Mengapa berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain?

535

Pertanyaan:

Dear,

Salam dari Sydney, Australia.
Saya adalah bekas pengikut agama Katolik yg sekarang pindah ke Kristen.
Penyebabnya adalah dikarenakan krn pengajaran agama Katolik tdk benar2 berdasarkan alkitab, tetapi lebih berdasarkan hukum kanonisasi.
Karena itu saya melihat banyak org2 Katolik yg berperilaku kasar dan berhati jahat. Saya mengerti karena mereka tidak pernah membaca alkitab, sebagaimana di agama Kristen, karena itu mereka tdk tahu bagaimana cara hidup Kristiani yg benar.
Banyak sekali rekan2 Katolik di Sydney Australia yg pindah agama karena alasan yg sama.

Tentang pemujaan patung2, kita tdk perlu bingung. Karena pada saat penghakiman terakhir nanti kita harus mempertanggung jawabkan perbuatan kita di hadapan Tuhan. Semoga kalian bisa menjelaskan kepada Tuhan alasan kalian memuja/menggunakan patung2 sebagai alat untuk bisa percaya.
Sebab kalau kalian belajar sejarah, kaisar Constantinus memerintahkan untuk membuat patung2 tersebut supaya bangsa Romawi tidak lagi memuja dewa2 mereka dan pemujaan dewa2 mereka digantikan dgn pemujaan patung santo-santa.
Bahkan ahli2 skrg mencoba membuktikan muka asli Yesus berdasarkan kain kafannya.
Bagaimana jika muka Yesus yg kita buat patung bukanlah muka aslinya? tetapi hanya muka seseorg yg saat itu dibayar utk dijadikan contoh pembuatan patung? maka kita memuja manusia biasa (spt diketahui Kaisar Constantinus memerintahkan artist2nya utk membuat patung Yesus – dan mereka hidup 1 decade setelah Yesus wafat.)
Mungkin hal ini berat untuk dimengerti bagi kalian di Indonesia yg tidak pernah tahu ttg sejarah agama Katolik. Semoga suatu hari mata kalian terbuka.

Bagi saya pribadi, beruntunglah saya bisa percaya tanpa harus melihat rupa nyata Tuhan.
Beruntunglah saya bisa bercakap2 dengan Tuhan tanpa harus berlutut didepan patung2 siapa yg tidak dikenal.
Beruntunglah saya tidak lagi terperangkap dalam ritual2 agama Katolik yg berdasarkan hukum Kanon – dimana hukum Kanon adalah buatan manusia belaka… bukan datang dari Tuhan.
Tetapi alkitab adalah datang dari Tuhan.

So we fix our eyes not on what is seen, but on what is unseen. For what is seen is temporary, but what is unseen is eternal. (2 Corinthians 4:18)

BERBAHAGIALAH ORANG YANG TIDAK MELIHAT NAMUN PERCAYA
Yohanes 20:24-31

Sherly.

Jawaban:

Shalom Sherly,

Selamat datang di site ini dan terima kasih atas beberapa tanggapan anda. Saya akan mencoba untuk menjawab beberapa pertanyaan dan tanggapan yang anda berikan. Saya juga percaya bahwa anda membuat tanggapan tersebut karena anda mengasihi Yesus Kristus. Dan karena anda menganggap bahwa Gereja Katolik tidak menjalankan perintah Kristus secara murni, maka anda mencoba memperingatkan kami agar kami tidak percaya akan dogma dan doktrin dari Gereja Katolik. Hal ini ditunjang dengan anda sendiri yang sebelumnya adalah anggota Gereja Katolik yang akhirnya “sadar” dan berpindah ke gereja Protestan atau denominasi yang lain. Untuk itu, mari kita berdiskusi dengan hormat dan lemah lembut (lih. 1 Pet 3:15). Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan untuk keberatan-keberatan yang anda ajukan:

1. Berpindah karena pengajaran Gereja Katolik tidak sesuai Alkitab.

Anda mengatakan “Saya adalah bekas pengikut agama Katolik yg sekarang pindah ke Kristen. Penyebabnya adalah dikarenakan krn pengajaran agama Katolik tdk benar2 berdasarkan alkitab, tetapi lebih berdasarkan hukum kanonisasi.

a) Saya tidak tahu apakah alasan sebenarnya mengapa anda berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain. Saya percaya bahwa kepenuhan kebenaran ada di dalam Gereja Katolik. Untuk itu, silakan anda membaca artikel ini – silakan klik.

b) Saya tidak tahu, pada waktu anda mengatakan “Penyebabnya adalah dikarenakan krn pengajaran agama Katolik tdk benar2 berdasarkan alkitab, tetapi lebih berdasarkan hukum kanonisasi.” apakah anda benar-benar telah mencari tahu dan mempelajari apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik. Untuk mengatakan pengajaran agama Katolik tidak benar-benar berdasarkan Alkitab, maka anda perlu membuktikan lebih jauh. Bahkan untuk mendasarkan pengajaran HANYA pada Alkitab (sola scriptura) justru tidak Alkibiah, karena Alkitab tidak pernah mengatakan hal ini. Untuk itu, silakan melihat beberapa link berikut ini: silakan klik, silakan klik. Untuk membuktikan klaim anda bahwa Gereja Katolik tidak mendarkan ajarannya pada Alkitab, maka anda harus menunjukkan ajaran yang mana yang tidak sesuai dengan pengajaran Alkitab. Anda dapat melihat semua arsip di katolisitas.org – silakan klik – dan silakan melihat semua artikel dan jawaban dari kami yang mendasarkan pengajaran pada Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja.

c) Untuk mengatakan bahwa ajaran gereja Katolik berdasarkan ajarannya pada hukum kanonik adalah salah besar. Saya tidak tahu darimana anda mendapatkan keterangan seperti ini. Hukum Kanonik adalah merupakan manifestasi dari apa yang dipercayai oleh Gereja. Dengan demikian, Gereja mendasarkan kebenaran dogma dan doktrin berdasarkan tiga pilar kebenaran: 1) Kitab Suci, 2) Tradisi Suci, 3) Magisterium Gereja. Dan Hukum kanonik adalah merupakan refleksi dari kebenaran-kebenaran yang telah dirumuskan – artinya: kalau kita percaya A, maka kita melakukan 1,2,3, contoh: kalau kita percaya bahwa perkawinan adalah tak terceraikan, maka Kitab Hukum Kanonik (KHK) mengatur bagaimana perkawinan yang sah, kondisi yang membuat perkawinan tidak sah, dll. Pembahasan tentang hukum kanonik dapat dilihat di sini – silakan klik. Kalau gereja anda mempunyai pengikut 1,3 milyar dan tersebar di seluruh dunia, maka gereja anda juga akan memerlukan semacam KHK.

2. Berpindah karena umat Katolik berperilaku kasar dan berhati jahat.

Anda memberikan tuduhan “Karena itu saya melihat banyak org2 Katolik yg berperilaku kasar dan berhati jahat. Saya mengerti karena mereka tidak pernah membaca alkitab, sebagaimana di agama Kristen, karena itu mereka tdk tahu bagaimana cara hidup Kristiani yg benar. Banyak sekali rekan2 Katolik di Sydney Australia yg pindah agama karena alasan yg sama.

a) Saya mengerti ada sebagian umat Katolik yang hidup tidak sesuai dengan iman Katolik, dan saya rasa ini berlaku juga bagi seluruh umat Kristen-non Katolik, yang sebagian dari mereka juga hidup tidak sesuai dengan pesan Kristus. Dengan demikian, perjuangan untuk hidup kudus merupakan tantangan bagi semua umat beriman. Jadi, kalau ada umat Katolik yang anda lihat berlaku kasar dan berhati jahat, maka anda tidak dapat mengatakan bahwa semua umat Gereja Katolik adalah kasar dan berhati jahat. Saya mengundang anda untuk membaca riwayat para kudus, santa-santo dari Gereja Katolik, sepanjang sejarah Gereja. Saya pribadi menyadari bahwa kehidupan saya tidaklah berarti apa-apa dibandingkan dengan mereka. Mereka membuktikan kasih mereka kepada Tuhan secara luar biasa. Apakah komentar kita akan orang-orang seperti yang terberkati ibu Teresa dari kalkuta – yang melayani orang-orang miskin, St. Maximilian Kolbe – yang menyerahkan nyawanya untuk menyelamatkan seorang tawanan Yahudi yang mempunyai keluarga? Kalau mau melihat orang-orang yang benar-benar menjalankan ajaran Gereja Katolik, lihatlah figur seperti ibu Teresa dari Kalkuta, St. Maximilian Kolbe, dan santa-santo yang lain. Semakin seseorang berakar pada dogma dan dokrin dari ajaran Gereja Katolik, maka kehidupannya akan semakin mirip dengan para santa-santo yang telah dibuktikan dalam sejarah Gereja Katolik, dan tentu saja yang paling utama adalah semakin mirip dengan Yesus. Janganlah mengukur pengajaran Gereja Katolik dari orang-orang yang tidak menjalankan iman Katolik dengan baik.

b) Apalagi, kalau anda memberikan tuduhan bahwa mereka tidak pernah membaca Alkitab sebagaimana di agama Kristen, maka ini adalah kesimpulan yang perlu dibuktikan kebenarannya. Apakah “mereka” yang anda maksudkan adalah orang-orang Katolik yang jahat atau semua orang Katolik? Kalau anda mempelajari kanon Kitab Suci, maka sudah seharusnya kita semua berterima kasih kepada Gereja Katolik yang menentukan buku-buku mana yang menjadi bagian dari Kitab Suci. Anda dapat membaca diskusi tentang hal ini di sini – silakan klik. Bagaimana anda menerangkan orang-orang Kristen non-Katolik yang tidak baik dan tidak mencerminkan Kristus? apakah penyebabnya?

Anda mengatakan “karena itu mereka tdk tahu bagaimana cara hidup Kristiani yg benar.” Untuk mengerti pengajaran Gereja Katolik tentang kehidupan kristiani, maka silakan anda membaca artikel tentang kekudusan – silakan klik dan klik ini, dan klik ini dan kerendahan hati – silakan klik. Sekali lagi, ukurlah Gereja Katolik dari orang-orang yang menjalankan apa yang diajarkan Gereja Katolik. Kita tidak dapat menyalahkan seorang dokter karena pasiennya tidak sembuh-sembuh, yang disebabkan karena si pasien tidak mengikuti nasehat dan resep dari dokter tersebut.

Kalau anda mengatakan “Banyak sekali rekan2 Katolik di Sydney Australia yg pindah agama karena alasan yg sama.“, maka alasan anda dan rekan-rekan di Sydney Australia berpindah dari Gereja Katolik adalah karena melihat kasus-kasus yang tidak benar dan kemungkinan salah mengerti akan apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik. Apakah kalau anda melihat ada orang-orang Kristen non-Katolik yang tidak baik, maka anda akan berpindah ke agama lain? Memeluk suatu agama bukanlah hal yang main-main, yang saya yakin Sherly juga menyadarinya. Oleh karena itu, dasar untuk pindah ke agama lain karena hanya melihat kasus-kasus yang jelek (mungkin hal-hal yang baik tidak dilihat) tidaklah cukup. Perpindahan seseorang dari Gereja Katolik ke gereja lain, tidak boleh hanya berdasarkan kasus, kotbah yang baik, komunitas yang akrab, dll, melainkan harus berdasarkan alasan untuk mencari kebenaran sejati, untuk mengasihi Kristus secara penuh. Saya mengundang anda untuk membaca artikel ini – silakan klik.

3. Tentang pemujaan patung dan hal-hal lain.

Anda mengatakan “Tentang pemujaan patung2, kita tdk perlu bingung. Karena pada saat penghakiman terakhir nanti kita harus mempertanggung jawabkan perbuatan kita di hadapan Tuhan. Semoga kalian bisa menjelaskan kepada Tuhan alasan kalian memuja/menggunakan patung2 sebagai alat untuk bisa percaya.

a) Seperti yang dijelaskan di artikel ini – silakan klik, maka Gereja Katolik tidak menyembah patung. Patung hanyalah sarana yang membantu kita agar dapat berfokus pada Tuhan. Sama seperti kadang kita menggunakan lilin, salib, dll. Silakan melihat contoh di Perjanjian Lama, bagaimana Tuhan sendiri memerintahkan umat-Nya untuk membuat ular tedung (lih. Bil 21:8), dua kerub dari kayu (1 Raj 6:23-35).

b) Tentu saja masing-masing dari kita harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita di hadapan Tuhan pada saat pengadilan terakhir. Dan hal ini bukan hanya masalah patung, namun juga dalam keputusan kita untuk memilih agama, dan seluruh perbuatan kita, atau dengan kata lain seluruh iman, pengharapan dan kasih.

c) Kalau anda memberikan argumentasi “Sebab kalau kalian belajar sejarah, kaisar Constantinus memerintahkan untuk membuat patung2 tersebut supaya bangsa Romawi tidak lagi memuja dewa2 mereka dan pemujaan dewa2 mereka digantikan dgn pemujaan patung santo-santa.“, maka silakan mencari di google dengan kata kunci “christian art in catacombs“, karena itu adalah apa yang dilakukan oleh jemaat perdana sebelum masa kaisar constantine membuat peraturan bahwa agama Kristen boleh diajarkan secara bebas melalui edict of Milan tahun 313. Di dalam katakombe, kita juga melihat adanya gambar-gambar, simbol-simbol agama Kristen. Silakan melihatnya di sini – silakan klik.

d) Anda mengatakan “Bahkan ahli2 skrg mencoba membuktikan muka asli Yesus berdasarkan kain kafannya. Bagaimana jika muka Yesus yg kita buat patung bukanlah muka aslinya? tetapi hanya muka seseorg yg saat itu dibayar utk dijadikan contoh pembuatan patung? maka kita memuja manusia biasa (spt diketahui Kaisar Constantinus memerintahkan artist2nya utk membuat patung Yesus – dan mereka hidup 1 decade setelah Yesus wafat.)” Kami telah membahas hal ini sebelumnya, dimana dituliskan:

1. Maka bukti ilmiah dari wajah Yesus memang kita ketahui dari bukti sejarah. Misalnya, bukti gambar wajah Yesus dalam “the Shroud of Turin”/ kain kafan Turin, yang selengkapnya dapat anda baca di link ini, silakan klik. Dan temuan gambar- gambar Yesus di katakombe (gereja bawah tanah) Domitilla. Uraian lebih lanjut dapat anda baca di link ini, silakan klik. Berikut juga temuan gambar-gambar wajah Yesus di abad-abad pertama.

Mengenai gambar wajah dan tubuh Yesus di kain kafan Turin memang masih menjadi topik perdebatan para ahli sampai saat ini, justru karena memang tidak bisa dijelaskannya mengapa sampai ada gambar tubuh dan wajah Yesus ‘tercetak’ pada kain itu. Para skeptik mengatakan bahwa itu lukisan yang diciptakan oleh seorang genius di abad pertengahan, walaupun kemudian para scientist membuktikan bahwa warna yang tertera di situ bukan pigmen cat, tetapi darah manusia. Lalu teori bahwa itu hasil fotografi juga sebenarnya tidak mungkin, karena teknik reproduksi fotografi untuk menghasilkan gambar sedemikian (kalau misalnya-pun anggapan ini benar) baru ada 400 tahun sesudahnya. Silakan anda membaca di link yang saya sertakan di atas, untuk melihat penjelasan secara ilmiah mengenai Kain kafan Turin tersebut.

Namun terlepas dari kontroversi Kain Kafan Turin ini, kita mengakui bahwa gambar Yesus yang kita kenal sekarang ber-evolusi dari apa yang digambarkan pada gambar ini, dan gambar Yesus yang ditemukan di abad- abad pertama.

2. Menurut perkembangannya, memang ditemukan beberapa versi gambar wajah Yesus. Walaupun umumnya wajah Yesus yang kita kenal menggambarkan-Nya sebagai seorang dari Timur Tengah, namun adapula yang menggambarkannya sesuai dengan budaya setempat. Hal ini sesungguhnya tidak menjadi masalah, karena yang terpenting bukan gambarnya, namun Siapa yang digambarkan oleh gambar itu.

Dalam memahami hakekat Yesus yang digambarkan oleh lukisan/ gambar/ patung itu, kita harus memahami bagaimana pikiran/ imajinasi manusia menangkap essensi dari sesuatu/ seseorang. Setiap orang, dapat menangkap universalitas dari sesuatu yang digambarkan dalam imaginasinya. Sebagai contoh, mendengar kata ‘kucing’ secara otomatis, kita menggambarkan kucing di dalam imaginasi kita. Kemampuan untuk menangkap universalitas, membuat manusia dapat menangkap hakekat kucing, yang tidak ditentukan oleh ukuran, apakah itu kecil, besar, atau oleh warna, ukuran dll. Contoh ini juga dapat diterapkan di semua agama pada saat seseorang berdoa. Mungkin umat dari agama lain dapat mengatakan bahwa yang tergambar dalam pemikirannya pada waktu berdoa adalah cahaya, atau huruf, atau yang lain. Namun bagi umat Kristen, sebagian besar yang tergambar dalam pikiran kita pada saat berdoa adalah wajah Yesus, karena umat Kristen mempercayai bahwa Yesus, adalah Tuhan yang datang menjadi manusia. Itu adalah latar belakang dari seni atau gambar yang mempresentasikan Yesus.

Nah, sekarang permasalahannya adalah bagaimana kita mengetahui apakah wajah Yesus yang sesungguhnya adalah Yesus seperti yang ada pada gambar-gambar yang kita kenal? Maka di sini kita harus melihat prinsip manusia menangkap ‘hakekat’ sesuatu/ seseorang seperti pada contoh di atas. Kita manusia mampu menangkap hal-hal yang bersifat accidental (‘kulit’ luar) dan essensi. Accidental dari manusia adalah berkumis, berjenggot, tinggi/pendek, kulit hitam atau putih, rambut panjang atau pendek, dll. Namun essensi dari manusia adalah manusia yang diciptakan menurut gambaran Allah, mempunyai tubuh danjiwa, dimana jiwanya adalah bersifat kekal dan spiritual. Spiritualnya karena manusia mempunyai akal budi (intellect) dan juga kehendak bebas. Selanjutnya, kesempurnaan manusia ditunjukkan dengan bagaimana manusia dapat bersikap untuk mencapai tujuan akhirnya, yaitu Tuhan. Di sinilah, Yesus sebagai Tuhan datang ke dunia ini untuk memberikan jalan kepada manusia dan menunjukkan bagaimana seharusnya manusia bersikap sebagaimana layaknya manusia menurut gambaran Allah (yaitu dengan kasih kepada Allah dan sesama), sehingga manusia pada akhirnya akan memperoleh persatuan dengan Allah. Jadi dari sini, tidaklah terlalu penting apakah Yesus berjenggot atau tidak, karena jenggot, warna kulit, dll. Itu semua hanyalah accidental, yang tidak menentukan kualitas dari Yesus. Yang menentukan kualitas/esensi dari Yesus, yaitu Tuhan yang menjadi manusia, yang menunjukkan kepada kita manusia untuk hidup sesuai dengan gambaran Allah, agar kita dapat sampai kepada Allah. Jadi dalam seni, yang paling penting adalah mempresentasikan dan mengekspresikan tentang sosok tersebut, misalkan Yesus terlihat sebagai Seseorang yang lemah lembut, penuh kasih, dll.

3. Dengan pengertian di atas, seperti apa detail gambar Yesus, yang mungkin berbeda antara satu gambar dengan yang lainnya, tidak menjadi masalah. Yang terpenting, umat menangkap hakekat Yesus yang digambarkannya. Gambar itu bukannya saingan Allah, karena akhir penghormatan kita bukan kepada gambar itu, tetapi pada Siapa yang digambarkannya. Dan bukannya menjadi sesuatu yang aneh jika gambaran wajah Yesus dalam imajinasi saya berbeda dengan gambaran wajah Yesus dalam imajinasi anda. Ini tidak berarti bahwa Yesus yang kita sembah adalah Yesus yang berbeda atau Yesusnya ada dua dan bersaing satu sama lain. Tidak demikian. Yesusnya tetap sama, hanya imajinasi kita dalam menggambarkannya itu yang bisa berbeda, dan itu tidak apa- apa.

e) Pernyataan “Mungkin hal ini berat untuk dimengerti bagi kalian di Indonesia yg tidak pernah tahu ttg sejarah agama Katolik. Semoga suatu hari mata kalian terbuka.” mungkin terlalu cepat untuk dituliskan, karena kita belum membuktikan kebenaran argumentasi masing-masing pihak. Kalau anda benar-benar mengerti sejarah perkembangan Gereja Katolik, maka saya yakin anda akan tetap berada di dalam Gereja Katolik. Cardinal John Henry Newman, yang berpindah dari Anglikan ke Katolik mengatakan “To be deep in history is to cease to be Protestant

4. Tentang beruntung tidak lagi terperangkap dalam ritual-ritual agama Katolik.

Akhirnya anda mengatakan “Bagi saya pribadi, beruntunglah saya bisa percaya tanpa harus melihat rupa nyata Tuhan. Beruntunglah saya bisa bercakap2 dengan Tuhan tanpa harus berlutut didepan patung2 siapa yg tidak dikenal.
Beruntunglah saya tidak lagi terperangkap dalam ritual2 agama Katolik yg berdasarkan hukum Kanon – dimana hukum Kanon adalah buatan manusia belaka… bukan datang dari Tuhan. Tetapi alkitab adalah datang dari Tuhan.

a) Bagi Gereja Katolik, penyembahan yang tertinggi adalah Sakramen Ekaristi. Mau ada patung atau tidak, Sakramen Ekaristi tetaplah sah. Ini menunjukkan bahwa ibadah Gereja Katolik tidaklah tergantung dari patung-patung. Patung dan simbol-simbol yang lain hanyalah untuk membantu umat Allah untuk dapat berfokus pada Kristus. Lihatlah bagaimana detailnya Tuhan memberikan perintah kepada Raja Salomo untuk membuat bait Allah. (lih. 1 Raj 6).

Apakah Gereja anda mempunyai salib kayu? Apakah pada saat praise and worship anda menggunakan gambar-gambar Yesus di dalam slide? Apakah ada lilin di dalam Gereja anda? Kalau anda melihat gereja-gereja Lutheran (pengikut Martin Luther), maka anda akan kaget, karena ada begitu banyak christian art (gambar, patung) sama seperti di dalam Gereja Katolik. Apakah mereka juga salah? Apakah anda pernah ke gereja Lutheran, yang juga mempunyai ritual dan liturgi yang hampir mirip dengan Gereja Katolik? Apakah anda pernah melihat ritual dari gereja Anglikan? Mereka tidak masuk dalam Gereja Katolik, namun mempunyai ritual, liturgi tersendiri. Apakah mereka salah? dan apakah alasannya? Apakah dengan demikian Martin Luther telah salah karena tidak menghancurkan patung-patung di gereja Lutheran?

b) Setelah anda membaca tentang pengertian Kitab Hukum Kanonik, maka anda tidak akan mengatakan “Beruntunglah saya tidak lagi terperangkap dalam ritual2 agama Katolik yg berdasarkan hukum Kanon – dimana hukum Kanon adalah buatan manusia belaka… bukan datang dari Tuhan“. Silakan membaca pengertian tentang Hukum Kanonik di sini – silakan klik. Dan silakan anda membaca KHK (Kitab Hukum Kanonik) dan silakan menunjukkan bagian mana yang bertentangan dengan Alkitab. KHK memang merupakan disiplin dari Gereja, namun bersumber pada Alkitab, Tradisi Suci, dogma dan doktrin dari Gereja. Untuk mengatakan bahwa semua itu bukan datang dari Tuhan, maka anda harus membuktikan bahwa semuanya itu bertentangan dengan kebenaran Allah, karena tidak mungkin yang datang dari Tuhan saling bertentangan.

5) Dari tulisan anda, maka anda telah memberikan tuduhan yang begitu banyak kepada Gereja Katolik, walaupun anda sebelumnya adalah umat Katolik. Kalau anda memang serius untuk berdiskusi tentang dogma dan doktrin dari Gereja Katolik yang membuat anda berpindah ke gereja lain, maka dengan senang hati saya mau untuk berdialog dengan anda. Pilihlah satu dogma, dan kemudian kita dapat membahasnya secara mendalam. Terlalu banyak topik yang ingin disampaikan tidak memberikan diskusi yang mendalam. Semoga dari pemaparan di atas, minimal Sherly mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap Gereja Katolik.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

lisitas.org/2008/06/10/apa-itu-kekudusan/

Tentang Perkembangan diskusi:

1. Sembilan point diskusi dengan Sherly – silakan klik

a. Hidup selibat bagi para imam – silakan klik

b. Maria tetap perawan – silakan klik

c. Maria, ratu Sorga – silakan klik

d. Mengapa menyebut paus sebagai Bapa Suci – silakan klik

e. Tentang Api Penyucian – silakan klik

f. Apakah Gereja Katolik menyembah berhala – silakan klik

g. Tentang Sakramen Ekaristi – silakan klik

h. Tentang Yesus mendirikan Gereja Katolik – silakan klik

i. Tentang Sakramen Pengakuan Dosa – silakan klik

2. Sembilan point diskusi dengan Indah – silakan klik

a. Tentang Sakramen Ekaristi – silakan klik

b. Apakah Gereja Katolik menyembah berhala – silakan klik

c. Tentang doa berulang (rosario) – silakan klik

d. Tentang persekutuan para kudus – silakan klik

e. Tentang konsep Gereja (ekklesiologi) – silakan klik

f. Tentang Gereja yang kudus – silakan klik

g. Tentang mukjizat santa-santo – silakan klik

h. Tentang nubuat – silakan klik

i. Tentang agama – silakan klik

Share.

About Author

Stefanus Tay telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

535 Comments

  1. Alexander Pontoh on

    sekedar mengutarakan pendapat saya. kalau mau menyadarkan orang protestan dari kebenciannya. kita kadang harus sedikit menggunakan “kata-kata” dari pihak protestan.

    tapi saya yakin Tim Katolisitas tidak bisa melakukan itu. jadi… biarkan saya dan pengunjung yang lain yang melakukannya.

    • Shalom Alexander,
      Terima kasih atas komentarnya. Membalas kata-kata yang kasar dengan kata-kata yang kasar bukanlah ajaran Kristus. Oleh karena itu, kita harus menjawab kata-kata kasar dengan kata-kata yang masuk akal, hormat dan lemah-lembut. Membalas dengan kata-kata yang menyakitkan tidak akan menyadarkan seseorang, namun justru dapat memperparah keadaan dan dapat membuat luka yang baru atau membuat luka orang tersebut menjadi lebih parah. Kita harus menyadari bahwa kita tidak tahu secara persis keadaan orang tersebut, yang mungkin telah disakiti oleh oknum-oknum di dalam Gereja Katolik yang tidak menjalankan ajaran Gereja Katolik dengan benar. Dan mungkin dia telah disakiti bukan hanya sekali namun berkali-kali. Oleh karena itu, menjadi tantangan bagi semua umat Katolik agar dapat menjadi saksi Kristus yang baik dan tidak menjadi batu sandungan. Dan hal ini dapat dicapai dengan senantiasa berjuang untuk hidup kudus, hidup menurut apa yang diajarkan oleh Kristus dan Gereja. Dengan demikian, kita semua harus belajar untuk menyampaikan kebenaran dengan hormat dan lemah lembut. Kita juga memakai waktu yang ada dengan mendoakan orang tersebut dan membiarkan Roh Kudus untuk berkarya. Kita harus senantiasa mengingat bahwa kita tidak dapat merubah hati seseorang. Perkara merubah hati adalah urusan Roh Kudus.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • Alexander Pontoh on

        Pak Stef,

        maksud saya bukan membalas kata-kata kasar dengan kata-kata kasar.

        contohnya begini… saya melihat diskusi dgn sherly. Sherly mnrt saya sangat, bahkan terlalu subyektif. Sewaktu saya mengutarakan pendapat dari pihak protestan sendiri, dia lebih “melunak.” Kemudian saya melihat Sherly mulai mau berdiskusi mengenai ajaran dari Gereja. Bukan lagi melihat kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pemuka agama (yang tidak berhubungan dengan ajaran dari agama)

        pak stef bisa melihat dari semua postingan (baik yang disetujui maupun tidak, yang saya yakin pak stef tahu semua postingan saya karena pak stef sendiri pasti yang mensortirnya) saya. saya tidak mengunakan kata-kata kasar.

        teman saya si B hanya melihat saya ini katolik. semua saran-saran yang saya berikan ke dia itu dimatanya salah semua. padahal teman saya si B tidak tahu dari siapakah saran yang saya berikan ke dia. saran-saran yang saya berikan ke si B adalah dari teman saya yang juga protestan. saya hanya terheran-heran. si B ini begitu dibutakan oleh kebencian, sehingga dia tidak melihat saran-saran yang saya berikan (padahal saran itu dari sesama protestan). sampai saya memberitahu bahwa saran yang saya berikan ke dia dari pihaknya sendiri. baru dia “melunak”

        saya tidak bermaksud jelek. saya memberikan saran dari teman saya yang protestan karena saya melihat si B ini Protestan. tetapi… saya hanya melihat bahwa kebencian bisa sangat membutakan seseorang. saya akhirnya jadi melihat si B melawan pihaknya sendiri.

        • Shalom Alexander Pontoh,
          Saya minta maaf kalau salah paham dalam menangkap pesan anda. Saya tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa anda mengatakan kata-kata kasar, namun secara umum, kita harus menghindari kata-kata kasar. Yang menjadi masalah ketika kita memakai argumentasi dari denominasi-denominasi Kristen yang lain, maka orang tersebut belum tentu menerimannya, karena tidak ada otoritas di antara mereka. Sebagai contoh, gereja Lutheran di Amerika terbagi menjadi tiga, yang masing-masing mempunyai otoritas sendiri-sendiri. Bahkan yang lebih parah adalah kalau seseorang telah menganggap “saya dan Alkitab atau saya dan Roh Kudus” menjadi otoritas utama, sehingga tidak lagi perduli akan bukti-bukti yang disodorkan. Metode yang anda gunakan juga saya coba gunakan dengan memakai tulisan-tulisan dari para pendiri Protestan. Kita bersama-sama harus minta Roh Kudus untuk memberikan rahmat kebijaksanaan kepada kita semua, sehingga kita dapat menyampaikan kebenaran dengan lebih efektif. Terima kasih atas partisipasinya dalam diskusi-diskusi di katolisitas.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

          • Alexander Pontoh on

            Bagus sekali Pak Stef. itulah yang saya pakai untuk berbicara dengan orang protestan. untuk menyadarkan mereka. kalau di pihak mereka sendiri saja masih saling serang. di dalam pihak mereka sendiri mereka tidak bisa 1 pendapat. kalau sudah begitu, kenapa mereka menyerang kita yang ada di luar mereka? menurut saya, sudah seharusnya mereka merefleksi diri dahulu. dengan cara apa? dengan cara memberikan pendapat dari sesama mereka (dari pihak protestan sendiri).

            “Bahkan yang lebih parah adalah kalau seseorang telah menganggap “saya dan Alkitab atau saya dan Roh Kudus” menjadi otoritas utama, sehingga tidak lagi perduli akan bukti-bukti yang disodorkan.”
            –> ini lah yang terjadi kepada teman saya si B. Kesombongan yang luar biasa. ini yang menurut saya menyebabkan begitu banyaknya perpecahan di protestan.

            Maaf, saya lupa kalau Pak Stef ternyata sudah lebih dahulu menggunakan metode ini.

            Terima Kasih.

          • harianja04 on

            shalom sobat semua,
            saya heran hal-hal begini diperdebatkan. apalagi dibaca semua orang. kenapa sih sibuk hanya melihat perbedaannya saja. Khatolik dan Protestan sama-sama percaya gak sama Tuhan Yesus yang lahir di betlehem, mati di salib, bangkit pada hari yang ke 3, naik ke surga dan akan datang kembali? kalau percaya, apa yang diributkan. mb sherly! kalau engkau sudah menemukan kebenaran sejati, maka ukurannya adalah kasih yang anda miliki. cara anda menyampaikan argumen kelihatan karena sakit hati, dunia sekitar kita sudah bosan dengan perebatan tentang “kebenaran”. semua kita , bacalah kembali 1 Korintus 13:1-13. di sorga nanti tidak ditanya kamu katholik atau protestan. Yesus datang bukan mendirikan agama. tapi menyatakan kasih yang sejati melampaui batas bangsa,,suku, ras dan agama. sebab sesungguhnya kekristenan bukanlah sekedar agama. kekristenan harus menjadi lifestyle. jadi, jangan permalukan nama Tuhan lagi.mari kita saling mengasihi sebagai saudara dalam kirstus untuk menjadi contoh bagi orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus.

            • Shalom Harianja04,

              Sebenarnya tidaklah aneh, kalau orang berdialog tentang iman. Mau mempertanyakan dan mencari jawaban akan iman kita sesungguhnya lebih baik daripada tidak mau tahu tentang iman kita. Yang penting adalah kita harus melakukan dialog dengan hormat dan lemah lembut (lih. 1Pet 3:15). Menjadi tanggung jawab kita sebagai umat beriman untuk merusaha mengenal iman kita sehingga kita dapat lebih mengasihi iman kita, yang pada akhirnya kita dapat hidup sesuai dengan iman kita. Kalau kami berdialog dengan agama lain, bukan berarti kami tidak mengasihi sesama kami. Namun, dialog yang baik sebenarnya dapat menjadi salah satu wujud kasih. Jadi, mari kita mengasihi Allah dan sesama dalam kapasitas kita masing-masing.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – katolisitas.org

  2. Shalom aleichem,
    bwd semuanya…

    Maaf sebelumnya….
    Janganlah kita saling mencari-cari kesalahan, dan janganlah memegahkan diri, sehingga akhirnya tanpa kita sadari timbul kedengkian dan terlihat kesombongan beserta kesalahan kita sendiri.
    Tetapi alangkah indah dan baik, jika kita berdebat dengan tanggapan yang sehat, disertai KASIH dan dengan mendahulukan hati nurani yang direnungkan kemudian pikiran yang mengabil keputusan.
    Sehingga dapat menemukan kesimpulan yang positif.

    Bukankah Tuhan Yesus Kristus sendiri telah mengkaruniakan KASIHNYA kepada kita semua?

    Mengapa kita memberikan komentar yang kadang terlihat seakan-akan selalu mencari kesalahan…
    dan jikalau ingin mencari kesalahan agar dapat tercapai suatu hasil yang baik, hendaklah dengan Halus dengan Kasih dan dengan hati nurani.
    Kita semua percaya Tuhan Yesus Kristus… dan Semoga kasih yang diajarkan oleh Yesus beserta kita semua…

    Tuhan memberkati kita semua….

    • Sudahlah….
      Saudara kita Sherly ini mungkin secara usia udah dewasa..
      namun secara Iman, [edit: kurang dewasa..]
      Keliatan dari cara bicaranya,….
      Yang penting saudara kita ini sudah punya “dunia”nya…untuk dia bisa bertumbuh dalam Kristus…
      Kita doakan saja, semoga semakin dia merindukan kebenaran,
      dia akan semakin menemukan sebuah kebenaran yang disertai dengan kerendahan hati….

      Dan soal kerendahan hati, sudah terbukti kalau Katolik memang yang paling OK….
      Terbukti banyak dari mereka terbentuk dari dan karena KERENDAHAN HATI…

      Terima kasih para pembimbing dari KATOLISITAS yang selalu menjawab dengan penuh kerendahan hati…
      Semakin kita rendah hati, kita akan semakin kaya. Bukan kaya untuk merendahkan orang lain atau kepercayaan lain, namun kaya yang tetap memandang sesama, siapa pun mereka, mau beda atau sama, mau pendosa atau orang taat, denga kasih….jadi bila kita melihat orang lain sebagai “sesat”, kita tetap memandangnya sebagai pribadi yang dikasihi, bukan dibenci…

      JBU Sherly….

  3. Dear Kak Sherly,

    Sedih bacanya nih kak. Saya katolik, dan saya cinta di dalam katolik ini.

    Ya kalau bener2an, kaya gini aja bisa ga kakak sekarang di pentakosta bilang jehovah benar? bisa ga bilang injili benar? Nyatanya, temen saya yang pentakosta juga bilang mereka salah.. hehehehe (ga tahu ya kalau kakak bilang benar). –>nyaris bikin berantem lho perkara seperti ini.

    Ya benar banyak cerita seperti kakak, di pentakosta bisa mengalami lebih dan lebih lagi. Kalau di katolik datar. Jawaban saya engga kak. Saya malah melihat katolik kaya banget. Saya punya ekaristi yang saya percaya itu adalah tubuh dan darah Kristus, teman saya yang di pentakosta juga percaya itu tubuh Kristus di perjamuan mereka. (tapi saya tidak mengimani ini lho ya, kalau ini bentuk arogansi ya maaf). Jujur, saya selalu rindu ekaristi. Bagaikan beban terangkat dalam sekejap. Yesus tinggal dalam aku. banyak mujizat ekaristi yang terjadi lho kak. :)) Kalau dibilang tidak biblikal saya malah nemuin gereja katolik sungguh biblikal. (karena setiap saya penasaran biasa saya cari2 dulu, misal kaya kakak bilang gini, saya cari penjelasannya kenapa di katolik boleh gni, jadi saya tetep pegang katolik itu sangat biblikal). Soal ngerasain Tuhan ngomong, yahh di katolik juga banyak yang bisa ngalamin itu. Kadang2 Tuhan banyak banget ingetin kita, aku sendiri ngerasa kan tiap orang cara bicara Tuhan beda2 tapi paling banyak diingetin ayat kitab suci. Dari dulu di katolik juga kok saya merasakan ini. Romo kotbah sering jadi jawaban buat saya. :)) Atau dari doa yang sederhana saja, pas doa bisa kerasa banget kadang ini jawabannya aku harus apa. Tuhan ngomong dengan banyak cara kok :))

    Wah kalau katolik dibilang ada korupsi segala ya ini dari orangnya, jangan benci gerejanya dong kak. Benci dosanya. Gerejanya ga pernah suruh kaya gini tuh. Ya balik lagi kalau mau jelek2in kaya gt banyak kak. Di agama mana aja banyak kak. Jadi jangan benci gerejanya apalagi Yesusnya..

    Selain percaya sama Yesus ingat juga Yesus adalah kasih, bagaimana menjadi serupa dengan Yesus itulah pertanyaannya. Kalau kita sudah fasih berbicara soal alkitab bab sekian ayat sekian tapi kalau tidak bisa menjadikan iman itu nyata dalam diri kita toh tidak berguna. :)). Bagaimana orang bisa merasakan kalau dari apa yang kita lakuin itu ada Allah juga di dalamnya, tentu jauh lebih indah. :))

    Gbu ^__^

    • tarsisiusdidik on

      dear Dee saya sangat berterimakasih atas komentar Dee yang sangat bijak dan sederhana, Saya jadi teringat MOTHER THERESA yang menunjukan kristus dalam hidupnya tidak melalui kepintarannya menghapal alkitab atau pandai berbahasa roh atau berkotbah dimana-mana tapi yang dilakukan beliau adalah hal-hal yang sangat sederhana tapi hasilnya luarbiasa dialah santa moderm saat ini. Tidak ada orang yang tidak mengenal dia dari kehidupannya terpancar Kristus yang hidup. dia tidak akan bisa melakukan hal hal seperti itu jika Kristus tidak tinggal didalamnya. ya santa Theresia doakanlah kami yang masih mengembara didunia ini. Amin………………..

      • St.Theresia dari Avila adalah seorang pendoa yg mendirikan ordo Karmel Tak berkasut. Beliau mengajarkan Doa yang yg benar adalah sedikit bicara tetapi mencintai banyak. Dan alat2 seperti patung, salib, rosario, gambar dll banyak berpengaruh utk para pemula. Ketika seorang sdh menyatu dgn Tuhan dalam doa maka segala benda menjadi tdk berguna. Tetapi mari kita uji roh ini dari buahnya, itulah yg alkitabiah. Saya punya pengalaman. Nenek saya seorang pendoa. Beliau hampir menjadi suster tapi keluar lalu tetap selibat sampai meninggal. Banyak yg minta doa melalui dia, dan terkabul. Digigit ular didoakan sembuh. Beliau berdoa bisanya dgn patung, gambar, serta lilin bernyala, malah kalau doanya berhari2 beliau menggunakan pelita supaya tetap bernyala. Bagi saya, beliau imanya sudah lebih dr biji sesawi. Makanya dgn kata2 St. Theresia di atas saya rasa belaiu seharusnya sdh tdk butuh patung dan gambar, karena sy saja yg kebetulan tinggal di biara waktu itu sdh tdk lagi bergantung pada alat2 itu. Maka saya menyingkirkan semua itu dr kamar beliau. Beliau tdk marah dan tetap berdoa. Tapi beberapa hari kemudian belaiu meletakan kembali semuanya untuk berdoa, dan doanya lebih berkenan pada Tuhan dan banyak membuat orang melihat keajaiban Tuhan lewat doa daripada ke dukun. Maka saya sadar, bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa bisa menggunakan apa saja yg tidak berharga untuk menunjukan kuasanya. Dari buahnyalah kita melihat apa yang dilakukan itu dari Roh Tuhan atau Roh jahat. Para Bapak Gereja tentu sudah menguji semua hal baik ritual maupun gaya supaya itu semua mengasilkan buah Roh Kristus. Patung dan gambar tdk membuat saya dan semua orang katolik menyembah berhala karena buah yg dihasilkan adalah Roh Kebenaran dan Hidup, bukan kehancuran dan roh setan yg menyesatkan.Mohon maaf apabila keliru, namun keyakinan itulah yg membuat saya tetap menghargai umat yg berdoa dgn menggunakan patung dan lilin utk bisa berkonsentrasi, karena patung2 itu dapat rusak dan pecah dan diganti yg baru karena kita tidak pernah menyembah dan mentuhankan Kristus dalam gambar dan patung.

  4. bu Sherley, Ajaran Pentakosta (C) lahir dari ajaran aliran Baptis (B). Sedangkan ajaran Baptis sendiri lahir dari ajaran Protestan (A) . Kalau C adalah bagian dari B sedangkan B sendiri adalah bagian dari A maka kesimpulannya C adalah bagian dari A juga. Silahkan ibu belajar matematika pelajaran SD. Jadi Pentakosta adalah bagian dari ajaran Protestan. Bagaimana mungkin ibu mengatakan Pentakosta bukan Protestan?

  5. apa beda Protestan/Lutheran dengan Pentekosta (atau Pantekosta)?

    Sama saja, sama-sama bukan Gereja yang didirikan Kristus. [Dari Katolisitas: mungkin ada baiknya jika kita melihat ke bagan yang ada di jawaban ini silakan klik]

    Tuhan semasa hidup sudah banyak yang menentang. Sudah sewajarnya Geraja yang didirikan-Nya juga akan ditentang.

  6. Sungguh indah rumah Mu ya Tuhan…..Di antara gunjang ganjing iman yang tidak jelas arahnya, diantara gelombang badai samudra menggelora…tapi bahtera yaitu rumahMu yang berisi jemaatMu terus setia pada bahtera induk ini. Kalau kami tinggalkan bahtera induk ini(Gereja) dan hanya naik sekoci-sekoci(gereja-gereja) maka kami pasti diamuk gelombang dunia dengan segala kehancurannya, Tapi kalau kami tetap terpaut pada bahtera yang Engkau siapkan yaitu GerejaMu , maka selamatlah kami dan seisi rumah kami. Bahtera inilah yang akan mengantar kami kepada Tanah Terjanji dan kami melihat kemuliaanMu. Terimakasih Tuhan atas BahteraMu yaitu Gereja Katolik yang telah Kau siapkan bagi kami, terima kasih juga kami tidak menumpang di sekoci sekoci yang akan membahayakan rohani kami. Dan sesudah ngerinya gelombang ini kami akan melihat busurMu terpampang di langit. Besar sungguh Engkau Tuhan Allah kami. Amin

    • Dear Johanes,

      Anda seharusnya berdoa dengan sunguh2 begini:
      Tuhan, berikanlah Roh KudusMu untuk membantuku melihat kebenaran. Tolong bimbing aku untuk menentukan mana Bahtera yg benar yang harus aku naiki untuk menuju tempat yang Engkau janjikan untuk GerejaMu. Benarkah pengertianku selama ini? Apakah aku berada di bahtera yang benar? Aku adalah manusia semata, Tuhan. Pikiranku terbatas oleh otak badaniahku. Aku tidak bisa melihat dengan benar tanpa bantuanMu, aku hanya manusia yang berdosa. Aku serahkan otakku, cara berpikirku kepadaMu. Tolong sekali lagi berikan pengertian melalui Roh KudusMu. Sekiranya hanya Engkaulah saja yang bisa membenarkan. Aku berdoa dalam nama Yesus Kristus, putraMu. Amin.

      sherly

      • dear sherly,

        bagus doanya. mgkn di penutupnya akan lebih bagus lagi kalo disebutkan begini:
        ‘Aku berdoa dalam nama Yesus Kristus, putraMu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin’

        tks

      • Dear Sherly,

        Menurut saya, doa anda tsb diatas sudah benar dan bagus, jangan mengeraskan hati melainkan mohon kerendahan hati yang memungkinkan bisikan lembut Tuhan membimbing anda dan kita semua kepada jalan yang Dia kehendaki untuk umatNya.

        Buat saya pribadi, diskusi ini semakin menguatkan iman Katolik saya, terima kasih tim katolisitas.

        God Bless.

        • Menurut saya saudari Sherly bukan mengeraskan hati seperti yg anda katakan, tetapi saudari Sherly mengatakan “hal yg benar sesuai dengan Alkitab”.
          Thanks.

          Submitted on 2011/07/24 at 11:42pm

          Doa yg indah dan bijaksana…
          Saran : Pegang teguh imanmu Sherly.

          Submitted on 2011/07/24 at 11:31pm

          Apa yang dikatakan Sdr Sherly saya rasa benar. Salah satu contoh dalam ajaran Alkitab diajarkan yaitu bahwa kita dilarang menyembah patung yg MENYERUPAI APAPUN, tetapi kenyataannya dalam Katolik patung itu disembah. Walaupun itu patung Yesus atau Maria itu tidak boleh disembah karena itu perintah Alkitab dalam 10 Firman Allah perintah ke 2.

          Submitted on 2011/07/24 at 11:04pm

          Anda mengatakan :….melalui Petrus dan dibuatlah gereja yaitu KATOLIK. Di ayat mana tertulis kalimat itu di Alkitab pak ? Yang ada di Alkitab tertulis yaitu : Matius 28:19
          Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

          [dari katolisitas: silakan melihat ini - silakan klik]

          Submitted on 2011/07/24 at 10:53pm

          Mengapa gereja non-Katolik sering mengajak/menarik orang lain untuk bergabung, karena itu sesuai dengan ajaran Yesus yaitu Matius 28:19 karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.
          Saya melihat ini bukan masalah “menghakimi” tapi terlebih kepada masalah “kebenaran.”

          Submitted on 2011/07/24 at 10:53pm

          Mengapa gereja non-Katolik sering mengajak/menarik orang lain untuk bergabung, karena itu sesuai dengan ajaran Yesus yaitu Matius 28:19 karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.
          Saya melihat ini bukan masalah “menghakimi” tapi terlebih kepada masalah “kebenaran.”

          Submitted on 2011/07/25 at 12:54am

          Yth Sdr Marcel,
          Saudari Sherly mengatakan : Apakah OTAK anda mengendalikan mata rohani anda ?
          Anda mengatakan itu perkataan akibat luapan emosi ??? Saya rasa tidak, karena itu adalah perkataan yang benar karena bersumber dari alkitab ( Yer 17:5 ) : terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri ( mengandalkan kekuatan sendiri itu sama dengan mengandalkan otak/pikiran ).

          • Shalom Budi,
            Terima kasih atas komentarnya yang cukup banyak. Tidak menjadi masalah bagi saya kalau anda menilai bahwa Sherly tidak kasar. Di sini, kita tidak mendiskusikan tentang pribadi orang lain, namun kita berfokus pada dialog tentang iman. Kita tidak perlu membuang pikiran kita untuk mendiskusikan pribadi seseorang. Biarlah kita serahkan semuanya kepada pembaca yang membaca dialog ini. Namun, kalau anda ingin bergabung dalam diskusi tentang iman Katolik, anda dapat langsung memberikan argumentasi. Anda bisa langsung bergabung dalam diskusi antara Sherly dan saya. Silakan memberikan argumentasi yang belum pernah diberikan oleh Sherly atau anda dapat memperdalam topik diskusi. Semoga usulan ini dapat diterima.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            stef – katolisitas.org

      • Didik Tarsisius on

        Dear Sherly
        Jangan mempengaruhi orang lain dengan ide ide anda, sudah terbukti dan teruji bahwa Gereja Katholik bertahan sepanjang tahun 2000 lebih apakah anda masih menyangsikan itu? Kami Gereja Katholik tidak akan pernah terpengaruh dengan ide2 anda. [edit]. biarkan orang Katholik berdoa menurut apa yang mereka yakini [edit]. Trims GBU All

      • endro wibowo on

        itu juga yang seharusnya sherly doakan.. :) jika ditinjau tanpa iman, semua agama cuma klaim dan propaganda manusia saja. namun satu saja kesimpulan saya: anda terlalu cepat memutuskan pindah ketika anda belum benar2 menjadi katolik. bagi nalar saya, anda mengalami sudah mengalami kerugian. carilah yang organisasi yang bonafid untuk mendidik anda.. dan belajarlah dengan baik! GBU

      • Indah yulianti on

        shalom pak steff & bu Inggrid
        saya mau menyampaikan terimakasih atas kesempatan yg telah diberikan kpd saya utk menyampaikan/menuliskan pandangan saya ttg ajaran gereja katolik yg tdk lagi bisa saya ikuti (saya tinggalkan) meskipun akhirnya tulisan” saya akhirnya tdk ditampilkan lagi=dihapus=dibuang.

        Saya mau menyampaikan, meskipun saya tidak kenal siapakah saudari sherly, dan juga saya tidak tahu latar belakang kehidupannya. tetapi sepertinya pertanyaan dan jawaban dari saudari sherly sebagian besar hampir sama dengan apa yg saya ingin tanyakan atau menjadi bagian dari jawaban saya.

        saya juga sadar bahwa pemahaman saya sekaran ini sudah sangat jauh berbeda dengan pemahamaan iman katolik yg sdh mendarah daging bagi tim katolisitas ini. untuk itu saya tdk perlu lagi memperpanjang pertanyaan ataupun pernyataan saya. karena memang saya sadar forum ini yg berotoritas adalah tim katolisitas, jadi kalau ada penulisan yg tidak sesuai dg ajaran katolik akan dihapus/dihilangkan. (entah apa yg menjadi pertimbangannya).

        Yang jelas saya merasa, bahwa ternyata ada banyak perbedaan yg mendasar antara pengajaran Katolik dengan Kristen (ada perbedaan spirit yg sangat jelas saya rasakan). Dan perbedaan ini pun akan terus berlanjut zampai pada kedatangan TUHAN YAHSHUA yg ke 2X ke dunia ini.

        Saya juga merasakan bahwa tim Katolisitas @ Bp. Tay ada perasaan amarah dalam menjawab beberapa pernyataan saya, meskipun itu tdk dituangkan dgn tulisan kasar.
        sedangkan @ Ibu Inggrid, saya rasa ada nada kebosanan dlm menanggapi tulisan saya, maka lebih cenderung menunjukkan link” yg dpt mengalihkan pertanyaan/pernyataan saya.

        Tapi tdk mengapa bagaimanapun saya tetap menghargai pernyataan/tulisan mereka sebagai pribadi” yg berpegang pada keyakinan iman dari tim katolisitas ini. Dan saya percaya perbedaan itu diizinkan tetap ada sehingga menjadi suatu semangat baru utk kita bertanding dalam pertandingan Iman yang berkenan kpd TUHAN YAHUVEH.

        Memang benar kata pepatah : Banyak jalan menuju Roma (gereja katolik) . tetapi yang jelas hanya satu jalan menuju Sorga yaitu didalan YAHSHUA HAMASIACH.

        Tentang website : Amightypower yang menuliskan ttg nubuatan penggenapan akhir zaman yang pernah saya berikan, dan tim katolisitas tdk mengakui kebenaran nubuatannya itu tdk menjadi masalah bagi saya maupun mereka yg dipakai TUHAN utk menyampaikan nubuatan tersebut. karena semua pilihan bebas ditangan kita masing”.

        Tetapi ingat bahwa TUHAN YAHUVEH bukan saja TUHAN yg hanya memiliki belas Kasih, tetapi juga IA adalah TUHAN yang sangat MURKA dengan hebatnya sehebat Kasih-Nya bagi kita manusia.

        semoga kita semua menyadari dan mengakui bahwa hanya YAHSHUA satu”nya penyelamat dan Perantara kita yg berkenan kepada ABBA YAHUVEH. dan tdk perlu perantara yang lain selain DIA.

        trimakasih.

        Submitted on 2010/05/04 at 8:11am

        YAHSHUA adalah BAHTERA yang menyelamatkan setiap orang yg hanya bersandar kepadaNya.

        Bagi saiapa saja yang menduakan DIA, maka tdk ada tempat lagi dalam bahtera-Nya.

        • Shalom Indah Yulianti,

          1. Terima kasih atas kesempatannya berdiskusi dengan anda. Saya ingin menjelaskan bahwa pada saat anda menuliskan pesan di atas (4 Mei 2010), pesan anda tidak ada yang dihapus, namun hanya belum ditampilkan. Pada saat saya menuliskan pesan ini (12 Mei 2010), hampir semua pesan-pesan yang lama beserta dengan jawaban dari saya telah ditampilkan di website. Anda dapat mengikuti maupun meneruskan diskusi panjang mulai dari sini (silakan klik) sampai seterusnya. Anda dapat juga menjawab argumentasi-argumentasi yang telah saya berikan di sana, sambil menunggu pesan anda yang belum ditampilkan (masih ada 2 pesan lagi dari anda yang belum ditampilkan per tanggal 12 Mei 2010). Mengenai pesan yang harus dimoderasi terlebih dahulu atau pesan yang ditampilkan bersamaan dengan jawaban dari tim katolisitas adalah merupakan kebijaksanaan dari site ini, sejak awal mula berdirinya site ini. Oleh karena itu, tidak ada pesan anda yang dibuang. Dan kalau anda masih bersedia berdiskusi, silakan untuk meneruskan diskusi panjang yang anda mulai.

          2. Anda mengatakan “Saya mau menyampaikan, meskipun saya tidak kenal siapakah saudari sherly, dan juga saya tidak tahu latar belakang kehidupannya. tetapi sepertinya pertanyaan dan jawaban dari saudari sherly sebagian besar hampir sama dengan apa yg saya ingin tanyakan atau menjadi bagian dari jawaban saya.

          Saya dapat memaklumi bahwa walaupun anda tidak mengenal Sherly, namun anda mempunyai pemikiran yang sama, karena anda berdua mempunyai perjalanan iman yang sama. Oleh karena itulah, saya menyediakan diri untuk berdiskusi dengan anda berdua. Saya hanya menganggap bahwa baik Sherly maupun anda sendiri, benar-benar ingin berdiskusi untuk mencari kebenaran. Dan saya rasa diskusi kita telah cukup panjang lebar membahas berbagai topik. Silakan melanjutkan diskusi yang sedang kita jalankan.

          3. Anda mengatakan “saya juga sadar bahwa pemahaman saya sekaran ini sudah sangat jauh berbeda dengan pemahamaan iman katolik yg sdh mendarah daging bagi tim katolisitas ini. untuk itu saya tdk perlu lagi memperpanjang pertanyaan ataupun pernyataan saya. karena memang saya sadar forum ini yg berotoritas adalah tim katolisitas, jadi kalau ada penulisan yg tidak sesuai dg ajaran katolik akan dihapus/dihilangkan. (entah apa yg menjadi pertimbangannya).

          Dari awal, kita sama-sama tahu, bahwa kita mempunyai pemahaman yang berbeda. Oleh karena itulah, kita dapat berdiskusi dengan baik di site ini. Dan memang, karena site ini bertujuan untuk memaparkan pengajaran Gereja Katolik, maka jawaban-jawaban yang diberikan akan senantiasa bernafaskan pengajaran Gereja Katolik. Anda tentu saja dapat terus bertanya maupun berdiskusi dengan kami, dengan semangat mencari kebenaran. Minimal, saya hanya berharap bahwa anda dapat melihat bahwa pengajaran Gereja Katolik bukanlah seperti yang anda tuduhkan, namun mempunyai dasar yang kuat, baik dari Alkitab, Tradisi Suci maupun Magisterium Gereja. Dengan demikian, pernyataan anda “karena memang saya sadar forum ini yg berotoritas adalah tim katolisitas, jadi kalau ada penulisan yg tidak sesuai dg ajaran katolik akan dihapus/dihilangkan. (entah apa yg menjadi pertimbangannya).” tidaklah benar. Kalau anda masih ingin berdiskusi, anda dapat meneruskannya. Hanya memang, saya minta kesabarannya, karena ada begitu banyak pertanyaan yang masuk, yang juga membutuhkan tanggapan. Dan saya rasa, anda juga dapat menggunakan waktu yang ada untuk menanggapi jawaban-jawaban saya yang belum sempat anda balas. Kembali saya ingin tegaskan, tidak ada pesan anda yang dihilangkan atau dihapus atau dibuang. Semoga hal ini dapat memperjelas dan tidak ada lagi kesalahpahaman. Dan mari kita berfokus pada diskusi tentang dogma dan doktrin.

          4. Anda mengatakan “Yang jelas saya merasa, bahwa ternyata ada banyak perbedaan yg mendasar antara pengajaran Katolik dengan Kristen (ada perbedaan spirit yg sangat jelas saya rasakan). Dan perbedaan ini pun akan terus berlanjut zampai pada kedatangan TUHAN YAHSHUA yg ke 2X ke dunia ini.” Tidak menjadi masalah kalau kita mempunyai perbedaan. Hal ini terlihat jelas dalam diskusi-diskusi yang sedang kita jalankan. Masing-masing pihak mempunyai argumentasi akan iman yang dipercayainya. Menjadi tugas dari tim katolisitas.org untuk memaparkan di site ini tentang apa yang sebenarnya dipercayai oleh Gereja Katolik.

          5. Anda mengatakan “Saya juga merasakan bahwa tim Katolisitas @ Bp. Tay ada perasaan amarah dalam menjawab beberapa pernyataan saya, meskipun itu tdk dituangkan dgn tulisan kasar. sedangkan @ Ibu Inggrid, saya rasa ada nada kebosanan dlm menanggapi tulisan saya, maka lebih cenderung menunjukkan link” yg dpt mengalihkan pertanyaan/pernyataan saya.” Saya minta maaf kalau anda merasa bahwa saya marah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan anda. Mungkin hal ini terjadi karena keterbatasan saya dalam mengekspresikan argumentasi. Saya ingin mengklarifikasi bahwa tidak ada yang marah dan saya rasa hanya Tuhan saja yang tahu secara persis motif di balik jawaban saya. Kalau mau jujur, bukan kemarahan yang ada di dalam hati saya, namun kesedihan akan begitu banyak tuduhan kepada Gereja Katolik. Dalam diskusi, mari kita berfokus pada argumentasi yang diberikan dan tidak perlu menduga-duga motif di baliknya. Dan tentang link-link yang diberikan, baik oleh Ingrid maupun saya, bukan karena kebosanan, namun karena beberapa topik yang anda paparkan sebenarnya telah dibahas. Daripada memulai dari awal, alangkah lebih baik untuk memberikan argumentasi yang baru dari diskusi yang telah ada. Dengan demikian pembahasa topik tidak mengulang, namun memperdalam. Namun, kadang ini menjadi masalah, karena ada beberapa pembaca yang tidak mau membaca link-link yang diberikan.

          5. Anda mengatakan “Tapi tdk mengapa bagaimanapun saya tetap menghargai pernyataan/tulisan mereka sebagai pribadi” yg berpegang pada keyakinan iman dari tim katolisitas ini. Dan saya percaya perbedaan itu diizinkan tetap ada sehingga menjadi suatu semangat baru utk kita bertanding dalam pertandingan Iman yang berkenan kpd TUHAN YAHUVEH.” Dalam suatu diskusi yang sehat, kita harus bersama-sama mempercayai bahwa masing-masing pihak berniat baik dan hendak mencari kebenaran. Oleh karena itu, fokus diskusi tentang dogma dan doktrin yang dipaparkan dengan terstruktur, hormat dan baik menjadi esensial dalam suatu dialog yang membangun. Dan kita biarkan pembaca yang lain menilai dan kita biarkan Roh Kudus bekerja.

          6. Anda mengatakan “Memang benar kata pepatah : Banyak jalan menuju Roma (gereja katolik) . tetapi yang jelas hanya satu jalan menuju Sorga yaitu didalan YAHSHUA HAMASIACH.” Pepatah ini dapat menjadi suatu topik diskusi kalau anda mau. Banyak jalan menuju Gereja Katolik dan karena Gereja Katolik adalah Tubuh Mistik Kristus dengan Yesus sebagai Kepala-Nya, maka keselamatan ada di dalam kesatuan Kristus dan Gereja katolik. Hal ini disebabkan, Kepala dan tubuh tidak dapat terpisahkan. Kalau kita mau mengasihi Yesus – Kepala Gereja -, maka kita juga harus mengasihi Tubuh-Nya, yaitu Gereja Katolik. Ini telah saya jabarkan dalam artikel mengapa memilih Gereja Katolik di sini (silakan klik).

          7. Anda mengatakan “Tentang website : Amightypower yang menuliskan ttg nubuatan penggenapan akhir zaman yang pernah saya berikan, dan tim katolisitas tdk mengakui kebenaran nubuatannya itu tdk menjadi masalah bagi saya maupun mereka yg dipakai TUHAN utk menyampaikan nubuatan tersebut. karena semua pilihan bebas ditangan kita masing”.” Permasalahannya di sini adalah apakah semua nubuat di site tersebut adalah benar? dan apakah parameter-parameter yang digunakan? Saya telah memberikan jawaban saya di sini (silakan klik), sebagai tanggapan akan beberapa nubuat di site tersebut. Dan saya mempertanyakan nubuat 49 dan nubuat 90. Kalau anda memang mempercayai semua nubuat tersebut, maka anda dapat memberikan tanggapan atas argumentasi-argumentasi yang saya berikan.

          8. Anda mengatakan “Tetapi ingat bahwa TUHAN YAHUVEH bukan saja TUHAN yg hanya memiliki belas Kasih, tetapi juga IA adalah TUHAN yang sangat MURKA dengan hebatnya sehebat Kasih-Nya bagi kita manusia.” Perkataan ini bukan hanya berlaku bagi umat Gereja Katolik, namun juga berlaku untuk semua umat manusia, baik yang percaya Yesus maupun yang tidak percaya. Tuhan adalah kasih dan adil.

          Anda memberikan kesimpulan “semoga kita semua menyadari dan mengakui bahwa hanya YAHSHUA satu”nya penyelamat dan Perantara kita yg berkenan kepada ABBA YAHUVEH. dan tdk perlu perantara yang lain selain DIA” Dalam diskusi kita, saya mencoba untuk menjelaskan bahwa semua pengajaran Gereja Katolik mempunyai dasar yang kuat, baik dari sisi Alkitab maupun Tradisi Suci. Dan umat Katolik mempercayai akan perantara yang satu, yaitu Yesus Kristus. Namun, perantara yang satu ini, tidak menutup partisipasi dari yang lain dalam misi keselamatan Kristus. Dan hal ini ditegaskan oleh rasul Paulus, yang mengatakan “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.” (Kol 1:24). Sebuah pertanyaan yang mungkin perlu direnungkan adalah: dengan pengertian anda tentang “Kristus dan saya” tanpa yang lain (Gereja, Sakramen, kesatuan pengajaran, dll), mengapa terjadi begitu banyak perpecahan, sampai 28,000 denominasi, yang bertentangan dengan pesan persatuan di Yoh 17?

          Akhir kata, saya mengundang anda kembali untuk meneruskan diskusi yang telah anda mulai, sehingga pembahasan mengenai beberapa dogma dan doktrin dapat lebih tuntas. Semoga hal ini dapat diterima. Mari kita bersama-sama membawa semua diskusi kita dalam doa. Biarlah Roh Kudus sendiri yang memberikan terang kepada akal budi kita.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

        • Shalom Indah Yulianti,

          Terima kasih atas tanggapannya dalam diskusi kita tentang beberapa topik. Berikut ini adalah tanggapan yang dapat saya berikan:

          1. Tentang Sola Scriptura: Ketika saya bertanya “dimanakah Alkitab pernah mengatakan bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber kebenaran.”, anda memberikan jawaban dengan memberikan ayat Yoh 17:17 yang mengatakan “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.” Dan anda memberikan penjelasan “ALKITAB =INJIL => FIRMAN TUHAN yang tertulis. YAHSHUA (Yesus Kristus) => Firman TUHAN yang hidup dan menjadi manusia dan menggenapi Firman TUHAn yg tertulis dalam TAURAT/Kitab Para Nabi=ALKITAB Perjanjian Lama.

          a. Alkitab tidaklah sama dengan Injil seperti yang anda katakan, karena Alkitab terdiri dari Perjanjian Lama (46 buku, Protestan mengakui 39 buku) dan Perjanjian Baru (27 buku) sedangkan Injil merujuk kepada empat buku PB, yaitu: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Anda mengatakan bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan yang tertulis. Namun, demikian, kita juga tahu bahwa rasul Paulus mengatakan “Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.” (2 Tes 2:15). Ayat ini menegaskan agar umat Allah bukan saja mengikuti pengajaran yang disampaikan secara tertulis, namun juga lisan. Bagaimana anda mengartikan “secara lisan” di ayat ini?

          b. Anda melanjukan dengan mengatakan “Apabila Firman TUHAN yang telah tertulis dimana itu kita sebut sbg INJIL=ALKITAB dan Digenapi dengan Firman TUHAN=INJIL yang Hidup dimana kita kenal sbg YAHSHUA HAMASIACH (Yesus Kristus) semuanya itu dianggap oleh Ajaran Gereja Katolik tdk cukup menjadi satu-satunya sumber Kebenaran yang Absolut. sehingga ajaran Gereja Katolik menambahkan pengajaran” lain yang disebut sbg Tradisi suci/Magisterium dsb. (yang mana sumber” tsb bisa dikategorikan sbg “Injil” yang lain yang tdk sesuai dengan yg telah disampaikan oleh para Rasul mula-mula).

          Seperti yang saya jelaskan di atas, Injil tidaklah sama dengan Alkitab. Alkitab memang berfokus pada Yesus Kristus, di mana PL merupakan nubuat akan kedatangan Kristus, dan PB adalah merupakan pemenuhan dari PB yang dipenuhi dalam diri Kristus. Namun, tidak pernah dikatakan di dalam Alkitab bahwa hanya Alkitab sajalah (sola scriptura) menjadi pilar kebenaran. Alkitab menjadi pilar kebenaran seperti yang ditegaskan di 2Tim 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Namun, hal ini bukanlah merupakan penegasan bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber kebenaran. Hal ini dipertegas dengan ayat 2Tes 2:15, yang menekankan apa yang tertulis (Kitab Suci) dan apa yang lisan (Tradisi Suci). Dan kita juga mengingat apa yang dikatakan di 1Tim 3:15, yang mengatakan “Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat [gereja]dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” Inilah yang menjadi dasar bagi Gereja Katolik, sehingga Magisterium Gereja Katolik juga menjadi salah satu pilar kebenaran, yang menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran. Dengan demikian, ketiganya – Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja – menjadi pilar kebenaran yang disebutkan di dalam Alkitab. Justru kalau kita berpegang pada Sola Scriptura (hanya Alkitab saja), maka menjadi tidak Alkitabiah.

          c. Anda mengatakan “Menurut pendapat saya, ajaran gereja katolik itu telah benar-benar melakukan Penyimpangan Firman TUHAN yang sangat serius, baik itu penyimpangan atas Firman TUHAN yang tertulis dlm ALKITAB maupun Firman Tuhan yang sungguh nyata dlm Pribadi Agung YAHSHUA HAMASIACH.Di bagian manakah dari dogma dan doktrin dari Gereja Katolik yang menyimpang dari Alkitab dan dari pesan Yesus? Dalam diskusi saya telah mencoba memberikan argumentasi bahwa semua pengajaran dari Gereja Katolik sungguh-sungguh dapat dipertanggungjawabkan dan setia terhadap pesan Alkitab (tertulis) dan Tradisi Suci (lisan), karena dijaga oleh Magisterium Gereja. Inilah yang membuat Gereja Katolik dapat terus bertahan sampai saat ini, dengan pengajaran yang sama dan struktur dan liturgi yang sama. Pertanyaan saya, kalau anda mengatakan bahwa gereja-gereja non-Katolik adalah benar-benar Alkitabiah dan menjalankan pesan Kristus secara murni, mengapa terjadi perpecahan sampai 28,000 denominasi? Bukankah ini menyalahi pesan Kristus sendiri di Yoh 17?

          2. Tentang berhala: Anda memberikan argumentasi dengan memberikan ayat-ayat: Rm 1:25; Mzm 115:1-11. Anda telah memberikan argumentasi panjang lebar di sini (silakan klik) dan saya telah menjawabnya di sini (silakan klik). Silakan meneruskan diskusi topik di link tersebut, sehingga tidak terjadi duplikasi dan pengulangan argumentasi.

          3. Kesimpulan: Anda mengatakan “Demikian pendapat saya, dan kalaupun ini dianggap terlalu kasar / tdk lemah lembut dalam penyampaiannya/bahasa yg saya gunakan, ya …saya hanya dapat mengatakan maaf kalau harus menyinggung perasaan saudara” katolik maupun Tim Katolisitas. dan sekali lagi terimakasih atas kesempatan yg diberikan utk menyampaikan pendapat. Halleluyah… Segala hormat, pujian dan Kemuliaan hanya bagia Tuhan YAHSHUA.

          Tidak ada yang menganggap tulisan anda kasar. Bahkan tulisan yang jelas-jelas kasar tetap kami tampilkan. Jadi, mari kita berfokus pada argumentasi yang telah diberikan. Anda telah memulai thread diskusi ini (silakan klik), yang memaparan 9 point diskusi. Dan saya telah menjawab semua point-point yang anda kemukakan. Silakan untuk melanjutkan argumentasi anda di thread tersebut, sehingga tidak terjadi pengulangan dan diskusi dapat terfokus point demi point. Semoga dapat diterima.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

        • Salam,
          Menanggapi pernyataan ibu Indah, saya rasa tim Katolisitas sudah menjawab sebaik mungkin segala keberatan yang anda berdua sampaikan. Terbukti saya justru mendapat pengetahuan-pengetahuan baru yang mereka sodorkan dalam diskusi ini,

          Namun dipihak anda saya rasa tak akan mengalami perubahan berarti tentang pemahaman iman katolik, tampaknya anda berdua benar2 tidak mau berusaha untuk mencari kebenaran,melainkan hanya menjadi hakim atas iman kami. Sepertinya matahati anda benar2 tertutup menerima penjelasan yg diberikan.
          Tampaknya, tujuan anda sendiri masuk web ini sudah bisa kami simpulkan. Jika:
          1 Anda bermaksud membuat kami menjadi protestan(lagi,bagi saya), ternyata, argumen2 anda justru membuat kami makin meyakini kepenuhan kebenaran dalam iman katolik. Karena segala tuduhan anda,ternyata dapat dijabarkan dengan jelas oleh Tim Katolisitas dan ironisnya, melenceng dari maksud anda semula untuk berbalik dari iman kami.
          2. Jika anda berkata untuk mencari kebenaran sungguh-sungguh(semoga saja benar), anda tidak akan sebuta itu dan terus mengatakan(berulang-ulang),bahwa Tuhan itu akan murka pada kami umat katolik yang sesat. Tentunya anda akan mengosongkan gelas prasangka anda dan menyerap apa yang dikatakan oleh Tim katolisitas. Tidak heran jika anda katakan Ibu Ingrid dan pak Stef jenuh.Yaa, itu-itu lagi2x….
          3. Jika kedua poin yg saya katakan salah, lantas, apa tujuan anda sebenarnya?

        • suka suka kamu deh indah, hal beginian kalau mau diributkan ngak akan ada habisnya. balik ke iman masing2 aja sukanya gimana…kalau aku KATOLIK pastinya…3kali aku melihat Bunda MARIA dan Santo Yoseph menampakkan diri…dan itu sudah cukup bagiku untuk percaya…I Love You Mom and Dad

          [Dari Katolisitas: Walaupun mungkin pengalaman rohani dapat memperkokoh keyakinan kita, tetapi perlu disadari bahwa iman Katolik tidak tergantung dari pengalaman rohani yang subyektif tetapi dari pewahyuan ilahi dari Allah sendiri, yang dinyatakannya kepada Gereja-Nya]

      • Saya Katholik 12 tahun.Nama penguatanku Fransisca .Saya berpindah ke Kirsten sudah 11 tahun.Sekarang saya sangat menikmati menbaca Firman Tuhan dan menikmati persekutuanku dengan Tuhan Yesus.Patokanku .Saya percayaq pada yesus 100%.Landasan hidupku Frman Tuhan dalam Alkitab.Simple keputusanku.Apa yang diajarkan manusia kalau berlawanan/tidak sama dengan Firman Tuhan berarti jangan diikuti.Karena saya pengikut Yesus bukan manusia.Titik.Jadi tidak perlu berbantah bantah.:)..Buang energi:)

        • Shalom Fransisca,

          Terima kasih atas kunjungan Anda. Tentu saja menjadi hak Anda untuk berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain. Yang mungkin perlu direnungkan adalah, apakah sebelum berpindah Anda telah sungguh-sungguh mempelajari apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik, termasuk: melihat bahwa Yesus sungguh memberikan perintah kepada kita untuk melakukan Perjamuan Terakhir (Ekaristi) dan tidak hanya membaca Kitab Suci; mempelajari Gereja mana yang sebenarnya didirikan oleh Kristus, dll. Banyak orang mengatakan yang penting adalah sesuai dengan Firman Tuhan. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa memang ada banyak perkataan di Kitab Suci yang tidak mudah diinterpretasikan (lih. 2Pet 3:16; 2Pet 1:20). Kalau tidak hati-hati, maka dapat terjadi kesalahan interpretasi. Hal ini dibuktikan dari begitu banyak orang dan gereja yang mengajarkan pengajaran yang berbeda-beda walaupun Kitab Sucinya adalah sama.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

          • Stef..Saya akan emnjawab sedikit pertanyaan anda OK.Saya akan jawab sejujurnya OK.Tidak ada tujuan untuk berargumentasi seperti anda dan Sherly.Karena dalam 2 Tim 2:14(Paulus berpesan :Jangan bersilat kata ,karena hal itu tak berguna,malah mengacaukan orang yang mendengarnya).Stef ..saya hampir total sependapat dengan Sherly.1.Dulu Saya sudah 12 tahun menjadi Katholik.Tentu saya sudah cukup memahami inti ajaran Katholik.Saya dulu aktivis Legio Maria,ikut persekutuan doa malam.Teman temanku Katholik,Pastor,calon anak sekolah pastor.Saya tidak punya satu teman kristenpun.Maaf sejujurnya saya dulu anti pendeta.Denagn jalan panjang.Tuhan malah membawa saya menjadi seorang Kristen hari ini.2.Stef tentu saya ikut Perjamuan Kudus tapi tentu di gereja Kristen.Tapi mebaca Firman sudah seperti makanan rohani setiap hari.Memang Firman Tuhan sukar diartikan.Tapi kitakan punya Roh Kudus yang menolong.Stef lagi kukira sedikit perbedaan dalam mengartikan Firman Tuhan.Kalau saya sebagai Kristen sekarang.Tentu ikut cara kristen.Saya membaca Firman Tuhan yang kupercayai.Semua ya dan Amin.Kulakukan trus terbukti kebenarannya dan banyak kesaksian nyata dengan Tuhan yang sukar ditulis semua disini.Jadi point percaya Firman Tuhan dulu,kulakukan .Hasil terbukti kebenarannya luar biasa.Tentu berlainan dengan kebanyakan orang.Membaca,dikaji dengan otaknya yang terbatas,trus dipikir pikir sesuai keinginnya(Roma 10:3).Satu hal yang kupegang teguh.Tidak bisa dibantah/diguncang oleh siapapun termasuk tulisan anda diatas.Landasan hidupku Firman Tuhan di Alkitab.*Yoh 8:31-32(

            Submitted on 2014/02/13 at 10:42 pm | In reply to Fransisca.

            Yoh 8;31-32 (intinya Yesus berkata:Jikalau kamu tetap dalam FirmanKU ,kamu benar benar adalah muridKu.dan kamu akan mengetahui kebenaran,kebenaran itu akan memerdekakan kamu.)*Yoh 5:24 (Sesungguhnya barang siapa mendengar perkataanKU dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku,ia mempunya hidup yang kekal dan tidak dihukum,sebab ia sudah pindah dari maut kedalam hidup)*Yoh 7:38 (Barangsiapa percaya kepadaKU seperti yang dikatakan Kit

            Submitted on 2014/02/13 at 11:00 pm | In reply to Fransisca.

            *Yoh 7:38 (Barangsiapa yang percaya kepadaKU seperti yang dikatakan Kitab Suci :Dari dalam hatinya akan mengalir aliran aliran hidup) *Yoh 8:31-32 (Jikalau dalam FirmanKU, kamu benar benar adalah muridku. Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu)*12:47-48 (Dan jikalau seseorang mendengar perkataanKU dan tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barang siapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataanKU, ia sudah ada hakimnya, yaitu Firman yang telah kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.*1 Yoh 3;24 (Barangsiapa menuruti segala perintahNya, ia diam di dalam Allah dan Allah diam di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita,yaitu Roh yang telah Dia karuniakan kepada kita). Stef Itulah ayat ayatnya. Tidak bisa dibantah. Firman Tuhan harus menjadi pedoman hidup kita.

            Submitted on 2014/02/14 at 12:26 am | In reply to Stefanus Tay.

            Stef…saya rasa perkataan yesus sudah jelas.3.Saya pribadi tidak peduli gereja 1, gereja berikut. Asal gerejanya mengakui Yesus adalah kepala gereja serta mengajarkan sesuai Firman Tuhan yang di Alkitab. Kalau berlawanan/tidak sama tak kuikuti/kutolak. Karena Agama apa/gereja apa tidak membawa saya masuk surga. Tapi percaya pada Yesus dan melakukan FirmanNya itu yang akan membawa saya masuk surga. Perjamuan Kudus ya penting. Tapi harus disertai dengan menjadi pelaku Firman. Demikian Stef….jawaban saya atas balasan anda. Saya sudah 11 tahun beribadah di gereja Kristen. Sudah final tanpa keraguan. Tak mungkin saya berpindah lagi. Jadi Stef jangan bertanya lagi apakah saya sudah paham ajaran Katholik. Maaf itu sudah lewat Maaf kalau ada kata yang tidak berkenan. God Bless You :)

            Submitted on 2014/02/14 at 12:58 am | In reply to Fransisca.

            Stef…maaf kelupaan:). Saya cuma menjawab pertanyaan anda dan menceritakan kesaksian hidupku dari Katholik ke kristen. Saya sudah mengambil keputusan final menjadi jemaat gereja kristen. Setelah membaca diskusi anda dan Sherly:).:):).Sampai di sini saja perbincangan kita. Saya tidak ingin buang energi dan bersilat kata:). Nanti setan masuk mencari kesempatan. Tuhan memberkati kamu Stef.:).

            Submitted on 2014/02/15 at 9:46 pm | In reply to Stefanus Tay.

            *Hello…Stef…Kenapa kamu hapus balasan emailku:)jawaban untuk pertanyaanmu.Bahwa saya cukup memahami inti ajarab Katholik.Karena dulu saya dulu adalah aktivis Legio Maria,rajin ikut persekutuan doa Katholik dan Kharismatik .Serta temanku adalah orang Katholik,Pastor,calon pastor.Dan jawaban balasan yang berisi ayat 2x perkataan Yesus yang jelas, mudah dimengerti tanpa perlu takut salah interpretasikan.Bahwa kita harus menjadi pelaku Firman.Karena kamu memberi kritikan bahwa “Banyak orang yang mengatakan yang penting sesuai Firman tapi tidak menyadari banyak perkataan dalam Alkitab yang sukar diinterpretasikan”.Malah kamu menyerang gereja lain memberi pengajaran yang berbeda.anda.:).Dan sampai hari ini Saya juga mengikuti perjamuan Kudus di Gereja Kristen.Saya juga sudah berkeputusan pilihanku terachir beribadah di gereja Kristen. Saya juga tak bermasalah mau beragama Kristen/Katholik.Saya pribadi tidak begitu bermasalah gereja itu mau yang pertama atau yang berikut.Yang penting gereja tempat saya beribadah kepalanya Yesus .Landasan ajarannya sesuai Firman Tuhan serta memberi pertumbuhan imanku serta mengalami persekutuan yang erat dengan Tuhan.Karena agama atau gereja pertama/kedua ketiga…. tidak menjamin saya masuk surga.Tapi menjadi pengikut Yesus dan menjadi pelaku Firman yang akan membawa saya masuk surga.Stef semestinya kamu tidak menghapus tulisan saya kalau kamu mengakui kebenaran Firman Tuhan Apakah anda tak setuju?Bahwa menjadi pengikut Kristus dan menjadi pelaku Firman atas perkataan Yesus akan menyelamatkan.Stef:)saya mau bertanya 1.Apakah anda tak setuju?:)…dengan anda menghapus balasanku bearti anda sedang menghapus Kebenaran Firman Tuhan/perkataan Yesus dari Alkitab berisi ayat ayat perkataan Firman Tuhan.Stef…sorry ya Saya jadi binggung niat anda membuka ruang diskusi ini .Apakah Anda untuk

            Submitted on 2014/02/15 at 10:02 pm | In reply to Fransisca.

            Kemulian Tuhan atau yang lain sih?Soalnya kok Firman Tuhan/perkataan Yesus dalam Alkitab kok kamu berani menghapus.Nama Yesus yang kamu agungkan atau apa ya yang kamu bela dengan sekuat tenaga waktu kamu diskusi denagn Sherly.Hampir saya ngeri:).Kayak orang bersengketa,saling mencela:).*Achir kata Stef kalau boleh saran ya.Saya yang asli dulu dari orang yang menyembah berhala saja takut kurang ajar sama Tuhan.Stef …kamu juga ya Stef jangan menghapus FirmanNya.itu adalah perkataan Yesus jangan disingkirkan demi kepentingan apapun.Karena Yesus yang harus kita junjung tinggiya .Perkataannya menjadi tuntunan hidup orang yang percaya padaNya dengan segenap hati.God Bless You Stef:).

            • Shalom Fransisca,

              Terima kasih atas komentar Anda. Komentar Anda tidak dihapus, namun dijadikan satu, sehingga akan lebih mudah menanggapinya. Memang sejak awal berdirinya situs ini, kami selalu memoderasi semua komentar yang masuk. Kalau Anda memang sungguh-sungguh ingin berdiskusi, maka dengan senang hati, saya akan mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan maupun komentar-komentar sebatas kemampuan saya. Namun, kalau Anda tidak mau memperpanjang diskusi ini, maka ini juga menjadi hak Anda.

              Memang, semua orang mempunyai latar belakang yang berbeda, sehingga seseorang kemudian membuat keputusan untuk berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain. Namun, ada juga yang kenyataan yang lain, yaitu banyak pendeta yang justru berpindah ke Gereja Katolik. Saya juga mempunyai beberapa teman yang aktif seperti Anda, namun kemudian berpindah gereja. Satu hal yang tidak dapat ditarik kesimpulan adalah “aktif di gereja menunjukkan seseorang tahu dan menghayati imannya”. Idealnya memang seorang yang aktif di Gereja harus berusaha untuk mendalami imannya dengan sungguh-sungguh. Saya tidak tahu sampai seberapa jauh Anda telah sungguh-sungguh mengerti iman Katolik sebelum meninggalkan Gereja Katolik.

              Memang seseorang dapat mengutip Kitab Suci untuk mendukung pendapatnya. Sebagai contoh Anda memberikan ayat 2Tim 2:14, agar tidak bersilat lidah. Tentu saja, bersilat lidah tanpa ada argumentasi yang baik memang tidak ada gunanya sama sekali. Namun, dialog akan kebenaran iman, kalau dilakukan dengan baik, sesungguhnya juga hal yang baik. Rasul Petrus mengatakan “… Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,” (1Pet 3:15).

              Anda mengutip ayat-ayat: Yoh 8:31-32; Yoh 5:24; Yoh 7:38; Yoh 12:47-48; 1Yoh 3:24. Tentu saja semua ayat-ayat di dalam Kitab Suci adalah ya dan amin. Rasul Paulus menegaskan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2Tim 3:16) Namun di satu sisi, ayat tersebut juga tidak mengatakan bahwa satu-satunya pilar kebenaran adalah HANYA Kitab Suci. Bahkan di dalam suratnya, Rasul Petrus menuliskan “Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain” (2Pet 3:16). Inilah sebabnya, Rasul Petrus juga mengatakan, “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.” (2Pet 1:20).

              Kitab Suci sendiri mencatat pentingnya Tradisi Suci, yaitu pengajaran Yesus yang disampaikan secara lisan. Dituliskan sebagai berikut “Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.” (2Tes 2:15). Dan Kitab Suci juga menuliskan pentingnya Gereja (ekklesia) sebagai pilar kebenaran. Rasul Paulus menuliskan “Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat (ekklesia atau Gereja) dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” (1Tim 3:15).

              Tanpa adanya Tradisi Suci dan Gereja, maka sulit untuk mendapatkan pengajaran yang konsisten. Kalau Anda mau melihat satu kasus saja tentang Ekaristi. Coba melihat secara mendalam apa yang dipercayai oleh Martin Luther dan silakan membandingkan dengan apa yang dipercayai oleh John Calvin. Dari Kitab Suci yang sama, terjadi interpretasi yang berbeda. Jadi, kalau Kitab Sucinya dan Roh Kudus-nya kita yakini adalah benar, mengapa dapat terjadi dua interpretasi yang saling bertentangan? Semoga penjelasan singkat ini dapat memberikan gambaran kepada Anda bahwa Kitab Suci saja sebagai satu-satunya pilar kebenaran tidak dapat menjadi dasar yang kuat, karena Kitab Suci tidak dapat menginterpretasikan sendiri. Banyaknya perpecahan gereja adalah bukti yang nyata akan akibat Sola Scriptura.

              Semoga diskusi ini dapat berguna. Kita saling mendoakan.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – katolisitas.org

  7. sekedar tambahan : kalo pemikiran semua agama baik hanya karena tidak mengajarkan membunuh, maka PPKN juga sejajar dengan Agama, Matematika, Ajaran Komunis, dll juga tidak mengajarkan membunuh.
    Pesan : Cari dahulu Kerajaan Allah di dunia yang didirikan oleh Yesus sendiri!!!!
    Thx

  8. Bagi saya pribadi, inti dari Gereja Katolik adalah kasih. Saya tidak terikat dengan segala macam upacara, patung atau pun gambar, semuanya itu hanyalah sarana. Sama seperti ketika kita rindu dengan ibu kita, kita menggunakan foto sebagai obat rindu, tapi bukan berarti bahwa foto itu adalah ibu kita bukan? Saya bekerja di daerah terpencil yang tidak ada gereja, yang berarti tidak/ jarang misa, tapi justru keimanan saya akan Gereja Katolik semakin kental. Saya sungguh meyakininya dalam seluruh kehidupan saya. Saya percaya Tuhan hadir di mana pun, tanpa harus dengan upacara misa tertentu, gambar tertentu, simbol, patung tertentu. Semua itu hanya sarana untuk lebih membuat kita fokus. Tanpa itu pun kita bisa fokus dalam berbincang dengan Tuhan. Jika kita sudah meyakini kasih di dalam Gereja Katolik, Tuhan hadir di mana pun, dalam tiap orang yang kita jumpai, di setiap tempat yang kita datangi.

  9. Liturgi Katolik membosankan?
    Liturgi Katolik bukanlah sebuah sinema yang diwarnai dengan dramatis moment menangis, menjerit, menyanyi, berjingkrak dll…Liturgi Katolik adalah sebuah ungkapan syukur Allah dan jika kita mengikuti dan menghayatinya maka hati kitapun akan bersorak, menangis, berjingrak, dan bertelut ( TAPI DALAM HATI) maka disitulah kita dapat merasakan kehadiran Tuhan….dan kita akan terus rindu akan liturgi Katolik yang selalu sama di seluruh dunia maka kitapun akan merasakan kesatuan umat di seluruh penjuru dunia.
    Ketika saya kuliah saya sering mengikuti ibadah bahkan melayani di gereja 2 Protestan dan karismatik/pantekosta (sepertinya tata ibadahnya lebih tidak teratur banyak spontanitas khotbahnya? sama saja) semuanya tergantung dari hati kita….dan sekarang istri saya pun seorang protestan bahkan dia lebih tertarik kepada karismatik namun itu semua karena karakter dia yg memang selalu ingin suasana ramai penuh sukacita sayapun selalu ikut dalam ibadahnya…tapi hati saya tetap katolik dan sekali lagi saya tetap mengagumi liturgi katolik yang begitu indah dan membuat kita selalu rindu……….dan itulah Ekaristi dengan gambar dan patung rohani yang membuat kita kagum bahkan merinding bukan lalu dipancing dulu supaya haru, menangis, menjerit, menyanyi, menjerit……..GBU

    • Budi Darmawan Kusumo on

      Liturgi Ekaristi membosankan ? setiap kali saya menerima HOSTI saya selalu hampir menangis akan kebaikan TUHAN dalam hidup YESUS. Ekaristi akan menjadi nyata kalau kita mengikuti setiap TRADISI SUCI dengan penuh PENGHAYATAN, bukan sebagai ACARA saja

  10. joula Randang on

    Bagi umat Katolik… mari kita sama-sama menguatkan Iman kita lewat DOA dan Harapan kita akan Dia…supaya kita tidak mudah jatuh kedalam kedosa, dan jangan sampai kita secara diam-diam ataupun sadar meninggalkan gereja kudus yang satu, Kudus, Katolik dan Apostolik… dan buat mereka yang telah meninggalkan gereja Katolik…..pesan saya : Pulanglah hai anak-KU, Ada ampun Bapa bagimu…. Rome Sweet home… akhirnya buat Pengasuh page ini kepada Bpk Stefanus Tay dan Ibu Ingrid Listiati terimakasih atas Penyegaran Imannya… maju terus..PRO EKLESIA ET PATRIA… GBU…

  11. Maria Immaculata Rany on

    Saya tahu itu “cuma” hosti kecil (buatan tangan manusia) tetapi saya pribadi amat sangat percaya dan meng-iman-i bahwa Yesus sungguh hadir dalam rupa hosti itu pada sa’at Ekaristi Kudus… Saya juga percaya ketika DIA hadir maka DIA mendengar doa saya … Sudah 2 kali saya mengalami kesembuhan dalam Ekaristi Kudus pada misa hari Minggu … Terserah orang mau ngomong apa …

    • Budi Darmawan Kusumo on

      Sekedar koreksi saja untuk Maria,

      Meskipun anda tidak mengimani hosti itu, kalau sudah dikonsekrasi itu tetap menjadi tubuh kristus ( baik ktia beriman atau tidak beriman ), malahan kalau kita “kurang ajar” terhadap hosti itu, bisa berubah menjadi darah dan daging yang sesungguhnya, plus kita menanggung dosa yang sangat berat. jadi mari kita melaksanakan Ekaristi sebagai pujian & penyembahan tertinggi

      • Shalom Budi Darmawan,
        Saya kira anda salah paham di sini tentang pernyataan Maria. Menurut pemahaman saya, justru Maria mengimani bahwa Hosti itu yang dari luar tampak hanya seperti sepotong roti/ hosti buatan manusia, namun dalam perayaan Ekaristi diubah menjadi Tubuh Kristus sendiri sehingga Yesus hadir sungguh- sungguh dalam rupa Hosti tersebut. Dengan mengimani sedemikian Maria menerima berkat kesembuhan sebanyak dua kali melalui Ekaristi Kudus.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        Ingrid Listiati- katolisitas.org

  12. Shalom saudara2 dalam Kristus,

    Kalau boleh saya nimbrung di diskusi ini untuk sharing pengalaman saya. Saya dulu juga berpindah pindah agama dari protestan waktu kecil, terus katholik waktu smp -sma dan terus sekarang ke gereja Protestan lagi. sebenarnya menurut saya agama itu adalah suatu sarana saja yang dibuat sebagai institusi oleh manusia. Sebenarnya kita semua adalah GEREJA – Tubuh Kristus di dunia. Setelah perjalanan iman saya 35 tahun ini saya merasa yang perlu adalah hubungan pribadi kita dengan Yesus sebagai juruselamat kita. Roh kudus turun ke dalam saya pada saat retret di Romo Yohanes di tumpang malang pada saat saya di SMA dulu. pertumbuhan iman saya tidaklah mulus selalu, kadang jatuh bangun lagi. tetapi saya bersyukur kepada Tuhan yang selalu membangunkan saya lagi.
    Memang melihat dari tukar pikiran di atas ada kelemahan di semua agama di dunia ini. seperti ritual ritual di agama Katholik yang mungkin kadang membuat banyak orang terutama anak2 muda merasa boring dan tidak bertumbuh. atau mungkin banyak kontroversi disekitar pastor yang tidak boleh menikah – dimana kemudian ada minoritas yang tidak tahan terus malah melakukan pelecehan (1 Korintus7:32-39 memang dikatakan orang yang tidak kawin bisa lebih konsent untuk pleasing Tuhan kalo bisa tahan, tapi kalo ngak kawain itu tidak ada salahnya – jadi Rasul paulus tidak mengatakan MUST Not Married, tapi lebih baik tidak kawin). atau di agama protestan evangelis garis keras ada” secret rapture” sebelum tribulasi seperti yang sudah diulas di website ini. menurut saya pribadi dari membaca alkitab memang Yesus hanya datang 1 kali bukan 2 kali (sekali rapture, sekali untuk akhir jaman – armageddon).
    jadi semua ajaran menurut saya musti di test dalam spirit dan mohon petunjuk dari Tuhan. Kalau saudara2 mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan Yesus, dia akan memberikan petunjuk melalui Roh Kudus. Semua yang ada di dunia ini doktrin, ritual, etc mungkin ada yang melenceng.. seperti kita ketahui sebagai contoh Gereja katholik pernah dalam kegelapan di middle ages (15th century). Test .. test … test selalu sampai Tuhan kita datang kembali.. Halleluyah Amin.

    Love
    Brother Engxiong

    • Shalom Engxiong,

      1. Liturgi Gereja Katolik = Boring?

      Terus terang, memang mengikuti ritual di Gereja Katolik, jika tidak sepenuhnya mengerti artinya, seseorang dapat menjadi bosan. Tetapi jika dipahami dan dihayati, sungguh, tidak akan membuat bosan dan mengantuk, meski memang liturginya tidak diiringi oleh orkes ataupun band yang canggih. Sebab yang terpenting dan terluhur sudah ada di dalam liturgi tersebut, yaitu Tuhan Yesus sendiri. Jika ada orang yang memilih musik dan lagu yang indah, atau khotbah yang berapi- api melebihi dari kehadiran Kristus sendiri, maka memang harus diakui bahwa orang itu belum sepenuhnya memahami makna liturgi dalam Gereja Katolik. Suatu permenungan adalah, apa alasan kita memilih Gereja, untuk memenuhi keinginan diri kita atau mengikuti kehendak Tuhan Yesus? Hal ini pernah dibahas dalam Mengapa kita memilih Gereja katolik, silakan klik

      2. Soal pelecehan seksual oleh para imam Katolik

      Soal pelecehan yang dilakukan oleh para klerus yang terjadi dewasa ini memang merupakan fakta yang sungguh memprihatinkan. Problem ini tidak hanya menyangkut para imam di Gereja Katolik, tetapi juga pada para pendeta dari gereja- gereja Kristen lainnya (contoh datanya klik di sini). Fakta ini sungguh membuka mata kita tentang betapa seriusnya dosa seksual ini mengguncang jemaat Tuhan secara keseluruhan. Walaupun penyimpangan seksual ini adalah dosa besar yang sangat serius, namun harus diakui bahwa pemberitaannya-pun sangat tidak seimbang.

      a. Sumber: silakan klik : Associated Press report that the three major insurance companies for Protestant Churches in America say they typically receive 260 reports each year of minors being sexually abused by Protestant clergy, staff, or other church-related relationships.

      In light of the sex abuse scandal that rocked the Catholic Church beginning five years ago, religious and victims’ rights organizations have been seeking this type of data for years. It has been hard to come by since Protestant Churches are more de-centralized than the Catholic Church.

      Responding to heavy media scrutiny, the Catholic Church has reported that since 1950, 13,000 “credible accusations” have been brought against Catholic clerics (about 228 per year.) The fact that this number includes all credible accusations, not just those that have involved insurance companies, and still is less than the number of cases in Protestant churches reported by just three insurance companies, should be making front page of The New York Times and the network evening news. It’s not.

      b. Sumber: silakan klik : According to studies by Jenkins, if one compares the Catholic Church in the United States to the major Protestant denominations, one discovers that the presence of paedophiles – depending on the denominations – is from two to ten times higher for the major Protestant denominations compared to Catholic priests.

      c. Beberapa pendeta paedophile yang tidak dilaporkan ke polisi: silakan klik dan klik ini.

       

      Melihat laporan obyektif ini, kita seharusnya melihat, bahwa ya benar, bahwa perbuatan clerical sexual abuse adalah suatu perbuatan dosa yang serius dan memprihatinkan, namun tidak benar bahwa Gereja Katolik adalah yang paling berperan dalam kasus pelecehan seksual, seperti yang dikesankan dalam laporan- laporan media massa. Sebab masih banyak imam yang hidup kudus dan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk melayani umat. Sayangnya, keadaan ini tidak diekspos oleh media massa.

      3. Pelecehan seksual ini dapat diatasi kalau imam boleh menikah?

      Berdasarkan fakta yang ada, tidak dapat dikatakan bahwa kalau imam boleh menikah lalu tidak ada kasus pelecehan seksual ini. Sebab, kenyataannya kasus pelecehan seksual ini juga dilakukan oleh para pendeta, yang menikah. Kalau benar argumen anda, maka seharusnya tidak ada kasus pelecehan ini pada gereja- gereja Protestan. Tetapi nyatanya tidak demikian: cukup banyak juga penyimpangan ini terjadi di sana, hanya tidak dipublikasikan seperti yang dilakukan media terhadap Gereja Katolik.

      Mengenai dasar- dasar Kitab Suci dan Tradisi suci tentang kehidupan selibat para imam (priestly celibacy) sudah pernah dibahas di sini, silakan klik

      Walaupun memang dalam Kitab Suci tidak diharuskan agar imam tidak menikah pada jaman para rasul, namun Kristus sendiri dan Rasul Paulus memilih untuk tidak menikah. Tentunya ini merupakan teladan yang sempurna dalam mempersembahkan diri untuk melayani Tuhan. Maka memang tidak ada keharusan bagi semua orang untuk tidak menikah; namun kalau ada yang terpanggil untuk memberikan hidup-Nya secara total kepada Tuhan, mereka dapat memilih untuk mengikuti panggilan hidup ini. Bagi mereka yang terpanggil, tidak akan ada rasa terpaksa untuk hidup selibat bagi Kerajaan Allah. Mereka akan dengan suka cita melaksanakannya, karena mengetahui dengan cara ini mereka semakin sempurna mengikuti teladan Kristus, yang memberikan segala- galanya bagi Tuhan dan Gereja-Nya.

      4. Anda mengatakan, "Gereja katholik pernah dalam kegelapan di middle ages (15th century)".

      Jika kita membaca sejarah Gereja, kita akan mengetahui bahwa memang pada jaman sekitar abad ke 14-15 terdapat kondisi yang memprihatinkan dalam Gereja Katolik, yang dimulai dengan adanya ajaran Albigenses dan Cathar di abad 12. Ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik. Namun, meskipun ada keadaan yang kisruh sedemikian, tidak dapat dikatakan bahwa ada "doktrin Gereja Katolik yang melenceng", seperti perkataan anda. Kalaupun ada keadaan yang buruk terjadi di abad ke 14-15 karena adanya para imam yang tidak hidup sesuai dengan panggilan mereka, itu adalah karena pelanggaran terhadap ajaran Gereja Katolik yang sesungguhnya, namun bukan kesalahan ajaran/ doktrin Gereja Katolik. Silakan anda menyebutkan kiranya doktrin apa yang anda pandang melenceng, nanti dapat kita diskusikan bersama. Sebab bisa jadi, apa yang anda pandang ‘melenceng’ tersebut adalah karena adanya kesalahan persepsi akan apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik.

      Akhirnya, benar Engxiong, bahwa kita sebagai umat beriman akan terus diuji oleh Tuhan, sampai akhir hidup kita. Justru oleh karena itu kita harus mengusahakan agar dapat hidup sesuai dengan panggilan kita sebagai murid- murid Kristus.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  13. Sdr Stef,

    Ketika saya bercerita ttg anda kepada rekan2 saya di Australia, mereka semua mentertawakan anda. Mengapa? Sebab org2 Katolik seperti anda sangatlah AROGAN, dengan beranggapan HANYA ajaran Katolik saja yg benar dan semua ajaran Kristen yg lain (bahkan saksi Jehovah) adalah salah.
    Kita2 di luar negeri tidaklah berperang melawan gereja Katolik. Mengapa? Jika org2 Katolik bebal pikirannya dan tdk mau membuka otak mereka, biarkan saja. Kita2 punya tugas lain, yaitu menyelamatkan jiwa2 org2 yg belum percaya (UNBELIEVERS) kepada Tuhan.
    Kita2 tdklah berperang melawan sesama umat Kristiani, melainkan berperang melawan kaum ATHEISTS (yg saya yakin tdk akan tertarik dgn hukum2 Kanon/ajaran2 suci anda).

    Kenyataannya adalah:
    1. Di Korea – Rev Paul Yong Gi Cho – berhasil meng-Kristenisasikan Korea. Gereja beliau adlh
    gereja Kristen terbesar di Asia (bukan Katolik) – dgn umat hampir 800ribu – 1 juta org.
    2. Di China – Evangelist2 Kristen berhasil menjelajahi kampung2 terpencil di Cina dan meng-
    Kristenkan (bukan mengkatolikkan) org2 China yg tadinya Atheist.
    3. Di Jepang – Agama Kristen (bukan Katolik) berkembang pesat mengalahkan Shintoism.
    4. Di India – Agama Kristen berkembang pesat – bahkan ada gerakan Ricksaw for Jesus – yg
    disponsori oleh umat Kristen, atau pendeta Biju Thampy yg menyelamatkan anak2 di slump
    dan mengKristenisasikan mereka.
    5. Di Singapore – 50% warganya sekarang menjadi Kristen.
    6. Di Ukraine dan Eropa Utara – Kristiani berkembang pesat
    7. Di Afrika – Rev Reighardt Bonke – menyelamatkan lebih dari 1 juta jiwa – dan melawan byk
    dukun2 Afrika yg terus menerus menggunakan ilmu gelap utk melawan dia.
    8. Salah satu anak dari pemimpin tertinggi Hamas menjadi Kristen (bkn Katolik)
    9. Di Amerika – banyak umat Islam masuk Kristen (bkn Katolik).
    10. Di Australia/Amerika – banyak umat Hindu (terutama dari India/Bangladesh/Nepal) pindah
    ke agama Kristen.

    Sekali apakah tujuan agama Katolik??? Untuk penyucian diri???.

    John 15:1 Jesus said to his disciples: I am the true vine, and my Father is the gardener.
    2 He cuts away every branch of mine that doesn’t produce fruit. But he trims clean every branch that does produce fruit, so that it will produce even more fruit.
    3 You are already clean because of what I have said to you.

    Yesus menginginkan kita untuk menjadi “FRUITFUL” – utk membuat banyak buah2 iman. Tujuan umat Kristen adalah menarik org2 yg belum percaya utk menjadi percaya.
    Sangatlah sulit utk UNBELIEVERS menjadi Katolik, dikarenakan arogansi gereja Katolik yg mengutamakan katekisasi dan sakramen2 diatas hausnya jiwa2 akan Tuhan.

    Sekali lagi Yesus berkata: “BapaKu akan memotong dahan2 yg tdk bisa menghasilkan buah2, dan dahan2 yg menghasilkan buah2 akan disuburkan supaya mereka bisa menghasilkan lebih banyak buah2.”
    Mengertikah anda mengapa pengikut gereja Katolik berkurang? Berbuahkah gereja anda?
    Haruskan bersikap arogan untuk memenangkan jiwa2? Semakin arogan anda, maka akan semakin banyak org Katolik pindah ke Kristen.

    Sherly

    • Shalom Sherly,

      1. Terima kasih atas tanggapannya. Bagi saya, tidak menjadi masalah kalau anda dan teman-teman anda di Australia mentertawakan saya. Saya juga minta maaf kalau sampai terkesan bahwa saya arogan. Namun, sebenarnya tidak ada yang dapat saya sombongkan dari diri saya, karena saya menyadari bahwa saya juga orang berdosa dan pengetahuan kekatolikan saya juga tidak seberapa. Semakin belajar iman Katolik, semakin saya menyadari bahwa apa yang saya tahu tidaklah banyak, karena iman Katolik begitu dalam dan kaya. Namun, kalau anda mengatakan bahwa saya arogan karena saya mengatakan bahwa kepenuhan kebenaran ada di dalam Gereja Katolik, maka itulah yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Di satu sisi, Gereja Katolik juga mengakui adanya kebenaran di dalam agama-agama lain. Menurut saya, daripada mentertawakan orang lain, akan lebih baik kalau teman-teman anda di Australia yang dulunya umat Katolik dan berpindah ke gereja non-Katolik dapat bergabung dalam diskusi ini. Dengan demikian, mereka dapat menunjukkan kesalahan yang saya lakukan. Saya telah membuat artikel tentang Saksi Yehuwa di sini – silakan klik dan klik ini. Kalau anda merasa bahwa Saksi Yehuwa tidak salah, maka apakah anda setuju dengan pandangan mereka yang percaya bahwa Yesus bukan Tuhan? Kalau anda mau berdiskusi tentang hal ini, silakan berdiskusi di link-link tersebut.

      2. Anda mengatakan "Kita2 di luar negeri tidaklah berperang melawan gereja Katolik. Mengapa? Jika org2 Katolik bebal pikirannya dan tdk mau membuka otak mereka, biarkan saja. Kita2 punya tugas lain, yaitu menyelamatkan jiwa2 org2 yg belum percaya (UNBELIEVERS) kepada Tuhan.
      Kita2 tdklah berperang melawan sesama umat Kristiani, melainkan berperang melawan kaum ATHEISTS (yg saya yakin tdk akan tertarik dgn hukum2 Kanon/ajaran2 suci anda).
      "

      Tidak ada maksud kami berperang dengan agama-agama lain. Anda dan teman-teman non-Katolik yang masuk ke website katolisitas.org, website yang memaparkan pengajaran Gereja Katolik. Adalah hak anda untuk tidak menyetujui artikel di site ini. Namun, menjadi hak kami juga untuk menjawab dan memberikan argumentasi dari sisi pandang iman Katolik. Dan site ini juga terbuka untuk agama-agama lain maupun atheis. Anda dapat melihat beberapa diskusi tentang hal ini di sini:

      Tuhan tidak ada karena banyak kejahatan – 24 Mar 09
      Keberadaan Tuhan dan kehendak bebas – 23 Mar 09
      Big bang dan manusia adalah percikan Allah? – 29 Oct 08

      Silakan membaca link-link tersebut. Anda akan melihat bahwa dalam berdiskusi, kami mencoba mencari dasar yang sama. Diskusi dengan atheis tidak memerlukan dogma-dogma yang terlalu detail, karena pada tahap ini tidak diperlukan. Namun dogma Katolik juga menyatakan bahwa manusia mempunyai akal budi untuk mengetahui Tuhan yang satu. Dengan demikian diskusi juga menggunakan dasar-dasar filosifi serta bukti-bukti pendukung lain. Namun, kalau saya berdiskusi dengan anda, maka kita dapat berdiskusi dari Alkitab, karena kita berdua percaya akan otoritas dari Alkitab.

      3. Tentang jumlah umat, saya tidak akan memberikan tanggapan lebih lanjut, karena saya yakin dengan google, setiap orang dapat menemukan data umat Katolik dibandingkan dengan umat non-Katolik. Silakan melihat data di bawah ini.

      - North Korea: silakan klik, South Korea: silakan klik
      - China: silakan klik
      - Jepang: silakan klik
      - India: silakan klik
      - Singapura: silakan klik
      - Ukraina: silakan klik
      - Afrika: silakan klik dan klik ini
      - Amerika: silakan klik
      - Australia: silakan klik

      4. Anda bertanya "Sekali apakah tujuan agama Katolik??? Untuk penyucian diri???" Tujuan dari Gereja Katolik adalah untuk mengantar anggotanya kepada keselamatan kekal dan mewartakan Kristus ke seluruh dunia, karena Tuhan menginginkan agar seluruh manusia memperoleh keselamatan. Kalau anda ingin berdiskusi tentang konsep keselamatan, maka kita dapat melakukannya secara terpisah. Ayat Yoh 15:1-3 tentu saja saya mengimani. Dan buah-buah limpah yang dihasilkan adalah bersumber pada Kristus. Dan kalau kita mengasihi Kristus, maka kita akan melaksanakan semua perintah-Nya (lih. 1 Yoh 2:3). Dengan demikian perintah-Nya juga termasuk perintah untuk bersatu dan menghindari perpecahan, seperti yang dinyatakan di Yoh 17.

      5. Anda mengatakan "Sangatlah sulit utk UNBELIEVERS menjadi Katolik, dikarenakan arogansi gereja Katolik yg mengutamakan katekisasi dan sakramen2 diatas hausnya jiwa2 akan Tuhan." Saya pikir pernyataan seperti ini kurang disertai dengan bukti-bukti, apalagi kalau melihat bukti-bukti para misionaris Katolik yang pergi ke ujung dunia untuk mewartakan Kristus.

      Anda mengatakan "Sekali lagi Yesus berkata: “BapaKu akan memotong dahan2 yg tdk bisa menghasilkan buah2, dan dahan2 yg menghasilkan buah2 akan disuburkan supaya mereka bisa menghasilkan lebih banyak buah2.”
      Mengertikah anda mengapa pengikut gereja Katolik berkurang? Berbuahkah gereja anda? Haruskan bersikap arogan untuk memenangkan jiwa2? Semakin arogan anda, maka akan semakin banyak org Katolik pindah ke Kristen.
      "

      Pernyataan di atas hanya akan melemahkan argumentasi anda, karena tidak mempunyai bukti-bukti yang jelas. Akan menjadi jelas, kalau anda mempunyai bukti misalkan: Tahun 1900 umat Katolik di seluruh dunia 10, kemudian 50 tahun kemudian menjadi 8, 100 tahun kemudian menjadi 5, dan kemudian 110 tahun kemudian menjadi 1. Namun, kenyataannya – sumber – silakan klik.

      Church membership in 2007 was 1.147 billion people,[211] increasing from the 1950 figure of 437 million[215] and the 1970 figure of 654 million.[216] In 2005, there was an 1.5% increase from 1.098 to 1.115 billion Catholics worldwide, including an increase of 3.1% in Africa and 1.18% in Asia,[1] where the Church comprises 3% of the population.[217]

      Bahwa Gereja Katolik harus terus berjuang agar semakin banyak umat yang masuk ke dalam Gereja Katolik adalah sesuatu yang harus dilakukan. Dan ini juga menjadi tantangan bagi semua gereja non-Katolik.

      6. Tidak ada yang arogan di sini, yang ada hanyalah memaparkan apa yang dipercaya oleh Gereja Katolik. Justru kalau saya mengatakan bahwa semua agama sama saja dan semua agama Kristen sama saja, maka tidak mengatakan kebenaran yang dipercaya oleh Gereja Katolik. Dengan demikian diskusi kita tidak berdasarkan kebenaran. Menjadi hak anda untuk bertanya, menyanggah, dll. Dan saya pikir adalah wajar, kalau saya juga berhak untuk menjawab argumentasi anda. Marilah kita kembali kepada diskusi tentang dogma dan doktrin di sini – silakan klik. Dan saya yakin bahwa anda berpindah dari Gereja Katolik bukan karena angka-angka statistik di atas, melainkan karena anda ingin benar-benar mencari kebenaran. Oleh karena itu, diskusi dogma dan doktrin menjadi lebih substansial dibandingkan dengan diskusi angka-angka. Semoga dapat diterima dengan baik.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • Halo Stef,

        Ada beberapa koreksi berikut:
        1. Data yg anda ambil adalah North Korea (yg Komunist basis) bukannya South Korea, mereka adalah berbeda. Pyongyang dan Seoul adalah berbeda.
        2. Ttg peningkatan jumlah anggota Gereja Katolik menurut statistik: di reply yg lain sdh saya jelaskan bahwa pengumpulan data statistik ini TIDAK NYATA, karena yg meninggalkan gereja Katolik tidaklah BENAR2 dihitung.
        Anda tetap bersembunyi di belakang argumen statistik anda.
        3. Pertama kali saya membaca website ini, saya menemukan adanya surat yg anda kirimkan kepada seorg pendeta Kristen ttg pemujaan patung pada tahun 2000, dan saya membaca banyaknya komentar2 sinis/menyakitkan baik dari anda, ibu Indri, dan rekan2 anda terhadap pandangan gereja Kristen ttg pemujaan patung tsb. Hal inilah yg mendorong saya untuk ikut terjun di website ini dan memberikan banyak pandangan2 lain ttg agama Katolik.

        Pernahkan anda membaca artikel2 atau buku2 dari para biarawati2 atau biarawan2 yg meninggalkan gereja Katolik dan pindah ke agama Kristen (various denomination)?

        1. A Study of Catholic Practice and Doctrine – Mary Ann Collins (A Former Catholic Nun)
        2. The Gospel According to Rome: Comparing Catholic Tradition and the Word of God, by James G. McCarthy
        3. Catholicism: Crisis of Faith (Video)
        4. Goddess Unmasked: The Rise of Neopagan Feminist Spirituality (Philip G. Davis)
        5. Messages from Heaven (James Tetlow – former Catholics)

        Masih banyak buku2 yg lain yg ditulis oleh ‘former Catholics’ ttg Catholic Belief – yg saya yakin “dilarang” dibaca oleh org2 Katolik karena takut iman Katolik mereka terganggu.
        Bagaimana dengan anda? Apakah anda berbesar hati untuk bisa membaca pendapat org2 diatas dan alasan mereka meninggalkan gereja Katolik? Apakah mereka semua salah? Hanya anda2 di Katolisitas yg benar?

        sherly

        • Shalom Sherly,

          Terima kasih atas koreksinya tentang data statistik yang saya berikan. Saya telah menambahkan data South Korea. Tentang statistik tersebut, minimal dapat memberikan gambaran tentang jumlah dari masing-masing umat. Tentu saja saya tidak menyangkal ada yang berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain. Namun, sebaliknya anda juga tidak dapat menyangkal bahwa ada yang berpindah dari gereja lain ke Gereja Katolik. Dengan demikian sulit sekali kalau anda berpegang bahwa data statistik tersebut salah karena yang meninggalkan Gereja Katolik tidak dihitung. Bagaimana dengan yang meninggalkan gereja lain ke Gereja Katolik? Apakah anda mempunyai data statistik yang lain yang jumlahnya sungguh sangat berlainan dan menyajikan data yang lebih akurat?

          Seperti yang saya kemukakan sebelumnya, anda bebas untuk mengekspresikan ketidaksetujuan anda akan pengajaran Gereja Katolik dan kita dapat membahasnya dengan hormat dan lemah lembut, sebagaimana layaknya murid Kristus. Saya minta maaf kalau ada komentar yang terkesan sinis bagi anda. Namun, memang situs ini adalah situs yang memaparkan ajaran Gereja Katolik, yang mungkin tidak anda setujui. Silakan memberikan masukan kepada kami akan komentar dari katolisitas yang berkesan sinis. Di satu sisi, perbedaan adalah hal yang wajar. Untuk mengatakan semua gereja sama justru malah mengaburkan kebenaran dan merupakan bentuk toleransi yang semu. Yang penting adalah kita dapat menyikapi perbedaan dengan bijaksana, dan menyampaikan argumentasi dengan baik.

          Untuk buku-buku dan kesaksian dari orang yang meninggalkan Gereja Katolik, saya juga membacanya. Dan saya mempunyai beberapa buku yang bertentangan dengan iman Katolik, seperti beberapa yang anda sebutkan: Roman Catholicism (Loraine Boettner), The Gospel according to Rome (James G. McCarthy), beberapa buku dari James White, dll. Tentang Mary Anna Collins: sayang dalam kesaksiannya dia telah mendapatkan keterangan yang salah tentang iman Katolik. Kalau dia mau, sebenarnya ada banyak ajaran Gereja resmi (konsili dan dokumen Gereja) yang dapat dia baca. Namun, menurut kesaksiannya beberapa imam telah mengajarkan iman Katolik, yang menurut saya (kalau benar seperti yang dipaparkannya dalam kesaksiannya), imam tersebut tidak mengajarkan apa yang sebenarnya dipercaya oleh Gereja Katolik. Anda tidak perlu kuatir bahwa orang-orang tidak dapat membaca kesaksian mereka yang berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain, karena hampir semua kesaksian sebenarnya dapat dibaca di internet. Dan kembali saya ingin menegaskan bahwa saya tidak menyangkal bahwa ada yang berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain, dan ini sama nyatanya dengan yang berpindah dari gereja non-Katolik ke Gereja Katolik.

          Dengan demikian, saya terbuka untuk berdiskusi, jika memang ada dari artikel atau tanya jawab di katolitas.org tidak sesuai dengan pendapat anda. Itulah sebabnya, saya ingin menekankan bahwa akan lebih baik diskusi berfokus pada dogma dan doktrin dan bukan pada kasus per kasus.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

        • saran buat Sherly: Lebih baik fokus pada item2 penting dari suatu diskusi dari pada hanya mengambil sisi tidak pentingnya: tentang hitung2 yg tidak terlalu penting dan tidak mempengaruhi iman anda bukan?tentang anda merasa “tersinggung”.Mengapa anda perlu tersinggung?Mestinya semenjak anda masuk ke sini harusnya dari awal anda dalam KESADARAN PENUH bahwa ini adalah web untuk umat Katolik dan mereka yang mau mencari kebenaran.Menurut saya, web ini jauh lebih manusiawi dibandingkan dengan web web lain. …[dari Katolisitas: kami edit]
          Orang2 yang pindah agama wajar saja…. Yang kemudian menjadi kurang wajar adalah: Orang yang tadinya hafal Alkitab luar kepala dari A-Z dari kecil tiba2 dan akhirnya mempelajari kembali semua tulisan Bapa Gereja dan memutuskan bergabung dengan Gereja Katolik. Bandingkan terbalik dengan umat Katolik yang kurang paham kurang melek Alkitab (meskipun mantan biarawati-belum tentu melek Alkitab seperti umat Protestan lho).Apalagi tulisan Bapa Gereja….Kesimpulan Inilah Karya Roh Kudus. Yang melek dari awal justru kembali ,sedang yang tidak melek semakin tersesat karena ketidaktahuan mereka dan ketidakmau tahuan mereka untuk mencari tahu atau lebih parah lagi hanya karena alasan pribadi yaitu sakit hati pada institusi Gerejawi.

        • thomas vernando on

          @Sherly:
          Saya pribadi sebagai jemaat Gereja, tidak pernah dilarang untuk membaca buku-buku seperti itu. Jadi darimana sdri. Sherly bisa beranggapan seperti itu? Saya sendiri membaca-baca buku seperti itu, bahkan sering berdiskusi dengan hamba Tuhan ‘gereja’ non-Gereja. Tujuannya hanya satu, saya mendapatkan jawaban yang tepat. Kita tidak mungkin kan, bertanya bagaimana keadaan Amerika pada orang Korea Utara? (kiasan saja).
          Saya selalu ingat akan sabda Kristus di injil Mat5:6, dan bagi orang mengaku Kristen seperti kita, sepertinya itu memang harus dilakukan. Maka dari itu, cobalah kalau anda bertanya tentang sesuatu mengenai ajaran Gereja, tanyalah pada orang yang mengerti. Jangan langsung “memfonis” tentang sesuatu terlebih dahulu, sulitkah itu bagi anda? Maaf, karena semua yang anda tuduhkan, bagi orang awam seperti saya saja, sudah bisa mengambil kesimpulan tentang anda.
          Mengenai umat Gereja yang pindah ke ‘gereja’ non-Gereja, ataupun sebaliknya, saya hanya teringat pada satu ayat “bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu…” Yoh15:16, dan karena saya ada dalam Gereja yang didirikan-Nya, bukan yang didirikan oleh orang tertentu, maka saya selalu bersukur mengetahui hal itu. Dan mengenai orang-orang ‘bebal’ yang tidak mau tahu (gaya bahasa st. Yakubus), saya teringat dengan sabda di injil Lukas “barangsiapa mendengar kamu, ia mendengar Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku” Luk10:16. Dan karena saya tahu saya dalam Gereja yang tidak pernah terputus dari jaman Kristus, saya hanya bisa tersenyum setiap kali membacanya.
          Oy, mungkin sdri. Sherly bisa membaca dialog tentang Wahyu Allah dan Kebenaran di web ini, setelah sdri. Sherly menjawab dengan baik apa yang Kak. Stef tanyakan (pada putaran ke-2), mungkin diskusi bisa dilakukan lebih baik lagi (maaf bila sudah membacanya).
          Bukannya kenapa, sebagai pembaca, saya juga kurang setuju dengan gaya bahasa yang sdri. Sherly katakan.
          Terakhir, ini hiburan untuk anda
          link to youtube.com
          Terima kasih.
          Damai Kristus selalu beserta domba’Nya.

          • Dear Lukas,

            Kata: “barangsiapa mendengar kamu, ia mendengar Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku” Luk10:16.
            - Ini ditujukan kepada NON-BELIEVERS/org yg tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.

            Begitu arogannya anda jika mengatakan ini HANYA untuk umat Katolik semata. (inilah contoh2 arogansi yang saya maksudkan diatas). Sekali lagi, pada awalnya – Gereja dikenal sebagai Kristen (Anda baca Acts 11:26) bukan Katolik. Gereja katolik sendiri baru didirikan 300 tahun setelah Yesus.

            Bagaimana anda bisa menafsirkan Lukas 10:16 sebagai ayat untuk orang Kristen yang BUKAN Katolik?

            Saya rasa anda adalah korban kefanatikan anda terhadap gereja Katolik.

            sherly.

            • Shalom Sherly,

              Terima kasih atas komentarnya. Untuk menjawab pertanyaan siapakah kamu dalam perkataan “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.” (Lk 10:16), maka ini semua tergantung dari pertanyaan “Apakah Yesus mendirikan Gereja yang satu atau tidak“. Dengan demikian, anda harus membuktikan apakah dalam Mt 16:16-19, Yesus mendirikan Gereja di atas rasul Petrus atau bukan. Oleh karena itu, silakan meneruskan diskusi di sini – silakan klik. Kalau Yesus mendirikan Gereja di atas rasul Petrus dan penerusnya (Paus), maka mendengarkan “kamu” adalah sama saja dengan mendengarkan “Gereja Katolik”. Jadi, pada akhirnya semua kembali ke pertanyaan semula, Apakah Yesus mendirikan Gereja dan yang manakah Gereja-Nya? Semoga Sherly dapat melihat adanya dasar argumentasi ini, sehingga tidak mudah untuk menuduh orang dengan mengatakan “Saya rasa anda adalah korban kefanatikan anda terhadap gereja Katolik.” Sherly dapat memberikan argumentasi yang baik dengan dasar-dasar yang kuat, sehingga dapat membantu Sherly untuk menjelaskan mengapa anda berbeda pendapat, misalkan “Saya tidak setuju kalau Lk 10:16 ditujukan kepada Kristen non-Katolik, karena Yesus mengatakan di ….. dst-nya” Dan anda senantiasa mengatakan bahwa Gereja Katolik didirikan tahun 300 tanpa memberikan bukti-bukti. Kalau anda mau berdiskusi tentang topik ini, silakan melanjutkan diskusi di link tersebut – silakan klik, karena hal ini berhubungan dengan Mt 16:16-19.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – katolisitas.org

            • Thomas Vernando on

              Damai Kristus Sherly,
              kalau analogi anda yang digunakan, saya mau bertanya..
              apabila ada non-believers bertanya “jadi apa yang harus percayai sekarang kalau ingin “pindah”? yang meyakini Ekaristi Tubuh Tuhan, atau yang hanya di bilang simbolik? yang percaya Api Penyucian atau yang tidak? boleh memasang patung gak di rumah? trus, Kitab Suci apa yang harus saya pake? yang tebal (Deuterokanonika) atau yang tipis (non-D)? bukannya mereka semua katanya pengikut Kristus??”
              apa yang akan anda jawab?
              terima kasih,
              Kristus memberkati selalu

        • Budi Darmawan Kusumo on

          Tanggapan untuk saudara Sherly :

          1. Sekedar saran saja saudara Sherly, jika anda sudah membaca buku dari orang – orang yang berpindah ke kristen, maka alangkah baiknya jika anda juga membaca buku dari orang – orang yang berpindah ke katolik. Jadi paling tidak anda memiliki 2 gambaran yang berbeda dan bisa dimengerti satu sama lain. Selain itu saudara Sherly juga diusahakan untuk merubah pola pikir dari kristen menjadi katolik, sehingga bisa tahu sudut pandang dari gereja katolik, karena kalau dengan pola kristen tapi berusaha memahami katolik maka yang ada hanya penolakan – penolakan saja, begitu pula sebaliknya.

          2. Masalah jumlah umat. Jumlah umat tidak menentukan kebenaran. mari kita lihat saudara kita yang Islam, jumlah umat mereka melebihi katolik dan kristen ( secara individual ), dan perkembangan mereka juga sangatlah pesat ( di koran Jawa Pos tertulis 4 tahun itu berhasil menyaring 500000 jiwa di England ). Kalau misalnya di agama X itu adalah 100% kebenaran YESUS ada di sana, walaupun jumlahnya cuman 1 orang, ya orang itu yang akan masuk ke surga daripada sisanya 6 milyar penduduk bumi yang akan ke neraka. Kalau hanya dilihat dari jumlah saja, jujur, agama Islam jauh lebih pesat daripada katolik dan kristen, berarti, agama mereka yang dikehendaki TUHAN ?

          3. Masalah, “menertawakan”, bukankah itu juga salah satu sikap arogansi, coba mungkin saudara Sherly bisa melihat saudara Indah yang dari kristen berdialog dengan kasih dan saling memahami satu sama lain. Hal ini malah membuat pihak pembaca baik katolik dan kristen bisa saling mengerti dan memahami.

          4. Tentang melawan “unbelievers”, saya sangat setuju dengan anda, daripada saya ribut – ribut berperang melawan “saudara” sendiri, saya lebih suka “berperang” melawan unbelievers. Tetap berjuang saudara Sherly !!!

          5. Walaupun keluarga sherly semuanya katolik taat dan sherly adalah kristen yang taat pula, kemudian sherly berkata bahwa tidak akan ada yang bisa memindahkan sherly ke agama lain. maka itu juga menjadi hak & pertanggungjawaban dari masing – masing kita. Kalau anda ingat tentang orang kaya yang masuk neraka dan dia meminta untuk dihidupkan lagi agar bisa memperingatkan saudaranya agar bertobat, apa yang dikatakan ?, meskipun bangkit dari kuburpun kalau hati kita tidak percaya maka selamanya kita juga tidak akan percaya. Hal ini sama kalau YESUS datang kepada Sherly dan berkata bahwa agama Islamlah yang benar, maka kalo sherly tidak percaya ya tidak akan pindah. Hal ini juga berlaku bagi kita semua. Kalaupun nantinya orang – orang katolik [dari katolisitas: Katolik juga Kristen] masuk surga semua dan kristen [mungkin maksudnya: kristen non-Katolik] masuk neraka, maka hal itu menjadi tanggung jawab anda sendiri. Dan sebaliknya ternyata orang kristen masuk surga semua dan katolik masuk neraka, hal itu juga tanggung jawab dari kami sendiri. maka alangkah baiknya kalau kita berdiskusi tentang doktrin dan dogma, karena disinilah akan terlihat kebenaran YESUS yang sesungguhnya.

          6. Untuk website ini mungkin saudara Sherly bisa memberikan kepada teman – teman anda (daripada bercerita), karena akan terpampang dari sudut pandang Sherly. Tapi kalau teman – teman anda yang berdiskusi sendiri dengan website ini, mungkin mereka mempunyai pandangan sendiri – sendiri.

          7. Kalau tidak salah (kalau salah lewatkan saja tanggapan ini) anda pernah menuliskan bahwa jumlah total kristen di australia lebih banyak daripada katolik. kalo total, memang iya ( tapi individu, tidak sama sekali bahkan jauh ), tapi apakah yang disebut total ini ? karena kristen pantekosta dan lutheran berbeda dalam teologi dan pengajaran2nya, belum lagi kristen kharismatik dengan kristen calvin, dengan 33000 denominasi dan pengajaran yang berbeda2, maka itu bukan total, tapi individu. ( anda hanya melihat kata “kristen”, tapi tidak melihat “lutheran, calvin, babtist, pantecosta” dan sebagainya ). bagaimana disebut sebagai kesatuan. justru yang saya rindukan adalah bersatunya gereja – gereja kristen di seluruh dunia agar bisa membawa kasih kristus ke dunia ini. tapi betapa sedihnya saya ketika melihat teman saya kristen yang ada di bethany tiba – tiba membentuk gereja sendiri, bahkan malah rebutan jemaat.

          Semoga saudari Sherly bisa belajar banyak tentang kepenuhan kebenaran YESUS dalam gereja Katolik. Saya akan selalu mendoakan anda dan juga melalui perantara Bunda Maria agar anda bisa berjuang selalu untuk YESUS KRISTUS. TUHAN YESUS Memberkati.

      • pak Stef,
        maaf, saya ikutan nimbung ya. Saya Protestan, tepatnya REFORMED PROTESTAN. Saya tidak mentertawakan ataupun memandang bpk Arogan. Justru saya salut dan berterima kasih adanya website ini sehingga saya bisa ikut BELAJAR. Karena Anugerah Tuhan, Tuhan menaruh saya di gereja protestan dimana orang awam seperti saya ini boleh mendapat keluasan untuk belajar sebanyak mungkin baik itu Theology, filsafat, music gereja, dll secara bertanggung jawab dengan diadakannya kelas kelas theology seperti dokrin Allah Tritunggal, Dokrin Kristology, Dokrin manusia dan dosa, Dokrin gereja, kitab para nabi, perjanjian baru dan intertestamental, perjanjian baru, kitab kitab syair, filsafat (mulai dari pra sokrates sampai jaman modern)

        Katolik memiliki Dokrin yang luar biasa, kita sama dalam hal dokrin yang MUTLAK seperti dokrin Allah, Dokrin Kristology, dll…. tentu kita beda dalam hal berdoa kepada para perantara, dll. Saya pernah menitikkan air mata waktu mendengarkan pendeta saya berkotbah mengenai keagungan Maria, pengorbanan Maria yang lua biasa, tidak mudah seorang wanita muda belia haus menghadapi masyarakat yang pasti melontarkan tuduhan tuduhan yang tidak benar. Saya sangat mengagumi Maria, tetapi, tetap saja ada kesulitan di hati saya untuk berdoa kepada “creature”

        Mengenai berhala, patung hanya berhala tingkat rendah. Berhala yang tingkatnya lebih tinggi adalah pemberhalaan DIRI, ini yang justu sering tidak disadari oleh SETIAP KITA….dan justru berbahaya dan menipu begitu halus.

        Saya mengerti sulit sekali ya menegakkan kebenaran di JAMAN POSTMODERN. Kalau kita berani mengatakan mana benar mana salah, langsung kena cap SOMBONG, TIDAK TOLERAN.
        Maju terus pak!

        • Shalom Ester,

          Terima kasih atas komentar dan dukungannya untuk situs ini. Sedari awal kami menyadari bahwa tidak mungkin kami dapat menyenangkan semua pihak. Kami ingin agar situs ini dapat benar-benar memberikan informasi tentang apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik, baik orang setuju maupun tidak setuju. Saya senang bahwa anda mempunyai kesempatan untuk belajar begitu banyak. Tentu saja, karena kita mempunyai dasar teologi yang berbeda, maka dalam beberapa hal kita mempunyai perbedaan pendapat. Pada akhirnya kita harus mengakui bahwa kebenaran bukanlah sesuatu yang relatif, karena kebenaran adalah sesuatu yang bersifat absolut. Kalau A dan B saling bertentangan, maka tidak mungkin A dan B adalah sama-sama benar. Dengan demikian, kita dapat berdiskusi tentang pandangan kita masing-masing dengan hormat dan lemah lembut.

          Kalau Esther mau, kita juga dapat berdiskusi tentang berdoa dengan perantaraan para kudus. Mungkin anda dapat membaca diskusi panjang ini terlebih dahulu – silakan klik (lihat diskusi di bagian bawah dengan Machmud). Mungkin dari diskusi tersebut, anda dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas bahwa keselamatan adalah bukan hanya masalah personal, namun juga mempunyai dimensi sosial. Dan dimensi sosial ini bukan hanya terbatas pada orang yang masih hidup di dunia ini, namun juga bagi orang yang telah meninggalkan dunia ini – karena orang yang telah meninggal di dalam Kristus tetap hidup. Dengan demikian, akan sulit untuk membayangkan bahwa para kudus di Sorga hanya duduk diam, menikmati kebahagiaan di Sorga tanpa turut mendoakan orang-orang yang masih mengembara di dunia ini, sementara Yesus terus bekerja menjadi perantara. Gereja Katolik tidak berdoa kepada ciptaan/creature namun berdoa bersama Bunda Maria dan para santa-santo, karena tahu bahwa doa orang benar besar kuasanya (Yak 5:16).

          Tentang berhala, telah dibahas panjang lebar dalam site ini, baik diskusi dengan Kristen non-Katolik maupun dengan saudara dari agama Islam. Seperti yang anda katakan, berhala bukan terbatas pada patung, namun secara prinsip adalah menggantikan Pencipta dengan ciptaan – baik dalam bentuk uang, kekuasaan, kedagingan, kesombongan diri. 1Yoh 2:16 mengatakan “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” Kita bersama-sama minta agar Roh Kudus dapat menyingkapkan kebenaran kepada kita.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

          • pak Stef,
            thank you. saya akan kalau pas waktunya tepat. baca bacaan doktrin harus diwaktu yang tepat, nggak terburu buru. Saya tau masalah keselamatan ada dimensi sosial bukan hanya personal, Alkitab pun diberikan di dalam kerangka sosial….tidak bisa “ONLY ME AND MY BIBLE” atau “Jesus and me” – menjadi Romantic Jesus tetapi dalam Cosmological Christology. tetapi saya tidak tau urusan socialnya dengan yang sudah meninggal.
            Wah, pak…mengerti yang di depan mata saja sulit dan masih banyak yang harus dibereskan, apalagi yang sudah meninggal. Mengerti diri ini saja deh, sudah rumit…. gimana mengerti dunia orang di surga sana…..
            saya pernah bilang ke seorang teman saya gini “kadang saya merasa realitas Allah itu lebih real dari pada realitas diri saya sendiri dan betapa mengerikannya manusia tanpa Kristus karena Kristus adalah titik temu antara kesementaraan dan kekekalan”

            memang benar, kalau A dan B saling bertentangan tidak mungkin sama sama benar, pasti salah satu benar. karena itu kita harus serius belajar dan terus mencari kebenaran. sayang kan hidup yang temporal cuma diisi dengan tipuan alias SIMULASI kebenaran BUKAN diisi dengan Realitas kebenaran.

            Pendeta saya selalu memotivasi kami untuk terus belajar. Beliau selalu berkata di tengah2 kita ada banyak arus pemikiran teologi. Kita perlu belajar melihat semua teology, menguji dan membandingkan mana yang setia dan konsisten dengan kebenaran Alkitab. mengetahui apa yang dipercaya dan mengapa percaya.. credo ut intelligam. Kita tidak boleh menjadi orang Kristen yang sembarangan. dan di dalam pembelajaran kita harus jujur di hadapan Allah, berjiwa seorang murid, rajin dan tetap rendah hati. Untuk itu saya sangat berterima kasih atas kesempatan belajar yang dibuka seluas luasnya.

            mengenai sola Fide, Sola Fide yang diajarkan gereja saya adalah Jadi Sola Fide dalam konteks iman SEJATI, yang menghasilkan perbuatan, bukan iman yang palsu yang asal percaya saja.
            Iman yang berjalan bersama dengan tanggung jawab manusia, anugerah yang berjalan bersama dengan tanggung jawab.

            Saya memang bersyukur, Tuhan menaruh saya di gereja yang memberi keluasan belajar. bahkan acara natal pun kita tidak pernah mengisinya dengan pesta tetapi dengan RETREAT untuk mengerti Kristus yang telah masuk ke dalam SEJARAH. Kesempatan belajar memang banyak tetapi otak saya terbatas juga. Demikian juga dengan keterbatasan waktu. saya kan karyawati biasa…tiap pagi berangkat kerja, tiba di rumah sudah malam. hari ini belajar besok lupa, usia tidak bisa bohong.

            okey pak nanti kalau saya sudah baca tulisan mengenai para kudus, saya akan hubungi bapak lagi kalau ada yang ingin saya tanyakan.

    • Sherly Wrote :
      Ketika saya bercerita ttg anda kepada rekan2 saya di Australia, mereka semua mentertawakan anda.
      ——————————————————————-
      Ketika Yesus mewartakan kebenaran, bukan hanya ditertawakan, melainkan diludahi, dihina, dicaci maki bahkan sampai disalib hingga wafat. Saya rasa wajar jika kita ditertawakan ketika melakukan tugas dan tanggung jawab kita sebagai saksi Kristus, hal tersebut merupakan salib yang harus kita pikul.
      =========================================

      Sherly Wrote :
      Sebab org2 Katolik seperti anda sangatlah AROGAN,…….
      ——————————————————————–
      Secara obyektif saya tidak melihat adanya arogansi dari Pak Stef maupun dari moderator lain di forum ini (jika memang ada arogansi, saya sebagai umat Katolik akan ikut memprotesnya juga), yang saya lihat telah terjadi ketimpangan dari diskusi Sdri. Sherly dengan Pak Stef, Pak Stef berusaha menjawab ajaran-ajaran Katolik secara rinci, lengkap dan jelas berdasarkan Alkitab, akan tetapi tidak ada sanggahan-sanggahan dari Sdr. Shrely untuk mengulasnya secara Alkitabiah, sehingga saya pribadi yang mengikuti diskusi ini tidak mendapat feedback berdasarkan Alkitab dari Sdri. Sherly atas jawaban-jawaban Pak. Stef.
      ===========================================

      Sherly Wrote :
      ………., dengan beranggapan HANYA ajaran Katolik saja yg benar dan semua ajaran Kristen yg lain (bahkan saksi Jehovah) adalah salah.
      ——————————————————————
      Tentunya kita harus meyakini & percaya bahwa ajaran yang menjadi pegangan iman kita adalah yang paling benar, jika tidak, maka untuk apa kita masih mempertahankan ajaran tersebut?

      Demikian pula dengan anda, jika anda merasa bahwa ajaran yang anda yakini sekarang bukan yang paling benar, tentunya anda tidak akan bersusah payah menuliskan ajaran-ajaran anda di forum ini.

      Saya yakin bahwa anda meyakini ajaran-ajaran yang anda tuliskan di forum ini adalah yang paling benar bagi anda, jadi bukanlah sebuah AROGANSI ketika kita meyakini bahwa ajaran yang kita imani adalah yang paling benar.
      =========================================

      Sherly Wrote :
      Kita2 di luar negeri tidaklah berperang melawan gereja Katolik. Mengapa? Jika org2 Katolik bebal pikirannya dan tdk mau membuka otak mereka, biarkan saja. Kita2 punya tugas lain, yaitu menyelamatkan jiwa2 org2 yg belum percaya (UNBELIEVERS) kepada Tuhan.
      Kita2 tdklah berperang melawan sesama umat Kristiani, melainkan berperang melawan kaum ATHEISTS (yg saya yakin tdk akan tertarik dgn hukum2 Kanon/ajaran2 suci anda).
      ——————————————————————-
      Maaf Sdri. Sherly, jika memang demikian adanya, lalu mengapa anda masih menuliskan ajaran yang anda yakini di forum Katolik ini hingga saat ini? Bukankah anda memiliki tugas lain?
      ==========================================

      Sherly Wrote :
      Sangatlah sulit utk UNBELIEVERS menjadi Katolik, dikarenakan arogansi gereja Katolik yg mengutamakan katekisasi dan sakramen2 diatas hausnya jiwa2 akan Tuhan.
      Sekali lagi Yesus berkata: “BapaKu akan memotong dahan2 yg tdk bisa menghasilkan buah2, dan dahan2 yg menghasilkan buah2 akan disuburkan supaya mereka bisa menghasilkan lebih banyak buah2.”
      Mengertikah anda mengapa pengikut gereja Katolik berkurang? Berbuahkah gereja anda?
      Haruskan bersikap arogan untuk memenangkan jiwa2? Semakin arogan anda, maka akan semakin banyak org Katolik pindah ke Kristen.
      ——————————————————————
      Sherly Wrote :
      Gereja Katolik telah dan terus menerus menjaga kemurnian ajaran-ajaran Kristus sejak dahulu hingga saat ini, bagi Gereja Katolik adalah lebih baik dituduh arogan, sesat bahkan kehilangan umat daripada mentoleransi ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran-ajaran Kristus hanya demi mendapatkan umat.

      Salam.

    • Sherly berbuahkah Gereja Katolik?
      ini dia:
      1.Buah2 Martir dan darah mereka, tapi sayang darah mereka mempertahankan Iman dan kesetiaan pada Gereja menjadi sia sia karena dengan mudahnya sekarang orang menjual kesetiaannya di Gereja Katolik dengan mengingkari janji iman dan janji baptisnya sewaktu dibaptis di Gereja Katolik.
      2.Buah2 Santo dan Santa, tapi sayang mereka sering tidak lagi dihargai oleh orang orang yang menyebut diri mereka “Kristen Modern”. Cerita Santo Santa bagi mereka lebih tidak berharga dibandingkan dengan dongeng sebelum tidur.
      3.Buah2 pelayanan pendidikan memelekkan mata banyak orang akan ilmu pengetahuan. INilah mukjizat besar yang banyak orang tidak sadar. Tapi sayang sesudah mereka di melekkan oleh pelayanan pendidikan Katolik, mereka malah menyerang Gereja Katolik dengan pengetahuan yang tidak untuh akan sejarah Gereja.
      4.Buah2 pelayanan kesehatan (rumah2 sakit,rumah2 jompo), namun sayang banyak yang hanya menantikan mukjizat, sementara mereka tidak sadar bahwa Tuhan melakukan mukjizat dengan berbagai cara dan berbagai jalan menurut kehendakNya. Bukan hanya menunggu mukjizat lewat penumpangan tangan.
      5. dlllllllll

    • Sherly wrote: “Mengertikah anda mengapa pengikut gereja Katolik berkurang? Berbuahkah gereja anda?
      Haruskan bersikap arogan untuk memenangkan jiwa2? Semakin arogan anda, maka akan semakin banyak org Katolik pindah ke Kristen”
      —————————–

      Sherly, apa yang sebenarnya anda inginkan? Sy makin lama makin merasa whatever you said semuanya ditujukan untuk MENUTUP atau MEMBUBARKAN GEREJA KATOLIK DI SELURUH DUNIA…sekarang jika sy bertanya balik ke kamu ya: Berbuahkan gereja anda? dan jika anda jawab: YES of course…..then go ahead…..keep up the good works and please deh STOP COMPLAINING about others!

      If you are not satisfied with your job there, pass me the job! Let me do the counting of the church’s wealth!

      Angela!

      • tarsisiusdidik on

        Oh Sherly kami tidak arogan tapi kami hanya mempertahankan apa yang kami yakini. kalau anda tidak sepaham dengan kami itu hak anda. dan ini adalah web katholik jadi apa yang diulaskan disini adalah yang berhubungan dengan katholik. Menurut saya Katholik adalah agama yang paling banyak penganutnya belum ditambah dengan katholik lainnya. bukan saya sombong dan itu sesuai dengan data statistik agama dunia. anda bisa melihatnya di wikipedia. Jadi tidak beralasan kalau orang-orang katholik pindah keagama lain hilang satu tumbuh seribu. Coba anda pelajari dawah2 yang dikeluarkan gereja lain selalu saja mereka menyerang atau memojokan gereja katholik sementara sepanjang yang saya tau gereja kami pasti hanya mengurusi gereja kami sendiri. itulah yang dilakukan para pendawah katholik. Sekali lagi kami hanya mempertahankan apa yang kami yakini. GBU Sherly

        • Alexander Pontoh on

          Setuju dengan Pak Didik. Saya merasakan kalau di Katholik, jika ada penganutnya yang “radikal/militan” maka arahnya kedalam (agamanya) bukan keluar (dari agamanya).

          [dari katolisitas: kita dapat melakukan evangelisasi ke luar. Bukan dengan menjelek-jelekan, namun dengan menunjukkan keindahan dari iman Gereja Katolik, sehingga orang lain dapat tertarik untuk masuk. Kita harus percaya akan kekuatan "kebenaran". Kebenaran akan menarik orang-orang, karena kebenaran itu mempunyai nama, Kristus Tuhan, yang adalah jalan, kebenaran dan hidup (lih. Yoh 14:6)]

  14. Felix Sugiharto on

    Shalom
    Pembaca katolisitas yang terkasih dalam Tuhan..

    Menanggapi “Mengapa berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain”
    Benar sekali pendapat bahwa banyak saudara2 kita yang Katolik mau menyeberang ke kandang lain di sebabkan karena “ketidak tahuannya” tentang Dasar Pengajaran Gereja Katolik (kejadian demikian sering terjadi pada lingkungan kecil yang ada di sekitar kita dengan alasan yang berbeda-beda). Akan tetapi lebih banyak lagi umat di luar Agama Katolik (saudara non Katolik) terhanyut oleh ketidak tahuan tentang Pengajaran keKristenan Katolik yang merupakan hal lebih memprihatinkan lagi bagi kita bersama, sehingga mengakibatkan banyak munculnya pendapat saling tumpang tindih, menunjukkan sikap “pembenaran diri” tentang sebuah Kebenaran Ajaran Kristus,

    Mereka terfokus pada pandangan sempit yang ada di depan mata, telah melenceng jauh dari ajaran awal Bapa Gereja. sebab mereka ini telah ‘Mengabaikan dan Melupakan‘ bahwa dimasa kehidupan para Bapa Gereja adalah merupakan masa dan zaman yang paling berdekatan dengan zaman Kristus yang Hidup berada di dunia… sebagai umat Katolik hal ini yang pertama-tama harus kita pegang dan sadari bersama..

    Yang perlu kita refleksikan kepada mereka adalah beberapa point pemahaman demikian:
    (A) Apakah definisi arti sebuah “Agama” bagi seseorang ?
    Agama adalah pengakuan ketergantungan dalam bentuk hubungan batin terhadap Tuhan yang dilakukan dengan penuh hormat dan rasa terima kasih.

    Hidup Beragama atau Berkeagamaan adalah, Menghayati dan mengamalkan keyakinan yang dianut. antara lain:
    1. Menerima dan mengakui ketergantungan manusia kepada Tuhan.
    2. Membalas cinta kasih Tuhan melalui karya-karya kasih yang nyata.
    3. Menjalankan penghormatan kepada Tuhan dengan penuh ketaatan.
    4. Mau bersyukur kepada Tuhan atas segala kemurahan-Nya.

    Pengertian Agama mencakup sikap :
    1.Mempercayai.
    2. Menghayati ajaran-ajarannya.
    3. Menyerah dan berserah pasrah.
    4. Berbakti. Taat. Setia. Bertekun. Jujur. Adil dan Bertanggung jawab.

    Adapun kita yang menyatakan diri sebagai orang-orang yang beragama, yang bertakwa kepada Tuhan akan merupakan batu sandungan bagi orang lain jika kita tidak bertindak sesuai dengan apa yang seharusnya kita ungkapkan…
    Maka kalau kita membenci itu berarti kita merusak kodrat kita sendiri dengan (dan sekaligus juga) memutar balikkan realitas seolah-olah “Tuhan itu secitra dengan saya

    Oleh karena itu, tindakan menyeberang ke gereja lain bukanlah sebuah tindakan tanggung jawab iman seseorang… terlebih lagi harus mamahami bahwa seorang umat Katolik jika berbuat salah telah mencemarkan nama komunitasnya sendiri.. bersamaan telah mencemarkan nama Gereja Katolik… yang didirikan oleh Kristus sehingga secara otentik “Telah mencemarkan nama Kristus” yang indentik dengan sebuah perbuatan “Dosa

    (B) Apakah dosa itu ?
    Dosa adalah :
    1. Membenarkan (setuju) dengan perbuatan Adam dan Hawa.
    2. Lebih suka menerima tawaran dunia (sifat duniawi), karena cenderug cinta diri, dan kurang suka mengalahkan dorongan2 hati yang rendah sifatnya.
    3. Dengan Tahu dan Mau; serta secara sadar melanggar Hukum / Perintah Allah dan Ketetapan Gereja.
    4. Tidak mencintai Allah, Tidak tahu berterima kasih atas kebaikan2 Allah kepada kita.
    5. Menentang Allah dan memutuskan hubungan dengan Allah yang telah kita jalin dalam “Baptisan”.

    Dengan berbuat “Dosa” kita telah menodai Gereja yang telah dibangun oleh Kristus.
    Gereja di dalam arti bangunan fisik adalah Gereja Katolik.
    Gereja di dalam arti Tubuh Mistik Kristus adalah Kesatuan dalam Pengakuan terhadap ajaran Kristus.

    Kesimpulan akhir, bagi seseorang yang telah di baptis dan diakui sebagai anggota Gereja Katolik, tindakan penyeberangan ke gereja lain dengan alasan apapun adalah tidak dibenarkan, bahkan merupakan sebuah perbuatan “Dosa”.

    Mudah-mudahan ulasan tanggapan saya makin meneguhkan Iman Katolik kita bersama, makin mengenal kekurangan-kekurangan dalam menanggapi Kasih Allah, membawa kita semua makin menghayati ajaran-Nya. akhirnya akan membawa kita semua makin dekat kepada Yesus.

    Salam damai dalam Yesus Kristus
    Felix Sugiharto

    [dari katolisitas: Tubuh Mistik Kristus adalah Gereja Katolik]

  15. kakak2 yang terkasih dalam Kristus.

    saya sedih dengan diskusi ini walaupun memang banyak yang pelajaran yang bisa saya petik sebagai seorang katolik awam yang memang tidak pandai bicara dengan kitab suci. buat kakak2 yang menjelaskan tentang katolik dengan begitu detail saya sangat bangga dan berterima kasih dengan kalian. teringat pesan frater saat saya katekumen ” kalian jangan marah menanggapi kecaman2 terhadap katolik tetapi hendaknya kalian menjadi semakin percaya dan menjawab dengan kasih”

    untuk kak sherly yang terkasih dalam Kristus,
    kalau kakak merasa sudah menemuka apa yang kakak cari maka perdalamlah itu. jangan mengatakan hal – hal yang secara tidak langsung seolah mencari2 kesalahan. kalo memang kakak merasa gereja kakak adalah benar maka jalanilah. agama bukanlah mencari umat sebanyak2nya dengan menggunakan cara2 seperti sebuah persaingan dan pencapaian target marketing. kalau kakak hanya memandang segala sesuatu dari boroknya saja. maka yang ada di mata kakak hanya ada borok. pandanglah secara keseluruhan. toh dimana dulu kristen dan katolik adalah suatu tubuh yang kemudian karena perbedaan pendapat dan masa kehitaman gereja, gereja menjadi terpecah.
    terlepas darimana yang salah dan mana yang benar, cela apa saja yang telah dilakukan, saya cuma ingin mengatakan seperti kata yang memang menurut saya layak kita ingat.

    * Tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada agama yang sempurna, tapi hanya DIA YANG SEMPURNA*

    kita semua menginginkan keselamatan dan surga, kenapa kita memperdebatkannya. bukankah lebih baik kita menciptakan surga di dunia dengan kasih sesuai dengan ajaran Bapa? daripada memperdebatkan mana yang benar mana yang salah, mana yang harus bertanggungjawab karena menyembah patung mana yang tidak? kalo maksud kakak menyembah patung itu berhala itu sudah keringgalan jaman kak. sekarang kita tidak bisa mencap saudara kita yang beragama lain yang menyebah patung adalah menyembah berhala karena itu merupakan sudut pandang agama kita semata. toh mereka juga mempunyai ajaran agama yang juga mengajarkan kebaikan. itu kepercayaan mereka masing2. bukankah berhala dunia modern yang sebenarnya adalah uang, nafsu dan kekuasaan?
    diskusi ini tidak akan selesai, karena 1 pihak memberikan pengertian, sedangkan pihak lain tidak mau mendengar dan hanya mencari celah lain untuk menjatuhkan dan mematahkan pengertian yang diberikan.
    kakak sherly, katanya kakak bekerja di kedutaan vatican. kalau memang kakak merasa yakin kalo keuangan dan sebagainya dalam vatikan itu kotor dan penuh borok, kenapa kakak masi bekerja di situ? kenapa tidak bekerja di tempat lain yang lebih baik daripada mengurusi rumah tangga agama orang lain. toh kalo kakak merasa keuangan dan sebagainya dalam vatikan itu kotor dan borok berarti nafkah yang kakak terima juga kotor. jangan memperdebatkan lagi kak. saya yakin Yesus tidak mengkhendaki umatnya saling mencari cela seperti ini.

    sekali lagi untuk kakak sherly, terima kasih atas pendapat2nya. saya dulu bukanlah orang baik. saya pendosa berat. tapi hati saya nyaman di sini, dan pendapat2 kakak membuat saya semakin nyaman ada di katolik, karena katolik adalah satu dan tidak terpecah. dan pendapat2 kakak membuat saya makin belajar banyak tentang katolik. jalanilah imanmu kak. tujuan kita sama kepada Yesus. jangan mempermasalahkan bagaimana jalan kita masing2 menuju DIA. hanya dia yang menentukan.
    dulu romo saya pernah berkata ketika saya inisiasi sebagai katekumen.

    *jangan memandang agama yang kalian peluk sebelum pindah agama adalah neraka, atau agama yang tidak menyelamatkan, tetapi sebagai pengantar kalian kepada Tuhan, dan kalian memilih katolik karena kalian sadar dan ingin menerima tawaran keselamatan yang diberikan Kristus. dan itu hanya akan terjadi apabila kalian menjalani ajaran2 Kristus dan menjalani tanggung jawab sebagai seorang katolik*

    jadi saya rasa ini sama halnya dengan kakak sherly. hanya saja seorang katoliknya diganti sebagai seorang kristen untuk kakak.

    Semoga Tuhan memberkati kita semua.

    • Didik tarsisius on

      Untuk saudara Merlin iman tanpa perbuatan adalah mati jadi iman yang disertai dengan perbuatan2 benar yang akan menyelamatkan kita. dan ajaran itu ada didalam iman Katholik. tidak ada ditemnpat lain.

    • Dear Merlin,

      Anda mengatakan itu dalam artikel anda diatas karena anda tidak tahu. Anda tidak pernah berkecimpung di dalam kepengurusan gereja Katolik seperti saya. Anda hanyalah seperti org2 yg menonton bioskop di layar lebar, tetapi anda tdk tahu apa yg terjadi di belakang layar.
      Bagi saya, saya melihat dari kedua belah pihak, apa yg dilakukan org2 Katolik dan apa yg dilakukan org2 Kristen dalam beragama. Dan saya melihat bagaimana org2 Katolik – terutama yg di Indonesia seperti anda2 – berusaha membenarkan apa yg tdk benar. Mengapa? Karena kita sebagai manusia dikendalikan dengan otak kita, dan setan kerap kali menggunakan otak kita untuk menyaring informasi dan menolak sesuatu yg bakal membuat kita merasa “uncomfortable”.
      Pandangan agama lain terhadap agama2 Katolik adalah menyakitkan/uncomfortable – karena itu anda memilih untuk menolaknya, tetapi tdk pernah bertanya2kah saudara, “mengapa Tuhan mengijinkan agama Kristen berkembang pesat, kalau menurut anda org2 Katolik agama Kristen adalah salah?” Saya tidak ber-referensi ke agama Anglican atau Lutheran, sebab mereka masih menganut tradisi2 kuno gereja seperti di Katolik. Tetapi saya lebih mengarah ke modern church – tanpa gambar2 atau patung2 sama sekali. Just believe. Jika anda ke Sydney, Australia, silakan datang ke Hillsong Church supaya dapat ide.
      Bagi saya, semenjak saya menjadi Kristen, saya tidak perlu berpura2 lagi, seolah2 saya suci karena sakramen2 atau ke gereja tiap hari dan menerima ekaristi tiap hari (hal ini yg tdk disukai Yesus – ingat kaum Farisi). Saya mempunyai jiwa baru didalam Kristus – mempunyai JOY setiap saat, karena Roh Kudus hadir didalam hati saya.
      Tidak ada argumen apapun yg akan bisa membuat saya pindah kembali ke agama Katolik. Tentang korupsi di dalam lembaga2 Vatican, jika anda tahu maka anda akan sangatlah terkejut. Mereka bahkan tega mengganti angka2 accounting dalam laporan keuangan mereka untuk menutupi korupsi2 mereka. Dan korupsi mereka menyampai angka 80juta Euro (ini hanya di Australia saja). Apakah mereka dikatakan hidup didalam Kristus? Masih banyak lagi hal2 lain seperti pastor2 yg memperkosa atau pastor2 yg paedhopilia (abuse children) – dan Vatican mengeluarkan jutaan dolar untuk menutupi hal2 ini – menyogok para victim spy tdk keluar ke media, tetapi tetap saja diberitakan.
      Apakah ini hidup dalam Kristus?
      Saya akan tetap bekerja di lembaga ini selama Tuhan masih menghendaki saya bekerja disini, saya yakin tdk semua org bisa mendapatkan kesempatan utk bekerja disana. Jika TUhan menghendaki saya keluar dari lembaga Vatican ini, maka saya akanlah keluar. Inilah iman saya.
      Jika anda merasa nyaman beragama Katolik, silakan. Tetapi anda juga tidak bisa menghalangi org2 Katolik lain yg mau pindah ke Kristen, sebab kita sebagai manusia memiliki kehendak bebas, tidak diatur oleh hukum2 gereja buatan manusia semata. Kita hanyalah takut akan Tuhan.

      Sherly

      Submitted on 2010/04/21 at 1:03pm

      Tambahan Merlin,

      Ttg pekerjaan saya di kantor Vatican, terus terang semakin lama saya bekerja disana semakin kuatlah keinginan saya untuk meninggalkan gereja Katolik. Ttg alasan mengapa saya masih bekerja disana, tentu saja saya saat ini lagi mencari2 pekerjaan lain juga, tetapi tuntutan keluarga dll kadang2 menjadi pertimbangan. Anda tentunya masih muda ya? Jika saja anda hidup di Australia, belum tentu anda bisa mendapatkan pekerjaan di kantor, mungkin anda akan menjadi pekerja kasar belaka. Seharusnya anda malu kepada diri anda sendiri, kalau tidak bisa hidup di luar negeri kenapa menghakimi org yg bisa hidup di luar negeri? Itu yg diajarkan oleh agama Katolik kan?
      Jadi janganlah sembarangan menuduh uang yg saya terima adalah kotor. Jika demikian anda MEMBENARKAN bahwa uang yg diterima oleh gereja katolik adalah kotor, dan anda mengikuti agama yg dihidupi oleh pendapatan yg kotor???
      Perkataan anda ini bisa menjadi bumerang bagi anda sendiri.

      sherly

      • Shalom Sherly,

        Marilah kita berdiskusi dengan baik dan berdasarkan fakta-fakta yang jelas. Karena anda mengatakan bahwa Gereja Katolik penuh dengan korupsi dan terlihat begitu kotor, maka Merlin mengatakan bahwa kalau anda kerja di kantor Vatican di Australia, maka anda justru terlibat dalam kekotoran tersebut. Kalau dengan hati nurani yang jujur anda melihat bahwa kantor Vatican di Australia memang kotor, seharusnya memang anda mencoba untuk mencari pekerjaan yang lain, karena posisi anda di sana justru tidak membawa kedamaian di hati anda. Bawalah hal ini di dalam doa dan minta agar Tuhan memberikan pekerjaan lain buat anda.

        Saya melihat bahwa komentar anda terlihat emosional dan justru tidak membantu anda dalam berargumentasi. Saya minta maaf, kalau anda memberikan komentar-komentar seperti ini di kemudian hari, maka saya tidak akan dapat memasukkannya ke dalam website ini. Namun, kalau anda hendak memberikan argumentasi tentang dogma dan doktrin Gereja Katolik, maka dengan senang hati saya bersedia untuk berdiskusi dengan anda.

        Jadi, tidak menjadi masalah kalau anda menyatakan ketidaksetujuan anda tentang dogma dan doktrin Gereja Katolik, seperti yang anda berikan di sini – silakan klik. Dan kita dapat meneruskan diskusi kita. Pada jawaban yang saya berikan tentang abuse yang terjadi di Gereja Katolik, maka jelas sekali bahwa ini adalah dosa dan tidak dapat dibenarkan. Namun tidak berarti semua unsur di dalam Gereja Katolik salah. Abuse seperti ini bukan hanya terjadi di dalam Gereja Katolik, namun terjadi juga di gereja-gereja non-Katolik – silakan klik. Ini adalah kenyataan yang menyedihkan semua pihak dan masing-masing pihak harus melakukan introspeksi dan mengalami pemurnian. Sudah selayaknya kita justru mendoakan orang-orang yang mencemarkan gereja, baik dalam Gereja Katolik maupun dalam gereja non-Katolik.

        Kalau anda tahu bahwa ada penyelewengan dalam angka-angka accounting di kantor Vatican Australia yang mencapai 80 juta Euro, maka saya menyarankan agar anda dapat melaporkannya ke pihak yang berwenang, sehingga keadilan dapat ditegakkan. Angka tersebut tidaklah sedikit, dan saya harap pemerintah Australia tahu akan hal ini. Dan kalau memang hal ini benar, maka tentu saja hal ini adalah dosa dan tidak sesuai dengan pengajaran dari Gereja Katolik. Sekali lagi, kalau anda ingin mengukur tentang Gereja Katolik, ukurlah dari orang-orang yang menjalankan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik, bukan pada kasus-kasus yang salah. Ada begitu banyak kasus-kasus yang salah juga di gereja non-Katolik seperti yang anda akui sendiri.

        Anda mengatakan “mengapa Tuhan mengijinkan agama Kristen berkembang pesat, kalau menurut anda org2 Katolik agama Kristen adalah salah?” Dengan cara yang sama, saya dapat bertanya kepada anda: apakah agama Islam menurut anda benar atau salah? Kalau demikian, mengapa Tuhan mengijinkan agama ini berkembang dengan pesat? Apakah atheis salah menurut anda? Kalau demikian, mengapa Tuhan mengijinkan atheis meraja lela pada zaman ini?

        Anda melanjutkan “Saya tidak ber-referensi ke agama Anglican atau Lutheran, sebab mereka masih menganut tradisi2 kuno gereja seperti di Katolik.Apakah dengan demikian anda ingin mengatakan bahwa Anglikan dan Lutheran bukanlah Kristen? Apakah parameternya? Bukankah Lutheran didirikan oleh Martin Luther, pendiri dari gerakan revolusi gereja?

        Anda mengatakan “Bagi saya, semenjak saya menjadi Kristen, saya tidak perlu berpura2 lagi, seolah2 saya suci karena sakramen2 atau ke gereja tiap hari dan menerima ekaristi tiap hari (hal ini yg tdk disukai Yesus – ingat kaum Farisi). Saya mempunyai jiwa baru didalam Kristus – mempunyai JOY setiap saat, karena Roh Kudus hadir didalam hati saya” Umat Katolik tidak perlu berpura-pura dan seolah-olah suci karena sakramen-sakramen. Anda mempunyai gambaran dan konsep yang salah tentang Sakramen. Kalau anda ingin berdiskusi tentang Sakramen, silakan memberikan argumentasi dan saya akan mencoba untuk menanggapinya semampu saya. Namun, cobalah untuk menyelesaikan satu diskusi akan satu topik, dan setelah selesai, diskusikan topik yang lain. Dengan demikian, Sherly dapat menyusun argumentasi dengan baik. Kalau pengalaman spiritualitas anda seperti itu, maka tidak semua orang mempunyai pengalaman spiritualitas yang sama. Ada banyak juga orang yang berpindah dari gereja non-Katolik ke Gereja Katolik dan mengalami sukacita. Anda dapat melihat kesaksian dari orang-orang yang tadinya umat gereja non-Katolik (ada sebagian yang tadinya pendeta) berpindah ke Gereja Katolik di sini – silakan klik (ada 584 kesaksian).

        Anda mengatakan “Tidak ada argumen apapun yg akan bisa membuat saya pindah kembali ke agama Katolik.” Tentu saja ini adalah hak Sherly. Namun, seperti yang yang anda sampaikan, anda berpindah dari Gereja Katolik bukan karena alasan emosional namun karena tidak menemukan kebenaran di dalam Gereja Katolik. Oleh karena itu, berfokuslah pada diskusi tentang dogma dan doktrin yang telah anda mulai di sini – silakan klik . Dan anda mengatakan “Tetapi anda juga tidak bisa menghalangi org2 Katolik lain yg mau pindah ke Kristen, sebab kita sebagai manusia memiliki kehendak bebas, tidak diatur oleh hukum2 gereja buatan manusia semata. Kita hanyalah takut akan Tuhan.” Tidak ada yang menghalangi anda untuk tetap di gereja non-Katolik. Namun, kalau anda hendak berdiskusi tentang dogma dan doktrin Gereja Katolik, dengan senang hati saya bersedia.

        Komentar anda seperti “Anda tentunya masih muda ya? Jika saja anda hidup di Australia, belum tentu anda bisa mendapatkan pekerjaan di kantor, mungkin anda akan menjadi pekerja kasar belaka. Seharusnya anda malu kepada diri anda sendiri, kalau tidak bisa hidup di luar negeri kenapa menghakimi org yg bisa hidup di luar negeri? Itu yg diajarkan oleh agama Katolik kan?” tidak perlu dituliskan, karena justru malah merugikan anda sendiri. Justru anda yang telah berpindah ke gereja lain, dan mengklaim telah mendapatkan sukacita, damai dan Roh Kudus, harus dapat merefleksikannya juga dalam diskusi dan dalam mengungkapkan argumentasi anda, yang berarti tercermin dalam pemilihan kata-kata. Mari, kita semua yang mengaku murid Kristus, dapat berdiskusi dengan hormat dan lemah lembut. (1 Pet 3;15) Di kemudian hari, pesan-pesan anda yang mengandung perkataan seperti ini, tidak dapat saya masukkan ke dalam website ini, karena tidak membangun diskusi yang baik. Mohon pengertiannya.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        stef – katolisitas.org

        • Sdr Stef,

          1. Seharusnya andalah yg bisa menahan rekan2 anda utk tidak mengata2i saya. Seorg pemimpin Katolik yg baik haruslah bisa menjadi moderator yg baik dan mampu menenangkan hati umatnya. Terutama jika anda adalah penganut agama Katolik yg benar, yg mencerminkan adanya iman Katolik anda melalui “buah-buah roh” – maka komentar saudara Merlin diatas adalah TIDAK mencerminkan adanya iman Katolik yg benar (=provokatif). Saudara Merlin diatas tidak bisa dijadikan contoh “org Katolik yg baik” karena perilakunya.
          Spt anda tahu, alasan saya meninggalkan agama Katolik adalah dikarenakan org2 seperti saudara Merlin diatas yg kata2nya tajam dan kasar (Mother Teresa tidak begitu kan? Santo Santa yg anda banggakan tdk berperilaku begitu kan?)

          2. Menurut argumen anda, mengapa Tuhan membiarkan semua agama lain masih ada di bumi?
          Seharusnya anda tidaklah melihat agama Islam dll adalah salah, karena itu seharusnya dihapuskan.
          Saya melihat banyak ajaran Islam yg baik, meskipun mereka sendiri mengalami krisis didalam (dgn adanya radikal muslimah), dan saya melihat Tuhan memberkati mereka juga karena mereka mengajarkan banyak kebaikan2 dan akan janji Tuhan kepada Ismail. Atheisme berkembang juga karena Tuhan mengijinkan (lihat ayat berikut)
          (1 Corinthians 7:15) But if the unbeliever leaves, let him do so. A believing man or woman is not bound in such circumstances; God has called us to live in peace.)

          Ingatlah, MATA TUHAN bukanlah mata manusia. Apa yg dipandang manusia benar belum tentu benar dimata Tuhan. Apa yg anda pikir benar belum tentu benar dimata Tuhan, demikian pula apa yg saya pikir benar belum tentu benar dimata Tuhan.
          Jadi janganlah mengAGUNGkan ajaran gereja Katolik diatas semua hal lain.

          Semoga bisa menjadi refleksi.

          Sherly.

          • Shalom Sherly,

            Terima kasih telah mengingatkan saya untuk dapat menjadi moderator yang baik. Saya juga dalam taraf belajar bagaimana mengatur komentar-komentar yang masuk. Asal anda tahu, ada beberapa komentar yang saya pandang “tidak perlu dimasukkan” telah masuk ke katolisitas.org, yang merupakan reaksi dari beberapa komentar anda. Namun, komentar-komentar ini tidak saya masukkan. Namun, komentar dari Merlin menurut saya masih dalam taraf yang wajar dan mempunyai dasar. Anda mungkin tidak setuju, namun itu adalah pertimbangan kami sebagai moderator site ini. Cobalah kita bersama-sama memperbaiki gaya bahasa kita, sehingga orang lain juga tidak salah paham akan maksud baik kita. Perkataan seperti ini “Jadi janganlah mengAGUNGkan ajaran gereja Katolik diatas semua hal lain.” tidak perlu dituliskan, namun buktikan dengan diskusi tentang dogma dan doktrin dari Gereja Katolik.

            Dan argumentasi anda tentang berkembangnya Islam dan atheis dapat saya pakai untuk menjawab pertanyaan anda “mengapa Tuhan mengijinkan agama Kristen berkembang pesat, kalau menurut anda org2 Katolik agama Kristen adalah salah?”” Mari kita berfokus kembali pada diskusi kita tentang dogma dan doktrin. Dan kita lakukan diskusi dengan semangat kasih persaudaraan dan sukacita tanpa menghilangkan kebenaran yang kita percayai. Semoga dapat diterima oleh Sherly.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            stef – katolisitas.org

          • maaf sherly….
            komentar anda terlalu emosional……..
            Pengalaman hidup anda bersama orang Katolik sungguh kurang baik. Apakah pengalaman anda dengan sesama orang Protestan selalu menyenangkan dan harmonis ?
            Apakah anda tahu kondisi/ situasi Sinode GMIM ( Protestan Minahasa/ Sulawesi Utara) ? Korupsi, perkelahian antar pendeta, kebencian terhadap orang Katolik adalah hal yang biasa.. [dari Katolisitas: hal perselisihan ini memang terjadi di mana- mana, jadi lebih baik tidak usah dibicarakan di sini]
            Saya pernah mengalami hal-hal yang kurang baik dengan orang Katolik, orang Protestan, orang Muslim, orang Hindu, orang tidak memiliki agama, dll, semua itu tidak mempengaruhi iman saya untuk pindah atau membenci mereka.
            “Tuhan, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”

            [Dari Katolisitas: Setiap orang mempunyai pengalaman yang berbeda- beda. Mungkin saja pengalaman Sherly dengan umat Katolik sungguh sangat pahit, sehingga ia bersikap demikian. Mari kita mendoakannya dan juga semua orang yang mempunyai pengalaman serupa dengan dia]

        • dear kakak stefanus,

          terima kasih atas tanggapannya. semoga lain kali saya tidak menyinggung perasaan orang lain. semoga saya bisa makin banyak belajar dari katolisitas.

          Tuhan memberkati,
          merlin.

          [dari katolisitas: jangan kuatir. Mari kita bersama-sama belajar]

      • Sherly Wrote :
        sebab mereka masih menganut tradisi2 kuno gereja seperti di Katolik. Tetapi saya lebih mengarah ke modern church….
        —————————————————————
        Dalam ajaran Kristus, tidak ada yang namanya kuno ataupun modern, ajaran Kristus sejak dahulu hingga sekarang tidaklah berubah, kita tidak mungkin membuat gereja yang namanya gereja modern dan menginggalkan Gereja yang disebut Gereja kuno, sebagaimana kita tidak mungkin membuat Alkitab modern dan meninggalkan Alkitab kuno, karena Alkitab yang kita imani sekarang pastinya akan masuk kategori Alkitab kuno, (jika mengkategorikan kuno & modern), karena sudah lahir sebelum jaman modern ini.
        =======================================

        Sherly Wrote :
        Mereka bahkan tega mengganti angka2 accounting dalam laporan keuangan mereka untuk menutupi korupsi2 mereka. Dan korupsi mereka menyampai angka 80juta Euro (ini hanya di Australia saja).
        ————————————————————–
        Tentunya kasus korupsi di tempat anda bekerja sekarang yang mencapai 80 juta Euro yang anda sampaikan di forum ini adalah hal yang sangat serius, dan apa yang anda sampaikan di sini bisa menjadi titik awal untuk dilakukan penyelidikan secara hukum, karena pada dasarnya apa yang anda sampaikan tersebut merupakan masalah hukum juga, telah banyak kasus-kasus hukum mengemuka berdasarkan sumber-sumber yang diperoleh melalui dunia maya .

        Sebelum menyampaikan di forum ini apakah Sdri. Sherly telah memiliki bukti-bukti yang otentik untuk dapat dijadikan barang bukti terjadinya tindak pidana korupsi di tempat anda bekerja? apakah Sdri. Sherly berkekenan menjadi saksi & menyerahkan bukti-bukti otentik yang dimiliki Sdri. Sherly (jika ada) apabila kasus korupsi yang anda sampaikan disini akan ditindaklanjuti secara hukum?

        Semoga anda memiliki bukti-bukti yang kuat, karena jika tidak, hal yang dikuatirkan adalah Sdri. Sherly sendiri yang malah akan terjerat masalah hukum ketika kasus tesebut diproses secara hukum.

        Sebagai orang yang telah menemukan kebenaran tentunya anda tidak akan menyampaikan tuduhan tanpa disertai bukti-bukti, karena orang-orang yang telah menemukan kebenaran pastinya akan selalu betanggung jawab atas segala sesuatu yang disampaikannya.

        Sebenarnya forum ini bukanlah tempat yang tepat untuk menyampaikan terjadinya sebuah tindak pidana korupsi di tempat anda bekerja, akan tetapi ada baiknya mungkin akan ada pihak-pihak yang akan menindaklanjuti secara hukum atas dasar apa yang Sdri. Sherly sampaikan, jika benar-benar ingin membela kebenaran, maka sebaiknya anda jangan membiarkan hal itu terjadi – harus diproses secara hukum dan dibenahi, segeralah anda melapokan kepada pihak yang berwajib atas tindak pidana korupsi yang anda ketahui dan serahkan segala bukti-bukti yang anda miliki, jika anda tidak melaporkan, maka sama saja anda membiarkan dan menutup-nutupi dosa yang terjadi di sekitar anda dan tentunya menjadi dosa juga buat anda.
        ========================================

        Sherly Wrote :
        Saya akan tetap bekerja di lembaga ini selama Tuhan masih menghendaki saya bekerja disini, saya yakin tdk semua org bisa mendapatkan kesempatan utk bekerja disana. Jika TUhan menghendaki saya keluar dari lembaga Vatican ini, maka saya akanlah keluar. Inilah iman saya.

        Ttg pekerjaan saya di kantor Vatican, terus terang semakin lama saya bekerja disana semakin kuatlah keinginan saya untuk meninggalkan gereja Katolik. Ttg alasan mengapa saya masih bekerja disana, tentu saja saya saat ini lagi mencari2 pekerjaan lain juga, tetapi tuntutan keluarga dll kadang2 menjadi pertimbangan.
        —————————————————————
        Melihat apa yang anda tuliskan tentang kebokbrokan tempat anda bekerja sekarang, saya rasa itu merupakan peringatan Tuhan bahwa sudah saatnya anda meninggalkan pekerjaan anda sekarang juga, hal ini demi kebenaran iman yang anda yakini.

        Jangan takut untuk meninggalkan pekerjaan anda sekarang sekalipun belum menemukan pekerjaan baru, iman terkadang membutuhkan pengorbanan, sebagai orang yang telah menemukan kebenaran, lebih baik menderita secara ekonomi daripada mendapat upah dari sebuah instusi yang kotor dan penuh dosa, mengingat bahwa anda telah menemukan kebenaran dan melihat kekuatan iman anda yang besar, bukankah anda percaya bahwa Tuhan akan memberi jalan keluar?

        Anda bisa minta pertolongan kepada gereja anda yang sekarang untuk membantu perekonomian anda sementara anda belum mendapat pekerjaan baru, saya yakin gereja anda akan berusaha membantu umatnya daripada umatnya mendapat penghasilan dari sebuah institusi kotor dan penuh dosa.
        ============================================

        Sherly Wrote :
        Jika saja anda hidup di Australia, belum tentu anda bisa mendapatkan pekerjaan di kantor, mungkin anda akan menjadi pekerja kasar belaka.
        ————————————————————————–
        Bukankah lebih baik menjadi pekerja kasar disebuah perusahaan yang bersih & tidak berdosa daripada menjadi karyawan kantoran dan mendapat upah dari sebuah perusahaan/instansi/organisasi yang “katanya” kotor dan penuh dosa?

        Salam.

      • Alexander Pontoh on

        Kpd Sherly,

        Dari pengalaman saya, tidak hanya Gereja Katolik saja yang menurut anda “kotor” tetapi di gereja Protestan pun juga ada ke “kotor”an.

        Menurut saya tidak nyambung jika anda tiba-tiba mengangkat topik ke”kotor”an ini.

        Pernah saya bertanya kepada teman Protestan saya yang pendeta di gerejanya melakukan tindakan “kotor”

        Tanggapan teman saya adalah “kita tidak melihat pendetanya, kita melihat ajarannya”

        Apa yang dikatakan teman Protestan saya benar. Yaitu melihat keajarannya.

        Semoga dari saran teman Protestan saya, saudara Sherly bisa lebih berfokus kepada diskusi ajarannya Gereja.

        • Saya setuju dengan anda Alexander.

          1. Kita lihat ajarannya
          2. kita lihat buah2nya

          Dikasus saya, buah2nya sangatlah busuk. Ajarannya 50% benar dan 50% salah.

          Fokus saya sekarang adalah kepada Tuhan dan banyak membaca alkitab.

          sherly

          • Shalom Sherly,

            Mungkin sebaiknya anda tidak mengatakan demikian, Sherly. Karena ajaran yang anda katakan salah, itu adalah menurut pandangan pribadi anda. Dan melalui diskusi di forum ini saja, terlihat adanya kesalahpahaman persepsi yang membuktikan bahwa bukan ajarannya yang salah.
            Soal buah- buahnya, jika apa yang dikatakan Sherly memang benar, maka memang itu bukan buah yang baik. Tetapi anda juga harus melihatnya secara obyektif, bahwa di agama manapun ada saja buah yang kurang baik dilakukan oleh para pengikutnya. Bahkan dari data- data yang disampaikan, kasus abuse yang ramai dibicarakan tersebut, juga terjadi dalam gereja- gereja non- Katolik, dan sesungguhnya pada masyarakat luas. Menyedihkan memang, tetapi itu bukanlah alasan untuk mengatakan bahwa Gereja-Nya yang salah. Gereja terdiri dari orang- orang kudus dan orang -orang berdosa. Itulah sebabnya kita semua musti saling mendoakan dan terus menerus bertobat di sepanjang hidup kita.

            Bagus kalau fokus anda sekarang adalah terarah kepada Tuhan dan merenungkan Alkitab. Semoga dengan demikian Roh Kudus membimbing anda [dan juga kita semua] agar semakin menampakkan buah Roh Kudus: yaitu kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan dan pengendalian diri (Gal 5:22-23); dalam perkataan dan perbuatan.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            Ingrid Listiati- katolisitas.org

            • saya setuju dengan BU Ingrid diatas.
              komentar saya: Kereta dorong bayi yang kotor mesti kita bersihkan dari kotorannya tanpa harus membuang bayinya keluar, cukup mengganti kain2 kotornya saja. Pribadi2 yang kotor dalam Gereja perlu diganti, bukan “membuang” seluruh Kebenaran di dalamnya.

          • Sherly Wrote :
            Saya setuju dengan anda Alexander.

            1. Kita lihat ajarannya
            2. kita lihat buah2nya
            ——————————————————————————
            Jika demikian, maka tepatlah ajaran Katolik, karena orang-orang seperti Paus Yohanes Paulus II dan Mother Theresa telah membuktikan bahwa ajaran Katolik menghasilkan buah yang baik.

      • Budi Darmawan Kusumo on

        Kalau saudara Sherly memang “menemukan” ketidakbaikan dalam kantor disana, kenapa anda sebagai hamba kristus yang militan tidak membela kebenaran ? apakah takut akan kehilangan pekerjaan ? apakah anda tidak percaya bahwa YESUS menyertai anda dan akan memberikan pekerjaan yang lebih baik ? lakukan kebenaran agar nama TUHAN tetap bersinar

      • dear kak sherly,

        saya minta maaf apabila memang kata2 saya membuat kakak emosi. hanya saja kakak, kenapa yang kakak angkat hanya gereja katolik? kenapa tidak dengan agama lain. saya berhubungan dengan banyak teman2 yang kristen kak. bahkan juga ada yang seperti kakak. dari katolik ke kristen. tapi saya masih bisa bersahabat dengan baik dengan mereka. tanpa mengungkit perbedaan antara kristen dan katolik.

        saya mungkin masi muda, dan mungkin kakak punya pengalaman iman yang melebihi saya. dan mungkin juga saya belum pernah bekerja di luar negri. saya yakin itu idaman semua orang dan saya yakin kakak sangat bangga karenanya. yang ingin saya sampaikan kepada kakak, kenapa kita harus memperdebatkan perbedaan sebagai mana yang salah dan mana yang benar. biarkan perbedaan itu tumbuh menjadi sesuatu yang indah. segala sesuatu akan indah apabila memiliki warna yang berbeda beda dibandingkan hanya memiliki satu warna saja.

        apapun pandangan tentang orang tentang katolik hati saya tetap nyaman di katolik. saya yakin karena pergumulan saya sangat panjang kak, banyak hinaan celaan dan sebagainya bahkan ditolak oleh lingkungan katolik saya sendiri.sudah saya dapatkan selama masa pergumulan, namun saya tetap yakin dengan katolik. karena yang saya cari adalah Tuhan.

        saya tidak merasa suci karena sakramen kak. saya tidak pernah merasa suci didepan Bapa. tapi saya tahu Dia selalu mengasihi saya. kalo kakak memang merasa yakin di kristen ya sudah, jalanilah saja. namun jangan bersikap seperti ini kepada kami yang katolik. mungkin kakak berpikir gereja katolik itu kuno dan kakak lebih senang dengan gereja modern, namun toh Tuhan tetap sama kan.

        apabila kakak mungkin berkenan, coba kakak ingat santa yang namanya menjadi nama baptisan dan krisma kakak sewaktu di gereja katolik. bacalah riwayat mereka. karena seperti itulah seorang katolik yang sesungguhnya, dan para umat katolik kontemporer berusaha meneladani mereka. jangan pandang hukum dan dogma – dogma saja. tetapi iman mereka mereka yang benar2 mengimani dan secara total berserah kepada Bapa.

        semoga kakak tidak emosi dengan apa yang saya tulis.
        semoga Tuhan memberkati,
        merlin.

      • Shalom Shirley,
        Secara tak sengaja saya menemukan ruang diskusi ini, (sekitar 3 atau 4 hari lalu) dan mulai membaca tanya jawab yang berlangsung. Mungkin sudah terlalu terlambat untuk menaggapi, walaupun demikian saya harap Sherley akan sempat membacanya. Saya kira Sherley masuk dalam ruang tanya jawab ini, (saya mencoba melihat dari dari sudut pandang Sherley), tentunya bermaksud baik, ingin “menyelamatkan” teman-teman katolik yang tersesat, dan ketika menemukan bahwa mereka begitu fanatik dalam kekatolikannya lalu membuat Sherley meradang, tidak fokus, lalu kalap dan menyerang pribadi mereka yang berargumentasi, dengan tulisan Sherley yang tidak fokus dan terkesan “flight of Idea” ,. Sayang sekali, karena Sherley datang ingin membawa kebenaran tetapi melalui contoh diri yang “tidak berbuah dalam kasih” yang seharusnya menjadi ciri-ciri pembawa berita ttg Kebenaran itu sendiri. Maaf jika saya salah menilai, tetapi dengan pengetahuan yang dangkal terhadap apa yang Sherley imani sendiri, tidak mungkin Sherley akan berhasil mengalih-tularkan kebenaran yang ingin Sherley bawakan. Sedih rasanya membaca komentar Sherley :”Itu yang diajari oleh agama katolik kan?” Jika keluarga Sherley katolik yang taat, tentu mengajarkan melalui perbuatan dan tingkah laku katolik, dan pendidikan itu dimulai dari rumah?. itukah yang diajarkan mama-papa Sherly ketika anda masih kecil? Saya kira tidak ada mama-papa beragama ataupun tak beragama akan mengajarkan “menghakimi yang lebih baik” (Maaf, tulisan Sherley diatas tentang hal ini menggambarkan bahwa Sherley merasa “better than Merlin” yang jelas merupakan suatu kesombongan yang putus asa).
        Saran saya, baca dengan hati tenang, tanpa kemarahan, tanpa frustasi penjelasan tim katolisitas, dan temukan kebenaran itu didalamnya. Dengan kedangkalan pengetahuan tentang sejarah keselamatan dan kebenaran, (sejarah agama katolik dan kristen) yang Sherley miliki. ditambah dengan perilaku yang tidak menujukkan buah-buah kasih seperti yang tercermin dalam tulisan-tulisan Sherley : mana mungkin Sherley bisa memenangkan umat katolik si domba-domba sesat itu ? Bersyukurlah bisa membaca dan mengikuti website katolisitas ini, yang mengetengahkan sejarah kebenaran dan keselamatan yang disampaikan secara objektif, berdasarkan bukti dan referensi yang jelas, disampaikan dengan lemah lembut.. Mari kita belajar dari tulisan-tulisan tim katolisitas, hingga jadi memiliki pengetahuan, dan berbekalkan itu mari selamatkan mereka yang saat ini masih belum percaya Tuhan, tunjukkan mereka website ini sehingga mereka benar-benar menemukan kebenaran tersebut. Terlebih lagi bagi Sherley sendiri, mari pulang kerumah, Kebenaran mengulurkan tangan. Shalom. Oh ya utk Tim katolisitas, membaca postingan-postingan tim katolisitas ini saya merasa dikuatkan dalam iman katolik. TK n Shalom

      • saya kira sherly hanya mempermalukan dirinya sendiri, walaupun pengetahuan saya mepet dalam hal keagamaan tapi saya dapat melihat bagaimana karakter sherly dari tulisan tulisannya

        [Dari Katolisitas: Mari, janganlah kita menghakimi. Karakter kita memang dapat terlihat dari tulisan-tulisan kita. Namun jangan lupa, selalu ada kesempatan bagi setiap orang untuk bertumbuh dan belajar dari kesalahan, juga melalui tulisan-tulisan yang sudah terlanjur ditulis.]

  16. endro wibowo on

    satu lagi quotations tentang mencari Tuhan

    We need to find God, and he cannot be found in noise and restlessness. God is the friend of silence. See how nature – trees, flowers, grass- grows in silence; see the stars, the moon and the sun, how they move in silence… We need silence to be able to touch souls.
    -Mother Teresa-

    • orang BIJAK mengeluarkan kata2 yg menyejukan hati….saya kalau membaca kata2 org BIJAK seperti Mother Teresa bisa meneteskan air mata…saya langsung ingat ama Tuhan…dihati saya yg paling dalam memuliakan Tuhan….karna kuasanya yg begitu besar.Dia memberi kita kelebihan yg berbeda2 untuk setiap pribadi masing2.
      Sebaliknya….banyak diantara kita,yg merasa dekat/melaksanakan perintah Tuhan,tapi dari mulutnya sering keluar kata2 yg menyakitkan/caci maki/hujat……sayapun meneteskan air mata….saya bertanya kepada Tuhan…:= ya Bapa….apakah mereka benar2 mengenal Engkau?????

  17. endro wibowo on

    bunda teresa pernah berkata :

    “here is only one God and He is God to all; therefore it is important that everyone is seen as equal before God. I’ve always said we should help a Hindu become a better Hindu, a Muslim become a better Muslim, a Catholic become a better Catholic. -Mother teresa- ”

    saya juga bukan umat katolik yang banyak mengerti atau hebat iman saya.
    dalam hidup kita memang tidak hanya cukup diam, acuh2 tak acuh tentang kebenaran. dengan diam dan berharap RohKudus mengarahkan kita, dan otomatis kita dalam kebenaran. saya rasa caranya tidaklah demikian.. bahwa sensitif terhadap bimbingan Roh Kudus iya, saya setuju.Tuhan Yesus turun dari surga kepada manusia adalah karena Allah ingin mengenalkan diriNya kepada Manusia. karena manusia banyak tidak tahu, hukum taurat itu memang sudah ada, tapi bukan tanpa alasan Tuhan Yesus lahir. Tuhan Yesus membawa penggenapan akan hukum2 taurat. Karena Tuhan juga mau mengajari kita, maka kita bisa belajar kalau kita perduli dan mau tau tentang kebenaran. dengan kerndahan hatiu dan niat yang tulus untuk mengenali Tuhan. Menurut pemahaman saya pengimanan kita yang benar akan Tuhan mempunyai ciri2 sebagai berikut. jika kita semakin dekat dengan Tuhan maka kedamaian, ketentraman, jauh dari rasa takut, pengharapan, rasa syukur, dan kasih akan sesama akan semakin mendominasi hidup kita. agama adalah peta, agama berpengaruh besar pada pada pemahaman kita. maka peran agama sungguh penting. kalo di protestan, memilih pendeta juga menjadi penting. mengingat penting nya agama dalam kehidupan kita, maka saya juga akan selektif memilih agama yang saya anut. cara termudah untuk melihat pengajaran itu baik atau tidak adalah dengan melihat buahnya. melihat bapa2 dan para orang kudus dari gereja katolik, baik lokal maupun dunia sudah memberi lebih dari cukup bukti untuk saya tetap berada dalam kerahiman katolik.

    dan proses memilih adalah jika kita sudah tahu tentang masing2 pilihan. Tahu katolik, dan tahu pembandingnya dengan baik, setelah itu proses memilih baru bisa dilakukan. kalo hanya melihat satu pilihan saja, maka itu belum memilih.

    nb: buat bapak /ibu pengelola web: sekiranya komentar saya ini tidak bersifat membangun mohon tidak usah ditayangkan saja. saya akan memakluminya, karena saya juga masih belajar. saya yakin web ini sangat berguna bagi umat2 katolik. dan umat non katolik. damai Tuhan selalu beserta kita.

    • Paulus Prana on

      Mas Endro,
      Saya amat sependapt dengan Mas Endro dalam pemilihan suatu keyakinan.
      Yang penting, adalah lihat saja BUAH-nya.. karya nyata-nya.. yang beyond the concept… top bgt deh..

      Saya semingguan yg lalu telah menulis reply yg ada point serupa tentang topik ini tapi belum ditayangkan oleh pak/bu moderator.

      Syalom Alaikhem.. may peace be upon us all..

  18. Halo Stef.

    Maaf, saya tidak punya waktu banyak untuk mencari bahan2 tulisan dan untuk flip-through alkitab indonesia, semoga pengertian bahasa inggris anda bagus adanya.
    Berikut ini adalah beberapa argumentasi ttg ajaran2 Kanonikasi Katolik yg bertentangan dengan Alkitab:

    1. CATHOLIC TRADITION – Forbidding the priesthood to marry (melarang pastor untuk menikah).
    WHAT THE BIBLE SAYS –
    Matthew 8:14 And when Jesus was come into Peter’s house, he saw his wife’s mother laid, and sick of a fever.
    Mark 1:30 But Simon’s wife’s mother lay sick of a fever, and anon they tell him of her.
    Luke 4:38 And he arose out of the synagogue, and entered into Simon’s house. And Simon’s wife’s mother was taken with a great fever; and they besought him for her.
    Petrus menikah – dan Paus adalah penerus dari Petrus. Atas dasar apa Paus tidak boleh menikah?

    2. CATHOLIC TRADITION – Mary never had other children after the Lord Jesus. A perpetual virgin. (Maria adalah tetap perawan setelah Yesus)
    WHAT THE BIBLE SAYS –
    Matthew 13:55 Is not this the carpenter’s son? is not his mother called Mary? and his brethren, James, and Joses, and Simon, and Judas?
    13:56 And his sisters, are they not all with us? Whence then hath this man all these things?
    Mark 6:3 Is not this the carpenter, the son of Mary, the brother of James, and Joses, and of Juda, and Simon? and are not his sisters here with us? And they were offended at him.
    (Menurut ayat diatas, Maria dan Yosef memiliki anak2 lain. Menurut hukum kanon- Maria adalah perawan)

    3. CATHOLIC TRADITION – Mary is the queen of heaven (Maria = Ratu Surga)
    WHAT THE BIBLE SAYS –
    Jeremiah
    7:18 The children gather wood, and the fathers kindle the fire, and the women knead their dough, to make cakes to the queen of heaven, and to pour out drink offerings unto other gods, that they may provoke me to anger.
    7:19 Do they provoke me to anger? saith the LORD: do they not provoke themselves to the confusion of their own faces?
    (Memuja ratu surga adalah membuat murka Allah, hukum Kanon menganjurkan untuk menghormati Maria)

    4. CATHOLIC TRADITION – Pope called Holy Father (Sri Paus disebut sebagai Bapa Suci)
    WHAT THE BIBLE SAYS –
    John 17:11 And now I am no more in the world, but these are in the world, and I come to thee. Holy Father, keep through thine own name those whom thou hast given me, that they may be one, as we are.
    (Hanya Tuhan Allah yg dipanggil Yesus sebagai Bapa Suci – bukan manusia biasa yg lain, Sri Paus hanyalah manusia biasa).

    5. CATHOLIC TRADITION – Purgatory (api penyucian)
    WHAT THE BIBLE SAYS – None of these is mentioned in the Bible. It is a sin to add to the Bible.
    Romans 8:1 There is therefore now no condemnation to them which are in Christ Jesus…. When a person dies their eternal home is sealed–heaven or hell–no in between.
    (Pada saat seseorg meninggal – dia hanya akan masuk ke surga atau neraka belaka – tidak diantara/tidak ada api penyucian, terbukti dengan Alkitab – api penyucian tdk bisa dibuktikan dgn ayat alkitab)

    6. CATHOLIC TRADITION – Venerating/worshipping images (memuja berhala/patung2)
    WHAT THE BIBLE SAYS –
    Exodus
    20:4 Thou shalt not make unto thee any graven image, or any likeness of any thing that is in heaven above, or that is in the earth beneath, or that is in the water under the earth.
    20:5 Thou shalt not bow down thyself to them, nor serve them: for I the LORD thy God am a jealous God…
    (saya yakin yg ini anda sudah sangat paham)

    7. CATHOLIC TRADITION – The Mass (Konsekrasi pada saat misa)
    WHAT THE BIBLE SAYS –
    1 Corinthians
    11:24 And when he [Jesus] had given thanks, he brake it [bread], and said, Take, eat: this is my body, which is broken for you: this do in remembrance of me.
    11:25 After the same manner also he took the cup, when he had supped, saying, This cup is the new testament in my blood: this do ye, as oft as ye drink it, in remembrance of me.
    11:26 For as often as ye eat this bread, and drink this cup, ye do shew the Lord’s death till he come (not for the forgiveness of sins or to receive Jesus).
    (Ini hanyalah untuk mengenang Yesus, bukan untuk menyucikan diri dengan menganggap bahwa hosti itu adalah tubuh Kristus. Alkitab tidak mengatakan bahwa hosti akanlah berubah menjadi tubuh Kristus yg asli pada saat konsekrasi).

    8. CATHOLIC TRADITION – The church is founded on Peter (Gereja didirikan oleh Petrus).
    WHAT THE BIBLE SAYS –
    (Acts 10:26). When Cornelius tried to worship Peter, Peter responded, “Stand up; I myself also am a man.” (Acts 10:26).
    (bahkan Petrus melarang orang2 untuk menyembah dia karena dia hanyalah seseorg manusia)
    1 Corinthians 3:11 For other foundation can no man lay than that is laid, which is Jesus Christ. (Tidak ada org yg bisa mendirikan fondasi yg didirikan oleh Yesus Kristus – bukan Petrus yd mendirikan gereja)

    9. CATHOLIC TRADITION – Confessing sins to a priest. Petitioning saints and Mary (Mengaku dosa kepada Pastor – mengampuni dosa melalui petisi)
    WHAT THE BIBLE SAYS -
    I John 1:9 If we confess our sins, he [God] is faithful and just to forgive us our sins, and to cleanse us from all unrighteousness. (hanya mengaku dosamu kepada Tuhan)
    1 Timothy
    2:5 For there is one God, and one mediator between God and men, the man Christ Jesus (hanya Yesus mediator kita, bukan Pastor/Santo Santa/Maria – ataupun hukuman penalti mengaku dosa)

    Semoga hal2 ini bisa membuka mata saudara. Jika saya ada waktu, saya akan carikan banyak2 hal2 lain yg ada di gereja katolik tetapi bertentangan dengan alkitab.

    Sekian,
    sherly

    • Shalom Sherly,

      Terima kasih atas tulisannya tentang beberapa pengajaran Gereja Katolik yang anda lihat bertentangan dengan Alkitab. Kalau anda tidak mempunyai banyak waktu, saya mengusulkan untuk memulai dari satu topik dan dibahas secara mendalam. Setelah satu topik selesai, mulai lagi dengan topik lain. Jawaban saya akan terbagi menurut topik yang anda berikan. Kalau anda ingin menanggapi jawaban saya, silakan untuk klik “REPLY” di pesan yang bersangkutan. Saya juga mohon, agar anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan, yang saya beri warna merah.

      Tidak menjadi masalah kalau anda mengutip dalam bahasa Inggris. Saya akan mencoba untuk mengerti pesan yang anda sampaikan dengan baik semampu saya.

      I. TENTANG LARANGAN PASTOR UNTUK MENIKAH

      1. Dasar Kitab Suci:

      Priestly celibacy mempunyai kelebihan, karena itulah yang dicontohkan oleh Yesus dan juga rasul Paulus. Karena Yesus tidak menikah, maka orang yang mempunyai posisi imam adalah baik untuk mengikuti Yesus dengan sempurna, termasuk dalam hal celibacy. Hal ini dikatakan oleh Yesus sendiri “Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.” (Mt 19:12). Kasus yang “lahir demikian” dan “dijadikan demikian” mengacu kepada sida-sida Kasus yang ke-dua adalah orang yang “membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri” oleh karena Kerajaan Sorga adalah orang-orang yang hidup selibat, termasuk adalah para pastor. Mereka melakukan selibat karena Kerajaan Sorga. Dan hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh rasul Paulus “Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.” (1 Kor 7:32).

      2. Dasar Tradisi Suci:

      Mari kita melihat beberapa konsili beserta dengan tulisan Bapa Gereja yang membahas tentang priestly celibacy:

      a. Tertullian (160-220) menuliskan bahwa para bidat dapat mempunyai tanda-tanda luar dari orang-orang beriman, seperti celibacy. (Tertullian, The Demurrer Against the Heretics, ch. 40. no. 5, in The Faith of the Early Fathers, ed. William A. Jurgens (Collegeville, MN: The Liturgical Press, 1970) vol. 1, 123)

      b. Clement of Alexandria (195) menuliskan “Peter and Philip fathered children, and Philip gave his daughters in marriage. Furthermore, Paul did not hesitate to mention his ‘companion’ in one of his epistles…He says in his epistle, ‘Do I not have the right to take along a sister-wife, as do the other apostles?’ [1Cor 9:5] However the other apostles, in harmony with their particular ministry, devoted themselves to preaching without any distraction. Their spouses went with them, not as wives, but as sisters, in order to minister to housewives” (Clement of Alexandria, Ante-Nicene Fathers 2:390-391 E)

      c. Konsili Elvira (309), Canon 33 menyebutkan “Bishops, presbyters, and deacons, and all other clerics having a position in the ministry, are ordered to abstain completely from their wives and not have children. Whoever, in fact, does this shall be expelled from the dignity of the clerical state.

      d. St. Epiphanius, uskup dari Salamis di Cyprus (375) menuliskan “a call to the holy priesthood of God . . . is not approved for those who, after a first marriage, and their wife having died, enter upon a second marriage. . . . But even one who is husband of one wife, if she is still living and still bearing children, is not approved.” (St. Epiphanius of Salamis, Panacea Against All Heresies, ch. 59, no. 4, in Jurgens, vol. 2, 73.)

      e. Konsili Niceae (325), Canon 3 menyebutkan “The great Synod has stringently forbidden any bishop, presbyter, deacon, or any one of the clergy whatever, to have a subintroducta dwelling with him, except only a mother, or sister, or aunt, or such persons only as are beyond all suspicion.” Memang tidak secara tegas disebutkan tentang priestly celibacy, namun dikatakan bahwa tidak ada perempuan yang tidak mempunyai hubungan darah, yang dapat tinggal dengan uskup, imam, diakon. Ini berarti bagi wanita yang menjadi istri imam tidak dapat hidup bersama dengan mereka. Kalau mereka masih boleh untuk tidak hidup selibat, mengapa para istri dari imam tidak diperkenankan untuk tinggal satu rumah? Konsili Niceae ini adalah konsili yang juga diterima oleh Gereja Timur, karena ini adalah konsili bersama.

      f. Konsili Carthage (419), Canon 3 – of continenceAurelius the bishop said: When at the past council the matter on continency and chastity was considered, those three grades, which by a sort of bond are joined to chastity by their consecration, to wit bishops, presbyters, and deacons, so it seemed that it was becoming that the sacred rulers and priests of God as well as the Levites, or those who served at the divine sacraments, should be continent altogether, by which they would be able with singleness of heart to ask what they sought from the Lord: so that what the apostles taught and antiquity kept, that we might also keep.
      Dari dokumen ini juga terlihat bagaimana uskup Aurelius melihat pentingnya celibacy / continent bagi uskup, iman, dan diakon (three grades). Dan pada akhir kalimatnya dia mengatakan bahwa “sehingga apa yang diajarkan oleh para rasul dan sedari awal dijalankan / dipegang, sehingga kita juga dapat menjalankannya.” Dari kalimat ini, uskup Aurelius telah menganggap bahwa continent bagi para uskup, imam, dan diakon telah menjadi apostolic tradition.

      3. Dasar teologis:

      Secara teologis, priestly celibacy mempunyai dasar yang kuat, sehingga kita melihat adanya praktek ini dari satu generasi ke generasi yang lain. Pertama, Imam bertindak sebagai Kristus (in persona Christi), yang menjadi pengantin laki-laki dengan pengantin perempuan adalah Gereja. Oleh karena itu, adalah fitting kalau para imam tidak menikah dan hidup dalam celibacy. Kedua, para imam menerapkan apa yang akan terjadi di Sorga, yaitu tidak ada yang kawin dan dikawinkan. Dan hal ini juga ditegaskan oleh Yesus sendiri (Mt 19:12) dan juga rasul Paulus (1 Kor 7:33-34). Ketiga, para imam memberikan dirinya secara total dengan mengikuti Yesus sendiri, yang memang tidak menikah.

      4. Pertanyaan: Apakah anda menyetujui bahwa apa yang dikatakan rasul Paulus “Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.” (1 Kor 7:32).? Dan kalau tidak setuju apakah alasannya? Bagaimana anda menafsirkan Mt 19:12? Bagaimana anda menafsirkan Clement of Alexandria (195) menuliskan “Peter and Philip fathered children, and Philip gave his daughters in marriage. Furthermore, Paul did not hesitate to mention his ‘companion’ in one of his epistles…He says in his epistle, ‘Do I not have the right to take along a sister-wife, as do the other apostles?’ [1Cor 9:5] However the other apostles, in harmony with their particular ministry, devoted themselves to preaching without any distraction. Their spouses went with them, not as wives, but as sisters, in order to minister to housewives” (Clement of Alexandria, Ante-Nicene Fathers 2:390-391 E)?

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • Dear Stef,

        Matius 19:12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikandemikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga.
        - Disini Yesus menjelaskan ttg “PILIHAN” seseorang untuk tidak menikah karena kemauannya sendiri melayani kerajaan Sorga, contohnya disini adalah Rasul Paulus (1 Kor 7: 33-34) yang MEMILIH untuk tidak menikah.
        - Tetapi pada konteks Matius diatas, Yesus mengatakannya sebagai PILIHAN, bukan KEHARUSAN.

        Baca ayat berikut:
        1 Timotius 3:2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, SUAMI DARI SATU ISTRI, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, 3:3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, 3:4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya 3:5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?

        1 Timotius 4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di akhir zaman, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti ROH ROH PENYESAT dan AJARAN AJARAN SETAN 4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
        4:3 Mereka itu MELARANG ORANG KAWIN, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah (makanan yg diciptakan Allah = sabda Tuhan) supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.

        Apakah gereja Katolik adalah organisasi yg dikatakan dalam 1 Timotius 4 diatas? Saya rasa tidak perlu membuat doktrinasi bahwa Pastor tidak boleh menikah. Lihat kenyataan berikut ini:

        1. FACT: In 1079 AD celibacy was first enforced for priests and bishops by Pope Gregory VII. Before this time, they were permitted to marry.
        - Berdasarkan fakta diatas, SEBELUM tahun 1079 AD, para pastor dan uskup Katolik DIIJINKAN untuk menikah. Adalah Paus Gregory VII yang membuat doktrin CELIBACY.

        2. Fact: Nebraska Ordains First Married Catholic Priest, Father Sidney Bruggeman Has 4 Children, 10 Grandchildren (22 Jun 2009)
        3. Fact: Catholic priests urge Church to reconsider celibacy rule (26 Jan 2005)
        4. Fact: Married priest is first in Seattle Archdiocese (20 Jan, 2009)

        Apakah ada perpecahan didalam gereja Katolik? Sekarang pastor boleh mempunyai istri? Dalam artikel online newspaper diatas ditemukan pastor2 di Amerika yg ternyata menikah. Dan ada sekelompok pastor yg menulis surat kepada paus untuk diijinkan menikah (kopi surat2nya diterbitkan online kalau anda ingin membaca)

        Sekali lagi saya merasa hidup selibat sudah tidak tepat utk masa sekarang, spt kita tahu sebelum tahun 1079 – bahkan pada saat gereja Katolik baru didirikan, pastor boleh menikah.

        Sherly

        • Shalom Sherly,

          Terima kasih atas tanggapannya tentang kehidupan selibat dari para imam di dalam Gereja Katolik.

          I. DASAR KITAB SUCI

          1. Mt 19:12; 1Kor 7:32: Anda mengatakan “- Disini Yesus menjelaskan ttg “PILIHAN” seseorang untuk tidak menikah karena kemauannya sendiri melayani kerajaan Sorga, contohnya disini adalah Rasul Paulus (1 Kor 7: 33-34) yang MEMILIH untuk tidak menikah. - Tetapi pada konteks Matius diatas, Yesus mengatakannya sebagai PILIHAN, bukan KEHARUSAN.

          a. Dari jawaban anda maka anda telah mengakui bahwa ada orang-orang yang karena pilihan mereka sendiri, maka mereka melakukan hidup selibat. Dan ini adalah sesuatu yang baik. Kalau kita menghubungkan dengan kehidupan para imam di dalam Gereja Katolik, maka mereka melakukan kehidupan selibat dengan sukarela. Tidak ada yang memaksa mereka untuk menjadi imam. Namun, mereka tahu, bahwa Gereja Barat mempunyai disiplin hidup selibat untuk para imam. Kalau para calon imam tidak menyukai hal ini, maka tidak ada yang memaksa mereka menjadi imam di Gereja Barat (Western Church). Dengan demikian, ini adalah suatu pilihan bebas. Semua umat Katolik dapat berkarya untuk membangun Gereja Katolik dengan cara yang berbeda-beda. Namun, ada sebagian umat Katolik, yang dengan keinginan bebas, memilih untuk membaktikan diri mereka menjadi imam dan hidup selibat, mengikuti Yesus yang tidak menikah dan rasul Paulus yang juga tidak menikah, serta rasul Petrus yang tidak menggunakan hak menikahnya setelah mengikuti Yesus.

          b. Kita juga harus mengakui dari segi kepraktisan, kehidupan selibat ini mempunyai keuntungan bahwa mereka lebih berfokus pada pelayanan mereka, seperti yang juga ditekankan oleh rasul Paulus.

          2. 1 Timotius 3:2-5: “2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, 3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, 4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. 5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?

          a. Di ayat 2 dikatakan seorang penilik jemaat adalah “suami dari satu istri”. Namun ini tidak berarti bahwa seorang penilik jemaat haruslah seorang yang menikah, seperti yang telah dibuktikan oleh rasul Paulus yang tidak menikah. Apakah dengan demikian rasul Paulus bukan penilik jemaat, karena dia tidak menikah? Hal ini dipertegas oleh St. Jerome dalam suratnya kepada Oceanus, yang mengatakan bahwa “suami dari satu istri” tidaklah menandakan bahwa seorang uskup atau imam haruslah seorang pria yang menikah; dan bukan pria yang mempunyai satu istri pada saat yang sama; tetapi bahwa dia haruslah seorang pria yang tidak pernah menikah tetapi satu kali, atau kepada satu istri: karena untuk menikah lebih dari satu kali, terlihat tanda adanya kecenderungan untuk mendapatkan kesenangan seksual. Adalah benar, pada waktu itu, dia tinggal bersama dengan istrinya seperti seorang saudara perempuannya.

          b. Tentu saja, pada kondisi jemaat perdana, tidak semua orang yang dapat menjadi penilik jemaat adalah orang-orang yang belum menikah, karena banyak yang masuk ke dalam Gereja adalah orang-orang yang telah menikah. Dengan demikian, menjadi sesuatu yang umum dilakukan untuk mendapatkan kandidat dari orang-orang yang telah menikah. Namun, dari beberapa surat, maka terlihat bahwa setelah mereka menjadi uskup maupun imam, mereka juga tidak menggunakan hak pernikahan mereka (tidak berhubungan seks).

          3. 1Tim 4:1-3: “1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. 3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.” Anda ingin mengatakan bahwa 1Tim 4:1-3 dapat diterapkan kepada Gereja Katolik, karena Gereja Katolik mempunyai disiplin kehidupan selibat untuk para imam.

          a. Kalau anda mau membaca beberapa tulisan dari Bapa Gereja, maka akan terlihat dengan jelas siapa yang dimaksudkan dengan orang-orang yang melarang perkawinan. Kalau ini merujuk kepada Gereja Katolik, maka seharusnya Gereja Katolik juga melarang perkawinan untuk semua anggota Gereja Katolik, karena di ayat tersebut dikatakan “Mereka itu melarang orang kawin” dan bukan hanya terbatas pada melarang imam kawin. Namun, kenyataannya, Gereja Katolik melihat perkawinan sebagai sesuatu yang sakral, sehingga perkawinan yang sah tidak dapat diceraikan oleh siapapun. Dengan demikian, tidaklah tepat kalau ayat ini ditujukan kepada Gereja Katolik.

          b. Ayat-ayat tersebut, menurut St. John Chrysostom ditujukan kepada bidah Encratites, the Marcioniotes, Manicheans, yang percaya bahwa perkawinan adalah evil. Kita dapat melihat ajaran-ajaran mereka seperti yang dituliskan oleh St. Irenaeus, Epiphanius, St. Agustine, dll. Ajaran sesat ini percaya akan dualisme, di mana terdapat tuhan yang menciptakan yang baik, yang spiritual dan tuhan yang lain adalah tuhan yang menciptakan kejahatan. Dan kejahatan ini adalah bersifat material, seperti perkawinan, daging, anggur, dll. Pengajaran-pengajaran sesat inilah yang dimaksudkan dalam 1Tim 4:1-3 dan bukan pengajaran kehidupan selibat dalam Gereja Katolik.

          II. DASAR DARI TRADISI SUCI

          a. Anda mengatakan “1. FACT: In 1079 AD celibacy was first enforced for priests and bishops by Pope Gregory VII. Before this time, they were permitted to marry.
          – Berdasarkan fakta diatas, SEBELUM tahun 1079 AD, para pastor dan uskup Katolik DIIJINKAN untuk menikah. Adalah Paus Gregory VII yang membuat doktrin CELIBACY.

          Silakan anda melihat kembali beberapa pernyataan dari para Bapa Gereja dan konsili-konsili, dimana empat diantaranya mengatakan:

          Clement of Alexandria (195) menuliskan “Peter and Philip fathered children, and Philip gave his daughters in marriage. Furthermore, Paul did not hesitate to mention his ‘companion’ in one of his epistles…He says in his epistle, ‘Do I not have the right to take along a sister-wife, as do the other apostles?’ [1Cor 9:5] However the other apostles, in harmony with their particular ministry, devoted themselves to preaching without any distraction. Their spouses went with them, not as wives, but as sisters, in order to minister to housewives” (Clement of Alexandria, Ante-Nicene Fathers 2:390-391 E)

          Konsili Illiberi (300-306), Canon 27 dan 33 dalam titlenya “The Celibacy of the Clergy” menyebutkan “Can. 27. A bishop, or any priest at all, may have with him only a sister or a virgin daughter dedicated to God; it is decided that he by no means have a stranger.
          Can. 33. It is decided that marriage be altogether prohibited to bishops, priests, and deacons, or to all clerics placed in the ministry, and that they keep away from their wives and not beget children; whoever does this, shall be deprived of the honor of the clerical office.

          Konsili Elvira (309), Canon 33 menyebutkan “Bishops, presbyters, and deacons, and all other clerics having a position in the ministry, are ordered to abstain completely from their wives and not have children. Whoever, in fact, does this shall be expelled from the dignity of the clerical state.

          Konsili Carthage (419), Canon 3 – of continenceAurelius the bishop said: When at the past council the matter on continency and chastity was considered, those three grades, which by a sort of bond are joined to chastity by their consecration, to wit bishops, presbyters, and deacons, so it seemed that it was becoming that the sacred rulers and priests of God as well as the Levites, or those who served at the divine sacraments, should be continent altogether, by which they would be able with singleness of heart to ask what they sought from the Lord: so that what the apostles taught and antiquity kept, that we might also keep.
          Dari dokumen ini juga terlihat bagaimana uskup Aurelius melihat pentingnya celibacy / continent bagi uskup, iman, dan diakon (three grades). Dan pada akhir kalimatnya dia mengatakan bahwa “sehingga apa yang diajarkan oleh para rasul dan sedari awal dijalankan / dipegang, sehingga kita juga dapat menjalankannya.” Dari kalimat ini, uskup Aurelius telah menganggap bahwa continent bagi para uskup, imam, dan diakon telah menjadi apostolic tradition.

          Dengan bukti-bukti di atas, maka akan sangat salah kalau anda mengatakan “SEBELUM tahun 1079 AD, para pastor dan uskup Katolik DIIJINKAN untuk menikah“. Dari bukti-bukti di atas justru terlihat jelas, bahwa Gereja Katolik melihat akan pentingnya hidup selibat untuk para imam, karena alasan teologis dan juga bersumber pada Tradisi yang diwariskan turun-temurun. Perlu digarisbawahi bahwa hidup selibat untuk para imam memang bukan merupakan “matter” dan “form” dari Sakramen Imamat, yang membuat Sakramen Imamat adalah sah. Namun demikian, disiplin hidup selibat ini, seperti yang terlihat dari dokumen-dokumen di atas tidak muncul secara mendadak, namun justru berakar kuat dalam Tradisi.

          III. TENTANG BEBERAPA KASUS

          Walaupun disiplin hidup selibat bukan merupakan “matter” dan “form” dari Sakramen Imamat, namun displin ini berakar kuat dalam Tradisi. Sebagai sebuah disiplin, Gereja Katolik berhak untuk memberikan perkecualian (extraordinary means) dalam kasus-kasus tertentu. Namun, perkecualian ini bukanlah berarti merubah tatanan umum (ordinary means) yang ada, karena disiplin hidup selibat ini tetap ada sampai saat ini. Dan perkecualian ini didapatkan dalam kasus-kasus tertentu dengan seijin vatikan. Mari kita melihat kasus-kasus yang anda tulis:

          a. Nebraska Ordains First Married Catholic Priest, Father Sidney Bruggeman Has 4 Children, 10 Grandchildren (22 Jun 2009)

          Sumber (silakan klik) Dia masuk seminari protestan tahun 1986. Dia tidak terlalu puas dengan apa yang dia dapat di seminari. 10 tahun kemudian, sebagai pendeta di “Disciple of Christ Church”, dia menemukan Katekismus Gereja Katolik. Dan dia membacanya serta membuat koneksi dengan kehidupannya. Setelah itu dia dan istrinya kemudian menjadi Katolik. Setelah 14 tahun mengalami pelatihan dan pertimbangan secara serius, dengan bantuan uskup Grand Island dan persetujuan Paus, maka Fr. Sidney Bruggeman menjadi imam pertama di Nebraska yang menikah, dari sekitar total 100 kasus imam yang menikah di seluruh Amerika.

          b. Catholic priests urge Church to reconsider celibacy rule (26 Jan 2005)

          Adalah kenyataan bahwa ada sebagian kecil dari imam yang protes akan disiplin hidup selibat. Namun, di satu sisi yang lain adalah suatu kenyataan bahwa tidak ada yang memaksa mereka untuk masuk menjadi imam dan menjadi suatu kenyataan bahwa pada waktu mereka masuk menjadi imam, mereka tahu bahwa mereka harus hidup selibat. Dan mereka secara bebas memutuskan untuk menjadi imam yang mereka tahu mempraktekkan hidup selibat. Kalau kemudian mereka protes, bukan berarti bahwa disiplin hidup selibat yang salah, namun orang-orang tersebut yang tidak setia dengan panggilannya.

          c. Married priest is first in Seattle Archdiocese (20 Jan, 2009)

          Sumber (silakan klik). Fr. Tom McMichael adalah imam menikah pertama di Keuskupan Agung Seattle. Pada November 2005, McMichael menginformasikan kepada kongregasi di gereja Lutheran Lynden’s Hope bahwa dia meletakkan jabatannya sebagai pendeta untuk menjadi umat Katolik. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Paus Yohanes Paulus II memberikan dispensasi kepada Fr. Tom McMichael untuk dapat menjadi imam.

          Dari kasus a dan c di atas, kita melihat bahwa Paus dapat memberikan dispensasi kepada mereka, yang biasanya adalah pendeta-pendeta yang kemudian menjadi Katolik. Kita melihat di sini, bahwa ada sekitar 100 kasus seperti ini di Amerika, yang berarti ada sekitar 100 kasus dari yang tadinya pendeta di gereja-gereja non-Katolik dan kemudian memutuskan meninggalkan kongregasinya dan menjadi Katolik. Perlu menjadi catatan, bahwa biasanya mereka meninggalkan kongregasi mereka tanpa tahu nasib mereka di kemudian hari, yang penting mereka adalah menjadi umat dari Gereja Katolik. Dan sejalan dengan waktu, maka imam dan uskup setempat dapat memberikan rekomendasi kepada mereka, yang pada akhirnya Paus dapat memberikan dispensasi.

          Namun, untuk kasus b, maka Paus tidak pernah mengeluarkan dokumen yang memperbolehkan calon-calon imam yang telah mempunyai istri. Ini adalah disiplin yang telah berlangsung dari generasi ke generasi, yang tidak mudah berubah di Western Church. Dan ini terbukti dari dokumen”APOSTOLIC CONSTITUTION ANGLICANORUM COETIBUS” (dokumen yang memberikan arahan untuk persatuan umat dan imam dari gereja Anglikan ke Gereja Katolik) artikel IV.

          §2. The Ordinary, in full observance of the discipline of celibate clergy in the Latin Church, as a rule (pro regula) will admit only celibate men to the order of presbyter. He may also petition the Roman Pontiff, as a derogation from can. 277, §1, for the admission of married men to the order of presbyter on a case by case basis, according to objective criteria approved by the Holy See.

          Anda mengatakan “Apakah ada perpecahan didalam gereja Katolik? Sekarang pastor boleh mempunyai istri? Dalam artikel online newspaper diatas ditemukan pastor2 di Amerika yg ternyata menikah. Dan ada sekelompok pastor yg menulis surat kepada paus untuk diijinkan menikah (kopi surat2nya diterbitkan online kalau anda ingin membaca)” Tidak ada perpecahan di dalam Gereja Katolik. Peraturan sangat jelas, bahwa “ordinary means” untuk menjadi imam adalah pria yang belum menikah. Dan “extraodinary means” diperlukan persetujuan dari Paus. Bahwa ada imam yang menuliskan surat kepada Paus untuk diperbolehkan menikah adalah wajar. Dan Paus Yohanes Paulus II telah menjawabnya dalam beberapa dokumen, seperti: Pastores Dabo Vobis, par. 29, 44, 49-50, 66, (silakan klik) dan beberapa dokumen lain yang secara langsung maupun tidak langung menegaskan pentingnya kehidupan selibat bagi para imam. Hidup selibat yang dilakukan secara sadar adalah pemberian yang begitu indah bagi Tuhan. Cobalah anda baca paragraf 29 dan 50 dari Pastores Dabo Vobis:

          29. Referring to the evangelical counsels, the Council states that “preeminent among these counsels is that precious gift of divine grace given to some by the Father (cf. Mt. 19:11; 1 Cor. 7:7) in order more easily to devote themselves to God alone with an undivided heart (cf. 1 Cor. 7:32-34) in virginity or celibacy. This perfect continence for love of the kingdom of heaven has always been held in high esteem by the Church as a sign and stimulus of love, and as a singular source of spiritual fertility in the world.” (76) In virginity and celibacy, chastity retains its original meaning, that is, of human sexuality lived as a genuine sign of and precious service to the love of communion and gift of self to others. This meaning is fully found in virginity which makes evident, even in the renunciation of marriage, the “nuptial meaning” of the body through a communion and a personal gift to Jesus Christ and his Church which prefigures and anticipates the perfect and final communion and self-giving of the world to come: “In virginity or celibacy, the human being is awaiting, also in a bodily way, the eschatological marriage of Christ with the Church, giving himself or herself completely to the Church in the hope that Christ may give himself to the Church in the full truth of eternal life.” (77)

          50. The spiritual formation of one who is called to live celibacy should pay particular attention to preparing the future priest so that he may know, appreciate, love and live celibacy according to its true nature and according to its real purposes, that is, for evangelical, spiritual and pastoral motives. The virtue of chastity is a premise for this preparation and is its content. It colors all human relations and leads “to experiencing and showing . . . a sincere, human, fraternal and personal love, one that is capable of sacrifice, following Christ’s example, a love for all and for each person.” (151)

          The celibacy of priests brings with it certain characteristics thanks to which they “renounce marriage for the sake of the kingdom of heaven (cf. Mt. 19:12) and hold fast to their Lord with that undivided love which is profoundly in harmony with the new covenant; they bear witness to the resurrection in a future life (cf. Lk. 20:36) and obtain the most useful assistance toward the constant exercise of that perfect charity by which they can become all things to all men in their priestly ministry.” (152) And so priestly celibacy should not be considered just as a legal norm or as a totally external condition for admission to ordination, but rather as a value that is profoundly connected with ordination, whereby a man takes on the likeness of Jesus Christ, the good shepherd and spouse of the Church, and therefore as a choice of a greater and undivided love for Christ and his Church, as a full and joyful availability in his heart for the pastoral ministry. Celibacy is to be considered as a special grace, as a gift, for “not all men can receive this saying, but only those to whom it is given” (Mt. 19:11). Certainly it is a grace which does not dispense with, but counts most definitely on, a conscious and free response on the part of the receiver. This charism of the Spirit also brings with it the grace for the receiver to remain faithful to it for all his life and be able to carry out generously and joyfully its concomitant commitments. Formation in priestly celibacy should also include helping people to be aware of the “precious gift of God,” (153) which will lead to prayer and to vigilance in guarding the gift from anything which could put it under threat.

          Through his celibate life, the priest will be able to fulfill better his ministry on behalf of the People of God. In particular, as he witnesses to the evangelical value of virginity, he will be able to aid Christian spouses to live fully the “great sacrament” of the love of Christ the bridegroom for his spouse the Church, just as his own faithfulness to celibacy will help them to be faithful to each other as husband and wife. (154)

          The importance of a careful preparation for priestly celibacy, especially in the social and cultural situations that we see today, led the synod fathers to make a series of requests which have a permanent value, as the wisdom of our mother the Church confirms. I authoritatively set them down again as criteria to be followed in formation for chastity in celibacy: “Let the bishops together with the rectors and spiritual directors of the seminaries establish principles, offer criteria and give assistance for discernment in this matter. Of the greatest importance for formation for chastity in celibacy are the bishop’s concern and fraternal life among priests. In the seminary, that is, in the program of formation, celibacy should be presented clearly, without any ambiguities and in a positive fashion. The seminarian should have a sufficient degree of psychological and sexual maturity as well as an assiduous and authentic life of prayer, and he should put himself under the direction of a spiritual father. The spiritual director should help the seminarian so that he himself reaches a mature and free decision, which is built on esteem for priestly friendship and self-discipline, as well as on the acceptance of solitude and on a physically and psychologically sound personal state. Therefore, seminarians should have a good knowledge of the teaching of the Second Vatican Council, of the encyclical Sacerdotalis Coelibatus and the Instruction for Formation in Priestly Celibacy published by the Congregation for Catholic Education in 1974. In order that the seminarian may be able to embrace priestly celibacy for the kingdom of heaven with a free decision, he needs to know the Christian and truly human nature and purpose of sexuality in marriage and in celibacy. It is necessary also to instruct and educate the lay faithful regarding the evangelical, spiritual and pastoral reasons proper to priestly celibacy so that they will help priests with their friendship, understanding and cooperation.” (155)

          IV. KESIMPULAN

          Anda menyimpulkan “Sekali lagi saya merasa hidup selibat sudah tidak tepat utk masa sekarang, spt kita tahu sebelum tahun 1079 – bahkan pada saat gereja Katolik baru didirikan, pastor boleh menikah.” Justru di tengah revolusi seks yang sedemikian bebas pada masa saat ini, hidup selibat membuka suatu kesadaran akan makna kasih yang sesungguhnya. Kasih yang pada jaman ini direduksi kepada kepuasan seks ditingkatkan menjadi kasih yang bersifat pemberian diri (self-giving) kepada Tuhan. Dan hal ini dapat membuka mata dunia akan hakekat dari kasih yang sesungguhnya, yang tidak mementingkan diri sendiri, namun memberikan diri.

          Dengan demikian, terlihat jelas, bahwa disiplin hidup selibat mempunyai akar tradisi yang kuat sedari abad-abad awal – bukan seperti yang anda sebutkan baru mulai tahun 1079 – seperti bukti-bukti yang dipaparkan di atas. Kehidupan selibat ini memungkinkan para imam dapat berfokus pada pelayanannya serta dapat mencerminkan Kristus sebagai mempelai pria, dengan Gereja sebagai mempelai wanita. Hidup selibat adalah pemberian yang begitu indah, tindakan kasih kepada Allah dengan mengorbankan diri untuk semakin memuliakan nama Tuhan. Dan inilah inti dari kasih. Jadi, daripada kita mencela suatu tindakan kasih yang begitu mulia, mari kita mendoakan para imam agar setia dengan panggilan yang dibuat secara bebas.

          Silakan juga menjawab pertanyaan yang saya ajukan sebelumnya:

          Pertanyaan: Apakah anda menyetujui bahwa apa yang dikatakan rasul Paulus “Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.” (1 Kor 7:32).? Dan kalau tidak setuju apakah alasannya? Bagaimana anda menafsirkan Mt 19:12? Bagaimana anda menafsirkan Clement of Alexandria (195) menuliskan “Peter and Philip fathered children, and Philip gave his daughters in marriage. Furthermore, Paul did not hesitate to mention his ‘companion’ in one of his epistles…He says in his epistle, ‘Do I not have the right to take along a sister-wife, as do the other apostles?’ [1Cor 9:5] However the other apostles, in harmony with their particular ministry, devoted themselves to preaching without any distraction. Their spouses went with them, not as wives, but as sisters, in order to minister to housewives” (Clement of Alexandria, Ante-Nicene Fathers 2:390-391 E)?

          Semoga diskusi ini dapat berguna bagi kita dan juga bagi semua pembaca katolisitas.org.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

    • Shalom Sherly,

      II. PERPETUAL VIRGINITY

      1. Dasar Alkitab:

      Matius 13:55, Mrk 6:3 “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?”

      Di dalam Alkitab, istilah “saudara” dipakai untuk menjelaskan banyak arti. Kata “saudara” memang dapat berarti saudara kandung, namun dapat juga berarti saudara seiman (Kis 21:7), saudara sebangsa (Kis 22:1), ataupun kerabat, seperti pada kitab asli bahasa Ibrani yang mengatakan Lot sebagai saudara Abraham (Kej 14:14), padahal Lot adalah keponakan Abraham.

      Jadi untuk memeriksa apakah Yakobus dan Yusuf itu adalah saudara Yesus, kita melihat kepada ayat-ayat yang lain, yaitu ayat Matius 27:56 dan Markus 15:40, yang menuliskan nama-nama perempuan yang ‘melihat dari jauh’ ketika Yesus disalibkan. Mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yohanes, dan ibu anak-anak Zebedeus (Mat 27:56); atau Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda, Yoses dan Salome (Mar 15:40). Alkitab menunjukkan bahwa Maria ibu Yakobus ini tidak sama dengan Bunda Maria.[3]

      Mungkin yang paling jelas adalah kutipan dari Injil Yohanes, yang menyebutkan bahwa yang hadir dekat salib Yesus adalah, Bunda Maria, saudara Bunda Maria yang juga bernama Maria, istri dari Klopas, dan Maria Magdalena (Yoh 19:25). Jadi di sini jelaslah bahwa Maria (saudara Bunda Maria) ini adalah istri Klopas/ Kleopas[4], yang adalah juga ibu dari Yakobus dan Yoses. Kesimpulannya, Yakobus dan Yoses ini bukanlah saudara kandung Yesus.

      2. Dasar Tradisi Suci:

      a. Ignatius dari Antiokhia (meninggal tahun 110), Origen (233), Hilarius dari Poiters (m. 367) dan Gregorius Nissa (m. 394).[6]

      b. St. Athanasius (293-373) menyebutkan Maria sebagai Perawan selamanya (Ever Virgin)[7] dalam bukunya Discourses Against the Arians.

      c. St. Jerome (347- 420) tidak hanya menyebutkan keperawanan Maria, tetapi juga keperawanan Yusuf. Ia menulis, “…You say that Mary did nor continue a virgin: I claim still more, that Joseph himself on account of Mary was (also) a virgin, so that from wedlock a virgin son was born.”[8]

      d. St. Agustinus dan St. Ambrosius (akhir abad ke- 4), mengajarkan keperawanan Maria sebelum, pada saat dan sesudah melahirkan Yesus Kristus, sehingga Maria adalah perawan selamanya.[9] Dengan kuasa Roh Kudus yang sama, Yesus lahir tanpa merusak keperawanan Bunda Maria, seperti halnya setelah kebangkitan-Nya, Dia dapat datang ke dalam ruang tempat para murid-Nya berdoa, tanpa merusak semua pintu yang terkunci (Lih. Yoh 20:26).[10] Roh Kudus yang membangkitkan Yesus dari mati adalah Roh Kudus yang sama yang membentuk Yesus dalam rahim Bunda Maria. Maka kelahiran Yesus dan kebangkitan-Nya merupakan peristiwa yang ajaib: kelahirannya tidak merusak keperawanan Maria, seperti kebangkitan-Nya tidak merusak pintu yang terkunci.

      St. Agustinus mengajarkan, “It is not right that He who came to heal corruption should by His advent violate integrity.” (Adalah tidak mungkin bahwa Ia yang datang untuk menyembuhkan korupsi/kerusakan, malah merusak keutuhan.”[11]

      e. St. Petrus Kristologus (406- 450), St. Paus Leo Agung (440-461)dan St. Yohanes Damaskus (676- 749) juga mengatakan hal yang sama.[12]

      f. Konsili Konstantinopel II (553) menyebutkan Bunda Maria sebagai, “kudus, mulia, dan tetap-Perawan Maria”.[13]

      g. Apa yang dikatakan oleh pendiri Protestan:

      1. Martin Luther (1483-1546): “Sudah menjadi iman kita bahwa Maria adalah Ibu Tuhan dan tetap perawan…. Kristus, kita percaya, lahir dari rahim yang tetap sempurna (‘a womb left perfectly intact’).”[15]

      2. John Calvin (1509-1564): “Ada orang-orang yang ingin mengartikan dari perikop Mat 1:25 bahwa Perawan Maria mempunyai anak-anak selain dari Kristus, Putera Allah, dan bahwa Yusuf berhubungan dengannya kemudian, tetapi, betapa bodohnya pemikiran seperti ini! Sebab penulis Injil tidak bermaksud merekam apa yang terjadi sesudahnya; ia hanya mau menyampaikan dengan jelas hal ketaatan Yusuf dan untuk menyatakan bahwa Yusuf telah diyakinkan bahwa Tuhanlah yang mengirimkan malaikatNya kepada Maria. Yusuf tidak pernah berhubungan dengan Maria …(He had therefore never dwelt with her nor had he shared her company)… Dan selanjutnya Tuhan kita Yesus Kristus dikatakan sebagai yang sulung. Hal ini bukan berarti bahwa ada anak yang kedua dan ketiga, tetapi karena penulis Injil ingin menyampaikan hak-hak yang lebih tinggi (precedence). Alkitab menyebutkan hal ’sulung’ (firstborn), baik ada atau tidaknya anak yang kedua.”[16]

      John Calvin bahkan mengecam Helvidius, yang mengatakan bahwa Maria mempunyai banyak anak.[17]

      3. Ulrich Zwingli (1484-1531): “Saya yakin dan percaya bahwa Maria, sesuai dengan perkataan Injil, sebagai Perawan murni melahirkan Putera Allah dan pada saat melahirkan dan sesudahnya selalu tetap murni dan tetap perawan (‘forever remained a pure, intact Virgin’).”[18]

      4. John Wesley (1703-1791)menulis: “Saya percaya bahwa Dia (Tuhan Yesus) telah menjadi manusia, menyatukan kemanusiaan dengan keilahian dalam satu Pribadi; dikandung oleh satu kuasa Roh-Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria yang terberkati, yang setelah melahirkan-Nya tetap murni dan tetap perawan tak bernoda.”[19]

      3. Pertanyaan:

      Kalau para pendiri gereja Protestan percaya bahwa Maria tetap perawan, mengapa setelah 500 tahun kemudian para pengikutnya menjadi tidak percaya? Apakah Alasannya? Mengapa Kitab Suci yang digunakan sama, namun kesimpulannya dapat berbeda?

      Salam kasih dalam Kristus,
      stef – katolisitas.org

      • Dear Stef,
        Lihat berikut ini:

        Matius 13:55, “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?” Anda tidak menulis kelanjutannya –
        13:56 Dan bukankah saudara-saudara perempuan-Nya tinggal di sini juga? Dari mana Ia mendapat semuanya itu?”
        Apakah “saudara2 perempuan” disini bisa juga berarti keponakan, sepupu dll. seperti yg anda katakan untuk menjelaskan arti kata “saudara” pada ayat 15? Jika begitu, semua kata “saudara” yg ada di alkitab tidak mempunyai arti yang pasti, contohnya: Kain bukanlah saudara Abel (bisa saja dia hanya sepupu/keponakan- jadi Kain tidaklah membunuh saudaranya sendiri dikarenakan makna saudara itu dipertanyakan) atau Yakub bukanlah saudara Esau (bisa saja dia cuma keponakan/sepupu), dsb.

        Paus Pius IX pada tahun 1854 menyatakan “Dogma of the Immaculate Conception”:
        “the most Blessed Virgin Mary, in the first instant of her conception, by a singular grace and privilege granted by Almighty God, in view of the merits of Jesus Christ, the Savior of the human race, was preserved free from all stain of Original Sin.”

        Dari sinilah Maria pertama kali dinyatakan sebagai “Virgin Mary” – free of original sin – oleh Paus Pius IX (sekali lagi Paus hanyalah manusia belaka) dan hanya pada tahun 1854 (pada saat Gereja didirikan 2000 tahun lalu, tidak dikenal adanya kata2 “Virgin Mary”).

        Tahun 431 AD pernah dikeluarkan pernyataan tentang Mary – tetapi hanya sebagai “Mother of God”, bukan sebagai “Virgin Mary”
        “Since the holy Virgin brought forth corporally God made one with flesh according to nature, for this reason we also call her Mother of God, not as if the nature of the Word had the beginning of its existence from the flesh.”(Council of Ephesus, 431 A.D.)

        Semua pernyataan ttg “Virgin Mary” pada thn2 antara 431 AD – 1854 tidak pernah dipakai sampai diresmikan penggunaannya pada thn 1954.

        Karena itu, haruskah anda percaya dengan ajaran yg dikeluarkan oleh manusia semata? Paus Pius IX /Paus Constantinus hanyalah manusia dan anda tidak tahu seberapa sucinya mrk dimata Tuhan.
        Dan anda kelihatannya tidak bisa memberikan “excuse/perkecualian” kepada pernyataan Paus diatas karena inilah hal yg anda INGIN percayai (kata2 Paus = absolute).
        Tetapi anda BISA memberikan “excuse/perkecualian” terhadap kata2 “saudara” di ayat2 alkitab Matius, dikarenakan INILAH yg anda ingin percayai (saudara berarti sepupu/keponakan) – kata2 Tuhan bisa anda pertanyakan maknanya (general meaning). Paus Pius juga menyatakan Mary adalah “saviour of the human race” – apakah benar? Mary sudah menggantikan Yesus sebagai penyelamat??
        Apakah OTAK anda mengendalikan mata rohani anda??

        Sherly

        • Shalom Sherly,

          1. Terima kasih atas tanggapannya tentang apakah Yesus mempunyai saudara yang lain atau tidak. Kita melihat ayat Mt 13:55-56, yang mengatakan “55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? 56 Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?

          55: ouc <3756> {NOT} outoV <3778> {THIS} estin <2076> (5748) {IS} o <3588> {THE} tou <3588> {OF THE} tektonoV <5045> {CARPENTER} uioV <5207> {SON?} ouci <3780> h <3588> {[IS] NOT} mhthr <3384> autou <846> {HIS MOTHER} legetai <3004> (5743) {CALLED} mariam <3137> {MARY,} kai <2532> oi <3588> {AND} adelfoi <80> autou <846> {HIS BRETHREN} iakwboV <2385> {JAMES} kai <2532> {AND} iwshV <2500> {JOSES} kai <2532> {AND} simwn <4613> {SIMON} kai <2532> {AND} ioudaV <2455> {JUDAS?}

          56: kai <2532> ai <3588> {AND} adelfai <79> autou <846> {HIS SISTERS} ouci <3780> {NOT} pasai <3956> {ALL} proV <4314> {WITH} hmaV <2248> {US} eisin <1526> (5748) {ARE?} poqen <4159> {WHENCE} oun <3767> {THEN} toutw <5129> {TO THIS [MAN]} tauta <5023> {THESE THINGS} panta <3956> {ALL?}

          Mari kita melihat perkataan adelphós (G80) dan adelphḗ (G79)

          a. G80 = ἀδελφός
          adelphós
          ; gen. adelphoú, fem. adelphḗ (G79), masc. noun dari penggabungan a (G1), yang menunjukan kesatuan, dan delphús (n.f.), rahim. saudara. Adelphos umumnya menunjukkan sebuah persekutuan hidup berdasarkan identitas asal, misalnya, anggota keluarga yang sama (Mt 1: 2; Lk 3:1, Lk 3:19; Lk 6:14), anggota suku yang sama, senegara, dan sebagainya (Kis 3:22; Kis 7:23; Rm 9:3). Salah satu sifat yang sama, sesama manusia dianggap sebagai saudara (Mt 5:22-24, Mt 5:47). Adelphos juga datang untuk menunjuk persekutuan cinta atau setara dengan suatu komunitas hidup (Mt 12:50; Mk 3:35; Mk 10:29-30; Kis 12:17). Dengan cara ini Yesus berbicara tentang saudara-saudara-Nya (Mt 25:40; Mt 28:10; Yoh 20:17; Rm 8:29; Ibr 2:11, Ibr 2:17). Para anggota komunitas Kristen yang sama disebut saudara (Yoh 21:23; Kis 9:30; Rm 16:14; 1Kor 7:12).

          b. G79 = ἀδελφή
          adelphḗ; gen. adelphḗs, the fem. of adelphós (G80), brother. Seorang adik oleh ibu yang sama (Lk 10:39-40; Yoh 11:1, Yoh 11:3); seorang saudara perempuan pada umumnya (Mt 19:29; Mk 10:29-30); kerabat wanita dekat, sepupu (Mt 13:56; Mk 6:3 [lih. Mt 12:50; Mk 3:35]); seorang saudara perempuan dalam iman yang sama, seorang wanita Kristen (Rm 16:1; 1Kor 7:15; 1Kor 9:5; Yak 2:15). Bandingkan adelphos, seorang saudara dalam iman yang sama, seorang putra Allah melalui Kristus dan turut menjadi pewaris hidup kekal (1Yoh 2:9-11). Lihat Yoh 11:5, Yoh 11:28, Yoh 11:39; Yoh 19:25; Kis 23:16; Rm 16:15; 2Yoh 1:13.

          c. Dari pemaparan di atas, maka terlihat bahwa tidak mungkin kita mengatakan secara pasti di Mt 13:55-56, perkataan saudara-saudara (laki-laki di ay. 55 dan perempuan di ay. 56) pasti mengacu kepada saudara kandung atau saudara misan, karena perkataan yang sama dapat dipakai untuk menyatakan saudara misan, bahkan dapat dipakai untuk menyatakan saudara di dalam iman. Jadi, untuk melihat kata saudara merujuk kepada saudara kandung atau tidak, maka kita harus melihat konteks dari Alkitab secara keseluruhan atau ayat-ayat yang berhubungan.

          Anda benar dengan mengutip Kain dan Abel bahwa mereka saudara sekandung, seperti yang terlihat di Kej 4:8 yang mengatakan “Gen 4:8 CainH7014b toldH559 AbelH1893 his brotherH251. And it cameH1961 about when they were in the fieldH7704, that CainH7014b roseH6965 up againstH413 AbelH1893 his brotherH251 and killedH2026 him.

          Namun, di sisi yang lain, perkataan yang sama juga dipakai di Kej 14:16, yang menyatakan saudara, namun bukan saudara kandung “Gen 14:16 He broughtH7725 backH7725 allH3605 the goodsH7399, and alsoH1571 broughtH7725 backH7725 his relativeH251 LotH3876 with his possessionsH7399, and alsoH1571 the womenH802, and the peopleH5971a.

          Kita jangan hanya melihat “brother” dan “relative” dalam terjemahan bahasa Inggris, namun lihat kata yang dipakai dengan menggunakan H251= ’āḥ , yang berarti “brother” atau saudara. Dan kita tahu bahwa Abraham dan Lot bukanlah saudara kandung. Dengan demikian, kita harus melihat konteks dari ayat-ayat lain, kalau kita ingin tahu secara persis apakah perkataan adelphós dan adelphe merujuk kepada saudara kandung atau tidak. Dan dengan rendah hati, kita juga belajar dari para Bapa Gereja.

          2. Berikut ini adalah argumentasi yang saya berikan untuk membuktikan bahwa Maria tidak mempunyai anak-anak lain selain Yesus atau Yesus tidak mempunyai saudara kandung yang dilihat dari konteks di dalam Alkitab dan juga dari tulisan para Bapa Gereja bahkan tulisan dari para pendiri gereja Protestan:

          Dasar dari konteks di dalam Alkitab:

          a. Lk 1:34Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” (LAI)

          Parallel
          RSV 34: And Mary said to the angel, “How shall this be, since I have no husband?”
          NRSV 34 Mary said to the angel, `How can this be, since I am a virgin?’
          Douay 34 And Mary said to the angel: How shall this be done, because I know not man?
          NAB 34 But Mary said to the angel, “How can this be, since I have no relations with a man?”
          KJV 34 Then said Mary unto the angel, How shall this be, seeing I know not a man?
          WEB 34 Mary said to the angel, “How can this be, seeing I am a virgin?”
          ESV 34 And Mary said to the angel, “How will this be, since I am a virgin?”
          NASB 34 Mary said to the angel, “How can this be, since I am a virgin?”
          NIV 34 “How will this be,” Mary asked the angel, “since I am a virgin?”
          YOUNG 34 And Mary said unto the messenger, `How shall this be, seeing a husband I do not know?’
          Greek 34: eipen <2036> (5627) de <1161> {BUT SAID} mariam <3137> {MARY} proV <4314> {TO} ton <3588> {THE} aggelon <32> {ANGEL,} pwV <4459> {HOW} estai <2071> (5704) {SHALL BE} touto <5124> {THIS} epei <1893> {SINCE} andra <435> ou <3756> {A MAN} ginwskw <1097> (5719) {I KNOW NOT?}
          Vulgate 34 dixit autem Maria ad angelum quomodo fiet istud quoniam virum non cognosco
          ASV 34 And Mary said unto the angel, How shall this be, seeing I know not a man?
          Darby 34But Mary said to the angel, How shall this be, since I know not a man?

          Banyak para Bapa Gereja mengartikan bahwa “since I am a virgin” / “since I know not man” merujuk kepada kaul kemurnian. Bunda Maria tahu cara untuk mendapatkan anak secara normal, namun dia mengatakan bahwa “dia tidak tahu laki-laki”. Kalau memang tidak ada kaul kemurnian, maka kalimat tersebut menjadi janggal. Kalau tidak ada kaul kemurnian, maka Bunda Maria tahu bahwa dia akan mendapatkan anak juga dengan Yosef. Namun, ekpresi tersebut meyakinkan kita bahwa ada kaul kemurnian, yang tidak asing pada jaman tersebut.

          Hal ini dipertegas oleh beberapa Bapa Gereja seperti yang dituliskan dalam Haydock commentary: “Listen to the words of this pure Virgin. The angel tells her she shall conceive; but she insists upon her virginity, holding her purity in higher estimation than the promised dignity.” (St. Gregory of Nyssa.); “She did not doubt the truth of what the angel said, (as Calvin impiously maintained) but she wished it might not happen to the prejudice of her vowed virginity.” (St. Ambrose, St. Augustine, Ven. Bede, Theophylactus)

          b. Lk 2:41–51: Ketika Bunda Maria dan Santo Yusuf pergi ke Yerusalem dan kemudian mereka kehilangan Yesus, kita tidak melihat adanya saudara/i Yesus diceritakan dalam kisah ini.

          c. Mar 6:3 “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.” (LAI). “Is not this the carpenter, the son of Mary, the brother of James, and Joses, and of Juda, and Simon? and are not his sisters here with us? And they were offended at him.” (RSV, NASB, KJV). Kita melihat bahwa digunakan “the son of Mary” bukan “a son of Mary“. Dengan demikian, terlihat bahwa Yesus tidak mempunyai saudara kandung.

          d. Yoh 19:26–27: Di bawah kayu Salib, Yesus memberikan Ibu-Nya kepada Yohanes. Kalau Yesus mempunyai saudara kandung, akan sangat aneh kalau Dia memberikan Ibu yang dikasihi-Nya kepada murid-Nya dan bukan kepada saudara kandung-Nya.

          Dasar dari para Bapa Gereja:

          Protoevangelium of James (c. 150)
          “And when she was twelve years old there was held a council of priests, saying, ‘Behold, Mary has reached the age of twelve years in the temple of the Lord. What then shall we do with her, lest perchance she defile the sanctuary of the Lord?’ And they said to the high priest, ‘You stand by the altar of the Lord; go in and pray concerning her, and whatever the Lord shall manifest to you, that also will we do.’ . . . [A]nd he prayed concerning her, and behold, an angel of the Lord stood by him saying, ‘Zechariah! Zechariah! Go out and assemble the widowers of the people and let them bring each his rod, and to whomsoever the Lord shall show a sign, his wife shall she be. . . . And Joseph [was chosen]. . . . And the priest said to Joseph, ‘You have been chosen by lot to take into your keeping the Virgin of the Lord.’ But Joseph refused, saying, ‘I have children, and I am an old man, and she is a young girl’” (ibid., 8–9).
          “And Annas the scribe came to him [Joseph] . . . and saw that Mary was with child. And he ran away to the priest and said to him, ‘Joseph, whom you did vouch for, has committed a grievous crime.’ And the priest said, ‘How so?’ And he said, ‘He has defiled the virgin whom he received out of the temple of the Lord and has married her by stealth’” (ibid., 15).
          Origen [185-254 AD] Commentary on the Gospel of Matthew (Book X)
          The Book [the Protoevangelium] of James [records] that the brethren of Jesus were sons of Joseph by a former wife, whom he married before Mary. Now those who say so wish to preserve the honor of Mary in virginity to the end, so that body of hers which was appointed to minister to the Word . . . might not know intercourse with a man after the Holy Spirit came into her and the power from on high overshadowed her. And I think it in harmony with reason that Jesus was the firstfruit among men of the purity which consists in [perpetual] chastity, and Mary was among women. For it were not pious to ascribe to any other than to her the firstfruit of virginity” (Commentary on Matthew 2:17 [A.D. 248]).
          Lactantius [290-350 AD] The Epitome of the Divine Institutes
          “We confess, therefore, that our Lord and God, Jesus Christ, the only Son of God, born of the Father before the ages, and in times most recent, made man of the Holy Spirit and the ever-virgin Mary” (Document of Amendment 3 [A.D. 426]).
          Hilary of Poitiers, St [300-367 AD] On the Councils, or the Faith of the Easterns
          If they [the brethren of the Lord] had been Mary’s sons and not those taken from Joseph’s former marriage, she would never have been given over in the moment of the passion [crucifixion] to the apostle John as his mother, the Lord saying to each, ‘Woman, behold your son,’ and to John, ‘Behold your mother’ [John 19:26–27), as he bequeathed filial love to a disciple as a consolation to the one desolate" (Commentary on Matthew 1:4 [A.D. 354]).
          Athanasius, St [296-373 AD] Discourse II Against the Arians
          “Let those, therefore, who deny that the Son is by nature from the Father and proper to his essence deny also that he took true human flesh from the ever-virgin Mary” (Discourses Against the Arians 2:70 [A.D. 360]).
          Ambrose of Milan, St [340-397 AD] Letter 63
          “Imitate her [Mary], holy mothers, who in her only dearly beloved Son set forth so great an example of material virtue; for neither have you sweeter children [than Jesus], nor did the Virgin seek the consolation of being able to bear another son” (Letters 63:111 [A.D. 388]).
          Apocalypse of Moses (unknown date) [JUDAISTIC]
          “And the priest said, ‘Mary, why have you done this? And why have you brought your soul low and forgotten the Lord your God?’ . . . And she wept bitterly saying, ‘As the Lord my God lives, I am pure before him, and know not man’” (ibid.).
          Jerome, St [347-420 AD] The Perpetual Virginity of Blessed Mary
          “[Helvidius] produces Tertullian as a witness [to his view] and quotes Victorinus, bishop of Petavium. Of Tertullian, I say no more than that he did not belong to the Church. But as regards Victorinus, I assert what has already been proven from the gospel-that he [Victorinus] spoke of the brethren of the Lord not as being sons of Mary but brethren in the sense I have explained, that is to say, brethren in point of kinship, not by nature. [By discussing such things we] are . . . following the tiny streams of opinion. Might I not array against you the whole series of ancient writers? Ignatius, Polycarp, Irenaeus, Justin Martyr, and many other apostolic and eloquent men, who against [the heretics] Ebion, Theodotus of Byzantium, and Valentinus, held these same views and wrote volumes replete with wisdom. If you had ever read what they wrote, you would be a wiser man” (Against Helvidius: The Perpetual Virginity of Mary 19 [A.D. 383]).
          We believe that God was born of a virgin, because we read it. We do not believe that Mary was married after she brought forth her Son, because we do not read it. . . . You [Helvidius] say that Mary did not remain a virgin. As for myself, I claim that Joseph himself was a virgin, through Mary, so that a virgin Son might be born of a virginal wedlock” (ibid., 21).
          Augustine of Hippo, St [354-430 AD] Tractate 8 (John 2:1-4)
          “Heretics called Antidicomarites are those who contradict the perpetual virginity of Mary and affirm that after Christ was born she was joined as one with her husband” (Heresies 56 [A.D. 428]).
          Leo the Great, Pope [395-461 AD] Sermon 22
          “His [Christ’s] origin is different, but his [human] nature is the same. Human usage and custom were lacking, but by divine power a Virgin conceived, a Virgin bore, and Virgin she remained” (Sermons 22:2 [A.D. 450]).

          Dasar dari pelopor revolusi (reformasi) gereja:

          1. Martin Luther (1483-1546): “Sudah menjadi iman kita bahwa Maria adalah Ibu Tuhan dan tetap perawan…. Kristus, kita percaya, lahir dari rahim yang tetap sempurna (‘a womb left perfectly intact’).”[15]

          2. John Calvin (1509-1564): “Ada orang-orang yang ingin mengartikan dari perikop Mat 1:25 bahwa Perawan Maria mempunyai anak-anak selain dari Kristus, Putera Allah, dan bahwa Yusuf berhubungan dengannya kemudian, tetapi, betapa bodohnya pemikiran seperti ini! Sebab penulis Injil tidak bermaksud merekam apa yang terjadi sesudahnya; ia hanya mau menyampaikan dengan jelas hal ketaatan Yusuf dan untuk menyatakan bahwa Yusuf telah diyakinkan bahwa Tuhanlah yang mengirimkan malaikatNya kepada Maria. Yusuf tidak pernah berhubungan dengan Maria …(He had therefore never dwelt with her nor had he shared her company)… Dan selanjutnya Tuhan kita Yesus Kristus dikatakan sebagai yang sulung. Hal ini bukan berarti bahwa ada anak yang kedua dan ketiga, tetapi karena penulis Injil ingin menyampaikan hak-hak yang lebih tinggi (precedence). Alkitab menyebutkan hal ’sulung’ (firstborn), baik ada atau tidaknya anak yang kedua.”[16]
          John Calvin bahkan mengecam Helvidius, yang mengatakan bahwa Maria mempunyai banyak anak.[17]

          3. Ulrich Zwingli (1484-1531): “Saya yakin dan percaya bahwa Maria, sesuai dengan perkataan Injil, sebagai Perawan murni melahirkan Putera Allah dan pada saat melahirkan dan sesudahnya selalu tetap murni dan tetap perawan (‘forever remained a pure, intact Virgin’).”[18]

          4. John Wesley (1703-1791)menulis: “Saya percaya bahwa Dia (Tuhan Yesus) telah menjadi manusia, menyatukan kemanusiaan dengan keilahian dalam satu Pribadi; dikandung oleh satu kuasa Roh-Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria yang terberkati, yang setelah melahirkan-Nya tetap murni dan tetap perawan tak bernoda.”[19]

          Dasar pemisahan antara yang kudus dan profan:

          Saya ingin menambahkan, dogma Maria tetap perawan juga dapat dilihat dari konsep pemisahan antara yang kudus / sacred / consecrated dan sesuatu yang dipakai sehari-hari. Kita melihat bagaimana semua peralatan yang dipakai di bait Allah diperuntukkan untuk bait Allah dan tidak dipakai untuk pemakaian sehari-hari. Tidak dapat disangkal bahwa rahim Maria adalah yang paling kudus, karena disitulah Yesus dikandung melalui Roh Kudus. Jadi, adalah layak (fitting) kalau rahim yang sama, yang telah dikonsekrasikan tidaklah mengandung lagi dengan cara yang normal (seperti hubungan suami istri). Bukannya hubungan suami istri normal berdosa, namun, akan terjadi kebingungan antara yang kudus dan yang profane.

          3. Menjawab beberapa pernyataan anda:

          a. Anda mengatakan “Paus Pius IX pada tahun 1854 menyatakan “Dogma of the Immaculate Conception”:“the most Blessed Virgin Mary, in the first instant of her conception, by a singular grace and privilege granted by Almighty God, in view of the merits of Jesus Christ, the Savior of the human race, was preserved free from all stain of Original Sin.” Dari sinilah Maria pertama kali dinyatakan sebagai “Virgin Mary” – free of original sin – oleh Paus Pius IX (sekali lagi Paus hanyalah manusia belaka) dan hanya pada tahun 1854 (pada saat Gereja didirikan 2000 tahun lalu, tidak dikenal adanya kata2 “Virgin Mary”).

          Anda mengutip dogma Immaculate conception (Maria dikandung tanpa dosa asal) dan bukan dogma Maria perawan selamanya. Kalau anda mau melihat beberapa dokumen resmi tentang hal ini:

          1. Paus St. Siricius (334-399) menuliskan kepada uskup Anysius dari Tesalonika:

          We surely cannot deny that you were right in correcting the doctrine about children of Mary, and Your Holiness was right in rejecting the idea that any other offspring should come from the same virginal womb from which Christ was born according to the flesh. For the Lord Jesus would not have chosen to be born of a virgin if he had judged that she would be so incontinent as to taint the birthplace of the body of the lord, the home of the eternal king, with the seed of human intercourse. Anyone who proposes this is merely proposing the unbelief of the Jews saying that Christ could not be born of a virgin. For if they accept the doctrine on the authority of priests that Mary had a number of children, then they will strive with greater effort to destroy the truths of faith.

          2. Fifth Ecumenical Council di Constantinople tahun 553:

          ..that nativity of these latter days when the Word of God came down from the heavens and was made flesh of holy and glorious Mary, mother of God and ever-virgin, and was born from her …

          3. Lateran Council of 649 (Denz. 256):

          If anyone does not confess, in accordance with the Holy Fathers, that Mary, ever virgin and immaculate, was properly and truly the holy Mother of God, because in this last age not with human seed but of the Holy Spirit she properly and truly conceived the divine Word, who was born of God the Father before all ages, and gave him birth without any detriment to her virginity, which remained inviolable even after his birth: let him be anathema.

          4. Paus Paul IV – 1555 menuliskan “against the rationalistic errors of the Unitarians”:

          With our apostolic authority we call to account and warn . . . all those who have asserted or who have believed: . . . . that [the Lord] was not conceived of the Holy Spirit according to the flesh in the womb of the most Blessed and ever-Virgin Mary, but that his conception in no way differed from the conception of other men, and that he was conceived of the seed of Joseph; . . . or that the same most Blessed Virgin Mary is not the true mother of God and that she did not remain a perfect virgin before, while, and forever after she gave birth.

          b. Dari dasar kutipan di atas, maka anda akan melihat bahwa dogma Maria tetap perawan (sebelum, pada waktu, dan setelah kelahiran Yesus) mempunyai dasar-dasar Alkitab yang kuat, yang diperkuat dengan kesaksian para Bapa Gereja sejak abad ke-2 dan juga diperkuat dengan beberapa konsili yang menegaskan hal ini. Dengan demikian, perkataan anda “Dari sinilah Maria pertama kali dinyatakan sebagai “Virgin Mary” – free of original sin – oleh Paus Pius IX” tidaklah benar.

          c. Anda mengatakan “Tahun 431 AD pernah dikeluarkan pernyataan tentang Mary – tetapi hanya sebagai “Mother of God”, bukan sebagai “Virgin Mary” “Since the holy Virgin brought forth corporally God made one with flesh according to nature, for this reason we also call her Mother of God, not as if the nature of the Word had the beginning of its existence from the flesh.”(Council of Ephesus, 431 A.D.) Semua pernyataan ttg “Virgin Mary” pada thn2 antara 431 AD – 1854 tidak pernah dipakai sampai diresmikan penggunaannya pada thn 1954.” Berdasarkan bukti-bukti di atas, maka pernyataan anda tidak benar.

          d. Dengan demikian perkatan anda “Karena itu, haruskah anda percaya dengan ajaran yg dikeluarkan oleh manusia semata? Paus Pius IX /Paus Constantinus hanyalah manusia dan anda tidak tahu seberapa sucinya mrk dimata Tuhan.
          Dan anda kelihatannya tidak bisa memberikan “excuse/perkecualian” kepada pernyataan Paus diatas karena inilah hal yg anda INGIN percayai (kata2 Paus = absolute
          )” juga tidak berdasar, karena Mary ever virgin, dipercayai oleh jemaat perdana. Konsili tidak pernah menetapkan dogma, kalau tidak mempunyai dasar kepercayaan yang telah berkembang sebelumnya. Dengan demikian, konsili justu menegaskan akan kepercayaan yang telah ada atau meluruskan ajaran sesat yang berkembang. Anda juga salah paham terhadap konsep Paus yang seolah-olah semua perkataan Paus adalah absolut. Paus tidak mungkin salah, hanya kalau Dia berbicara ex-cathedra, yang mempunyai kondisi: 1) pernyataan moral, 2) berlaku untuk seluruh dunia, 3) menyatakannya dari kursi Petrus, artinya bukan dalam kapasitas pribadi, namun dalam kapasitasnya sebagai paus. Namun, kita dapat berdiskusi tentang hal ini secara terpisah. Pembahasan tentang hal ini dapat dilihat di sini – silakan klik.

          e. Anda mengatakan “Tetapi anda BISA memberikan “excuse/perkecualian” terhadap kata2 “saudara” di ayat2 alkitab Matius, dikarenakan INILAH yg anda ingin percayai (saudara berarti sepupu/keponakan) – kata2 Tuhan bisa anda pertanyakan maknanya (general meaning). Paus Pius juga menyatakan Mary adalah “saviour of the human race” – apakah benar? Mary sudah menggantikan Yesus sebagai penyelamat??” Mudah-mudahan penjelasan saya di atas menjawab keberatan anda, karena penjelasan di atas bukanlah berdasarkan dugaan semata, namun berdasarkan fakta. Kita harus melihat bahasa asli dari ayat tersebut, sehingga kita dapat menangkap makna yang sebenarnya. Kembali anda menyatakan sesuatu yang tidak diajarkan oleh Gereja Katolik. Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa Maria adalah penyelamat dunia. Gereja Katolik mempercayai bahwa Yesus adalah penyelamat dunia, sedangkan yang lain hanya turut berpartisipasi dalam karya keselamatan Allah.

          f. Anda mengatakan “Apakah OTAK anda mengendalikan mata rohani anda??” Mudah-mudahan penjelasan di atas dapat diterima dengan baik. Menurut saya, perkataan seperti ini tidak perlu dikeluarkan, karena akan merugikan diri anda sendiri. Perkataan seperti ini tidaklah menjadikan argumentasi anda menjadi kuat, bahkan sebaliknya memperlemah anda sendiri. Dalam berdiskusi, mari kita bersama-sama melakukannya dengan hormat dan lemah lembut, walaupun kita mempunyai perbedaan pendapat.

          4. Pertanyaan:

          a. Apakah anda mempercayai kesaksian dari para Bapa Gereja, yang dari generasi ke generasi telah menyatakan bahwa Maria tetap perawan? Kalau ya apakah alasannya dan kalau tidak apakah alasannya? Apakah anda dapat menyebutkan para jemaat perdana yang menyatakan bahwa Maria tidak perawan lagi setelah melahirkan Yesus?

          b. Kalau para pendiri gereja Protestan percaya bahwa Maria tetap perawan, mengapa setelah 500 tahun kemudian sebagian pengikutnya menjadi tidak percaya? Apakah Alasannya? Mengapa Kitab Suci yang digunakan sama, namun kesimpulannya dapat berbeda?

          Mari kita mohon rahmat Allah, sehingga dialog yang kita lakukan dapat bermanfaat. Saya juga berdoa, agar diskusi ini dapat berguna, bukan hanya untuk kita berdua, namun juga untuk para pembaca yang lain. Tuhan memberkati kita semua.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

          • Dear Stef,

            1. Saya melihat anda mencoba untuk bersembunyi dibalik penjelasan “linguistic” anda ttg ayat:
            Matius 13:53-58,

            - Mari kita baca bersama2 ayat ini secara keseluruhan:
            13:53. Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ.
            13:54 Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?
            13:55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?
            13:56 Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?”
            13:57 Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Putra Manusia akan dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya, karena mereka tahu siapa Dia.”
            13:58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

            Sekali lagi tekankan pada ayat: 13:57 – Yesus mengatakan “Putra Manusia akan dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Bahkan Yesus sendiri mengakui bahwa orang2 di Nazaret tidak bisa menerimanya sebagai Messiah karena mereka mengetahui siapa Dia – dia hanyalah orang biasa yang mempunyai saudara laki2 dan perempuan lain.

            BAGAIMANA ANDA MENGARTIKAN AYAT TERSEBUT?

            2. Sekarang kita lihat pandangan Martin Luther terhadap Maria:

            • Throughout his life Luther believed that the person Jesus is God the Son, the second Person of the Trinity, who was incarnated in the womb of his mother Mary as a human being, and since, as a person, he was “born of the Virgin Mary,”[9] Luther always affirmed his belief that Mary is the Theotokos, the mother of God.
            • [S]he became the Mother of God, in which work so many and such great good things are bestowed on her as pass man’s understanding. For on this there follows all honor, all blessedness, and her unique place in the whole of mankind, among which she has no equal, namely, that she had a child by the Father in heaven, and such a Child…. Hence men have crowded all her glory into a single word, calling her the Mother of God…. None can say of her nor announce to her greater things, even though he had as many tongues as the earth possesses flowers and blades of grass: the sky, stars; and the sea, grains of sand. It needs to be pondered in the heart what it means to be the Mother of God.”[10]
            • Luther came to criticize Roman Catholics for blurring the distinction between high admiration of the grace of God wherever it is manifested in human beings and religious service offered to them and other mere creatures. In some instances he considered the Roman Catholic practice of making intercessory requests addressed especially to Mary and other departed saints to be IDOLATRY.[25]
            • “Furthermore, how will you endure [the Romanists'] terrible idolatries? It was not enough that they venerated the saints and praised God in them, but they actually made them into gods. They put that noble child, the mother Mary, right into the place of Christ. They fashioned Christ into a judge and thus devised a tyrant for anguished consciences, so that all comfort and confidence was transferred from Christ to Mary, and then everyone turned from Christ to his particular saint. Can anyone deny this? Is it not true?”[26]
            • Throughout Luther’s life, he called Mary by the title Theotokos, Mother of God,[28] but at the same time he rejected the active invocation of Mary as formulated in such prayers as the “Hail Mary.”[29] Protestantism usually follows the reformers in rejecting the practice of directly addressing Mary and other saints in prayers of admiration or petition, as part of their religious worship of God.[30]

            - Disini dikatakan bahwa Martin Luther menganggap Maria = Ibu Tuhan. Luther bahkan mengkritik Katolik dengan sebutan Santo Santa mereka. Luther tidak mau menjadikan Maria sebagai dewa. Walaupun demikian, Luther tetap mengijinkan persepsi bahwa Maria adalah PERPETUAL VIRGIN tetap dipakai. Saya jelaskan sebelumnya bahwa saat reformasi diadakan, Luther tidak bisa menghapuskan semua doktrin2 gereja dengan extreme, supaya tidak mengejutkan pengikutnya. 500 tahun setelah reformasi, konsep perpetual virgin ini tidak lagi dipercaya karena tidak bisa dibuktikan oleh alkitab (baca ttg sejarah protestan secara keseluruhan).

            3. Buku: Protoevangelium of James yang anda pakai sebagai dasar diatas termasuk dari salah satu buku yg DILARANG dari alkitab. Seperti kita ketahui, gereja Katoliklah yang pertama2 MENYUSUN (bukan menulis) alkitab.

            Pertanyaan saya: Mengapa buku ini harus di-banned (dikeluarkan) dari alkitab oleh agama Katolik kalau keberadaannya bisa mendukung konsep PERPETUAL Virgin yg mereka buat?

            4. Penjelasan yang anda gunakan “brother” bisa berarti “cousin” adalah salah.
            Lihat ayat berikut ini.
            Luke 1:36 “And, behold, thy COUSIN Elisabeth, she hath also conceived a son in her old age: and this is the sixth month with her, who was called barren.
            Luke 1:58 And her neighbours and her COUSINS heard how the Lord had shewed great mercy upon her; and they rejoiced with her.”
            - Anda bisa mencari tahu apa “kata asli” dari cousin di bahasa Greek/Yunani. Apakah sama dengan brother?

            5. Yang paling jelas di alkitab dikatakan bahwa Maria tetap perawan sampai Yesus lahir saja:
            Matthew 1:23-25
            • 24 And Joseph arose from his sleep, and did as the angel of the Lord commanded him, and took her as his wife, 25 and kept her a virgin UNTIL she gave birth to a Son; and he called His name Jesus.
            - Bagaimana anda menafsirkan ayat diatas?

            Sherly

            • [link] Shalom Sherly,

              Terima kasih atas tanggapannya dalam diskusi apakah Yesus mempunyai saudara/saudari lain atau tidak. Berikut ini adalah tanggapan yang dapat saya berikan:

              I. DASAR KITAB SUCI

              1. Mt 13:53-58. Anda mengatakan “Saya melihat anda mencoba untuk bersembunyi dibalik penjelasan “linguistic” anda ttg ayat:” Kita berdua tahu bahwa Alkitab Perjanjian Baru bukan ditulis dalam bahasa Indonesia. Maka untuk melihat hal-hal yang kontroversial, maka kita harus kembali kepada bahasa asli yang digunakan. Dengan demikian argumentasi anda “Sekali lagi tekankan pada ayat: 13:57 – Yesus mengatakan “Putra Manusia akan dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Bahkan Yesus sendiri mengakui bahwa orang2 di Nazaret tidak bisa menerimanya sebagai Messiah karena mereka mengetahui siapa Dia – dia hanyalah orang biasa yang mempunyai saudara laki2 dan perempuan lain.” tidak dapat membantu anda, karena di ayat-ayat tersebut, anda tidak dapat memastikan bahwa saudara laki-laki (adelphós) dan saudara perempuan (adelphe) mengacu kepada saudara kandung. Dengan demikian, ayat Mt 13:53-58 telah terbukti tidak dapat digunakan untuk menyatakan bahwa Yesus mempunyai saudara kandung yang lain.

              Bahkan dikatakan di Mk 6:4 “Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya [G4773] dan di rumahnya.

              G4773 = συγγενής = suggenēs
              soong-ghen-ace’
              from G4862 and G1085; congenital, hence akin to, subst. a kinsman, relative: – kinsman (1), kinsmen (3), relative (1), relatives (6).

              Jadi, perkataan “suggenes” yang dipakai di ayat tersebut juga tidak dapat memastikan bahwa itu adalah saudara kandung, karena juga dapat berarti saudara sebangsa, saudara jauh.

              2. Silakan memberikan komentar atas ayat-ayat yang telah saya berikan di jawaban sebelumnya, yaitu: Lk 1:34; Lk 2:41-51; Mk 6:3; Yoh 19:26-27. Saya telah memberikan argumentasi bahwa ayat-ayat tersebut mengindikasikan bahwa Maria tetap perawan, walaupun setelah melahirkan Yesus.

              3. Lk 1:36Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu [G4773] itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.” Jadi, pemakaian kata sanak di ayat tersebut juga menggunakan G4773 yang dapat mengacu kepada saudara misan, saudara sebangsa, dll. Kata yang sama juga dipakai di Lk 1:58. Jadi, hal ini juga tidak membuktikan apapun, selain bahwa dalam bahasa Yunani kita melihat satu kata dapat mempunyai beberapa arti.

              4. Mt 1:23-2523 Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita. 24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, 25
              tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

              Banyak saudara-saudari kita dari gereja lain mengartikan ayat ini bahwa Maria tidak lagi perawan setelah melahirkan Yesus. Kata kuncinya di sini adalah kata ’sampai’. Di dalam Alkitab, kata ‘sampai‘ ini tidak selalu berarti diikuti oleh perubahan kondisi. Kita dapat melihat di dalam 1 Kor 15:25 “Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.” Apakah dengan memakai kata “sampai”, maka setelah Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya, maka Yesus tidak lagi memerintah sebagai Raja? Tentu saja bukan seperti itu pengertiannya. Lihat juga Ibr 1:13 “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?” Kita juga melihat 2 Sam 6:23 “Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya.” Ini bukan berarti Mikhal akan mendapatkan anak setelah hari kematiannya. Dan masih banyak ayat yang mengatakan hal ini. Dengan demikian ayat Mt 1:24 tidak dapat membuktikan bahwa Maria tidak lagi perawan setelah melahirkan Yesus.

              II. DASAR DARI TRADISI SUCI

              Anda mengatakan “3. Buku: Protoevangelium of James yang anda pakai sebagai dasar diatas termasuk dari salah satu buku yg DILARANG dari alkitab. Seperti kita ketahui, gereja Katoliklah yang pertama2 MENYUSUN (bukan menulis) alkitab. Pertanyaan saya: Mengapa buku ini harus di-banned (dikeluarkan) dari alkitab oleh agama Katolik kalau keberadaannya bisa mendukung konsep PERPETUAL Virgin yg mereka buat?

              a. Kalau anda tidak mempercayai Protoevangelium of James, anda tidak perlu melihat bukti dari buku itu. Lihatlah bukti-bukti dari tulisan Bapa Gereja yang lain, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya:

              1. St. Athanasius (293-373) menyebutkan Maria sebagai Perawan selamanya (Ever Virgin)[7] dalam bukunya Discourses Against the Arians.

              2. St. Jerome (347- 420) tidak hanya menyebutkan keperawanan Maria, tetapi juga keperawanan Yusuf. Ia menulis, “…You say that Mary did nor continue a virgin: I claim still more, that Joseph himself on account of Mary was (also) a virgin, so that from wedlock a virgin son was born.”[8]

              3. St. Agustinus dan St. Ambrosius (akhir abad ke- 4), mengajarkan keperawanan Maria sebelum, pada saat dan sesudah melahirkan Yesus Kristus, sehingga Maria adalah perawan selamanya.[9] Dengan kuasa Roh Kudus yang sama, Yesus lahir tanpa merusak keperawanan Bunda Maria, seperti halnya setelah kebangkitan-Nya, Dia dapat datang ke dalam ruang tempat para murid-Nya berdoa, tanpa merusak semua pintu yang terkunci (Lih. Yoh 20:26).[10] Roh Kudus yang membangkitkan Yesus dari mati adalah Roh Kudus yang sama yang membentuk Yesus dalam rahim Bunda Maria. Maka kelahiran Yesus dan kebangkitan-Nya merupakan peristiwa yang ajaib: kelahirannya tidak merusak keperawanan Maria, seperti kebangkitan-Nya tidak merusak pintu yang terkunci.

              St. Agustinus mengajarkan, “It is not right that He who came to heal corruption should by His advent violate integrity.” (Adalah tidak mungkin bahwa Ia yang datang untuk menyembuhkan korupsi/kerusakan, malah merusak keutuhan.”[11]

              4. St. Petrus Kristologus (406- 450), St. Paus Leo Agung (440-461)dan St. Yohanes Damaskus (676- 749) juga mengatakan hal yang sama.[12]

              b. Anda mengatakan “Seperti kita ketahui, gereja Katoliklah yang pertama2 MENYUSUN (bukan menulis) alkitab” Dengan demikian, anda mengakui bahwa Gereja Katoliklah yang menyusun dan menentukan buku-buku mana yang menjadi bagian dari Alkitab, yang anda sendiri pegang sebagai satu-satunya pilar kebenaran. Kalau anda menerima Alkitab sebagai pilar kebenaran, maka anda juga harus menerima Magisterium Gereja Katolik sebagai pilar kebenaran. Kalau anda senantiasa mengatakan bahwa Magisterium Katolik salah, maka bagaimana mungkin sesuatu yang “dapat salah” dapat menghasilkan sesuatu yang “tidak dapat salah”? Apa yang membuat anda percaya bahwa keputusan Magisterium Gereja Katolik tentang buku-buku Alkitab adalah benar dan keputusan tentang Maria tetap perawan adalah salah? Apakah parameter yang digunakan?

              Justru karena Magisterium Gereja senantiasa dilindungi oleh Roh Kudus, maka kita mempercayai bahwa keputusan yang dibuat (yang mempunyai dasar di Alkitab dan dipercayai oleh umat jemaat perdana) tentang Maria tetap perawan adalah benar. Dan hal ini tidak tergantung dari buku Protoevangelium of James. Walaupun buku ini tidak termasuk dalam kanon Alkitab, namun bukan berarti semua isinya adalah salah. Justru, dengan tidak dimasukkannya buku ini di dalam kanon, walaupun mendukung dogma Maria tetap perawan, menunjukkan bagaimana Magisterium Gereja mengikuti tuntunan Roh Kudus dan tidak berusaha untuk memaksakan kebenaran dogma Maria ini dari Protoevangelium of James, karena dogma ini juga didukung kanon Alkitab – seperti yang telah disebutkan di atas. Jadi, mengapa buku ini tidak masuk? Karena dengan kuasa Roh Kudus, Magisterium Gereja Katolik memandang bahwa dengan buku-buku yang lain, telah memberikan Wahyu Allah yang lengkap.

              III. TENTANG MARTIN LUTHER DLL

              Saya telah memberikan kutipan tentang Martin Luther yang mempercayai bahwa Maria adalah tetap perawan, sebelum, sedang, dan setelah kelahiran Yesus. Dan diskusi ini adalah tentang dogma apakah Maria tetap perawan. Jadi, saya tidak tahu alasan anda untuk mengutip tulisan dari Martin Luther tentang theotokos.

              Anda mengatakan “- Disini dikatakan bahwa Martin Luther menganggap Maria = Ibu Tuhan. Luther bahkan mengkritik Katolik dengan sebutan Santo Santa mereka.

              a. Kalau anda mau berdiskusi tentang Theotokos maupun tentang santa-santo, anda dapat membuat thead tersendiri dan kita dapat membahasnya secara panjang lebar. Jadi, saya tidak akan menanggapi topik di luar apa yang sedang kita diskusikan.

              b. Anda mengatakan “Luther tidak mau menjadikan Maria sebagai dewa. Walaupun demikian, Luther tetap mengijinkan persepsi bahwa Maria adalah PERPETUAL VIRGIN tetap dipakai. Saya jelaskan sebelumnya bahwa saat reformasi diadakan, Luther tidak bisa menghapuskan semua doktrin2 gereja dengan extreme, supaya tidak mengejutkan pengikutnya.” Luther tidak mau menjadikan Maria sebagai dewa dan demikian juga dengan Gereja Katolik yang tidak menjadikan Maria sebagai dewi. Anda mengatakan bahwa Luther mengijinkan persepsi bahwa Maria adalah tetap perawan. Untuk alasan apa? Kalau Luther telah keluar dari Gereja Katolik dan didukung oleh penguasa sekular, mengapa dia tidak mengatakan kebenaran dan harus berkompromi untuk sesuatu yang dia pandang tidak sesuai dengan Alkitab? Apakah dengan demikian dia mengkompromikan Alkitab hanya untuk sekedar tidak mengejutkan pengikutnya? Bagaimana dengan Calvin, yang dalam dogma Ekaristi mati-matian bertahan untuk berbeda dengan Luther, namun untuk pengajaran Maria tetap perawan, dia mengajarkan hal yang sama? Bagaiman dengan Zwingli?

              c. Anda mengatakan “500 tahun setelah reformasi, konsep perpetual virgin ini tidak lagi dipercaya karena tidak bisa dibuktikan oleh alkitab (baca ttg sejarah protestan secara keseluruhan).Apakah dengan demikian, anda ingin mengatakan bahwa Martin Luther, John Calvin dan Zwingli tidak mengerti Alkitab, karena mempercayai dogma Maria tetap Perawan yang anda katakan tidak bisa dibuktikan oleh Alkitab? Apakah anda ingin mengatakan bahwa pendiri gereja-gereja Protestan adalah salah?

              IV. KESIMPULAN

              Dari diskusi ini, kita melihat bahwa dogma Maria tetap perawan bukanlah karangan Gereja Katolik belaka, namun sungguh bersumber pada Alkitab, yang didukung dengan kesaksian dari tulisan-tulisan para Bapa Gereja, dan bahkan para pendiri Protestan juga mempercayainya. Sungguh sangat disayangkan bahwa pengikut Martin Luther, John Calvin dan Zwingli, justru tidak mempercayai doktrin ini dengan alasan karena tidak Alkitabiah. Pernyataan seperti ini sama saja dengan mengatakan para pendiri Protestan tidak mengerti Alkitab dan mereka semua salah dalam hal ini. Mungkin kita perlu merenungkan, kalau Gereja Katolik benar dalam hal ini, apakah mungkin Gereja Katolik juga benar untuk dogma dan doktrin yang lain? Mari kita bawa diskusi ini dalam doa. Semoga diskusi ini juga berguna bagi para pembaca katolisitas yang lain.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – katolisitas.org

            • thomas vernando on

              @Sherly: apakah pernah menemukan ayat yang berisi bahwa Maria Bunda Kristus adalah ibu dari Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?
              Mat 13:53-59 tidak berkata bahwa Maria adalah ibu yang lainnya, tapi hanya ibu Yesus. Sedangkan ‘saudara-saudara’ disitu dengan jelas kita lihat terpisahkan dari konteks ‘Anak Maria’, digunakan oleh mereka yang menolak Kristus untuk mempertegas bahwa Dia adalah orang yang mereka kenal.
              Terima kasih,
              Tuhan memberkati

    • Shalom Sherly,

      III. MARIA RATU SORGA

      1. Gelar ratu sorga ini mempunyai hubungan yang erat dengan Maria sebagai ibu dari Yesus, yang telah diberikan kepada umat Allah. Kalau Kol 1:18 dan Ef 4:15 mengatakan bahwa Yesus adalah kepala dari Tubuh, dan Gereja adalah Tubuh Kristus. Karena Maria melahirkan Sang Kepala dari Gereja, maka Maria juga menjadi ibu dari seluruh umat beriman. Martin Luther juga meyakini hal ini, sehingga dia mengatakan “Adalah sebuah penghiburan dan kebaikan Allah yang sangat berlimpah, bahwa manusia dapat bersuka ria dalam hal kekayaan [rohani] ini. Maria adalah ibunya, Kristus adalah Saudaranya, dan Tuhan adalah Bapanya. (Sermon, Natal, 1522) Maria adalah Bunda Kristus, dan Bunda semua dari kita, meskipun hanya Kristus sendiri yang beristirahat di lututnya…. Jika Ia [Kristus] adalah milik kita, maka kita harus berada di dalam keadaan-Nya’; di manapun Ia berada kitapun berada, dan semua yang menjadi milik-Nya adalah milik kita juga, dan ibu-Nya juga menjadi ibu kita.“(Sermon, Natal, 1529).

      2. Bahwa Maria menjadi ibu kita adalah karena perintah dari Kristus sendiri yang mengatakan “26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” 27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” (Yoh 19:26-27). Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, bahwa Maria adalah ibunya. Oleh karena itu, mengikuti apa yang dikatakan oleh Yesus, kita harus menerima Maria sebagai ibu spiritual kita.

      3. Dan kalau Maria sebagai ibu dari Yesus yang menjadi raja di dalam Kerajaan Sorga, maka secara otomatis Maria menjadi ratu Sorga, karena dalam konteks kerajaan pada waktu itu, seorang ratu adalah ibu dari raja. Hal ini sama seperti kalau Yesus menjadi kepada dari Gereja, maka Maria menjadi ibu Gereja.

      4. Dengan menerima Maria sebagai ratu sorga, maka kita harus juga menerima Maria sebagai ibu spiritual umat beriman. Dengan menerima Maria sebagai ibu, maka kita dapat dengan kepercayaan meminta doa-doa dari ibu kita, yang pasti mengasihi anak-anak-nya. Dan hal ini dapat berpengaruh kepada keselamatan kita, karena doa orang yang benar adalah besar kuasanya (Yak 5:16).

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

    • Shalom Sherly,

      IV. PAUS DISEBUT BAPA SUCI

      1) Alasan mengapa kita sebagai umat Katolik memanggil “bapa” kepada Paus dan para imam, juga diambil dari Kitab Suci. Umat Protestan umumnya mengambil ayat Mat 23:9 untuk mengatakan bahwa kita dilarang menyebut siapapun di bumi dengan sebutan “bapa”. Namun pengertian ini adalah interpretasi yang melepaskan ayat ini dari konteks keseluruhan.

      2) Fr. Ray Suriani pernah menjelaskan dengan begitu baiknya, di link ini, silakan klik, bagaimana seharusnya mengartikan ayat tersebut sesuai dengan konteks dan pesan keseluruhan Kitab Suci. Karena larangan Yesus untuk menyebut siapapun sebagai bapa di bumi ini (lih. Mat 23:9) adalah untuk memperingatkan kepada umat bahwa 1) hanya ada satu saja yang dapat kita anggap sebagai Allah Bapa; 2) janganlah seperti ahli Taurat dan orang Farisi yang senang dihormati dan dipanggil sebagai rabbi dan bapa oleh semua orang. Di sinilah pentingnya untuk mempelajari suatu ayat Kitab Suci dalam kaitannya dengan ayat-ayat yang lain di seluruh Alkitab (seperti prinsip yang dipegang oleh Gereja Katolik), karena perintah-perintah Tuhan tidak mungkin bertentangan satu dengan lainnya.

      3) Sebab di perikop-perikop yang lain, Yesus juga menyebut orang tua sebagai bapa dan ibu (lih. Mat 10:35; 19:29). Jika Ia sungguh melarangnya, maka Ia tidak mungkin menyebutkan sendiri panggilan ini. Abraham disebut sebagai “bapa Abraham” bapa leluhur kita (Luk 16:24, Kis 7:2; Rom 4:1, Yak 2:21), dan Rasul Paulus menyebutkan dirinya sebagai bapa bagi umat di Korintus (1 Kor 4:15) dan bapa rohani bagiTimotius (1 Tim 1:2, 2 Tim 1:2), dan bagi Titus (Tit 1:4). Rasul Yohanes juga berkhotbah kepada para bapa (1 Yoh 2:14). Tentunya rasul Paulus, Yakobus dan Yohanes memiliki maksud pada saat menuliskan ayat-ayat itu. Yaitu bahwa di dalam hidup kita ini memang ada orang-orang tertentu yang diberi tugas sebagai bapa untuk berperan sebagai orang tua bagi anak-anak, mendidik dan membesarkan anak-anak mereka. Dan secara rohani, tugas kebapakan itu diberikan kepada para pemimpin umat, yaitu para pastor, seperti teladan Rasul Paulus.

      4) Para pastor, uskup dan Paus itu berperan dalam kelahiran kita semua umat Katolik secara rohani. Mereka itu adalah yang membaptis kita umat beriman, mengajar kita, membimbing kita dan memberi teladan kepada kita bagaimana mengasihi, seperti Allah Bapa mengasihi kita. Oleh karena itu kita harus berdoa bagi para imam, uskup dan Paus, agar mereka senantiasa dapat melaksanakan tugasnya sebagai “bapa rohani” bagi kita. Kita memanggil mereka sebagai “bapa” untuk menunjukkan hormat kita kepada mereka. Sama seperti banyak pendeta Protestan yang dipanggil Rev./ Reverend oleh jemaatnya, padahal tentu hormat/ reverence juga paling layak diberikan kepada Tuhan.

      Maka umat Katolik memanggil Paus sebagai “Holy Father” itu sebagai tanda hormat sebab kita mengakui bahwa ia telah dipanggil oleh Kristus untuk menjadi gambaran kekudusan dan kebapa-an dari Tuhan. Tentu pengertian ini diturunkan, tergantung dari, dan berada di bawah panggilan kita kepada Allah Bapa yang Mahakudus, dan memang tidak untuk menyaingi ataupun mengingkari keunikan kekudusan dan ke Bapa-an dari Allah Bapa.

      5) Anda mengatakan “Hanya Tuhan Allah yg dipanggil Yesus sebagai Bapa Suci – bukan manusia biasa yg lain, Sri Paus hanyalah manusia biasa“. Kalau anda tidak dapat menerima penjelasan di atas, maka anda harus juga konsiten dengan ayat ini: Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.” (Mt 23:9) Apakah anda memanggil bapa / bapak / papa / daddy kepada ayah anda? Bagaimana dengan ayat ini “Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.” (Mk 10:18) Apakah anda pernah mengatakan seseorang baik? Apakah anda pernah mengatakan orang tua anda baik, teman anda baik, pendeta anda baik, saudara anda baik? Kalau mau konsisten, seharusnya anda tidak boleh mengatakan bahwa orang lain baik.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • Dear Stef:

        Fact 1: The New Catholic Encyclopedia (NCE, 2003, 2nd edition) article concludes:
        In the Scriptures, Constantine found justification for his idea of the Church as a peace-bringing house of truth, the unifying element of the state as a kingdom of God (Vita 2:56,67). He respected the decisions of the bishops in synod, particularly the decrees of the Council of Nicaea, and considered all further theological dispute as nugatory. Hence his policy hardened toward pagans and Jews as time wore on. Although HE EMPLOYED PAGAN TERMS in speaking of the ‘divinity,’ ‘the highest god,’ and ‘divine providence,’ he had in mind the unique God of the Christians, the creator and judge of all who saved fallen man through His Son…. (NCE, volume 4, page 182)
        - Dari sini kita ketahui, darimana asal berkembangnya perkataan2 seperti His Eminence, Holy Father dsb didalam ‘hierarchy’ gereja Katolik karena Kaisar Konstantinus sebelumnya adalah penganut paganisme yg menjadi Kristen.

        Fact 2: “…We declare, state and define that it is absolutely necessary for the salvation of all human beings that they submit to the Roman Pontiff [pope].” – POPE BONIFACE VIII
        - Dari kutipan diatas kita ketahui perintah dari Paus Boniface VIII bahwa keselamatan jiwa (salvation = redemption/delivering from sin) haruslah dipercayakan kepada seorang Paus, bukan kepada Yesus Kristus/Tuhan kita.

        Fact 3: “The Pope, Bishop of Rome and Peter’s successor, ‘is the perpetual and visible source and foundation of the unity both of the bishops and of the whole company of the faithful.’” (Catechism of the Catholic Church, Second Edition)
        - Dari kutipan diatas, kita ketahui bahwa sebutan Paus sebenarnya diberikan kepada ‘Bishop of Rome’. Anda bisa lihat dari sejarah, bahwa kata2 ‘Pope” yg berasal dari kata Yunani ‘Pappas (Father)’ baru ada sejak didirikannya gereja Katolik pada 300AD. Adalah gereja Katolik yang membuat definisi bahwa Paus adalah penerus Petrus yang kepada siapa kunci kerajaan Tuhan diberikan (dalam post saya yg lalu, saya jelaskan bagaimana salahnya konsep tersebut diinterpretasikan – kunci kerajaan surga sebenarnya diberikan kepada GerejaNya yg beriman sekokoh batu karang).

        Fact 4: Roman Catholic Cardinal Newman admits in his book that; the “temples, incense, oil lamps, votive offerings, holy water, Holidays, and seasons of devotion, processions, blessings of the fields, sacerdotal vestments, the tonsure (of priests, munks and nuns), images, and statues… are all of PAGAN ORIGIN.” -The Development of the Christian Religion Cardinal Newman p.359
        - Cardinal Newman adalah seorang Anglican Cardinal yg pindah menjadi Katolik (Saya pakai sebagai contoh karena di post2 anda yang lalu, anda sangatlah bangga karena banyak pendeta dari agama Kristen yg pindah ke Katolik). Baca apa pendapat dia diatas ttg adopsi ajaran paganisme kedalam gereja. Saya melihat Cardinal Newman adalah sosok yang sangat besar hatinya untuk bisa mengakui akan hal ini.

        Acts 10:25-26
        25 As Peter was coming in, Cornelius met him and fell down at his feet and worshiped him. 26 But Peter lifted him up, saying, “Stand up; I myself am also a man.”
        - Jikalau Peter (yg disebut sebagai the first Pope) bisa mengatakan “berdirilah (jangan menyembahku) karena aku hanyalah manusia”, bagaimana gereja Katolik bisa mengharuskan umatnya untuk tunduk menyembah Paus, mencium tangan Paus, menyebut Paus sebagai Holy Father (Bapa Suci)?

        Matthew 23:9
        “And call no man your father upon the earth: for one is your Father, which is in heaven.”
        - Disini Yesus berkata2 kepada JIWA manusia, bukan manusia sebagai badan jasmaniah. Kata ‘your father upon the earth’ bukanlah ayah jasmaniah kita (seperti ayah ibu kita) tetapi mengarti kepada “SPIRITUAL FATHER”.
        - Adalah salah kalau anda mengatakan Yesus melarang kita memanggil ayah kandung kita dengan sebutan ‘bapak’.

        MENGAPA PAUS DIKATAKAN SEBAGAI SUCI? Definisi SUCI berarti bersih dari dosa. Paus hanyalah manusia biasa yg juga berdosa. Mengapa SUCI? Hanya Tuhan Yesus satu2nya yang bersih dari dosa. Hanya Tuhan satu2nya yang bisa disebut SUCI.

        Sherly

        • [link] Shalom Sherly,

          Terima kasih atas tanggapannya dalam diskusi kita tentang mengapa umat Katolik memanggil Paus sebagai Bapa Suci atau Holy Father. Ada beberapa argumentasi anda yang tidak berhubungan dengan topik diskusi, namun tetap saya jawab, karena mungkin dapat berguna bagi pembaca katolisitas yang lain.

          1. Anda mengatakan “Fact 1: The New Catholic Encyclopedia (NCE, 2003, 2nd edition) article concludes: In the Scriptures, Constantine found justification for his idea of the Church as a peace-bringing house of truth, the unifying element of the state as a kingdom of God (Vita 2:56,67). He respected the decisions of the bishops in synod, particularly the decrees of the Council of Nicaea, and considered all further theological dispute as nugatory. Hence his policy hardened toward pagans and Jews as time wore on. Although HE EMPLOYED PAGAN TERMS in speaking of the ‘divinity,’ ‘the highest god,’ and ‘divine providence,’ he had in mind the unique God of the Christians, the creator and judge of all who saved fallen man through His Son…. (NCE, volume 4, page 182)
          - Dari sini kita ketahui, darimana asal berkembangnya perkataan2 seperti His Eminence, Holy Father dsb didalam ‘hierarchy’ gereja Katolik karena Kaisar Konstantinus sebelumnya adalah penganut paganisme yg menjadi Kristen.

          a. Kalau kita terjemahkan artikel tersebut “Dalam Alkitab, Konstantin menemukan justifikasi untuk idenya akan Gereja sebagai rumah kebenaran yang membawa damai, unsur pemersatu negara sebagai suatu kerajaan Allah (Vita 2:56,67). Dia menghormati keputusan para uskup dalam sinode, khususnya keputusan Konsili Nicea, dan menganggap semua perselisihan teologis lebih lanjut sebagai sesuatu yang sia-sia (tidak mengikat). Oleh karena itu, kebijakannya mengeras terhadap orang-orang kafir dan orang-orang Yahudi sejalan dengan bertumbuhnya waktu. Meskipun ia menggunakan terminologi pagan dalam berbicara tentang ‘keilahian’, ‘Tuhan yang maha tinggi,’ dan ‘pemeliharaan ilahi,’ dia [Konstantine] mempunyai pemahaman khusus tentang Allah dari orang-orang Kristen, Pencipta dan hakim dari semua, yang menyelamatkan manusia yang berdosa melalui Anak-Nya … ” Tanpa berbicara tentang isi dari kutipan ini, anda mengatakan “Dari sini kita ketahui, darimana asal berkembangnya perkataan2 seperti His Eminence, Holy Father dsb didalam ‘hierarchy’ gereja Katolik karena Kaisar Konstantinus sebelumnya adalah penganut paganisme yg menjadi Kristen.

          Menurut saya kesimpulan ini terlalu cepat dan mengada-ada. Apakah anda mempunyai bukti bahwa kaisar Konstantin pernah memanggil Paus dengan sebutan “Holy Father”? Dan apakah anda mempunyai bukti bahwa perkataan His Eminence dan Holy Father adalah merupakan tradisi pagan dan digunakan oleh kaisar Konstantin? Yang dikatakan dalam artikel di atas adalah “Meskipun ia menggunakan terminologi pagan dalam berbicara tentang ‘keilahian’, ‘Tuhan yang maha tinggi,’ dan ‘pemeliharaan ilahi,’ dia [Konstantine] mempunyai pemahaman khusus tentang Allah dari orang-orang Kristen…“. Tidak dikatakan bahwa dia memberikan terminologi pagan kepada Paus.

          b. Kalau mau, anda dapat melihat etimologi kata di sini – silakan klik.

          Pope O.E. papa, from M.L. papa “bishop, pope” (in classical L., “tutor”), from Gk. papas “patriarch, bishop,” originally “father.” Applied to bishops of Asia Minor and taken as a title by the Bishop of Alexandria c.250. In Western Church, applied especially to the Bishop of Rome since the time of Leo the Great (440-461) and claimed exclusively by them from 1073. Popemobile, his car, is from 1979. Papal, papacy, later acquisitions in English, preserve the original vowel.[catatan dari saya: Konstantin berkuasa dari 324 - 337. Walaupun kata "Pope" dipakai belakangan, namun fungsi Paus telah ada sejak jaman rasul Petrus.]

          eminence 1620s, from Fr. eminence, from L. eminentia, from eminens “excellent, prominent” (see eminent). As a title of honor (now only of cardinals) it is attested from 1650s. The original Éminence grise (Fr., lit. “gray eminence”) was François Leclerc du Trembley (1577-1638), confidential agent of Richelieu.

          2. Anda mengatakan “Fact 2: “…We declare, state and define that it is absolutely necessary for the salvation of all human beings that they submit to the Roman Pontiff [pope].” – POPE BONIFACE VIII
          - Dari kutipan diatas kita ketahui perintah dari Paus Boniface VIII bahwa keselamatan jiwa (salvation = redemption/delivering from sin) haruslah dipercayakan kepada seorang Paus, bukan kepada Yesus Kristus/Tuhan kita.

          Kalau dalam diskusi tentang mengapa memanggil Paus dengan sebutan Bapa Suci, maka argumentasi anda di atas tidaklah berhubungan dengan topik diskusi kita. Kalau anda mau, kita dapat berdiskusi apakah ada keselamatan di luar Gereja Katolik secara terpisah. Kesimpulan yang anda berikan terlalu tergesa-gesa dan tidak pada konteks yang benar. Kalau anda mau mengerti konteks yang benar, maka anda dapat melihat dokumen Konsili Vatikan II, Lumen Gentium, 14, yang mengatakan

          Maka terutama kepada umat beriman Katoliklah Konsili suci mengarahkan perhatiannya. Berdasarkan Kitab suci dan Tradisi, Konsili mengajarkan bahwa Gereja yang sedang mengembara ini perlu untuk keselamatan. Sebab hanya satulah Pengantara dan jalan keselamatan, yakni Kristus. Ia hadir bagi kita dalam tubuh-Nya, yakni Gereja. Dengan jelas-jelas menegaskan perlunya iman dan baptis (lih. Mrk 16:16; Yoh 3:5). Kristus sekaligus menegaskan perlunya Gereja, yang dimasuki orang-orang melalui baptis bagaikan pintunya. Maka dari itu andaikata ada orang, yang benar-benar tahu, bahwa Gereja Katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu, namun tidak mau masuk ke dalamnya atau tetap tinggal di dalamnya, ia tidak dapat diselamatkan.

          Karena tidak berhubungan dengan topik diskusi, saya tidak menanggapi pernyataan tersebut lebih lanjut. Silakan membuat topik baru tentang hal ini.

          3. Anda mengatakan “Fact 3: “The Pope, Bishop of Rome and Peter’s successor, ‘is the perpetual and visible source and foundation of the unity both of the bishops and of the whole company of the faithful.’” (Catechism of the Catholic Church, Second Edition)
          - Dari kutipan diatas, kita ketahui bahwa sebutan Paus sebenarnya diberikan kepada ‘Bishop of Rome’. Anda bisa lihat dari sejarah, bahwa kata2 ‘Pope” yg berasal dari kata Yunani ‘Pappas (Father)’ baru ada sejak didirikannya gereja Katolik pada 300AD. Adalah gereja Katolik yang membuat definisi bahwa Paus adalah penerus Petrus yang kepada siapa kunci kerajaan Tuhan diberikan (dalam post saya yg lalu, saya jelaskan bagaimana salahnya konsep tersebut diinterpretasikan – kunci kerajaan surga sebenarnya diberikan kepada GerejaNya yg beriman sekokoh batu karang).

          a. Anda mengutip Katekismus Gereja Katolik 882, yang mengatakan “Paus, Uskup Roma dan pengganti Petrus, merupakan “asas dan dasar yang kekal dan kelihatan bagi kesatuan para Uskup maupun segenap kaum beriman” (LG 23). “Sebab Imam Agung di Roma berdasarkan tugasnya, yakni sebagai wakil Kristus dan gembala Gereja semesta, mempunyai kuasa penuh, tertinggi, dan universal terhadap Gereja; dan kuasa itu selalu dapat dijalankannya dengan bebas” (LG 22) Bdk. CD 2;9.. 834, 1369, 837

          Dari kutipan di atas, maka kalimat tersebut ingin mengatakan bahwa Paus adalah sama dengan Uskup Roma, yang adalah sama dengan pengganti Petrus. Tidak menjadi masalah kalau Paus baru mulai dipakai di abad 5 (lihat etimologi di atas). Namun, pertanyaan saya adalah: kapan mulai ada uskup Roma dan kapan mulai ada pengganti Petrus? Kalau anda tetap mengatakan pengganti Petrus (Paus) atau uskup Roma (Paus) mulai tahun 300, maka anda sesungguhnya telah menyangkal sejarah. Lihat diskusi di sini – silakan klik, yang memberikan bukti-bukti dari tulisan para Bapa Gereja:

          1. St. Klemens dari Roma, dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus (96):
          2. St. Ignatius dari Antiokhia (35-107), Uskup Antiokhia, yang adalah murid Rasul Yohanes, dan kemungkinan juga adalah murid rasul Petrus.
          3. St. Papias (60-130) murid Rasul Yohanes yang menjadi Uskup Hieropolis, dan St. Klemens dalam bukunya Hypotyposes, seperti dikutip oleh Eusebius (325).
          4. Phlegon (117-138 masa Kaisar Hadrian) seperti dikutip oleh Origen.
          5. St. Dionisius (166-174) Uskup Korintus, menulis kepada Paus Soter di Roma, seperti yang dikutip oleh Eusebius:
          6. Gaius (Caius, 198-217) seorang Imam Roma:
          7. St. Irenaeus (130-200), murid Polikarpus yang adalah murid Rasul Yohanes, Uskup Gaul:
          8. Tertullian (160-225).[11].
          9. Origen dari Alexandria (185-254)
          10. Eusebius, (260- 340) Uskup Caesarea dan Bapa Sejarah Gereja.
          11. Petrus dari Alexandria (d. 311)
          12. Lactantius dari Afrika (240-320)
          13. St. Cyril dari Yerusalem (315- 386)
          14. Paus St. Damasus I ( 304- 384)
          15. Doktrin Addai (Dokumen gereja Siria 400).16. Liber Pontificalis (abad 4, disusun sekitar abad 6,7) memuat kisah Kepausan.
          17. Catalogus Liberianus (ditulis 354)
          18. Optatus dari Milevis (370)
          19. St. Agustinus dari Hippo (400)
          20. St. Jerome (342- 420) yang disebut sebagai Doctor of the Church, dan ahli Kitab Suci yang terbaik di masa Gereja awal.

          4. Anda mengatakan “Fact 4: Roman Catholic Cardinal Newman admits in his book that; the “temples, incense, oil lamps, votive offerings, holy water, Holidays, and seasons of devotion, processions, blessings of the fields, sacerdotal vestments, the tonsure (of priests, munks and nuns), images, and statues… are all of PAGAN ORIGIN.” -The Development of the Christian Religion Cardinal Newman p.359
          - Cardinal Newman adalah seorang Anglican Cardinal yg pindah menjadi Katolik (Saya pakai sebagai contoh karena di post2 anda yang lalu, anda sangatlah bangga karena banyak pendeta dari agama Kristen yg pindah ke Katolik). Baca apa pendapat dia diatas ttg adopsi ajaran paganisme kedalam gereja. Saya melihat Cardinal Newman adalah sosok yang sangat besar hatinya untuk bisa mengakui akan hal ini.

          a. Kalau anda mau membaca “An Essay on the Development of Christian Doctrine”, maka anda dapat membacanya di sini – silakan klik. Anda mengutip hal 359 (dalam sumber tersebut ada di halaman {373}), yang memang sering dipakai oleh begitu banyak Kristen non-Katolik. Namun, banyak yang lupa untuk membaca beberapa halaman sebelumnya dan halaman-halaman yang lain (bagian: 1. The assimilating power of dogmatic truth), yang mengatakan:

          {357} 1 “That there is a truth then; that there is one truth; that religious error is in itself of an immoral nature; that its maintainers, unless involuntarily such, are guilty in maintaining it; that it is to be dreaded; that the search for truth is not the gratification of curiosity; that its attainment has nothing of the excitement of a discovery; that the mind is below truth, not above it, and is bound, not to descant upon it, but to venerate it; that truth and falsehood are set before us for the trial of our hearts; that our choice is an awful giving forth of lots on which salvation or rejection is inscribed; that “before all things it is necessary to hold the Catholic faith;” that “he that would be saved must thus think,” and not otherwise; that, “if thou criest after knowledge, and liftest up thy voice for understanding, if thou seekest her as silver, and searchest for her as for hid treasure, then shalt thou understand the fear of the Lord, and find the knowledge of God,”—this is the dogmatical principle, which has strength.

          {360} 4 “…A conviction that truth was one; that it was a gift from without, a sacred trust, an inestimable blessing; that it was to be reverenced, guarded, defended, transmitted; that its absence was a grievous want, and its loss an unutterable calamity; and again, the stern words and acts of St. John, of Polycarp, Ignatius, Irenæus, Clement, Tertullian, and Origen;—all this is quite consistent with perplexity or mistake as to what was truth in particular cases, in what way doubtful questions were to be decided, or what were the limits of the Revelation. Councils and Popes are the guardians and instruments of the dogmatic principle: they are not that principle themselves; they presuppose the principle; they are summoned into action at the call of the principle, and the principle might act even before they had their legitimate place, and exercised a recognized power, in the movements of the Christian body.”

          2. The Assimilating Power of Sacramental Grace

          {368} 1 “…This is the principle, above spoken of, which I have called the Sacramental. “We know that we are of God, and the whole world lieth in wickedness,” is an enunciation of the principle;—or, the declaration of the Apostle of the Gentiles, “If any man be in Christ, he is a new creature; old things are passed away, behold all things are become new.” Thus it is that outward rites, which are but worthless in themselves, lose their earthly character and become Sacraments under the Gospel; circumcision, as St. Paul says, is carnal and has come to an end, yet Baptism is a perpetual ordinance, as being grafted upon a system which is grace and truth….”

          {369} 2. “…The grace given him was communicable, diffusive; an influence passing from him to others, and making what it touched spiritual, as enthusiasm may be or tastes or panics. Parallel instances occur of the operation of this principle in the history of the Church, from the time that the Apostles were taken from it. St. Paul denounces distinctions in meat and drink, the observance of Sabbaths and holydays, and of ordinances, and the worship of Angels; yet Christians, from the first, were rigid in their stated fastings, venerated, as St. Justin tells us, the Angelic intelligences [Note 9], and established the observance of the Lord’s day as soon as persecution ceased.”

          {370} 3. “In like manner Celsus objects that Christians did not “endure the sight of temples, altars, and statues;” Porphyry, that “they blame the rites of worship, victims, and frankincense;” the heathen disputant in Minucius asks, “Why have Christians no altars, no temples, no conspicuous images?” and “no sacrifices;” and yet it is plain from Tertullian that Christians had altars of their own, and sacrifices and priests. And that they had churches is again and again proved by Eusebius who had seen “the houses of prayer levelled” in the Dioclesian persecution; from the history too of St. Gregory Thaumaturgus, nay from Clement [Note 10]….”

          {371} 4. “…And St. Jerome asks Vigilantius, who made objections to lights and oil, “Because we once worshipped idols, is that a reason why we should not worship God, for fear of seeming to address him with an honour like that which was paid to idols and then was detestable, whereas this is paid to Martyrs and therefore to be received?” [Note 14]“

          {372} 5. “.. and appendages of demon-worship to an evangelical use, and feeling also that these usages had originally come from primitive revelations and from the instinct of nature, though they had been corrupted; and that they must invent what they needed, if they did not use what they found; and that they were moreover possessed of the very archetypes, of which paganism attempted the shadows; the rulers of the Church from early times were prepared, should the occasion arise, to adopt, or imitate, or sanction the existing rites and customs of the populace, as well as the philosophy of the educated class.

          St. Gregory Thaumaturgus supplies the first instance on record of this economy. He was the Apostle of Pontus, and one of his methods for governing an untoward population is thus related by St. Gregory of Nyssa. “On returning,” he says, “to the city, after revisiting the country round about, he increased the devotion of the people everywhere by instituting festive meetings in honour of those who had fought for the faith. The bodies of the Martyrs were distributed in different places, and the people assembled and made merry, as the year came round, holding festival in their honour. This indeed was a proof of his great wisdom … for, perceiving that the childish and untrained populace were retained in their idolatrous error by creature comforts, in order that what was of first importance should at any rate be secured to them, viz. that they should look to God in place of their vain rites, he allowed them to be merry, jovial, and gay at the monuments of the holy Martyrs, as if their behaviour would in time undergo a spontaneous change into greater seriousness and strictness, since faith would lead them to it; which has actually been the happy issue in that population, all carnal gratification having turned into a spiritual form of rejoicing.” [Note 15]“

          {373} 6. “..The example set by St. Gregory in an age of persecution was impetuously followed when a time of peace succeeded. In the course of the fourth century two movements or developments spread over the face of Christendom, with a rapidity characteristic of the Church; the one ascetic, the other ritual or ceremonial. We are told in various ways by Eusebius [Note 16], that Constantine, in order to recommend the new religion to the heathen, transferred into it the outward ornaments to which they had been accustomed in their own. It is not necessary to go into a subject which the diligence of Protestant writers has made familiar to most of us. The use of temples, and these dedicated to particular saints, and ornamented on occasions with branches of trees; incense, lamps, and candles; votive offerings on recovery from illness; holy water; asylums; holydays and seasons, use of calendars, processions, blessings on the fields; sacerdotal vestments, the tonsure, the ring in marriage, turning to the East, images at a later date, perhaps the ecclesiastical chant, and the Kyrie Eleison [Note 17], are all of pagan origin, and sanctified by their adoption into the Church.

          Jadi, kalau seseorang hanya mau melihat paragraf terakhir ini, mungkin orang dapat menarik kesimpulan yang salah tentang tulisan tersebut. Seperti yang saya kutip dari halaman 357, maka terlihat bahwa Cardinal Newman menarik kesimpulan akan “dogmatic principle” yang mempunyai dasar yang kuat dan hanya terdapat di dalam Gereja Katolik. Kemudian di paragraf selanjutnya, Cardinal Newman mulai menerangkan tentang perkembangan sakramental (catatan: bukan sakramen), yang berarti menyangkut hal-hal external untuk membantu dalam devosi. Dan perkembangan ini begitu kuat ketika terjadi masa damai, sehingga terjadi perkembangan “ascetic” dan “ritual ceremonial“.

          Untuk mengerti hal ini, kita harus menyadari bahwa ada yang namanya “natural religion“, yaitu agama yang berdasarkan natural dan bukan berdasarkan wahyu Allah. Tidak semua hal di dalam natural religion adalah salah, karena pada dasarnya manusia diciptakan menurut gambaran Allah, sehingga manusia mempunyai kemampuan untuk mengetahui dan mengasihi Penciptanya. Kita dapat melihat akan adanya unsur korban yang tidak sempurna pada natural religion, yang pada akhirnya diberikan makna yang lebih benar pada kurban dalam Perjanjian Lama, dan akhirnya disempurnakan oleh kurban Yesus Kristus sendiri.

          Jadi, dalam konteks di atas, Cardinal Newman ingin memberikan gambaran bahwa unsur-unsur di dalam natural religion tidak semuanya jelek, apalagi kalau hal tersebut adalah sesuatu yang bersifat external, yang dapat diberikan nilai-nilai Kristiani. Hal ini juga ditegaskan dalam paragraf-paragraf sebelumnya, di mana pesta-pesta pagan diganti dengan perayaan santa-santo. Pesta yang bersifat duniawi menjadi suatu perayaan yang bersifat spiritual, yang mengarahkan umat Allah pada tujuan akhir, yaitu Sorga. Dan pada halaman {373}, Cardinal Newman mengatakan “It is not necessary to go into a subject.” Saya yakin, kalau dia menggali hal ini secara lebih mendalam, maka dia akan menemukan akan begitu banyak unsur, seperti: lampu, air, lilin, kalender, prosesi, dan lain-lain, bukanlah merupakan milik eksklusif dari pagan custom, namun juga disebutkan di dalam Perjanjian Lama.

          Berikut ini adalah tanggapan dari Romo Boli Ujan SVD:

          Menurut saya, Cardinal Newman tidak menyangkal asal usul simbol-simbol itu dari tradisi Perjanjian Lama, sekaligus menerima bahwa tradisi Perjanjian Lama pun muncul di antara penganut agama yang memuja para dewa-dewi (pantheis) dengan simbol-simbol serupa tetapi dengan interpretasi berbeda berdasarkan keyakinan yang berbeda (agama Yahudi yang monotheis). Contoh lain adalah ritus anak domba sebenarnya dilaksanakan oleh semua suku nomaden (pengembara-peternak di antaranya ada yang menyembah dewa-dewi), juga oleh suku-suku Israel sebagai bangsa pengembara sebelum mereka menetap di Mesir dan setelah keluar dari Mesir dalam pengembaraan ke Tanah Terjanji. Dan ritus roti tak beragi juga sebenarnya dilaksanakan oleh semua suku bangsa sedenter (para petani yang sudah menetap dan mengolah tanah, di antaranya ada yang menyembah dewa-dewi) termasuk bani Israel ketika berada di Mesir dan menetap di Tanah Terjanji. Tetapi orang-orang Israel melakukannya dengan interpretasi berbeda berdasarkan imannya kepada Yahwe, Allah yang maha esa. Orang-orang Kristen menggunakan simbol-simbol itu dengan interpretasi berbeda berdasarkan imannya kepada Allah Tritunggal maha kudus. Proses itu terjadi sepanjang masa.

          b. Anda mengatakan “Saya melihat Cardinal Newman adalah sosok yang sangat besar hatinya untuk bisa mengakui akan hal ini.” Kalau anda membaca benar-benar bukunya, anda juga harus menerima bahwa Cardinal Newman adalah sosok yang sangat besar hatinya, dengan menerima bahwa di dalam Gereja Katoliklah kepenuhan kebenaran ada, sehingga dia memutuskan untuk berpindah dari gereja Anglikan ke Gereja Katolik.

          5. Kis 10:25-26 “25 Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus. 26 Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: “Bangunlah, aku hanya manusia saja.” Anda kemudian mengatakan “Jikalau Peter (yg disebut sebagai the first Pope) bisa mengatakan “berdirilah (jangan menyembahku) karena aku hanyalah manusia”, bagaimana gereja Katolik bisa mengharuskan umatnya untuk tunduk menyembah Paus, mencium tangan Paus, menyebut Paus sebagai Holy Father (Bapa Suci)?

          a. Petrus menolak penyembahan yang dilakukan oleh Kornelius, mungkin karena dia tidak ingin Kornelius (yang waktu itu masih pagan) menganggap Petrus sebagai salah satu dewa. Kondisi yang sama dialami oleh Paulus dan Barnabas, yang dianggap sebagai Zeus dan Hermes (lih. Kis 14:12). Namun kalau anda mau membandingkan orang yang berlutut dan mencium tangan Paus dengan ayat-ayat tersebut, maka itu adalah kesimpulan yang tidaklah benar. Hal ini disebabkan orang Katolik tahu, bahwa Paus bukanlah dewa atau Tuhan. Dan tindakan berlutut atau mencium tangan merupakan penghormatan dan bukan penyembahan.

          b. Kalau anda masih menolak argumentasi ini, maka dapatkah anda menjelaskan Kis 16:29-30 yang mengatakan “29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. 30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?Mengapa Paulus dan Silas menerima penghormatan ini dan tidak menolaknya? Kalau mengikuti argumentasi anda, maka kepala penjara ini juga telah melakukan tindakan berhala dan Paulus dan Silas membiarkan kepala penjara ini melakukan tindakan berhala.

          c. Namun, tidak semua tindakan berlutut, bahkan menelungkup merujuk kepada penyembahan kepada Tuhan, namun lebih kepada penghormatan atau disebut dulia. Sebagai contoh adalah penghormatan yang dilakukan oleh kepala penjara tersebut kepada Paulus dan Silas (Kis 16:29-30), Yusuf kepada ayahnya Yakub, di mana Yusuf sujud sampai ke tanah untuk menghormati ayahnya Yakub (Kej 48:12). Dan ini dilakukan oleh umat Katolik yang mencium tangan pastor, uskup, Paus, sebagai ungkapan hormat kepada mereka. Kita juga melihat yang sama terjadi di dalam tradisi Jawa, dengan istilah “sungkem”, di mana seorang anak berlutut kepada orang tua dalam acara-acara tertentu.

          6. Anda mengatakan “MENGAPA PAUS DIKATAKAN SEBAGAI SUCI? Definisi SUCI berarti bersih dari dosa. Paus hanyalah manusia biasa yg juga berdosa. Mengapa SUCI? Hanya Tuhan Yesus satu2nya yang bersih dari dosa. Hanya Tuhan satu2nya yang bisa disebut SUCI.

          a. Saya telah menjawab pertanyaan anda di jawaban saya sebelumnya yang menerangkan mengapa umat Katolik menyebut Paus sebagai Bapa Suci. Namun, kalau anda ingin melihat dari sisi etimologi “suci/kudus/holy”, maka kita dapat membahasnya.

          Kita ambil salah satu ayat “supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus [G40 = hagios] dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.” (2Pet 3:2)

          G40 = ἅγιος
          hágios; fem. hagía, neut. hágion (G39), adj. from hágos (n.f.), any matter of religious awe, expiation, sacrifice. Holy, set apart, sanctified, consecrated, saint. It has a common root, hág-, with hagnós (G53), chaste, pure. Its fundamental idea is separation, consecration, devotion to the service of Deity, sharing in God’s purity and abstaining from earth’s defilement.
          (I) Pure, clean, ceremonially or morally clean, including the idea of deserved respect, reverence.
          (A) It particularly means perfect, without blemish (Rom_12:1).
          (B) Metaphorically it means morally pure, upright, blameless in heart and life, virtuous, holy. (1) Generally (Mar_6:20; Rom_7:12; 1Co_7:34; Eph_1:4; Eph_5:27; 1Pe_1:16; Sept.: Lev_11:44). (2) Spoken of those who are purified and sanctified by the influences of the Spirit. This is assumed of all who profess the Christian name, hence hágios, saint, hágioi, saints, Christians (Act_9:13-14, Act_9:32, Act_9:41; Act_26:10; Rom_1:7; Rom_8:27; 1Th_3:13). Spoken of those who are to be in any way included in the Christian community (1Co_7:14). Holy kiss means the sacred Christian kiss, the pledge of Christian affection (Rom_16:16; 1Co_16:20; 2Co_13:12).
          (II) Consecrated, devoted, sacred, holy, meaning set apart from a common to a sacred use; spoken of places, temples, cities, the priesthood, men (Mat_4:5; Mat_7:6; Mat_24:15; Mat_27:53; Act_6:13; Act_7:33; Rom_11:16, of firstfruit); of a male opening the womb (Luk_2:23); of apostles (Eph_3:5); of prophets (Luk_1:70; Act_3:21; 2Pe_1:21); of angels (Mat_25:31).
          (III) Holy, hallowed, worthy of reverence and veneration:
          (A) Of God (Joh_17:11; Rev_4:8; Rev_6:10; Sept.: Isa_5:16; Isa_6:3).
          (B) Of His Name (Luk_1:49; Sept.: Lev_22:2).
          (C) Of the Holy Spirit (Mat_1:18).
          (D) Of holy covenant (Luk_1:72).
          (E) Of the Holy Scriptures (Rom_1:2; Sept.: Dan_11:28, Dan_11:30).
          The hiereús (G2409), priest, although he may not always be hágios, holy, performs priestly duties or ordinances and is sacred or consecrated (hósios [G3741]).

          Apakah dengan demikian nabi-nabi kudus di ayat tersebut menerangkan bahwa nabi-nabi tersebut adalah tanpa dosa? Tentu saja tidak. Kudus/suci secara prinsip lebih merujuk kepada “sesuatu yang dipisahkan” (being set apart) untuk Tuhan atau partisipasi dalam kekudusan Allah. Dengan demikian, suci artinya bukan seperti yang anda sebutkan, yaitu tanpa dosa. Coba lihat lagi contoh ayat ini “…Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus” (1Kor 7:34). Apakah dengan demikian perempuan yang tidak bersuami dan gadis adalah tanpa dosa, karena memakai kata kudus? Tentu saja tidak. Prinsipnya adalah mereka memisahkan dirinya, dan memberikan diri mereka secara penuh kepada Tuhan.

          Dengan demikian, terlihat bahwa bukan hanya Tuhan yang dapat disebut suci, karena terlihat bahwa ayat-ayat di atas menggunakan kata kudus/suci untuk nabi, para gadis, perempuan tidak bersuami, walaupun kita tahu mereka mempunyai dosa. Namun, kita juga tahu bahwa kekudusan mereka adalah merupakan partisipasi dalam kekudusan Tuhan. Dengan demikian, tidaklah aneh, kalau umat Katolik memanggil Paus dengan sebutan bapa suci, karena suci di sini merujuk kepada tugas yang diberikan oleh Kristus sendiri kepada Paus, yang dipisahkan secara khusus, yang ditunjuk secara khusus oleh Kristus (lih. Mt 16:16-19) untuk memimpin Gereja Kristus. Kalau gadis dan perempuan tak bersuami dapat disebut kudus, mengapa kita tidak dapat menggunakan kata yang sama untuk orang yang ditunjuk oleh Kristus sebagai pemimpin Gereja?

          7. Kesimpulan: Dengan demikian, sebenarnya kalau kita dapat mengerti arti kata “bapa” dan kata “suci”, maka kita tidak perlu mempermasalahkan mengapa umat Katolik menyebut Paus dengan bapa suci. Semoga hal ini dapat memberikan kejelasan. Dan semoga diskusi ini dapat berguna bagi kita dan juga bagi semua pembaca katolisitas.org.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

          • shalomm sherly..

            anda ini tak konsisten,dr pertanyaan yg satu anda pindah lagi dan terus berpindah sehingga beralih dr topik yg sebelumnya..

            maaf para katolisitas kalo2 saya mengatakan saya capek ngebaca komentar sherly ini..dia mulai terus memutar-mutar utk membela diri.. [Edit] ,lihat saja kalimatnya yg mengatakan “Apakah OTAK anda mengendalikan mata rohani anda??”saya yakin bahwa dia emosi [edit] sebab : Allah adalah kasih..apakah perkataannya itu menunjukkan suatu kasih..??hmmm…kembali saya bertanya,apakah perkataan dan pertanyaanmu itu berasal dr Roh Kudus [edit] ..??
            apakah anda sesungguhnya mencari kebenaran atau mencari pembelaan..??klw anda mencari kebenaran cobalah utk rendah hati dan lembut seperti ajaran kasih dr Allah dan biarkan Roh Kudus bekerja atas anda..

            saya kagum dgn para pelayan di katolisitas,karena kalian bisa yah gk emosi?jujur aja saya aja emosi dan sempat dikuasai iblis,tp mendengar sapaan kalian saya sangat tergerak dan melihat kehadiran Roh Kudus dihati,krn kalian tetap ramah meski terus disudutkan dan dikatakan salah..org yg menyimakpun akan bisa tau yg mana sebenarnya yg benar,bkn dilihat dr argumennya tp dilihat dr caranya yg penuh dgn kasih,kasih dr Allah itu sendiri,saya percaya Roh Kudus bekerja atas kalian dan iblis tak mau dikatakan kalah sekalipun dia sudah kalah..berjuang terus para katolisitas utk mempertahan yg benar..

            org yg sudah dibaptis secara katolik hrs mempertanggung jawabkan di penghakiman terakhir atas ketidak setiaannya terhadap baptisannya yg dimana dia keluar dan memandang katolik dr logika dia sendiri..pdhl kita tau kerohanian itu tidak bisa kita pikirkan secara logika semata..krn manusia itu terbatas sehingga tdk dpt menyelami karya Allah yg tak terbatas..

            saya mendoakan agar pelayan2 dikatolisitas tetap teguh dan percaya akan kebenaran yg ada berdasarkan terang dr Roh Kudus dan tidak lupa juga saya mendoakan org2 termasuk sodara sherly (maaf bkn sodara kandung tapi sodara dlm Kristus)agar dia mendapat kebenaran yg sesungguhnya,krn kebenaran yg sesungguhnya bkn dr pemikiran diri sendri melainkan dr Roh Kudus yg bekerja utk mengerti mksd Allah…sekian..GBU

    • Shalom Sherly,

      V. TENTANG API PENYUCIAN / PURGATORY

      1. DASAR KITAB SUCI:

      a. “Tidak akan masuk ke dalamnya [surga] sesuatu yang najis” (Why 21:27) sebab Allah adalah kudus (Is 6:3). Maka kita semua dipanggil kepada kekudusan yang sama (Mat 5:48; 1 Pet 1:15-16), sebab tanpa kekudusan tak seorangpun dapat melihat Allah (Ibr 12:14). Melihat bahwa memang tidak mungkin orang yang ‘setengah kudus’ langsung masuk surga, maka sungguh patut kita syukuri jika Allah memberikan kesempatan pemurnian di dalam Api Penyucian.

      b. Keberadaan Api Penyucian diungkapkan oleh Yesus secara tidak langsung pada saat Ia mengajarkan tentang dosa yang menentang Roh Kudus, “…tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.” (Mat 12:32) Di sini Yesus mengajarkan bahwa ada dosa yang dapat diampuni pada kehidupan yang akan datang. Padahal kita tahu bahwa di neraka, dosa tidak dapat diampuni, sedangkan di surga tidak ada dosa yang perlu diampuni. Maka pengampunan dosa yang ada setelah kematian terjadi di Api Penyucian, walaupun Yesus tidak menyebutkan secara eksplisit istilah ‘Api Penyucian’ ini.

      c. Rasul Paulus mengajarkan bahwa pada akhirnya segala pekerjaan kita akan diuji oleh Tuhan. “Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.” (1 Kor 3:15) Api ini tidak mungkin merupakan api neraka, sebab dari api neraka tidak ada yang dapat diselamatkan. Api ini juga bukan surga, sebab di surga tidak ada yang ‘menderita kerugian’. Sehingga ‘api’ di sini menunjukkan adanya kondisi tengah-tengah, di mana jiwa-jiwa mengalami kerugian sementara untuk mencapai surga.

      d. Rasul Petrus juga mengajarkan bahwa pada akhir hidup kita, iman kita akan diuji, “…untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan… pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya (1 Pet 1:7). Rasul Petrus juga mengajarkan,

      “Kristus telah mati untuk kita … Ia, yang yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan oleh Roh, dan di dalam Roh itu pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang ada di dalam penjara, yaitu roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah…” (1 Pet 3: 18-20). Roh-roh yang ada di dalam penjara ini adalah jiwa-jiwa yang masih terbelenggu di dalam ‘tempat’ sementara, yang juga dikenal dengan nama ‘limbo of the fathers’ (‘limbo of the just‘). Selanjutnya Rasul Petrus juga mengatakan bahwa “Injil diberitakan juga kepada orang-orang mati supaya oleh roh, mereka dapat hidup menurut kehendak Allah” (1 Pet 4:6). Di sini Rasul Petrus mengajarkan adanya tempat ketiga selain surga dan neraka, yaitu yang kini disebut sebagai Api Penyucian.

      e. Kitab 2 Makabe 12: 38-45 adalah yang paling jelas menceritakan dasar pengajaran mengenai Api Penyucian ini. Ketika Yudas Makabe dan anak buahnya hendak menguburkan jenazah pasukan yang gugur di pertempuran, mereka menemukan adanya jimat dan berhala kota Yamnia pada tiap jenazah itu. Maka Yudas mengumpulkan uang untuk dikirimkan ke Yerusalem, untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Perbuatan ini dipuji sebagai “perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan” (ay.43); sebab perbuatan ini didasari oleh pengharapan akan kebangkitan orang-orang mati. Korban penebus salah ini ditujukan agar mereka yang sudah mati itu dilepaskan dari dosa mereka (ay. 45).
      Memang saudara-saudari kita yang Protestan tidak mengakui adanya Kitab Makabe ini, namun ini tidak mengubah tiga kenyataan penting: Pertama, bahwa penghapusan Kitab Makabe ini sejalan dengan doktrin Protestan yang mengatakan bahwa keselamatan hanya diperoleh dengan iman saja atau “Sola Fide, Salvation by faith alone”, walaupun Alkitab tidak menyatakan hal itu. Sebab kata ‘faith alone’/ ‘hanya iman’ yang ada di Alkitab malah menyebutkan sebaliknya, yaitu “…bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman”/ not by faith alone (Yak 2:24). Maka, berdoa bagi orang meninggal yang termasuk sebagai perbuatan kasih, menurut Luther tidak mempengaruhi keselamatan, sedangkan menurut Gereja Katolik itu merupakan hal yang mulia, yang jika dilakukan di dalam iman, akan membawa kita dan orang-orang yang kita doakan kepada keselamatan oleh karena kasih karunia Tuhan Yesus.
      Kedua, tradisi berdoa bagi jiwa orang-orang yang sudah meninggal merupakan tradisi Yahudi, yang dimulai pada abad ke-1 sebelum Masehi, sampai sekarang. Maka, tradisi ini juga bukan tradisi yang asing bagi Yesus. Ketiga, Kitab Makabe ini bukan rekayasa Gereja Katolik, sebab menurut sejarah, kitab ini sudah selesai ditulis antara tahun 104-63 sebelum masehi. Karena itu kita dapat meyakini keaslian isi ajarannya. Lebih lanjut tentang hal ini, silakan klik di sini.

      f. Rasul Paulus mendoakan sahabatnya Onesiforus yang rajin mengunjunginya sewaktu ia dipenjara, agar Tuhan menunjukkan belas kasihan-Nya kepada sahabatnya itu ‘pada hari penghakiman’ (lihat 2 Tim 1:16-18). Rasul Paulus berdoa agar Tuhan berbelas kasihan kepada jiwa sahabatnya itu pada saat kematiannya.[1] Hal ini tentu tidak masuk akal jika doa yang dipanjatkan untuk orang yang meninggal tidak ada gunanya. Sebaliknya, ini merupakan contoh bahwa doa-doa berguna bagi orang-orang yang hidup dan yang mati. Tradisi para rasul mengajarkan demikian.

      2. DASAR TRADISI SUCI:

      a. Tertullian (160-220), mengajarkan agar para istri mendoakan suaminya yang meninggal dan mendoakannya dengan Misa Kudus, setiap memperingati hari wafat suaminya.[3]

      b. St. Cyril dari Yerusalem (315-386) mengajarkan agar kita mempersembahkan permohonan bagi orang-orang yang telah meninggal, dan mempersembahkan kurban Kristus [dalam Misa Kudus] yang menghapus dosa-dosa kita dan mohon belas kasihan Allah kepada mereka dan kita sendiri.[4]

      c. St. Yohanes Krisostomus (347-407) mengajarkan agar kita rajin mendoakan jiwa sesama yang sudah meninggal.”Baiklah kita membantu mereka dan mengenangkan mereka. Kalau anak-anak Ayub saja telah disucikan oleh kurban yang dibawakan oleh Bapanya, bagaimana kita dapat meragukan bahwa persembahan kita membawa hiburan untuk orang-orang mati? Jangan kita bimbang untuk membantu orang-orang mati dan mempersembahkan doa untuk mereka.[5]

      d. St. Agustinus (354-430) mengajarkan, bahwa hukuman sementara sebagai konsekuensi dari dosa, telah dialami oleh sebagian orang selama masih hidup di dunia ini, namun bagi sebagian orang yang lain, dialami di masa hidup maupun di hidup yang akan datang; namun semua itu dialami sebelum Penghakiman Terakhir. Namun, yang mengalami hukuman sementara setelah kematian, tidak akan mengalami hukuman abadi setelah Penghakiman terakhir tersebut.[6]

      e. St. Gregorius Agung (540-604),“Kita harus percaya bahwa sebelum Pengadilan [Terakhir] masih ada api penyucian untuk dosa-dosa ringan tertentu, karena kebenaran abadi mengatakan bahwa, kalau seorang menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, ‘di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak (Mat 12:32). Dari ungkapan ini nyatalah bahwa beberapa dosa dapat diampuni di dunia ini, [sedangkan dosa] yang lain di dunia lain.”[7]

      f. Konsili Firenze (1439) dan Trente (1563), menjabarkan doktrin tentang Api Penyucian ini.[8] Konsili Firenze menyebutkan, “Dan jika mereka bertobat dan meninggal dalam kasih Tuhan sebelum melunasi penitensi dosa mereka…, jiwa mereka dimurnikan setelah kematian dalam Api Penyucian. Untuk membebaskan mereka, tindakan-tindakan silih (suffragia) dari para beriman yang masih hidup dapat membantu mereka, yaitu: Kurban Misa, doa-doa, derma, dan perbuatan kudus lainnya yang diberikan untuk umat beriman yang lain, sesuai dengan praktek Gereja. Hal demikian dinyatakan kembali dalam
      Konsili Trente, yang menegaskan keberadaan Api Penyucian, perlunya tindakan-tindakan silih (suffragia) dari para beriman untuk mendoakan jiwa-jiwa yang ada di dalamnya, terutama dengan Misa Kudus.

      3) KESIMPULAN DAN PERTANYAAN:

      Anda mengatakan “WHAT THE BIBLE SAYS – None of these is mentioned in the Bible. It is a sin to add to the Bible.Kalau anda mau konsisten dengan hal ini, maka anda juga tidak akan percaya dengan Trinitas, Sola Scriptura, Sola Fide. Mengapa anda percaya Trinitas walaupun tidak ada kata Trinitas di dalam Alkitab?

      a. Anda mengatakan “Romans 8:1 There is therefore now no condemnation to them which are in Christ Jesus…. When a person dies their eternal home is sealed–heaven or hell–no in between.Bagaimana dengan ayat ini “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Mt 7:21)

      b. Anda mengatakan “(Pada saat seseorg meninggal – dia hanya akan masuk ke surga atau neraka belaka – tidak diantara/tidak ada api penyucian, terbukti dengan Alkitab – api penyucian tdk bisa dibuktikan dgn ayat alkitab)” Silakan melihat bukti-bukti dari Alkitab di point 1. Kalau anda tetap tidak percaya akan bukti-bukti tersebut karena tidak menyebut kata purgatory, maka dengan cara yang sama anda tidak dapat percaya Trinitas, karena tidak ada kata Trinitas di dalam Alkitab.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • Stef,

        Anda memberikan kutipan dari Wahyu dibawah ini:
        Rev 21:27
        … but nothing unclean will enter it (the City of God), nor any (one) who does abominable things or tells lies. Only those will enter whose names are written in the Lamb’s book of life.
        - Jika anda membaca ayat diatas secara keseluruhan, maka anda bisa menemukan arti sebenarnya dari kata2 “nothing unclean will enter it nor anyone who does abominable things or tells lies”. Hanya mereka2 yg NAMANYA TERTULIS DIDALAM BOOK OF LIFE yg akan masuk ke kerajaan surga.

        Ayat dibawah menunjukkan bagaimana Yesus menyucikan GerejaNya:
        Eph 5:25-27
        Christ loved the church and handed himself over for her (the Church) to sanctify her, cleansing her by the bath of water with the word, that he might present to himself the church in splendor, without spot or wrinkle or any such thing, that she might be holy and without blemish.
        - Tuhan Yesus menyucikan GerejaNya: yaitu dengan membersihkan GerejaNya dengan perkataanNya/SABDA2Nya – supaya GerejaNya menjadi kudus dan tidak bernoda. Tidak dikatakan bahwa GerejaNya akan dibersihkan oleh api penyucian atau melalui sakramen2.

        Anda memberikan kutipan 1 Korintius 3:15, tetapi baca keseluruhan kutipan berikut:
        1 Cor 3:11-15
        For no one can lay a foundation other than the one that is there, namely, Jesus Christ. If anyone builds on this foundation with gold, silver, precious stones, wood, hay, or straw, the work of each will come to light, for the Day will disclose it. It will be revealed with fire, and the fire (itself) will test the quality of each one’s work. If the work stands that someone built upon the foundation, that person will receive a wage. But if someone’s work is burned up, that one will suffer loss; the person will be saved, but only as through fire.
        - Jika anda membaca ayat diatas secara keseluruhan, maka anda akan menemukan makna sebenarnya. Api yg dikatakan diatas adalah api murka Tuhan kepada apa yg dibangun OLEH MANUSIA dan menggunakan emas/perak/kayu/batu2an dll. Karena pada saat waktunya tiba (the Day = akhir zaman), akanlah datang api murka Tuhan. Kualitas sesuatu yg dibangun manusia akan dites oleh api. Apa saja yg bisa dihancurkan oleh api murka Tuhan berarti akan mengalami kekalahan. Tetapi pekerjaan “seseorang” yg tidak hangus oleh api mendapatkan kemenangan “Pekerjaan” ini lebih berarti ke evangelisasi – seseorang yg memberitakan sabda Tuhan – pekerjaannya tidak akan sia2 (tugas mereka hanya meneruskan Gereja yg didirikan oleh Yesus Kristus di bumi).

        1 Pet 1:7
        The genuineness of your faith, more precious than gold that is perishable even though tested by fire, may prove to be for praise, glory, and honor at the revelation of Jesus Christ.”
        - Sekali lagi pada ayat diatas Yesus mengatakan bahwa “kesungguhan dari iman anda adalah lebih berharga dari emas yg akan hancur ketika dites oleh api” – api disini dimaksudkan ‘api murka Allah pada akhir zaman’ seperti yg dikatakan di Korintius, bukanlah api penyucian.

        2 Maccabee 12:42-46
        …The noble Judas warned the soldiers to keep themselves free from sin, for they had seen with their own eyes what had happened because of the sin of those who had fallen. He then took up a collection among all his soldiers, amounting to two thousand silver drachmas, which he sent to Jerusalem to provide for an expiatory sacrifice. In doing this he acted in a very excellent and noble way, inasmuch as he had the resurrection of the dead in view; for if he were not expecting the fallen to rise again, it would have been useless and foolish to pray for them in death. But if he did this with a view to the splendid reward that awaits those who had gone to rest in godliness, it was a holy and pious thought. Thus he made atonement for the dead that they might be freed from this sin.”
        - Ketika anda membaca keseluruhan dari ayat diatas, Judas telah memperingatkan para tentara itu untuk menjauhkan diri dari dosa, karena dia telah melihat apa yg terjadi pada mereka2 yg terjatuh dari dosa (jiwa mereka masuk ke neraka). Karena itu Judas beritikad baik untuk membuat persembahan bagi yg meninggal atas dasar PANDANGAN dia SEMATA bahwa yg mati bisa dibebaskan dari dosa. Akhir katanya: ayat ini mengatakan apa yg ada dipikiran Judas semata, dan apa yg dia lakukan tsb sebagai sesuatu yg dipandang baik. Ini tidak menjelaskan adanya tempat “in between”. Ini tidak menjelaskan adanya perintah Tuhan untuk berdoa bagi yg mati.

        1 Peter 3:18-19
        18For Christ died for sins once for all, the righteous for the unrighteous, to bring you to God. He was put to death in the body but made alive by the Spirit, 19through whom[d] also he went and preached to the spirits in prison 20who disobeyed long ago when God waited patiently in the days of Noah while the ark was being built.
        - Ayat diatas menjelaskan ttg “spirit in prison” atau roh2 yg memberontak kepada Tuhan sebelum Noah (Nuh) membuat perahu/arknya, mereka terpenjarakan di “Hades” (jika anda membuka alkitab berbahasa Greek/yunani – anda akan ketemukan kata ini). Hades berarti neraka tingkat pertama neraka (menurut alkitab yg asli yg berbahasa Greek/Yunani ada tiga tingkatan neraka: Hades, Sheol dan Tartarus). Jadi Petrus bukanlah bermaksud bahwa “spirits in prison” adalah jiwa org2 mati di api penyucian. “Spirits in prison” berarti demons/evil/satan – yg mengacaukan dunia sebelum banjir Nuh (mereka adalah keturunan dari “fallen angels” yg membuat hamil wanita2 di bumi dan melahirkan Nephilim2 (raksasa) – baca kitab Kejadian.

        Akhir katanya, bacalah ayat2 berikut ini:
        Lukas 16:23-26
        23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. 16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. 16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. 16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.

        - Disini diperumpamakan oleh Yesus bahwa orang kaya tsb masuk ke neraka (bukan api penyucian) dan Lazarus masuk ke surga (duduk di pangkuan Abraham). Lihat ayat terakhir: “di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.” Disini jelas2 Yesus katakan bahwa setelah kematian jiwa manusia TIDAK BISA berpindah tempat, karena ada jurang besar yg memisahkan surga dan neraka (tdk dikatakan adanya api penyucian disini, kalau ada api penyucian berarti Tuhan haruslah mengatakan kalau orang kaya tsb bisa diselamatkan melalui doa2 dari yg masih hidup).

        Tentang Trinitas, akan saya berikan reply terpisah.

        sherly

        • Shalom Sherly,

          Terima kasih atas tanggapannya dalam diskusi Api Penyucian. Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan.

          I. DASAR DARI ALKITAB:

          1. Why 21:27 mengatakan “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.” Seperti yang anda tuliskan bahwa yang masuk adalah mereka yang tertulis di dalam buku kehidupan. Namun, yang saya ingin tekankan di sini adalah, bagaimana seseorang dapat tertulis di dalam buku kehidupan. Dikatakan di ayat yang sama, bahwa tidak ada yang najis, melakukan kekejian dan dusta dapat masuk dalam Kerajaan Sorga. Di ayat-ayat yang lain, juga ditekankan perlunya baptisan untuk keselamatan, perlunya perbuatan kasih yang supernatural, dll. Namun, di satu sisi, adalah menjadi kenyataan bahwa ada orang yang telah dibaptis, yang berbuat kasih namun tidak supernatural (dengan alasan yang salah), beriman namun kurang mencerminkan saksi Kristus yang baik, mereka tidak dalam kondisi dosa berat, namun juga tidak sempurna di dalam kasih. Kalau pilihannya adalah hanya Sorga atau neraka, maka bagaimanakah nasib dari orang-orang ini? Bukankah Mat 7:21 mengatakan “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.“?

          Anda mengutip Ef 5:25-27, tentang bagaimana Yesus menyucikan Gereja-Nya dengan air dan Firman. Namun hal ini tidak menghapus kenyataan akan adanya orang-orang yang telah dipermandikan dan mengenal Alkitab, namun kehidupannya kurang kudus. Di satu sisi, kita menyadari bahwa yang tidak kudus tidak dapat masuk dalam Kerajaan Sorga. Dengan demikian, bagaimanakah Tuhan menyucikan mereka?

          2. Mat 12:32Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.

          a. Menurut Sherly apakah maksud dari ia akan diampuni? Apakah pengampunan ini mengacu kepada semasa hidup atau setelah mati? Kalau ada yang diampuni setelah kematian, maka apakah atau dimanakah tempat/kondisi itu? Kita tahu di neraka dosa tidak dapat diampuni dan di Sorga tidak perlu ada pengampunan dosa, karena tidak ada yang berdosa di dalam Sorga.

          3. 1Kor 3:12-1512 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, 13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. 14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. 15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

          a. Anda mengatakan “- Jika anda membaca ayat diatas secara keseluruhan, maka anda akan menemukan makna sebenarnya. Api yg dikatakan diatas adalah api murka Tuhan kepada apa yg dibangun OLEH MANUSIA dan menggunakan emas/perak/kayu/batu2an dll.” Kita tahu bahwa ayat-ayat ini ditujukan bukan kepada orang yang jauh dari Allah, namun kepada orang-orang yang berpartisipasi dalam karya keselamatan Allah, sehingga rasul Paulus mengatakan “8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. 9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. 10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. 11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.” (1 Kor 3:9-11)

          Ini berarti dalam konteks ini, semua orang yang bekerja di ladang Allah (ay.12 – Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami), juga akan mendapatkan suatu ujian di dalam pengadilan Allah.

          Kalau anda mengatakan “Kualitas sesuatu yg dibangun manusia akan dites oleh api. Apa saja yg bisa dihancurkan oleh api murka Tuhan berarti akan mengalami kekalahan. Tetapi pekerjaan “seseorang” yg tidak hangus oleh api mendapatkan kemenangan“, maka pertanyaannya, setelah dihancurkan oleh api murka Tuhan, akan kemanakah orang-orang ini? Bukankah kalau dihancurkan oleh api murka Tuhan, seharusnya orang-orang ini akan pergi ke neraka sebagai konsekuensinya? Namun, mengapa di ayat 15 dikatakan “Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.“? Kalau seseorang telah masuk neraka, bukankah tidak mungkin dapat diselamatkan, karena neraka adalah keterpisahan abadi dengan Allah? Namun, mengapa ayat tersebut mengatakan ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperi dari dalam api? Diselamatkan dari apa dan api apakah ini?

          4. 1Peter 3:18-19: “18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, 19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,” Roh-roh yang ada di dalam penjara ini adalah jiwa-jiwa yang masih terbelenggu di dalam ‘tempat’ sementara, yang juga dikenal dengan nama ‘limbo of the fathers’ (‘limbo of the just‘).

          Saya tidak akan membahas tentang hades (Yunani) dan Sheol (Ibrani). Kalau anda mau melihat secara detail, silakan melihat link ini - silakan klik. Anda mengatakan ““Spirits in prison” berarti demons/evil/satan – yg mengacaukan dunia sebelum banjir Nuh (mereka adalah keturunan dari “fallen angels” yg membuat hamil wanita2 di bumi dan melahirkan Nephilim2 (raksasa) – baca kitab Kejadian.” Kalau roh-roh yang ada di perjara merujuk kepada setan, pertanyaannya: mengapa setan harus menerima pemberitaan Injil? Bukankah secara kodrat mereka adalah mahluk yang murni spiritual, yang memutuskan mengikuti atau menyangkal Allah secara langung dan tidak perlu lagi diberitakan Injil?

          5. 1Pet 4:6Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.

          Menurut Sherly, siapakah yang dimaksud dengan orang-orang mati di sini? Apakah ini adalah orang-orang yang ada di dunia ini atau yang telah meninggal? Kalau ini adalah orang-orang yang telah meninggal dan kemungkinan setelah meninggal hanya neraka dan Sorga, maka mengapa Injil harus diberitakan kepada orang mati lagi? Bukankah orang yang dineraka tidak perlu diberitakan Injil karena mereka telah memilih menolak Allah dan orang yang di Sorga tidak lagi memerlukan pemberitaan Injil, karena mereka telah melihat Sang Firman muka dengan muka? Jadi, dimanakah atau apakah pemberitaan kepada orang-orang mati?

          6. 2Makabe 12: 38-45: “38 Kemudian Yudas mengumpulkan bala tentaranya dan pergilah ia ke kota Adulam. Mereka tiba pada hari yang ketujuh. Maka mereka menyucikan diri menurut adat dan merayakan hari Sabat di situ. 39 Pada hari berikutnya waktu hal itu menjadi perlu pergilah anak buah Yudas untuk membawa pulang jenazah orang-orang yang gugur dengan maksud untuk bersama dengan kaum kerabat mereka mengebumikan jenazah-jenazah itu di pekuburan nenek moyang. 40 Astaga, pada tiap-tiap orang yang mati itu mereka temukan di bawah jubahnya sebuah jimat dari berhala-berhala kota Yamnia. Dan ini dilarang bagi orang-orang Yahudi oleh hukum Taurat. Maka menjadi jelaslah bagi semua orang mengapa orang-orang itu gugur. 41 Lalu semua memuliakan tindakan Tuhan, Hakim yang adil, yang menyatakan apa yang tersembunyi. 42 Merekapun lalu mohon dan minta, semoga dosa yang telah dilakukan itu dihapus semuanya. Tetapi Yudas yang berbudi luhur memperingatkan khalayak ramai, supaya memelihara diri tanpa dosa, justru oleh karena telah mereka saksikan dengan mata kepala sendiri apa yang sudah terjadi oleh sebab dosa orang-orang yang gugur itu. 43 Kemudian dikumpulkannya uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan. 44 Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. 45 Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.

          Anda mengatakan “Karena itu Judas beritikad baik untuk membuat persembahan bagi yg meninggal atas dasar PANDANGAN dia SEMATA bahwa yg mati bisa dibebaskan dari dosa. Akhir katanya: ayat ini mengatakan apa yg ada dipikiran Judas semata, dan apa yg dia lakukan tsb sebagai sesuatu yg dipandang baik. Ini tidak menjelaskan adanya tempat “in between”. Ini tidak menjelaskan adanya perintah Tuhan untuk berdoa bagi yg mati.” Kita tahu bahwa para tentara yang gugur, di satu sisi melakukan perbuatan yang baik, karena mereka membela tanah air, namun di satu sisi mereka melakukan perbuatan yang tercela, karena mereka menyimpan jimat berhala. Pertanyaannya: Kalau hanya Sorga dan neraka, kemanakah perginya orang-orang ini? Kalau mereka (Yudas dkk) yakin bahwa mereka berdosa dan masuk neraka, mengapa mereka harus mendoakan mereka dan bahkan melakukan korban penebusan dosa bagi mereka agar mereka dilepaskan dari dosa mereka (ay. 45). Kita tahu bahwa di Sorga tidak memerlukan pengampunan dan neraka tidak ada pengampunan. Jadi, dimanakah orang-orang yang meninggal ini?

          7. 2Tim 1:16-18 “16 Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. 17 Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku. 18 Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya. Betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku.

          Kalau anda mengatakan bahwa tidak ada Api Penyucian, dan hanya ada Sorga dan neraka, mengapa rasul Paulus mengatakan “Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya“? Kalau Onesiforus di Sorga, dia tidak perlu doa dan kalau dia ada di neraka, maka doa-doa tidaklah berguna.

          8. Lk 16:19-31: Tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin, yang terpisah jurang yang tak terseberangi.

          a. Anda mengatakan “Disini diperumpamakan oleh Yesus bahwa orang kaya tsb masuk ke neraka (bukan api penyucian) dan Lazarus masuk ke surga (duduk di pangkuan Abraham).. Disini jelas2 Yesus katakan bahwa setelah kematian jiwa manusia TIDAK BISA berpindah tempat, karena ada jurang besar yg memisahkan surga dan neraka (tdk dikatakan adanya api penyucian disini, kalau ada api penyucian berarti Tuhan haruslah mengatakan kalau orang kaya tsb bisa diselamatkan melalui doa2 dari yg masih hidup).

          Di dalam ayat-ayat tersebut memang tidak dikatakan bahwa ada Api Penyucian. Namun, di ayat tersebut juga tidak dikatakan tidak ada Api Penyucian, karena konteksnya adalah menerangkan Sorga (lebih tepatnya Limbo of the just, karena pada waktu itu Sorga belum terbuka – karena Yesus belum naik ke Sorga) dan neraka. Gereja Katolik percaya bahwa pada saat seseorang meninggal, maka dia akan langsung diadili, yang mempunyai kemungkinan Sorga, Api Penyucian atau neraka. Kalau seseorang ke neraka, maka memang tidak dapat diselamatkan lagi. Dan orang kaya tersebut memang berada di neraka, sehingga tidak doa apapun tidak akan dapat menyelamatkan dia. Namun, Api Penyucian bukanlah neraka dan bukanlah Sorga, seperti yang telah dibuktikan di ayat-ayat di atas. Dengan demikian, ayat-ayat Lk 16:19-31 tidak menggugurkan argumentasi keberadaan Api Penyucian.

          II. DASAR TRADISI SUCI

          Saya telah memberikan beberapa tulisan dari Bapa Gereja, seperti: Tertullian (160-220), St. Cyril dari Yerusalem (315-386), St. Yohanes Krisostomus (347-407), St. Agustinus (354-430), St. Gregorius Agung (540-604). Dapatkan anda menyebutkan bahwa jemaat perdana pada tahun-tahun tersebut yang tidak percaya akan pentingnya mendoakan orang yang telah meninggal dan Api Penyucian? Dengan kutipan-kutipan tersebut, saya ingin menunjukkan bahwa doa kepada orang-orang yang telah meninggal bukanlah merupakan doktrin tanpa dasar, namun merupakan doktrin yang mempunyai dasar di Alkitab dan dipercayai sejak awal.

          Demikian jawaban yang dapat saya berikan. Silakan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang saya beri warna merah. Semoga diskusi ini dapat berguna bagi semuanya dan semakin membawa kita kepada kebenaran.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

          • Thomas Vernando on

            Kalau memang hanya ada Sorga dan Neraka, lalu apa maksud dari penjara di Mat5: 23? Lalu Matius 5: 26 juga ditulis jelas “Aku berkata kepadamu: sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas”. Pertanyaannya, tempat apakah ini? Bukannya kalau Neraka itu kekal, tapi kenapa ayat itu ditulis seakan-akan bila sudah ‘lunas’ kita akan bebas dari tempat itu? Dan, pasti tidak mungkin sorga kan? Karena dikatakan ini adalah Penjara.
            Tambahan Bapa Gereja:
            St. Epraem (306-373), Bapa Gereja terpenting dari Gereja Siria, menulis:
            “Jika tiga puluh hari setelah kematianku sudah lewat, para saudara hendaknya mengadakan peringatan untukku. Sebab orang-orang meninggal ditolong dengan korban yang dipersembahkan oleh orang-orang yang masih hidup. Jika anak buah Mathatias (ayah Makabe), mempertahankan kebiasaan sacral untuk menebus kesalahan para anggota tentara yang gugur dalam peperangan dan tidak setia kepada lembaganya (2Mak12:32-46), lebih-lebih itulah para imam menebus kesalahan orang-orang yang sudah meninggal. Anak buah Mathatias menebus kesalahan dengan memberikan korban, seperti yang kita baca. Para imam memberikan korban dan memanjatkan doa.” (Testam 72:78. AG 2, 401)
            Ini juga membuktikan bahwa Makabe memang sudah diakui sebagai Kitab Suci yang diwahyukan sejak abad ke-4.
            St. Agustinus, dalam buku Pengakuan, dia mencatat kata-kata ibunya yang akan meninggal:
            “Kuburkan badan ini di mana kau kehendaki; janganlah merepotkan kamu. Hanya inilah yang kuminta, agar kamu, dimana kau berada, mendoakan aku di altar Tuhan” (Conf. I. 9. C. II. 27. ML 32, 775).

            • Shalom Thomas Vernando,

              Terima kasih atas masukkannya. Kalau kita melihat Haydock Commentary, maka disebutkan bahwa St. Cyprian, St. Ambrose dan Origen melihat ayat Mt 5:26 sebagai Purgatorium, namun St. Agustinus melihatnya sebagai neraka. St. Agustinus berargumentasi dengan menggunakan Mzm 110:1 “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.” Perkataan sampai di sini bukanlah berarti literal bahwa duduk di sebelah kanan hanya terjadi kalau musuh-musuh telah ditaklukkan. Namun, apakah kemudian St. Agustinus tidak mempercayai Purgatorium? Justu sebaliknya, dari tulisan Bapa Gereja yang anda kutip, mereka termasuk St. Agustinus mempercayai adanya Purgatorium. Jadi, doktrin Purgatorium memang telah dipercayai oleh jemaat perdana.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – katolisitas.org

            • Shalom Thomas,

              Matius 5:26 mengatakan “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.” Kalau seseorang mengartikan “dari sana” adalah tempat penghakiman maka itu tidaklah tepat. Kalau kita melihat tempat penghakiman, maka itu adalah tempat di mana diputuskan apakah seseorang dinyatakan benar atau bersalah. Jadi, tempat untuk membayar hutang bukanlah tempat penghakiman namun tempat hukuman. Seseorang yang diadili di tempat penghakiman (pengadilan) dan menerima hukuman 20 tahun penjara, maka dia tidak menjalankan hukumannya di tempat penghakiman, namun di penjara (tempat hukuman). Dalam konteks pengadilan terakhir, maka tempat orang yang bersalah atau tidak dibenarkan adalah di neraka. Atau kalau kesalahannya tidaklah besar (tidak meninggal dalam keadaan dosa berat), maka tempat pemurniaannya adalah di Api Penyucian. Semoga dapat memperjelas.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – katolisitas.org

            • Shalom Thomas,

              Matius 5:26 mengatakan “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.” Kalau seseorang mengartikan “dari sana” adalah tempat penghakiman maka itu tidaklah tepat. Kalau kita melihat tempat penghakiman, maka itu adalah tempat di mana diputuskan apakah seseorang dinyatakan benar atau bersalah. Jadi, tempat untuk membayar hutang bukanlah tempat penghakiman namun tempat hukuman. Seseorang yang diadili di tempat penghakiman (pengadilan) dan menerima hukuman 20 tahun penjara, maka dia tidak menjalankan hukumannya di tempat penghakiman, namun di penjara (tempat hukuman). Dalam konteks penghakiman khusus (sesaat setelah orang meninggal dunia), maka tempat orang yang bersalah atau tidak dibenarkan adalah di neraka. Atau kalau kesalahannya tidaklah besar (tidak meninggal dalam keadaan dosa berat), maka tempat pemurniaannya adalah di Api Penyucian. Semoga dapat memperjelas.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – katolisitas.org

              • Shalom Pak Stef,
                Kalau misal sudah jatuh Hari penghakiman, sedangkan dunia ini sudah musnah, bagaimana dengan nasib jiwa di purgatory yang hanya kurang 10% lagi maka dia sudah masuk surga tapi karena sudah kiamat maka sisa 10% itu didoakan oleh siapa supaya dia tidak masuk neraka, apa Yesus sebagai Hakim Agung memberi dispensasi shg bisa masuk surga ?
                Bagaimana kalau masih 95% lagi atau 50% lagi baru bisa masuk surga ?

                • Shalom Budi Yoga,

                  Terima kasih atas komentarnya. Kita harus mengerti dahulu tentang apa yang disebut dengan Api Penyucian, di mana sudah di bahas di sini – silakan klik. Secara prinsip, Api Penyucian adalah tempat di mana orang-orang yang masih belum sempurna dalam kasih dimurnikan. Semua orang yang masuk ke Api Penyucian hanya mempunyai satu jalan, yaitu Sorga. Doa-doa kita dapat membantu mereka, namun yang mengetahui secara persis kapan mereka masuk Sorga adalah Tuhan sendiri. Apa yang terjadi pada mereka pada saat akhir zaman? Mereka semua akan bergabung dalam pengadilan umum, dan mereka semua akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Bagaimana mereka dimurnikan? Proses pemurnian bukanlah berdasarkan waktu yang kita kenal, namun di luar waktu. Dengan demikian, Tuhan dapat memurnikan seseorang dalam waktu singkat (bukan waktu kita) dengan intensitas yang lebih tinggi. Semoga keterangan ini dapat memberikan kejelasan.

                  Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                  stef – katolisitas.org

                  • Shalom Pak Stef,
                    Kalau Pak Stef bilang tidak tahu persis kapan mereka masuk sorga, itu adalah waktu Tuhan. Itu menjadi pertanyaan besar bagi saya, karena dari bacaan yang pernah saya baca juga menyimpulkan demikian.
                    Bila mendapat indulgensi penuh bisa langsung masuk surga kalau indulgensi setengah bila 2 kali didoakan masuk surga, apakah benar demikian ? Bila benar demikian apakah syarat-syaratnya ?
                    Pemurnian itu disiksa sampai dosanya lunas atau suatu keadaan jiwa di mana jiwanya saja yang disiksa atau bagaimana ?
                    Saya pernah baca bahwa ada seorang yang sungguh-sungguh hidup melayani Tuhan tapi sebenarnya hatinya dendam kepada papanya sehingga dia pernah bersumpah tidak akan mengampuni papanya sampai mati, jiwanya terhilang masuk neraka. Bagaimana tanggapan Bp. Stef padahal dia melayani Tuhan juga tp hanya krn dendam membuat ia terhilang

                    • Shalom Budi Yoga,

                      Terima kasih atas tanggapan anda. Walaupun umat Katolik mempercayai indulgensi, namun yang tahu secara persis kapan seseorang diangkat dari Api Penyucian adalah Tuhan sendiri. Indulgensi dapat dibagi menjadi dua: Indulgensi sebagian dan indulgensi penuh. Untuk mendapatkan indulgensi penuh, secara umum seseorang harus melakukan 1) pengakuan dosa, 2) berpartisipasi dalam Ekaristi Kudus, 3) berdoa untuk intensi Paus, 4) melakukan apa yang ditentukan dalam ketentuan indulgensi dan melakukannya dengan hati yang menyesal, 5) bebas dari keterikatan akan dosa – bukan hanya dosa berat, namun juga dosa ringan. Kondisi terakhir inilah yang memang paling sulit untuk dilakukan. Jika hal ini tidak dipenuhi, maka seseorang akan mendapatkan indulgensi sebagian. Artikel lengkap tentang indulgensi dapat dibaca di sini – silakan klik.

                      Indulgensi sebagian tidak dapat diberikan pengertian matematis seperti yang anda katakan bahwa kalau 2 kali didoakan akan langsung masuk Sorga. Waktu seseorang dibebaskan dari Api Penyucian adalah terserah Tuhan.

                      Pemurnian adalah merupakan kondisi di mana seseorang dimurnikan. Karena pemurnian ini terjadi sebelum akhir zaman, maka yang dimurnikan adalah jiwanya saja.

                      Pertanyaan anda tentang seseorang yang membenci papanya, maka anda dapat membaca jawabannya dari perkataan Yesus:

                      Mrk 11:25  Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

                      Mat 18:22  Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

                      Mat 6:14  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

                      Luk 6:37  “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

                      Mat 6:15  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

                      Silakan melihat juga perumpamaan tentang pengampunan (Mat 18:23-35). Pembahasan tentang hal  ini ada di artikel ini – silakan klik.

                      Dari Sabda Kristus, maka kita dapat melihat bahwa syarat untuk mendapatkan pengampunan adalah kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita, apalagi jika orang tersebut adalah papa kita sendiri. Semoga jawaban di atas dapat menjawab pertanyaan anda.

                      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                      stef – katolisitas.org

      • shalom pak..
        saya waktu itu pernah ikut dalam acara paskah umat protestan di sebuah tempat,tentu saja isinya umat protestan semua.lalu pada saat sesi khotbah pendeta,ia membahas bacaan2 yang telah disampaikan dan mengajak para umat untuk membacanya juga.lalu ada ayat yang kebetulan membahas tentang : “terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.” setelah semua membaca ayat itu.kemudian pendeta itu berkata kira2 seperti ini yang saya dengar : “di sini jelas bahwa orang yang sudah mati, sudah tidak dapat didoakan lagi,karena terbentang jurang yang tak terseberangi. jadi percuma saja jika kita mendoakan orang yang sudah mati,karena doa kita tidak akan diterima oleh Allah dan membuat kita menjadi dosa.sebab orang yang sudah mati,maka segalanya telah “selesai”. seperti itu kira2 ia berbicara. apakah protestan hanya percaya pada adanya surga dan neraka saja?
        mengapa kristen protestan(karismatik) begitu menyalahkan ajaran2 katolik??menganggap bahwa dalam ajaran katolik banyak ritual2 buatan manusia.dikarenakan dlm alkitab dikatakan jangan menambah ataupun mengurangi…

        • Shalom Marc,

          Terima kasih atas pertanyaannya. Memang umat Protestan hanya percaya bahwa hanya ada Sorga dan neraka setelah kematian. Dan sering sekali mereka mengkonfrontasi ajaran dari Gereja Katolik karena kesalahpahaman mereka akan apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik. Dan mungkin juga apa yang mereka lakukan adalah berdasarkan niat baik mereka untuk memberitahu umat Katolik tentang ajaran yang mereka pandang salah. Untuk itu, silakan membaca artikel tentang Api Penyucian di sini – silakan klik. Dan kemudian anda dapat membaca tentang diskusi persekutuan para kudus di sini – silakan klik, klik ini. Silakan membaca beberapa link tersebut. Kalau masih ada pertanyaan setelah membacanya, silakan bertanya lebih lanjut.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

    • Shalom Sherly,

      VI. TENTANG PENYEMBAHAN BERHALA

      1. DASAR ALKITAB

      1. Anda mengambil Kel 20:4-5, namun anda juga harus melihat ayat 3 "Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku."

      3) You shall not have other gods besides me (NAB, CCB); no other gods before me (RSV, NIV, KJV);

      4) You shall not carve idols (NAB); a graven image (RSV); any graven image (NIV, KJV); a carved image (CCB) for yourselves in the shape of anything in the sky above or on the earth below or in the waters beneath the earth;

      5)you shall not bow down (NAB, RSV, NIV, KJV, CCB) before them or worship them: for I the LORD your God am a jealous God, visiting the iniquity of the fathers upon the children to the third and the fourth generation of those who hate me.

      Catatan: NAB= New American Bible; RSV= Revised Standard Version; NIV= New International Version; CCB= Christian Community Bible.

      Dari referensi di atas, maka terlihat bahwa istilah yang digunakan adalah:

      Carved idol, yang artinya adalah “patung berhala” dan carved/graven image yang berarti “ukiran dari suatu gambaran”. Kalaupun hal ini masih bisa diperdebatkan, namun tetap tidak mengurangi esensi dari ayat tersebut, bahwa yang paling penting adalah kita tidak membuat image/patung/gambaran untuk disembah sebagai allah lain (dalam kaitannya dengan ayat yang ke 3).

      Jadi, penyembahan “patung berhala” adalah dosa. Namun anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa orang-orang Katolik adalah “sebagian orang Kristen” yang menyembah “patung” karena memiliki patung Yesus, Maria, santo/santa adalah sungguh-sungguh keliru. Hal ini adalah karena kesalahpahaman atau pengabaian dari apa yang dikatakan oleh kitab suci tentang maksud dan penggunaan patung. (Karena orang Katolik tidak menghormati patung, tetapi menghormati pribadi yang digambarkan di dalamnya). [2]

      2. Keluaran 25:1,18-20

      Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Dan haruslah kau buat dua kerub (English: cherubims/angels) dari emas, kau buatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini, dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya”. Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.”

      3. Ketika raja Daud memberikan rencana pembuatan bait Allah kepada Salomo

      1 Tawarikh 28:18-19

      ”..juga emas yang disucikan untuk mezbah pembakaran ukupan seberat yang diperlukan dan emas yang diperlukan untuk pembentukan kereta yang menjadi tumpangan kedua kerub yang mengembangkan sayapnya sambil menudungi tabut perjanjian Tuhan. Semuanya itu terdapat dalam t Allaulisan yang diilhamkan kepadaku oleh Tuhan yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.”

      Lihatlah bahwa semua yang tertulis di atas diilhami oleh Tuhan sendiri.

      Memang bukan raja Daud yang membangun bait Allah, melainkan raja Salomo pada tahun ke-empat setelah ia menjadi raja atas Israel. Dan dia melakukan yang diperintahkan oleh raja Daud, seperti yang tertulis dalam kitab 1 Raja-raja 6:23-35, “selanjutnya di dalam ruang belakang itu dibuatnya dua kerub dari kayu minyak, masing-masing sepuluh hasta tingginya ……..” (Dua kerub yang terdapat pada bait Allah ini menunjuk kepada kehadiran Allah di dalam tabut perjanjian; dan Yesuslah yang kemudian menjadi pemenuhan dari perjanjian Allah ini).

      Yehezkiel 41:17-18

      … dan di seluruh dinding bagian dalam dan bagian luar, terukir gambar-gambar kerub dan pohon-pohon korma, di antara dua kerub sebatang pohon korma, dan masing-masing kerub itu mempunyai dua muka.

      Bilangan 21:8

      Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa:”Buatlah (sebuah patung) ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” (Ular ini yang ditinggikan Musa menjadi gambaran dari Yesus Putera Allah yang harus ditinggikan (Yoh 3:14)).

      Berdasarkan dasar-dasar tersebut di atas, yang dilarang adalah image/ gambaran/ patung yang dijadikan “allah-allah yang lain” dan menyaingi Allah yang Satu. Yang dilarang oleh hukum Allah adalah pemujaan terhadap image /gambaran/patung itu sendiri. Dengan demikian, Keluaran 20:4-5 berkaitkan dengan Keluaran 20:3, yaitu jangan ada padamu allah lain di hadapanKu.

      4. Bagaimana kita menjelaskan kontradiksi ayat-ayat tersebut diatas butir 1-4 dengan kitab Keluaran 20:4-5?

      Jawabannya sangat sederhana. Kerub/malaikat tidak dianggap sebagai allah dan tidak memerlukan pemujaan: Mereka adalah gambaran hamba Tuhan. Hal yang sama diterima oleh gereja Katolik saat ini, adalah penggunaan patung Yesus, Maria, santo/santa karena mereka bukan allah melainkan gambaran hamba Tuhan. (Jadi kita tidak menghormati patung itu apalagi menyembahnya, melainkan menghormati pribadi yang dilambangkannya, karena mereka membantu kita mengarahkan hati kepada Allah dan bukannya menjadi ’saingan’ Allah).

      2. Lihat Gereja Lutheran: Saya mengajak anda untuk melihat gereja Lutheran ini:

       
      Pertanyaan saya adalah: mengapa pendiri Protestan, Martin Luther tidak berkeberatan dengan patung-patung di dalam Gereja – di mana imam dan umat berdoa juga menghadap patung – sedangkan John Calvin dan banyak umat dari gereja Protestan sekarang menolak patung-patung dan sacred art? Martin Luther mengatakan

      "I am not of the opinion" said Luther, "that through the Gospel all the arts should be banished and driven away, as some zealots want to make us believe; but I wish to see them all, especially music, in the service of Him Who gave and created them." Again he says: "I have myself heard those who oppose pictures, read from my German Bible. … But this contains many pictures of God, of the angels, of men, and of animals, especially in the Revelation of St. John, in the books of Moses, and in the book of Joshua. We therefore kindly beg these fanatics to permit us also to paint these pictures on the wall that they may be remembered and better understood, inasmuch as they can harm as little on the walls as in books. Would to God that I could persuade those who can afford it to paint the whole Bible on their houses, inside and outside, so that all might see; this would indeed be a Christian work. For I am convinced that it is God’s will that we should hear and learn what He has done, especially what Christ suffered. But when I hear these things and meditate upon them, I find it impossible not to picture them in my heart. Whether I want to or not, when I hear, of Christ, a human form hanging upon a cross rises up in my heart: just as I see my natural face reflected when I look into water. Now if it is not sinful for me to have Christ’s picture in my heart, why should it be sinful to have it before my eyes?" (sumber: silakan klik)

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

    • Shalom Sherly,

      VII. TENTANG KEHADIRAN KRISTUS DALAM EKARISTI

      1. BUKTI ALKITAB

      1. Perjanjian Lama:
      Imam Agung Melkisedek mempersembahkan roti dan anggur (Kej 14:18) yang menggambarkan Perjamuan Yesus pada Perjamuan Terakhir. Yesus sendiri dikatakan sebagai Imam Besar menurut peraturan Melkisedek (Ibr 6:20).

      Kurban anak domba Paska yang menyelamatkan umat Israel merupakan kurban yang dimakan sebagai makanan untuk menguatkan mereka menempuh perjalanan ke Tanah Terjanji (Kej 12:1-20). Hal ini menggambarkan Ekaristi yang merupakan kurban Anak Domba Allah, yaitu Yesus, yang dimakan sebagai makanan untuk menjadi bekal perjalanan kita ke Tanah Terjanji, yaitu surga.

      Roti Manna yang menjadi simbol Ekaristi pada Perjanjian Lama. Yesus sendiri mengatakan bahwa Ia adalah Roti manna yang turun dari surga (lih. Yoh 6:32-51). Seperti halnya bahwa manna menguatkan bangsa Israel sepanjang perjalanan di gurun dan berhenti dicurahkan setelah mereka sampai di Tanah Terjanji; Ekaristi juga diberikan untuk menguatkan kita di perjalanan hidup di dunia, dan berhenti setelah kita sampai di surga.

      Pada Tabut Perjanjian Lama menggambarkan tabernakel pada gereja Katolik di manapun, yang merujuk pada Ekaristi. Dua loh batu (Kel 25:16) menggambarkan sabda kehidupan yang terkandung dalam Ekaristi. Manna (Kel 16:34) menggambarkan Ekaristi sebagai roti hidup yang turun dari surga (Yoh 6:51).

      Tongkat Harun (Bil 17: 5) yang menandai imamatnya, menggambarkan peran Imamat kudus dalam Kristus, yaitu tubuhNya. Seperti tongkat Harun yang bertunas, tubuh Yesus yang ditembus oleh tombak mengeluarkan air dan darah yang melambangkan sakramen Pembaptisan dan Ekaristi.[2]

      2. Perjanjian Baru:

      Yesus sungguh-sungguh hadir di dalam Ekaristi, seperti dinyatakan:
      Pada Perjamuan Terakhir Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengenangkan Dia dengan merayakan perjamuan tersebut. Yesus berkata, “Inilah Tubuh-Ku… (bukan ini melambangkan Tubuh-Ku)… (lih Mat 26-28; Mrk 14:22-24; Luk 22:15-20).”

      Yesus mengatakan sendiri bahwa Ia adalah “Roti hidup yang turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, dia akan hidup selama-lamanya; dan roti yang Ku-berikan itu ialah daging-Ku yang Kuberikan untuk hidup dunia (Yoh 6:35, 51).

      Pengajaran ini diberikan setelah Yesus mengadakan mukjizat pergandaan roti, yaitu mukjizat yang ditulis di dalam ke-empat Injil (Mat 14:13-21; Mrk 6:32-44; Luk 9:10-17; Yoh 6:1-15). Lima roti yang sama yang dibagikan oleh para rasul dapat memberi makan 5000 orang, dengan sisa 12 keranjang. Ini menggambarkan Yesus yang satu dan sama hadir dalam Ekaristi, dapat dibagikan kepada semua orang, tanpa Dia sendiri menjadi terbagi-bagi atau berkurang/ hilang.

      Yesus berkata bahwa Ia lebih tinggi nilainya dari pada manna yang diberikan kepada orang Israel di gurun. Padahal mukjizat manna adalah suatu mukjizat yang besar, setiap harinya berjuta orang Israel menerima 1 omer (1.1 liter) roti manna per orang, sehingga tiap harinya ada beberapa ratus ton roti manna tercurah dari langit, selama 40 tahun.[3] Yesus mengatakan bahwa mukjizat-Nya lebih hebat daripada mukjizat manna ini, sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa di dalam Ekaristi, roti dapat sungguh-sungguh diubah Yesus menjadi diri-Nya sendiri, seperti yang dikatakan-Nya.

      Orang-orang yang mendengarkan pengajaran ‘Roti Hidup’ ini memahami bahwa Yesus mengajarkan sesuatu yang literal (tidak figuratif/ simbolis), sehingga mereka meninggalkan Yesus sambil berkata, “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya untuk dimakan” (Yoh 6:52)

      Yesus menggunakan gaya bahasa yang kuat untuk menjelaskan arti literal pengajaran ini dengan mengulangi pengajaran ini sampai 6 kali di dalam 6 ayat (ay. 53-58),… jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu (Yoh 6:53); Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman (Yoh 6:55). Ini adalah gaya bahasa yang bukan kiasan/ simbolis!
      Banyak murid tidak dapat menerima pengajaran ini, dan meninggalkan Yesus (ay.66), tetapi Yesus tidak menarik kembali pengajaran-Nya tentang diri-Nya sebagai “Roti Hidup”. Dia tidak mengatakan bahwa Dia hanya berkata secara figuratif/simbolis. Pada beberapa kesempatan, jika Ia berbicara secara figuratif, Yesus menerangkan kembali maksud perkataan-Nya pada para murid-Nya yang mengartikannya secara literal. (Contohnya pada Yoh 4:31-34, Yesus menjelaskan bahwa ‘makanan-Nya yang tidak mereka kenal’ adalah melakukan kehendak Bapa yang mengutus-Nya. Atau pada Mat 16:5-12; tentang ragi orang-orang Farisi dan Saduki, maksudnya adalah bukan ragi secara literal, tetapi pengajaran mereka)[4]

      Setelah banyak yang meninggalkan Dia karena pengajaran ini, Yesus bahkan bertanya kepada ke dua-belas rasulNya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”(Yoh 6:67). Namun Petrus menjawab, “Tuhan kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal (Yoh 6:69). Pertanyaan yang sama ditujukan pada kita, apakah kita mau percaya akan pengajaran ini seperti Petrus, ataukah kita seperti murid-murid lain yang meninggalkan Dia?

      Rasul Paulus mengingatkan jemaat agar tidak menerima Ekaristi secara tidak layak, supaya tidak berdosa terhadap Tubuh dan Darah Tuhan (1 Kor 11:27). Rasul Paulus juga menambahkan, jika seseorang makan dan minum tanpa mengakui Tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya sendiri (1 Kor 11:28-29). Pengajaran ini tidak masuk di akal, jika kehadiran Yesus dalam Ekaristi hanya simbolis belaka. Kesimpulannya, St. Paulus jelas mengajarkan bahwa Yesus sungguh-sungguh hadir di dalam Ekaristi.

      2. BUKTI TRADISI SUCI:

      Ignatius dari Antiokhia, murid dan pembantu Rasul Yohanes, uskup ke-3 di Antiokhia. Tahun 110 ia menulis 7 surat kepada gereja-gereja sebelum kematiannya sebagai martir di Roma. Pada suratnya ke gereja di Smyrna, St. Ignatius menyebutkan bahwa mereka yang tidak percaya kepada ‘Kehadiran Yesus di dalam Ekaristi’ adalah sesat (‘heretics‘).[5] Kepada gereja di Roma, St. Ignatius menuliskan imannya tentang Ekaristi yang sungguh-sungguh adalah Tubuh dan Darah Yesus.[6]

      St. Yustinus Martir, pengikut Kristus pada tahun 130, yang mendapat pengajaran dari Rasul Yohanes, seorang Apologist yang terkenal di abad ke-2. Pada tulisannya kepada Emperor di Roma, yaitu “Apology” pada tahun 150, St. Yustinus juga menjelaskan kebenaran pengajaran tentang kehadiran Yesus di dalam Ekaristi.[7]

      St. Irenaeus, uskup Lyons, hidup tahun 140-202. Ia murid St. Polycarpus yang adalah murid Rasul Yohanes. Dengan menuliskan bukunya yang terkenal, “Against Heresies” (195), ia menghancurkan pandangan sesat yang bertentangan dengan kepercayaan Gereja yang dipegang oleh para rasul.[8]

      St. Cyril dari Yerusalem, pada tahun 350 mengajarkan agar kita sebagai pengikutKristus percaya sepenuhnya akan kehadiran Yesus di dalam Ekaristi, sebab Yesus sendiri yang mengatakannya[9]

      St. Hilary, uskup Poitiers, Perancis, tahun 315-367. Dengan karyanya, “On the Trinity” (356), St. Hilary mengajarkan kehadiran Kristus dalam Ekaristi yang kita terima menjadikan kita tinggal di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita.[10]

      Martin Luther:

      Silakan anda melihat sumber ini – silakan klik tentang sacramental union, di mana dikatakan:

      The sacramental union is distinguished from the other "unions" in theology like the "personal union" of the two natures in Jesus Christ, the "mystical union" of Christ and his Church, and the "natural union" in the human person of body and soul. It is seen as similar to the personal union in the analogue of the uniting of the two perfect natures in the person of Jesus Christ in which both natures remain distinct: the integrity of the bread and wine remain though united with the body and the blood of Christ.[2]

      In the sacramental union the consecrated bread of the Eucharist is united with the body of Christ and the consecrated wine of the Eucharist is united with the blood of Christ by virtue of Christ’s original institution with the result that anyone eating and drinking these "elements"—the consecrated bread and wine—really eat and drink the physical body and blood of Christ as well. Lutherans maintain that what they believe to be the biblical doctrine of the manducatio indignorum ("eating of the unworthy") that even unbelievers eating and drinking in the Eucharist really eat and drink the body and blood of Christ[3] sustains this doctrine as well as any other doctrine affirming the Real Presence. This view was put forward by Martin Luther in his 1528 Confession Concerning Christ’s Supper:

      Why then should we not much more say in the Supper, "This is my body," even though bread and body are two distinct substances, and the word "this" indicates the bread? Here, too, out of two kinds of objects a union has taken place, which I shall call a "sacramental union," because Christ’s body and the bread are given to us as a sacrament. This is not a natural or personal union, as is the case with God and Christ. It is also perhaps a different union from that which the dove has with the Holy Spirit, and the flame with the angel, but it is also assuredly a sacramental union.[1]

      Why then should we not much more say in the Supper, "This is my body," even though bread and body are two distinct substances, and the word "this" indicates the bread? Here, too, out of two kinds of objects a union has taken place, which I shall call a "sacramental union," because Christ’s body and the bread are given to us as a sacrament. This is not a natural or personal union, as is the case with God and Christ. It is also perhaps a different union from that which the dove has with the Holy Spirit, and the flame with the angel, but it is also assuredly a sacramental union.

      It is asserted in the Wittenberg Concord of 1536 and in the Formula of Concord.[4] The Formula of Concord couples the term with the circumlocution ("in, with, and under the forms of bread and wine") used among Lutherans to further define their view:

      For the reason why, in addition to the expressions of Christ and St. Paul (the bread in the Supper is the body of Christ or the communion of the body of Christ), also the forms: under the bread, with the bread, in the bread [the body of Christ is present and offered], are employed, is that by means of them the papistical transubstantiation may be rejected and the sacramental union of the unchanged essence of the bread and of the body of Christ indicated.

      Walaupun ajaran di atas bertentangan dengan iman Katolik, namun satu hal, Martin Luther percaya bahwa Yesus hadir (Tubuh, Jiwa dan ke-Allahan-Nya) dalam rupa roti dan anggur. Pertanyaan saya: kalau Martin Luther menginterpretasikan kehadiran Yesus dalam Ekaristi secara literal, mengapa para pengikutnya tidak percaya akan hal ini, dan hanya menganggap hanya sekedar simbolik? Apakah Sherly berpendapat bahwa pendiri Protestan salah dalam hal ini? Kalau demikian, apakah parameter yang anda gunakan bahwa pendapat anda yang benar? Silakan melihat salah satu liturgi yang dilakukan dalam gereja Lutheran di bawah ini: 

       

      Silakan juga memberikan argumentasi akan ayat-ayat di point 1. Di argumentasi yang lain, anda mengatakan ""WHAT THE BIBLE SAYS – None of these is mentioned in the Bible. It is a sin to add to the Bible." Sekarang Yesus berkata, “Inilah Tubuh-Ku… (bukan ini melambangkan Tubuh-Ku)… (lih Mat 26-28; Mrk 14:22-24; Luk 22:15-20).” Yesus mengatakan sendiri bahwa Ia adalah “Roti hidup yang turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, dia akan hidup selama-lamanya; dan roti yang Ku-berikan itu ialah daging-Ku yang Kuberikan untuk hidup dunia (Yoh 6:35, 51). Alkitab mengatakan ini secara jelas. Bagaimana anda kemudian mengatakan bahwa hal ini tidak literal disamping Martin Luther sendiri mengartikannya secara literal?

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • Dear Stef,

        Pada dasarnya ayat2 yg anda berikan untuk men-support keberadaan sakramen Ekaristi didalam gereja Katolik adalah ayat2 yg benar. Tetapi sekali lagi Tuhan Yesus tidak mengajarkan bahwa “hosti” haruslah di-konsekrasikan dahulu sebelum bisa diterima oleh umatnya (ini adalah buatan hukum Kanon). Pada saat perjamuan terakhir, Yesus menganjurkan kepada umat2nya untuk mengadakan pertemuan dengan menerima roti dan anggur untuk mengenang/merayakan Dia – full stop. Perkataan Yesus ttg Dia adalah roti kehidupan dan barangsiapa makan dari roti itu akan hidup selama2nya mengandung makna LITERAL. Roti Kehidupan bukan berarti HOSTI !!! Tetapi ROTI KEHIDUPAN adalah Tuhan Yesus secara keseluruhan – ajarannya, hidupnya dll. Anda salah mengartikan bahwa HOSTI adalah roti kehidupan….. Hati2 dalam hal ini……
        Juga didalam ajaran Katolik disisipkanlah PAGANISME pada saat Ekaristi – perjamuan kudus. Dibikinlah “monstrance” atau tempat hosti yg berbentuk matahari, kemudian diarak dan disembah (dengan pukulan gong kalau di Indonesia – di beberapa negara spt Brazil bahkan diarak keliling kota). Bahkan disarankan umat tunduk menyembah kepada monstrance tersebut.
        Apakah ini yg diinginkan oleh Tuhan Yesus?? Tidak sadarkah anda bahwa anda terseret kedalam praktek2 paganisme?
        Tidak sadarkah anda ketika anda ke gereja Katolik, persentasi kegiatan ritual/Ekaristi adalah lebih banyak dari pemberitaan injil? Bahkan khotbah2 pastornya sangatlah kering dan terbatas.
        Tidak sadarkah anda bahwa Roh Kudus adalah sangat penting dalam kehidupan Kristiani? Bahkan didalam alkitab dikatakan, hanya ada satu dosa yang tidak bisa diampuni oleh Tuhan – adalah “MENYANGKAL ROH KUDUS”. (“…but anyone who speaks against the Holy Spirit will not be forgiven, either in this age or in the age to come.” – Matius 12:30-32)
        Gereja Katolik tidak mendukung penerimaan roh kudus atas umatnya, dan tidak memperbolehkan bahasa roh dipergunakan oleh umatnya. Apakah ini tidak merupakan penyangkalan??
        Saudara Stef, saya mengerti posisi anda sebab dulu saya pernah menjadi seperti anda. Dulu saya menantang beragumen dengan semua rekan2 Kristen saya dan saya mati2an membela agama Katolik yg saya setia ikuti selama 33 tahun hidup saya. Saya tahu persis ttg semua hukum Kanon yg anda tuliskan, mengingat saya sendiri bekerja di kantor perwakilan Vatican di Australia. Tetapi sejak saya menerima roh kudus di gereja Hillsong di Sydney, mendadak roh kudus membukakan mata saya. Saya sekarang bisa melihat kebenaran.
        Saudara Stef, saat Tuhan Yesus datang kembali kedua kalinya sudah dekat – bencana alam datang bertubi2, dan sudah dekat pula saatnya Anti Christ menanamkan angka 666nya kepada setiap manusia melalui barcodes – KTP elektronik – dll – yg akhirnya ditanamkan sebagai “elektronik chip” di tangan kanan/dahi setiap manusia. Dan Vatican (bekerja sama dengan New World Order Organisation) mendukung proses barcode ini, dkl Vatican mendukung ide2 AntiChrist. Anda sebagai orang Katolik akanlah diwajibkan untuk menerima chip di tangan kanan/dahi anda – karena anda harus menuruti hukum gereja. Alkitab berkata bahwa barangsiapa menerima tanda ini tidak akan bisa kembali ke rumah Bapa. Semoga anda disadarkan oleh Roh Kudus, sama dengan cara Roh Kudus menyadarkan saya.

        Sherly

        • Shalom Sherly,

          Terima kasih atas tanggapannya dalam diskusi tentang Ekaristi. Dari argumentasi anda, maka anda mengartikan bahwa Yesus tidak hadir secara nyata dalam Ekaristi, namun hanya sekedar simbol. Mari kita berfokus pada topik diskusi ini.

          1. Tentang hosti dan anggur: Kalau anda beranggapan bahwa Tubuh dan darah Kristus hanyalah sekedar lambang belaka, maka pertanyaan saya adalah:

          a. Mengapa Yesus mengatakan26 Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”
          27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.
          28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.
          ” (Mt 26:26-28) dengan perkataan “inilah tubuh-Ku” dan “inilah darah-ku”? Mengapa Yesus tidak mengatakan inilah simbol dari tubuh-Ku dan inilah simbol dari darah-Ku?

          Kalau anda mengatakan “Perkataan Yesus ttg Dia adalah roti kehidupan dan barangsiapa makan dari roti itu akan hidup selama2nya mengandung makna LITERAL. Roti Kehidupan bukan berarti HOSTI !“, maka apakah anda dapat menerima Mt 26:26-28 secara literal, yang berarti anda seharusnya menerima bahwa roti tersebut adalah Tubuh Kristus dan anggur itu menjadi Darah Kristus? Kalau anda tidak menerima hal ini secara literal, maka apakah alasannya? Hosti mempunyai substansi yang sama dengan roti yang tidak beragi yang digunakan oleh Yesus.

          b. Bandingkan juga dengaan Yoh 6, di mana Yesus mengatakan “54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 60. …”Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?Mengapa Yesus tidak mengatakan semuanya itu hanya simbol? Dan ketika banyak murid meninggalkan Dia, mengapa Dia tidak mencoba untuk menjelaskan bahwa semuanya itu hanya simbol, bahkan Yesus menegaskan “Apakah kamu tidak mau pergi juga? (ay.67)“?

          c.Kalau sekedar simbol, mengapa rasul Paulus mengingatkan “Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.” (1 Kor 11:27)? Kalau sekedar simbol, mengapa yang tidak layak dapat berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan?

          d. Apakah ada jemaat perdana yang mengartikan bahwa Ekaristi hanyalah sebuah simbol? Saya telah memberikan begitu banyak tulisan jemaat perdana yang meyatakan bahwa Yesus hadir secara khusus (tubuh, jiwa dan ke-Allahan-Nya) dalam setiap perayaan Ekaristi.

          d. Kalau memang sekedar simbol, mengapa Martin Luther percaya akan kehadiran Yesus secara istimewa di dalam perayaan Ekaristi, walaupun dengan konsep yang berbeda? Mengapa umat Protestan tidak mempercayai apa yang dipercayai oleh pendirinya? Manakah yang benar, pendirinya atau pengikutnya? Apakah parameter untuk menentukan kebenaran ini? Bukankah Martin Luther juga mendasarkan pengajarannya dari Alkitab? Mengapa pengikutnya, yang juga berdasarkan Alkitab mempunyai pengertian yang berbeda?

          2. Tentang perarakan Sakramen Maha Kudus: Hal ini dilakukan karena memang Yesus mengajarkan bahwa Dia hadir (tubuh, jiwa dan ke-Allahan-Nya) dalam roti dan anggur seperti yang terlihat dari argumentasi di atas. Dengan demikian, hosti yang telah berubah menjadi Tubuh Kristus layak untuk menerima penghormatan apapun, baik diarak atau ditahtakan di dalam adorasi. Jadi, sebelum mengambil kesimpulan terlalu jauh, silakan memberikan argumentasi tentang kehadiran Kristus dalam Ekaristi apakah hanya simbol atau literal.

          3. Hal-hal lain: Agar diskusi dapat terfokus, maka silakan memberikan argumentasi yang berhubungan dengan topik ini. Saya tidak akan memberikan tanggapan pada komentar anda yang tidak berhubungan dengan topik diskusi. Mohon dapat dimengerti. Kalau mau, anda dapat membuat topik yang baru dan kemudian saya akan menanggapinya.

          Kalau anda telah berdiskusi dengan banyak orang tentang iman Katolik, maka di sini anda mempunyai kesempatan baik untuk berdiskusi dengan saya dan menunjukkan kesalahan dogma dan doktrin dari Gereja Katolik. Dan saya akan mencoba menjawabnya semampu saya. Dengan demikian, silakan mempergunakan kesempatan ini untuk berdiskusi secara baik dan Alkitabiah seperti keinginan anda.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

          • Stef,

            Saya melayani tantangan anda untuk diskusi yg terfokus, dan mohon reply2 saya yg lain yg terfokus juga utk point2 yg lain bisa di-post, bukan post tulisan yg hanya bisa dipakai utk meng-diskreditkan saya spt yg diatas.

            26 Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”
            27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.
            28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” (Mt 26:26-28)

            1. Setelah saya mencoba mendalami ayat diatas, kata2 Yesus diatas diartikan sangatlah minim oleh anda. “TubuhKu” dan “DarahKu” ini sebenarnya adalah tentang “MAKANAN dan MINUMAN JIWA”.
            Akanlah sangat SALAH bagi seseorang untuk mengartikan bahwa roti diayat dibawah ini adalah hosti (roti = barang material). Ingat, Tuhan tidak menciptakan manusia sebagai badan manusia terlebih dahulu yg bisa haus dan lapar sekarang ini. Di kisah Kejadian, pada awalnya Adam dan Hawa diciptakan seturut citra Tuhan (Tuhan adalah jiwa terang = tidak berdosa). Setelah mereka makan buah dari pohon baik dan buruk, maka mereka baru tertutup dengan badan JASMANI. Jadi ketika Yesus berkata ttg “Tubuh dan DarahKu” sebagai makanan, INI adalah MAKANAN ROHANI – bukan makanan jasmani. Yesus berkata2 kepada JIWA manusia, bukannya kepada badan jasmani manusia.
            Apakah makanan Rohani tersebut? Makanan Rohani tersebut adalah “IMAN” dan “SABDA TUHAN”.
            Bukan Hosti yg di-adornasi terlebih dahulu (Hosti harus suci sebelum dimakan dll).

            2. Baca Yohanes berikut:
            54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 60. …”
            Anda seharusnya membaca ayat ini sebagai:
            Barangsiapa memakan makanan rohani = mempunyai iman yg kuat bahwa Yesus adalah Penyelamat, membaca serta meneladani dan menerapkan sabda2 Tuhan dalam hidupnya dll. – akanlah diselamatkan dari alam maut (hidup untuk selama2nya).

            Jadi sekali lagi ini bukanlah “HOSTI”.

            3. Tentang perjamuan suci Yesus mengatakan: “Lakukanlah ini untuk mengenang Aku” – Yesus mengatakan “UNTUK MENGENANG’, bukannya dgn sakramen Ekaristi yg diikuti dgn ADORASI dan perarakan2, monstrance dll.

            4. Tentang hosti = manna/roti dari langit (karena itu bentuknya bulat):
            Manna adalah berbentuk seperti BUBUK/GRAIN yang tidak berbentuk tetapi rasanya manis seperti madu. Untuk memakannya, maka org Israel mengepal2kan manna hingga bentuknya bulat dan dibuat menjadi roti (baca Kitab Keluaran 16).
            Jadi persepsi manna = roti bulat = karena itu hosti adalah bulat – adalah salah.

            5. “The dogma of Transubstantiation was decreed by Pope Innocent III, in the year 1215.
            This doctrine the priest pretends to perform a daily miracle by changing a wafer into the body of Christ, and then he pretends to eat Him alive in the presence of his people during Mass.”

            Transubstantiation diatas inilah yg dimaksudkan oleh gereja Katolik sebagai “miraculous” atau keajaiban yg terjadi pada saat adorasi – hosti menjadi tubuh dan darah Kristus yg asli.
            Jadi secara tidak sadar, anda sekali lagi melakukan sesuatu yg ditemukan oleh manusia (Pope Innocent III) belaka.

            6. Saya mengerti bahwa doktrin2 atau dogma2 gereja yg dibuat oleh Paus adalah ABSOLUT.
            Kebenarannya tdk boleh dipertanyakan oleh org2 awam seperti anda atau anda akan di-excommunicate dari gereja Katolik. Jadi silakan anda mengikuti doktrin “Transubstantiation” diatas seturut dengan hati nurani anda karena anda adalah org Katolik yg baik dan harus mematuhi kata2 Paus. Tidak ada yg melarang anda.

            sherly

            • [link] Shalom Sherly,

              Terima kasih atas komentarnya dalam diskusi tentang apakah Yesus hadir secara nyata (tubuh, jiwa dan ke-Allahan-Nya) dalam setiap perayaan Ekaristi atau tidak. Saya tidak menantang anda, namun saya mengajak anda berdiskusi secara terfokus. Tentang post-post yang lain, saya pikir hampir semuanya telah ditampilkan. Memang, semua post yang masuk ke katolisitas, harus disetujui terlebih oleh moderator, untuk menghindari komentar-komentar yang tidak membangun diskusi yang baik. Dan ini adalah peraturan yang diterapkan sejak website ini berdiri. Silakan anda membaca lagi semua komentar-komentar anda dan rekan-rekan yang lain. Mudah-mudahan hal ini dapat juga menjadi refleksi bagi kita semua. Mari kita masuk dalam diskusi kita.

              I. DASAR KITAB SUCI:

              1. Mt 26:26-28: “26 Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” 27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. 28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

              a. Anda mengatakan “Setelah saya mencoba mendalami ayat diatas, kata2 Yesus diatas diartikan sangatlah minim oleh anda. “TubuhKu” dan “DarahKu” ini sebenarnya adalah tentang “MAKANAN dan MINUMAN JIWA”.” Di sinilah terlihat adanya sesuatu yang tidak konsisten. Di satu sisi, pada waktu Alkitab mengatakan “Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.” (Mt 23:9), maka umat Katolik dipandang salah, karena telah memanggil pastor dengan sebutan “Rama/ Romo/ Father”. Namun, pada ayat Mt 26:25-28, dapat dilihat dengan arti spiritual (spiritual sense). Jadi, dalam hal ini, pengertian pribadi menjadi parameter kebenaran, apalagi diperkuat dengan pernyataan anda “Setelah saya mencoba mendalami ayat diatas“. Pertanyaan saya, mengapa anda memilih untuk mengartikan ayat tersebut dengan spiritual sense dan bukan dengan literal sense dan apakah parameter dalam menentukan hal ini? Apakah ada indikasi sehingga ayat-ayat tersebut dapat diartikan dengan spiritual sense? Apakah anda mempunyai ayat-ayat pendukung sehingga anda dapat mengartikan ayat tersebut secara simbolik? Apakah anda dapat menunjukkan bukti-bukti dari jemaat perdana yang mengartikan ayat-ayat tersebut sebagai spiritual sense dan bukan literal sense? Di jawaban saya sebelumnya, saya telah memberikan kutipan dari para Bapa Gereja yang mengartikan ayat-ayat ini secara literal.

              Kalau dicermati, apakah yang diambil, diberkati dan dipecah-pecah oleh Yesus di ayat 26? Bukankah itu adalah roti dan bukan makanan jiwa? Roti adalah sesuatu yang bersifat material. Namun, setelah Yesus mengambil, memberkati dan memecah roti itu, maka di ayat yang sama, Yesus berkata “Ambillah, makanlah, inilah Tubuh-Ku“. Jadi anda benar dengan mengatakan bahwa setelah diberkati, roti tersebut bukan lagi roti, namun merupakan makanan jiwa (dan anggur menjadi minuman jiwa). Dengan demikian, argumentasi anda justru hampir sama dengan pengertian Gereja Katolik. Gereja Katolik mempercayai bahwa setelah imam mengambil, memberkati dan memecah-mecah hosti, maka hosti tersebut bukan lagi hosti, karena substansinya telah berubah menjadi Tubuh Kristus, yang merupakan makanan jiwa (seperti yang anda katakan). Disinilah justru terlihat kebijaksanaan Kristus yang memakai sesuatu yang bersifat material untuk memperlihatkan realitas spiritual. Sama seperti kodrat manusia terdiri dari tubuh dan jiwa, maka Yesus telah merubah sesuatu yang bersifat material (roti dan anggur) menjadi sesuatu yang bersifat spiritual, yaitu Diri-Nya sendiri yang hadir secara nyata (tubuh, jiwa dan ke-Allahan-Nya).

              Pertanyaan saya adalah: Kalau mengikuti logika anda, sebelum Yesus menjadikan sesuatu menjadi makanan dan minuman rohani, maka apakah substansi dari sesuatu tersebut? Apakah roti dan anggur atau sesuatu yang lain? Apakah setelah Yesus mengambil, memberkati, dan memecah-mecah, roti dan anggur berubah menjadi makanan dan minuman rohani? Dengan demikian, apakah substansi dari sesuatu (roti dan anggur) berubah menjadi (makanan dan minuman rohani atau anda mengatakan iman dan sabda Tuhan)? apakah anda menyetujui ada sesuatu yang berubah dari roti dan anggur biasa menjadi makanan dan minuman rohani atau iman? Kalau anda menjawab ya, maka kita mempunyai persepsi yang sama akan adanya perubahan sebelum dan setelah Yesus memberkati roti tersebut. Yang menjadi masalah anda mengatakan roti dan anggur berubah menjadi makanan dan minuman rohani dan Gereja Katolik percaya bahwa roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Kalau sama-sama kita mengartikan adanya suatu perubahan, bukankah Gereja Katolik menjadi lebih konsisten dalam mengartikan bahwa perubahan tersebut adalah menjadi Tubuh dan Kristus sendiri karena di ayat tersebut memang mengatakan “Inilah Tubuh-Ku dan inilah Darah-Ku” dan ayat tersebut tidak mengatakan “inilah makanan rohani dan inilah minuman rohani atau inilah iman atau inilah sabda Tuhan”? Mari sekarang kita melihat Yoh 6, dimana kita dapat membuktikan bahwa makanan dan minuman yang dimaksud adalah Tubuh dan Darah Kristus sendiri.

              2. Yoh 6: Anda memberikan pengertian sebagai berikut “Barangsiapa memakan makanan rohani = mempunyai iman yg kuat bahwa Yesus adalah Penyelamat, membaca serta meneladani dan menerapkan sabda2 Tuhan dalam hidupnya dll. – akanlah diselamatkan dari alam maut (hidup untuk selama2nya).” Kalau memang seperti ini pengertiannya, maka bagaimana anda menjelaskan beberapa hal ini:

              a. Kalau memang Yesus tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa untuk mendapatkan keselamatan kekal, seseorang harus makan Tubuh Kristus dan minum darah Kristus, mengapa Yesus mengatakan “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.” (ay 54). Dan kemudian, Yesus menegaskan sekali lagi “55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” Dan kalau memang hanya sekedar simbol, mengapa orang-orang Yahudi bertengkar dan berkata “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” (ay. 52) Di sini terbukti bahwa orang Yahudi mengetahui bahwa Yesus berbicara secara literal dan bukan secara simbolik, sehingga mereka bertengkar, karena minum darah adalah sesuatu yang dilarang. Dan apakah jawaban Yesus? Dia mengatakan “Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.” (ay 53). Di sini Yesus justru menekankan kembali bahwa untuk mendapatkan kehidupan kekal, seseorang harus makan Tubuh dan Darah Kristus. Mengapa Yesus tidak mengkoreksi perkataan-Nya dan menerangkan bahwa itu semua hanyalah simbol, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman? Bahkan dikatakan “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.” (ay. 66)? Kalau memang Yesus hanya berbicara bahwa tubuh dan darah-Nya hanya sekedar simbol, mengapa Yesus membiarkan kesalahpahaman ini terjadi dan tidak ada usaha untuk mengkoreksinya?

              Bahkan para murid juga tahu bahwa ini bukanlah sekedar simbol, sehingga mereka berkata “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” (ay. 60). Kalau ini sekedar simbol, mengapa para murid mengatakan bahwa pengajaran ini keras? Dan apakah jawaban Yesus? Yesus tidak menjelaskan bahwa perkataan-Nya hanyalah sekedar simbol belaka, namun Dia menegaskan “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?” (ay. 61). Dan ketika banyak orang meninggalkan Yesus karena tidak dapat menerima pengajaran ini, maka bukan mengkoreksi, namun Yesus malah mempertegas, dengan mengatakan “apakah kamu tidak mau pergi juga” (ay. 67) kepada keduabelas rasul. Kalau memang sekedar simbol, kenapa Yesus tidak menjelaskan hal ini kepada para rasul, bahkan sebaliknya tidak memberikan toleransi apapun terhadap kebenaran ini – yaitu kebenaran bahwa untuk mendapatkan kehidupan kekal, seseorang harus makan Tubuh Kristus dan minum Darah Kristus secara literal?

              b. Kalau memang hanya sekedar simbol, bagaimana kita menjelaskannya dari sisi etimologi berikut ini?: Yoh 5:56 mengatakan “Barangsiapa makan [trṓgō] daging [menggunakan sárx]-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” Makan di sini menggunakan kata trṓgō, yang berarti mengunyah, seperti kacang, makanan. Jadi tidak mungkin berarti berarti simbolis. Apalagi dikombinasi dengan kata sárx, yang berarti daging. Dan orang-orang Yahudi pada waktu itu mengerti konotasi dari ayat ini, sehingga “Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” (Yoh 6:60) dan banyak yang meninggalkan Yesus (ay. 66).

              3. 1Kor 11:26-27: Kalau masih ragu dengan hal ini, maka Rasul Paulus mengatakan “26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. 27 Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.” (1 Kor 11:26-27) Kalau maksudnya makan dan minum hanya sekedar simbolik, mengapa rasul Paulus mengatakan bahwa barangsiapa yang tidak mempersiapkan diri dengan baik dalam makan roti dan minum cawan Tuhan, dia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan?

              II. DASAR DARI TRADISI SUCI

              Saya telah memberikan bukti-bukti dari jemaat perdana, seperti: St. Ignatius dari Antiokhia (110), St. Yustinus Martir (sekitar tahun 150-160), St. Irenaeus (140-202), St. Cyril dari Yerusalem (315-386), St. Augustinus (354-430). Mereka semua percaya akan kehadiran Yesus secara nyata (tubuh, darah, dan ke-Allahan Yesus) dalam setiap perayaan Ekaristi dan bukan hanya sekedar simbol seperti yang anda mengerti. Apakah anda dapat memberikan bukti-bukti dari para jemaat perdana, yang mengartikan bahwa makan Tubuh dan minum Darah Yesus hanyalah sekedar simbol?

              III. TENTANG MEMPERINGATI

              Anda mengatakan “Tentang perjamuan suci Yesus mengatakan: “Lakukanlah ini untuk mengenang Aku” – Yesus mengatakan “UNTUK MENGENANG’, bukannya dgn sakramen Ekaristi yg diikuti dgn ADORASI dan perarakan2, monstrance dll.

              a. Dikatakan “Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” (Lk 22:19) Dalam hal ini memperingati adalah merupakan perintah dari Kristus sendiri untuk melakukan Perjamuan Suci. Namun hal ini tidak merubah kenyataan bahwa Kristus mengatakan “Inilah Tubuh-Ku”, yang diartikan sebagai sesuatu yang literal seperti penjelasan pada point I. Dan perintah Kristus inilah yang dilakukan oleh umat Katolik, yang setiap hari melakukan perayaan Ekaristi, dimana roti dan anggur diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Yesus menginginkan untuk dikenang dengan cara seperti ini. Apakah gereja anda juga menjalankan perintah Yesus dan mengenang-Nya dengan cara seperti ini? Berapa kali gereja-gereja non-Katolik mengenang Yesus dalam perjamuan kudus? Apakah setiap hari? Kalau tidak setiap hari, apakah alasannya? Bukankah kita justru harus mengenang Kristus setiap hari, karena kita mengasihi Dia? Gereja Katolik melakukan perintah Kristus ini setiap hari dalam setiap perayaan Ekaristi. Ini adalah bentuk ketaatan Gereja akan perintah Kristus, yang memang ingin dikenang dengan cara seperti ini dan juga agar umat Allah mendapatkan kehidupan kekal, seperti yang dipertegas oleh Yesus di Yoh 6.

              b. Dari sudut etimologi. Lk 22:19 dan 1 Kor 11:24-25 mengatakan “perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” Di dalam bahasa Yunani dikatakan “touto poieite tan eman anamnasin.” Atau dengan terjemahan literal “offer this as my memorial sacrifice.” Kata “poiéō=poeiein” atau perbuatlah (do) merujuk kepada peringatan akan Yesus. Dan kata peringatan (anamnesis / remembrance) digunakan bukan seperti kita mengingat pelajaran sekolah, mengingat ulang tahun seseorang, namun lebih daripada itu, kata peringatan ini mengacu kepada “peringatan yang berhubungan dengan korban”. Kita dapat melihat di Im 24:7, yang mengatakan “Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah yang harus menjadi bagian ingat-ingatan [’azkārāh] roti itu, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.” Kata yang sama, ’azkārāh, juga dipakai di Im 2:2,9,16; 5:12; 6:5; Bil 5:26, yang merujuk pada korban yang saat ini sedang dipersembahkan. Dengan demikian, “peringatan” di Lk 22:19 dan 1 Kor 11:24-25 mengacu kepada menghadirkan kembali kurban Kristus. Dan inilah yang dilakukan oleh Gereja Katolik setiap merayakan Ekaristi.

              IV. KESIMPULAN:

              Tentang hal-hal lain tidak akan saya tanggapi, karena malah mengurangi substansi diskusi ini. Kita melihat bahwa Alkitab dan para Bapa Gereja mempercayai Yesus yang hadir secara istimewa (tubuh, jiwa dan keAllahan-Nya). Kalau anda ingin membahas tentang doktrin transubstantiation, silakan membuat pesan yang baru.

              Kalau anda mengatakan “5. “The dogma of Transubstantiation was decreed by Pope Innocent III, in the year 1215… Transubstantiation diatas inilah yg dimaksudkan oleh gereja Katolik sebagai “miraculous” atau keajaiban yg terjadi pada saat adorasi – hosti menjadi tubuh dan darah Kristus yg asli. Jadi secara tidak sadar, anda sekali lagi melakukan sesuatu yg ditemukan oleh manusia (Pope Innocent III) belaka.“, maka bukan berarti bahwa Alkitab dan jemaat awal tidak mengajarkan kehadiran Kristus secara nyata dalam Ekaristi, seperti yang telah saya tunjukkan dengan dasar-dasar Alkitab dan Tradisi Suci. Transubstantiation adalah suatu definisi yang menyatakan perubahan substansi dari roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Apakah pengajaran ini telah ada dari awal? Tentu saja dan lihatlah penjelasan di atas. Apakah kata transubstantiation sudah ada di Alkitab dan ada pada jemaat awal? Tidak ada, sama seperti kata Trinitas tidak ada di Alkitab dan jemaat awal, dan kemudian didefinisikan oleh Gereja. Apakah konsep Trinitas tidak ada di dalam Alkitab? Tentu saja ada, namun tidak ada kata persis “Trinitas”. Dan hal yang sama terjadi dengan kata “transubstantiation”, yang pengajarannya bersumber pada Alkitab dan Tradisi Suci, hanya baru didefinisikan kemudian.

              Anda mengatakan “Saya mengerti bahwa doktrin2 atau dogma2 gereja yg dibuat oleh Paus adalah ABSOLUT. Kebenarannya tdk boleh dipertanyakan oleh org2 awam seperti anda atau anda akan di-excommunicate dari gereja Katolik. Jadi silakan anda mengikuti doktrin “Transubstantiation” diatas seturut dengan hati nurani anda karena anda adalah org Katolik yg baik dan harus mematuhi kata2 Paus. Tidak ada yg melarang anda.

              Silakan membaca sekali lagi penjelasan di atas. Semoga Sherly juga dapat melihat bahwa dogma dan doktrin Gereja Katolik senantiasa mempunyai dasar yang kuat, baik dari Alkitab, maupun dari tulisan para Bapa Gereja, yang membuktikan bahwa dogma tersebut tidaklah muncul tiba-tiba, namun terus dipercayai oleh umat Allah dari generasi ke generasi. Sebagai umat Katolik, saya mempunyai kepercayaan, apa yang telah didefinisikan sebagai dogma, maka saya akan terima sebagai suatu kebenaran, karena setiap dogma dan doktrin Gereja Katolik senantiasa bersumber pada Alkitab dan Tradisi Suci. Kalau saya memilih-milih dogma yang menurut saya baik, maka parameter mengikuti kebenaran menjadi relatif dan tergantung saya sendiri. Dan dengan demikian, menjadi berlawan dengan kodrat kebenaran itu sendiri, yang absolut.

              Oleh karena itu saya ingin bertanya: Kalau memang sekedar simbol, mengapa Martin Luther percaya akan kehadiran Yesus secara istimewa di dalam perayaan Ekaristi, walaupun dengan konsep yang berbeda (dikenal sebagai sacramental union)? Mengapa umat Protestan tidak mempercayai apa yang dipercayai oleh pendirinya? Manakah yang benar, pendirinya atau pengikutnya? Apakah parameter untuk menentukan kebenaran ini? Bukankah Martin Luther juga mendasarkan pengajarannya dari Alkitab? Mengapa pengikutnya, yang juga berdasarkan Alkitab mempunyai pengertian yang berbeda?

              Demikian tanggapan yang saya berikan. Saya mohon agar Sherly dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya beri warna merah, sehingga diskusi dapat berjalan dengan baik. Kalau anda tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya beri warna merah, dengan sangat menyesal, saya tidak dapat memasukkannya ke dalam website. karena diskusi tidak akan berjalan dengan baik tanpa masing-masing pihak mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan pihak lain. Semoga hal ini dapat diterima dengan baik. Semoga diskusi ini dapat berguna bagi semua pembaca katolisitas.org.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – katolisitas.org

              • Berkat Tuhan Yesus selalu menyertai bapak Stefanus dan keluarga.

                Saya benar – benar kagum dengan semua jawaban bapak atas semua pertanyaan sherly, luar biasa, semua jawaban nya tepat dan sangat telak ibarat permainan catur sherly di skak-mat, sherly seperti berkelit dan berputar lidah, ibarat maju kena mundur pun kena, bilang bukan Tubuh dan Darah Kristus secara literal juga di kick habis secara telak, terus berkelit dengan berasumsi Tubuh dan Darah Kristus sebagai makanan jiwa, malah lebih nyungsep lagi, karena itulah yang sebenar nya yang di lakukan oleh Gereja Katolik dimana saat Imam meng-Konsekrasikan Hosti dan Anggur di ubah menjadi Tubuh dan Darah Yesus Kristus, malah di lengkapi dengan kepercayaan Martin Luther sebagai Bapak pendiri gereja reformis atas kehadiran Yesus pada Ekaristi.

                Sherly seharusnya anda itu sadar akan kekurangan diri, karena jelas sekali anda kalah telak 2 – 0, dan jika saya jadi anda saat ini juga saya segera angkat kaki dari gereja yang anda anut dan pindah segera ke Gereja Katolik karena kebenaran hakiki hanya ada di Gereja Katolik, terbukti secara mutlak.

                Semoga saudara/i dari gereja lain dapat pencerahan dari semua tanggapan diskusi dari katolisitas.org ini.

                Berkat Tuhan Yesus selalu menyertai bpk Stefanus dan keluarga, Amin.

            • thomas vernando on

              @sherly:
              di Yohanes 6:51 ditulis “..dan roti yang akan Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia”.
              pertanyaannya..
              bagaimana anda bisa beranggapan ini sebuah simbolik? Dia berkata bahwa daging itu adalah yang akan dipersembahkan untuk dunia? kalo hanya simbolik, berarti anda juga beranggapan bahwa yang disalib juga simbolik? sedangkan kita tahu, bahwa Yesus memang benar2 disalibkan..
              terima kasih..
              GBU

        • Alexander Pontoh on

          @ Sherly :

          beberapa kalimat anda ini :

          “Gereja Katolik tidak mendukung penerimaan roh kudus atas umatnya, dan tidak memperbolehkan bahasa roh dipergunakan oleh umatnya.”

          adalah sangat SALAH !!! di Katolik diperbolehkan menggunakan bahasa roh. silakan datang ke gedung WTC di Surabaya setiap hari Jumat jam 7 malam untuk membuktikannya.

          tidak hanya di gedung WTC saja. di persekutuan-persekutan doa Katolik jg ada bahasa roh. apakah anda belum pernah mengikuti persekutuan doa katolik?

          adanya bahasa roh di protestan maupun katolik inilah yang membuat saya tidak memusuhi protestan. karena Tuhan di Katolik pun berkenan kepada Protestan. Bahkan membuat saya penasaran dengan Protestan. Sehingga saya pun mendatangi gereja Protestan.

          skrg saya sudah kembali ke Gereja Katolik. Tetapi kadang, saya juga masih pergi ke gereja Protestan, karena bagi saya Protestan masih “saudara”

          • Didiok Tarsisius on

            Ya kita bisa bersaudara dengan siapapun termasuk musuh kita sekalipun, tapi didalam kepercayaan /iman kita tidak bisa kompromi dalam hal apapun. katholik yes others no but kita tetap saudara dengan siapapun.

        • Shalom dan Salam Kasih Tuhan kepada mu Sherly..

          Saya sangat berminat dengan tulisan dan komentar serta penghinaan anda terhadap Doktrin Gereja Katolik…Dari semua yang anda tulis..saya hanya berminat dengan.. saat Tuhan Yesus datang kembali kedua kalinya sudah dekat – bencana alam datang bertubi2, dan sudah dekat pula saatnya Anti Christ menanamkan angka 666nya kepada setiap manusia melalui barcodes – KTP elektronik – dll – yg akhirnya ditanamkan sebagai “elektronik chip” di tangan kanan/dahi setiap manusia.Dan kami harus akur?
          Pertanyaan saya sebagai umat katolik yang masih mentah..

          1.Dari mana sumber anda mengenai BarCode ini?
          2.Apa kah usaha Gereja Hillsong untuk menangani nya jika benar

          Saya sangat setuju dengan saudara stefanus..semoga Roh Kudus menyebelahi kita semua dan semoga seorang lagi antikristus sedar akan kesilapan yang dia lakukan..

          adrain

    • Shalom Sherly,

      VIII. GEREJA DIDIRIKAN OLEH YESUS DI ATAS PETRUS

      1. Yesus mendirikan GerejaNya di atas Rasul Petrus

      a. (Kepha, Petros) -yang artinya batu karang- (Mat 16:18) dan memberikan kuasa yang khusus kepadanya di atas para rasul yang lain, untuk menggembalakan domba-domba-Nya (Yoh 21:5-7). Walaupun Kristus juga memberikan kuasa kepada rasul-rasul yang lain (Mat 18:18), hanya kepada Petruslah Ia memberikan kunci- kunci Kerajaan Surga (Mat 16:19) yang melambangkan kuasa untuk memimpin GerejaNya di dunia.

      Dalam Mat 16:18 dikatakan
      LAI:Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”
      NASB: “I also say to you that you are Peter, and upon this rock I will build My church; and the gates of Hades will not overpower it.
      RSV: And I tell you, you are Peter, and on this rock I will build my church, and the powers of death shall not prevail against it.

      Dari kalangan Protestan banyak yang mengartikan bahwa dalam bahasa Yunani, dikatakan bahwa Petrus adalah “Petros” dan batu karang adalah “petra“. Dan ini berarti bahwa Petros dan Petro tidak sama, sehingga tidak mungkin Yesus mendirikan Gereja-Nya di atas Petrus, melainkan di atas pengakuan Petrus.

      Dari tata bahasa Yunani:

      Penggunaan Petros dan Petra adalah karena tata bahasa Yunani, yang mengenal masculin dan feminim, yang diterapkan bukan hanya terhadap manusia, namun juga terhadap benda-benda. Jadi, dalam hal ini diterjemahkan “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petros dan di atas Petra ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”

      Jadi kata Petra tidak dapat digunakan untuk menggantikan nama Petrus, karena kalau demikian sama saja dengan memakai nama Michelle untuk Michael atau Fransiska untuk Fransiskus.

      Namun pada jaman Yesus, bahasa yang dipakai adalah bahasa Aram, sehingga menjadi “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Kefas dan di atas Kefas ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Yesus memberikan nama Kefas (Petrus) kepada Simon jauh sebelum pengakuan ini, yaitu pada waktu Yesus bertemu dengan Petrus, dimana Yesus berkata “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).” (Yoh 1:42).

      Dari segi kelogisan kalimat:

      Kalau kita menafsirkan bahwa Petros adalah Petrus dan kemudian Petra adalah pengakuan Petrus, maka akan terlihat tidak logis dan kira-kira seperti berikut ini:

      Yesus berkata kepada Petrus: engkau adalah Petrus dan di atas pengakuanmu aku akan mendirikan Gereja-Ku…

      Dua kalimat tersebut tidak berhubungan. Dan kalau kita melihat dari bahasa Greek, dikatakan “Engkau adalah Petrus, dan (memakai “kai“) di “taute” (this very) batu karang ini, Aku akan mendirikan Gereja-Ku”. Kai (dan) mengindikasikan bahwa kata benda yang dipakai harus merujuk kepada kata benda sebelumnya.

      Dari Bapa Gereja:

      Kita tahu bahwa Petrus menjadi pondasi dari Gereja, seperti yang dikatakan oleh:

      St. Clement kepada Yakobus.
      Be it known to you, my lord, that Simon [Peter],
      who, for the sake of the true faith, and the most sure foundation of his doctrine, was set apart to be the foundation of the Church, and for this end was by Jesus himself, with his truthful mouth, named Peter, the first fruits of our Lord, the first of the apostles; to whom first the Father revealed the Son; whom the Christ, with good reason, blessed; the called,
      and elect” (Letter of Clement to James 2 [A.D. 221]).

      St. Jerome mengatakan “‘But,’ you [Jovinian] will say, ‘it was on Peter that the Church was founded’ [Matt. 16:18]. Well . . . one among the twelve is chosen to be their head in order to remove any occasion for division“(Against Jovinian 1:26 [A.D. 393]).
      Dan masih begitu banyak kutipan dari Bapa Gereja yang lain, yang mempertegas posisi ini.

      b. Yesus sang Gembala yang Baik mempercayakan domba-dombaNya kepada Petrus dan mempercayakan tugas untuk meneguhkan iman para rasul yang lain, agar iman Gereja jangan sampai sesat (Luk 22:3-32). Petruslah yang kemudian menjadi pemimpin para rasul setelah hari Pentakosta, mengabarkan Injil, membuat keputusan dan pengarahan (Kis 2:1-41, 15:7-12). Para penerus Rasul Petrus ini dikenal sebagai uskup Roma, yang dipanggil sebagai ‘Paus’ yang artinya Papa/ Bapa.

      Jelaslah bahwa secara struktural, Paus (penerus Rasul Petrus)

      memegang kepemimpinan tertinggi, diikuti oleh para uskup (penerus para rasul lainnya) di dalam persekutuan dengan Paus. Para uskup ini dibantu oleh para imam dan diakon. Dalam hal ini, para Paus memegang kuasa Rasul Petrus, yang menerima perintah dari Yesus sendiri, dan karenanya tidak mungkin sesat. Perlu diketahui, bahwa kepemimpinan Paus -dan para uskup di dalam persekutuan dengannya- yang tidak mungkin sesat (‘infallible’) ini- hanya berlaku di dalam hal pengajaran iman dan moral.[7]

      Hal ini sungguh membuktikan kemurnian pengajaran Gereja, karena ajarannya bukan merupakan hasil demokrasi manusia, melainkan diturunkan dari Yesus sendiri, dan Bapa Paus tidak punya kuasa untuk mengubahnya.

      2. Anda mengatakan “The church is founded on Peter (Gereja didirikan oleh Petrus)…(Tidak ada org yg bisa mendirikan fondasi yg didirikan oleh Yesus Kristus – bukan Petrus yd mendirikan gereja) ” Dalam hal ini, anda telah salah mengartikan apa yang dipercaya oleh Gereja Katolik. Dalam bahasa Inggris yang anda tulis “The church is founded on Peter” adalah benar, namun ada yang salah dalam terjemahan atau interpretasi anda yang mengatakan “(Gereja didirikan oleh Petrus)“. Seharusnya diterjemahkan sebagai: Gereja didirikan di atas Petrus, yang berdasarkan ayat Mt 16:18 “And I tell you, you are Peter, and on this rock I will build my church, and the gates of hell shall not prevail against it.” Seperti yang telah dijelaskan di atas “on this rock” atau “di atas batu karang ini” adalah sama dengan “di atas Petrus”. Dengan demikian ayat-ayat yang anda berikan (Kis 10:26; 1 Kor 3:11) adalah tidak relevan. Kalau anda mau, silakan memberikan argumentasi yang lebih relevan atau mencoba membuktikan bahwa “on this rock” bukan merujuk ke Petrus. Saran saya, cobalah untuk mengerti apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik terlebih dahulu, sebelum memberikan sanggahan lebih lanjut.

      3. Pertanyaan: Anda percaya akan Yesus dan tidak memerlukan Paus. Kalau ini benar, seharusnya dari jaman Martin Luther sampai sekarang gereja bersatu padu. Mengapa sekarang ada 28,000 denominasi yang semua mengatasnamakan Yesus dan Alkitab? Apakah yang menyebabkan perpecahan ini?

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

        • Shalom Herman Jay,

          Terima kasih atas pertanyaannya tentang jumlah denominasi. Beberapa sumber menyebutkan jumlah yang berbeda-beda, yang berkisar dari 28,000 – 35,000. World Christian Encyclopedia karangan David B. Barrett. Richard N. Ostling menyebutkan jumlah sekitar 33,000. Namun, saya mengambil jumlah yang terendah, yaitu 28,000. Semoga dapat membantu.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

      • Marilah kita baca keseluruhan ayat2 dari Matius 16:13-20

        13 When Jesus came to the region of Caesarea Philippi, He asked His disciples, “Who do people say the Son of Man is?” 14 They replied, “Some say John the Baptist; others say Elijah; and still others, Jeremiah or one of the prophets.” 15 “But what about you?” He asked. “Who do you say I am?” 16 Simon Peter answered, “You are the Christ, the Son of the living God.” 17Jesus replied, “Blessed are you, Simon son of Jonah, for this was not revealed to you by man, but by my Father in heaven. 18 And I tell you that you are Peter, and on this rock I will build my church, and the gates of Hades will not overcome it. 19 I will give you the keys of the kingdom of heaven; whatever you bind on earth will be bound in heaven, and whatever you loose on earth will be loosed in heaven.” 20 Then He warned His disciples not to tell anyone that He was the Christ.

        1. Jika anda membaca keseluruhan cerita diatas, mereka sedang bercakap2 tentang apa pandangan mereka ttg Yesus. Dan kita lihat bahwa Petrus menjawab “Engkaulah Mesiah, Putra Allah”. Lalu Yesus menjawab … “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas Petrus/batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”Apakah Yesus bermaksud bahwa arti kata “you are Peter” berarti “Engkau adalah Petrus (penggunaan nama/Petrus sebagai seseorang – atau Petrus sebagai batu karang)”?

        Jika kita lihat keseluruhan ceritanya, kita bisa mengerti bahwa setelah mendengarkan pernyataan Petrus ttg Yesus sebagai Messiah, Yesus LALU mengatakan bahwa “…dia (Petrus) adalah rock (petros) = fondasi spiritual yg sekuat batu karang, dan diatas fondasi yg kuat ini (petra)……” (petros atau petra adalah “grammar” bahasa Yunani – seperti pemakaian kata sifat dan kata benda yg berbeda tapi sama maknanya).

        Jadi Yesus tidak mengarah kepada “NAMA/sebutan” belaka (seperti Michelle atau Michael yg anda contohkan), tetapi lebih mengarah kepada “FONDASI GEREJANYA YG SEKOKOH BATU KARANG” Kesimpulannya, fondasi Gereja (IMAN) yg kuat ini (iman yg kuat = pengakuan bahwa “Yesus adalah Messiah/Son of Man/Penyelamat/Saviour”) akan membuat alam maut/kematian tidak bisa menguasai kita. Dan kepada GerejaNya yg sekokoh batu karang ini diberikan kunci kerajaan surga (bukan kepada manusia bernama Petrus).

        Jadi jika anda mengartikan bahwa Petrus (sbg manusia/sebutan nama) ditunjuk Yesus untuk mendirikan Gereja adalah tidak benar. Yesus selalu memberikan perumpamaan/makna lateral dalam sabda2Nya, dan dalam konteks ini dia memakai “batu karang/Petro/Petra” sebagai lambang (memiliki makna lateral) – dan sama sekali bukan berarti nama panggilan.

        2. Hubungan antara pernyataan Yesus untuk mendirikan GerejaNya diatas “petra” atau landasan sekokoh batu karang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pernyataan gereja Katolik bahwa Petrus adalah Paus pertama yg ditunjuk Tuhan atau Petrus adalah pendiri gereja.

        Ketika Yesus datang kedunia, Yesus tidak mendirikan gereja katolik – yg didirikan oleh Yesus adalah Gereja di daerah Israel (bukan di Roma). Bahkan di ayat diatas Yesus menyebut “Zion”, bukan Roma atau Vatican. Adalah rasul Paulus yg pertama2 membawa ajaran Kristiani ke Roma (baca Acts 22:25-29) dan bukannya rasul Petrus. Rasul Petrus datang belakangan setelah rasul Paulus. Gereja Katolik sendiri baru didirikan sekitar 300 thn setelah Yesus wafat.

        3. Lihat ayat berikut ini: (Kisah Para Rasul 11:26) “Setelah bertemu dengan Saulus, ia membawa Saulus ke Antiokhia dan satu tahun penuh mereka berkumpul dengan jemaat di sana sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia itulah orang-orang yang percaya kepada Yesus untuk pertama kali disebut orang-orang KRISTEN.”

        Didalam alkitab ditemukan kata “Kristen”. Jadi Gereja pertama yg didirikan Yesus didunia disebut sebagai Kristen (bukan Katolik!!!!!). Salahkan kita org Kristen untuk mengikuti apa yg diajarkan Yesus di Alkitab? Apa pertanggungjawaban anda mengatakan bahwa gereja Katolik adalah gereja yg langsung didirikan oleh Yesus Kristus sendiri?

        4. Tentang pendapat anda bahwa gereja Kristen terpecah2. Jika anda membaca alkitab, apakah “early church” (sebelum dibentuknya Katolik) hanya ada satu? Di kitab Wahyu dikatakan ada 7 gereja: Ephesus, Smyrna, Pergamum, Thyatira, Sardis, Philadelphia, Laodicea. Dan kita tahu ada gereja2 Antioch, Etiopia dll. Semuanya ini berjalan sendiri2 diatas fondasi yg IMAN YG SAMA bahwa Yesus adalah Saviour/Penyelamat, tidak ada badan yg mengatur mereka. Tidakkah anda lihat bahwa sejarah terulang kembali? Saat ini banyak gereja kecil2 yg berlandaskan IMAN yg sama. Seperti kita ketahui gereja Katolik adalah organisasi yg mempunyai “LAW and ORDER” – sama seperti suatu negara. Karena itu ada keseragaman, barangsiapa mau mengubah tradisi gereja Katolik maka akanlah di”excomunicate”. Jadi keseragaman di gereja Katolik dikarenakan adanya “HUKUM MUTLAK” atau “ABSOLUTE LAW/POWER” semata.

        Semoga ini bisa dijadikan bahan pertimbangan anda sebelum menuduh saya tidak memahami alkitab. Saya melihat bahwa andalah yg pemahaman alkitabnya kurang.

        Sherly

        • Shalom Sherly,

          Terima kasih atas tangapannya dalam diskusi apakah Yesus mendirikan Gereja di atas rasul Petrus atau tidak. Mari kita membahasnya bersama-sama.

          I. DASAR KITAB SUCI

          1. Mt 16:16-19 “16 Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” 17 Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. 18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

          a. Anda mengatakan “”Apakah Yesus bermaksud bahwa arti kata “you are Peter” berarti “Engkau adalah Petrus (penggunaan nama/Petrus sebagai seseorang – atau Petrus sebagai batu karang)”? Jika kita lihat keseluruhan ceritanya, kita bisa mengerti bahwa setelah mendengarkan pernyataan Petrus ttg Yesus sebagai Messiah, Yesus LALU mengatakan bahwa “…dia (Petrus) adalah rock (petros) = fondasi spiritual yg sekuat batu karang, dan diatas fondasi yg kuat ini (petra)……” (petros atau petra adalah “grammar” bahasa Yunani – seperti pemakaian kata sifat dan kata benda yg berbeda tapi sama maknanya).” Di sini anda ingin mengatakan bahwa perkataan “Engkau adalah Petrus” (ay. 18) bukan ditujukan kepada Petrus namun mengacu kepada pondasi spiritual yang sekuat batu karang. Namun, kalau dicermati, maka argumentasi anda justru sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Apalagi anda juga mengakui bahwa Petros dan Petra adalah mempunyai arti yang sama. Saya tidak tahu apakah ini memang argumentasi yang anda maksudkan. Namun, saya hanya dapat menilai dari apa yang anda tuliskan. Kalau anda mau merevisi jawaban anda, maka anda dapat melakukannya. Dan terus terang, baru sekali ini saya mendengar adanya alasan yang dikemukakan pihak Kristen non-Katolik yang berargumentasi bahwa “Engkau adalah Petrus” bukan ditujukan pada Petrus namun kepada batu karang. Petrus adalah memang batu karang di mana di atasnya, Yesus mendirikan Gereja-Nya. Dengan demikian, berdasarkan argumentasi anda maka, yang saya ingin buktikan adalah Yesus berbicara kepada Petrus dan bukan kepada batu karang, sehingga terlihat batu karang ini merujuk kepada Petrus. Dalam hal ini, pertanyaan pokoknya adalah siapakah “engkau” dalam kalimat “Engkau adalah Petrus”? Mari kita melihatnya bersama-sama.

          Setelah Petrus menjawab dengan benar, bahwa Yesus adalah Sang Mesias, Anak Allah yang hidup (ay. 16), maka di ayat 17, Yesus berkata kepada Petrus, yang dituliskan “ 17 Kata Yesus kepadanya [Petrus]: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. “. Kemudian di ayat 18, dikatakan “Dan Aku [Yesus] pun berkata kepadamu[Petrus] ” Dalam hal ini, tidak ada yang dapat menyangkal bahwa kepadamu adalah ditujukan kepada Petrus. Jadi, Yesus tidak berbicara kepada batu karang, namun berbicara kepada seseorang. Kemudian dilanjutkan dalam kalimat langsung dari Yesus kepada Petrus “Engkau adalah Petrus…” Kalau mengikuti penjelasan anda, maka ini malah melemahkan argumentasi anda karena kalimat “Engkau adalah Petrus (Petros)” dapat diganti menjadi “Engkau adalah pondasi spiritual yang sekuat batu karang (Petros)”. Kalau diterapkan pada perkataan anda sendiri ““…dia (Petrus) adalah rock (petros) = fondasi spiritual yg sekuat batu karang, dan diatas fondasi yg kuat ini (petra)……” “, maka “Engkau” adalah Petrus sendiri seperti yang anda katakan “…dia (Petrus)“. Jadi, apakah benar bahwa anda mengatakan bahwa Engkau di sini adalah Petrus dalam kalimat “Engkau adalah Petrus”? Jadi menurut anda apakah Petrus menjadi pondasi spiritual yang sekuat batu karang? Kalau demikian, pengertian anda sudah hampir sama dengan apa yang dipercayai oleh Gereja Katolik.

          b. Anda mengatakan “(petros atau petra adalah “grammar” bahasa Yunani – seperti pemakaian kata sifat dan kata benda yg berbeda tapi sama maknanya).” Petros dan Petra adalah kata benda, di mana Petros mengacu kepada kata benda maskulin dan Petra adalah kata benda, yang merupakan bentuk feminime dari Petros, dan memang keduanya mempunyai arti yang sama. Dengan pernyataan anda sendiri – yang menyatakan bahwa petros dan petra adalah mempunyai makna yang sama, maka apakah anda setuju bahwa ayat tersebut dapat dituliskan “Engkau [Petrus] adalah pondasi spiritual yang sekuat batu karang (Petros) dan di atas pondasi spiritual yang sekuat batu karang (Petra) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.“? Kalau anda setuju, maka kita tidak mempunyai perbedaan pendapat, karena inilah yang dipercayai oleh Gereja Katolik. Dengan demikian anda telah menyetujui bahwa di atas Petruslah, yang menjadi batu karang, Gereja Kristus telah didirikan.

          Hal ini juga diperkuat dari sisi tata bahasa Yunani. Seperti anda katakan “Engkau” di sini merujuk kepada Petrus. Kita perlu melihat bahwa kalimat tersebut terdiri dari dua bagian kalimat yang dihubungkan oleh kata “dan”. Matius memilih kata “kai” untuk menghubungkan kedua bagian kalimat itu, di mana kata “kai” itu mengacu kepada “pronoun”/ subyek yang sama yang sudah disebut sebelumnya. Selanjutnya, digunakan kata ‘taute‘ yang kalau dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai “this very“, atau dalam bahasa Indonesianya adalah “dan inilah”. Maka sesungguhnya, yang ingin dikatakan oleh Yesus adalah, “Kamu adalah Petros (batu karang), dan di atas petra (batu karang) inilah, Aku akan mendirikan Gereja-Ku.”

          Jika maksud Yesus adalah untuk membedakan keduanya, Matius seharusnya menggunakan kata “alla“ yaitu “tetapi” sehingga tidak mengacu kepada subyek yang sedang dibicarakan sebelumnya, atau dapat diartikan sebagai batu yang lain. Tetapi kita mengetahui tidak demikian halnya.

          c. Anda mengatakan “Jadi Yesus tidak mengarah kepada “NAMA/sebutan” belaka (seperti Michelle atau Michael yg anda contohkan), tetapi lebih mengarah kepada “FONDASI GEREJANYA YG SEKOKOH BATU KARANG” Kesimpulannya, fondasi Gereja (IMAN) yg kuat ini (iman yg kuat = pengakuan bahwa “Yesus adalah Messiah/Son of Man/Penyelamat/Saviour”) akan membuat alam maut/kematian tidak bisa menguasai kita. Dan kepada GerejaNya yg sekokoh batu karang ini diberikan kunci kerajaan surga (bukan kepada manusia bernama Petrus).

          Silakan melihat analisa pada point 1a dan 1b di atas, dimana terlihat jelas bahwa Yesus berbicara kepada Petrus dan bukan berbicara kepada batu karang. Kalau Yesus tidak mengarah kepada nama/sebutan, maka Yesus berbicara kepada siapa? Michael dan Michelle hanyalah sebagai contoh saja untuk menjelaskan Petros (maskulin) dan Petra (feminim).

          Kalau kesimpulan yang anda berikan bahwa “Dan kepada GerejaNya yg sekokoh batu karang ini diberikan kunci kerajaan surga (bukan kepada manusia bernama Petrus).“, maka kalimat di ayat 19 tidaklah logis, apalagi kalau dihubungkan dengan ayat 18.

          Mt 16:18 Dan Akupun berkata kepadamu [Petrus]: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
          Mt 16:19 Kepadamu [Petrus] akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

          Bagaimana anda menjelaskan kata “mu” adalah gereja dan bukan Petrus? Dan bagaimana anda menjelaskan tentang mengikat dan melepaskan dalam prakteknya? Apakah maksud mengikat dan melepaskan? Bagaimana gereja-gereja yang mempunyai doktrin yang berlainan dapat menerapkan mengikat dan melepaskan? Siapakah yang berhak mengikat dan melepaskan dalam gereja-gereja tersebut?

          d. Anda mengatakan “Jadi jika anda mengartikan bahwa Petrus (sbg manusia/sebutan nama) ditunjuk Yesus untuk mendirikan Gereja adalah tidak benar. Yesus selalu memberikan perumpamaan/makna lateral dalam sabda2Nya, dan dalam konteks ini dia memakai “batu karang/Petro/Petra” sebagai lambang (memiliki makna lateral) – dan sama sekali bukan berarti nama panggilan.” Justru di atas, dengan argumentasi anda sendiri, anda telah menyetujui bahwa Gereja Tuhan didirikan di atas batu karang, dan batu karang ini adalah Petrus. Kalau anda mengatakan “dan dalam konteks ini dia memakai “batu karang/Petro/Petra” sebagai lambang (memiliki makna lateral) “, pertanyaannya adalah: kepada siapakah batu karang ini ditujukan? Bukankah Yesus sedang berbicara kepada Petrus, seperti yang telah dibuktikan di atas? Sebagai catatan: mungkin maksud anda bukan makna lateral, namun spiritual (yang terdiri dari alegoris, anagogis, moral – silakan baca ini – silakan klik). Saya belum pernah mendengar istilah makna lateral, yang ada adalah literal (harafiah). Kalau anda mengatakan bahwa Yesus berbicara kepada Petrus, dan kemudian Petros dan Petra mengacu kepada batu karang yang sama, maka inilah yang dipercayai oleh Gereja Katolik, karena batu karang ini mengacu kepada Petrus. Apakah ini adalah interpretasi anda?

          e. Banyak ahli Kitab Suci Protestan mengakui bahwa Petruslah “batu karang” yang dimaksud dalam pernyataan Yesus ini. Silakan klik di sini untuk membaca pengajaran mereka, antara lain Oscar Cullmann (Lutheran), Eduard Schweizer, Francis W. Beare dan Thomas G. Long (Reformed), D.A Carson, Herman Ridderbos, Caig Blomberg, Craig Keener (Evangelis Protestan), R. T France (Anglikan). Cullmann menuliskan, “Tapi apa yang dimaksudkan oleh Yesus ketika mengatakan: “Di atas Batu Karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku?” Ide para Reformer bahwa Ia [Yesus] mengacu kepada iman Petrus adalah sangat tidak terbayangkan (inconceivable)…. Sebab tidak ada referensi yang mengacu kepada iman Petrus. Yang ada, paralel/ perbandingan antara “Kamu adalah Batu Karang” dan “di atas Batu Karang ini Aku akan membangun” menunjukkan bahwa Batu Karang yang kedua adalah sama dengan Batu Karang yang pertama. Oleh karena itu, jelaslah bahwa Yesus mengacu kepada Petrus, yang kepadanya Ia telah memberi nama Batu Karang. Ia telah menunjuk Petrus… Dalam hal ini exegesis Gereja Katolik benar, dan semua usaha gereja Protestan untuk menghapuskan interpretasi ini harus ditolak. (lihat Oscar Cullmann, dalam artikel “Rock̶1; (petros, petra) trans. and ed. by Geoffrey W. Bromiley, Theological Dictionary of the New Testament (Eerdmans Publishing, 1968), volume 6, p. 108).

          Kalau anda tetap bersikeras dengan pendapat anda, maka bagaimana anda menjelaskan keterangan dari ahli-ahli dari Protestan tersebut?

          II. DASAR TRADISI SUCI

          a. Bukti-bukti dari jemaat perdana, yaitu kesaksian dari Bapa Gereja yang mempunyai hubungan langsung atau tidak langsung dengan para rasul memberikan gambaran tentang kepausan yang lebih akurat dibandingkan dengan analisa kita. Kalau memang kepausan hanya dibuat oleh manusia semata, bagaimana anda memberikan argumentasi akan kenyataan bahwa kepausan telah dikenal pada masa awal? Bagaimana anda menyanggah bahwa rasul Petrus adalah Paus I. Bukti-bukti ini telah dituliskan di tulisan kepausan, bagian 2 – silakan klik.

          1. St. Klemens dari Roma, dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus (96):
          2. St. Ignatius dari Antiokhia (35-107), Uskup Antiokhia, yang adalah murid Rasul Yohanes, dan kemungkinan juga adalah murid rasul Petrus.
          3. St. Papias (60-130) murid Rasul Yohanes yang menjadi Uskup Hieropolis, dan St. Klemens dalam bukunya Hypotyposes, seperti dikutip oleh Eusebius (325).
          4. Phlegon (117-138 masa Kaisar Hadrian) seperti dikutip oleh Origen.
          5. St. Dionisius (166-174) Uskup Korintus, menulis kepada Paus Soter di Roma, seperti yang dikutip oleh Eusebius:
          6. Gaius (Caius, 198-217) seorang Imam Roma:
          7. St. Irenaeus (130-200), murid Polikarpus yang adalah murid Rasul Yohanes, Uskup Gaul:
          8. Tertullian (160-225).[11].
          9. Origen dari Alexandria (185-254)
          10. Eusebius, (260- 340) Uskup Caesarea dan Bapa Sejarah Gereja.
          11. Petrus dari Alexandria (d. 311)
          12. Lactantius dari Afrika (240-320)
          13. St. Cyril dari Yerusalem (315- 386)
          14. Paus St. Damasus I ( 304- 384)
          15. Doktrin Addai (Dokumen gereja Siria 400).16. Liber Pontificalis (abad 4, disusun sekitar abad 6,7) memuat kisah Kepausan.
          17. Catalogus Liberianus (ditulis 354)
          18. Optatus dari Milevis (370)
          19. St. Agustinus dari Hippo (400)
          20. St. Jerome (342- 420) yang disebut sebagai Doctor of the Church, dan ahli Kitab Suci yang terbaik di masa Gereja awal.

          b. Dapatkah anda memberikan bukti dari jemaat awal, sampai tahun sekitar 400 yang mengatakan tidak adanya supremasi dari Paus atau Uskup Roma?

          III. KEUTAMAAN PETRUS

          1. Anda mengatakan “2. Hubungan antara pernyataan Yesus untuk mendirikan GerejaNya diatas “petra” atau landasan sekokoh batu karang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pernyataan gereja Katolik bahwa Petrus adalah Paus pertama yg ditunjuk Tuhan atau Petrus adalah pendiri gereja.

          Dari analisa di atas, bukankah anda sendiri menyetujui bahwa Kristus mendirikan Gereja di atas batu karang, di mana batu karang ini adalah Petrus sendiri? Dan nama batu karang (=Petros = Kepha) ini juga diberikan oleh Yesus sendiri, dengan berkata “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).” (Yoh 1:42)? Kalau Gereja Katolik didirikan di atas Petrus, maka menjadi masuk akal bahwa Petruslah yang dipilih oleh Tuhan untuk menggembalakan umat Allah (lih. Yoh 21:15-17).

          Keutamaan Petrus di dalam Alkitab terlihat jelas, seperti yang dipaparkan di bawah ini:

          a. Yesus memilih kedua belas rasul, yang dimulai dengan Simon Petrus. Banyak ayat dalam Kitab Suci yang selalu menyebutkan Petrus sebagai yang pertama dari semua rasul yang lain, dan Yudas di urutan terakhir (lih. Mat 10:1-4; Mrk 3:16-19; Luk 6:14-16; Acts 1:13). Kadang-kadang para rasul disebut sebagai Petrus dan teman-temannya (Luk 9:32). Petrus sering berbicara atas nama semua rasul (Mt 18:21; Mrk 8:29; Luk 12:41; Jn 6:69). Nama Petrus ditulis di dalam Alkitab sebanyak 191 kali (162 kali sebagai Petrus atau Simon Petrus, 23 kali sebagai Simon, dan 6 kali sebagai Kephas). Sebagai perbandingan, Yohanes hanya disebut sebanyak 48 kali. Archbishop Fulton Sheen pernah menghitung bahwa semua nama rasul digabungkan hanya disebut 130 kali. Semua hal ini menunjukkan keutamaan Rasul Petrus jika dibandingkan dengan rasul-rasul yang lain.[1]

          b. Rasul Petrus memegang peran sebagai yang “pertama” di banyak kesempatan. Di awal pemberitaan-Nya, Yesus memilih untuk mengajar orang banyak dari perahu Simon (Luk 5:3). Rasul Petruslah yang berinisiatif untuk berjalan di atas air (Mat 14: 28-31). Rasul Petruslah yang dipilih oleh Tuhan Yesus untuk mengambil koin dari mulut ikan untuk membayar pajak bagiNya dan bagi Petrus sendiri (Mat 17: 24-27). Petruslah yang menerima wahyu dari Allah Bapa sehingga dapat mengenali identitas Yesus sebagai Putera Allah (Mat 16:16)

          c. Yesus mengubah nama Petrus, yang semula bernama Simon, menjadi Kepha/ Petrus yang artinya, “Batu Karang” untuk menunjukkan penugasan yang baru yang diberikan oleh Kristus kepadanya (Mat 16:13- 20)

          2. Anda melanjutkan dengan mengatakan “Ketika Yesus datang kedunia, Yesus tidak mendirikan gereja katolik – yg didirikan oleh Yesus adalah Gereja di daerah Israel (bukan di Roma).

          a. Memang Yesus mendirikan Gereja di atas batu karang – dimana batu karang ini adalah Petrus – dan pengangkatan ini memang terjadi di Israel. Namun, dari sejarah kita juga dapat melihat bahwa Petrus datang ke Roma dan menjadi uskup Roma (Paus) pertama.

          b. Anda mengatakan “Bahkan di ayat diatas Yesus menyebut “Zion”, bukan Roma atau Vatican. Adalah rasul Paulus yg pertama2 membawa ajaran Kristiani ke Roma (baca Acts 22:25-29) dan bukannya rasul Petrus. Rasul Petrus datang belakangan setelah rasul Paulus. Gereja Katolik sendiri baru didirikan sekitar 300 thn setelah Yesus wafat.” Di ayat manakah Yesus menyebut “Zion”? Mari kita melihat bukti-bukti di bawah ini:

          Bukti Alkitab:

          “Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang…. Dengan perantaraan Silwanus, yang kuanggap sebagai seorang saudara yang dapat dipercayai, aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu,… Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku. (1 Pet 1:1, 5:12-13)

          Babilon di sini merupakan istilah/ sebutan bagi kota Roma. Sebab Roma telah menganiaya Gereja, sebagaimana Babilon telah menganiaya umat Allah di jaman PL (2 Raj 24). Umat Yahudi saat itu menyebut kota Roma sebagai Babilon[3], karena melihat kesamaan ciri- ciri antara Babilon [kota dunia yang tak bermoral, sombong, tak ber-Tuhan] yang disebut oleh para nabi (Yes 13; 43:14; Yer 50:29; 51:1-58) dengan kota Roma pada saat itu.

          Menjelang kematiannya, Rasul Petrus menulis demikian, “Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” (2 Pet 1: 14)

          Bukti Tradisi Suci:

          1. St. Klemens dari Roma, dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus (96):[4]

          “…. Perhatikanlah teladan yang luhur dari generasi kita sendiri… Pilar yang terbaik [yaitu Gereja Roma] telah dianiaya…. Mari memusatkan mata hati kita kepada Rasul-rasul yang baik itu: Petrus, yang menderita… tidak hanya mengalami satu atau dua kali tetapi banyak kesulitan, dan karenanya pergi ke tempat kemuliaan yang sesuai…. Paulus menunjukkan jalan kepada penghargaan atas ketahanan [iman]… telah beralih dari dunia ini ke tempat yang suci… Terhadap kedua orang ini yang telah hidup dalam kekudusan harus ditambahkan banyak sekali orang yang menderita penganiayaan… yang menjadi contoh yang bersinar di tengah-tengah kita.”

          Kesaksian St. Klemens ini penting, karena St. Klemens adalah Paus yang ketiga setelah Rasul Petrus. Urutan Paus: Petrus (sampai 67), Linus (67-79, lih. 2 Tim 4:21), Anacletus (79-85) dan Klemens (85-96).[5]

          2. St. Ignatius dari Antiokhia (35-107), Uskup Antiokhia, yang adalah murid Rasul Yohanes, dan kemungkinan juga adalah murid rasul Petrus, karena Petruspun pernah tinggal di Antiokhia. Sebelum wafatnya sebagai martir di Roma, ia menulis 7 surat yaitu kepada gereja- gereja di Ephesus, Magnesia, Tralles, Philadelphia, Smyrna, kepada Polycarpus, dan juga gereja Roma. Topik suratnya antara lain mengenai kelahiran Yesus, hirarki, Ekaristi, Kehadiran Yesus yang nyata dalam Ekaristi. St Ignatius adalah Bapa Gereja pertama yang menggunakan istilah “katolik” untuk menjelaskan Gereja universal untuk membedakannya dari gereja heretik yang bersifat lokal. Kepada semua gereja itu, ia memerintahkan kesatuan dan harmoni, kecuali kepada gereja di Roma, karena ia mengetahui bahwa gereja Roma telah mempunyai otoritas dari para Rasul:

          “Ignatius, yang juga disebut Theoforus, kepada Gereja yang telah menerima belas kasihan di dalam Kemuliaan yang transenden… yang juga memimpin di tempat utama di daerah kekuasaan Roma… Tidak seperti Petrus dan Paulus, saya tidak mengeluarkan perintah kepadamu….”

          3. St. Papias (60-130) murid Rasul Yohanes yang menjadi Uskup Hieropolis, dan St. Klemens dalam bukunya Hypotyposes, seperti dikutip oleh Eusebius (325), menyetujui bahwa Markus disebut dalam suart Rasul Petrus yang pertama, yang ditulis di Roma, yang disebut sebagai Babilon.[6]

          4. Phlegon (117-138 masa Kaisar Hadrian) seperti dikutip oleh Origen.

          “Phlegon, (Kaisar Hadrian diperkirakan menulis dengan nama budak yang dikasihinya ini) dikatakan oleh Origen sebagai “salah sangka/ mencampur adukkan” antara Yesus dengan Petrus di dalam tulisannya. Ini adalah sangat penting karena itu membuktikan bahwa Petrus pada saat itu telah dikenal luas di Roma, sampai kaisarpun menyangka bahwa Petrus adalah yang mendirikan iman Kristiani.[7].

          5. St. Dionisius (166-174) Uskup Korintus, menulis kepada Paus Soter di Roma, seperti yang dikutip oleh Eusebius:

          “Bahwa keduanya baik Petrus dan Paulus sama-sama wafat sebagai martir … ditegaskan kembali oleh Uskup Dionisius, kepada suratnya kepada gereja Roma, “Kamu juga telah, dengan teguranmu, menghasilkan tanaman yang telah ditaburkan oleh Petrus dan Paulus di Roma dan Korintus, sebab mereka berdua telah menanam di Korintus dan mengajar kami, dan keduanya juga mengajar di Italia, dan wafat sebagai martir pada saat yang sama.”[8]

          6. Gaius (Caius, 198-217) seorang Imam Roma:

          “…Ia (Nero) membantai para rasul. Oleh karena itu, tertulis bahwa Paulus dipenggal kepalanya di Roma dan demikian juga Petrus disalibkan di bawah kepemimpinan Nero. Tentang Petrus dan Paulus ini sesuai dengan fakta bahwa nama mereka tetap ada di kuburan sampai saat ini. Ini juga dikonfirmasikan oleh Caius, anggota gereja Roma, di bawah kepemimpinan Zephyrinus, Uskup Roma (198-217)…..Saya dapat menunjukkan kubur para rasul itu, sebab jika kamu ke Vatikan atau ke jalan Ostian, kamu akan menemukan kubur mereka yang meletakkan dasar Gereja ini.”[9]

          Dari tulisan ini kita ketahui bahwa lokasi kuburan dua rasul tersebut telah dihormati dan dikenal cukup luas di Roma. Ia tidak mungkin mengatakan hal ini dengan begitu yakin jika fakta yang sesungguhnya tidak demikian.

          7. St. Irenaeus (130-200), murid Polikarpus yang adalah murid Rasul Yohanes, Uskup Gaul:

          “….Tradisi diperoleh dari para rasul, dari Gereja yang sangat besar, sangat ancient, sangat luas dikenal, yang didirikan dan diatur di Roma oleh kedua rasul yang sangat mulia, Petrus dan Paulus …. Para rasul ini, setelah mendirikan dan membangun Gereja, mempercayakannya ke tangan Linus jabatan episkopat….”[10]

          8. Tertullian (160-225).[11].

          “Bergabunglah dengan Gereja- gereja para rasul, di mana kursi (cathedrae) Rasul masih ada; di mana tulisan-tulisan mereka yang otentik dibacakan…. Jika kamu ada di dekat Italia, kamu mempunyai Roma, yang dari mana otoritas kami berasal. Betapa bahagianya Gereja itu, yang kepadanya para Rasul menumpahkan darah mereka, Petrus menjalani kisah sengsara seperti Tuhan kita [disalibkan] dan Paulus dimahkotai dengan mati dipenggal seperti Yohanes Pembaptis.”[12].

          “Di Roma Nero adalah yang pertama untuk menodai iman yang berkembang dengan darah. Petrus diikat oleh orang lain (Yoh 21:18), ketika ia dipaku di kayu salib. Paulus memperoleh kelahiran yang sesuai dengan kewarganegaraan Roma, ketika di kota itu ia dilahirkan kembali dengan kemartiran yang luhur.”[13]

          9. Origen dari Alexandria (185-254)

          “Sementara itu para rasul yang kudus dan para murid Penyelamat kita tersebar ke seluruh dunia…. Parthia… ditentukan untuk Thomas, …Scythia untuk Andreas, Asia untuk Yohanes… Petrus…telah berkthotbah di Pontus, Galatia, Bitinia, Kapadosia, dan Asia kepada umat Yahudi yang tercerai berai. Dan akhirnya, setelah datang ke Roma, ia [Petrus] disalibkan terbalik, sebab ia memohon untuk disalibkan dengan cara demikian…. Paulus,[juga] menjadi martir di Roma, di bawah kekuasaan Nero. Fakta- fakta ini dikumpulkan oleh Origen…”[14].

          10. Eusebius, (260- 340) Uskup Caesarea dan Bapa Sejarah Gereja.

          “Tahun kedua dari duaratus lima olympiad: Rasul Petrus, setelah mendirikan Gereja di Antiokhia, dikirim ke Roma, di mana ia tinggal sebagai uskup di kota tersebut, berkhotbah selama dua puluh lima tahun… Tahun ketiga dari duaratus lima olympiad: Markus Penginjil, interpreter Rasul Petrus mengabarkan Kristus ke Mesir dan Alexandria…. Tahun keempat dari duaratus sebelas olympiad: Nero adalah yang pertama… mengadakan penganiayaan umat Kristen, yang karenanya Petrus dan Paulus wafat dengan mulia di Roma.”[15]

          “Di jaman Claudius [Kaisar Roma, 41-54 AD], penyelenggaraan alam semesta…. membawa kepada Roma seorang rasul yang terkuat dan terbesar, yang dipilih untuk menjadi juru bicara dari rasul-rasul yang lain, yaitu Rasul Petrus… ”[16]

          “Para pendengar Petrus di Roma yang yakin akan terang agama yang sejati, tidak puas dengan mendengarkan ajaran lisan tentang pesan ilahi, mereka memohon dengan secala cara untuk mempengaruhi Markus (yang Injilnya kita punyai sekarang), kerena ia adalah murid Petrus, untuk meninggalkan kepada mereka ringkasan tertulis tentang perintah-perintah yang telah mereka terima secara lisan,……dan oleh karena itu [ia] bertanggungjawab menuliskan apa yang kita kenal sebagai Injil Markus….. Klemens mengutip kisah ini dalam Outline buku VI, dan dikonfirmasi oleh Uskup Papias dari Hierapolis…, bahwa Markus disebut oleh Petrus di suratnya yang pertama, yang dikatakannya ditulis di Roma itu sendiri, seperti yang diindikasikan olehnya ketika ia menyebutkan kota itu secara figuratif sebagai Babilon.”[17]

          11. Petrus dari Alexandria (d. 311)

          Petrus, Rasul yang dipilih pertama dari antara para rasul, setelah sering ditangkap dan dibuang di penjara, dan diperlakukan denga kejam, akhirnya disalibkan di Roma. Dan Paulus…, yang tahan dalam menghadapi berbagai kejahatan,…diserahkan kepada pedang dan dipenggal di kota yang sama.”[18]

          12. Lactantius dari Afrika (240-320)

          “Ketika Nero memerintah, Petrus datang ke Roma, melakukan banyak mukjizat yang dikerjakan oleh kuasa Tuhan yang diberikan kepadanya, mempertobatkan banyak orang kepada kebenaran dan mendirikan bait Allah yang kokoh dan teguh. Ketika hal ini dilaporkan kepada Nero, ia melihat bahwa tak hanya di Roma, tetapi dimana-mana sejumlah besar orang telah mencampakkan penyembahan berhala, dan… memeluk agama yang baru tersebut…. Ia [Nero] menugaskan untuk menghancurkan bait Allah dan kebenarannya. Ialah yang pertama-tama menganiaya para pelayan Tuhan. Petrus disalibkannya, dan Paulus dipancungnya.”[19].

          13. St. Cyril dari Yerusalem (315- 386)

          “[Simon Magus], setelah diusir oleh para rasul, datang ke Roma …. Ia menipu kota Roma sehingga Claudius mendirikan patungnya yang bertuliskan, “Simoni Deo Sancto” (kepada Simon Tuhan yang kudus). Ketika penipuan meluas, Petrus dan Paulus, pasangan yang luhur, pemimpin Gereja, tiba [di Roma] dan meluruskan kesalahan …. Sebab Petrus ada di sana, yang membawa kunci-kunci Kerajaan Surga.”[20]

          14. Paus St. Damasus I ( 304- 384)

          “Rasul Paulus yang terberkati… dimahkotai dengan kematian yang agung bersama dengan Petrus di kota Roma pada jaman Kaisar Nero… keduanya sama-sama mengkonsekrasikan Gereja Roma kepada Kristus Tuhan; dan dengan kehadiran mereka dan dengan kemenangan yang mereka capai di barisan terdepan mengatasi semua yang lain di semua kota di dunia. Oleh karena itu, keuskupan/ tahta suci yang utama adalah yang dipimpin Rasul Petrus di Gereja Roma, yang tidak mempunyai noda, atau cacat atau apapun yang sejenisnya.”[21]

          15. Doktrin Addai (Dokumen gereja Siria 400).

          “[.... Aggai yang mentahbiskan imam-imam di Siria, dibunuh sebagai martir pada saat mengajar di gereja oleh anak Abgar. Penerusnya, Palut, diharuskan ke Antiokhia untuk menerima konsekrasi episkopal, yang diterimanya dari Uskup Serapion, Uskup Antiokhia] yang juga menerima penumpangan tangan dari Zephyrinus, Uskup dari kota Roma dari penerusan penumpangan tangan dari imamat Simon Petrus (Kepha), yang diterimanya dari Tuhan kita, ia [Petrus] yang menjadi Uskup di Roma selama 25 tahun pada masa Kaisar Nero yang bertahta di sana selama 13 tahun lamanya.”[22]

          Di sini terlihat bahwa sejak awal Gereja Siria mempunyai garis apostolik, dan pemimpinnya tidak saja menerima penumpangan tangan dari keuskupan Antiokhia, tetapi juga Roma.

          16. Liber Pontificalis (abad 4, disusun sekitar abad 6,7) memuat kisah Kepausan

          “Pada saat yang sama Kaisar Konstantin Agustus membangun, atas permohonan Uskup Silvester, sebuah basilika bagi Rasul Petrus yang terberkati…dibaringkan di sana jenazah Petrus… Peti mati ditutup di semua sisinya dengan tembaga…. Dan di atasnya ia membangun tiang-tiang porphyry… Ia membuat atap kubah di basilika, yang dilapis emas, dan di atas jenazah Petrus yang terberkati, di atas tembaga yang menutupinya, ia memasang sebuah salib dari emas murni, dengan berat 50 lbs…”

          Adalah sangat tidak mungkin untuk meragukan bahwa pada abad ke- 4 Kaisar Konstantin memang telah membangun basilika bagi Rasul Petrus. Sebab pada saat abad 15-16, ketika basilika ini dirubuhkan untuk dibangun kembali menjadi basilika yang kita kenal sekarang, terlihat bahwa batu- batu bata yang digunakan memiliki cap Kaisar Konstantin abad ke-4. Pada tahun 1594, saat sedang menggali untuk pondasi untuk altar, para penggali menemukan lubang yang dalam, dan ketika disinari, terlihatlah sebuah salib emas [seperti deskripsi di atas] yang terletak di dasar lantai yang gelap. Paus Klemens VIII, yang dipanggil untuk menyaksikannya, memerintahkan agar lubang ditutup kembali …. Penemuan itu menunjukkan bahwa basilika tersebut memang telah dibangun di abad ke-4, untuk menghormati tempat Petrus dibunuh sebagai martir.[23].

          17. Catalogus Liberianus (ditulis 354)

          “….setelah kenaikan-Nya Petrus yang terberkati mendirikan episkopat…. Petrus, 25 tahun, 1 bulan, 9 hari, adalah Uskup dalam pemerintahan Kaisar Tiberius, dan Gaius, dan Tiberius Claudius dan Nero…. Ia [ Petrus] menderita bersama Paulus, 29 Juni, dalam pemerintahan Nero.”[24]

          18. Optatus dari Milevis (370)

          “Kita harus mengetahui siapa yang mendirikan tahta suci dan di mana. Kalau kamu tidak tahu, akuilah… Tetapi kamu tidak dapat memungkiri bahwa tahta suci keuskupan didirikan pertama kali di kota Roma oleh Petrus dan bahwa di sana duduklah Petrus, pemimpin dari semua rasul, yang mana ia disebut sebagai Kepha.”[25].

          19. St. Agustinus dari Hippo (400)

          “Jika urutan episkopal secara turun temurun adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan, adalah lebih lagi dalam hal kepastian, kebenaran dan keamanan, kita mengurutkannya dari Petrus sendiri, yang kepadanya, sebagai seorang yang mewakili seluruh Gereja, Tuhan Yesus berkata, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Petrus digantikan oleh Linus, Linus oleh Klemens, Klemens oleh Anacletus, Anacletus oleh Evaristus, Evaristus oleh Sixtus, Sixtus oleh Telesforus, Telesforus oleh Hyginus, Hyginus oleh Anicetus, Anicetus oleh Pius, Pius oleh Soter. Soter oleh, Alexander, Alexander oleh Victor, Victor oleh Zephyrinus oleh Callistus, Callistus oleh Urban, Urban oleh Pontianus, Pontianus oleh Anterus, Anterus oleh Fabian, Fabian oleh Cornelius, Cornelius oleh Lucius, Lucius oleh Stephen, Stephen oleh Sixtus, Sixtus oleh Dionisius, Dionisius oleh Felix, Felix oleh Eutychian, Eutychian oleh Caius, Caius oleh Marcellus, Marcellus oleh Eusebius, Eusebius oleh Melchiades, Melchiades oleh Sylvester oleh Markus, Markus oleh Julius, Julius oleh Liberius, Liberius oleh Damasus, Damasus oleh Siricius, Siricius oleh Anastasius. Dalam urutan ini tidak ada satupun uskup Donatist ditemukan.”[26]

          Fakta bahwa Rasul Petrus pernah ke Roma tidak pernah dipertanyakan oleh St. Agustinus. Ia malah menggunakan fakta ini untuk mendukung argumennya melawan bidaah Donatism. Suatu pertanyaan mengapa Luther dan Calvin yang sama- sama merupakan ‘murid’ St. Agustinus dan mempelajari tulisan-tulisannya, dapat mempunyai pandangan berbeda dengan St. Agustinus ini.

          20. St. Jerome (342- 420) yang disebut sebagai Doctor of the Church, dan ahli Kitab Suci yang terbaik di masa Gereja awal.

          Simon Petrus,… saudara Andreas Rasul, dan ia sendiri adalah pemimpin para rasul, setelah menjadi uskup di Antiokhia dan pemberitaan kepada kaum Yahudi yang tersebar… di Pontus, Galatia, Kapadosia, Asia dan Bitinia, di tahun kedua pemerintahan Kaisar Claudius, pergi ke Roma untuk mengusir Simon Magus, dan mendirikan di sana tahta suci selama dua puluh lima tahun sampai tahun terakhir Nero, yaitu ke-empat belas. Oleh Nero ia dipaku di kayu salib dan dimahkotai dengan kemartiran, kepalanya di bawah terarah pada tanah, sedangkan kakinya terangkat tinggi, sebab ia berkeras bahwa ia tidak layak untuk disalibkan dengan cara yang sama dengan Tuhan-nya….Ia dikuburkan di Roma di Vatikan, dekat Via Triumphalis, dan dirayakan dengan penghormatan seluruh dunia.”[27]

          Tidak ada seorangpun saat itu yang menantang/ menolak pernyataan historis St. Jerome. St. Jerome adalah seorang terpelajar yang sempurna (par excellence) yang belajar di Roma dan menjelajahi dunia Kristen. Ia mempunyai akses kepada dokumen-dokumen sejarah dan keterangan yang sekarang sudah punah. Maka masa 25 tahun masa kepemimpinan Petrus di Roma tidaklah dipermasalahkan oleh para ahli sejarah, yang dipersoalkan hanya kapan tepatnya masa tersebut dimulai, dan berkaitan dengan kejadian apa.[28] Nampaknya Rasul Petrus berada di Roma secara sporadis antara tahun 42 sampai 62; ia memimpin Gereja bahkan saat ia aktif melakukan perjalanan untuk menyebarkan Injil, dan melakukan tugasnya sebagai pengurus rumah tangga dari Kerajaan Allah.

          Bukti dari beberapa ahli, termasuk dari Protestan

          1. Bukti sejarah menunjukkan bahwa pada abad- abad awal Gereja awal menggunakan kata figuratif Babilon untuk menggambarkan kota Roma. Pengertian ini tidak pernah dipertanyakan sampai pada sekitar masa Reformasi.
          Allan Stibbs seorang komentator Protestan, mengatakan, “Hanya pada dan sejak Reformasi, beberapa orang mulai condong untuk menganggap kata [Babilon di 1 Pet 5:13] secara literal mengacu kepada Babilon di Mesopotamia atau stasi militer yang bernama Babilon di Mesir.”[1]

          2. Oscar Cullman, juga seorang Teolog Lutheran, mengatakan, “Pertanyaan [bahwa Rasul Petrus pernah tinggal di Roma] pertama kali diajukan di jaman abad pertengahan, [yaitu] kaum Waldensian yang memegang bahwa Alkitab hanya satu- satunya pegangan ….”[2]. Bagi kaum Waldensian (dipimpin oleh Peter Valdes dari Lyon, 1205-1218) dan mereka yang sepaham dengan mereka pada jaman Reformasi sekitar tiga abad setelahnya (1519- 1520), alasannya adalah: karena Kitab Suci tidak secara eksplisit mengatakan demikian.

          3. Martin Luther (1483- 1546) menyimpulkan bahwa Babilon dalam (1 Pet 5: 13) mengacu kepada Roma. Namun ia selanjutnya mengatakan, “Tetapi saya ingin memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk menginterpretasikan ayat ini sesuai dengan apa yang dipilihnya, sebab ini tidak penting.”[3]

          4. Encyclopedia Britannica memberi komentar terhadap ekskavasi/ penggalian di Roma, yang mengkonfirmasi keyakinan jemaat Kristen awal bahwa Rasul Petrus dibunuh sebagai martir di Roma dan dikuburkan di Roma di bawah basilika St. Petrus, yang dulunya adalah bukit Vatikan dekat dengan Nero’s Circus. John Evangelist Walsh, dalam bukunya The Bones of St. Peter, memberikan penjabaran lengkap tentang penggalian selama 30 tahun di bawah Vatikan dan penemuan serta otentifikasi dari tulang-tulang Rasul Petrus.[14]. Oscar Cullman, seorang Teolog Lutheran mengatakan, “Penggalian-penggalian tersebut menyatakan bukti yang mendukung laporan bahwa tempat pelaksanaan hukuman mati Rasul Petrus adalah di daerah Vatikan.” (Oscar Cullman, Peter: Disciple, Apostle, Martyr, trans. by Floyd V. Filson (Philadelphia: Westminster Press, 1953), 152))

          5. Akhirnya, seorang ahli Kitab Suci Protestan yang bernama F.F. Bruce menyimpulkan dengan mengutip perkataan Hans Lietzmann, demikian, “…. Semua sumber awal sekitar tahun 100 menjadi jelas dan mudah dimengerti, dan sesuai dengan konteks sejarah dan satu dengan lainnya, jika kita menerima apa yang mereka sampaikan dengan sederhana kepada kita, -yaitu bahwa Petrus datang ke Roma dan wafat sebagai martir di sana. Dugaan apapun yang lain tentang kematian Petrus [selain dari yang disebutkan di atas] menumpukkan banyak kesulitan di atas kesulitan dan tidak dapat didukung oleh satu dokumenpun.”[16]

          Dari begitu banyak bukti-bukti di atas, apakah anda masih meragukan bahwa Petrus datang ke Roma dan menjadi uskup Roma (Paus) pertama? Lihatlah daftar Paus yang diberikan oleh St. Agustinus dari Hippo “Petrus digantikan oleh Linus, Linus oleh Klemens, Klemens oleh Anacletus, Anacletus oleh Evaristus, Evaristus oleh Sixtus, Sixtus oleh Telesforus, Telesforus oleh Hyginus, Hyginus oleh Anicetus, Anicetus oleh Pius, Pius oleh Soter. Soter oleh, Alexander, Alexander oleh Victor, Victor oleh Zephyrinus oleh Callistus, Callistus oleh Urban, Urban oleh Pontianus, Pontianus oleh Anterus, Anterus oleh Fabian, Fabian oleh Cornelius, Cornelius oleh Lucius, Lucius oleh Stephen, Stephen oleh Sixtus, Sixtus oleh Dionisius, Dionisius oleh Felix, Felix oleh Eutychian, Eutychian oleh Caius, Caius oleh Marcellus, Marcellus oleh Eusebius, Eusebius oleh Melchiades, Melchiades oleh Sylvester oleh Markus, Markus oleh Julius, Julius oleh Liberius, Liberius oleh Damasus, Damasus oleh Siricius, Siricius oleh Anastasius. Dalam urutan ini tidak ada satupun uskup Donatist ditemukan.”[26]“

          3. Anda mengatakan “Didalam alkitab ditemukan kata “Kristen”. Jadi Gereja pertama yg didirikan Yesus didunia disebut sebagai Kristen (bukan Katolik!!!!!).

          Sesungguhnya kata ‘Katolik’ berasal dari bahasa Yunani, katholikos, yang artinya “keseluruhan/ universal- wholeness” atau “komplit/ lengkap- fullness“. Jadi dalam hal ini kata katholik mempunyai dua konotasi: bahwa Gereja yang didirikan Yesus ini bukan hanya milik suku tertentu atau kelompok eksklusif yang terbatas; melainkan mencakup ‘keseluruhan‘ keluarga Tuhan yang ada di ‘seluruh dunia‘, yang merangkul semua, dari setiap suku, bangsa, kaum dan bahasa (Why 7:9). Kata ‘katolik’ juga berarti bahwa Gereja tidak dapat memilih-milih doktrin yang tertentu asal cocok sesuai dengan selera/ pendapat kita, tetapi harus doktrin yang setia kepada ‘seluruh‘ kebenaran. Rasul Paulus mengatakan bahwa hakekatnya seorang rasul adalah untuk menjadi pengajar yang ‘katolik’ artinya yang “meneruskan firman-Nya (Allah) dengan sepenuhnya…. tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.” (Kol 1:25, 28)

          Kata Gereja Katolik yang ditulis dalam bahasa Yunani dalam Kitab Suci sebagai “Ekklesia Katha Holos” (asal mula kata katholikos) ada di Kis 9:31, yang bunyinya, “Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.” Di sini kata”Katha holos atau katholikos” dalam bahasa Indonesia adalah Jemaat/ umat Seluruh/ Universal atau Gereja Katolik, sehingga kalau ingin diterjemahkan secara konsisten, maka Kis 9:31, bunyinya adalah, “Selama beberapa waktu Gereja Katolik di Yudea, Galilea, dan Samaria berada dalam keadaan damai. Gereja itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.”

          Memang ada bukti lain disamping Kitab Suci, yaitu tulisan St. Ignatius dari Antiokia (murid St. Yohanes rasul) kepada jemaat di Smyrna 8 (106), yang dipakai untuk membedakan umat Kristen dari para heretik pada saat itu yang menolak bahwa Yesus adalah Allah yang sungguh-sungguh menjelma menjadi manusia, yaitu heresi/ bidaah Docetism dan Gnosticism. Dengan surat ini St. Ignatius mengajarkan tentang hirarki Gereja, imam, dan Ekaristi yang bertujuan untuk menunjukkan kesatuan Gereja dan kesetiaan Gereja kepada ajaran yang diajarkan oleh Kristus. Demikian penggalan kalimatnya,
          “…Di mana uskup berada, maka di sana pula umat berada, sama seperti di mana ada Yesus Kristus, maka di sana juga ada Gereja Katolik.
          Di sinilah baru Gereja Katolik memiliki arti yang kurang lebih sama dengan yang kita ketahui sekarang, bahwa Gereja Katolik adalah Gereja universal di bawah pimpinan para uskup yang mengajarkan doktrin yang lengkap, sesuai dengan yang diajarkan Kristus.

          Anda mengatakan “Salahkan kita org Kristen untuk mengikuti apa yg diajarkan Yesus di Alkitab? Apa pertanggungjawaban anda mengatakan bahwa gereja Katolik adalah gereja yg langsung didirikan oleh Yesus Kristus sendiri?

          Kalau anda mau benar-benar mengikuti pengajaran Alkitab, maka sesuai dengan analisa di atas (Mt 16:16-19), maka anda harus percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja di atas batu karang, di mana batu karang ini adalah Petrus sendiri, yang datang ke Roma, yang menjadi Paus pertama dan wafat di Roma. Dan bukti-bukti Alkitab dan tulisan para Bapa Gereja dan sejarah membuktikan bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang langsung didirikan oleh Yesus Kristus sendiri.

          IV.TENTANG PERPECAHAN GEREJA

          1. Anda mengatakan “4. Tentang pendapat anda bahwa gereja Kristen terpecah2. Jika anda membaca alkitab, apakah “early church” (sebelum dibentuknya Katolik) hanya ada satu? Di kitab Wahyu dikatakan ada 7 gereja: Ephesus, Smyrna, Pergamum, Thyatira, Sardis, Philadelphia, Laodicea. Dan kita tahu ada gereja2 Antioch, Etiopia dll. Semuanya ini berjalan sendiri2 diatas fondasi yg IMAN YG SAMA bahwa Yesus adalah Saviour/Penyelamat, tidak ada badan yg mengatur mereka. Tidakkah anda lihat bahwa sejarah terulang kembali? Saat ini banyak gereja kecil2 yg berlandaskan IMAN yg sama. Seperti kita ketahui gereja Katolik adalah organisasi yg mempunyai “LAW and ORDER” – sama seperti suatu negara. Karena itu ada keseragaman, barangsiapa mau mengubah tradisi gereja Katolik maka akanlah di”excomunicate”. Jadi keseragaman di gereja Katolik dikarenakan adanya “HUKUM MUTLAK” atau “ABSOLUTE LAW/POWER” semata.

          a. Kalau kita melihat di Alkitab, maka memang terdapat banyak gereja-gereja lokal. Namun, mereka semua terikat oleh dogma dan doktrin yang sama. Ketika ada perbedaan, yang mereka lakukan adalah berunding dalam konsili Yerusalem I, sehingga terjadi keputusan untuk tidak memasukkan sunat sebagai syarat bagi golongan non-Yahudi yang ingin menjadi Kristen. Tentang tujuh gereja, anda dapat melihat pembahasannya di sini – silakan klik. Dengan demikian, tidaklah benar kalau anda mengatakan bahwa tidak ada badan yang mengatur mereka. Yang mengatur jemaat perdana adalah para rasul di bawah kepemimpinan rasul Petrus. Dan inilah yang terus dilakukan oleh Gereja Katolik, yang mengatur Gereja di bawah kepemimpinan Paus dan uskup yang mengatur gereja-gereja lokal.

          b. Saya mengulangi pertanyaan saya yang belum anda jawab: Anda percaya akan Yesus dan tidak memerlukan Paus. Kalau ini benar, seharusnya dari jaman Martin Luther sampai sekarang gereja bersatu padu. Mengapa sekarang ada 28,000 denominasi yang semua mengatasnamakan Yesus dan Alkitab? Apakah yang menyebabkan perpecahan ini?

          Kalau argumentasi anda adalah gereja-gereja kecil mempunyai iman yang sama, maka pertanyaannya adalah mengapa mereka mempunyai dogma yang berbeda? Apanya antara gereja Lutheran dan gereja-gereja kecil yang sekarang mempunyai perbedaan? Apakah semua gereja terikat dalam satu kesatuan yang terlihat seperti yang terjadi dalam konsili Yerusalem 1? Kalau gereja-gereja kecil ini sama, maka mengapa terpecah-pecah sampai ada 28,000 denominasi? Kalau sama, tidak perlu membuat demoninasi baru, namun seharusnya membuat cabang gereja saja.

          V. KESIMPULAN

          Anda mengatakan “Semoga ini bisa dijadikan bahan pertimbangan anda sebelum menuduh saya tidak memahami alkitab. Saya melihat bahwa andalah yg pemahaman alkitabnya kurang.” Di sini, anda salah mengambil kesimpulan. Dalam jawaban saya sebelumnya saya mengatakan “Dalam hal ini, anda telah salah mengartikan apa yang dipercaya oleh Gereja Katolik.” Saya tidak menuduh bahwa anda tidak memahami Alkitab, namun dari tulisan anda, maka anda telah salah memahami ajaran Gereja Katolik, karena sebelumnya anda mengatakan bahwa Gereja Katolik mengajarkan bahwa “Gereja didirikan oleh Petrus”, padahal Gereja Katolik percaya bahwa Gereja didirikan oleh Kristus di atas Petrus. Dan saya sendiri, memang tidak mengaku bahwa saya ahli Alkitab. Namun, saya mencoba untuk terus belajar. Jadi, pengetahuan Alkitab saya memang terbatas. Dan semakin saya belajar, semakin saya tahu bahwa apa yang saya tahu tidaklah banyak. Mari, kita bersama-sama belajar dan minta Roh Kudus untuk memberikan rahmat pengertian dan kebijaksanaan kepada kita. Mohon untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya beri warna merah, sehingga diskusi dapat berjalan dengan baik.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

          • Shalom Pak Stef dan Bu Ingrid

            Dimana kita bisa melihat tulisan para bapa – bapa gereja itu? Apa ada web nya?

            Nico

            [dari katolisitas: silakan melihat link ini (dalam Bahasa Inggris) - silakan klik]

            • Thomas Vernando on

              Kak, mengenai tulisan St. Agustinus di atas, saya melihat ada perbedaan dengan yang Kak Stef tulis. St. Agustinus menulis St. Klemens adalah paus ke 2 (Petrus digantikan oleh Linus, Linus oleh Klemens), sedangkan Kak Stef tulis ke 3 (Urutan Paus: Petrus (sampai 67), Linus (67-79, lih. 2 Tim 4:21), Anacletus (79-85) dan Klemens (85-96)).
              oy, satu lagi. Apa Kak Stef sering juga mengcopy tulisan dari tulisan Kakak sendiri di Katolisitas (mungkin untuk mempermudah)? Karena saya pernah sesekali menemukan tulisan Kak Stef yang salah, dan sudah dibetulkan tetapi saya temukan pada tulisan lain masih sama.
              Terima kasih Kak..
              Tuhan memberkati

              • Shalom Thomas Vernando,
                Terima kasih atas kejelian anda. Di sini memang terdapat sedikit perbedaan, dan kelihatannya St. Agustinus yang membuat sedikit kesalahan dalam penulisan urutan tersebut: seharusnya Anacletus terlebih dahulu (79-85), baru kemudian Klemens (85-96); namun St. Agustinus menuliskan Klemens dahulu baru Anacletus. Walaupun demikian kesalahan tersebut tidaklah mempengaruhi pesan umum yang disampaikan oleh St. Agustinus, bahwa dari semua Paus, mulai dari St. Petrus sampai dengan Paus Anastasius pada jamannya, tidak ada satu orangpun uskup Donatist (suatu golongan yang mengajarkan ajaran sesat) yang termasuk di dalamnya. [Lihat Letters of St. Augustine 53, NPNF 1, 1;298.] Dengan demikian St. Agustinus mengatakan bahwa ajaran Donatism tersebut tidak berakar dari para rasul, dan karena itu, bukan ajaran yang otentik.

                Ya, memang kami berdua sering meng-copy dan paste tulisan kami sendiri di situs ini, untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan, terutama untuk topik yang sudah pernah dibahas. Jadi, jika anda menemukan tulisan kami yang tidak cocok ataupun keliru, silakan memberitahu kami, supaya kami dapat meng-koreksinya.

                Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                Ingrid dan Stef- katolisitas.org

          • Terima kasih banyak kepada Sdri Sherly yg kritis. Pertanyaan yang kritis dari sdri Sherly dan jawaban dari tim katolisitas yang sangat baik membuat saya merasa berterima kasih dan sekaligus merasa bangga sebagai anggota Gereja Katolik … saya belajar memahami banyak hal secara kritis pula dan tetap bangga sebagai seorang katolik. Namun saya akan lebih banyak belajar dari sdri Sherly kalau berkenan menjawab pertanyaan tim katolisitas yg dicetak merah. Saya merindukan satu Gereja Kristus sebagai TubuhNYA yang adalah SATU …terima kasih untuk Sherly dan tim katolisitas.

      • 3. jawaban yg sangat gampang.

        karena alkitab adalah SATU-SATUNYA FIRMAN TUHAN sehingga iblis sengaja mengacau gereja2 katolik dan kristen supaya menambah dan mengurangi firman Tuhan sehingga umat menjadi sesat.

        UJILAH!
        carilah gereja yg benar memegang teguh alkitab sebagai SATU-SATUNYA FIRMAN TUHAN dan menaati setiap detil firman Tuhan tanpa menambah2 dengan patung, bunda allah, ratu surga dsb…

        [dari katolisitas: Silakan membaca diskusi di atas dengan baik, dan kemudian anda dapat memberikan argumentasi yang mempunyai dasar yang kuat. Komentar anda akan ditanggapi sampai anda memberikan dasar argumentasi yang baik dan tidak merupakan pengulangan.]

    • Shalom Sherly,

      IX. SAKRAMEN PENGAMPUNAN DOSA

      1. Dasar Alkitab:

      Pada masa Perjanjian Lama, kalau seseorang melakukan kesalahan, maka dia harus membawa korban tebusan dan seorang imam harus mengadakan perdamaian bagi orang itu dengan Tuhan, sehingga pendosa tersebut dapat memperoleh pengampunan (Im 19:20-22). Musa menjadi perantara antara bangsa Israel yang telah berbuat dosa dengan Tuhan (Kel 32:20). Pertanyaannya, kenapa mereka tidak minta ampun saja kepada Tuhan, namun harus melalui imam dan juga nabi Musa? Bukankah mereka juga bisa minta ampun kepada Tuhan secara langsung? Hal ini disebabkan karena Tuhan seringkali memakai perantara, baik nabi maupun imam untuk menjembatani manusia dengan Tuhan. Yang penting adalah para perantara tersebut benar-benar membawa umat kepada Tuhan.

      Namun mungkin ada yang mengatakan bahwa konsep perantara hanya terjadi di Perjanjian Lama, sedang di Perjanjian Baru tidak ada perantara lagi, karena Yesus adalah perantara satu-satunya antara manusia dengan Tuhan (Lih 1 Tim 2:5; Ibr 3:1; Ibr 7:22-27; Ibr 9:15; Ibr 12:24). Mari sekarang kita melihat bukti bahwa Tuhan juga memakai perantara di dalam Perjanjian Baru.

      Dalam Perjanjian Baru, Yesus tidak pernah melarang perantara sejauh perantara tersebut berpartisipasi dalam karya keselamatan Yesus. Pada saat Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta, Yesus menyuruh mereka untuk memperlihatkan diri mereka kepada para imam (Luk 17:12-14) agar para imam dapat menyatakan mereka tahir. Rasul Petrus juga mengajarkan tentang partisipasi dalam karya keselamatan Tuhan, yaitu setiap dari kita menjadi batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi imamat kudus (1 Pet 2:5). Lebih lanjut Rasul Petrus menegaskan bahwa semua umat Allah adalah bangsa terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, kepunyaan Allah sendiri (1 Pet 2:9). Pemilihan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan untuk mendatangkan keselamatan pada bangsa-bangsa lain membuktikan bahwa Tuhan menggunakan ‘perantara’ untuk melaksanakan rencana-Nya.

      Dalam konteks 1 Pet 2:9, kita melihat bahwa rasul Petrus merujuk kepada Kel 19:5-6, yang menyatakan bahwa Tuhan memerintahkan Musa untuk memberitahukan kepada seluruh umat Israel, bahwa kalau mereka berpegang pada perintah Tuhan, mereka akan menjadi umat kesayangan, kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Disamping mengangkat Israel sebagai kerajaan imam, Perjanjian Lama juga mengatakan bahwa suku Lewi dipersiapkan secara khusus sebagai imam (Bil 3:5-13). Apakah kedua ayat di atas bertentangan? Tidak, sebab secara umum memang bangsa Israel dipersiapkan Tuhan menjadi imam dan bangsa yang kudus, namun secara khusus, Tuhan juga menunjuk suku Lewi untuk menjadi imam dan menjalankan tugas yang berhubungan dengan korban dan persembahan. Suku Lewi yang ditunjuk secara khusus oleh Tuhan untuk menjadi imam (imamat jabatan) melayani umat yang lain atau imam secara umum (imamat bersama). Hal yang sama dapat diterapkan di dalam ajaran Gereja Katolik. Gereja Katolik mengenal adanya dua imamat: (1) Imamat jabatan dan (2) imamat bersama. Dimana imamat jabatan melayani imamat bersama.[1]

      Kita juga melihat bahwa rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bahwa dia adalah utusan Kristus, dan dengan mendengarkan Rasul Paulus, maka sama saja mereka mendengarkan Kristus, karena Allah menasihati mereka dengan perantaraan para rasul (2 Kor 5:17-21). Rasul Yakobus mengatakan bahwa kita harus saling mendoakan dan mengakukan dosa (Yak 5:16). Dengan ini, maka dapat disimpulkan bahwa mengaku dosa bukan hanya kepada Allah, namun juga melalui perantara yang ditunjuk oleh Allah, seperti Rasul Paulus, Rasul Yakobus, dll.

      2. Dasar Tradisi Suci:

      Didache (awal abad ke-2) mengatakan pentingnya pertobatan dan mengakuan dosa sebelum menerima Komuni Kudus. (Bab 14)

      St. Clemens dari Roma (+ 96) mengatakan kepada jemaat di Korintus untuk taat kepada para penatua (presbyters) dan untuk menerima disiplin dan melakukan silih dosa dengan sepenuh hati (Cor. 57,1). Karena disebutkan “para penatua,” maka dapat disimpulkan sebagai disiplin dari Gereja.

      St. Ignasius dari Antiokia (+ 107) mengatakan bahwa Tuhan mengampuni mereka yang melakukan penitensi ketika mereka kembali kepada persatuan dengan Tuhan dan kepada persatuan dengan para uskup. (Philad. 8, I; cf. 3,2)

      St. Policarpus, murid rasul Yohanes, (+ 156) mengatakan kepada para penatua untuk lebih lemah lembut dan berbelaskasihan kepada semua, jangan terlalu keras dalam keputusan (catatan penulis: dalam pengakuan dosa), karena tahu bahwa kita semua adalah pendosa. (Phil 6,1)

      St. Irenaeus (+ 202) melaporkan banyak kejadian tentang orang-orang yang melakukan pelanggaran dosa dan kemudian diterima kembali dalam komunitas Gereja setelah mengakukan dosanya secara terbuka, melakukan silih dosa (Adv. Haer. I 6,3; I 13,5,7; IV 40, I).

      Tertullian (155-222) dalam tulisannya De Poenitentia, mengatakan bahwa ada dua penitensi, yang pertama adalah sebagai persiapan untuk Baptisan (C. I-6), dan yang kedua adalah penitensi setelah Baptisan (C. 7-12).

      St. Klemens dari Aleksandria (150-211) mengatakan bahwa pintu-pintu terbuka untuk semua, di mana dalam kebenaran seluruh hatinya kembali kepada Tuhan, dan Tuhan menerima dengan hati yang penuh kegembiraan anak-anak yang benar-benar melakukan silih dosa (Quis dies salvetur 39, 2; cf. 42). … yang membutuhkan kerja keras adalah pengampunan dosa dengan melakukan silih dosa, dimana diperoleh dari pengakuan dosa di depan “imam dari Tuhan” dan mempraktekan silih dosa yang berat (In Lev. Hom 2, 4). Cf. C. Celsum III-51.

      St. Cyprian (+ 258) mengemukakan bahwa Gereja Katolik mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa, termasuk dosa kemurtadan (Ep. 55, 27).

      St. Ambrose (+ 338) mengatakan bahwa dosa diampuni melalui Roh Kudus. Namun manusia memakai para pelayan Tuhan untuk mengampuni dosa, mereka tidak menggunakan kekuatan mereka sendiri. Karena mereka mengampuni dosa bukan atas nama mereka, namun atas nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Mereka meminta, dan Tuhan memberikannya… (On The Holy Spirit, Bk.3, Chap. 18; ML 16, 808; NPNF X, 154).

      St. Agustinus dari Hippo (+ 354-430) mengatakan bahwa jangan memperdulikan orang-orang yang menolak bahwa Gereja Tuhan mempunyai otoritas untuk mengampuni dosa … (The Christian Combat, Chap. 31:33; ML 40, 308; FC IV, 350).

      Apa yang dikatakan oleh Martin Luther?

      Dalam bukunya “Small Catechism” di bagian pengakuan dosa atau “Confession”, Luther mengatakan bahwa pengakuan dosa terdiri dari dua bagian: (1) kita mengakukan dosa kita, (2) kita menerima absolusi, atau pengampunan dosa, dari pemberi pengakuan dosa atau “confessor”, seperti menerimanya dari Tuhan sendiri.[6]

      Luther juga mengatakan bahwa dia tidak akan membiarkan seseorang mengambil pengakuan dosa pribadi darinya, dan dia tidak akan menyerahkan harta yang tak ternilai, karena dia tahu akan kekuataan yang didapatkan dari pengakuan dosa. …. Biarlah setiap orang datang dan mengakukan dosanya kepada yang lain secara rahasia, dan menerima apa yang dia katakan seperti Tuhan sendiri yang berbicara melalui mulut orang tersebut. [7]

      2. Pertanyaan: Kalau memang pengakuan dosa dilarang, mengapa jemaat perdana percaya dan mengajarkan Sakramen Pengakuan Dosa? Mengapa Martin Luther tidak menolak Pengakuan Dosa?

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • Halo Stef,

        1. TTG SAKRAMEN PENGAKUAN DOSA – PENYELEWENGAN AJARAN KATOLIK dari ALKITAB
        Ajaran Katolik membuat Sakramen Pengakuan Dosa berdasarkan ajaran alkitab untuk mengakukan dosa2 kita kepada Tuhan. TETAPI, Tuhan Yesus tidak pernah memberikan AUTHORITY/KUASA kepada pastor/imam2 agung pada saat itu bahwa mereka DAPAT mengampuni dosa2 manusia atas nama Tuhan dengan cara memberikan penalti2 spt 10x Bapa Kami, 10x Salam Maria dll. Penalti2 ini hanyalah dibuat oleh pastor2 itu sendiri berdasarkan pertimbangan pribadi mereka ttg besar kecilnya dosa manusia yg diakukan tsb. Kalo kira2 dosanya hanya kecil, cukup dengan 3x Bapa Kami saja, kalo dosa2nya besar – harus sampai dengan 20x Bapa Kami dll. DISINILAH LETAK PENYELEWENGANNYA. Siapakah yg memberikan kuasa kepada pastor2 untuk mengampuni dosa??? Apakah TUHAN YESUS memberikan kuasa kepada mereka??? JIKALAU PASTOR BENAR2 MEMPUNYAI KUASA UNTUK MENGAMPUNI DOSA, MAKA MEREKA JUGA MEMPUNYAI KUASA UNTUK TIDAK MENGAMPUNI DOSA – E.G. DOSANYA TERLALU BERAT – MAKA TIDAK BISA DIAMPUNI??? Pastor2 bahkan tidak mau menerima roh kudus karena tdk diijinkan oleh Vatican. Atas dasar apa mereka tahu dosa berat atau tidak? Seperti kita ketahui, Alkitab adalah ditulis oleh org2 yg diberikan autoritas/kuasa oleh Tuhan melalui roh kudus yg mereka terima.
        Karena semua org pada dasarnya berdosa, ajaran Kristen memang mendukung pengakuan dosa, tetapi TIDAK PERLU harus melalui pastor2 – kita mengakukan dosa kita kepada Tuhan langsung, pada saat berdoa – kapan saja, dimana saja.

        1 John 1:8-10 (NIV)
        8. If we claim to be without sin, we deceive ourselves and the truth is not in us. 9 If we confess our sins, he is faithful and just and will forgive us our sins and purify us from all unrighteousness. 10 If we claim we have not sinned, we make him out to be a liar and his word has no place in our lives.

        1 Timothy 2:5, “For there is one God and one mediator between God and men, the man Christ Jesus.”

        Ajaran Katolik, yg anda claim sebagai ajaran tertua didunia -sama tuanya dengan Islam dan Judaism tentunya, hanyalah meneruskan adat istiadat dari org2 Jewish pada saat itu. Jika anda lihat, banyak similarity antara ritual2 Islam, Judaism dan Catholic. Mengapa? Karena mereka adalah satu keturunan dari bangsa Israel. Keberadaan “High Priest” atau Imam Agung – dipakai sebagai kebiasaan oleh ketiga agama ini sampai sekarang. Setelah Yesus datang kedunia – Imam Agung kita adalah Tuhan Yesus sendiri !!!
        Hal lain, pada saat agama Katolik memasuki masa kegelapan pada abad 16, diadakanlah surat pengakuan dosa oleh Vatican yg kemudian diperjual belikan. Jika orgnya kaya, maka mereka bisa membeli surat pengakuan dosa tsb. MENGAPA hal ini bisa terjadi??? Karena manusia – terutama petinggi gereja Katolik menyamakan dirinya dengan Tuhan yg berkuasa untuk mengampuni dosa.
        Anda bisa pertanyakan kepada Pastor2 – atas dasar apa mereka meng-claim bisa mengampuni dosa dgn penalti2 yg mereka berikan? Apakah mereka melihat diri mereka sebagai penjelmaan dari Tuhan?

        Sakramen2 dibuat pada awalnya untuk menyeragamkan proses Kristianisasi – terutama pada saat Kaisar Konstantinus memerintah. Siapakah yg membuat tradisi2 suci yg anda jabarkan diatas??? Semata2 adalah manusia – para uskup dan cardinal – dengan konferensi di Vatican.
        Bukan berarti mereka membuat hukum2 Kanon dan ajaran2 suci dengan kuasa yg diberikan Tuhan, tetapi lebih berdasarkan pemikiran mereka – manusia – sendiri.
        Karena itu sekarang berkuranglah jumlah org2 yg mau mengaku dosa – sebab mereka tidak percaya pastor2 bisa mengampuni dosa.

        INGAT:
        Jeremiah 17:5, “Thus said the LORD; Cursed be the man that trusteth in man, and maketh flesh his arm, and whose heart departeth from the LORD.”

        Jika anda percaya kepada Paus/pastor2/uskup2/cardinal2 – mereka hanyalah manusia dan mereka bisa disesatkan. Saya tdk bilang bahwa pendeta2 tdk sesat, sekali lagi mereka hanyalah manusia dan mereka bisa juga disesatkan.
        Hanya Roh Kudus yg tidak pernah sesat.

        Sherly

        • Shalom Sherly,

          Terima kasih atas tanggapannya tentang topik Sakramen Pengampunan Dosa. Mari kita berfokus pada topik ini, sehingga diskusi tidak melebar kemana-mana. Saya tidak akan menjawab penalti, dll. Kalau memang terbukti bahwa Yesus tidak pernah memberikan kuasa kepada uskup dan imam untuk mengampuni dosa lewat Sakramen Tobat, maka segala penalti dengan sendirinya tidak diperlukan. Oleh karena itu, kita berfokus pada diskusi tentang Sakramen Tobat.

          1. Tentang otoritas kepada imam: Kalau anda mengatakan bahwa Tuhan Yesus tidak memberikan otoritas kepada imam untuk mengampuni dosa, maka silakan memberikan arti dari ayat-ayat berikut ini:

          a. Bagaimana anda mengartikan ayat ini21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Joh 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Joh 20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” (Yoh 20:21-23).? Bagaimana anda mengartikan “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.Apakah kuasa ini dipunyai oleh setiap orang Kristen? Apakah kalau ada yang berbuat salah kepada seseorang kemudian tidak diampuni oleh umat Kristen, maka dosanya tetap ada, sehingga akhirnya orang tersebut akan masuk neraka?

          b. Bagaimanakah anda mengartikan ayat Mt 16:19Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Kepada siapakah kunci ini diberikan? Dan apakah maksud dari kauikat dan kaulepaskan di sini? Apakah kunci ini diberikan kepada semua umat beriman, yang berarti semua umat beriman dapat mempunyai kuasa mengikat dan melepaskan? Apakah dengan demikian A dapat mengikat C dan kemudian B dapat melepaskan C, yang berarti C tidak mempunyai status yang jelas?

          c. Kalau anda mengatakan “Siapakah yg memberikan kuasa kepada pastor2 untuk mengampuni dosa??? Apakah TUHAN YESUS memberikan kuasa kepada mereka??? JIKALAU PASTOR BENAR2 MEMPUNYAI KUASA UNTUK MENGAMPUNI DOSA, MAKA MEREKA JUGA MEMPUNYAI KUASA UNTUK TIDAK MENGAMPUNI DOSA – E.G. DOSANYA TERLALU BERAT – MAKA TIDAK BISA DIAMPUNI???” Silakan anda menjawab point a,b di atas. Bagaimana anda mengartikan perkataan Yesus tersebut.

          Tentang komentar anda “Pastor2 bahkan tidak mau menerima roh kudus karena tdk diijinkan oleh Vatican” tidak saya jawab di sini, karena tidak berhubungan dengan topik diskusi ini. Kalau mau, kita dapat berdiskusi tentang topik kapankah seseorang menerima Roh Kudus.

          d. Anda bertanya “Atas dasar apa mereka tahu dosa berat atau tidak?” Untuk seseorang melakukan dosa berat, ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yaitu: (1) Menyangkut kategori dosa yang tidak ringan, (2) tahu bahwa itu adalah sesuatu yang salah, dan (3) walaupun tahu itu salah, secara sadar memilih melakukan dosa tersebut. Dengan kata lain seseorang menempatkan dan memilih dengan sadar keinginan atau kesenangan pribadi di atas hukum Tuhan.

          Pertanyaan saya: Apakah menurut anda semua dosa sama saja dan tidak mempunyai perbedaan? Kalau demikian apakah dosa mencubit tangan seseorang dan dosa membunuh mempunyai bobot yang sama?

          e. Anda mengatakan “Alkitab adalah ditulis oleh org2 yg diberikan autoritas/kuasa oleh Tuhan melalui roh kudus yg mereka terima.Darimanakah anda menerima Alkitab yang kita ketahui saat ini? Apakah gereja ada terlebih dahulu atau Alkitab ada terlebih dahulu? Kalau anda tidak menjawab pertanyaan ini tidak apa-apa, karena tidak dalam topik diskusi ini.

          2. Tentang partisipasi dalam imamat Kristus:

          a. Tidak menjadi masalah dengan dengan ayat 1 Yoh 1:8-10, karena di ayat-ayat tersebut menyatakan bahwa semua orang telah berdosa. Namun, di ayat tersebut juga tidak dikatakan bahwa seseorang dilarang mengaku dosa kepada imam.

          b. Anda memberikan ayat 1Tim 2:5 yang mengatakan “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,” Kalau anda mengatakan bahwa satu-satunya perantara antara Allah dan manusia (imam) adalah Yesus Kristus, maka mungkinkan umat Allah berpartisipasi dalam perantaraan Kristus? Kalau anda jawab mungkin, maka anda tidak berkeberatan dengan para imam dalam Gereja Katolik yang berpartisipasi dalam perantaraan Kristus. Kalau anda jawab tidak, maka bagaimana anda mengartikan ayat-ayat 1 Pet 2:5; 1 Pet 2:9; 2 Kor 5:17-21; Yak 5:16 di bawah ini?:

          1. Lk 17:12-14: Pada saat Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta, Yesus menyuruh mereka untuk memperlihatkan diri mereka kepada para imam. Kalau memang Yesus melarang perantara dan imam, mengapa Yesus menyuruh mereka menghadap imam?

          2. Rasul Petrus juga mengajarkan tentang partisipasi dalam karya keselamatan Tuhan, yaitu setiap dari kita menjadi batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi imamat kudus (1 Pet 2:5). Lebih lanjut Rasul Petrus menegaskan bahwa semua umat Allah adalah bangsa terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, kepunyaan Allah sendiri (1 Pet 2:9). Pemilihan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan untuk mendatangkan keselamatan pada bangsa-bangsa lain membuktikan bahwa Tuhan menggunakan ‘perantara’ untuk melaksanakan rencana-Nya.

          3. Kita juga melihat bahwa rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bahwa dia adalah utusan Kristus, dan dengan mendengarkan Rasul Paulus, maka sama saja mereka mendengarkan Kristus, karena Allah menasihati mereka dengan perantaraan para rasul (2 Kor 5:17-21). Rasul Yakobus mengatakan bahwa kita harus saling mendoakan dan mengakukan dosa (Yak 5:16). Dengan ini, maka dapat disimpulkan bahwa mengaku dosa bukan hanya kepada Allah, namun juga melalui perantara yang ditunjuk oleh Allah, seperti Rasul Paulus, Rasul Yakobus, dll.

          c. Anda mengatakan “Ajaran Katolik, yg anda claim sebagai ajaran tertua didunia -sama tuanya dengan Islam dan Judaism tentunya, hanyalah meneruskan adat istiadat dari org2 Jewish pada saat itu. Jika anda lihat, banyak similarity antara ritual2 Islam, Judaism dan Catholic. Mengapa? Karena mereka adalah satu keturunan dari bangsa Israel. Keberadaan “High Priest” atau Imam Agung – dipakai sebagai kebiasaan oleh ketiga agama ini sampai sekarang. Setelah Yesus datang kedunia – Imam Agung kita adalah Tuhan Yesus sendiri !!!” Silakan menjawab point 2b. Apakah dengan adanya Imam Agung maka menghapuskan imam yang berpartisipasi dalam Imam Agung?

          d. Anda mengatakan “Hal lain, pada saat agama Katolik memasuki masa kegelapan pada abad 16, diadakanlah surat pengakuan dosa oleh Vatican yg kemudian diperjual belikan. Jika orgnya kaya, maka mereka bisa membeli surat pengakuan dosa tsb. MENGAPA hal ini bisa terjadi??? Karena manusia – terutama petinggi gereja Katolik menyamakan dirinya dengan Tuhan yg berkuasa untuk mengampuni dosa.” Saya tidak menjawab hal ini di sini, sehingga diskusi dapat berfokus pada topik. Kalau anda mau berdiskusi secara mendalam tentang hal ini, silakan melihat link ini – silakan klik.

          e. Anda mengatakan “Anda bisa pertanyakan kepada Pastor2 – atas dasar apa mereka meng-claim bisa mengampuni dosa dgn penalti2 yg mereka berikan? Apakah mereka melihat diri mereka sebagai penjelmaan dari Tuhan?” Alasannya adalah karena Yesus telah memberikan kuasa kepada mereka. Tanpa kuasa yang diberikan, maka mereka tidak dapat memberikan pengampunan dosa. Dasarnya, silakan melihat kutipan ayat-ayat di atas.

          Anda mengatakan “Sakramen2 dibuat pada awalnya untuk menyeragamkan proses Kristianisasi – terutama pada saat Kaisar Konstantinus memerintah. Siapakah yg membuat tradisi2 suci yg anda jabarkan diatas??? Semata2 adalah manusia – para uskup dan cardinal – dengan konferensi di Vatican.
          Bukan berarti mereka membuat hukum2 Kanon dan ajaran2 suci dengan kuasa yg diberikan Tuhan, tetapi lebih berdasarkan pemikiran mereka – manusia – sendiri.
          ” Saya telah memberikan bukti-bukti dari Alkitab. Anda mempunyai kesempatan untuk menyanggah argumentasi yang saya berikan di atas.

          Anda mengatakan “Karena itu sekarang berkuranglah jumlah org2 yg mau mengaku dosa – sebab mereka tidak percaya pastor2 bisa mengampuni dosa.” Kebenaran bukanlah bergantung dari jumlah orang yang mau melakukan. Kalau banyak orang di Amerika mendukung aborsi, bukan berarti bahwa aborsi adalah benar.

          Akhirnya anda memberikan ayat Yer 17:5 yang mengatakan “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” Hal ini menjadi benar benar kalau para imam tidak mendapatkan kuasa yang diberikan oleh Yesus sendiri. Kalau Yesus memberikan kuasa-Nya kepada para imam, maka imam tersebut justru melaksanakan kehendak Yesus. Kalau dia tidak melaksanakan perintah ini, maka justru para imam berdosa. Dan bukan berarti kalau para imam memberikan Sakramen Tobat, kemudian para imam tidak berdosa. Bahkan mereka sendiri harus mengakukan dosa mereka kepada imam yang lain.

          f. Pertanyaan saya yang lain, yang belum anda jawab: Kalau memang pengakuan dosa dilarang, mengapa jemaat perdana percaya dan mengajarkan Sakramen Pengakuan Dosa? Mengapa Martin Luther tidak menolak Pengakuan Dosa? Apakah dengan demikian, Martin Luther mengajarkan doktrin yang salah, sehingga diubah oleh pengikutnya?

          Demikian jawaban yang dapat saya berikan untuk topik ini. Mohon Sherly dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan. Semoga Roh Kudus menuntun kita semua dalam berdiskusi.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

          • Halo Stef,

            Tentang hal ini:
            1. “Kalau memang pengakuan dosa dilarang, mengapa jemaat perdana percaya dan mengajarkan Sakramen Pengakuan Dosa? Mengapa Martin Luther tidak menolak Pengakuan Dosa?”
            Baca kutipan berikut dari “the Concordia Edition (The Lutheran Confession)”:

            A Brief Exhortation to Confession:
            1. Confession should be voluntary and free of papal tyranny.
            2. The practice of confession ought to be free of the unreasonable and tortuous demand that the penitent be able to enumerate his sins.
            3. People should be taught how to use confession evangelically.
            Kalau anda membaca kutipan diatas, anda melihat betapa BIJAKSANAnya Martin Luther dalam teori pengakuan dosa dia:
            1. Pengakuan dosa harus spontan dan tdk diatur oleh hukum gereja (papal law = sakramen pengakuan dosa – merupakan keharusan).
            2. Pengakuan dosa harus tidak diikat oleh penitensi yg menjamin dosa diampuni.
            3. Seseorang haruslah mengakukan dosa seturut dengan ajaran alkitab (kepada Tuhan langsung
            Karena pada saat reformasi Luther tidak bisa membuat “extreme change” karena akan mengejutkan pengikutnya, maka Luther masih mengadopsi ajaran2 kuno gereja yg ada kedlm aliran Lutheran. Inilah alasannya pada kesan anda Martin Luther tidak menolak pengakuan dosa.

            2. Tentang hal ini:
            “21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Joh 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Joh 20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” (Yoh 20:21-23).? Bagaimana anda mengartikan “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”
            - Apakah perkataan ini ditujukan kepada Pastor2/Imam2 Katolik? Ataukah perkataan ini ditujukan kepada murid2nya yg saat itu baru menerima roh kudus – yg diberikan Yesus untuk memperlengkapi mereka dalam menginjil pada saat itu. INGAT, gereja Katolik belum dibentuk pada saat itu (Katolik baru dibentuk 300 thn setelah Yesus) dan Yesus tidak mengatakan ini sebagai dasar KUASA pengampunan dosa yg diberikan kepada pastor2 Katolik – hanya kepada para rasul yg sdh menerima roh kudus dan siap untuk menginjil pada saat itu saja.

            3. Ttg hal ini:
            Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.“

            - Jawaban terpisah sudah saya berikan seblmnya. Kunci kerajaan surga diberikan kepada GerejaNya yg mempunyai iman sekokoh batu karang (iman = pengakuan akan Yesus sebagai Messiah/Penyelamat, spt apa yg dikatakan Petrus). Kunci kerajaan surga bukan diberikan kepada Petrus sbg individual (nama seseorg).

            - Apa yg kauikat di dunia – adalah apa yg Gereja ikat/bentuk/tujuan Gereja di bumi (IMAN, kehidupan spiritual Kristiani, pemberitaan injil/sabda Tuhan, hidup seturut sabda Tuhan dll bukan sakramen2/gedung2 gereja/doktrin). Apa yg kaulepaskan di dunia = kehidupan duniawi yg bisa diartikan sebagai buatan2 manusia yg bukan fondasi IMAN Gereja.
            Baca keseluruhan dari ayat Matius 16: 13-20.

            - Jadi ini bukannya OTORITAS yg diberikan kepada Pastor2 utk mengampuni dosa lewat sakramen pengampunan dosa. Sama sekali tidak ada hubungannya.

            4. Ttg hal ini:
            “Alkitab adalah ditulis oleh org2 yg diberikan autoritas/kuasa oleh Tuhan melalui roh kudus yg mereka terima.” Darimanakah anda menerima Alkitab yang kita ketahui saat ini? Apakah gereja ada terlebih dahulu atau Alkitab ada terlebih dahulu?

            - Anda tentunya mengetahui bahwa Kitab Perjanjian Lama sebenarnya adalah JEWISH BIBLE yg berisikan hukum2 TAURAT. Kita ketahui bahwa kitab Kejadian, Keluaran, Imamat dan Bilangan (plus Deutorokanonika) diberikan oleh Tuhan kepada Musa diatas gunung Sinai (5 Books of Moses). Selebihnya adalah KUMPULAN cerita2 ttg Nabi2 dan Raja2 Israel. Jadi sekali lagi, KITAB PERJANJIAN LAMA = JEWISH BIBLE/JUDAISM BIBLE + JEWISH HISTORY/JUDAISM HISTORY. Kumpulan kitab2 perjanjian lama yg ASLI dalam bahasa Hebrew masih disimpan oleh bangsa Israel sampai sekarang.

            - Kitab Perjanjian Baru sebenarnya adalah kumpulan dari tulisan para rasul atas kuasa dari roh kudus.
            Baca referensi berikut:

            2 Timothy 3:16 All Scripture is inspired by God and is useful to teach us what is true and to make us realize what is wrong in our lives. It corrects us when we are wrong and teaches us to do what is right.
            Eph 1:13-14 In him [Christ] you also, who have heard the word of truth, the gospel of your salvation, and have believed in him, were sealed with the promised Holy Spirit, which is the guarantee of our inheritance until we acquire possession of it, to the praise of his glory.

            - Tidak ada alkitab pada saat early Church, 350 AD (setelah Yesus) alkitab barulah DISUSUN dan BERISIKAN dua segment diatas. Spt kita tahu tidak semua surat2 para rasul dimasukkan kedalam Alkitab. Anda bisa men-Google kata ini buat sekedar pengetahuan: BANNED FROM THE BIBLE. Saya sdh membaca semua “Banned Books” tsb dan membukakan mata rohani saya lebih besar lagi.

            5. Jawaban semua di point 2 + pertanyaan anda: Apakah dengan adanya Imam Agung maka menghapuskan imam yang berpartisipasi dalam Imam Agung?

            - Baca Matius 27: 51-53 – Ketika Yesus wafat, tabir bait suci (tabernakel) terbelah dua. Terbelahnya tabir bait suci ini menggambarkan DISOBEKNYA/DIHILANGKANNYA pemisah antara Allah dan manusia (tabir tsb selama ITU memisahkan tempat Kudus Allah dan umatnya). Melalui kematian Yesus, tidak ada lagi PENGHALANG antara kita (GerejaNya) dan Tuhan. Tuhan DAHULU dipandang sebagai sesuatu yg jauh, yg sacral, yg terlalu tinggi posisinya – karena itu bangsa Israel memerlukan IMAM Agung (yg kemudian diadopsi oleh Katolik dan dijadikan imam/pastor) untuk mewakili mereka dating ke kerahiman Tuhan.

            Dengan wafatnya Yesus, Tuhan menerima kita sebagai anak2Nya. Halleluya, betapa baiknya Tuhan, karena kita tidak perlu lagi perantara untuk datang bercakap2/berdoa kepada Tuhan. Tabir bait suci dirobek oleh Tuhan sendiri sebagai lambang DIHAPUSNYA HUKUM TAURAT yg Tuhan berikan kepada Musa dan kepada org Israel lewat para nabi, dan digantikan oleh Yesus Kristus, Juru Selamat kita.
            WE ARE FREE from any laws – NOW WE ARE CHILDREN OF THE MOST HIGH GOD -because of Jesus – because Jesus Died for Our Sins…

            Bagaimana anda bisa bersikeras anda masih membutuhkan Imam2/Pastor2 untuk memanjaatkan doa2 anda? Apa yg anda pikirkan ttg pengorbanan Yesus dikayu salib? Yesuslah Imam Agung kita. Karena itu Yesus berkata: Jikalau engkau berdoa didalam NamaKU, doamu akan didengarkan oleh Bapa (…so that whatever you ask of the Father in My name, He may give to you” (John 15:16). Doa tidak perlu di-sealed dgn tanda salib yg entah darimana asalnya. Yesus berkata : BERDOALAH DALAM NAMAKU.

            Sadarlah Sdr Stef. Tuhan telah mengorbankan diriNya, disiksa lebih kejam dari siksaan apapun untuk menggantikan saya dan anda disiksa di neraka (tontonlah Passion of the Christ yg menggambarkan siksaan2 yg sesungguhnya (as per real) diterima oleh Yesus).
            Apakah anda masih bergantung pada/membutuhkan Imam2/pastor2?
            Apakah pendapat anda ttg kematian Yesus? Anda masih tidak layak dihadapan Tuhan? Anda masih takut datang langsung kekerahiman Tuhan tanpa diwakili oleh Pastor?

            6. “Confession of sin to the priest at least once a year was instituted by Pope Innocent III., in the Lateran Council in the year 1215.”
            (sekali lagi sakramen pengakuan dosa adalah doktrin buatan manusia – doktrin buatan Pope Innocent III).

            Semoga anda bisa post reply saya ini. Mungkin masih belum bisa membukakan mata anda, tetapi mungkin bisa membukakan mata org2 Katolik lain yg berhati besar.

            sherly

            • [link] Shalom Sherly,

              Terima kasih atas jawabannya dalam diskusi tentang Sakramen Pengakuan Dosa. Mari kita Melanjutkan diskusi kita.

              I. DASAR KITAB SUCI:

              1. Yoh 20:21-23: “21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” 22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. 23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.

              a. Anda mengatakan “Apakah perkataan ini ditujukan kepada Pastor2/Imam2 Katolik? Ataukah perkataan ini ditujukan kepada murid2nya yg saat itu baru menerima roh kudus – yg diberikan Yesus untuk memperlengkapi mereka dalam menginjil pada saat itu. INGAT, gereja Katolik belum dibentuk pada saat itu (Katolik baru dibentuk 300 thn setelah Yesus) dan Yesus tidak mengatakan ini sebagai dasar KUASA pengampunan dosa yg diberikan kepada pastor2 Katolik – hanya kepada para rasul yg sdh menerima roh kudus dan siap untuk menginjil pada saat itu saja.

              Dari argumentasi yang anda berikan, maka anda ingin mengatakan bahwa kuasa untuk mengampuni dosa atau tidak mengampuni dosa hanya diberikan pada para rasul pada waktu itu. Namun, kalau kita menganalisa ayat di atas, maka kita melihat adanya tiga hal yang disampaikan oleh Yesus: 1) Yesus mengutus, 2) Yesus memberikan Roh Kudus, 3) Yesus memberikan kuasa untuk mengampuni atau tidak mengampuni dosa. Ketiga hal ini tidaklah terpisahkan, karena dikatakan pada waktu yang bersamaan dan berhubungan satu sama lain. Jadi, kalau anda mengatakan bahwa kuasa mengampuni atau tidak mengampuni dosa hanya diberikan pada para rasul waktu itu, maka anda juga harus konsisten dengan mengatakan bahwa tugas perutusan hanya diberikan pada para rasul dan Roh Kudus hanya diberikan pada para rasul waktu itu. Namun, kita tahu bahwa tugas perutusan juga diberikan kepada penerus para rasul dan Roh Kudus tentu saja tidak saja tercurah pada para rasul, namun juga pada umat Allah. Pertanyaan saya, apakah anda berpendapat bahwa Yesus mengutus dan memberikan Roh Kudus hanya kepada para rasul waktu itu, karena anda mengatakan bahwa tugas melepaskan dan mengikat dosa juga hanya diberikan pada para rasul waktu itu? Apakah anda mempunyai ayat pendukung yang lain untuk mendukung argumentasi anda bahwa mengikat dan melepaskan dosa hanya diberikan pada para rasul pada waktu itu sedangkan mengutus dan memberikan Roh Kudus berlaku bagi umat Allah sampai saat ini? Apakah hubungan ayat ini dengan kuasa Yesus yang diberikan untuk mengikat dan melepaskan dosa di ayat Mt 16:19? Apakah Mt 16:19 juga berlaku hanya pada waktu itu saja? Kalau anda menjawab Mt 16:19 berlaku juga sampai saat ini, mengapa Yoh 20:23 hanya berlaku pada waktu itu?

              2. Mt 16:16-1916 Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” 17 Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. 18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

              a. Anda mengatakan “- Jawaban terpisah sudah saya berikan seblmnya. Kunci kerajaan surga diberikan kepada GerejaNya yg mempunyai iman sekokoh batu karang (iman = pengakuan akan Yesus sebagai Messiah/Penyelamat, spt apa yg dikatakan Petrus). Kunci kerajaan surga bukan diberikan kepada Petrus sbg individual (nama seseorg).” Jawaban anda ada di link ini – silakan klik. Silakan melihat jawaban yang telah saya berikan di sini – silakan klik, di mana menunjukkan bahwa Yesus mendirikan Gereja-Nya di atas rasul Petrus.

              b. Anda mengatakan “- Apa yg kauikat di dunia – adalah apa yg Gereja ikat/bentuk/tujuan Gereja di bumi (IMAN, kehidupan spiritual Kristiani, pemberitaan injil/sabda Tuhan, hidup seturut sabda Tuhan dll bukan sakramen2/gedung2 gereja/doktrin). Apa yg kaulepaskan di dunia = kehidupan duniawi yg bisa diartikan sebagai buatan2 manusia yg bukan fondasi IMAN Gereja. Baca keseluruhan dari ayat Matius 16: 13-20.

              Dengan argumentasi yang anda gunakan, maka anda menyatakan bahwa mengikat adalah sesuatu yang baik sedangkan “melepaskan” adalah sesuatu yang salah. Apakah anda mempunyai pendukung (ayat atau tulisan patristik) yang menyatakan bahwa mengikat di sini adalah apa yg Gereja ikat/bentuk/tujuan Gereja di bumi dan melepaskan di sini adalah kehidupan duniawi yg bisa diartikan sebagai buatan2 manusia yg bukan fondasi IMAN Gereja?

              Namun, prinsip mengikat dan melepaskan mempunyai makna otoritas untuk mengatur komunitas yang bersangkutan. Kita perlu melihat apa yang disebut dengan mengikat dan melepaskan dalam konteks pengertian kuasa “mengikat dan melepaskan” pada jaman itu. Untuk itu, kita dapat melihat tulisan dari Flavius Josephus, seorang ahli sejarah di abad ke -1. Umat Yahudi pada saat itu memahami istilah “mengikat dan melepaskan” sebagai otoritas untuk mengatur, yang mengikat atau melepaskan masyarakat dari suatu kewajiban, untuk menghukum atau untuk mengampuni, dan untuk menentukan sesuatu sebagai sesuatu yang sah atau tidak sah, boleh atau tidak boleh dilakukan. Kuasa ‘mengikat dan melepaskan’ ini diberikan oleh Ratu Alexandra (76-67 BC) kepada kaum Farisi. Kuasa inilah yang sering menjadi pertentangan antara para Rabi golongan Shamma dan Hillel, pada jaman Yesus, karena yang diikat oleh golongan yang satu dilepaskan oleh yang lain, demikian sebaliknya. Di sini Josephus tidak meragukan bahwa maksud ungkapan ‘mengikat dan melepaskan’ itu berkaitan dengan otoritas (lihat Stanley L. Jaki, The Keys of the Kingdom (Chicago: Franciscan Herald Press, 1986), p.43). Maka Yesus mengakhiri kesimpangsiuran ini dengan memberikan otoritas yang benar kepada Petrus, yang dipercayakan untuk memimpin Gereja-Nya.

              Anda menuliskan “- Jadi ini bukannya OTORITAS yg diberikan kepada Pastor2 utk mengampuni dosa lewat sakramen pengampunan dosa. Sama sekali tidak ada hubungannya.” Justru kalau kita mengerti akan konsep “mengikat dan melepaskan / binding and loosing“, maka kita akan melihat bahwa mengikat dan melepaskan yang disebutkan di Yoh 20:21-23 dan Mt 16:16-19 berhubungan dengan kuasa yang diterima dari Kristus kepada Petrus (Mt 16:16-19), yang diteruskan oleh para Paus dan kepada para rasul yang lain (Yoh 20:21-23), yang diteruskan oleh para uskup dan para imam. Bagaimana para imam dapat mengampuni dosa, kalau orang yang ingin diampuni dosanya tidak menyatakan dosanya? Bagaimana seseorang mendapatkan pengampunan kalau dia tidak menyatakan penyesalannya? Dan bagaimana seseorang benar-benar menyesal kalau dia tidak melakukan penitensi (satisfaction)? Ketiga hal inilah (menyatakan dosa, menyatakan penyesalan, dan melakukan penitensi) yang dilakukan oleh seseorang yang masuk ke ruang pengakuan dosa. Dan menjadi tugas iman, dengan kuasa Kristus yang dipercayakan kepada Gereja, maka para imam mengampuni dosa orang-orang yang mengaku dosa.

              Diskusi tentang Wahyu Allah dan Kebenaran telah dibahas secara panjang lebar di sini – silakan klik. Di dalam diskusi tersebut, terlihat bahwa Gereja ada terlebih dahulu sebelum Perjanjian Baru ditulis semua (sekitar tahun 100). Bagaimana jemaat perdana hidup dari tahun 33 sampai tahun 100? Bukan berdasarkan Alkitab, namun berdasarkan pengajaran para rasul. Anda mengutip 2 Tim 3:16 dan Ef 1:13-14. Namun ayat-ayat tersebut atau ayat-ayat lain di Alkitab tidak ada yang mengatakan bahwa Alkitablah satu-satunya pilar kebenaran. Silakan anda memberikan argumentasi di link di atas yang telah membahas topik ini secara panjang lebar. Justru tidak semua buku-buku yang ada pada waktu itu dan tidak semuanya masuk dalam Alkitab yang kita kenal saat ini menjadi suatu bukti bahwa Gereja melalui konsilinya menetapkan mana yang menjadi salah satu pilar kebenaran. Jadi, kalau anda menganggap Gereja bisa salah, apa yang menjamin bahwa Alkitab yang kita kenal saat ini (PL dan PB) adalah benar dan tidak mungkin salah? Apakah dengan demikian sesuatu yang mungkin salah dapat menghasilkan sesuatu yang tidak mungkin salah?

              3. TENTANG PERANTARA DAN PARTISIPASI DALAM PERANTARAAN KRISTUS

              a. Memang benar Yesus telah mati untuk menyelamatkan manusia. Dan Anda telah mengutip Mt 27:51-53 tentang tabir bait suci yang terbelah dua. Namun, hal ini tidaklah menghapus akan kenyataan bahwa Yesus tidak menghapuskan iman jabatan. Silakan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan sebelumnya:

              b. Sebelumnya, anda memberikan ayat 1Tim 2:5 yang mengatakan “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,” Kalau anda mengatakan bahwa satu-satunya perantara antara Allah dan manusia (imam) adalah Yesus Kristus, maka mungkinkan umat Allah berpartisipasi dalam perantaraan Kristus? Kalau anda jawab mungkin, maka anda tidak berkeberatan dengan para imam dalam Gereja Katolik yang berpartisipasi dalam perantaraan Kristus. Kalau anda jawab tidak, maka bagaimana anda mengartikan ayat-ayat Lk 17:12-24; 1Pet 2:5; 1Pet 2:9; 2Kor 5:17-21; Yak 5:16 di bawah ini?:

              1. Lk 17:12-14: Pada saat Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta, Yesus menyuruh mereka untuk memperlihatkan diri mereka kepada para imam. Kalau memang Yesus melarang perantara dan imam, mengapa Yesus menyuruh mereka menghadap imam?

              2. Rasul Petrus juga mengajarkan tentang partisipasi dalam karya keselamatan Tuhan, yaitu setiap dari kita menjadi batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi imamat kudus (1 Pet 2:5). Lebih lanjut Rasul Petrus menegaskan bahwa semua umat Allah adalah bangsa terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, kepunyaan Allah sendiri (1 Pet 2:9). Pemilihan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan untuk mendatangkan keselamatan pada bangsa-bangsa lain membuktikan bahwa Tuhan menggunakan ‘perantara’ untuk melaksanakan rencana-Nya.

              3. Kita juga melihat bahwa rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bahwa dia adalah utusan Kristus, dan dengan mendengarkan Rasul Paulus, maka sama saja mereka mendengarkan Kristus, karena Allah menasihati mereka dengan perantaraan para rasul (2 Kor 5:17-21). Rasul Yakobus mengatakan bahwa kita harus saling mendoakan dan mengakukan dosa (Yak 5:16). Dengan ini, maka dapat disimpulkan bahwa mengaku dosa bukan hanya kepada Allah, namun juga melalui perantara yang ditunjuk oleh Allah, seperti Rasul Paulus, Rasul Yakobus, dll.

              c. Bagaimana anda mengartikan nubuat Yesaya 66:21 yang mengatakan “Juga dari antara mereka akan Kuambil imam-imam dan orang-orang Lewi, firman TUHAN.Bukankah Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa Tuhan akan memilih sendiri imam-imam dari semua bangsa dan bukan terbatas pada suku Lewi? Bagaimanakah anda menafsirkan ayat ini? Apakah nubuat ini masih berlaku dan bagaimana pemenuhan dari nubuat ini?

              d. Anda mengatakan “Bagaimana anda bisa bersikeras anda masih membutuhkan Imam2/Pastor2 untuk memanjaatkan doa2 anda? Apa yg anda pikirkan ttg pengorbanan Yesus dikayu salib? Yesuslah Imam Agung kita. Karena itu Yesus berkata: Jikalau engkau berdoa didalam NamaKU, doamu akan didengarkan oleh Bapa (…so that whatever you ask of the Father in My name, He may give to you” (John 15:16). Doa tidak perlu di-sealed dgn tanda salib yg entah darimana asalnya. Yesus berkata : BERDOALAH DALAM NAMAKU.

              Pengorbanan Yesus memang cukup dan berlimpah untuk menyelamatkan manusia. Namun, dalam kebijaksanaan Kristus, Dia menginginkan agar manusia juga berpartisipasi dalam karya keselamatan Kristus. Hal ini ditegaskan oleh rasul Paulus sendiri yang mengatakan “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat [Gereja].” (Kol 1:24). Dan hal ini dibuktikan juga dengan penjelasan di atas (3a, 3b, 3c). Konsep doa tidak saya bahas di sini. Anda dapat melihat artikel tentang doa di beberapa artikel ini:

              Doa menjadi bagian yang terpisahkan dari kehidupan seorang Kristen. Namun ada tiga kesalahan persepsi tentang doa yang dinyatakan oleh St. Thomas Aquinas. Tiga kesalahan tersebut dapat dilihat pada tulisan berikut ini: 1) Tuhan tidak campur tangan, 2) Tuhan sudah menakdirkan segalanya sehingga doa tidak diperlukan, 3) Kita dapat merubah keputusan Tuhan dalam doa. Kemudian sebagai kesimpulan dijelaskan 4) konsep doa dengan mengambil definisi doa menurut St. Teresia kanak-kanak Yesus.

              Tentang tanda salib, anda dapat membaca kedalaman makna tanda salib di sini – silakan klik. Anda dapat membaca tanya jawab tersebut, yang menyajikan dasar-dasar dari Alkitab dan apa yang dilakukan oleh jemaat perdana.

              e. Anda mengatakan “Sadarlah Sdr Stef. Tuhan telah mengorbankan diriNya, disiksa lebih kejam dari siksaan apapun untuk menggantikan saya dan anda disiksa di neraka (tontonlah Passion of the Christ yg menggambarkan siksaan2 yg sesungguhnya (as per real) diterima oleh Yesus). Apakah anda masih bergantung pada/membutuhkan Imam2/pastor2? Apakah pendapat anda ttg kematian Yesus? Anda masih tidak layak dihadapan Tuhan? Anda masih takut datang langsung kekerahiman Tuhan tanpa diwakili oleh Pastor?

              Kristus memang telah mengasihi kita dengan sehabis-habisnya. Dan kalau kita ingin mengasih Kristus, maka kita harus menjalankan semua perintah-Nya (lih. 1 Yoh 5:3). Dan kalau kita melihat analisa di atas, maka kita melihat bahwa perintah untuk mengaku dosa kepada imam adalah termasuk perintah Kristus. Kristus telah memberikan kuasa kepada rasul Petrus (dan penerusnya) di dalam Mt 16:16-19 dan memberikan kuasa kepada para rasul (yang diteruskan oleh uskup dan iman) di dalam Yoh 20:21-23. Kalau ini adalah perintah Kristus sendiri seperti terlihat dari analisa di atas, maka kita sebagai umat harus mengikutinya, dan tidak melakukan sesuatu yang kita pandang baik saja. Baik kita setuju atau tidak, perintah ini adalah suatu kebenaran.

              II. DASAR DARI TRADISI SUCI.

              a. Anda mengatakan “(sekali lagi sakramen pengakuan dosa adalah doktrin buatan manusia – doktrin buatan Pope Innocent III).” Anda telah salah dalam menangkap apa sebenarnya inti dari sebuah keputusan konsili. Suatu dogma sebelum ditetapkan dalam suatu konsili, senantiasa mempunyai akar Tradisi Suci dan berlaku secara universal. Ini terbukti ada begitu banyak kutipan dari para Bapa Gereja di jemaat awal, yang menuliskan pentingnya Sakramen Pengakuan Dosa:

              Didache (awal abad ke-2) mengatakan pentingnya pertobatan dan mengakuan dosa sebelum menerima Komuni Kudus. (Bab 14)

              St. Clemens dari Roma (+ 96) mengatakan kepada jemaat di Korintus untuk taat kepada para penatua (presbyters) dan untuk menerima disiplin dan melakukan silih dosa dengan sepenuh hati (Cor. 57,1). Karena disebutkan “para penatua,” maka dapat disimpulkan sebagai disiplin dari Gereja.

              St. Ignasius dari Antiokia (+ 107) mengatakan bahwa Tuhan mengampuni mereka yang melakukan penitensi ketika mereka kembali kepada persatuan dengan Tuhan dan kepada persatuan dengan para uskup. (Philad. 8, I; cf. 3,2)

              St. Policarpus, murid rasul Yohanes, (+ 156) mengatakan kepada para penatua untuk lebih lemah lembut dan berbelaskasihan kepada semua, jangan terlalu keras dalam keputusan (catatan penulis: dalam pengakuan dosa), karena tahu bahwa kita semua adalah pendosa. (Phil 6,1)

              St. Irenaeus (+ 202) melaporkan banyak kejadian tentang orang-orang yang melakukan pelanggaran dosa dan kemudian diterima kembali dalam komunitas Gereja setelah mengakukan dosanya secara terbuka, melakukan silih dosa (Adv. Haer. I 6,3; I 13,5,7; IV 40, I).

              Tertullian (155-222) dalam tulisannya De Poenitentia, mengatakan bahwa ada dua penitensi, yang pertama adalah sebagai persiapan untuk Baptisan (C. I-6), dan yang kedua adalah penitensi setelah Baptisan (C. 7-12).

              St. Klemens dari Aleksandria (150-211) mengatakan bahwa pintu-pintu terbuka untuk semua, di mana dalam kebenaran seluruh hatinya kembali kepada Tuhan, dan Tuhan menerima dengan hati yang penuh kegembiraan anak-anak yang benar-benar melakukan silih dosa (Quis dies salvetur 39, 2; cf. 42). … yang membutuhkan kerja keras adalah pengampunan dosa dengan melakukan silih dosa, dimana diperoleh dari pengakuan dosa di depan “imam dari Tuhan” dan mempraktekan silih dosa yang berat (In Lev. Hom 2, 4). Cf. C. Celsum III-51.

              St. Cyprian (+ 258) mengemukakan bahwa Gereja Katolik mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa, termasuk dosa kemurtadan (Ep. 55, 27).

              St. Ambrose (+ 338) mengatakan bahwa dosa diampuni melalui Roh Kudus. Namun manusia memakai para pelayan Tuhan untuk mengampuni dosa, mereka tidak menggunakan kekuatan mereka sendiri. Karena mereka mengampuni dosa bukan atas nama mereka, namun atas nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Mereka meminta, dan Tuhan memberikannya… (On The Holy Spirit, Bk.3, Chap. 18; ML 16, 808; NPNF X, 154).

              St. Agustinus dari Hippo (+ 354-430) mengatakan bahwa jangan memperdulikan orang-orang yang menolak bahwa Gereja Tuhan mempunyai otoritas untuk mengampuni dosa … (The Christian Combat, Chap. 31:33; ML 40, 308; FC IV, 350).

              b. Anda mengatakan “6. “Confession of sin to the priest at least once a year was instituted by Pope Innocent III., in the Lateran Council in the year 1215.” Dari kutipan para Bapa Gereja di atas, maka terlihat jelas bahwa Sakramen Pengakuan Dosa telah dipraktekkan sedari awal. Keputusan konsili adalah untuk mempertegas akan hal ini. Pertanyaan saya adalah: apakah anda mempunyai dasar dari jemaat perdana yang menolak Sakramen Pengakuan Dosa?

              III. TENTANG MARTIN LUTHER DAN PENGAJARANNYA TENTANG SAKRAMEN TOBAT

              a. Anda mengutip dari Lutheran Confession “Baca kutipan berikut dari “the Concordia Edition (The Lutheran Confession)”:

              A Brief Exhortation to Confession:
              1. Confession should be voluntary and free of papal tyranny.
              2. The practice of confession ought to be free of the unreasonable and tortuous demand that the penitent be able to enumerate his sins.
              3. People should be taught how to use confession evangelically.
              Kalau anda membaca kutipan diatas, anda melihat betapa BIJAKSANAnya Martin Luther dalam teori pengakuan dosa dia:
              1. Pengakuan dosa harus spontan dan tdk diatur oleh hukum gereja (papal law = sakramen pengakuan dosa – merupakan keharusan).
              2. Pengakuan dosa harus tidak diikat oleh penitensi yg menjamin dosa diampuni.
              3. Seseorang haruslah mengakukan dosa seturut dengan ajaran alkitab (kepada Tuhan langsung
              Karena pada saat reformasi Luther tidak bisa membuat “extreme change” karena akan mengejutkan pengikutnya, maka Luther masih mengadopsi ajaran2 kuno gereja yg ada kedlm aliran Lutheran. Inilah alasannya pada kesan anda Martin Luther tidak menolak pengakuan dosa.

              1. Kalau anda mengatakan “Karena pada saat reformasi Luther tidak bisa membuat “extreme change” karena akan mengejutkan pengikutnya, maka Luther masih mengadopsi ajaran2 kuno gereja yg ada kedlm aliran Lutheran.“, maka apakah anda hendak mengatakan bahwa Luther mengajarkan setengah kebenaran dan bukan kebenaran yang penuh? Dan bagaimana anda menanggapi gereja-gereja Lutheran yang masih mempraktekkan pengakuan dosa sampai saat ini? Apakah mereka masih terikat oleh ajaran-ajaran kuno?

              2. Walaupun Martin Luther memang mencoba untuk melepaskan diri dari segala kebiasaan yang dipraktekkan oleh Gereja Katolik, namun Dia tidak dapat melepaskan diri praktek Sakramen Tobat. Mari kita melihat apa yang diajarkan oleh Lutheran

              V. Confession(sumber: silakan klik, lihat bagian confession)

              How Christians should be taught to confess.

              What is Confession?*
              Confession embraces two parts: the one is, that we confess our sins; the other, that we receive absolution, or forgiveness, from the confessor, as from God Himself, and in no wise doubt, but firmly believe, that our sins are thereby forgiven before God in heaven.

              What sins should we confess?
              Before God we should plead guilty of all sins, even of those which we do not know, as we do in the Lord’s Prayer. But before the confessor we should confess those sins alone which we know and feel in our hearts.

              Which are these?
              Here consider your station according to the Ten Commandments, whether you are a father, mother, son, daughter, master, mistress, a man-servant or maid-servant; whether you have been disobedient, unfaithful, slothful; whether you have grieved any one by words or deeds; whether you have stolen, neglected, or wasted aught, or done other injury.

              Pray, Propose to Me a Brief Form of Confession.

              Answer.

              You should speak to the confessor thus: Reverend and dear sir, I beseech you to hear my confession, and to pronounce forgiveness to me for God’s sake.

              Proceed!

              I, a poor sinner, confess myself before God guilty of all sins; especially I confess before you that I am a man-servant, a maidservant, etc. But, alas, I serve my master unfaithfully; for in this and in that I have not done what they commanded me; I have provoked them, and caused them to curse, have been negligent [in many things] and permitted damage to be done; have also been immodest in words and deeds, have quarreled with my equals, have grumbled and sworn at my mistress, etc. For all this I am sorry, and pray for grace; I want to do better.

              A master or mistress may say thus:

              In particular I confess before you that I have not faithfully trained my children, domestics, and wife [family] for God’s glory. I have cursed, set a bad example by rude words and deeds, have done my neighbor harm and spoken evil of him, have overcharged and given false ware and short measure.

              And whatever else he has done against God’s command and his station, etc.

              But if any one does not find himself burdened with such or greater sins, he should not trouble himself or search for or invent other sins, and thereby make confession a torture, but mention one or two that he knows. Thus: In particular I confess that I once cursed; again, I once used improper words, I have once neglected this or that, etc. Let this suffice.

              But if you know of none at all (which, however is scarcely possible), then mention none in particular, but receive the forgiveness upon your general confession which you make before God to the confessor.

              Then shall the confessor say:

              God be merciful to thee and strengthen thy faith! Amen.

              Furthermore:

              Dost thou believe that my forgiveness is God’s forgiveness?

              Answer.

              Yes, dear sir.

              Then let him say:

              As thou believest, so be it done unto thee. And by the command of our Lord Jesus Christ I forgive thee thy sins, in the name of the Father and of the Son and of the Holy Ghost. Amen. Depart in peace.

              But those who have great burdens upon their consciences, or are distressed and tempted, the confessor will know how to comfort and to encourage to faith with more passages of Scripture. This is to be merely a general form of confession for the unlearned.

              * These questions may not have been composed by Luther himself but reflect his teachings and were included in editions of the Small Catechism during his lifetime.

              3. Kita dapat melihat bahwa praktek yang dituliskan oleh Martin Luther adalah sama seperti apa yang terjadi dalam Sakramen Pengakuan Dosa. Martin Luther tetap melihat pengakuan dosa kepada “minister” atau “pastor/pendeta” adalah penting, karena memang Alkitab menyatakannya demikian. Untuk mengatakan bahwa Sakramen Tobat tidaklah Alkitabiah adalah sama saja dengan mengatakan Martin Luther tidak Alkitabiah. Apakah anda mempunyai pendapat bahwa Martin Luther tidak Alkitabiah?

              IV. KESIMPULAN

              Demikian jawaban yang dapat saya berikan untuk point ini. Kita melihat bahwa pengajaran tentang Sakramen Tobat adalah sungguh Alkitabiah, yang didukung oleh praktek pengakuan dosa dari abad-abad awal, yang terlihat dari tulisan para Bapa Gereja. Begitu kuatnya bukti ini, sehingga Martin Luther tidak menghapuskan Sakramen Pengakuan dosa, bahkan para pengikutnya juga terus mempraktekkan hal ini. Sungguh, menjadi suatu pertanyaan besar, mengapa aliran-aliran yang bersumber pada Lutheran justru menghapuskan Sakramen ini dengan alasan karena Sakramen Pengakuan Dosa tidaklah Alkitabiah. Pertanyaannya adalah mana yang tidak Alkitabiah, Martin Luther atau pengikutnya? Kalau keduanya saling bertentangan dan masing-masing mengklaim bahwa semuanya bersumberkan pada Alkitab, maka tidak mungkin kedua-duanya benar. Jadi, mana yang benar?

              Anda mengatakan “Semoga anda bisa post reply saya ini. Mungkin masih belum bisa membukakan mata anda, tetapi mungkin bisa membukakan mata org2 Katolik lain yg berhati besar.” Mari kita bersama-sama melihat bukti-bukti yang telah dipaparkan. Dan biarlah para pembaca katolisitas.org yang menilai diskusi ini. Kita serahkan semuanya pada karya Roh Kudus.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – katolisitas.org

              a memberikan ayat 1Tim 2:5 yang mengatakan “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,”Kalau anda mengatakan bahwa satu-satunya perantara antara Allah dan manusia (imam) adalah Yesus Kristus, maka mungkinkan umat Allah berpartisipasi dalam perantaraan Kristus? Kalau anda jawab mungkin, maka anda tidak berkeberatan dengan para imam dalam Gereja Katolik yang berpartisipasi dalam perantaraan Kristus. Kalau anda jawab tidak, maka bagaimana anda mengartikan ayat-ayat 1 Pet 2:5; 1 Pet 2:9; 2 Kor 5:17-21; Yak 5:16 di bawah ini?:

              1. Lk 17:12-14: Pada saat Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta, Yesus menyuruh mereka untuk memperlihatkan diri mereka kepada para imam. Kalau memang Yesus melarang perantara dan imam, mengapa Yesus menyuruh mereka menghadap imam?

              2. Rasul Petrus juga mengajarkan tentang partisipasi dalam karya keselamatan Tuhan, yaitu setiap dari kita menjadi batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi imamat kudus (1 Pet 2:5). Lebih lanjut Rasul Petrus menegaskan bahwa semua umat Allah adalah bangsa terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, kepunyaan Allah sendiri (1 Pet 2:9). Pemilihan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan untuk mendatangkan keselamatan pada bangsa-bangsa lain membuktikan bahwa Tuhan menggunakan ‘perantara’ untuk melaksanakan rencana-Nya.

              3. Kita juga melihat bahwa rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bahwa dia adalah utusan Kristus, dan dengan mendengarkan Rasul Paulus, maka sama saja mereka mendengarkan Kristus, karena Allah menasihati mereka dengan perantaraan para rasul (2 Kor 5:17-21). Rasul Yakobus mengatakan bahwa kita harus saling mendoakan dan mengakukan dosa (Yak 5:16). Dengan ini, maka dapat disimpulkan bahwa mengaku dosa bukan hanya kepada Allah, namun juga melalui perantara yang ditunjuk oleh Allah, seperti Rasul Paulus, Rasul Yakobus, dll.

            • Alexander Pontoh on

              Kpd Sherly,

              paragraf terakhir anda ini :

              “Semoga anda bisa post reply saya ini. Mungkin masih belum bisa membukakan mata anda, tetapi mungkin bisa membukakan mata org2 Katolik lain yg berhati besar.”

              mungkin lebih baik di posting-postingan yang selanjutnya lebih baik tidak perlu dituliskan. karena tidak berhubungan dengan topik.

              saya juga mohon, anda menjawab pertanyaan saya di bagian komentar dari topik Tanya Jawab ini (baik yang di halaman 1, 2, 3 dst)

              Terima Kasih

            • salam sherly,

              Berikut copas tulisan anda
              ,,,,,,,,,,,
              Semoga anda bisa post reply saya ini. Mungkin masih belum bisa membukakan mata anda, tetapi mungkin bisa membukakan mata org2 Katolik lain yg berhati besar.

              sherly

              Sebenarnya anda tidak perlu menuliskan kalimat di atas karena argumen2 anda begitu lemah bahkan lebih lemah dr seorang bayi (infant)jadi argumen anda tidak akan sedikit pun mempengaruhi iman setiap pembaca situs ini, terlihat jelas dari setiap sesi diskusi anda dgn pak Stef, setiap argumen dr anda justru melemahkan apa yg ingin anda sampaikan dan kadang anda sendiri memberian sanggahan yg niatnya utk menetang argumen pak Stef tp tanpa anda sendiri sadari justru mendukung apa yg dikatan pak Stef, di sini nampak jelas bahwa argumen anda terlalu dipaksa atau dicari-cari, hanya untuk pembenaran diri, bukan utk mencari kebenaran,
              Satu hal yg merupakan kesalahan fatal buat saudari sherly selama diskusi ini adalah pernyataan2 sherly yg sifatnya menuduh, menghakimi tanpa disertai bukti2, tuduhan meluluh, dari sini nampak jelas tidak adanya buah-buah kasih yg merupakan buah Roh Kudus dlm diri saudari sherly yg mengklaim bahwa seteleh pindah dr gereja katolik mendpt sukacita Roh Kudus namun sikap sherly dlm diskusi di site ini justru tidak menampakan buah2 Roh Kudus, bagaimana mungkin pembaca situs ini bisa tertarik dgn kebenaran yg anda sampaikan, jauh amat bedanya dgn pak Stef yg selalu memberikan argumen dgn lemah lembut sesuai pesan Kristus, tak pernah menuduh apalagi menghakimi, selalu konsisten dan percaya penuh pada kebenaran dan yg paling pantas disanjungi adalah sifat rendah hati dan tidak egois tp selalu setia pada kebenaran Kristus.

              • Saya sangat sependapat dengan saudara Salu, memang sangat nyata sekali postingan sherly dengan bapak Stefanus, ibarat sherly punya IQ 100 tetapi bapak Stefanus IQ 160, saya rasa orang normal yang baca diskusi ini bisa menilainya, sherly memberikan tanggapan yang selalu lemah dan selalu dapat di manfaatkan dengan sempurna oleh bapak Stefanus, sungguh sayang saudari sherly ini tidak dapat mengambil hikmah dari pengajaran dari bapak Stefanus dengan besar hati, tapi mungkin kita harus memaklumi saudari sherly kemungkinan dia lagi kebingungan dengan status nya saat ini sudah capek – capek pilih gereja lain, eh…tau – tau nya karena kurang mendalami ajaran Gereja Katolik jadinya sekarang kebingungan mendapatkan paparan kebenaran – kebenaran hakiki dari Gereja Katolik yang tidak dapat dibantah, mau bertahan di gereja lain bimbang banget, mau balik lagi ke Gereja Katolik malu….jadi sekarang ini dia berusaha mencari pembenaran diri.

                Semoga saudari sherly mendapatkan bimbingan Roh Kudus dan menemukan kebenaran sejati, dan segera mengatasi rasa malu serta dengan bulat hati kembali ke pangkuan Gereja Katolik dan kembali mendapatkan kasih sayang keibuan dari Bunda Maria yang tercinta, Berkat Tuhan Yesus selalu menyertai saudari sherly, Amin.

                [Dari Katolisitas: Mari, janganlah terlalu cepat menilai orang lain. Kita mendoakan mereka yang telah meninggalkan Gereja Katolik, namun tidak perlu menuding mereka dengan dugaan yang menyudutkan. Mari kita biarkan Roh Kudus memimpin kita semua kepada keseluruhan kebenaran, atas dasar kasih]

    • Dear Sherly dan salam kenal,
      Kalau anda sudah membaca dan memahami alkitab, saya rasa semua pertanyaan anda dari a-z sudah ada jawabannya dan sudah diuraikan di web ini. Coba belajar lagi di sini lebih dalam. Pertanyaan 2 ini adalah pertanyaan (lebih ke tuduhan2) orang-orang Protestan kepada Katolik. namun sayang, semua tuduhan tersebut tidak beralasan karena kita percaya akan janji Tuhan Yesus akan melindungi JemaatNYa(GerejaNya-satu) bukan jemaat-jemaatNya(gereja-gerejaNya) dari kuasa alam maut. Sebagaimana Pengantin Pria(Tuhan Yesus Kristus) memiliki HANYA SATU pengantin wanita(JEMAATNYA=GerejaNya) maka dengan demikian Tuhan tidak memiliki banyak mempelai wanita(kecuali anda penganut poligami). Maka, tugas anda adalah menyelidiki manakah yang asli Pengantin Perempuan dari Tuhan Yesus dan manakah pengantin perempuan yang palsu. Sebenarnya caranya mudah: Carilah jemaat (gereja) mana yang pengajaran imannya berubah2 sesuai dengan maunya mood pembicara. Inilah gereja palsu itu! Gampang saja…anda mulai dari jaman Martin Luther dengan kawan2nya…….apakah ada pengajaran mereka yang tetap tidak berubah sampai sekarang? Silahkan anda cek satu per satu .
      Dan, Gereja yang tetap tekun dan setia dalam pengajaran imanNya, inilah Pengantin Wanita yang satu itu.

      • Saudara Johanes,

        Saya lihat anda masih tidak bisa membedakan antara “Gereja” (dgn huruf besar) dan “gereja” (dgn huruf kecil). Ini pelajaran yg saya dapat ketika di SD. “Gereja” dgn huruf besar adalah umat Tuhan semuanya – lebih mengarah kepada SPIRIT/JIWA KRISTIANI – termasuk UMAT Kristen, Katolik, Baptist, Adventist, Jehovah Witness etc. “gereja” dgn huruf kecil adalah organisasi.
        Berhati2lah didalam mengidolakan “gereja” Katolik sebagai satu2nya mempelai wanita dari Tuhan – karena didalam kitab Wahyu dituliskan ttg mempelai wanita yg disesatkan.

        Revelation (WAHYU) 17:4 And the bride was arrayed in purple and scarlet colour, and decked with gold and precious stones and pearls, having a golden cup in her hand full of abominations and filthiness of her fornication.
        17:5 And upon her forehead [was] a name written, MYSTERY, BABYLON THE GREAT, THE MOTHER OF HARLOTS AND ABOMINATIONS OF THE EARTH.
        17:6 And I saw the woman drunken with the blood of the saints, and with the blood of the martyrs of Jesus: and when I saw her, I wondered with great admiration.

        Disini (ayat 4) dikatakan bahwa wanita/mempelai wanita ini mengenakan pakaian merah dan ungu. Jubah2 para kardinal dlm gereja Katolik adalah merah, dan jubah2 para uskup adalah ungu. Pada ayat 6 dikatakan bahwa mempelai ini dimabukkan oleh darah2 para santo santa dan oleh darah para martir.
        Jika anda mengaku agama Katolik adalah satu2nya mempelai dari Tuhan – maka mempelai/wanita yg berpakaian ungu dan merah di kitab Wahyu adalah agama Katolik. Agama mana lagi yg memakai warna merah dan ungu sebagai simbolnya, dan memakai emas/batu permata sebagai perhiasannya?

        Revelation 17:9
        This calls for a mind with understanding: The seven heads of the beast represent the seven hills where the woman rules. They also represent seven kings.

        Kota Roma dikenal sebagai CITY OF THE SEVEN HILLS, dan dari saat Vatican resmi menjadi state (Kingdom inside a Kingdom – Vatican adalah state didalam negara Italy), sudah ada 7 Paus (pemimpin tertinggi kerajaan Vatican = Raja).

        Apa pendapat anda? Ini hanya suatu kebetulan? Mempelai wanita berbaju merah dan ungu, memakai perhiasan emas, duduk diatas “city of the seven hills”
        gereja Katolik adalah satu2nya mempelai wanita??? ataukah “GEREJA” dalam arti spiritual adalah mempelai wanita Tuhan.

        Sherly

        • Shalom Sherly,

          1. Agaknya pendangan anda memang tidak sama dengan pandangan Gereja Katolik tentang kata “Gereja”. “Gereja” dalam huruf besar memang artinya jemaat/ ekklesia, dan dalam hal ini Injil telah menyebutkan bahwa Kristus mendirikan Gereja/ jemaat-Nya di atas Petrus (Mat 16:18), dan kepemimpinan Rasul Petrus dan para penerusnya ini memang sampai sekarang ada di dalam Gereja Katolik. Lalu “gereja” dalam huruf kecil itu mengacu kepada bangunan gereja. Kalau kita mengatakan bahwa Gereja sebagai Mempelai Kristus itu hanya ada satu, disebabkan bukan mengidolakan Gereja Katolik. Tetapi, karena itu adalah pengajaran Yesus sendiri yang mengajarkan bahwa perkawinan hanya terdiri dari seorang laki- laki dan seorang perempuan (lih. Mat 19:5); maka sudah pasti, Ia akan memberikan teladan dalam hal ini. Yesus berkata, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (Gereja-Ku, dalam bentuk tunggal/ singular) dan alam maut tidak akan menguasainya. Maka, kasih Kristus kepada Gereja-Nya (bukan Gereja- gereja-Nya) itulah yang menjadi dasar dari kasih suami dan istri seperti yang disebutkan oleh Rasul Paulus dalam Ef 5:22-33.

          2. Wahyu 17 memang menceritakan secara simbolis tentang seorang wanita (gunḗ, dalam bahasa Yunani) yang disesatkan, namun perikop ini sendiri menyatakan makna dari wanita tersebut, yaitu pada ayat ke 18, bahwa wanita itu adalah “kota besar yang memerintah atas raja- raja di bumi”, dan ini tidak mengacu kepada Gereja Katolik sebagai Mempelai Kristus, melainkan kepada kota Roma pada saat kitab Wahyu tersebut dituliskan di abad pertama. Kita ketahui bahwa kota Roma saat itu memang tempat diadakannya pembunuhan besar- besaran jemaat Kristen, terutama pada jaman pemerintahan Kaisar Nero.

          Maka, memang benar bahwa binatang yang berkepala 7 dan bertanduk 10 itu adalah Kerajaan Roma. 1) 7 gunung di Roma 2) 7 raja-raja Romawi, mulai dari Kaisar Agustus, Tiberius, Gaius, Claudius dan Nero(n), dilanjutkan oleh Vespasian dan Titus. Domitian adalah yang ke-8, ialah yang hidup pada jaman Rasul Yohanes menuliskan kitab Wahyu, dan ialah yang dikenal sebagai “Kaisar Nero yang hidup kembali” karena kekejamannya yang menyerupai Nero. Kesepuluh tanduk di sini (seperti yang juga disebutkan dalam Dan 7:7) adalah kerajaan-kerajaan sekutu Roma. Binatang ini juga disebutkan dalam Wahyu 13:1.

          Selanjutnya tentang topik, apakah Gereja Katolik adalah the Whore of Babylon, telah dibahas di sini, silakan klik; dan apakah binatang buas dalam Wahyu 13 adalah Gereja Katolik? sudah dibahas di sini, silakan klik.

          3. Bahwa para kardinal ataupun para Uskup kadang memakai jubah berwarna merah dan ungu, itu tidak untuk dihubungkan dengan ayat ini. Karena warna merah kirmizi dan ungu dalam liturgi Gereja Katolik itu memiliki arti yang sebenarnya berkaitan dengan ayat- ayat yang lain dalam Kitab Suci. Kita ketahui warna merah kirmizi dan ungu juga menjadi warna- warna yang dipakai pada bait Allah/ kemah suci (lih. Kel 26:1); dan warna- warna yang dipakai oleh para imam suku Lewi (lih. Kel 28:5) pada saat mereka bertugas memimpin jemaat Allah. Warna- warna ini adalah pilihan Allah sendiri bagi imam-Nya dan bagi bait suci-Nya. Para kardinal dan uskup itu adalah para imam yang menjalankan tugasnya sebagai gembala umat Tuhan. Maka kalau Gereja Katolik memakai warna- warna tersebut, itu adalah karena Allah sendiri memilihnya.

          Bahwa kemudian warna merah dan ungu tersebut dipilih untuk menjelaskan jubah pakaian wanita dalam Why 17, itu adalah untuk mengkontraskannya dengan jubah putih yang dipakai oleh para martir, yaitu “orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.” (Why 7:13-14). Sebab memang oleh darah Kristus, dosa yang merah seperti kirmizi akan menjadi putih seperti salju (Yes 1:18).

          4. Maka dalam menginterpretasikan ayat Kitab Suci memang kita perlu melihat konteksnya secara keseluruhan, agar tidak keliru. Dari konteksnya saja tidak mungkin Gereja Katolik (jika anda mengartikan perempuan itu sebagai Gereja Katolik) menjadi ‘mabuk’ oleh darah para martir. Gereja Katolik berduka atas penganiayaan dan pembunuhan putra-putrinya oleh pihak penguasa kota Roma, dan tidak mungkin menjadi mabuk/ berpesta pora karenanya.

          5. Akhirnya, sebagai Mempelai Kristus, Gereja memang hanya ada satu, Gereja Katolik. Namun hubungan persekutuan seorang beriman dengan Gereja Katolik dapat terjadi secara penuh (jika ia menjadi anggota Gereja Katolik dan hidup sesuai dengan iman Katolik) dan tidak penuh (jika ia tidak menjadi anggota Gereja Katolik).

          Konsili Vatikan II Unitatis Redintegratio 3 (Decree on Ecumenism) mengajarkan demikian,

          “Even in the beginnings of this one and only Church of God there arose certain rifts,(cf. 1 Cor 11:18-19; Gal 1:6-9; 1 Jn 2:18-19) which the Apostle strongly condemned (cf. 1 Cor 1:11 ff, 11:22). But in subsequent centuries much more serious dissensions made their appearance and quite large communities came to be separated from full communion with the Catholic Church-for which, often enough, men of both sides were to blame. The children who are born into these Communities and who grow up believing in Christ cannot be accused of the sin involved in the separation, and the Catholic Church embraces upon them as brothers, with respect and affection. For men who believe in Christ and have been truly baptized are in communion with the Catholic Church even though this communion is imperfect. The differences that exist in varying degrees between them and the Catholic Church-whether in doctrine and sometimes in discipline, or concerning the structure of the Church-do indeed create many obstacles, sometimes serious ones, to full ecclesiastical communion. The ecumenical movement is striving to overcome these obstacles. But even in spite of them it remains true that all who have been justified by faith in Baptism are members of Christ’s body, and have a right to be called Christian, and so are correctly accepted as brothers by the children of the Catholic Church.

          Maka Sherly, benar bahwa Gereja Katolik menganggap bahwa hanya ada satu Gereja sebagai Mempelai Kristus, sebab memang itulah yang diajarkan Kristus dalam prinsip perkawinan. Namun demikian bukan berarti bahwa Gereja Katolik menganggap rendah gereja- gereja di luar Gereja Katolik, sebab semua umat yang sudah dibaptis dalam nama Allah Bapa Putera dan Roh Kudus dapat dikatakan sebagai saudara- saudari di dalam Kristus, dan berada dalam persekutuan dengan Gereja Katolik, walau persekutuan ini tidak sempurna.

          Demikian yang dapat saya sampaikan kepada anda, semoga dapat juga menjadi masukan bagi anda.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          Ingrid Listiati- katolisitas.org

          • Halo Ingrid,

            1. Tulisan anda: “karena itu adalah pengajaran Yesus sendiri yang mengajarkan bahwa perkawinan hanya terdiri dari seorang laki- laki dan seorang perempuan (lih. Mat 19:5); maka sudah pasti, Ia akan memberikan teladan dalam hal ini. Yesus berkata, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (Gereja-Ku, dalam bentuk tunggal/ singular)”
            - Anda bilang mempelai wanita hanya ada satu, lalu menjelaskan “diatas batu karang ini didirikan Gereja (huruf besar)”, dan karena gereja Katolik didirikan diatas Petrus maka dialah satu2nya mempelai tsb.
            - Di penjelasan saya yg lain saya katakan: Petrus = batu karang = iman Kristiani (yg mengakui Yesus sebagai Juru Selamat/Messiah) yg sekokoh batu karang (kuat/tidak tergolakkan). Jadi yg dimaksud Gereja oleh Yesus disini adalah JEMAATNYA/UMATNYA YG MEMPUNYAI IMAN SEKOKOH BATU KARANG.
            - Jadi, mempelai wanita yg hanya satu itu BUKANLAH gereja (organisasi) Katolik yg didirikan diatas Petrus, melainkan JEMAATNYA yg beriman kokoh.
            - Mempelai wanita = SEMUA UMAT KRISTIANI (Katolik//Kristen/Baptist dll – dari 34000 denominasi yg anda sebutkan) YANG MEMILIKI IMAN SEKOKOH BATU KARANG, bukan hanya gereja Katolik (organisasi, gereja dgn huruf kecil) sebagai satu2nya. Semoga ini bisa mengganti persepsi anda.

            2. Pada saat Wahyu diberikan kepada Yohanes di pulau Patmos, Wahyu (REVELATION) ini MENGARAH KE MASA DEPAN (setelah zaman Yohanes), dan Wahyu 17 (dimana ditemukan ttg wanita ini) adalah SETELAH TERJADINYA 7 MALAPETAKA BESAR.
            Jadi jika anda mengatakan ini sudah terjadi pada zaman kaisar Nero, adalah tidak benar. 7 cawan murka Allah BELUM dibuka pada saat kaisar Nero berkuasa. Sehendaknya kita bijaksana dalam melihat pesan di Wahyu.

            Revelation (WAHYU) 17:4 And the bride was arrayed in purple and scarlet colour, and decked with gold and precious stones and pearls, having a golden cup in her hand full of abominations and filthiness of her fornication.
            17:5 And upon her forehead [was] a name written, MYSTERY, BABYLON THE GREAT, THE MOTHER OF HARLOTS AND ABOMINATIONS OF THE EARTH.
            17:6 And I saw the woman drunken with the blood of the saints, and with the blood of the martyrs of Jesus: and when I saw her, I wondered with great admiration.
            17:9 This calls for a mind with understanding: The seven heads of the beast represent the seven hills where the woman rules. They also represent seven kings.

            - Kata mabuk kepayang (drunken) kerap dihubungkan dengan kenikmatan/kesukaan/kebanggaan. Bayangkan pengertian kata ini: MABUK HARTA (yg artinya kesukaan/kesenangan/kebanggaan akan harta). Kata “MABUK oleh darah santo/santa/martir berarti KESENANGAN/KEBANGGAAN akan darah martirnya. Kita ketahui bahwa gereja katolik sangat mengagungkan santo/santa/para martirnya. Jadi wanita yg dilihat Yohanes ini BISA berarti gereja Katolik – Jika anda membaca ayat selanjutnya dikatakan bahwa Yohanes SURPRISED/terkejut/tidak percaya.

            Jabaran saya diatas tsb tidak ada yg tahu kebenarannya (Asumsi diatas dikatakan oleh BIBLE SCHOLARS) tetapi SEBAIKNYA KITA SELALU MOHON BIMBINGAN ROH KUDUS, karena Paus adalah manusia – dan anda tahu kalau gereja Katolik pernah disesatkan di abad pertengahan. Kita tidak berkata bahwa setan tidak bisa merasuki Paus. Jika anda merasa ada yg salah akan doktrin gereja, terutama pada saat akhir zaman sudah dekat (skrg banyak tanda2nya), maka BERDOALAH mohon bimbingan Roh Kudus.
            Anda bisa mendebat saya lagi – tetapi ini pesan pribadi saya terhadap anda. Ingat, Paus adalah manusia belaka.

            - Karena kebanggaan anda akan Santo Santa, maka bacalah: Prophecy of St Malachy

            “According to the prophecy, the current Pope (Benedict XVI may be the second last Pope – Gloria Olivæ (“Glory of the Olives”). The Last Pope is named Petrus Romanus”
            (Paus Benedict XVI adalah paus KEDUA dari terakhir).

            Dan kata terakhir dalam prophecy itu adalah:
            “In the final persecution of the Holy Roman Church there will reign Peter the Roman, who will feed his flock amid many tribulations, after which the seven- hilled city will be destroyed and the dreadful Judge will judge the people. The End.”

            SIAPKAH ANDA? Teruslah mohon bimbingan Roh Kudus dan hati2 terhadap doktrin2 gereja.

            sherly

            • Shalom Sherly,

              1. Mengenai satu Gereja sebagai mempelai Kristus (the Bride of Christ)

              Kalau anda mempelajari sejarah, anda akan mengetahui bahwa polemik interpretasi Mat 16:18 hanya terjadi setelah jaman gereja Protestan yang memang tidak mengakui keutamaan Rasul Petrus (the primacy Peter) di antara para rasul yang lain. Hal ini sudah pernah saya ulas dalam artikel Keutamaan Petrus (bagian 1), silakan klik; dan juga tentang Petros dan Petra, silakan klik.

              Maka saya juga mengetahui adanya interpretasi yang anda sampaikan tersebut, yang memang menjadi interpretasi umum gereja- gereja non- Katolik, sejak jaman reformasi Protestan. Interpretasi Gereja Katolik sangat jelas di sini, bahwa Tuhan Yesus mendirikan Gereja (jemaat)-Nya di atas Rasul Petrus, oleh karena pengakuan imannya yang kokoh bagaikan batu karang bahwa Kristus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Interpretasi ini secara konsisten diajarkan oleh para Bapa Gereja, sejak abad awal, sehingga inilah yang diajarkan sampai sekarang oleh Gereja Katolik.

              Sesungguhnya para ahli Kitab Suci dari gereja- gereja non Katolikpun sekarang ini mulai mengakui bahwa teks Mat 16:18 mengacu bahwa Gereja Katolik didirikan di atas Rasul Petrus (bukan hanya atas iman yang kokoh sebagai batu karang). Simaklah apa yang dikatakan oleh W.F. Albright, seorang ahli Kitab Suci (non- Katolik) yang dikenal secara internasional sebagai “the dean of biblical studies” :

              “… Tidak ada bukti bahwa Petrus atau Kepha adalah sebuah nama sebelum jaman Kristen…. Petrus sebagai Batu Karang akan menjadi pondasi dari komunitas di kemudian hari. Yesus… di sini memakai bahasa Aram, bukan Ibrani… Seseorang harus membuang interpretasi yang menyatakan bahwa ‘batu karang’; ini merupakan pengakuan iman Petrus atau pengakuannya akan kemesias-an Yesus. Untuk mengabaikan keutamaan Petrus di antara para murid pada jemaat perdana adalah sebuah pengingkaran suatu bukti…”(W.F. Albright dan C. S. Mann. The Anchor Bible: Matthew (Garden City, NY: Doubleday & Co., 1971), p. 195

              Albright tidak sendirian dalam mengatakan hal ini, sebab beberapa ahli Kitab Suci Protestan yang lain, yang juga mempelajari teks aslinya, akhirnya juga sampai kepada kesimpulan ini. Silakan klik di link ini untuk membaca pengajaran mereka tentang topik Mat 16:18-19 ini.

              Jadi, mempelai wanita yang dimaksudkan sebagai mempelai Kristus, tetaplah Gereja yang didirikan Kristus di atas Rasul Petrus, dan Gereja ini sekarang ada dalam Gereja Katolik; karena Gereja Katolik memiliki jalur apostolik yang terus berlangsung sejak kepemimpinan Rasul Petrus. Namun memang kesatuan dengan Gereja Katolik ini dapat terjadi secara sempurna (dengan menjadi anggotanya) ataupun tidak sempurna (jika tidak secara fisik menjadi anggotanya, namun secara rohani tergabung dengannya).

              2. Tentang Kitab Wahyu
              Kitab Wahyu 17 dituliskan berdasarkan penglihatan Rasul Yohanes di pulau Patmos, yang dituliskan dengan gaya penyampaiannya yang sarat dengan lambang- lambang. Sebagian memang dituliskan untuk menggambarkan kejadian pada saat itu (misalnya tulisan kepada tujuh gereja di Asia Kecil lih Why 2 dan 3); namun juga sebagai nubuat untuk masa mendatang. Sebagian dari nubuat itu sudah terjadi, walaupun masih juga dapat terjadi di waktu yang akan datang, dengan prinsip yang sama. Seperti misalnya adalah tentang Antikristus, karena kita mengetahui perwujudan Antikristus ini sudah berkali- kali terjadi di sepanjang sejarah manusia, yang akan mencapai puncaknya sebelum akhir dunia terjadi.

              Dengan demikian, bahwa Antikristus sudah terjadi di jaman Kaisar Nero dan penerusnya yaitu Kaisar Domitian yang disebut sebagai Kaisar Nero yang hidup kembali, karena kekejamannya yang sangat menyerupai Nero, bukanlah interpretasi yang tidak benar. Rasul Yohanes sendiri mengatakan bahwa pada saat suratnya ditulis, telah bangkit banyak antikristus (1 Yoh 2:18). Maka hal ketujuh cawan murka Allah itu memang dapat dikatakan sebagai telah terjadi (pada masa kebakaran besar- besaran kota Roma pada tahun 64 yang memang telah menghancurkan hampir seluruh kota tersebut); namun masih juga dapat terjadi lagi, pada akhir dunia nanti, tentu dengan skala yang lebih luas.

              Maka demikianlah pengertian tentang Antikristus menurut Gereja Katolik:

              KGK 675 Sebelum kedatangan Kristus yang kedua, Gereja harus mengalami ujian terakhir yang akan menggoyahkan iman banyak orang (Bdk. Luk 18:8. Mat 24:12). Penghambatan, yang menyertai penziarahannya di atas bumi (Bdk. Luk 21:12. Yoh 15:19-20), akan menyingkapkan “misteri kejahatan”. Satu khayalan religius yang bohong memberi kepada manusia satu penyelesaian semu untuk masalah-masalahnya sambil menyesatkan mereka dari kebenaran. Kebohongan religius yang paling buruk datang dari Anti-Kristus, artinya dari mesianisme palsu, di mana manusia memuliakan diri sendiri sebagai pengganti Allah dan mesias-Nya yang telah datang dalam daging (Bdk. 2 Tes 2:4-12; 1 Tes 5:2-3; 2Yoh 7; 1 Yoh 2:18.22)

              KGK 676 Kebohongan yang ditujukan kepada Kristus ini selalu muncul di dunia, apabila orang mengkhayalkan bahwa dalam sejarahnya mereka sudah memenuhi harapan mesianis, yang hanya dapat mencapai tujuannya sesudah sejarah melalui pengadilan eskatologis. Gereja telah menolak pemalsuan Kerajaan yang akan datang (Bdk. DS 3839), juga dalam bentuknya yang halus, yang dinamakan “milenarisme”, tetapi terutama bentuk politis dari mesianisme sekular yang secara mendalam bersifat salah (Bdk. Gaudium et Spes 20-21).

              Ya, benar, kita harus bijaksana dalam mengartikan kitab Wahyu, justru karena saratnya kitab itu dengan simbol- simbol, sehingga kita perlu melihat kaitannya dengan ayat- ayat lain dalam Kitab Suci. Dengan melihat kaitannya dengan ayat- ayat yang lain, maka seseorang tidak akan secara tergesa- gesa menyangka bahwa Pelacur besar yang disebut dalam Why 17:5 adalah Gereja Katolik Roma; hanya karena melihat adanya penggunaan warna merang kirmizi dan ungu pada pakaian Paus dan imam- imam Katolik, ataupun menghubungkannya dengan perkataan mabuk oleh darah para martir.

              Kata ‘mabuk’ (asal kata Yunaninya adalah methúō) yang dipakai di ayat Why 17:6 juga dipakai di ayat Why 17:2 yaitu, “Dengan dia (perempuan/ pelacur tersebut) raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.” Maka konteks kata mabuk di sini sebenarnya bukan mabuk ‘kebanggaan’, namun lebih kepada kondisi terpuruk dalam dosa percabulan, atau konotasi ‘haus darah’ yang disebutkan pada ayat Why 17:6. Namun memang di ayat- ayat lainnya dalam Kitab Suci kata ‘mabuk’ ini ada yang berarti mabuk cinta/ kepayang, namun kata asli yang dipakai tidak sama dengan kata ‘mabuk’ pada Why 17:2, 6 (seperti pada Kid 5:1, namun kata yang dipakai adalah šāṯāh, bukan methúō ataupun pada Yes 29:9, namun kata yang yang dipakai adalah sāḵar dan bukan methúō).

              Seandainya-pun anda masih tetap ingin mengartikan kata ‘mabuk’ ini dengan mabuk kepayang/ kesenangan atau kebanggaan, saya ingin bertanya, apakah anda sendiri sebagai umat Kristen tidak bersyukur dan ‘berbangga’ atas adanya banyak orang Kristen terutama para rasul Kristus yang rela menyerahkan nyawa mereka demi iman mereka kepada Kristus? Ya, kita berkabung atas kematian mereka, namun kita sesungguhnya layak berbangga atas pengorbanan mereka, yang mereka lakukan demi kasih mereka kepada Tuhan. Sebab dengan kematian mereka yang sedemikian itu mereka menjadi semakin serupa dengan Kristus; dan memberi kesaksian akan kebenaran iman Kristiani. Maka ‘berbangga’ di sini konteksnya adalah ‘bermegah’ atas ketabahan iman Gereja menghadapi segala penganiayaan dan penindasan (lih. 2 Tes 1:4), karena mengatahui bahwa pengorbanan para orang kudus itu malah akan menguatkan iman para beriman yang masih hidup di dunia.

              3. Maka memang benar bahwa Kitab Wahyu dapat menimbulkan banyak interpretasi, tetapi alangkah bijaksananya, seperti saran anda sendiri, agar kita mempelajarinya terlebih dahulu dan mohon bimbingan Roh Kudus, untuk memahaminya. Seandainya ini dilakukan, saya percaya anda tidak akan terlalu cepat mengatakan bahwa Pelacur Besar Babilon (the Whore of Babylon) itu adalah Gereja Katolik. Sebab dengan berkata demikian sesungguhnya anda secara tidak langsung menganggap semua umat Katolik tidak termasuk dalam bilangan Jemaat Kristus (yang beriman kokoh), dan anda mengkontradiksi sendiri interpretasi/ pemahaman anda akan ayat Mat 16:18, yang anda tuliskan di point 1: “Mempelai wanita = SEMUA UMAT KRISTIANI (Katolik/Kristen/Baptist dll – dari 34000 denominasi yg anda sebutkan) YANG MEMILIKI IMAN SEKOKOH BATU KARANG, bukan hanya gereja Katolik (organisasi, gereja dgn huruf kecil) sebagai satu2nya.” Padahal sejarah sendiri mencatat bahwa Gereja yang sudah ada sejak jaman Rasul Petrus dan bertahan sampai sekarang adalah Gereja Katolik.

              4. Mengenai nubuat St. Malachy

              Ya, saya juga mengetahui adanya nubuat tersebut. Kita tidak pernah mengetahui kapan saat persisnya Tuhan Yesus akan datang kembali di akhir dunia. Maka tugas kita adalah agar senantiasa berjaga- jaga, dan berjuang untuk hidup kudus dalam kasih kepada Allah dan sesama.

              Terima kasih anda sudah mengingatkan saya. Ya, saya akan berhati- hati, tetapi bukan terhadap doktrin Gereja Katolik, namun justru kepada ajaran yang berdasarkan pemahaman pribadi yang tidak sesuai dengan doktrin Gereja Katolik. Karena saya percaya Gereja Katolik sudah diberi kuasa oleh Kristus sendiri untuk mengajarkan ajaran iman dan moral yang tidak mungkin sesat, dan saya percaya dengan teguh atas janji Kristus tersebut.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              Ingrid Listiati- katolisitas.org

        • maaf Sherly, bagi saya hanya ada satu Gereja, yaitu Gereja Katolik dan ada banyak gereja yaitu gereja gereja diluar Katolik yang tidak memiliki kepenuhan iman . Itulah alasan saya mengapa menulis Gereja dengan gereja. Terimakasih sudah mengingatkan saya kan pelajaran SD, tapi saya sendiri belum lupa akan pelajaran itu . Setelah iman saya bertumbuh saya bisa membedakan mana Gereja dan mana gereja. Penafsiran anda akan kitab wahyu sangat tekstual sekali. Coba belajar kitab Wahyu dengan tidak terlalu tekstual ya…karena kitab Wahyu termasuk dalam kitab dengan gaya bahasa prosa. Kalau anda mantan Katolik. silahkan beli buku katekismus Gereja Katolik dan silahkan belajar ulang dari sana. Jangan sampai anda salah jalan kalau belum mengerti ajaran Katolik tapi anda mencelanya justru dari ketidakmengertian anda. Semoga Roh Kudus membantu anda.

        • Setelah membaca argumen saudara Shirley dan penjelasan katolisitas kepadanya, semakin mencintai Agama Katolik dengan Gerejanya yang Kudus, Satu, dan Apostolik. Dan masih bersatu dalam pimpinan bapak Paus.

          Ay

    • Dear all,

      saya jd tertarik u/ ikut serta dlm diskusi ini! kebetulan sy tinggal di Sydney, dan sy melihat Gereja Katolik (GK) lokal ok, CIC (Catholic Indonesian Community) jg berkembang, thn 2008 World Youth Day (WYD) di Sydney jg sangat meriah, dimana Paus, para Pastor dan Suster dan seluruh kaum muda (umat) Katolik dari seluruh dunia berkumpul, yg melibatkan peranserta pemerintah setempat, dan konjen RI dan staf pun ikut merayakan misa bersama. Saat2 WYD tsb terasa keagungan GK.

      bbrp wkt yg lalu, sy pernah ikut dlm acara2 non katolik (krn ajakan teman), awalnya sy senang mendengar kotbah pendeta2, ttp lama kelamaan bnyk keganjalan yg sy rasakan, misalnya pengertian “berkat” yg hny berorientasi kpd hal2 duniawi/ materi, dll msh bnyk yg tdk perlu sy bahas disini, membuat sy ingin melihat dr sisi ajaran GK (yg seblmnya sy pikir katolik dan kristen non katolik sama) ternyata stlh sy pelajari dan renungkan, sy sgt bersyukur bhw apa yg telah sy miliki adalah yg terbaik, bhw ajaran GK yg sgt mendalam, lengkap dan konsisten.

      so buat teman2 kristen non katolik, seblm berkomentar yg sering malah mendiskreditkan agama lain (katolik), ada baiknya dgn rendah hati mencari tahu dan mengerti ajarannya dgn lengkap, tdk sepotong2 dan tdk dgn kebencian, emosi, yg justru sikap itu akan mengabaikan ajaran kasih Tuhan Yesus sendiri.

      buat teman2 katolik, mari kita semakin mengimani iman Katolik kita, yg akan kita bagikan kpd sesama, sehingga mrk berada dlm kebenaran yg sesungguhnya. Kita jg boleh bangga, sb justru pemimpin2 kita mendidik agar kita menghormati dan mendoakan agama lain yg berbeda (tdk pernah sekalipun pastor2 menjelek2an ajaran agama lain, hal ini seharusnya dpt menggugah hati nurani kita semua/ umat, akan kebijaksanaan yg sejati.

      buat tim katolisitas, sy sgt berterima kasih dan kagum atas kesabarannya untuk menjelaskan satu persatu dgn detail dan ilmiah setiap pertanyaan2 (wlpun kadang sgt menjengkelkan dan melelahkan).

      God Bless!!!

      • Dear Veronica,
        Saya yakin anda hanya ikut ke gereja lokal Kristen Indonesia saja, yg terus terang saya akui ajaran2nya tidak benar karena hanya mengagungkan materi/harta saja.
        Pernahkah anda mengunjungi Hillsong Church?
        Tahukah anda bahwa saya adalah tim pengurus World Youth Day, dan keterlibatan saya dalam kepengurusan World Youth Day tidak bisa menahan saya untuk pindah ke agama Kristen Pentekosta (saya tidak pindah sebagai Protestan/Lutheran).

        sherly

        • Shalom Sherly dan rekan-rekan semua,
          Terima kasih atas semua komentarnya. Mari, kita bersama-sama mencoba untuk memberikan komentar yang membangun diskusi yang sehat. Untuk itu, kita harus berfokus pada dogma dan doktrin dan tidak perlu untuk berdiskusi tentang pribadi. Dengan demikian diskusi dapat menjadi lebih obyektif dan tidak subyektif. Semoga dapat diterima oleh semua.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

        • Alexander Pontoh on

          @ Sherly :

          kalau menurut anda, gereja lokal Kristen Indonesia ajaran2nya tidak benar. apakah yang diajarkan oleh gereja anda? sehingga anda anggap benar (karena kalau tidak benar, pasti anda tidak akan disana bukan?)

        • endro wibowo on

          @sherly:

          satu organisasi saja tidak sama.. jadi dibimbing oleh roh kudus hanya klaim saja kan? disinilah perbedaannya dengan gereja katolik yang satu- dengan gereja lainya. saya ga mengatakan paling benar, karena itu subyektif. [Dari Katolisitas: kita mengimani bahwa kepenuhan kebenaran ada di dalam Gereja Katolik yang didirikan oleh Kristus, di atas Rasul Petrus. Ini adalah fakta yang sebenarnya bersifat obyektif] tapi, secara nalar gereja mana yang lebih kompak, dan kredibel?

        • Shaloom Sherly,

          Sy sangat berterimakasih kpd anda,karena berkat diskusi panjang anda(yg mewakili iman Kristen anda) dg pak Stef (yg mewakili iman Kristen Katholik) yang cukup panjang dan melelahkan menurut sy mampu membuka mata hati sy akan kebenaran iman Katholik yg sy imani skrg.

          Jujur dulu sy merasa biasa2 sj mjd org Katholik,bhkn malah ‘kagum’ dg jemaat gereja Kristen non-Katholik yg sy anggap dulu lbh hebat imannya drpd jemaat Katholik. Jadi mgk istilah “rumput tetangga jauh lebih hijau” rasanya pas utk menggambarkan kekaguman sy tsb.
          Sy memang agak telat membaca diskusi panjang ini,karena sy pendatang baru di situs ini.
          Sebagai pembaca,sy membayangkan(berdasarkan cara penulisan,cara jwb dan cara berargumentasi anda berdua). Ada dua orang (Anda&pak Stef) yg saling berargumentasi sbg berikut:
          Anda dtg ke rumah pak Stef,ketok2 sambil berkacak pinggang,sambil bicara dg gegabahnya,bla…bla…bla…
          Pak Stef mempersilahkan anda masuk untuk duduk,berbicara baik2.
          Anda mau duduk,tapi anda tdk bisa menahan emosi anda,mengatakan ana ini itu…
          pak Stef menanggapinya dg sgt baik,cool dan tdk terpancing sekalipun.
          Anda semakin ngotot(barangkali matanya sdkt melotot dan rambutnya ikut berdiri)saking marahnya…karena anda sering menggunakan kata seru dan huruf kapital.
          Tapi pak Stef tdk pernah terpengaruh,tetap sabar,kalem,cool dan sangat terpelajar dlm berbicara.
          (itu adalah imajinasi sy yg membaca diskusi kalian)

          [Dari Katolisitas: Ini adalah imajinasi Anda, tetapi memang belum tentu betul, terutama jika Sherly tidak tahu bahwa dengan menggunakan huruf kapital dalam bahasa korespondensi internet, menandakan kemarahan]

          Dari situlah,mulai tumbuh rasa simpati,bangga sy thd iman Katholik sy sendiri,betapa diserang apapun,dicari ‘cacat dan cela’nya sekalipun…semua mental.
          Sy sgt berterimakasih kpd saudari Sherly karena justru Saudari lah yg membantu men-cemerlangkan,meng-kilaukan apa itu ajaran Katholik.
          Betapa Saudari jg membantu para pembaca yg mgk hanya setengah2 mengimani katholik spt sy,menjadi lebih tau,lebih paham dan lebih mantap lagi utk tdk meninggalkan Gereja Katholik spt anda.
          Anda juga yg meyakinkan sy,menyadarkan sy betapa “rumput” di halaman sy sendirilah yg paling hijau,yang paling indah.
          Terimakasih juga kpd pak Stef(jg bu Ingrid),sy sangat salut dan bangga dg semua tanggapan2 anda yg sgt baik,lemah lembut,penuh kasih dan santun(buah Roh Kudus) thd komentar2 yg mendiskreditkan ajaran Katholik di semua artikel di situs ini.Sy yakin,dlm menjawab Roh Kuduslah yg membimbing kalian.

          [Dari Katolisitas: Terima kasih atas apresiasi Anda, dan kami mohon doa Anda untuk kelangsungan karya kerasulan ini]

          Semoga kalian senantiasa memancarkan sinar Kasih, krn Kristus adalah Kasih itu sendiri.Amin

          Berkah Dalem

  19. Didik Tarsisius on

    Hallo teman2 sesama home sweet rome mari kita semakin kuat berjuang mempertahankan kerajaan katholik roma didunia jangan sampai kita terkecoh oleh ajaran2 yang mengatakan dirinya alkitabiah tapi justru sangat tidak alkitabiah. maju terus para pengurus web ini. Amin……………….

  20. gunawan wijaya on

    menyambung tanggapan dari saudara/i kita yang protestan, terutama yang awalnya katolik lalu berpindah ke kristen, saya mau sharing…dulu saya adalah katolik predikat, yang cuma dateng kegereja saat paskah dan natal saja, namun roh kudus yang tercurah dalam saya terus mencari Tuhan, bukan dalam gereja lain yang amat sangat berbeda, saya mengubah sudut pandang iman saya bukan terfokus akan apa yang saya dapat, tapi berfokus pada apa yang saya berikan pada Tuhan dalam kasih saya yang secuil ini. jujur saya iri pada saudara/i yang protestan atas keteguhan imannya, saya merasa iman saya saja belum 10% dari mereka yang protestan. tapi yang mau saya terangkan bukan kelebihan masing2 gereja, tapi kekuatan iman kita yang kita anut sejak semula…jika semula kristen, bagaimana menjaga agar terus kristen, jujur saat saya melihat debat antara kristen dan katolik saya sedih, mengapa sejarah membuat banyak orang pandai dari berbagai masa mau menyentuh keilahian Tuhan. tidak cukupkah kita mengasihi Tuhan dengan sederhana? cukupkanlah kita dengan apa yang kita punya, bukan berarti kita tidak perlu tahu tentang kebenaran Tuhan, tapi saat kita sudah merasa akal kita tidak bisa menjangkau keilahian, ya sudah, minta bimbingan roh kudus dan minta maaf atas kekurangan kita sebagai manusia yang tidak bisa menjangkaunya. saya tidak mengerti mengapa sampai ada pemikiran gereja yang datangnya dari manusia bisa melebihi kebenaran yang datangnya dari Yesus sendiri?? juga belum lagi dari berbagia agama non kristiani, saya merasa minder atas kurangnya pengetahuan saya akan misteri iman, namun saya terus berusaha mencari kebenaran tanpa mencari kesalahan, jika saya mencari kebenaran dari kesalahan saya pasti sudah membuat agama sendiri yang saya yakini bahwa saya adalah tuhan, tapi kasih setiaNya besar bagi yang percaya kepadaNya… jujur siapa sih yang tidak mau kalau seluruh dunia mempunyai satu agama saja? tapi biarlah iman kita yang menunjukkan seberapa pantasnya kita dihadapanNya sebenarnya katolik dan kristen yang diperdebatkan sih? apakah Tuhan yang kita sembah itu berubah? apakah Tuhan itu majemuk? marilah kita berdoa pada apa yang kita yakini maka Tuhan sendirilah yang akan menunjukkan jalannya. Tuhan melihat yang didalam hati.
    bagi yang katolik dan merasa lapar akan firman mengapa tidak ikut komunitas?adorasi?
    hukum awal kan taurat musa, kalau kita memang mengimani Tuhan yang menurunkan taurat, ya ikuti hukum taurat, karena taurat adalah akar hukum dari yahudi,kristiani,juga islam…
    saya sih tidak masalah banyak teman yang seiman, yang penting toleransinya bahkan saya tidak merasa heboh saat teman saya pindah gereja, karena itu yang dia imani, saya cuma bisa mendoakan supaya Tuhan memberikan yang terbaik, seperti perintah Tuhan pada paulus untuk makan daging yang haram dimatanya, apakah itu masuk akal? karena Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita.
    mari kita menjadi anak-anak Allah seperti tertulis dalam Mat. 5:9;anak2 yang membawa damai.
    mohon maaf atas comment yang tak berhubungan ini, tapi jujur saya sedih saat orang terlalu mengagungkan agamanya dan menyalahkan agama yang lain. apakah ada yang tahu agama apa yang benar2 baik? hanya Tuhan yang tahu dan merencanakan semua yang terbaik pada anak-anakNya. jadi berbangga dalam hatilah saat mengetahui ajaranmu benar dan jangan mencari-cari kesalahan.
    sebab semua agama baik, mana ada agama yang menyuruh membunuh sesamamu? imanilah agamamu dengan kasih dari dirimu dan berusahalah sekuat tenaga pada iman akan agamamu dan percayalah pada Tuhan pencipta alam
    janganlah kamu menganggap dirimu bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan(Ams. 3:7)
    Tuhan memberkati semoga bisa mengubah persepsi kita, ingat ini forum katolik, dan semua yang ada disini benar menurut katolik, dan kita tidak bisa berbantah padahal ada bukti. shalom.

    • Shalom Gunawan Wijaya,

      Terima kasih atas tanggapannya. Tidak menjadi masalah kalau setiap orang mempunyai perbedaan pendapat, apalagi kalau mempunyai latar belakang agama yang berbeda. Yang penting adalah setiap orang harus belajar untuk menyampaikan kebenaran dengan baik. Dan bagi kita umat Katolik, kita harus siap sedia, jika ada orang yang ingin mengetahui iman Katolik (lih. 1 Pet 3:15). Jadi, bersama-sama, mari kita sikap perbedaan dengan baik, percaya bahwa Yesus yang adalah Kebenaran (lih. Yoh 14:6) akan membimbing masing-masing pribadi yang menempatkan kebenaran di atas kepentingan pribadinya. Kita harus menganggap bahwa yang masuk ke site ini adalah orang-orang yang tulus mencari kebenaran, hanya cara menyampaikannya berbeda-beda. Setelah kita mencoba mempertanggungjawabkan iman kita, maka kita serahkan Roh Kudus untuk berkarya. Dan diskusi seperti ini, justru membuat kita semakin mendalami iman Katolik kita. Kita tidak perlu takut akan adanya perbedaan dan pertanyaan dari umat agama lain, karena kita percaya bahwa kebenaran penuh ada di dalam Gereja Katolik.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

    • tarsisiusdidik on

      salam dalam kasih Tuhan. Selama saya menganut agama katholik saya banyak bergaul dengan teman2 yang berbeda agama. saya juga mempelajari agama2 tersebut apalagi dengan saudara kita yang terdekat, kalau saya membaca tulisan tulisan yang ada didalam buku2 mereka sangat2 sekali menyerang iman kita apalagi ada sekte2 tertentu. tapi kalau kita sendiri kita sangat menghormati agama diluar katholik. jadi yang kita lakukan disini hanyalah mempertahankan apa yang kita imani. tidak ada salahnya kita hanya mempertahankan apa yang kita imani.semoga pak Gunawan Wijaya paham akan hal ini Gbu………

      • Indah yulianti on

        Shalom, tarsisius didik.

        Maaf saya cuma mau bertanya sedikit :
        Tolong jelaskan perbedaan memperingatkan dengan menyerang ? terimakasih.

        Setelah dirimu diselamatkan, Jadilah saksi Kristus.

        • Didik Tarsisius on

          menyerang berarti sangat tidak mau tahu atau toleran terhadap orang yang tidak seiman, kami orang katholik ajarannya tidak perlu diingatkan, karna sudah terbukti 2000th lebih…. [diedit]. orangnya boleh diingatkan tapi ajarannya jangan bro………… sudah mantap……………..Amin Gbu.

    • Indah yulianti on

      Shalom Pak Gunawan Wijaya, salam kenal dari saya.
      Terimakasih atas perhatian dan keprihatinan bapak terhadap perbedaan pendapat didalam kita mengisi hidup saat ini sebagai para pengikut Tuhan Yesus Kristus.

      tentang saudara” kita termasuk saya pribadi yg tadinya beragama Katolik dan akhirnya berpindah “gereja” Kristen, bukan bermaksud utk menarik saudara/i yg masih beragama katolik utk mengikuti jejak kami, melainkan baiklah ini menjadi satu masukan yg positif dalam perbaikan Instansi Gereja Katolik supaya mereka jug melihat kenyataan dan menyadari serta mencari solusi yang terbaik atas peristiwa ini. (mengapa banyak kaum muda yg berpindah gereja dari katolik ke gereja kristen). apakah masukan ini dianggap negatif oleh tim katolisitas, bagi kami gak masalah karena itulah fakta yg hendak kami sampaikan.

      Benar bapak bahwa kita semua yg mengaku sbg Pengikut Tuhan Yesus Kristus harusnya berfokus kepada : Apa yang bisa saya persembahkan utk TUHAN YAHUVEH dalam nama Putera-Nya yang terkasih YAHSHUA HaMASIACH.

      pak gunawan : apakah Tuhan yang kita sembah itu berubah?
      indah : Tidak. bahwa TUHAN YAHUVEH tidak pernah berubah dari permulaan zaman, saat ini sampai selama-lamanya, tetapi manusilah yang berusaha merubah siapakah TUHAN yang sesungguhnya dengan berdasarkan pemikiran manusia yg haus akan kekuasaan.

      pak gunawan : apakah Tuhan itu majemuk?
      Indah : Tidak. bahwa TUHAN itu ESA. (meskipun DIA memiliki banyak sebutan akan nama-Nya).

      Pak Gunawan : jujur siapa sih yang tidak mau kalau seluruh dunia mempunyai satu agama saja?
      Indah : Maaf pak, dari mulanya TUHAN tidak pernah menurunkan yg namanya agama. (kalau iya berarti TUHAN itu hanya mengakui 1 golongan agama saja dari-Nya, tetapi agama apakah itu ?).
      kalau katolik mengaku bahwa Tuhan menyatakan kepenuhan-Nya ada dlm gereja Katolik, sedangkan Islam juga mengklaim kebenaran TUHAN Allah ada didalam agama Islam maka ada 2 agama yg resmi diakui berasal/diturunkan oleh TUHAN utk dianut oleh umat manusia di bumi ini).

      pak gunawan : jadi berbangga dalam hatilah saat mengetahui ajaranmu benar dan jangan mencari-cari kesalahan.

      Indah : maaf pak bukan mencari” kesalahan, kalau cuma berbangga dalam hati maka dimanakah itu tugas n tanggungjawab kita sebagai murid Tuhan Yesus Kristus yg sudah dibenarkan oleh darah-Nya yg tercurah dikalvari utk memberitakan kebenaran INJIL-NYA yang suci kepada setiap orang yg belum mengerti akan kebenaran FIRMAN-NYA, bahkan INJIL itu tetap harus diwartakan kepada saudara/i kita yg mengaku sdh mengenal Tuhan Yesus Kristus, tetapi mereka masih bersandar/berpegang dengan ajaran yg tdk pernah diperintahkan oleh Tuhan Yesus sendiri utk mereka lakukan.

      Pak Gunawan : sebab semua agama baik, mana ada agama yang menyuruh membunuh sesamamu?
      Indah : Benar pak semua agama itu baik, tetapi belum tentu yang baik itu benar dan berkenan kepada TUHAN YAHUVEH pencipta alam semesta dan kita manusia.
      Kalau sekedar baik saja maka itu tdk cukup utk kita manusia dapat masuk ke dalam Kerajaan-Nya yang kekal mulia di sorga nanti, dimana tempat itu disediakan bagi setiap orang (agama apapun) yang percaya dan menerima/mengakui bahwa YESUS KRISTUS lah HAMASIACH (Juru Selamat) kita satu-satunya dan tidak ada yg lainnya yang sejajar dg Pengorbanan tubuh dan darah Kristus sbg korban tebusan seluruh dosa manusia yg berkenan kepada ALLAH BAPA (TUHAN YAHUVEH).

      Pak Gunawan : Tuhan memberkati semoga bisa mengubah persepsi kita, ingat ini forum katolik, dan semua yang ada disini benar menurut katolik, dan kita tidak bisa berbantah padahal ada bukti.

      Indah : ya pak, saya juga sadar bahwa ini forum milik Katolik dan semua yg diajarkan disini sudah dianggap benar menurut katolik, dan kita tidka bisa berbantah meskipun ada bukti yang bisa disampaikan utk mengkoreksi hal-hal / ajaran yg tdk sesuai dengan Ajaran sehat sebagaimana telah diajarkan oleh Tuhan YESUS KRISTUS sendiri.
      kalau demikian betapa egoisnya ajaran ini, lalu dimanakah kerendahan hati sbg pengikut Kristus ?
      Bukankah ada lagu yang sangat indah utk slalu mengingatkan siapa n apa tugas kita yaitu : Setelah dirimu dislamatkan, Jadilah Saksi Kristus. (Jadi saksi Kristus yang bangkit dan Hidup dari kematian, dan bukan jadi saksi para kudus yg meninggal meskipun mereka saat ini sudah mengalami kebangkitan oleh karena Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus)

      Sekian tanggapan saya dan terimakasih. Tuhan Yesus Kristus segera datang, mari berjaga-jaga dalam pengajaran yang benar hanya didalam nama-Nya yang agung dan Kudus serta berkuasa. shalom…

      • Shalom Indah,

        Terima kasih atas masukannya yang dibuat untuk kemajuan Gereja Katolik. Memang kami menyadari ada yang berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain. Namun, juga harus disadari fakta yang sama, bahwa ada yang berpindah dari gereja lain ke Gereja Katolik. Sebenarnya, salah satu tujuan dari website katolisitas adalah untuk memaparkan kebenaran iman Katolik, sehingga umat Katolik dapat lebih mengerti iman Katolik dengan baik dan tidak mudah untuk terombang-ambing. Dan kami juga terbuka untuk berdiskusi dengan umat dari agama lain, seperti contohnya dengan Indah. Jadi, kami dari tim katolisitas tidak berpandangan negatif terhadap anda. Kita dapat terus berdiskusi tentang berbagai topik seputar iman Katolik.

        Diskusi tentang apakah Yesus mendirikan agama atau tidak dapat dilanjutkan di sini – silakan klik, karena saya telah memberikan jawaban yang cukup panjang di sana. Dan karena setiap agama mengakui kebenaran yang dipercayainya, maka setiap penganut agama masing-masing dapat melakukan analisa terhadap agamanya masing-masing, apakah sesuai dengan akal budi yang benar dan Wahyu Allah yang diterimanya dapat dipertanggungjawabkan.

        Dan memang kita harus mewartakan kebenaran yang dipercaya, sesuai dengan amanat agung Mt 28:19-20. Bahwa terjadi perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, dan harus dicermati dengan bijaksana. Dalam diskusi, semoga kita dapat menemukan kebenaran dan kita juga mohon Roh Kudus untuk membuka hati kita masing-masing sehingga kita dapat memberikan diri kepada kebenaran tersebut.

        Jadi, walaupun katolisitas.org memang website Katolik, namun Indah juga bebas untuk mengutarakan pendapat. Anda mengatakan “dan kita tidka bisa berbantah meskipun ada bukti yang bisa disampaikan utk mengkoreksi hal-hal / ajaran yg tdk sesuai dengan Ajaran sehat sebagaimana telah diajarkan oleh Tuhan YESUS KRISTUS sendiri.” Anda telah mempertanyakan beberapa pokok iman Katolik di diskusi ini – silakan klik, yang anda pandang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Yesus. Dan saya telah memberikan jawaban mengapa ajaran Gereja Katolik sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Kristus. Dengan demikian, anda mempunyai kesempatan untuk memberikan argumentasi dan memberikan bukti-bukti dari Alkitab atau bukti-bukti lain. Jadi, kesempatan terbuka bagi anda untuk berdiskusi. Dengan demikian, perkataan anda “kalau demikian betapa egoisnya ajaran ini, lalu dimanakah kerendahan hati sbg pengikut Kristus ?” perlu dibuktikan lebih jauh dalam diskusi. Semoga Roh Kudus menuntun kita semua dalam berdiskusi.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        stef – katolisitas.org

      • Gunawan Wijaya on

        Shalom indah
        wah…maaf mungkin saya waktu itu kurang mengkoreksi argumen saya karena mengantuk mohon maklum… saya mengasihi Tuhan dengan cara saya sendiri, tidak dengan memaksakan Injil karena kehendak bebas mereka namun kita mengubah diri, menyangkal diri dan semakin serupa dengan Kristus agar kita bisa menjadi contoh bagi sesama dan memang saya akui kalau umat katolik kurang mewartakan injil dari sikap mereka, tapi coba lihat komunitas2 katolik yang besar karena pelayanan terhadap sesama manusia, mereka semakin serupa dengan Kristus karena Yesus sendiri yang memilih mereka dan patut dicamkan, Abba memilih kita, bukan kita yang memilih Allah kita dan “seharusnya” kita menjaga Allah kita agar selalu ada di hati kita bukan mencari pembenaran diri dengan “escape” ke gereja lain karena merasa “aman” dalam gembalaan gereja itu, karena kita harus menderita dan memikul salib kita sendiri dan menyangkal diri kita. tidak ada dalam alkitab berkata “ikutlah Kristus maka hidupmu akan damai sejahtera”, semua harus melewati kesengsaraan dan saat keterbatasan kita membuat kita membisu akan jawaban yang harus kita katakan itulah menderita demi Kristus dan itulah yang Tuhan harapkan dari KASIH dalam hati kita..

    • Sekedar saran saja untuk saudara Gunawan. Saya sebenarnya ingin menganggapi masalah ‘iri’ akan keteguhan iman dari saudara – saudari kita yang di Protestan.

      Mungkin saudara Gunawan bisa mengikuti persekutuan doa katolik, sekolah evangelisasi katolik, atau dengan taat melakukan bacaan renungan harian katolik (RUAH). saya jamin iman anda akan jauh lebih teguh dari yang anda bayangkan. Sebenarnya masalah ketangguhan iman itu juga bergantung dari kita sendiri, apakah kita ingin mencari hal – hal yang bisa menangguhkan iman kita, atau hanya menjadi katolik KTP ( suam – suam kuku ). Semoga bisa membantu. TUHAN Memberkati

      • Alexander Pontoh on

        Setuju. Iman sangat bergantung dari diri kita sendiri, tidak peduli di agama pun jika kita tidak mencari sendiri, jelas saja kita hanya akan menjadi agama KTP. Tidak bisa kita menyalahkan agama. Saya rasa tidak pantas mengatakan bahwa saya pindah dari agama A ke agama B karena di agama B saya merasa iman saya bertumbuh.

        • Didik tarsisius on

          Banyak dari saudara2 kita yang katholik mau menyeberang ke kandang lain adalah karena ketidaktahuaannya, Agama baginya hanya seperti baju kalau senang ya dipakai kalau bosan ya dilepas. atau mungkin hanya agama ktp dan tidak pernah bertumbuh. Saya tidak menghakimi siapapun tapi please bangunlah saudara2ku yang katholik carilah kedalaman iman kita yang sangat kaya akan kebenaran yang tidak akan bisa ditemukan ditempat lain. Pulanglah ke Rumah.Gbu

      • Gunawan Wijaya on

        shalom budi
        terima kasih atas sarannya, dan benar, kasih Tuhan melimpah pada setiap kita anak-anakNya, AMIN
        saya lumayan sering ikut PDKK dan saya selalu merasakan Roh Kudus yang ada pada diri saya bergembira dan bersorak atas lawatanNya, ohya, saya berterima kasih atas ajaran saudara-saudari non-katolik yang menularkan cara penyembahan yang baru dan beda dengan Misa, terima kasih sekali atas ilmu penyembahan yang baru!! kami juga mencintai sesama kami yang masih tidak percaya akan keselamatan yang saya imani…kita adalah makhlukNya yang paling mulia dan paling menyerupaiNya dan dosa memisahkan kita daripadaNya…ups malah curhat…hehe… maaf… Tuhan memberkati…AMIN!!

        • Felix Sugiharto on

          Shalom sdr Gunawan Wijaya

          Mengenai kita berdoa yang terutama adalah “disposisi hati” kita saat mau berdoa, apabila kita sudah dalam keadaan “siap” melakukan pekerjaan “berdoa” dengan sendirinya seluruh jiwa kita akan tertuju yang difokuskan kepada Tuhan, maka urapan-urapan itu akan terjadi… sebaliknya jika kita melakukan “berdoa” daam disposisi hati yang biasa-biasa saja, maka semuanya hanya berjalan sambil lalu.

          Anda ceritakan “saya lumayan sering ikut PDKK dan saya selalu merasakan Roh Kudus yang ada pada diri saya bergembira dan bersorak atas lawatanNya”… ini merupakan gaya berdoa Karismatik, saya sebut sebagai “gaya” sebab melalui puji dan penyembahan jiwa anda terangkat oleh urapan Roh Kudus kemudian mengalami persekutuan dengan Tuhan (pengalaman demikian di sebabkan karena diri anda dalam keadaan terfokus kepada Yesus) maka lawatan Roh Kudus dirasakan begitu nyata..

          Saya bersyukur bahwa anda telah merasakan lawatan-lawatan Roh Kudus, tapi jangan dianggap bahwa dengan dmikian “tingkatan iman” anda telah naik setingkat atau lebih maju… sebab lawatan-lawatan yang anda rasakan hanya merupakan “sebua proses konsentrasi” dalam ibadah Karismatik.

          Selain itu, perkuat iman anda dan selalu minta kepada Tuhan untuk menambahkan Iman Katolik bagi anda (ini saya lakukan setiap kali ada persekutuan PDKK dan tak henti-hentinya memohon dan meminta kepada-Nya). dengan pemahaman-pemahaman baru tentang Firman Tuhan yang di ajarkan dalam pertemuan-pertemuan PDKK (Pengajaran & Pendalaman Iman Katolik), nanti anda akan mendapatkan sesuatu yang “baru” seperti hikmah-hikmah baru..semangat baru.. dan sukacita demi sukacita yang baru pula. (Pesan: mintalah kepadaNya sesuatu yang baru bagi anda)

          Jangan lupa pula mengikuti retret-retret Pembangunan Rohani Katolik yang diadakan oleh Gereja Katolik agar jiwa rohani anda menjadi subur, tumbuh dan berkembang (tidak kering atau suam-suam kuku)…setelah anda lakukan semua ini, anda akan mendapatan “rasa kedekatan” dengan Tuhan seturut pertumbuhan iman saudara (baik pada Misa Kudus maupun Persekutuan-persekutuan doa), anda akan mengalami urapan-urapan baru yang luar biasa… (saya berpesan: sekali lagi, bahwa keadaan yang anda alami bukan merupakan sebuah kesuksesan beribadah pada Tuhan, dan hanya merupakan sebuah “awal”) dan yang saya harapkan adalah kedekatan anda dengan Tuhan yang anda dapatkan itu dibawa pula di dadalam mengikuti Misa Ekaristi….sehingga anda akan peroleh suatu kepenuhan beribadah sebab puncak ibadah umat Katolik terletak pada makna Sakramen Ekaristi dalam ibadah Misa Ekaristi.

          Menyikapi semua yang sudah kita alami didalam mengikuti PDKK.. jangan sampai menyebabkan kita terbawa oleh sebuah suasana sikap “kesombongan rohani” sebab sikap kerendahan hati datang dihadapan Tuhan itu yang akan membuahkan berkat-berkat rohani yang sejati… yaitu buah-buah Roh.

          Demikian yang bisa saya tambahkan bagi anda sesuai dengan apa yang telah saya alami, mudah-mudahan andapun mendapat sesuatu yang baru, selalu bertumbuh dalam Iman dan Kebenaran yang lebih memberikan kesan tersendiri bagi anda.

          Tuhan memberkati
          Felix Sugiharto

    • Koreksi Gunawan,
      Rekan2 yg meninggalkan agama Katolik sama sekali tidak pindah ke gereja Protestan!!! Adalah salah kalau menyerang balik kita dengan memakai ajaran2 Protestan/Lutheran, karena kami pindah ke arah Pentekosta. Sekali lagi, bukan Protestan!!
      Harap dimengerti bedanya.

      Sherly

        • Didiktarsisius on

          Mereka itu berbeda tidak tahu saya siapa yang benar diantara mereka yang pasti adalah Gereja katholik Roma sebagai yang benar menurut saya.

      • Shalom Ibu Sherly

        Maaf sebelumnya. Sebenarnya saya hanya mengikuti diskusi ini karena menarik untuk dibaca dan menambah pengetahuan. Tapi membaca peryataan ibu ini saya jadi tergelitik untuk bertanya. Bukankah dari protestan itu timbul berbagai macam denominasi dan diantaranya adalah pentekosta? Terimakasih atas jawabannya.

        Nico

        • tarsisiusdidik on

          Benar Nico saya sangat setuju dengan anda dari protestanlah pertamanya lalu menjadi berbagai denominasi, bagaimana Ibu Sherly berkata bahwa dia tidak mengakui induknya. [... dari Katolisitas: kami edit]

      • Shalom semuanya,

        Silakan melihat bagan ini, yang dapat menjelaskan demominasi-denominasi Kristen non-Katolik. Sumber – silakan klik. Silakan klik pada gambar untuk memperbesar gambar.

        klik gambar untuk memperbesar        Klik untuk memperbesar

            

            

         

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        stef – katolisitas.org

Add Comment Register



Leave A Reply