkanlah kami,
sebab Engkau telah membinasakan kematian kami
berkat wafat-Mu.
Dan telah memulihkan kehidupan kami
berkat kebangkitan-Mu.
Kami menyembah Salib-Mu + ya Tuhan,
Kami mengenang lagi penderitaan-Mu yang mulia;
Engkau yang telah menderita bagi kami,
kasihanilah kami,
Kami menyembah Engkau, ya Kristus
dan memuji Dikau,
sebab dengan Salib-Mu + Engkau telah menebus dunia.

8). Doa-Doa kepada Santa Perawan Maria:
Ke bawah perlindunganmu kami berlari,
Bunda Allah yang suci;
Janganlah menolak doa permohonan kami
dalam kesesakan,
Namun bebaskanlah kami selalu
Dari segala mara bahaya,
Perawan yang mulia dan terberkati.
Penghibur dalam kesusahan, doakanlah kami.
Penolong orang Kristen, doakanlah kami.
Perkenankanlah aku memuji dikau, ya Perawan tersuci;
Berikanlah daku kekuatan
untuk melawan musuh-musuhmu.
Ibuku, tumpuan harapanku.
Maria, Perawan dan Bunda Allah,
Doakanlah aku pada Yesus, Putramu.
Ya ratu dunia yang termulia,
Ya Maria, Perawan abadi,
Mohonkanlah damai dan keselamatan bagi kami,
Sebab engkau telah melahirkan Kristus Tuhan,
Penyelamat bagi semua orang.
Maria, Bunda rahmat, Bunda belaskasihan,
Lindungilah kami dari musuh,
Terimalah kami pada saat kematian kami.
Bantulah aku, ya perawan Maria yang tersuci,
dalam segala mara bahaya, kegelisahan dan kesesakanku.
Bebaskanlah aku dari segala kejahatan,
Serta dari bahaya bagi jiwa dan badan,
Berkat kekuatan dari Puteramu terkasih.
Tunjukkanlah ya Perawan Maria yang tersuci,
Apa yang telah terdengar segala masa,
Engkau sebagai tempat berlindung bagi yang mencari,
Bantuan bagi yang berseru kepadamu,
Sokongan bagi orang terlantar yang meminta.
Terdorong oleh keyakinan hati,
Aku bergegas datang kepadamu,
ya Bunda, Perawan segala perawan;
Aku pendosa, berdiri di hadapanmu dengan menangis.
Janganlah mengabaikan kata-kataku,
ya Bunda Sang Sabda,
Tetapi dengarkanlah dengan murah hati
dan kabulkanlah permohonanku.

9). Doa-Doa kepada Santo Mikael, Malaikat Agung:
Santo Mikael, Malaikat agung,
Belalah kami dalam pertempuran;
Melawan kejahatan dan lindungilah kami
dari tipu muslihat setan.
Semoga Allah memberi perintah kepadanya,
maka kami mohon:
Engkau, Pemimpin balatentara Surga,
Enyahkanlah setan dan roh-roh jahat lainnya
ke dalam neraka dengan kekuatan ilahi,
sebab mereka mengembara di dunia ini
untuk mencelakakan jiwa-jiwa. Amin.

10). Doa-Doa Litani :
Tuhan, kasihanilah kami.
Kristus, kasihanilah kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
Santa Maria, Bunda Allah           doakanlah kami / aku.
Santo Mikael,
Santo Gabriel,
Santo Rafael,
Para malaikat pelindung yang suci,
Santo Yohanes Pembaptis,
Santo Yosef,
Santo Petrus,
Santo Paulus,
Santo Yohanes,
Semua rasul-rasul yang suci,
Santa Maria Magdalena,
Dapat ditambahkan para kudus lainnya.

Dari segala kejahatan, bebaskanlah kami/ aku, ya Tuhan.
Dari segala dosa,
Dari tipu muslihat setan,
Dari kematian kekal,
Kristus, dengarkanlah kami/ aku.
Kristus, kabulkanlah doa kami/ ku.

Sumber: De Exorcismis et supplicationibus quibusdam,
Vatican, 1999

Primbon

22

Pertanyaan:

Saya ingin bertanya, bagaimana tanggapan Gereja Katolik Indonesia terhadap agama dengan kepercayaan masyarakat yang berinkulturasi,misalnya primbon? apakah primbon dsb merupakan penyimpangan ajaran Gereja? Terima kasih atas kesempatan untuk bertanya dan dijawab.

Stefanus Arbi

Jawaban:

Salam Stefanus Arbi,

Primbon adalah kumpulan pedoman hitung-hitungan adat setempat (khususnya suku Jawa) untuk menentukan hari baik untuk melakukan suatu hajatan, mengetahui watak seseorang dari tanggal lahirnya, menentukan jodoh dari hari kelahirannya, menentukan nama bayi yang pas, bahkan meramal nasib sesorang dari bentuk tubuh atau posisi tahi lalat, nama, dan sebagainya. Secara anthropologis-sosiologis, Primbon merupakan rumusan tertulis kebijaksanaan dari nenek moyang suku Jawa mengenai hal ikhwal misteri waktu dan kehidupan alam serta manusia sejauh yang mereka pahami saat itu. Pemahaman para penyusun Primbon ialah pengalaman riil yang tentu saja terbatas, namun sering pula spekulasi berdasar keyakinan. Konteks budaya kemunculan perhitungan seperti itu ialah budaya pertanian di Jawa yang sangat tergantung musim-musim, sesuai daur alam, khususnya abad-abad ketika Kerajaan-Kerajaan Jawa mulai memunculkan sastra tulisan. Konteks lainnya ialah cita-cita dan keyakinan kehidupan akan harmoni antar manusia dan alam.
Kini, masyarakat Jawa modern mulai berpikir ulang mengenai Primbon. Mereka mulai bertanya mengenai konteks penulisan primbon waktu itu untuk menemukan hakikat atau inti perhitungan tersebut. Jika dalam Primbon disebut bahwa orang Jawa dilarang menikah pada bulan Suro (bulan pertama dalam kalender Jawa), maka kini orang ingin mengetahui alasannya. Zaman dulu memang orang dilarang (tabu) untuk bertanya “mengapa” terhadap suatu perhitungan adat. Kini, setelah banyak ahli sastra dan anthropolog mempelajari tabu-tabu tersebut, maka telah diketahui maksud pokoknya. Tindakan bisa disesuaikan dengan kemajuan zaman tanpa mengubah maksud pokoknya yang baik. Misalnya, larangan menikah pada bulan Suro. Konteks waktu itu ialah, agar diadakan ada bulan istirahat dari perhelatan apapun dalam setahun. Dalam budaya pertanian waktu itu, tidak setiap waktu orang bisa berkumpul bersama untuk pesta, khususnya jika sedang musim tanam dan musim panen padi. Tak mungkin mengadakan pesta pada musim tanam dan musim panen, di mana budaya komunalisme di Jawa begitu kental. Setelah mengetahui konteksnya, masyarakat Jawa modern, apalagi yang sudah Katolik, mulai bisa menentukan hari baiknya sendiri. Hari baik sebuah perkawinan, misalnya, bukan lagi berdasar hitungan bulan Suro dan tanggal kelahiran kedua calon mempelai, namun berdasarkan sejauh mana sebanyak-banyaknya keluarga besar kedua mempelai bisa berkumpul, dan tentu saja jadwal pastor bisa memberkati. Perubahan sikap ini terjadi karena iman bahwa semua hari baik dalam Tuhan Yesus Kristus, namun juga alasan praktis bahwa kebanyakan orang Jawa modern sudah tidak lagi hidup berdasarkan daur musim tanam padi. Tambahan lagi, di masa perubahan iklim sekarang ini, perhitungan waktu dan musim bertani menjadi makin susah ditebak.
Orang Katolik wajib mengetahui konteks sebuah tata kultural masyarakat setempat, agar bisa mengetahui semangat dan tujuan dasarnya. Setelah mengetahuinya dengan relatif baik, kita bisa mengambil sikap yang tepat berdasarkan Ajaran Iman Katolik. Di sinilah inkulturasi terjadi, yakni menghargai semangat dasar adat pendahulu kita dengan tetap terutama berdasar pada Ajaran Gereja Katolik. Maka, orang Katolik sebaiknya bertanya mengenai konteks tujuan dari perhitungan-perhitungan adat suku-suku manapun, agar tahu tujuan dasarnya. Jika tujuan dasarnya ditemukan dan tujuan itu baik, maka kita bisa menginkulturasikannya dalam liturgi kita. Jika tujuannya ternyata tidak sesuai dengan iman kita, maka kita tidak usah memakainya. Ada hal-hal dalam Primbon yang memang menjadi magi atau kepercayaan membabi buta (ketakutan jika melanggar, takhyul) dan terlalu detil (klenik), sehingga tidak masuk akal dan hanya membuahkan ketakutan tak beralasan serta percaya yang sia-sia. Di sini berlaku KGK 2110 – 2117. Paling mudahnya, sebaiknya Primbon dihargai sewajarnya sebagai hasil peradaban pada zamannya, namun tak usah dipercayai karena toh bagi orang Katolik, baptisan dan sakramen-sakramen telah mengangkat mereka menjadi putra-putri Allah, putra-putri cahaya yang bersemangat kasih. Kasih Allah itu telah mengalahkan kegelapan.
Salam
Rm Santo

Tentang Feng Shui

28

Pertanyaan:

Kami dari latarbelakang budaya Tionghoa, dan saya dan adik saya Katolik sejak 20 thn yang lalu.
Akhir2 ini kondisi keuangan kurang baik, papa sakit2, dsb sehingga kami minta petunjuk guru Fengshui.
Tolong saya sedang mencari artikel yang membahas Fengshui dan pandangan Gereja Katolik.
Dengar2 apakah Fengshui itu dibolehkan atau dosa?
Terima kasih atas pertolongan, kasih dan kerelaan Bp. Stef dan Ibu Ingrid

Laurentius Efendi

Jawaban:

Shalom Laurentius Efendi,

Terus terang memang saya tidak mendalami Feng Shui, dan apa yang saya tuliskan di sini adalah berdasarkan pengamatan saya sekilas dari buku- buku yang pernah saya baca, dan dari praktek yang saya ketahui sebagai seorang arsitek.

Memang sekilas terdapat hal- hal dalam Feng Shui ini yang dapat diterima dengan akal sehat, misalnya, seperti jangan menempatkan kamar tidur di atas dapur (pada kasus rumah bertingkat), sediakan ruang yang cukup di sekitar pintu masuk, adalah baik jika rumah menghadap ke timur, dst. Namun aturan- aturan Feng Shui ini tidak terbatas oleh aturan- aturan umum macam itu, tetapi dapat berkembang menjadi sangat ‘njlimet’/ rumit yang menjurus kepada tahayul. Contohnya, jumlah anak tangga dihitung untuk memenuhi ketentuan angka tertentu, meteran yang digunakan untuk membangun rumah adalah meteran khusus yang memuat angka- angka yang konon ‘baik’/ hokki maupun yang ‘buruk’; ukuran ini dipakai sehingga tinggi pintu- pintu di rumah dapat menjadi beraneka ragam; pintu masuk harus diletakkan serong, ruang tamu harus dipasangi kaca cermin untuk menolak bala, dst. Semua contoh- contoh ini cenderung bersifat tahayul, dan kita sebagai umat Katolik tidak selayaknya percaya akan hal- hal semacam ini.

Maka kita sebagai umat Katolik selayaknya waspada akan paham Feng Shui ini. Jika saran yang diberikan masuk akal dan dapat dijelaskan secara nalar, maka silakan diterima; tetapi jika sudah berbau tahayul, harus ditolak. Kita tidak perlu berkonsultasi kepada para ahli Feng Shui, untuk memperoleh hokki dalam bisnis atau kebahagiaan dalam keluarga. Berkat semacam itu datang dari Tuhan, dan bukan dari cara mengatur furniture, ruangan dan tangga dalam rumah. Maka tidak ada gunanya berkonsultasi dengan para ahli Feng Shui, karena selain tidak sesuai dengan iman Katolik, para ahli Feng Shui tersebut juga dapat memberikan saran yang berbeda- beda. Ini saya ketahui dari kesaksian teman yang sebelum bertobat, gemar berkonsultasi kepada para ahli Feng Shui. Bukannya damai sejahtera yang didapatnya, melainkan hidupnya selalu dipenuhi ketakutan dan penyesalan, karena walaupun sudah mengikuti apa yang disarankan, tetap saja masalah bermunculan.

Sebenarnya, alasan yang mendasar mengapa pergi konsultasi ke para ahli Feng Shui tidak sesuai dengan iman Katolik, dan karenanya adalah dosa, adalah: 1) dengan berkonsultasi kepada para ahli Feng Shui, maka seseorang tidak lagi mengandalkan Tuhan dan firman-Nya dalam menghadapi masalah, melainkan berpaling kepada para ahli Feng shui; 2) Orang yang percaya kepada paham Feng Shui tidak lagi mengenali Tuhan sebagai Pribadi, tetapi sebagai energi “chi” yang mengendalikan segala sesuatu dalam hidupnya; 3) Tanpa disadari, orang tersebut menduakan Tuhan, atau dapat dikatakan bahwa hal Feng Shui ini dapat menjadi berhala baginya; 4) jika konsultasi dengan para ahli Feng Shui itu melibatkan kuasa-kuasa lain di luar jangkauan akal budi, kuasa gelap, ramalan, tahayul, penyaluran energi tenaga dalam, medium bola kristal, pentagram atau sejenisnya, itu sudah merupakan praktek-praktek yang menyimpang dan sudah tidak sesuai dengan ajaran Gereja Katolik. Praktek ini sudah menjurus kepada ilmu gaib, dan harus kita hindari.

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan:

KGK 2115 Allah dapat mewahyukan masa depan kepada para nabi dan orang-orang kudus yang lain. Tetapi sikap Kristen ialah menyerahkan masa depan dengan penuh kepercayaan kepada penyelenggaraan ilahi dan menjauhkan diri dari tiap rasa ingin tahu yang tidak sehat. Siapa yang kurang waspada dalam hal ini bertindak tanpa tanggung jawab.

KGK 2116 Segala macam ramalan harus ditolak: mempergunakan setan dan roh jahat, pemanggilan arwah atau tindakan-tindakan lain, yang tentangnya orang berpendapat tanpa alasan, seakan-akan mereka dapat “membuka tabir” masa depan (Bdk. Ul 18:10; Yer 29:8). Di balik horoskop, astrologi, membaca tangan, penafsiran pratanda dan orakel (petunjuk gaib), paranormal dan menanyai medium, terselubung kehendak supaya berkuasa atas waktu, sejarah dan akhirnya atas manusia; demikian pula keinginan menarik perhatian kekuatan-kekuatan gaib. Ini bertentangan dengan penghormatan dalam rasa takwa yang penuh kasih, yang hanya kita berikan kepada Allah.

KGK 2117 Semua praktik magi dan sihir, yang dengannya orang ingin menaklukkan kekuatan gaib, supaya kekuatan itu melayaninya dan supaya mendapatkan suatu kekuatan adikodrati atas orang lain – biarpun hanya untuk memberi kesehatan kepada mereka – sangat melanggar keutamaan penyembahan kepada Allah. Tindakan semacam itu harus dikecam dengan lebih sungguh lagi, kalau dibarengi dengan maksud untuk mencelakakan orang lain, atau kalau mereka coba untuk meminta bantuan roh jahat. Juga penggunaan jimat harus ditolak. Spiritisme sering dihubungkan dengan ramalan atau magi. Karena itu Gereja memperingatkan umat beriman untuk tidak ikut kebiasaan itu. Penerapan apa yang dinamakan daya penyembuhan alami tidak membenarkan seruan kepada kekuatan-kekuatan jahat maupun penghisapan orang-orang lain yang gampang percaya.

Jika saya boleh menyarankan, maka sebaiknya anda berhati-hati terhadap praktek Feng Shui ini. Lebih baik mengusahakan penyembuhan ataupun penyelesaian persoalan dalam keluarga melalui cara yang diterima oleh Gereja Katolik secara umum, yaitu dengan berdoa, menerima sakramen, berpegang kepada firman Tuhan, yang dibarengi dengan langkah konkrit seperti pengobatan, terapi medis dan konsultasi kepada para ahli di bidangnya, dalam hal ini jika masalah keuangan, silakan anda berkonsultasi kepada orang- orang yang pakar di dalam hal ekonomi/ bisnis.

Masalah yang terjadi dalam kehidupan kita selayaknya menjadikan kita lebih bergantung kepada Tuhan dan mengandalkan Dia, dan bukannya membuat kita mengandalkan manusia dan mengandalkan kekuatan sendiri. Jika kita bersikap demikian, kita malah menjauh dari Tuhan, dan sungguh Tuhan tidak berkenan (lih. Yer 17:5)! Adalah baik dalam keadaan sulit seperti ini anda sekeluarga semakin bersatu dalam doa bersama, seperti doa Rosario, ataupun doa Kerahiman Ilahi. “Yesus, Engkaulah andalanku,” itulah yang harus bergema tiada henti dalam hati anda, dan bukannya keinginan untuk mengandalkan anjuran para ahli Feng Shui. Kita harus percaya, bahwa Allah adalah Bapa yang Maha Pengasih, dan bahwa Ia dapat menolong kita semua, dan mendatangkan kebaikan kepada mereka yang mengasihi Dia (Rom 8:28). Maka pertanyaannya adalah: sejauh mana kita telah mengasihi Allah? Sebab jika kita sungguh mengasihi-Nya maka firman ini akan digenapi di dalam kita.

Demikian yang dapat saya sampaikan tentang pertanyaan anda. Mohon maaf jika pernyataan saya terdengar keras di telinga anda. Saya akan turut mendoakan keluarga anda.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati, katolisitas.org

Yoh 17:1-26: Doa Yesus

2

Pertanyaan:

Shallom semuanya,
hari ini aku agak berfikir terlalu dalam, aku membuka injil Yoh 17 : 1 – 26

“Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”.

disana Yesus berkata bahwa BapaNya adalah satu satunya Allah yang benar, dan Dia (Yesus) adalah utusan Allah. Nah aku jadi tambah bingung sedangkan gereja Katolik kita mengakui bahwa Yesus adalah Allah. dan bahwa Allah adalah satu.
mohon penjelasannya dalam kontex Yohan 17 1-26 tersebut

Jesus Bless You
Paulus

Jawaban:

Shalom Paulus,

Memang ada orang- orang yang menyangka bahwa karena Kristus berdoa, maka Ia sesungguhnya bukan Allah. Sebab kalau Ia sendiri Allah, masa Ia perlu berdoa? Namun pendangan ini melupakan bahwa di samping Kristus itu sungguh Allah, Ia juga adalah sungguh manusia, pada saat penjelmaan-Nya di dunia ini. Maka dengan demikian, Yesus berdoa, untuk mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya kita berdoa kepada Allah Bapa, seperti halnya ketika Ia mengajarkan kita untuk berdoa Bapa Kami. Di samping itu, Kristus juga mengajarkan kepada kita tentang persatuan-Nya dengan Allah Bapa, yaitu bahwa Ia dan Bapa adalah satu, Allah Bapa di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa. Dengan demikian perikop ini mengajarkan bahwa Kristus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia.

Berikut ini ulasan yang saya sarikan dari The Navarre Bible, penjelasan tentang Injil Yohanes bab 17, sebagai berikut:

Yoh 17 adalah perikop tentang Doa Yesus, sebagai Imam Agung yang tertinggi (the Priestly Prayer of Jesus). Disebut demikian, karena di perikop itu dijabarkan pembicaraan antara Kristus dengan Allah Bapa, di mana Yesus sebagai Imam Agung mempersembahkan korban sengsara dan wafat-Nya kepada Allah Bapa. Melalui penjabaran ini kita mengetahui hal misi penebusan Kristus dan contoh bagaimana seharusnya kita berdoa. St. Agustinus dalam penjelasannya tentang Injil Yohanes mengajarkan, “Tuhan Yesus, yang adalah Putera Allah yang sehakekat dengan Allah Bapa, sesungguhnya dapat saja berdoa dalam hening (dalam hati) jika perlu, tetapi Ia ingin menunjukkan Diri-Nya di hadapan Bapa dengan sikap permohonan, sebab Ia adalah Guru kita. … Oleh karena itu, doa untuk para murid-Nya ini berguna bukan saja kepada mereka yang mendengarnya, tetapi juga kepada semua yang kemudian membacanya. (St. Agustinus, In Ioann. Evang., 104,2).

Doa Yesus ini terbagi menjadi tiga bagian: 1) Ay. 1-5: Yesus memohon agar kodrat manusia-Nya yang kudus dipermuliakan, dan korban salib-Nya diterima oleh Allah Bapa, 2) Ay. 6-19, Ia berdoa bagi para murid-Nya yang akan diutusnya ke dunia untuk mengabarkan penebusan yang sebentar lagi akan diselelesaikannya, 3) Ay. 20-26, Ia berdoa untuk kesatuan di antara semua yang akan percaya kepada-Nya sepanjang abad, sampai mereka mencapai persatuan sempurna dengan-Nya di Surga.

1. Ay. 1-5
“Kemuliaan” di sini mengacu kepada kemegahan, kuasa dan hormat yang menjadi milik Tuhan. Allah Putera setara dengan Allah Bapa, dan sejak penjelmaan-Nya, yaitu kelahiran dan terutama melalui wafat dan kebangkitan-Nya, ke-Allahan-Nya telah dinyatakan. “…kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yoh 1:14)

Pemuliaan Yesus mempunyai tiga dimensi: 1) Pemuliaan Yesus mendukung kemuliaan Allah Bapa, sebab Kristus dalam ketaatan-Nya kepada kehendak Allah Bapa (lih. Flp 2:6), memperkenalkan Allah Bapa dan menyelesaikan karya penyelamatan Allah. 2) Kristus dimuliakan karena ke- Tuhanan-Nya, yang dengan kerelaan hati-Nya telah disamarkan, akan pada akhirnya dinyatakan melalui kodrat kemanusiaan-Nya, yang akan dapat dilihat setelah kebangkitan-Nya atas kuasa Allah. 3) Kristus, melalui pemuliaan-Nya, memberikan kesempatan kepada manusia untuk mencapai kehidupan kekal. Ini pada akhirnya mengacu kepada pemuliaan Allah Bapa dan Kristus Allah Putera, dengan melibatkan juga partisipasi manusia dalam kemuliaan ilahi.

2. Ay.6-10
Setelah berdoa bagi Diri-Nya, Yesus melanjutkan dengan berdoa bagi para murid-Nya dalam persekutuan para rasul, yang akan melanjutkan karya penebusan-Nya di dunia, dan kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Mereka yang percaya mengetahui bahwa Kristus datang dari Allah Bapa. Dan iman sedemikian menjadikan orang- orang yang percaya sebagai milik Allah Bapa dan milik Kristus.

Ay.11-19
Yesus meminta kepada Allah Bapa untuk memberikan kepada para murid-Nya keempat hal ini: kesatuan, ketekunan, suka cita dan kekudusan. Dengan berdoa agar Bapa menjaga mereka dalam nama-Nya (ay.11) agar mereka tetap bersatu. “Supaya mereka menjadi satu seperti Kita”, kesatuan yang dimohonkan oleh Yesus ini adalah cerminan dari dari kesatuan antara ketiga Pribadi dalam Trinitas.

Kedua, Yesus juga berdoa agar jangan sampai ada di antara mereka yang binasa, agar Allah Bapa menjaga mereka sama seperti ketika Bapa melindungi mereka saat Yesus masih hidup di tengah- tengah mereka.

Ketiga, sebagai hasil dari persatuan dengan Tuhan dan dari ketekunan, mereka akan mengambil bagian dalam suka cita Kristus (ay.13). Dalam kehidupan ini semakin kita mengenal Allah dan semakin kita dekat dengan-Nya, semakin bersukacitalah kita. Dalam kehidupan kekal, suka cita ini akan menjadi penuh, sebab pengenalan kita akan Tuhan dan kasih kita kepada-Nya akan mencapai puncaknya.

Akhirnya, Yesus berdoa untuk mereka yang, meskipun hidup di dunia tidak menjadi bagian dari dunia, agar mereka menjadi sungguh kudus dan melaksanakan misi yang dipercayakan kepada mereka, seperti Ia melaksanakan tugas yang dipercayakan Bapa kepada-Nya. “Dikuduskan dalam kebenaran” maksudnya adalah dikuduskan dalam Kristus yang adalah Sang Kebenaran yang telah mengorbankan Diri-Nya di kayu salib. “Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.” (Ibr 13:12). Oleh karena itu, setelah kematian Kristus, umat manusia dapat diangkat menjadi anak- anak Allah dan mengambil bagian dalam kehidupan Allah sendiri melalui Baptisan yang memampukan mereka untuk mencapai kekudusan yang kepadanya mereka dipanggil (lih. Lumen Gentium 40)

3. Ay. 20-23
Karena Kristus yang berdoa bagi Gereja, doa-Nya ini tidak mungkin salah dan tidak mungkin tidak efektif. Oleh karena itu, hanya akan ada satu Gereja Kristus yang sejati. Maka kesatuan menjadi milik yang utama bagi Gereja. Sumber yang menghasilkan kesatuan dalam Gereja adalah kesatuan yang tak terceraikan antara ketiga Pribadi Trinitas, di mana ada kasih dan pemberian Diri. Dengan berdoa kepada Bapa, “supaya mereka menjadi satu seperti Kita…” (Yoh 17:20-21) Yesus menyatakan adanya hubungan paralel antara kesatuan di dalam Diri Pribadi Allah dengan kesatuan anak- anak Allah di dalam kasih dan kebenaran. Maka, jika manusia adalah mahluk ciptaan yang sungguh- sungguh dikehendaki Tuhan, maka manusia dapat mengenal dirinya secara penuh hanya dengan pemberian dirinya yang tulus (Gaudium et Spes 24). Kesatuan Gereja berlandaskan atas kesatuan umat beriman dengan Kristus, dan melalui Dia dengan Allah Bapa (ay.23).

Buah dari kesatuan Gereja adalah: di satu sisi, dunia percaya akan Kristus dan atas misi ilahi-Nya (ay. 21-23) dan di sisi lain, para umat Kristen dan semua orang mengenali kasih Tuhan kepada mereka yang percaya kepada-Nya, kasih yang merupakan cerminan kesatuan kasih di dalam ketiga Pribadi Allah dalam Trinitas.

Ay. 20
Kristus berdoa bagi Gereja-Nya, yaitu untuk mereka yang di sepanjang sejarah manusia, akan percaya kepada-Nya melalui pemberitaan para rasul. Misi/ amanat ilahi ini yang telah dipercayakan Kristus kepada para rasul ditentukan untuk tetap ada sampai akhir jaman (Mat 28:19-20) sebab Injil yang dipercayakan kepada mereka, adalah bagi Gereja suatu pegangan prinsip yang berlaku sepanjang waktu. Untuk alasan inilah para rasul sangat hati- hati untuk menunjuk para penerus dalam jalur hirarkis ini (lih. Lumen Gentium 20).

Jalur apostolik dan dasar dari Gereja adalah yang dimengerti sebagai “apostolisitas”, sebagai salah satu ciri Gereja yang disebutkan dalah syahadat. Apostolisitas terdiri dari Paus dan para uskup yang menjadi pernerus Petrus dan para rasul, yang memegang kuasa Apostolik dan memberitakan pengajaran yang sama seperti yang diajarkan oleh mereka. “Maka dari itu Konsili suci mengajarkan, bahwa atas penetapan ilahi para Uskup menggantikan para Rasul sebagai gembala Gereja. Barang siapa mendengarkan mereka, mendengarkan Kristus; tetapi barang siapa menolak mereka, menolak Kristus dan Dia yang mengutus Kristus (lih. Luk 10:16) (Lumen Gentium 20).

Ay. 21
Kesatuan umat Kristen dengan Kristus menghasilkan kesatuan di antara mereka sendiri. Kesatuan Gereja ini pada akhirnya menyumbangkan kebaikan kepada umat manusia sebab dengan kesatuannya, Gereja tampil sebagai tanda yang muncul di antara bangsa- bangsa yang mengundang semua orang untuk percaya kepada Kristus yang diutus oleh Allah Bapa untuk menyelamatkan semua manusia. Gereja mengemban misi penyelamatan ini melalui kesatuannya dengan Kristus, memanggil semua umat manusia untuk bergabung dengan Gereja dan dengan demikian mengambil bagian dalam kesatuan antara Kristus dengan Allah Bapa.

Setiap orang Kristen harus menghendaki kesatuan seperti yang dinyatakan oleh Kristus Yesus dalam doa kepada Allah Bapa. Hendaknya kitapun berdoa demi kesatuan umat Kristen. Yesus sendiri meninggalkan wasiat terakhirnya dengan mendoakan kesatuan Gereja, “…. supaya mereka menjadi satu, sama seperti Engkau di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yoh 17:21)

Ay. 22-23
Yesus memiliki kemuliaan, yaitu pernyataan akan keilahian-Nya, sebab Ia adalah Tuhan, yang setara dengan Allah Bapa (lih. Yoh 1:1-5). Ketika Ia mengatakan akan memberikan kemuliaan-Nya kepada para murid-Nya, Ia meyatakan bahwa melalui rahmat Allah, Ia membuat kita sebagai pengambil bagian dalam hidup ilahi (2 Pet 1:4). Kemuliaan dan pembenaran oleh rahmat Tuhan sangatlah erat bersatu, “Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.” (Rom 8:30). Rahmat inilah yang bekerja dalam umat Kristen untuk menjadikan mereka semakin serupa dengan Kristus yang serupa dengan Allah Bapa (lih. 2 Kor 4:4; Ibr 1:2-3).

Ay. 24
Yesus menutup doa-Nya dengan memohon agar semua umat Kristen mencapai Kerajaan Surga. “Aku mau supaya….” Dikatakan bukan sekedar bahwa Ia berdoa supaya, tetapi ‘mau’ supaya… yang menunjukkan kehendak Yesus yang kuat untuk menghantar semua yang percaya kepada-Nya dapat mengambil bagian dalam kemuliaan-Nya. Di dunia kita mengambil bagian dalam kehidupan ilahi melalui iman dan kasih, namun di Surga, kita akan mencapai kepenuhan hidup ilahi ini di mana kita memandang Tuhan sebagaimana Dia adanya (1 Yoh 3:2) muka dengan muka (lih. 1 Kor 13:9-12). Dengan demikian Gereja memunyai pandangan tertuju kepada kehidupan kekal.

Ay. 25-26
Pewahyuan Allah tentang Diri-Nya melalui Kristus menyebabkan kita mulai mengambil bagian dalam kehidupan ilahi, yang mencapai puncaknya di Surga. Kristus telah menyatakan kepada kita semua yang perlu kita ketahui agar kita dapat mengambil bagian dalam kasih yang timbal balik di dalam ketiga Pribadi Allah, terutama misteri tentang siapa Diri-Nya, dan misi-Nya dan dengan itu, misteri Allah sendiri. Maka Ia mengatakan, “….tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” (Mat 11:27). Kristus terus menyatakan kasih Allah Bapa, melalui Gereja-Nya, yang di dalamnya Ia selalu hadir: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat 28:20)

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang penjelasan Yoh 17:1-26.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Apakah perbedaan Maria dan Zakharia ketika menerima kabar gembira?

3

Ada perbedaan sikap antara Bunda Maria dan Zakharia ketika bertemu dengan malaikat. Keduanya memang menerima kabar gembira, yang satu menerima kabar gembira akan kelahiran Kristus Tuhan dan yang satu mendengar kabar tentang kelahiran seorang nabi besar. Mari kita melihat perbedaan antara Zakharia dan Maria dalam menyikapi kabar gembira yang disampaikan oleh malaikat Gabriel.

1. Terkejut karena tidak percaya.

18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya. 19 Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
20  Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”
(Lk 1:18-20)

Dari teks di atas, kita tahu bahwa Zakharia terkejut akan pesan yang disampaikan oleh malaikat, namun juga menyatakan ketidakpercayaannya dengan mengatakan bahwa dia sudah tua dan istrinya sudah lanjut umurnya. Kalau diperhatikan ketidakpercayaan Zakharia menjadi sesuatu yang tidak dapat ditolerir, karena: malaikat tersebut datang di tempat yang kudus – yaitu di dalam bait Allah, ketika dia sedang melakukan tugas keimanannya di hadapan Tuhan (lih. ay 8-9), malaikat tersebut membawa kabar sukacita dan pembebasan bagi semua orang serta nama Allah akan dipermuliakan.

2. Terkejut karena kerendahan hati

“28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau. 29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.” (Lk 1:28-29)

Walaupun Maria juga bertanya sama seperti Zakharia, namun pertanyaan Maria bukanlah merupakan cerminan ketidakpercayaan, namun lebih merupakan cermin kerendahan hati. “Engkau yang dikaruniai Tuhan” dalam RSV diterjemahkan sebagai “Hail Mary, full of grace” merupakan suatu ungkapan rahmat yang penuh (full), sehingga tidak ada celah dosa dan “hail” merupakan suatu ungkapan penghormatan yang begitu luar biasa. Dari salam ini, kita dapat melihat bahwa Gabriel memberikan penghormatan yang begitu besar kepada Maria.

Dalam kerendahan hatinya, Maria terkejut mendengar salam yang begitu luar biasa dari seorang malaikat. Demikian sempunanya Tuhan mempersiapkan Maria, sehingga St. Agustinus menuliskan bahwa salam itu adalah sama seperti Malaikat Gabriel mengatakan “He is more with you than He is with me; He Himself is in your heart, He is (made) in you womb, He fills your soul, He fills your womb.” (Sermo de Naivitate Domini, 4)

Kita tidak pernah tahu apakah sebelumnya Bunda Maria pernah didatangi oleh malaikat atau tidak. Namun, yang jelas, Bunda Maria adalah penuh rahmat (ay. 28), memperoleh kasih karunia di hadapan Allah (ay. 30) dan menjadi Bunda Kristus, yang adalah sungguh Allah dan sungguh manusia (ay. 31).

Mengapa Yakub yang diberkati, bukan Esau?

7

Pertanyaan:

Salam sejahtera dalam Kristus, saya ada sedikit pertanyaan mengenai Abraham, dikisahkan di alkitab kalau Abraham hendak memberkati Esau sebagai anak sulung, namun karena tipu muslihat dari ibu Yakub yg merupakan istri muda Abraham akhirnya Yakub lah yg terberkati, bagaimana hal itu bisa dibenarkan menurut Allah ,yg juga memberkati keturunan Yakub , maaf kalau ada yg salah, salam sejahtera dalam Kristus

Roy Susilo

Jawaban:

Shalom Roy Susilo,

Pertama- tama saya ingin mengkoreksi pernyataan anda dahulu, sebab yang memberkati Yakub sebagai penerusnya bukan Abraham tetapi Ishak, sebab Ishak-lah ayah dari Esau dan Yakub.

Walaupun kesannya berkat kepada Yakub itu diberikan dengan melibatkan ‘tipu muslihat’ dari Ribka, istri Ishak, namun sebenarnya bukan berarti Allah juga tertipu dalam hal ini. Anda bertanya, mengapa Allah mengizinkan/ membenarkan tipu muslihat ini. Namun sebenarnya, Kitab Suci sendiri menyebutkan, bahwa Allah sendiri memang menghendaki bahwa Yakub yang lebih muda yang akan memimpin Esau yang lebih tua, seperti perkataan Allah kepada Ribka pada saat mengandung keduanya. “Firman TUHAN kepadanya [Ribka]: “Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.” (Kej 25:23)

Maka Allah yang maha tahu sudah mengetahui, bahkan sebelum Esau dilahirkan, bahwa kelak Esau dengan kehendak bebasnya akan menjual hak kesulungannya kepada Yakub, untuk memperoleh semangkuk masakan kacang merah dan roti (lih. Kej 25:29-34). [Ini sesungguhnya kelemahan Esau, bagaimana ia mau menukarkan hak kesulungan yang berharga itu demi kesenangan sesaat, yaitu semangkuk bubur kacang merah]. Esau tidak menghargai hak kesulungannya, yaitu dua bagian dari harta milik ayahnya (Ul 21:17) dan berkat khusus dari sang ayah. Oleh karena itu Allah mengizinkan hal ‘tipu muslihat’ Ribka terjadi. Dengan cara demikianlah Ishak memberkati Yakub, walaupun sebenarnya Esau adalah anak kesayangan Ishak (lih. Kej 25:28). Selanjutnya tentang bagaimana Ishak memberkati Yakub, dapat dibaca dalam Kejadian 27.

Sebenarnya, kisah anak kedua/ bukan anak pertama yang dipilih Allah untuk melanjutkan karya keselamatan Allah, juga tidak terjadi atas Yakub saja. Ishak sendiri adalah anak kedua Abraham, sebab anak yang pertama adalah Ismael [anak Abraham dari Hagar]. Namun Ishak yang dilahirkan oleh Sarah-lah yang dipilih Allah sebagai anak perjanjian yang menjadi penerus Abraham. Allah bekerja tidak menurut pemahaman manusia, itulah yang kita pelajari dari fakta semacam ini. Allah memilih mereka yang lemah dan tidak terpandang di mata manusia untuk menjadi kuat di hadapan-Nya.

Sebagai tambahan, Ribka adalah istri Yakub tetapi bukan istri muda Ishak, seolah- olah Ishak mempunyai istri lain selain Ribka. [Ribka juga bukan istri muda Abraham, seperti yang anda tuliskan]. Ribka adalah istri Ishak satu- satunya, sehingga Ishak dan Ribka merupakan contoh bagi monogami yang sudah diterapkan dalam Perjanjian Lama.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Keep in touch

18,000FansLike
18,659FollowersFollow
32,900SubscribersSubscribe

Artikel

Tanya Jawab