Pertanyaan:
Puji Syukur dan Terimakasih atas segala kebaikan Tuhan Yesus, dan atas kesediaan seluruh tim https://katolisitas.org. untuk memberikan pelayanan kepada sesama. Apalagi, dengan tidak disertai adanya unsur komersial. Saya yakin hal seperti ini hanya dapat terjadi karena KUASA TUHAN. Semoga Tuhan Yesus selalu memberkati seluruh tim https://katolisitas.org. atas segala pelayanan yang telah diberikan bagi sesama.
Menurut saya, web ini sungguh sangat membantu dalam memperdalam iman kita akan Yesus Kristus, terlebih lagi tentang ajaran katolik, yang mungkin sebagai seorang katolik awam, benar – benar suatu “pencerahan” atau hal yang benar benar baru dan dapat menjadi acuan dari dasar ajaran – ajaran gereja.
Sebelumnya, saya sendiri sering bertanya dalam hati “kenapa banyak ajaran yang secara sepintas tidak masuk akal, seperti tentang Bunda Maria, Api Penyucian (saya pikir dulu adalah Api Pencucian, hehe…), Misa Arwah, dan masih banyak hal lain yang biasanya bertentangan dengan saudara Protestan, yang biasanya kalo mereka bertanya dan memperdebatkan hal tersebut, saya tidak dapat menjelaskannya.
Sejak bulan Oktober tahun lalu,setelah kami menikan, saya bersama istri memutuskan mulai membaca Alkitab setiap hari, minimal 1 Pasal Perjanjian Baru, kemudian diteruskan 1 Pasal Perjanjian Lama. Saya akui istri lebih tekun dalam membacanya, sampai sekarang saya baru sampai 2 Korintus 4 u/ PB dan Bilangan 15 u/ PL.
Saat membaca perjanjian lama,saya merasa seolah – olah menggambarkan Allah yang sangat sering “menghukum”, bahkan hukuman mati, dan kenapa hanya Israel umat pilihannya??? padahal umat ini sering mambangkang??? Apakah dengan “membedakan” bangsa Israel dengan manusia lain yang juga adalah ciptaan-Nya, Allah bertindak Adil??? Pertanyaan itu sering muncul dan semakin jauh lagi mengarah ke pertanyaan : Siapa penulis PL??? Terutama Kejadian – Ulangan???
Mengapa ada yang tau tentang penciptaan dunia oleh Allah, padahal yang ada saat itu hanya Allah dan belum ada manusia???
Akan tetapi pertanyaan2 tersebut tidak membuat saya ragu akan segala yang telah saya Imani.
Hal ini sangat berbeda sekali dengan sosok Allah dalam diri Yesus, yang menggambarkan Allah yang selalu mengampuni.
Mohon dapat diberikan pencerahan akan hal2 tersebut, dan saya ada sedikit pertanyaan tentang adat istiadat seperti Selamatan Rumah, Mitoni, cari hari, dsb…. Saya sebagai anak, hanya bisa menuruti ortu yang juga beralasan demi keselamatan…. Padahal, saya percaya keselamatan hanya ada pada Tuhan Yesus.
Mengingat dulu saat Selamatan rumah, ada Modin yang mendoakan dengan cara Islam, dan sebentar lagi mau diadakan upacara Mitoni, mengingat istri sedang hamil hampir 7 bulan.
Saya mohon dengan suka rela tim https://katolisitas.org. dapat memberikan pencerahan kepada kami dan juga mohon doanya untuk kelancaran proses persalinan anak kami yang pertama.
Terima kasih , Tuhan Memberkati – Hendra
Jawaban:
Shalom Hendra Wijaya,
Terima kasih atas dukungannya terhadap katolisitas.org. Website ini dapat terus berjalan karena belas kasih Tuhan yang menggerakkan beberapa orang donatur untuk mendukung jalannya website ini.
Ajaran Katolik kalau dipelajari lebih mendalam tidak akan bertentangan dengan Alkitab, karena Alkitab adalah salah satu pilar kebenaran bersama dengan Magisterium dan Tradisi Suci. Karena ketiganya datang dari sumber yang sama – Tuhan – maka ketiganya tidak mungkin bertentangan.
Saya juga bersyukur bahwa Hendra dan istri dengan setia membaca Alkitab. Saya ingin mengusulkan agar Hendra membaca Perjanjian Baru (PB) terlebih dahulu, dan kemudian ke Perjanjian Lama (PL). Hal ini disebabkan karena Perjanjian Lama harus dibaca dalam terang Perjanjian Baru. Dengan membaca PB secara keseluruhan, maka akan lebih mudah untuk mengkaitkan antara apa yang ada di PL dengan terang PB. Untuk itu, silakan membaca beberapa artikel tentang bagaimana membaca Kitab Suci (silakan klik, klik ini juga, dan juga ini).
Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya sampaikan terhadap beberapa pertanyaan dari Hendra.
I. Allah di dalam Perjanjian Lama:
1) Memang kalau dibaca secara sekilas terlihat bahwa Allah di dalam PL digambarkan berbeda dengan PB, walaupun sebenarnya Allah yang sama yang memberikan inspirasi dalam penulisan Alkitab dan juga Allah yang sama, yang begitu mengasihi manusia. Dan Allah yang berbelas kasih dan penuh kasih terungkap dalam begitu banyak ayat-ayat di PL, misalkan: “TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.” (Mzm 103:8). “Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!” (Yes 30:18).
2) Namun, bagaimana kita mengartikan apa yang tertulis di PL bahwa Tuhan sering digambarkan sebagai Tuhan yang menghukum manusia dan pemarah? Sebagai contoh adalah: Ul. 13, 1 Sam 15, dll. Ada beberapa prinsip yang harus kita pegang dalam mengartikan beberapa ayat yang terlihat menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang tidak berbelas kasih:
a) Kita harus berpegang teguh bahwa Tuhan adalah kasih, adil, dan berbelas kasih (Mzm 103:8). Oleh karena itu, Tuhan tidak mungkin melakukan apapun yang bertentangan dengan kasih, keadilan, dan belas kasih, karena semua itu adalah hakekat dari Tuhan. Jadi, pada waktu membaca PL dan kita terbentur pada pemikiran bahwa Tuhan tidak adil, maka kita harus mencoba untuk menganalisa dan merenungkan bagaimana keadilan, belas kasih Tuhan terefleksi dalam ayat-ayat tersebut.
b) Kita juga harus menyadari bahwa upah dosa adalah maut (Rm 6:23). Oleh karena itu, hukuman yang diterima oleh orang-orang berdosa, termasuk kita sendiri, adalah adil.
c) Mati dan hidup adalah kewenangan Tuhan, karena Tuhan adalah Sang Pemberi Hidup. Oleh karena itu, tidaklah bertentangan dengan prinsip keadilan kalau Tuhan ingin mengambil kehidupan di dunia ini yang telah diberikan oleh Tuhan secara cuma-cuma.
d) Namun bagaimana dengan kematian anak-anak atau “innocent suffering“, yang diakibatkan oleh perintah Tuhan? Bukankah itu bertentangan dengan prinsip keadilan? Kita harus melihat bahwa bagi Tuhan, kehidupan yang terpenting adalah kehidupan bersama Tuhan di Surga untuk selama-lamanya. Oleh karena itu, penderitaan dan bahkan kematian orang-orang yang tak berdosa tidak bertentangan dengan keadilan Tuhan, karena Tuhan akan memperhitungkan semuanya, terutama dalam kehidupan kekal. Akan menjadi tidak adil, kalau kita melihat hanya kehidupan di dunia ini.
e) Kita juga harus melihat konteks dari ayat-ayat yang menggambarkan Allah yang seolah-olah tidak berbelas kasih, karena dapat saja Tuhan bermaksud mengajar umat-Nya dengan menunjukkan keadilan-Nya, bahwa selalu ada konsekuensi dari dosa dan kesalahan. Contoh yang jelas misalnya pada kisah pemberontakan Korah, Datan dan Abiram (Bil 16).
II. Mengapa umat Israel?
1) Pada saat Tuhan memutuskan untuk masuk di dalam sejarah manusia, yang terikat oleh waktu dan tempat, Tuhan memilih untuk menjadi terikat oleh suatu bangsa dan komunitas tertentu, seperti yang ditunjukkan oleh Inkarnasi. Dan ini adalah merupakan rencana Tuhan, yang memang dimulai dari Adam dan Hawa (sebagai sebuah perkawinan), Nabi Nuh (sebagai keluarga), Abraham (dalam suatu suku), Musa (satu bangsa), Raja Daud (Kerajaan Bangsa Pilihan), dan kemudian Yesus (yang mendirikan Gereja Katolik dan mencakup seluruh bangsa).
Dan kalau dilihat, semua langkah-langkah di atas dari Adam sampai Raja Daud senantiasa diwarnai oleh ketidaksetiaan terhadap Tuhan, juga termasuk dimensi kemanusiaan dari Gereja Katolik. Hanya Yesuslah yang menunjukkan bagaimana seharusnya untuk senantiasa melaksanakan kehendak Bapa.
2) Allah tidak bertindak tidak adil dengan memilih bangsa Israel. Kembali kita harus melihat bahwa Allah melihat kehidupan manusia secara keseluruhan, baik di dunia maupun kehidupan kekal. Bagi bangsa Israel yang telah dipilih oleh Allah dan mengerti tentang hukum-hukum Allah, mereka dituntut lebih banyak daripada bangsa-bangsa yang tidak mengerti hukum Allah. Dan setelah kedatangan Yesus, maka keselamatan dan rahmat Tuhan terbuka untuk seluruh umat manusia, baik bangsa Israel maupun bangsa-bangsa yang lain.
Demikian juga, bukan tidak menjadi tidak adil kalau saya dan Hendra dan umat Katolik yang lain tergabung dalam Gereja Katolik, Tubuh Mistik Kristus yang mempunyai kebenaran penuh, karena bagi kita yang menjadi umat Katolik, dituntut lebih banyak daripada umat yang lain. Yesus mengatakan ” Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” (Lk 12:48).
III. Penulis Kitab Taurat (Kej, Kel, Im, Bil, Ul)
1) Ahli Alkitab mempercayai bahwa penulis dari lima kitab pertama (The Pentateuch) adalah Musa. Ada beberapa teori tentang hal ini, apakah Nabi Musa sendiri yang menuliskan atau orang lain yang mencatat akan perkataan dari Nabi Musa.
2) Bagaimana manusia tahu tentang penciptaan dunia, dan hal-hal lain? Hal ini dikarenakan Tuhan sendiri yang mewahyukannya kepada manusia. Kita dapat melihat:
“Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan engkau dan dengan Israel.” (Kel 34:27).
“Setelah hukum Taurat itu dituliskan Musa, maka diberikannyalah kepada imam-imam bani Lewi, yang mengangkut tabut perjanjian TUHAN, dan kepada segala tua-tua Israel.“(Ul 31:9,24)
(Deu 31:24)
IV. Hal-hal lain:
1) Untuk selamatan rumah, silakan memberi pengertian kepada orang tua perlahan-lahan. Kemudian, usulkan bahwa sebenarnya seorang pastor juga dapat mendokan untuk keselamatan rumah, yaitu dengan mengadakan pemberkatan rumah, yang kadang kala dapat disertai dengan misa di rumah tersebut.
2) Upacara mitoni, kalau dapat didiskusikan dengan orang tua, maka dapat diganti dengan acara doa bersama. Mungkin dapat mengundang teman-teman satu lingkungan dan juga pastor untuk berdoa bersama.
Demikian jawaban singkat yang dapat saya sampaikan dan semoga berguna.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – https://katolisitas.org







