Apakah Gereja Katolik adalah “the Whore of Babylon”?

Pertanyaan:

Saya senang sekali bisa menemukan situs ini, saya mendapatkan informasi yang banyak tentang Katolik, dan perbedaan mendasar dengan saudara-saudara kita terdekat, yang saya kira sama pada waktu masih kecil dulu. Saya semakin teguh dengan iman Katolik. Semoga artikelnya semakin bertambah dan memberikan manfaat.
Saya tertarik untuk lebih tahu tentang tuduhan-tuduhan bahwa Gereja Katolik adalah Antikris atau Pelacur Besar yang banyak beredar di forum internet. Entah saya kelewatan atau belum membaca, apakah sudah ada artikel yang membahas tuduhan-tuduhan di atas. Terima kasih.

Syalom, Antonius Widya Sasongko

Jawaban:

Shalom Antonius Widya,

Sebenarnya, tuduhan bahwa Gereja Katolik sebagai the “Whore of Babylon” atau diterjemahkan sebagai Pelacur besar itu dituliskan oleh Tim F. Lahaye dan Jerry B Jenkins, dalam bukunya Are We living in the End of Times?. Lahaye dan Jenkins ini juga mengarang Left Behind series yang mewakili pandangan kelompok dispensationalist yang memang sangat keras menolak Gereja Katolik. Mereka mengira bahwa Gereja Katolik menggabungkan agama Babilon ke dalam ajaran-ajarannya. Mereka juga menuduh bahwa Bapa Paus adalah Antikristus. Ini adalah suatu tuduhan yang pasti sangat menyedihkan hati kudus Tuhan Yesus sendiri, sebab kenyataannya adalah, Kristus telah mendirikan Gereja-Nya di atas Petrus (Mat 16:18) dan Ia berjanji akan menyertainya sampai akhir jaman (Mat 28:20), sehingga penyertaan-Nya ini pasti digenapi-Nya dengan menyertai para pengganti Petrus yaitu Bapa Paus. Jika kita percaya akan janji Kristus yang menyertai Gereja-Nya sampai akhir jaman, maka semestinya kita tidak menuduh bahwa Gereja yang didirikan-Nya akan menjadi “the Whore of Babylon” atau bahkan pemimpinnya menjadi Antikristus. Sebab jika kita mengatakan demikian, sebenarnya kita menuduh Tuhan Yesus mengingkari janji. Padahal Tuhan Yesus selalu setia dan tidak pernah ingkar janji. Kesetiaan-Nya tetap selama-lamanya dan Dia tidak pernah meninggalkan Gereja-Nya. Alkitab mengatakan bahwa “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Mat 24:35, Mrk 13:31, Luk 21:33).

Dalam bagian “Mystery Babylon’s Long History” Lahaye dan Jenkins membuat suatu klaim sejarah yang bias dan keliru, dengan mengatakan, “every false religion in the world can be traced back to Babylon.” (lihat buku End Times, p. 172). Maka klaim mereka ini mencakup Aztec, Mitos Romawi, Yunani, agama Aborigin dan Afrika, Confucius, dll aneka aliran kepercayaan di Asia dan sebagainya. Secara obyektif kita dapat melihat bahwa klaim ini sesungguhnyan tidak masuk akal, karena bermacam aliran ini yang juga bertentangan satu sama lain, tidak mungkin berasal dari satu agama kuno Babilon.

Dengan menuduh bahwa Roma adalah ibu dari segala campuran yang tidak kudus/ “unholy mixture“, Lahaye dan Jenkins kemudian menuduh bahwa ajaran-ajaran tersebut menyusup ke dalam ajaran Kristiani, di dalam Gereja Katolik. Sebenarnya, sangatlah menyedihkan untuk melihat bagaimana mereka menghubungkan ajaran-ajaran seperti mendoakan orang-orang yang sudah meninggal, penghormatan (mereka menyebutnya sebagai “worship”/ penyembahan, tentu saja tidak benar) kepada para orang kudus, dan Maria; dan pengadaan Misa Kudus, sebagai pengaruh ajaran sesat Babilon dalam Gereja! Betapa seharusnya mereka mempelajari tulisan para Bapa Gereja di abad awal dan bahkan dari Alkitab sendiri, untuk mengetahui bahwa praktek tersebut berasal dari pengajaran para rasul, dan bahkan dari Yesus sendiri.

Orang Katolik yang mengenal imannya dengan baik akan mengetahui bahwa tuduhan di atas sama sekali tidak benar! Praktek mendoakan orang mati diperoleh Gereja dari tradisi Yahudi yang terdapat dalam Alkitab (lihat 2 Mak 12:39-45) dan telah dipraktekkan oleh jemaat Kristen awal. Pembuatan tanda salib secara jelas mengingatkan kita akan kurban Yesus di kayu salib. Penghormatan (bukan penyembahan) para kudus didasari oleh pengajaran akan adanya persekutuan para kudus yang tak terpisahkan oleh maut, yang menjadikan kita semua sebagai satu keluarga Tuhan. Dan Misa Kudus itu diinstitusikan oleh Yesus sendiri pada malam sebelum wafat-Nya, yang juga sudah jelas dijabarkannya secara literal dalam Yohanes 6: 25-71. Tidak ada dari pengajaran ini yang mempunyai hubungan sedikitpun dengan agama Babilon kuno.

Apakah ada persamaan antara praktek agama-agama lain dengan praktek dalam Gereja Katolik ataupun gereja Protestan? Tentu saja ada.  Misalnya, umat Hindu berdoa dan membaca buku-buku suci, seperti juga umat Katolik dan umat Protestan. Tetapi itu tidak berarti bahwa doa dan Kitab Suci umat Kristen berasal dari agama Hindu.

Apakah ada kesamaan antara ajaran agama Babilon kuno dengan agama Kristen? Ya ada, seperti mereka juga punya kisah penciptaan dunia yang mirip dengan kisah penciptaan di kitab Kejadian. Mereka juga percaya adanya eksistensi Iblis. Apakah dengan demikian kita sebagai orang kristen harus membuang ajaran tentang penciptaan dan adanya Iblis- karena mempunyai kemiripan dengan ajaran agama Babilon kuno? Tentu tidak!

Maka tuduhan Lahaye dan Jenkins sebenarnya kurang logis dan kurang didasari oleh bukti historis yang kuat. Memang orang bertanya-tanya, dari mana mereka bisa mempunyai teori semacam ini. Jika sumber mereka adalah buku Babylon Mystery Religion yang ditulis oleh Ralph Woodrow atau pun Two Babylons karangan Alexander Hislop (1858), maka sebaiknya memang mereka mempertimbangkan kembali tuduhan mereka. Sebab, Woodrow sendiri telah menarik buku karangannya itu, karena telah menemukan kesalahan serius dalam materi yang disampaikan oleh Hislop, yang telah dipakainya menjadi salah satu sumber penulisan bukunya Babylon Mystery Religion itu. Woodrow kemudian menerbitkan buku berjudul The Babylon Connection? (1997) yang menarik kembali pernyataannya yang mengatakan bahwa Iman Katolik berakar dari agama Babilon. Selanjutnya silakan membaca tulisan di sini silakan klik, untuk mengetahui apa yang dituliskan oleh Woodrow untuk merevisi bukunya yang pertama. Woodrow akhirnya mengakui apa yang juga diyakini oleh para ahli sejarah yang dapat dipercaya, bahwa iman Katolik bukan agama yang sesat yang menggabungkan agama Kristen dengan agama Babilon/ Babylon Mystery religion. Dengan sendirinya, akhirnya Woodrow mengakui, bahwa the whore of Babylon di dalam kitab Wahyu adalah bukan Gereja Katolik di Roma.

Demikian yang bisa saya sampaikan tentang pertanyaan anda tentang tuduhan dari kaum dispensationalist kepada Gereja Katolik. Silakan membaca lebih lanjut artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang ajaran kaum dispensationalist ini mengenai akhir jaman dalam pengajaran mereka tentang Rapture silakan klik. Mari kita berdoa agar mereka yang mempunyai tuduhan yang sangat negatif terhadap Gereja Katolik itu akhirnya dapat menemukan kebenaran, minimal mempunyai sikap seperti Woodrow, yang berani melihat kebenaran dengan sikap obyektif, dan memperbaiki kesalahan setelah membuat kesalahan. Mari kita berdoa agar jangan sampai tuduhan semacam ini memecah belah Gereja, sebab pasti ini sangat tidak berkenan di hadapan Tuhan. Semoga semua dari kita dapat menyadari bahwa pada akhirnya, kita harus mempertanggungjawabkan segala perkataan dan perbuatan kita di hadapan Tuhan, dan semoga kita dapat bertumbuh menjadi lebih bijak dalam perkataan maupun perbuatan.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati -www.katolisitas.org

Sumber utama: Paul Thigpen, The Rapture Trap, (West Chester: Ascension Press, 2002), p. 176-179

Beberapa artikel yang berhubungan:

Beberapa artikel di kategori yang sama:

5 Komentar to Apakah Gereja Katolik adalah “the Whore of Babylon”?

  1. adakah upaya mencegah antikris terlanjur berkembang, bukankah orang yang tidak peduli kesusahan kaum papa adalah anti-kasih.

    [dari katolisitas: Silakan melihat definisi anti-Kristus terlebih dahulu di sini - silakan klik]

  2. Syaloom saya mau nanya belakangan ini ada issue yang dikatakan di kitab wahyu tentang 7 bukit tempat pelacur besar itu Roma apakah itu benar?????

    [Dari Katolisitas: Silakan membaca artikel di atas, silakan klik; dan tentang tanggapan terhadap tuduhan bahwa Gereja Katolik adalah "the whore of Babylon/ pelacur besar Babilon", silakan klik, sedangkan tanggapan kami tentang tuduhan the World's Last Chance, silakan klik]

  3. Shalom Bu….
    Mohon saya di beri penjelasan mengenai ‘Kaum dispensationalist’ yang ibu ketahui, apa yang mendasari ajaran kelompok tersebut, apakah mereka termasuk orang atau kelompok yang menentang ajaran Kristus?
    Terima kasih atas penjelasan/ulasannya.

    GBU
    Felix SB

    • Shalom Felix,
      Dispensationalism adalah sebuah teologi dan tradisi evangelikal Protestan yang membagi sejarah manusia menurut beberapa ‘dispensations’/ periode yang berdasarkan perjanjian-perjanjian Biblis yang berbeda-beda. Yang pertama kali mengajarkan hal ini adalah John Nelson Darby, namun kemudian dikembangkan oleh Tim LaHaye dan Jerry Jenkins melalui Left Behind series.
      Mereka mangajarkan konsep pre-millennialism dan pre-tribulation rapture menjelang akhir jaman.Premillennialism percaya akan adanya kerajaan literal 1000 tahun sebelum kedatangan Yesus di akhir jaman, yang sebelumnya didahului oleh pengankatan/ rapture untuk menghindari umat pilihan dari penderitaan. Ajaran ini tidak sesuai dengan ajaran Gereja Katolik. Silakan membaca lebih lanjut, mengapa demikian: Mengapa Gereja Katolik tidak mengajarkan kerajaan literal 1000 tahun, silakan klik, Mengapa Gereja Katolik tidak mengajarkan dua tahap kedatangan Kristus untuk menghindari umat dari penderitaan, silakan klik.
      Walaupun demikian, mereka [para dispensationalist] tersebut tidak dapat dikatakan menentang ajaran Kristus secara keseluruhan. Para dispensationalist itu menafsirkan akhir jaman berdasarkan pemahaman mereka tentang ayat-ayat Alkitab. Hanya saja, penafsiran mereka itu berbeda dengan ajaran Gereja Katolik, dan bahkan menentang Gereja Katolik. Saya telah berusaha menjelaskannya dalam artikel-artikel dan tanya jawab di situs ini yang masuk dalam kategori Artikel dan kategori Tanya Jawab: 4 Hal Terakhir (yaitu: kematian, Penghakiman, Surga, Neraka). Silakan anda membacanya di situs ini, tentang seri Akhir Jaman menurut ajaran Gereja Katolik (bagian 1,2), Rapture menurut pandangan Gereja Katolik, dan artikel-artikel tanya jawab lainnya tentang Akhir Jaman di kategori 4 Hal Terakhir tersebut.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  4. Saya senang sekali bisa menemukan situs ini, saya mendapatkan informasi yang banyak tentang Katolik, dan perbedaan mendasar dengan saudara-saudara kita terdekat, yang saya kira sama pada waktu masih kecil dulu. Saya semakin teguh dengan iman Katolik. Semoga artikelnya semakin bertambah dan memberikan manfaat.
    Saya tertarik untuk lebih tahu tentang tuduhan-tuduhan bahwa Gereja Katolik adalah Antikris atau Pelacur Besar yang banyak beredar di forum internet. Entah saya kelewatan atau belum membaca, apakah sudah ada artikel yang membahas tuduhan-tuduhan di atas. Terima kasih.
    Syalom, Antonius Widya Sasongko
    [Dari Admin Katolisitas: Pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CONNECT WITH US: