Mengapa Orang Kristen Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan?

Yesus Kristus, Allah yang menyatakan diri-Nya kepada manusia.

Setelah kita melihat pembuktian tentang keberadaan Tuhan yang Satu, maka sekarang kita akan meneliti tentang Tuhan, seperti yang diimani oleh agama-agama yang percaya akan satu Tuhan, yaitu: Kristen, Islam, dan agama Yahudi adalah tiga agama yang percaya akan satu Tuhan. Yang paling membedakan antara kedua agama monotheism yang lain dengan Kristen adalah figur “Yesus”. Dapat  dikatakan, bahwa agama Kristen bukanlah agama yang berdasarkan buku, namun berdasarkan sosok Pribadi, yaitu Yesus Kristus.

Untuk menjawab mengapa orang Kristen percaya kepada Yesus Tuhan, kita tidak bisa hanya mendasarkan argumen pada filosofi yang berdasarkan atas pemikiran manusia, sebab pikiran manusia itu terbatas sifatnya. Yesus, Tuhan yang dilahirkan sebagai manusia, tidak dapat diterangkan dengan pemikiran manusia semata, namun harus digabungkan dengan iman.[1] Filosofi dapat membantu untuk menerangkan bahwa iman itu adalah “hal yang sudah selayaknya”. Di sini kita dapat menggunakan “argument of fittingness“, maksudnya adalah untuk menunjukkan bahwa sesuatu yang dinyatakan oleh Tuhan adalah memang sudah seharusnya atau selayaknya terjadi.

Membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan:

Argumen dari prinsip kesempurnaan mahluk berakal budi.

Yesus Kristus hanya dapat dijelaskan dalam hubungan-Nya dengan Allah, yaitu Allah yang mempunyai tiga Pribadi. Allah adalah Pribadi yang Maha sempurna, sedangkan manusia disebut sempurna karena turut mengambil bagian di dalam kesempurnaan Allah. Kesempurnaan manusia  disebabkan karena manusia adalah juga mahluk pribadi atau “personal being,” yang mempunyai kemampuan untuk mengasihi, memberikan dirinya kepada orang lain, dan juga mempunyai kemampuan untuk berkumpul dengan sesama. Kalau hal ini benar untuk manusia di tingkat kodrati, maka di tingkat adikodrati, juga ada kebenaran yang sama di dalam tingkatan yang paling sempurna.  Dengan demikian, Tuhan tidak mungkin adalah Tuhan yang sendirian, namun “keluarga Tuhan”, di mana keberadaan-Nya, kasih-Nya, dan kemampuan-Nya untuk bersekutu dapat terwujud dengan sempurna.

Argumen dari definisi kasih

Kasih tidak mungkin berdiri sendiri, sebab kasih selalu melibatkan dua pihak, yaitu pihak yang mengasihi dan pihak yang dikasihi. Sebagai contoh, kasih suami istri barulah lengkap jika suami-istri “saling” mengasihi.  Karena Tuhan adalah kasih yang paling sempurna, maka tidak mungkin Ia tidak mempunyai seseorang yang dapat menjadi saluran kasih-Nya dan juga dapat membalas kasih-Nya dengan derajat yang sama. Jadi Tuhan itu harus satu, namun Ia bukan Tuhan yang terisolasi sendirian.

Orang mungkin berargumentasi, bahwa Tuhan bisa saja satu dan Ia dapat menyalurkan kasih-Nya dan menerima balasan kasih dari manusia. Namun, hal ini tidaklah mungkin; karena Tuhan tidak mungkin tergantung dari manusia yang kasihnya tidaklah berarti dibandingkan dengan kasih Tuhan. Dengan demikian, sangatlah logis, kalau Tuhan mempunyai “kehidupan di dalam diri-Nya/ interior life,” di mana Ia dapat memberikan cinta-Nya yang sempurna. Di dalam kehidupan di dalam Diri-Nya inilah ada Yesus Kristus, Allah Putera, yang mempunyai derajat kasih yang sama dengan Allah Bapa. Kegiatan dari Allah Bapa dan Allah Putera adalah mengasihi secara kekal, sempurna, dan tak terbatas, dan buah dari kasih timbal balik ini adalah Roh Kudus.[2] Dan dengan kematian Yesus di kayu salib, Allah menunjukkan akan adanya bukti kasih yang sempurna, yaitu pemberian diri kepada orang lain.[3]

Yesus adalah Tuhan – dibuktikan melalui empat pilihan

Salah satu cara untuk membuktikan ke-Allahan Yesus adalah dengan meninjau empat pilihan pandangan sehingga akhirnya kita dapat menentukan pilihan secara logis. Ketiga pilihan pandangan ini disarikan dari pembuktian menurut C.S. Lewis dalam bukunya “Mere Christianity“,[4]. Maksud pembuktian ini adalah untuk memberikan penjelasan kepada orang-orang – termasuk yang bukan Kristen – yang mungkin berkata, “Saya percaya kepada Yesus hanya sebagai nabi, atau orang yang yang baik, atau sebagai guru moral yang besar, namun saya tidak mau mempercayai Yesus sebagai Tuhan.” Padahal, percaya kepada Yesus tidak bisa setengah-setengah. Mari kita lihat penjabaran CS Lewis berikut ini, yang mungkin terjemahannya dalam bahasa Indonesia terdengar kasar, namun penjabaran ini dibuat agar kita dapat memilih pilihan pandangan yang paling logis: bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Tuhan.

Pilihan 1 – Yesus adalah sungguh Tuhan Allah yang menjelma menjadi manusia

Di dalam sejarah manusia, tidak ada manusia yang pernah mengaku dirinya sebagai Tuhan dan juga mempunyai kemampuan dan kuasa Tuhan. Para nabi dari berbagai agama tidak pernah mengaku bahwa mereka adalah satu (hypostatic union) dengan Tuhan seperti yang dikatakan dan ditunjukkan oleh Yesus sendiri.

Juga dapat dibuktikan bahwa di masa hidupnya, Yesus melakukan sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan, sebagai contoh: 1) Yesus mengampuni dosa manusia, seperti yang ditunjukkan dalam cerita penyembuhan orang yang lumpuh (Mat 9:2-8), 2) Yesus menempatkan diri sebagai Pemberi dan Penentu hukum moral, seperti yang ditunjukkan dalam khotbah di bukit (Mat 5:27-28), 3) Yesus juga memberikan peneguhan bahwa Ia dan Allah adalah satu (Yoh 10:30), 4) Yesus juga mengatakan bahwa segala kuasa di bumi dan di surga diberikan kepada-Nya (Mat 28:18); 5) Yesus melakukan banyak mukjizat, dan mukjizat yang terbesar adalah Ia dapat bangkit dari mati (Kis 10:41; 2 Tim 2:8).

Pilihan 2 – Yesus adalah seorang yang tidak dapat menggunakan akal sehat (dalam bukunya, C.S Lewis mengatakan “madman“)

Pilihan ini terdengar ngawur, tetapi C.S Lewis menggunakan istilah demikian untuk menggambarkan keadaan yang bertolak belakang dengan pilihan yang pertama. Kalau yang dikatakan Yesus tidak benar, maka pilihannya adalah Ia tidak waras. Namun di dalam Kitab Suci tidak pernah ada yang mengindikasikan bahwa Yesus adalah seseorang yang tidak dapat menggunakan akal sehat. Adalah sangat tidak mungkin, kalau para rasul, para santa dan santo mau mengorbankan nyawa mereka untuk seseorang yang tidak waras. Jadi pilihan ini sebetulnya sangatlah tidak mungkin.

Pilihan 3 – Yesus adalah seorang yang lebih buruk dari itu (dalam bukunya, C.S Lewis mengatakan “something worse”)

Kalau Dia mengaku bahwa diri-Nya adalah Tuhan – padahal bukan – maka dapat disimpulkan bahwa Dia adalah seseorang yang jahat. Namun untuk mengambil kesimpulan bahwa Yesus adalah seorang yang jahat juga adalah tidak mungkin, karena semua yang dilakukan Kristus adalah hal- hal yang baik, dan ajaran moral yang disampaikan kepada manusia adalah begitu sempurna dan tidak ada duanya dibandingkan dengan ajaran agama manapun.  Mahatma Gandhi-pun begitu mengagumi Yesus, terutama ajaran-Nya tentang khotbah di bukit. Jadi pilihan ini juga tidak mungkin.

Pilihan 4 – Cerita tentang Yesus adalah kebohongan belaka

Ada beberapa pandangan dari agama lain yang mengatakan bahwa Yesus dijadikan Tuhan oleh manusia – yaitu oleh para murid dan pengikut-Nya dan juga pada zaman Konstantinopel, di Konsili Niceae (325). Pandangan ini sesungguhnya merupakan pandangan di abad- abad ini, yang bermaksud memisahkan antara Yesus menurut sejarah (Jesus of History) dan Kristus menurut iman (Christ of faith), seolah keduanya tidak sama. Namun pernyataan ini sangatlah tidak mendasar, sebab tidak sesuai dengan pernyataan para murid Kristus yang menjadi para saksi langsung akan kehidupan Kristus, penderitaan, wafat, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga. Padahal adalah lebih logis jika kita mempercayai kesaksian mereka yang hidup pada zaman Kristus; daripada perkiraan mereka yang hidup berabad- abad sesudah zaman Yesus. Pernyataan para murid, termasuk St. Paulus,  dibuat sekitar beberapa tahun setelah Yesus wafat, sehingga dapatlah diyakini kebenarannya. [Bayangkan kalau misalkan ada banyak tulisan bahwa di Jakarta tidak pernah terjadi banjir. Dan berita ini terus diberitakan di dalam koran, televisi, dll. Tentu saja ini berita yang tidak benar, dan orang-orang yang mengalami kebanjiran akan protes dan membuat surat pernyataan, demo, yang menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar]. Nyatanya,  pernyataan bahwa Yesus adalah Tuhan, yang disaksikan oleh banyak orang – yang mengalami kehidupan Yesus – tidak mengundang protes atau tulisan yang menyanggahnya pada masa itu. Sejarah tidak menemukan tulisan asli abad awal yang menyanggah tentang kebangkitan Kristus. Jadi, kesimpulannya: Yesus sungguh bangkit; dan kebangkitan-Nya adalah sesuatu yang nyata dan bukan karangan para murid-Nya. Jadi kemungkinan bahwa Yesus adalah kebohongan belaka,  juga sangatlah tidak mungkin.

Kalau pilihan yang ke- 2,3, dan 4 adalah tidak mungkin, maka hanya pilihan yang pertama saja yang mungkin, yaitu “Yesus adalah sungguh Tuhan Allah yang menjelma menjadi manusia.”

Pembuktian indah dari seorang kepala Rabi Yahudi yang menjadi Katolik

Pembuktian yang indah tentang ke-Tuhan-an Yesus ditulis juga di dalam buku autobiografi Eugenio Zolli, kepala rabi Yahudi pada masa Perang Dunia ke-2. Zolli kemudian menjadi Katolik pada tahun 1945. Di Polandia, dia sering mengunjungi rumah teman sekolahnya yang bernama Stanislaus, yang beragama Katolik. Di dinding rumah itu tergantung salib kayu yang sederhana. Eugenio mengatakan dalam bukunya:

“Sering – aku tidak tahu kenapa – aku akan menatap salib itu dan memandang cukup lama pada “seseorang” yang tergantung di salib itu. Sejujurnya, permenungan ini selalu diikuti oleh gejolak di dalam jiwaku.
Mengapa orang ini disalibkan? Aku bertanya kepada diriku sendiri. Apakah dia orang jahat? …. Mengapa banyak orang mengikuti dia, kalau dia jahat dan mengapa temanku dan ibunya yang juga mengikuti dia adalah orang-orang yang baik? Bagaimana bahwa Stanislaus dan ibunya begitu baik dan mereka menyembah dia yang disalibkan ini? Dia tidak mengeluh, dia tidak melawan. Di wajah-nya tidak ada ekspresi kebencian ataupun kemarahan….Tidak. Dia, Yesus, orang itu – sekarang menjadi “Dia” untukku dengan huruf besar “D.” Dia tidak jahat. Dia tidak mungkin jahat…. Satu hal yang kutahu dengan pasti: “Dia sungguh baik“.[5]

Pembuktian Gamaliel, dari Kisah Para Rasul.

Di Kisah Para Rasul (Kis 5:26-42), Gamaliel, seorang ahli taurat yang sangat dihormati, menasehati orang banyak agar mempertimbangkan perbuatan terhadap pengikut Yesus (Petrus dan rasul-rasul lainnya). Sebab, di waktu yang lalu, setelah kematian Teudas yang mengaku sebagai orang yang istimewa, 400 pengikutnya tercerai berai dan kemudian lenyap. Jadi jika perbuatan para murid Kristus hanya berasal dari manusia, mereka pasti akan lenyap dengan sendirinya. Namun jika dari Allah, semua itu tidak dapat dilawan.

Kenyataan bahwa sampai sekarang, setelah 2000 tahun dari kejadian itu, para pengikut Kristus masih bertahan di dalam Gereja Katolik, membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan, dan ajaran-Nya adalah dari Allah.

Yesus adalah Tuhan – melalui “Motif yang meyakinkan / Motive of credibility”

Motif 1: Nubuat

Motif pertama adalah nubuat. Artinya kedatangan Kristus telah diberitakan sebelumnya yaitu beribu-ribu tahun sebelum kedatangan-Nya, melalui masa persiapan yang panjang.[6] Adalah sangat logis, kalau kedatangan Yesus untuk misi keselamatan seluruh umat manusia dipersiapkan dengan matang, dan dengan tanda-tanda, sehingga orang tidak sampai salah mengerti. Kita bisa mengambil contoh: Kalau beberapa orang di tingkat direktur pabrik mobil Toyota mengatakan bahwa 20 tahun lagi – semua produk mobil Toyota tidak akan menggunakan bensin, namun menggunakan tenaga surya, dapat bergerak dengan kecepatan 200 km/jam, dan ditambah dengan kemampuan yang lain – maka kita akan percaya, karena yang mengatakan adalah para pembuat mobil tersebut.

Kita dapat menerapkan prinsip ini kepada hal persiapan Yesus datang ke dunia ini, yang sudah diberitakan beribu-ribu tahun sebelumnya. Bahkan kitab Yesaya yang ditulis sekitar 700 tahun sebelum kedatangan Yesus Kristus, dapat secara persis menggambarkan tentang Kristus yang menderita (lih. Yes 53). Nabi Yesaya dapat menggambarkan secara persis apa yang akan dialami oleh Kristus, karena dia mendapatkan pengetahuan dari Tuhan sendiri. Bahwa di dalam sejarah, semua nubuat itu terpenuhi di dalam diri Yesus, menjadi bukti akan kebenaran bahwa yang dinubuatkan adalah benar, yaitu: Yesus sungguh- sungguh datang dari Allah dan Yesus adalah Allah.

Juga, Tuhan ingin memberitahukan kepada manusia tentang Mesias jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga pada saat penggenapannya, manusia dapat mengenali Mesias yang dijanjikan. Inilah yang membedakan antara Yesus dengan tokoh-tokoh dalam agama yang lain. Tokoh-tokoh dalam agama lain tidak pernah dinubuatkan sebelumnya, namun Yesus telah dinubuatkan secara konsisten oleh para nabi dalam kurun waktu lebih dari 1500 tahun.

Motif 2 – Mukjizat

Motif ke-2 adalah mukjizat. Kita dapat melihat di dalam Alkitab, bahwa Yesus melakukan banyak sekali mukjizat, yang membuktikan bahwa Dia adalah sungguh Putera Allah, sekaligus juga yang memberikan konfirmasi akan kebenaran semua ajaran-Nya.  Yesus menyembuhkan orang buta (Mat 9:27-31), orang bisu (Mat 9:32-35), orang tuli (Mk 7:31-37), orang lumpuh (Mat 9:1-8), bahkan membangkitkan orang mati (Yoh 11:1-46).

Yesus juga mengatakan, “ …. tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa” (Yoh 10:37-38).

Di atas semua itu, mukjizat terpenting adalah kebangkitan Kristus (Mat 28:1-10; Mar 16:1-20; Luk 24:1-53; Yoh 20:1-29, 21:1-19; Kis 1:3; 1 Kor 15:17; 1 Kor 15:5-8). Mungkin ada banyak orang yang dapat melakukan mukjizat dan menyembuhkan penyakit-penyakit. Namun orang tersebut pada akhirnya wafat dan tidak dapat bangkit dengan kekuatan sendiri. Namun Yesus menunjukkan bahwa Ia mempunyai kuasa di atas segalanya, termasuk kematian. Hanya Tuhanlah yang dapat melakukan hal ini.

Motif 3 – Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus

Keberadaan Gereja Katolik, Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus sendiri, menjadi bukti akan janji-Nya sebagai Allah untuk melindungi Gereja-Nya sampai akhir jaman (lih. Mat 16:18) di bawah kepemimpinan Rasul Petrus dan juga para penerusnya, yaitu para paus. Sudah begitu banyak percobaan yang dialami oleh Gereja Katolik, baik dari dalam maupun dari luar Gereja. Namun sesuai dengan janji Kristus, Gereja Katolik tetap bertahan dalam mengajarkan kebenaran yang penuh, dan ditandai dengan ciri-ciri: satu, kudus, katolik, dan apostolik. (lihat artikel: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan – Bagian 1 – silakan klik).

Kesimpulan

Dari semua pembuktian tersebut di atas, secara filosofis – yaitu dengan “argument of fittingness,” kita dapat menyimpulkan bahwa adalah sudah sepantasnya bahwa Yesus menjelma menjadi manusia untuk keselamatan seluruh umat manusia. Pembuktian “empat pilihan” membuat kita melihat bahwa kemungkinan yang paling logis adalah Yesus adalah sungguh Putera Allah. Kisah Eugenio Zolli membuktikan bahwa seseorang yang tadinya tidak mengenal Kristus, akan dapat mengenal dan menjadi pengikut Kristus, kalau ia melihat kesaksian hidup dari para pengikut Kristus, dalam hal ini adalah Stanislaus dan ibunya. Gamaliel semakin memperkuat argumen “motive of credibility“, karena fakta menunjukkan bahwa pengikut Kristus ada dan berkembang terus sampai saat ini, sehingga tidak mungkin Kristus dan ajaran-Nya hanya semata dari manusia. Pembuktian dari “motive of credibility” semakin meyakinkan kita bahwa Yesus adalah Putera Allah yang sudah dijanjikan, yang mampu melakukan mukjizat-mukjizat, dan keberadaan Gereja Katolik selama 2000 tahun menjadi tanda mukjizat yang terbesar setelah mukjizat kebangkitan Tuhan Yesus.

Semoga Tuhan sendiri  menuntun mereka, yang belum mengenal dan percaya kepada Kristus dan yang sedang mencari kebenaran, agar dapat menemukan kebenaran itu sendiri, yaitu Kristus Yesus (lih. Yoh 14:6). Bagi yang sudah mengenal Kristus, mari kita mencontoh kehidupan para kudus, dan juga Stanislaus dan ibunya. Kekudusan akan membuat kita menjadi saksi Kristus yang hidup dan membawa orang untuk mengenal dan mengasihi Kristus.

Dan di dalam proses pencarian kebenaran untuk mengikuti Kristus, silakan membaca artikel: Mengapa kita memilih Gereja Katolik.


CATATAN KAKI:
  1. Trinitas, inkarnasi, surga, dll., adalah sesuatu di luar kemampuan dan jangkauan manusia. Manusia dapat mengetahui semua ini, karena Tuhan sendiri yang memberikan pengetahuan kepada manusia. Tanpa pemberitahuan Tuhan, tidak mungkin manusia menjangkau hal-hal ini. []
  2. Roh Kudus adalah buah dari pertukaran kasih antara Allah Bapa dan Allah Putera. Inilah sebabnya, Pentakosta (diutusnya Roh Kudus) terjadi setelah Yesus wafat, bangkit dan naik ke surga. Allah Bapa mengasihi Putera-Nya, dan Putera-Nya menunjukkan kasih-Nya dengan sempurna di kayu salib. Buah dari pertukaran dan kasih yang mengorbankan diri inilah yang menghasilkan Roh Kudus. Dalam syahadat iman yang panjang (Nicene Creed), kita melihat pernyataan “….Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa dan Putera….“ []
  3. John Paul II, Encyclical Letter on The Redeemer Of Man: Redemptor Hominis (Pauline Books & Media, 1979), no. 10 – Paus Yohanes Paulus II menekankan bahwa kasih yang sempurna adalah kasih yang dapat memberikan diri sendiri kepada orang lain. Dengan demikian, adalah “sesuai atau fitting” bahwa Tuhan, melalui Putera-Nya menjadi contoh yang sempurna tentang bagaimana menerapkan kasih. Hal ini juga membuktikan bahwa Tuhan bukanlah Allah yang sendirian. []
  4. C. S. Lewis, Mere Christianity (Harper One: 2001, p.52:  C.S. Lewis mengatakan bahwa tidaklah mungkin bagi seseorang untuk menjadi Kristen dan menerima semua ajaran moral dari Yesus, tanpa mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, sebab dasar kekristenan adalah pengakuan iman akan Yesus Tuhan []
  5. Eugenio Zolli, Before the Dawn (New York: Sheed and Ward, 1954) p.24-25 []
  6. Kita bisa melihat bahwa Tuhan mempersiapkan perjanjian yang mengarah kepada Inkarnasi Yesus Kristus. Perjanjian Allah dengan manusia dimulai dari: 1) Adam dan Hawa (tingkatan pribadi), 2) Nabi Nuh (tingkatan keluarga), 3) Abraham (pada tingkatan suku), 4) Israel (pada tingkatan bangsa); 5) dan kemudian mencapai puncaknya dengan kedatangan Yesus yang mengikat perjanjian Allah dengan seluruh bangsa manusia. Jadi, bangsa Yahudi adalah menjadi bukti persiapan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini. []

Beberapa artikel yang berhubungan:

Beberapa artikel di kategori yang sama:

103 Komentar to Mengapa Orang Kristen Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan?

  1. salam katolisitas,
    bagaimana tanggapan umat katolik mengenai info semacam ini :
    Uskup Agung Prof. Jenkins, Pemimpin Gereja tertinggi keempat di Inggris, yang tidak takut kehilangan jabatan dengan menyatakan bahwa Kebangkitan Yesus dari kubur sesungguhnya tidak pernah terjadi; John Allegro, anggota tim penerjemah Naskah Laut Mati, yang dipecat karena mengumumkan naskah yang dianggap rawan dan dapat menggoncangkan keimanan umat Kristen; Rev. Dr. Charles Francis Potter, yang membuktikan dari Naskah Laut Mati bahwa Roh Kudus sebagai oknum yang disembah, tidak dikenal di zaman Yesus; Dr. Robert W. Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru dari Universitas Harvard bersama 74 pakar Alkitab lainnya yang dihujat umat Kristen Amerika dan dunia karena membuktikan bahwa hanya 18 persen ucapan Yesus dalam Alkitab yang diangap asli; Dr. Barbara Thierings Guru Besar Universitas Sydney Australia yang dihujat umat Kristen Australia karena dari hasil penelitiannya selama 20 tahun terhadap Naskah Laut Mati, menemukan bahwa Yesus tidak mati di tiang salib; Prof. David Friedrich Strauss, yang dipecat seumur hidup sebagai guru besar agama Kristen, karena mengatakan bahwa Injil dalam Alkitab adalah campuran antara fakta, dongeng dan khayalan,

    mohon jawabannya

    • Shalom Xells,

      Sebenarnya masalahnya di sini bukanlah takut atau tidak takut kehilangan jabatan, tetapi masalahnya adalah menyatakan kebenaran. Inilah yang dilakukan oleh para rasul, para martir, para bapa Gereja yang terus memberitakan kebenaran Yesus yang tersalib dan bangkit, walaupun dengan resiko untuk dianiaya, dimasukkan ke kandang Singa – seperti Ignatius Antioch – dirajam, dipenjara, dll. Jadi, kalau memang kebangkitan Kristus adalah isapan jempol belaka, untuk motif apakah para rasul berbohong? Kita dapat berfikir mereka dapat berbohong kalau mereka mendapatkan keuntungan pribadi – uang, kekuasaan, kenikmatan, dll. Namun, mereka justru rela kehilangan segalanya untuk mewartakan Kristus yang tersalib dan bangkit. Kita lebih percaya mana, kesaksian dari ahli-ahli liberal zaman modern atau kesaksian dari para rasul, yang hidup bersama dengan Yesus, yang menderita demi kasih mereka kepada Yesus?

      Kalau seorang pengajar di dalam Gereja Katolik tidak mengajarkan iman Katolik, maka apa salahnya untuk menonaktifkan pengajar tersebut? Seorang pengajar teologi di universitas Katolik telah disumpah untuk setia terhadap pengajaran iman Katolik. Kalau dia telah melanggar sumpah yang dibuatnya, maka menurut saya lebih baik kalau dia sendiri mengundurkan diri sebelum dinonaktifkan. Organisasi sekularpun juga mempunyai aturan yang berlainan dan menjadi kewajiban dari seluruh anggota organisasi yang bersangkutan untuk melaksanakan visi dan misi dari organisasi tersebut.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  2. kalau memang yesus itu tuhan? lantas kenapa yesus tidak tau kapan hari kiamat?

    [dari katolisitas: silakan melihat jawaban ini - silakan klik. Sebelum anda bertanya tentang topik yang lain, silakan membaca terlebih dahulu arsip katolisitas di bagian apologetik non-Kristen ini - silakan klik. Gunakan juga fasilitas pencarian di katolisitas, ada di menu bagian kanan.]

  3. bagaimana pandangan anda tentang kuis ini
    http://…mustahil_kristen_bisa_menjawab.zip

    [dari katolisitas: Silakan melihat tanya jawab ini - silakan klik dan ini - silakan klik, serta tanya jawab yang lain di sini - silakan klik]

  4. sugeng pratiknyo January 27, 2012 at 11:07 am

    salam dalam nama Yesus,
    Tentang ketuhanan Yesus, termasuk trinitas,menurut saya memang susah dipahami logika manusia secara 100%.Latar belakang keluarga saya adalah agama Islam.Konsep allah/tuhan dalam Islam memang berbeda dengan konsep allah/tuhan dalam Kristen.Allah/ Tuhan dalam Islam tidak hadir /terlibat langsung dalam sejarah manusia dan tidak terjembatani ,tetapi dalam Kristen, Allah/ Tuhan terlibat langsung dan hadir dalam sejarah manusia yaitu (terjembatani) lewat Yesus/ nabi Isa ,As ,ini dapat terlihat melalui pekerjaan2 Yesus(mis ;mengampuni dosa dan mengidupkan orang mati).Tidak ada perantaraan antara Tuhan dan manusia dalam Islam.Hanya saja , sepanjang pengetahuan saya, dalam kehidupan sehari2, saudara2 saya, kakak sy, tetangga2 saya (menurut ktp beragama Islam dan saya lihat beberapa dari mereka juga rajin Sholat), mereka pergi ke “orangtua”/”orang pintar” /dukun, untuk minta bantuan doa ,sebagai jembatan kepada Tuhan /Allah.supaya Tuhan campurtangan mengatasi beberapa permasalahan hidup yg mereka hadpi.
    Dari hal2 tersebut, sy menyimpulkan bahwa manusia tetap membutuhkan perantaraan dan jalan untuk sampai ke tahta illahi.Di dalam Kristen , Yesus ,menurut saya adalah perantara yang agung menuju Illahi,tabib yg agung yang di sahkan oleh Allah/Ilahi.
    Beberapa orang menemukan kebenaran tuhan melalui logika, tapi untuk saya pribadi ,melalui sosok dan karya Yesus itulah saya memahami kalau si pencipta/Allah/Tuhan benar “Ada”.Saya tidak begitu mengerti Trinitas, tapi saya bukan berarti terus menutup pintu bagi Yesus dan ajaranNya
    Untuk mengatakan percaya kepada Allah memang relatif mudah,(baik bagi orang Muslim, Kristen) apalagi orang dalam keadaan adem, ayem,tentrem, mapan ,ketika merasa nyaman.Tapi saya pribadi ,(saya mengalaminya pada 1997)ketika sakit (bersifat non medis) (saya hidup di Jawa yg menurut saya “Land of Magic, Sorcery, Mistic…).Saya di teluh oleh kuasa gelap/Iblis.Saya terpaksa berjuang selama 3 minggu untuk mengalahkan kuasa gelap.selama tiga pekan saya tidak tidur, terus menerus berdoa/ tirakat(menurut kejawen) “mencari sosok Tuhan dan kesembuhan dariNya”,tanpa bantuan orang lain/”orang pintar”, Setelah berjuang, yang ” menurut saya sangat berat” ,saya bisa sembuh dari sakit saya.Sosok Tuhan/ Roh tuhan/Allah dan penyembuh itu “menurut pengalaman saya pribadi” adalah Yesus/ nabi Isa.As (dalam Islam).Dari pengalaman sakit dan perjuangan saya mencari kesembuhan itulah, saya tidak begitu saja percaya konsep “Tuhan tidak mencobai manusia di luar batas kemampuan manusia itu sendiri “Non sense,omong kosong, Konsep demikian hanya membuat lemah manusia.Ada situasi “yang Tuhan ijinkan”yang memaksa manusia bersinggungan dengan ” kematian”,supaya lebih dekat padaNya.Saya sekarang bekerja di Taman nas Way kambas.Sebagai koordinator wisata alam liar,pengalaman2 pribadi saya sangat berguna membantu dalam tugas ,karena dalam bekerja ,saya harus masuk dalam lingkungan gajah2 liar, harimau, ular & satwa2 liar lain juga pemburu gelap,yang benar2 “tak dapat diprediksi “tingkah lakunya sehubungan dengan keselamatan wisatawan yang saya antar masuk hutan.
    Intinya adalah, bahwa kebenaran tentang Tuhan/Allah dan keberadaanNya
    “Harus !!!” kita cari secara pribadi ,melewati batas normal kemampuan kemanusiaan ataupun jurang kematian kalau perlu.bukan diwariskan dari orang tua atau keluarga dan juga bukan dari omongan tokoh2 agama.bukan “jarene”(
    “katanya”-bahasa Jawa).Kita tidak boleh takut akan menderita untuk menguji benar/tidaknya suatu ajaran,Bukan hanya logika, tetapi juga Hati nurani termasuk “guru yang ampuh” dalam menilai kebenaran suatu ajaran. .Eksistensi / peristiwa2 yang terjadi di dunia /Alam semesta di kendalikan bukan hanya oleh dunia materi/logika , tetapi juga dikendalikan oleh dunia non fisik.
    Bagi saya pribadi ,saya terus terang ,(maaf ya romo2/suster2)pemahaman saya terhadap trinitas “NOL” Tetapi melalui pengalaman,maka sosok Yesus/nabi Isa As itulah yang saya temukan,sebagai tuhan juru slamat.

    [dari Katolisitas: Terima kasih atas sharing Anda. Allah Trinitas itu tidak terpisah dari sosok Yesus yang Anda temukan. Sebab dalam segala karya-Nya, Yesus melakukan-Nya dalam kesatuan dengan Allah Bapa dan Roh Kudus. Hidup kita di dunia adalah peziarahan iman yang menghantar kita untuk semakin mengenali Tuhan dan kebenaran-Nya. Maka tak perlu kecewa jika merasa belum paham atau belum sepenuhnya paham, yang terpenting adalah keterbukaan hati dan kerendahan hati untuk terus mencari dan menerima apa yang Tuhan nyatakan kepada kita]

  5. saya muslim, tp saya ingin bertanya kenapa anda menyalip tuhan anda? Apakah anda tidak kasihan sehingga tuhan yg anda percayai menjadi mati di salip????

    • Shalom Elky,

      Perlu Anda ketahui, bahwa yang menyalibkan Yesus dahulu itu bukan orang- orang yang percaya kepada-Nya, tetapi justru orang- orang Yahudi yang tidak percaya yang dipimpin oleh para ahli-ahli Taurat, karena mereka tidak mengenali Dia sebagai Mesias, Putera Allah (lih. 1 Kor 2:8).

      Selanjutnya, silakan Anda membaca artikel “Kematian Yesus di Salib adalah Kemenangan”, silakan klik. Saya kutip sebuah kalimat penting di dalamnya, “Yesus memang dengan kehendak bebas-Nya menyerahkan nyawa-Nya kepada orang- orang Yahudi; agar dengan demikian Ia dapat menjadi korban penebusan dosa umat manusia untuk memenangkan dari kuasa dosa dan maut, jiwa orang-orang yang percaya.”

      Semoga kini menjadi jelas bagi Anda mengenai makna kurban salib Kristus dan rencana agung Allah bagi keselamatan umat manusia melalui kurban salib-Nya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan
      Ingrid Listiati – http://www.katolisitas.org

  6. maaf saya tidak percaya dengan agama kristen karena agame kristen itu adalah salah satu bentuk salah paham yang sebenarnya disalib bukan isa bin maryam tetapi adalah penghianat dari pengikut isa ..
    jadi agama kristen itu adalah omong kosong …

    [dari katolisitas: Tidak menjadi masalah kalau anda menganggap bahwa agama Kristen adalah omong kosong, karena tidak ada yang dapat memaksakan satu agama kepada orang lain. Namun, kalau anda benar-benar ingin mengetahui apa dasar agama Kristen, maka anda dapat membaca beberapa link berikut ini dan mudah-mudahan anda dapat melihat agama Kristen dalam perspektif yang berbeda.

    KristologiKristologi

    Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia, karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia.]

    • saudara akmal fadillah

      anda mengatakan bahwa agama Kristen adalah sebuah omong kosong, ini tidak mengherankan bagi saya jika kita melihat latar belakang saudara. Agama Kristen mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan yang datang ke dunia, menjadi manusia, sama dengan manusia dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa, disalibkan, wafat, dan bangkit. Sementara anda mengatakan bahwa Yesus tidak mati.

      Mari kita berimajinasi. kenapa ada beberapa pihak bersikukuh bahwa Yesus tidak wafat di salib? Untuk membuktikan bahwa Yesus tidak bangkit pada hari ketiga setelah penyaliban. Wong gak mati di salib, bagaimana mungkin bisa dikatakan bangkit pada hari ketiga setelah penyaliban? Karena Yesus tidak bangkit, berarti perkataanNya adalah bohong. Yesus pernah menubuatkan penyaliban, wafat dan kebangkitanNya. Bagaimana mungkin Yesus yang berbohong adalah Tuhan?

      Semua perbincangan agama Kristen dengan dunia cepat lambat akan berpusat pada siapa Yesus sebenarnya? Apakah seorang nabi? Rabbi liberal reformator Yahudi? Makhluk ciptaan tertinggi? Seorang pembohong? Orang gila? Atau Tuhan?

      Apa pun pilihan Anda, saya ingin Anda mengetahui bahwa tidak ada satu orang pun yang sepercaya diri Yesus. Yesus berkata “Akulah Jalan, Kehidupan dan Kebenaran”, “Akulah Terang Dunia”, “Akulah Roti Kehidupan”. tidak ada orang di dunia berani mengatakan hal ini. Tidak ada seorang pendiri agama pun yang berani mengatakan bahwa dirinya adalah jalan yang dibutuhkan dunia, bahwa dirinya adalah kebenaran yang mutlak, bahwa dirinya adalah kehidupan itu sendiri, bahwa dirinya adalah roti yang memuaskan rasa lapar dunia, dan dirinya adalah terang yang melingkupi semua manusia. Yesus memang tidak mengatakan dengan eksplisit bahwa DiriNya adalah Tuhan. Tapi IA menjabarkan siapa Tuhan itu. Tuhan itu adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Tuhan itu Roti Kehidupan. Tuhan itu Terang. dan Yesus-lah semuanya itu. Tuhan bukan lagi sosok tak berbentuk, nun jauh di sana. Tuhan bukan lagi orang tua renta yang duduk di singgasana emas di surga lapis ke 17. Tuhan adalah Jalan yang kita tempuh untuk mendapatkan kebahagiaan. Tuhan adalah Terang yang memungkinkan kita melihat siapa diri kita, siapa Tuhan dan siapa sesama kita. Tuhan memuaskan rasa lapar kita. Tuhan hadir bersama manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjadi Teman. Bahkan Ia kini bisa disentuh.

      Apa dampak dari perkataan Yesus ini? Cuma ada dua: mengikuti atau tidak mengikuti, dengan segala konsekuensinya. Tidak ada jalan tengah. Berada dalam Terang itu atau dalam kegelapan di luar Terang? Memilih kenyang oleh Roti atau kelaparan? Memilih untuk menapaki Jalan Kebenaran atau berada di semak belukar di luar jalan. Hidup atau tidak hidup. Tidak ada jalan tengah.

      Saya tidak tahu apa definisi Tuhan bagi Anda. Tapi saya telah menemukan Yesus. Ia lah Tuhan bagiku. Ia lah yang kini saya tawarkan pada Anda. Apa pilihan Anda?

      • Mas Akmal dan Mas Alexander,

        Bagi kita yang percaya adanya Tuhan (dgn berbagai macam sebutanNya), maka mari kita bersyukur bahwa Sang Maha telah menciptakan Berbagai-bagai & ber-Aneka Ragam bentuk, cara, metode, dogma, dan lain-lain bagi kita manusia yang banyak kekurangan & penuh dosa ini.

        Sang Maha tentu lebih tahu daripada kita, bahwa TIDAKLAH MUNGKIN manusia yang sedemikian banyaknya ini bisa UNIFORM dan SERAGAM semua (memangnya Robot?), sehingga beraneka ragam aliran & kepercayaan & -isme & ideologi itu tercipta (atau diciptakan?) untuk mengakomodasi variance tersebut.

        Jadi implikasinya, menjadi hak setiap manusia untuk mem-PERCAYA-i dan me-TIDAKPERCAYA-i suatu -isme / keyakinan tertentu.
        Karena, bentuk-bentuk itu kan suatu SARANA untuk mencapai TUJUAN yang lebih ESENSIAL.
        Yaitu: Never-ending improvement dari Kualitas Hidup Manusia & Lingkungannya.

        Maka, sejauh KEPERCAYAAN atau KETIDAK-PERCAYAAN tersebut mampu menjadi Guideline & Value-system yang bermanfaat bagi human life quality improvement diatas, dalam pengertian sederhana saya, sedikit-banyak tujuan dari terciptanya (diciptakannya?) aliran2 tsb sudah tercapai secara makro.

        Nah, detil-detil mikro & atributif pada masing-masing aliran YA JELAS TIDAK SAMA, wong aliran nya aja beda, kalau sama ya merger & acquisition aja toh? hehe..

        Gitu aja deh..
        Shalom Alaikhem
        May peace be upon us all
        Sugeng Riyadi

        [dari katolistas: Tidak ada yang dapat memaksakan agama seseorang kepada orang lain. Namun, tidak ada yang melarang seseorang untuk mewartakan apa yang dia percaya - dan tentu saja harus dilakukan dengan bijaksana.]

    • Sdr Akmal yakinlah apa yang saudara imani, PD dengan yang sudah anda yakini kebenarannya. dan Kami tetap dengan kebenaran yang kami imani Dalam Kritus Yesus (Nabi Isa)
      Kami tidak akan pernah memaksa anda untuk percaya dengan keyakinan kami. Kalau anda terus membanta, membandingkan dengan keyakinan anda…lalu yang menjadi pertanyaan saya. “percaya ngga anda dengan Keyakinan anda sendiri?
      Hanya orang yang kurang PD sajalah yang selalu menyibukan diri dengan urusan orang lain/kepercayaan orang lain.

  7. TRINITAS ~ dicontohkan dalam diri manusia secara mudah untuk dimengerti

    manusia terdiri dari 3 hal yang harus menjadi satu

    Raga ~ Tubuh / badan/
    Jiwa ~ menguasai pikiran, pengetahuan …(tahu kan)..
    Roh ~ yang membuat hidup

    Ketiganya itu HARUS menjadi satu untuk bisa disebut manusia utuh
    Contoh :
    tanpa Raga …..tidak ada manusia
    ada raga tanpa roh, tanpa jiwa ……adalah mayat
    ada raga , ada roh , tanpa jiwa …………….adalah orang yang gila karena tidak mengenal satu apapun
    jadi harus lengkap : ada Raga, ada Jiwa, ada Roh, itulah contoh TRINITAS dalam manusia.

    jadi sahabatku semua, agama apapun harus mengakui secara mutlak .. bahwa manusia adalah contoh TRINITAS yang paling simple ada di depan mata kita, bahkan di diri kita.

    Kalau masih belum juga mengerti, yang nyata…..bagaimana cara mengerti yang tidak nyata.

    • Shalom Yain,

      Gereja Katolik mengajarkan bahwa manusia terdiri dari tubuh dan jiwa yang rohani, namun tidak memisahkan antara jiwa dan roh. Tentang topik ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik; dan secara khusus mengapa Gereja Katolik mengajarkan dikotomi: tubuh dan jiwa (dan bukan trikotomi: tubuh, jiwa dan roh) silakan baca di jawaban ini, silakan klik

      Maka tentang analogi Trinitas dengan mengambil contoh manusia, kita mengacu kepada pengajaran St. Agustinus. Dalam bukunya, On the Trinity (Book XV, ch. 3), St. Agustinus menjabarkan ringkasan tentang konsep Trinitas. Secara khusus ia memberi contoh beberapa trilogi untuk menggambarkan Trinitas, yaitu:
      1) seorang pribadi yang mengasihi, pribadi yang dikasihi dan kasih itu sendiri.
      2) trilogi pikiran manusia, yang terdiri dari pikiran (mind), pengetahuan (knowledge) yang olehnya pikiran mengetahui dirinya sendiri, dan kasih (love) yang olehnya pikiran dapat mengasihi dirinya dan pengetahuan akan dirinya.
      3) ingatan (memory), pengertian (understanding) dan keinginan (will). Seperti pada saat kita mengamati sesuatu, maka terdapat tiga hal yang mempunyai satu esensi, yaitu gambaran benda itu dalam ingatan/ memori kita, bentuk yang ada di pikiran pada saat kita melihat benda itu dan keinginan kita untuk menghubungkan keduanya.

      Selanjutnya tentang topik Trinitas, sudah pernah dibahas di artikel ini, silakan klik.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  8. Salam,

    saya tidak tahu bagaimana caranya daftar dan berdiskusi di sini jadi saya ambil jalan tengah melalui buku tamu saja.

    Saya mantan Khatolik di Mataram, Lombok NTB, saya masih penasaran dgn iman Khatolik terutama tentang ketuhanan Yesus, yang membuat saya keluar dari Katolik setelah membaca beberapa artikel di situs Karinavirusan.wordpress.com dan masih banyak situs2 lainnya dan sampai sekarang masih membekas dalam hati saya.

    Saya hanya ingin bagaimana caranya kita membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan?

    Logikanya seperti ini menurut ajaran Kristen (baik itu Katolik maupun Protestan) bahwa kata Anak pada anak Tuhan yang diperankan oleh Jesus alias Yahshua alias YAOHÚSHUA hol-MEHUSHKHÁY alias ‘Isa al-Masih putra Maryam bukan hanya sebagai kiasan, namun dalam arti yang sebenarnya.

    Oleh karena perkataan anak Tuhan di sini digunakan dalam arti yang sebenarnya, maka perkataan “Bapa” di sini harus juga digunakan pula dalam arti Bapa yang sesungguhnya, bukan begitu Romo?.

    Dengan demikian terjadilah suatu hal yang mustahil !

    Karena anak yang sebenarnya dari sesuatu, adalah mustahil akan memiliki suatu individual dengan Bapa yang sesungguhnya dari sesuatu itu juga.

    Sebab pada ketika individu yang satu itu disebut anak, tidak dapat ketika itu juga individu yang satu ini disebut sebagai Bapa.

    Begitupula sebaliknya, yaitu pada ketika individu yang satu itu disebut sebagai Bapa, tidak dapat ketika itu kita sebut individu yang sama ini sebagai anak dari Bapa itu.

    Ketika kita individu yang satu ini kita sebut Bapa, maka di manakah anak ?

    mohon dibalas dan setelah dibalas mohon diinfokan di email saya [edit: alamat email dihapus]

    • Shalom Desi,

      Terima kasih atas sharing dan pertanyaannya. Memang ke-Allahan Kristus menjadi topik yang sering dipertanyakan oleh saudara dari kaum Muslim. Dan ini adalah hal yang wajar. Untuk membuktikan hal ini, maka kami telah membuat beberapa artikel kristologi, yang dapat dibaca di sini:

      Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia, karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia.

      Kalau anda benar-benar ingin berdiskusi tentang ke-Allahan Yesus, maka silakan untuk membaca beberapa link di atas. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam ayat-ayat di dalam Kitab Suci ada yang menunjukkan sisi kemanusian Yesus dan adalah hal yang benar juga bahwa ada ayat-ayat yang menyatakan ke-Allahan Yesus. Itulah sebabnya, umat Kristen mempercayai bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Kemudian pertanyaan anda tentang pribadi Yesus dan pribadi Bapa, anda dapat membacanya di artikel Trinitas di link yang pertama. Saya menyarankan bahwa diskusi berfokus pada ke-Allahan Kristus dan bukan pada yang lain, sehingga diskusi dapat terarah dan mendalam. Semoga usulan ini dapat diterima.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

    • “Saya mantan Khatolik di Mataram, Lombok NTB, saya masih penasaran dgn iman Khatolik terutama tentang ketuhanan Yesus, yang membuat saya keluar dari Katolik ….”

      Salam Desi;

      Walaupun kamu menganggap dirimu mantan Katolik, tetapi setelah di-Baptis maka Baptisan itu melekat terus pada jiwamu, selamanya..!
      Walaupun kamu sekarang sudah tidak mempraktekkan atau keluar dari komunitas Gereja, tetapi tetap saja kamu adalah orang yang SUDAH di-Baptis.

      Lewat Baptis kamu telah diangkat menjadi anak-anak Allah, artinya kamu telah mempunyai masa depan cerah yang diberikan oleh Allah, demi Yesus Kristus. Juga, Allah akan memberi kamu segala rahmat yang kamu perlukan untuk melewati hidup di dunia, demi Yesus Kristus.

      Efek / manfaat luar biasa dari Baptis ini dapat kamu peroleh bila kamu tidak menolak atau mengabaikannya. Jadi, sebelum kamu benar-benar memilih untuk mengabaikan rahmat Baptisan, kenalilah dulu dengan sebaik-baiknya agar kamu tidak menyesal di kemudian hari. Apalagi bila kamu mengabaikannya hanya demi kepentingan duniawi yang fana / sementara.

      Tuhan tidak memanggil kamu untuk sendirian, Dia menjadikan kamu bagian dari komunitas anak-anak Allah. Tumbuhlan dalam komunitas Gereja ini; tanyakanlah apa yg ingin kamu ketahui, sharingkan masalah yg kamu hadapi, dan carilah peneguhan bila kamu bimbang dari dalam Gereja. Ada sesama warga lingkungan, ada sesama warga paroki, ada para biarawan, pastor, teolog, ada website Katolisitas, dan lain-lain. Gereja sudah berumur 21 abad, ada begitu banyak kisah orang-orang kudus sepanjang zaman yang bisa memberi kita inspirasi.

      Janganlah menyia-nyiakan harta berharga yg sudah kamu terima. Mohon, pikirkan kembali apakah memang lebih baik menjadi “mantan Katolik”…? Apa yang lebih baik…?

      Semoga Tuhan memberkati kita.

  9. Salam damai…

    Mohon saya dibantu untuk dapat menjelaskan secara mudah kepada agama non Katolik..

    ada salah satu teman saya yang berkata…” bagaimana Yesus disebut ALLAH..padahal Dia sendiri pada saat disalib berkata ” Allahku ya Allahku mengapa Engkau meninggalkan daku….”…berarti jelas toh bahwa Yesus itu bukan Allah…

    Berkah dalem bapak Stef.

    [dari katolisitas: silakan melihat jawaban ini - silakan klik]

    • Shalom,

      Kita terus selalu ingin menjawab tanpa mau bertanya kembali.
      Seringkali datang kepada saya pelbagai pertanyaan yang melibatkan Keillahian Yesus dan Kemanusiaannya dari orang orang yang bertujuan untuk menjelek jelekan Kekristenan. Saya sering dengan senang sahaja menyoal kembali,” Bagaimana batu hitam bisa di sujud seraya dilaungkan takbir Allah maha besar? Jadi itu bukan menyembah berhala?”

      Maka disitu mula keluar segala macam penjelasan yang menurut saya tidak masuk akal namun wajar bagi mereka. Nah begitu jugalah usaha kita menjelaskan kepada mereka ini tentang ketuhanan dan keillahian Yesus. Yang bertanya itu ramai tetapi niat dan penilaian mereka tidak akan sama seperti kita yang telah menerima Hidayah/Panggilan Allah untuk beriman dalam agama Katolik. Jadi bersyukurlah, kerana bukan kita yang memilih untuk percaya kepada Yesus, tetapi Yesus yang telah memilih kita, makanya kita adalah umat pilihan.

      For the Glory of God

      Linda M

  10. Anthonius Ade Soerahman April 22, 2011 at 8:27 pm

    Sungguh diberkati sekali sya dengan web anda ini, saya telah mendapatkan pencerahan yg baik sekali…terimaksih Bpk. Stefanus…terus berkarya..Tuhan Yesus memberkati.

  11. saya merasa diberkati, dari apa yang saya baca. tetapi saya ingin menambahkan bahwa Tuhan itu Esa (satu). Pribadinya tetap satu yaitu Tuhan Yesus, tetapi Dia mempunyai peranan sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus, atau Trinitas. tapi bagaimanapun kita harus berani mengatakan bahwa Tuhan nya orang kristen adalah Esa atau satu (Tauhid). yang tiga adalah peranannya BUKAN pribadinya. mohon maaf kalau ikut menambahi.

    • Shalom Yayuk,

      Nampaknya ada perbedaan antara pemahaman anda dengan ajaran Gereja Katolik. Gereja Katolik mengajarkan bahwa Allah adalah satu (esa) dalam Tiga Pribadi, itulah sebabnya disebut Allah Tritunggal Maha Kudus (Allah Trinitas). Jika anda tertarik untuk memahami dasar ajaran tentang Allah Trinitas ini, silakan anda klik di sini. Untuk menerima pengajaran ini memang dibutuhkan iman, namun ada banyak yang dapat dijelaskan di dalam pengajaran iman tersebut.

      Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa Allah adalah Satu Pribadi dengan tiga peran/ fungsi seperti yang anda sebutkan. Pemahaman ini serupa dengan ajaran Sabelian, yang dikenal sebagai Modalisme, di abad ke-3, dan ajaran ini dikecam oleh Bapa Gereja. Mengapa dikecam? Karena logika ini dapat sampai pada kesimpulan bahwa yang disalibkan itu adalah Allah Bapa juga. Padahal bukan ini yang diajarkan oleh Kitab Suci. Silakan, jika anda tertarik, juga membaca artikel ini: Yesus sungguh Allah sungguh manusia.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  12. Salam Hormat,

    Memang sudah seharusnya semua umat beragama mempertahankan kebenaranya masing-masing.
    Perbedaan itu indah dan lagian kalau di dunia ini sama semua tidah fitrah dan tidak enak diliatnya..
    Seperti ada siang ada malam, ada suka ada duka dan banyak lagi perbedaan..

    Masalah kebenaran itu sesuatu yang hakiki.. Dan agama tidak bisa di paksakan. Malah di Jaman Nabipun keluarga dekatnya anak dan istrinya juga ada yang tidak mau mengikuti ajarannya. seperti Nabi Nuh anaknya juga Ingkar..

    Saya ada pertanyaan al :

    1. Kalau di Alquran Nabi terdahulu dan Kitab2 nabi sebelumnya Zabur, Taurat, Injil wajib diImani dan dipercayai termasuk Yesus juga wajib di Imani lalu apakah di Injil yang sekarang ada Nubuat tentang sosok Nabi Muhammad seperti cerita Nubuat Yesus oleh Kitab sebelumnya.

    2. Kalau Memang tidak ada / dan Ajaran Islam tidak benar kenapa Islam begitu pesat perkembanganya..? bahkan dipeluk mayoritas oleh penduduk Dunia.

    3.Injil menggantikan Kitab sebelumnya yaitu Taurat berarti secara hukum saat itu yg wajib di imani dan di jalankan adalah Injil dan ajaran Yesus. Jika ajaran yg di bawa Muhammad itu benar maka seharusnya Injil & juga umatnya juga wajib mengikuti ( itu kalau ajaran Muhammad benar lho ? )

    4. Apakah sudah di cari kebenaran tentang Islam itu sebagai agama samawi penutup menggantikan agama terdahulu sebelumnya..? dan kenapa kalau Alquran tidak benar terdapat ajaran yg wajib mengimani atau mengakui kitab injil, Taurat dan Zabur..? bahkan ada surat alquran yg spesifik tentang Yesus : yaitu Surat Al Mariam..? apakah bapak sudah mengkajinya utk perbandiingan ..?

    5. Kalau masalah Mukjizat semua Rosul yg di utus Tuhan di bekali oleh Mukjizat..? Musa, Isa, Ibrahim, termasuk Muhammad..Kenapa Isa yg mempunyai Mukjizat di anggap Tuhan sedangkan yang lainnya tidak..?

    Demikian sharing kita, mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.. Jika itu benar datangnya dari Tuhan jika salah itu kealpaan saya yang miskin ilmu..

    Terimakasih

    Salam

    Setiawan

    • Shalom Setiawan,

      Terima kasih atas pertanyaannya. Dalam menjawab, saya bertitik tolak dari iman saya sebagai seorang Katolik dan bukan dari pemikiran agama lain. Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan.

      1. Umat Katolik mempercayai bahwa tidak ada lagi wahyu umum setelah para rasul wafat – yang terakhir adalah rasul Yohanes. Dan kita percaya bahwa dengan kedatangan-Nya, Kristus telah menyampaikan kepenuhan rencana Allah. Dengan demikian tidak ada yang perlu ditambahkan atau dikurangi. Semua deduksi kebenaran harus bersumber pada wahyu umum yang telah lengkap ini. Alkitab tidak pernah memberikan nubuat tentang Nabi Muhammad.

      2. Memang Islam mengalami pertumbuhan yang pesat. Namun, janganlah kita lupa, yang paling pesat mengalami pertumbuhan pesat adalah sekularisme, modernisme, materialisme. Pertumbuhan pesat dari suatu agama bukanlah ukuran dari kebenaran suatu agama. Secara prinsip, kalau kita menjumlahkan umat Kristen Katolik ditambah dengan umat Kristen non-Katolik, maka totalnya adalah lebih besar dari umat Islam. Perkembangan Gereja Katolik yang kurang meluas bukanlah masalah kebenaran, namun ada banyak dari anggotanya kurang melakukan karya-karya evangelisasi, yaitu menyebarkan kabar sukacita Kristus ke segala bangsa. Lebih daripada itu, ada sebagian umat Katolik yang hidup seperti layaknya orang yang tidak mengenal Kristus, sehingga tidak menjadi saksi Kristus yang baik dan akhirnya dapat menjadi batu sandungan.

      3. Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa Perjanjian Baru menggantikan Perjanjian Lama, namun mempercayai bahwa Perjanjian Baru merupakan penggenapan dari Perjanjian Lama. Umat Islam tidak mengakui bahwa Injil dan seluruh Kitab dari Perjanjian Baru adalah Sabda Allah. Dengan demikian, tidak ada ikatan bagi mereka untuk mempercayai apa yang tertulis di dalam Perjanjian Baru.

      4. Saya sendiri tidak mendalami tentang agama Islam, sehingga saya tidak dapat membuat perbandingan dengan surat-surat di Alquran. Dan memang hal ini bukanlah tujuan dari keberadaan website ini.

      5. Mukjizat adalah satu elemen untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan. Pembuktian bahwa Yesus adalah Tuhan adalah seperti yang telah saya jelaskan di atas, yaitu telah dinubuatkan sebelumnya, mukjizat, Dia juga membuat hukum dalam nama-Nya sendiri, mengampuni dosa atas nama-Nya sendiri, dll. Adakah nabi-nabi yang pernah mengampuni dosa seseorang atas namanya sendiri? Adakah nabi-nabi yang bangkit dari antara orang mati? Dan adalah nabi-nabi yang melakukan semua hal tersebut? Silakan membaca juga beberapa artikel tentang Kristologi sebagai berikut:

      Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia, karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia.

      Semoga jawaban-jawaban singkat ini dapat berguna.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • Salam pak Stefanus,

        Terimaksaih atas jawaban dan responya,

        Dari uraian dan penjelasan Bapak, justru saya malah makin ragu tentang Kristian tapi saya percaya bahwa agam Kristen itu adalah agama yang datangnya dari Tuhan bukan bikinan manusia..

        Kalau di kitab Injil tidak ada Nubuat tentang Muhammad dan tapi maaf hanya Yesus yang di Nubuatkan oleh Taurat maka yang jadi pertanyaan :

        1. Alquran itu bikinan siapa sampai ada penjelasan tentang seluruh nabi baik Ibrahim, Musa, Isa dan kisah nabi2 terdahulu.

        2. Bahasa Alquran bukan bahasa Arab biasa dan bukan hasil karya Manusia.. Bahkan tidak ada satu orangpun yang bisa bikin sat ayat saja..masa ini bikinan Muhammad ..?

        3. Kenapa ada istilah Reinkarnasi, padahal jelas bahwa Yesus adalah Manusia biasa hanya punya kelebihan seperti Nabi / Rosul sebelumnya.
        – Misal Nabi Ibrahim Mukjizat di bakar tidak mati
        – Nabi Musa malah bisa langsung berbicara dengan Tuhan
        – Yesus / nabi Isa bisa menghidupkan orang mati ( dalam al quran juga ada ) tapi kenapa kenapa dia sendiri bisa dianiaya / atau di salib..kalau kasarnya tinggal sekali ucap musnah musuhKu maka pasti musnah karena Tuhan kalau sudah menginginkan pasti bisa.

        4. Konsep Trinitas lemah pak.. justru makin di kaji makin banyak kelemahanya karena itu bukan sifat Tuhan penguasa alam Semesta yang menguasai seluruh makhluk hidup baik golongan Jin dan Manusia..
        Tuhan itu bersifat Kekal = tidak mati dan tidak binasa ..gimana dunia ini jika Tuhan Mati atau reinkarnasi..??
        Cobalah ditelaah lagi konsep Trinitas ini ajaranya dari Yesus atau kesimpulan manusia..

        5. Kalau di perhatikan justru ajaran Kristen ini lebih mendekati ke Islam yang juga mengajarkan sifat kasih sayang.. ( maaf bukan Islam yang garis lho..? ) dan banyak ajaran yang sama, buktinya penyebutan Tuhan aja mirip yaitu : Allah masa ini kebetulan..?

        6. Maaf pak stefanus utk mencari kebenaran tidak ada salahnya kita sama- sama mencari kebenaran itu karena kebenaran saya yakin bisa di perjuangkan baik dengan hati maupun perbuatan. Tapi satu hal agama tetap tidak bisa di paksa. sayapun sangat menghormati teman2 di kristen..

        7. Silsilah Muhammad dan Yesus itu kalau di urut ketemu di Nabi Ibrahim pak. sebagai bapaknya para Nabi/ Rosul.. maaf bapak coba cari kebenaran silsilahnya antar Muhammad dan Yesus.. jadi gak mungkin itu juga kebetulan..yaitu :
        – Muhammad dari anaknya Ibrahim – Ismail… dst
        – Yesus dari anaknya Ibrahim – Harun …dst. [dari katolisitas: mungkin maksudnya Ishak]

        8. Saya percaya dan mengimani Yesus sebagai Nabi dan Rosul Allah dengan Injilnya begitu pula Musa. dan Tauratnya.

        Mudah2an ada manfaatnya, dan sebagai renungan…Amien..!!

        • Shalom Setiawan,

          Terima kasih atas tanggapannya. Pertanyaan 1 dan 2 silakan anda menjawab sendiri, karena website ini bukan untuk mengkritisi agama Islam, namun website yang ingin memaparkan ajaran Gereja Katolik. Sebagai umat beriman, kita masing-masing mempunyai tugas untuk semakin mendalami tentang kebenaran yang kita pegang.

          1. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah merupakan satu kesatuan yang menjadi wahyu Allah yang dibuat dalam rentang 2000 tahun, saling kait-mengait, sehingga menjadi satu kesatuan, di mana Perjanjian Lama mendapatkan pemenuhannya di dalam Perjanjian Baru. Justru, nubuat yang dibuat beratus-ratus tahun dan mendapatkan pemenuhannya di dalam Perjanjian Baru menjadikan Alkitab menjadi Kitab Suci yang dapat dipercaya. Sebagai contoh Kitab Yesaya yang ditulis sekitar 500-700 SM telah menubuatkan Sang Mesias, yang menyembuhkan banyak orang, yang menderita, dll. dan terpenuhi dalam diri Yesus. Silakan melihat nubuat tentang Yesus dalam Perjanjian Lama di artikel ini – silakan klik.

          2. Gereja Katolik tidak pernah mengajarkan reinkarnasi, namun mengajarkan Inkarnasi. Bukti bahwa Yesus adalah Tuhan bukan hanya dengan mukjizat-mukjizat yang dilakukannya, walaupun mukjizat bahwa Dia bangkit dengan kekuatan-Nya sendiri juga membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan. Beberapa hal berikut ini juga menjadi pendukung mengapa umat Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, seperti: Dia membuat hukum dalam nama-Nya sendiri, mengampuni dosa dalam nama-Nya sendiri.

          1) Pertama-tama, ketika berusia 12 tahun dan Ia diketemukan di Bait Allah, Yesus mengatakan bahwa bait Allah adalah Rumah Bapa-Nya (lih. Luk 2:49). Dengan demikian, Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Putera Allah.

          2) Pernyataan ini ditegaskan kembali oleh Allah Bapa pada saat Pembaptisan Yesus, saat terdengar suara dari langit, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan.”(Luk 3:22).

          3) Yesus adalah Tuhan yang mengatasi para malaikat. Setelah Dia mengatasi cobaan Iblis di padang gurun, para malaikat- pun datang melayani Dia (lih. Mat 3:11).

          4) Pada saat Yesus memulai pengajaranNya, terutama dalam Khotbah di Bukit (Delapan Sabda Bahagia), Ia berbicara di dalam nama-Nya sendiri, untuk menyatakan otoritas yang dimiliki-Nya (Mat 5:1-dst). Ini membuktikan bahwa Ia lebih tinggi dari Musa dan para nabi[6], sebab Musa berbicara dalam nama Tuhan (lih. Kel 19:7) ketika Ia memberikan hukum Sepuluh Perintah Allah; tetapi Yesus memberikan hukum dalam nama-Nya sendiri, “Aku berkata kepadamu….” Hal ini tertera sedikitnya 12 kali di dalam pengajaran Yesus di Mat 5 dan 6, dan dengan demikian Ia menegaskan DiriNya sebagai Pemberi Hukum Ilahi (the Divine Legislator) itu sendiri, yaitu Allah. Demikian pula dengan perkataan “Amen, amen…”, pada awal ajaranNya, Yesus menegaskan segala yang akan diucapkan-Nya sebagai perintah; bukan seperti orang biasa yang mengatakan ‘amen’ diakhir doanya sebagai tanda ‘setuju’.

          5) Jadi dengan demikian Yesus menyatakan bahwa Ia adalah Taurat Allah yang hidup, suatu peran yang sangat tinggi dan ilahi, sehingga menjadi batu sandungan bagi orang-orang Yahudi untuk mempercayai Yesus sebagai Sang Mesias. Hal ini dipegang oleh banyak orang Yahudi yang diceriterakan dengan begitu indah dalam buku Jesus of Nazareth, yaitu dalam percakapan imajiner seorang Rabi Yahudi dengan Rabi Neusner,[7] mengenai bagaimana mencapai kesempurnaan hidup. Kesempurnaan inilah yang dimaksudkan oleh Yesus ketika Ia berbicara dengan orang muda yang kaya, “Jika engkau mau sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan bagikanlah kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” (Mat 19:21). “Aku” di sini hanya mungkin berarti Tuhan sendiri.

          6) Yesus menyatakan DiriNya sebagai Seorang yang dinantikan oleh para Nabi sepanjang abad (lih. Mat 13:17). Ia juga berkata,“…supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, … sampai Zakharia… semuanya ini akan ditanggungkan pada angkatan ini!” (Mat 23:34-36). Secara tidak langsung Ia mengatakan bahwa darah-Nya yang akan tertumpah dalam beberapa hari berikutnya merupakan rangkuman dari penumpahan darah orang yang tidak bersalah sepanjang segala abad.

          7) Yesus sebagai Tuhan juga terlihat dengan jelas dari segala mukjizat yang dilakukan dalam nama-Nya sendiri, yang menunjukkan bahwa kebesaran-Nya mengatasi segala sesuatu. Yesus menghentikan badai (Mat 8: 26; Mrk 4:39-41) menyembuhkan penyakit (Mat 8:1-16, 9:18-38, 14:36, 15: 29-31), memperbanyak roti untuk ribuan orang (Mat 14: 13-20; Mrk 6:30-44; Luk 9: 10-17; Yoh 6:1-13), mengusir setan (Mat 8:28-34), mengampuni dosa (Luk5:24; 7:48), dan membangkitkan orang mati (Luk 7:14; Yoh 11:39-44). Di atas semuanya itu, mukjizat-Nya yang terbesar adalah: Kebangkitan-Nya sendiri dari mati (Mat 28:9-10; Luk 24:5-7,34,36; Mrk 16:9; Yoh 20:11-29; 21:1-19).

          8) Pada saat Ia menyembuhkan orang yang lumpuh, Yesus menyatakan bahwa Ia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa (Mat 9:2-8; Luk5:24), sehingga dengan demikian Ia menyatakan DiriNya sebagai Tuhan sebab hanya Tuhan yang dapat mengampuni dosa.

          9) Pada beberapa kesempatan, Yesus menyembuhkan para orang sakit pada hari Sabat, yang menimbulkan kedengkian orang-orang Yahudi. Namun dengan demikian, Yesus bermaksud untuk menyatakan bahwa Ia adalah lebih tinggi daripada hari Sabat (lih. Mat 12:8; Mrk 3:1-6).

          10) Yesus juga menyatakan Diri-Nya lebih tinggi dari nabi Yunus, Raja Salomo dan Bait Allah (lih. Mt 12:41-42; 12:6). Ini hanya dapat berarti bahwa Yesus adalah Allah, kepada siapa hari Sabat diadakan, dan untuk siapa Bait Allah dibangun.

          11) Yesus menyatakan Diri-Nya sebagai Tuhan, dengan berkata “Aku adalah… (I am)” yang mengacu pada perkataan Allah kepada nabi Musa pada semak yang berapi, “Aku adalah Aku, I am who I am” (lih. Kel 3:14):

          a) Pada Injil Yohanes, Yesus mengatakan “Aku adalah….” sebanyak tujuh kali: Yesus menyatakan Dirinya sebagai Roti Hidup yang turun dari Surga (Yoh 6:35), Terang Dunia (Yoh 8:12), Pintu yang melaluinya orang diselamatkan (Yoh 10:9), Gembala yang Baik yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (Yoh 10:10), Kebangkitan dan Hidup (Yoh 11:25), Jalan, Kebenaran, dan Hidup (Yoh 14:6), Pokok Anggur yang benar (Yoh 15:1).

          b) Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber air hidup yang akan menjadi mata air di dalam diri manusia, yang terus memancar sampai ke hidup yang kekal (Yoh 4:14). Dengan demikian Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber rahmat; hal ini tidak mungkin jika Yesus bukan Tuhan, sebab manusia biasa tidak mungkin dapat menyatakan diri sebagai sumber rahmat bagi semua orang.

          c) Yesus menyatakan, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6); dan dengan demikian Ia menempatkan diri sebagai Pengantara yang mutlak bagi seseorang untuk sampai kepada Allah Bapa.

          d) Ia menyatakan bahwa “… kamu akan mati dalam dosamu… jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia” (Yoh 8:24) yang datang dari Bapa di surga (lih. Yoh 21-29).

          e) Yesus mengatakan, “Aku ini (It is I)…”, pada saat Ia berjalan di atas air (Yoh 6:20) dan meredakan badai.

          f) Ketika Yesus diadili di hadapan orang Farisi, dan mereka mempertanyakan apakah Ia adalah Mesias Putera Allah, Yesus mengatakan, “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.”[8] h) Mungkin yang paling jelas adalah pada saat Yesus menyatakan keberadaan DiriNya sebelum Abraham, “…sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yoh 8:58)

          12) Dengan demikian, Yesus menyatakan DiriNya sudah ada sebelum segala sesuatunya dijadikan. Dan ini hanya mungkin jika Yesus sungguh-sungguh Tuhan. Mengenai keberadaan Yesus sejak awal mula dunia dinyatakan oleh Yesus sendiri di dalam doa-Nya sebelum sengsara-Nya, “Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” (Yoh 17:5)

          13) Dengan keberadaan Yesus yang mengatasi segala sesuatu, dan atas semua manusia, maka Ia mensyaratkan kesetiaan agar diberikan kepadaNya dari semua orang. “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat 10:37). Ia kemudian berkata bahwa apa yang kita lakukan terhadap saudara kita yang paling hina, itu kita lakukan terhadap Dia (lih. 25:40). Ini hanya dapat terjadi kalau Yesus adalah Tuhan yang mengatasi semua orang, sehingga Dia dapat hadir di dalam diri setiap orang, dan Ia layak dihormati di atas semua orang, bahkan di atas orang tua kita sendiri.

          14) Yesus menghendaki kita percaya kepada-Nya seperti kita percaya kepada Allah (lih. Yoh 14:1), dan Ia menjanjikan tempat di surga bagi kita yang percaya. Dengan demikian Ia menyatakan diriNya sebagai yang setara dengan Allah Bapa, “Siapa yang melihat Aku, melihat Bapa, (Yoh 14:9), Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa (Yoh 10:38). Tidak ada seorangpun yang mengenal Anak selain Bapa, dan mengenal Bapa selain Anak (lih. Mat 11:27). Yesus juga menyatakan DiriNya di dalam kesatuan dengan Allah Bapa saat mendoakan para muridNya dan semua orang percaya, ”… agar mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau…” (Yoh 17:21). Ini hanya mungkin jika Ia sungguh-sungguh Tuhan. Pernyataan Yesus ini berbeda dengan para pemimpin agama lain, seperti Muhammad dan Buddha, sebab mereka tidak pernah menyatakan diri mereka sendiri sebagai Tuhan.

          15) Ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah kebangkitan-Nya, Thomas, Rasul yang awalnya tidak percaya menyaksikan sendiri bahwa Yesus sungguh hidup dan ia berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku”. Mendengar hal ini, Yesus tidak menyanggahnya (ini menunjukkan bahwa Ia sungguh Allah), melainkan Ia menegaskan pernyataan ini dengan seruanNya agar kita percaya kepadaNya meskipun kita tidak melihat Dia (Yoh 20: 28-29).

          16) Yesus menyatakan Diri sebagai Tuhan, dengan menyatakan diriNya sebagai Anak Manusia, yang akan menghakimi semua manusia pada akhir jaman (lih. Mat 24:30-31), sebab segala kuasa di Surga dan di dunia telah diberikan kepada-Nya, seperti yang dikatakanNya sebelum Ia naik ke surga, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus…” (Mat 28:18). Dengan demikian, Yesus menyatakan diriNya sebagai Pribadi Kedua di dalam Allah Tritunggal Maha Kudus, dan dengan kuasaNya sebagai Allah ini maka ia akan menghakimi semua manusia di akhir dunia nanti, seperti yang dinubuatkan oleh nabi Daniel (Dan 7:13-14). Yesus tidak mungkin membuat pernyataan sedemikian, jika Ia bukan sungguh-sungguh Tuhan.

          3. Dalam Kitab Suci agama Kristen, Nabi Ibrahim tidak diceritakan bahwa dia dibakar namun tidak mati. Dan tentang nabi Musa yang berbicara dengan Tuhan secara langsung, apakah nabi Musa pernah mengatakan bahwa Tuhan adalah Bapa? atau pernah mengatakan bahwa dia dapat mengampuni dosa dalam namanya sendiri? Dan mengapa Yesus dapat dianiaya dan disalibkan? Karena demi kasih-Nya kepada manusia, Tuhan masuk dalam sejarah manusia dan mengambil kodrat manusia. Dengan demikian Allah bukan lagi maha besar, namun juga maha kasih, dan Dia adalah Immanuel, Allah yang beserta kita. Silakan membaca artikel kesempurnaan rancangan keselamatan Allah di sini – silakan klik. Dengan mudahnya Yesus dapat memusnahkan musuh-musuh-Nya, namun dia justru rela menderita demi menyelamatkan umat manusia dari belenggu dosa. Inilah kasih yang sejati, yang rela mati untuk orang-orang yang dikasihinya. Oleh karena itu, maka umat Kristen dituntut untuk mengikuti Kristus, yaitu untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama.

          Tentang Trinitas, saya menganjurkan agar anda dapat membaca artikel tentang Trinitas terlebih dahulu di sini – silakan klik. Trinitas bukanlah bikinan manusia, karena manusia dengan akal budinya tidak dapat mencapai konsep bahwa Allah yang satu (hakekat) dan mempunyai tiga pribadi. Umat Kristen percaya akan Trinitas karena Tuhan sendiri yang mewahyukannnya kepada umat-Nya, terutama pewahyuan ini mencapai kesempurnaan-Nya dalam diri Yesus, karena Yesus sendiri adalah Firman yang menjadi manusia.

          Itulah jawaban yang dapat saya paparkan. Kalau kita benar-benar membaca Alkitab, maka tidak ada jalan tengah, karena kita harus memutuskan bahwa Yesus adalah pembohong atau kita harus percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Dan karena Yesus yang begitu penuh kasih dan ajaran-Nya adalah benar, maka tidak mungkin Dia menjadi pembohong. Oleh karena itu, Dia adalah Tuhan. Memang kita tahu bahwa ada perbedaan di antara kita dan dalam perbedaan ini kita dapat saling menghormati. Mari kita bersama-sama mencari kebenaran. Dan bagi umat Kristen kebenaran ditemukan dalam diri Kristus, karena Dia mengatakan bahwa Dia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup (lih. Yoh 14:6).

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

          • Puji TUHAN pak Steff, saya merasakan energi yang luar biasa pada jawaban yang anda tuliskan diatas. Bisa saya simpulkan bahwa dalam tulisan anda terkandung semangat anda yang luar biasa dan menyala-nyala sehingga tulisan tersebut tidak hanya tulisan jawaban tetapi sebenarnya adalah kesaksian anda akan KRISTUS TUHAN kita.

            Semoga TUHAN terus mendampingi anda dan seluruh team Katolisitas dalam mewartakan berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal (Markus 16:8).

            Didalam nama YESUS KRISTUS, saya berdoa bagi anda….

            Salam Damai Kristus,
            Bernardus Aan

          • Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa ALLAH, tidak menganggap kesetaraan dengan ALLAH itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNYa dan taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib. Itulah sebabnya ALLAH sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku;” YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN,” bagi kemuliaan ALLAH , BAPA! (Filipi 2:5-11)

            Ya AMIN, biarlah segala lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan ALLAH! Dialah tanda terbesar sepanjang sejarah manusia.

  13. supraptotoerseno November 15, 2010 at 9:02 pm

    setelah saya mengikuti apa yg dibicarakandan di ulas dg dalil apapun saya tetap tak percaya soal trinitas ,banyak penafsiran2yg di fukoskan ke faham trinitas itu sendiri banyak firman2 Yesus yg salah di tafsirkan bahwa Yesus itu Allah sendiri. jadi faham ini sangat mmembingungkan , Allah itu jadi 3 jadi kesimpulan Allah yg disalip, karena Allah menyerupai Yesus bingung2 aku.

    • Shalom Supraptotoerseno,

      Terima kasih atas tanggapannya tentang Trinitas. Saya mengundang anda untuk membaca artikel tentang Trinitas – silakan klik. Setelah itu, cobalah anda memberikan argumentasi di bagian mana dari artikel tersebut yang tidak dapat anda terima. Anda mengatakan “banyak penafsiran2yg di fukoskan ke faham trinitas itu sendiri banyak firman2 Yesus yg salah di tafsirkan bahwa Yesus itu Allah sendiri.” Cobalah anda membaca artikel di atas – silakan klik, kemudian, silakan memberikan argumentasi di bagian mana dari artikel tersebut yang salah menafsirkan ayat-ayat di dalam Alkitab. Semoga dapat diterima.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  14. Alexander Pontoh July 5, 2010 at 3:38 am

    Jadi Tuhan tidak mungkin Tuhan yang sendirian, namun “keluarga Tuhan”, dimana keberadaan-Nya, kasih-Nya, dan kemampuan-Nya untuk bersekutu dapat terwujud.

    maksud yang saya tebali itu bagaimana ya? kalau Tuhan tidak mungkin sendirian, berarti ada banyak Tuhan?

    • Shalom Alexander Pontoh,

      Terima kasih atas pertanyannya. Memang sulit untuk menggambarkan kehidupan interior Allah. Pada saat kita mengatakan bahwa “Tuhan tidak mungkin sendirian”, ini berarti kita melihat kehidupan interior Allah. Dalam istilah teologis, kita mengenal istilah operasi yang “immanent” dan “transitive“. Immanent operation menghasilkan sesuatu di dalam sedangkan yang lain menghasilkan sesuatu di luar. Contoh dari transitive operation adalah kalau kita memalu suatu paku dengan palu. Hasil pakuannya adalah di luar dari palu tersebut. Ketika kita membicarakan Trinitas, maka kita melihatnya sebagai immanent operation, dimana hasil dari operasi tersebut tetap ada di dalam kehidupan interior Allah. Dengan demikian apa yang dihasilkan dari immanent operation adalah tinggal di dalam Allah, dan karena Allah adalah simple, maka hasilnya adalah Allah juga.

      Kalau kita menganalisa, pengetahuan kita akan sesuatu menghasilkan sesuatu yaitu: kata atau konsep. Kita tahu kalau kita mempunyai konsep “rumah”, maka kita mempunyai pengetahuan di dalam diri kita bagaimana rumah sebenarnya. Kalau kita mempunyai konsep yang tinggal di dalam diri kita, maka Tuhan yang juga mempunyai akal budi, menghasilkan sesuatu di dalam pengetahuan-Nya, yaitu “Word” atau “Firman” – pribadi ke dua dari Trinitas. Karena Tuhan adalah “simple”, maka Firman bukan menjadi bagian dari Tuhan, namun Tuhan itu sendiri. Tidak ada bagian di dalam Tuhan atau tidak ada accidental di dalam Tuhan, karena Tuhan adalah simple. Catatan: di dalam kehidupan spiritual, semakin simple semakin tinggi tingkat spiritualnya. Dan dengan pemikiran yang sama, maka operasi kasih di dalam Tuhan juga membuahkan sesuatu, yaitu pemberian diri atau “the gift of self“, di mana ini juga merupakan Tuhan – yaitu pribadi ke-tiga dari Trinitas. Dan “generation” dan “procession” ini berlangsung dalam kekekalan, karena Tuhan adalah kekal. Dengan demikian, ketiga Pribadi ini adalah satu Tuhan.

      Argumentasi di atas adalah argumentasi yang disebut “argument of fittingness“, yang diberikan oleh St. Agustinus dan St. Thomas. Namun, hal ini mensyaratkan bahwa kita mempercayai Trinitas, yang telah diungkapkan dalam Wahyu Allah. Argument of fittingness hanyalah membantu kita bahwa apa yang kita percayai sebenarnya mempunyai alasan yang kuat. Semoga keterangan ini dapat membantu, walaupun sulit untuk dimengerti.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • Alexander Pontoh August 4, 2010 at 5:32 pm

        dari contoh yang Pak Stef berikan. saya menangkapnya seperti ini dan apakah benar jika :

        pikiran atau akal budi = Allah Bapa

        kata atau konsep = Allah Putera

        kemudian…

        ??? = Allah Roh Kudus

        tolong dibantu, apa pengganti dari “???”

        —————————————————————————————————————————-

        Dengan demikian apa yang dihasilkan dari immanent operation adalah tinggal di dalam Allah, dan karena Allah adalah simple, maka hasilnya adalah Allah juga.

        Allah adalah simple = Allah adalah sederhana. maksudnya?

        —————————————————————————————————————————-

        Dan dengan pemikiran yang sama, maka operasi kasih di dalam Tuhan juga membuahkan sesuatu, yaitu pemberian diri atau “the gift of self“, di mana ini juga merupakan Tuhan – yaitu pribadi ke-tiga dari Trinitas.

        operasi kasih yang terjadi itu seperti apa? memang ngapain sih kok bisa berbuah? apakah seperti operasi kasih antara suami dan istri? sehingga menghasilkan buah kasih? :p Tuhan… ampuni saya… Xp

        • Shalom Alexander Pontoh,

          Terima kasih atas pertanyaannya tentang Trinitas. Kita harus melihat bahwa Tuhan adalah pure spiritual, yang tidak berawal dan tidak berakhir. Dengan demikian semua hal yang dianalogikan bersifat kekal, karena memang Tuhan adalah kekal. Dalam Trinitas, perbedaan antara ketiganya adalah dari asal / origin. Namun, origin ini adalah bersifat kekal, tidak berawal dan tidak berakhir. Jadi Allah Bapa tidak mempunyai asal, Allah Putera berasal dari Bapa dan Allah Roh Kudus merupakan hasil dari pertukaran kasih antara Allah Bapa dan Allah Putera. Allah Putera adalah generation dan Allah Roh Kudus adalah procession. Argument of fittingness yang diberikan oleh St. Agustinus dan St. Thomas adalah ingin memberikan analogi terhadap Trinitas dengan menceritakan manusia yang berakal budi. Tentu saja dalam setiap analogi yang dibuat oleh manusia tidak akan dapat menggambarkan secara persis tentang Tuhan. Jadi, kembali pada St. Agustinus dan St. Thomas, mereka mencoba membandingkan bahwa Allah Putera adalah seperti operasi dari akal (intellect) dan Roh Kudus seperti operasi dari kehendak (will).

          Dalam bukunya, On the Trinity (Book XV, ch. 3), St. Agustinus menjabarkan ringkasan tentang konsep Trinitas. Secara khusus ia memberi contoh beberapa trilogi untuk menggambarkan Trinitas, yaitu:
          1) seorang pribadi yang mengasihi, pribadi yang dikasihi dan kasih itu sendiri.
          2) trilogi pikiran manusia, yang terdiri dari pikiran (mind), pengetahuan (knowledge) yang olehnya pikiran mengetahui dirinya sendiri, dan kasih (love) yang olehnya pikiran dapat mengasihi dirinya dan pengetahuan akan dirinya.
          3) ingatan (memory), pengertian (understanding) dan keinginan (will). Seperti pada saat kita mengamati sesuatu, maka terdapat tiga hal yang mempunyai satu esensi, yaitu gambaran benda itu dalam ingatan/ memori kita, bentuk yang ada di pikiran pada saat kita melihat benda itu dan keinginan kita untuk menghubungkan keduanya.

          God is simple atau Allah adalah sederhana diajarkan oleh St. Thomas Aquinas dalam Summa Theology. Tuhan adalah simple, karena tidak mempunyai accidental, sehingga apapun yang diattibutkan kepada Tuhan adalah Tuhan sendiri, seperti: God is His intellect and will, God is love, God is good, dll. Jadi, kita tidak mengatakan di dalam Tuhan ada kasih, namun Tuhan adalah kasih. Mungkin hal ini sulit dimengerti, namun hal ini dapat dijelaskan lebih lanjut suatu saat dengan penjelasan essense, being, accidental, substance, dll.

          Operasi kasih di dalam manusia, dalam konteks suami istri adalah menghasilkan keturunan. Oleh karena itulah hubungan suami istri menjadi sesuatu yang sakral, karena mereka berpartisipasi dalam Allah dalam proses penciptaan manusia yang baru. Namun, kita tidak dapat menyamakannya dengan manusia, karena di dalam Allah tidak ada materi namun hanya spiritual. Oleh karena itu, buah dari operasi akal dan budi juga bersifat spiritual dan kekal – karena Tuhan adalah kekal. Sebagai contoh buah dari operasi akal adalah konsep, yaitu kata (word / Firman). Dan buah dari operasi budi adalah kasih – dalam pengertian the gift of self. Semoga keterangan tambahan ini dapat membantu.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

    • Budi Darmawan Kusumo August 4, 2010 at 8:30 am

      Syalom saudaraku Alexander Pontoh,

      Dari beberapa kalimat diatas sebenarnya anda sudah menjawab pertanyaan anda sendiri :

      “Jadi Tuhan tidak mungkin Tuhan yang sendirian”

      Tanggapan :
      Benar, TUHAN tidak sendirian, karena ada keberadaan-NYA, kasih-NYA, dan kemampuan-NYA ( internal dari Allah )

      Selain itu TUHAN JUGA sendirian, karena dari kata – kata Alex sendiri yaitu keberadaan-”NYA”, kasih-”NYA” ( perhatikan kata “NYA”. kata “NYA” adalah untuk kata ganti orang yang berjumlah satu. Kalau banyak seharusnya kata – katanya seperti ini, “keberadaan MEREKA, kasih MEREKA & kemampuan MEREKA” )

      Khayalan saja :
      ANDAIKAN Tuhan itu lebih dari satu, coba baca mazmur 136 : 1 – 3. Dari ayat ini anda akan dapat menemukan posisi YESUS di antara Allah – allah. ( walaupun masih BANYAK ayat lain yang mengatakan sama dengan Mazmur 136 : 1 – 3 mulai dari perjanjian lama sampai dengan perjanjian baru ). Mazmur berkata bahwa YESUS adalah Allah di atas SEGALA Allah ( TUHAN atas SEGALA YHWH ) ~ ( definisi SEGALA = SEMUA = SELURUH = LENGKAP 100% ) . jadi bukan lagi RAJA atas segala ALLAH, tapi memang ALLAH SEGALA RAJA ALLAH. jadi bayangkan saja kalau ada banyak TUHAN / ALLAH / PENCIPTA sampai TAK TERHITUNG JUMLAHnya ( BERTRILLIUN – BERTRILLIUN-TAK TERBATAS ALLAH ), posisi YESUS kita benar – benar No 1 & ONLY.

      KESIMPULAN :
      kita harus berhati – hati dalam memahami misteri TRINITAS, karena umat muslimpun juga masih belum bisa menerima konsep ini.

      TUHAN YESUS MEMBERKATI & BUNDA MARIA selalu menuntun anda pada putraNYA

  15. Michael Angello June 9, 2010 at 1:11 pm

    “Pembuktian indah dari seorang kepala Rabi Yahudi yang menjadi Katolik”

    “Sering – aku tidak tahu kenapa – aku akan menatap salib itu dan memandang cukup lama pada “seseorang” yang tergantung di salib. Sejujurnya, permenungan ini selalu diikuti gejolak di dalam jiwaku.
    Mengapa orang ini disalibkan? Aku bertanya kepada diriku sendiri. Apakah dia orang jahat? …. Mengapa banyak orang mengikuti dia, kalau dia jahat dan mengapa temanku dan ibunya yang juga mengikuti dia adalah orang-orang yang baik? Bagaimana bahwa Stanislaus dan ibunya begitu baik dan mereka menyembah dia yang disalibkan ini? Dia tidak mengeluh, dia tidak melawan. Di wajah-nya tidak ada ekspresi kebencian ataupun kemarahan….Tidak. dia, Yesus, orang itu – sekarang menjadi “Dia” untukku dengan huruf besar “D.” Dia tidak jahat. Dia tidak mungkin jahat…. Satu hal yang kutahu dengan pasti “Dia sungguh baik“.

    COMMENT :
    Judul tulisan “Pembuktian Indah Rabi Yahudi yang menjadi Katolik” tidka bisa dijadikan sebagai BUKTI YAANG INDAH karena tulisan itu bukan dikategorikan sebagai PEMBUKTIAN tetapi sebagai KESAKSIAN PRIBADI. Dimana kesaksian pribadi ini merupakan PENGALAMAN PERSONAL yang dialami, direnungi dan dihayati oleh individu ybs. Bagi Rabi tsb, mungkin pengalaman itu meyakinkan sesuatu akan Orang yang tergantung di salib itu. Tetapi bagi orang lain yang memandang Orang yang teralib itu….mungkin tidak akan mengalami pengalam yang sama seperti yang dialami oleh Rabi tersebut.

    Tulisan Rabi tersebut mirip dengan tulisan yang orang Muslim yang bersaksi bahwa Neil Amstrong (salah satu astronot USA yang mendarat di bulan) mendengar suara Ad’zan di bulan saat dikumandangkan dari bumi. Ini juga merukan kesaksian pribadi. Tentu saja bagi ornag Muslim, sangat gampang untuk percaya kesaksian-2 seperti itu. Tetapi bagaimana dng orang-2 Non-Muslim? Tentu tidak segampang itu mereka percaya, termasuk saya sendiri.

    Kenapa saya tidak percaya kesaksian2 seperti diatas? Karena suatu kesaksian yang tidak dikuatkan oleh PIKAH KE-3 yang CREDIBLE…maka kesaksian itu lemah. Sebagai contoh kesaksian yang dikuatkan pihak ke-3 yaitu:

    A. Kelahiran Yesus sudah diramalkan dan ditulis dalam Kitab para Nabi berabad-abda jauh sebelum Yesua lahir. Mereka dengan sangat detail menjelaskan tentang profil dari bayi tersebut seperti :
    - Akan disebut putra Daud karena merupakan keturuna Daud secara daging
    - Berasal dari keturunan Yehuda
    - Bayi itu akan lahir di Betlehem
    - Akan disebut sebagia Bintang Timur (kalo gak salah) karena bintang yang terbit di bagian timur itu, tepat berada di atas gubuk tempat kelahiran Yesus
    - Kesaksian Kitab Suci dikuatkan oleh dialog antara 3 orang Majus dng Herodes dimana 3 orang Majus tersebut berdasarkan iformasi dari Kitab Suci, mereka bergegas ke Betlehem untuk menyembah Yesus
    - dan masih banyak lagi tulisan-2 Para Nabi yang MERAMALKAN tentang KELAHIRAN, KEHIDUPAN dan KEMATIAN Yesus. Dan semua terjadi SEPERTI YANG DITULUIS dalam Kitab Suci.

    B. Nubuat atau Ramalah Para Nabi terdahulu yang tertulis dalam Kitab Suci, itu semua TERLAKSANA, TERJADI, tanpa kurang satu pun. Adalah suatu KEBOHONGAN BESAR jika suatu ramalan itu TIDAK TERBUKTI. Tetapi lain halnya dng Yesus. TIDAK ADA SATU RAMALANPUN tentang YESUS YG TIDAK TERBUKTI dan TERJADI

    C. Ada BANYAK ORANG yang bertindak sebagai SAKSI yang menyaksikan terpenuhinya nubuat para nabi dalam diri Yesus. Jadi tidak hanya Neil Amstrong seorang yang ngomong “Dengar suara Ad’zan dari bumi” Jika benar demikian, bukan hanya Neil Amstorong seorang yang mengatakan demikian, tetapi banyak orang astronot lain lagi yang akan menyatkan hal yang sama saat mereka pergi ke bulan dimana mereka dapat mendengat suara Adzan dari bumi. Sangat besar kemungkinan semua ini bualan Neil Amstrong semata…..sangat memungkinkan orang berpikiran demikian bukan??? Apalagi dikemudian hari kita mendengar ternyata Neil Amstrong masuk Islam….jelas-2 ini merupakan bualan bukan?!!! Toh Neil Amstrong tidak masuk Islam…..sudah pasti orang-2 Non-Muslim cenderung akan berpikir bahwa ini DONGENG yang diciptakan oleh orang-2 Muslim untuk menciptakan suatu FAKTA SUPRANATURAL supaya eksistensi agama Islam lebih diakui di dunia….bisa saja orang-2 berpikir demikian bukan????

    KESIMPULAN:
    Saran saya….janganlah orang Katolik menggunakan tulisan Rabi tersebut sebagi PEMBUKTIAN yg INDAH….karena tulisan itu sangat tidak memenuhi syarat2 sebagai suatu PEMBUKTIAN apalagi disebut sebagai PEMBUKTIAN YANG INDAH……

    • Shalom Michael Angelo,

      Terima kasih atas tanggapannya. Kalau anda membaca artikel yang saya tuliskan, maka ada beberapa pembuktian yang saya coba paparkan (pembuktian dari Alkitab, motives of credibility, dll) dan tidak hanya kesaksian dari kepala Rabi Yahudi. Kesaksian ini penting, karena semua kebenaran juga harus terlihat dalam kehidupan nyata. Kesaksian rahib Yahudi ini disebut “argument of the heart“. Kesaksian ini dapat diganti dengan kesaksian dari orang-orang kudus, dan juga kesaksian kehidupan kita yang berubah setelah kita mengenal Kristus. Intinya adalah kebenaran doktrin dapat diperkuat dengan kesaksian hidup. Namun, kesaksian hidup saja tanpa kebenaran doktrin tidaklah cukup. Oleh karena itu, kita harus melihat argumentasi secara keseluruhan. Semoga keterangan tambahan ini dapat diterima dengan baik.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • Michael Angello June 11, 2010 at 10:53 am

        Shaloom Pak Stef…..

        Dapat diterima dengan baik Pak! Dan semakin jelas…
        Trimakasih…..

        • Terima kasih atas semua argumennya dan semua penjelasanya, kiranya smua penjelasan ini akan memudahkan setiap orang yang ingin mengerti tentang Trinitas atau tritunggal(protestan)…saya sangat tertarik, walaupun saya tdk mengerti filsafat dan bukan katholik tapi kita adalah …anak-anak Allah juga, yang penting bagi saudara yg mengaku Jesus adalah Tuhan : ” Apapun yang dikatakan dalam Injil/Bible tentang Pernyataan Tuhan Yesus tetntang diriNya adalah OTORITAS TUHAN SENDIRI, kita yg percaya wajib mengimani dalam hati dan hidup kita, karena kita hanya manusia-ciptanNya bukan Tuhan, jadi pikiran kita tidak bisa menjangkau Keberadaan Fisik Allah yg adalah Tuhan Maha Tinggi dan Maha Kuasa, bagaimana kita bisa pikiran kita menjangkau Tuhan-sebatas pernyatanNya dalam Injil, ” kalau dapat berarti kita tuhan juga???” ini penting dalam batasan iman yg Tuhan inginkan kita imani dan pelajari tentangNya, sekarang yang penting mari hidup melakukan kehendakNya, banyak yg Tuhan mau kita kerjakan ” jadikan smua bangsa muridku” kalau kita intim denganNya-Yesus Kristus, maka kita dapat merasakan hadirNya dan perbuatanNya yg ajaib dlm hidup kita setiap hari….Amin, JBU all.

          [dari katolisitas: silakan melihat hubungan antara iman dan akal budi di sini - silakan klik]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CONNECT WITH US: