Tentang Novena Tiga Salam Maria

Pertanyaan:

Shalom,
Saya seorang Katolik yang boleh dikatakan “KTP”, mungkin dikarenakan status saya yang telah dibaptis semenjak bayi. Saya mempunyai pacar seorang Protestan, yang menurut saya sejak bersama dia, iman saya semakin bertambah, saya menjadi semakin dekat dengan Tuhan dan Gereja Katolik. Melalui setiap pertanyaan dan pemikiran dari padanya mengenai agama Katolik yang harus dapat saya jawab. Dengan harapan dia juga bisa merasa terpanggil untuk masuk gereja Katolik dan bersama membangun keluarga Katolik yang bahagia. Banyak artikel dari web ini yang begitu membantu saya, sehingga saya dapat memahami agama Katolik yang saya yakini dengan lebih baik lagi. Pada kali ini, kendala yang saya hadapi yaitu mengenai Novena Tiga Salam Maria.

Pacar saya menanyakan:
1. mengapa di doa novena itu sedemikian panjangnya dan mengapa doa salam maria harus diulang sebanyak itu? Bukankah dalam sebuah doa itu yang terpenting adalah keyakinan dan keteguhan hati?
2. mengapa dalam doa novena sampai harus disebutkan nama santo-santa yang mengenalkan doa novena tersebut? Apakah ini menjadi hal yang penting?

Menghadapi pertanyaan tersebut saya hanya bisa mengibaratkan bahwa doa novena laiknya kita melakukan upacara bendera… Mungkin banyak dalam prosesi tersebut yang tidak kita ketahui maknanya namun tetap kita lakukan karena itu sudah menjadi bagian dari prosesi tersebut. Namun dia dan saya pribadi juga merasa kurang puas terhadap jawaban yang sudah saya berikan. Kiranya Bu Inggrid / Pak Stef / Rm. Wanta bisa memperjelasnya.
Terima kasih, Tuhan memberkati. Bernardus

Jawaban:

Shalom Bernardus,

Kami bersyukur jika website ini dapat membantu anda untuk dapat semakin mengenal iman Katolik. Berikut ini adalah yang dapat saya sampaikan tentang pertanyaan anda/ pacar anda:

1. Mengapa doa novena Tiga Salam Maria itu panjang dan mengapa doa Salam Maria diulang-ulang?  Bukankah dalam sebuah doa itu yang terpenting adalah keyakinan dan keteguhan hati?

Menurut ajaran Gereja Katolik, doa pada dasarnya adalah “Ayunan hati, suatu pandangan sederhana ke surga, satu seruan syukur dan cinta kasih di tengah percobaan dan di tengah kegembiraan.” (KGK, 2558-2559, mengutip St. Teresia kanak-kanak Yesus). Dari definisi ini, maka disposisi/ sikap hati menjadi suatu yang penting. Maka selain dari keyakinan dan keteguhan hati, yang terpenting sebenarnya adalah kasih di dalam hati kita kepada Tuhan. Kasih kepada Tuhan inilah yang mendasari setiap devosi. Jika kita mengasihi Kristus, maka ada dorongan yang kuat di dalam hati kita untuk mengasihi pula setiap anggota Tubuh Mistik-Nya, yaitu khususnya para orang kudus yang telah bersatu dengan-Nya di surga, dan terutama di sini adalah Bunda Maria, yang telah diberikan oleh Yesus untuk menjadi ibu kita juga (Yoh 19: 26- 27).

Maka meskipun kelihatannya panjang, Novena Tiga Salam Maria itu sebenarnya tidak panjang bagi orang yang mendoakannya dengan kasih. Sama seperti jika anda menghabiskan waktu yang panjang dengan pacar anda untuk berbincang-bincang hal yang sama (misalnya tentang bagaimana anda mengasihinya) dan tidak bosan, demikian pula di dalam doa, meskipun panjang, namun kalau didoakan dengan kasih, seharusnya tidak terasa panjang dan membuat bosan. Perkataan yang ada jangan dianggap sebagai perkataan dalam”upacara”, karena jika dihayati maksudnya adalah kita mengucapkan ketergantungan kita kepada Allah dan kepada dukungan doa dari Bunda Maria. Diucapkan berulang, maksudnya juga antara lain melatih kita untuk berdoa dengan setia, dan untuk menunjukkan kesungguhan hati kita. Dalam doa novena, memang biasanya boleh disebutkan ujud permohonan, dan sebenarnya pengulangan penyebutan permohonan tersebut menyadarkan kita akan segala keterbatasan dan kelemahan kita dan bahwa kita sungguh membutuhkan pertolongan dari Allah.

Selanjutnya tentang doa berulang, silakan membaca di jawaban ini, silakan klik

2. Mengapa dalam doa novena sampai harus disebutkan nama santo-santa yang mengenalkan doa novena tersebut? Apakah ini menjadi hal yang penting?

Sebenarnya doa bagi umat Katolik adalah komunikasi dengan Allah. Namun karena doa tersebut pada hakekatnya adalah “Ayunan hati dan pandangan ke surga”, maka, kita mengetahui bahwa di surga itu Allah dikelilingi oleh para kudus-Nya. Maka pandangan kita ke surga juga sebenarnya tak lepas dari pandangan kita kepada persekutuan para kudus yang memang tak henti-hentinya berdoa bagi kita yang masih berziarah di dunia. Diskusi lebih lanjut tentang persekutuan para kudus ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik, dan di sini, silakan klik.

Maka penyebutan akan nama Santo dan Santa yang menyebarkan devosi Tiga Salam Maria di dalam doa itu sendiri maksudnya adalah untuk mengingat jasa mereka yang mengajarkan doa novena ini, yang akhirnya banyak membantu banyak orang menerima pertolongan dari Tuhan melalui doa- doa Bunda Maria. Juga penyebutan nama-nama mereka sebenarnya untuk mengingatkan kita bahwa merekapun adalah para sahabat kita yang akan turut mendoakan kita. Bersama dengan mereka kita menghormati Bunda Maria, yang akan membawa ujud doa kita ke hadapan Tuhan.

Sebenarnya, jika kita bisa melihat para kudus itu sebagai para sahabat Yesus yang bekerjasama dengan Yesus untuk membawa banyak jiwa kepada keselamatan, maka kita akan dapat semakin memahami dan menghargai ajaran mengenai persekutuan para kudus ini. Sebab sebenarnya Tuhan Yesus tidak hanya menghendaki kita membatasi diri pada hubungan pribadi diri kita masing-masing dengan Dia (“hanya aku dengan Tuhan”) tetapi Ia menghendaki agar kita, selain datang sebagai pribadi, kita juga datang kepada-Nya dalam kesatuan bersama-sama dengan saudara/i seiman, sebagai sesama anggota Tubuh-Nya (“kami dengan Tuhan”). Itulah sebabnya dalam mengajarkan cara berdoa kepada para rasul, Yesus mengajar kita memanggil Allah sebagai “Bapa Kami” bukan “Bapa saya”.

Maka penyebutan nama para Santo/ Santa di dalam doa tidaklah ‘mengurangi’ hormat kita kepada Tuhan, bahkan sebaliknya, malah semakin memuliakan-Nya. Karena kita tidak datang sendiri, tetapi bersama- sama dengan para kudus itu ke hadirat Tuhan, dengan harapan bahwa Tuhan akan berkenan mengabulkan doa kita yang dipanjatkan dengan dukungan para sahabat-Nya yang sudah bersatu dengan-Nya di surga. Ini hampir sama dengan kita minta agar anggota keluarga, teman atau Romo/ pendeta mendoakan kita. Tentu kita senang jika ada orang yang mau mendoakan kita, bukan? Namun biar bagaimanapun juga, mereka yang masih hidup di dunia ini tidak sempurna, dan sama-sama berdosa seperti kita; sedangkan para kudus yang sudah bersatu dengan Kristus di surga, sudah menjadi sempurna, karena telah bersatu dengan Kristus sendiri. Maka ayat Yak 5:16, “Doa orang benar besar kuasanya” itu sungguh berlaku dalam diri para kudus itu, sebab mereka adalah orang-orang yang sudah dibenarkan oleh Tuhan.

Demikianlah Bernardus, yang dapat saya tuliskan sehubungan dengan pertanyaan anda. Saya berharap bahwa tulisan ini menjawab pertanyaan anda/ pacar anda. Jika masih ada yang kurang jelas, silakan bertanya kembali, dan saya akan berusaha menjawabnya.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org

Beberapa artikel yang berhubungan:

Beberapa artikel di kategori yang sama:

50 Komentar to Tentang Novena Tiga Salam Maria

  1. Salam damai…

    saya adalah seorang Kristiani, tp suami sy adalah seorang Katolik. Saat ini kmi blm menikah krna terbentur agama, sbenarnya saya sangat mncintai Bunda Maria, tp dr kluarga tidak mengijinkan sya untuk msuk Katolik, permasalahn mlai mncul saat dr pihak lelaki tak knjung dtg untuk sgra mnikahkan kmi, krna itu akhirnya suami sya memutuskan agr msk protestan, tp benar itu bkn kmauan sy, dy pun bgtu..
    mulai dr itu masalah pun mulai bermunculan 1/1. Sya puncaknya saat dy mabuk dn dy menikam bpak sya dgn kaca d kepla. Sy sngt bngung saat ini. Sy ingin bercrta sdkit, saat saya hmil anak saya yg pertama saya mimpi ketemu Bunda Maria 3 x, dan saya sangat percaya dan mncintainya. Tp saat ini ortu saya memisahkan kami berdua, mreka blg tak ada harapan utk memaafkannya. Tp saya sangat yakin bhwa tak ada yng mustahil bgi Tuhan..saat ini saya sedang melakukan Novena 3 x Salam Maria. Mhon bntuan doanya…dan kira2 apa jalan yg harus sya tempuh dlm mnghadapi msalah ini??

    • Shalom Yvonne,

      Terus terang saya kurang paham, apakah sekarang Anda sudah menikah dengan kekasih Anda atau belum? Sebab di kalimat pertama Anda mengatakan “suami” Anda, tetapi kemudian di kalimat berikutnya, Anda mengatakan bahwa “saat ini kami belum menikah“. Karena apa yang Anda tuturkan selanjutnya menjadi berbeda halnya, antara kalau Anda sudah menikah dan kalau Anda belum menikah dengan dia.

      Pertama, tentang bahwa pasangan Anda itu dalam keadaan mabuk telah menikam bapak Anda, memang merupakan perbuatan yang sangat keliru. Namun karena sudah terlanjur terjadi, maka yang dapat dilakukan adalah ia memohon ampun kepada bapak Anda (dan juga ibu Anda) yang pasti sangat trauma dengan kejadian itu. Adalah wajar jika orang tua Anda sangat khawatir akan keadaan Anda, melihat kenyataan bahwa pasangan Anda terbukti mempunyai masalah besar dalam hal pengendalian diri. Walaupun mungkin pasangan Anda sudah sangat menyesal, namun hal ini perlu diungkapkan dan terutama, perlu dibuktikan. Waktu akan membuktikan kesungguhan hati pasangan Anda. Ia perlu memohon ampun kepada Tuhan atas kesalahannya yang sangat serius ini, karena selain mabuk, ia melanggar perintah ke-4 (tentang menghormati orang tua), juga melanggar perintah ke-5 (karena dapat mencelakai bahkan membunuh).

      Kedua, fakta bahwa pasangan Anda memilih untuk meninggalkan iman Katolik karena kepentingan pribadi, sehubungan dengan rencana menikahi Anda (mungkin agar dapat diterima keluarga Anda?). Motivasi ini keliru. Sebab sesungguhnya yang harus dilakukan adalah berdialog dengan pihak keluarga Anda, agar dicapai kata kesepakatan, tanpa perlu meninggalkan imannya; sementara tetap menghormati keyakinan Anda dan orang tua Anda. Jika sekarang sudah terlanjur, namun kemudian ia menyesalinya, maka yang dapat dilakukan adalah mencari imam/ pastor paroki, dan mengaku dosalah kepada Tuhan di dalam sakramen Tobat, baik karena ia telah meninggalkan iman Katolik, maupun atas kesalahan yang besar yang diperbuatnya kepada bapak Anda.

      Ketiga, bahwa Anda kini sedang mengandung. Jika Anda sudah menikah dengan pasangan Anda, maka tidak ada yang perlu dipersoalkan tentang hal ini (mungkin yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menolong suami Anda agar tidak terikat kebiasaan mabuk, dan agar dapat menguasai/ mengendalikan diri. Mungkin ada baiknya Anda dan pasangan Anda mencari bantuan konselor dalam hal ini). Namun jika Anda belum menikah, maka ada pelanggaran di sini, sebab seharusnya perkawinan disahkan terlebih dahulu sebelum pasangan dapat melakukan hubungan suami istri. Jika keadaannya demikian, maka Anda berdua perlu memohon ampun kepada Tuhan.

      Anda memang dapat memohon dukungan doa dari Bunda Maria dalam Novena Tiga Salam Maria, tetapi yang terpenting adalah menyadari bahwa dalam keadaan yang rumit ini, pertobatan yang tulus-lah yang dibutuhkan sebagai langkah awal. Pertobatan ini dapat dimulai dari Anda dan pasangan Anda. Mohonlah dukungan doa dari Bunda Maria agar Anda dapat melihat segala kesalahan dan dosa yang menghalangi Anda berdua untuk bersatu dengan Tuhan. Jika hal ini sudah dilakukan, mohonlah kepada Tuhan, dan mohonlah dukungan doa dari Bunda Maria agar hubungan kasih dalam keluarga dapat dipulihkan. Semoga Anda dan pasangan Anda dapat dibimbing terus oleh Roh Kudus, agar dapat melihat hal-hal yang dapat dilakukan untuk dapat membuktikan pertobatan sejati dan ketulusan hati Anda berdua, baik dalam membangun relasi dengan Tuhan, dengan keluarga Anda dan keluarganya, maupun antara Anda berdua sendiri.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  2. Dear Ibu Ingrid & Pak Stef : Saya almt di Sda wkt sblm married sy aktif di Katolik dan stlh married sy aktif di greja Kristen sy pernah lakukan doa novena Tiga Salam Maria dan novena Hati Kudus Yesus sekaligus dgn wkt bersamaan yg sy mau tanyakan : 1. apakah kendala dan kesulitan yg saya hadapi apabila sdh mulai dikabulkan doa novena ini dihentikan atau sampai semua kesulitan sudah diselesaikan dg tuntas baru dihentikan ? 2. Apabila sy pd hari ke4 kelewatan tdk lakukan doa pada jam yg ditentukan apakah pada hari ke 5 sy hrs melakukan doa double dg doa hari ke 4 yg kelewatan itu Mohon jawaban dan petunjuk Ibu Ingrid dan P.Stef, terima kasih.

    • Shalom Didik,

      Pertama- tama, harap diketahui bahwa novena (baik novena Tiga Salam Maria maupuan novena Hati Kudus Yesus) adalah devosi. Devosi sendiri merupakan ungkapan kasih kepada Tuhan, sehingga walau memang ada aturannya, namun bukan merupakan aturan yang kaku sehingga diartikan jika tidak terpenuhi maka doanya menjadi mubazir. Sebab tidak ada doa yang percuma/ mubazir di hadapan Tuhan. Maka dengan prinsip ini saya mencoba menanggapi pertanyaan Anda:

      1. Jika novena dihentikan sebelum waktunya.
      Tentu pertanyaannya adalah, mengapa dihentikan? Apalagi jika sesungguhnya sudah dirasakan bahwa sudah mulai terlihat bahwa permohonan mulai dikabulkan. Bukankah malah seharusnya terus dilakukan dengan ucapan syukur?
      Namun jika sampai karena satu dan lain hal diputuskan untuk berhenti, tidaklah berarti ada hukuman yang harus ditanggung; hanya saja memang secara obyektif dapat dikatakan novena tersebut belum tuntas dilaksanakan.

      2. Apa yang dilakukan jika kelewatan sehari?
      Tidak ada aturan baku tentang hal ini. Saya pernah menanyakannya kepada seorang Romo dan ia menganjurkan agar kita melakukannya doa tersebut dua kali di hari berikutnya. Namun bisa juga dengan Anda memperpanjang novena Anda, jika perlu tidak menghentikan novena tersebut. Ingatlah bahwa pada prinsipnya novena adalah salah satu bentuk devosi/ pernyataan kasih kepada Allah dan dalam pernyataan ini memang tidak ada batasan yang kaku.

      Sekilas tentang arti devosi, silakan klik di sini dan Apakah itu Devosi kepada Bunda Maria, klik di sini.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  3. Dear Pak Stef dan Bu Ingrid,

    Saya sungguh berimakasih untuk jerih payahnya dalam menjelaskan dan mensharingkan iman Katolik. Saya bersyukur dan berdoa semoga Tuhan selalu menyertai kita, membimbing Tim Katolisitas supaya tidak jemu-jemu menjadi uluran tanganNya melalui web ini. :)
    Saya merasa sungguh tersentuh membaca penjelasan mengenai Doa Novena dan Rosario, yang semakin menguatkan saya.

    Komentar-komentar negatif dari saudara2 kita membuat saya merasa sedih akan perpecahan kita dalam Tubuh Kristus, namun di saat yang bersamaan saya merasa semakin kaya (dengan semakin memahami kekayaan ajaran dari Tradisi dan Magisterium Gereja Katolik)… Pertanyaan, sindiran maupun cemooh dari saudara-saudara kita yang selalu dijawab dengan penuh kasih oleh Tim Katolisitas sungguh membuat saya sangat terharu dan mengingatkan saya akan kasih Tuhan kita yang tiada henti dan tiada batasnya kepada kita yang lemah ini…
    Begitu indah, bagaimana duri dan racun diubahkan olehNya menjadi berkat. :)

    Sekali lagi terima kasih, Katolisitas untuk kerelaannya dan kerendahan hatinya menjadi saksi Kristus. Saya harap suatu hari saya bisa ikut membantu Tim Katolisitas…
    (suatu kehormatan juga bagi saya untuk bisa mengenal Pak Stef, Bu Ingrid dan Romo Wanta secara pribadi melalui Seminar Perkawinan yang lalu) :)

    God bless us all, as always and in all ways.

    • Shalom Kristina,
      Terima kasih atas dukungan Anda kepada kami di katolisitas. Tentu jika memang Tuhan berkehendak kita dapat bertemu kembali dan jika Anda berminat membantu kami dalam karya kerasulan ini, kita dapat membicarakannya.
      Salam kami kepada ayah dan ibu (P. Santo dan I. Monica).

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid & Stef- katolisitas.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CONNECT WITH US: