Ada Berapa Jumlah Injil?

Kata ‘injil’ umumnya diartikan sebagai rekaman tertulis akan perkataan dan perbuatan Yesus. Asal katanya dari bahasa Yunani, ‘euaggelion’, atau dalam bahasa Latin ‘Evangelium‘, yang artinya adalah “Kabar Gembira”. Maka kisah yang dituliskan di sana adalah kisah yang berhubungan dengan kehidupan Kristus. Menurut New Advent Catholic Encyclopediaklik di sini, terdapat sekitar 50-an karya-karya tulis di abad- abad awal yang menulis tentang Pribadi dan karya Kristus, dan ada 20 karya yang disebut ‘injil’ walaupun hanya empat kitab Injil yang disebut Injil kanonik, artinya dinyatakan oleh Gereja sebagai Injil yang ditulis atas ilham Roh Kudus. Keduapuluh Injil tersebut adalah:

1-4. Injil Kanonik: Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes
5. Injil menurut jemaat Ibrani
6. Injil Petrus
7. Injil menurut jemaat Mesir
8. Injil Matias
9. Injil Filipus
10. Injil Tomas
11. Proto-evangelium Yakobus
12. Injil Nicodemus (Acta Pilati)
13. Injil Keduabelas Rasul
14. Injil Basilides
15. Injil Valentinus
16. Injil Marcion
17. Injil Hawa
18. Injil Yudas
19. Tulisan Genna Marias
20. Injil Teleioseos

Namun dari keduapuluh Injil ini hanya empat yang diakui oleh Gereja sebagai Injil yang ‘diilhami oleh Roh Kudus’, yaitu Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Keempat Injil tersebut ditulis sendiri oleh rasul Kristus (Matius dan Yohanes) atau oleh murid rasul Kristus (Markus, murid Rasul Petrus dan Lukas, murid Rasul Paulus). Keempat Injil tersebut: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes ini ditetapkan sebagai Injil Kanonik/ termasuk dalam Kanon Kitab Suci Perjanjian Baru, pertama- tama oleh Paus Damasus I (382) dan kemudian diteguhkan oleh Konsili Hippo (393) dan Carthage (397) dan konsili- konsili berikutnya, sebagaimana pernah diulas di sini, silakan klik.

Kesaksian tentang keempat kitab Injil ini diberikan oleh beberapa Bapa Gereja di abad-abad awal, terutama oleh Papias, St. Irenaeus, Origen, Eusebius dan St. Jerome (Hieronimus):

1. Kesaksian St. Irenaeus tentang keempat Injil

St. Irenaeus adalah murid St. Polycarpus, yang adalah murid Rasul Yohanes. Dalam bukunya yang terkenal Against the Heresies, St. Irenaeus (180) menggarisbawahi asal usul apostolik kitab Injil, sebagai berikut:

“Kita telah mengetahui bukan dari siapapun tentang rencana keselamatan kita kecuali dari mereka yang melaluinya Injil telah diturunkan kepada kita, yang pada suatu saat mereka ajarkan di hadapan publik, dan yang kemudian, sesuai dengan kehendak Tuhan, diturunkan kepada kita di dalam Kitab Suci, untuk menjadi dasar dan tonggak dari iman kita…. Sebab setelah Tuhan kita bangkit dari mati [para rasul] diberikan kuasa dari atas, ketika Roh Kudus turun [atas mereka] dan dipenuhi oleh semua karunia-Nya, dan mempunyai pengetahuan yang sempurna: mereka berangkat menuju ujung-ujung bumi, mengajarkan kabar gembira yang diberikan oleh Tuhan kepada kita…. Matius… menuliskan Injil untuk diterbitkan di antara orang Yahudi di dalam bahasa mereka, sementara Petrus dan Paulus berkhotbah dan mendirikan Gereja di Roma…. Markus, murid dan penerjemah Petrus, juga meneruskan kepada kita secara tertulis, apa yang biasanya dikhotbahkan oleh Petrus. Dan Lukas, rekan sekerja Paulus, juga menyusun Injil yang biasanya dikhotbahkan Paulus. Selanjutnya, Yohanes, murid Tuhan Yesus ….juga menyusun Injil ketika tinggal di Efesus, Asia Kecil.” ((St. Irenaeus, Against the Heresies, book III, ch. 1,1))

2. Kesaksian St. Klemens tentang keempat Injil, sebagaimana dikutip oleh Eusebius

Tentang keempat Injil, St. Klemens dari Aleksandria (150-215) sebagaimana dikutip Eusebius mengatakan, “Injil-Injil yang memuat silsilah Yesus [yaitu Matius dan Lukas], ditulis lebih dahulu. Injil Markus ditulis sedemikian, “Ketika Petrus telah berkhotbah di hadapan umum di Roma, dan mewartakan Injil oleh Roh Kudus, banyak orang yang hadir meminta agar Markus, yang telah mengikuti dia [Petrus] untuk waktu yang lama dan mengingat perkataannya, agar menuliskan perkataan-perkataan tersebut. Dan setelah menyusun Injil itu, ia memberikannya kepada mereka yang memintanya. Ketika Petrus mengetahui hal ini, ia tidak secara langsung melarang ataupun mendukungnya. Tetapi, pada akhirnya, Yohanes, merasa bahwa fakta- fakta yang nampak dari luar telah dinyatakan dengan jelas di Injil, [karena] didorong oleh teman-temannya, dan diilhami oleh Roh Kudus, menyusun Injil rohani.” ((St. Klemens sebagaimana dikutip oleh Eusebius, Ecclesiastical History 6.14.5-7))

3. Kesaksian Origen tentang keempat Injil

Origen (185-254) juga menulis tentang asal usul Injil, demikian:

“[Injil] yang pertama dituliskan oleh Matius, yang adalah seorang publikan tetapi kemudian menjadi rasul Yesus Kristus, yang menerbitkannya untuk umat Yahudi, dituliskan dalam bahasa Ibrani. [Injil] kedua oleh Markus, yang disusun di bawah bimbingan St. Petrus, yang telah mengangkatnya sebagai anak… (1 Pet 5:17). Dan ketiga, menurut Lukas, yang menyusunnya untuk umat non-Yahudi, Injil yang dibawakan oleh Rasul Paulus; dan setelah semuanya itu, [Injil] menurut Yohanes.” ((Origen, In Matthew. I, sebagaimana dikutip Eusebius, Ecclesiastical History 6.25.3-6))

Dari kesaksian para Bapa Gereja, yaitu Papias, St. Irenaeus, Origen, Eusebius dan St. Jerome (Hieronimus), kita mengetahui asal usul apostolik keempat Injil, yang bersumber dari pengajaran para Rasul. Para Bapa Gereja ini menjadi saksi yang meneguhkan bahwa Injil Matius ditulis oleh Rasul Matius, Injil Markus ditulis oleh Markus, Injil Lukas oleh Lukas, dan Injil Yohanes, oleh Rasul Yohanes. Keempat Injil tersebut saling melengkapi, karena dalam menyampaikan suatu fakta yang sama, pengarang Injil menulis dari sisi yang berbeda sesuai dengan latar belakangnya, dan juga sesuai dengan ilham Roh Kudus yang dinyatakan kepada mereka.

Maka, otentisitas ke-empat Injil ini diketahui dari tulisan para Bapa Gereja yang menjadi penerus para Rasul. Para Bapa Gereja itulah yang mengkonfirmasi bahwa keempat Injil tersebut memang sungguh ditulis oleh orang yang namanya disebutkan sebagai pengarang Injil tersebut. Sedangkan injil-injil lainnya tidak dapat dikonfirmasi ditulis oleh rasul ataupun orang yang namanya diasosiasikan dengan injil itu. Artinya, walaupun tulisan itu diatributkan kepada rasul tertentu atau orang-orang yang hidup di zaman para Rasul, namun umumnya dituliskan di abad-abad sesudahnya- yaitu abad ke-dua atau abad-abad sesudahnya; dan dengan demikian tidak dapat disebut sebagai Injil yang otentik ditulis oleh pengarangnya, dan karena itu, tidak dapat dikatakan bahwa tulisan itu diinspirasikan oleh Roh Kudus. Sedangkan Gereja selalu menekankan bahwa Injil yang otentik itu adalah Injil yang asli berasal dari pengajaran para Rasul yang dituliskan, dan tentang ini hanya ada empat Injil, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

Konsili Vatikan II mengajarkan: “Selalu dan di mana-mana Gereja mempertahankan dan tetap berpandangan, bahwa keempat Injil berasal dari para rasul. Sebab apa yang atas perintah Kristus diwartakan oleh para rasul, kemudian dengan ilham Roh ilahi diteruskan secara tertulis kepada kita oleh mereka dan orang-orang kerasulan [apostolic men], sebagai dasar iman, yakni Injil dalam keempat bentuknya menurut Mateus, Markus, Lukas dan Yohanes.” (Konsili Vatikan II, tentang Wahyu Ilahi, Dei Verbum, 18).

3.7 3 votes
Article Rating
31 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
warno
warno
7 years ago

sangat jelas tulisannya dan mudah mencerna apa yang arti dan maksudnya tulisan ini. ada sedikit yang ingin saya tanyakan, mengapa justru pusat gereJA VATIKAN ADA DI EROPA?, bukannya di jazirah arab?, padahal justru tentara romawi yang mengejar-ngejar yesus kristus? [Dari: Katolisitas: Keutamaan keuskupan Roma tidak terpisah dari kenyataan bahwa Rasul Petrus dan Paulus mendirikan Gereja di Roma untuk menjangkau umat di seluruh dunia. Para rasul itu pada mulanya berkarya di Yerusalem, kemudian menyebar di daerah Yudea, dan kemudian Rasul Petrus dan Paulus ke Roma, yang dianggap sebagai pusat dunia pada saat itu, untuk menyebarkan pesan Injil ke seluruh ujung bumi.… Read more »

dion
dion
7 years ago

Pak Steve dan bu inggrid yth Saya ingin bertanya , pada saat Yesus menerima firman, Tuhan Allah memakai bahasa apa? Kenapa bahasa asli dari Tuhan Allah tidak disertakan di kitab injil. Seperti kita tahu kitab injil di indonesia memakai bahasa indonesia, di inggris memakai bahasa inggris, di afrika memakai bahasa afrika, dll. Kalau memang kitab injil itu asli seharusnya bahasa asli wahyu yang diturunkan kepada yesus disertakan juga, baru dibawahnya terjemahan masing masing bahasa. Tujuannya adalah agar orang kristen tahu bahasa kitab aslinya. Dan yang terahir, pak steve dan ibu inggrid apakah bisa menunjukan tulisan asli dari bahasa wahyu yang… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  dion
7 years ago

Shalom Dion, Yesus tidak menerima Firman, namun Dia sendiri adalah Firman Allah. Dalam Yoh 1:1 dituliskan “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah”. Yesus tidak meninggalkan tulisan apapun kepada umat-Nya. Agama Kristen bukanlah agama buku, namun agama yang mengikuti Seseorang, yaitu Kristus. Kita mengenal Pribadi Yesus dari tulisan-tulisan Kitab Suci serta tulisan-tulisan yang turun-temurun, yang disebut Tradisi Suci. Tentang Injil, mereka menulisnya dalam bahasa yang waktu itu dipakai, yaitu dalam bahasa Yunani, kecuali untuk Injil Matius, yang kemungkinan ditulis dalam bahasa Ibrani. Semua tulisan-tulisan Injil ini diperkuat dari tulisan-tulisan para jemaat perdana yang… Read more »

Aditya
Aditya
7 years ago

Di mana saya bisa membaca injil2 non kanon? Minimal yang terjemahan bahasa inggris.

[dari katolisitas: Silakan google dengan kata pencarian apocrypha]

Bogoro
7 years ago

dear pengurus katolisitas,
saya sangat penasaran dengan 16 injil-injil lainnya selain keempat injil kanonik di atas. saya penasaran dengan siapa yang menulis injil-injil tersebut, kapan waktu penulisannya, perbedaan isinya dengan injil kanonik yang ada, dan kenapa injil-injil itu tidak diakui oleh umat kristiani. saya minta tolong agar pengurus katolisitas membuat artikel yang menjelaskan ke-16 injil lainnya itu. terima kasih, sebelumnya.

Ingrid Listiati
Reply to  Bogoro
7 years ago

Shalom Bogoro, Fokus kami di Katolisitas adalah menyampaikan apa yang menjadi ajaran iman Katolik, atas dasar Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium. Nah, injil-injil lain yang bukan injil kanonik tidak menjadi sumber ajaran iman (deposit of faith) dan karenanya tidak termasuk dalam fokus kami di Katolisitas. Anda dapat mencari dan membaca tentang injil-injil non-kanonik ini melalui google ataupun di link wikipedia, atau sumber-sumber lainnya. Sedangkan ulasan yang sudah ada di Katolisitas tentang injil-injil non-kanonik ini baru adalah tentang injil Thomas, klik di sini; dan injil Barnabas, klik di sini. Seperti telah disebutkan di atas, hanya ada empat Injil yang diakui… Read more »

borisrowo
borisrowo
7 years ago

gini aja
semua injil yg kanonik atau non kanonik di musnahkan di muka bumi
panggil maasing2 denominasi yg mengimani injil2 tsb, minta susun kembali seperti yg telah dimusnahkan, setitik-sekoma-sekata dann sekalimat

bisa ga?

Ingrid Listiati
Reply to  borisrowo
7 years ago

Shalom Borisworo, Agama Kristiani bukan merupakan agama yang semata-mata tergantung dari sebuah kitab. Sumber iman Kristiani adalah Kitab Suci, Tradisi Suci dan ajaran Magisterium Gereja. Tentang hal ini, sudah pernah dibahas di artikel ini, silakan klik. Maka Kitab Suci bukan satu-satunya sumber iman. Seandainya Kitab Suci musnah (walau sejarah sudah membuktikan bahwa betapapun ini diusahakan, selalu tidak berhasil, sebab pasti ada yang copy-nya yang survive), maka masih ada Tradisi Suci dan ajaran Gereja. Kitab Suci Kristiani itupun asalnya dari Tradisi Suci, yaitu sebagian dari ajaran lisan dari para rasul itu dituliskan dan kemudian ditetapkan menjadi Kitab Suci oleh Magisterium Gereja.… Read more »

Stefan Purnama
Stefan Purnama
Reply to  borisrowo
7 years ago

Dear Katolisitas Izinkan saya menanggapi pernyataan Borisworo; Kekristenan bukan agama seperti kebanyakan agama di dunia yang mengandalkan kitab suci untuk mempertahankan eksistensinya. sekitar 380 tahun awal sejarah Kekristenan, kami tidak memiliki kitab suci karena dan kami mengandalkan pengajaran lisan para rasul yang menerima pengajaran langsung dari Yesus Kristus. Seperti telah dijelaskan oleh Bu Ingrid, dasar iman Kristen adalah pribadi Yesus Kristus yang adalah Firman Allah, Kalam Ilahi, Sang Sabda atau Kalimatullah. Dalam diri Yesus terkandung segala kebenaran atau wahyu dari Allah sang pencipta, Dia datang ke dunia untuk mengajarkan kebenaran dan memimpin umat manusia untuk masuk dalam keselamatan kekal dengan… Read more »

i am muslim
i am muslim
Reply to  borisrowo
7 years ago

Assalamualaikum…. mohon maaf sebelumnya telah diitemukannya Injil Barnabas Kuno 1500 Tahun Yang Menyatakan Kedatanga Nabi Muhammad Setelah Isa, Di Turki Dan inilah dia apa yang saya sebut Rahasia telah terbongkar, Kebenaran telah tersingkap, Kepalsuan telah terungkap..Allahu akbar!! Bunyi dari isi Injil Barnabas tentang kerasulan Muhammad. Penemuan Injil kuno yang diyakini berusia 1500 tahun telah membuat heboh. Yang membuat gempar, Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi. Sebagian orang memprediksi injil tersebut adalah Injil Barnabas. Menurut mailonline, injil yang tersimpan di Turki itu ditulis tangan dengan tinta emas menggunakan bahasa Aramik. Inilah… Read more »

Evan
Evan
7 years ago

Apakah ada Kitab Suci Katolik (yg memuat Deuterokanonika) dalam bentuk mobile? (Android/BB)

Sekarang saya memakai software Alkitab di android yg tidak memuat Deuterokanonika.

[Dari Katolisitas: silakan membaca jawaban ini, klik di sini]

Alexander Pontoh
Alexander Pontoh
7 years ago

apakah mungkin arkeolog menemukan injil lagi?

jika ya, kemudian suatu hari, arkeolog menemukan injil yang :
– sesuai dengan tradisi suci
– memperkuat keempat injil yg lama
– mencatat perkataan Yesus yg belum tercatat di keempat injil yg lama

akankah vatikan memasukan injil itu kedalam alkitab?
ataukah alkitab yg sekarang ini tidak mungkin dan tidak akan berubah?

Ingrid Listiati
Reply to  Alexander Pontoh
7 years ago

Kanon Kitab Suci yang ditetapkan oleh Gereja Katolik, di tahun 382 oleh Paus Damasus, memang menunjukkan bahwa hanya ada empat Injil kanonik, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Namun penetapan oleh Paus Damasus itu, bukan merupakan keputusan atas dasar pemikiran di abad ke-4. Sebab keputusan itu diambil berdasarkan atas tulisan-tulisan para Bapa Gereja dari abad- abad sebelumnya, terutama dari St. Papias, St. Irenaeus, St. Klemens, yang terhubung langsung dengan para Rasul, yaitu sebagai murid para Rasul, atau murid dari muridnya para Rasul. Merekalah yang menyatakan bahwa Injil yang asli itu hanya ada empat. Silakan membaca artikel di atas, silakan klik.… Read more »

agustinus
agustinus
8 years ago

Saya ragu terhadap agama kristen karena kitab sucinya banyak untuk itu saya masuk islam yang saya yakini lebih benar

[dari katolisitas: Apakah yang dimaksud banyak? Dan apakah Anda pernah membaca Kitab Suci tersebut?]

MUSE
MUSE
8 years ago

salam, ingrid listiati saya mau bertanya , 1. bagaimana gereja bisa tahu hanya 4 injil saja yang ditulis berdasarkan atas ilham roh kudus ? bisa saja dari ke 20 injil itu, sisa dari 4 injil itu pun benar berdasarkan ilham roh kudus, 2. dimana pengakuan Yesus dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen ? 2. Mana ajaran Yesus ketika dia berumur 13 – 29 tahun ? 3. Mana ucapan Yesus dalam Alkitab “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja” ? 4. Mana dalilnya firman Allah dalam Alkitab “Akulah yang mewahyukan Alkitab, maka Aku pula yang akan menjaganya” ? 5. Mana perintah… Read more »

tep
tep
8 years ago

ada banyak versi injil saya ingin tahu sebenarnya yang asli yang mana jdan mana kitab injil yg langsung dari yesus ?

Ingrid Listiati
Reply to  tep
8 years ago

Shalom Tep, Tuhan Yesus tidak menulis Injil, namun Injil ditulis sebagai rekaman tertulis atas perkataan dan perbuatan Yesus, oleh para Rasul-Nya dan mereka yang terhubung dengan para Rasul. Gereja mengakui hanya ada empat Injil kanonik, artinya, Injil yang diakui sebagai tulisan yang diilhami oleh Allah sendiri. Keempat Injil tersebut adalah Injil Matius (ditulis oleh Rasul Matius), Injil Markus (ditulis oleh Markus yang adalah penerjemah/ juru tulis Rasul Petrus), Injil Lukas (ditulis oleh Lukas yang adalah asisten Rasul Paulus) dan Injil Yohanes (ditulis oleh Rasul Yohanes). Keotentikan ke-empat Injil ini dicatat oleh tulisan-tulisan para Bapa Gereja di abad-abad awal, seperti St.… Read more »

Rita
Rita
8 years ago

Shalom,
Saudara kita yang beragama Islam mengatakan bahawa kebenaran tentang kewujudan Injil Yesus(Kristus). Namun Injil itu tidak ditemukan kerana ia telah ditelan zaman. Bukti kewujudan injil itu dapat ditemukan dalam Mat 4:23, Mat 26:13, Markus 1:14-15, Rom 1:9, Kor 9:12-13.

Tolong jelaskan & Terimakasih.
Rita.
Sabah, Malaysia

Ingrid Listiati
Reply to  Rita
8 years ago

Shalom Rita, Injil yang dimaksud dalam ayat-ayat itu adalah bukan kitab Injil, tetapi Injil yang kata aslinya adalah euaggelion (dalam bahasa Yunani) atau Evangelium  (dalam bahasa Latin) yang artinya Kabar Gembira. Jadi ketika Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan dan ajaran untuk percaya kepada Injil, dan Yesus memberitakan Injil yang dimaksud di sini adalah Kabar Gembira Kerajaan Allah (lih. Mat 4:23; Luk 4:43; 8:1). Nah, Kabar Gembira Kerajaan Allah ini sesungguhnya adalah Kristus sendiri, sehingga dalam pengajaran-Nya kepada orang banyak, Kristus berkata bahwa Kerajaan Allah sudah datang di tengah-tengah mereka (lih. Mat 12:28; Luk 11:20). Oleh karena itu, Gereja Katolik mengajarkan bahwa… Read more »

Titin
Titin
9 years ago

Saya ingin bertanya, melihat perjalanan penulisan Injil dimana kita bisa memilah dan memilih dan merevisi, apakah ada kemungkinan di masa sekarang untuk menghimpun kalimat-kalimat Allah saja yang diturunkan kepada Yesus? Lalu menghimpun kalimat-kalimat Yesus saja selama hidup di dunia? Dan menuliskan apa yang telah dilihat oleh rasul-rasul Yesus saja? apakah apabila hal ini dilakukan menyalahi atau menentang Allah dan Yesus.

ohya, saya juga sangat ingin membaca kisah Yesus dengan instri dan keluarganya, tapi mengapa hal ini tidak pernah dikisahkan?

Terimakasih, jawabannya.

Ingrid Listiati
Reply to  Titin
8 years ago

Shalom Titin, 1. Apakah Kitab Suci direvisi? Sepanjang pengetahuan saya, Kitab Suci dalam bahasa aslinya tidak pernah direvisi. Jika ada yang direvisi, itu adalah terjemahannya yang dibuat dalam banyak bahasa, dan dalam prosesnya dapat terjadi revisi terjemahan. Sedangkan dalam bahasa aslinya, teks-teks itu disalin apa adanya, umumnya oleh para rahib dengan sangat seksama, sehingga secara umum hanya sedikit sekali varian yang ada. Sebagai contohnya, dalam Perjanjian Baru (PB) terdapat kira-kira 138,000 kata Yunani, dan hanya sekitar 1,400 kata varian (hanya sekitar 1 %)- jadi 99% teks PB itu akurat. Akurasi ini jauh melebihi karya tulis apapun pada zaman itu. Silakan… Read more »

Sudaryanto
Sudaryanto
9 years ago

bagaimana pandangan anda tentang “The Five Gospels”
dengan ditemukannya Injil Thomas, sepertinya umat kristiani masih mencari kebenaran tentang “Injil” itu sendiri dan tidak yakin apakah injil yang ada sekarang adalah betul-2 firman Tuhan.
http://www.sabda.org/sejarah/artikel/injil_thomas.htm

Stefanus Tay
Reply to  Sudaryanto
9 years ago

Shalom Sudaryanto, Gereja Katolik melalui beberapa konsili dan berdasarkan kesaksian para bapa Gereja mengkanonisasi 73 kitab yang termasuk dalam Kitab Suci, termasuk adalah empat Injil, yang terdiri dari Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Injil Thomas berasal dari abad ke-tiga dan menurut St. Irenaeus, injil Thomas tidak termasuk, dan karena itu injil Thomas tidak diakui sebagai Injil kanonik yang termasuk dalam Kitab Suci. Origen dan St. Sirilus dari Yerusalem mengatakan bahwa injil Thomas adalah Injil yang sesat dan St. Sirilius menegaskan bahwa injil Thomas bukanlah pengajaran dari salah satu dari duabelas rasul, namun ditulis oleh tiga murid dari Mani (pendiri Manichaeaism) –… Read more »

soenardi
soenardi
9 years ago

Yth. Pak Stef dan ibu Ingrid,
Dari pernyataan bahwa
“ada 20 karya yang disebut ‘injil’ walaupun hanya empat kitab Injil yang disebut Injil kanonik, artinya dinyatakan oleh Gereja sebagai Injil yang ditulis atas ilham Roh Kudus’
Apakah itu benar berarti bahwa injil-injil lain itu telah ditulis tanpa ilham Roh Kudus? Lalu bagimana legitimasi tulisan-tulisan itu sebagai bagian dari firman Tuhan sebagaimana ke-4 injil yang lain yang diberi label “kanonik” itu?
Terima kasih.
Soenardi

Ingrid Listiati
Reply to  soenardi
9 years ago

Shalom Pak Soenardi, Injil-injil yang non-kanonik adalah karya tulis manusia biasa yang tidak ditulis atas ilham Roh Kudus. Maka, dapat saja yang dituliskan berguna secara rohani, namun dapat juga tidak, terutama jika yang dituliskan bertentangan/ tidak sesuai dengan ajaran para rasul. Tulisan-tulisan tersebut tetap disebut injil, karena berhubungan dengan kehidupan Yesus, namun tulisan- tulisan tersebut tidak dapat dijamin keotentikannya (artinya sungguh-sungguh disusun/ ditulis oleh yang empunya nama injil itu) dan apakah tulisan tersebut sungguh- sungguh memuat ajaran Yesus dan para rasul. Sebab banyak di antara injil-injil itu yang tidak ditulis oleh orang yang namanya tercantum sebagai nama injilnya, dan dituliskan… Read more »

soenardi
soenardi
Reply to  Ingrid Listiati
9 years ago

Yth. Ibu Ingrid, Terima kasih untuk penjelasannya. Namun mohon dimaafkan, saya kok masih agak bingung ya. Dapatkan diberikan pencerahan terhadap hal-hal berikut: (1) Daftar “20 karya yang disebut ‘injil’ walaupun hanya empat kitab Injil yang disebut Injil kanonik” yang diambil dari Advent Catholic Encyclopedia itu kok berbeda dengan daftar yang kini digunakan pada Kitab Suci baik yang digunakan di Gereja Katolik maupun Protestan (tanpa deuterokanonika)? Pada daftar 27 kitab Perjanjian Baru yang digunakan saat ini, apakah hal itu berarti bahwa selain injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, semua yang lain itu termasuk injil non-kanonik? (2) Mengenai “Injil-injil yang non-kanonik (yang… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  soenardi
9 years ago

Shalom Pak Soenardi, Perlu diketahui bahwa di dalam Kitab Suci kita hanya terdapat empat Injil, yaitu Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Kitab- kitab lainnya dalam Kitab Suci itu bukan Injil. Kitab- kitab lainnya, seperti Kisah para Rasul dan surat- surat para rasul, mengisahkan kesaksian dan ajaran para rasul, yang tidak secara langsung menceritakan tentang 33 tahun kehidupan Tuhan Yesus di dunia, sebagaimana dikisahkan oleh keempat Injil. Namun demikian semua kitab-kitab yang bukan Injil itu, yang termasuk di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, semuanya adalah kitab yang ditulis atas inspirasi Roh Kudus. Ini berbeda dengan ke-20 ‘injil’ yang walaupun… Read more »

Tony_yan
Tony_yan
9 years ago

Selamat malam, setelah saya membaca penjelasan di atas tentang injil saya menemukan kalimat berikut “Keempat Injil tersebut: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes ini ditetapkan sebagai Injil Kanonik/ termasuk dalam Kanon Kitab Suci Perjanjian Baru, pertama- tama oleh Paus Damasus I (382)”
Apakah benar kalau saya menyimpulkan bahwa, injil pada awalnya bejumlah lebih dari 4 buah (20 buah) kemudian setelah tahun 382 baru menjadi 4 buah? Thank’s B4.

Ingrid Listiati
Reply to  Tony_yan
9 years ago

Shalom Tony, Mungkin yang lebih tepat adalah, bahwa terdapat banyak karya tulis yang disebut injil (ada 20 buah), sebagaimana disebut di atas, tetapi hanya empat Injil yang dinyatakan Gereja sebagai diinspirasikan oleh Roh Kudus dan termasuk dalam Kitab Suci, yaitu Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Hal penetapan kanon Kitab Suci, yang juga menentukan keempat Injil ini sebagai bagian dari Kitab Suci, dilakukan pertama kali oleh Paus Damasus I di tahun 382. Setelah tahun 382, masih terdapat injil-injil yang non-kanonik itu (yang berjumlah 20 itu), tetapi tidak mengubah bahwa Injil yang termasuk dalam Kitab Suci adalah hanya ke-empat Injil itu:… Read more »

maria
maria
9 years ago

salam

saya ingin sekali memahami KS baik itu PL maupun PB kmd sy mencoba mempelajari maupun memahami KS melalui situs Alkitab.Sabda.org bagian tafsirannya.disitus tsb sy bnr terbantu dlm memahami apa yg cb dituliskn penulis, pesan2 yg ingin disampaikan bahkan keadaan umat pd waktu tsb ato ayat2 sulit spti Matius 7:6, Markus 2:27-28 dll tp sy ketahui kmd situs tsb ato tafsiran tsb tafsiran Protestan. Saya benar2 terbantu dg situs tsb tp sy jg tdk meninggalkan ato melupakan ajaran GK, apakah situs tsb bertentangan dg ajaran GK? Terima kasih

Stefanus Tay
Reply to  maria
9 years ago

Shalom Maria,
Mempelajari Sabda Allah adalah suatu keharusan dan hak istimewa bagi umat Katolik. Namun, sebagai umat Katolik sudah seharusnya kita menggali sumber-sumber dari Gereja Katolik. Untuk tahap awal, anda dapat membeli Kitab Suci Komunitas Kristiani. Buku ini dapat anda beli di Obor. Kitab Suci ini memberikan penjelasan akan ayat-ayat berdasarkan pengajaran Gereja Katolik. Walaupun ada beberapa penjelasan yang dipertanyakan, namun Kitab Suci ini dapat membantu umat Katolik.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
31
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x