Di Sorga, Malaikat atau Manusia yang Lebih Tinggi?

18

Pertanyaan:

Saya pernah membaca bahwa manusia yang lebih tinggi tingkatannya daripada malaikat. Karena manusia dikaruniai kemampuan untuk berkembang biak, sedangkan malaikat tidak. Bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini? Apakah benar kemampuan berkembang biak itu menjadi kelebihan manusia atas malaikat?

Lalu kaitannya dengan tubuh, jiwa dan roh. Malaikat adalah murni roh jadi sudah pasti tidak memiliki tubuh, namun malaikat juga punya kehendak bebas seperti manusia. Kehendak bebas manusia berhubungan dengan jiwanya. Pertanyaannya, apakah malaikat juga memiliki jiwa?

Terima kasih.. GBU - Agung

Jawaban:

Shalom Agung,

Terima kasih atas pertanyaannya mana yang lebih sempurna, apakah malaikat atau manusia. Kesempurnaan sendiri dapat dilihat dari perbandingan kodrat dan apa yang dicapai dalam tujuan akhir.

1. Kesempurnaan dilihat dari perbandingan kodrat

Kita dapat melihat bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatunya dengan derajat atau tingkat yang berbeda-beda. Tuhan menginginkan agar semua makhluk dari yang paling rendah sampai ke yang paling tinggi berpartisipasi dalam kebahagiaan yang dijanjikan oleh Tuhan, sehingga kemuliaan Tuhan akan dapat dinyatakan dengan jelas dan penuh. Dari sisi kodrat, maka sesungguhnya malaikat mempunyai kodrat lebih tinggi dibandingkan dengan kodrat manusia, karena malaikat diciptakan murni spiritual sedangkan manusia diciptakan dengan kodrat yang terdiri dari tubuh - yang bersifat material - dan jiwa - yang bersifat spiritual. Ketinggian sesuatu yang bersifat spiritual dapat dilihat dari kekekalan dan kemampuan.

a. Dari sisi kekekalan, maka sesuatu yang kekal lebih sempurna dibandingkan dengan sesuatu yang bersifat sementara. Dengan prinsip ini, maka kita melihat bahwa jiwa kita lebih utama tubuh kita, karena tubuh adalah sementara, sedangkan jiwa adalah kekal. Kalau kita terapkan pada malaikat dan manusia dengan prinsip ini, maka kita dapat mengatakan bahwa malaikat lebih tinggi derajatnya dari manusia, karena malaikat adalah murni spiritual sedangkan manusia terdiri dari material (tubuh) dan spiritual (jiwa). Inilah sebabnya, dalam kemanusiaan-Nya, Yesus dikatakan lebih rendah daripada malaikat. Dikatakan di dalam kitab Ibrani " Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat" (Ibr 2:7)

b. Dari sisi kemampuan, maka semakin sederhana (simple) sesuatu dalam spiritual, maka tingkatannya akan semakin tinggi. Karena manusia mempunyai jiwa dan tubuh, maka hal ini membuat manusia menjadi lebih kompleks dibandingkan malaikat. Sebagai contoh sederhana, malaikat tidak memerlukan organ otak untuk bertindak dengan benar. Sebaliknya, walaupun manusia mempunyai jiwa, namun kalau organ otaknya rusak, maka dia tidak dapat bertindak dengan benar. Pengetahuan malaikat tentang Tuhan didapatkannya bukan dengan belajar secara bertahap seperti manusia, namun didapatkannya secara penuh dalam saat itu juga atau pada saat para malaikat diciptakan.

Karena malaikat adalah murni makhluk spiritual, maka perbedaan antara satu dengan yang lain adalah dari tingkat spiritualitasnya, seperti penghulu malaikat Mikael, Gabriel, dan Rafael tingkatannya lebih tinggi dari malaikat-malaikat yang lain. Pada waktu para malaikat diciptakan oleh Tuhan, mereka diciptakan berbeda satu dengan yang lain.

Bagaimana dengan manusia? Karena kodrat manusia yang terdiri dari tubuh (material) dan jiwa (spiritual), maka Tuhan memberikan kesempatan kepada orang tua untuk berpartisipasi dalam penciptaan, yaitu dengan hubungan suami istri yang berdasarkan kasih, sehingga tercipta embrio yang merupakan pertemuan antara sel telur dan sperma. Sesuatu yang bersifat material ini kemudian diberikan jiwa oleh Tuhan, sehingga terjadi kehidupan. Apakah dengan partisipasi ini, maka manusia lebih tinggi dari malaikat yang tidak diciptakan dengan kodrat untuk beranak cucu? Untuk menjawab ini, kita dapat melihat point berikutnya.

2. Kesempurnaan dilihat dari tujuan akhir

Kalau kita ingin membandingkan sesuatu, maka kita melihat perbandingan keduanya dari sisi tujuan akhir. Karena tidak ada kawin dan dikawinkan di Sorga (lih. Mat 22:30), maka tingkat kesempurnaan tidak dapat diukur dari apakah satu makhluk dapat beranak atau tidak. Dengan demikian, manusia yang dapat beranak cucu tidak dapat menjadi tolak ukur bahwa manusia lebih tinggi dari malaikat.

Pada saat kita bersatu dengan Tuhan, maka kita akan berhadapan muka dengan Tuhan untuk selamanya. Di Sorga akan ada derajat atau tingkatan dalam memandang Allah. Tingkatannya adalah berdasarkan tingkatan kasih, karena kasih tidak berkesudahan (lih. 1Kor 13:8). Karena kasih mensyaratkan pengetahuan, maka malaikat yang diberi pengetahuan untuk mengenal Tuhan dengan derajat lebih tinggi dari manusia, maka secara umum dapat dikatakan bahwa para malaikat mempunyai derajat lebih tinggi dari manusia. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bagi manusia untuk dapat melampaui malaikat dalam tingkatan kasih, seperti yang terjadi dalam diri Bunda Maria.

Tuhan memberikan misi kepada Maria untuk menjadi Bunda Allah, menjadi Bunda Sang Penebus. Ini adalah misi yang begitu penting dan istimewa, jauh melebihi semua misi keselamatan yang lain. Oleh karena itu, rahmat yang diberikan kepada Maria lebih besar dari semua makhluk lain. Jadi, Maria akan menduduki tempat yang lebih tinggi dari para malaikat atau Maria akan menduduki tempat yang paling tinggi setelah Kristus di dalam Kerajaan Sorga. Semoga jawaban ini dapat membantu.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef - katolisitas.org

Share.

About Author

Stefanus Tay telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

18 Comments

  1. penjelasan diatas bahwa malaekat lebih tinggi dari manusia dan Maria lebih ttinggi kedudukannya di Surga jangan bodoh dan buka mata rohanimu mana ayatnya dalam alkitab kalau simaria itu mendapat kedudukan yang tinggi di surga,maka jangan bodoh baca langsung alkitab,jangan mau dibacakan alkitab langsung baca itu alkitab supaya jangan di bodohi penyesat karena hanya Tuhan Yesus saja pusat penyembahan dan pujian,selain itu tidak ada yang layak disembah,hanya Tuhan Yesus pengantara manusia dengan Bapa tidak ada yang lain, Maria hanya sarana tidak punya kuasa untuk mendoakan Manusia tidak punya kuasa menyelamatkan manusia karena dia manusia biasa sama seperti kita.

    • Shalom Fransiska,

      Terima kasih atas komentar Anda. Saya tidak tahu mengapa Anda sering menggunakan kata “jangan bodoh” dalam dua komentar Anda. Menurut saya komentar seperti ini justru akan memperlemah argumentasi Anda, karena menunjukkan karakter Anda, sementara Anda belum memberikan argumentasi apapun untuk menyanggah artikel di atas. Argumentasi yang ada berikan selalu sama, yaitu “pokoknya tidak ada di Kitab Suci”, walaupun Kitab Suci sendiripun tidak pernah memberikan ayat “pokoknya yang tidak ada di Kitab Suci adalah tidak benar”. Jadi, mari kita berdiskusi secara baik dan dewasa, sebagaimana layaknya umat beriman berdiskusi, yaitu dengan hormat dan lemah lembut (1Pet 3:15). Semoga permintaan yang mendasar seperti ini dapat Anda diterima.

      Tentang Bunda Maria, umat Katolik tahu secara persis bahwa Bunda Maria adalah makhluk ciptaan dan Yesus adalah Tuhan. Dengan demikian, umat Katolik tidak menyembah Maria, namun menghormati Maria, karena mengikuti teladan Kristus sendiri yang menjalankan perintah ke-4 “Hormatilah bapa ibumu.” Kalau Yesus yang adalah Allah menghormati Bunda Maria, maka siapakah kita, sehingga kita menolak untuk menghormati Bunda Maria, Bunda Allah, yang terberkati di antara semua wanita?

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

    • yusup sumarno on

      Buat Fransiska,
      Mengapa Anda masih minta bantuan doa dri pendeta Anda? Bukankah ia manusia biasa. Maria memang manusia, namun dia istimewa di hadapan Allah penciptanya krn ia tdk berdosa.

    • Felix Sugiharto on

      Shalom Fransiska…

      izinkanlah saya ikut memberikan sedikit komentar dan pandangan bagi anda. Dengan membaca dari apa yg anda pertanyakan, saya berani mengatakan bahwa anda belom benar2 memahami pengajaran Gereja Katholik, hanya sebatas apa yg anda lihat atau yg didengar saja – saya memberikan saran kepada anda (jika anda berani melakukannya ?), luangkan waktu anda.. ikut katekumen (katekisasi) juga bersamaan ikut ibadah di gereja katholik; yg terpenting adalah anda berani masuk kedalam gereja katolik… dengan demikian anda memahaminya dari dalam gereja (bukan seperti yang anda dengar selama ini)

      “Katekumen” di gereja katholik TIDAK semata2 diperuntukan bagi orang2 yg ingin dibaptis secara Katholik saja… namun juga disediakan bagi siapa saja yg ingin memahami dasar2 ajaran gereja katholik (sampaikan niat anda kepada guru kelas sebelum memasuki ruang belajar), Katekumen TIDAK merupakan beban bagi siswa yg mengikuti program tsb.
      Dalam pelajaran di kelas tsb, anda dipersilahkan menanyakan apa saja yg menjadi pertanyaan maupun ganjalan dihati anda, dengan demikian, anda bisa mengajukan pertanyaan maupun keberatan yg lebih terarah dan fokus.

      Saya mengutip penulisan anda: “ jangan bodoh baca langsung alkitab, jangan mau dibacakan alkitab langsung baca itu alkitab supaya jangan di bodohi penyesat karena hanya Tuhan Yesus saja pusat penyembahan dan pujian, selain itu tidak ada yang layak disembah, hanya Tuhan Yesus pengantara manusia dengan Bapa tidak ada yang lain, “
      Pertanyaan saya; apakah anda sudah tahu benar2 bahwa didalam gereja katholik tidak mengabarkan suka cita yg berdasarkan alkitab (apakah alkitabnya berbeda dengan milik anda?) atau dengan kata lain bahwa yang dibacakan bukan kitab suci (alkitab),… dan juga apakah di gereja Katolik tidak menembah Tuhan Yesus seperti anda ? (saya minta anda jawab ini!)

      Anda mengutip juga: “Maria hanya sarana tidak punya kuasa untuk mendoakan Manusia tidak punya kuasa menyelamatkan manusia karena dia manusia biasa sama seperti kita.
      Anda menyatakan bahwa Bunda Maria (ibunya Tuhan Yesus) hanya sebagai sarana saja…?
      Pertanyaannya… anda menyembah Tuhan Yesus namun tidak perlu kita menghormati Ibu Tuhan ? yang anda perkatakan hanya sebagai sarana saja….. (renungkan ini… apakah pemikiran tsb sudah sesuai dgn kehendak Tuhan Yesus sendiri ?)

      Saya mengangkat sebuah ayat :
      Yoh 19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

      Coba, bukalah mata rohani anda – apa makna rohaninya pekataan “inilah ibumu” ? apakah hanya seperti layaknya seseorang menyerahkan ibunya sebelum wafat kepada seseorang yang dipercayai-Nya…? (saya harapkan anda memahami ayat alkitab dalam kaca mata sudut rohani dan bukan sebuah cerita)

      Sekali lagi saya mau menegaskan kepada anda, bahwa Bunda Maria menduduki tempat tersendiri dan sangat khusus di hati setiap umat katholik yang mengimani bahwa Bunda Maria adlah ibunya Tuhan sendiri…
      yang dipilih oleh Allah…
      yang telah melahirkan Tuhan Yesus (sang penebus)…
      yang tanpa status menikah harus mengandung seorang bayi pada zaman 2000 tahun lalu…
      yang telah begitu tabah menyaksikan penyaliban sang puteranya…
      juga ibunya semua orang yg beriman kepada Yesus sebagai Sang Raja… (Tuhannya anda juga)

      yang terakhir anda katakana : “Manusia tidak punya kuasa menyelamatkan manusia karena dia manusia biasa sama seperti kita.”
      Pertanyaannya sangat simple sekali : apakah anda sanggup menjalani apa yang dilakukan oleh Bunda Maria (yang anda katakan Bunda adalah manusia biasa seperti kita)…. Coba renungkan saja!

      Terima kasih
      Salam.

  2. maaf kalau pertanyaanya udah lari dari topik :
    saya hanya ingin tau aja, mohon diperjelas, dari segi apa Bunda Maria akan menduduki tempat yang paling tinggi setelah Kristus di dalam Kerajaan Sorga. dan mengapa dlm ajaran katolik itu lebih mengara pada Bunda Maria dari pada Yesus sendiri. “(maaf, tidak ada maksud apa2 hanya ingin tau saja, karena kalau di lihat2, dlm katolik lebih banyak bunda Marianya). maaf yaa,,,,

    • Shalom Bram,

      Sebenarnya kalau kita benar-benar mau mengerti pengajaran Gereja Katolik, maka kita dapat melihat bahwa Gereja Katolik dapat membedakan bahwa Bunda Maria adalah makhluk ciptaan dan Allah adalah pencipta. Tidak ada seorang Katolik yang mengikuti ajaran Gereja Katolik menempatkan Maria lebih tinggi dari Yesus. Sebagai contoh, bentuk penyembahan yang tertinggi di dalam Gereja Katolik adalah Ekaristi. Anda tidak akan menemukan doa-doa Maria dalam perayaan liturgi Ekaristi, karena fokus dari Ekaristi adalah kurban Kristus. Dan kalau Anda melihat doa rosario, yang menjadi fokus adalah misteri kehidupan Kristus.

      Walaupun Bunda Maria adalah makhluk ciptaan, namun umat Katolik menyadari bahwa Bunda Maria menempati posisi yang sungguh istimewa dalam misteri keselamatan Allah. Keistimewaan ini sebenarnya justru karena Allah sendiri yang memilih Bunda Maria untuk menjadi Bunda Allah. Kalau Bunda Maria dipandang Allah baik untuk mendapatkan gelar Bunda Allah, maka siapakah kita yang tidak mau menghormati keputusan Allah? Karena posisi Bunda Maria yang begitu tinggi dalam karya keselamatan serta senantiasa bekerja sama secara sempurna dengan rahmat Allah, maka Bunda Maria menduduki posisi yang tinggi di Sorga setelah Kristus. Ada banyak rasul, ada banyak nabi, ada banyak raja, namun hanya ada satu perawan yang dipilih untuk menjadi Bunda Allah, yaitu Bunda Maria.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • Lukas Cung on

        Shalom Pak Stef,

        Terima kasih banyak atas jawaban Pak Stef yg padat tapi sangat masuk akal ini.

        Saya jadi mengulang-ulang dalam hati seperti ini: “Kalau Allah sendiri sudah menghormati Bunda Maria, siapakah aku ini yg berani tidak menghormatinya.”

        Saya pikir, sangat lucu ya kalau ada sebagian orang yg masih mau tahu tentang Maria-Maria yang lain, tapi tidak kepada Bunda Maria (gerakan asal bukan Bunda Maria).

        Maka, saya akan bilang kepada keluarga saya, teman-teman saya, bahwa: pelajarilah sejarah maka kita akan menemukan bahwa Tuhan Yesus sendiri sangat menghormati Bunda Maria, yg diikuti oleh para rasulNya, kemudian oleh umat Gereja Perdana, yg akhirnya terus-menerus dilakukan oleh Gereja Katolik hingga masa kini – maka kita yg saat ini mengaku saksi Kristus pun harus turut seperti itu. Tapi, seperti yg ditulis oleh Pak Stef, jangan pula posisi Bunda Maria sampai menggantikan posisi Allah, bahwa penyembahan tertinggi tetap ada pada Ekaristi.

        Terima kasih.

        Salam,
        Lukas Cung

  3. Terima kasih untuk jawabannya. Jadi kalau saya simpulkan, manusia dan malaikat kalau mau dibandingkan hendaknya dibandingkan secara spiritual, karena hal yang spiritual itulah yang akan bertahan sampai selamanya (dalam hal ini kasih).

    Ke-spiritual-an (kasih) itu nantinya akan menentukan “tingkatan” pada saat roh/jiwa manusia dan malaikat itu sama-sama berada di surga. Bisa saja ada roh/jiwa manusia yang kasihnya melebihi malaikat yang strukturnya paling tinggi diantara malaikat yang lain (seperti Bunda Maria). Benar begitu?

    Lalu timbul pertanyaan selanjutnya. Di artikel tentang api penyucian di katolisitas.org, disebutkan bahwa perbuatan kasih seseoranglah yang menentukan apakah dia akan masuk api penyucian dahulu, langsung ke surga atau langsung ke neraka.

    Apabila seseorang sudah masuk ke surga, tentunya ia sudah sempurna dalam hal kasih. Bagaimana kasih yang sempurna itu dibagi2 lagi dalam tingkatan2? Karena kalau demikian, bukankah yang tingkatnya lebih tinggi berarti lebih sempurna dan berarti yang lebih rendah itu belum sempurna?

    Terima kasih

    • Shalom Agung,

      Terima kasih atas tanggapannya tentang kesempurnaan manusia dan malaikat. Apa yang anda uraikan adalah benar. Derajat kesempurnaan dari malaikat dan manusia adalah berdasarkan kasih, karena malaikat dan manusia diciptakan atas dasar kasih dan hidup untuk mengasihi. Namun, demikian, derajat untuk mengasihi juga tergantung dari derajat rahmat Allah yang diberikan kepada masing-masing individu. Jadi, kesempurnaan kasih ini adalah berbanding lurus dengan besarnya rahmat yang dicurahkan oleh Tuhan, sama seperti perumpamaan tentang talenta (lih. Mat 25:15-30). Orang yang diberi lima talenta menghasilkan lima; yang diberi dua menghasilkan dua; yang diberi satu tidak menghasilkan. Dalam perumpamaan tersebut, dapat memberikan gambaran bahwa orang yang diberi lima kalau menghasilkan dua kurang sempurna dalam kasih, dan yang diberi satu talenta dan tidak menghasilkan adalah malas dan jahat. Namun, orang yang diberi dua talenta dan menghasilkan dua adalah sempurna dalam kasih. Dengan demikian, kalau yang diberi lima menghasilkan lima dan dua menghasilkan dua, maka keduanya adalah sempurna di dalam kasih secara proporsional dibandingkan dengan talenta (rahmat) yang diberikan oleh Allah. Jadi, di dalam Sorga, semua individu mempunyai derajat kasih yang sempurna namun tetap mempunyai tingkatan kasih. Semoga keterangan tambahan ini dapat memperjelas.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  4. Selamat Natal 2011 dan Tahun baru 2012 untuk semua tim Katolisitas.org,

    Pada waktu yg lalu saat sy beserta teman memberikan mentoring/materi bina iman KMK ttg Roh Kudus, sy mendapat suatu pertanyaan dari teman katolik saya,

    Apa bedanya antara Malaikat, Orang Kudus dan Roh Kudus jika sama-sama melindungi, menyertai dan mendoakan manusia? Apakah malaikat itu juga ada yang baik dan yang jahat, sedangkan Roh juga ada yang baik dan jahat, dan ada yang bilang yg di kanan adalah yg baik, dan di kiri yg jahat, kemudian tugas-tugasnya apa saja?

    Mohon balasannya, semoga dapat sy berikan jawabannya pada saat pertemuan mentoring minggu depan ini. Terimakasih.. Tuhan memberkati..

    • Yohanes Dwi Harsanto Pr on

      Salam Nugraha,

      Roh Kudus ialah pribadi ketiga dalam Allah Tritunggal Mahakudus. Manusia menjadi orang kudus karena mau dibimbing oleh Allah Roh Kudus. Malaikat karena hakikatnya memutuskan untuk taat pada kehendak Allah Tritunggal Mahakudus. Malaikat yang jahat menjadi jahat definitif kekal sejak semula, dan mereka disebut iblis atau setan, pangeran durhaka, bapa dusta kekal. Malaikat ialah makhluk rohani yang punya kebebasan dan intelektual, ciptaan Allah sejak semula dan taat pada kehendak-Nya. Malaikat yang memberontak ialah setan atau iblis. Untuk memperkaya keterangan ini, silahkan klik jawaban mengenai malaikat, setan, klik di sini.

      Orang kudus yang sudah mulia sebagai anggota Gereja yang sudah mulia di surga, mendoakan kepada Allah, kita Gereja yang masih mengembara di dunia. Sama-sama mendoakan, namun lain dengan doa Anda untuk anak Anda. Anda masih di dunia, sedangkan Para Kudus di surga sudah berhadapan langsung dengan Allah Tritunggal Mahakudus bersama rombongan Para Kudus dan Kristus dikelilingi malaikat-malaikat-Nya. Mengenai bisikan malaikat di kanan dan kiri kita, tentu saja itu penggambaran simbolis. Ada dua hal yang benar dalam gambaran ini. Pertama, pekerjaan malaikat biasanya rohani, bukan jasmani. Malaikat membantu kita dalam peperangan rohani yang lebih besar. Kedua, baik malaikat maupun eks-malaikat (setan) tidak bisa mengambil kebebasan kita untuk memilih. Malaikat pelindung Anda membuang undi bagi Anda, sedangkan setan membuang undi melawan Anda, dan Anda yang menentukan pilihan (Dr. Peter Kreeft, ibid, hlm 121). Apa tugas yang dilakukan malaikat dalam sejarah? Kita lihat dalam Alkitab.

      Malaikat diciptakan sebelum adanya waktu dunia. Mereka bernyanyi ketika dunia diciptakan. Ada yang memberontak terhadap Allah, menjadi setan atau iblis atau roh jahat dan mendirikan hierarki neraka melawan hierarki surga. Setan menggoda kita untuk melepaskan diri dari Allah.

      Malaikat merupakan utusan bagi setiap tahap besar rencana keselamatan Allah bagi manusia, untuk mengingatkan kita agar kembali menuju surga. Malaikat mengelilingi hidup Abraham, umat pilihan Allah yang pertama. Malaikat mengumumkan kepada Sara, isteri Abraham yang berumur seratus tahun yang tertawa ketika ia akan mempunyai anak. Malaikat menahan Abraham agar tidak mengurbankan Ishak. Malaikat menyelamatkan Abraham dan keponakannya, Lot, dari api yang menghancurkan Sodom dan Gomora. Malaikat mendatangi Yakub di padang gurun naik turun tangga dari surga. Malaikat memegang rambut Habakuk dan melemparkannya seribu kilometer. Malaikat mendatangi orang tua, orang buta, orang miskin, gembala-gembala, penjahat yang melarikan diri, namun tidak mendatangi raja dan politisi. Malaikat juga sebagai utusan Sang Pencipta mendatangi gadis muda Yahudi, meminta izin untuk menggunakan rahimnya sebagai pintu masuk Putra Allah dalam Roh Kudus. Dan karena gadis itu berkata “ya” kepada malaikat, maka kita bisa merayakan Natal, Paskah dan punya harapan hidup bahagia kekal di surga. Dan ketika Putra Allah lahir sebagai bayi, para malaikat bersinar di malam kelam. Dan ketika 33 tahun kemudian, ketika Ia disalib, para malaikat menghibur-Nya. Ketika Ia bangkit, malaikat ada di pintu kubur dan memberitahukan kabar gembira kebangkitan-Nya dari maut. Dan ketika Ia terangkat ke surga, malaikat mengingatkan para sahabat-Nya bahwa Ia akan kembali dan bahwa mereka sebaiknya menyiapkan kedatangan-Nya sepanjang sejarah dunia ini. Dan ketika Ia datang kembali, para malaikat akan berada di sana, membelah langit dengan sangkakala dan membawa kita pulang. Seperti ketika mereka bernyanyi ketika waktu mulai, mereka pun bernyanyi ketika waktu berakhir. (Dr. Peter Kreeft, op.cit. Hlm 60-61).

      Kita bergabung dalam paduan suara para malaikat saat Ekaristi ketika lagu malaikat “kudus-kudus” dinyanyikan menjelang konsekrasi perubahan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Putera Allah.

      Salam
      Yohanes Dwi Harsanto, Pr

  5. untuk saudaraku, mengapa kita saling menguji dan memperdebatkan,
    bukankah Yesus sendiri yang mengajarkan kepada kita untuk saling bergandengan,
    saya sempat berpikir, apakah Yesus Kristus sedih atau tidak, ketika para murid-Nya memerdebatkan-Nya,
    Allah memberi kita hati untuk merasakan, dan pikiran untuk kita bisa berpikir,
    menurut saya inilah saat nya kita menggunakan HATI untuk merasakan,
    bukan pikiran yang tidak akan pernah selesai.
    salam damai bagi Kristus.

    • Shalom Yoga,

      Terima kasih atas komentarnya. Sebenarnya, kalau kita mau jujur, ada begitu banyak hal yang kita tidak mengerti tentang iman kita. Salah satu cara untuk belajar tentang iman kita adalah dengan berdialog. Dan ini adalah merupakan perwujudan dari kasih kita kepada Allah, karena kalau kita mengasihi seseorang, maka kita ingin tahu semua hal tentang dia. Karena kita mengasihi Tuhan, maka kita ingin mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan Dia. Jadi, cobalah juga melihat dialog dari sisi yang berbeda. Kita bisa juga diam, namun pertanyaan-pertanyaan tersebut juga hanya bisa kita simpan. Cara yang lain, adalah mencoba menemukan jawaban dengan berdialog.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  6. Eduardo Simanjuntak on

    Saya ingin bertanya, jika Malaikat adalah roh murni, mengapa ada istilah The Fallen Angel atau malaikat yang jatuh dalam dosa karena tergoda oleh kecantikan anak manusia. Mereka kemudian bersetubuh dan memiliki keturunan. Yang paling jelas adalah Nimrod. Dan apakah benar Malaikat Michael dan Lucifer itu adalah saudara kembar? Saya pernah membaca tentang hal itu dan juga pernah disinggung di film Supranatural season 5

    Mohon penjelasannya.
    Trima kasih.GBU

    • Shalom Eduardo Simanjuntak,

      Terima kasih atas pertanyaannya. Secara prinsip, kita harus membedakan mana yang sesungguhnya malaikat, yang adalah murni spiritual dan mana yang disebutkan di dalam Kitab Suci sebagai anak-anak Allah. Dituliskan di Kejadian 6:2 “maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.” Anak-anak Allah di sini bukanlah berarti fallen angels, namun anak-anak manusia yang berjalan di jalan Allah. (bdk. Kel 4:22-23; Yoh 1:12; Rom 8:14; 1Yoh 3:1). Jadi siapa anak-anak Allah dan anak-anak manusia dalam Kej 6:2? Anak-anak Allah adalah merujuk kepada anak-anak Set, sedangkan anak-anak perempuan manusia itu merujuk pada keturunan Kain.

      Tentang apakah malaikat Mikael dan Lucifer adalah saudara kembar, saya tidak pernah membacanya dan menurut saya itu adalah pengertian yang salah. Secara prinsip, karena malaikat adalah murni spiritual, maka masing-masing malaikat diciptakan unik dan khusus, dengan kata lain berbeda antara satu dengan yang lain. Kalau kita mengatakan saudara kembar kepada manusia, maka kita melihat penampilan luarnya. Apakah kemudian jiwa saudara kembar ini adalah kembar? Dengan pemikiran yang sama, maka malaikat yang murni spiritual tidak mungkin mempunyai saudara kembar. Semoga penjelasan ini dapat diterima.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  7. Agung Swiyanto on

    Saya pernah membaca bahwa manusia yang lebih tinggi tingkatannya daripada malaikat. Karena manusia dikaruniai kemampuan untuk berkembang biak, sedangkan malaikat tidak. Bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini? Apakah benar kemampuan berkembang biak itu menjadi kelebihan manusia atas malaikat?

    Lalu kaitannya dengan tubuh, jiwa dan roh. Malaikat adalah murni roh jadi sudah pasti tidak memiliki tubuh, namun malaikat juga punya kehendak bebas seperti manusia. Kehendak bebas manusia berhubungan dengan jiwanya. Pertanyaannya, apakah malaikat juga memiliki jiwa?

    Terima kasih.. GBU

    [dari katolisitas: silakan melihat jawaban di atas – silakan klik]

    • Yohanes Dwi Harsanto Pr on

      Salam,
      Saya menambahkan informasi buku mengenai malaikat dan iblis, silahkan dicari (juga melalui alat pencarian di internet), buku Dr. Peter Kreeft: “Angels & Demons – Malaikat dan Iblis, Apa yang Kita Tahu Tentang Mereka?”, Dioma, Malang, cetakan I th 2006, cetakan II th 2007, cetakan III tahun 2009. Buku ini berisi 100 pertanyaan dan jawaban mengenai malaikat dan setan, plus 4 lampiran: 1. Filsafar Angelistik; 2. Surat Snakebites: Seks dan Media, contoh surat setan senior kepada roh jahat yang sedang magang yang mengajarkan cara efektif menggoda manusia; 3. Teks-Teks Katekismus Gereja Katolik mengenai Malaikat; 4. Teks-Teks Kitab Suci mengenai malaikat dan setan.
      Isi buku meliputi:
      Bagian I: Mengapa kita mengagumi malaikat? (pertanyaan dan jawaban no 1-4)
      Bagian II: Bagaimana kita mengetahui seluk beluk malaikat (pertanyaan dan jawaban no 5-17)
      Bagian III: Berbagai pertanyaan tentang Kodrat Malaikat (pertanyaan dan jawaban no 18-83)
      Bagian IV: Berbagai pertanyaan tentang setan (pertanyaan dan jawaban mo 84-100)
      Semoga dengan membaca buku tersebut, Anda bisa lebih memahami hakikat malaikat.
      Salam

      Yohanes Dwi Harsanto Pr