Mengapa Orang Kristen Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan?

156

Yesus Kristus, Allah yang menyatakan diri-Nya kepada manusia.

Setelah kita melihat pembuktian tentang keberadaan Tuhan yang Satu, maka sekarang kita akan meneliti tentang Tuhan, seperti yang diimani oleh agama-agama yang percaya akan satu Tuhan, yaitu: Kristen, Islam, dan agama Yahudi adalah tiga agama yang percaya akan satu Tuhan. Yang paling membedakan antara kedua agama monotheism yang lain dengan Kristen adalah figur "Yesus". Dapat  dikatakan, bahwa agama Kristen bukanlah agama yang berdasarkan buku, namun berdasarkan sosok Pribadi, yaitu Yesus Kristus.

Untuk menjawab mengapa orang Kristen percaya kepada Yesus Tuhan, kita tidak bisa hanya mendasarkan argumen pada filosofi yang berdasarkan atas pemikiran manusia, sebab pikiran manusia itu terbatas sifatnya. Yesus, Tuhan yang dilahirkan sebagai manusia, tidak dapat diterangkan dengan pemikiran manusia semata, namun harus digabungkan dengan iman.[1] Filosofi dapat membantu untuk menerangkan bahwa iman itu adalah "hal yang sudah selayaknya". Di sini kita dapat menggunakan "argument of fittingness", maksudnya adalah untuk menunjukkan bahwa sesuatu yang dinyatakan oleh Tuhan adalah memang sudah seharusnya atau selayaknya terjadi.

Membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan:

Argumen dari prinsip kesempurnaan mahluk berakal budi.

Yesus Kristus hanya dapat dijelaskan dalam hubungan-Nya dengan Allah, yaitu Allah yang mempunyai tiga Pribadi. Allah adalah Pribadi yang Maha sempurna, sedangkan manusia disebut sempurna karena turut mengambil bagian di dalam kesempurnaan Allah. Kesempurnaan manusia  disebabkan karena manusia adalah juga mahluk pribadi atau "personal being," yang mempunyai kemampuan untuk mengasihi, memberikan dirinya kepada orang lain, dan juga mempunyai kemampuan untuk berkumpul dengan sesama. Kalau hal ini benar untuk manusia di tingkat kodrati, maka di tingkat adikodrati, juga ada kebenaran yang sama di dalam tingkatan yang paling sempurna.  Dengan demikian, Tuhan tidak mungkin adalah Tuhan yang sendirian, namun "keluarga Tuhan", di mana keberadaan-Nya, kasih-Nya, dan kemampuan-Nya untuk bersekutu dapat terwujud dengan sempurna.

Argumen dari definisi kasih

Kasih tidak mungkin berdiri sendiri, sebab kasih selalu melibatkan dua pihak, yaitu pihak yang mengasihi dan pihak yang dikasihi. Sebagai contoh, kasih suami istri barulah lengkap jika suami-istri "saling" mengasihi.  Karena Tuhan adalah kasih yang paling sempurna, maka tidak mungkin Ia tidak mempunyai seseorang yang dapat menjadi saluran kasih-Nya dan juga dapat membalas kasih-Nya dengan derajat yang sama. Jadi Tuhan itu harus satu, namun Ia bukan Tuhan yang terisolasi sendirian.

Orang mungkin berargumentasi, bahwa Tuhan bisa saja satu dan Ia dapat menyalurkan kasih-Nya dan menerima balasan kasih dari manusia. Namun, hal ini tidaklah mungkin; karena Tuhan tidak mungkin tergantung dari manusia yang kasihnya tidaklah berarti dibandingkan dengan kasih Tuhan. Dengan demikian, sangatlah logis, kalau Tuhan mempunyai "kehidupan di dalam diri-Nya/ interior life," di mana Ia dapat memberikan cinta-Nya yang sempurna. Di dalam kehidupan di dalam Diri-Nya inilah ada Yesus Kristus, Allah Putera, yang mempunyai derajat kasih yang sama dengan Allah Bapa. Kegiatan dari Allah Bapa dan Allah Putera adalah mengasihi secara kekal, sempurna, dan tak terbatas, dan buah dari kasih timbal balik ini adalah Roh Kudus.[2] Dan dengan kematian Yesus di kayu salib, Allah menunjukkan akan adanya bukti kasih yang sempurna, yaitu pemberian diri kepada orang lain.[3]

Yesus adalah Tuhan – dibuktikan melalui empat pilihan

Salah satu cara untuk membuktikan ke-Allahan Yesus adalah dengan meninjau empat pilihan pandangan sehingga akhirnya kita dapat menentukan pilihan secara logis. Ketiga pilihan pandangan ini disarikan dari pembuktian menurut C.S. Lewis dalam bukunya "Mere Christianity",[4]. Maksud pembuktian ini adalah untuk memberikan penjelasan kepada orang-orang - termasuk yang bukan Kristen - yang mungkin berkata, "Saya percaya kepada Yesus hanya sebagai nabi, atau orang yang yang baik, atau sebagai guru moral yang besar, namun saya tidak mau mempercayai Yesus sebagai Tuhan." Padahal, percaya kepada Yesus tidak bisa setengah-setengah. Mari kita lihat penjabaran CS Lewis berikut ini, yang mungkin terjemahannya dalam bahasa Indonesia terdengar kasar, namun penjabaran ini dibuat agar kita dapat memilih pilihan pandangan yang paling logis: bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Tuhan.

Pilihan 1 – Yesus adalah sungguh Tuhan Allah yang menjelma menjadi manusia

Di dalam sejarah manusia, tidak ada manusia yang pernah mengaku dirinya sebagai Tuhan dan juga mempunyai kemampuan dan kuasa Tuhan. Para nabi dari berbagai agama tidak pernah mengaku bahwa mereka adalah satu (hypostatic union) dengan Tuhan seperti yang dikatakan dan ditunjukkan oleh Yesus sendiri.

Juga dapat dibuktikan bahwa di masa hidupnya, Yesus melakukan sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan, sebagai contoh: 1) Yesus mengampuni dosa manusia, seperti yang ditunjukkan dalam cerita penyembuhan orang yang lumpuh (Mat 9:2-8), 2) Yesus menempatkan diri sebagai Pemberi dan Penentu hukum moral, seperti yang ditunjukkan dalam khotbah di bukit (Mat 5:27-28), 3) Yesus juga memberikan peneguhan bahwa Ia dan Allah adalah satu (Yoh 10:30), 4) Yesus juga mengatakan bahwa segala kuasa di bumi dan di surga diberikan kepada-Nya (Mat 28:18); 5) Yesus melakukan banyak mukjizat, dan mukjizat yang terbesar adalah Ia dapat bangkit dari mati (Kis 10:41; 2 Tim 2:8).

Pilihan 2 – Yesus adalah seorang yang tidak dapat menggunakan akal sehat (dalam bukunya, C.S Lewis mengatakan "madman")

Pilihan ini terdengar ngawur, tetapi C.S Lewis menggunakan istilah demikian untuk menggambarkan keadaan yang bertolak belakang dengan pilihan yang pertama. Kalau yang dikatakan Yesus tidak benar, maka pilihannya adalah Ia tidak waras. Namun di dalam Kitab Suci tidak pernah ada yang mengindikasikan bahwa Yesus adalah seseorang yang tidak dapat menggunakan akal sehat. Adalah sangat tidak mungkin, kalau para rasul, para santa dan santo mau mengorbankan nyawa mereka untuk seseorang yang tidak waras. Jadi pilihan ini sebetulnya sangatlah tidak mungkin.

Pilihan 3 – Yesus adalah seorang yang lebih buruk dari itu (dalam bukunya, C.S Lewis mengatakan "something worse")

Kalau Dia mengaku bahwa diri-Nya adalah Tuhan – padahal bukan – maka dapat disimpulkan bahwa Dia adalah seseorang yang jahat. Namun untuk mengambil kesimpulan bahwa Yesus adalah seorang yang jahat juga adalah tidak mungkin, karena semua yang dilakukan Kristus adalah hal- hal yang baik, dan ajaran moral yang disampaikan kepada manusia adalah begitu sempurna dan tidak ada duanya dibandingkan dengan ajaran agama manapun.  Mahatma Gandhi-pun begitu mengagumi Yesus, terutama ajaran-Nya tentang khotbah di bukit. Jadi pilihan ini juga tidak mungkin.

Pilihan 4 – Cerita tentang Yesus adalah kebohongan belaka

Ada beberapa pandangan dari agama lain yang mengatakan bahwa Yesus dijadikan Tuhan oleh manusia – yaitu oleh para murid dan pengikut-Nya dan juga pada zaman Konstantinopel, di Konsili Niceae (325). Pandangan ini sesungguhnya merupakan pandangan di abad- abad ini, yang bermaksud memisahkan antara Yesus menurut sejarah (Jesus of History) dan Kristus menurut iman (Christ of faith), seolah keduanya tidak sama. Namun pernyataan ini sangatlah tidak mendasar, sebab tidak sesuai dengan pernyataan para murid Kristus yang menjadi para saksi langsung akan kehidupan Kristus, penderitaan, wafat, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga. Padahal adalah lebih logis jika kita mempercayai kesaksian mereka yang hidup pada zaman Kristus; daripada perkiraan mereka yang hidup berabad- abad sesudah zaman Yesus. Pernyataan para murid, termasuk St. Paulus,  dibuat sekitar beberapa tahun setelah Yesus wafat, sehingga dapatlah diyakini kebenarannya. [Bayangkan kalau misalkan ada banyak tulisan bahwa di Jakarta tidak pernah terjadi banjir. Dan berita ini terus diberitakan di dalam koran, televisi, dll. Tentu saja ini berita yang tidak benar, dan orang-orang yang mengalami kebanjiran akan protes dan membuat surat pernyataan, demo, yang menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar]. Nyatanya,  pernyataan bahwa Yesus adalah Tuhan, yang disaksikan oleh banyak orang – yang mengalami kehidupan Yesus – tidak mengundang protes atau tulisan yang menyanggahnya pada masa itu. Sejarah tidak menemukan tulisan asli abad awal yang menyanggah tentang kebangkitan Kristus. Jadi, kesimpulannya: Yesus sungguh bangkit; dan kebangkitan-Nya adalah sesuatu yang nyata dan bukan karangan para murid-Nya. Jadi kemungkinan bahwa Yesus adalah kebohongan belaka,  juga sangatlah tidak mungkin.

Kalau pilihan yang ke- 2,3, dan 4 adalah tidak mungkin, maka hanya pilihan yang pertama saja yang mungkin, yaitu "Yesus adalah sungguh Tuhan Allah yang menjelma menjadi manusia."

Pembuktian indah dari seorang kepala Rabi Yahudi yang menjadi Katolik

Pembuktian yang indah tentang ke-Tuhan-an Yesus ditulis juga di dalam buku autobiografi Eugenio Zolli, kepala rabi Yahudi pada masa Perang Dunia ke-2. Zolli kemudian menjadi Katolik pada tahun 1945. Di Polandia, dia sering mengunjungi rumah teman sekolahnya yang bernama Stanislaus, yang beragama Katolik. Di dinding rumah itu tergantung salib kayu yang sederhana. Eugenio mengatakan dalam bukunya:

"Sering – aku tidak tahu kenapa – aku akan menatap salib itu dan memandang cukup lama pada "seseorang" yang tergantung di salib itu. Sejujurnya, permenungan ini selalu diikuti oleh gejolak di dalam jiwaku.
Mengapa orang ini disalibkan? Aku bertanya kepada diriku sendiri. Apakah dia orang jahat? …. Mengapa banyak orang mengikuti dia, kalau dia jahat dan mengapa temanku dan ibunya yang juga mengikuti dia adalah orang-orang yang baik? Bagaimana bahwa Stanislaus dan ibunya begitu baik dan mereka menyembah dia yang disalibkan ini? Dia tidak mengeluh, dia tidak melawan. Di wajah-nya tidak ada ekspresi kebencian ataupun kemarahan….Tidak. Dia, Yesus, orang itu – sekarang menjadi "Dia" untukku dengan huruf besar "D." Dia tidak jahat. Dia tidak mungkin jahat…. Satu hal yang kutahu dengan pasti: "Dia sungguh baik".[5]

Pembuktian Gamaliel, dari Kisah Para Rasul.

Di Kisah Para Rasul (Kis 5:26-42), Gamaliel, seorang ahli taurat yang sangat dihormati, menasehati orang banyak agar mempertimbangkan perbuatan terhadap pengikut Yesus (Petrus dan rasul-rasul lainnya). Sebab, di waktu yang lalu, setelah kematian Teudas yang mengaku sebagai orang yang istimewa, 400 pengikutnya tercerai berai dan kemudian lenyap. Jadi jika perbuatan para murid Kristus hanya berasal dari manusia, mereka pasti akan lenyap dengan sendirinya. Namun jika dari Allah, semua itu tidak dapat dilawan.

Kenyataan bahwa sampai sekarang, setelah 2000 tahun dari kejadian itu, para pengikut Kristus masih bertahan di dalam Gereja Katolik, membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan, dan ajaran-Nya adalah dari Allah.

Yesus adalah Tuhan – melalui "Motif yang meyakinkan / Motive of credibility"

Motif 1: Nubuat

Motif pertama adalah nubuat. Artinya kedatangan Kristus telah diberitakan sebelumnya yaitu beribu-ribu tahun sebelum kedatangan-Nya, melalui masa persiapan yang panjang.[6] Adalah sangat logis, kalau kedatangan Yesus untuk misi keselamatan seluruh umat manusia dipersiapkan dengan matang, dan dengan tanda-tanda, sehingga orang tidak sampai salah mengerti. Kita bisa mengambil contoh: Kalau beberapa orang di tingkat direktur pabrik mobil Toyota mengatakan bahwa 20 tahun lagi - semua produk mobil Toyota tidak akan menggunakan bensin, namun menggunakan tenaga surya, dapat bergerak dengan kecepatan 200 km/jam, dan ditambah dengan kemampuan yang lain – maka kita akan percaya, karena yang mengatakan adalah para pembuat mobil tersebut.

Kita dapat menerapkan prinsip ini kepada hal persiapan Yesus datang ke dunia ini, yang sudah diberitakan beribu-ribu tahun sebelumnya. Bahkan kitab Yesaya yang ditulis sekitar 700 tahun sebelum kedatangan Yesus Kristus, dapat secara persis menggambarkan tentang Kristus yang menderita (lih. Yes 53). Nabi Yesaya dapat menggambarkan secara persis apa yang akan dialami oleh Kristus, karena dia mendapatkan pengetahuan dari Tuhan sendiri. Bahwa di dalam sejarah, semua nubuat itu terpenuhi di dalam diri Yesus, menjadi bukti akan kebenaran bahwa yang dinubuatkan adalah benar, yaitu: Yesus sungguh- sungguh datang dari Allah dan Yesus adalah Allah.

Juga, Tuhan ingin memberitahukan kepada manusia tentang Mesias jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga pada saat penggenapannya, manusia dapat mengenali Mesias yang dijanjikan. Inilah yang membedakan antara Yesus dengan tokoh-tokoh dalam agama yang lain. Tokoh-tokoh dalam agama lain tidak pernah dinubuatkan sebelumnya, namun Yesus telah dinubuatkan secara konsisten oleh para nabi dalam kurun waktu lebih dari 1500 tahun.

Motif 2 – Mukjizat

Motif ke-2 adalah mukjizat. Kita dapat melihat di dalam Alkitab, bahwa Yesus melakukan banyak sekali mukjizat, yang membuktikan bahwa Dia adalah sungguh Putera Allah, sekaligus juga yang memberikan konfirmasi akan kebenaran semua ajaran-Nya.  Yesus menyembuhkan orang buta (Mat 9:27-31), orang bisu (Mat 9:32-35), orang tuli (Mk 7:31-37), orang lumpuh (Mat 9:1-8), bahkan membangkitkan orang mati (Yoh 11:1-46).

Yesus juga mengatakan, " …. tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa" (Yoh 10:37-38).

Di atas semua itu, mukjizat terpenting adalah kebangkitan Kristus (Mat 28:1-10; Mar 16:1-20; Luk 24:1-53; Yoh 20:1-29, 21:1-19; Kis 1:3; 1 Kor 15:17; 1 Kor 15:5-8). Mungkin ada banyak orang yang dapat melakukan mukjizat dan menyembuhkan penyakit-penyakit. Namun orang tersebut pada akhirnya wafat dan tidak dapat bangkit dengan kekuatan sendiri. Namun Yesus menunjukkan bahwa Ia mempunyai kuasa di atas segalanya, termasuk kematian. Hanya Tuhanlah yang dapat melakukan hal ini.

Motif 3 – Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus

Keberadaan Gereja Katolik, Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus sendiri, menjadi bukti akan janji-Nya sebagai Allah untuk melindungi Gereja-Nya sampai akhir jaman (lih. Mat 16:18) di bawah kepemimpinan Rasul Petrus dan juga para penerusnya, yaitu para paus. Sudah begitu banyak percobaan yang dialami oleh Gereja Katolik, baik dari dalam maupun dari luar Gereja. Namun sesuai dengan janji Kristus, Gereja Katolik tetap bertahan dalam mengajarkan kebenaran yang penuh, dan ditandai dengan ciri-ciri: satu, kudus, katolik, dan apostolik. (lihat artikel: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan - Bagian 1 - silakan klik).

Kesimpulan

Dari semua pembuktian tersebut di atas, secara filosofis - yaitu dengan "argument of fittingness," kita dapat menyimpulkan bahwa adalah sudah sepantasnya bahwa Yesus menjelma menjadi manusia untuk keselamatan seluruh umat manusia. Pembuktian "empat pilihan" membuat kita melihat bahwa kemungkinan yang paling logis adalah Yesus adalah sungguh Putera Allah. Kisah Eugenio Zolli membuktikan bahwa seseorang yang tadinya tidak mengenal Kristus, akan dapat mengenal dan menjadi pengikut Kristus, kalau ia melihat kesaksian hidup dari para pengikut Kristus, dalam hal ini adalah Stanislaus dan ibunya. Gamaliel semakin memperkuat argumen "motive of credibility", karena fakta menunjukkan bahwa pengikut Kristus ada dan berkembang terus sampai saat ini, sehingga tidak mungkin Kristus dan ajaran-Nya hanya semata dari manusia. Pembuktian dari "motive of credibility" semakin meyakinkan kita bahwa Yesus adalah Putera Allah yang sudah dijanjikan, yang mampu melakukan mukjizat-mukjizat, dan keberadaan Gereja Katolik selama 2000 tahun menjadi tanda mukjizat yang terbesar setelah mukjizat kebangkitan Tuhan Yesus.

Semoga Tuhan sendiri  menuntun mereka, yang belum mengenal dan percaya kepada Kristus dan yang sedang mencari kebenaran, agar dapat menemukan kebenaran itu sendiri, yaitu Kristus Yesus (lih. Yoh 14:6). Bagi yang sudah mengenal Kristus, mari kita mencontoh kehidupan para kudus, dan juga Stanislaus dan ibunya. Kekudusan akan membuat kita menjadi saksi Kristus yang hidup dan membawa orang untuk mengenal dan mengasihi Kristus.

Dan di dalam proses pencarian kebenaran untuk mengikuti Kristus, silakan membaca artikel: Mengapa kita memilih Gereja Katolik.


CATATAN KAKI:
  1. Trinitas, inkarnasi, surga, dll., adalah sesuatu di luar kemampuan dan jangkauan manusia. Manusia dapat mengetahui semua ini, karena Tuhan sendiri yang memberikan pengetahuan kepada manusia. Tanpa pemberitahuan Tuhan, tidak mungkin manusia menjangkau hal-hal ini. []
  2. Roh Kudus adalah buah dari pertukaran kasih antara Allah Bapa dan Allah Putera. Inilah sebabnya, Pentakosta (diutusnya Roh Kudus) terjadi setelah Yesus wafat, bangkit dan naik ke surga. Allah Bapa mengasihi Putera-Nya, dan Putera-Nya menunjukkan kasih-Nya dengan sempurna di kayu salib. Buah dari pertukaran dan kasih yang mengorbankan diri inilah yang menghasilkan Roh Kudus. Dalam syahadat iman yang panjang (Nicene Creed), kita melihat pernyataan "....Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa dan Putera...." []
  3. John Paul II, Encyclical Letter on The Redeemer Of Man: Redemptor Hominis (Pauline Books & Media, 1979), no. 10 – Paus Yohanes Paulus II menekankan bahwa kasih yang sempurna adalah kasih yang dapat memberikan diri sendiri kepada orang lain. Dengan demikian, adalah "sesuai atau fitting" bahwa Tuhan, melalui Putera-Nya menjadi contoh yang sempurna tentang bagaimana menerapkan kasih. Hal ini juga membuktikan bahwa Tuhan bukanlah Allah yang sendirian. []
  4. C. S. Lewis, Mere Christianity (Harper One: 2001, p.52:  C.S. Lewis mengatakan bahwa tidaklah mungkin bagi seseorang untuk menjadi Kristen dan menerima semua ajaran moral dari Yesus, tanpa mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, sebab dasar kekristenan adalah pengakuan iman akan Yesus Tuhan []
  5. Eugenio Zolli, Before the Dawn (New York: Sheed and Ward, 1954) p.24-25 []
  6. Kita bisa melihat bahwa Tuhan mempersiapkan perjanjian yang mengarah kepada Inkarnasi Yesus Kristus. Perjanjian Allah dengan manusia dimulai dari: 1) Adam dan Hawa (tingkatan pribadi), 2) Nabi Nuh (tingkatan keluarga), 3) Abraham (pada tingkatan suku), 4) Israel (pada tingkatan bangsa); 5) dan kemudian mencapai puncaknya dengan kedatangan Yesus yang mengikat perjanjian Allah dengan seluruh bangsa manusia. Jadi, bangsa Yahudi adalah menjadi bukti persiapan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini. []
Share.

About Author

Stefanus Tay telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

156 Comments

  1. Saya akan menjawab pertanyaan dari manusia manusia yang tidak percaya bahwa Yesus adalah sungguh sungguh Allah dan sungguh sungguh manusia, tanpa menggunakan dasar Alkitab, tetapi dari realita dan juga terkait teknologi yang begitu maju dan pesat….

    Ada satu kesamaan antara Allah dengan manusia,….., dan munusia dengan robot…. yaitu
    Jika robot dapat memahami manusia secara utuh dan sempurna maka dia bukanlah manusia,

    Santo Agustinus mengatakan bahwa jika manusia bisa memahami Allah secara utuh maka dia bukanlah Allah….

    katakanlah 50 – 100 tahun kemudian robot bisa melakukan pekerjaan yang di lakukan oleh manusia dan kemampuan otak robot yang begitu canggih…..

    kemudian robot di kirimkan ke planet lain untuk melakukan penelitian dan membetuk koloni dalam jangka sangat panjang…. katakanlah jumlah robot di planet tersebut 5000 robot….. kemudian manusia menerbitkan buku mengenai siapa itu manusia?….

    kemudian buku tersebut mengatakan bhw manusia memiliki 3 hal yaitu tubuh, jiwa, dan roh….
    kemudian robot itu bertanya karena dengan teknologi yang canggih robot tersebut sudah bisa berpikir sendiri…. pertanyaan robot tersebut adalah
    1. jika manusia memiliki tubuh, jiwa dan roh mengapa yang saya lihat hanyalah tubuhnya saja, sangat mustahil yang karena itu tidak mungkin karena saya hanya melihat tubuh manusia saja,,,,, sangat mustahil….

    kemudian dikatakan di buku tersebut bahwa tubuh, jiwa dan roh adalah satu kesatuan dan tidak mungkin bisa di pisahkan… jika manusia meninggal maka rohnya akan di angkat ke surga, sedangkan tubuhnya hancur di dalam tanah….
    robotnya semakin bingung,….. bagaimana mungkin itu bisa terjadi….. robot bertanya kembali…
    1. jika tubuh, jiwa dan roh adalah satu kesatuan mengapa yang tubuh manusia bisa hancur sedangkan rohnya adalah kekal? ini sangat mustahil….
    2. manusia pergi ke surga? tempat apakah itu? apakah dunia baru? bagaimana bisa manusia bisa berpindah ke dunia lain? sangat mustahil… lagi pula surga hanya cerita dogeng… dan manusia tidak berhasil menemukan surga, jadi sangat mustahil…
    3. ketika kami membedah manusia yang sakit, kami tidak menemukan roh dan jiwa, bukankah roh dan jiwa ada di dalam manusia, tetapi yang kami lihat hanyalah tubuhnya saja…. jika roh dan jiwa ada di dalam diri manusia, mengapa kami tidak bisa melihatnya?
    4. jika tubuh, roh dan jiwa adalah satu kesatuan, mengapa ketika manusia terluka yang sakit hanyalah tubuhnya saja, sedangkan jiwa dan rohnya tidak merasakan sakit, sangat mustahil karena kalau tubuh, jiwa dan roh adalah satu kesatuan mengapa mereka tidak saling terikat?

    tetapi yang perlu di pahami bahwa apa yang dikatakan di buku adalah benar, tetapi mengapa isi yang dalam buku tersebut sulit di pahami oleh robot, karena kemampuan robot yang sangat terbatas….
    Kemudian robot tersebut tidak mempercayai apa yang dikatakan dalam buku bukan karena robotnya tidak mau mempercayainya tetapi karena keterbatasan otak robotlah dalam memahami manusia, itu juga terjadi dengan manusia…. kedengarannya apa yang diceritakan di dalam Alkitab sangat tidak masuk akal bukan karena isi Alkitab yang terlalu bombastis dan seperti cerita dongeng, tetapi karena akal budi manusia tidak bisa memahami rencana Allah yang tertulis di dalam Alkitab, sama seperti robot yang tidak bisa memahami isi buku mengenai manusia….

    yang saya ingin sampaikan bhw Allah Tritunggal adalah misteri, dan manusia tidak bisa memahami Allah, sama dengan tidak mungkin robot bisa memahami manusia seutuhnya…..

    [dari katolisitas: diskusi tentang apakah manusia terdiri dari tubuh dan jiwa atau tubuh, jiwa dan roh dapat dilihat di sini- silakan klik]

  2. @hamba Allah,
    Saya hanya ingin Anda konsisten dengan keyakinan Anda. Anda dan umat Islam selalu bilang bahwa Allah itu maha besar (Allahhu akbar). Kemahabesaran Allah itu tidak terhingga, juga tidak dibatasi oleh pola pikir manusia (manusia berpikir dangkal bahwa Allah tidak mungkin jadi manusia). Karenanya sangat masuk akal dengan tabik Allah maha besar, kalau Allah yang maha besar dan maha kasih itu mau menjadi manusia, agar bisa menebus dosa manusia. Karena yang bisa menebus dosa manusia hanyalah Allah yang sekaligus manusia karena Ia dapat mewakili manusia dan sekaligus mewakili Allah. Dosa manusia melawan Allah yang tidak terbatas itu menjadikan dosa manusia menjadi tidak terbatas. Karenanya dibutuhkan seorang Pribadi yang mewakili Allah dan manusia agar dosa yang tidak terbatas itu bisa dihapuskan. Seorang manusia saja tidak mungkin menghapus dosa manusia yang tidak terbatas itu.

  3. hamba ALLAH on

    terserah kalian “agamamu unukmu dan agamaku untuku” tapi janganlah mencomot ayat AL-QUR’AN sana sini dan dicocokan dengan agamamu..disaat kalian bilang “jesus adalah ALLAH” maka kalian suduh keluar dari agama TAUHID (ALLAH itu ESA) “katakanlah: dia lah ALLAH,Yang Maha Esa,ALLAH Tuhan Bergantung Segala Sesuatu,DIA tiada beranak dan tidak pula diperanakan,dan tiada zatpun yang setara dengan DIA” inilah dalil dari KITABku “jesus/isa.As hanya manusia utusanNYA” sedangkan dalil kitabmu sudah tidak bisa diabsah kan lagi (82% bukan dari ISA.AS)

    Submitted on 2014/11/17 at 4:21 am
    pakar kriten/kristolog berkumpul untuk mengkaji injil dan hasilnya 82% isi injil bukan dari jesus/isa.as tapi kenapa kalian masih memakai dalil yang jelas2 lebih dari 3/4 nya adalah karangan yang bukan dari jesusmu..apa yang akan kalian pakai sebagai pedoman(kitab) dalam hidupmu didunia ini,apakah kitab injil yang jelas2 dibuat2 oleh kaummu.?? yang dibuktikan juga ketidak absahannya oleh kaummu..berpikirlah.??tidakkah kalian berpikir

    [dari katolisitas: Silakan melihat tanya jawab ini - silakan klik]

  4. Ini kesaksian saya :

    Saya dilahirkan dari keluarga Muslim yang taat.
    Ayah & Ibu saya keduanya telah menunaikan Ibadah Haji ditanah suci.
    Saudara-saudara saya semuanya Muslim.
    Sampai usia 52 tahun, saya seorang Muslim yang telah mengamalkan 4 dari 5 Rukun Islam (1 Rukun Islam yang belum sempat saya laksanakan : saya belum menunaikan ibadah haji).
    Dulu saya seorang yang sangat “Antrikrist” yang menganggap agama saya yang paling baik dan paling benar, disamping itu saya sering menghalangi orang untuk pergi beribadah ke gereja, bahkan saya pernah menyobek-nyobek Al Kitab dihadapan pemeluk Kristen. .. Itu dulu !!!

    Saya heran, pada 2 tahun lalu tiba-tiba saya punya keinginan kuat untuk pergi mengikuti kebaktian di gereja, membaca Al Kitab dan minta dibaptis dalam nama Tuhan Allah Bapa, Putera & Roh Kudus … dan saat ini saya beserta isteri dan anak semua telah percaya kepada Allah Bapa dan Tuhan Yesus sebagai juru slamat kami sekeluarga … sungguh ajaib !!!
    Tuhan Yesus telah menjamahku …

    Kini usiaku 54 tahun dan isteriku 51 tahun … kami telah bertobat dan menjadi murid Kristus.

    Ada perbedaan saat sebelum bertobat dan setelahnya.
    Kini hatiku lebih damai,
    penuh kasih dan
    lebih pasrah kepada Tuhan.

    ‘lakum diinukum wa liya diin’ …
    bagimu agamamu, bagiku agamaku …

    Kita percaya pada iman kita masing-masing … jangan saling menghujat, apalagi memusuhi !!!

    Tuhanku memang ajaib !!!

Add Comment Register



Leave A Reply