Apakah merokok berdosa?

Ada banyak orang mengatakan bahwa merokok adalah berdosa, namun ada orang yang mempunyai sikap yang berbeda. Jadi, bagaimana kita harus menanggapi tentang hal ini? Orang sering membuat argumentasi bahwa merokok adalah berdosa, karena merusak tubuh, sedangkan tubuh kita adalah Bait Allah. Kita dapat melihat beberapa dasar pengajaran Katolik di dalam Katekismus Gereja Katolik sebagai berikut:

KGK, 2289 “Kehidupan dan kesehatan merupakan hal-hal yang bernilai, yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Kita harus merawatnya dengan cara yang bijaksana dan bersama itu juga memperhatikan kebutuhan orang lain dan kesejahteraan umum.Perawatan kesehatan para warga menuntut bahwa masyarakat ikut membantu menciptakan situasi hidup, sehingga manusiadapat mengembangkan diri dan menjadi matang: pangan dan sandang, perumahan, pelayanan kesehatan, pendidikan dasar, lapangan kerja, dan bantuan sosial.”

KGK, 2290: “Kebajikan penguasaan diri menjauhkan segala bentuk keterlaluan: tiap penggunaan makanan, minuman, rokok, dan obat-obatan yang berlebihan. Siapa yang dalam keadaan mabuk atau dengan kecepatan tinggi membahayakan keamanan orang lain dan keamanannya sendiri di jalan, di air, atau di udara, membuat dosa besar.”

Dari keterangan di atas, kita dapat menarik beberapa kesimpulan. Kita sebetulnya harus merawat tubuh kita, karena tubuh kita telah dikuduskan oleh Allah, dengan Yesus sendiri mengambil kodrat manusia yang terdiri dari tubuh dan jiwa, dan tubuh kita juga menjadi bait Allah (1 Kor 6:19-20). Namun merawat tubuh kita juga tidak boleh lebih tinggi derajatnya daripada memberikan perawatan kepada kehidupan rohani kita (KGK, 2289). Misalkan kita berolahraga setiap hari, namun tidak memperhatikan kehidupan doa kita maupun pelayanan.

KGK, 2290 menekankan akan pentingnya kebajikan penguasaan diri (the virtue of temperance) termasuk dalam merokok. Pertanyaanya, apakah merokok jadi berdosa? Saya tidak dapat mengecap semua orang yang merokok itu berdosa, karena merokok yang bersifat untuk rekreasi (dalam artian sekali-sekali) adalah tidak berdosa, namun kalau dilakukan dengan beberapa kondisi yang keluar dari jalur kebajikan penguasaan diri, seperti: (1) Merokok yang berlebihan sehingga dapat menyebabkan ketagihan; (2) terlalu banyak merokok sehingga membahayakan kesehatan tubuh, dengan resiko kanker, jantung, dll. Apalagi dalam kasus seorang wanita yang melahirkan, sehingga membahayakan kesehatan bayi yang dikandungnya; (3) Yang dilakukan di sekitar anak-anak, atau orang lain, sehingga menyebabkan orang lain menjadi terganggu, baik kesehatan maupun kenyamanan; (4) membeli rokok yang berlebihan, sehingga menghabiskan uang yang banyak yang seharusnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Hal ini mungkin masih dapat diperdebatkan, yang terpenting adalah orang harus menjalankan kebajikan penguasaan diri (temperance) dan kebijaksanaan (prudence). Kita jangan lupa juga, beberapa hal yang kelihatannya sepele, namun sebetulnya jelas-jelas berdosa, misalnya: pemakaian kontrasepsi, kebohongan kecil, kemalasan, dll. Atau beberapa hal yang mungkin mirip dengan kasus merokok: Bagaimana dengan menonton televisi, main video, game, internet yang berlebihan? rekreasi yang berlebihan: nonton bioskop, makan di restoran, makan yang menyebabkan kita sakit, misal: sakit kencing manis karena terlalu banyak gula, sakit lever karena terlalu banyak makan yang mempunyai kadar pengawet yang tinggi, dll. Kita tidak dapat mengatakan semua orang yang senang makan coklat berdosa, namun kalau terlalu berlebihan, maka dapat menjadikan orang tersebut sakit, dan ini yang salah.

Namun karena merokok mempunyai resiko membuat orang ketagihan, maka menurut hemat kami, kita tidak perlu mencobanya sama sekali. Kalau orang perlu untuk rekreasi, maka dapat mencari rekreasi yang lain yang lebih berguna dan tidak mempunyai potensi membahayakan tubuh. Mari kita bersama-sama berjuang untuk dapat mengendalikan diri kita dalam hal apapun sehingga kita dapat berjalan sesuai dengan perintah Tuhan. Yang terutama adalah kita berdoa dan menerima sakramen-sakramen, sehingga berkat Tuhan mengalir dan kita dikuatkan oleh Tuhan untuk dapat mengendalikan diri kita.

4.4 5 votes
Article Rating
19/12/2018
42 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
damar.murti
7 years ago

Shallom,
Nama saya Damar, saya ingin bertanya mengenai apakah orang Katolik boleh atau dapat minum minuman yang mengandung alkohol? Saya pernah ditanya soal ini kepada teman saya di Jepang, dan dia bertanya lalu Yesus kan juga minum anggur (yang dalam bahasa Inggris brarti “wine”, pasti ada alkoholnya). Mohon pencerahannya, saya benar-benar ingin tahu. Terimakasih banyak.
Tuhan memberkati kita semua. Amin

[Dari Katolisitas: Prinsipnya serupa dengan apakah boleh merokok atau tidak. Untuk mengetahui tentang hal ini, silakan membaca artikel di atas, silakan klik.]

Herman Jay
Herman Jay
8 years ago

Mo Limo ( Madat/Narkoba, Madon/Main Perempuan, Main Judi,Mabuk, Maling)
Lima M adalah kejahatan yang merusak masyarakat. Penjahat 5 M adalah sampah masyarakat.
1.Bagaimana hubungan madat dan mabuk dengan sepuluh perintah Allah?
2.Bagaimana hubungnan main judi dengan sepuluh perintah Allah?
3.Madon dan Maling sudah jelas ada dalam sepuluh perintah Allah.

Ingrid Listiati
Reply to  Herman Jay
8 years ago

Shalom Herman Jay, 1. Tentang madat dan mabuk Katekismus menempatkan madat dan mabuk dalam katagori perintah ‘Jangan membunuh’ (perintah Allah ke-5), sebab ketagihan obat-obatan/ madat/ narkoba dan mabuk termasuk dalam perbuatan tidak menghargai kehidupan diri sendiri. Katekismus meletakkannya dalam sub-judul II. Penghormatan terhadap martabat manusia, yaitu tentang penghormatan terhadap kesehatan. Tentang hal tersebut, Katekismus mengatakan: KGK 2290    Kebajikan penguasaan diri menjauhkan segala bentuk keterlaluan: tiap penggunaan makanan, minuman, rokok, dan obat-obatan yang berlebihan. Siapa yang dalam keadaan mabuk atau dengan kecepatan tinggi membahayakan keamanan orang lain dan keamanannya sendiri di jalan, di air, atau di udara, membuat dosa besar. KGK… Read more »

Indri
Indri
8 years ago

Terima kasih kepada Katolisitas. Kemarin pagi saya membaca artikel ini dan tanpa saya duga saya mendapat pertanyaan mengenai apakah merokok itu buruk atau tidak sore harinya. Artikel ini amat membantu saya dalam menjawab sesuai dengan ajaran Katolik kita. Sekali lagi terima kasih Katolisitas. Semoga karya kerasulan ini berlanjut & semakin berkembang.

Norbert
Norbert
8 years ago

Kalau diijinkan, aku ingin tulis di bawah ini..tetapi aku tidak tau harus tulis di mana, tolong dibantu… Trims… shallom…. Ijinkan aku untuk share pengalamanku ketika aku diberhentikan merokok oleh Tuhan. Aku ingat,aku mulai merokok sejak kelas 6 SD,sejak itu tiada hari tanpa rokok dan berlangsung kira2 selama 40-45 tahun. Aku pernah berusaha berhenti sekitar 35 th yang lalu, berhasil berhenti cuman 3 hari saja, Sekitar tahun 1993 an, aku coba lagi berhenti merokok dan waktu itu aku sudah mengenal Yesus,aku ber Doa untuk diberi kekuatan,untuk melawan kecaduan rokok itu. Ternyata imanku masih tipis banget dan cuman berhasil berhenti selama 7… Read more »

bima
bima
8 years ago

mbak ingrid saya mau menanyakan sedikit dan pertanyaan ini mungkin agak jauh dari artikelnya, [dari Katolisitas: kami cantumkan jawabannya di belakang pertanyaan Anda, jika ada pertanyaan lebih lanjut silakan dituliskan di bawah topik yang sesuai] Dalam katolik zina diperbolehkan atau tidak? [dalam ke-10 perintah Allah, perzinahan dilarang, dalam perintah ke-6 (Kel 20:14)] Kawin sesama jenis boleh atau tidak? [tidak diperkenankan. Silakan membaca artikel “Mengapa Gereja Katolik menentang perkawinan homoseksual“] Minum minuman keras boleh atau tidak? [silakan mengacu pada tanya jawab di link ini, silakan klik] Mengganggu ketertiban umum boleh atau tidak? [jangankan secara iman, secara akal budi saja mengganggu ketertiban… Read more »

Fransiskus Saragi
Fransiskus Saragi
9 years ago

slm sejahtera buat kita semua
saya anak STP yg sedang menyusun skripsi yg berjudul pendampingan orangtua terhadap kaum muda penyalahguna narkoba.
jadi saya mau tanya, bagaimana keadaan OMK sekarang ini dihubungkan dengan narkoba?
terima kasih

Romo Yohanes Dwi Harsanto
Romo Yohanes Dwi Harsanto
Reply to  Fransiskus Saragi
9 years ago

Salam Fransiskus, Terhadap penyalahgunaan narkotika dan obat bahan adiktif, Gereja sangat berprihatin. Beberapa tempat yang bisa Anda hubungi antara lain: Yayasan Kasih Mulia / Kedhaton Parahita Jl. Pluit Karang Permai Blok T VII Selatan No. 40-42 Muara Karang – Jak-Utara. atau di Jl. Camar Indah blok DD-10, Ruko Pantai Indah Kapuk, Jakarta 14470 Telp: 62-21-5881103, 5882265; Fax: 62-21-5882275; e-mail: drugKP@cbn.net.id Telp. (021) 6683545. Fax.6603666. Tempat ini iasuh oleh Romo Lambertus Somar, MSC dan para stafnya. Atau, hubungi tempat rehabilitasi KUNCI di http://rehabilitasikuncimas.blogspot.com/ dan alamat pos Nandan, Sariharjo-Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581. Kontak:Telepon: (0274) 624747 E-mail: apolonaris_setara@yahoo.com & apolonarisaris2007@gmail.com. Tempat ini dikelola… Read more »

Othe
Othe
9 years ago

Bagaimana dengan bekerja di perusahaan rokok?

[dari katolisitas: Karena merokok tidaklah berdosa secara intrisik, maka bekerja di perusahaan rokok tentu saja tidak berdosa. Hal ini sama seperti minum anggur bukanlah dosa, namun terlalu banyak minum anggur dapat menyebabkan dosa karena seseorang dapat kehilangan kontrol terhadap dirinya. Jadi, orang yang bekerja di perusahaan anggur juga tidak berdosa.]

Liani
Liani
Reply to  Othe
8 years ago

Kalo begitu orang yang bekerja di perusahaan narkotik juga tidak berdosa? Karena rokok tidak jauh berbeda dengan narkotik, karena mengandung zat adiktif yang menyebabkan ketagihan. Bagaimanapun rokok tidak dapat dibandingkan dengan makanan / minuman seperti anggur, alkohol, coklat, makanan berlemak dll. Karena meskipun kandungannya lemak tinggi, bagaimanapun lemak tetap dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu. Tapi bagaimana dengan rokok, apakah zat yang terkandung dalam rokok dibutuhkan oleh tubuh? Mungkin bisa dijawab YA, karena dibutuhkan untuk rekreasi seperti yang Anda bilang di atas, “merokok sekali2 utk rekreasi”. Tapi perlu diingat zat itu, meskipun ada manfaatnya sedikit (mis: memberi efek menenangkan, relax… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Liani
8 years ago

Shalom Liani, Nampaknya yang harus dipahami adalah prinsipnya, yaitu kebijaksanaan penguasaan diri untuk mengetahui batas-batas penggunaan makanan, minuman ataupun obat-obatan, agar tidak membahayakan kesehatan tubuh. Katekismus menjelaskan bahwa penggunaan narkotika adalah sesuatu kesalahan moral yang berat, kecuali untuk alasan medis semata-mata (untuk membantu menghilangkan rasa sakit dalam kasus-kasus yang sangat khusus): KGK 2290    Kebajikan penguasaan diri menjauhkan segala bentuk keterlaluan: tiap penggunaan makanan, minuman, rokok, dan obat-obatan yang berlebihan. … KGK 2291    Pemakaian narkotika mengakibatkan kerugian besar bagi kesehatan dan kehidupan manusia. Selain penggunaan obat-obatan karena alasan medis semata-mata, pemakaian narkotika merupakan kesalahan susila yang bobotnya berat. Pembuatan narkotika secara… Read more »

Fransiskus
Fransiskus
9 years ago

YTH para pengurus katolisistas Sekarang ini saya bekerja pada sebuah yayasan Kristen (Protestant) , sedangkan saya sendiri adalah seorang katholik. Dalam lembaga ini saya mendapatkan berbagai macam pertanyaan yang sedikit banyak menyerang, mungkin para pengurus bisa membantu saya untuk memberikan jawaban yang memuaskan kepada mereka : 1. perihal merokok, kenapa di gereja katholik tidak ada larangan dan bahkan romo pun banyak yang merokok. 2.Kenapa doa bapa kami yang ada pada gereja katholik berbeda dengan yang ada diAlkitab. Mohon penjelasannya. Terimakasih sebelumnya, GBU [Dari Katolisitas: Tentang topik Apakah merokok itu berdosa?, silakan klik, dan tentang teks Bapa Kami yang umum dipergunakan… Read more »

Gerardus Partono
Gerardus Partono
9 years ago

Pak Stef, Bu Inggrid,

Menyambung pertanyaan mengenai minuman keras, bagaimana pandangan hukum Katolik bagi produsen minuman keras? Apakah dilarang atau diperbolehkan ? Karena ada pandangan bahwa produsen minuman keras seperti “menyediakan jalan” untuk mabuk bagi orang lain. Mohon bantuannya penjelasannya. Terima kasih.

Salam Damai,

Ingrid Listiati
Reply to  Gerardus Partono
9 years ago

Shalom Gerardus, Nampaknya yang harus dipegang sebagai prinsipnya adalah bahwa minuman anggur dari dirinya sendiri bukanlah sesuatu yang buruk. Menjadi buruk, jika orang meminumnya berlebihan, sehingga mabuk. Itulah sebabnya bahkan di zaman Tuhan Yesus sendiri minuman anggur sudah ada, dan diminum dalam kesempatan- kesempatan istimewa, misalnya pada perayaan perkawinan, seperti halnya pada perjamuan di Kana (lih. Yoh 2:1-11) dan pada Perjamuan Terakhir saat Yesus makan bersama para murid-Nya pada malam sebelum wafat-Nya (Mat 26:26-29; Mrk 12:22-25; Luk 22:15-20; 1Kor 11:23-25). Rasul Paulus bahkan menganjurkannya kepada Timotius, agar menambahkan anggur sedikit pada minumannya karena baik untuk pencernaan (lih. 1Tim 5:23). Dengan… Read more »

kusuma
kusuma
10 years ago

Bagaimana pandangan gereja dan alkitab, terhadap minuman beralkohol seperti bir bintang, dll?
apakah gereja melarang atau tidak?

[Dari Katolisitas: Pertanyaan serupa sudah pernah ditanyakan dan ditanggapi di sini, silakan klik. Prinsip yang dipakai sudah pernah diuraikan di artikel di atas, silakan klik]

cristoporus
cristoporus
10 years ago

Salam kasih katolisitas, masih bingung ni. Meski dah baca artikel dan tanya jawab di atas. Apakah perokok (aktif) itu berdosa? Saya perokok (aktif) romo di paroki saya jg perokok (aktif). Nah di sini kan kita tentu tidak memungkiri : 1.ketagihan (rasa ingin) meski dapat dikontrol 2. membahayakan kesehatan tubuh, tp kita juga saat merokok memperhatikan lingkungan (klo ada anak2 / orang yg nggak suka rokok) ya kita tidak merokok/mencari tempat lain dan kalo kita beli rokok tidak berlebihan juga lo. Tapi rokok tidak dapat mengendalikan kita, tp kita yg mengendalikan rokok (waktu dan/ tempat merokok kita yg mengontrol). Jadi apakah… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  cristoporus
10 years ago

Shalom Cristoporus, Nampaknya kata kunci di sini adalah “moderation”/ kemampuan mengendalikan diri atas rokok itu. Sebab memang secara kodrati seseorang dapat mempunyai kesenangan akan sesuatu, dan ini berlaku pada makanan/ minuman, seperti ada orang yang senang minum kopi, makan bakmi, makan permen, dst, tentu ini tidak otomatis dosa, tetapi jika kesenangan ini mulai tidak dapat dikendalikan, dan makanan/ minuman itu dikonsumsi sampai di luar batas kewajaran, maka itu menjadi dosa, umum dikenal dengan kata kerakusan (gluttony) salah satu dari tujuh dosa pokok. Silakan Anda dengan kebijaksanaan (prudence) menilai sendiri, apakah kebiasaan Anda itu masih dalam batas- batas wajar dan masih… Read more »

cristoporus
cristoporus
Reply to  Ingrid Listiati
10 years ago

salam kasih Ingrid dan katolisitas, Terimakasih atas tanggapannya bu Ingrid. ya, masalah kemampuan mengendalikan diri atas rokok. Saat puasa/pun pantang saya pun tidak merokok. Tapi orang yg kenal saya, dah tentu orang tsb tau klo aku perokok(aktif). Seperti halnya makan, saya suka babi, n tmn2 sy tau kesukaan sy itu. Meskipun sy ingin makan babi, tp klo ada hal yg g harus/pun halangan, y sy g makan. Jadi dari hal itu, meskipun saya perokok (aktif) tp klo ad hal yg menghalangi/pun tdk memungkinkan ya saya tdk merokok. Sebagai gambaran, sy merokok 1 bks untuk 2hr (kebanyakan orng2/tmn2 sy 1 bks… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  cristoporus
10 years ago

Shalom Cristoporus, Silakan Anda menilai dengan hati nurani sendiri, apakah 1 bungkus rokok untuk dua hari merupakan batas yang wajar. Sebab memang tidak ada ketentuan tertulis mengenai hal ini, tetapi saya percaya hati nurani Anda dapat memutuskannya. Jika hati nurani Anda terusik dengan jumlah ini, silakan menguranginya, sebab pengurangan itu semakin menandakan bahwa Anda semakin tidak tergantung dengan rokok; terutama jika Anda sendiri menyadari bahwa rokok sebenarnya berpotensi mengganggu kesehatan tubuh Anda yang adalah bait Allah. Jadi, walaupun ‘moderation‘ dan pengendalian diri merupakan kata kunci di sini, jangan dilupakan bahwa kita dipanggil untuk hidup semakin lebih baik dari hari kemarin,… Read more »

cristoporus
cristoporus
Reply to  Ingrid Listiati
10 years ago

salam kasih Ingrid dan katolisitas,

Terimakasih atas tanggapannya Bu Ingrid.
ya, smuanya mmang balik ke diri sndiri, krna memang selain Tuhan, hnya diri kita sndiri yg mengenal lebih baik siapa kita. adakah kita juga mempunyai ketergantungan tertentu kepada sesuatu yang dapat menggantikan tempat Tuhan di hati kita, nah selama ketergantungan itu tidak menggantikan tempat Tuhan di hati kita, sy beraggapan ketergntungan tsb masih sebatas wajar.
web ini sangat membantu. semoga katolisitas diberi kekuatan Dalam Nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, Amen.

Terimakasih, Ingrid n katolisitas
Salam Cinta Kasih Tuhan kita Yesus Kristus
GBU All

Honey
Honey
Reply to  Ingrid Listiati
9 years ago

Salam damai Kristus bu Ingrid KGK, 2290 menekankan akan pentingnya kebajikan penguasaan diri (the virtue of temperance) termasuk dalam merokok. Pertanyaannya, apakah merokok jadi berdosa? Saya tidak dapat mengecap semua orang yang merokok itu berdosa, karena merokok yang bersifat untuk rekreasi (dalam artian sekali-sekali) adalah tidak berdosa, Saya tdk ingin membahas merokok itu berdosa atau tidak (saya seorg perokok), meluruskan draft di atas merokok bukanlah untuk berekreasi karena merokok (pasti) menyebabkan kecanduan (di luar ringan atau berat kalau setiap hari menghisap rokok namanya kecanduan). Sy juga ingin menyampaikan seorg imam (seharusnya) tidak merokok (Romo Paroki saya perokok) karena imam yg… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Honey
9 years ago

Shalom Honey, 1. Orang yang kecanduan rokok juga cenderung kecanduan seksual? Nampaknya hal kecanduan, tidak dapat diukur dari apakah setiap harinya perbuatan itu dilakukan atau tidak; namun dari sejauh mana keterikatan seseorang terhadap perbuatan itu, terutama jika perbuatan itu tidak secara kodrati sungguh merupakan . Sebab misalnya, ada orang yang setiap hari makan nasi, makan sambal atau minum kopi/ teh,  tetapi kita juga tidak dapat serta merta mengatakan bahwa ia kecanduan nasi, kecanduan sambal atau kecanduan kopi/ teh. Sebab jika ia dapat melatih tubuhnya untuk sewaktu-waktu tidak makan nasi, tidak makan sambal, dan tidak minum kopi/ teh, maka dapat dikatakan… Read more »

Honey
Honey
Reply to  Ingrid Listiati
9 years ago

Salam damai Kristus bu Ingrid Sebenarnya berdasarkan jawaban ibu Ingrid di atas saya tidak perlu lagi menanggapi masalah Imam yg perokok, karena pada akhirnya ibu Ingrid setuju dgn pendapat bahwa “Imam sebaiknya tidak merokok”. (karena jelas Imam tidak boleh mencontohkan kepada umat cara hidup yg ‘tidak’sehat/’tidak’benar) saya tdk mengatakan org yg kecanduan rokok juga cendrung kecanduan seksual. disini jelas yg saya tulis “kenikmatan/nafsu untuk merokok saja tidak bisa ditinggalkan apalagi (maaf) kenikmatan/nafsu biologis”. Kalimat diatas jelas menerangkan masalahnya adalah menahan nafsu duniawi (Menahan nafsu merokok lebih mudah dari pada (ma’af) menahan nafsu seksual’ jadi menahan yg mudah saja tidak bisa,… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Honey
9 years ago

Shalom Honey, Ya, saya setuju untuk mengakhiri pembicaraan tentang imam yang merokok sampai di sini. Biarlah para pembaca menyimpulkannya sendiri. Jika Anda bertanya pendapat saya pribadi, maka memang saya berpendapat sama dengan Anda, sebaiknya memang imam tidak merokok, sebab selain ada resiko tidak baik bagi kesehatan, ada juga resiko dapat menjadi ketagihan. Namun situs ini adalah untuk menyampaikan ajaran Gereja Katolik (bukan pandangan pribadi), maka yang saya sampaikan sebelumnya adalah apa prinsip dasar yang disampaikan oleh Gereja Katolik untuk menilai apakah suatu perbuatan (dalam hal ini perbuatan merokok) dapat dikatakan baik secara moral atau tidak; sebagaimana telah disampaikan di tulisan-tulisan… Read more »

Triatmojo
Triatmojo
Reply to  Ingrid Listiati
9 years ago

All: Masalah yg bener² menarik perhatian. Rokok, mengapa ia harus ada di dunia ya? Kalau memang ia negatif dlm dirinya sendiri, seperti halnya dosa, saya kira ia akan dimasukkan dalam daftar dosa, supaya tidak dilakukan. Maka tentu statusnya sama dengan minuman keras. Boleh dikonsumsi dengan “catatan”, jangan berlebihan (artikel di atas sudah menjelaskannya), dan bahkan sama saja dengan makanan, yg walaupun dalam dirinya sendiri sering dilihat positif, masih bisa menjadi negatif bila berlebihan. Oleh karena itu sikap kita selanjutnya, memang hanya bisa menyerahkan kepada kebijaksanaan masing² orang, yg mengenal masing-masing diri dan tubuhnya sendiri. Kalau merokok dianggap berdosa, maka musti… Read more »

Hermawan
Hermawan
11 years ago

Salam, Saya baru saja mengetahui situs ini dan saya sangat tertarik. Dikatakan diatas bahwa “sebetulnya jelas-jelas berdosa, misalnya: pemakaian kontrasepsi, ” Saya dan istri menggunakan kontrasepsi (bukan steril – tetapi memakai spiral) karena kami saat ini sudah memiliki 1 anak dan merasa belum waktunya untuk menambah anak lagi. Jika kami kebobolan, maka tidak akan menjadi baik bagi keluarga kami karena kondisi keuangan yang belum memadai. Ditulis juga : “KGK 1601 Perjanjian Perkawinan, dengan mana pria dan wanita membentuk antar mereka kebersamaan seluruh hidup, dari sifat kodratinya terarah pada kesejahteraan suami-isteri serta pada kelahiran dan pendidikan anak”. Kami harus menjadi Keluarga… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  Hermawan
11 years ago

Shalom Hermawan, Terima kasih atas pertanyaannya tentang kontrasepsi. Untuk mengetahui alasan mengapa Gereja Katolik melarang penggunaan kontrasepsi, anda dapat membaca artikel “Humanae Vitae itu benar” di sini – silakan klik dan juga tanya jawab ini – silakan klik. Dari dua link tersebut anda akan mendapatkan keterangan yang cukup lengkap. Setelah membaca dua link tersebut anda dapat bertanya lagi secara lebih mendalam. Kemudian, Gereja Katolik juga memberikan solusi antara tanggung jawab yang harus diemban oleh orang tua dengan hubungan suami istri yang harus terbuka terhadap kelahiran dengan metode KB Alamiah, seperti yang dijabarkan di sini – silakan klik. Secara prinsip, memang… Read more »

BUDI YOGA PRAMONO
BUDI YOGA PRAMONO
11 years ago

Shalom Bu Inggrid, Saya ingin bertanya soal ROKOK , apakah dibolehkan oleh Gereja atau dianjurkan untuk tidak merokok. Saya percaya Rokok adalah berbahaya bagi kesehatan bahkan ada peringatan bahaya merokok bagi keshatan di label bungkus rokok. Bau rokok merusak kedamaian di rumah atau di tempat umum , dikantor atau dimana aja , Bau rumah seorang perokok tidak akan hilang walaupun diberi parfum yng harga jutaan sekalipun . Apalagi bajunya , kamar tidurnya . Bau badan seorang perokok sangat menganggu , kalo ada seorang perokok lewat baunya seerr dan orang bilang ini pasti bau perokok. Herannya lagi , sekarang banyak pastor… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  BUDI YOGA PRAMONO
11 years ago

Shalom Budi, Saya memindahkan pertanyaan anda ke bawah artikel, Apakah merokok berdosa?, silakan klik, karena pertanyaan anda mungkin sudah terjawab oleh artikel di atas. Silakan anda membaca artikel tersebut, dan jika ada masih ada pertanyaan, silakan bertanya kembali. Pada dasarnya Gereja Katolik menekankan “prudence”/ kebijaksanaan untuk menilai mengenai rokok ini, karena jika hanya dilakukan sesekali, maka merokok sebenarnya bukan dosa, tetapi jika sudah menjadi ketergantungan atau ketagihan, itu sudah menjadi dosa. Ini menyangkut dosa terhadap tubuh (membahayakan kesehatan jasmani), dan juga rohani karena rokok bisa menggantikan tempat Tuhan di hati orang yang ketagihan. Hal ini tidak berlaku hanya pada rokok,… Read more »

mONiCa
mONiCa
12 years ago

Shalom,

Kesempatan di ruang ini, saya ingin menanya, apakah pandangan Katolik mengenai hal berjudi dan minum minuman beralkohol (minuman keras)?apakah itu diperbolehkan dalam agama atau tidak?sebab ramai orang katolik yang minum alkohol.Sehingga ada teman-teman agama lain mempersoalkan hal tersebut.Mereka menggangap agama katolik membenarkan hal tersebut.Malahan mereka mengaitkan mengenai air Anggur yang terdapat dalam perjamuan tubuh dan “darah” kristus. Mereka mengatakan air anggur tersebut adalah sejenis wain (minuman keras). Saya percaya terdapat salah paham dalam hal ini tetapi saya tidak tahu bagaimana ingin menjelaskan kepada mereka.Mohon penjelasan ya.

thanks,

Ingrid Listiati
Reply to  mONiCa
12 years ago

Shalom Monica, Saya mengajak anda kembali membaca artikel di atas tentang hal merokok apakah berdosa, untuk menjawab pertanyaan anda tentang mimunan beralkohol. Yang ditekankan dalam ajaran Gereja adalah bahwa kita harus memelihara tubuh kita yang adalah bait Allah (1 Kor 3:16), sehingga memang kita harus dengan bijak menentukan apa yang akan kita makan dan minum, agar sedapat mungkin merupakan sesuatu yang berguna bagi kesehatan tubuh kita. Nah, kebijaksanaan (prudence) sangatlah penting di sini untuk menentukan sejauh mana kita makan dan minum dengan derajat yang wajar (moderation) dan jangan sampai menjadi keterikatan/ ketagihan (addiction) dan jangan sampai menjadi batu sandungan. Terutama… Read more »

johanes
johanes
Reply to  Ingrid Listiati
12 years ago

tambahan: anggur dalam perjamuan Tuhan adalah air anggur dicampur dengan air biasa, jadi tidak 100% anggur.

Ben
Ben
12 years ago

Selamat malam saya mau tanya, apakah mimpi basah (mimpi tsbt timbul karena bermimpi adegan pornografi) adalah dosa? Mimpi kan di luar alam sadar kita. Terima kasih

Stefanus Tay
Reply to  Ben
12 years ago

Shalom Ben, Terima kasih atas pertanyaannya tentang apakah mimpi basah berdosa atau tidak. Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus tahu terlebih dahulu tentang pengertian dosa. Dosa harus mendapatkan persetujuan (assent) dari kehendak (will). Pada saat seseorang tidak dapat melakukan kehendak bebas (seperti: orang gila, orang yang sedang tidur, dll), maka orang tersebut tidak berdosa. Karena di dalam mimpi basah, budi tidak dapat membuat keputusan (karena sedang tidur), maka orang yang mengalami mimpi basah tidak dapat dikatakan berdosa. Namun kalau orang tersebut membayangkan sesuatu yang tidak baik sebelum tidur, yang dapat merangsang akal budinya, sehingga terjadi mimpi basah, maka orang tersebut… Read more »

Agung
Agung
Reply to  Stefanus Tay
9 years ago

Shalom, Saya pernah bermimpi, dalam mimpi itu keadaan keuangan saya sangat kekurangan. Lalu saya berada di sebuah supermarket dan di situ saya melihat barang/makanan (saya lupa, pokoknya sesuatu) yang saya inginkan. Nah, berhubung saya tidak punya uang, maka setelah berpikir beberapa saat saya mencuri barang itu. Setelah itu saya bangun. Masalahnya, pada saat saya berada dalam supermarket yang dalam mimpi itu, saya merasa kesadaran saya penuh (kejadian itu terasa sangat nyata) sehingga saya bisa membuat pertimbangan2 apakah yang barang itu akan saya ambil atau tidak. Pertimbangan2nya sama dengan pertimbangan2 di dunia nyata (dosa vs lapar/keinginan, ada yang melihat atau tidak,… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  Agung
9 years ago

Shalom Agung, Secara prinsip, dosa adalah melawan kehendak Tuhan yang dilakukan secara sadar. Dengan demikian, apapun perbuatan yang tidak baik yang dilakukan tanpa kesadaran bukanlah satu dosa. Yang menjadi dosa adalah apa yang dilakukan pada waktu seseorang masih sadar. Sebagai contoh orang yang memukul seseorang ketika mabuk, dosanya adalah bukan pada tindakan pemukulan yang dilakukan ketika dia mabuk, namun apa yang membawa dia pada kemabukan dan membiarkan dirinya mabuk sehingga memungkinkan dia melakukan hal-hal yang tidak baik ketika dia mabuk. Berdasarkan prinsip di atas, maka pencurian yang anda lakukan dalam mimpi bukanlah satu dosa. Yang berdosa adalah apa yang dilakukan… Read more »

Agung
Agung
Reply to  Stefanus Tay
9 years ago

Shalom Pak stef, terima kasih untuk jawabannya. Saya ingin menanggapi lagi, tapi bukan mengenai dosa atau tidak. Setahu saya mimpi basah tidak selalu disebabkan oleh pikiran kotor. Karena tidak berpikiran kotor pun bisa mimpi basah (dari yang pernah saya pelajari, mimpi basah merupakan proses alami tubuh seperti buang air, berkeringat, dll). Apa tidak demikian? Terima kasih. GBU [dari katolisitas: Setahu saya mimpi basah juga tidak selalu disebabkan oleh pikiran kotor dan dalam hal ini tidak ada dosa apapun yang dilakukan. Namun, kalau kita membiarkan pikiran kotor itu terus ada di dalam pikiran kita itulah yang menjadi satu dosa – baik… Read more »

skywalker
skywalker
12 years ago

saya temukan artikel ini http://www.theatlantic.com/issues/81feb/murphy.htm dimana dibahas perdebatan perihal pandangan seksualitas dalam gereja. Dulu mungkin “Roma Locuta Causa Finita” – tetapi sekarang ini dalam tubuh gereja rupa-rupanya ada banyak pendapat yang mungkin tidak selalu sejalan dengan Vatikan ini saya paste suara dari tanah air [quote] Bishop Sudartanto Hadisumatra of Indonesia said the Church should be offering practical help not only on how to reduce the number of births but on how to bring out the full meaning of human fertility before discussing the theological aspects of birth control. [unquote] pandangan pribadi – ensiklik Humanae Vitae bukan ex katedra- jadi jika… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  skywalker
12 years ago

Shalom Skywalker, Terima kasih atas tanggapannya. Yang Skywalker berikan hanyalah satu link, namun ada banyak link yang juga menentang dokumen Humanae Vitae. Perbedaan pendapat dalam masalah teologi adalah hal yang biasa. Namun, kita melihat bahwa pandangan-pandangan yang menentang kebenaran yang digariskan oleh Magisterium Gereja tidaklah tergantung dari suara mayoritas. Kalaupun sampai mayoritas teolog mengatakan bahwa Humanae Vitae adalah salah dan pemakaian kontrasepsi dapat dibenarkan, bukan berarti umat Katolik mengikuti pengajaran yang bertentangan dengan Magisterium Gereja. Di dalam artikel tentang tingkatan pengajaran magisterium (silakan klik). kita dapat melihat bahwa Humanae Vitae adalah pengajaran yang harus diikuti oleh seluruh umat Katolik. Silakan… Read more »

Asmar Sampe Polan
Asmar Sampe Polan
13 years ago

Tolong dibantu jawabannya. Orang tua istri saya sering mempermasalahkan perilaku merokok, dia mengatakan bahwa di aliran pantekosta (gereja bethel) umatnya dilarang merokok, mengapa orang katolik banyak yg merokok, juga ada pastor yg merokok, sedangkan di dalam alkitab tertulis ‘tubuh kita adalah bait Allah’ merokok itu katanya merusak berarti sama dengan merusak bait Allah. Trims

[Dari admin: telah dijawab dalam artikel di atas]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
42
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x