Tentang Kayu Salib Yesus

46

Pertanyaan:

Shalom Pak Stef & Bu Ingrid,

Saya punya satu pertanyaan (yang agak melenceng) mengenai SALIB (kayu) yang di pikul oleh Yesus sampai pada ajalnya itu, apakah ada catatan atau tulisan dimana SALIB (kayu) itu berada? Apakah ada disimpan atau sudah hancur/lapuk?

Maaf sekali lagi, dan thanks. GBU

Simon

Jawaban:

Shalom Simon,

Kisah tentang salib Tuhan Yesus, adalah sebagai berikut: (Sumber: New Advent Catholic Encyclopdia):

Pada tahun 326, ibu dari Kaisar Konstantin, yang bernama  St. Helena (80 thn) melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk membersihkan daerah kubur Yesus. Ia menerima wahyu bahwa ia akan menemukan kubur Yesus, dan Salib-Nya. Tugas ini dilakukan dengan bantuan dari St. Macarius, uskup di kota itu. Orang-orang Yahudi menyembunyikan Salib Yesus di semacam sumur dan ditimbuni oleh batu-batu, agar para beriman tak dapat menghormati Salib itu. Hanya sedikit orang Yahudi yang mengetahui tempat Salib itu dikuburkan, salah satunya bernama, Yudas, yang didorong oleh inspirasi ilahi, menunjukkan kepada para penggali letak dari Salib itu. Yudas ini kemudian menjadi seorang Santo, dengan nama Cyriacus.

Dalam penggalian terdapat tiga salib yang ditemukan. Menurut salah satu tradisi, untuk menentukan yang mana dari salib itu adalah Salib Tuhan Yesus, maka konon St. Macarius memerintahkan ketiga salib itu untuk dibawa ke sisi tempat tidur seorang perempuan yang sakit parah dan hampir meninggal. Persentuhan dengan kedua salib itu,  tidak memberikan akibat apapun kepada perempuan itu, sedangkan persentuhan dengan salib yang ketiga di mana diyakini sebagai Salib Kristus, mengakibatkan perempuan tersebut langsung sembuh. St. Helena-pun mengenali salib yang ketiga ini sebagai Salib Kristus melalui mukjizat: yaitu dengan menyentuhkan Salib Kristus ini dengan seorang pria yang telah wafat, dan ia dapat hidup kembali. Hal ini dituliskan dalam surat St. Paulinus kepada Severus, tertulis dalam Breviary di Paris. Namun demikian, menurut tradisi St. Ambrose, Salib Kristus dikenali di antara tiga salib itu, sebab terdapat naskah yang masih terpaku disana (yang bertuliskan INRI tersebut).

Setelah penemuan ini, maka St. Helena dan Konstantin membangun sebuah basilika yang megah di Kubur Yesus yang Kudus (Holy Sepulchre). Tepat di tempat ditemukannya Salib itu, dibangun sebuah atrium basilika. Sebuah bagian dari Salib Kristus ini tetap berada di Yerusalem, yang diselubungi relikwiari dari perak; sedangkan bagian lainnya, dengan paku-pakunya dikirim kembali ke Kaisar Konstantin, dan bagian inilah yang kemudian diletakkan di dalam patung Konstantin yang berada di Konstantinopel. Paku-paku yang lain kemudian disimpan di ketedral Monza.

Referensi tertulis yang paling awal tentang Salib ini diperoleh dari St. Cyril dari Yerusalem dalam tulisannya "Catecheses" (P.G., XXXIII, 468, 686, 776) yang ditulis tahun 348, sekitar 20 tahun setelah Salib ini ditemukan oleh St. Helena. Salib ini kemudian sempat dibawa lari oleh Raja Persia, Chosroes (Khusrau), yang dikalahkan oleh Raja Heraclius II. Kemudian Salib ini dibawa dalam kemenangan ke Konstantinopel dan pada tahun 629 ke Yerusalem. Namun kemudian, Heraclius dikalahkan oleh kaum muslim dan tahun 647 Yerusalem ditaklukkan oleh mereka.

Pada tgl 14 September 1241, St. Louis dari Perancis membawa fragment dari Salib Suci ini yang diterimanya dari Templars. Fragmen ini lolos dari penghancuran di jaman revolusi dan masih disimpan di Paris. Terdapat juga bagian Salib yang lain berserta dua buah paku, yang diberikan oleh Ratu Anna Gonzaga kepada biaraSaint-Germain-des-Prés. Segera setelah ditemukannya Salib Yesus ini, maka kayunya dipotong-potong menjadi relikwi dan disebarkan ke seluruh dunia. Hal ini kita ketahui dari tulisan-tulisan dari St. Ambrosius, St. Paulinus Nola, Sulpicius Severus, Rufinus, dst. Banyak bagian disimpan di Santa Croce di Gerusalemme, Roma, dan di Notre Dame, Paris (cf. Rohault de Fleury, "Mémoire", 45-163; Gosselin, Notice historique sur la Sainte Couronne et les autres Instruments de la Passion de Note-Dame de Paris", Paris, 1828; Sauvage, "Documents sur les reliques de la, Vrai Croix", Rouen, 1893).

Penyebaran bagian-bagian dari kayu Salib Yesus ini menyebabkan dibuatnya sejumlah besar salib-salib, sejak dari abad ke-4 dan seterusnya, dan banyak di antaranya masih ada sampai sekarang. Sejak abad awal inilah maka dimulai devosi untuk menghormati salib pada hari Jumat Agung, yang dimaksudkan bukan untuk menghormati kayu salib, tetapi untuk menghormati Yesus yang pernah tergantung di kayu salib itu.

Baru-baru ini dibuka perbendaharaan di Sancta Sanctorum dekat Lateran, dimana disimpan benda-benda yang berkaitan dengan kayu Salib Suci, yang memberikan pengetahuan tentang salib-salib yang mengandung partikel kayu Salib Yesus itu, dan gereja-gereja yang dibangun di abad ke-5 dan 6 untuk menghormatinya. Benda yang terkenal yang ditemukan adalah salib votive dari abad ke 5, yang padanya terpasang batu-batu permata,kotak kayu berbentuk salib dengan penutup geser yang bertuliskan, "terang dan hidup" dan salib yang diberi ornamen enamel cloisonnes . Salib votive adalah benda yang paling penting sebab ini berasal pada masa yang sama dengan salib di jaman Justin II yang disimpan di basilika St. Petrus, yang mengandung relikwi dari Salib Suci yang dipasang di batu permata. Ini diyakini sebagai salib yang tertua dalam bentuk logam berharga (De Waal in "Römische Quartalschrift", VII, 1893, 245 sq.; Molinier, "Hist. générale des arts; L'orfèvrerie religieuse et civile", Paris, 1901, vol. IV, pt. I, p. 37).

Salib ini yang mengandung relikwi Salib Suci pertama kali ditemukan oleh Paus Sergius I (687-701) di sakristi basilika St. Petrus (cf. Duchesne, Lib. Pont., I, 347, s.v. Sergius) yang disimpan di kotak perak yang terkunci.

Demikian sekilas tentang kayu Salib Yesus. Untuk selengkapnya silakan anda membaca di link ini, silakan klik

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org

Share.

About Author

Ingrid Listiati telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

46 Comments

  1. Dalam kitab perjanjian lama disebutkan Tuhan Mahakudus berulang kali.
    Mengapa dalam Perjanjian baru tidak ada satupun disebutkan?

    Jika tuhan menjadi manusia, apakah tuhan masih dalam keadaan mahakudus dan mahakuasa?

    Bukankah tuhan yang benar adalah jauh dari sifat-sifat yang merendahkannya? Menganggap tuhan bisa menjadi manusia, bukanlah menunjukkan kekuasaan tuhan, tetapi justru telah merendahkan tuhan itu sendiri.

    Menganggap tuhan menjadi manusia, jelas telah merendahkan tuhan itu sendiri:
    1. karena manusia memiliki nafsu, dan
    2. karena manusia tidak berkuasa atas dunia dan alam semesta ini.

    Tuhan tentu tidak terjangkau oleh daya fikir manusia, kalau sampai tuhan terjangkau berarti bukanlah tuhan yang sebenar-benarnya tuhan. Kalau sampai tuhan terjangkau oleh manusia, tidak ada yang namanya manusia diturunkan ke bumi sebagai ujian hidup manusia itu sendiri.

    Untuk apa tuhan menurunkan manusia ke bumi, kalau tuhan itu sendiri ikut-ikutan turun ke bumi. Bukankah ini ajaran yang tidak masuk akal?!

    Sama halnya dengan ini, untuk apa tuhan menciptakan surga bagi manusia, jika tuhan yang menciptakan surga itu ingin duduk di dalam ciptaannya sendiri?

    • Shalom TS,

      Mungkin yang perlu dipegang untuk mengerti tentang Inkarnasi Kristus adalah Tuhan mengambil kodrat manusia dengan tetap mempunyai kodrat Allah. Itulah sebabnya dalam Kitab Suci, kita melihat bagaimana Kristus berkata, bertindak dengan kedua kodrat tersebut. Allah menjadi manusia memang “merendahkan” Allah, namun di sisi yang lain, hal ini membuktikan bahwa Allah yang kami percayai bukan hanya Allah yang maha besar, namun juga imanuel, yaitu Allah yang bersama dengan manusia. Allah yang maha kasih, yang rela mengorbankan Diri-Nya demi menyelamatkan manusia. Dia rela menjadi sama seperti kita, kecuali dalam hal dosa. Dengan demikian, Kristus tidak mempunyai nafsu-nafsu yang tidak teratur, karena Kristus tidak berdosa. Walaupun Dia terbatas dalam kodrat-Nya sebagai manusia, namun kita juga melihat bagaimana Dia mengatasi alam, mampu mengampuni dosa, karena Dia juga sungguh Allah.

      Memang benar Allah tidak terjangkau oleh pemikiran manusia, termasuk cara-cara yang dilakukan-Nya. Dan cara yang sungguh sulit dipahami, termasuk oleh Anda, adalah Dia mau menjadi manusia. Kristus yang mempunyai dua kodrat – sungguh Allah dan sungguh manusia – memang sulit dimengerti, namun itu adalah cara yang dipilih oleh Allah dalam kebijaksanaan, keadilan dan kasih. Dan cara ini sekaligus membuktikan, bahwa Allah adalah sungguh maha adil dan maha kasih. Silakan melihat artikel ini – silakan klik.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  2. Dalam ajaran yesus…
    disebutkan bahwa tiap-tiap manusia memikul beban salibnya masing-masing.
    Mengapa justru ketika disalib, salib yesus dipikul oleh orang lain (simon dari kirene)?

    Bukankah seharusnya yesus memberi contoh yang benar?

    [dari katolisitas: Yang satu diartikan secara spiritual, yang satu lagi secara literal.]

  3. Pemutarbalikkan sejarah yg dilakukan oleh paus dan kebohongan tentang penyaliban yg telah menyesatkan jutaan umat kristiani.

    dari katolisitas: Kalau anda ingin berdiskusi tentang Kristologi, silakan membaca beberapa artikel berikut ini:

    KristologiKristologi

    Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia, karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia.