Hai, salam Katolisitas! Aku Stefani

Aku pernah ditanya sama temenku,

“Kalo Tuhan beneran ada, terus kenapa ada penderitaan? Kenapa orang hidupnya ga hepi hepi semua aja?”

Abis itu mereka berargumen,karena manusia hidupnya banyak yang menderita, berarti ya ga ada Tuhan, karena kalo ada Tuhan ga mungkin ada penderitaan. Nah tapi sebenernya ini asumsi yang salah, karena sebenernya Tuhan ga nyiptain penderitaan, tapi memang Tuhan bisa izinkan penderitaan terjadi dengan tujuan yang baik. Yuk kita bahas sama-sama!

Jadi, sejak awal mula Allah menciptakan segala sesuatu dengan baik dan teratur. Dalam kitab Kejadian 1:31 dituliskan,

“Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik”.

Allah yang adalah Sang Kebaikan dan Kasih, ga mungkin menciptakan dunia yang jahat dan ga mungkin juga Allah menjadi sumber kejahatan moral, karena hal itu bertentangan dengan kodratNya. Jadi ga mungkin Allah melakukan atau menghendaki sesuatu yang jahat bagi umat manusia, dan karena itu juga, Allah ga nyiptain dosa dan penderitaan. Ga mungkin Allah sengaja nyuruh manusia berdosa. Justru sebaliknya, manusia-lah yang dengan kehendak bebasnya, memilih berbuat dosa dan menolak taat sama Allah.

Tapi keputusan manusia buat berdosa pun, ga lepas dari pengetahuan Allah. Allah tau manusia akan berbuat dosa dan karena itulah, Allah udah siapin rencana yang luar biasa buat nyelamatin manusia yang jatuh dalam dosa, yaitu dengan mengutus PutraNya, Tuhan kita Yesus Kristus, buat menyelamatkan manusia dari dosa, karena Allah amat sangat mengasihi manusia dan ga akan biarin manusia jatuh dalam dosa dan mati begitu aja.

Allah nggak menciptakan dosa dan penderitaan, dan Ia juga nggak ngedorong manusia supaya jatuh ke dalam dosa dan penderitaan, tapi Allah mengizinkan penderitaan terjadi pada manusia, karena Allah udah punya rencana yang lebih besar, yang bisa nyelamatin manusia dari dosa dan penderitaannya. Umumnya penderitaan adalah akibat dosa manusia, entah dosa orang yang bersangkutan atau dosa orang lain. Tetapi kalau sampai Tuhan izinkan itu terjadi, itu adalah karena Tuhan dapat mendatangkan kebaikan yang lebih besar kepada orang itu, maupun juga kepada orang-orang lain.

Jadi pertama-tama Allah mengizinkan kita ngalamin penderitaan sebagai bentuk pendisiplinan dan pengudusan, seperti apa yang dialami oleh Rasul Paulus yang dituliskan dalam suratnya, 2 Kor 12:7-10. Dan kedua, Allah juga menggunakan penderitaan kita buat menjadi berkat bagi sesama, supaya membantu sesama sampai pada keselamatan kekal. Penderitaan yang kita terima dengan iman bisa menjadi kesaksian buat membawa orang-orang di sekitar kita supaya mereka juga bisa mengenal Kristus yang nguatin kita dalam penderitaan kita. Rasul Paulus juga menuliskan tentang ini dalam Gal 4:13. Dengan kita sharing gimana kita bisa ngelewatin penderitaan kita bersama Kristus, kita juga bisa membawa orang lain menyadari kalo mereka pun bisa ngelewatin penderitaan mereka bersama Kristus yang mengasihi dan nguatin mereka.

Selain itu, St. Paus Yohanes Paulus II juga menulis tentang arti penderitaan dalam surat apostoliknya, Salvifici Doloris. Ia mengajar kita melihat penderitaan seperti Ayub melihat penderitaan yang dialaminya, karena memang penderitaan itu bisa terjadi pada orang-orang yang ga bersalah dengan tujuan buat pertobatan dan membangun kembali kebaikan dalam diri orang yang ngalamin penderitaan itu. Kita cuma bisa memahami misteri penderitaan dalam terang Kristus dan kalo kita bisa merasakan kasih Tuhan yang begitu besar, barulah kita bisa mengerti alasan dari penderitaan yang kita alami. Karena Tuhan Yesus pun ngalamin penderitaan yang begitu luar biasa, mulai dari difitnah, dicaci maki, bahkan juga penderitaan fisik, dicambuk, disuruh manggul salib, dan bahkan sampe akhirnya wafat di kayu salib. Semua itu karena kasihNya yang begitu besar buat kita, sampe Ia mau nyerahin diri sehabis-habisnya dan menderita dengan begitu besar demi menebus dosa-dosa kita. Sebenernya pengorbanan Yesus ini lah yang akhirnya juga tercermin dalam diri para rasul, dan para martirNya, yang dengan heroik, demi cinta pada Tuhan dan sesama, mereka mau nyerahin diri sehabis-habisnya.

Kita pun juga bisa belajar dari kasih Tuhan ini, dengan menerima dengan lapang hati, setiap penderitaan yang Tuhan izinin terjadi di hidup kita, karena Ia punya rencana yang besar buat masing-masing dari kita. Sesuai janji Tuhan sendiri, yang dikatakan dalam Yer 29:11, yaitu bahwa rancangan Tuhan itu adalah

“rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Sampe ketemu lagi di video lainnya ya temen-temen, terima kasih dan Tuhan memberkati, babaii