Pertanyaan
Pak Stefanus, Apakah Bahasa Roh itu meterai dari Kristus , sehingga mereka yang berbahasa Roh itu menjadi umat kepunyaan Kristus sedangkan Mammon itu meterai dari Antikris ?
Machmud
Jawaban
Terima kasih atas pertanyaannya tentang apakah Bahasa Roh adalah materai dari Kristus dan apakah mammon adalah materai dari anti Krisus.
1) Bahasa Roh bukanlah materai bagi umat Kristus. Penertian materai disini adalah “imprint character“, yang memberikan karakter yang baru dan tak terhapuskan oleh kuasa apapun juga. Di dalam Gereja Katolik, salah satu yang memberikan karakter yang baru adalah Sakramen Baptis. Rasul Paulus mengatakan “Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.” (Gal 6:17). Dan tanda ini dijelaskan lebih lanjut oleh rasul Paulus “Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.” (2 Cor 4:10).
Pada waktu rasul Paulus mengatakan bahwa dia senantiasa membawa kematian Yesus, dia berbicara tentang Sakramen Baptis, karena dengan Sakramen Baptis, maka seseorang telah dibaptis dalam kematian Kristus dan diberi kekuatan untuk hidup menurut perintah Kristus.
Inilah yang didiskusikan oleh rasul Paulus. “3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. 5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. 6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. 7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. 8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. 9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. 10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. 11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.“(Rm 6:3-11)
Katekismus Gereja Katolik (KGK) 1274 mengatakan “Meterai Tuhan (“Dominicus character”: Agustinus, ep. 98,5) adalah meterai yang dengannya Roh Kudus telah memeteraikan kita “untuk hari penyelamatan” (Ef 4:30) Bdk. Ef 1:13-14; 2 Kor 1:21-22.. “Pembaptisan adalah meterai kehidupan abadi” (Ireneus, dem. 3). Orang beriman, yang mempertahankan “meterai” sampai akhir, artinya setia kepada tuntutan yang diberikan bersama Pembaptisannya, dapat mati “ditandai dengan meterai iman” (MR, Doa Syukur Agung Romawi 97), dalam iman Pembaptisannya, dalam harapan akan memandang Allah yang membahagiakan – penyempurnaan iman – dan dalam harapan akan kebangkitan.“
Untuk artikel yang membahas lebih lanjut tentang baptisan, silakan untuk melihatnya di artikel tentang Sakramen Baptis (silakan klik).
2) Mamon bukanlah materai dari anti Kristus. Rasul Yohanes mengatakan bahwa anti Kristus adalah orang-orang yang tidak mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Bapa adalah Tuhan.
1 Yoh 2:22-23: “22. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. 23 Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.“
1 Yoh 4:3: “dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.“
Dari sini kita dapat melihat bukan mammon yang merupakan materai dari anti Kristus, namun semua hal yang menyangkal bahwa Kristus adalah Allah. Dan karena Yesus mengatakan bahwa “Akulah Jalan, dan Kebenaran, dan Hidup“, maka siapa yang tidak mencari kebenaran dengan segenap hati dan segenap jiwa dan segenap pikiran tidak dapat mencapai Sang Kebenaran. Dan kebenaran mempunyai nama, yaitu Yesus Kristus, dimana kebenaran Allah dinyatakan secara nyata. Dan pada waktu orang menempatkan hal-hal lain yang bertentangan dengan kebenaran, maka dia bertentangan dengan Kristus. Hal-hal lain yang bertentangan Roh Kebenaran adalah Roh dari dunia ini, yaitu keinginan daging (mengutamakan seks), keinginan mata (mengutamakan kekayaan), dan keangkuhan hidup (mengutamakan kesombongan) (lih. 1 Yoh 2:15-16).
Namun kalau mamon dilihat dalam konteks yang lebih luas, bukan hanya terbatas pada pengertian kekayaan, namun sebagai allah-allah yang lain, maka kita dapat mengatakan bahwa mamon dapat menjadi roh anti Kristus. Pada saat seseorang menempatkan tiga hal di atas (keinginan daging, mata, dan keangkuhan) lebih penting dari hidup menurut perintah Tuhan, maka orang tersebut terjebak dalam roh anti Kristus.
Katekismus Gereja Katolik (KGK) 2113 mengatakan “Pemujaan berhala tidak hanya ditemukan dalam upacara palsu di dunia kafir. Ia juga merupakan satu godaan yang terus-menerus bagi umat beriman. Pemujaan berhala itu ada, apabila manusia menghormati dan menyembah suatu hal tercipta sebagai pengganti Allah, apakah itu dewa-dewa atau setan-setan (umpamanya satanisme) atau kekuasaan kenikmatan, bangsa, nenek moyang, negara, uang, atau hal-hal semacam itu. “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” demikian kata Yesus (Mat 6:24). Banyak martir yang meninggal karena mereka tidak menyembah “binatang” (Bdk Whyl3-l4).; malahan mereka juga menolak menyembahnya, walaupun hanya dengan berpura-pura saja. Pemujaan berhala tidak menghargai Allah sebagai Tuhan yang satu-satunya; dengan demikian ia mengeluarkan orang dari persekutuan dengan Allah (Bdk Gal 5:20; Ef 5:5).”
Demikian jawaban singkat yang dapat saya berikan. Mari kita bersama-sama senantiasa menempatkan kebenaran di atas kepentingan pribadi kita, sehingga kita semua dapat sampai kepada Sang Kebenaran itu sendiri.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – www.katolisitas.org