Bagaimanakah asal-usul rosario?

41

Pertanyaan:

Bagaimana sejarah Rosario? Kapan Rosario digunakan pertama kalinya oleh umat Katolik?
Salam - Andryhart

Jawaban:

1) Asal usul doa rosario tidak dapat ditentukan secara jelas secara histories, karena terbentuknya setahap semi setahap. Digunakannya ‘butir-butir’ sebagai alat bantu doa juga merupakan tradisi sejak jaman Gereja awal, atau bahkan sebelumnya. Pada abad pertengahan, butir-butir ini dipakai untuk menghitung doa Bapa Kami dan Salam Maria di biara-biara.

2) Struktur doa rosario berkembang antara abad 12 dan 15. Pada waktu itu, 50 doa Salam Maria dihubungkan dengan ayat-ayat Mazmur, untuk memperingati kehidupan Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Pada saat inilah doa ini dikenal sebagai “rosarium”/ rose garden. Pada abad ke 16, terbentuklah doa rosario yang terbagi menjadi 5 dekade dalam 3 misteri gembira, sedih dan mulia.

3) Tradisi mengatakan bahwa St. Dominic (1221) adalah santo yang menyebarkan doa rosario, seperti yang kita kenal sekarang. Ia berkhotbah tentang rosario ini pada pelayanannya di antara para Albigensian yang tidak mempercayai misteri kehidupan Kristus sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia. Oleh karena itu, tujuan utama pendarasan doa rosario adalah untuk merenungkan misteri kehidupan Kristus. Walaupun catatan riwayat hidupnya tidak menuliskan bahwa St. Dominic menyusun doa rosario, dan juga konstitusi Dominikan tidak menyebutkannya sebagai pencipta doa rosario, namun peran St. Dominic cukup besar dalam memperkenalkannya kepada umat. St. Dominic sendiri adalah saksi hidup yang mendoakan doa rosario tersebut. Namun doa tersebut dalam bentuknya seperti sekarang merupakan hasil pertumbuhan devosi yang terjadi beratus tahun setelah kematian St. Dominic. Doa rosario sendiri mulai popular di sekitar tahun 1600-1700 an, terutama setelah kemenangan pasukan Kristen di Lepanto, di tahun 1571. Saat itu, negara- negara Eropa diserang oleh kerajaan Ottoman, sehingga terdapat ancaman yang genting bahwa agama Kristen akan terancam punah di Eropa. Jumlah pasukan Turki telah melampaui pasukan Kristen di Spanyol, Genoa dan Venesia. Menghadapi ancaman ini, Paus Pius V memerintahkan umat Katolik untuk berdoa rosario untuk memohon dukungan doa Bunda Maria, agar pasukan Kristen memperoleh kemenangan. Perintah ini dilakukan oleh Don Juan (John) dari Austria, komandan armada, demikian juga, oleh umat Katolik di seluruh Eropa untuk memohon bantuan Bunda Maria di dalam keadaan yang mendesak ini. Pada tanggal 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama- sama dengan banyak umat beriman berdoa rosario di basilika Santa Maria Maggiore. Sejak subuh sampai petang, doa rosario tidak berhenti didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran di Lepanto. Walaupun nampaknya mustahil, namun pada akhirnya pasukan Katolik menang pada tanggal 7 Oktober tersebut.

4) “Sebagai doa damai, rosario selalu dan akan selalu menjadi doa keluarga dan doa untuk keluarga. Ada saatnya dulu, bahwa doa ini menjadi doa kesayangan keluarga, dan doa ini yang membawa setiap anggota keluarga menjadi sekat satu sama lain…. Kita perlu kembali kepada kebiasaan doa keluarga bersama berdoa untuk keluarga-keluarga…. Keluarga yang berdoa bersama, akan tetap tinggal bersama. … Para anggota keluarga, dengan mengarahkan pandangan pada Yesus juga akan mempu memandang satu sama lain dengan mata kasih, siap untuk berbagi, untuk saling mendukung, saling mengampuni dan melihat perjanjian kasih mereka diperbaharui oleh Roh Allah sendiri.” (Rosarium Virginis Mariae, 41, Paus Yohanes Paulus II) Itulah jawaban dari kami, semoga dapat menjawab pertanyaan Andryhart. Mari kita bersama-sama berjuang untuk setia dalam kehidupan doa kita, sehingga kita dapat semakin mengasihi Tuhan.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef - www.katolisitas.org

Share.

About Author

Stefanus Tay telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

41 Comments

  1. Salam Sejahtera.
    Pertama, terima kasih bapak Stef yang telah memberi uraian di atas. Kedua, saya hendak meminta bantuan, yaitu dapatkah bapak memberi rekomendasi mengenai buku-buku atau artikel-artikel apa saja yang boleh saya baca dan gali lebih lanjut supaya saya dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih tentang Rosario. Terima kasih sebelumnya.

  2. Shalom,
    Saya mau bertanya apakah salah jika kita “merasa” lebih dekat dengan Bunda Maria daripada Yesus sendiri ?

    Terima Kasih

    [Dari Katolisitas: Memang iman itu bukan pertama-tama masalah perasaan, tetapi penyerahan akal budi kita kepada kebenaran yang diwahyukan oleh Tuhan. Maka jika Anda mengimani Kristus dan mensyukuri kasih ALlah yang tak terbatas yang telah Anda terima melalui Kristus, dengan sendirinya ini akan mengobarkan kasih Anda kepada Kristus. Kedekatan dengan Bunda Maria, Bunda-Nya, seharusnya adalah sesuatu yang mengalir dari kedekatan Anda dengan Kristus. Maka jika pada Anda yang terjadi adalah sebaliknya, maka silakan Anda tanyakan kepada diri sendiri, sejauh mana Anda mengimani Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat Anda, dan pada saat yang bersamaan, mohonlah kepada Bunda Maria, untuk membawa Anda lebih dekat lagi kepada Kristus.]

  3. Shalom,

    saya ingin bertanya asal-usul doa “Terpujilah nama Yesus, Maria dan St Yosep sekarang dan selama-lamanya”. Bukan hanya dalam doa rosario, namun bagaimana sejarahnya sampai doa ini dirumuskan (kalau ada).

    Terima kasih

    • Shalom Agung,
      Kemungkinan, doa “Terpujilah nama Yesus, Maria dan St. Yosep sekarang dan selama-lamanya”, berhubungan devosi kepada Keluarga Kudus. Walaupun terdapat juga kemungkinan yang lain, bahwa doa itu juga sudah didoakan sebelum devosi kepada Keluarga Kudus diperkenalkan di abad ke 17, namun melalui devosi tersebut, doa “Terpujilah nama Yesus, Maria dan Yusuf….” itu mulai dikenal secara lebih meluas. Silakan klik di sini untuk membaca teks doa penyerahan diri kepada Keluarga Kudus Nazaret, yang disusun oleh kongregasi MSF.

      Devosi kepada Keluarga Kudus sudah mulai dikenal dan dilakukan pada tahun 1665, kemudian diteguhkan oleh Paus Leo XIII dalam surat apostolik Neminem Fugit pada tahun 1892 dan Paus Benediktus XV dalam Motu Proprio Bomun Sane, pada tahun 1920. (Sumber: Devosi kepada Keluarga Kudus, Penyusun: Pusat Pendampingan Keluarga MSF, (Jakarta: Obor, 2011), hl. vii).

      “Paus Leo XIII dalam Neminem Fugit menegaskan bahwa keluarga-keluarga Kristiani perlu meneladani dan menimba kebijaksanaan hidup serta nilai-nilai keutamaan dari Keluarga Kudus Nazaret. Tak seorangpun dapat menyangkal bahwa kebahagiaan pribadi maupun masyarakat sangat tergantung pada keluarga. Oleh karena itu, betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai keutamaan dalam keluarga melalui perkataan dan keteladanan orang tua…. Keluarga Kudus Nazaret, Yesus, Maria dan Yusuf menjadi teladan keluarga-keluarga dalam pembinaan dan penanaman nilai-nilai keutamaan ini. Para bapak keluarga, Anda mempunyai pelindung dan teladan kebapaan, dan para ibu, Anda mempunyai seorang teladan yang mengajarkan cinta kasih dalam diri Bunda Maria; dan anak-anak mempunyai Yesus sebagai teladan ketaatan kepada orang tua…

      Sungguh Keluarga Kudus Nazaret adalah teladan bagi keluarga-keluarga Kristiani. Maka sangatlah mengagumkan apabila kita menimba kekayaan kebijaksanaan dan memilih belajar pada kesederhanaan keluarga Yesus, Maria dan Yusuf. Untuk itulah Devosi kepada Keluarga Kudus dianjurkan untuk diperkenalkan dan dilakukan di antara umat Katolik.” (Ibid., hl. 20-21)

      Demikian yang dapat sampaikan sehubungan dengan pertanyaan Anda, semoga berguna.

      Salam kasih dalam Kristus Yesus,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  4. Arief Prilyandi on

    Shalom Katolisitas,

    Saya mau bertanya mengenai perbedaan doa rosario versi Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris.
    Pada doa rosario versi Bahasa Inggris tidak ada doa “Terpujilah” yang berisi:
    Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Yosef. Sekarang dan selama-lamanya.
    Dan pada 3 butir pertama Salam Maria versi bahasa Indonesia diawali dengan:
    a. Salam Puteri Allah Bapa
    b. Salam Bunda Allah Putera
    c. Salam Mempelai Allah Roh Kudus

    Mohon pencerahan tentang asal doa Terpujilah dan ketiga Salam yang ditujukan kepada Bunda Maria.

    Terima Kasih.

    • Shalom Arief,

      Doa rosario, seperti halnya Novena Tiga Salam Maria, adalah salah satu bentuk devosi kepada Bunda Maria, dan melalui Bunda Maria kepada Yesus, dalam kesatuan dengan Allah Bapa dan Roh Kudus. Itulah sebabnya dalam tiga bagian doa Novena Salam Maria, seperti halnya di bagian tiga butir Salam Maria di awal doa Rosario, disebutkan penghormatan kita kepada Bunda Maria dalam keadaan kesatuannya dengan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Dengan diangkatnya Bunda Maria ke surga, setelah purna tugasnya di dunia ini, memang Bunda Maria telah menerima pemenuhan janji keselamatan Allah, dan ia telah dengan sempurna bersatu dengan Allah di surga. Dan karena persatuannya dengan Allah inilah, maka besarlah kuasa doa Bunda Maria dan doa para orang kudus lainnya.

      Perlu kita ketahui juga bahwa dalam devosi, yang intinya adalah ungkapan kasih, memang dimungkinkan adanya variasi dalam rumusan teks doa, walaupun intinya adalah sama. Itulah sebabnya, teks novena Tiga Salam Maria versi bahasa Inggris juga tidak persis sama dengan teks versi bahasa Indonesia, namun intinya sama. Teks terbagi atas tiga bagian, bagian yang pertama adalah menghormati Bunda Maria dalam kesatuannya dengan Allah Bapa, bagian kedua menghormati Bunda Maria dalam kesatuannya dengan Putera, dan bagian ketiga menghormati Bunda Maria dalam kesatuannya dengan Roh Kudus. Prinsip inilah yang juga disebutkan dalam teks doa rosario berbahasa Indonesia, dalam ketiga butir Salam Maria. Jika di teks bahasa Indonesia disebutkan (sedang di teks Inggris tidak disebutkan), bukan berarti bahwa hal ini ‘inovasi’ baru dari Gereja Katolik di Indonesia, sebab hal tersebut memang sudah menjadi salah satu ciri devosi kepada Bunda Maria. Sebagai variasi berikutnya, dapat pula, ketiga butir Salam Maria ini tidak disebutkan, sebagaimana yang ada pada salah satu cara berdoa Rosario yang diajarkan oleh Paus Yohanes Paulus II. Dalam surat apostoliknya Rosarium Virginis Mariae, Paus menyebutkan bahwa memang adalah kebiasaan yang baik bahwa di awal doa Rosario didoakan Aku Percaya, Bapa Kami, tiga kali Salam Maria. Namun dapat juga, sebagai penggantinya didaraskan Mazmur 70, “Ya Allah, bersegeralah melepaskan aku, ya Tuhan, tolonglah aku dengan segera” (lih. Paus Yohanes Paulus, RVM, 37). Setelah doa awal ini, baru kemudian didoakan 50 puluh butir Salam Maria yang terbagi menjadi lima bagian, yaitu permenungan lima misteri kehidupan Yesus (Peristiwa Gembira, Terang, Sedih ataupun Mulia), diselingi dengan butir Kemuliaan dan Bapa Kami, dan dapat ditutup dengan doa litani.

      Dari sini kita mengetahui bahwa dalam hal devosi, tidak ada ketentuan yang baku yang mutlak. Yang penting adalah prinsipnya, sedangkan detail cara mendoakannya dapat disesuaikan. Prinsip penghormatan kepada Bunda Maria dalam kesatuan dengan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus itu diajarkan oleh para orang kudus yang mengajarkan devosi ini, secara khusus yaitu St. Mechtildis, St. Leonardus dari Porto Mauritio, dan St. Alfonsus Ligouri. Prinsip inilah yang direnungkan juga dalam ketiga butir Salam Maria di awal doa rosario, dalam bentuk ucapan salam pembuka di awal doa rosario, kepada Bunda Maria, agar iapun mendukung doa-doa kita dengan doa syafaatnya, kepada Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  5. vincensius susilo on

    Salam dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus,
    Yth bu Ingrid/bp Stef,
    Mengenai doa Rosario apakah kita harus menggunakan untaian kalung/ gelang atau alat lain? Bolehkah (apakah sah) bila kita berdoa rosario sesuai pedoman berdoa rosario, namun kita tidak menggunakan alat bantu tersebut ? Bukankah kita bisa menggunakan jari tangan kita yang jumlahnya juga 10 ? (Masalahnya kadang-kadang kita lupa membawa kalung rosario saat berdoa di Lingkungan).
    Pertanyaan lain: Selama Novena Roh Kudus manakah yang lebih utama apakah doa Rosarionya ataukah doa tujuh karunia Roh Kudus? bagaimana kalau Doa Rosario tetapi tidak mendoakan 7 karunia Roh Kudus? Atau sebaliknya mendoakan 7 karunia Roh Kudus tetapi tidak disertai dengan doa Rosario?
    Atas penjelasannya diucapkan banyak terima kasih.
    Berkat Dalem
    Vincensius Susilo.

    • Shalom Vincensius,

      Tidak pernah ada keharusan bahwa berdoa Rosario harus memakai untaian rosario. Untaian Rosario dipakai agar kita dapat berkonsentrasi untuk merenungkan misteri Kristus dan tidak berkonsetrasi untuk menghitung doa Salam Maria. Doa Rosario ini adalah merupakan bersifat devosi, sehingga tidak ada aturan bakunya, seperti juga dengan Novena Roh Kudus. Jadi dalam Novena Roh Kudus, yang menjadi fokus adalah mengarahkan hati kita, seperti para rasul pada waktu itu – untuk menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta. Novena Roh Kudus, dapat disertai dengan Misa atau juga dengan Rosario. Namun, secara prinsip, kita dapat mendoakan: Doa (hari 1,2,3,4,5,6,7,8,9) dan setiap hari setelah doa pada hari yang bersangkutan diikuti dengan Bapa Kami (1x), Salam Maria (1x), Kemuliaan (7x), Doa Konsekrasi kepada Roh Kudus dan doa tujuh Karunia Roh Kudus. Silakan melihatnya di sini – silakan klik. Semoga dapat membantu.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  6. Shallom, selamat malam pengasuh katolisitas, langsung dengan pertanyaan : pada suatu kesempatan, saya bersama dengan 5 orang teman berdoa rasario bersama, tapi berhubung waktu kami yang sangat sempit akhirnya kami memutuskan untuk mendaraskan doa rosario dalam satu peristiwa (miisalnya peristiwa sedih ) hanya enam kali salam Maria saja/sejumlah orang yang hadir lalu ditutup dengan kemuliaan(kurang dari sepuluh). apakah itu diperbolehkan atau harus 10 kali. terimakasih Berkah Dalem.

    • Shalom Inus,

      Hal yang Anda tanyakan adalah seputar devosi, dan tentang hal ini walaupun ada ketentuannya, namun sifatnya tidak mengikat secara mutlak, artinya kalau tidak dilakukan sesuai ketentuan, tidak berarti dosa ataupun salah secara moral. Maka jika karena keadaan mendesak, keadaan yang ideal tidak tercapai, maka dapat saja doa dilakukan sesuai dengan keadaan yang memungkinkan; namun kita ketahui bersama, bahwa cara itu tidak sesuai dengan ketentuan yang umum berlaku untuk devosi tersebut (dalam hal ini adalah cara mendoakan doa rosario). Tetapi doa yang dilakukan di dalam keadaan yang terbatas itu, tentu saja tetap ada gunanya, dan bukannya berarti sia-sia.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  7. iman iswanto on

    Tanya nih kepada ytc pengasuh,
    pada suatu pertemuan untuk mendoakan seseorang yang sudah meninggal, didoakan doa rosario. Sang pemandu memilih untuk permenungan : peristiwa mulia. Seorang tokoh lingkungan langsung menegur, bahwa untuk seorang yang meninggal harus menggunakan peristiwa sedih. Pendapat saya : Sang pemandu yang lebih tepat. Peristiwa mulia merenungkan peristiwa-peristiwa orang yang telah meninggal, dalam hal ini Yesus dan Maria.
    Bagaimana pendapat pengasuh. Terima kasih. Tuhan beserta kita.

    • Shalom Iman,
      Pada prinsipnya, doa Rosario adalah devosi, [bukan liturgi] sehingga memang walaupun ada semacam aturan renungan peristiwa-peristiwanya yang tertentu sesuai dengan hari yang bersangkutan, namun tidak berarti bahwa aturan itu tidak boleh diubah sama sekali. Penyeragaman renungan tersebut maksudnya antara lain adalah mempersatukan doa- doa rosario yang kita doakan dengan doa-doa rosario yang didoakan umat beriman yang lain di seluruh dunia. Namun adakalanya terjadi beberapa penyesuaian juga. Pada masa Adven misalnya, doa Rosario merenungkan peristiwa- peristiwa Gembira setiap hari, sedangkan pada Masa Prapaska, merenungkan peristiwa- peristiwa Sedih. Maka, menurut hemat saya (karena tidak ada aturan yang mutlak), jika Anda ingin mendoakan seseorang yang sudah meninggal di rumah duka, maka dapat saja dipilih untuk merenungkan peristiwa-peristiwa Sedih ataupun Mulia, keduanya boleh saja, tergantung penekanannya. Kalau peristiwa Sedih, mungkin lebih mengarah menyatukan rasa duka cita karena wafatnya saudara tersebut, dengan duka cita yang dialami Bunda Maria dan para murid atas kematian Yesus. Sedangkan kalau direnungkan peristiwa- peristiwa Mulia, lebih mengarah kepada permenungan akan janji Tuhan akan kebangkitan dan kehidupan kekal yang akan kita peroleh atas jasa Kristus yang telah wafat dan bangkit bagi kita; sebagaimana janji ini telah digenapi di dalam Bunda Maria. Dengan demikian, renungan mengarah kepada penghiburan untuk menguatkan iman keluarga, kerabat ataupun para sahabat yang berduka.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  8. salam

    ibu saya sdh berumur 60 lebih dan sudah tidak jelas lagi dalam membaca walaupun sudah dibantu kacamata. Saat berdoa rosario ibu saya tidak dapat merenungkan kisah2 Yesus dikarenakan keterbatasan penglihatannya. Bolehkah bila ibu saya hanya berdoa rosario tanpa merenungkan kisah2 Yesus? Saya selama ini juga tanpa merenungkan kisah2 Yesus, apakah selama ini saya salah dalam berdoa rosario? Kenapa saya dalam berdoa kepada Bunda Maria entah itu rosario ato yg lainnya saya koq tidak bisa fokus, beda kalau saya langsung berdoa kepada Yesus. Saya sebagai org Katolik ingin punya devosi atau penghormatan kepada Bunda Maria tapi kurang bisa dibandingkan devosi kepada Yesus
    terima kasih

    • Caecilia Triastuti on

      Shalom Maria,

      Kerinduan untuk berdevosi kepada Bunda Maria adalah keinginan yang sangat baik, dan menurut hemat saya, Anda bisa menumbuhkan rasa cinta dan hormat kepada Bunda justru melalui berdoa Rosario dengan setia (rutin), apalagi esok kita memasuki bulan Oktober yaitu bulan Rosario.

      Merenungkan kisah hidup dan teladan cinta Tuhan Yesus dalam doa Rosario akan sangat membantu kita untuk fokus di dalam mendaraskan Rosario. Sehingga pikiran kita tidak melayang ke mana-mana. Sambil memperdalam penghayatan kita kepada pengurbanan cinta Yesus bagi manusia. Walaupun hal itu memang bukan hal yang mutlak harus dilakukan, merenungkan kisah hidup Yesus sangat menolong Anda dan juga ibu Anda untuk mengatasi perasaan tidak fokus dalam berdoa Rosario dan memungkinkan Anda mengalami buah-buah rohani yang nyata melalui doa Rosario.

      Di setiap peristiwa gembira, sedih, maupun mulia, bayangkanlah peranan Bunda Maria yang lembut dan penuh kesetiaan sebagai seorang ibu di setiap episode kehidupan Yesus yang kudus itu. Imajinasi Anda juga boleh ikut bermain-main membayangkan keteladanan hidup Bunda bersama Yesus Puteranya. Tidak sulit menemukan penggambaran itu di imajinasi kita sambil kita berdoa, karena semua kisah peran dan kehadiran Bunda Maria di sisi Puteranya itu dapat kita temukan di dalam Kitab Suci. Baik saat Yesus lahir dan tumbuh sebagai seorang anak yang kudus di dalam Peristiwa-peristiwa Gembira (lih. Lukas 1: 26-38, 39-56, dan seluruh Lukas 2), saat Yesus menanggung sengsara memanggul salib sampai wafat di atas kayu itu di dalam Peristiwa-peristiwa Sedih (lih. khususnya Yoh. 19 : 25-27) , hingga Yesus menang atas maut dan bangkit dari mati kemudian mengutus Roh Kudus bagi kita di dalam Peristiwa-peristiwa Mulia (lih. khususnya di Kis. 1: 12-14).

      Dulu sewaktu saya masih duduk di bangku SMP, saya menjadi anggota Legio Maria, dan karena sudah merupakan tugas seorang legioner, saya berdoa Rosario setiap hari di rumah dan dalam setiap rapat Legio bersama teman-teman. Saya berdoa seperti rutinitas saja, tidak terlalu dalam menghayati maknanya, tetapi saya mencoba melakukannya dengan kesetiaan dan ketekunan karena itu sudah merupakan tugas pokok seorang legioner. Ternyata seiring berjalannya waktu, doa Rosario itu membentuk saya, menolong saya setia berdoa, setia duduk dengan khusuk, dan melatih konsentrasi saya dalam berdoa dalam durasi yang panjang. Tapi buah yang paling saya rasakan adalah semakin tumbuhnya rasa kasih dan sayang saya kepada Bunda Maria. Saya menjadi sadar betapa kasih dan lembutnya Bunda dengan pengorbanan yang tulus dan tanpa pamrih dan tidak mengharapkan balasan apa-apa, membesarkan dan mendampingi Puteranya menuntaskan karya paling agung dalam sejarah hidup manusia, dari paling awal perjalanan-Nya di dunia hingga hembusan nafas terakhir-Nya sebagai manusia. Rasa kasih dan hormat kepada Bunda itu tidak sedikitpun menggeser devosi saya yang utama kepada Yesus Junjungan saya, bahkan menjadi semakin kuat, hangat, dan nyata. Karena dalam hidup seorang manusia, sosok ibu adalah sosok yang paling dekat, kuat, dan hangat, sehingga kehangan dan kedekatan saya dengan Bunda Maria justru menambah kehangatan saya dan kedekatan saya dengan Putera Bunda yaitu Yesus Tuhan. Kebiasaan berdoa Rosario yang semula hanya karena kewajiban, setelah saya dewasa menjadi suatu doa indah yang menjadi sarana saya berjumpa dengan Yesus melalui teladan kesetiaan Bunda-Nya. Maka membayangkan peristiwa-peristiwa hidup Yesus sambil mendaraskan butir–butir rosario justru menjadi kekuatan dari doa Rosario, di situlah saya menemukan kasih dan devosi saya kepada Bunda Maria tumbuh dan membimbing saya untuk menaruh iman, kedekatan, dan rasa percaya yang semakin besar dan utuh kepada Tuhan Yesus Kristus sang Juruselamat dunia.

      Untuk ibu Anda, bagaimana bila Anda sesekali berdoa Rosario bersama beliau, sehingga Andalah yang membacakan bagi ibu Anda peristiwa-peristiwa untuk direnungkan bersama dalam setiap peristiwa Rosario. (Apalagi doa Rosario juga merupakan doa keluarga yang sangat baik). Kalau sering didoakan, kita akan hafal dengan peristiwa-peristiwa tersebut, sehingga tidak perlu selalu dibaca lagi. Doa dan renungan juga bisa kita gali sendiri secara spontan bila kita berdoa sendiri, atau kembali Anda yang mencarikan bahan doa dan renungan untuk dibaca bersama ibu dalam doa Rosario bersama.

      Nama baptis Anda juga Maria, berdoalah semoga Bunda Maria pelindung Anda, membimbing Anda selalu beserta ibu, untuk semakin menghayati cinta kekal dari Puteranya Yesus bagi kita semua. Tentu Bunda akan dengan sangat senang hati mendoakan dan membantu Anda, karena memang itulah misi hidupnya sejak awal hingga selamanya, membawa kita semakin dekat kepada Puteranya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan
      Triastuti – katolisitas.org

    • Shalom Petrus Rollies,

      Menurut pengetahuan saya, doa yang didoakan dengan rosario yang biasa (dengan 50 butir (5 x 10 butir)) dan dengan rosario kecil (dengan 10 butir) tidak ada bedanya. Rosario kecil (dengan 10 butir) merupakan bentuk yang lebih ringkas, kemungkinan untuk alasan kepraktisan, sehingga dapat dibawa- bawa kemana- mana tanpa menarik perhatian, seperti dalam bentuk cincin atau gelang, atau rantai kecil yang bisa langsung dikeluarkan untuk berdoa jika waktu dan keadaan memungkinkan, misalnya saat di bis/ di kendaraan, saat menunggu atau bahkan saat berjalan. Namun doanya tetap sama, yaitu doa rosario, yang merupakan lima kelompok peristiwa dalam hidup Yesus, menurut harinya, apakah itu peristiwa- peristiwa Gembira, Terang, Sedih atau Mulia.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  9. Yth. Stef/Inggrid,

    Salam Maria dalam bahasa inggris menggunakan kata ‘blessed’, sedangkan Salam Maria dalam bahasa indonesia menggunakan kata ‘terpujilah’. Salam Maria dalam bahasa latin menggunakan kata ‘benedicta(f)’ dan ‘beneditus(m)’ yg memiliki pengertian sama dengan ‘blessed’, yaitu diberkatilah.

    Kata ‘terpujilah’ bila diterjemahkan ke dalam bahasa inggris berarti ‘praiseworthy’ atau ‘laudable’ atau ‘admirable’ dsb. dan dalam bahasa latinnya diterjemahkan ‘laudate’.

    Di dalam seruan ‘Kudus’, digunakan kata ‘terpujilah’ dan ‘diberkatilah’ pada kalimat yg berbeda yang menunjukkan bahwa kedua kata tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Kata ‘blessed’ yg artinya yang terberkati(bukan yang terpuji) juga digunakan untuk gelar orang kudus, yg mana dalam bhs indonesia diartikan beato/a.

    Dalam kamus bahasa indonesia, ‘terpuji’ dan ‘diberkati’ memiliki pengertian yang berbeda. Maka, saya heran mengapa kata ‘terpuji’ bisa dipakai untuk menerjemahkan kata ‘blessed’ atau ‘benedicta/us’ dalam doa Salam Maria. Padahal dalam Kitab Suci terbitan LAI yang diterima dan diakui KWI digunakan kata ‘diberkatilah’ (Luk 1: 42). Mungkin saja secara umum kedua kata tersebut memiliki pengertian yang sama.

    Apakah Stef/Inggrid mempunyai catatan tersendiri mengenai hal yang saya kemukakan di atas?

    Terima kasih,

    • Shalom Aloysius

      Demikian informasi yang saya peroleh dari Rm. Pidyarto O Carm, seorang pakar Kitab Suci yang menguasai bahasa aslinya [Terima kasih kepada Rm. Pid]:

      “Arti asli kata kerja eulogeo jelas: berbicara (logeo) + baik (eu). Juga dalam bahasa Latin: benedicere artinya berbicara (dicere) + baik (bene). Nah, terjemahan eulogeo itu tergantung konteksnya. Bisa berarti “memuji” (=berbicara baik) atau memberkati.
      Saya kutip saja dari Kamus Yunani (Frieberg Lexicon) macam-macam artinya:
       
      12084 euvloge,w impf. euvlo,goun; fut. euvlogh,sw; 1aor. euvlo,ghsa; pf. euvlo,ghka; pf. pass. ptc. euvloghme,noj; 1fut. pass. euvloghqh,somai; (1) of man’s duty to speak well of God in the form of praise or thanksgiving praise, extol (
      LU 1.64); give thanks (1C 14.16); (2) as calling down God’s gracious power on persons bless, invoke a blessing on (LU 24.50); on things bless, consecrate, pronounce blessing on (MT 26.26); (3) of God’s action in bestowing blessing confer favor or blessing on, graciously benefit, act kindly toward (HE 6.14); passive be blessed, be favored (LU 1.42)

      Dalam Luk 1:64 kata kerja itu berarti “memuji” (Tuhan). Jadi, terjemahan Indonesia dari Salam Maria dan Kudus tidak salah, tetapi bisa juga diganti dengan “Terberkatilah” (seperti TB-LAI).

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  10. Saya mau bertanya, bagaimana tata cara berdoa rosario yang baku? karena setelah saya membaca beberapa “versi” cara berdoa rosario baik di sius internet ataupun selebaran, selalu agak berbeda. Saya jadi bertanya2 bagaimanakah cara yang tepat untuk berdoa rosario?
    Dan berapa kalikah berdoa rosario dalam sehari? apakah harus selalu di jam yang sama?
    Apa bedanya berdoa dengan kalung rosario yang sudah diberkati dengan yang belum pernah diberkati?
    Terima kasih

    • Shalom Evelyn,

      Bagian yang ‘baku’ dalam doa rosario adalah ke-50 butir Salam Maria yang dibagi menjadi lima, yaitu lima kali sepuluh Salam Maria dengan didahului permenungan tentang satu Peristiwa kehidupan Yesus, dan doa Bapa Kami; dan sepuluh Salam Maria ini ditutup dengan doa Kemuliaan.

      Selain dari itu, memang terdapat variasi- variasi, misalnya setelah Kemuliaan ditambahkan doa seperti yang diajarkan oleh Bunda Maria pada penampakannya di Fatima 1917, ” Ya Yesus, ampunilah dosa kami…., dst”. Umumnya di awal rosario, didoakan Aku Percaya, Kemuliaan, Bapa Kami, dan 3 Salam Maria… Hal ini, menurut Paus Yohanes Paulus II dalam Rosarium Virginis Mariae merupakan salah satu cara mengawali doa Rosario; namun Paus juga menyebutkan cara yang lain, yaitu mengawali Rosario dengan mendaraskan Mazmur 70, “O Tuhan, datanglah menolong aku, ya Allah bersegeralah menolong aku”, [yang lalu disambung dengan permenungan Peristiwa- peristiwa hidup Yesus dengan bacaan ayat- ayat Kitab Suci yang sesuai dengan permenungan tersebut]. Kedua cara ini merupakan persiapan batin untuk memulai doa kontemplasi, dan kedua cara tersebut sama- sama dibenarkan (lih. Paus Yohanes Paulus II, RVM, 37).

      Dengan demikian perbedaan- perbedaan kecil dalam mendaraskan doa Rosario, tidaklah terlalu penting; yang terpenting adalah permenungan akan peristiwa- peristiwa hidup Yesus itu sendiri. Maka, anda dapat memilih salah satu cara berdoa Rosario, misalnya seperti yang tertulis dalam Puji Syukur 213.

      Selanjutnya, tidak ada batasan yang kaku tentang berapa kali anda mau berdoa Rosario dalam sehari dan apakah jamnya harus pada jam yang sama. Tentu bagi yang mau dan mampu, dapat mendaraskannya baik peristiwa- peristiwa Gembira, Terang, Sedih dan Mulia; namun bagi yang tidak bisa mendoakan 4 Peristiwa- peristiwa itu sekaligus, dapat memilih salah satu saja seperti yang ditentukan Gereja, misalnya hari Senin dan Sabtu untuk peristiwa Gembira, Selasa dan Jumat untuk Peristiwa Sedih, Kamis untuk Peristiwa Terang; Rabu dan Minggu untuk Peristiwa Mulia. Walaupun baik sekali jika kita dapat memberikan komitmen untuk selalu berdoa pada jam yang sama setiap hari; namun jika sampai karena suatu alasan tertentu tidak dapat dipenuhi sehingga waktunya harus bergeser, hal itupun tidak merupakan kesalahan besar.

      Rosario yang sudah diberkati termasuk dalam katagori sakramentali, dan tentang hal ini Katekismus mengajarkan:

      KGK 1667    “Selain itu Bunda Gereja kudus telah mengadakan sakramentali, yakni tanda-tanda suci, yang memiliki kemiripan dengan Sakramen-sakramen. Sakramentali itu menandakan karunia-karunia, terutama yang bersifat rohani, dan yang diperoleh berkat doa permohonan Gereja. Melalui sakramentali hati manusia disiapkan untuk menerima buah utama Sakramen-sakramen, dan pelbagai situasi hidup disucikan.” (SC 60). Bdk. CIC, can. 1166; CCEO, can. 867.

      Dengan demikian, tentu ada bedanya berdoa dengan rosario yang sudah diberkati atau belum. Rosario yang sudah diberkati menandakan karunia- karunia rohani yang dapat kita peroleh dari mendoakannya, berkat permohonan doa Gereja.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  11. Anton Gunar on

    Salam Damai Kristus.

    Bp. Stefanus dan Ibu Inggrid,
    Sering kali kita mengalungkan Rosario dileher atau memakainya sebagai gelang, banyak diantara saudara-saudara kita yang menggunakan berbagai aksesoris yang berhubungan dengan simbol Kristen.

    Pertanyaan saya :
    Apakah ada larangan menggunakan (misalnya Rosario) setiap hari dalam kehidupan kita, sebab banyak orang yang memandang hal ini sebagai jimat magi atau mungkin bagi yang menggunakannya merasa lebih mantap atau lebih nyaman untuk menggunakannya dalam keseharian mereka.
    Mohon penjelasannya, agar tidak ada kesesatan atau kesalahan persepsi bagi kita yang sering menggunakan pernak-pernik seperti ini, sebab semua pernak-pernik tersebut melekat ditubuh kita dan bisa menimbulkan berbagai macam pertanyaan bagi orang yang melihatnya. Terimakasih.

    Semoga Tuhan beserta kita.

    • Shalom Anton,
      Tidak ada larangan untuk mendoakan rosario setiap hari, bahkan ini dianjurkan oleh Gereja. Juga tidak ada larangan untuk mengenakan rosario (baik dikalungkan, atau dalam bentuk gelang/ cincin) ataupun dibawa di dalam tas setiap hari. Prinsipnya rosario yang sudah diberkati, seperti halnya kalung salib ataupun air suci, merupakan benda- benda sakramentali yang merupakan tanda untuk membantu yang mengenakannya untuk mengarahkan hati kepada Tuhan dan bertumbuh di dalam kekudusan. Konsili Vatikan II tentang Liturgi Suci Sacrosanctum Concilium 60-61, mengajarkan tentang hal ini demikian:

      60. (Sakramentali)

      Selain itu Bunda Gereja kudus telah mengadakan sakramentali, yakni tanda-tanda suci, yang memiliki kemiripan dengan Sakramen-sakramen. Sakramentali itu menandakan kurnia-kurnia, terutama yang bersifat rohani, dan yang diperoleh berkat doa permohonan Gereja. Melalui sakramentali itu hati manusia disiapkan untuk menerima buah utama Sakramen-sakramen dan pelbagai situasi hidup disucikan.

      61. (Nilai pastoral liturgi; hubungannya dengan misteri Paska)

      Dengan demikian berkat liturgi Sakramen-sakramen dan sakramentali bagi kaum beriman yang hatinya sungguh siap hampir setiap peristiwa hidup dikuduskan dengan rahmat ilahi yang mengalir dari misteri Paska Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Kristus. Dari misteri itulah semua Sakramen dan sakramentali menerima daya kekuatannya. Dan bila manusia menggunakan benda-benda dengan pantas, boleh dikatakan tidak ada satupun yang tak dapat dimanfaatkan untuk menguduskan manusia dan memuliakan Allah.

      Dengan demikian, sebenarnya yang terpenting bukanlah sekedar mengenakan kalung salib atau rosario, tetapi justru menggunakannya dalam doa dan dalam mengarahkan hati kepada Allah sepanjang hari. Benda- benda itu bukan jimat, tetapi tanda yang mengingatkan kita akan kasih Allah yang dinyatakan secara sempurna oleh Kristus melalui Misteri Paska-Nya. Misteri itulah yang kita renungkan setiap kali kita mendoakan doa rosario (melalui peristiwa- peristiwa Gembira, Terang, Sedih dan Mulia). Misteri Paska itulah yang kita kenang setiap kali kita membuat tanda salib.

      Demikianlah sekilas tanggapan saya atas pertanyaan anda.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

      • Anton Gunar on

        Salam Damai Kristus,

        Terima kasih Bu Inggrid atas penjelasannya, saya setuju dengan ibu, sebenarnya dalam ritual keagamaan semua keyakinan, menggunakan sarana / alat untuk membantu ritual tersebut.
        Mulai dari air, garam, kain, rumah/gedung dan pernak-pernik yang lainnya.
        Tetapi semua kelengkapan keagamaan tersebut tentunya sudah disucikan terlebih dahulu oleh otoritas keagamaan masing-masing dan ada tuntunan ataupun penjelasan mengenai kegunaan dan manfaat dari perlengkapan keagamaan tersebut.

        Gereja Katolik juga menggunakan alat bantu/perlengkapan liturgis dalam ritual keagamaannya, dan semua perlengkapan tersebut memilki makna dan simbol dari karya penyelamatan Kristus dan sudah pasti semua perlengkapan tersebut dapat dijelaskan baik segi sejarahnya dan dari segi manfaat serta simbol yang terkandng didalamnya.

        Saya tidak pernah ragu dan malu menggunakan rosario dalam keseharian saya, layaknya saya menggunakan cincin kawin saya di jari manis. Bagi saya dengan menggunakan rosario, saya menunjukan jati diri saya kepada semua orang bahwa saya adalah seorang Katolik dan dengan rosario tersebut saya justru malu jika hendak melakukan sesuatu yang buruk, karena saya takut mempermalukan pribadi yang tersimbol dari rosario tersebut.

        Semoga Tuhan Memberkati kita.

        Anton

  12. syaloom, saya baru belajar internet. tapi saya senang dan baru tahu asal usul rosario ada di ienternet juga. karena selama ini saya berdoa rosario tapi tidak tahu asal usulnya dari mana? dan sejak kapan ada penambahan peristiwa terang, doa ya Yesus, maklum saya baru mulai ke gereja lagi. saya malu Tuhan baik sama saya, tapi sayanya nyakitin terus. akhirnya saya doa rosario saja sebagai ucapan terina kasih atas perantaraan Bunda Maria dan Tuhan Yesus .Peranan Bunda Maria dan kasihnya besar banget, tapi saya baru sadarnya sekarang.Samapi saya berpikir apakah Tuhan tetap mau mengampuni saya yg sudah terlanjur banyak dosa. mana sulit banget untuk tobat yang sungguh. kadang ditengah jalan saya bingung sendiri ,kadang hampa, kadang malas doanya kumat.bagaimana caranya saya dapat tetap dalam jalur pertobatan saya?

    • Shalom Rita,

      Peristiwa Terang ditambahkan oleh Paus Yohanes Paulus II melalui surat Apostolik Rosarium Virginis Mariae, pada bulan Oktober 2002.

      Tuhan selalu mau mengampuni kita manusia yang berdosa, asalkan kita sudah bertobat dengan sungguh. Maka sekarang bagian yang harus kita lakukan, adalah kembali bertobat dengan sungguh. Pertobatan yang sejati itu artinya meninggalkan manusia lama, untuk hidup sebagai manusia baru di dalam Kristus, dan ini harus terus diperbaharui setiap hari. Karena itu, tidak cukup hanya bertobat sekali saja, sebab setiap hari pertobatan itu harus terus secara konsisten dijalankan. Caranya adalah, selain memohon kekuatan dari Tuhan, adalah menghindari godaan. Jadi kita kita harus dengan jujur melihat, apakah kiranya yang membuat kita jatuh dalam dosa tersebut, apakah ada situasi tertentu, apakah lingkungan pergaulan tertentu, atau pekerjaan tertentu? Langkah selanjutnya adalah menghindarinya, agar jangan sampai kita jatuh ke dalam dosa yang sama.

      Lalu soal malas berdoa. Silakan membawa hal ini juga ke hadapan Tuhan. Ingatlah bahwa kita sudah menerima banyak sekali kasih Tuhan dalam hidup kita ini, yaitu terutama, bahwa oleh kasih karunia dan iman yang Tuhan berikan kepada kita, maka kita dapat memperoleh kehidupan kekal bersama-Nya, dan mengalami kehadiran Kerajaan Allah di dunia ini. Maka, harusnya kasih Allah itu mendorong kita untuk juga mengasihi Dia, sebab bukankah hal itu juga yang kita lakukan terhadap sesama kita, misalnya kepada orang tua kita? Tuhanlah Allah Bapa kita yang memberikan kepada kita hidup, dan segala sesuatu yang ada pada kita sampai saat ini, dan sudah selayaknya kita bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya. Jadi tiap- tiap hari mohonlah kepada Tuhan agar mata hati kita dapat mengenali kasih dan rahmat Tuhan yang kita terima, sehingga hati kita selalu dipenuhi ucapan syukur. Sebab dengan ucapan syukur inilah maka kita akan dapat merasakan kedekatan dengan Allah yang hadir di dalam kehidupan kita. Alangkah baiknya jika kita dapat mengalami kehadiran Allah ini, secara khusus dalam sakramen- sakramen-Nya, terutama Ekaristi dan Pengakuan Dosa. Jika memungkinkan, mengikuti misa harian adalah sesuatu yang dapat menumbuhkan iman, harapan dan kasih; demikian juga dengan menerima sakramen Tobat secara teratur, misalnya sebulan sekali. Adakanlah pemeriksaan batin setiap hari, sedikitnya sekali sehari pada malam hari. Contoh doa malam, dapat anda baca di sini, silakan klik.

      Semoga ulasan singkat di atas dapat membantu.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  13. Shalom bu inggrid/Pak Stef
    Saya baru saja membaca sebuah artikel tentang keajaiban doa rosario di Hiroshima dimana 8 orang hamba Tuhan dari ordo jesuit selamat saat meledaknya BOM ATOM padahal mereka berada dalam radius 1,5 km dari pusat ledakan… yang sebenarnya pada jarak tersebut semua yang hidup pasti mati. Pertanyaan saya , apakah ini memang terjadi atau cuma isu-isu yang menyebar dari mulut-ke mulut saja.?

    • Shalom Leo,

      Kisah keajaiban tersebut memang ada, dan disebutkan dalam buku karangan Francis Johnston, dengan judul, Fatima, the Great Sign (Rockford, Illinois, USA: Tan Books and Publishers, 1980), halaman 139. Berikut ini terjemahannya:

      “Kekuatan pesan Fatima ditekankan bagi seluruh dunia pada saat meledaknya bom atom di Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945. Seorang pastor Jesuit dari Jerman dan tujuh orang rekannya tinggal hanya delapan blok dari pusat bangunan tempat bom nuklir itu meledak, namun mereka semua luput dari maut, sementara kematian yang menyala- nyala berteriak di sekeliling mereka. Sampai hari ini, kedelapan penghuni rumah itu masih hidup dan baik- baik saja, sedangkan orang- orang lainnya yang tinggal di jarak yang lebih jauh dari pusat ledakan terus gugur karena akibat- akibat radiasi dari malapetaka yang menakutkan itu. Selama bertahun- tahun sekitar dua ratus orang ahli/ scientists telah memeriksa kedelapan orang yang luput ini (survivors), berusaha menemukan apakah yang dapat menyebabkan mereka terluput dari bencana yang menghanguskan ini ataupun badai radiasi yang mematikan tersebut. Berbicara di TV Amerika, pastor Jesuit itu, Fr. Hubert Shiffner, memberikan jawaban yang mencengangkan, “Di rumah itu, rosario didoakan setiap hari. Di rumah itu, kami hidup melaksanakan pesan [penampakan Bunda Maria di] Fatima.” Perkataannya ini nampaknya menggarisbawahi pernyataan Sr. Lucia di tahun 1977: “Bunda Maria akan melindungi semua orang yang mengasihinya.”

      Kita ketahui bahwa pesan utama penampakan Bunda Maria di Fatima adalah pesan pertobatan (reconcilliation). Bunda Maria menyampaikan pesan kepada dunia, melalui ketiga anak- anak (Jacintha, Francesco dan Lucia) di Fatima, 1917 agar semua manusia bertobat dan kembali kepada Allah. Pertobatan ini dinyatakan dengan 1) doa, termasuk doa adorasi di hadapan tabernakel/ Sakramen Maha Kudus , doa rosario, dan devosi kepada Hati Kudus Yesus dan hati Maria yang tidak bernoda, sambil mendoakan pertobatan dunia dan doa silih bagi pertobatan para pendosa; 2) puasa, 3) menerima sakramen Pengakuan Dosa, dan sakramen Ekaristi.

      Selanjutnya tentang penampakan Bunda Maria di Fatima 1917, silakan klik di link ini.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

    • Shalom Niko,
      Terima kasih atas pertanyaannya tentang rosario. Salam Maria adalah merupakan perkembangan dari doa mazmur, doa Bapa Kami, sampai pada doa rosario yang kita kenal saat ini. Doa Rosario adalah doa yang berfokus pada misteri Kristus, yang membantu umat untuk semakin masuk lebih dalam dalam misteri Kristus, sehingga dapat menerapkan misteri-misteri ini dalam kehidupan sehari-hari.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  14. Alexander Pontoh on

    ada banyak doa-doa. doa-doa itu memberikan janji-janji. benarkah janji-janji itu? siapa yang memberikan janji-janji itu? apakah dari kita(manusia)?

    dari mana asal-usul 15 JANJI BUNDA MARIA BAGI MEREKA YANG SETIA BERDOA ROSARIO?

    • Shalom Alexander,

      Sebenarnya, menurut saya pribadi alangkah baiknya jika dalam kita berdoa, fokusnya bukan terutama kepada janji- janji yang berkaitan dengan doa itu. Misalnya memang kepada St. Maria Faustina yang memperkenalkan devosi Kerahiman Ilahi, Tuhan Yesus menjanjikan kepada mereka yang setia mendoakan doa Kerahiman Ilahi, bahwa pada saat ajal mereka, Tuhan akan berdiri sebagai Pembela jiwa mereka di hadapan Allah Bapa. Ini sebenarnya merupakan pemenuhan janji Tuhan Yesus dalam Rom 8: 34.

      Lalu ke -15 janji kepada mereka yang berdoa Rosario itu dituliskan oleh Alan de Rupe atau Blessed Alan de la Roche (1460), yang menuliskan apa yang disampaikan Bunda Maria kepada St. Dominic, pendahulunya di biara Dominikan. Isinya dan penjelasannya silakan klik di sini. Walaupun ada sebagian orang yang mengatakan bahwa tulisan tentang ke- 15 janji ini tidak dapat dibuktikan secara historis, namun sebenarnya isi yang disampaikan dalam ke-15 janji ini juga bukan merupakan sesuatu yang baru, dan isi prinsipnya sesuai dengan ajaran Magisterium Gereja Katolik

      Silakan anda klik di link ini, dan membaca penjelasannya.

      Bagi saya pribadi, doa rosario merupakan doa yang sederhana dan indah. Permenungan akan peristiwa kehidupan Yesus itulah yang membawa kita yang berdoa rosario untuk menjadi semakin menghayati dan mengalami kasih Tuhan Yesus. Doa Rosario adalah doa yang dianjurkan oleh banyak Paus, terutama Bapa Paus Yohanes Paulus II. Ia menuliskan Surat Apostolik yang berjudul Rosarium Virginis Mariae, yang menganjurkan umat Katolik untuk setia berdoa Rosario: yaitu untuk merenungkan kehidupan Kristus dan misteri kasih-Nya, bersama dengan Bunda Maria. Pada surat itu pulalah, Bapa Paus memperkenalkan Peristiwa- peristiwa Terang, yang melengkapi urutan peristiwa- peristiwa hidup Yesus, sehingga urutannya menjadi peristiwa Gembira, Terang, Sedih dan Mulia. Jika dalam mendoakan rosario, kita merenungkan peristiwa kehidupan Yesus, maka sedikit demi sedikit Tuhan akan menumbuhkan iman dan penghayatan kita akan kasih Allah yang dicurahkan-Nya kepada kita melalui Yesus Kristus.

      Demikian sekilas tanggapan saya atas pertanyaan anda.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

      • Alexander Pontoh on

        meski sudah membaca, saya tidak mengerti ayat itu (roma 8:34) tolong jelaskan. atau mungkin saya baca dahulu perikop sebelum dan sesudahnya. mungkin saya harus mengerti dulu maksud dari surat roma.

        • Shalom Alexander,
          Ayat Rom 8:34 ada dalam perikop yang mengajarkan tentang keyakinan iman di dalam Kristus. Ayat 31 mengatakan bahwa jika Allah ada di pihak kita, maka siapapun tidak akan melawan kita. Jika Allah ada di pihak kita, maka Allah tidak akan menghukum kita. Nah kaitannya dengan devosi Kerahiman Ilahi adalah, jika anda rajin mendoakannya, melaksanakan novena-nya, maka anda terdorong untuk melakukan perbuatan- perbuatan kasih dalam rangka mengambil bagian dalam karya Tuhan Yesus menyelamatkan dunia. Anda akan terdorong untuk melakukan tiga macam perbuatan kasih, yaitu dengan doa, dengan perkataan, maupun langsung dengan perbuatan, terhadap orang- orang yang membutuhkan pertolongan. Silakan anda membaca kisah devosi Kerahiman Ilahi, seperti yang disampaikan oleh St. Maria Faustina Kowalska. Anda akan rajin berdoa bagi pertobatan dunia, bagi para imam, bagi semua orang beriman, bagi orang yang belum mengenal Tuhan, bagi para heretik, bagi anak- anak, bagi mereka yang juga berdevosi Kerahiman Ilahi, bagi para jiwa di Api Penyucian, dan bagi mereka yang imannya suam- suam kuku. Dengan mendoakan the Chaplet of the Divine Mercy/ kaplet Kerahiman Ilahi, maka anda akan semakin disatukan dengan sengsara Kristus yang membawa keselamatan bagi dunia, dan mereka yang anda doakan. Dengan demikian, maka anda sungguh- sungguh menjadi “co-worker”/ kawan sekerja Kristus (1 Kor 3:9) untuk menyelamatkan dunia.
          Nah jika kita setia melaksanakan devosi ini, yang tak terbatas dengan doa namun juga perbuatan- perbuatan kerahiman, maka kita benar- benar ada di pihak Allah, dan Allah di pihak kita. Sehingga, jika kita meninggal dalam keadaan rahmat, maka Tuhan Yesus akan berdiri sebagai Pembela kita, di hadapan Allah Bapa, sebab Ia akan mengakui kita sebagai sungguh- sungguh milik-Nya, yang turut mengambil bagian di dalam rencana-Nya untuk menyelamatkan umat manusia.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          Ingrid Listiati- katolisitas.org

          • Alexander Pontoh on

            wow… pantesan… ngak heran, high risk high gain. janji-janjinya menggiurkan, tetapi kewajibannya berat. seimbang dan sangat masuk akal. mungkin banyak dari protestan yang tidak mengerti dibalik/dasar dari janji-janji ini. sehingga mereka berpikiran ini adalah buatan manusia.

            tapi… sebetulnya saya ada mengenal 1 orang yang dahulu sangat suka mendoakan rosario. tetapi dia berpindah ke protestan. dia bilang bahwa dia seperti kecanduan melakukan doa rosario dan novena. dia mengatakan bahwa doa rosario dan novena tidak pernah gagal. setiap kali dia mohon apapun, pasti terkabul. kemudian, setiap ada masalah, sekecil apapun itu, dia pasti lgsg berdoa rosario dan novena.

            suatu hari, dia mengalami suatu masalah, tetapi dia tidak membawa 1 pun rosario. kemudian dia berdoa lgsg kepada Tuhan. dan permohonannya terwujud. kemudian sejak saat itu, dia berpindah ke protestan. dan tidak pernah lagi berdoa rosario maupun novena.

            dia juga mengatakan, bahwa selama dia berdoa rosario dan novena, hatinya berpusat kepada bunda maria, dan melupakan Tuhan.

            bagaimana jika meskipun mendoakan dan melaksanakan novena tetapi tidak terdorong melakukan perbuatan kasih?

            saya rasa itu yang dialami oleh 1 orang kenalan saya itu. menurut bu Inggrid, bagaimana kenalan saya yang 1 ini?

            • Shalom Alexander,
              1. Adalah keliru jika seseorang berdoa rosario dan novena, lalu hatinya terpusat hanya kepada Bunda Maria. Apapun bentuk doanya, tetap pusatnya adalah Tuhan. Peran Bunda Maria adalah sebagai ibu yang menghantar kita kepada Yesus, Puteranya. Itulah sebabnya di dalam doa rosario, kita merenungkan peristiwa- peristiwa hidup Yesus; sehingga pada saat mendoakannya, kita dibawa ke penghayatan akan kasih Allah yang tercurah kepada kita melalui Tuhan Yesus Kristus yang menjelma menjadi manusia. Penghayatan akan kasih Allah inilah yang mendorong kita untuk melakukan perbuatan- perbuatan kasih kepada sesama. Maka orang yang rajin berdoa dan novena, seharusnya menjadi orang- orang yang mengasihi sesama.
              2. Pindah gereja karena doa permohonannya dikabulkan tanpa doa rosario?
              Seseorang dapat mempunyai alasan mengapa ia berpindah agama/ gereja. Namun sebenarnya alasan yang harus dipegang adalah pencarian akan kepenuhan kebenaran, sebab ini adalah alasan yang tertuju kepada kehendak Tuhan Yesus sendiri. Namun jika motivasi utama bukan untuk mencari kebenaran, maka alasan- alasan lain cenderung bersifat subyektif yang terpusat kepada diri sendiri. Silakan kembali membaca artikel, mengapa menilih Gereja Katolik, silakan klik.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              Ingrid Listiati- katolisitas.org

  15. Bp. Stef dan Ibu Ingrid, Rm. Wante dan para pengasuh lainnya di katolisitas.org
    saya mau bertanya tentang:
    1. Bagaimanakah ketentuan pelaksanaan nikah pada masa Prapaskah? Apakah boleh dilangsungkan atau tidak? Koq saya mengalami ada banyak perbedaan pedoman di beberapa paroki? Mohon penjelasan.
    2. Sebetulnya pelaksanaan Ekaristi dg ujud keluarga misalnya 100 hari RIP atau 2 th RIP dsb yg dilaksanakan pada hari Sabtu malam atau Minggu malam diperkenankan tidak? Adakah pedoman liturgi yang mengatur ini ataukah diserahkan kepada kebijakan masing-masing paroki?

    Terima kasih untuk kerelaannya membantu dan menjawab pertanyaan saya ini.
    Proficiat utk situs yg hebat dan mencerdaskan umat ini.
    Tuhan Yesus memberkati.

    • Barnabas Yth

      Perkawinan secara pastoral dan liturgi pada hari prapaskah tidak diperkenankan karena bertentangan satu sama lain. Masa PraPaska bernuansa tobat dan puasa, dengan warna Ungu; sedangkan perkawinan, bernuansa kesetiaan dan kegembiraan, dengan warna putih. Sebaiknya perkawinan tidak diadakan waktu masa Prapaskah. Sabtu dam Minggu pada umumnya pastor paroki misa untuk umat, maka yang intensi khusus peringatan orang meninggal tidak terlayani karena Rama sudah misa di paroki. Seorang imam tidak diperkenankan misa lebih dari 2 kali dalam sehari. Pedoman liturgi untuk misa arwah ada silakan mencari di Obor atau Kanisius atau ke Komlit KWI.

      salam
      Rm Wanta

  16. helo,
    saya mau nulis sebuah buku tentang bunda maria,tapi saya masih mencari banyak resensi.
    syukur,saya bsa mengirim pesan ini. saya mau tanya,kebiasaan kita umat katolik untu doa rosario itu dari mana?
    saya ucapkan trimakasih sebelum nya ya.
    Tuhan memberkati.