Allah yang tak terukur atau immeasurable

Pertanyaan:

Syalom,

Kita mengetahui bahwa di dalam TRADISI SUCI, salah satu karakter TUHAN adalah IMMEASUREABLE. Nah definisi IMMEASUREABLE ( Tidak ada dapat diukur ) ini apa ?

Kita tahu secara umum bahwa IMMEASUREABLE artinya = Tidak dapat diukur ; Matematika / angka – angka / bilangan, tidak bisa menggambarkan TUHAN itu sendiri.

Nah apakah yang dimaksud, misalnya manusia sering kali menggunakan analogi matematika untuk mengukur sesuatu. Contoh tenaga mesin mobil sebesar 500 HP, atau panas matahari sepanas 6000 Celcius. Apakah yang dimaksud bahwa suatu angka ( contohnya seperti diatas) tersebut TIDAK DAPAT mengukur segala sesuatu yang dimiliki TUHAN itu ( Mungkin TUHAN memerlukan kekuatan 2.000.000 HP untuk mendorong planet bumi agar sesuai dengan posisinya ) ?

Tuhan Yesus memberkati & Bunda Maria selalu menuntun anda pada putraNYA

Jawaban:

Shalom Budi,

Terima kasih atas pertanyaannya tentang “tak terukur (immeasureable)”. Kalau kita melihat dalam Alkitab, kita menjumpai kata ini dalam beberapa ayat, seperti: “It is great and has no bounds; it is high and immeasurable. atau sungguh besar dan tidak terbatas tinggi dan tidak terukur” (Bar 3:25) atau “supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.” (Ef 2:7) atau “dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,” (Ef 1:19)

Dalam Ef 1:19 dan Ef 2:7 digunakan kata yang sama, yaitu:

ὑπερβάλλω
huperbállō; fut. huperbalṓ, from hupér (G5228), above, and bállō (G906), to cast, put. To excel, surpass. In the NT, used only in the pres. part., huperbállōn, masc.; huperbállousa, fem.; huperbállon, neut.; surpassing, exceeding, highly eminent (2Co 3:10; 2Co 9:14; Eph 1:19; Eph 2:7; Eph 3:19).
Deriv.: huperballóntōs (G5234), excessively; huperbolḗ (G5236), excellence.
Syn.: huperbaínō (G5233), to surpass; huperéchō (G5242), to excel.
Ant.: epileípō (G1952), to be insufficient; husteréō (G5302), to be deficient.

Jadi, dalam penggunaan, tak terukur (immeasureable) ini dapat digunakan dalam tatanan kodrat (natural law) maupun tatanan adi-kodrati (supernatural law). Dalam tatanan kodrat, kita dapat memakainya untuk menyatakan sesuatu yang sungguh besar, sulit terukur, walaupun mungkin bisa saja dapat diukur. Sebagai contoh, dalam bahasa percakapan dapat saja kita mengatakan bahwa besarnya matahari adalah sungguh tak terukur, yang artinya sungguh sangat besar atau panasnya matahari sungguh tak terukur, yang artinya sungguh sangat panas.

Namun dalam konteks kata ini dengan Tuhan, hal ini dapat merujuk kepada keterbatasan akal budi kita untuk menggapai Tuhan, karena adanya perbedaan kodrat, yang berbeda tak terhingga. Kita dapat menggambarkan kasih Allah, belas kasih Allah secara tak terhingga atau tak terukur, karena di luar jangkauan pemikiran kita. Sebagai contoh, Inkarnasi adalah suatu rencana dan tindakan Allah yang tak terukur. Contoh yang lain adalah seperti: Trinitas. Kita dapat melihat KGK 2007 menuliskan “Terhadap Allah tidak ada jasa dalam arti kata yang sebenarnya dari pihak manusia. Antara Dia dan kita terdapat satu ketidaksamaan yang tidak dapat diukur, karena kita telah menerima segala sesuatu dari Dia, Pencipta kita.

Tak terukur (immeasurable) biasanya dikaitkan dengan hal yang lain, yang memang merupakan kodrat Allah, seperti: immeasurable mercy, immeasurable greatness of his power, immeasurable love, dll. KGK 272 menuliskan “Kalau mengalami kejahatan dan penderitaan, iman akan Bapa yang maha kuasa dapat diuji secara serius. Sewaktu-waktu Allah tampaknya tidak hadir dan tidak mampu mencegah kemalangan. Namun Allah Bapa menyatakan kekuasaan-Nya atas cara paling rahasia dalam Penghinaan dan kebangkitan Putera-Nya, yang mengalahkan yang jahat. Dengan demikian, Yesus yang tersalib adalah “kekuatan dan hikmat Allah. Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia” (1 Kor 1:24- 25). Dalam pembangkitan dan pengangkatan Kristus, Bapa menunjukkan “kekuatan kuasa-Nya” dan menyatakan betapa “hebat kuasa-Nya (immeasurable greatness) bagi kita yang percaya” (Ef 1:19).

Semoga, keterangan di atas dapat membantu untuk menggambarkan pemakaian kata tak terukur atau immeasurable.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

0 0 votes
Article Rating
19/12/2018
2 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Budi Darmawan Kusumo
Budi Darmawan Kusumo
10 years ago

Syalom Tim Katolisitas, Ok, terima kasih atas penjelasannya Pak Stef. Jadi secara rangkuman bahwa immeasurable itu sendiri tidak terbatas dalam 1 sudut pandang ( natural law ). Tetapi juga secara adikodrati. Sehingga immeasureable bisa diartikan sebagai : *Natural Law = Nominal matematika tidak mampu mengukur kekuatan Tuhan ( Kecepatan cahaya bergerak adalah 300.000 km / detik. Sedangkan Tuhan sendiri kecepatannya melebihi cahaya sampai tak terukur secara matematika. Atau secara perhitungan matematika pada power / energi – Joule, Kilowatt dsb ) *Supernatural Law = Tidak terbatas secara adikodrati seperti kasih Tuhan yang tidak terbatas. Yang tidak terbatas seperti manusia yang bisa… Read more »

Budi Darmawan Kusumo
Budi Darmawan Kusumo
10 years ago

Syalom Bu Ingrid, Kita mengetahui bahwa di dalam TRADISI SUCI, salah satu karakter TUHAN adalah IMMEASUREABLE. Nah definisi IMMEASUREABLE ( Tidak ada dapat diukur ) ini apa ? Kita tahu secara umum bahwa IMMEASUREABLE artinya = Tidak dapat diukur ; Matematika / angka – angka / bilangan, tidak bisa menggambarkan TUHAN itu sendiri. Nah apakah yang dimaksud, misalnya manusia sering kali menggunakan analogi matematika untuk mengukur sesuatu. Contoh tenaga mesin mobil sebesar 500 HP, atau panas matahari sepanas 6000 Celcius. Apakah yang dimaksud bahwa suatu angka ( contohnya seperti diatas) tersebut TIDAK DAPAT mengukur segala sesuatu yang dimiliki TUHAN itu… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
2
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x