Beatifikasi Paus Yohanes Paulus II

22

Pertanyaan:

Sory nimbrung.

Sy baru tahu kalau Alm.Paus Yohanes Paulus II akan dibeatifikasikan.

admin, mohon pencerahan pro dan kontra atas beatifikasi Alm.Paus Yohanes Paulus II donk.

Thanks.

Regards,
Astrile

Jawaban:

Shalom Astrile,

Gereja Katolik memang mengenal proses beatifikasi pada orang- orang tertentu yang sudah meninggal dunia, yang selama hidupnya menjadi teladan kekudusan bagi umat beriman. Proses ini dimulai dari permintaan Gereja setempat, yang umumnya berkaitan dengan banyaknya mujizat yang terjadi atas perantaraan/ permohonan orang kudus tersebut kepada Tuhan. Maksudnya tentu agar umat beriman dapat terinspirasi dan terdorong untuk meniru teladan hidup kekudusannya. Proses beatifikasi ini sendiri tidak mudah, dan pihak otoritas Gereja akan memeriksa dengan seksama, kehidupan orang tersebut, baik dari teladan hidupnya maupun keotentikan mujizat- mujizat Tuhan yang terjadi atas perantaraan doa syafaatnya. Tentang proses beatifikasi sendiri sudah pernah dijabarkan di sini, silakan klik. Dalam proses itu sendiri dibentuk tim Yang akan memeriksa, yang terdiri dari para penyelidik yang pro dan kontra terhadap orang yang sedang dibeatifikasi, dan dengan demikian pemeriksaan dapat berjalan dengan obyektif, sampai ditemukannya bukti- bukti yang mendukung ataupun menghentikan proses beatifikasi tersebut.

Maka jika kita mendengar bahwa proses beatifikasi dimulai pada seseorang, tidak perlu kita merasa kuatir, sebab Tuhan sendiri akan menunjukkan buktinya, apakah seseorang itu layak dinyatakan sebagai orang kudus yaitu Santo/ santa; mengingat bahwa proses tersebut mensyaratkan mujizat- mujizat yang hanya mungkin terjadi dengan campur tangan Tuhan sendiri. Dan mujizat- mujizat [dengan perantaraan doa orang tersebut]harus terjadi tidak saja sebelum orang itu wafat, namun terlebih lagi setelah ia wafat; karena itu menunjukkan bahwa saat itu orang tersebut telah dibenarkan Tuhan dan mencapai persatuan sempurna dengan Dia, sehingga besarlah kuasa doanya (lih. Yak 5:16).

Tentang mujizat- mujizat yang terjadi atas doa syafaat Paus Yohanes Paulus II semasa hidupnya telah banyak dicatat, dan demikian beberapa contohnya yang kami sarikan dari artikel Miraculous Healings attributed to John Paul II, dikutip dari majalah Love one Another, number 5, by the Society of Christ, Sterling Heights, Michigan USA, 2005, p. 12-13:

1. Kesembuhan Kardinal Marchisano, pembantu Paus Yohanes Paulus II, dan rektor basilika St. Petrus: Pada tahun 2000 ia mengalami kesalahan operasi arteri lehernya, yang menyebabkan pita suara kanannya rusak, sehingga ia sangat sulit untuk berbicara, dan suaranya tidak dapat terdengar dan tak dapat dimengerti. Pada saat Paus Yohanes mengunjunginya, dan meletakkan tangannya pada tenggorokannya itu, ia berdoa, dan mengatakan, “Jangan takut, lihatlah, Tuhan akan memberikan suaramu itu kembali kepadamu.” Seketika itu juga Kardinal Marchisano mengalami kesembuhan total.

2. Kesembuhan Victoria Szechinskis: Victoria lahir pada tahun 1982 dan didiagnosa mempunyai tumor yang mematikan di dadanya. Keluarga Szechinskis hidup di Toronto Kanada. Pada tahun 1985 dalam audiensi dengan Bapa Paus di Roma, ibunya Danuta, membawa Victoria untuk bertemu dengan Bapa Paus dan didoakan olehnya. Bapa Paus menghampiri mereka dan menggendong Victoria, sambil berkata kepada ibunya, “Berdoalah dan percayalah kepada Tuhan. Jika Tuhan memutuskan agar Victoria harus kembali kepada-Nya, Ia akan mengambil Victoria bagi-Nya. Jika Ia menghendaki Victoria untuk tetap bersamamu, itu yang akan terjadi. Perlakukanlah Victoria sama seperti engkau memperlakukan anak- anakmu yang lain. Itulah yang dikehendaki Tuhan.” Sekembalinya ke Kanada, Victoria merasakan sakit yang sangat sehingga dilarikan ke Rumah Sakit. Keluarga memperkirakan ia akan segera meninggal, sehingga akhirnya ia dibawa pulang ke rumah. Namun kemudian di rumah, mujizat terjadi, kondisinya membaik. Kemudian aneka test dilakukan, dan hasilnya menunjukkan bahwa tumor itu telah lenyap. Victoria bertumbuh normal, dan pada saat artikel dituliskan, ia berumur 22 tahun, sehat, senang berolah raga dan mendaki gunung.

3. Paus Yohanes Paulus II meletakkan tangannya atas kepala seorang anak perempuan yang buta, dalam kunjungannya ke Puerto Rico, Oktober 1984. Sekembalinya ke rumah, anak itu dapat melihat.

4. Pada saat audiensi umum pada tanggal 14 Maret 1979, Paus Yohanes Paulus II mencium Kay Kelly, seorang penderita kanker, yang hidup di Liverpool. Beberapa bulan kemudian kanker itu hilang semuanya.

5. Di bulan November 1980, pada saat gempa terjadi di Italia, Emilio Cocconi, 16 tahun, terkubur hidup- hidup. Walaupun kemudian ia dapat diselamatkan, namun kaki kirinya tidak dapat berfungsi. Paus bertemu dengannya pada saat Paus mengunjungi daerah gempa tersebut dan menghiburnya. Empat tahun kemudian (1984) Emilio bertemu kembali dengan Paus pada saat audiensi di Roma. Paus memberkatinya, dan mengatakan, “Tuhan yang Mahabaik akan menolongmu.” Empat minggu kemudian, anak muda itu sembuh.

6. Pada tahun 1981, dalam kunjungannya ke Manila, Filipina, Paus mendoakan dan meletakkan tangannya atas seorang biarawati, Madre Vangie, 51 tahun yang tubuhnya cacat dan harus bergantung kepada kursi roda. Beberapa menit kemudian, suster tersebut dapat berdiri tegak, sembuh sepenuhnya, dan meninggalkan kursi rodanya.

7. Di bulan Januari 1980 di Castel Gondolfo, Paus bertemu dengan Stefani Mosca, seorang anak perempuan berumur 10 tahun yang cacat tubuh. Paus menghibur dan menciumnya. Beberapa waktu kemudian ia sembuh.

8. Pada tahun 1990, Paus Yohanes Paulus II memberkati dan mencium Helano Mireles, seorang bocah Meksiko yang berusia 4 tahun, yang menderita leukemia. Penyakitnya hilang seketika setelah Paus memberkatinya. Hal ini disaksikan oleh Kardinal Javier Lozano Berragan, yang kemudian memberikan kesaksian atas mujizat kesembuhan ini.

Di samping mujizat- mujizat ini, kita mengingat bahwa semasa hidupnya, Paus Yohanes Paulus II sangat dihormati, justru karena kesederhanaannya dan ketulusan kasih yang ditunjukkannya, sehingga melalui dia, orang dapat mengalami kasih Kristus. Tak mengherankan, bahwa pada saat pemakamannya, jumlah peziarah yang hadir mencapai sekitar 4 juta orang. Beritanya dicatat oleh sekitar 6000 jurnalis; acaranya dihadiri oleh 180 pemimpin negara dan diliput oleh 137 stasiun televisi dari 81 negara. Para komentator setuju bahwa acara ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah manusia.

Paus Yohanes Paulus II adalah seorang pendoa dan seorang mystic, sehingga Kristus dapat bertindak melalui dia dan menyatakan kasih-Nya. Paus sangat menghormati setiap orang dan menuntut agar hak dasar terhadap kemerdekaan suara hati dihormati, demikian juga hak untuk hidup dari saat konsepsi sampai kematian yang wajar. Paus tidak pernah berbicara buruk tentang orang lain dan memperlakukan orang lain dengan kebencian. Pada saat yang sama, Ia mewartakan Kebenaran Wahyu tanpa takut…. dengan keberanian yang besar ia mewartakan kebenaran- kebenaran Iman walaupun hal- hal itu tidak nyaman/ tidak populer di telinga para pendengarnya. Ia berjalan menerjang arus, tanpa berkompromi dan tanpa menjadikan kebenaran- kebenaran Tuhan sebagai sesuatu yang relatif…. Pesannya yang terkenal sepanjang pontifikatnya adalah: “Jangan takut untuk membuka pintu hatimu untuk Kristus! Jangan takut untuk memohon kepada Kristus setiap hari, “Tuhan, aku ingin menjadi kudus, yaitu untuk mengatakan, seperti yang Kauingini terjadi atasku.” Jangan takut untuk mengikuti Kristus setiap hari, dan untuk melaksanakan Injil dan perintah- perintah-Nya. Jangan takut untuk memasrahkan dirimu sepenuhnya kepada Kristus….” (lihat artikel He Changed the Course of World History, majalah Love One Another, vol 5, 2005, p. 4-8).

Demikianlah keterangan yang dapat kami sertakan sehubungan dengan proses beatifikasi Paus Yohanes Paulus II. Untuk proses selanjutnya, mari kita serahkan kepada Tuhan dan pihak otoritas Gereja yang akan memeriksa, apakah Paus Yohanes Paulus II memang sungguh seorang kudus yang telah dibenarkan oleh Tuhan di surga, sehingga dapat dinyatakan sebagai Yang terberkati/ Santo Yohanes Paulus II.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Share.

About Author

Ingrid Listiati telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

22 Comments

  1. johanes iko on

    saya sangat kagum dengan bapa suci johanes paulus II …. saya bener-benar melihat Kristus yang hidup dalam diri bapa suci, dalam diri beliaulah iman katolik-ku bertumbuh …. salam damai dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus

    berkah dalem

  2. Aloysius R Suhartono on

    Shalom ibu Ingrid,
    Saya baru membaca artikel “Foto asli Bunda Maria mendekati Paus Yohanes Paulus II”. Bagaimana cerita foto ini yang diumumkan oleh Vatikan? Terima kasih.

    • Shalom Aloysius,

      Memang beberapa situs mengatakan demikian, namun sejujurnya, jika memang demikian, tentunya kita dapat memperoleh pernyataan tertulis resmi dari Vatikan. Namun sepanjang pengetahuan saya, pernyataan resmi Vatikan tentang hal ini tidak ada (misalnya di teks berita Vatikan ataupun dokumen lainnya).

      Maka, mari menyikapi hal ini dengan sikap netral. Walaupun foto itu terlihat sangat indah, namun itu tidak mempengaruhi ajaran iman kita. Maka apakah benar terjadi demikian ataukah foto itu hasil rekayasa, tidaklah menjadi persoalan bagi kita. Sebagai umat Katolik kita percaya bahwa Bunda Maria adalah Bunda Gereja, karena sudah diberikan oleh Kristus menjadi ibu bagi murid-murid yang dikasihi-Nya (lih. Yoh 19:26-27). Maka tak heran jika kasihnya sebagai ibu, juga secara khusus dinyatakan kepada Paus, yang dipercaya oleh Kristus untuk memimpin Gereja-Nya. Ada atau tidaknya foto itu tidak ada pengaruhnya terhadap ajaran ini.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  3. Bell Santa Cruz on

    Salam kasih Kristus Yesus. Saya bersyukur kerana akhirnya saya dipertemukan dengan ruangan maya yang menguatkan lagi iman saya sebagai penganut Katolik. Untuk makluman tim katoliksitas, saya mengikuti dengan minat ruangan anda dari negeri Sabah, Malaysia. Saya ada satu pertanyaan kepada bapak Stefanus yang pada pendapat saya dikurniai Roh Kudus untuk menjawab segala persoalan. Pertanyaan saya ialah:- Dalam ruangan internet (taip saja Pope kissing Kuran) mudah dicari gambar atau tanggapan tentang mendiang Pope John Paul II yang mencium Al-Quran. Apa respon bapak tentang hal ini untuk menjawab keraguan umat katolik. Jawapannya diucapkan setinggi-tinggi terima kasih. Salam kasih Kristus.From: Bell-Sabah

    [Dari Katolisitas: Pertanyaan serupa sudah pernah ditanyakan, dan kami tanggapi, silakan klik di sini untuk membacanya]

  4. Daniel Herman on

    Seperti Santo Paulus yang terkenal dengan penginjilan di tempat yang jauh dan selalu diancam bahaya, Pope Yohanes Paulus II juga terkenal dengan penginjilan di tempat yang jauh dan berbahaya. Kalau tidak silap tahun 1981 pope ini pernah ditembak beberapa das di bahagian abdomennya dan beberapa butir peluru menembusi perut dan lainnya melekat di tulang belakangnya anehnya dia tidak mati malah sesudah ia sembuh dia mengampuni penembaknya di penjara Italy dan meneruskan usaha penginjilannya selama lebih 20 tahun lagi sehingga wafat pada 2005. Ini satu mujizat. Pope ini juga telah melawati banyak negara-negara di Eropah dan Asia Timur dan Barat dan akibatnya berlaku pertaubatan dan persefahaman hubungan antara negara yang amat signifikan. Ini pun mujizat besar. Semoga proses beatifikasi beliau berjalan lancar. Salam Kasih Tuhan Yesus berserta kita.

  5. Yesus Pernah berkata kepada rasul Petrus, (maaf saya tidak hafal alkitab ) yg bunyinya kira-kira begini, “Gembalakanlah domba dombaku…….” apa yang kau ikat di dunia akan terikat di surga, apa yg kamu lepas di di dunia akan terlepas juga di surga…perkataan Yesus tentu sebuah amanat yang bukan hanya berlaku selama hidup rasul Petrus tetapi sepanjang masa. Kalau hanya berlaku semasa Rasul Petrus tentu ucapan Yesus itu yg kita anggap sebagai Tuhan sama sekali tak ada artinya. Lalu ” di atas batu karang ini akan kudirikan kerajaanKU yang tidak akan berkesudahan dan dunia tak akan mampu mengalahkannya….JPP II adalah pengganti Rasul Petrus…………………Katolik penuh misteri Ilahi tetapi….SEMPURNA……….

  6. Syaloom,,

    Bagaimana pendapat pihak Katolisitas tentang kritikan terhadap Yang terberkati Yohanes Paulus II, dia dianggap Pluralisme (saya dengar dr seorang pendeta) dan mempromosikan modernisme (saya kutip dr Wikipedia). Contohnya ketika beliau mencium Al-Quran dan seakan-akan toleransinya menunjukkan semua agama sama saja. Padahal tidak begitu.

    Bisa jelaskan menurut pengetahuan anda ttg beliau sehingga kita bisa mengenal maksud dari tindakan Yang Terberkati Yohanes Paulus II yang agung.

    Terima Kasih

    • Shalom Chirstian,

      Kunjungan Paus Yohanes Paulus II ke Irak pada tahun 1999 dimaksudkan untuk meneguhkan iman umat Kristiani di Irak (yaitu 5 % dari keseluruhan 20 juta penduduk Irak), dan untuk menunjukkan kasih yang tulus kepada warga Irak yang memang sebagian besar beragama Islam. Ketika dalam kunjungannya ke masjid Shiite Imam of Khadum di Irak, Paus menerima hadiah berupa Kitab Al Quran, dan saat menerima hadiah ini, Paus menciumnya. Maka banyak orang bertanya- tanya mengapa demikian.

      Berikut ini adalah terjemahan sebagian ulasan yang ditulis oleh Fr. Joe, yang selengkapnya dapat dibaca di link ini, silakan klik.

      “Quran adalah hadiah yang diberikan dari delegasi. Bangsa Islam tidak secara asalan dalam memberikan hadiah. Hadiah mewakilkan si pemberi. Mereka mengetahui dengan sungguh bahwa Paus adalah seorang Kristen Katolik, tetapi mereka memberikan kepadanya apa yang mereka anggap sebagai sesuatu yang terpenting di dalam hidup mereka, yaitu kitab suci mereka sendiri. Maka, di akhir audiensi, Paus menunjukkan apresiasinya yang terdalam terhadap pemberian diri yang akrab ini, dengan membungkuk dan mencium Qur’an sebagai tanda penghormatan. Sikap ini berseberangan total dengan benih perang salib dan pengecaman. Hal ini tidak bermaksud bahwa Paus menerima semua yang tertulis di kitab tersebut, hanya bahwa kasihnya kepada umat Muslim, dan secara khusus umat Muslim di Irak, sungguh tulus. Ia membuat langkah pertama, bukan untuk menyerahkan iman, tetapi demi pengakuan bahwa para pengikut Yesus dan mereka yang menghormati Mohammad harus tidak terlibat dalam saling menghina, atau lebih parahnya, saling membunuh. Paus menghargai penderitaan bangsa Irak, terutama [yang diderita] oleh para wanita dan anak- anak. Sikap Paus menunjukkan bahwa ia tidak merendahkan mereka tetapi mempunyai hormat yang tulus kepada mereka di dalam ikatan persaudaraan umat manusia.”

      Maka, walaupun kita tidak sepenuhnya dapat mengetahui alasannya mengapa Paus mencium Qur’an, namun kita dapat mengetahui bahwa sepanjang hidupnya Paus memang sangat menghargai sesama umat manusia, walau tidak seiman dengannya; sehingga ia pasti menghargai pemberian yang diberikan kepadanya. Paus Yohanes Paulus II adalah Paus yang cukup ekspresif dalam menunjukkan kasihnya kepada sesama dan bahkan terhadap alam. Salah satu kebiasaannya adalah dalam setiap kunjungan pertamanya ke suatu negara, ia menunduk dan mencium tanah di sana. Tentu ini bukan sikap menyembah tanah, tetapi sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan telah memberikan kesempatan kepadanya mengunjungi daerah itu, dan sebagai sikap yang menunjukkan hormatnya kepada bangsa yang hidup di atasnya. Maka hal Paus mencium Qur’an tidaklah terlalu berbeda dengan hal ia mencium tanah. Paus melakukannya untuk menunjukkan penghargaannya atas umat muslim yang memberikan kepadanya hadiah yang merupakan milik yang paling berharga bagi mereka. Maka makna sikap ini merupakan tanda damai (kiss of peace); bahwa “meskipun ada perbedaan- perbedaan di antara kita dan sejarah yang sulit di masa lalu, kami mengasihimu dan ingin hidup dalam damai denganmu.” Maka sikap penghormatan dan damai ini tidak untuk diartikan bahwa Paus menerima ajaran  Qur’an, yang walaupun mengakui Allah, tetapi tidak mengakui Kristus sebagai Tuhan.

      Sebab tentang pengajaran Paus tentang iman Katolik tidaklah pernah berubah. Surat ensiklik pertama yang ditulisnya setelah ia menjadi Paus tahun 1979, berjudul Redemptor Hominis (Sang Penebus Manusia), yaitu tentang Kristus Sang Putera Allah yang diutus Allah Bapa untuk menebus dosa manusia. Selanjutnya, Paus terus mengajarkan kebenaran iman Kristiani melalui tulisan- tulisannya, baik melalui surat-surat ensiklik, ekshortasi apostolik maupun dokumen- dokumen pengajaran lainnya. Salah satu dokumen yang menarik untuk dibaca sehubungan dengan hal ini, adalah Dominus Iesus, silakan klik, yang ringkasan/ penjelasannya pernah kami sampaikan di sini, silakan klik. Dokumen tersebut yang dikeluarkan tahun 2000 (satu tahun setelah kunjungan Paus ke Irak) oleh CDF namun disetujui dan dijamin oleh Paus Yohanes Paulus II dengan otoritas apostolik, menyampaikan prinsip ajaran keselamatan bagi semua umat manusia dalam Yesus Kristus dan Gereja Katolik. Dengan mengajarkan demikian, Paus Yohanes II membuktikan dirinya bukan sebagai seseorang yang mempromosikan modernisme ataupun pluralisme.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  7. Robert Jebaun on

    Benarkah kalau kita memohon kepada Tuhan Allah melalui perantaraan bapa Paus Yohanes Pius XII, doa kita akan dikabulkan. Doanya bagaimana dan apakah perlu persiapan batin yang matang, trims atas jawabannya.

    • Shalom Robert,

      Nampaknya anda perlu menegaskan kembali, maksudnya anda mau mohon dukungan doa dari Paus Pius XII, atau dari Paus Yohanes Paulus II yang Terberkati. Sebab sepengetahuan saya tidak ada Paus Yohanes Pius XII, dan Paus Pius XII belum dibeatifikasi.

      Permohonan mohon dukungan doa kepada Paus Yohanes Paulus II, adalah sebagai berikut (diterjemahkan dari situs berikut ini, silakan klik):

      “O Allah Tritunggal, kami berterima kasih sebab Engkau telah mengaruniakan Paus Yohanes Paulus II kepada Gereja dan telah membiarkan kasih kebapaan-Mu, kemuliaan salib Kristus dan kemuliaan Roh Kudus, bersinar melalui dia.

      Percaya penuh akan belas kasih-Mu dan doa syafaat Bunda Maria, ia telah memberikan kepada kami gambaran yang hidup akan Yesus Sang Gembala yang baik, dan ia telah memperlihatkan bahwa kekudusan adalah ukuran yang perlu dalam kehidupan Kristiani sehari- hari dan adalah jalan untuk memperoleh persekutuan kekal dengan Engkau.

      Berilah kepada kami, melalui doa syafaatnya dan sesuai dengan kehendak-Mu, rahmat yang kami mohon, dengan pengharapan bahwa ia akan segera dimasukkan dalam bilangan para orang kudus-Mu. Amin.”

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  8. Padmawidjaja on

    Shalom semuanya,

    Mungkin kalau Paus Yohanes Paulus II sudah menjadi Santo, suatu saat nanti bukan mustahil beliau akan diberi gelar Pujangga Gereja, mengingat tulisan2 rohani beliau

  9. Jati R. Agung on

    salam damai dalam Kristus,

    saya berasal dari Jawa Tengah. Sehubungan dengan Beatifikasi Johanes Paulus II akhir-akhir ini, sudikah dalam website ini ditayangkan kisah anak bangsa yang mempunyai kesempatan unutk di-beatifikasi juga, yaitu alm Rm Sanjoyo, Pr yang sampai sekarang prosesnya masih jauh panggang dari api. Maksud saya supaya kita warga Indonesia pun bangga bahwa anak bangsa juga ada yang mendapat kehormatan tertinggi dalam Gereja Katolik. Mohon maaf bila saya terlalu berlebihan.

    Berkah Dalem

  10. Link dari Zenit.org: memuat testimoni Sr. Marie Simon-Pierre tentang mujizat penyembuhan dari penyakit parkinson yang dideritanya berkat doa dengan perantaraan Yohanes Paulus II. Testimoni sebagai proses beatitifikasi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Zenit.org

    link to zenit.org

    • Shalom Tilar,

      Agaknya anda perlu memberikan argumen terlebih dahulu mengapa anda beranggapan demikian. Sebab jika anda telah membaca semua tulisan dan pengajaran Paus Yohanes Paulus II rasanya anda tidak akan berpendapat demikian. Ambillah saja contoh tentang ajaran Paus Yohanes Paulus II tentang Ekaristi dan Bunda Maria, yang tidak sama dengan ajaran gereja- gereja Protestan.

      Silakan klik di sini untuk mengetahui karya- karya Paus Yohanes Paulus II, yang menyampaikan ajaran Gereja Katolik, yang merupakan kelanjutan dari ajaran para rasul dan para penerus mereka.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

    • Paus Yohanes Paulus II memang bukan Paus orang Katolik, tapi Paus semua orang yang percaya kepada Tuhan. Kalau tidak menganggap Paus Yohanes Paulus II sebagai Paus mereka, orang2 yang non Katolik (Protestan, Muslim, Budha, Hindu, dll) tidak akan menghadiri pemakamannya.

      SANTO SUBITO…

  11. Untuk informasi bahwa dalam rangka beatifikasi bapa suci Yohanes Paulus II yang akan diselenggarakan pada tanggal1 Mei 2011, telah terbentuk panitia “Gerekan Spiritualitas Yohanes PaulusII” untuk menyelenggarakan peringatan beatifikasi Paus Yohanes Paulus II. Dalam waktu singkat ini, beberapa paroki di KAJ akan diselenggarakan beberapa event dalam kaitannya dengan kehidupan Paus Yohanes Paulus II. Kebetulan saya diikutsertakan, jadi sedikit tahu. Sekarang panitia sedang bekerja keras, agar event penting dapat terselenggara dengan baik. Bahkan peringatan event ini akan terselenggara selama satu tahun sampai dengan 1 Mei 2012.

    Demikian sedikit info tentang rencana beatifikasi Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 1 Mei 2011.

    Salam,

    Jus Soekidjo

  12. Sory nimbrung.

    Sy baru tahu kalau Alm.Paus Yohanes Paulus II akan dibeatifikasikan.
    admin, mohon pencerahan pro dan kontra atas beatifikasi Alm.Paus Yohanes Paulus II donk.
    Thanks.
    Regards,
    Astrile

    [Dari Katolisitas: Pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

Add Comment Register



Leave A Reply