Nama Katolik tidak ada di Alkitab?

Pertanyaan:

Saya juga tidak menemukan nama gereja Katholik, Protestan dan yang lainnya disebutkan dalam Alkitab. Ada beberapa jemaat yang disebut seperti jemaat Korintus, jemaat Efesus, jemaat Smirna dlsb tetapi tidak ada yang menyebutkan sebagai salah satu golongan di atas. Kalaupun nantinya berkembang menjadi suatu aliran saya tidak tahu tetapi yang pasti pada waktu kitab / surat itu dibuat, tidak ada penekanan mengenai suatu aliran tertentu. Yang ditekankan adalah bagaimana kita yang sudah diselamatkan oleh anugrah melalui keselamatan Yesus Kristus itu mengerjakan keselamatan tsb. dengan sebaik-baiknya. Sekali lagi saya ingin menekankan bahwa gereja bahkan agama tidak menyelamatkan. Hanya Jesus yang menyelamatkan. Itulah bedanya kita dengan agama lain yang mencari keselamatan dengan melakukan perbuatan baik. Walaupun kita ada dalam suatu gereja yang sangat kudus tetapi kita sendiri tidak mau taat, dengar-dengaran terhadap Firman Tuhan, keselamatan yang sudah kita peroleh juga akan hilang (Ibr 6:4-6)
Salam – Samuel

Jawaban:

Shalom Samuel,

Berikut ini adalah jawaban untuk point B.

I. Perkataan Katolik ada di dalam Alkitab.

  1. Sesungguhnya kata ‘Katolik’ berasal dari bahasa Yunani, katholikos, yang artinya “keseluruhan/ universal- wholeness” atau “komplit/ lengkap- fullness“. Jadi dalam hal ini kata katholik mempunyai dua konotasi: bahwa Gereja yang didirikan Yesus ini bukan hanya milik suku tertentu atau kelompok eksklusif yang terbatas; melainkan mencakup ‘keseluruhan‘ keluarga Tuhan yang ada di ‘seluruh dunia‘, yang merangkul semua, dari setiap suku, bangsa, kaum dan bahasa (Why 7:9). Kata ‘katolik’ juga berarti bahwa Gereja tidakdapat memilih-milih doktrin yang tertentu asal cocok sesuai dengan selera/ pendapat kita, tetapi harus doktrin yang setia kepada ‘seluruh‘ kebenaran. Rasul Paulus mengatakan bahwa hakekatnya seorang rasul adalah untuk menjadi pengajar yang ‘katolik’ artinya yang “meneruskan firman-Nya (Allah) dengan sepenuhnya…. tiap-tiap orang kami nasihati  dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.” (Kol 1:25, 28)
  2. Kata Gereja Katolik yang ditulis dalam bahasa Yunani dalam Kitab Suci sebagai “Ekklesia Katha Holos” (asal mula kata katholikos) ada di Kis 9:31, yang bunyinya, “Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.” Di sini kata”Katha holos atau katholikos” dalam bahasa Indonesia adalah Jemaat/ umat Seluruh/ Universal atau Gereja Katolik, sehingga kalau ingin diterjemahkan secara konsisten, maka Kis 9:31, bunyinya adalah, “Selama beberapa waktu Gereja Katolik Yudea, Galilea, dan Samaria berada dalam keadaan damai. Gereja itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.”
  3. Memang ada bukti lain disamping Kitab Suci, yaitu tulisan St. Ignatius dari Antiokia (murid St. Yohanes rasul) kepada jemaat di Smyrna 8 (106 AD), yang dipakai untuk membedakan umat Kristen dari para heretik pada saat itu yang menolak bahwa Yesus adalah Allah yang sungguh-sungguh menjelma menjadi manusia, yaitu heresi/ bidaah Docetism dan Gnosticism. Dengan surat ini St. Ignatius mengajarkan tentang hirarki Gereja, imam, dan Ekaristi yang bertujuan untuk menunjukkan kesatuan Gereja dan kesetiaan Gereja kepada ajaran yang diajarkan oleh Kristus. Demikian penggalan kalimatnya,”…Di mana uskup berada, maka di sana pula umat berada, sama seperti di mana ada Yesus Kristus, maka di sana juga ada Gereja Katolik.

    Di sinilah baru Gereja Katolik memiliki arti yang kurang lebih sama dengan yang kita ketahui sekarang, bahwa Gereja Katolik adalah Gereja universal di bawah pimpinan para uskup yang mengajarkan doktrin yang lengkap, sesuai dengan yang diajarkan Kristus.

II. Tidak ada penekanan akan adanya suatu aliran di Alkitab.

  1. Sebenarnya kalau kita cermati, ada beberapa referensi di Alkitab yang menekankan persatuaan jemaat Allah. Terjadinya perpecahan karena pandangan-pandangan yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Kristus.Kristus yang berdoa secara khusus untuk persatuan Gereja, sehingga dunia percaya bahwa akan Kristus (Yoh 17:1-25).Permasalahan tentang bagaimana menyikapi kekristenan dalam hubungannya dengan adat Yahudi, yang diselesaikan pada konsili Yerusalem yang pertama (Kis 15:1-21).

    St. Petrus mengirimkan surat kepada Timotius untuk berpegang kepada ajaran Kristus. 1 Tim 4:1-3, itu adalah ayat-ayat yang memang sangat baik untuk mengingatkan kita agar berpegang pada ajaran yang benar dan tidak mengikuti ajaran sesat. Konteks ayat-ayat ini adalah untuk menentang ajaran Gnosticism yang pada waktu itu berkembang pada abad-abad awal. Para Gnostics membenci tubuh, dan menganggap tubuh dan segala sesuatu yang berupa materi (termasuk makanan) adalah dosa. Sehingga perkawinan yang dianggap sebagai cara ‘mendatangkan tubuh/ bayi’ yang baru, dianggap sebagai perbuatan dosa. Maka para Gnostics ‘membenci’ perkawinan. Hal ini tentu saja bertentangan dengan ajaran Kristus, karena perkawinan malah dijadikan oleh Kristus sebagai lambang kasihNya kepada Gereja-Nya (Ef 5:22-32).

  2. Dari hal tersebut di atas, kita melihat ada benih-benih perpecahan yang terjadi pada masa jemaat awal. Dan para rasul memberikan penekanan untuk senantiasa bersatu dalam satu jemaat. Bahkan Rasul Paulus bagaimana untuk hidup dalam persatuan sebagai keluarga Allah, yakni Gereja dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran (1 Tim 3:15). Jadi banyaknya gereja-gereja yang sekarang ada, yang mengajarkan doktrin yang berbeda-beda, tidak menjawab doa Yesus, seperti yang dikatakan-Nya di Yoh 17.
  3. Salah satu cara untuk menelusuri apakah benar-benar dokrin dari suatu gereja berasal dari Kristus adalah dengan melihat perkembangannya secara organik. Cardinal Newman, dalam bukunya “The Development of Christian Doctrines”, meneliti bahwa Gereja yang mempunyai pengajaran yang benar adalah Gereja yang mempunyai perkembangan ajarannya dapat ditelusuri sampai kepada jaman awal kekristenan, yang bersumber pada Yesus sendiri. Ini berarti harus ada konsistensi dalam pengajaran, sama seperti perkembangan pohon kecil ke pohon yang besar. Yang dimaksudkan dari kecil ke besar adalah ajaran yang sama, namun perkembangannya hanya untuk memperjelas pengertian bukan mengubah ajaran. Hal inilah yang ditemukan oleh kardinal Newmann dalam Gereja Katolik, sehingga untuk menempatkan kebenaran di atas segalanya, dia berpindah dari Anglikan ke Gereja Katolik.
  4. Saya mengusulkan, cobalah Samuel untuk melihat salah satu doktrin “double predestination” atau “sekali selamat pasti selamat“. Dan kemudian cobalah untuk menelusuri perkembangan doktrin tersebut. Apakah yang dikatakan oleh Alkitab, Yesus, Rasul Paulus, Rasul Petrus, dll. Bagaimana Bapa Gereja mengatakan hal tersebut. Karena tidak mungkin sebuah doktrin yang ada dari awalnya, kemudian menjadi tidak ada, dan menjadi ada lagi. Di dalam teologi, doktrin yang satu berpegang pada doktrin yang lain, yang telah ada. Sebuah doktrin yang merupakan suatu penemuan tiba-tiba dan tidak dapat ditelusuri perkembangannya, bukan merupakan suatu perkembangan doktrin yang bersifat otentik dan organik, seperti yang dikatakan oleh Cardinal Newman.

II. Ada banyak kata yang tidak ada di Alkitab.

  1. Memang tidak semua kata terkandung di dalam Alkitab, seperti contohnya adalah Trinitas. Namun apakah kalau tidak ada perkataan tersebut, kemudian kita tidak percaya? Contoh yang lain adalah bagaimana kita tahu bahwa Yesus mempunyai dua keinginan dan bukan satu?Apakah original sin atau dosa asal benar-benar merusak manusia secara total atau tidak? Konsep tentang predestination: apakah double predestination ataukah predestination? Berapa sakramen yang Yesus berikan? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang membutuhkan permenungan dan analisa yang mendalam.
  2. Ini adalah sebagai sebuah contoh bahwa Alkitab memerlukan Tradisi Suci dan juga Magisterium Gereja. Kitab Suci saja sebenarnya tidaklah Alkitabiah. Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Alkitablah satu-satunya sumber kebenaran. Silakan melihat pembahasan akan hal ini disini (silakan klik).

Demikian jawaban saya untuk point B.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – www.katolisitas.org

Beberapa artikel yang berhubungan:

Beberapa artikel di kategori yang sama:

5 Komentar to Nama Katolik tidak ada di Alkitab?

  1. jadi agama yg bener itu benarnya yang mana : katolik, ato kristen ? kalo yg salah satunya didirikan karena nafsu manusia maka jadi menyimpang dr ajaran dong

    • Shalom Anonymous,

      Terima kasih atas pertanyaannya. Sebagai umat Katolik saya percaya bahwa agama yang benar adalah agama Katolik dengan tanda satu, kudus, katolik, dan apostolik. Saya juga mempercayai bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus, sehingga mempunyai kepenuhan kebenaran. Silakan melihat link berikut ini (silakan klik) untuk membaca alasan dari pernyataan di atas. Bagaimana sikap Gereja Katolik terhadap mereka, dapat dilihat di Lumen Gentium, 15:

      Gereja tahu, bahwa karena banyak alasan ia berhubungan dengan mereka, yang karena dibabtis mengemban nama kristen, tetapi tidak mengakui ajaran iman seutuhnya atau tidak memelihara kesatuan persekutuan dibawah Pengganti Petrus[28]. Sebab memang banyaklah yang menghormati Kitab suci sebagai tolak ukur iman dan kehidupan, menunjukkan semangat keagamaan yang sejati, penuh kasih beriman akan Allah Bapa yang mahakuasa dan akan Kristus, Putera Allah dan Penyelamat[29], ditandai oleh babtis yang menghubungkan mereka dengan Kristus, bahkan mengakui dan menerima sakramen-sakramen lainnya juga di Gereja-Gereja atau jemaat-jemaat gerejani mereka sendiri. Banyak pula diantara mereka yang mempunyai Uskup-uskup, merayakan Ekaristi suci, dan memelihara hormat bakti kepada Santa Perawan Bunda Allah[30]. Selain itu ada persekutuan doa-doa dan kurnia-kurnia rohani lainnya; bahkan ada suatu hubungan sejati dalam Roh Kudus, yang memang dengan daya pengudusan-Nya juga berkarya diantara mereka dengan melimpahkan anugerah-anugerah serta rahmat-rahmat-Nya, dan menguatkan beberapa dikalangan mereka hingga menumpahkan darahnya. Demikianlah Roh membangkitkan pada semua murid Kristus keinginan dan kegiatan, supaya semua saja dengan cara yang ditetapkan oleh Kristus secara damai dipersatukan dalam satu kawanan dibawah satu Gembala[31].. Untuk mencapai tujuan itu Bunda Gereja tiada hentinya berdoa, berharap dan berusaha, serta mendorong para puteranya untuk memurnikan dan membaharui diri, supaya tanda Kristus dengan lebih cemerlang bersinar pada wajah Gereja.

      Dan memang ada banyak ajaran yang sama antara Katolik dan gereja Kristen yang lain, walaupun ada juga banyak perbedaaannya. Untuk melihat beberapa pengajaran yang berbeda, silakan membaca beberapa topik di tanya jawab, kategori: apologetik Kristen (silakan klik).

      Semoga dapat berguna dan menjawab pertanyaan dari Anonymous.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – http://www.katolisitas.org

    • Sdr Anonymous..

      menurut saya, sebener-benernya suatu agama, kalau toh tidak di-imani & tdk berbuah yang baik, ya gak bener juga.

      Kemudian, PLEASE jgn mau dipecah. Krn kita adalah satu tubuh mistik Kristus. Katolik adalah Kristen. Protestan pun adalah Kristen. Jangan mau & tidak boleh dipecah.

      Ut unum sint, my brothers & sisters. Ut unum sint.

      Shalom.
      Thomas

  2. Shalom Bu,
    Saya terkadang kurang mengerti dengan sebutan “Yesus Kristus” dan “Kristus Yesus” yang tertera di dalam Alkitab, meskipun jelas yang di maksudkan adalah Tuhan Yesus, lalu penulisan yang berbeda ini sebenarnya menandakan sebuah maksud/arti apa?
    Mohon penjelasan dan uraiannya, terima kasih.

    Salam damai.
    Felix SB.

    • Shalom Felix,
      Sebenarnya sebutan "Yesus Kristus" dan "Kristus Yesus" berarti sama saja, mengacu pada Yesus yang sama. Yesus berasal dari kata Ibrani- Aram "Yosua", yang artinya "Tuhan menyelamatkan" sedangkan Kristus dari kata Yunani "Christos", yang artinya, "Yang diurapi".
      Umumnya memang sebutan yang ada dalam Kitab Suci adalah Yesus Kristus, yang mengacu pada arti kata Juru Selamat yang diurapi. Namun, Rasul Paulus dalam surat-suratnya kadang membalik urutannya, sebagai Kristus Yesus (lih. Rom 6:23; 8:1;15:5; 1 Kor 1:2; Gal 2:4; 3:26; 5:24; Ef 2:10; 2:20; Fil 1:6; 2:5; Col 1:4; 2:6; 1 Ti 1:12-16; 2 Ti  1:9-10; 2:1-3).
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,

      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CONNECT WITH US: