Mau menerima indulgensi dan pengampunan di tahun Yubelium ini? Ikuti terus video ini.

Hi, salam Katolisitas! 

Selama Tahun Yubelium 2025, Gereja menawarkan kesempatan istimewa kepada umat beriman untuk menerima indulgensi. Apa itu indulgensi, sudah pernah dibahas di video Katolisitas sebelumnya, jadi tidak diulangi lagi di sini.

Indulgensi di tahun Yubelium ini dimaksudkan untuk membantu kita memperoleh  pengalaman yang lebih mendalam akan belas kasih dan pengampunan Tuhan yang tak terbatas. Indulgensi diberikan kepada umat yang memohonkannya dengan melakukan tindakan kesalehan tertentu, seperti mengunjungi tempat-tempat suci, terlibat dalam doa-doa, dan melakukan karya amal.  Meskipun di tahun 2025 ini diberikan kesempatan perolehan Indulgensi secara khusus, ketentuan Indulgensi lainnya yang sudah pernah ditentukan, tetap berlaku.

Di Tahun Yubelium ini, indulgensi secara khusus dikaitkan dengan tindakan berziarah ataupun mengunjungi tempat-tempat suci dan memasuki pintu-pintu suci. 

Dalam ziarah ke tempat-tempat suci, yang disyaratkan adalah mengikuti Misa Kudus; atau Misa yang menyampaikan sakramen Inisiasi—Baptis, Penguatan, Komuni Pertama— atau Pengurapan Orang Sakit, atau salah satu dari ini: perayaan Sabda Tuhan, Ibadat Harian, Jalan Salib, atau Doa Rosario. 

Atau mengunjungi salah satu dari 4 Basilika di Roma: yaitu 1) Basilika St. Petrus; 2) Basilika St. Yohanes Lateran; 3) Basilika Santa Maria Maggiore dan 4) Basilika St. Paulus di luar tembok. 

Atau mengunjungi sekurang-kurangnya satu dari 3 basilika di Tanah Suci: 1) Basilika Holy Sepulchre di Yerusalem; 2) Basilika Nativity di Betlehem; 3)  Basilika Annunciation di Nazaret.

Atau mengunjungi  gereja-gereja Katedral  atau gereja lainnya yang ditetapkan oleh keuskupan setempat,  tempat-tempat ziarah Bunda Maria, tempat-tempat suci nasional maupun internasional.

Di bawah video ini juga disampaikan nama gereja-gereja di Roma dan di bagian dunia lainnya, yang disebutkan dalam Dekrit tentang Indulgensi 2025 oleh Paus Fransiskus, dan juga gereja-gereja dan tempat-tempat suci lainnya yang ditetapkan oleh keuskupan, contohnya ziarah ke 9 gereja di 9 dekanat yang ada di Keuskupan Agung Jakarta.

Basilika Holy Cross, 

Basilika St. Lawrence, 

Basilika St. Sebastian, 

gereja Holy Spirit di Sassia, 

gereja St. Paulus di Tre Fontane, tempat kemartirannya,

Katakomba-katakomba di Roma, 

basilika Santa Maria sopra Minerva, 

gereja St. Brigita di Campo de’ Fiori, 

gereja Santa Maria della Vittoria,  

gereja Trinità dei Monti, 

Basilika  St. Cecilia di Trastevere,  dan 

Basilika  St. Agustinus di Campo Marzio.

Di bagian dunia lainnya, seperti:

2 Basilika di Assisi, yaitu Basilika St. Fransiskus  dan basilika Ratu para malaikat, 

Basilica Our Lady of Loreto, of Our Lady Pompei, 

St. Antonius dari Padua, 

basilika minor manapun)

Di Indonesia, contohnya:

Keuskupan Agung Jakarta: Ziarah ke 9 gereja di 9 dekanat yang ada di KAJ.

Keuskupan Surabaya: gereja Katedral Hati Kudus Surabaya, gereja Kelahiran St. Perawan Maria Surabaya, tempat ziarah Bunda Maria di Pohsarang, Kediri, Gua Maria Sendangrejo Wereskat Blora, tempat ziarah Sendangrejo Blitar, Gua Maria Fatima Klepu Ponorogo.

Keuskupan Semarang: Gereja Katedral St. Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari Semarang, gereja St. Ignatius Magelang, gereja St. Perawan Maria Regina Purbowardayan Solo, gereja St. Yohanes Rasul Pringwulung Yogyakarta dan gereja St. Maria Bunda Penasihat Baik Wates, gua Maria Kerep Ambarawa, gua Maria Sendangsono, gua Maria Mojosongo, Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, dan makam Kerkof Muntilan.

Keuskupan Bandung: gereja St. Petrus Katedral Bandung,  gereja Bunda Maria- Garut;  gereja  HTBSP- Buah Batu; gereja St. Maria Fatima- Lembang, gereja Bunda Tujuh Kedukaan- Pandu, gereja Kristus Raja- Cigugur, gereja St. Yusuf- Cirebon, gereja Salib Suci- Kamuning; gereja Kristus Sang Penabur- Subang. 

Keuskupan Bali: gereja Katedral Roh Kudus, Denpasar.

Selanjutnya, bagi kita umat Katolik, syarat untuk memperoleh Indulgensi Penuh adalah sebagai berikut: (berdasarkan Dekrit Paus https://www.vatican.va/roman_curia/tribunals/apost_penit/documents/rc_penitenzieria-ap_20240513_norme-indulgenza-giubileo2025_en.html; dan Manual Indulgensi, edisi ke 4 )

  1. Telah menyatakan intensi untuk memohon perolehan Indulgensi, dalam doa Pagi ataupun sebelum melakukan tindakan yang disyaratkan.

(contoh doa persembahan pagi:  https://youtu.be/UgTkdo_t_aE )

  1. Sungguh bertobat dan telah menerima sakramen Tobat.
  2. Menerima Komuni Kudus pada hari tersebut.
  3. Melakukan ziarah atau mengunjungi tempat-tempat suci atau Pintu Suci seperti yang telah disebutkan tadi, baik secara pribadi ataupun dalam kelompok. 

Pada saat memasuki Pintu Suci,  dengan hati tulus berdoa, contohnya:

“Tuhan, kasihanilah aku, orang berdosa ini, dan berikanlah rahmat-Mu kepada kami…”

Setelah masuk ke gereja, berdoa Tahun Yubelium 2025

Berdoa untuk intensi Bapa Paus—kalau tidak tahu, ini dapat digantikan dengan doa 1 kali Bapa Kami dan 1 kali  Salam Maria—dilanjutkan dengan doa untuk Bapa Paus dan Gereja

Mengikuti Misa kudus atau

Melakukan Adorasi Sakramen Mahakudus dan meditasi, yang diakhiri dengan doa 1x Aku Percaya, 1x Bapa Kami dan 1x Salam Maria atau doa penghormatan kepada Bunda Maria dan mohon dukungan doanya.

Berdoa untuk memperbarui iman, contoh:

“Tuhan Yesus, aku percaya kepada-Mu… dilanjutkan dengan doa pribadi 

  1. Syarat yang terakhir adalah: Terbebas dari ikatan dosa apapun (termasuk dari dosa ringan), setidak-tidaknya sampai pelaksanaan tindakan yang disyaratkan ini. Kalau syarat ini tidak terpenuhi, maka yang diperoleh adalah Indulgensi Sebagian.

Nah, bagi orang-orang yang karena tugas ataupun keadaan tidak dapat mengunjungi tempat-tempat suci ini, mereka tetap dapat menerima indulgensi yang sama, kalau dengan sungguh bertobat menyatukan hati dengan umat beriman, mereka melakukan hal-hal ini: 1) secara pribadi mengikuti saat pesan Paus/ Uskup disampaikan melalui media komunikasi,  2)  mendoakan  Bapa Kami, Aku Percaya dan doa Yubelium, di rumah atau tempat manapun mereka berada, dengan mempersembahkan penderitaan dan kesulitan yang sedang dihadapi.

  1. Selain ziarah, atau mengunjungi tempat-tempat suci, Indulgensi Penuh juga dapat diberikan kalau kita mau  menjadi tanda harapan bagi sesama yang sedang mengalami kesusahan apapun (Spes non confundit 10), dengan melakukan karya belas kasih dan silih sebagai tanda pertobatan, yaitu:

Karya belas kasih jasmani: memberi makan yang lapar, minum kepada yang haus, memberi pakaian kepada yang tidak punya, tumpangan pada orang asing, mengunjungi orang sakit dan yang di penjara atau kaum manula dan berkebutuhan khusus, atau menguburkan orang yang meninggal.

Karya belas kasih rohani: menasihati yang bimbang, mengajar yang tidak tahu, menegur sesama yang berdosa, menghibur yang berdukacita, mengampuni yang bersalah kepada kita, bersabar kepada orang yang menjengkelkan kita dan mendoakan sesama, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Menyumbang orang miskin, mendukung karya sosial atau religius, membantu yatim piatu, orang tua/ lansia yang kesepian atau membutuhkan bantuan.

Meski menurut ketentuan, Indulgensi Penuh hanya dapat diperoleh 1x dalam sehari, (cf. Enchiridion Indulgentiarum, IV ed., norm. 18, § 1), tetapi  umat beriman melakukan perbuatan amal kasih atas nama jiwa-jiwa di Purgatorium, kalau mereka menerima Komuni Kudus yang kedua kali pada hari itu, mereka dapat memperoleh Indulgensi Penuh yang kedua, yang dapat ditujukan hanya kepada jiwa orang yang sudah meninggal.  Di sini orang yang berdoa disatukan dalam Tubuh Kristus dengan orang-orang yang telah meninggal.  Indulgensi Yubelium memang dimaksudkan secara khusus bagi mereka yang telah meninggal agar mereka memperoleh belas kasih Allah yang sepenuhnya (lih. Spes non Confundit, 22).

Perbuatan amal kasih ini dapat dilakukan setiap hari, sehingga kalau syarat-syarat lainnya terpenuhi, maka kita dapat memperoleh indulgensi penuh setiap hari. 

Berpantang minimal sekali seminggu, misal pantang sosial media, pantang daging atau makanan tertentu.

Tentu saja Indulgensi Penuh diperoleh asalkan syarat-syarat lain untuk perolehan Indulgensi penuh terpenuhi, termasuk yang paling sulit, yaitu: ketidakterikatan dengan dosa apapun, termasuk dosa ringan, setidaknya sampai pelaksanaan tindakan yang disyaratkan.

Nah, teman-teman, memohon indulgensi bukan semata-mata menginginkan penghargaan/reward, tetapi ini adalah proses yang dapat mengubah hati. Supaya apa? Supaya kita yang melakukannya dapat lebih bersungguh- sungguh mempraktekkan hidup Kristiani yang sejati.  Dengan demikian hubungan kita dengan Allah dan sesama diperbaharui, dan kita mengalami rahmat Tuhan yang mampu mengubah segala sesuatu.