Arti menjadi murid Kristus

1

[Berikut ini adalah renungan yang dituliskan oleh salah seorang pembaca, Machmud, yang menyusun artikel ini untuk menjawab pertanyaan tetangganya perihal topik, "Menjadi murid Kristus". Ingrid akan menambahkannya sesuai dengan ajaran Gereja Katolik].

Pertanyaan:

Salam damai sejahtera

Dear pengasuh Katolisitas

Setelah mempelajari dan menekuni Alkitab, maka saya dapatkan jawaban atas pertanyaan tetangga saya sbb :

MURID MENJADI SEPERTI GURUNYA

APA RENCANA PERTUMBUHAN DARI ALLAH BAGI MANUSIA ?
Semua orang percaya harus menjadi murid, ini perintah dan kehendak Tuhan

Mat 28 : 19 : sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa itu muridku, serta membaptiskan dia dengan nama Bapa, dan Anak dan Rohkudus

LALU APA ARTINYA MENJADI MURID ?
1. Ada gurunya, yaitu Kristus yang menjadi pegangan dan ukuran kita
2. Mau diajar dan dididik.
Mau belajar dan terus berubah, terus diperbaharui, terus tumbuh sampai menjadi seperti Kristus
3. Suatu proses.
Menjadi murid berarti berada dalam suatu proses yang panjang,tidak langsung selesai, tetapi diolah sampai akhirnya mencapai sasaran atau tujuannya.
Proses ini tidak mudah sebab harus dengan penyangkalan diri supaya bisa taat kepada gurunya yaitu Firman Tuhan
4. Targetnya menjadi seperti gurunya
(Luk 6 : 40 Seorang murid tiada lebih dari pada gurunya, tetapi tiap2 murid yang sudah cukup pelajaran itu akan menjadi sama seperti gurunya).
Kalau murid itu diajar dan taat , terus tumbuh, maka sesudah cukup diajar dan diolah, akhirnya akan menjadi sama dengan gurunya yaitu seperti Kristus.
5. Murid memuridkan.
Suatu hal yang unik dalam kehidupan orang2 beriman ialah murid2 ini meskipun belum mencapai target seperti Kristus, sudah wajib memuridkan orang lain dan justru dalam pemuridan ini semuanya makin tumbuh lebih cepat kepada kedewasaan iman dan kesempurnaan seperti Kristus

MENGAPA ?
Dengan perintah ini nyatalah maksud Allah yaitu untuk menumbuhkan kita sampai pada ukuran yang penuh yaitu Kristus.
Menjadi murid adalah salah satu jalur pertumbuhan rohani yang harus dijalani oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan supaya ia tumbuh dalam rencana Allah sampai akhirnya menjadi seperti Kristus..

a. Orang berdosa yang mau percaya kepada Kristus akan mengalami kelahiran baru menjadi anak2 Allah.
Tetapi kita tidak boleh berhenti sampai disini, melainkan bertumbuh terus pada fase berikutnya
b. Kita harus menjadi murid Kristus, mau dididik dan diolah sehingga terus bertumbuh menjadi dewasa rohani dan bahkan terus bertumbuh pada fase berikutnya
c. Kita terus bertumbuh dengan meniru teladan Kristus yaitu dengan memenangkan jiwa, sehingga akhirnya semuanya menjadi sama seperti Kristus yaitu sempurna.

Jadi tujuan Allah untuk menyuruh kita menjadi murid Kristus adalah supaya kita terus bertumbuh sampai menjadi seperti DIA se-penuh2nya

BAGAIMANA ?
Bagaimana caranya kita bisa menjadi murid Kristus ?

Luk 9 : 23 Maka kata-Nya kepada sekalian orang, “jikalau barang siapa hendak mengikut AKU, haruslah ia menyangkali dirinya serta menanggung salibnya tiap tiap hari, lalu mengikut AKU

Luk 14 : 17 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut AKU, ia tidak dapat menjadi murid-KU

MENYANGKAL DIRI
Mengapa harus menyangkal diri ?
Sebab daging dan roh kita itu bertentangan satu sama lain.

Galatia 5 : 17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan roh dan keinginan roh berlawanan dengan keinginan daging – karena keduanya bertentangan – sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki

Daging ini selalu menolak untuk melakukan kehendak Tuhan.
Mau taat hidup seperti Kristus itu bertentangan dengan tabiat manusiawi (tabiat daging).
Sebab itu kita harus menyangkal diri, mau mematikan daging supaya bisa mentaati hidup seperti Kristus.
Ini mutlak perlu untuk menjadi murid Kristus.
Tuhan Yesus sudah mati menebus dosa kita sehingga kita dimerdekakan dari hukum dosa dan maut, bebas dari semua ikatan2 dosa.
Kalau kita mau menyangkal diri, Rohkudus akan menolong kita sehingga kita sanggup mematikan daging supaya bisa taat pada kehendak Roh yang bertentangan dengan kehendak daging.

Roma 8 : 13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan2 tubuhmu, kamu akan hidup.

Kalau kita sudah dimerdekakan dari dosa dan ikatan2nya oleh kematian dan kebangkitan Kristus, mengapa masih harus pikul salib ?

Sebab waktu kemenangan dan kuasa kebangkitan Kristus bekerja di dalam kita, daging sudah kalah dan dimatikan; tetapi proses ini sakit bagi perasaan kita.
Misalnya karena kita sudah menerima kemenangan dari Tuhan, kita bebas, kita bisa mengampuni dan mengasihi, kita sudah bisa melakukannya tapi daging selalu menolak, tidak setuju, daging ingin membalas kembali, daging ingin membenci.

Kalau kita tetap ingin hidup berkemenangan, reaksi daging ini harus disangkali.
Kita bisa melakukannya karena Kristus sudah membebaskan kita, tetapi timbul rasa sakit; mau menyangkal diri berarti kita harus juga mau menerima rasa sakit karena daging dimatikan.
Kalau mau, maka kemenangan itu terus bekerja di dalam kita dan kita bisa hidup seperti Kristus, kemenangan itu menjadi nyata di dalam hidup kita.
Jadi bagian kita harus kita tanggung, sakit karena daging dimatikan.

Jadi menyangkal diri dan menderita sengsara salib, adalah akibat kemenangan Kristus yang bekerja di dalam diri kita.
Kalau daging sudah dimatikan, kita bisa mantaati Firman Tuhan dengan lebih mudah sehingga bisa hidup seperti Kristus.
Jangan lupa menyangkal diri adalah MENU SEUMUR HIDUP dalam dunia sampai kita masuk dalam kesempurnaan atau sampai Tuhan Yesus datang atau kematian.

1Pet 2 : 11 Hai kekasihku, aku minta kepadamu seperti kepada orang musafir dan orang yang menumpang di dunia ini, hendaklah kamu menjauhkan dirimu daripada segala keinginan tabiat duniawi yang berperang dengan jiwa

Kalau daging dibiarkan bertumbuh terus, arahnya menjadi seperti iblis dan memang pada akhirnya itu yang diharapkan oleh iblis.
Kalau daging dimatikan, roh kita akan tumbuh terus kearah Kristus dan memang akhirnya menjadi seperti Kristus.

PIKUL SALIB
Mau pikul salib maka kita bisa berjalan di jalan salib dan akhirnya adalah Golgota = ujian akhir.
Orang yang bisa melewati pengalaman Golgota ini, maka ia akan menjadi sempurna seperti Kristus

Jalan salib adalah jalan pertumbuhan
Orang yang tumbuh rohaninya harus mau pikul salib untuk mentaati Firman Tuhan.
Orang yang mau pikul salib rohaninya akan tumbuh terus sampai menjadi seperti Kristus
Kalau berhenti pikul salib, ia juga akan berhenti bertumbuh dalam rohaninya dan berhenti menjadi murid Kristus

IKUT TUHAN YESUS
Itu berarti meniru Tuhan Yesus dalam setiap segi hidup.
Patokan kita adalah Tuhan Yesus.
Hidup seperti Tuhan Yesus itulah hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan.
Seluruh hidup dicocokkan dengan Firman Tuhan dalam setiap segi.
Sebab itu kita harus tekun belajar Firman Tuhan sampai mengerti kehendak Tuhan dalam setiap segi hidup, lalu men-taatinya dan itu berarti dari kemuliaan kepada kemuliaan.
Ikut Tuhan Yesus berarti ikut melakukan kehendak Allah dan ini termasuk memuridkan orang lain menjadi murid Kristus

SETIAP HARI
Pikul salib itu dilakukan setiap hari terus menerus sampai mati.
Ini seperti carang yang tetap tinggal dalam pokok dan itu terus menerus setiap hari bahkan setiap saat.
Jangan sebentar lekat, sebentar tidak, maka orang seperti ini tidak akan tumbuh sebab kalau lekat dan lepas terus bergantian , tidak bisa tumbuh
Dengan tekun kita pikul salib setiap hari sampai ke akhir, maka kita akan terus bertumbuh seperti carang yang tetap di dalam pokok akan ber-buah2 dengan lebat.
Demikianlah kita bisa menjadi murid Kristus dan terus bertumbuh dan ber-buah2 yaitu dengan mencocokkan hidup ini dengan Firman Tuhan

Mac : 11.March.2010

Jawaban:

Shalom Machmud,

Terima kasih atas renungan yang anda tuliskan tentang ‘menjadi murid Kristus’ ini. Apa yang anda tuliskan di atas cocok dengan ajaran Gereja Katolik. Memang menjadi murid Kristus artinya, seperti yang sudah anda tuliskan di atas: kita harus mau menerima pengajaran Kristus dan melakukannya. Menerima pengajaran ini juga melibatkan perubahan cara hidup, melepaskan segala sesuatu, memikul salib kita, menyangkal diri dan mengikuti Kristus (lih. Luk 9:23; Luk 14:17; Mat 13:44-45). Bentuk penyangkalan diri dan mengikuti teladan Kristus inilah yang sering disebut sebagai “”mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya” (Ef 4:24, KGK 2475). Orang yang mengenakan manusia baru di dalam Kristus adalah orang yang mempunyai iman di dalam Kristus; dan yang imannya hidup dan membuahkan kasih (lih. Yak 2:24). Hidup di dalam iman dan kasih ini maksudnya adalah hidup menuruti segala perintah Kristus (lih 1 Yoh3: 22). Jika kita selalu hidup di dalam kasih, maka Allah tinggal di dalam kita dan kita di dalam Allah (lih. 1 Yoh 4: 16); dan inilah yang seharusnya kita alami sebagai murid-murid Kristus.

Sedikit yang dapat saya tambahkan adalah sebagai berikut:

1. Menjadi murid Kristus artinya juga adalah masuk ke dalam Kerajaan Allah:

KGK 546     Melalui perumpamaan – satu bentuk mengajar-Nya yang khas – Yesus mengajarkan supaya masuk ke dalam Kerajaan-Nya (Bdk. Mrk 4:33-34). Lewat perumpamaan Ia mengundang ke perjamuan Kerajaan-Nya (Bdk. Mat 22:1-14), tetapi menuntut juga keputusan yang radikal. Untuk memperoleh Kerajaan itu, orang harus melepaskan segala sesuatu (Bdk. Mat 13:44-45); kata-kata hampa tidak mencukupi; perbuatan sangat dibutuhkan (Bdk. Mat 21:28-32). Perumpamaan- perumpamaan itu seakan-akan menempatkan sebuah cermin di depan manusia, dalamnya ia dapat mengerti: Apakah ia menerima kata-kata itu sebagai tanah yang berbatu-batu atau sebagai tanah yang baik? (Bdk. Mat 13:3-9) Apa yang ia lakukan dengan talenta yang ia terima? (Bdk. Mat 25:14-30). Yesus dan kehadiran Kerajaan di dunia adalah inti semua perumpamaan. Orang harus masuk ke dalam Kerajaan, artinya harus menjadi murid Kristus, untuk “mengetahui rahasia Kerajaan surga” (Mat 13:11). Untuk mereka yang “ada di luar (Mrk 4:11), segala sesuatu tinggal rahasia (Bdk. Mat 13:10-15)

2. Untuk masuk ke dalam kerajaan Allah, kita harus dibaptis di dalam air dan Roh Kudus. Yesus berkata,

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Yoh 3:5)

3. Allah menghendaki seluruh dunia untuk menjadi murid Kristus; dan ini kita ketahui dari pesan terakhir Yesus kepada kesebelas rasul-Nya, sebelum naik ke surga:

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat 28:19-20)

Ayat ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa Kristus telah mendirikan Gereja-Nya di atas Rasul Petrus/ Kepha, dan bahwa Ia akan menyertai Gereja-Nya itu sehingga alam maut tidak akan menguasainya (lih. Mat 16:18). Maka kita ketahui bahwa tugas pemuridan ini tidak terlepas dari para rasul dan para penerus mereka, yang telah diberi kuasa oleh Tuhan Yesus untuk membaptis dan mengajar kepada semua bangsa, segala sesuatu yang telah diperintahkan-Nya. Jadi  jika kita menerima kebenaran ayat ini seharusnya kita jika kita sungguh- sungguh ingin menjadi murid Yesus, maka kita harus dibaptis, dan menerima semua pengajaran Kristus yang disampaikan oleh para rasul, baik lisan maupun tulisan. Dan inilah yang menyebabkan Gereja Katolik selalu melihat bahwa pemuridan itu tidak terlepas dari Gereja yang didirikan Kristus. Kita menjadi murid Kristus yang sepenuhnya, jika:

a) kita dibaptis dalam nama Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus, oleh Gereja-Nya dan dengan demikian kita tergabung dengan Kristus sendiri, dan menjadi anggota dalam Tubuh Mistik-Nya, yaitu Gereja Katolik.

b) selanjutnya kita melakukan segala perintah- Nya yang diajarkan Kritus melalui Gereja-Nya, yang telah diberi kuasa untuk mengajar semua bangsa segala perintah-Nya.

4. Dengan demikian Gereja mempunyai tugas misioner, artinya menjadikan semua bangsa sebagai murid Kristus, sehingga benarlah jika dikatakan prinsipnya “murid memuridkan”, artinya sebagai murid Kristus, kita bertugas untuk membawa orang lain untuk juga menjadi murid Kristus.

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan:

KGK 767    “Sesuai tugas, yang diberikan Bapa kepada Putera untuk ditunaikan di dunia, diutuslah Roh Kudus pada hari Pentekosta, agar Ia senantiasa menyucikan Gereja” (Lumen Gentium 4). Ketika itu “Gereja ditampilkan secara terbuka di depan khalayak ramai dan dimulailah penyebaran Injil di antara bangsa-bangsa melalui pewartaan” (Ad Gentes 4). Sebagai “perhimpunan” semua manusia menuju keselamatan, Gereja itu misioner menurut kodratnya, diutus oleh Kristus kepada segala bangsa, untuk menjadikan semua orang murid-murid-Nya (Bdk. Mat 28:19-20; Ad Gentes 2;5-6).

5. Menjadi murid Yesus artinya adalah mengambil bagian dalam kehidupan Kristus sendiri, baik di dalam suka maupun duka, penderitaan maupun kesengsaraan. Cara kita mengambil bagian dalam kehidupan Yesus yang paling nyata adalah dengan menyambut Ekaristi, sebab dengan menyambut Ekaristi, maka kita menyambut Tubuh dan Darah Kristus sendiri. Melalui Ekaristi, Kristus tinggal di dalam kita, dan kita tinggal di dalam Dia.
Katekismus Gereja Katolik mengajarkan:

KGK 787    Sejak awal, Yesus membiarkan para murid-Nya mengambil bagian dalam kehidupan-Nya (Bdk. Mrk 1:16-20; 3:13-19). Ia menyingkapkan bagi mereka misteri Kerajaan Allah (Bdk. Mat 13:10-17) dan memberikan mereka bagian dalam perutusan-Nya, dalam kegembiraan-Nya (Bdk.Luk 10:17-20) dan dalam kesengsaraan-Nya (Bdk. Luk 22:28-30). Yesus berbicara mengenai hubungan akrab antara Dia dan mereka, yang mengikuti Dia: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu… Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya” (Yoh 15:4-5). Dan Ia menyatakan satu persekutuan yang penuh rahasia dan real antara tubuh-Nya dan tubuh kita: “Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia” (Yoh 6:56).

6. Menjadi murid Kristus artinya juga adalah mengambil bagian di dalam ketiga misi Kristus, yaitu sebagai imam, nabi dan raja.

KGK 783 Yesus Kristus diurapi oleh Bapa dengan Roh Kudus dan dijadikan “imam, nabi, dan raja”. Seluruh Umat Allah mengambil bagian dalam ketiga jabatan Kristus ini, dan bertanggung jawab untuk perutusan dan pelayanan yang keluar darinya (Bdk. Redemptoris Hominis 18-21).

Selanjutnya KGK 784-786 mengajarkan bahwa keterlibatan kita di dalam sakramen- sakramen adalah perwujudan nyata kita menjalankan misi imamat bersama dengan umat yang lain. Berpegang teguh pada iman, memperdalam iman dan menjadi saksi Kristus adalah perwujudan misi kita sebagai nabi. Berkarya untuk melayani sesama terutama yang miskin adalah bentuk perwujudan misi kita sebagai raja. Sebab Kristus sebagai Raja memberikan teladan kepada kita, bukan untuk dilayani tetapi melayani, dan untuk memberikan hidup-Nya kepada banyak orang. (lih. Mat 20:28).

7. Menjadi murid Kristus juga bukan hanya beriman pada Kristus dan hidup sesuai dengan iman kita, tetapi juga, berani menjadi saksi Kristus dan menyebarkan iman kita.

KGK 1816 Murid Kristus harus mempertahankan iman dan harus hidup darinya, harus mengakuinya, harus memberi kesaksian dengan berani dan melanjutkannya; Semua orang harus “siap-sedia mengakui Kristus di muka orang-orang, dan mengikuti-Nya menempuh jalan salib di tengah penganiayaan, yang selalu saja menimpa Gereja” (Lumen Gentium 42, Bdk. Dignitatis Humanae 14). Pengabdian dan kesaksian untuk iman sungguh perlu bagi keselamatan: “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barang siapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di surga” (Mat 10:32-33).

Memang menjadi murid Kristus adalah suatu perjuangan seumur hidup, bagi kita yang percaya kepada Kristus. Semoga di akhir nanti Tuhan mendapatkan kita setia sebagai murid- murid-Nya.

Demikianlah yang dapat saya tambahkan dari renungan anda tentang menjadi murid Kristus menurut ajaran Gereja Katolik.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org

Share.

About Author

Ingrid Listiati telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

1 Comment

  1. surya wijaya on

    saya bangga menjadi murid kristus, tetapi selama ini banyak ajarannya yang belum bisa saya taati seperti mematikan keinginan daging, sangat sulit memang untuk mematikan keinginan daging, tetapi setiap hari terus saya coba untuk melakukan perintah tuhan yesus, menjadi katolik memang membutuhkan suatu ketaatan yang tinggi dan kita sebagai manusia dan hambanya wajib untk menuruti segala perintahnya, karena perontahnya adalah suatu ajaran murni yaitu kasih, semua orang butuh kasih dan butuh untuk dikasihani, sehingga bila setiap orang berbuat kasih maka ia akan semakin lama akan menjadi seperti kristus sendiri, memang dala perjalananya membutuhkan suatu usaha yang keras tetapi saya percaya saya dapat melakukannya karena tuhan yesus telah berjajnji akan menyertai kita sampai akhir jaman, amin

  2. Salam damai sejahtera

    Dear pengasuh Katolisitas

    Setelah mempelajari dan menekuni Alkitab, maka saya dapatkan jawaban atas pertanyaan tetangga saya sbb

    MURID MENJADI SEPERTI GURUNYA
    APA RENCANA PERTUMBUHAN DARI ALLAH BAGI MANUSIA ?
    Semua orang percaya harus menjadi murid, ini perintah dan kehendak Tuhan…. [diedit...]

    [Dari Katolisitas: renungan selengkapnya dari Machmud telah dimuat di atas, silakan klik]

Add Comment Register



Leave A Reply