Pertanyaan:
Wah senang sekali bisa menemukan situs ini, bagaimana penolakan kebenaran, mana ada penipu mau ngaku menipu, begini aga deh
Ada ngak dari petingggi2 gereja khatolik atao pastor yg mau bilang bahwa maria terangkat kesorga???? Sy mau bilang tidak ada Why? Sy cek sendiri di alkitab, kata seorang pastor [dari katolisitas: saya hapus nama pastor dan paroki, karena tidak relevan dalam diskusi ini] bahwa ketika Yesus naik kesurga membawa maria naik kesorga juga utk di jadikan
Ratu sorga atau mother of heaven wah sy baca di kisah para rasul 1:12-14 maria masih bersama2 anak2nya maria dan Para rasul lagi bertekun sehati berdoa menunggu Roh Kudus, ayooo mana yg berbohong Firman Tuhan atau pastornya?
Satu lagi di wahyu 12:1-6 GK menegaskan bahwa wanita yg disebut di wayu adalah maria
Yg menjadi pertanyaan di ayat 6 kok maria lari ke padang gurun ya? Katanya ratu sorga???
Sy beritahukan ya perempuan yg di maksud itu adalah gereja yg melahirkan jemaat2
Yg melawan si iblis di gereja salib suci dalm renungan sabda suci nya mengatakan benar bahwa perempuan yg Dimaksud adalah gereja tp ada jg yg mempercayai bahwa itu adalah maria,
Ayo baca alkitabnya sungguh2 bukan hanya jadi pendengar ya.
Satu lagi yg penting neh Tentang ratu sorga adalah dari jaman babylon yg sekarang di pakai
GK bahwa maria adalah ratu sorga, coba liat di yeremia 7:16-20 tentang melawan penyembahan
Ratu sorga, jelas di jaman yeremia di pembuangan di babylon dan bangsa israel sudah
Terpengaruh dgn dgn budaya babylon artinya ratu sorga di pakai bangsa babylon
Yg dipakai oleh GK utk menghormati maria. Klo ada yg tidak setuju dgn ayat yg saya tulis
Dan ada yg bisa menjelaskan ketidak benaran ayat2 yg Saya kasih, sy akn mencoretnya
Dari alkitab saya.
Minta Tuhan utk membukakan pintu rohani kita semua, kemulian hanya bagi
Tuhan Yesus.
Jawaban:
Shalom Adri,
Terima kasih kunjungannya ke katolisitas.org. Saya menghimbau agar Adri dapat menyampaikan pendapat dengan jelas dan to the point, sehingga tidak menimbulkan salah paham. Pernyataan Adri seperti ini “bagaimana penolakan kebenaran, mana ada penipu mau ngaku menipu” sungguh tidak jelas. Siapakah yang menolak kebenaran? dan siapa yang menipu? Mungkin lebih baik secara terbuka menyatakan bahwa saya tidak setuju dengan pengajaran ini, dengan alasan…… Dan menjadi hal yang wajar kalau kita memang mempunyai pendapat yang berbeda.
1) Mari sekarang kita berdialog tentang dogma Maria diangkat ke Sorga (The Assumption of Mary), jadi bukan seperti yang ditulis oleh Adri bahwa Maria terangkat ke Sorga. Perbedaan antara diangkat dan terangkat adalah sangat besar. Diangkat berarti tidak dengan kekuatan sendiri, sedangkan terangkat mempunyai konotasi terangkat dengan kekuatan sendiri. Kalau Adri ingin mencoba mengerti dogma Maria diangkat ke Sorga, Adri dapat melihat dokumen resmi Gereja, dimana Pope Pius XII mengatakan di dalam Apostolic Constitution “Munificentissimus Deus” tanggal 1 Nov 1950 “The Immaculate Mother of God, the ever Virgin Mary, having completed the course of her earthly life, was assumed body and soul into heavenly glory” atau “Bunda Allah yang tak bernoda, Perawan Maria, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat tubuh dan jiwa ke dalam kemulian Sorgawi.
a) Dari definisi di atas, maka kita dapat mengerti bahwa pengertian dari dogma ini adalah Maria yang telah selesai tugasnya di dunia diangkat badan dan jiwanya oleh Tuhan, sehingga dia menerima kemuliaan Sorgawi. Gereja tidak mendefinisikan apakah sebelum meninggal, Maria diangkat, atau setelah meninggal Maria diangkat tubuh dan jiwanya oleh Tuhan. Banyak Bapa Gereja menggunakan argument of fittingness, bahwa Maria meninggal terlebih dahulu mengikuti jejak Kristus, sebelum diangkat ke Sorga.
b) Dogma ini sebenarnya begitu sederhana, karena inilah yang dijanjikan oleh Kristus sendiri yang mengatakan “Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.” (Lk 20:36). Dan rasul Paulus menegaskan “dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.” (1 Kor 15:52). Ini berarti, pada saat nafiri dibunyikan, pada saat kedatangan Kristus yang ke-dua, maka seluruh umat manusia akan dibangkitkan, dan umat Allah mendapatkan tubuhnya yang baru, yang telah diubah, seperti Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati. Dan inilah yang dialami oleh kita semua, umat Allah, dimana kalau kita setia untuk bertumbuh dalam kekudusan, kita akan mengalami kemuliaan badan dan jiwa dan memperoleh kebahagiaan Sorgawi.
c) Sampai tahap ini, semoga Adri dapat menerima akan kondisi umat Allah yang akan diangkat badan dan jiwanya pada saat kedatangan Kristus yang ke dua. Pertanyaannya, mengapa Maria diangkat badan dan jiwanya setelah Yesus, namun terlebih dahulu dari semua manusia di dunia ini? Rasul Paulus mengatakan “Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.” (1 Kor 15:23). Rasul Paulus menegaskan adanya satu urutan dalam kebangkitan badan. Kristus adalah yang sulung dari yang meninggal (lih. 1 Kor 15:20), karena Kristus adalah yang sulung, yaitu Adam yang baru (lih. 1 Kor 15:45). Dan kalau kita melihat bahwa Hawa turut bekerjasama dalam kejatuhan Adam, maka Bunda Maria juga turut bekerja sama dalam keselamatan manusia, yaitu dengan menjadi Bunda Allah. Oleh karena itu, banyak Bapa Gereja yang mengatakan bahwa Kristus adalah Adam yang baru, dan Maria adalah Hawa yang baru.
“He became man by the Virgin, in order that the disobedience which proceeded from the serpent might receive its destruction in the same manner in which it derived its origin. For Eve, who was a virgin and undefiled, having conceived the word of the serpent, brought forth disobedience and death. But the Virgin Mary received faith and joy, when the angel Gabriel announced the good tidings to her that the Spirit of the Lord would come upon her, and the power of the Highest would overshadow her: wherefore also the Holy Thing begotten of her is the Son of God; and she replied, ‘Be it unto me according to thy word.’ And by her has He been born…“((St. Justin Martyr, Dialog with Trypho, chap. 100.))
“In accordance with this design, Mary the Virgin is found obedient, saying, “Behold the handmaid of the Lord; be it unto me according to your word” (Lk 1:38). But Eve was disobedient; for she did not obey when as yet she was a virgin. And even as she, having indeed a husband, Adam, but being nevertheless as yet a virgin . . . having become disobedient, was made the cause of death, both to herself and to the entire human race; so also did Mary, having a man betrothed [to her], and being nevertheless a virgin, by yielding obedience, become the cause of salvation, both to herself and the whole human race. . . . And thus also it was that the knot of Eve’s disobedience was loosed by the obedience of Mary. For what the virgin Eve had bound fast through unbelief, this did the virgin Mary set free through faith.” ((St. Irenaeus, Adversus Haereses, bk. 3, chap. 22, 4.))
Lebih lanjut St. Irenaeus mengatakan “That the Lord then was manifestly coming to His own things, and was sustaining them by means of that creation which is supported by Himself, and was making a recapitulation of that disobedience which had occurred in connection with a tree, through the obedience which was [exhibited by Himself when He hung] upon a tree, [the effects] also of that deception being done away with, by which that virgin Eve, who was already espoused to a man, was unhappily misled,—was happily announced, through means of the truth [spoken] by the angel to the Virgin Mary, who was [also espoused] to a man. For just as the former was led astray by the word of an angel, so that she fled from God when she had transgressed His word; so did the latter, by an angelic communication, receive the glad tidings that she should bear God, being obedient to His word. And if the former did disobey God, yet the latter was persuaded to be obedient to God, in order that the Virgin Mary might become the patroness (advocata) of the virgin Eve. And thus, as the human race fell into bondage to death by means of a virgin, so is it rescued by a virgin; virginal disobedience having been balanced in the opposite scale by virginal obedience. For in the same way the sin of the first created man receives amendment by the correction of the First-begotten, and the coming of the serpent is conquered by the harmlessness of the dove, those bonds being unloosed by which we had been fast bound to death” ((St. Irenaeus, Adversus Haereses, bk. 5, chap. 19, 1.))
Kalau Yesus adalah Adam yang baru, dan Maria adalah Hawa yang baru, maka dalam urutan, Hawa yang baru adalah setelah Adam yang baru, dan setelah itu baru umat Allah yang lain. Inilah sebabnya, dogma Maria diangkat ke Sorga tidaklah sulit dimengerti, karena ini adalah harapan yang nantinya akan dialami oleh umat Allah. Dogma Maria diangkat ke Sorga erat hubungannya dengan dogma Maria yang dikandung tanpa noda, Maria Bunda Allah, Maria yang tetap perawan, partisipasi Maria dalam karya keselamatan manusia.
2) Keterangan di atas adalah beberapa dasar dari dogma Maria diangkat ke Sorga. Kemudian Adri mengatakan “Ada ngak dari petingggi2 gereja khatolik atao pastor yg mau bilang bahwa maria terangkat kesorga???? Sy mau bilang tidak ada Why? Sy cek sendiri di alkitab, kata pastor [dari katolisitas: saya hapus nama pastornya, karena tidak relevan dalam diskusi ini] bahwa ketika Yesus naik kesurga membawa maria naik ke sorga juga utk di jadikan Ratu sorga atau mother of heaven wah sy baca di kisah para rasul 1:12-14 maria masih bersama2 anak2nya maria dan Para rasul lagi bertekun sehati berdoa menunggu Roh Kudus, ayooo mana yg berbohong Firman Tuhan atau pastornya?”
a) Dari tulisan di point 1), saya telah memberikan bukti-bukti dari Bapa Gereja. Kalau mau ditambah, saya berikan sumber dari Dr. Lugwig Ott, Fundamental of Catholic Dogma, p. 207-208: 1) Pope Hadrian I, Origen (In Ioan 2, 12l fragm. 31), St. Ephrem (Hymnus 15,2), Severian of Gabala (De Mundi Creatione or. 6, 10), St. Jerome (Adv. Ruf II, 5), St. Augustine (In Ioan tr. 9,9). Dan tambahan dari St. Epiphanius mengatakan “No body knows the body how she departed this world.” He leaves undecided whether she died a natural death, or whether (according to Luke 2, 35) she died by violance, or whether she (cf. Apoc 12:14) still lives on immortal in some place unknown to us.” (Haer 78, 11,24). Masih begitu banyak Bapa Gereja yang menyatakan kebenaran dogma ini, seperti St. Gregory of Tours (594), Germanus of Constantinople (733), Andrew of Crete (740), St. John Damascene (749) Theodore of Studion (826). Mungkin suatu saat katolisitas.org akan menuliskan topik ini dalam artikel tersendiri. Ingrid pernah menuliskan tentang topik ini secara singkat di sini (silakan klik).
b) Tidak benar kalau Maria diangkat ke Sorga ketika Yesus naik ke Sorga. Dan memang tidak demikian pernyataan dogma Maria diangkat ke Sorga. Jadi, kalau Adri mau mengerti tentang dogma ini, silakan membaca sumber utama, yaitu dokumen Gereja, sehingga Adri tidak salah paham akan hal ini. Mungkin ada gunanya kalau Adri juga mencoba melakukan riset, apa yang dikatakan oleh Martin Luther tentang Maria sehubungan dengan topik ini.
3) Tentang Wahyu 12. Dan kemudian Adri mengatakan “Satu lagi di wahyu 12:1-6 GK menegaskan bahwa wanita yg disebut di wayu adalah maria. Yg menjadi pertanyaan di ayat 6 kok maria lari ke padang gurun ya? Katanya ratu sorga??? Sy beritahukan ya perempuan yg di maksud itu adalah gereja yg melahirkan jemaat2. Yg melawan si iblis di gereja salib suci dalm renungan sabda suci nya mengatakan benar bahwa perempuan yg dimaksud adalah gereja tp ada jg yg mempercayai bahwa itu adalah maria, Ayo baca alkitabnya sungguh2 bukan hanya jadi pendengar ya.”
a) Di sini dikisahkan tentang seorang perempuan yang berselubungkan matahari. Orang-orang Kristen setuju bahwa anak dari perempuan ini adalah Kristus, maka ibu dari anak ini adalah Bunda Maria. Memang secara simbolis, dapat saja diartikan bahwa perempuan ini adalah Gereja ataupun bangsa Israel. Namun secara literal, perempuan ini adalah Bunda Maria. Pada Wahyu 12:17, dikatakan bahwa perempuan itu memiliki “keturunan yang lain yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.” Dari sini kita ketahui bahwa Bunda Maria merupakan ibu literal dari Yesus, dan ibu spiritual dari Gereja/ umat beriman.
b) Mengapa perempuan itu lari ke padang gurun? St. Pius X in his encyclical on Mary, Ad diem illum: “Everyone knows that this woman signified the Virgin Mary, the stainless one who brought forth our Head. The Apostle continues: “And, being with child, she cried travailing in birth, and was in pain to be delivered” (Apoc. xii., 2). John therefore saw the Most Holy Mother of God already in eternal happiness, yet travailing in a mysterious childbirth. What birth was it? Surely it was the birth of us who, still in exile, are yet to be generated to the perfect charity of God, and to eternal happiness. And the birth pains show the love and desire with which the Virgin from heaven above watches over us, and strives with unwearying prayer to bring about the fulfillment of the number of the elect.“
Dari sini, kita memperoleh pengertian bahwa Maria lari ke padang gurung untuk melahirkan keturunan-keturunan, suatu simbol dari umat Allah. Inilah sebabnya, Gereja Katolik mengadakan bahwa Maria adalah bunda Gereja. Maria yang telah berada di Sorga terus menyertai perjalanan umat Allah (Gereja) di dunia ini.
c) Terima kasih juga untuk mengingatkan kita semua agar membaca Alkitab dengan sungguh-sungguh dan bukan hanya menjadi pendengar. Mari kita bersama-sama berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mengerti apa yang difirmankan oleh Allah dengan segala kekuatan kita. Ini berarti kita juga perlu belajar dari para Bapa Gereja dan Gereja, sehingga kita tidak salah dalam menafsirkan Firman Tuhan.
4) Lebih lanjut Adri mengatakan “Satu lagi yg penting neh Tentang ratu sorga adalah dari jaman babylon yg sekarang di pakai GK bahwa maria adalah ratu sorga, coba liat di yeremia 7:16-20 tentang melawan penyembahan Ratu sorga, jelas di jaman yeremia di pembuangan di babylon dan bangsa israel sudah Terpengaruh dgn dgn budaya babylon artinya ratu sorga di pakai bangsa babylon Yg dipakai oleh GK utk menghormati maria.”
a) Yeremia 7 dan 44 memang menceritakan tentang penyembahan ratu sorga yang ditentang oleh Allah sendiri. Namun mungkin Adri perlu mengkaji siapa yang dimaksud dengan ratu sorga di kitab Yeremia dan siapa yang dimaksud dengan ratu sorga, yang dimaksud oleh Gereja Katolik. Kalau Adri mengatakan bahwa keduanya adalah sama, maka sebenarnya Adri menyamakan antara yang berhala (dalam hal ini ratu sorga, yang dimulai dari penyembahan bulan, seperti Tanais, Artemis, Selene, Virgo caelestis, dll) dengan Maria, yang adalah Bunda Allah. Bagaimana mungkin sesuatu yang berhala dapat bersatu dengan yang kudus? Bagaimana mungkin menyamakan Maria, Bunda Allah, yang melahirkan penebus dengan berhala-berhala? Saya sungguh sedih kalau membayangkan ada orang yang begitu ekstrim sehingga dapat mensejajarkan Bunda Allah dengan sesuatu yang dihujat oleh Allah sendiri.
Kita harus mencoba untuk merenungkan bahwa Maria sebagai Bunda Allah tidak akan mungkin bertentangan dengan Yesus. Kalau Yesus saja menghargai Maria sebagai pelaksanaan perintah ke-empat (Hormatilah Ibu Bapamu), mengapa kita tidak menghormati Maria? Kalau kita ingin meniru Yesus, kita juga harus meniru Yesus untuk menghormati ibu-Nya yang diberikan kepada kita semua (lih. Yoh 19:27). Bukankah dalam natural order, kalau kita mengasihi suami/istri kita, maka kita juga ingin mengasihi orang tua dari suami/istri kita?
b) Untuk mengatakan bahwa Ratu Sorga yang dimengerti sebagai Bunda Maria adalah merupakan pengaruh dari budaya Babilonia adalah kurang dapat dipertanggungjawabkan. Berikut ini adalah apa yang dikatakan oleh para Bapa Gereja:
St. Andrew of Crete mengatakan “His ever-virgin Mother, from whose womb He, being God, took on human form, He today transports from earthly dwellings as Queen of the human race.” ((Homily 2 on the Dormition of the Blessed Mother of God, PG 97,1079b, quoted by Pius XII in Ad Caeli Reginam.)) Lebih lanjut dia mengatakan “Queen of the entire human race, faithful in reality to the meaning of her name, who is exalted above all things save only God Himself.” ((Homily 3 on the Dormition))
Paus Pius XII mengatakan “He, the son of God, reflects on His heavenly Mother the glory, the majesty and the dominion of His kingship, for, having been associated to the King of Martyrs in the ineffable work of human Redemption as Mother and co-operatrix, she remains forever associated to Him, with an almost unlimited power, in the distribution of the graces which flow from the Redemption. Jesus is King throughout all eternity by nature and by right of conquest: through Him, with Him, and subordinate to Him, Mary is Queen by grace, by divine relationship, by right of conquest, and by singular election. And her kingdom is as vast as that of her Son and God, since nothing is excluded from her dominion.” ((Homily 2 on the Dormition of the Blessed Mother of God, PG 97,1079b, quoted by Pius XII in Ad Caeli Reginam ))
Dan masih begitu banyak lagi para Bapa Gereja yang mengatakan bahwa Maria adalah Ratu Sorga.
c) Untuk menangkap konsep tentang Ratu Sorga, kita harus melihat pararel antara Yesus dan Maria dengan raja Salomo dan ratu Batsyeba. Dalam konsep kerajaan pada waktu itu, yang menjadi ratu bukanlah istri dari seorang raja, namun istri dari ayah raja tersebut atau ibu dari raja tersebut. Dan ini pararel dengan Yesus dan Maria, karena Yesus menjadi Raja Sorgawi, maka Maria sebagai Bunda Yesus, menjadi Ratu Sorga. Dan secara tepat digambarkan oleh rasul Yohanes di dalam Wahyu 12, dimana dituliskan “Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya” (Why 12;1).
Mungkin dalam lain kesempatan, kita dapat berdialog tentang hal ini secara terpisah.
5) Akhirnya Adri menutup dengan “Klo ada yg tidak setuju dgn ayat yg saya tulis
Dan ada yg bisa menjelaskan ketidak benaran ayat2 yg Saya kasih, sy akn mencoretnya
Dari alkitab saya. Minta Tuhan utk membukakan pintu rohani kita semua, kemulian hanya bagi
Tuhan Yesus.”
a) Yang menjadi masalah dalam hal ini bukan ayat-ayat Alkitab-nya, namun penafsiran Adri. Kalau Adri ingin mengerti apa yang sebenarnya dipercaya oleh Gereja Katolik, maka Adri tidak dapat menyimpulkan pengajaran Gereja Katolik sesuai dengan pengertian Adri sendiri dan kemudian memberikan argumentasi sendiri. Adri harus mengerti secara persis apa yang dimaksud dengan dogma tersebut, setelah itu Adri memberikan argumentasi setuju atau tidak setuju. Jadi, tidak ada yang perlu dicoret dari Alkitab Adri, namun yang perlu diperbaiki adalah cara menafsirkannya.
Terima kasih juga untuk mengingatkan kita semua untuk membuka pintu rohani kita semua. Ini adalah tantangan bagi saya dan juga Adri, juga seluruh umat beriman, agar kita diberikan kekuatan untuk mencari kebenaran dengan segenap hati, pikiran, dan kekuatan kita. Semoga nama Tuhan senantiasa dipermuliakan.