Home Blog Page 238

Keutamaan Gereja Roma (Primus Inter Pares)

14

Pertanyaan Pembaca:

Roma diberi gelar Primus Inter Pares Semata-mata dikarenakan Roma adalah Pusat Pemerintahan Kerajaan Roma yang menguasai sebagian besar wilayah di bumi.

Keutamaan Gereja Roma (Primus Inter Pares) pernah dipindahkan ke Konstantinopel oleh Kaisar Konstantinus Agung pada tahun 330, dikarenakan Kaisar Konstantinus memindahkan Pusat pemerintahannya ke Konstantinopel.

Hal ini menunjukkan bahwa Keutamaan Roma pada Konsili mula2 bukan dikarenakan bahwa Roma memiliki suksesi Rasuli Petrus, namun lebih dikarenakan bahwa ROMA adalah Pusat pemerintahan Kerajaan ROMAWI.

Suksesi Kerasulan St. Petrus seperti yang Gereja Orthodox yakini adalah sah milik ANTIOKHIA, Hal ini sesuai dengan Kis 11 : 26 yang menyatakan bahwa Gereja Pertama kali dikatakan Kristen di ANTIOKHIA.

Roma yang bersikeras dengan pendapatnya tentang Gerejanya adalah Gereja Penerus Suksesi dari Petrus justru ditentang oleh Pandangan Santo Petrus sendiri yang tercatat dalam Apostolic Constitution mengenai pemilihan Linus sebagai Uskup Roma yang pertama. Petrus menuliskan:

“Sekarang mengenai para uskup yang telah diangkat selama hidup kita, kami memberi tahu kalian bahwa mereka adalah sebagai berikut: …
Untuk gereja di Roma, Linus putra Claudia adalah yang pertama, ditahbiskan oleh Paulus; dan Klemens, setelah Linus meninggal, sebagai yang kedua, ditahbiskan oleh aku, Petrus.”

Pernyataan Petrus ini dapat dipercaya karena Paulus tiba di Roma sebelum Petrus, dan karenanya Paulus berada dalam posisi yang lebih mungkin untuk mengangkat seorang Uskup.

Seorang penatua Gereja Apostolik, Ireneus, murid Polikarpus (lahir ± 130 M) dan kemudian Uskup Smyrna, juga memperkuat bukti penunjukan Linus. Ia menulis, “Setelah para Rasul yang Kudus mendirikan dan menata aturan Gereja (di Roma) mereka menyerahkan tugas-tugas kantor episkopal (keuskupan) kepada Linus. Linus yang sama disebutkan oleh Santo Paulus dalam suratnya kepada Timotius (2 Timotius 4:21). Penerusnya adalah Anakletus.” (Adversus Haereses, Buku III Pasal 3:3). Juga, “Para rasul, setelah mendirikan dan membangun Gereja di Roma, menyerahkan pelayanan yang berada di bawahnya kepada Linus. Inilah Linus yang disebutkan oleh Paulus dalam suratnya kepada Timotius.” (Irenaei Opera Libb. III. C.I.).

Tidak benar menyatakan bahwa Petrus adalah Uskup Agung Pertama Roma, karena menurut Sejarahnya Uskup Agung pertama Roma adalah LINUS dan ditahbiskan oleh Paulus.
Petrus sendiri baru menahbiskan Uskup Yang ke 2 yaitu Klemens, walaupun sebelum Klemen ada Pengganti Linus yang bernama Anakletus.

Jadi Keunggulan Roma pada Gereja mula-mula dengan PRIMUS INTER PARES-nya bukan dikarenakan Roma sebagai Gereja Suksesi Rasul Petrus namun lebih dikarenakan karena ROMA adalah Pusat Pemerintahan dunia masa lampau, Dan Pusat pemerintahan sekaligus Pusat Gereja pernah dipindahkan oleh Kaisar Konstantinus Agung ke KONSTANTINOPEL, walaupun dengan penuh keangkuhan Gereja Roma tetap pada pendiriannya, walaupun tanpa dasar yang kuat untuk mempertahankan Pendapatnya.

Walaupun dengan bukti Surat Apostolik Rasul Petrus yang menyatakan bahwa RASUL PETRUS bukanlah Uskup agung pertama Roma, namun masih saja ada pihak Roma Katholik dengan alasan Mayat Petrus ada di bawah Gereja di Roma, maka Gereja Romalah yang dimaksud oleh ayat Batu Karang di Injil Matius.

Matius 16 :18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Katholik Roma mengartikan ini secara harafiah bahwa di atas mayat Petrus berdiri Gereja, dan nama Gerejanya Katholik Roma.
pada konteks di Injil Matius dikatakan YESUS AKAN MENDIRIKAN JEMAATNYA DI ATAS BATU KARANG PETRUS, yang kemudian diartikan ROMA KATHOLIK bahwa di atas Mayat Petruslah Yesus mendirikan Gerejanya (karena mereka tidak bisa membuktikan bahwa Petrus adalah Uskup Pertama Roma)

Lalu apakah Sebelum Petrus Mati, Gereja (persatuan orang percaya Kristus = jemaat) belum ada???

Kisah Para Rasul 9 : 31
Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. JEMAAT ITU DIBANGUN dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus

Jauh sebelum AJARAN Kristen sampai di ROMA, Gereja sudah dibangun, bahkan pertama kali Jemaat memproklamirkan dirinya sebagai GEREJA yang KRISTIANI di ANTIOKHIA bukan di ROMA…

Kisah Para Rasul 11 : 26
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Terlalu Naif jika mengartikan kemudian GEREJA DI BANGUN di atas Mayat Petrus itulah yang disebut Gereja, jadi Jemaat yang dibangun sebelum PETRUS mati bukan disebut GEREJA / JEMAAT????

dan masalah BATU KARANG

GEREJA ORTHODOX penerus Ajaran Apostolik tidak musyrik dengan menggantikan KEUTAMAAN YESUS dengan KEUTAMAAN PETRUS….

1 Korintus 10 : 4
dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.

Kami punya batu karang yang lebih hebat dari PETRUS yaitu KRISTUS, dan di atas KUBURAN YESUS berdiri sebuah GEREJA bernama YERUSALEM yang adalah BAGIAN dari Gereja ORTHODOX….
dan dengan Fakta demikian tidak membuat Orthodox mengkultuskan Keutamaan dimiliki oleh yerusalem yang memiliki makam Yesus, ataupun keutamaan milik Antiokhia yang uskup pertamanya Petrus, namun Gereja Orthodox lebih mengutamakan Persatuan tubuh Mistik Yesus Kristus.

dan kami tidak hanya punya satu batu karang sebagai dasar Iman kami, kami punya 12 batu dasar

wahyu 21 : 14
Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

dan kami hanya punya 1 batu penjuru yaitu KRISTUS

Efesus 2 : 20
yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

dan Kami tidak membeda2kan derajat 12 Rasul dan suksesi KEUSKUPANNYA

Matius 19 : 28
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Dan kami tidak menjadikan SUKSESI ke 12 Rasul lebih tinggi yang satu dengan yang lainnya, bahkan tidak menyamakan HIRARKI GEREJA seperti HIRARKI PEMERINTAHAN, ada yang berkuasa dan ada yang di bawah

Lukas 22 : 24 – 26
Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.
Yesus berkata kepada mereka: “Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung.
Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.

SEKALI LAGI WALAUPUN BERSIKERAS ROMA MENYATAKAN DIRINYA GEREJA YANG PALING UTAMA, ROMA TIDAK BISA MEMBUKTIKAN BAHWA PETRUSLAH USKUP PERTAMA MEREKA….

Pandangan Santo Petrus sendiri tercatat dalam Apostolic Constitution mengenai pemilihan Linus sebagai Uskup Roma yang pertama. Petrus menuliskan:

“Sekarang mengenai para uskup yang telah diangkat selama hidup kita, kami memberi tahu kalian bahwa mereka adalah sebagai berikut: …
Untuk gereja di Roma, Linus putra Claudia adalah yang pertama, ditahbiskan oleh Paulus; dan Klemens, setelah Linus meninggal, sebagai yang kedua, ditahbiskan oleh aku, Petrus.”
Pernyataan Petrus ini dapat dipercaya karena Paulus tiba di Roma sebelum Petrus, dan karenanya Paulus berada dalam posisi yang lebih mungkin untuk mengangkat seorang Uskup.

Seorang penatua Gereja Apostolik, Ireneus, murid Polikarpus (lahir ± 130 M) dan kemudian Uskup Smyrna, juga memperkuat bukti penunjukan Linus. Ia menulis, “Setelah para Rasul yang Kudus mendirikan dan menata aturan Gereja (di Roma) mereka menyerahkan tugas-tugas kantor episkopal (keuskupan) kepada Linus. Linus yang sama disebutkan oleh Santo Paulus dalam suratnya kepada Timotius (2 Timotius 4:21). Penerusnya adalah Anakletus.” (Adversus Haereses, Buku III Pasal 3:3). Juga, “Para rasul, setelah mendirikan dan membangun Gereja di Roma, menyerahkan pelayanan yang berada di bawahnya kepada Linus. Inilah Linus yang disebutkan oleh Paulus dalam suratnya kepada Timotius.” (Irenaei Opera Libb. III. C.I.).

hanya bermodal jasad Petrus di bawah Gereja Vatikan, dan wafat di Roma, kemudian menjadikan mereka menamakan diri Gereja paling utama???????

Yerusalem punya makam KRISTUS, dan sejarah membuktikan Yesus wafat di Yerusalem namun Yerusalem tidak pernah angkuh menamakan diri mereka Gereja paling utama…..

dan belajarlah dari ANTIOKHIA walaupun mereka mempunyai bukti sejarah yang kuat dengan Suksesi Rasul Petrus mereka, dan bukti sejarah yang kuat bahwa Petrus adalah Uskup agung pertama mereka namun mereka tidak pernah angkuh menamakan diri mereka Gereja paling utama, dan lebih mengutamakan Persatuan Tubuh mistik Yesus Kristus.

Di dalam Alkitab sebenarnya dijelaskan secara jelas.
seperti kita tahu
Syarat sebuah Gereja Kristen adalah Ada Hirarki apostolik (Ignasius Antiokhia), dan seperti kita tahu bahwa Gereja Katholik sudah berdiri jauh sebelum Roma berdiri menjadi sebuah Kepatriarkhan

Kisah Para Rasul 11 : 26
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

atas nash ini dan beberapa surat apostolik Rasul Petrus Gereja Antiokhia menyatakan dirinya Hirarki Suksesi Apostolik St. Petrus.

dan masih banyak lagi bukti Alkitab

Acts 9:31
ai men oun “ekklhsiai kaq olhV” thV ioudaiaV kai galilaiaV kai samareiaV eicon eirhnhn oikodomoumenai kai poreuomenai tw fobw tou kuriou kai th paraklhsei tou agiou pneumatoV eplhqunonto

Kis 9:31
Selama beberapa waktu Gereja Katolik di Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Gereja Katolik=ekklhsiai kaq olhV= Ekklesia Katha Holos
Tambahkan keterangan gambar
Acts 9:31
ai men oun “ekklhsiai kaq olhV” thV ioudaiaV kai galilaiaV kai samareiaV eicon eirhnhn oikodomoumenai kai poreuomenai tw fobw tou kuriou kai th paraklhsei tou agiou pneumatoV eplhqunonto

Kis 9:31
Selama beberapa waktu Gereja Katolik di Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Gereja Katolik=ekklhsiai kaq olhV= Ekklesia Katha Holos

Jadi sebelum di Roma berdiri sebuah Gereja. sudah berdiri Gereja Katholik yang jelas berhirarki, dan kita tahu pemimpinnya adalah Petrus. dan tempat Petrus pertama kali berkarya adalah di Antiokhia. dan Musyawarah / konsili / mukatamar antar para rasul pun sudah diadakan di antiokhia menanggapi Kesalahan Rasul Petrus. (membuktikan seorang Petrus pun bisa salah, tidak berlaku yang namanya Infalibilitas Paus)

Galatia 2 : 11
Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.

Catatan ini dibuat demi Persatuan Gereja dengan menghilangkan Pemikiran yang angkuh dari Gereja yang kita cintai
We Shalom Aleikhem Be Shem Ha Masiakh
Pax Christi Vobiscum

By : […..kami edit]
Mohon Tanggapanya mengenai tulisan ini..
Thx..^^

[Dari Katolisitas: pesan berikut di satukan karena masih satu topik]

Syalom Katolisitas saya seorang Khatolik Roma…saya menemukan kata2 ini dari Persatuan Gereja Orthodox Indonesia di facebook..

“Kami mencari solusi dan berdoa supaya kita kembali ke masa dimana kita masih bersatu, kita berbicara hal yang sama dan tidak ada perpecahan di antara kita.”
“Para orang Latin tidak hanya skismatik tapi bidaah. kami tidak terpisah dari mereka karena alasan lain selain fakta bahwa mereka adalah bidah. Inilah sebabnya mengapa kita harus tidak bersatu dengan mereka kecuali mereka menolak tambahan filioque dari Pengakuan Iman dan mengakui kredo seperti yang kita lakukan.”
“Tidak mungkin ada perdamaian tanpa menghentikan penyebab perpecahan yaitu keutamaan Paus yang meninggikan dirinya setara dengan Allah.”
St. Markus dari Efesus

yang ingin saya tanyakan
1. Bagaimana kita menanggapi tulisan ini yg notabene berasal dari Bapa Gereja sendiri?
2. Bagaimana keotentikan tulisan tersebut?

Tulisan seperti ini sangat menggoncang iman saya sebagai seorang Khatolik Roma.
Mohon penjelasannya…Gbu..
Jerry

Jawaban:

Shalom Jerry,

1. Gereja Roma sebagai Primus Inter Pares (first among equals)

Keutamaan keuskupan Roma tidak terpisah dari kenyataan bahwa Rasul Petrus dan Paulus mendirikan Gereja di Roma untuk menjangkau umat di seluruh dunia. Para rasul itu pada mulanya berkarya di Yerusalem, kemudian menyebar di daerah Yudea, dan kemudian Rasul Petrus dan Paulus ke Roma, yang dianggap sebagai pusat dunia pada saat itu, untuk menyebarkan pesan Injil ke seluruh ujung bumi. Tahapan ini adalah sesuai dengan pesan Yesus sendiri, yang dicatat dalam Kis 1: 8. Jadi memang benar bahwa pengikut Kristus pertama kali disebut Kristen di Antiokhia, namun demikian Antiokhia bukanlah lalu menjadi yang utama, karena para rasul kemudian masih menuju Roma, yang menjadi pusat dunia saat itu, demi memenuhi kehendak Kristus untuk mendirikan Gereja-Nya di sana.

Maka kepemimpinan Gereja di dunia sejak kenaikan Kristus ke surga ada pada Rasul Petrus, yang kepada-Nya Kristus telah mendirikan Gereja-Nya (Mat 16:18), yang kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya, karena Kristus menghendaki Gereja-Nya untuk bertahan sampai akhir jaman (lih. Mat 28:19-20). Maka keutamaan Gereja Roma, berhubungan dengan kepemimpinan para penerus rasul Petrus ini dalam keuskupan Roma. Bahwa Kaisar Konstantin mempunyai pengaruh dalam meluaskan agama Kristiani, melalui Edict of Milan (313), itu benar, namun hal ini tidak dengan serta merta menjadikannya sebagai pemimpin Gereja. Kepemimpinan Gereja tetap dipegang oleh para penerus rasul Petrus ini. Sejarah sendiri mencatat kepemimpinan para Paus (penerus Rasul Petrus) sebelum Kaisar Konstantin naik tahta di awal abad ke-4.

Bahwa pada tahun 325, Kaisar Konstantin mempunyai inisiatif diadakannya Konsili Nicea, itu benar, namun motif utamanya bukan motif religius, melainkan untuk menciptakan keamanan, karena pada saat itu timbul berbagai kekacauan yang disebabkan oleh para pendukung ajaran sesat Arianism. Dalam konsili tersebut, yang meluruskan doktrin Gereja dan mengecam ajaran sesat adalah para uskup (yang adalah para pemimpin Gereja) dan bukan Kaisar Konstantin. Dengan demikian, walaupun kemudian Kaisar Konstantin memindahkan ibukota ke Konstantinopel, hal ini tidak mengubah kepemimpinan Gereja, ataupun keutamaan Gereja Roma yang menjadi keuskupan “yang utama dari keuskupan lainnnya”, karena Kaisar Konstantin bukan pemimpin Gereja. Silakan membaca dalam point berikut ini, untuk memahami bahwa keutamaan Gereja Roma tidak ada kaitannya dengan Kaisar Konstantin ataupun pada fakta semata bahwa Roma adalah pusat pemerintahan dunia di masa lampau.

2. Apostolic Constitutions dan St. Irenaeus mengatakan bahwa Linus adalah Paus yang pertama?

a. Apostolic Constitutions

Tulisan yang dikutip Jerry di atas mengutip Apostolic Constitutions yang menyatakan bahwa seolah Rasul Petrus sendiri menuliskan bahwa Linus adalah Paus yang pertama, yang ditahbiskan oleh Rasul Paulus. Namun hal ini tidak benar, karena Apostolic Constitutions tersebut baru dikenal pada abad ke-4, dengan sebutan koleksi Pseudo- Apostle, artinya tulisan yang diatributkan kepada para rasul, padahal bukan tulisan asli mereka (oleh karena itu disebut ‘pseudo‘). Konsili di Trullo tahun 692 menolak karya Apostolic Constitutions ini, dan menyebutnya sebagai karya interpolasi dari para pengajar sesat. Silakan membaca selengkapnya tentang hal ini, di link ini, silakan klik.

Jadi karena tulisan Apostolic Constitutions itu tidak asli dari para rasul, maka klaim di atas tentang Linus sebagai Paus pertama, tidak mempunyai dasar yang kuat. Sedangkan, klaim Gereja Katolik tentang keutamaan Rasul Petrus dan Gereja Roma mengambil dasar dari tulisan- tulisan yang lebih awal, seperti dari St. Irenaeus, dan beberapa tulisan otentik dan bersejarah lainnya di abad 2- 4:

b. St. Irenaeus (180):

Tulisan St. Irenaeus yang dikutip oleh Jerry, juga menjadi salah satu referensi bagi klaim Gereja Katolik. Adalah lebih baik jika tulisan St. Irenaeus tersebut dikutip dengan lebih lengkap, yaitu dengan melihat beberapa kalimat sebelumnya, yang mengatakan demikian:

“Tradisi diperoleh dari para rasul, dari Gereja yang sangat besar, sangat kuno/ ancient, sangat luas dikenal, yang didirikan dan diatur di Roma oleh kedua rasul yang sangat mulia, Petrus dan Paulus …. Lalu, setelah para rasul yang terberkati [Petrus dan Paulus] mendirikan dan membangun Gereja [di Roma], mereka menyerahkan jabatan episkopal/ keuskupan kepada Linus. ((Adversus Haereses 3:3:2-3, dalam ANF 1:415-16))

Maka dari tulisan ini diketahui bahwa Linus menerima jabatan keuskupan dari kedua rasul yang mendirikan Gereja di Roma, yaitu Petrus dan Paulus. Maka jabatan Linus tidak dapat dikatakan sebagai yang pertama, terlepas dari kedua Rasul [Petrus dan Paulus] yang mendirikan Gereja di Roma. Kita mengetahui bahwa jabatan yang diturunkan artinya adalah jabatan yang tadinya dipegang oleh pendahulunya.

c. Tertullian (160-225)

“Bergabunglah dengan Gereja- gereja para rasul, di mana kursi (cathedrae) Rasul masih ada; di mana tulisan-tulisan mereka yang otentik dibacakan…. Jika kamu ada di dekat Italia, kamu mempunyai Roma, yang dari mana otoritas kami berasal. Betapa bahagianya Gereja itu, yang kepadanya para Rasul menumpahkan darah mereka, Petrus menjalani kisah sengsara seperti Tuhan kita [disalibkan] dan Paulus dimahkotai dengan mati dipenggal seperti Yohanes Pembaptis.” ((The Demurrer against the Heretics 32, 1, in Jurgens, Faith of the Early Fathers 1: 122))

d. Cyprian dari Carthage (225)

“Dan meskipun kepada semua rasul, setelah kebangkitan-Nya, Ia memberikan kuasa yang sama, dan mengatakan, “Seperti Bapa telah mengutus Aku, demikian Aku mengutus kamu…. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada,”(Yoh 20:21-23) namun Ia telah mendirikan satu kursi kepemimpinan. Bahwa Ia mendirikan kesatuan, Ia mendirikan dengan kuasa-Nya asal dari kesatuan itu…. Tanpa ragu para rasul yang lain adalah seperti Petrus, tetapi keutamaan telah diberikan kepada Petrus, dan telah dibuat menjadi jelas bahwa hanya ada satu Gereja, dan satu kursi kepemimpinan. Demikian bahkan jika mereka adalah para gembala, kami menunjukkan bahwa [hanya ada] satu kawanan yang harus diberi makan oleh semua rasul dalam kebersamaan. Jika seseorang tidak memegang kesatuan dengan Petrus, apakah ia membayangkan bahwa ia masih memegang iman? Jika ia menolak kepemimpinan Petrus, yang atasnya Gereja didirikan, dapatkah ia yakin bahwa ia ada di dalam Gereja?” ((St. Cyprian, The Unity of the Catholic Church, 4))

e. Eusebius (260-340)

“Tahun kedua dari duaratus lima olympiad: Rasul Petrus, setelah mendirikan Gereja di Antiokhia, dikirim ke Roma, di mana ia tinggal sebagai uskup di kota tersebut, berkhotbah selama dua puluh lima tahun… Tahun ketiga dari dua ratus lima olympiad: Markus Penginjil, interpreter Rasul Petrus mengabarkan Kristus ke Mesir dan Alexandria…. Tahun keempat dari duaratus sebelas olympiad: Nero adalah yang pertama… mengadakan penganiayaan umat Kristen, yang karenanya Petrus dan Paulus wafat dengan mulia di Roma.” ((Eusebius, The Chronicle 42, 43, 68, Jurgens, Faith of the Early Fathers, 1: 291))

“Paulus memberi kesaksian bahwa… Linus, yang disebutnya dalam Surat kedua dari Timotius sebagai rekannya di Roma, adalah penerus Rasul Petrus dalam keuskupan Gereja di sana… Clement juga, yang ditunjuk sebagai uskup ketiga di Roma, adalah seperti kesaksian Paulus, adalah rekan sekerja dan kawan prajurit.” ((Eusebius, Church History 3:4:9-10)).

f. Paus St. Damasus I (304- 384)

Rasul Paulus yang terberkati… dimahkotai dengan kematian yang agung bersama dengan Petrus di kota Roma pada jaman Kaisar Nero… keduanya sama-sama mengkonsekrasikan Gereja Roma kepada Kristus Tuhan; dan dengan kehadiran mereka dan dengan kemenangan yang mereka capai di barisan terdepan mengatasi semua yang lain di semua kota di dunia. Oleh karena itu, keuskupan/ tahta suci yang utama adalah yang dipimpin Rasul Petrus di Gereja Roma, yang tidak mempunyai noda, atau cacat atau apapun yang sejenisnya.” ((St. Damasus I, Decree of Damasus, 3, 382, dalam Jurgens, Faith of the Early Fathers 1:406))

Silakan untuk membaca lebih lanjut tentang hal ini dalam artikel Keutamaan Petrus:

3. Gereja Katolik mengartikan Mat 16:18: sebagai: di atas mayat Petruslah Yesus mendirikan Gereja-Nya?

Ini adalah kesalahpahaman yang sangat besar. Gereja Katolik tidak pernah mengajarkan demikian, tidak ada satupun dokumen Gereja Katolik yang mengartikan Gereja hanya sebagai bangunan saja yang dibangun atas jenazah Petrus. Silakan anda membaca terlebih dahulu artikel seri tentang keutamaan Petrus di situs ini (sementara ini baru bagian 1 sampai ke-5, silakan klik di link yang tertera di atas) dan anda akan mengetahui bahwa Gereja Katolik tidak mengartikan Mat 16:18 secara sempit seperti itu. Tentu saja Gereja (jemaat, ekklesia) sudah lahir secara resmi pada hari Pentakosta, dan setelah itu Gereja berkembang dari Yudea, Galilea, Samaria, akhirnya sampai ke Roma untuk sampai ke ujung bumi (lih. Kis 1:8; 9:31)

4. Gereja Katolik mengganti keutamaan Yesus dengan keutamaan Petrus, dengan mengartikan ‘batu karang’ (dalam Mat 16:18) tersebut sebagai Rasul Petrus?

Ini juga tuduhan yang tidak berdasar. Tentang hal ini sudah dibahas panjang lebar di sini, silakan klik, terutama pada point ke- 4 dan 5.

Maka jika seseorang menolak “batu karang” (Rasul Petrus) dalam Mat 16:18, sesungguhnya ia menolak penetapan yang diberikan oleh Kristus sendiri, sebab Kristus telah mengatakan bahwa Ia mendirikan Gereja-Nya atas Petrus yang artinya “batu karang”. Adapun sebutan Petrus sebagai batu karang ini tidak terpisah dari Kristus sebagai Sang Batu Karang, seperti halnya kita para murid-Nya disebut sebagai terang dunia (Mat 5:14), tidak terlepas dari Kristus yang adalah Sang Terang Dunia (Yoh 9:5). Demikian hendaknya kita mengartikan ayat yang menyebutkan bahwa Yesus adalah dasar Gereja (1 Kor 3:11) tidak bertentangan dengan ayat Why 21:14 dan Ef 2:20, yang mengatakan bahwa dasar Gereja adalah para rasul, karena para rasulpun mendasari ajaran mereka pada ajaran Kristus. Demikian pula, keutamaan Kristus tidak untuk dipertentangkan dengan keutamaan Petrus, karena Petrus menerima kepemimpinan atas Gereja-Nya dari Kristus sendiri; sebab adalah fakta bahwa hanya kepada Petrus-lah (tidak kepada rasul lainnnya) Kristus mengatakan akan mendirikan Gereja-Nya (Mat 16:18).

5. Gereja Antiokhia lebih utama dari Gereja Roma menurut Kis 11:26?

Walaupun di Kis 11:26 dikatakan bahwa di Antiokhialah murid- murid Kristus tersebut pertama kalinya disebut Kristen, namun hal itu tidak berarti bahwa Gereja Antiokhia menjadi Gereja yang utama. Keutamaan Roma berkaitan dengan keutamaan Rasul Petrus sebagai pemimpin para rasul, yang bersama- sama dengan Rasul Paulus mendirikan Gereja di Roma yang menjadi pusat dunia pada saat itu, untuk memenuhi kehendak Yesus untuk menyebarluaskan pesan Injil ke seluruh ujung bumi (lih. Kis 1:8).

6. Rasul Paulus menentang Rasul Petrus?

Contoh yang sering diajukan untuk menyanggah infalibilitas Petrus adalah kisah Paulus yang pernah menentang Rasul Petrus karena kesalahannya (Gal 2: 11-14). Namun yang salah di sini bukanlah ajaran Petrus, tetapi sikapnya yang tidak konsisten dalam menerapkan keputusan Konsili Yerusalem perihal menyikapi kesamaan kedudukan umat yang bersunat dan tidak bersunat. Maka hal ini bukan bukti yang menentang infalibilitas Paus. Sebab sebagai manusia, Petrus dan para penerusnya (Paus) bisa salah, namun yang tidak bisa salah di sini hanya ketika ia sedang menjalankan perannya sebagai Petrus, pemimpin Gereja, pada saat ia mengumumkan ajaran iman dan moral secara definitif yang berlaku untuk seluruh Gereja.

Maka, karisma infalibilitas ini tidak berlaku dalam segala hal, namun hanya dalam hal iman dan moral, yaitu pada saat mereka mengajarkan dengan tindakan definitif, seperti yang tercantum dalam Dogma dan doktrin resmi Gereja Katolik. Maksud infalibilitas di sini adalah Yesus memberikan kuasa kepada Petrus dan para penerusnya untuk memberikan pengajaran yang tidak mungkin salah dalam hal iman dan moral, yang merupakan ketentuan yang ‘mengikat’ manusia di dunia dan kelak diperhitungkan di sorga (lih. Mat 16:19).

7. Gereja Katolik bidaah, karena mengajarkan “filioque”?

Tuduhan yang semacam ini adalah tuduhan yang patut disayangkan karena kemungkinan besar, orang yang mengatakannya tidak sepenuhnya memahami ajaran Gereja Katolik. Tentang ‘filioque’ sudah pernah dibahas di sini, silakan klik.

8. Pernyataan St. Markus dari Efesus yang menentang Paus

Tulisan di atas mengutip pernyataan St. Markus dari Efesus, “Tidak mungkin ada perdamaian tanpa menghentikan penyebab perpecahan yaitu keutamaan Paus yang meninggikan dirinya setara dengan Allah.

Pertama- tama, harus dipahami terlebih dahulu, bahwa “St. Markus dari Efesus” ini tidak sama dengan St. Markus pengarang Injil. Markus dari Efesus dianggap sebagai santo oleh gereja Orthodox (namun ia tidak diakui sebagai santo oleh Gereja Katolik). Markus dari Efesus menolak dengan keras istilah ‘filioque’, dan menolak keutamaan Paus. Markus dari Efesus adalah satu- satunya uskup gereja Timur yang menolak untuk menandatangani hasil konsili Florence (1439) yang mengusahakan kesatuan kembali antara gereja Orthodox dengan Gereja Katolik.

Tulisan Markus dari Efesus ini tidak dapat dikatagorikan sebagai tulisan Bapa Gereja yang tergabung dalam Tradisi Suci, pertama- tama karena isinya yang tidak sesuai dengan keseluruhan Tradisi Suci yang diajarkan oleh para rasul dan Magisterium Gereja Katolik. Maka walaupun tulisan tersebut otentik, namun ini tidak dijadikan pegangan oleh Gereja Katolik, karena tidak sesuai dengan apa yang telah berabad- abad diajarkan oleh para rasul dan para Bapa Gereja yang lainnya. Jika Magisterium mempunyai wewenang untuk meluruskan ajaran Bapa Gereja yang dalam kesatuan penuh dengan Gereja Katolik, apalagi tulisan Markus dari Efesus ini, yang jelas tidak dalam kesatuan penuh dengan ajaran Gereja Katolik. Sebab tidak benarlah pernyataannya yang mengatakan bahwa Paus meninggikan dirinya setara dengan Allah. Tidak ada satupun dokumen pengajaran Gereja Katolik yang menyatakan demikian, sehingga pernyataan Markus ini hanya merupakan pandangan/ pendapat pribadinya dan tidak didukung oleh fakta tentang ajaran Gereja Katolik yang sesungguhnya. Salah satu title Paus yang resmi digunakan oleh Gereja Katolik adalah “Pelayan dari semua pelayan Tuhan” (Servant of the Servants of God- Servus servorum Dei), dan sungguh, ini bertentangan dengan anggapan Markus dari Efesus.

Demikianlah Jerry, yang dapat saya tuliskan menanggapi pertanyaan anda. Mari kita sadari bahwa Gereja Katolik mempunyai dasar yang kuat dalam menentukan ajaran- ajarannya, sehingga kita tidak perlu menjadi ragu atau terpengaruh oleh tulisan- tulisan yang memojokkan Gereja Katolik.

Tentang Luk 19:26

4

Pertanyaan:

Ytk, Bpk Stefanus Tays

Saya mau tanya apa makna dari ayat firman dibawah ini :
Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi
siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.- Luk 19:26

Mohon penjelasannya.
Boleh ga dijawab dalam waktu seminggu ini sebab saya sangat membutuhkan penjelasan ini.
Terima Kasih.

Salam Sejahtera Selalu,
Surya Darma

Jawaban:

Shalom Surya Darma,

Ayat yang anda tanyakan berbunyi:

Jawabnya [Jawab Yesus]: “Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.” (Luk 19:26, Mat 25:29)

Ayat ini selayaknya dibaca dalam kaitannya dengan ayat- ayat sebelumnya yang mengisahkan perumpamaan seorang majikan/ bangsawan yang mempercayakan sejumlah uangnya kepada para hambanya, ada yang sepuluh mina, ada yang lima dan ada yang satu. Sebelum ia pergi, ia memberi pesan kepada para hambanya itu agar uang itu dipakai untuk berdagang (Luk 19:13). Artinya, sang majikan ini mengharapkan keuntungan/ buah dari hasil usaha para hambanya. Namun seperti kita ketahui, hanya yang memperoleh sepuluh dan lima mina saja yang memberikan laba/ keuntungan dari hasil usaha mereka, sedang yang menerima satu mina, hanya menyimpannya saja di dalam saputangan dan kemudian mengembalikannya kepada sang majikan, sambil menuduhnya sebagai manusia yang keras hati, yang ‘tidak menuai apa yang tidak ia tabur’. Oleh karena itu majikannya marah dan menyuruh agar uang yang satu mina itu diberikan kepada hamba yang menerima sepuluh mina, dan selanjutnya mengatakan, agar setiap orang yang mempunyai akan diberi, sedang yang tidak mempunyai maka apa yang ada padanya akan diambil daripadanya (lih. Luk 19:26).

Perumpamaan ini yang juga disebutkan dalah Mat 25: 14-30 adalah untuk menggambarkan bagaimana Tuhan Allah akan memperlakukan kita. Ia adalah Sang Tuan, dan kitalah sebagai para hamba-Nya. Para hamba yang setia melakukan tugasnya layak diberikan penghargaan, sedangkan hamba yang malas tidak demikian. Sebab hamba- hamba yang melaksanakan perintah tuannya adalah mereka yang menghargai pemberian dan perintah tuannya, sedangkan hamba yang malas tidak menghargai pemberian maupun perintah tuannya. Kita masing- masing telah diberi talenta oleh Allah, dengan takaran yang berbeda, sesuai dengan kemampuan kita (lih. Mat 25:15). Talenta ini adalah rahmat Allah yang diberikan kepada kita agar kita dapat turut membangun Gereja-Nya dan mewartakan Injil/ kabar keselamatan dari Tuhan kepada sesama kita. Ada sekelompok orang yang dapat bekerjasama dengan rahmat Tuhan ini sehingga menghasilkan buah- buahnya, namun ada juga yang tidak peduli ataupun yang tidak mau bekerjasama dengan rahmat Allah itu. Maka adalah sesuatu yang adil, jika Tuhan memberikan kesempatan lebih kepada mereka yang setia melakukan tugasnya, agar mereka dapat lebih lagi mengembangkan talenta itu. Sedangkan mereka yang malas akan semakin kehilangan kemampuan untuk mengembangkan talentanya, dan lama- kelamaan kemampuannya itu akan berkurang/ hilang, karena ia sendiri tidak menggunakannya. Maka jika Tuhan mengizinkan ini terjadi, bukan berarti Allah tidak adil. Sebab dalam melaksanakan rencana keselamatan-Nya Allah selalu melibatkan kehendak bebas manusia. Maka keputusan yang kita ambil selalu mempunyai akibat di kemudian hari, termasuk dalam kehidupan kekal nantinya.

Semoga kita semua dapat menjadi para hamba yang setia melakukan tugasnya untuk menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Tentang Illuminati dan Templars

7

Pertanyaan:

Mohon maaf kalo saya bertanya melalui buku tamu.. di kolom tanya jawab saya tidak menemukan kolom untuk bertanya..

Saya punya dua(2) pertanyaan..

1. Saya ingin medapatkan penjelasan tentang illuminati (saya sudah coba cari info dari wikimedia dan beberapa situs2 lain) yang semakin bikin saya bingung .. (maaf) kebetulan saya pernah baca website (yang dibuat orang Islam) yang memuat illuminati dan dari bahasa website tsb, Vatican/Gereja Katolik termasuk salah satu antek illuminati.

[Dari Katolisitas: link kami hapus]

2. Apakah benar Ordo Templar secara resmi dikutuk Gereja? Bagaimana dengan ordo-ordo crusaders lain spt Ordo Hospitaller, Ordo Teutonic serta lainnya??

Sungguh saya bingung dan menantikan jawaban ini.
Terima kasih

Wisnu

Jawaban:

Shalom Wisnu,

1. Tentang Illuminati

Jika kita melihat apa yang dicatat oleh sejarah dan keadaan sekarang, maka saya setuju bahwa nama Illuminati ini memang mengacu kepada lebih dari satu kelompok, baik kelompok yang benar- benar ada dalam sejarah maupun yang konon ada (fiktif), yang memang harus dibuktikan lebih lanjut:

1. Kelompok Illuminati, dikenal dengan nama Bavarian Illuminati, didirikan pada abad ke- 18 (1 May 1776) dan kelompok ini sudah tidak eksis lagi.

2. Kelompok Illuminati di jaman modern yang sering dihubungkan dengan gerakan New World Order, yang mengambil banyak paham dari New Age Movement.

1. Bavarian Illuminati.
Kelompok ini didirikan oleh Adam Weishaupt (1748- 1830) yang adalah orang awam pertama yang mengajar Kitab Hukum Kanonik di Universitas Ingolstadt. Walaupun ia mengecap pendidikan di sekolah Jesuit, namun ia banyak terpengaruh oleh ayah angkatnya yang adalah seorang freethinker. Pemikirannya yang mengangungkan rasio mempengaruhi murid- muridnya, dan bahkan membawanya kepada pertentangan dengan jemaat yang setia kepada pengajaran Gereja, dan kepada pejabat pemerintahan.

Pertentangan yang dihadapinya demi mempertahankan ideologi rasio ini kemudian menghantar Weishaupt untuk bergabung dengan Freemasons (1774). Namun beberapa tahun kemudian, ia memisahkan diri dari Freemasonry, dan mendirikan “Illuminates Freemasons” bersama seorang Freemason yang lain yang bernama Frieherr von Knigge. Prinsip yang dianutnya adalah menomorsatukan science, sehingga melihat keselamatan manusia dicapai melalui “kebebasan dan persamaan”, melalui “illumination”/ penerangan, kasih, persaudaraan dan toleransi, yang bertujuan menghapuskan perbedaan bangsa dan agama.

Illuminati mengambil banyak anggotanya dari Freemasonary. Keanggotaan Illuminati meluas di tahun 1783, namun tahun 1784, Knigge meninggalkan Weishaupt karena tidak dapat menerima gaya Weishaupt yang dominan. Perlu diketahui bahwa karena adanya kecenderungan anarkis dari kelompok ini maka pemerintah Bavaria turun tangan, sampai ke tahap pelarangan untuk menjadi anggotanya dengan hukuman mati. Ajaran kelompok ini, yang menekankan kepada “enlightenment” dikecam oleh Paus Pius VI, dalam suratnya kepada Uskup Freising (1785). Setelah tahun 1787, Weishaupt tidak lagi aktif dalam kegiatannya rahasianya di Illuminati, dan kembali mendekatkan diri pada Gereja. Ia wafat tgl 18 November 1830, setelah kembali ke Gereja Katolik.

Selengkapnya, silakan membaca tentang organisasi Illuminati ini di link ini, silakan klik. Jika anda ingin membaca mengenai sekilas tentang Freemason, silakan klik di jawaban ini.

2. Kelompok Illuminati di jaman modern.

Keberadaan kelompok ini sepertinya masih menjadi perdebatan, demikian juga dengan anggapan bahwa kelompok ini berkaitan dengan New World Order. Namun jika kita membaca ringkasan informasi tentang banyak teori mengenai hal ini, maka terlihat bahwa kelompok yang memakai nama Illuminati ini, memegang prinsip- prinsip ajaran New Age Movement, sehingga dapat dikatakan bahwa kelompok ini tidak ada kaitannya dengan Gereja Katolik, sebab Gereja Katolik menentang ajaran New Age Movement, seperti yang pernah kami tuliskan di sini, silakan klik.

2. Tentang Ordo Templars

Tentang ordo Templars ini, silakan klik di link ini. Demikian ringkasannya: Awalnya Knights Templars ini didirikan oleh delapan serdadu yang pimpinan Hugues de Payens dari Champagne dalam pemerintahan Baldwin II yang membentuk kelompok dengan misi mempertahankan Kristianitas di Yerusalem. Kaul mereka ini disaksikan oleh para penatua jemaat Yerusalem. Pada Konsili Troyes (1128), the Templars ini mengambil ketentuan St. Benediktus (rule of St. Benedict), dan habit dari Cisterians dengan ditambah salib warna merah. Ordo ini kemudian terbagi menjadi empat kelompok, yaitu anggota yang bertarung yaitu para serdadu dan sersan, dan anggota yang tidak bertarung, yaitu para petani dan pembimbing rohani.

Kemudian order ini berkembang di abad Pertengahan, karena menggabungkan semangat rohani dengan kegiatan ‘bela diri’. Ordo ini kemudian menerima persetujuan dari Paus. Properti mereka kemudian diasimilasikan dengan milik gereja, dan dibebaskan dari pajak dan dari kewajiban menyumbang Gereja. Lama kelamaan hal ini membawa konflik dengan para klerus di Tanah Suci ( Holy Land), sebab semakin meningkatnya jumlah properti yang dimiliki, sedangkan mereka tidak mendukung kehidupan para klerus di sana. Walaupun tidak mendapat dukungan dari para klerus di Tanah Suci, ordo ini terus berkembang di seluruh Eropa. Mereka membangun kastil- kastil yang merupakan gabungan antara monastery dan barak, dan di sini terlihat kehidupan kontras para Templars: seperti singa pada saat perang, selembut domba pada waktu kembali menjadi rahib. Mereka menggabungkan disiplin biara dengan disiplin prajurit. Sebagai kesatuan prajurit, kelompok ini bukan kelompok yang besar, kira- kira hanya 400 orang serdadu yang berperang di Yerusalem pada jaman kejayaan mereka (tidak termasuk jumlah sersan).

Pada saat pengepungan di Safed (1264) oleh kaum muslim, 90 orang Templars meninggal dunia, 80 orang lainnya dipenjara, karena mereka menolak untuk menyangkal Kristus, dan lalu mereka wafat sebagai martir. Dalam 200 tahun, sekitar 20.000 serdadu dan sersan Templars wafat dalam medan pertempuran. Karena banyaknya anggota yang wafat ini maka Templars terpaksa mengadakan rekruit walaupun tanpa diimbangi dengan adanya semangat prajurit yang sejati. Ordo ini bahkan menerima mereka yang diekskomunikasi oleh Gereja yang ingin mengadakan silih atas dosa mereka. Ditambah lagi dengan banyaknya kekayaan yang dimiliki oleh ordo ini, maka lama kelamaan standar moral dari para Templars ini makin berkurang. Dengan kekuasaan yang mereka peroleh kemudian mereka menyetir pemerintahan di Yerusalem yang saat itu memang lemah. Adanya pertentangan antara pemerintahan Yerusalem dengan the Templars menjadikan kondisi pertahanan yang rapuh di Yerusalem; dan pada saat ini kekuasaan Saladin menyerang Yerusalem. Maka walaupun banyak pengorbanan Templars di Yerusalem, namun merekapun turut andil dalam kejatuhan Yerusalem.

Templars ini kemudian disaingi oleh order Hospitallers yang kemudian berkembang seperti Templars. Maka, untuk mencegah persaingan ini, di Konsili Lyons (1274), St. Louis, dan Paus Nicholas IV mengusulkan peleburan ordo- ordo ini. Namun Raja Perancis Philip the Fair bermaksud mengambil kesempatan dari keadaan ini. Saat itu, ia ingin mengambil alih kepemilikan Templars, sehingga mempengaruhi pihak kepausan untuk maksudnya itu. Dengan bantuan para konselornya yang licik, ia mempengaruhi Paus Clement V, dan sayangnya Paus mempercayai masukan dari Raja Philip ini, sehingga akhirnya, Raja Philip berhasil mencapai maksudnya.

Maka akhir dari ordo Templars dibagi menjadi 2 bagian:

1. Raja Perancis Philip the Fair mengutus ordo rahasia untuk menangkap semua anggota Templars (1307). Penangkapan ini adalah inisiatif Raja sendiri, tanpa kerjasama dengan pihak Gereja, namun Raja membuatnya seolah- olah seperti atas suruhan Gereja. Penyelidikan dengan siksaan diterapkan, tanpa menyediakan saksi, dan para Templars disuruh membuat pengakuan atas tekanan paksaan. Mereka dipaksa untuk mengaku melakukan penghinaan terhadap Kristus, meludahi salib, sodomi, menyembah berhala, dan perbuatan melanggar iman dan moral lainnya. Raja Philip kemudian mendapat gelar dari universitas Paris, sebagai pahlawan pembela iman. Ia kemudian mengatur tujuhpuluh dua anggota Templars untuk membuat kesaksian di depan Paus yang membuat Paus prihatin dan membentuk sendiri komisi untuk menyelidiki hal itu.

2. Tahap kedua adalah penyelidikan dari pihak kepausan, yang tak terbatas di Perancis tetapi juga di seluruh Eropa. Di banyak negara lainnya (Portugis, Spanyol, Jerman dan Cyprus) para Templars ini ditemukan tidak bersalah, demikian pula di Italia, kecuali di beberapa daerah. Di Perancis, para penyidik ini menawarkan rekonsiliasi dengan para Templars yang bertobat, dengan memberikan penitensi. Hanya mereka yang tidak bertobat dan berkeras dengan paham sesatnya, dialihkan kepada tentara sekular untuk dihukum.

Akhirnya, Paus mengeluarkan perintah untuk membubarkan ordo ini (1312) dan mengalihkan kepemilikan propertinya kepada Ordo Hospitallers, untuk mempertahankan Tanah Suci. Di Portugal, properti ini dialihkan kepada Ordo Kristus dan Ordo Montesa. Para Templars yang dinyatakan tidak bersalah diperbolehkan untuk bergabung dengan ordo- ordo ini atau kembali ke status sekular.

Pembubaran Templar oleh Paus ini kemudian diikuti oleh pengakuan dari ketua Templars saat itu, Jacques de Molai [yang diikuti oleh ketiga petinggi dari ordo ini], bahwa sebenarnya Templars ini tidak bersalah, dan bahwa pengakuan yang dahulu pernah dibuatnya sebenarnya tidak benar. Untuk menjamin pengakuan terbarunya ini, Molai rela mempertaruhkan nyawanya. Mendengar ini Raja Philip menangkapnya, dan menuduhnya sebagai bidat yang kembali (relapsed heretic), dan akhirnya Molai dihukum mati. Tak lama kemudian dalam tahun itu, baik Paus maupun Raja Philip juga wafat.

Demikianlah akhir yang tragis bagi Templars, dan kemudian banyak property Templars dialihkan kepada Ordo Hospitallers. Memang ordo Templars ini pada awalnya terbentuk dengan maksud baik (untuk mempertahankan Tanah Suci), sehingga memperoleh dukungan penuh dari Paus. Namun, sejalan dengan waktu memang terdapat faktor penyimpangan yang dipacu oleh berkembangnya jumlah aset ordo ini yang menyebabkan terjadinya penurunan tingkat iman dan moral para anggotanya, dan keinginan pihak pemerintah untuk mengambil alih aset ordo ini. Sayangnya adanya intrik- intrik yang terlibat di dalamnya sehingga mengakibatkan akhir yang tragis dari ordo Templar ini. Namun demikian, kita percaya bahwa Tuhan Allah yang Maha Adil yang mengetahui segala sesuatunya, akan mengadili semua pihak yang terlibat dalam kejadian ini.

3. Ordo Hospitallers dan Teutonic.

Untuk informasi tentang Ordo Hospitallers, silakan klik di sini, dan Teutonic, klik di sini.

Mohon maaf, karena keterbatasan waktu dan banyaknya pertanyaan lain yang masuk, saya tidak dapat menerjemahkan semuanya. Namun pada dasarnya, ordo hospitallers ini dibentuk awalnya untuk mendukung pelayanan rumah- rumah sakit. Ordo hospitallers yang ada di Yerusalem awalnya dibentuk untuk melayani para peziarah yang sakit di rumah sakit. Pada masa akhir ordo Templars, sebagian dari ordo ini (para biarawati) bergabung dengan ordo Hospitallers di Yerusalem.

Ordo Hospitallers yang pertama adalah Teutonik yang dibentuk di Jerman (1299), lalu muncullah ordo- ordo hospitallers lainnya, seperti the Hospitallers of the Holy Ghost, the Hospitallers of Loches, the hospitallers of Thomas Villanova, of Ste. Marthe, of Ernemont dan salah satunya yang cukup dikenal adalah the Hospitallers of St. Joseph yang dibentuk di Perancis (1636).

Adanya konflik di Yerusalem dengan adanya pihak yang ingin menyerang Tanah Suci itu, mendorong terbentuknya ordo- ordo untuk mempertahankannya, seperti Ordo Templars, Hospitallers dan bermacam ordo lainnya. Walau kondisi konflik ini sungguh memprihatinkan, namun itu adalah fakta sejarah yang memang telah terjadi. Kita tidak dapat melihat kejadian ini dengan berat sebelah, sebab segala jenis konflik pastilah melibatkan adanya kesalahan di kedua belah pihak. Antara lain untuk hal inilah, Bapa Paus Yohanes Paulus II memohon maaf, dan ini adalah langkah yang menurut saya sangat bijaksana dan menunjukkan sikap kerendahan hati dari pihak Gereja Katolik dalam menyikapi fakta sejarah, dan sikap ini mendasari komitmen Gereja Katolik untuk mendukung upaya perdamaian dunia di saat ini dan di masa mendatang.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Perbedaan utama gereja Orthodox dengan Gereja Katolik

28

Pertanyaan:

Salam bu Ingrid dan Pak Stef

Dalam forum tanya jawab ini, saya hanya ingin mengemukakan perbedaan pandangan antara Gereja Katolik Orthodox dan Gereja Katolik Roma.

Katak Ortho= Lurus, benar
Doxa= Aliran, doktrin, Jadi Orthodoxa = Aliran yang lurus, ini tentu untuk menjawab aliran-aliran sesat yang muncul pada waktu itu. dan nama “Katolik Roma” muncul pada akhir abad X/XI kalau tidak salah. gereja Katolik Orthodoxa mempertanhankan nilai-nilai kebenaran rasulia, dan doktrin-doktrin gereja purba. Gereja Katolik Orthodoxa ini juga disebut sebagai Gereja Katolik alur utama atau Gereja Orthodoxa Kalsedion.
dan Gereja itu sekarang ada di Indonesia, dan mereka mengakui konisili dari I- VII dan mengakui sakramen-sakramen.

Lalu pertanyaan saya, apa yang membedakan antara Gereja Katolik Orthodoxa dan Gereja Katolik Roma? apa alasan mereka.
Di Indonesia gereja Katolik Orthodoxa alur utama atau Kalsedion beredar di Indonesia.
Aquilino Amaral

Jawaban:

Shalom Aquilino Amaral,

Pertama- tama harus dipahami terlebih dahulu hal apa yang memisahkan antara gereja yang menamakan diri sebagai gereja Katolik Orthodox Chalcedon (Kalsedon), dengan Gereja Katolik. Namun sebelumnya mari kita lihat dahulu apa sebenarnya yang disebut Gereja- gereja yang mengikuti ajaran Kalsedon dan mana yang tidak. Untuk itu mari melihat pada sejarah Gereja:

1. Konsili Kalsedon pada tahun 451

Kita ketahui dari sejarah bahwa di abad- abad awal telah terdapat ajaran- ajaran yang berusaha untuk menyederhanakan misteri ke-Tuhanan dan kemanusiaan Yesus, pada saat Ia menjelma menjadi manusia. Ajaran- ajaran sesat tersebut, memberikan pengajaran yang terlalu menekankan sisi ke-manusiaan Yesus, sehingga mengatakan Yesus bukan Tuhan; atau sebaliknya menekankan sisi ke-Tuhanan Yesus sampai ‘menelan’ sisi kemanusiaan-Nya, sehingga Yesus dianggap bukan sungguh manusia. Atau, ada pula ajaran yang mencampur adukkan kedua kodrat ini.

Nah untuk meluruskan hal ini, para uskup berkumpul pada konsili Kalsedon (451), yang menetapkan bahwa pada saat penjelmaan-Nya, Yesus mempunyai dua kodrat, yaitu kodrat Allah dan kodrat manusia, yang keduanya bersatu secara hypostatik: artinya masing- masing dapat mempunyai ciri- cirinya sendiri, tidak dapat dicampuradukkan, tidak terpisahkan, dan tidak terbagi- bagi. Konsili Kalsedon sekaligus mengecam ajaran- ajaran sesat Nestorius (yang memisahkan kedua kodrat dalam diri Yesus), Arians (yang menolak ke-Tuhanan Yesus), Monophysites (yang mengatakan bahwa keilahian dan kemanusiaan Yesus tergabung dalam satu kodrat), dst. Silakan klik di sini untuk membaca lebih lanjut tentang topik ini.

Setelah Konsili Kalsedon, terdapatlah dua kelompok besar dalam Kristianitas, yaitu mereka yang menerima pengajaran Konsili Kalsedon; yang disebut Chalcedonian Christianity, yaitu gereja- gereja dalam persekutuan dengan Gereja Katolik Roma, Gereja Konstantinopel dan Gereja Orthodox Yunani (Alexandria, Antiokhia dan Yerusalem). Sedangkan gereja- gereja yang menolak Konsili Kalsedon bergabung dalam gereja- yang menyebut diri sebagai gereja Orthodox Oriental, termasuk di sini gereja- gereja Armenia, Syria, Koptik dan Ethiophia. Menarik untuk dilihat bahwa kata ‘Orthodox’ itu sama- sama diklaim oleh gereja- gereja Timur yang menerima pengajaran Konsili Kalsedon dan juga oleh gereja- gereja yang menolak ajaran Kalsedon. Maka, sesungguhnya kita dapat bertanya, manakah yang benar- benar ‘orthodox’/ ‘lurus’ di sini.

2. Gereja- gereja Orthodox Yunani = gereja- gereja Timur Orthodox.

Gereja- gereja Timur Orthodox ini menerima hasil Konsili Kalsedon (451) namun mereka tidak menerima otoritas Bapa Paus. Oleh karena itu, walaupun gereja -gereja Timur Orthodox menyebut diri mereka sendiri sebagai Gereja Katolik Orthodox, namun mereka sesungguhnya tidak tergabung secara penuh dengan Gereja Katolik (meskipun mereka menerima ketujuh Konsili yang dilakukan dari abad ke-4 sampai ke-8). Menarik untuk diketahui bahwa penolakan akan otoritas Paus ini baru efektif berlangsung setelah skisma di tahun 1054, sebab sebelumnya Bapa Paus di Roma tetap diakui sebagai uskup/ penatua jemaat yang pertama di antara para uskup lainnya/ “first among equals“.

3. Pemisahan antara Gereja Orthodox dan Gereja Katolik di tahun 1054.

Sebenarnya pemisahan ini bukan disebabkan oleh suatu kejadian sesaat, tetapi karena akumulasi dari banyak kejadian, yang memang telah bertubi- tubi terjadi melanda Gereja Timur (dengan pusatnya Konstantinopel) dan Barat (Roma).  Kita ketahui bahwa di abad- abad awal, banyak ajaran sesat yang terjadi di Gereja- gereja Timur (Arianisme, Nestorian, Apolloniarism, Monophysites, Ebionite, Monothelistism, dst), meskipun daerah tersebut lebih ‘dekat’ dengan tempat asal Kristus dan para rasul. Gereja Roma, yang dipimpin oleh penerus rasul Petrus selalu tampil sebagai penegak doktrin, jika terjadi semacam kesimpangsiuran pengajaran. (Ini sesungguhnya merupakan penggenapan dari Sabda Allah, bahwa Paus yang berbicara atas nama Rasul Petrus, melakukan kuasa “mengikat dan melepaskan”, dan Tuhan menjanjikan bahwa apa yang ditetapkannya tidak mungkin salah/ tidak mungkin dikuasai oleh maut Mat 16:18-19). Namun, kenyataannya, hal ini sedikit banyak memicu adanya semacam ‘persaingan’ politis antara Gereja Timur dan Barat. Selanjutnya, Gereja Timur ingin memasukkan pengaruh bahasa/ budaya Yunani, sedangkan Gereja Barat, budaya Latin.

Persaingan ini mencapai puncaknya pada dua hal. Pertama, tentang hal ‘Filioque‘, yang sudah pernah dibahas di sini, silakan klik, lihat point 3.

Kedua, tentang hal “roti tak beragi”. Ketika pasukan perang salib dimulai tahun 1090, para patriarkh Byzantin yang singgah di Konstantinopel menyerang gereja- gereja Latin yang sudah ada di sana sejak jaman kaisar Konstantin. Mereka mengatakan bahwa Ekaristi mereka tidak sah karena menggunakan roti tidak beragi,-sesuatu yang memang telah dilakukan oleh Gereja Barat, dan Gereja Armenia sejak awal, untuk mengikuti teladan Kristus yang menggunakan roti tak beragi pada Perjamuan Terakhir. Namun para patriarkh Byzantin itu (dipimpin Michael Cerularius) ingin memaksakan ritus Byzantin -yang menggunakan roti beragi untuk perjamuan- kepada umat Roma yang tinggal di Konstantinopel tersebut. Cerularius membuka tabernakel dan membuang Hosti yang sudah dikonsekrasikan itu ke jalan. Oleh sebab itu, Gereja Roma kemudian mengecam tindakan patriarkh Cerularius tersebut. Setelah kejadian itu, Gereja Roma mengutus delegasi yang dipimpin oleh Cardinal Humbertus untuk mengusahakan perdamaian. Namun sayangnya, karena faktor kelemahan manusia (dalam hal ini emosi yang meledak- ledak dari kedua belah pihak), perundingan diakhiri dengan ekskomunikasi dari kedua belah pihak kepada kedua belah pihak; sesuatu yang berakibat terlalu jauh dan sebenarnya tidak diinginkan oleh kedua belah pihak. Sebab ekskomunikasi itu sebenarnya hanya berlaku terhadap sang individu, dan bukan terhadap semua orang dalam komunitas. Lebih lanjut tentang apa itu ekskomunikasi, silakan klik di sini.

Berikut ini adalah kutipan deklarasi yang disetujui bersama antara Paus Paulus VI dengan Patriarkh Konstantinopel Athenagoras I (1965):

Among the obstacles along the road of the development of these fraternal relations of confidence and esteem, there is the memory of the decisions, actions and painful incidents which in 1054 resulted in the sentence of excommunication leveled against the Patriarch Michael Cerularius and two other persons by the legate of the Roman See under the leadership of Cardinal Humbertus, legates who then became the object of a similar sentence pronounced by the patriarch and the Synod of Constantinople.

Thus it is important to recognize the excesses which accompanied them and later led to consequences which, insofar as we can judge, went much further than their authors had intended and foreseen. They had directed their censures against the persons concerned and not the Churches. These censures were not intended to break ecclesiastical communion between the Sees of Rome and Constantinople. (terjemahannya: …. ekses- ekses yang mengikutinya dan sesudahnya mengarah kepada akibat- akibat yang, menurut hemat kami, pergi jauh dari apa yang dimaksud dan diduga oleh para pengarangnya [dalam hal ini Cerularius dan Kardinal Humbertus yang diutus oleh Paus]. Mereka mengarahkan sangsi kepada orang- orang yang terlibat dan bukan kepada Gereja- gereja. Sangsi ini tidak dimaksudkan untuk memecahkan persekutuan antara Tahta Suci Roma dan Konstantinopel.”

4. Gereja Katolik Roma baru ada abad ke 7/8?

Tentu jawabannya tidak. Istilah Gereja “Katolik” sudah ada sejak abad awal, walau pertama kali diresmikan pada tahun 107 ketika Santo Ignatius dari Antiokhia menjelaskan dalam suratnya kepada jemaat di Syrma 8, untuk menyatakan Gereja Katolik sebagai Gereja satu-satunya yang didirikan Yesus, untuk membedakan umat Kristen dari para heretik pada saat itu yang menolak bahwa Yesus adalah Allah yang sungguh-sungguh menjelma menjadi manusia, yaitu heresi/ bidaah Docetism dan Gnosticism. Nah Gereja Katolik yang dimaksud di sini adalah Gereja Katolik yang mengakui otoritas uskup Roma, sebagai penerus rasul Petrus. Silakan membaca di sini, silakan klik, untuk mengetahui ke-empat ciri- ciri Gereja yang didirikan Kristus, yang mengajarkan doktrin yang lengkap dan benar/ lurus.

5. Kesimpulan:

Gereja ‘Katolik’ Orthodox Kalsedon tidak berada dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik, dan karena itu keduanya tidak sama. Perbedaannya, gereja Orthodox tidak mengakui otoritas Bapa Paus. Gereja Orthodox ini tidak sama dengan ke-22 Gereja- gereja Timur yang ada dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik, yang namanya dapat anda baca di sini, silakan klik.

Walaupun gereja Orthodox mengajarkan ajaran para rasul, mereka tidak mengajarkan keseluruhan Tradisi para rasul, yang sejak awal mengakui otoritas kepemimpinan uskup Roma (yaitu Paus). Bukti tentang keutamaan Petrus dan para penerusnya (yaitu Paus), sudah pernah ditulis dalam serial artikel Keutamaan Petrus bagian 1 sampai dengan 5, yang sudah ditayangkan di situs ini (bagian 6-nya menyusul).

Namun meskipun Gereja- gereja Orthodox tersebut tidak berada dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik, mereka mempunyai hubungan yang erat dengan Gereja Katolik, sebab mereka juga mengakui ketujuh sakramen, dan mempunyai jalur apostolik. Dalam kondisi darurat (misalnya karena di ambang maut), seseorang dari gereja Orthodox dapat meminta imam dari Gereja Katolik agar memberikan sakramen Minyak suci (Urapan orang sakit), Ekaristi dan Pengakuan dosa.

Demikian yang dapat saya sampaikan untuk pertanyaan anda, semoga bermanfaat.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Yesus mendirikan Gereja, bukan denominasi

14

Pertanyaan:

Ada pernyataan menarik dari seorang pendeta di Radio [dari Katolisitas, kami edit] yang patut direnungkan bersama dalam kaitan dengan pemahaman Tubuh Kristus sesuai dengan Efesus 4.
1.Setiap denominasi tidak boleh mengembangkan denominasi melainkan Tubuh Kristus
2.Adalah aneh jika denominasi yang satu menjelekkan denominasi lain padahal mereka semua adalah bagian dari Tubuh Kristus
3.Kesatuan agama tidak otomatis merupakan kesatuan dalam Tubuh Kristus karena sebenarnya yang penting bukan iman katolik atau iman protestan melainkan iman akan Kristus
4.Perjamuan Tubuh Kristus adalah dalam rangka kesatuan Tubuh Kristus. Tubuh Kristus sebenarnya tidak terpecah-pecah. Tidak ada dalam kitab suci yang menyatakan bahwa Tubuh Kristus terpecah-pecah.
5.Agama kristen baru lahir 300 tahun setelah kematian Yesus. Tidak ada satu pun rasul yang menyiarkan agama kristen
6.Kristus tidak pernah membawa denominasi

Jawaban:

Shalom Herman Jay,

Berikut ini tanggapan saya atas pernyataan anda, yang mengutip dari sumber yang anda dengar:

1. Anda berkata, “Setiap denominasi tidak boleh mengembangkan denominasi melainkan Tubuh Kristus

Komentar saya:

Pernyataan ini benar namun menjadi ambigu, jika dihubungkan dengan Gereja Katolik. Sebab memang benar kita harus mengembangkan Tubuh Kristus, yaitu Gereja-Nya. Namun, Gereja Katolik bukanlah merupakan salah satu denominasi, melainkan adalah Gereja satu- satunya yang didirikan oleh Kristus di atas Rasul Petrus (Mat 16:18). Maka kita tidak dapat mensejajarkan Gereja Katolik dengan berbagai denominasi gereja Kristen lainnya. Gereja yang didirikan oleh Kristus di atas Petrus itu adalah Gereja yang oleh Rasul Paulus disebut sebagai Tubuh Kristus dan mempelai Kristus (lih. Ef 5:22-33). Gereja ini hanya satu – Gereja Katolik- sehingga memang tepatlah jika seseorang ingin tergabung dalam Tubuh Kristus dan mengembangkannya, untuk bergabung dengan Gereja Katolik, yang dipimpin oleh penerus Rasul Petrus.

2. Anda berkata, “Adalah aneh jika denominasi yang satu menjelekkan denominasi lain padahal mereka semua adalah bagian dari Tubuh Kristus

Pernyataan ini benar, sebab sesungguhnya Kristus menghendaki persatuan dari semua pengikut-Nya (Lih Yoh 17:20-21). Gereja Katolik memandang umat Kristen non-Katolik yang telah dibaptis dengan sah- sebagai saudara-saudari dalam Kristus. Hal ini disebabkan karena Gereja Katolik mengakui adanya satu baptisan (Ef 4:5), karena otoritas Kristus yang menginstitusikannya. Unitatis Redintegratio 3 (Dekrit tentang Ekumenisme, Konsili Vatikan II) mengatakan:

“Sebab mereka itu, yang beriman akan Kristus dan dibaptis secara sah, berada dalam suatu persekutuan dengan Gereja Katolik, baik perihal ajaran dan ada kalanya juga dalam tata-tertib, maupun mengenai tata-susunan Gereja, persekutuan gerejawi yang sepenuhnya terhalang oleh cukup banyak hambatan, diantaranya ada yang memang agak berat. Gerakan ekumenis bertujuan mengatasi hambatan-hambatan itu. Sungguhpun begitu, karena mereka dalam Baptis dibenarkan berdasarkan iman, mereka disaturagakan dalam Kristus. Oleh karena itu mereka memang dengan tepat menyandang nama kristen, dan tepat pula oleh putera-puteri Gereja katolik diakui selaku saudara-saudari dalam Tuhan.”

Jadi Gereja Katolik tidak menjelekkan denominasi lain. Kami di situs ini juga tidak menjelekkan denominasi lain, melainkan kami hanya menyampaikan apa yang menjadi ajaran Gereja Katolik, bahwa di dalam Gereja yang didirikan Kristus di atas Rasul Petruslah, yaitu Gereja Katolik, dapat ditemukan kepenuhan sarana keselamatan:

“Sebab hanya melalui Gereja Kristus yang katoliklah, yakni “sarana yang menyeluruh untuk keselamatan”, dapat dicapai seluruh kepenuhan upaya-upaya penyelamatan. Sebab kita percaya, bahwa hanya kepada Dewan Para Rasul yang diketuai oleh Petruslah Tuhan telah mempercayakan segala harta Perjanjian Baru, untuk membentuk satu Tubuh kristus di dunia. Dalam tubuh itu harus disaturagakan sepenuhnya siapa saja, yang dengan suatu cara telah termasuk umat Allah, Selama berziarah di dunia, umat itu, meskipun dalam para anggotanya tetap tidak terluputkan dari dosa, berkembang dalam Kristus, dan secara halus dibimbing oleh Allah, menurut rencana-Nya yang penuh rahasia, sampai akhirnya penuh kegembiraan meraih seluruh kepenuhan kemuliaan kekal di kota Yerusalem sorgawi.” (Unitatis Redintegratio 3)

3. Anda mengatakan, “Kesatuan agama tidak otomatis merupakan kesatuan dalam Tubuh Kristus karena sebenarnya yang penting bukan iman katolik atau iman protestan melainkan iman akan Kristus.”

Pernyataan ini tidak benar, karena mengisyaratkan bahwa iman Katolik bukan iman akan Kristus. Padahal sebenarnya, istilah “katolik” (artinya universal/ lengkap) itu dipakai di abad pertama, untuk menunjukkan kelengkapan/ keseluruhan ajaran Kristus dan para rasul; karena bahkan di abad- abad awal sudah ada aliran- aliran yang mengaku sebagai Kristen, namun tidak mengajarkan keseluruhan kebenaran seperti yang diajarkan oleh para rasul.

4. Anda mengatakan, “Perjamuan Tubuh Kristus adalah dalam rangka kesatuan Tubuh Kristus. Tubuh Kristus sebenarnya tidak terpecah-pecah. Tidak ada dalam kitab suci yang menyatakan bahwa Tubuh Kristus terpecah-pecah.”

Pernyataan ini benar, sebab:

a) Memang Tuhan Yesus memberikan warisan Perjamuan Terakhir untuk mempersatukan Gereja sebagai Tubuh Mistik-Nya. Gereja Katolik menyebut perjamuan ini sebagai perayaan Ekaristi. Justru karena Gereja Katolik menghayati makna Ekaristi yang tak terlepas dengan kesatuan Tubuh Kristus inilah, maka Ekaristi hanya diberikan kepada mereka yang mengimani dengan sungguh kehadiran Kristus dalam Ekaristi kudus, dan mereka yang berada dalam kesatuan penuh dengan Gereja Katolik sebagai Tubuh Kristus.

b) Benar bahwa Tubuh Kristus tidak terpecah- pecah dan dalam Kitab Suci tidak dikatakan Tubuh Kristus yang terpecah- pecah. Sebab Yesus berkata kepada Petrus, bahwa Ia akan mendirikan Gereja-Nya (“ekklesia”) -(satu Gereja, bukan banyak gereja).

5. Anda mengatakan, “Agama kristen baru lahir 300 tahun setelah kematian Yesus. Tidak ada satu pun rasul yang menyiarkan agama kristen.”

Ini adalah pernyataan yang sangat keliru. Agama Kristen lahir bersamaan dengan lahirnya Gereja yang resminya kita peringati pada hari Raya Pentakosta, pada saat Roh Kudus turun atas para rasul. Istilah “kristen” sendiri mulai dipakai di Antiokhia, sebagai sebutan bagi para murid Kristus sejak abad pertama. Demikian pula istilah “katolik” (artinya: lengkap/ menyeluruh) telah dikenal sejak abad awal, untuk membedakan ajaran Gereja yang lengkap dari para rasul dan beberapa aliran lainnya yang menyebut diri sebagai Kristen, namun tidak menyampaikan keseluruhan kebenaran seperti yang disampaikan oleh para rasul (seperti Gnosticism dan Docetism). Tentang hal ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik, dalam sub-judul: Gereja yang katolik.

Bahwa kemudian pada tahun 313 agama Kristiani dijadikan sebagai agama kerajaan oleh Kaisar Konstantin, tidak berarti bahwa sebelumnya agama Kristen tidak ada. Sudah sejak awal para murid Kristus bersekutu dalam pengajaran para rasul dan beribadah memecah roti sesuai dengan ajaran Kristus, dan ini dicatat dalam Kitab Suci (lih. Kis 2:42). Silakan membaca tentang definisi “agama” menurut St. Thomas Aquinas, di sini, silakan klik; semoga anda dapat melihat bahwa agama Kristiani sudah ada sejak Gereja ada. Dengan demikian, tidak benar jika dikatakan bahwa tidak ada satu rasul-pun yang menyiarkan agama Kristen. Semua rasul (kecuali Yudas Iskariot) menyiarkan ajaran agama Kristen, bahkan sampai menyerahkan nyawa mereka sebagai martir [kecuali Rasul Yohanes pengarang Injil] yang wafat di usia tuanya di Pulau Patmos].

6. Anda mengatakan, “Kristus tidak pernah membawa denominasi.”

Tanggapan saya:
Pernyataan ini benar, sebab memang yang didirikan oleh Kristus adalah Gereja (ekklesia) dan bukan denominasi. Dan Gereja yang didirikan oleh Tuhan Yesus di atas Petrus ini sekarang masih eksis dalam Gereja Katolik.

Demikianlah yang dapat saya tulis untuk menanggapi pernyataan anda. Bukan maksud Gereja Katolik untuk menyombongkan diri, dengan mengatakan dirinya sebagai Gereja yang didirikan Kristus, sebab memang itulah faktanya. Sebab Gereja yang didirikan Kristus di atas Petrus ini kini masih eksis di dalam Gereja Katolik yang dipimpin oleh Paus yang dapat ditelusuri kepemimpinannya sebagai penerus Rasul Petrus. Karena hal ini adalah kebenaran, maka tidak dapat dikatakan sebagai pernyataan kesombongan; namun pernyataan yang menuntut tanggung jawab yang besar, sebab mensyaratkan anggota- anggotanya agar hidup sesuai dengan misi perutusan Kristus yang menyeluruh: yaitu kesempurnaan hidup sebagai seorang Kristiani, atau singkatnya: hidup kudus dalam persekutuan dengan Kristus dan seluruh umat manusia. Ini adalah perjuangan sepanjang hidup, dan karenanya tidak ada alasan untuk menyombongkan diri.

Selanjutnya tentang topik denominasi dan apa bedanya dengan Gereja Katolik, silakan klik di sini.

Keep in touch

18,000FansLike
18,659FollowersFollow
32,900SubscribersSubscribe

Artikel

Tanya Jawab