Home Blog Page 312

Doa Persembahan Pagi

0

O Tuhan Yesus,

melalui hati Bunda Maria yang tak bernoda,
Aku mempersembahkan kepada-Mu,
doa-doaku, segala perbuatanku, suka cita dan penderitaanku pada hari ini
untuk  semua intensi Hati Kudus-Mu,
dengan persatuan dengan semua Kurban Misa yang dipersembahkan di seluruh dunia,
sebagai rasa syukur dan terimakasihku atas berkat-berkat-Mu,
sebagai silih atas dosa-dosaku,
untuk permohonanku bagi kesejahteraan hidupku di dunia maupun di kehidupan kekal,
untuk intensi doa-doa kerabat dan sahabat-sahabatku,
untuk intensi doa Bapa Paus,
untuk pertobatan orang-orang yang berdosa,
untuk persatuan kembali umat Kristiani dan
untuk pembebasan bagi jiwa-jiwa yang ada di dalam Api Penyucian agar menuju kebahagiaan kekal di Surga.

[dapat ditambahkan sebagai berikut]

Aku mempunyai intensi agar dapat memperoleh indulgensi yang berkaitan dengan semua doa-doa yang kuucapkan pada hari ini, dan atas semua perbuatan baik yang akan kulakukan hari ini. Aku akan memberikan indulgensi ini bagi jiwa-jiwa yang ada di dalam Api Penyucian,  khususnya …… (sebutkan namanya)

Bapa Kami…… Salam Maria …… Kemuliaan …….

Doa sebelum dan sesudah Adorasi

25

Doa pada saat awal Adorasi

Tuhanku dan Allahku,

Pada saat yang lalu, Engkau memanggil orang-orang pilihan-Mu di tengah kesibukan mereka, yaitu para hamba-Mu Musa, Elia, Yohanes Pembaptis, Maria dari Nazareth, Maria dari Bethani, saudaranya Martha dan Lazarus- untuk menyediakan waktu untuk berdoa.

Sekarang, Tuhan, Engkau memanggil aku, untuk menyediakan waktu bagi-Mu dan bersama-Mu, untuk bersyukur atas segala rahmat-Mu yang ajaib yang Engkau berikan kepadaku. Untuk bersyukur kepada-Mu terutama karena Engkau telah memberikan Diri-Mu sendiri di dalam sakramen Maha Kudus ini, untuk bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah mengundang aku untuk menghabiskan jam ini bersama Engkau.

Tuhan, Engkau telah memberikan saat ini kepadaku. Aku mempersembahkan waktu ini untuk Engkau, dan untuk-Mu saja. Kuduskanlah waktu ini dari segala kebisingan yang adal di dalamku. Kuduskanlah waktu ini dari segala yang dapat menggangguku dari ketenangan. Semoga tempat ini menjadi tempat yang penuh berkat bagiku. Semoga waktu ini yang telah Engkau kuduskan oleh karena kehadiran-Mu, menjadi  waktu di mana aku menanti Engkau, Tuhanku, Allahku, Sahabatku.

Semoga damai sejahtera menyelimuti aku, dan menjangkau juga mereka semua yang kukasihi, dan semua orang di seluruh dunia.

Semoga semua kuasa gelap dipatahkan, dan tak dapat mengganggu di saat ini yang telah dipenuhi dengan kekudusan-Mu.

Bantulah aku, ya Tuhan, untuk menyingkirkan semua yang dapat menyebabkan aku gelisah dan izinkanlah aku untuk melalui saat ini sepenuhnya dalam kehadiran-Mu yang agung dan mulia.

Tuhan, semoga doaku Engkau persatukan dengan doa semua orang percaya di seluruh dunia, yang menghormati-Mu dalam kedamaian dan keheningan. Maka kami semua akan menggabungkan pujian kemuliaan bagi-Mu dalam keheningan ini.

Dalam nama-Mu Yesus aku berdoa, dalam persatuan dengan Roh Kudus dan demi kemuliaan Allah Bapa.

Amin

Doa pada saat akhir Adorasi

Tuhanku, tibalah saatnya bagiku untuk pulang. Aku bersyukur kepada-Mu atas waktu hening ini bersama-Mu, yang tidak dibebani oleh segala tugasku sehari-hari.

Waktu ini telah memperbaharui aku. Waktu ini telah mendatangkan kesembuhan bagi tubuh dan jiwaku. Aku telah beristirahat sejenak dan memberikan kesegaran pada tubuhku, dan keheningan ini telah mendatangkan kesejukan pada jiwaku.

Waktu ini yang telah kuhabiskan bersama-Mu telah memperbaharui di dalamku keinginan untuk selalu bersekutu dengan-Mu dan dengan mereka semua yang kukasihi. Tempatkanlah di dalamku keinginan untuk bersama-sama dengan mereka dan semua orang, untuk menyatakan kebaikan-Mu pada saat kami menjalani kehidupan kami.

Aku berterimakasih kepada-Mu, atas rahmat yang Kau berikan di saat ini. Bantulah aku pada saat aku kembali dalam alur kehidupanku. Persiapkanlah aku untuk segala yang akan kuhadapi, baik hal yang baik, maupun yang kurang baik, baik kegagalan maupun kesuksesan, apapun yang akan kutemui.

Semoga waktu yang kudus ini dalam keheningan ini, memenuhkanku dengan kekuatan untuk sekali lagi mengusahakan kekudusan di tengah-tengah kegiatan dan pekerjaanku, dan di tengah-tengah rumah tanggaku.

Mari Tuhan Yesus, sertailah aku pada saat aku kembali pulang, untuk menjalani kehidupanku yang dipenuhi dengan hiruk pikuk kesibukan dan persimpangan jalan.

Dalam nama-Mu Yesus aku berdoa, dalam persatuan dengan Roh Kudus dan demi kemuliaan Allah Bapa.

Amin.

Doa Rosario untuk Para Imam

19

Berikut ini adalah doa rosario (Peristiwa gembira, sedih, dan mulia) untuk mendoakan para imam, yang dikarang oleh almarhum John J. Cardinal Carberry, dari St. Louis, Amerika Serikat. Pada waktu beliau menyusun doa ini belum ada renungan Peristiwa Terang. Peristiwa Terang ditambahkan oleh katolisitas.org.

PERISTIWA-PERISTIWA GEMBIRA

1. Maria menerima kabar gembira

Malaikat Gabriel memberitakan kabar gembira kepada Perawan Maria, bahwa ia akan menjadi Bunda Allah, Sang Sabda yang menjadi manusia. Untuk berabad-abad sesudahnya, Yesus akan menjadi daging di dalam setiap perayaan Ekaristi untuk menjadi santapan rohani bagi kita di dalam kesatuan yang erat dengan Dia.

Doa:
Kami berdoa untuk para imam, yang setiap hari, melalui perkataan konsekrasi dalam Misa Kudus dan melalui Komuni Kudus, memberikan kepada kami Tubuh dan Darah Kristus. Kami berdoa untuk semua orang yang akan menjadi imam di masa mendatang, yang sekarang masih berada di dalam rahim ibu mereka. Agar mereka diselamatkan dari gangguan fisik dan spiritual, dan dapat mencapai Pentahbisan seperti yang Tuhan rencanakan. Kami berdoa untuk para imam di generasi mendatang. Kami berdoa agar semua imam menghargai karunia hidup selibat.

2. Maria mengunjungi Elisabeth saudaranya

Maria mengunjungi saudara sepupunya, Elisabeth, yang mengenali Maria sebagai tabernakel yang hidup bagi  Allah yang Ilahi.

Doa:
Kami berdoa terutama bagi para imam yang membawa Komuni kudus kepada para orang sakit, mereka yang tidak dapat berjalan, dan Viaticum (komuni terakhir) kepada orang-orang yang mendekati ajal. Kami berdoa untuk semua imam yang melayani orang -orang sakit agar para imam tersebut dapat memberi penghiburan, nasehat dan menguatkan mereka yang menderita.

3. Yesus dilahirkan di kandang Betlehem

Yesus dilahirkan di Betlehem. Para malaikat mengumumkan kelahiran-Nya, para majus dan gembala datang dan menyembah-Nya.

Doa:
Kami berdoa agar semua calon imam bertumbuh di dalam pengetahuan dan kasih akan Allah, agar dapat menjadi para imam yang kudus. Kami berdoa terutama untuk mereka yang segera akan ditahbiskan, agar mereka tetap setia sepanjang hidup mereka terhadap hak istimewa untuk “menjadi Kristus” – in persona Christi– yang hadir di tengah kami. Kami berdoa agar semua orang dapat menghargai Perayaan Ekaristi dan Imamat kudus sebagai karunia Tuhan yang terbesar. Kami berdoa agar setiap imam dapat menganggap dirinya,sebagai anggota Keluarga Kudus, seorang putera sejati dari Bunda Maria dan St. Yosef dan saudara dari Kristus, Sang Imam Agung.

4. Yesus dipersembahkan di Bait Allah

Bunda Maria dan St, Yosef, dengan ketaatan kepada hukum Taurat membawa Yesus ke Bait Allah, untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Simeon bersyukur kepada Allah yang menyatakan Sang Mesias, kepadanya sebelum ia wafat.

Doa:
Kami berterima kasih kepada Tuhan untuk semua imam yang seperti Simeon, telah bertahun-tahun memberikan pelayanan kepada kami, umat Allah. Kami berdoa agar mereka dapat menerima penghargaan dari Tuhan atas kemurahan hati mereka dan kerelaan mereka berkorban. Kami juga berdoa untuk semua imam yang hatinya dipenuhi perasaan kesepian, depresi, dan ditolak oleh orang lain.

5. Yesus diketemukan di Bait Allah

Yesus diketemukan di antara para guru di bait Allah, Dia kembali ke rumah dan taat kepada Bunda Maria dan St. Yosef.

Doa:

Kami berdoa agar para imam akan selalu ditemukan berada dalam pengurusan perkara-perkara Allah, dan akan selalu taat kepada pengajaran Magisterium Gereja, Bapa Paus dan para uskup dalam persekutuan dengan beliau. Kami berdoa untuk semua imam muda agar kasih dan dedikasi yang mereka alami di tahun-tahun awal imamat mereka dapat selalu bertumbuh seiring dengan waktu. Kami berdoa untuk semua imam yang mengajar tentang iman Katolik kepada anak-anak, kaum muda maupun orang dewasa.

PERISTIWA-PERISTIWA SEDIH

1. Yesus berdoa di Taman Getsemani

Para rasul tertidur; Yesus menitikkan darah saat merenungkan Kisah sengsara dan kematian-Nya; para malaikat datang menghibur-Nya.

Doa:
Kami berdoa agar semua imam yang menderita dan yang berada di jalan salib ke Golgotha dapat dihibur dengan kehadiran Tuhan; mereka yang telah mengkhianati atau yang menolak imannya karena kelemahan mereka, dapat bertobat dan kembali kepada kehangatan kasih Allah. Kami berdoa agar semua imam dapat hidup sesuai dengan kehendak Allah, seperti yang selalu dilakukan oleh Yesus.

2. Yesus didera

Yesus didera dengan kejam dan dipukuli oleh para prajurit.

Doa: Kami berdoa untuk para imam yang dianiaya baik secara fisik maupun mental, mereka yang dipenjarakan atau yang dilarang untuk mempersembahkan Misa kudus atau menerima Komuni kudus. Kami berdoa untuk para imam yang hidup bi bawah tekanan pemerintahan Komunis.

3. Yesus dimahkotai duri

Yesus diolok-olok sebagai raja dan kepala-Nya yang mulia ditembusi oleh duri-duri yang tajam.

Doa:
Kami berdoa untuk para imam yang menderita karena mempertahankan pengajaran Katolik yang otentik. Kami berdoa agar para Uskup akan selalu mempertahankan kebenaran ajaran-ajaran Gereja Katolik dan menolak godaan-godaan untuk meng-kompromi-kan doktrin dalam menghadapi tekanan-tekanan budaya dan sosial.

4. Yesus memanggul salib-Nya ke Golgotha

Memar, berdarah, dan lelah, Yesus memaksa Diri-Nya untuk memanggul salib-Nya ke bukit Golgotha.

Doa:
Kami berdoa untuk semua imam yang sedang memanggul salib yang berat; mereka yang lemah, sendirian, atau yang sedang terjatuh dari keadaan rahmat Tuhan, karena sesuatu hal. Kami berdoa untuk Bapa Paus, yang mungkin menanggung salib yang terberat; dengan adanya penganiayaan dan upaya menghapuskan Gereja, baik yang terjadi di dalam maupun di luar Gereja.

5. Yesus wafat di salib

Yesus menumpahkan titik darah-Nya yang terakhir untuk membebaskan kita dari dosa dan maut.

Doa:
Kami berdoa untuk semua imam yang sedang menghadapi ajal dan yang akan meninggal hari ini. Kami berdoa untuk mereka yang haus akan keselamatan jiwa-jiwa. Kami berdoa agar pengorbanan yang mereka lakukan akan menyempurnakan rencana Allah untuk keselamatan seluruh dunia. Kami berdoa agar para imam membawa Bunda Maria ke dalam hati mereka, seperti Rasul Yohanes, salah seorang imam pertama, yang telah membawa Bunda Maria ke dalam rumahnya, dan menjadikannya sebagai ibunya.

PERISTIWA-PERISTIWA MULIA

1. Yesus bangkit dari mati

Yesus bangkit dari antara orang-orang mati dan menampakkan diri kepada para rasul.

Doa:
Seringkali, para imam dapat menderita, tertekan dan berputus asa ketika melihat hasil yang sangat sedikit dari jerih payah mereka. Kami berdoa agar para imam akan mengingat bahwa salib selalu diikuti oleh kebangkitan; kegelapan selalu diikuti oleh terang. Kami berdoa agar semua imam dapat mengambil bagian dalam suka cita kebangkitan Kristus.

2. Yesus naik ke surga

Yesus memerintahkan para rasul-Nya dan kembali kepada Bapa-Nya di surga.

Doa:
Kami berdoa agar para imam dapat menjalankan tugas mereka untuk mewartakan Kabar Gembira ke seluruh dunia, mengajar dan membaptis jiwa-jiwa yang tak terhitung banyaknya. Kami berdoa untuk para missionaris yang hidup di dalam kemiskinan yang sangat dan dalam kesulitan untuk membawa Injil kepada seluruh bangsa.

3. Roh Kudus turun atas para rasul

Roh Kudus turun ke atas para rasul, yang berkumpul bersama dengan Bunda Maria.

Doa:
Kami berdoa bahwa para imam dapat selalu terbuka kepada karunia Roh Kudus yang menguatkan mereka untuk tugas membawa banyak jiwa kepada Tuhan dan Tuhan kepada jiwa-jiwa. Kami berdoa agar mereka dapat berkerja dengan semangat menyala-nyala untuk menuntun orang-orang kepada pertobatan, terutama mereka yang mengeraskan hatinya. Semoga mereka dapat membawa kasih Allah kepada seluruh dunia.

4. Bunda Maria diangkat ke surga

Bunda Maria diangkat ke surga, tubuh dan jiwa. Ketika di dunia, ia mengasihi dan mendoakan para rasul, yaitu para imam pertama.

Doa:
Kami berdoa agar para imam dapat mengasihi Bunda Maria dan menemukan di dalamnya kasih dan penghiburan dari seorang ibu, pendoa syafaat yang terbesar di antara semua Orang Kudus; dan tempat perlindungan yang pasti terhadap gangguan Iblis dan para pengikutnya yang ingin menghancurkan imam dan imamatnya yang kudus.

5. Bunda Maria dimahkotai di surga

Bunda Maria dimahkotai di surga sebagai Ratu Surga dan bumi. Ia diberi penghargaan oleh Tuhan karena kesetiaannya kepada Tuhan.

Doa:
Kami berdoa agar Bunda Maria, Ratu para iamam, menjadi teladan dalam hal iman dan suka cita, di mana sebuah mahkota, yang dihiasi dengan sejumlah jiwa yang telah dipercayakan kepadanya pada hari Pentahbisannya, akan menjadi penghargaan mereka untuk pelayanan yang setia dan penuh kasih.

PERISTIWA-PERISTIWA TERANG

1. Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis

Walaupun tidak berdosa, Yesus merendahkan diri-Nya untuk dibaptis, agar memberi contoh kepada kita bagaimana kita dapat dilahirkan kembali oleh air dan Roh, yaitu jika kita mati terhadap dosa dan bangkit dan hidup bersama Dia.

Doa:

Kami berdoa bagi semua imam yang mengajar persiapan Baptis, agar pengajaran mereka dapat berperan dalam pertumbuhan iman para katekumen. Kami juga berdoa agar para imam dapat menjadi teladan bagi umat, tentang bagaimana kami dapat mati terhadap dosa, dan bangkit dan hidup baru bersama Kristus, dan dengan setia hidup sesuai dengan janji baptis kami.

2. Yesus membuat mukjizat yang pertama di Kana

Yesus mengadakan mukjizat pertama di perkawinan di Kana, sebagai tanda pengudusan hubungan suami istri dan penyertaan-Nya pada setiap keluarga.

Doa:

Kami berdoa bagi para imam, semoga mereka dapat mengikuti teladan Kristus yang mengasihi Gereja sebagai Mempelai-Nya. Semoga para imam dapat menghayati panggilan mereka untuk menguduskan umat beriman, sebagaimana Kristus menguduskan Gereja sebagai Tubuh-Nya. Kami berdoa pula bagi para imam yang bertugas mendampingi pasangan suami istri ataupun yang mengajar persiapan perkawinan, agar melalui pengabdian para imam, kami dapat melihat teladan kasih yang memberikan diri seperti Kristus memberikan nyawa-Nya bagi kami semua.

3. Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah dan mengajarkan pertobatan

Yesus mengajarkan Kabar Gembira Kerajaan Allah dan pertobatan agar manusia dapat masuk dalam rencana keselamatan Allah.

Doa:

Kami berdoa bagi para imam, agar mereka dapat mewartakan Injil dengan semangat kasih yang berkobar, baik dalam homili, khotbah atupun renungan yang mereka bawakan. Biarlah mereka mengalami kasih-Mu yang melimpah dan kobarkanlah kasih mereka kepada-Mu, agar mereka dapat menyampaikan kasih-Mu itu kepada kami. Pimpinlah secara khusus dengan Roh-Mu, para imam yang memberikan sakramen Pengampunan dosa. Jadikan mereka pendengar yang baik, namun juga penasehat yang bijak dalam sakramen yang penuh rahmat itu.

4. Yesus dimuliakan di atas gunung Tabor

Yesus dimuliakan di atas gunung Tabor, dan para rasul-Nya melihat kemuliaan-Nya bersama Nabi Musa dan Elia.

Doa:

Kami berdoa bagi para imam agar selalu memuliakan Kristus dalam setiap tindakan mereka. Kami berdoa bagi para imam yang sedang memulai pelayanan mereka di suatu daerah yang baru, agar Roh Kudus-Mu menyertai dan memberkati usaha mereka. Kami berdoa agar pada akhirnya nanti, Engkau berkenan mengizinkan para imam mengambil bagian dalam kemuliaan-Mu di surga, atas segala pengabdian dan kasih yang mereka berikan kepada kami di dunia.

5. Yesus menginstitusikan Ekaristi

Yesus menyatakan kasih-Nya dan memberikan perintah agar para murid-Nya mengenang-Nya dalam kurban Tubuh dan Darah-Nya dalam perayaan Ekaristi.

Doa:

Kami berdoa bagi semua imam, yang setiap harinya mempersembahkan Ekaristi. Berkatilah dan kuduskanlah tangan-tangan mereka yang setiap harinya menyentuh Tubuh dan Darah Kristus. Kuduskanlah hati dan pikiran para imam-Mu, ya Tuhan, agar sungguh-sungguh di dalam mereka hadirlah Engkau, ‘Kristus’: in persona Christi. Tumbuhkanlah rasa syukur dalam diri setiap imam akan peran istimewa mereka untuk membawa kami kepada Kristus, dan Kristus kepada kami. Dan ajarilah kami untuk selalu bersyukur, karena melalui para imam, kami dapat menyambut Engkau dalam Ekaristi.

Doa penutup:

DOA UNTUK PARA IMAM:

O Yesus, Imam Agung kami, dengarkanlah doaku yang sederhana ini, yang kunaikkan demi para imam-Mu. Berikanlah kepada mereka iman yang dalam, pengharapan yang nyata dan teguh, dan kasih yang menyala-nyala, yang terus bertumbuh di sepanjang waktu kehidupan imamat mereka.

Di dalam kesepian, hiburlah mereka. Di dalam kesedihan, kuatkanlah mereka. Di dalam keputus asaan, tunjukkanlah kepada mereka bahwa melalui penderitaan-lah jiwa dimurnikan, dan tunjukkanlah kepada mereka bahwa mereka sangat diperlukan oleh Gereja. Mereka sangat dibutuhkan oleh jiwa-jiwa, mereka sangat dibutuhkan untuk kelangsungan rencana keselamatan.

O, Bunda Maria yang penuh kasih, Bunda para imam, bawalah ke hati-mu para puteramu yang dekat denganmu oleh karena Pentahbisan, dan oleh karena kuasa yang diberikan kepada mereka untuk melanjutkan karya Kristus di dunia yang sangat membutuhkan mereka. Jadilah bagi mereka suka cita, kekuatan, dan secara khusus, bantulah mereka untuk hidup dan mempertahankan kesempurnaan kehidupan selibat yang dikuduskan Allah.

Amin

Tentang Kondom dan KB Alamiah

25

Pertanyaan:

Shalom Bu Ingrid,
Saya mau tanya mengenai kontrasepsi dengan kondom, apakah juga dilarang oleh gereja? Bukankah kontrasepsi dengan kondom (atau ada juga metode lain yang sejenis) menghalangi bertemunya sel sperma dengan sel telur sehingga belum terjadi pembuahan dan zygote, sehingga belum terjadi kehidupan baru? Jika metode yang ‘membiarkan’ pembuahan terlebih dahulu kemudian baru ‘dirusak’, saya dapat memahami mengapa gereja menentangnya.
Apa bedanya dengan KB metode alamiah, jika niatnya dari kedua pasang suami istri itu memang tidak mempunyai anak (dulu) atau mengatur kapan mereka ingin mempunyai anak. Bukankah jika niatnya demikian juga ‘intervensi’ terhadap kehendak Tuhan dalam hal penciptaan atau seolah-oleah mereka adalah ‘tuhan’ yang berhak menentukan kelahiran atau tidak? Jika dari awal niatnya adalah demikian bukankah itu sama saja dengan hanya memanfaatkan siklus kesuburan alamiah seseorang yang artinya tidak berbeda dengan KB non-alamiah?
Mohon penjelasannya dan terima kasih
Tuhan memberkati, Abin

Jawaban:

Shalom Abin,
Pertama-tama kita harus kembali kepada pengajaran Magisterium Gereja tentang 2 hal yang tidak terpisahkan dalam hubungan suami istri yang disebutkan dengan jelas dalam Humanae Vitae 12: Pertama adalah untuk persatuan suami istri (union), dan yang kedua adalah untuk menyampaikan bakal kehidupan baru (procreation). Tuhan mengaruniakan hal ini kepada suami istri sebagai ’satu paket’ yang terpisahkan.
Walaupun tidak sama persis, mungkin kita dapat melihat contoh berikut ini. Kalau kita makan, maka kita tidak hanya memuaskan lidah (merasakan makanan enak), tapi juga kita dapat merasa kenyang, dan makanan tersebut akan menyumbangkan kalori pada tubuh. Jadi kalo kita tidak bisa manahan diri dan terlalu sering makan yang enak-enak demi kepuasan lidah, maka akibatnya kita bisa kekenyangan, dan badan menjadi gemuk. Nah, maka ada orang yang inginnya makan enak, tapi tidak mau kenyang, apalagi gemuk, maka, ia menerapkan bulimia, yang intinya membuat diri (maaf) memuntahkan kembali apa yang baru dimakannya, supaya makanan itu tidak diserap oleh tubuh. Jika kita lihat di kamus, bulimia disebut sebagai ‘eating disorder‘/ atau praktek makan yang tidak normal, dan saya rasa Abin-pun setuju bahwa cara makan yang demikian bertentangan dengan akal sehat. Sebab kita tahu aktivitas makan ditujukan tidak saja untuk ‘menyenangkan’ lidah, tapi juga untuk mengenyangkan perut.
Nah, sekarang tentang hubungan seksual suami istri. Seperti disebut di atas, hubungan ini ditujukan tidak hanya untuk meneguhkan kasih persatuan suami istri, tapi juga untuk sarana campur tangan Tuhan dalam penciptaan manusia baru. Tradisi Kristiani menjunjung tinggi hubungan seksual suami istri, sebab hal itu merupakan ekspresi khusus perjanjian kasih yang menggambarkan hubungan kasih Tuhan dengan umat-Nya, dan juga kasih Kristus kepada Gereja-Nya (silakan baca: Indah dan Dalamnya Makna Perkawinan Katolik). Alat kontrasepsi, baik berupa pil, ataupun kondom hanya ‘menyetujui’ satu aspek saja, yaitu persatuan suami istri, namun ‘menolak’ aspek yang lain, yaitu kemungkinan penciptaan kehidupan baru. Ini bertentangan dengan hukum kodrat yang direncanakan oleh Allah Sang Pencipta. Penggunaan kondom dalam hubungan seksual suami istri, sebenarnya mirip dengan bulimia. Seperti bulimia, yang ingin mengecap makan enak, tapi tak mau konsekuensi kenyang, maka pemakaian kondom juga demikian: ingin mengecap persatuan suami istri, tetapi tidak mau menerima konsekuensi menyampaikan bakal kehidupan baru. Hal makan merupakan tindakan alamiah untuk mempertahankan hidup, demikian pula hubungan suami istri merupakan tindakan alamiah untuk mempertahankan eksistensi manusia (supaya tidak punah). Sikap menolak keturunan, jika dilakukan serentak dalam satu bangsa, maka dapat mengakibatkan ‘ancaman’ kepunahan, seperti yang terjadi di Eropa.
Sekarang mengenai pemakaian kondom, meskipun kelihatannya ‘menyetujui’ aspek persatuan (union) suami istri, sebenarnya juga tidak dalam arti yang penuh. Sebab jika pemberian yang total, berarti tidak ada yang dibuang, dan dalam kasus penggunaan kondom tidak demikian halnya. Hubungan suami istri telah direncanakan Allah untuk mengandung makna yang sangat luhur, yaitu untuk menjadi penggambaran akan kasih-Nya yang total pada manusia. Oleh karena itu, jika kita melanggar apa yang sudah direncanakan Tuhan, maka itu sama dengan kita mau mengatakan bahwa rencana kita lebih baik dari pada rencana-Nya. Ini sesungguhnya mirip dengan dosa pertama Adam dan Hawa, yaitu ingin menentukan sendiri apa yang benar dan yang salah bagi dirinya, dan bukannya tunduk pada perintah Tuhan.
Karekismus Gereja Katolik (KGK) menjelaskan definisi dosa sebagai berikut:

KGK 1849, Dosa adalah satu pelanggaran terhadap akal budi, kebenaran dan hati nurani yang baik; ia adalah satu kesalahan terhadap kasih yang benar terhadap Allah, dan sesama atas dasar satu ketergantungan yang tidak normal kepada barang-barang tertentu…. [Dosa adalah] kata, perbuatan atau keinginan yang bertentangan dengan hukum abadi.

KGK 1850, Dosa adalah satu penghinaan terhadap Allah.

Dengan melihat definisi di atas, seharusnya kita dapat melihat bahwa penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi termasuk dalam kategori dosa. Karena, penggunaan kondom sesungguhnya melanggar akal, kebenaran, hati nurani, dan hukum abadi (hukum Allah) yang ‘menghina’ rencana Allah, karena tidak menerima apa yang sudah ditentukan Allah. Hubungan suami istri direncanakan Allah sebagai hubungan kasih yang total, tanpa ‘tameng’ apapun; yang begitu dalam maknanya sampai dapat ‘menghasilkan’ seorang ciptaan baru. Maka, kalau kita membatasinya dengan kontrasepsi, ini sama saja mengatakan kepada pasangan kita, bahwa “saya mengasihimu, namun saya tidak mau mempunyai anak dari kamu”. Atau mengatakan kepada Tuhan bahwa saya percaya kepada-Mu, Tuhan, namun saya ingin Engkau tidak campur tangan dalam perbuatan saya di kamar tidur. Sesungguhnya sikap ini adalah bentuk ‘penolakan’ akan campur tangan Allah dalam aktivitas seksual kita, padahal Allah menganggap hubungan ini begitu sakral dan merencanakan keterlibatan kuasa penciptaan-Nya didalamnya. Manusia yang sesungguhnya ‘diundang’ Allah untuk berpartisipasi dalam karya penciptaan-Nya malah ‘mengusir’ Yang mengundang.

Di artikel di atas, saya menyebutkan bahwa menurut survey, sebagian besar orang yang membeli kondom untuk pertama kalinya akan merasa ‘janggal’. Sebenarnya, itu adalah suatu tanda bahwa penggunaan kondom bertentangan dengan hati nurani. Hanya saja, ada kemungkinan lama kelamaan orang akan berkompromi, sehingga hati nuraninya tidak lagi berbicara kepadanya. Alasannya: karena semua orang melakukannya, jadi mestinya tidak apa-apa.
Pengajaran Gereja Katolik tentang Kasih dan Seksualitas selalu konsisten menentang penggunaan alat kontrasepsi. Dokumen Gereja yang menentang pemakaian alat kontrasepsi ini antara lain adalah, Surat Ensiklik Casti Connubii (Tentang Perkawinan) oleh Paus Pius XI, 1930, The Theological Report of the Papal Commission on Birth Control (1966), Humanae Vitae oleh Paus Paulus VI (1968), A Pastoral Reflection on the Moral Life, National Conference of Caholic Bishops (1976). Jadi yang ditentang di sini bukan hanya alat kontrasepsi yang ‘merusak’ zygote, tetapi semua alat kontrasepsi, karena prinsip kontrasepsi yang memisahkan kedua aspek dalam hubungan suami istri; yaitu hanya mau ‘union’ tetapi tidak mau ‘procreation. Suatu permenungan, adalah kenyataan sejarah bahwa sampai tahun 1930, semua gereja (termasuk Protestan) menolak kontrasepsi, namun pada tahun 1930, gereja Protestan mulai memperbolehkannya, dimulai dari gereja Anglikan. Gereja Katolik adalah Gereja satu-satunya yang masih tetap menolak kontrasepsi ini, karena Gereja Katolik tetap mempertahankan kebenaran; dan karena kesetiaan Gereja Katolik terhadap kebenaran pengajaran Tuhan ini, maka Gereja tidak mengubahnya, meskipun ajaran ini ‘tidak populer’ dan tidak menarik di mata dunia.

Maka yang diperbolehkan oleh Gereja Katolik adalah KB alamiah. Cara ini tidak sama dengan kontrasepsi, sebab pelaksanaan KB Alamiah melibatkan ‘pantang berkala’, di mana tidak terjadi perbuatan yang memisahkan kedua aspek union dan procreation tersebut. Ibaratnya, tidak kenyang, karena tidak makan (bukan karena bulimia); tidak ada kemungkinan ‘procreation’, karena tidak melakukan ‘tindakan’ union’ (bukan karena pakai alat kontrasepsi).

Beberapa pengajaran Alkitab sehubungan dengan hal ini adalah:

1) “Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa” (1Kor 7:5). Jadi jika pasangan memang belum siap kalau dipercayakan seorang (tambahan seorang) anak, maka mereka dapat ‘berpantang’ untuk sementara waktu dan berdoa.

2) Dengan demikian suami istri dapat hidup di dalam kekudusan dan menjaga kehormatan perkawinan dan tidak mencemarkan tempat tidur (lih. Ibr 13:4). Sikap non-kontraseptif artinya menerima karunia seksual kita dengan bertanggung jawab: kita tunduk pada rencana Tuhan, yang menginginkan kasih persatuan yang terbuka pada kemungkinan adanya kehidupan baru. Dengan demikian, kita tidak ‘mencemarkan tempat tidur’, karena di tempat tidur sekalipun kita menunjukkan ketaatan kita kepada kehendak Allah, dan bukannya menjadi ‘tuhan’ atas aktivitas seksual kita. Jangan kita lupa, bahwa Tuhanlah yang memutuskan, apakah Ia akan memberikan kehidupan baru sebagai buah kasih suami istri- atau tidak.

3) Tuhan tidak berkenan terhadap sikap penolakan akan kemungkinan adanya kehidupan baru (procreation) dalam hubungan suami istri, dan ini dapat dibaca pada kisah Onan (Kej 38:8-10).

Demikian jawaban saya untuk pertanyaan yang cukup sulit ini. Silakan juga untuk membaca apa dasarnya bahwa Gereja Katolik melarang pemakaian kontrasepsi di artikel tentang Humanae Vitae (silakan klik). Memang pada akhirnya, dibutuhkan kerendahan hati untuk menerima dan melaksanakan sikap non-kontraseptif dalam perkawinan. Ini adalah salah satu bentuk ketaatan yang paling nyata bagi pasangan suami istri untuk berkata, “Kami ini adalah hamba Tuhan, jadilah pada kami menurut kehendak-Mu” (lih. Luk 1:38), dengan menyerahkan segala kehidupan dan masa depan kita di tangan Tuhan. Sudah selayaknya, kita menyerahkan diri secara total kepada Tuhan, di manapun, dan kapanpun, dan ya, termasuk di tempat tidur.

Selanjutnya tentang Metoda KB Alamiah yang cukup akurat, yaitu Metoda Creighton, silakan klik di sini.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- https://katolisitas.org.

Mengapa murid Yesus hanya 12 orang?

2

Pertanyan:

mengapa murid Tuhan Yesus hanya berjumlah 12 orang ? – Ferdy

Jawaban:

Shalom Ferdy,

Sedikitnya terdapat dua alasan utama yang dapat menjelaskan jumlah rasul Yesus yang terdiri dari 12 orang tersebut, yaitu:

  1. Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru merupakan pemenuhan Perjanjian Lama, sehingga yang dilakukan oleh Yesus juga memiliki kaitan dengan yang terjadi pada Perjanjian Lama. Keduabelas rasul Yesus melambangkan keduabelas suku Israel, yaitu bangsa pertama yang dipilih Allah untuk menerima janji keselamatan. Keduabelas rasul inilah yang dipilih Yesus, yang diberi tugas untuk menjadi penjala manusia (Mrk 1:17), dan yang pada akhirnya,  diberi hak untuk menghakimikeduabelas suku Israel (Luk 22: 29-30).
  2. Allah menyatakan rencana keselamatan manusia dengan menggunakan prinsip “Pengantaraan/ Mediation. Setelah manusia pertama Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, dan karenanya diusir dari Firdaus, maka setelah itu Allah tak henti-hentinya memberikan pertolongan kepada manusia secara bertahap dalam sejarah manusia. Tujuan Allah adalah untuk membentuk sebuah bangsa pilihan yang akan mengenal-Nya dan menyembah-Nya dalam kekudusan. Dimulai dari penciptaan manusia pertama, yaitu suami istri (Adam dan Hawa), Allah kemudian membuat perjanjian dengan keluarga (keluarga Nabi Nuh, keluarga Abraham), kemudian membentuk suku bangsa (dari 12 anak- anak Yakub/ Israel yang menjadi Patriarkh dari keduabelas suku Israel) sampai kepada bangsa (yaitu bangsa Israel pada zaman Nabi Musa). Dan di tengah-tengah ketidaksetiaan bangsa Israel, Allah tetap setia kepada janji keselamatan-Nya, sampai Ia mengutus Putera-Nya yang lahir sebagai putera bangsa pilihan tersebut, dalam garis keturunan Raja Daud (2 Sam 7: 12-16). Janji keselamatan yang pada awalnya disampaikan kepada bangsa Israel ini, kemudian disampaikan kepada seluruh bangsa. “Semua raja akan sujud menyembah kepadanya [Mesias], dan segala bangsa menjadi hambanya.” (Mzm 72: 11). Hal ini juga nyata pada penyebaran jemaat Kristen pertama, yang mulai dari Yerusalem, seluruh Yudea, Samaria sampai ke ujung bumi (Kis 1:8), sesuai dengan pesan Yesus sendiri sebelum kenaikan-Nya ke surga untuk menyampaikan Kabar Gembira kepada seluruh bangsa (Mat 28:19-20). Rasul Paulus berkali-kali menyampaikan rencana keselamatan Allah ini yang dimulai dengan bangsa Yahudi, namun yang kemudian ditujukan pada bangsa-bangsa lain/ ‘the Gentiles‘ (diterjemahkan dalam Alkitab Indonesia sebagai bangsa Yunani, lihat Rom 1:16, 2:9; 2:10).Maka bangsa Israel/ Yahudi yang dipimpin oleh Nabi Musa pada Perjanjian Lama menjadi gambaran akan Gereja yang didirikan oleh Kristus pada Perjanjian Baru. Gereja sebagai bangsa baru pilihan Allah (the New People of God) ini terdiri dari bangsa Yahudi maupun bangsa-bangsa lain yang dipersatukan oleh Pembaptisan. Hal ini dijelaskan dalam Lumen Gentium 9 (bab II), Vatikan II, Konstitusi Dogmatik tentang Gereja. Di sinilah kita melihat peran “pengantara” untuk menyampaikan rencana keselamatan Allah itu, mulai dari para nabi yang menunjuk pada Kristus, Kristus sendiri (sebagai Pengantara yang esa -1 Tim 2:5), kemudian peran pengantara ini dilanjutkankan oleh para rasul dan para penerus mereka untuk melanjutkan karya penyelamatan Kristus di dunia, yang nyata terlihat dalam Gereja Katolik sampai sekarang.

Demikian jawaban saya atas pertanyaan Ferdy.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati – www.katolisitas.org

Apakah perbedaan nubuat dan ramalan?

10

Pertanyan:

apakah nubuat dan ramalan berbeda arti ? – Ferdy

Jawaban:

Shalom Ferdy,
Pertama-tama, saya mohon maaf karena baru dapat menjawab pertanyaan anda sekarang.

I. Apakah nubuat dan ramalan berbeda arti?
Ya, ada perbedaan arti antara nubuat dan ramalan. Nubuat berarti pengetahuan akan hal-hal yang akan terjadi di masa mendatang, walaupun kadang dapat pula berarti pengetahuan akan hal yang lampau yang tidak diingat, atau akan hal rahasia yang terjadi sekarang, yang tidak dapat diketahui melalui akal budi. Dalam 1 Kor 14, Rasul Paulus tidak membatasi nubuat pada pengetahuan akan hal-hal yang akan datang, tetapi termasuk juga dorongan-dorongan Ilahi tentang sesuatu yang rahasia/ misteri, baik yang terjadi saat ini maupun saat nanti. Maka, menurut New Advent Catholic Encyclopedia, nubuat merupakan:

  1. Pengetahuan akan hal-hal yang akan datang ataupun pernyataan akan sesuatu misteri/ rahasia pada saat ini;
  2. Pengetahuan tersebut haruslah merupakan sesuatu yang supernatural, dan diberikan langsung oleh Tuhan (’infused by God‘), dan merupakan sesuatu yang di luar batas kemampuan alamiah dari akal budi;
  3. Pengetahuan tersebut harus dinyatakan dalam bentuk tanda ataupun perkataan agar dapat dimengerti oleh orang lain, sebab karunia nubuat diberikan terutama untuk kebaikan orang lain/ membangun jemaat. Adalah karena terang ilahi, maka Tuhan menyatakan akan hal yang akan terjadi pada para nabi, dan mereka bertugas untuk menyatakannya.Maka seorang nabi bertugas untuk membawa jemaat kepada Allah melalui karunia nubuat yang diberikan kepadanya.

Contoh yang paling mengagumkan dari nubuat dalam kitab suci adalah nubuat tentang Yesus Kristus oleh para nabi berabad-abad sebelum kelahiran Yesus, yang menggambarkan ciri-ciri Yesus sang Mesias, dari kelahiranNya, sampai kematian-Nya (silakan membaca artikel Yesus – Tuhan yang dinubuatkan para nabi (silakan klik)

Menurut Kitab Suci, nubuat adalah salah satu dari karunia Roh Kudus (lihat 1Kor 12:10) yang digunakan untuk membangun umat Allah. Karunia nubuat ini sesungguhnya perlu diuji dan dibawa terus di dalam doa, karena mungkin saja terjadi seseorang berpikir ia menerima karunia nubuat, padahal gambaran yang diperoleh datang dari dirinya sendiri. Maka jika nubuat itu benar datang dari Allah, maka hal itu akan terjadi, sedangkan jika datang dari sendiri, hal itu bisa tidak terjadi atau salah.

Di sinilah bedanya nubuat dengan ramalan, sebab:

  1. Ramalan merupakan perkiraan akan sesuatu yang akan terjadi, dan tidak menyingkapkan akan misteri/ rahasia pada saat ini.
  2. Perkiraan tersebut dapat mencakup segala hal, seperti ramalan cuaca, ramalan kondisi ekonomi, ataupun ramalan politik, dsb; yang dapat menjadi di dalam batas kemampuan alamiah akal budi. Karena sifatnya perkiraan, maka dapat pula ramalan ini tidak terjadi/ salah. Seseorang dapat mengandalkan diri sendiri ataupun roh-roh dunia untuk meramal, namun ramalan semacam ini tidak berasal dari Allah, dan bertentangan dengan Roh Allah (lihat pengalaman rasul Paulus pada Kis 16:16-18).
  3. Ramalan tidak ditujukan untuk membangun jemaat, malah seringkali sebaliknya peramal malah memperlemah iman jemaat kepada Tuhan, karena orang menjadi lebih percaya kepada peramal daripada Tuhan.

Maka di sini kita melihat bahwa ramalan tidak sama dengan nubuat. Nubuat yang sungguh-sungguh dari Allah akan terjadi, sesuai dengan yang dinyatakan Allah, kecuali jika Allah memang menyatakan nubuat tersebut untuk semata-mata memberi peringatan keras demi pertobatan, seperti nubuat yang disampaikan oleh nabi Yunus kepada orang-orang Niniwe. Dapat pula terjadi bahwa nubuat itu sungguh benar dari Tuhan, namun manusia yang menginterpretasikannya yang membuat kekeliruan.

Namun, nubuat para nabi yang tercantum dalam Kitab suci berasal dari Allah, dan sungguh terpenuhi dalam Kristus. Contoh lain tentang nubuat misalnya pada penampakan Bunda Maria di Fatima tahun 1917, Bunda Maria menyebutkan nubuat tentang kehancuran komunisme Rusia, terpenuhi pada tahun 1989, diikuti dengan diruntuhkannya tembok Berlin tanggal 9 Nov 1989.

Salam damai dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati – www.katolisitas.org

Keep in touch

18,000FansLike
18,659FollowersFollow
32,900SubscribersSubscribe

Artikel

Tanya Jawab