Apakah skapulir dapat menyelamatkan?

20

Pertanyaan:

selamat siang saya mau tanya, scapulir itu apa? apa manfaatnya? dasar alkitabnya? terima kasih – Ben

Jawaban:

Shalom Ben,
Terima kasih atas pertanyaannya tentang skapulir. Skapulir (Ingris: Scapular) berasal dari bahasa latin: “scapula” yang berarti bahu. Skapulir ini awalnya berupa kain yang cukup lebar yang melintang di bahu. Pada awalnya, skapulir ini berasal dari kehidupan para rahib. Sama seperti yang memakai stola adalah seorang iman, maka seorang rahib ditandai dengan skapulir. Kemungkinan, pemakaian skapulir ini dapat ditelusuri mulai abad ke-7, dimana skapulir menjadi salah satu peraturan dari ordo benediktus. Dengan berkembangnya ordo-ordo, seperti ordo ketiga (third order) – yang terdiri dari kaum awam, maka skapulir ini juga berkembang, bukan hanya kain yang besar yang dikenakan oleh para rahib, namun skapulir yang cukup kecil, yang juga digunakan oleh kaum awam. Lebih lanjut, ordo Karmel berjasa dalam menyebarkan devosi skapular (sekitar abad 13), yaitu dengan skapulir coklat atau “brown scapular”. Ada begitu banyak jenis skapulir. Dan devosi ini mencapai puncaknya pada abad pertengahan, dimana skapulir dan rosario menjadi dua devosi kepada Bunda Maria.
Untuk mengenakan skapulir ini, tergantung dari jenis skapulirnya, setelah diberkati oleh pastor, maka dengan seseorang memakai skapulir, dia memakai simbol persaudaraan (membership in confraternity). Ada beberapa skapulir yang sering dipakai oleh umat Katolik, seperti: 1) The brown scapular of Our Lady of Mt. Carmel, yang berwarna coklat dan sering dihubungkan dengan sabbatine (Sabtu) Privilege, 2) The red scapular of Christ’s passion, 3) The black scapular of the seven sorrows of Mary, 4) The blue scapular of the Immaculate Conception, 5) The white scapular of the Holy Trinity. Dan ada juga scapular medal – yang mempunyai gambar hati kudus Yesus di satu sisi dan hati kudus Maria di sisi yang lain. Scapular medal ini disetujui oleh Vatikan pada tahun 1910.
Apakah manfaat dari skapulir ini?
Manfaatnya adalah tergabung dalam persaudaraan dari skapulir tersebut. Misalkan seseorang menggunakan skapulir coklat, maka dia tergabung dalam persaudaraan “our Lady of Mt. Carmel”. Dan Bunda Maria menjanjikan untuk orang-orang yang memakai skapulir sampai pada akhir hayatnya akan diselamatkan.
Namun satu prinsip yang harus kita pegang, benda-benda seperti rosario, skapulir adalah benda-benda sakramentali. Katekismus Gereja Katolik (KGK, 1667-1668 mengatakan:

1667: “Selain itu Bunda Gereja kudus telah mengadakan sakramentali, yakni tanda-tanda suci, yang memiliki kemiripan dengan Sakramen-sakramen. Sakramentali itu menandakan karunia-karunia, terutama yang bersifat rohani, dan yang diperoleh berkat doa permohonan Gereja. Melalui sakramentali hati manusia disiapkan untuk menerima buah utama Sakramen-sakramen, dan belbagai situasi hidup disucikan” (SC 60). (Bdk. CIC, can. 1166; CCEO, can. 867.)
1668 “Gereja mengadakan sakramentali untuk menguduskan jabatan-jabatan gerejani tertentu, status hidup tertentu, aneka ragam keadaan hidup Kristen serta penggunaan benda-benda yang bermanfaat bagi manusia. Sesuai dengan keputusan pastoral para Uskup, mereka juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kebudayaan serta sejarah khusus umat Kristen suatu wilayah atau zaman. Mereka selalu mempunyai doa yang sering diiringi dengan tanda tertentu, misalnya penumpangan tangan, tanda salib, atau pemercikan dengan air berkat, yang mengingatkan kepada Pembaptisan.

Dari dokumen di atas, kita melihat bahwa rahmat yang mengalir dari sakramentali tergantung dari disposisi hati yang memakai. Pada saat seseorang memakai skapulir dengan devosi dan disposisi hati yang baik, maka orang tersebut akan senantiasa diingatkan akan Bunda Maria dan Yesus, sebagai contoh: pada waktu orang tersebut melepaskan dan memakai skapukir, atau pada waktu-waktu tertentu, dia merasakan dan menyadari bahwa dia memakai skapulir. Jadi dalam satu hari, orang tersebut mempunyai kebiasaan untuk mengingat Yesus dan Bunda Maria. Dengan disposisi hati yang baik, maka rahmat Tuhan mengalir, sehingga dapat menyucikan berbagai situasi hidup. (lih KGK, 1667). Oleh karena itu, orang yang memakai skapulir, yang senantiasa diingatkan untuk menyucikan berbagai situasi hidup sampai akhir hayatnya, akan memperoleh keselamatan kekal.
Apakah orang yang memakai skapulir ini pasti masuk Surga? Tidak pasti, karena rahmat dari benda-benda sakramentali tergantung dari disposisi hati orang yang memakai. Gereja Katolik mengajarkan bahwa keselamatan adalah berkat Allah semata, dengan melalui iman dalam Kristus Tuhan dan dimanifestasikan dengan ketaatan untuk mengikuti seluruh perintah Tuhan. Jadi orang yang memakai skapulir belum tentu diselamatkan, kalau tidak disertai dengan iman kepada Kristus dan melaksanakan seluruh perintah-Nya. Namun, dengan disposisi hati yang baik, seseorang yang memakai skapulir dapat mencapai kekudusan dan memperoleh keselamatan. Sebaliknya, orang yang tidak memakai skapulir, namun terus bertumbuh dalam iman dan sakramen dan melaksanakan perintah Kristus sampai akhir hayatnya, dia juga dapat diselamatkan.
Skapulir dapat dianalogikan seperti cincin pernikahan. Orang yang memakai cincin belum tentu telah menikah. Namun orang yang menikah dan memakai cincin kawin, dengan disposisi hati yang benar, dapat membantu untuk setia terhadap pasangan.
Apakah dasar alkitab dari skapulir?
Kita dapat menghubungkan dasar-dasar Alkitab tentang skapulir dengan dasar-dasar Alkitab untuk pengajaran tentang relikwi, seperti:

Elisa membawa jubah Elia dan memukulkannya di sungai Yordan, sehingga air terbelah, sehingga Elisa dapat menyeberangi sungai Yordan (2 Raj 2:9-14). Di kitab yang sama, diceritakan bagaimana mayat yang terkena tulang-tulang dari Elisa, dapat hidup kembali (2 Raj 13:20-21).
Di dalam Perjanjian Baru diceritakan bahwa sapu tangan dan kain yang pernah dipakai oleh Paulus dapat menyembuhkan penyakit-penyakit (Kis 19:11-12). Kisah Para Rasul juga menceritakan bagaimana orang-orang membawa orang-orang sakit, sehingga minimal mereka dapat terkena bayangan dari rasul Petrus, dan kemudian disembuhkan (Kis 5:15).
Pembahasan menyeluruh tentang hal ini, silakan membaca artikel “Relikwi, mengantar kita kepada Tuhan” (silakan klik).

Secara prinsip, Tuhan dapat menggunakan benda-benda, baik berupa relikwi yang berhubungan dengan santa dan santo, atau skapulir yang diberikan oleh Gereja, untuk mengantar umat pada kekudusan. Semua devosi ini harus mengalir dari disposisi hati yang baik, seperti semua persembahan yang bersifat ekterior mengalir dari disposisi hati yang benar.
Semoga keterangan di atas dapat menjawab pertanyaan Ben.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – www.katolisitas.org

Share.

About Author

Stefanus Tay telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

20 Comments

  1. y.hendra sandjojo on

    menurut saya doa rosario pembebasan sangat bagus, sepanjang didaraskan dengan penuh iman,dan kita sebagai umat Katolik jangan melupakan juga berdoa rosario yang dianjurkan oleh Gereja kita.Saya juga merasakan manfaat , hasil dari berdoa…. berdoa apa saja mis. doa harian dalam setiap masalah hidup , disempurnakan dengan doa Bapa Kami seperti yang diajarkan Tuhan Yesus sendiri, doa salam Maria, Kemulian. Maka setelah selesai berdoa kita akan merasa plong…dan secara tidak sadar kita melangkah mengambil keputusa tanpa dengan tanpa kita sadari , semua menemui jalan keluar , bahkan kadang2 diluar pikiran kita….mengapa bisa demikian??? sebab kuasa Tuhan…, Dia mendengar doa kita…Dia memberi yang terbaik buat kita……mari berdoa dengan tidak jemu2….

  2. Selamat siang,

    saya sangat ingin membeli Saint Benedict Medal
    dimana yaa saya bisa membelinya?

    terimakasih sebelumnya
    Tuhan Yesus Memberkati…

    [Dari Katolisitas: silakan Anda check ke 2 situs ini, St. Benedict shop,silakan klik dan situs Autom, silakan klik Atau, silakan menghubungi Toko buku Obor di Jakarta, silakan klik]

  3. Thomas G. Witono on

    Mohon dijelaskan riwayat St.Peregrinus dan Relikwinya
    Terima kasih

    [dari Katolisitas: silakan membaca riwayat hidup St Peregrinus pelindung penderita kanker, dalam link berikut ini: dari situs EWTN, klik di sini, atau dari catholic.org, klik di sini. Untuk doa-doa devosi serta litani kepadanya dari situs EWTN juga, ada di sini. Mengenai relikwinya, kami tidak mempunyai data yang jelas, hanya disebutkan di salah satu sumber bahwa jenasahnya tidak rusak.]

  4. Shalom, katolisitas.org

    Saya mendengar bahwa ada “pelelangan stola”, namun saya belum membuktikan sendiri kebenarannya. Andaikan itu benar terjadi, bolehkah hal tersebut dilakukan?

    Terima Kasih,
    Tuhan memberkati.

    • Shalom Yohanes,

      Pertama, saya minta maaf atas keterlambatan menjawab pertanyaan anda. Tentang pelelangan stola, memang benar dilakukan oleh salah satu paroki di Jakarta Utara. Tujuan dari pelelangan ini adalah untuk mencari dana pembangunan gereja. Mereka mengundang 3 designer untuk mendesain stola, yang akan dilelang pada hari Minggu ini bersamaan dengan dibongkarnya gereja yang lama. Tiga stola yang telah dilelang kemudian diberikan lagi kepada gereja, yang nantinya akan dipakai pada saat pemberkatan bangunan gereja yang baru, yang akan dilakukan oleh: uskup, mungkin vikjen, dan pastor paroki, di mana masing-masing akan mengenakan stola tersebut. Dengan demikian, tidak ada masalah dengan pelelangan stola dalam konteks ini, karena hal ini sama saja seperti seseorang pergi ke toko buku rohani, dan kemudian membeli stola untuk diberikan kepada pastor paroki. Perbedaannya dengan konteks pelelangan stola adalah 3 orang membeli stola yang diperoleh dari pelelangan stola, dan kemudian menyumbangkannya kepada gereja. Semoga hal ini dapat memperjelas.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  5. Shalom,
    Ibu Ingrid dan Bp. Stef, Ytk. Saya mau menanyakan tentang benda-benda liturgi, khususnya berkaitan dengan penyucian/pemberkatan benda-benda tersebut sebelum digunakan. Bagaimana (dan sejak kapan) tradisi tersebut ada dalam Gereja dan apa alasannya? Terimakasih atas bantuannya. GBU

    • Salam Masroms,

      Pemberkatan benda-benda suci adalah salah satu bentuk dari sakramentali (tidak sama tetapi mirip 7 sakramen). Bentuk lain dari sakramentali adalah pengudusan atau penahbisan (katedral, gereja), pengusiran setan (eksorsisme). Kegiatan pemberkatan dan pengusiran setan dilakukan oleh Yesus. Kegiatan ini diteruskan oleh pengikut-pengikut Yesus. Pada abad ke-dua misalnya Hippolitus menyebut pemberkatan minyak, keju, roti dan madu. Dalam tradisi abad pertengahan Gereja mengenal dan mempraktekkan banyak pemberkatan. Buku Rituale Romanum thn 1614 memuat banyak upacara pemberkatan. Pemberkatan benda-benda liturgy (seperti air, garam, pakaian misa, salib, piala dan patena, dll), bermaksud mengkhususkan barang-benda tertentu dengan tujuan menyalurkan rahmat kepada yang menggunakannya dan akan meneruskan rahmat itu bagi orang lain yang dilayani. Benda-benda yang diberkati itu akan menjadi sarana bantu yang terus menerus mengingatkan kita akan sumber berkat dan rahmat yaitu Allah sendiri.

      Romo Bernardus Boli Ujan SVD

  6. Shalom,

    Saya ingin bertanya tentang skapulir coklat. Saya sangat tertarik kepada skapulir coklat ini. Setelah saya membaca-baca tentang skapulir coklat, saya menemukan ini : link to freebrownscapular.com (dalam link ini ada syarat enrollment skapular). Saya bingung, apakah itu investment dan enrollment? dan apakah enrollment skapulir coklat harus menggunakan formula ini, bagaimana kalau yang bahasa Indonesia? Bisakah kita meminta Pastor untuk memberkatinya sewaktu-waktu? karena saya lihat, dalam prosedurnya ada penggunaan air suci.

    Sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada pengurus katolisitas.org yang sudah meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan saya.

    Salam Kasih Kristus+

    • Shalom Lee,
      Investiture atau enrollment maksudnya adalah untuk menggabungkan anda dalam kesatuan dengan semua yang mempunyai devosi kepada Yesus dan Bunda Maria dengan menggunakan skapulir ini; dan ini adalah cara awal yang benar, jika anda bermaksud untuk menggunakan skapular ini selama sepanjang hidup anda. Sebab memakai skapulir artinya tidak sama dengan asal memakai ‘kalung’, tetapi ada persyaratan yang harus dipenuhi, terutama dengan terus setia berdevosi kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria; dalam hidup rohani anda.

      Doa dan pemberkatan skapulir yang disebutkan situs itu adalah dalam bahasa Inggris, namun saya percaya jika anda menghubungi pastor Carmelit, merekapun mempunyai terjemahan doanya dalam bahasa Indonesia. Silakan jika anda terpanggil untuk memakai skapulir ini, untuk menerjemahkan doa tersebut ke dalam bahasa Indonesia, lalu anda dapat memohon pada pastor anda untuk membacanya dan memberkati skapulir anda. Setelah itu anda dapat memakai skapulir itu, dan jangan lupa untuk setia melakukan devosi anda kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria dalam kehidupan anda selanjutnya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  7. Yosefa Yulianawaty on

    Selamat Siang, saya Yosefa Yulianawaty, Saya mau minta bantuan untuk mendapatkan skapulir coklat yang berbentuk rosario, karena sampai sekarang saya belum mendapatkannya, karena saya sangat ingin memilikinya. Jika ada yang dapat membantu saya silakkan hubungi saya di nomor 0812-7302377. sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

  8. Yosefa Yulianawaty on

    Selamat Pagi saya mau bertanya, dimana saya bisa mendapatkan Scapulir coklat yang berbentuk seperti Rosario karena saya ingin memilikinya. Terima Kasih.

    • Shalom Yosefa,
      Saya rasa skapulir coklat itu dapat dibeli di toko rohani, seperti Obor, dan mungkin pula di kantin rohani di paroki-paroki. Sesudah anda membelinya, anda dapat meminta Romo memberkatinya, dan silakan anda mendoakan doa yang disyaratkan di sana. Biasanya skapulir yang dijual ditempatkan disebuah kantong yang disertai dengan doa-doa yang harus didoakan setiap hari. Silakan anda mendoakannya, dan semoga Tuhan membantu anda untuk setia dalam menjalankan devosi ini, dan menjadikan iman anda bertumbuh di dalam kasih kepada-Nya.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati.

  9. Jus Soekidjo on

    Tentang rosario pembebasan sudah banyak diaplikasikan di lingkungan-lingkungan KAJ. Bahkan pernah diseminarkan di KAJ. Banyak umat tersentuh dengan doa tersebut, makin banyak diminati oleh umat. Tetapi sekali lagi tidak boleh meninggalkan rosario aslinya. Rosario pembebasan seyogyanya disebut kaplet saja, untuk membedakan dengan rosario aslinya.

  10. Salam damai….
    Sy ingin bertanya ttg doa rosario pembebasan…sy mengenal doa ini saat mengunjungi seord Bruder yg sdg sakit, beliau dan seorg Romo mengajak berdoa bersama2 dan ternyata doa rosario pembebasan yg br pertama kali itu sy dengar. Sy tertarik dg doa itu dan sering mendaraskannya. Tp menurut seorg teman doa tsb blm diakui secr sah oleh grja katolik, benarkah? Mohon penjelasan dan tx seblmnya.

    • Shalom Like,
      Pada dasarnya, semua doa yang didaraskan dengan iman, dan ditujukan kepada Tuhan adalah doa yang baik. Dari kata-katanya -yang didaraskan pada butir Salam Maria- yang merupakan permohonan agar Yesus mengasihani, menyembuhkan, menyelamatkan dan membebaskan kita (atau orang yang kita doakan), maka itu merupakan sesuatu yang sangat baik. Juga doa pada butir Bapa Kami yang menyatakan kepercayaan kita akan kuasa Yesus, bahwa jika Ia yang membebaskan, maka kita akan sungguh-sungguh bebas; juga merupakan pernyataan iman yang baik. Lebih lanjut tentang pembahasan doa rosario pembebasan ini sudah pernah dibahas dalam website Ekaristi, dan saya pikir ulasannya cukup baik. Silakan klik di sini untuk membacanya.
      Bahwa doa ini secara resmi belum diakui oleh pihak otoritas Gereja Katolik, mungkin karena dalam buku doa itu belum terdapat pernyataan Nihil Obstat (artinya tidak ada yang bertentangan dengan Doktrin Gereja Katolik). Umumnya, jika pihak otoritas Gereja mengeluarkan Nihil Obstat ini, maka artinya Gereja telah menyelidiki asal usul doa tersebut dan memeriksa segala yang dinyatakan oleh sang penulis doa tersebut dengan doktrin Gereja. Jika memang berasal dari para orang Kudus yang sudah dibeatifikasi, misalnya, doa Rosario, novena Hati Kudus Yesus, Kerahiman Ilahi, dst. maka memang, tidak ada masalah, dan biasanya langsung kita dapat melihat tanda nihil obstat-nya. Maka, walaupun doa rosario pembebasan ini baik, dan jika Like merasakan manfaatnya, saya rasa baik diteruskan, walaupun memang, sebaiknya, janganlah meninggalkan doa Rosario yang sudah jelas mendapat persetujuan Magisterium Gereja.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

      • maaf lama br buka, thx atas penjelasannya bu… mmg pd akhirnya sy pkr selama doa tsb msh kita mohonkan dlm nama Yesus buat sy sah2 sj apalagi sy pernah merasakan manfaatnya jd sy akan trs mendoakan rosario pembebasan ini dg tdk meninggalkan doa Rosario yg asli tentunya. Sy mmg tersentuh jg dg doa ini mknya sy sering mendaraskannya -tanpa melupakan Rosario aslinya tentu. Di jogja terutama di lingk sy blm banyak yg tahu doa ini…tp krn sy sdh merskan manfaatnya sy sering mengenalkan doa ini pd sdr2 seiman yg sedang mengalami mslh dan Puji Tuhan mereka mendpt pencerahan. Sekali lg thx ya bu, smg katolisitas makin jaya dan berguna bg banyak org. Salam Damai dlm Kasih Kristus…