apakah nubuat dan ramalan berbeda arti ? – Ferdy
Shalom Ferdy,
Pertama-tama, saya mohon maaf karena baru dapat menjawab pertanyaan anda sekarang.
I. Apakah nubuat dan ramalan berbeda arti?
Ya, ada perbedaan arti antara nubuat dan ramalan. Nubuat berarti pengetahuan akan hal-hal yang akan terjadi di masa mendatang, walaupun kadang dapat pula berarti pengetahuan akan hal yang lampau yang tidak diingat, atau akan hal rahasia yang terjadi sekarang, yang tidak dapat diketahui melalui akal budi. Dalam 1 Kor 14, Rasul Paulus tidak membatasi nubuat pada pengetahuan akan hal-hal yang akan datang, tetapi termasuk juga dorongan-dorongan Ilahi tentang sesuatu yang rahasia/ misteri, baik yang terjadi saat ini maupun saat nanti. Maka, menurut New Advent Catholic Encyclopedia, nubuat merupakan:
Contoh yang paling mengagumkan dari nubuat dalam kitab suci adalah nubuat tentang Yesus Kristus oleh para nabi berabad-abad sebelum kelahiran Yesus, yang menggambarkan ciri-ciri Yesus sang Mesias, dari kelahiranNya, sampai kematian-Nya (silakan membaca artikel Yesus - Tuhan yang dinubuatkan para nabi (silakan klik)
Menurut Kitab Suci, nubuat adalah salah satu dari karunia Roh Kudus (lihat 1Kor 12:10) yang digunakan untuk membangun umat Allah. Karunia nubuat ini sesungguhnya perlu diuji dan dibawa terus di dalam doa, karena mungkin saja terjadi seseorang berpikir ia menerima karunia nubuat, padahal gambaran yang diperoleh datang dari dirinya sendiri. Maka jika nubuat itu benar datang dari Allah, maka hal itu akan terjadi, sedangkan jika datang dari sendiri, hal itu bisa tidak terjadi atau salah.
Di sinilah bedanya nubuat dengan ramalan, sebab:
Maka di sini kita melihat bahwa ramalan tidak sama dengan nubuat. Nubuat yang sungguh-sungguh dari Allah akan terjadi, sesuai dengan yang dinyatakan Allah, kecuali jika Allah memang menyatakan nubuat tersebut untuk semata-mata memberi peringatan keras demi pertobatan, seperti nubuat yang disampaikan oleh nabi Yunus kepada orang-orang Niniwe. Dapat pula terjadi bahwa nubuat itu sungguh benar dari Tuhan, namun manusia yang menginterpretasikannya yang membuat kekeliruan.
Namun, nubuat para nabi yang tercantum dalam Kitab suci berasal dari Allah, dan sungguh terpenuhi dalam Kristus. Contoh lain tentang nubuat misalnya pada penampakan Bunda Maria di Fatima tahun 1917, Bunda Maria menyebutkan nubuat tentang kehancuran komunisme Rusia, terpenuhi pada tahun 1989, diikuti dengan diruntuhkannya tembok Berlin tanggal 9 Nov 1989.
Salam damai dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati – www.katolisitas.org
Dengan hormat,
Saya ingin menanyakan, apakah dalam ajaran Katolik ada larangan mempercayai RAMALAN (dalam segala bentuknya)? Kalau memang ada larangan, apa dasarnya dan rujukan Alkitabnya?
Mohon jawaban melalui email saya di atas, dan kalau dipublikasikan silahkan (mohon info pertanyaan di atas termasuk kolom apa? Tanya jawab bagian apa?)
[dari Katolisitas: kami letakkan di tanya jawab artikel di atas, yaitu mengenai perbedaan nubuat dan ramalan]
Demikian pertanyaan saya dan terimakasih sebelumnya.
Hormat saya,
teguh
Salam Teguh Pambudi,
Segala macam ramalan harus ditolak. Mempergunakan setan atau roh jahat, pemanggilan arwah atau tindakan-tindakan lain yang tentangnya orang berpendapat tanpa alasan seakan-akan mereka dapat “membuka tabir” masa depan (bdk Ulangan 18: 10, Yeremia 29: 8). Di balik horoskop, astrologi, membaca tangan, penafsiran pratanda dan orakel atau petunjuk gaib, paranormal dan menanyai medium, terselubung kehendak supaya berkuasa atas waktu, sejarah dan akhirnya atas manusia. Demikian pula keinginan menarik perhatian kekuatan-kekuatan gaib. Ini bertentangan dengan penghormatan dalam rasa takwa yang penuh kasih, yang hanya kita berikan kepada Allah. (KGK 2116).
Salam,
Yohanes Dwi Harsanto, Pr
Nubuat adalah wahyu Tuhan memberitahukan kepada umatnya peristiwa2 yg akan tejadi kemudian dan itu dicatat dikitab perjanjian lama dan digenapi diperjanjian baru.contoh nubuatan kelahiran tuhan di betlehem.Dan nubuatan kedatangannya kedua kali pada akhir zaman.Peristima2 besar apa yg akan terjadi sebelum kedatangannya. Xw
[Dari Katolisitas: silakan anda membaca di sini, silakan klik]
Tuhan tidak mungkin melakukan sesuatu tampa diberitahukannya dahulu melalui hamba2nya.Tuhan itu adil dan rahmani maka itu sebelum rencana tuhan itu terjadi diamarkan atau diberitahukannya dahulu melalui para nabi atau hamba2nya yg setia dgn satu maksud spy mereka bertobat.bahwa Tuhan itu maha tahu.nubuat atau wahyu ilahi itu kekal karena firman Tuhan itu kekal karena aljah itu kekal.Maka apa yg telah dinubuatkannya pasti akan terjadi cepat atau lambat.Mengemai ninive nubuatan yg mana tuhan akan membinasakan ninivd adalah nubuatan bersyarat.mengapa ? tuhan mengatakan akan membinasakan kota n j n ive kalau tidak bertobat ternyata penduduk niniwe bertoct ya tidak jadi dibinasakan oleh tuhan.nubuat lebih cocok disebut takdir .apa yg difirmankan tuhan harus terjadi.Mengenai penampakan patung bunda maria menangis itu mistik dan tidak dapat dikatogorikan dgn nubuat.segala sesuatu tes kebenaran apakah itu dari tuhan atau bukan .biarlah alkitab itu sendiri yg menjelaskannya jangan menambah atau merobanya. 6n 0f
Shalom Chairul Daniel,
Terima kasih atas tanggapannya. Bagi umat Katolik, wahyu-wahyu pribadi tidaklah mengikat. Umat Katolik yang tidak mempercayai wahyu-wahyu pribadi, termasuk penampakan Bunda Maria tidak secara otomatis membuat orang tersebut masuk neraka. Agar umat Allah tidak bingung terhadap mana wahyu pribadi yang otentik dan mana yang bukan, maka Gereja Katolik mengaturnya dengan jelas, dan sering hal ini akan makan waktu yang cukup lama. Namun, di satu sisi, ada sebagian umat Kristen yang memakai standar ganda, yaitu kalau ada kesaksian-kesaksian pribadi yang memojokkan Gereja Katolik, maka kesaksian tersebut disebut otentik. Sedangkan kesaksian-kesaksian dari orang-orang termasuk orang-orang kudus, yang menegaskan tentang pesan Bunda Maria, maka ini dianggap mistik dan tidak Alkitabiah. Kalau Alkitab yang menentukan keotentikannya, bukankah orang yang berbeda-beda dapat memberikan interpretasi yang berbeda-beda dan dengan demikian justru terjadi pengurangan atau penambahan pesan? Jadi, apakah dasar yang dipakai untuk menentukan kebenaran suatu wahyu pribadi?
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org
apakah nubuat dan ramalan berbeda arti ? – jawaban: silakan klik
mengapa murid Tuhan Yesus hanya berjumlah 12 orang ? jawaban: silakan klik
Saya tak bisa menjawab mengapa murid tuhan yesus hanya 12 orang waktu itu.Sekarang murid tuhan yesus ada lebih dari 2 milyar.saya sendiri bukan beragama katolik , tetapi penganut seventhday adventist.(gereja masehi advent hari ketujuh) tadinya gereja allah. umat masehi advent hari ketujuh murid yesus lebih dari 30 juta orang waktu ini. Sebagai umat tuhan kami yakin seyakinnya suatu waktu kami akan diuji sperti yesus apakah tetap setia kepada firmannya yang terdapat di alkitab? atau tidak. Sering saya mendengar isu isu katanya di amerika bulan maret ini akan dipaksakan undang undang hari minggu sebagai hari ibadah nasional, bagaimana umat masehi advent hari ketujuh , pemelihara sabat yang benar? Itu lah nubuatan terakhir sebelum kedatangan yesus kedua kali umat tuhan, atau murid yesus akan di uji , memilih tetap setia pada firmanNya atau tidak.(Nubuatan terakhir sebelum kedatangan Tuhan Yesus kedua, kali.)Bagi umat katolik adalah kesempatan paling besar untuk menerima sabat tuhan yang benar. yaitu dari petang dan pagi sesuatu kitab kejadian pasal 1. dimana sebelum ada matahari allah menciptakan cyclus hari dari petang dan pagi bukan tengah malam jam 12 malam.dan hari sabat, yaitu sampai sekarang tidak berobah hari sabtu, bukan hari sabat yahudi tetapi hari sabat tuhan.hari sabat dijadikan untuk manusia markus 2:27 dan ketahuilah setelah seribu tahun disurga nanti taman eden dan negeri allah yang kudus akan kembali ke dunia ini seperti semula.baca kitab yesaya 66:22,23.
[dari katolisitas: Silakan membaca tentang hari Sabat ini - silakan klik]