Eli, Eli, lama sabakhtani dan mengapa Yesus berdoa?
Pertanyaan:
Maaf, saya mau bertanya, kenapa waktu Yesus disalib, Yesus berkata : “Tuhan, jangan tinggalkan aku!”,,, klo Yesus Tuhan, bagaimana mungkin dia memohon kepada diriNya sendiri??
Salam – Hamba Allah
Jawaban:
Salam damai HambaAllah,
Terima kasih atas pertanyaannya yang bagus. HambaAllah tidak perlu berkata maaf, karena pertanyaan dan perbedaan pendapat adalah hal yang wajar sejauh semuanya disampaikan dengan baik. Saya akan mencoba menjawab apa yang dipercayai umat Katolik pada waktu Yesus mengatakan “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mt 27:46; Mk 15:34; Lk 23:46).
I. Beberapa prinsip:
- Untuk menelaah hal ini, kita perlu melihat bahwa sebagai Putera Allah yang menjelma menjadi manusia, Yesus adalah Tuhan dan juga adalah manusia. Oleh karena itu, Yesus mempunyai dua keinginan dan juga dua akal budi. Untuk membuktikan hal ini, silakan membaca artikel-artikel Kristologi berikut ini:
- Jadi, pada waktu disalib Yesus tetap Tuhan dan juga manusia. Ini berarti bahwa Yesus tetap Tuhan dan manusia, walaupun Dia mengatakan “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?“. Dan keduanya tidaklah bertentangan dengan beberapa alasan berikut ini.
II. Doa Yesus di Salib adalah doa berpengharapan:
- Ini adalah salah satu contoh bagaimana Alkitab dapat dipercaya, karena penulis Alkitab yang ditulis dalam terang Roh Kudus, tetap menuliskan sesuatu yang terjadi, yang mungkin dapat menjadi kesalahpahaman bagi banyak orang di masa yang akan datang.
- Doa yang dipanjatkan oleh Yesus dia Mt 27:46 bukanlah doa orang yang berputus asa, namun doa yang berpengharapan. Adalah jamak bagi orang Yahudi untuk dapat mengingat Mazmur. Dan pada waktu seseorang memulai sebuah Mazmur, ini berarti orang tersebut berniat untuk menyatakan Mazmur tersebut sampai selesai. Dan oleh karena keterbatasan fisik Yesus pada saat disalibkan (sebagai catatan: pada saat seorang disalibkan, maka setiap tarikan nafas adalah merupakan suatu siksaan), Dia hanya mengucapkan satu baris dari Mazmur 22. Dan oleh karena itu, umat Katolik percaya bahwa Yesus menyatakan Mazmur 22 secara keseluruhan, yang merupakan suatu pernyataan akan kemenangan Tuhan terhadap segala penderitaan dan juga termasuk kematian. Hal ini dapat dilihat bahwa Yesus mengutip Mazmur, dimana pada permulaan Mazmur dikatakan “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? …” (Mz 22:1) dan kemudian diakhiri dengan seruan pujian kepada Tuhan. Untuk lebih jelasnya, saya sertakan Mz 22:
- Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud.
1) Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
2) Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang.
3) Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.
4) Kepada-Mu nenek moyang kami percaya; mereka percaya, dan Engkau meluputkan mereka.
5) Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan mereka terluput; kepada-Mu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu.
6) Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak.
7) Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya:
(8) “Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?”
9) Ya, Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan; Engkau yang membuat aku aman pada dada ibuku.
10) Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku.
11) Janganlah jauh dari padaku, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong.
12) Banyak lembu jantan mengerumuni aku; banteng-banteng dari Basan mengepung aku;
13) mereka mengangakan mulutnya terhadap aku seperti singa yang menerkam dan mengaum.
14) Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku;
15) kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku.
16) Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku.
17) Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton, mereka memandangi aku.
18) Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.
19) Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku!
20) Lepaskanlah aku dari pedang, dan nyawaku dari cengkeraman anjing.
21) Selamatkanlah aku dari mulut singa, dan dari tanduk banteng. Engkau telah menjawab aku!
22) Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah:
23) kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!
24) Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.
25) Karena Engkau aku memuji-muji dalam jemaah yang besar; nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia.
26) Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!
27) Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.
28) Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.
29) Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.
30) Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang.
31) Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya.
- Pada beberapa kata-kata di atas (yang saya garis bawah) dari Mazmur yang tertulis dari abad 14-8 SM, terpenuhi dalam drama penyaliban Yesus. Inilah salah satu yang menyebabkan umat Katolik percaya akan Yesus sebagai Tuhan, karena Dia telah dinubuatkan sebelumnya, termasuk kelahiran, karya publik, mukjijat, penderitaan, kematian, kebangkitan, dll. Nubuat ini begitu penting agar manusia tidak salah mengenali Orang yang telah dijanjikan oleh Allah dari awal mula. Kalau ini bukan dari Tuhan sungguh sangat sulit untuk menerangkan bagaimana suatu nubuat yang dinyatakan ratusan bahkan seribu tahun lebih sebelum masehi terpenuhi dalam diri Yesus.
Semuanya dapat dibaca di dalam rangkaian artikel Kristologi.
III. Mengapa Yesus berdoa?
- Untuk menjawab hal ini, saya akan mencoba memaparkan mengapa Yesus berdoa walaupun Yesus adalah Tuhan. Dan ini tidak hanya terbatas pada waktu Yesus disalib, namun Yesus berdoa dalam berbagai kesempatan (lih. Mt 16:23; Mt 26:36; Mk 14:32; Lk 3:21; 6:12;Lk 9:18, 28; Lk 11:1-2; Lk 18:1).
- Untuk itu, kita harus melihat definisi dari doa. Thomas Aquinas, Summa Theology, q. II-II, 83, a.1-2 membahas tentang definisi doa, dimana dia mengatakan bahwa doa adalah “membuka keinginan kita kepada Tuhan, sehingga Dia dapat memenuhinya.” Karena di dalam Kristus (satu pribadi) ada dua keinginan, yaitu manusia dan Tuhan, maka menjadi hal yang wajar, kalau Yesus berdoa karena Dia mempunyai kodrat manusia. Sama seperti kita sebagai orang beriman, kita menyatakan keinginan kita di hadapan Allah.
Kalau begitu apakah Yesus berdoa kepada diri-Nya sendiri, karena Dia Tuhan? Jawabannya, Ya – kalau kita melihatnya dalam konteks Tritunggal Maha Kudus (lihat artikel ini – silakan klik). Namun juga bisa tidak, di dalam konteks pribadi Yesus, sebagai pribadi dari Tuhan dan manusia.
Namun di satu sisi, karena di dalam Yesus ada persatuan (hypostatic union) antara Tuhan dan manusia, maka pada akhirnya kehendak-Nya sebagai manusia senantiasa sama dengan kehendak-Nya sebagai Tuhan.
Kalau demikian buat apa Yesus berdoa? Mari kita menelaahnya dalam point berikut ini:
- Yesus berdoa untuk kepentingan manusia. Yesus dapat saja berdoa dalam hati, namun Dia ingin menunjukkan kepada kita bagaimana seharusnya sebagai manusia kita berdoa, yaitu bahwa kita harus senantiasa tunduk kepada kehendak Allah Bapa, meskipun di dalam situasi yang paling sulit sekalipun.
- Yesus berdoa tanpa henti, untuk mengajar manusia senantiasa berdoa di dalam segala kesempatan tanpa henti (lih. Mt 16:23; Mt 26:36; Mk 14:32; Lk 3:21; 6:12;Lk 9:18, 28; Lk 11:1-2; Lk 18:1).
- Yesus mengajarkan kepada manusia bahwa di dalam doa yang terpenting adalah untuk mengikuti kehendak Tuhan, seperti yang dikatakan-Nya dalam doa-Nya di Taman Getsemani, dimana Dia berkata “”Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” (lih. Mt 26:36; Mk 14:32-36).
- Yesus mengajarkan doa yang sempurna, yaitu doa Bapa Kami, yang terdiri dari tujuh petisi (lih. Mt 6:9-13).
- Yesus menunjukkan bahwa di dalam setiap percobaan, maka Tuhanlah yang menjadi kekuatan dalam doa, seperti yang ditunjukkan oleh Yesus di dalam drama penyaliban (Mt 27:46; Mk 15:34; Lk 23:46).
- Yesus juga mengajarkan pentingnya untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita, seperti yang ditunjukkan oleh Yesus dengan berdoa “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (lih. Lk 23:34).
- Dan masih begitu banyak contoh yang lain, yang menyebabkan pengikut Kristus tahu bagaimana untuk berdoa, karena Tuhan sendiri – melalui Kristus – yang menunjukkan kepada manusia bagaimana seharusnya berdoa.
Jadi dari keterangan di atas, Yesus berdoa karena 1) kodratnya sebagai Tuhan dan juga sebagai manusia yang mempunyai dua keinginan, 2) untuk kepentingan manusia, sehingga manusia dapat meniru apa yang telah dilakukan-Nya. Mungkin akan sulit untuk menerima argumentasi di atas tanpa percaya terlebih dahulu bahwa Yesus adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia, karena apapun yang dilakukan oleh Yesus senantiasa bersumber pada kodrat-Nya sebagai persatuan (hypostatic union) antara kodrat Tuhan dan kodrat manusia.
Semoga uraian tersebut dapat menjawab pertanyaan HambaAllah.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Beberapa artikel yang berhubungan:
Beberapa artikel di kategori yang sama:
Ada yang bisa kasih tau ngak ya, kalo di Injil tuh pernah ada tertulis.. AKULAH YESUS, TUHAN-MU.. MAKA SEMBAHLAH AKU..?? kalo nyata2 Yesus itu adalah TUHAN?? pasti Harus ada dong di AlKitab dia me-wahyukan ayat seperti ituh?? TAPI nyatanya TIDAK SATU ayatpun di Injil yg bisa ditemuin, dia ber-wahyu seperti itu!
BAHKAN dalam Wahyu-nya sendiri Yesus jelas2 menyatakan kalo dia itu hanyalah seorang Utusan Allah (Rasulullah), lihat di : Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu mereka Mengenal Engkau, satu-satunya ALLAH yang BENAR & Mengenal YESUS KRISTUS Yang TELAH KAU UTUS!”.. Disini Yesus jelas2 menyakan kalo dia itu adalah seorang Utusan Allah! & Bukan Tuhan!! Lukas 6:12 “Pada waktu itu pergilah YESUS ke bukit untuk BERDO’A & Semalam-malaman Ia berdoa pada ALLAH” ..lohhh Katanya TUHAN tapi koq Berdo’anya Kepada ALLAH?? Katanya TUHAN tapi Berdo’anya Kepada TUHAN yang LAIN..?? ANEH NGAK SIH..??? -sekian dan terima kasih-
[dari katolisitas: Tentang pertanyaan "Akulah Tuhan, sembahlah Aku saja" silakan melihat jawaban di sini - silakan klik dan tentang Yesus berdoa, apakah anda telah membaca jawaban di atas - silakan klik?]
Apakah Yesus tahu di dalam dirinya ada Bapak?, (seandainya Maria masih hidup saya merasa yakin beliau juga gak tahu bahwa dlm diri Yesus ada Bapak) karena yang tahu cuma umat Kristen pada saat konsili nicea setelah sekian ratus tahun Yesus tiada. Saya bertambah bingung kalau ditanya sejak kapan Bapak meraga sukma ke dalam Yesus….salam ikhlas
Shalom Inu,
Karena pada saat penjelmaan-Nya menjadi manusia Yesus juga tetap Allah, maka Ia selalu berada dalam kesatuan dengan Allah Bapa. Lalu tentang apakah Bunda Maria mengetahui bahwa Yesus adalah Allah (Anda mengatakan bahwa ada Allah Bapa di dalam Yesus), tentu saja Maria mengetahuinya, sebab hal itu dikatakan oleh Malaikat kepadanya, “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan…. Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” (Luk 1:31-35). Namun tentu penghayatan Maria tentang apa yang diimaninya ini terus bertambah sampai akhir hidupnya di dunia.
Adalah keliru anggapan yang menyangka bahwa Yesus baru dianggap sebagai Tuhan pada saat Konsili Nicea di tahun 325. Hal ke-Tuhanan Yesus telah diimani oleh para rasul, terutama sejak wafat dan kebangkitan-Nya dari kematian, dan sejak saat itu sudah diajarkan oleh Gereja. Silakan membaca di sini tulisan- tulisan ajaran para Bapa Gereja sebelum tahun 325 tentang ke-Allahan Yesus, silakan klik. Bahwa di tahun 325 kemudian ditegaskan secara definitif, itu disebabkan karena saat itu berkembang ajaran sesat Arianisme, sehingga Gereja perlu merumuskan ajarannya dengan lebih jelas. Jika Anda tertarik untuk mengetahui tentang topik Allah Trinitas ini, silakan klik di sini.
Ke-Tuhanan Yesus sudah diajarkan oleh Kristus sendiri, melalui segala ajaran dan perbuatan-Nya. Silakan, jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal ini, untuk membaca artikel- artikel berikut ini:
Mengapa orang Kristen percaya bahwa Yesus itu Tuhan?
Kristus yang kita imani = Yesus menurut sejarah
Yesus Tuhan yang dinubuatkan oleh Para Nabi
Maka jika ditanya sejak kapan ada Allah Bapa di dalam Allah Putera? Jawabnya adalah sejak kekekalan, bahkan sebelum awal mula dunia. Sebab Kristus Sang Allah Putera adalan Sang Firman selalu ada bersama- sama dengan Allah Bapa. Kitab Suci mengajarkan,
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” (Yoh 1:1-3)
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org
Redaksi Yth.
Masalah Trinitas menjadi akar masalah menimbulkan polemik, apakah kita tidak terlalu untuk mengambil satu ayat yang hanya ada di Yohannes untuk memproklamirkan Konsep Trinitas ? Konsep yang sepertinya begitu besar, begitu agung, begitu dahsyat hanya diproklamirkan di Yohanes dan itu pun perlu interprestasi atau tafsir yang menimbulkan banyak tafsir, tafsir katolik beda, Mormon beda, saksi Yehuwa beda, dan masing-masing punya alasan yang kuat, kenapa begitu ???? Kenapa manusia dan nabi-nabi pada zaman PL tidak begitu antusias dengan masalah ketuhanan Trinitas ini ? Kenapa ajaran PL ini seolah ada yang kadaluarsa ? Padahal Allah itu sama dari dulu sampai selama-lamanya? Tentu ajarannya juga tidak akan berubah ??
Yesus kalau berdoa kenapa harus sendiri, kenapa tidak mengajak murid-muridNya untuk memberi teladan bahwa lebih dari dua orang meminta kepadaNya akan lebih didengar (berjamaah di Islam ?)
Ada satu lagi di pikiran saya, Yesus adalah Tuhan, ketika dia hendak menjalankan takdirnya dia berkata Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.
yang saya lihat : Yesus sebagai Tuhan dan manusia tentu sudah tau walau derita apa yang dihadapinya dalam prosesi penyaliban adalah demi terlaksananya Rancangan Agung, kenapa harus mau mengelak dari tugas ? Yesus itu walau manusia tapi manusianya adalah manusia pilihan yang lebih dari manusia yang lain karena lahir dari Roh Kudus, dari perawan Maria, sedangkan Ishak yang dikurbankan adalah manusia biasa saja hendak dikurbankan ayahnya tidak berontak atau memohon supaya jangan dikurbankan, dia menerima pasrah dan banyak lagi manusia martir lainnya karena keyakinannya tidak takut menghadapi penderitaan dan maut termasuk Man Bomb (manusia bom bunuh diri) yang karena keyakinannya tersenyum menghadapi maut, apakah Yesus lebih lemah dari mereka manusia biasa ?
Shalom Frist Marbun,
Terima kasih atas pertanyaan anda sekitar Trinitas dan kristologi. Walaupun kata Trinitas sendiri tidak ada di dalam Kitab Suci, namun ada banyak ayat-ayat yang mendukungnya dan tidak hanya dari kitab Yohanes seperti yang anda sebutkan. Anda dapat melihat diskusi dan artikel tentang Trinitas di sini – silakan klik. Bahwa ada banyak diskusi tentang hal ini dan masing-masing pihak mempunyai pendapat yang berbeda-beda bukanlah hal yang aneh, karena memang Trinitas adalah pribadi Allah yang paling sulit dimengerti oleh manusia. Namun, bagi umat Katolik, kami dapat melihat apa pengertian Trinitas yang sesungguhnya dari Magisterium Gereja. Di satu sisi, kita tidak dapat menyimpulkan bahwa sesuatu tidak benar karena sulit untuk diterangkan atau banyak orang mempunyai perbedaan pendapat. Bukankah kita mempercayai “cinta” walaupun sulit diterangkan dan banyak ahli juga mempunyai pendapat yang berbeda-beda?
Para nabi di dalam Perjanjian Lama memang belum membicarakan Trinitas secara jelas, karena memang Trinitas hanya dapat dengan jelas diterangkan dengan melihat kepenuhan rancangan keselamatan Allah dalam diri Yesus, yang sungguh Allah, sungguh manusia. Namun, bukan berarti sama sekali tidak ada ayat-ayat yang mendukung konsep Trinitas dalam PL. Allah memang dari dulu, sekarang dan akan datang adalah sama untuk selama-lamanya. Namun, kita mengakui bahwa Allah yang sama, mewahyukan Diri dan mengajar manusia secara bertahap sampai mencapai puncaknya dengan misteri Inkarnasi. Jadi, tidak ada ajaran yang berubah, melainkan ajaran yang sama diwahyukan secara bertahap dan lebih jelas.
Anda bertanya bahwa kalau Yesus berdoa, kenapa harus sendiri? Kalau kita membaca Kitab Suci, tentu saja kita tahu bahwa pernyataan ini tidak seluruhnya benar. Memang benar bahwa dalam beberapa kesempatan, Yesus berdoa sendiri. Namun, sama benarnya bahwa Yesus juga mengajarkan para murid untuk berdoa bersama, terutama pada saat Perjamuan Terakhir. Dari sini, kita dapat belajar bahwa doa pribadi adalah penting, namun doa bersama yang diwujudkan dalam Sakramen Ekaristi adalah begitu penting.
Tentang doa Yesus di taman Getsemani, maka kita melihat bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Dalam kemanusiaan-Nya, Yesus berdoa agar jika memungkinkan piala tersebut berlalu, karena sebelum penderitaan-Nya, Kristus telah melihat secara jelas apa yang akan terjadi, – bukan hanya karena penderitaan yang akan dialaminya, namun terlebih karena penolakan manusia terhadap Allah. Bahkan sesungguhnya, penderitaan Kristus yang terberat adalah di taman Getsemani, yaitu pada saat Dia merenungkan penolakan manusia akan kasih Allah. Bayangkan betapa orang tua akan sungguh menderita kalau dia melihat anaknya tersesat, hidup jahat dan kemudian akan membawanya ke neraka. Sekarang bayangkan bahwa Yesus (dengan beatific vision) dapat merenungkan berapa banyak manusia yang menolak-Nya, mulai dari manusia pertama sampai manusia terakhir. Di tengah pemberian kasih-Nya, Dia melihat manusia secara sadar menolak pemberian-Nya, sehingga mereka masuk ke dalam Api Neraka. Anda dapat melihat pembahasan ini di sini – silakan klik.
Namun, keinginan Yesus ini akan senantiasa sejalan dengan keinginan Bapa, karena untuk itulah Dia datang ke dunia. Dan hal ini terbukti dengan perkataan-Nya “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” (Mat 26:42) Kita akan dapat menangkap kodrat Kristus yang sesungguhnya, kalau kita menerima semua ayat yang menunjukkan bahwa Dia mempunyai kodrat manusia maupun yang menunjukkan bahwa Kristus juga mempunyai kodrat Allah. Menampik salah satu kodrat ini dapat membawa pada pengertian yang salah tentang kristologi. Semoga penjelasan ini dapat berguna.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org
Apa pernah YESUS berdoa KEPADA DIRINYA SENDIRI? Lihatlah gambar YESUS di dinding rumah kalian, DIA BERDOA MENGHADAP KEPADA SIAPA?
Kenapa anda TIDAK MENGIKUTI AJARANNYA?
Contoh saat2 Yesus berdoa:
Mat. 14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
Mat. 26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”
Mrk. 14:32 Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.”
Luk. 6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman IA BERDOA KPD ALLAH.
Luk. 9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
TUHAN TIDAKLAH PERLU BERDOA, JIKA BERKEHENDAK CUKUP: JADI, MAKA TERJADILAH!!
Imanilah ajaran Yesus, resapi dan amalkan.
[dari katolisitas: Saya telah memberikan argumentasi mengapa umat Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan walaupun Dia berdoa di tanya jawab di atas - silakan klik. Kalau anda tidak setuju, maka silakan memberikan argumentasi.]
knp mesti yesus disalib untuk menebus dosa2 manusia? ini sangat tidak logis dgn kemaha an allah itu sendiri,,,
1-mana lbh maha nya allah dgn mengampuni langsung hambanya atas segala salah,sebagaimana yg telah dperbuat adam dan hawa dan hamba2 lain nya,tanpa ada penyaliban,,
++++ atw ++++
2-mengampuni hambanya menyalibkan dirinya sendiri inkarnasi menjadi manusia??
[dari katolisitas: silakan melihat artikel ini - silakan klik dan ini - klik ini]
Terima kasih kepada katolitas org.
semoga Roh Kudus berserta kalian.
topik yang dibincangkan di atas tepat pada masanya.
sebenarnya saya skrg amat bingung akan kata-kata “Tuhan, Tuhan mengapa engkau meninggalkan aku”. kadang-kadang iman menjadi tergugat dan ada keraguan dalam iman… namun sekarang semuanya sudah jelas…. saya sangat terharu dgn (MZ 22). sesungguhnya alkitab itu menerangkan sebaik-baik kejadian.
jwab pke logika anda dgn baik2 krna tdk ada gunax tuhan menciptakan logika klu tdk dipakai
1. Kenapa tuhan minta tolong, apalagi ada kata meninggalkanku apa mungkin yesus meninggalkan dirinya sendiri?
2. Tuhan maha kuasa mana yang hrus berdoa?
Shalom Ady,
Terima kasih atas tanggapannya. Alangkah baiknya kalau anda dapat membaca tanya jawab yang saya berikan di atas – silakan klik, yang menuliskan alasan Yesus berdoa adalah 1) kodratnya sebagai Tuhan dan juga sebagai manusia yang mempunyai dua keinginan, 2) untuk kepentingan manusia, sehingga manusia dapat meniru apa yang telah dilakukan-Nya. Jadi, menjawab pertanyaan anda:
1. “Kenapa tuhan minta tolong, apalagi ada kata meninggalkanku apa mungkin yesus meninggalkan dirinya sendiri?” Jawabannya adalah karena selain Yesus mempunyai kodrat Tuhan, Dia juga mempunyai kodrat manusia. Dan kata “meninggalkanku” adalah merupakan kutipan dari mazmur 22, yang dibuka dengan meninggalkan, namun ditutup dengan pujian kepada Tuhan. Doa Yesus ini juga menjadi pelajaran buat manusia, agar senantiasa berdoa dalam kondisi apapun.
2. “Tuhan maha kuasa mana yang hrus berdoa?” Jawabannya adalah Tuhan yang selain maha besar juga Immanuel, yaitu Allah yang beserta manusia, yang turun ke dunia dan mengambil kodrat manusia, sehingga Dia dapat menunjukkan jalan yang seharusnya ditempuh oleh manusia. Inilah pernyataan kasih terbesar dari Tuhan kepada manusia, sehingga Dia rela untuk menjadi manusia, menderita, dan mati untuk manusia yang dikasihi-Nya, sehingga manusia mempunyai kesempatan untuk dapat masuk dalam Kerajaan Sorga. Anda dapat membaca artikel tentang kesempurnaan rancangan keselamatan Allah di sini – silakan klik.
Semoga penjelasan di atas dapat diterima.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org
Salam damai…
Tentang ke-Tuhan-an Yesus,dg segenap keterbatasan akal sy sbg manusia,sy pny gambaran begini:
Allah punya kasih yg sangaaat besar,shg kmd Dia menciptakan manusia (berikut alam semesta) sbg tempat dmana Dia dpt melampiaskan kasih-Nya yg tak trbatas.Stlh manusia dciptakan,lama2 Allah melihat kok manusia begitu mudah jatuh dlm dosa.kenapa ya?? Maka Allah pun memutuskan utk mengambil rupa sbg manusia (yaitu yg dpanggil manusia dg nama ‘Yesus’ itu).Tujuan Allah mjd Yesus adl utk merasakan,seperti apa sih sbnrnya mjd manusia ciptaanNya?Sbg Yesus itulah,Allah ikut merasakan ‘sulit’nya mjd manusia.Ia sengaja membuat skenario (Allah kan Sutradara kehidupan,hehe..)shg Ia mengalami dcaci maki,dsiksa n dsalib smpai mati.saking menghayatinya Allah wkt brperan jd manusia,Allah dlm diri Yesus ikut merasakan apa yg drasakan manusia,yaitu rasa takut,rasa sakit,sedih dll (trwujud dlm seruan Eli,Eli lama sabakhtani,dll).Dg penderitaan tiada tara,dsiksa dan mengalami kematian,maka Allah (dlm rupa Yesus) telah sempurna merasakan penderitaan manusia.Lalu Ia bangkit,kembali ktahta surga dg brpesan pd manusia yg kasarannya begini: manusia,ini lho Aku sdh merasakan jd kamu.Aku sdh tahu beratnya jd kamu,krn Aku sdh sengaja membuat diriku menderita hbs2an smpai mati.Jd,klo kamu hdp didunia menderita,jgn mengeluh.Aku,penciptamu aja sdh turun tangan lgsg mengalami lbh berat darimu.hrsnya km semangat,n percaya pd Ku,maka kamu jg akan selamat,bangkit dr mati,n hdp dsurga sama Aku..seperti yg uda Aku alami waktu jd Yesus itu loh..
Hehe..itulah gambaran saya utk mengimani bhw Yesus itu SUNGGUH ALLAH (dg kapasitas otak kerdil sy sbg manusia tentunya)
[dari katolisitas: penjelasan lengkap tentang hal ini dapat dilihat di artikel: Kesempurnaan rancangan keselamatan Allah - silakan klik]
gambaran yg sangat lucu tanpa dasar yg kuat,..justru melemahkan keimanan,..
allah kepingin tau gimana jd manusia yg notabene ciptaannya sendiri,..
Shalom Arius,
Terima kasih atas beberapa komentar yang anda tuliskan. Saya tidak akan menjawab semua komentar-komentar anda, karena telah begitu banyak diskusi tentang hal ini. Kalau memang anda tidak setuju dengan penjabaran di atas, maka anda dapat memberikan argumentasi yang lebih baik dari komentar yang anda tuliskan. Kalau anda ingin berdiskusi tentang ke-Allahan Yesus, saya mohon agar anda dapat membaca beberapa artikel kristologi di bawah ini:
Anda juga dapat melihat arsip di bagian apologetik non-Kristen – silakan klik. Cobalah untuk membaca beberapa link yang saya berikan, dan setelah itu, anda dapat memberikan argumentasi lebih lanjut. Semoga dapat diterima.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org
didlm injil yesus sendiri brkata bahwa dirinya hnylh utusan bkn tuhan,hny injil yohanes yg mnytkn bhw yesus itu tuhan dmn ada ayat yg brbunyi ‘aku dan bapa adalah satu’ tapi stlh dikoreksi ayat ini trnyt ganjil,injil matius’bukan dia yg berseru kepadaku tuan tuhan akan masuk kdlm sorga mlainkan dia yg mngikuti kehendak bapaku yg disorga,nah bgm itu???msh bnyk sbnrx prnyataan yesus yg mnytkn bhw dirinya bknlh tuhan,yg menuhankan yesus adalah paulus n pengikutnya,maaf klo prtnyaan sy trllu keras tapi inilah kenyataan yg sy tahu slm ini,trims
Shalom Joni,
Di dalam Injil Yohanes, Yesus memang mengatakan berkali-kali bahwa “Bapa mengutus Aku” (Yoh 5:36,37; 6:44,57; 8:18; 12:49; 14:24; 17:21,25; 20:21). Namun di Injil Yohanes yang sama, juga disebutkan bahwa walaupun diutus oleh Bapa, Yesus bukan sekedar utusan; namun Ia adalah Allah sendiri, yaitu Sang Firman yang menjadi manusia.
Demikian kutipannya:
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan…. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yoh 1:1-3, 14)
…. Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. (Yoh 1:16-18)
Ayat- ayat di atas jelas mengatakan bahwa Firman Allah yang adalah Allah sendiri, yang menjadi manusia. Sang Firman ini adalah Yesus Kristus Allah Putera yang datang dari Allah Bapa, untuk menyatakan Allah Bapa kepada manusia. Itulah sebabnya Yesus mengatakan, “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30).
Ayat- ayat di atas hanya salah satu dasar yang menyebabkan umat Kristiani percaya bahwa Yesus adalah Allah, karena Allah melalui Sabda-Nya menyatakan demikian. Pada saat penjelmaan-Nya di dunia, Yesus yang adalah Allah Putera, mengambil rupa sebagai manusia, sehingga melalui Inkarnasi tersebut Yesus disebut sebagai sungguh Allah, namun juga sungguh manusia. Jadi pada saat Yesus mengatakan bahwa Bapa lebih besar dariNya (Yoh 14:28), itu karena Ia mengacu kepada kodrat-Nya sebagai manusia; namun pada saat Ia mengatakan Ia dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30) itu karena Ia mengacu kepada kodrat-Nya sebagai Allah Putera. Hal ini memang tidak dapat dipahami sepenuhnya, jika kita hanya mengandalkan logika manusia. Namun jika kita mempunyai iman untuk mempercayai apa yang diwahyukan Allah tentang Diri-Nya, maka kita dapat menerima hal ini sebagai kebenaran, yang ternyata juga dapat diterima secara logika.
Silakan jika anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang mengapa umat Kristiani percaya bahwa Kristus adalah Tuhan, untuk membaca beberapa artikel berikut ini, silakan klik di judulnya:
Mengapa Orang Kristen Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan?
Kristus yang kita imani= Yesus menurut sejarah
Yesus, Tuhan yang dinubuatkan oleh para nabi
Inkarnasi adalah Immanuel, Allah yang beserta kita
Yesus, sungguh Allah sungguh manusia
Trinitas, Satu Tuhan dalam Tiga Pribadi
Apakah Yesus hanya sekedar utusan
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org
logika adalah pemberian dari sang pencipta…
oleh karena itu logika sangat penting untuk digunakan…
saya mengambil text anda
“Jadi pada saat Yesus mengatakan bahwa Bapa lebih besar dariNya (Yoh 14:28), itu karena Ia mengacu kepada kodrat-Nya sebagai manusia; namun pada saat Ia mengatakan Ia dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30) itu karena Ia mengacu kepada kodrat-Nya sebagai Allah Putera.”
pernyataan : Ini penjelasan yang tidak bisa di terima akal, Kesannya kalimat ini terlalu memaksakan supaya mendapatkan arti yang mengarah kalau yesus adalah tuhan. Padahal sudah jelas Bapa lebih besar dari aku. jadi anda seakan memaksakan kalau Yesus itu adalah Tuhan, pada hal dia sendiri tidak mau dianggap lebih besar dari pada bapa nya.
tapi saya tidak tahu, apakah karena saya hanya seorang mahasiswa makanya pendalaman saya belum matang, atau memang sudah banyak orang yang di butakan zaman sekarang ini. Pada hal kalimatnya mudah di cerna..
Shalom Senyum,
Terima kasih atas komentarnya. Mengapa penjelasan tersebut tidak dapat diterima akal? Bahwa Yesus sungguh manusia dan sungguh Allah memang dijelaskan di dalam Alkitab. Kalau Yesus mengatakan bahwa Bapa lebih besar dari Yesus, karena memang Yesus mempunyai kodrat manusia. Namun, di satu sisi, Alkitab juga memberikan begitu banyak bukti bahwa Dia adalah Allah, seperti: mengampuni dosa, Dia adalah Firman yang bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah, Dia tidak menolak penghormatan rasul Tomas yang mengatakan “ya Tuhanku dan Allahku”. Kami menerima dua kodrat Yesus ini, karena itulah yang diwahyukan oleh Allah sendiri. Untuk menerima kemanusiaan Yesus, namun menolak ke-Allahan Yesus adalah tidak menerima wahyu Allah secara lengkap. Silakan membaca beberapa artikel Kristologi di bawah ini, yang membuktikan bahwa Kristus adalah Tuhan:
Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia, karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia.
Semoga jawaban ini dapat diterima.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org
Shalom Katolitas, mohon pencerahan point berikut:
PENCIPTAAN MANUSIA MENURUT BAYANGAN ATAU ‘GAMBAR RUPA SANG PENCIPTA’ ITU SENDIRI.
- Menurut Kitab Kejadian Yahudi & Kristen. Tetapi sedihnya menurut Quran Islam… manusia langsung TIDAK menyerupai bayangan rupa (gambar Allah). Makanya itu; islam terus menerus lari dari landasan pengetahuan ttg rencana penyelamatan Allah dan orang islam bingung atau sumbang dalam karya penyelamatan oleh Allah..
- Adam dan Hawa = manusia rupa Allah yg jatuh ke dalam dosa. ALLAH BERTANGGUNGJAWAB DAN MENYELESAIKAN HAL INI menurut kitab Yahudi & Kristen saja. Manusia harus ditebus. Islam menolak rencana penebusan.
- Manusia harus bersatu dengan korban Yesus supaya menjadi satu tubuh dengan Yesus (Allah & manusia).
NUBUAT PENYELAMATAN – KEHADIRAN YESUS KRISTUS.
- Perjanjian demi perjanjian antara Allah dan Manusia melalui Nabi-Nabi.
- Menurut sejarah pihak manusia saja yang memungkiri. (rujuk sejarah dalam Alkitab. Sebab Quran tidak mencatat peristiwa ini). Maka itu….
ALLAH SENDIRI HARUS TURUN BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP PERJANJIAN DAN MENGGENAPI FIRMANNYA MELALUI YESUS KRISTUS.
- Kehadiran Yesus Kristus dan memperbaharui perjanjian lama menjadi Perjanjian Baru.
KASIH ALLAH ITU NYATA.
- Firman Allah menjadi manusia.
* Kini doa-doa kita sangat berasas dan berfakta mengatakan Allah yang maha rahim kerana nampak perbuatan Nya sejak Adam dan sempurna dalam rencana penyelamatan Allah sehingga salib.
KESIMPULAN
* Kesempurnaan rencana penyelamatan Allah dilihat melalui tindakan Yesus Kristus.
Terima kasih.
[dari katolisitas: artikel tentang kesempurnaan rancangan keselamatan Allah mungkin dapat membantu - silakan klik.]
Saya menangkap ayat itu sebagai berikut sesungguhnya Allah Putra benar-benar mengalami penderitaan, saat dsalib, bukan saja secara fisik tetapi jg secara rohaniah, batin. Bahwa Allah pernah hadir dalam sejarah manusia dan juga ikut merasakan penderitaan sebagaimana manusia rasakan, ikut merasa kesepian dan ditinggalkan itu adalah FAKTA. Salib Yesus adalah tanda itu!
Dulu ketika sedang sedih, kecewa terhadap TUHAN karena berkali2 gagal, saya pernah berpikir jika suatu saat saya mati, saya akan menantang dan menggugat TUHAN di Takhta-Nya yg Kudus saya akan katakan demikian: ” Engkau hanya tahu minta disembah, dan tidak mengerti bagaimana rasayanya menderita seperti aku di dunia, Engkau kira enak jadi manusia? Gampang apa? !”
Tiba2 saya menjadi tersadar, seperti ada suara yg berkata dalam diri saya sendiri ” BUKANKAH AKU TELAH MENJADI MANUSIA DAN MENJALANI SEMUA PENDERITAAN DEMI ENKAU?”
Seketika itu saya menjadi sadar dan menangis sejadi-jadinya dan memohon ampun kepada-Nya atas kelancangan saya!
Jika saja TUHAN tidak pernah menjadi manusia seperti yg diyakini oleh umat agam lain, saya tidak takut akan mendakwa TUHAN, tetapi Sungguh kita tidak bisa mendakwa TUHAN karena ia telah hadir dalam sejarah umat manusia 2000 tahun lalu, Imanuel Tuhan beserta kita.
Salam
kalo menurut saya Yesus itu bukan Tuhan dan Yesus itu sendiri tidak ikhlas ketika disalib. buktinya dia berkata Eli, Eli, lama sabakhtani yang artinya : tuhanku tuhanku kenapa kau meninggalkanku?
Andaikan ikhlas tentunya berkata “tuhanku aku rela disalib demi mu.”
kalimat di atas jelas sekali menandakan ketidakpahaman yesus karena tuhan meninggalkannya?
Kalimat di atas juga menunjukkan bahwa Yesus ternyata juga punya Tuhan. Tuhan kok punya tuhan ?
[dari katolisitas: silakan melihat jawaban di atas - silakan klik. Anda dapat menanggapi setelah anda membaca jawaban di atas]
Salam sejahtera Saudara2 ku,
Seorang manusia menjadi baik atau jahat, hal tsbt tergantung dari keadaan serta cara dalam mengunakan “Akal” mereka masing2..
Jika manusia sdh Dewasa, mrk telah bisa mengunakan :”Akal” mrk dgn baik ( tdk termasuk org gila atau dibawah umur atau manula sdh pikun )…Maka pergunakan lah Akal mu tsbt dgn sebaik2 nya…Lalu berpikirlah dgn jernih serta pergunakan lah hati ( ahlak) mu dlm mengambil keputusan atau melakukan sesuatu di dunia ini.
Dosa atau kesalahan dari setiap masing2 manusia tsbt, adalah dosa atau kesalahan yg telah mereka lakukan / sebabkan secara sendiri….Dosa atau kesalahan seseorang tidak lah dibebankan atau disebabkan thdp org lain.
Jika mmg Engkau sdh dewasa…Belajarlah…Cari serta kejarlah….atas semua sumber dan Ilmu di dunia ini…Ketahuilah serta pelajarilah sebaik2 nya engkau bs pelajari…atas semua hal dgn seksama dan sebaik2nya….Pergunakanlah “Akal sehat” mu….Ambilah keputusan serta tindakan mu dengan mengunakan pikiran serta hati (ahlak) mu…karena “Akal” yg ada dlm diri manusia adalah berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Who’s create this World ?…
Why we are in this world ?..
Yesus is God ?…
Allah is Father ?..
Knp pd saat tsbt Yesus mesti berkorban utk menebus dosa2 manusia ( yg hidup pd jaman tsbt) ?…sedangkan dosa tsbt bkn dilakukan oleh beliau ?…
Apakah manusia dijaman sekarang (setelah Yesus wafat), jk mereka telah melakukan dosa dgn sendirinya, dosa mereka akan ditebus oleh Yesus ?…padahal dosa tsbt diakibatkan serta dilakukan oleh diri mereka sendiri ?..
Kemana Akal kita akan kita pergunakan ?…Apa yang mesti kita lakukan ?…
Hanya Akal serta Hati nurani kita yg bisa menjawab hal tersebut diatas.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa membimbing serta memberi kita jalan yang terbaik bagi kita semua.
Salam,
Shalom Manusia,
Terima kasih atas tanggapannya dan usulannya untuk menggunakan akal. Memang manusia diberikan akal budi, sehingga manusia mempunyai kemampuan untuk mengetahui dan mengasihi Penciptanya. Kalau anda ingin berdiskusi tentang ke-Allahan Yesus, silakan untuk membaca beberapa artikel tentang Kristologi berikut ini, dimana beberapa artikel mempergunakan filosofi – sesuai dengan usulan anda.
Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia, karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia.
Dan iman kepada Yesus sebagai Allah dan karya penebusan-Nya bukanlah sesuatu yang tidak masuk diakal. Anda dapat membaca tentang rancangan keselamatan Allah di sini – silakan klik. Berikut ini adalah beberapa prinsip untuk menjawab keberatan anda:
1. Allah adalah kudus dan kekudusan adalah berlawanan dengan dosa. Dengan demikian, yang memisahkan manusia dengan Allah adalah dosa. Manusia adalah berdosa, baik dosa asal (dosa turunan – lihat diskusi ini di sini – silakan klik), maupun dosa pribadi (dosa yang dilakukan setelah manusia dapat membedakan baik dan jahat).
2. Manusia mempunyai dosa asal dan dosa pribadi. Dosa-dosa ini membuat hubungan Allah dan manusia terputus dan manusia terpuruk dalam kubangan dosa dan tidak mungkin melepaskan dari kubangan ini. Untuk itulah Yesus, yang sungguh Allah dan sungguh manusia datang untuk melepaskan manusia dari kubangan dosa ini, sehingga hubungan yang telah terputus dengan Allah dapat tersambung kembali, dengan pengorbanan Yesus di kayu salib.
3. Dan rahmat yang mengalir dari kayu salib menjadi rahmat pembaptisan. Dengan demikian, manusia yang dibaptis dihapuskan dari dosa asal dan dosa pribadi yang dilakukan sebelum dibaptis. Dosa-dosa yang dilakukan manusia setelah baptisan harus dipertanggungjawabkannya secara pribadi di hadapan Allah. Namun, Allah telah memberikan Roh Kudus pada waktu seseorang dibaptis, yang memampukannya untuk hidup kudus, kalau orang tersebut terus bekerjasama dengan rahmat Allah.
Semoga dengan link-link yang saya berikan dan jawaban singkat di atas, minimal anda dapat melihat bahwa iman Katolik adalah iman yang masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan. Jawaban pertanyaan anda yang menyangkut Trinitas dapat dibaca di sini – silakan klik.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org
Yesus pada saat digantung di kayu salib, memang Dia berkata : Mengapa Allah meninggalkannya.
Hal itu tidaklain supaya para saksi hidup dan semua orang yang membaca kisah penyaliban dapat mengambil kesimpulan, bahwa Dia saat masih menapakkan kakinya dibumi (belum disalib) menunjukkan jelas “Roh Allah” dalam diriNya.
Jadi dengan kata lain membuktikan memang Dia manusia Illahi, contoh kasar: apabila ada orang yang kerasukan roh syaitan maka yang keluar dari mulut orang tersebut suara syaitan, jadi jelas karena Yesus waktu hidup sebagai manusia dimana “Roh Allah” bediam di dalam diriNya maka yang keluar dari mulut Yesus suara Allah, oleh karena itu Dia Yesus Kristus disebut “Kalam Hidup”, atau penjabaran sederhana yaitu : “Yesus adalah Kalimat Allah karena Roh dari padaNYA”.
Kalau mau menguji pikiran / akal bagi semua orang, coba baca sekedar untuk mengetahui misteri terselubung dari ayat-ayat Injil dan Alquran, hal inilah yang tidak mau dipahami oleh semua pihak sehingga selalu terjadi perselisihan :
[dari katolisitas: dua link saya hapus]
Shalom Fikar,
Terima kasih atas tanggapannya. Secara prinsip memang benar bahwa Roh Allah ada dalam diri Yesus. Namun, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, maka saya juga ingin menegaskan bahwa Roh Allah bukan hanya ada pada diri Yesus, namun Yesus itu sendiri adalah Allah, sang Sabda yang menjadi manusia. Semoga dapat memperjelas.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Damai sejahtera
bapak Stef saya senang dengan adanya situs ini, yang memberikan pengetahuan tentang khususnya agama katolik,semoga bapak selalu diberikan berkat dan rahmat Nya.
Dear katolisitas,
Dalam ajaran Katholik kita tidak mengenal adanya reinkarnasi, melainkan hanya inkarnasi dimana Allah menjelma menjadi manusia melalui Yesus Kristus.
Tetapi dalam kenyataan, banyak umat Katolik khususnya yg mempercayai adanya reinkarnasi, dimana seseorang bisa hidup dalam 2 masa, yaitu masa lalu (bahkan ada yg menyatakan pernah hidup sblm masa Yesus) dan juga masa sekarang. Mereka meyakini begitu dalam, meskipun dalam praktek kehidupan sehari-hari tidak ada yang aneh, hanya mereka percaya bahwa mereka pernah hidup mengisi masa lalu.
Bgmn tanggapan dan penjelasan tentang hal ini.
Shalom,
Ade A.
Shalom Ade,
Kepercayaan tentang reinkarnasi jelas bertentangan dengan ajaran Alkitab dan ajaran Gereja Katolik.
Katekismus mengajarkan berdasarkan ayat Alkitab, demikian:
KGK 1013 Kematian adalah titik akhir penziarahan manusia di dunia, titik akhir dari masa rahmat dan belas kasihan, yang Allah berikan kepadanya, supaya melewati kehidupan dunia ini sesuai dengan rencana Allah dan dengan demikian menentukan nasibnya yang terakhir. "Apabila jalan hidup duniawi kita yang satu-satunya sudah berakhir" (LG 48), kita tidak kembali lagi, untuk hidup beberapa kali lagi di dunia. "Manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja dan sesudah itu dihakimi" (Ibr 9:27). Sesudah kematian tidak ada "reinkarnasi".
Jadi sebenarnya, seseorang yang Katolik harusnya tidak percaya kepada re-inkarnasi.
Klaim orang yang katanya pernah hidup di jaman yang lain juga sebenarnya setelah diselidiki secara obyektif ternyata tidak terbukti. Mungkin kasus yang dikenal orang salah satunya adalah klaim dari Virginia Tighe, yang dalam hipnoterapi menceritakan tentang masa kehidupan lalunya. Namun setelah ditelusuri dan diselidiki, ternyata ini tidak benar. Silakan anda membaca di link ini, untuk membaca lebih lanjut.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
Salam damai sejahtera selalu…
Terima kasih atas kutipan di bawah ini…
Agar kami melihat terang, Engkau membuat diriMu buta.
Agar kami dapat disatukan, Engkau mengalami perpisahan dari Bapa
Agar kami dapat memiliki hikmat, engkau menjadi bodoh
Agar kami dapat kembali mengenakan pakain kemurnian, Engkau menjadi “berdosa”
Agar kami memiliki pengharapan,Engkau hampir “Putus asa”
Agar Allah dapat berada dalam diri kami, engkau mengalami kejauhanNya
Dengan tetesan air mata, aku ingin mengatakan berulang-ulang ” sungguh Tuhan aku tidak berarti tanpaMu…”
Amien….. amien…..
Buat pak Stef n team, kami berdoa agar saudara semua dilindungi dan tetap dikuatkan oleh Bapa, sebab makin kita mengerti, godaan kita semakin besar, dan kadang kita didorong oleh iblis untuk berbuat baik supaya menjadi sombong dan congkak hati.
” Ya Tuhan Yesus, janganlah Engkau biarkan kami Khilaf… ”
Tuhan Yesus memberkati…
Georgius dan keluarga
Shalom
Ijinkan saya menambahkan tentang doa Yesus tersebut, yang saya kutip dari hasil permenungan FX Kardinal Nguyen Van Thuan saat mengisi kursus latihan Rohani bagi alm Paus Yohanes Paulus II dan Kuria Roma tahun 2000, yang ditulis dalama buku Kesaksian Pengharapan.
Bab 10: AllahKu, AllahKu mengapa Engkau meninggalkan Aku
Beliau menutip kata-kata Yohanes Paulus II:
“Seseorang dapat mengatakan bahwa kata-kata yang mengungkapkan perasaan ditinggalkan ini terlahir dari suatu tingkat persatuan yang mendalam dan tidak terpisahkan antara Putera dengan Bapa dan terlahir karena Bapa “meletakkan padaNya kejahatan kita semua”. Kata-kata itu juga yang melatarbelakangi perkataan St Paulus,”Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatnya menjadi dosa karena kita”.Bersama beban yang mengerikan ini, tercakup semua kejahatan akibat berpaling dari Allah yang melahirkan dosa, dan Kristus melalui kedalaman Ilahi dari persatuan KeputranNya dengan Bapa, menerima penderitaan ini dengan suatu cara yang dapat dinyatakan secara manusiawi sebagai pemisahan,penolakan oleh Bapa, dan keterasingan dari Allah”
Dalam doanya yang khususk, Chira Lubich berkata
“Agar kami melihat terang, Engkau membuat diriMu buta.
Agar kami dapat disatukan, Engkau mengalami perpisahan dari Bapa
Agar kami dapat memiliki hikmat, engkau menjadi bodoh
Agar kami dapat kembali mengenakan pakain kemurnian, Engkau menjadi “berdosa”
Agar kami memiliki pengharapan,Engkau hampir “Putus asa”
Agar Allah dapat berada dalam diri kami, engkau mengalami kejauhanNya
…….
Dari pengajaran ini, kita dapat merenungkan, karena dosa-dosa kitalah , Yesus yang tidak berdosa, menanggung semua dosa kita, dan menjadi “berdosa”, dalam keadaan “berdosa”, inilah Ia mengalami perpisahanNya dengan Bapa, karena Allah adalah terang, dan didalam Dia tidak ada kegelapan/dosa (bdk 1yoh1).
Semoga ini menjadi refleksi bagi kita, karena persatuan Kristus dengan Bapa yang sungguh sempurna, keterpisahan Nya dengan Bapa, menjadi peristiwa yang sangat menyakitkan, seperti yang dikatakan St Yohanes dari Salib “Inilah pengalaman ditinggalkan yang paling menyedihkan yang Ia pernah alami dalam hidupNya di dunia…”
Tuhan memberkati
misteri TRINITAS MAHA KUDUS memang menjadi materi yg rumit saat di paparkan,dan sy juga sering di tanya,koq Tuhan berdoa dengan Tuhan?
mungkin sedikit uraian bahwa dalam memahami TRINITAS paling tepat kita jangan memakai konsep umum karena bila demikian,kita akan kesulitan bila ada pertanyaan tembakan..Bagaimana Allah yg berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus mampu mengendalikan semesta alam saat masih bayi??
sehingga,sy lebih cenderung memakai konsep Trinitas versi Yesus spt yg tertulis dlm Injil Yohanes 14:10-11,secara tersamar konsep Tritunggal itu muncul antara Yesus di dalam Bapa dan sebaliknya Bapa di dalam Yesus,kemudian saat Yesus memninta setidaknya para murid percaya pada pekerjaan-pekerjaan/karya karya Yesus yg di yakini terjadi karna kuasa Roh Kudus.
sedikit pemahaman bahwa Trinitas dari konsep di atas bukanlah terpisah terpisah dan bukan juga terbagi bagi berdasarkan job description,namun sebuah misteri agung yg memberi jalan bagi kita u dapat memahami arti Tuhan.
Terimakasih banyak atas segala penjelasan di atas yang membuat saya terharu. Saya hampir mau menagis dengan penjelasanya bapak. Saya kira penjelasan bapak disertai dengan kuasa Roh Kudus sehingga saya hampir menangis, Amen.
Memang manusia selau bertanya mengapa, mengapa, mengapa? manusia bertanya dan bertanya terus sepanjang hidup, manusia adalah satu-satunya makhluk yang tidak habis-habisnya bertanya tentang peristiwa-peristiwa seperti ini.
Tetapi kata saudara kita dari protestan Martin Luther berkata, “There are no why in the heart of the true believer” ; tidak ada kata “mengapa” di dalam hati orang-orang yang sungguh beriman kepada Tuhan. Karena iman yang sejati sudah mencakup penerimaan dan pengertian bahwa Allah tidak mungkin berbuat salah.
Begitu pula kata Yesus dalam (Yoh.8:41-44) “Seringkali Aku tidak dipahami oleh mereka yang tidak mengenal Aku”
“Aku tidak berada di tempat jauh dan murka, tetapi Aku adalah kasih yang sempurna … (1 Yoh. 4:16) Dan adalah kerinduan-Ku untuk mengaruniakan Kasih-Ku untukmu “… (1 Yoh. 3:1)
Semog Tuhan memberkati.
Praise God.
Albert
Timor Leste
Maaf, saya mau bertanya, kenapa waktu Yesus disalib, Yesus berkata : “Tuhan, jangan tinggalkan aku!”,,, klo Yesus Tuhan, bagaimana mungkin dia memohon kepada diriNya sendiri??
Salam damai HambaAllah,
Silakan melihat jawaban di atas
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
stef