Apakah perbedaan nubuat dan ramalan?

10

Pertanyan:

apakah nubuat dan ramalan berbeda arti ? - Ferdy

Jawaban:

Shalom Ferdy,
Pertama-tama, saya mohon maaf karena baru dapat menjawab pertanyaan anda sekarang.

I. Apakah nubuat dan ramalan berbeda arti?
Ya, ada perbedaan arti antara nubuat dan ramalan. Nubuat berarti pengetahuan akan hal-hal yang akan terjadi di masa mendatang, walaupun kadang dapat pula berarti pengetahuan akan hal yang lampau yang tidak diingat, atau akan hal rahasia yang terjadi sekarang, yang tidak dapat diketahui melalui akal budi. Dalam 1 Kor 14, Rasul Paulus tidak membatasi nubuat pada pengetahuan akan hal-hal yang akan datang, tetapi termasuk juga dorongan-dorongan Ilahi tentang sesuatu yang rahasia/ misteri, baik yang terjadi saat ini maupun saat nanti. Maka, menurut New Advent Catholic Encyclopedia, nubuat merupakan:

  1. Pengetahuan akan hal-hal yang akan datang ataupun pernyataan akan sesuatu misteri/ rahasia pada saat ini;
  2. Pengetahuan tersebut haruslah merupakan sesuatu yang supernatural, dan diberikan langsung oleh Tuhan (’infused by God‘), dan merupakan sesuatu yang di luar batas kemampuan alamiah dari akal budi;
  3. Pengetahuan tersebut harus dinyatakan dalam bentuk tanda ataupun perkataan agar dapat dimengerti oleh orang lain, sebab karunia nubuat diberikan terutama untuk kebaikan orang lain/ membangun jemaat. Adalah karena terang ilahi, maka Tuhan menyatakan akan hal yang akan terjadi pada para nabi, dan mereka bertugas untuk menyatakannya.Maka seorang nabi bertugas untuk membawa jemaat kepada Allah melalui karunia nubuat yang diberikan kepadanya.

Contoh yang paling mengagumkan dari nubuat dalam kitab suci adalah nubuat tentang Yesus Kristus oleh para nabi berabad-abad sebelum kelahiran Yesus, yang menggambarkan ciri-ciri Yesus sang Mesias, dari kelahiranNya, sampai kematian-Nya (silakan membaca artikel Yesus - Tuhan yang dinubuatkan para nabi (silakan klik)

Menurut Kitab Suci, nubuat adalah salah satu dari karunia Roh Kudus (lihat 1Kor 12:10) yang digunakan untuk membangun umat Allah. Karunia nubuat ini sesungguhnya perlu diuji dan dibawa terus di dalam doa, karena mungkin saja terjadi seseorang berpikir ia menerima karunia nubuat, padahal gambaran yang diperoleh datang dari dirinya sendiri. Maka jika nubuat itu benar datang dari Allah, maka hal itu akan terjadi, sedangkan jika datang dari sendiri, hal itu bisa tidak terjadi atau salah.

Di sinilah bedanya nubuat dengan ramalan, sebab:

  1. Ramalan merupakan perkiraan akan sesuatu yang akan terjadi, dan tidak menyingkapkan akan misteri/ rahasia pada saat ini.
  2. Perkiraan tersebut dapat mencakup segala hal, seperti ramalan cuaca, ramalan kondisi ekonomi, ataupun ramalan politik, dsb; yang dapat menjadi di dalam batas kemampuan alamiah akal budi. Karena sifatnya perkiraan, maka dapat pula ramalan ini tidak terjadi/ salah. Seseorang dapat mengandalkan diri sendiri ataupun roh-roh dunia untuk meramal, namun ramalan semacam ini tidak berasal dari Allah, dan bertentangan dengan Roh Allah (lihat pengalaman rasul Paulus pada Kis 16:16-18).
  3. Ramalan tidak ditujukan untuk membangun jemaat, malah seringkali sebaliknya peramal malah memperlemah iman jemaat kepada Tuhan, karena orang menjadi lebih percaya kepada peramal daripada Tuhan. 

Maka di sini kita melihat bahwa ramalan tidak sama dengan nubuat. Nubuat yang sungguh-sungguh dari Allah akan terjadi, sesuai dengan yang dinyatakan Allah, kecuali jika Allah memang menyatakan nubuat tersebut untuk semata-mata memberi peringatan keras demi pertobatan, seperti nubuat yang disampaikan oleh nabi Yunus kepada orang-orang Niniwe. Dapat pula terjadi bahwa nubuat itu sungguh benar dari Tuhan, namun manusia yang menginterpretasikannya yang membuat kekeliruan.

Namun, nubuat para nabi yang tercantum dalam Kitab suci berasal dari Allah, dan sungguh terpenuhi dalam Kristus. Contoh lain tentang nubuat misalnya pada penampakan Bunda Maria di Fatima tahun 1917, Bunda Maria menyebutkan nubuat tentang kehancuran komunisme Rusia, terpenuhi pada tahun 1989, diikuti dengan diruntuhkannya tembok Berlin tanggal 9 Nov 1989.

Salam damai dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati - www.katolisitas.org

Share.

About Author

Ingrid Listiati telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

10 Comments

  1. Kokok Henricus Adi P on

    Terima kasih bu Ingrid atas penjelasannya.
    Salam satu Tubuh Kristus untuk saudara saudara di team Katolisitas dan Salam kasih kami juga untuk Bp Stefanus Tay. Kristus besertamu sekalian.

    Hormat kami, Henricus Adi P.

  2. Kokok Henricus Adi P on

    Salam satu Tubuh Kristus
    Yth, Bp Stefanus beserta Ibu Inggrid &
    Seluruh team Katolisitas.

    Ibu Ingrid menuliskan sbb;
    Contoh lain tentang nubuat misalnya pada penampakan Bunda Maria di Fatima tahun 1917, Bunda Maria menyebutkan nubuat tentang kehancuran komunisme Rusia, terpenuhi pada tahun 1989, diikuti dengan diruntuhkannya tembok Berlin tanggal 9 Nov 1989.
    _____________________________________________
    Yang mau saya tanyakan adakah bukti tertulisnya / kisah yg berkaitan dengan nubuatan Bunda Maria ini?…adalah kebahagiaan tersendiri & sukacita penuh bila saya bisa mengetahuinya.

    Hormat saya,
    Adi.P

    • Shalom Kokok Henricus,

      Silakan membaca link EWTN, klik di sini tentang nubuatan mengenai kejatuhan komunisme Rusia. Devosi untuk mendoakan pertobatan Rusia (dan dunia pada umumnya) melalui devosi kepada hati Maria yang tidak bernoda setiap Sabtu pertama dalam setiap bulan dilakukan untuk memenuhi permintaan Kanak-kanak Yesus kepada Sr. Lucia, salah seorang visioner penampakan Bunda Maria di Fatima. Sr. Lucia yang memperoleh penglihatan pada tanggal 15 Februari 1926 dari Kanak-kanak Yesus yang meminta kepada Sr. Lucia untuk menyebarluaskan devosi Sabtu Pertama untuk mendoakan pertobatan dunia, secara khusus, Rusia tersebut.

      Bunda Maria juga mengatakan nubuatan akan Perang Dunia ke-II, yang disebutkan akan mulai terjadi dalam masa pontifikat Paus Pius XI (1922-1939). Perang Dunia ke-II yang secara besar-besaran terjadi tahun 1939 sampai dengan tahun 1945, telah dipicu oleh beberapa kejadian di tahun- tahun sebelumnya, sebagaimana dapat dibaca di link Wikipedia dan catatan sejarah dunia.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

       

  3. A. Teguh Pambudi on

    Dengan hormat,

    Saya ingin menanyakan, apakah dalam ajaran Katolik ada larangan mempercayai RAMALAN (dalam segala bentuknya)? Kalau memang ada larangan, apa dasarnya dan rujukan Alkitabnya?

    Mohon jawaban melalui email saya di atas, dan kalau dipublikasikan silahkan (mohon info pertanyaan di atas termasuk kolom apa? Tanya jawab bagian apa?)

    [dari Katolisitas: kami letakkan di tanya jawab artikel di atas, yaitu mengenai perbedaan nubuat dan ramalan]

    Demikian pertanyaan saya dan terimakasih sebelumnya.

    Hormat saya,
    teguh

    • Yohanes Dwi Harsanto Pr on

      Salam Teguh Pambudi,

      Segala macam ramalan harus ditolak. Mempergunakan setan atau roh jahat, pemanggilan arwah atau tindakan-tindakan lain yang tentangnya orang berpendapat tanpa alasan seakan-akan mereka dapat “membuka tabir” masa depan (bdk Ulangan 18: 10, Yeremia 29: 8). Di balik horoskop, astrologi, membaca tangan, penafsiran pratanda dan orakel atau petunjuk gaib, paranormal dan menanyai medium, terselubung kehendak supaya berkuasa atas waktu, sejarah dan akhirnya atas manusia. Demikian pula keinginan menarik perhatian kekuatan-kekuatan gaib. Ini bertentangan dengan penghormatan dalam rasa takwa yang penuh kasih, yang hanya kita berikan kepada Allah. (KGK 2116).

      Salam,
      Yohanes Dwi Harsanto, Pr

  4. chairul daniel on

    Nubuat adalah wahyu Tuhan memberitahukan kepada umatnya peristiwa2 yg akan tejadi kemudian dan itu dicatat dikitab perjanjian lama dan digenapi diperjanjian baru.contoh nubuatan kelahiran tuhan di betlehem.Dan nubuatan kedatangannya kedua kali pada akhir zaman.Peristima2 besar apa yg akan terjadi sebelum kedatangannya. Xw

    [Dari Katolisitas: silakan anda membaca di sini, silakan klik]

  5. chairul daniel on

    Tuhan tidak mungkin melakukan sesuatu tampa diberitahukannya dahulu melalui hamba2nya.Tuhan itu adil dan rahmani maka itu sebelum rencana tuhan itu terjadi diamarkan atau diberitahukannya dahulu melalui para nabi atau hamba2nya yg setia dgn satu maksud spy mereka bertobat.bahwa Tuhan itu maha tahu.nubuat atau wahyu ilahi itu kekal karena firman Tuhan itu kekal karena aljah itu kekal.Maka apa yg telah dinubuatkannya pasti akan terjadi cepat atau lambat.Mengemai ninive nubuatan yg mana tuhan akan membinasakan ninivd adalah nubuatan bersyarat.mengapa ? tuhan mengatakan akan membinasakan kota n j n ive kalau tidak bertobat ternyata penduduk niniwe bertoct ya tidak jadi dibinasakan oleh tuhan.nubuat lebih cocok disebut takdir .apa yg difirmankan tuhan harus terjadi.Mengenai penampakan patung bunda maria menangis itu mistik dan tidak dapat dikatogorikan dgn nubuat.segala sesuatu tes kebenaran apakah itu dari tuhan atau bukan .biarlah alkitab itu sendiri yg menjelaskannya jangan menambah atau merobanya. 6n 0f

    • Shalom Chairul Daniel,

      Terima kasih atas tanggapannya. Bagi umat Katolik, wahyu-wahyu pribadi tidaklah mengikat. Umat Katolik yang tidak mempercayai wahyu-wahyu pribadi, termasuk penampakan Bunda Maria tidak secara otomatis membuat orang tersebut masuk neraka. Agar umat Allah tidak bingung terhadap mana wahyu pribadi yang otentik dan mana yang bukan, maka Gereja Katolik mengaturnya dengan jelas, dan sering hal ini akan makan waktu yang cukup lama. Namun, di satu sisi, ada sebagian umat Kristen yang memakai standar ganda, yaitu kalau ada kesaksian-kesaksian pribadi yang memojokkan Gereja Katolik, maka kesaksian tersebut disebut otentik. Sedangkan kesaksian-kesaksian dari orang-orang termasuk orang-orang kudus, yang menegaskan tentang pesan Bunda Maria, maka ini dianggap mistik dan tidak Alkitabiah. Kalau Alkitab yang menentukan keotentikannya, bukankah orang yang berbeda-beda dapat memberikan interpretasi yang berbeda-beda dan dengan demikian justru terjadi pengurangan atau penambahan pesan? Jadi, apakah dasar yang dipakai untuk menentukan kebenaran suatu wahyu pribadi?

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

    • chairul daniel on

      Saya tak bisa menjawab mengapa murid tuhan yesus hanya 12 orang waktu itu.Sekarang murid tuhan yesus ada lebih dari 2 milyar.saya sendiri bukan beragama katolik , tetapi penganut seventhday adventist.(gereja masehi advent hari ketujuh) tadinya gereja allah. umat masehi advent hari ketujuh murid yesus lebih dari 30 juta orang waktu ini. Sebagai umat tuhan kami yakin seyakinnya suatu waktu kami akan diuji sperti yesus apakah tetap setia kepada firmannya yang terdapat di alkitab? atau tidak. Sering saya mendengar isu isu katanya di amerika bulan maret ini akan dipaksakan undang undang hari minggu sebagai hari ibadah nasional, bagaimana umat masehi advent hari ketujuh , pemelihara sabat yang benar? Itu lah nubuatan terakhir sebelum kedatangan yesus kedua kali umat tuhan, atau murid yesus akan di uji , memilih tetap setia pada firmanNya atau tidak.(Nubuatan terakhir sebelum kedatangan Tuhan Yesus kedua, kali.)Bagi umat katolik adalah kesempatan paling besar untuk menerima sabat tuhan yang benar. yaitu dari petang dan pagi sesuatu kitab kejadian pasal 1. dimana sebelum ada matahari allah menciptakan cyclus hari dari petang dan pagi bukan tengah malam jam 12 malam.dan hari sabat, yaitu sampai sekarang tidak berobah hari sabtu, bukan hari sabat yahudi tetapi hari sabat tuhan.hari sabat dijadikan untuk manusia markus 2:27 dan ketahuilah setelah seribu tahun disurga nanti taman eden dan negeri allah yang kudus akan kembali ke dunia ini seperti semula.baca kitab yesaya 66:22,23.

      [dari katolisitas: Silakan membaca tentang hari Sabat ini – silakan klik]

Add Comment Register



Leave A Reply