Tentang Maria diangkat ke Sorga dan Maria adalah Ratu Sorga

30

Pertanyaan:

Wah senang sekali bisa menemukan situs ini, bagaimana penolakan kebenaran, mana ada penipu mau ngaku menipu, begini aga deh
Ada ngak dari petingggi2 gereja khatolik atao pastor yg mau bilang bahwa maria terangkat kesorga???? Sy mau bilang tidak ada Why? Sy cek sendiri di alkitab, kata seorang pastor [dari katolisitas: saya hapus nama pastor dan paroki, karena tidak relevan dalam diskusi ini] bahwa ketika Yesus naik kesurga membawa maria naik kesorga juga utk di jadikan
Ratu sorga atau mother of heaven wah sy baca di kisah para rasul 1:12-14 maria masih bersama2 anak2nya maria dan Para rasul lagi bertekun sehati berdoa menunggu Roh Kudus, ayooo mana yg berbohong Firman Tuhan atau pastornya?
Satu lagi di wahyu 12:1-6 GK menegaskan bahwa wanita yg disebut di wayu adalah maria
Yg menjadi pertanyaan di ayat 6 kok maria lari ke padang gurun ya? Katanya ratu sorga???
Sy beritahukan ya perempuan yg di maksud itu adalah gereja yg melahirkan jemaat2
Yg melawan si iblis di gereja salib suci dalm renungan sabda suci nya mengatakan benar bahwa perempuan yg Dimaksud adalah gereja tp ada jg yg mempercayai bahwa itu adalah maria,
Ayo baca alkitabnya sungguh2 bukan hanya jadi pendengar ya.
Satu lagi yg penting neh Tentang ratu sorga adalah dari jaman babylon yg sekarang di pakai
GK bahwa maria adalah ratu sorga, coba liat di yeremia 7:16-20 tentang melawan penyembahan
Ratu sorga, jelas di jaman yeremia di pembuangan di babylon dan bangsa israel sudah
Terpengaruh dgn dgn budaya babylon artinya ratu sorga di pakai bangsa babylon
Yg dipakai oleh GK utk menghormati maria. Klo ada yg tidak setuju dgn ayat yg saya tulis
Dan ada yg bisa menjelaskan ketidak benaran ayat2 yg Saya kasih, sy akn mencoretnya
Dari alkitab saya.
Minta Tuhan utk membukakan pintu rohani kita semua, kemulian hanya bagi
Tuhan Yesus.

Jawaban:

Shalom Adri,

Terima kasih kunjungannya ke katolisitas.org. Saya menghimbau agar Adri dapat menyampaikan pendapat dengan jelas dan to the point, sehingga tidak menimbulkan salah paham. Pernyataan Adri seperti ini “bagaimana penolakan kebenaran, mana ada penipu mau ngaku menipu” sungguh tidak jelas. Siapakah yang menolak kebenaran? dan siapa yang menipu? Mungkin lebih baik secara terbuka menyatakan bahwa saya tidak setuju dengan pengajaran ini, dengan alasan…… Dan menjadi hal yang wajar kalau kita memang mempunyai pendapat yang berbeda.

1) Mari sekarang kita berdialog tentang dogma Maria diangkat ke Sorga (The Assumption of Mary), jadi bukan seperti yang ditulis oleh Adri bahwa Maria terangkat ke Sorga. Perbedaan antara diangkat dan terangkat adalah sangat besar. Diangkat berarti tidak dengan kekuatan sendiri, sedangkan terangkat mempunyai konotasi terangkat dengan kekuatan sendiri. Kalau Adri ingin mencoba mengerti dogma Maria diangkat ke Sorga, Adri dapat melihat dokumen resmi Gereja, dimana Pope Pius XII mengatakan di dalam Apostolic Constitution “Munificentissimus Deus” tanggal 1 Nov 1950 “The Immaculate Mother of God, the ever Virgin Mary, having completed the course of her earthly life, was assumed body and soul into heavenly glory” atau “Bunda Allah yang tak bernoda, Perawan Maria, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat tubuh dan jiwa ke dalam kemulian Sorgawi.

a) Dari definisi di atas, maka kita dapat mengerti bahwa pengertian dari dogma ini adalah Maria yang telah selesai tugasnya di dunia diangkat badan dan jiwanya oleh Tuhan, sehingga dia menerima kemuliaan Sorgawi. Gereja tidak mendefinisikan apakah sebelum meninggal, Maria diangkat, atau setelah meninggal Maria diangkat tubuh dan jiwanya oleh Tuhan. Banyak Bapa Gereja menggunakan argument of fittingness, bahwa Maria meninggal terlebih dahulu mengikuti jejak Kristus, sebelum diangkat ke Sorga.

b) Dogma ini sebenarnya begitu sederhana, karena inilah yang dijanjikan oleh Kristus sendiri yang mengatakan “Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.” (Lk 20:36). Dan rasul Paulus menegaskan “dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.” (1 Kor 15:52). Ini berarti, pada saat nafiri dibunyikan, pada saat kedatangan Kristus yang ke-dua, maka seluruh umat manusia akan dibangkitkan, dan umat Allah mendapatkan tubuhnya yang baru, yang telah diubah, seperti Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati. Dan inilah yang dialami oleh kita semua, umat Allah, dimana kalau kita setia untuk bertumbuh dalam kekudusan, kita akan mengalami kemuliaan badan dan jiwa dan memperoleh kebahagiaan Sorgawi.

c) Sampai tahap ini, semoga Adri dapat menerima akan kondisi umat Allah yang akan diangkat badan dan jiwanya pada saat kedatangan Kristus yang ke dua. Pertanyaannya, mengapa Maria diangkat badan dan jiwanya setelah Yesus, namun terlebih dahulu dari semua manusia di dunia ini? Rasul Paulus mengatakan “Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.” (1 Kor 15:23). Rasul Paulus menegaskan adanya satu urutan dalam kebangkitan badan. Kristus adalah yang sulung dari yang meninggal (lih. 1 Kor 15:20), karena Kristus adalah yang sulung, yaitu Adam yang baru (lih. 1 Kor 15:45). Dan kalau kita melihat bahwa Hawa turut bekerjasama dalam kejatuhan Adam, maka Bunda Maria juga turut bekerja sama dalam keselamatan manusia, yaitu dengan menjadi Bunda Allah. Oleh karena itu, banyak Bapa Gereja yang mengatakan bahwa Kristus adalah Adam yang baru, dan Maria adalah Hawa yang baru.

He became man by the Virgin, in order that the disobedience which proceeded from the serpent might receive its destruction in the same manner in which it derived its origin. For Eve, who was a virgin and undefiled, having conceived the word of the serpent, brought forth disobedience and death. But the Virgin Mary received faith and joy, when the angel Gabriel announced the good tidings to her that the Spirit of the Lord would come upon her, and the power of the Highest would overshadow her: wherefore also the Holy Thing begotten of her is the Son of God; and she replied, ‘Be it unto me according to thy word.’ And by her has He been born…“((St. Justin Martyr, Dialog with Trypho, chap. 100.))

In accordance with this design, Mary the Virgin is found obedient, saying, “Behold the handmaid of the Lord; be it unto me according to your word” (Lk 1:38). But Eve was disobedient; for she did not obey when as yet she was a virgin. And even as she, having indeed a husband, Adam, but being nevertheless as yet a virgin . . . having become disobedient, was made the cause of death, both to herself and to the entire human race; so also did Mary, having a man betrothed [to her], and being nevertheless a virgin, by yielding obedience, become the cause of salvation, both to herself and the whole human race. . . . And thus also it was that the knot of Eve’s disobedience was loosed by the obedience of Mary. For what the virgin Eve had bound fast through unbelief, this did the virgin Mary set free through faith.”[1]

Lebih lanjut St. Irenaeus mengatakan “That the Lord then was manifestly coming to His own things, and was sustaining them by means of that creation which is supported by Himself, and was making a recapitulation of that disobedience which had occurred in connection with a tree, through the obedience which was [exhibited by Himself when He hung]upon a tree, [the effects]also of that deception being done away with, by which that virgin Eve, who was already espoused to a man, was unhappily misled,—was happily announced, through means of the truth [spoken]by the angel to the Virgin Mary, who was [also espoused]to a man. For just as the former was led astray by the word of an angel, so that she fled from God when she had transgressed His word; so did the latter, by an angelic communication, receive the glad tidings that she should bear God, being obedient to His word. And if the former did disobey God, yet the latter was persuaded to be obedient to God, in order that the Virgin Mary might become the patroness (advocata) of the virgin Eve. And thus, as the human race fell into bondage to death by means of a virgin, so is it rescued by a virgin; virginal disobedience having been balanced in the opposite scale by virginal obedience. For in the same way the sin of the first created man receives amendment by the correction of the First-begotten, and the coming of the serpent is conquered by the harmlessness of the dove, those bonds being unloosed by which we had been fast bound to death”[2]

Kalau Yesus adalah Adam yang baru, dan Maria adalah Hawa yang baru, maka dalam urutan, Hawa yang baru adalah setelah Adam yang baru, dan setelah itu baru umat Allah yang lain. Inilah sebabnya, dogma Maria diangkat ke Sorga tidaklah sulit dimengerti, karena ini adalah harapan yang nantinya akan dialami oleh umat Allah. Dogma Maria diangkat ke Sorga erat hubungannya dengan dogma Maria yang dikandung tanpa noda, Maria Bunda Allah, Maria yang tetap perawan, partisipasi Maria dalam karya keselamatan manusia.

2) Keterangan di atas adalah beberapa dasar dari dogma Maria diangkat ke Sorga. Kemudian Adri mengatakan “Ada ngak dari petingggi2 gereja khatolik atao pastor yg mau bilang bahwa maria terangkat kesorga???? Sy mau bilang tidak ada Why? Sy cek sendiri di alkitab, kata pastor [dari katolisitas: saya hapus nama pastornya, karena tidak relevan dalam diskusi ini]bahwa ketika Yesus naik kesurga membawa maria naik ke sorga juga utk di jadikan Ratu sorga atau mother of heaven wah sy baca di kisah para rasul 1:12-14 maria masih bersama2 anak2nya maria dan Para rasul lagi bertekun sehati berdoa menunggu Roh Kudus, ayooo mana yg berbohong Firman Tuhan atau pastornya?

a) Dari tulisan di point 1), saya telah memberikan bukti-bukti dari Bapa Gereja. Kalau mau ditambah, saya berikan sumber dari Dr. Lugwig Ott, Fundamental of Catholic Dogma, p. 207-208: 1) Pope Hadrian I, Origen (In Ioan 2, 12l fragm. 31), St. Ephrem (Hymnus 15,2), Severian of Gabala (De Mundi Creatione or. 6, 10), St. Jerome (Adv. Ruf II, 5),  St. Augustine (In Ioan tr. 9,9). Dan tambahan dari St. Epiphanius mengatakan “No body knows the body how she departed this world.” He leaves undecided whether she died a natural death, or whether (according to Luke 2, 35) she died by violance, or whether she (cf. Apoc 12:14) still lives on immortal in some place unknown to us.” (Haer 78, 11,24). Masih begitu banyak Bapa Gereja yang menyatakan kebenaran dogma ini, seperti St. Gregory of Tours (594), Germanus of Constantinople (733), Andrew of Crete (740), St. John Damascene (749) Theodore of Studion (826). Mungkin suatu saat katolisitas.org akan menuliskan topik ini dalam artikel tersendiri. Ingrid pernah menuliskan tentang topik ini secara singkat di sini (silakan klik).

b) Tidak benar kalau Maria diangkat ke Sorga ketika Yesus naik ke Sorga. Dan memang tidak demikian pernyataan dogma Maria diangkat ke Sorga. Jadi, kalau Adri mau mengerti tentang dogma ini, silakan membaca sumber utama, yaitu dokumen Gereja, sehingga Adri tidak salah paham akan hal ini. Mungkin ada gunanya kalau Adri juga mencoba melakukan riset, apa yang dikatakan oleh Martin Luther tentang Maria sehubungan dengan topik ini.

3) Tentang Wahyu 12. Dan kemudian Adri mengatakan “Satu lagi di wahyu 12:1-6 GK menegaskan bahwa wanita yg disebut di wayu adalah maria. Yg menjadi pertanyaan di ayat 6 kok maria lari ke padang gurun ya? Katanya ratu sorga??? Sy beritahukan ya perempuan yg di maksud itu adalah gereja yg melahirkan jemaat2. Yg melawan si iblis di gereja salib suci dalm renungan sabda suci nya mengatakan benar bahwa perempuan yg dimaksud adalah gereja tp ada jg yg mempercayai bahwa itu adalah maria, Ayo baca alkitabnya sungguh2 bukan hanya jadi pendengar ya.

a) Di sini dikisahkan tentang seorang perempuan yang berselubungkan matahari. Orang-orang Kristen setuju bahwa anak dari perempuan ini adalah Kristus, maka ibu dari anak ini adalah Bunda Maria. Memang secara simbolis, dapat saja diartikan bahwa perempuan ini adalah Gereja ataupun bangsa Israel. Namun secara literal, perempuan ini adalah Bunda Maria.  Pada Wahyu 12:17, dikatakan bahwa perempuan itu memiliki “keturunan yang lain yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.” Dari sini kita ketahui bahwa Bunda Maria merupakan ibu literal dari Yesus, dan ibu spiritual dari Gereja/ umat beriman.

b) Mengapa perempuan itu lari ke padang gurun? St. Pius X in his encyclical on Mary, Ad diem illum: “Everyone knows that this woman signified the Virgin Mary, the stainless one who brought forth our Head. The Apostle continues: “And, being with child, she cried travailing in birth, and was in pain to be delivered” (Apoc. xii., 2). John therefore saw the Most Holy Mother of God already in eternal happiness, yet travailing in a mysterious childbirth. What birth was it? Surely it was the birth of us who, still in exile, are yet to be generated to the perfect charity of God, and to eternal happiness. And the birth pains show the love and desire with which the Virgin from heaven above watches over us, and strives with unwearying prayer to bring about the fulfillment of the number of the elect.

Dari sini, kita memperoleh pengertian bahwa Maria lari ke padang gurung untuk melahirkan keturunan-keturunan, suatu simbol dari umat Allah. Inilah sebabnya, Gereja Katolik mengadakan bahwa Maria adalah bunda Gereja. Maria yang telah berada di Sorga terus menyertai perjalanan umat Allah (Gereja) di dunia ini.

c) Terima kasih juga untuk mengingatkan kita semua agar membaca Alkitab dengan sungguh-sungguh dan bukan hanya menjadi pendengar. Mari kita bersama-sama berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mengerti apa yang difirmankan oleh Allah dengan segala kekuatan kita. Ini berarti kita juga perlu belajar dari para Bapa Gereja dan Gereja, sehingga kita tidak salah dalam menafsirkan Firman Tuhan.

4) Lebih lanjut Adri mengatakan “Satu lagi yg penting neh Tentang ratu sorga adalah dari jaman babylon yg sekarang di pakai GK bahwa maria adalah ratu sorga, coba liat di yeremia 7:16-20 tentang melawan penyembahan Ratu sorga, jelas di jaman yeremia di pembuangan di babylon dan bangsa israel sudah Terpengaruh dgn dgn budaya babylon artinya ratu sorga di pakai bangsa babylon Yg dipakai oleh GK utk menghormati maria.

a) Yeremia 7 dan 44 memang menceritakan tentang penyembahan ratu sorga yang ditentang oleh Allah sendiri. Namun mungkin Adri perlu mengkaji siapa yang dimaksud dengan ratu sorga di kitab Yeremia dan siapa yang dimaksud dengan ratu sorga, yang dimaksud oleh Gereja Katolik. Kalau Adri mengatakan bahwa keduanya adalah sama, maka sebenarnya Adri menyamakan antara yang berhala (dalam hal ini ratu sorga, yang dimulai dari penyembahan bulan, seperti Tanais, Artemis, Selene, Virgo caelestis, dll) dengan Maria, yang adalah Bunda Allah. Bagaimana mungkin sesuatu yang berhala dapat bersatu dengan yang kudus? Bagaimana mungkin menyamakan Maria, Bunda Allah, yang melahirkan penebus dengan berhala-berhala? Saya sungguh sedih kalau membayangkan ada orang yang begitu ekstrim sehingga dapat mensejajarkan Bunda Allah dengan sesuatu yang dihujat oleh Allah sendiri.

Kita harus mencoba untuk merenungkan bahwa Maria sebagai Bunda Allah tidak akan mungkin bertentangan dengan Yesus. Kalau Yesus saja menghargai Maria sebagai pelaksanaan perintah ke-empat (Hormatilah Ibu Bapamu), mengapa kita tidak menghormati Maria? Kalau kita ingin meniru Yesus, kita juga harus meniru Yesus untuk menghormati ibu-Nya yang diberikan kepada kita semua (lih. Yoh 19:27). Bukankah dalam natural order, kalau kita mengasihi suami/istri kita, maka kita juga ingin mengasihi orang tua dari suami/istri kita?

b) Untuk mengatakan bahwa Ratu Sorga yang dimengerti sebagai Bunda Maria adalah merupakan pengaruh dari budaya Babilonia adalah kurang dapat dipertanggungjawabkan. Berikut ini adalah apa yang dikatakan oleh para Bapa Gereja:

St. Andrew of Crete mengatakan “His ever-virgin Mother, from whose womb He, being God, took on human form, He today transports from earthly dwellings as Queen of the human race.”[3] Lebih lanjut dia mengatakan “Queen of the entire human race, faithful in reality to the meaning of her name, who is exalted above all things save only God Himself.”[4]

Paus Pius XII mengatakan “He, the son of God, reflects on His heavenly Mother the glory, the majesty and the dominion of His kingship, for, having been associated to the King of Martyrs in the ineffable work of human Redemption as Mother and co-operatrix, she remains forever associated to Him, with an almost unlimited power, in the distribution of the graces which flow from the Redemption. Jesus is King throughout all eternity by nature and by right of conquest: through Him, with Him, and subordinate to Him, Mary is Queen by grace, by divine relationship, by right of conquest, and by singular election. And her kingdom is as vast as that of her Son and God, since nothing is excluded from her dominion.”[5]

Dan masih begitu banyak lagi para Bapa Gereja yang mengatakan bahwa Maria adalah Ratu Sorga.

c) Untuk menangkap konsep tentang Ratu Sorga, kita harus melihat pararel antara Yesus dan Maria dengan raja Salomo dan ratu Batsyeba. Dalam konsep kerajaan pada waktu itu, yang menjadi ratu bukanlah istri dari seorang raja, namun istri dari ayah raja tersebut atau ibu dari raja tersebut. Dan ini pararel dengan Yesus dan Maria, karena Yesus menjadi Raja Sorgawi, maka Maria sebagai Bunda Yesus, menjadi Ratu Sorga. Dan secara tepat digambarkan oleh rasul Yohanes di dalam Wahyu 12, dimana dituliskan “Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya” (Why 12;1).

Mungkin dalam lain kesempatan, kita dapat berdialog tentang hal ini secara terpisah.

5) Akhirnya Adri menutup dengan “Klo ada yg tidak setuju dgn ayat yg saya tulis
Dan ada yg bisa menjelaskan ketidak benaran ayat2 yg Saya kasih, sy akn mencoretnya
Dari alkitab saya. Minta Tuhan utk membukakan pintu rohani kita semua, kemulian hanya bagi
Tuhan Yesus.

a) Yang menjadi masalah dalam hal ini bukan ayat-ayat Alkitab-nya, namun penafsiran Adri. Kalau Adri ingin mengerti apa yang sebenarnya dipercaya oleh Gereja Katolik, maka Adri tidak dapat menyimpulkan pengajaran Gereja Katolik sesuai dengan pengertian Adri sendiri dan kemudian memberikan argumentasi sendiri. Adri harus mengerti secara persis apa yang dimaksud dengan dogma tersebut, setelah itu Adri memberikan argumentasi setuju atau tidak setuju. Jadi, tidak ada yang perlu dicoret dari Alkitab Adri, namun yang perlu diperbaiki adalah cara menafsirkannya.

Terima kasih juga untuk mengingatkan kita semua untuk membuka pintu rohani kita semua. Ini adalah tantangan bagi saya dan juga Adri, juga seluruh umat beriman, agar kita diberikan kekuatan untuk mencari kebenaran dengan segenap hati, pikiran, dan kekuatan kita. Semoga nama Tuhan senantiasa dipermuliakan.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – www.katolisitas.org


CATATAN KAKI:
  1. St. Irenaeus, Adversus Haereses, bk. 3, chap. 22, 4. []
  2. St. Irenaeus, Adversus Haereses, bk. 5, chap. 19, 1. []
  3. Homily 2 on the Dormition of the Blessed Mother of God, PG 97,1079b, quoted by Pius XII in Ad Caeli Reginam. []
  4. Homily 3 on the Dormition []
  5. Homily 2 on the Dormition of the Blessed Mother of God, PG 97,1079b, quoted by Pius XII in Ad Caeli Reginam []
Share.

About Author

Stefanus Tay telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

30 Comments

  1. Salah satu argumen anda:

    Kita harus mencoba untuk merenungkan bahwa Maria sebagai Bunda Allah tidak akan mungkin bertentangan dengan Yesus. Kalau Yesus saja menghargai Maria sebagai pelaksanaan perintah ke-empat (Hormatilah Ibu Bapamu), mengapa kita tidak menghormati Maria? Kalau kita ingin meniru Yesus, kita juga harus meniru Yesus untuk menghormati ibu-Nya yang diberikan kepada kita semua (lih. Yoh 19:27). Bukankah dalam natural order, kalau kita mengasihi suami/istri kita, maka kita juga ingin mengasihi orang tua dari suami/istri kita?

    Menurut saya menghormati ibu dan bapa, tidak harus menyembahnya.

    Salam

    [dari katolisitas: Permasalahannya Anda menganggap umat Katolik menyembah Maria. Namun, umat Katolik tahu bahwa Bunda Maria adalah makhluk ciptaan dan bukan pencipta. Namun, karena Tuhan telah memilihnya dan menghormatinya, maka kita juga harus mengikuti teladan Kristus yang terlebih dahulu menghormati dan mengasihi Maria.]

    • Salam, Yiss

      Terima kasih atas kepedulian Yiss dalam mengingatkan umat Katolik supaya jangan sampai menyembah Bunda Maria. Semoga melalui diskusi ini, Yiss tidak perlu lagi terjebak dalam prasangka yang salah pada umat Katolik, sekaligus mengingatkan umat Katolik semakin menyadari pentingnya mengerti ajaran Gereja.

      Saya mengajak Yiss untuk terlebih dahulu membuktikan ajaran Katolik untuk “menyembah Bunda Maria”, bukan dari pernyataan pendeta atau romo manapun, tetapi melalui ajaran resmi Gereja. Berbagai dokumen resmi dapat diakses melalui vatican.va atau berbagai situs lainnya, termasuk situs ini. Silahkan Yiss tunjukkan dimana ajaran tersebut berasal.

      Menurut saya pribadi, karena berlatar keluarga dari denominasi Pentakostal, kemunculan praduga keliru bahwa umat Katolik menyembah Bunda Maria adalah kesimpulan yang ditarik entah oleh umat Katolik yang kurang paham ajaran atau oleh umat non-Kristiani/Kristiani non-Katolik berdasarkan gesture umat Katolik yang mereka lihat. Gesture ini nampak entah melalui sikap tubuh ataupun rumusan doa.

      Sikap tubuh yang mungkin terlihat “menyembah berhala” bisa berupa mencium patung, berlutut di depannya, memasang lilin, dan sebagainya. Sebenarnya, ini hanya masalah sudut pandang. Ketika kita kangen akan kekasih, orang tua, atau siapapun yang kita sayangi, tentu kita memanfaatkan berbagai benda untuk menyalurkan ekspresi kita, misalnya foto. Tak jarang, foro itu kita peluk dan cium. Apakah yang kita cium? Foto. Siapakah yan ingin diraih hati kita? pribadi yang digambarkan foto tersebut. Apakah berarti kita “mengasihi” foto tersebut? tidak. Kita mengasihi pribadi yang digambarkan foto itu. Beginilah yang sebenarnya kami, umat Katolik, lakukan. Patung, foto, lilin, dan berbagai benda, hanyalah media ekspresi batin kita, bukanlah objek yang kita tuju. Tidak lebih dari itu.

      Rumusan doa juga kerap dipermasalahkan karena bernada terlalu menyembah. Sekali lagi, ini masalah sudut pandang. Kristiani adalah suatu keluarga besar dengan Allah sebagai Bapa, Yesus sebagai Saudara kita, para kudus sebagai saudara seperjuangan kita, dan Bunda Maria sebagai ibu kita. Semuanya diikat oleh Kasih Kristus dalam Roh Kudus. Kehilangan citarasa kekeluargaan dalam memandang ajaran Kristiani menyebabkan kita mudah terjebak prasangka, termasuk kepada Bunda Maria.

      Saya mengajak Yiss untuk mempelajari rumusan doa “Sub Tuum Praesidium”, salah satu doa pada Bunda Maria yang ditemukan pada lembar papirus di Mesir, yang diperkirakan berasal dari abad ke-3. Ini adalah salah satu diantara sekian banyak artefak lain yang menunjukkan devosi Gereja Perdana kepada Bunda Maria (bukan penyembahan seperti bidaah collyridianism). Patut direnungkan bahwa Gereja Perdana (yang biasanya dianggap lebih “tidak sesat”) memiliki penghormatan yang mendalam pada Bunda Maria dan tidak mempermasalahkan rumusan yang terdengar “agak menyembah” dalam doa itu, karena mereka memang tidak bermaksud menyembah.

      Umat Katolik tidak menuntut Yiss untuk percaya. Namun, kita memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan dalam ajaran Katolik. Semoga melalui diskusi ini, setidaknya tidak perlu lagi ada prasangka tidak berdasar yang timbul tanpa adanya diskusi kedua belah pihak. Semoga Allah memulihkan kesatuan GerejaNya. Amin.

      Pacem,
      Ioannes

  2. Shalom saudara-saudaraku semua, saya hanya terdampar disini karena hari ini saya bertepatan membaca Alkitab di Yeremia 7:16-20 ( sebagai pembacaan /hari ), karena ingin tahu siapa itu ratu surga akhirnya saya cari di google Dan dapat ya forum ini. Wah awal ya sangat kaget karena ternyata yang dituju semua maksud Dari ratu surga ini adalah Maria ibu Yesus ( sebagai bentuk kemanusiaan-NYA ).

    Langsung pertanyaan saya :
    ➡ Dari keseluruhan Alkitab yang aku tau tidak pernah 1 tokoh pun yang berdoa kepada Maria yang disebut bunda, semuanya mengarah ke TUHAN YANG KUDUS YAITU YESUS KRISTUS.
    ➡ Katanya saat maria naik ke Sorga itu tubuh Dan jiwanya yang terangkat.( lho ini sangat bertentangan dengan ayat Alkitab dalam 1 korintus 15:35-40, silahkan dibaca kalau bisa Dari awal biar bisa ngerti maksud penulisan ayat itu ).
    ➡ kalau BOLEH di tunjukkan siapa yang melihat Maria ibu Yesus ( sebagai bentuk kemanusiaan-NYA ) itu naik ke surga. Kalau BOLEH Sumbernya terpercaya, ( karena dari semua sumber diatas yang di ajukan kesemuanya bisa saja dibuat sebagai karangan manusia.oh ia Alkitab saya percaya berasal Dari Tuhan melalui ilham yang di berikan kepada siapa DIA percayakan.
    ➡ tentang patung, dalam keluaran 20:4, Ulangan 4:16, Ulangan 4:23, Ulangan 5:8, Semuanya TUHAN sendiri yang mengatakan jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun Dan jangan sujud menyembah kepadanya, kalau Dari kata “APAPUN” digaris bawahi berarti patung bunda Maria Dan bahkan patung Tuhan Yesus pun jangan dibuat untuk sujud menyembah kepadanya. ( terkecuali kalau itu dibuat untuk dipajang di rumah sebagai symbol bahwa kita ini orang Kristen).
    ➡ Oh ia lupa, saya dulu juga adalah katolik, Dan saya tau semua kegiatan-kegiatan apa yang dilakukan saat ibadah, saat saya Dan bapak saya berdoa kami harus memasang gambar bunda Maria atau patung Yesus yang disalib trus pakai lilin Dan pakai Rosario. Katanya biar doanya terkabul. Tolong dijelaskan apakah ini bukan bentuk penyimpangan Dari ajaran yang seharusnya kita berpegang yaitu Alkitab.
    Trima kasih saudaraku,..Salam damai sejahtera bagi kita semua.

    • Shalom Agus Puka,

      Terima kasih atas kunjungan Anda. Sebenarnya kalau Anda mau berdiskusi secara serius dan mendalam, Anda dapat bergabung dalam diskusi yang telah dilakukan dengan umat yang tadinya Katolik dan berpindah ke Kristen non-Katolik di sini – silakan klik. Ada beberapa topik bahasan di dalam diskusi tersebut dan sebenarnya sudah cukup panjang.

      Saya tidak tahu alasan Anda mengapa Anda berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain. Apakah sebelum berpindah, Anda telah sungguh-sungguh mempelajari iman Katolik? Karena komentar Anda, sesungguhnya menunjukkan bahwa ada begitu banyak kesalahpahaman. Kalau Anda sungguh-sungguh mau berdiskusi, maka saya menyediakan diri untuk berdiskusi dengan Anda.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

    • kalau boleh komentar, ini adalah ciri khas Kristen Non Katolik, menyerang membabi buta. Kalau memng Anda sdh merasa di jalan yg benar go ahead bos, gak perlu menyerang Katolik, kecuali memang anda ingin berdiskusi. (Maaf Pak Stef, anda terlalu sabar..), salam

      [dari katolisitas: Kalau memang diskusi dilakukan dengan semangat mencari kebenaran, maka tidak menjadi masalah kalau terjadi perbedaan pendapat.]

  3. Syalom teman2 tim katolisitas, selamat malam…
    Saya mau bertanya… Siang tadi saya sempet ngobrol sama temen.
    Dia cerita bahwa kerajaan Bapa dan sorga itu adalah bukan tempat yang sama. Jadi dia cerita kalo kerajaan Bapa itu diisi oleh para nabi Nuh, nabi Musa, dan para nabi yang lain. Tetapi kalo kita meninggal baru masuk sorga, bukan masuk kerajaan Bapa. Apakah penjelasan temen saya itu benar atau salah??? Soalnya dia cerita dia pernah baca bukunya…
    Terimakasih untuk jawabannya…GBU all

    • Shalom Andi,

      Kalau Kerajaan Bapa dan Sorga adalah tempat yang berlainan, maka ada berapa Sorga? Perlu dipertanyakan apakah dasar dari pemikiran ini. Apakah yang dimaksud dengan Kerajaan Sorga dalam perumpamaan tentang talenta (lih. Mat 25:14-30)? Dan dalam Mat 25:31-46, mengapa domba-domba yang di kanan menerima Kerajaan dan tidak dibedakan masuk ke dalam Kerajaan Bapa atau Sorga? Gereja Katolik mengajarkan bahwa semua orang baik nabi-nabi di zaman dulu sampai akhir zaman mempunyai kesempatan yang sama untuk dapat menikmati kebahagiaan abadi di Sorga bersama dengan Allah Tritunggal Maha Kudus.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  4. Thomas Veri Vernando on

    Hallo kak.
    Kemarin saya mengikuti seminar yang dibawakan oleh seorang romo, yang juga merupakan seorang profesor dan guru besar di STF terkenal di Jakarta.
    Dia berkata, bahwa yang dimaksud Dogma Maria Diangkat ke Sorga bukan merupakan sebuah peristiwa atau kejadian yang bisa lihat. Itu hanya suatu ‘pengkiasan’ akan kehidupan yang kekal, di mana kata diangkat ke sorga, juga bisa diartikan sebagai seseorang yang masuk ke dalam sorga.
    Mohon penjelasannya, karena sejujurnya yang saya pahami adalah bahwa itu merupakan suatu kejadian, di mana bila semisal ada saksi, bisa melihat bahwa tubuh dan jiwa Bunda Maria diangkat ke sorga.
    salam.

    • Shalom Thomas Veri,

      Silakan membaca jawaban saya atas pertanyaan tentang topik yang Anda tanyakan di sini, silakan klik.

      Saya tidak menghadiri seminar yang Anda sebutkan, sehingga saya tidak memahami konteksnya mengapa Romo tersebut mengatakan ‘pengkiasan’. Adalah baik seandainya Anda mempunyai kesempatan bertanya kepada Romo tersebut sehingga mendapatkan penjelasan akan maksudnya. Kemungkinan ia hanya bermaksud mengatakan pada Anda bahwa dokumen itu bukan pertama- tama dimaksudkan sebagai laporan kejadian semata, tetapi lebih daripada itu, mengandung kebenaran ajaran iman. Besar harapan saya, semoga Romo tersebut tidak bermaksud mengatakan bahwa ‘pengkiasan’ tersebut maksudnya adalah bahwa kejadian pengangkatan Bunda Maria, tubuh dan jiwanya itu, tidak sungguh terjadi, sebab jika demikian, maka apa yang dikatakannya menjadi tidak sesuai dengan apa yang disebutkan berulang-ulang dalam dokumen Munificentissimus Deus tersebut.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

      • Salam, Thomas Veri

        Saya juga tidak menghadiri seminar tersebut. Namun, bila saya boleh menduga-duga dengan prasangka positif, saya percaya mungkin ini yang ingin disampaikan oleh romo tersebut :

        “Dogma Maria diangkat ke surga hanya terlihat bila dilihat dengan mata iman karena sejauh ini belum ditemukan bukti-bukti historis primer yang mengatakan secara langsung bahwa Bunda Maria diangkat ke surga. Pengangkatan Bunda Maria sendiri merupakan “pengkiasan” atau gambaran apa yang akan terjadi pada orang beriman yang taat, yakni diangkat ke surga dan berbahagia bersama Bapa. Karena Bunda adalah murid beriman dengan kegemilangan iman yang telah terbukti selama Yesus hidup, layaklah ia menjadi contoh apa yang telah disediakan Tuhan sebagai hadiah iman kita.”

        Dengan mengatakan “pengkiasan”, mungkin romo tersebut bermaksud mengatakan bahwa Pengangkatan Bunda ke Surga adalah “gambaran” atau contoh, tanpa bermaksud mengatakan bahwa peristiwa itu hanya khayalan. Perlu diakui pula bahwa perbedaan pendapat diantara anggota Gereja juga ada, termasuk kalangan teolog dan romo. Akan tetapi, sebagai anggota Gereja yang baik, hendaknya kita lebih memegang ajaran dari Magisterium daripada pemahaman pribadi kita. Kristus telah memberi otoritas pada Magisterium untuk mengajar tanpa menyesatkan, lebih dapat kita percaya daripada pemahaman kita yang mungkin masih terbatas.

        Pacem,
        Ioannes

  5. shalom.
    saya cuma mohon ditunjukkan ayat dalam Alkitab yang memang secara gamblang mengatakn bahwa MARIA DIANGKAT KE SORGA, seperti halnya ayat yang menyebutkan Yesus terangkat ke sorga.. Jangan menurut dokumen Gereja karena dokumen tersebut buatan manusia. Tapi tolong tunjukkan ayat yang dalam Alkitab sehingga bisa percaya akan doktrin yang mengatakan bahwa Maria Diangkat Ke Sorga.
    Kita beribadah sesuai ajaran Alkitab (Firman Yesus sendiri) bukan beribadah berdasar pada dokumen Gereja.

    • Shalom Alfon,

      Terima kasih atas pertanyaannya. Umat Katolik tidak hanya mempercayai satu-satunya sumber kebenaran adalah Kitab Suci, namun juga Tradisi Suci dan juga Magisterium Gereja. Apakah dasarnya?

      Tradisi Suci

      Tradisi Suci adalah Tradisi yang berasal dari para rasul yang meneruskan apa yang mereka terima dari ajaran dan contoh Yesus dan bimbingan dari Roh Kudus. Oleh Tradisi, Sabda Allah yang dipercayakan Yesus kepada para rasul, disalurkan seutuhnya kepada para pengganti mereka, supaya dalam pewartaannya, mereka memelihara, menjelaskan dan menyebarkannya dengan setia. Maka Tradisi Suci ini bukan tradisi manusia yang hanya merupakan ‘adat kebiasaan’. Dalam hal ini, perlu kita ketahui bahwa Yesus tidak pernah mengecam seluruh adat kebiasaan manusia, Ia hanya mengecam adat kebiasaan yang bertentangan dengan perintah Tuhan (Mrk 7:8).

      Jadi, Tradisi Suci dan Kitab Suci tidak akan pernah bertentangan. Pengajaran para rasul seperti Allah Tritunggal, Api penyucian, Keperawanan Maria, telah sangat jelas diajarkan melalui Tradisi dan tidak bertentangan dengan Kitab Suci, meskipun hal-hal itu tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Kitab Suci. Janganlah kita lupa, bahwa Kitab Suci sendiri mengajarkan agar kita memegang teguh Tradisi yang disampaikan kepada kita secara tertulis ataupun lisan (2Tes 2:15, 1Kor:2).

      Juga perlu kita ketahui bahwa Tradisi Suci bukanlah kebiasaan-kebiasaan seperti doa rosario, berpuasa setiap hari Jumat, ataupun selibat para imam. Walaupun semua kebiasaan tersebut baik, namun hal-hal tersebut bukanlah doktrin. Tradisi Suci meneruskan doktrin yang diajarkan oleh Yesus kepada para rasulNya yang kemudian diteruskan kepada Gereja di bawah kepemimpinan penerus para rasul, yaitu para Paus dan uskup.

      Kitab Suci

      Allah memberi inspirasi kepada manusia yaitu para penulis suci yang dipilih Allah untuk menuliskan kebenaran. Allah melalui Roh KudusNya berkarya dalam dan melalui para penulis suci tersebut, dengan menggunakan kemampuan dan kecakapan mereka. “Oleh sebab itu, segala sesuatu yang dinyatakan oleh para pengarang yang diilhami tersebut, harus dipandang sebagai pernyataan Roh Kudus.” Jadi jelaslah bahwa Kitab Suci yang mencakup Perjanjian Lama dan Baru adalah tulisan yang diilhami oleh Allah sendiri (2Tim 3:16). Kitab-kitab tersebut mengajarkan kebenaran dengan teguh dan setia, dan tidak mungkin keliru. Karena itu, Allah menghendaki agar kitab-kitab tersebut dicantumkan dalam Kitab Suci demi keselamatan kita.

      Mungkin ada orang Kristen yang berkata, bahwa keselamatan mereka diperoleh melalui Kitab Suci saja. Namun, jika kita mau jujur, kita akan melihat bahwa hal itu tidak pernah diajarkan oleh Kitab Suci itu sendiri. Malah yang ada adalah sebaliknya, bahwa Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri (2Pet 1:20-21) sebab ada kemungkinan dapat diartikan keliru (2Pet 3:15-16). Gereja pada abad-abad awal juga tidak menerapkan teori ini. Teori ‘hanya Kitab Suci’ atau ‘Sola Scriptura’ ini adalah salah satu inti dari pengajaran pada zaman Reformasi pada tahun 1500-an, yang jika kita teliti, malah tidak berdasarkan Kitab Suci.

      Pada kenyataannya, Kitab Suci tidak dapat diinterpretasikan sendiri-sendiri, karena dapat menghasilkan pengertian yang berbeda-beda. Sejarah membuktikan hal ini, di mana dalam setiap tahun timbul berbagai gereja baru yang sama-sama mengklaim “Sola Scriptura” dan mendapat ilham dari Roh Kudus. Ini adalah suatu kenyataan yang memprihatinkan, karena menunjukkan bahwa pengertian mereka tentang Kitab suci berbeda-beda, satu dengan yang lainnya. Jika kita percaya bahwa Roh Kudus tidak mungkin menjadi penyebab perpecahan (lih. 1Kor14:33) dan Allah tidak mungkin menyebabkan pertentangan dalam hal iman, maka kesimpulan kita adalah: “Sola Scriptura” itu teori yang keliru.

      Magisterium (Wewenang mengajar) Gereja

      Dari uraian di atas, kita mengetahui pentingnya peran Magisterium yang “bertugas untuk menafsirkan secara otentik Sabda Allah yang tertulis atau diturunkan itu yang kewibawaannya dilaksanakan dalam nama Yesus Kristus.” Magisterium ini tidak berada di atas Sabda Allah, melainkan melayaninya, supaya dapat diturunkan sesuai dengan yang seharusnya. Dengan demikian, oleh kuasa Roh Kudus, Magisterium yang terdiri dari Bapa Paus dan para uskup pembantunya [yang dalam kesatuan dengan Bapa Paus]  menjaga dan melindungi Sabda Allah itu dari interpretasi yang salah.

      Kita perlu mengingat bahwa Gereja sudah ada terlebih dahulu sebelum keberadaan kitab-kitab Perjanjian Baru. Para pengarang/ penulis suci dari kitab-kitab tersebut adalah para anggota Gereja yang diilhami oleh Tuhan, sama seperti para penulis suci yang menuliskan kitab-kitab Perjanjian Lama. Magisterium dibimbing oleh Roh Kudus diberi kuasa untuk meng-interpretasikan kedua Kitab Perjanjian tersebut.

      Jelaslah bahwa Magisterium sangat diperlukan untuk memahami seluruh isi Kitab Suci. Karunia mengajar yang ‘infallible‘ (tidak mungkin sesat) itu diberikan kepada Magisterium pada saat mereka mengajarkan secara resmi doktrin-doktrin Gereja. Karunia ini adalah pemenuhan janji Kritus untuk mengirimkan Roh KudusNya untuk memimpin para rasul dan para penerus mereka kepada seluruh kebenaran (Yoh 16:12-13).

      Kami telah memberikan dasar-dasar di artikel di atas mengapa Gereja Katolik mengajarkan tentang dogma Maria diangkat ke Sorga. Kalau anda bertanya tunjukkan perkataan Maria diangkat ke Sorga secara persis di Alkitab, maka saya katakan tidak ada. Namun apakah dengan demikian dogma ini tidak benar? Tentu saja tidak, karena ada dasar Kitab Suci mengapa Gereja Katolik mengajarkan hal ini seperti yang diterangkan di atas. Kalau anda tidak bisa menerima hal ini, maka pertanyaan saya kepada anda: Silakan menunjukkan ayat di Kitab Suci yang mengatakan bahwa Kitab Sucilah yang menjadi satu-satunya pilar kebenaran. Apakah anda mempercayai Trinitas? Dapatkah anda menemukan kata Trinitas di Alkitab? Kalau tidak ada, mengapa anda tetap percaya akan Trinitas? Apakah anda percaya sola fide? Dapatkah anda menunjukkan ayat yang menyatakan bahwa “hanya” karena imanlah kita diselamatkan? Kalau anda ingin berdiskusi tentang Sola Scriptura, silakan membaca artikel ini – silakan klik dan bergabung dalam diskusi ini – silakan klik. Semoga hal ini dapat diterima.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  6. Budi Darmawan Kusumo on

    Syalom tim katolisitas,

    Ada teman saya yang menanyakan tentang Yeremia 7:16-20. Siapakah ratu surga ini sebenarnya ? karena menurut saya pasti bukan Bunda Maria. Mungkin tim katolisitas bisa bantu saya ?

    Terima kasih, Tuhan Yesus Memberkati & Bunda Maria menuntun anda pada putraNYA

    • Shalom Budi,

      Terima kasih atas pertanyaannya tentang ratu sorga pada Yer 7:18 yang menuliskan “Anak-anak memungut kayu bakar, bapa-bapa menyalakan api dan perempuan-perempuan meremas adonan untuk membuat penganan persembahan bagi ratu sorga, dan orang mempersembahkan korban curahan kepada allah lain dengan maksud menyakiti hati-Ku.” Persembahan kepada ratu sorga di sini merujuk pada persembahan kepada matahari, bulan dan bintang, yang sering dikatakan sebagai ratu sorga. Bandingkan dengan 2Raj 23:5 “Ia memberhentikan para imam dewa asing yang telah diangkat oleh raja-raja Yehuda untuk membakar korban di bukit pengorbanan di kota-kota Yehuda dan di sekitar Yerusalem, juga orang-orang yang membakar korban untuk Baal, untuk dewa matahari, untuk dewa bulan, untuk rasi-rasi bintang dan untuk segenap tentara langit.” Semoga dapat memperjelas.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  7. Utk Katolisitas

    “Mengapa Maria diangkat badan dan jiwanya setelah YESUS, namun terlebih dahulu dari semua manusia di dunia ini? Rasul Paulus mengatakan “Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: KRISTUS sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.” (1 Kor 15:23). Rasul Paulus menegaskan adanya satu urutan dalam kebangkitan badan. KRISTUS adalah yang sulung dari yang meninggal (lih. 1 Kor 15:20), karena KRISTUS adalah yang sulung, yaitu Adam yang baru (lih. 1 Kor 15:45). Dan kalau kita melihat bahwa Hawa turut bekerjasama dalam kejatuhan Adam, maka Bunda Maria juga turut bekerja sama dalam keselamatan manusia, yaitu dengan menjadi Bunda Allah. Oleh karena itu, banyak Bapa Gereja yang mengatakan bahwa KRISTUS adalah Adam yang baru, dan Maria adalah Hawa yang baru. Kalau YESUS adalah Adam yang baru, dan Maria adalah Hawa yang baru, maka dalam urutan, Hawa yang baru adalah setelah Adam yang baru, dan setelah itu baru umat Allah yang lain.”

    KOMENTAR

    • Saya percaya kepada ajaran gereja Katholik mula mula yang pusatnya berada di Yerusalem dan memegang teguh ajaran Alkitab dan para Rasul. Akan tetapi gereja Roma Katholik yang berpusat di Roma menurut saya sudah berbeda jauh ajarannya dari ajaran gereja Katholik Yerusalem sebelum pecah menjadi gereja Orthodox dan gereja Roma Katholik.

    • Mengatakan bahwa Maria ambil peranan didalam keselamatan manusia sama sekali tidak Alkitabiah . Ajaran gereja RK mengatakan Maria adalah co-redemptive dengan KRISTUS.Ini bukanlah hanya sekedar jasa melahirkan YESUS saja.

    • Peranan Hawa bekerjasama didalam kejatuhan menjadi sebab mengapa maria secara tubuh naik kesurga menurut teori urutan,merupakan penafsiran yang aneh,karena tidak didukung oleh ayat apapun didalam Alkitab.

    • YESUS dan Maria dipadankan dengan Adam dan Hawa ??? Ini kesalahan yang lebih besar lagi.

    • Tulisan diatas sama sekali tidak menjawab mengapa Maria dianggap tidak pernah berdosa ?

    [Dari Katolisitas: pesan berikut disatukan karena masih satu topik]

    BAHAYA INFALLIBILITY AJARAN GEREJA

    • Sifat keilahian Maria tidak mungkin berdasarkan penularan dari sifat keilahian Tuhan YESUS,karena Tuhan sendiri mengatakan bahwa Ia tidak akan pernah memberikan kemuliaannya dalam arti keilahian Nya kepada siapapun. Maria hanya ibu YESUS didalam kemanusian Nya bukan keilahian Nya.

    Yes. 42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.”

    • Tidak pernah kapanpun didalam sejarah Kristen maupun Alkitab yang mengajarkan bahwa manusia normal bisa memiliki predikat ilahi dan Ratu Surga paralel dengan YESUS sebagai Raja Surga,tidak berdosa paralel seperti YESUS yang tidak berdosa,naik kesurga beserta tubuh paralel seperti YESUS yang naik kesurga. Mengangkat Maria sebagai Co-mediatrix atau Co-redemptrix didalam keselamatan manusia sama artinya dengan menaikkan statusnya menjadi juruselamat dan penebus manusia.

    • Alkitab tidak sekalipun mencatat perlakuan YESUS kepada Maria sebagai seorang yang bersifat ilahi. Malah dua kali Tuhan YESUS menegurnya bila menyangkut misi keilahian Nya dibumi yaitu :

    1. Ketika YESUS ditegur Maria sewaktu hilang di Yerusalem
    2. Ketika Maria menyuruhnya membuat mujizat di jamuan perkawinan di Kana.Disini YESUS menunjukkan siapa sebenarnya Dia.

    • Bagaimana dengan banyaknya penampakan Maria diberbagai tempat didunia ini,dimana lalu didirikan tempat penyembahan disitu ?

    • Maria mengatakan bahwa Tuhan adalah juruselamatnya,berarti ia membutuhkan penebus karena ia juga orang yang berdosa.

    • Kalaupun ajaran Mariologi ini berdasarkan tradisi gereja mula mula,saya tidak pernah membaca mengenai doktrin ini sama sekali didalam sejarah gereja awal. Maaf kalau saya terpaksa mengatakan bahwa Maria didalam Alkitab sama sekali bukanlah Maria yang ada didalam ajaran gereja RK. Inilah bahayanya sejak Raja Konstantin bekas penyembah dewa dewa Romawi mengambil alih fungsi kepala Pemerintahan sekaligus kepala Gereja.

    Inilah argumentasi saya akan bahayanya kalau gereja mengklaim bahwa mereka tidak mungkin salah,sedangkan sifat dosa masih melekat didalam dirinya. Adam saja dalam keadaan sempurna tanpa pernah berdosa ternyata akhirnya jatuh juga,apalagi keturunannya yang dilahirkan sudah dalam status berdosa akibat dosa asal.

    EPILOG:

    Saya mengutip ajaran Agustinus yang juga Bapa gereja RK sbb :

    1. XLII.67 PENGANTARA PENGANTARA PALSU DARI PENGANUT NEO-PLATONISME.
    “….. Engkau baka dan tanpa dosa.Maka pengantara antara Allah dan manusia harus mempunyai sesuatu yang mirip dengan Allah,dan sesuatu yang mirip dengan manusia.”

    2. XLIII.68 PENGANTARA YANG SEJATI : YESUS KRISTUS
    “ Adapun pengantara yang sejati,yang dalam belas kasihan Mu yang tersembunyi telah Kau ungkapkan kepada manusia dan Kau utus supaya mereka belajar juga dari contoh Nya kerendahan hati yang sebenarnya,maksudnya Pengantara antara Allah dan manusia,yaitu manusia YESUS KRISTUS.”

    Shalom,
    Dave

    • Shalom Dave,

      Berikut ini adalah tanggapan saya atas komentar anda:

      Bagian 1:

      1. Anda percaya kepada ajaran Gereja Katolik yang mula- mula berpusat di Yerusalem tetapi tidak kepada ajaran Gereja Katolik Roma, karena menurut anda ajarannya sudah jauh berbeda.

      Tanggapan saya:
      Agaknya anda perlu menyebutkan apakah ajaran yang anda pandang sebagai "jauh berbeda". Sebab jika anda mempelajari tulisan para Bapa Gereja pada abad- abad awal yang sama- sama dipegang oleh baik Gereja Katolik maupun Orthodox, maka anda akan melihat cukup banyak persamaannya, terutama bahwa keduanya sama- sama menghargai liturgi, sakramen dan perayaan Ekaristi serta keduanya sama- sama menghormati Bunda Maria dan para orang kudus. Sejujurnya, secara umum alasan Gereja Orthodox memisahkan diri dari kesatuan dengan Gereja Katolik (pada abad ke- 9 dipelopori oleh Photius, dan kemudian oleh Cerularius abad ke- 11) lebih kepada alasan politik daripada alasan Teologis. Hal ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik, dan silakan klik.

      Menarik jika anda membaca pengalaman Cardinal Henry Newman, seorang imam Anglikan yang mempelajari tulisan dari para Bapa Gereja abad- abad awal, tadinya dengan maksud untuk membuktikan bahwa Gereja Katolik ‘menyimpang’. Namun sebaliknya, malah ia menemukan bahwa Gereja Katolik adalah Gereja sejati yang paling setia kepada pengajaran para rasul dan para Bapa Gereja (dari jemaat awal). Kenyataan ini akhirnya membawanya bergabung di dalam Gereja Katolik. Kutipan kalimatnya yang terkenal, "To be deep in history is to cease to be Protestant."

      2. Anda mengatakan, "Bahwa Maria ambil peranan didalam keselamatan manusia sama sekali tidak Alkitabiah. Ajaran gereja Katolik Roma mengatakan Maria adalah co-redemptive dengan KRISTUS. Ini bukanlah hanya sekedar jasa melahirkan YESUS saja."

      Kalau anda mengatakan bahwa Maria tidak mengambil peran di dalam keselamatan manusia, maka sesungguhnya anda yang tidak Alkitabiah. Sebab dari Alkitab kita mengetahui peran istimewa yang diambil oleh Bunda Maria sebagai seorang ibu yang melahirkan, membesarkan Yesus dan mendukung karya penyelamatanNya. Selanjutnya, kita juga mengetahui peran Maria ini dari tulisan para Bapa Gereja abad- abad awal, terutama St. Yustinus Martir (100), St. Irenaeus (180), St. Gregorius Naziansa (390), St. Ambrosius (397), St. Agustinus (419).

      Silakan anda membaca terlebih dahulu artikel Bunda Maria, co-Redemptrix, silakan klik, agar anda memahami arti istilah co- redemptrix/ co- redemptive, menurut ajaran Gereja Katolik. Peran Maria tidak pernah sama dengan peran Kristus, ia hanya ‘membantu’/ mendukung Kristus. Jangan lupa bahwa Rasul Paulus mengajarkan, "karena kami adalah kawan sekerja Allah…" (1 Kor 3:9). Nah, jika para rasul yang baru mengenal Kristus sejak Kristus mengajar pada usia 30 tahun saja dapat menjadi "kawan sekerja" Kristus, tentu Bunda Maria, yaitu ibu yang melahirkan Kristus, membesarkan dan menyertai-Nya sampai akhir hayat-Nya, juga adalah "kawan sekerja" Kristus, bahkan dengan cara yang lebih unik dan istimewa.

      3. Anda beranggapan: "Peranan Hawa bekerjasama didalam kejatuhan menjadi sebab mengapa Maria secara tubuh naik kesurga menurut teori urutan, merupakan penafsiran yang aneh, karena tidak didukung oleh ayat apapun didalam Alkitab."

      Terus terang saja, anda beranggapan demikian, karena anda tidak membaca dan mengartikan Kitab Suci sesuai dengan cara yang diajarkan oleh para Bapa Gereja pada abad- abad awal (yang sudah mengajar jemaat Gereja awal sebelum gereja Orthodox memisahkan diri dari kesatuan dengan Gereja Katolik).

      Para Bapa Gereja yang meneruskan ajaran para rasul, mengajarkan untuk melihat Perjanjian Lama (PL) sebagai tipologi dari Perjanjian Baru (PB), dan Perjanjian Baru sebagai penggenapan dari Perjanjian Lama. Dengan demikian, selalu ada kaitan antara PL dan PB. Cara mengartikan Kitab Suci seperti ini diajarkan sendiri oleh Yesus, seperti yang kita baca pada penampakan-Nya di jalan ke Emaus (lih. Luk 24:27).

      Maka disebutkannya Bunda Maria sebagai Hawa Baru, adalah interpretasi yang diajarkan pertama kali oleh para Bapa Gereja, seperti yang telah dibahas di sini, silakan klik.

      4. Anda berkata: "YESUS dan Maria dipadankan dengan Adam dan Hawa ??? Ini kesalahan yang lebih besar lagi."

      Yang disebut tipologi, itu tidak perlu harus sama persis pengertiannya, namun ada keserupaan prinsip/ tipe dalam maknanya. Maka dipadankannya Yesus dan Maria sebagai Adam dan Hawa yang baru, bukan artinya Yesus dan Maria adalah suami istri seperti Adam dan Hawa yang jatuh ke dalam dosa, namun sebaliknya, Yesus dan Bunda Maria keduanya erat bekerja sama mendatangkan keselamatan kepada umat manusia, [sebagai kebalikan dengan peran Adam dan Hawa yang pertama].

      Sesungguhnya perbandingan antara Adam dengan Kristus disebutkan dalam surat Rasul Paulus (lih. Rom 5: 12-21), terutama ayat 15-19. "Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus…. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar." Di sini jelas disebutkan perbandingan antara Adam sebagai "satu orang" yang olehnya semua orang berdosa, dengan Kristus sebagai "satu orang" yang lain, yang karenanya semua orang dapat dibenarkan.

      Selanjutnya, kita mengetahui bahwa manusia pertama (Adam) tidak sendirian dan kejatuhannya juga tidak terlepas dari peran Hawa, istrinya. Demikian juga kita melihat bahwa peran Kristus sebagai Adam yang baru, yang menyelamatkan dunia, juga tidak terlepas dari peran Bunda Maria yang melahirkan-Nya, membesarkan-Nya, dan menyertai-Nya sampai akhir.

      5. Anda berkesimpulan: "Tulisan diatas sama sekali tidak menjawab mengapa Maria dianggap tidak pernah berdosa "

      Artikel di atas memang bukan artikel yang khusus untuk menjelaskan tentang Bunda Maria yang tidak berdosa. Silakan membaca serial artikel berikut ini tentang topik ini, silakan klik:

      Maria Dikandung Tanpa Noda: Apa Maksudnya?
      Bunda Maria, tetap Perawan, mungkinkah?
      Maria, Bunda Allah

      Dialog dengan pembaca non- Katolik: Maria Ratu Sorga

      Bagian 2: tentang Infalibilitas ajaran Gereja

      1. Anda mengatakan, "Sifat keilahian Maria tidak mungkin berdasarkan penularan dari sifat keilahian Tuhan YESUS,karena Tuhan sendiri mengatakan bahwa Ia tidak akan pernah memberikan kemuliaannya dalam arti keilahian Nya kepada siapapun. Maria hanya ibu YESUS didalam kemanusian Nya bukan keilahian Nya."

      Ada kesalahpahaman di sini. Gereja Katolik tidak pernah mengajarkan bahwa Bunda Maria itu mempunyai sifat ilahi. Ia adalah manusia biasa, namun sangat istimewa karena dipilih oleh Allah Bapa untuk mengandung dan melahirkan Putera-Nya. Dan karena Yesus yang dilahirkannya ke dunia adalah sungguh Allah, maka ibu yang melahirkan-Nya, disebut Bunda Allah. Ini disebutkan secara eksplisit dalam Luk 1: 35 dan 43. Kitab Suci mengajarkan bahwa Kristus yang lahir ke dunia adalah sungguh Allah dan sungguh manusia; dan karena kedua kodrat Yesus ini tidak dapat dipisahkan, maka kita tidak dapat mengatakan bahwa Maria adalah ibu di dalam kemanusiaan Yesus saja. Ajaran yang menolak keutuhan Pribadi Yesus (memisahkan kodrat manusia dan ilahi-Nya) adalah ajaran sesat yang diajarkan oleh Nestorius di abad 4-5.

      Menanggapi ajaran sesat ini, St. Cyril dari Alexandria (380-344) mengatakan:

      "Maria adalah Bunda Allah sebab Kristus adalah Allah: “Saya heran akan pertanyaan yang menanyakan apakah Perawan Suci harus disebut sebagai Bunda Allah, sebab itu hampir sama dengan menanyakan apakah Puteranya Putera Allah atau bukan?”[10]. Ia mengambil baginya kodrat kemanusiaan secara penuh dari Bunda Maria supaya Ia dapat menderita dalam kemanusiaan-Nya bagi kita. “Ia memberikan tubuh-Nya untuk mati [bagi kita], meskipun secara kodrat-Nya [sebagai Allah] Ia adalah hidup dan kebangkitan.”[11]
      …… “Maka para Bapa Gereja tidak segan-segan mengatakan bahwa Perawan Suci (Maria) adalah Bunda Allah.”[12]

      Untuk selanjutnya tentang topik ini, anda dapat membaca artikel ini, silakan klik

      Selanjutnya, anda mengambil Yes 42:8 "Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung” untuk mendukung argumen anda di atas.

      Gereja Katolik juga mengamini ayat ini, sebab kami tidak pernah menyembah patung. Selanjutnya tentang hal ini silakan membaca artikel- artikel ini, silakan klik:

      Orang Katolik tidak menyembah patung
      Apakah berhala itu?

      Dialog dengan pembaca non- Katolik: Apakah Gereja Katolik menyembah patung?

      2. Anda mengatakan, "Mengangkat Maria sebagai Co-mediatrix atau Co-redemptrix didalam keselamatan manusia sama artinya dengan menaikkan statusnya menjadi juruselamat dan penebus manusia."

      Pernyataan ini tidak benar. Silakan membaca kembali apa yang dimaksud dengan Maria sebagai co- mediatrix atau co- redemptrix menut Gereja Katolik di artikel ini, silakan klik

      3. Anda mengatakan, "Alkitab tidak sekalipun mencatat perlakuan YESUS kepada Maria sebagai seorang yang bersifat ilahi. Malah dua kali Tuhan YESUS menegurnya bila menyangkut misi keilahian Nya di bumi yaitu pada waktu Yesus diketemukan di Bait Allah dan pada mukjizat di Kana."

      Ada pernyataan yang keliru di sini. Semasa hidupnya di dunia, Bunda Maria adalah manusia biasa dan bukan seorang yang bersifat ilahi. Bahwa setelah ia diangkat ke surga oleh Tuhan Yesus, ia mengambil bagian dalam kehidupan ilahi Putera-Nya; itu adalah penggenapan janji Tuhan yang diberikan kepadanya, sebagaimana yang dijanjikan kepada semua orang yang percaya kepada-Nya dalam Yoh 3:16; Rom 8:11.

      Sedangkan anggapan anda bahwa seolah Yesus menegur Maria di dalam kedua kesempatan di atas, juga sebenarnya keliru. Bahwa ada makna mendalam dari perkataan Tuhan Yesus dalam kesempatan itu, itu benar, dan oleh kerena itulah Maria menyimpan semua perkataan Yesus di dalam hatinya (Luk 2:51). Namun tidak benar jika Tuhan Yesus menegur ibu-Nya sendiri apalagi sampai bersikap tidak menghormatinya. Tuhan Yesus yang mengajarkan kita untuk menghormati orang tua kita (lih. Luk 18:20), tidak mungkin melanggar perintahNya sendiri.

      Tentang topik peran Maria dalam mukjizat di Kana, sudah pernah dibahas di sini, silakan klik.

      4. Anda mengatakan, "Bagaimana dengan banyaknya penampakan Maria diberbagai tempat didunia ini, dimana lalu didirikan tempat penyembahan disitu?"

      Anda keliru, jika anda pikir pada tempat penampakan Bunda Maria diadakan tempat penyembahan Maria. Pada tempat- tempat penampakan yang sudah disetujui oleh Gereja Katolik, yang dibangun adalah gedung gereja. Gedung gereja merupakan tempat ibadah utama pada tempat- tempat ziarah tersebut. Pada gereja- gereja itu, umat Katolik melaksanakan ibadah yang tertinggi yaitu perayaan Ekaristi. Pada perayaan Ekaristi/ Misa Kudus, yang menjadi fokus adalah Kristus dan bukan Bunda Maria. Di sinilah umat datang kepada Kristus, untuk bersyukur atas rahmat, berkat dan segala mukjizat yang mereka terima dari Tuhan Yesus, melalui dukungan doa dari Bunda Maria.

      5. Anda mengatakan, "Maria mengatakan bahwa Tuhan adalah juruselamatnya, berarti ia membutuhkan penebus karena ia juga orang yang berdosa."

      Pernyataan ini keliru. Yang benar adalah, "Maria mengatakan bahwa Tuhan adalah Juruselamatnya, berarti ia membutuhkan Kristus untuk menjadikannya tidak berdosa." Silakan membaca terlebih dahulu di link- link artikel Maria di atas.

      6. Anda mengatakan, "Kalaupun ajaran Mariologi ini berdasarkan tradisi gereja mula mula,saya tidak pernah membaca mengenai doktrin ini sama sekali didalam sejarah gereja awal. Maaf kalau saya terpaksa mengatakan bahwa Maria didalam Alkitab sama sekali bukanlah Maria yang ada didalam ajaran gereja RK. Inilah bahayanya sejak Raja Konstantin bekas penyembah dewa dewa Romawi mengambil alih fungsi kepala Pemerintahan sekaligus kepala Gereja."

      Jika anda mengatakan bahwa anda tidak menemukan pengajaran tentang Bunda Maria dalam sejarah Gereja awal, artinya anda kurang teliti membacanya, atau mungkin, anda tidak membaca di sumber yang lengkap.

      Gereja Katolik mengutip ajaran tentang Bunda Maria dari tulisan para Bapa Gereja sejak dari abad ke- 2 sampai 4, yaitu melalui tulisan St. Ignatius dari Antiokhia (th 100an, dalam Letter to Trallians, 9,1), St. Yustinus Martir (th 150-an, dalam Dialogue with Trypho 42, 66-68, 77, 100, St. Irenaeus (th 200-an, Adversus Haeresy III 21-22 ), Origen (185-254- in Luc. hom.,7) dan Tertullian (th. 160- an dalam de carne Christi, 17), St. Ephrem (th 350-an dalam Carm. Nisib., 27).

      Maka anda sendiri dapat melihat bahwa ajaran tentang Bunda Maria sudah ada sebelum Raja Konstantin naik tahta pada awal abad ke-4 (272-337). Memang, setelah pertobatannya menjadi pengikut Kristus, ia berjasa dalam meluaskan ajaran Kristus dengan menjadikan agama Kristen sebagai agama negara. Namun demikian, dia tidak pernah menjadi kepala Gereja. Gereja Katolik pada masa itu tetap dipimpin oleh Bapa Paus, demikian urutannya: Paus Felix I (269-274), Eutychian (275-283), Gaius (283-296), Marcellinus ( 296-304), Marcellus I (308-309), Eusebius (309-310), Miltiades (311-314), Sylvester I (314-335), Marcus (336), Julius I (337-352).

      7. Anda mengatakan, "Inilah argumentasi saya akan bahayanya kalau gereja mengklaim bahwa mereka tidak mungkin salah,sedangkan sifat dosa masih melekat didalam dirinya. Adam saja dalam keadaan sempurna tanpa pernah berdosa ternyata akhirnya jatuh juga, apalagi keturunannya yang dilahirkan sudah dalam status berdosa akibat dosa asal."

      Dasar argumentasi anda adalah pengertian yang keliru, sebab anda mengacaukan antara pribadi Paus dan ajarannya [dalam hal iman dan moral]. Sebab infalibilitas yang dimaksud di sini sesungguhnya tidak berkaitan dengan Paus sebagai pribadi, karena memang ia manusia biasa yang berdosa. Demikian pula infalibilitas ini tidak mengacu kepada para uskup sebagai pribadi, ataupun kepada umat Katolik sebagai pribadi. Namun infalibilitas ini bersangkutan dengan wewenang Paus sebagai pemimpin tertinggi Gereja di dunia, sebagai penerus Rasul Petrus, pada saat ia menyatakan ajaran tentang iman dan moral secara definitif. Kuasa mengajar yang tidak mungkin salah ini yang diberikan kepada Bapa Paus [dan para uskup dalam persekutuan dengannya], sehubungan dengan janji Kristus sendiri untuk melindungi Gereja- Nya sampai akhir jaman (lih. Mat 16:18; 28:19-20).

      Silakan, jika anda tertarik, untuk membaca beberapa artikel tentang topik Paus dan infalibilitas ini, silakan klik:

      Tentang infalibilitas dan Paus
      Keutamaan Petrus (1): Menurut Kitab Suci
      Keutamaan Petrus (2): Bukti sejarah tentang keberadaan Rasul Petrus di Roma
      Keutamaan Petrus (3): Tanggapan terhadap mereka yang menentang keberadaan Petrus di Roma
      Keutamaan Petrus (4): Menurut Dokumen paling awal Gereja
      Tentang ‘Petros’ dan ‘Petra’

      8. Epilogue anda: anda mengutip tulisan St. Agustinus:

      1. XLII.67 PENGANTARA PENGANTARA PALSU DARI PENGANUT NEO-PLATONISME.
      “….. Engkau baka dan tanpa dosa. Maka pengantara antara Allah dan manusia harus mempunyai sesuatu yang mirip dengan Allah,dan sesuatu yang mirip dengan manusia.”

      2. XLIII.68 PENGANTARA YANG SEJATI : YESUS KRISTUS
      “ Adapun pengantara yang sejati,yang dalam belas kasihan Mu yang tersembunyi telah Kau ungkapkan kepada manusia dan Kau utus supaya mereka belajar juga dari contoh Nya kerendahan hati yang sebenarnya,maksudnya Pengantara antara Allah dan manusia,yaitu manusia YESUS KRIST
      US.

      Silakan anda sertakan kutipan ini dengan lebih jelas, sumbernya dari tulisan yang judulnya apa, dan sertakan kutipan yang lebih lengkap, sehingga maksudnya jelas.

      Sebab setahu saya, ajaran Neoplatonism itu adalah ajaran yang mengajarkan tentang pre- existing soul/ pre- extentianism (jiwa- jiwa manusia itu sudah ada sebelumnya) sebelum dilahirkan di bumi. Sistem ajaran ini memisahkan adanya dunia yang kelihatan dan tak kelihatan. Dan setiap jiwa- jiwa yang lahir di dunia berasal dari percikan partikel ilahi dari Sang Transenden yang ada di dunia yang tak kelihatan itu. Gereja Katolik menolak ajaran pre-extentianism ini, melalui Sinode Konstantinopel (543) dan Braga (561).

      Jadi keliru, jika anda menghubungkan ajaran Neoplatonism dengan ajaran Gereja Katolik. Paham Neoplatonisme yang kini hidup kembali dalam ajaran NAM (New Age Movement) juga dikecam oleh Gereja Katolik, dan ini sudah dibahas di sini, silakan klik.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  8. agustinus endro on

    bu inggrid, dan pak tev: saya sering ditanya mengenai doktrin maria diangkat kesurga..

    dari mana dasarnya doktrin tersebut?
    dari magisterium, tradisi suci,? ataukah doktrin tersebut punya dasar yang alkitabiyah? karena yang menanya saya adalah seorang protestan..

    trimaksih atas perhatiannya pak,bu..

    salam ^_^

    • Shalom Agustinus Endro,
      Terima kasih atas pertanyaannya. Silakann membaca jawaban di atas – silakan klik. Kalau setelah mambaca masih ada pertanyaan, silakan untuk menyampaikannya kembali. Semoga dapat membantu.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  9. Cahyaningtyas on

    salam damai Kristus Pak Stef,
    Saya ingin bertanya :
    1. tentang berdoa kepada Bunda maria atau novena kepada Bunda Maria. Saya pernah mendengar dari pastor bahwa saat kita doa novena kepada Bunda Maria, sebenarnya kita memohon kepada Tuhan Yesus namun bersama2 dengan Bunda Maria, dalam artian Bunda Maria sebagai perantara.
    Sebenarnya saya masih bingung, klu kita berdoa novena lalu siapa yang kita sebutkan, sebagai contoh misalnya kita berdoa Bapa Kami, yang kita sebutkan dalam doa pastinya adalah Bapa, lalu kalau doa Novena kita memohon kepada siapa, Bunda Maria, Tuhan Yesus atau Bapa. Maaf, mungkin bapak menganggap pertanyaan saya konyol, tapi hal seperti itu sering membuat saya bimbang.
    2. Setelah doa Novena biasanya ada acara pembakaran kertas yang isinya doa, apakah ada ajaran Kristus yang mendasari pembakaran kertas doa tersebut.
    Terimakasih Pak Stef atas jawabannya. Semoga semakin banyak umat Katolik yang membaca situs Bapak sehingga semakin diperkuat iman Katoliknya. Amin.

    • Shalom Cahyaningtyas,

      Terima kasih atas pertanyaannya tentang Novena. Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan:

      1) Memang pada waktu kita berdoa bersama dengan Bunda Maria, maka kita tahu bahwa Yesuslah yang mengabulkan doa kita, kalau itu dipandang baik oleh Tuhan. Namun, karena kita meminta Bunda Maria turut mendoakan kita, maka Bunda Maria dapat menjadi perantara yang hebat bagi kita, karena kita tahu bahwa doa orang benar adalah besar kuasanya (lih. Jam 5:16), dan tentu saja Bunda Maria adalah orang yang benar, yang melebihi seluruh manusia di dunia ini.

      Kita tidak perlu bingung kalau kita berdoa Novena. Sebagai contoh, Novena Tiga Salam Maria, mempunyai susunan sebagai berikut: 1) Doa Pembukaan, 2) Penelitian Batin – Doa “Saya Mengaku”, 3) Bacaan Injil: Lukas 1: 26-38, 4) Renungan Pribadi (berdasar pada bacaan Kitab Suci yang baru saja dibaca), 5) Novena “Tiga Salam Maria”, 6) Doa Penutup. Maka, yang terpenting adalah kita mendasaraskan doa tersebut dengan iman, pengharapan dan kasih. Kita resapkan doa yang kita panjatkan. Dan pada kita meminta pertolongan Bunda Maria (step ke-5), sama seperti layaknya orang bercakap-cakap, maka kita sedang bercakap-cakap dengan Bunda Maria, memohon bantuannya agar Bunda Maria dapat menjadi perantara kita. Secara singkat, kata-kata dari Novena tersebut sebenarnya sudah cukup jelas, karena kata-kata adalah ekpresi dari sesuatu yang ingin dicapai.

      2) Tentang pembakaran kertas setelah Novena. Hal ini mungkin dilakukan kalau Novena bersama-sama. Sebenarnya pembakaran kertas ini adalah hanya sebagai tanda saja, bahwa kita berharap doa-doa kita naik ke Sorga dan didengar oleh Allah. Tanpa pembakaran kertas juga tidak apa-apa, seperti doa Novena yang dilakukan secara pribadi. Manusia sering memerlukan tanda-tanda, sesuatu yang terlihat, tercium, teraba, dll. Oleh karena itu, membakar kertas tidak berpengaruh terhadap terkabulnya suatu doa. Namun, mungkin dengan tanda-tanda tersebut, maka disposisi hati kita dapat lebih baik. Satu hal yang harus kita ingat adalah “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.” (Maz 51:17).

      Semoga keterangan di atas dapat menjawab pertanyaan Cahyaningtyas. Mohon doanya juga untuk apostolate website katolisitas ini.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – http://www.katolisitas.org

  10. Michael Angello on

    Syalom Pak Stev,

    Berikut Pak Stev menulis:
    Untuk menangkap konsep tentang Ratu Sorga, kita harus melihat pararel antara Yesus dan Maria dengan raja Salomo dan ratu Batsyeba. Dalam konsep kerajaan pada waktu itu, yang menjadi ratu bukanlah istri dari seorang raja, namun istri dari ayah raja tersebut atau ibu dari raja tersebut. Dan ini pararel dengan Yesus dan Maria, karena Yesus menjadi Raja Sorgawi, maka Maria sebagai Bunda Yesus, menjadi Ratu Sorga.

    Pertanyaan:
    – Apa tujuan Gereja Katolik menyebut Maria sebagai Ratu surga kepada Maria?
    – Apakah ada relevansinya terhadap pertumbuhan iman dan keselamatan?

    • Shalom Michael,

      Terima kasih atas pertanyaannya tentang Maria sebagai ratu sorga. Gelar ratu sorga ini mempunyai hubungan yang erat dengan Maria sebagai ibu dari Yesus, yang telah diberikan kepada umat Allah. Kalau Kol 1:18 dan Ef 4:15 mengatakan bahwa Yesus adalah kepala dari Tubuh, dan Gereja adalah Tubuh Kristus. Karena Maria melahirkan Sang Kepala dari Gereja, maka Maria juga menjadi ibu dari seluruh umat beriman. Martin Luther juga meyakini hal ini, sehingga dia mengatakan “Adalah sebuah penghiburan dan kebaikan Allah yang sangat berlimpah, bahwa manusia dapat bersuka ria dalam hal kekayaan [rohani] ini. Maria adalah ibunya, Kristus adalah Saudaranya, dan Tuhan adalah Bapanya. (Sermon, Natal, 1522) Maria adalah Bunda Kristus, dan Bunda semua dari kita, meskipun hanya Kristus sendiri yang beristirahat di lututnya…. Jika Ia [Kristus] adalah milik kita, maka kita harus berada di dalam keadaan-Nya’; di manapun Ia berada kitapun berada, dan semua yang menjadi milik-Nya adalah milik kita juga, dan ibu-Nya juga menjadi ibu kita.“(Sermon, Natal, 1529).

      Bahwa Maria menjadi ibu kita adalah karena perintah dari Kristus sendiri yang mengatakan “26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” 27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” (Yoh 19:26-27). Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, bahwa Maria adalah ibunya. Oleh karena itu, mengikuti apa yang dikatakan oleh Yesus, kita harus menerima Maria sebagai ibu spiritual kita.

      Dan kalau Maria sebagai ibu dari Yesus yang menjadi raja di dalam Kerajaan Sorga, maka secara otomatis Maria menjadi ratu Sorga, karena dalam konteks kerajaan pada waktu itu, seorang ratu adalah ibu dari raja. Hal ini sama seperti kalau Yesus menjadi kepada dari Gereja, maka Maria menjadi ibu Gereja.

      Dengan menerima Maria sebagai ratu sorga, maka kita harus juga menerima Maria sebagai ibu spiritual umat beriman. Dengan menerima Maria sebagai ibu, maka kita dapat dengan kepercayaan meminta doa-doa dari ibu kita, yang pasti mengasihi anak-anak-nya. Dan hal ini dapat berpengaruh kepada keselamatan kita, karena doa orang yang benar adalah besar kuasanya (Yak 5:16).

      Semoga jawaban singkat ini dapat membantu.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – http://www.katolisitas.org

  11. wah…. luar biasa ya magisterium gereja Katolik menerjemahkan setiap sudut Alkitab…..benar2 konsisten dan tidak ada bagian yang saling dipertentangkan di dalamnya. (Sangat beda ya dengan gereja Protestan yang melahirkan 38.000 denominasi dengan mengatakan interpretasi alkitabnya lah masing masing yang paling benar….Paling benar kog semuanya mengklaim dirinya yang paling alkitabiah? (aneh dan membingungkan)) Interpretasi alkitab magisterium gereja Katolik bukan dari pendapat pribadi per pribadi , tapi diterima olah gereja universal dengan bimbingan Roh Kudus….

    saya sangat yakin inilah gereja yang didirikan Kristus diatas Petrus si batu karang itu….
    Yohanes10;9 ” Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput”

    Pintu memiliki kunci dan kuncinya adalah Kristus sendiri…Yesaya 22:22″Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya:apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup;apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka” or Wahyu3:7

    Namun Kristus pun memberikan kunciNya kepada Petrus: Matius 16:19 “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga”

    Jadi untuk membuka PINTUNYA, carilah Petrus dan pengganti2nya……

  12. Wah senang sekali bisa menemukan situs ini, bagaimana penolakan kebenaran, mana ada penipu mau ngaku menipu, begini aga deh
    Ada ngak dari petingggi2 gereja khatolik atao pastor yg mau bilang bahwa maria terangkat kesorga???? Sy mau bilang tidak ada
    Why? Sy cek sendiri di alkitab, kata pastor [dari katolisitas: saya hapus nama pastor dan paroki, karena tidak relevan dalam diskusi ini] bahwa ketika Yesus naik kesurga membawa maria naik kesorga juga utk di jadikan
    Ratu sorga atau mother of heaven wah sy baca di kisah para rasul 1:12-14 maria masih bersama2 anak2nya maria dan
    Para rasul lagi bertekun sehati berdoa menunggu Roh Kudus, ayooo mana yg berbohong Firman Tuhan atau pastornya?
    Satu lagi di wahyu 12:1-6 GK menegaskan bahwa wanita yg disebut di wayu adalah maria
    Yg menjadi pertanyaan di ayat 6 kok maria lari ke padang gurun ya? Katanya ratu sorga???
    Sy beritahukan ya perempuan yg di maksud itu adalah gereja yg melahirkan jemaat2
    Yg melawan si iblis di gereja salib suci dalm renungan sabda suci nya mengatakan benar bahwa perempuan yg
    Dimaksud adalah gereja tp ada jg yg mempercayai bahwa itu adalah maria,
    Ayo baca alkitabnya sungguh2 bukan hanya jadi pendengar ya.
    Satu lagi yg penting neh Tentang ratu sorga adalah dari jaman babylon yg sekarang di pakai
    GK bahwa maria adalah ratu sorga, coba liat di yeremia 7:16-20 tentang melawan penyembahan
    Ratu sorga, jelas di jaman yeremia di pembuangan di babylon dan bangsa israel sudah
    Terpengaruh dgn dgn budaya babylon artinya ratu sorga di pakai bangsa babylon
    Yg dipakai oleh GK utk menghormati maria. Klo ada yg tidak setuju dgn ayat yg saya tulis
    Dan ada yg bisa menjelaskan ketidak benaran ayat2 yg Saya kasih, sy akn mencoretnya
    Dari alkitab saya.
    Minta Tuhan utk membukakan pintu rohani kita semua, kemulian hanya bagi
    Tuhan Yesus.
    [dari katolisitas: silakan melihat jawaban di atas – silakan klik]

    • Salam damai sejahtera

      Dear Adri

      Pernyataan Adri untuk situs ini, sungguh sangat meng-gebu2 di dalam menyatakan pendapat anda ; sehingga banyak kalimat yang tidak berhubungan satu sama lain seperti contoh berikut ini :

      Ratu sorga atau mother of heaven wah sy baca di kisah para rasul 1:12-14 maria masih bersama2 anak2nya maria dan
      Para rasul lagi bertekun sehati berdoa menunggu Roh Kudus, ayooo mana yg berbohong Firman Tuhan atau pastornya?

      Mungkin se-baiknya jika Adri masih minat untuk memberikan tanggapan atas jawaban yang sudah diberikan oleh Stef , barangkali lebih baik jika Adri menyusunnya secara runtut.
      Dengan demikian Stef bisa membalas pertanyaan anda dengan lebih detail,jika Adri merasa jawabannya tidak cukup.

      Katolik dan non katolik itu saudara seiman , kalau bisa diumpamakan sebagai sepasang rel kereta, walaupun keduanya tidak mungkin bisa bertemu , tetapi rel (iman percaya) kita sama akan membawa kita kepada perhentian atau setasiun yang sama yaitu kerajaan Sorga.
      Jadi kalau ada perbedaan mengapa kita tidak bisa saling menghormati satu sama lain.

      Ajakan Adri untuk lebih mendalami Alkitab itu sungguh sangat baik, dengan demikian kita bisa lebih mengetahui apa maksud dan rencana Allah bagi kehidupan kita.

      Memang kadang2 situs ini juga menganggap pendapat semua orang kristen itu sama, contohnya seperti yang tertulis berikut ini :

      Orang-orang Kristen setuju bahwa anak dari perempuan ini adalah Kristus, maka ibu dari anak ini adalah Bunda Maria. Memang secara simbolis, dapat saja diartikan bahwa perempuan ini adalah Gereja ataupun bangsa Israel. Namun secara literal, perempuan ini adalah Bunda Maria.

      Tidak semua orang kristen berpendapat seperti apa yang tersebut diatas.
      Kalau barangkali Stef menulis orang-orang katolik setuju bahwa …………………………………………dst, itu masih mungkin, tapi yang pasti tidak semua orang kristen setuju dengan pendapat tsb diatas.
      Apalagi kalau ditulis : perempuan ini adalah bunda Maria.

      Seperti yang Adri anjurkan untuk menyelidiki Alkitab, bahwa memang perempuan itu bukan bunda Maria.
      Anak yang baru dilahirkan tsb langsung ke tachta Allah (anak ini juga bukan Kristus)sedangkan perempuan yang melahirkan lari ke padang gurun. Saya sudah diskusi dengan Ingrid dalam hal ini.

      Tentang Maria diangkat ke sorga , saya juga setuju, sebab kitapun umat tebusanNya juga akan diangkat ke sorga setelah kita meninggal, atau kita akan terangkat hidup2 pada waktu kedatanganNya yang ke dua tahap pertama (jika kita tetap hidup benar dihadapanNya). Kalau kita tidak diangkat ke sorga berarti kita akan menjadi penghuni Neraka.

      Jawaban Stef :
      Dan ini pararel dengan Yesus dan Maria, karena Yesus menjadi Raja Sorgawi, maka Maria sebagai Bunda Yesus, menjadi Ratu Sorga. Dan secara tepat digambarkan oleh rasul Yohanes di dalam Wahyu 12, dimana dituliskan “Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya” (Why 12;1).

      Saya tidak sependapat dengan Stef, sebab di sorga tidak ada ratu, yang ada hanya raja.
      Sedangkan perempuan yang dimaksud adalah gereja atau orang2 yang sempurna yang akan muncul di akhir zaman, yang akan menjadi mempelai Anak Domba.

      Saya harap Adri tidak mencoret ayat2 yang ada di dalam Alkitab anda, sebab jika itu yang anda lakukan sama saja dengan mencoret nama anda di buku kehidupan, renungkanlah.

      Salam
      mac

      • Shalom Machmud,

        Terima kasih atas tanggapannya. Memang ada banyak yang menyatukan gereja Protestan dan Gereja Katolik. Namun, kita memang harus menerima, bahwa memang ada perbedaan-perbedaan antara keduanya. Gereja Katolik percaya bahwa kepenuhan kebenaran ada di Gereja Katolik, karena Yesus sendiri yang mendirikan Gereja-Nya (lih. Mt 16:16-19) dan lihat artikel "Mengapa kita memilih Gereja Katolik" (silakan klik). Oleh karena itu, saya tidak sependapat dengan perumpamaan rel kereta api. Beberapa klarifikasi terhadap tanggapan Machmud:

        1) Gereja Katolik tidak satu pendapat dengan Machmud tentang pengangkatan. Hal ini telah didiskusikan begitu panjang lebar sebelumnya. Silakan melihat artikel tentang akhir jaman menurut pengertian Gereja Katolik di sini (bagian 1, bagian 2, rapture).

        2) Katolisitas.org tidak menganggap bahwa semua pendapat orang Kristen sama. Dari pernyataan di atas, maka terlihat adanya perbedaan, walaupun ada persamaan. Ketika saya mengatakan "Orang-orang Kristen setuju bahwa anak dari perempuan ini adalah Kristus, maka ibu dari anak ini adalah Bunda Maria. Memang secara simbolis, dapat saja diartikan bahwa perempuan ini adalah Gereja ataupun bangsa Israel. Namun secara literal, perempuan ini adalah Bunda Maria.", saya ingin menekankan jemaat Kristen perdana, yang diwakili oleh para Bapa Gereja. Saya tidak mengatakan semua orang Kristen percaya. Tentu saja saya tahu bahwa gereja Kristen – Non Katolik senantiasa berpendapat bahwa wanita yang dimaksud di sini adalah Gereja atau Israel. Seperti yang telah dijelaskan di atas, Gereja Katolik menginterpretasikan wanita ini sebagai Gereja dan juga Bunda Maria. Namun, kalau kita melihat interpretasi literal, kita mengartikan bahwa anak dari wanita tersebut adalah Kristus. Kalau kita mau konsisten dengan interpretasi literal ini, maka wanita ini juga adalah Bunda dari Kristus, yaitu Maria.

        3) Machmud berpendapat bahwa anak yang baru dilahirkan bukan Kristus. Interpretasi ini bertentangan dengan Gereja Katolik. Silakan melihat jawaban tentang hal ini di sini (silakan klik). Untuk mengartikan bahwa anak tersebut bukanlah Mesias tapi anak-anak menjadi tidak konsisten, karena dikatakan bahwa "Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi" (Why 12:5). Kalau Machmud tetap berpendapat bahwa seorang Anak laki-laki adalah orang-orang sempurna, maka sebenarnya interpretasi ini juga bertentangan dengan banyak interpretasi – termasuk interpretasi dari orang-orang Kristen yang non-katolik (lihat interpretasi: Guzik commentary, International Bible School, Dennis Daugaard, Jamieson Fausset and Brown commentary). Tentu saja ada yang menginterpretasikan seperti Machmud, bahwa seorang anak laki-laki melambangkan orang-orang pilihan. Namun, hampir semua interpretasi dari Kristen non-Katolik setuju bahwa mereka tidak menutup mata bahwa seorang anak laki-laki di sini adalah Kristus yang memerintah dengan gada besi, sebagai pemenuhan dan pararel dengan Dan 7:13-14; 1 Kor 15:24-28; Mt 25:31-46, Maz 2, Why 19:1. Pertanyaannya, bagaimana Machmud bisa begitu yakin bahwa seorang anak laki-laki yang dilahirkan oleh seorang perempuan adalah melambangkan anak-anak sempurna akhir jaman? Apakah interpretasi dari orang-orang Kristen, non-Katolik yang lain adalah salah? Kalau begitu, apa yang menjadi pegangan bagi umat Kristen non-Katolik yang lain? Apakah mereka dapat menginterpretasikan ayat ini secara individual?

        4) Tentang adanya ratu di Sorga. Kalau Machmud mengatakan bahwa di Sorga tidak ada ratu namun raja, maka sebenarnya ini juga tidak tepat. Hal ini sama saja dengan Yesus mengatakan kepada Maria "Ibu, saya memang dilahirkan oleh engkau di dunia. Namun setelah saya menjadi Raja di Kerajaan Sorga, maka engkau tidak boleh menjadi ibu-Ku." Yang menjadi ratu, seperti yang saya coba jelaskan di atas dalam konteks kerajaan adalah ibu dari sang raja. Inilah sebabnya, menjadi sangat logis kalau Yesus tetap mengakui Maria sebagai ibunya di Sorga. Dan karena Yesus menjadi raja, maka Maria – sebagai ibu raja – menjadi ratu. Maria punya peran khusus dalam keselamatan manusia, jauh melebihi seluruh manusia di dunia ini. Semua memang mempunyai bagian dalam karya keselamatan Allah, namun hanya satu orang saja yang memang dipilih oleh Allah menjadi Bunda Allah, Bunda Maria.

        Semoga keterangan di atas dapat membantu.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        stef – http://www.katolisitas.org

    • BUDI YOGA PRAMONO on

      Ikut Tuhan Yesus jangan ruwet…saya dulu juga begitu sampai saya baca bahwa di Israel ada kuburan maria berarti maria itu meninggal bukan diangkat seperti henokh atau elia. Istri saya percaya maria tidak wafat tapi diangkat sampai jadi berantem…wah kacau deh ikut Yesus malah jadi bertengkar.
      Saya juga baca artikel [alm] Pastor…… dari jakarta bahwa devosi kepada maria adalah tambahan bukan terutama, yang terutama adalah Kristus. jadi devosi kepada maria boleh dilakukan boleh tidak tapi lebih baik bila dilakukan asal tidak mengurangi penyembahan kita kepada Kristus. Sejak itu saya tidak bingung lagi karena yang terpenting itulah yang prioritas . jadi kupilih Kristus bukan yang lain.
      Hiduplah perpengalaman dengan Kristus hari demi hari maka kita akan merasakan kasihnya Kasih Sorgawi yang lembut, yang menuntun hidup kita ke padang rumput yang hijau..

      • Shalom Budi,
        Jika kita mengikuti Tuhan Yesus, maka tidak akan ruwet. Penghormatan umat Katolik kepada Bunda Maria memang tidak dimaksudkan untuk menjadikan ‘ruwet’, sebab peran Bunda Maria hanya mengarahkan umat beriman kepada Yesus. Dan sebenarnya ini juga yang dilakukan oleh para kudus lainnya. Dan karena pusatnya tetap Yesus, maka tidak ada yang ‘ruwet’.
        Di Holy Land memang terdapat tempat yang dipercayai sebagai tempat Maria meninggal dunia. Memang menurut Tradisi Katolik, Bunda Maria meninggal dunia, [seperti Yesus Kristus juga meninggal dunia], namun setelah ia wafat, tubuh dan jiwanya diangkat ke surga, oleh kuasa Tuhan Yesus. Mungkin jemaat Kristen non-Katolik tidak mengimani hal ini, namun tradisi ini sudah ada sejak jemaat awal dan tertulis juga dalam pengajaran Bapa Gereja, dan inilah yang kemudian diperjelas dalam Dogma Bunda Maria diangkat ke surga (Munificentissimus Deus, Paus Pius XII, 1 November 1950).
        Memang tidak ada keharusan bagi seorang umat Katolik untuk ber-devosi kepada Bunda, namun demikian, pihak Magisterium Gereja Katolik sangat menganjurkannya kepada umat Katolik, karena umat dapat banyak belajar dari teladan Bunda Maria untuk bertumbuh dalam iman kepada Tuhan Yesus, melalui devosi kepada Bunda Maria. Jika anda tidak mempunyai devosi kepada Bunda Maria, tidak apa-apa. Namun saya rasa, akan sangat bijaksana, jika anda menghormati mereka yang melakukan devosi kepada Bunda Maria, sebab inti dari devosi itu (dan segala devosi yang lainnya), tetap saja Kristus, sebab semua devosi itu menghantar umat kepada-Nya.
        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

    • Adri, jangan menafsirkan Alkitab hanya dengan pemahamanmu saja karena kamu dan aku sama, hanya manusia biasa..dan jangan menghakimi orang2 lain baik seagama atau agama lain manapun hanya berdasarkan penglihatanmu dan sebatas pengetahuanmu saja.
      Banyak orang2 jaman sekarang mengaku kudus,suci, dia yakin masuk surga, orang2 agama lain masuk neraka. Tuhan Yesus bilang begini ” Bukan yang meneriakan nama Tuhan2 yang akan masuk kerajaanKu, tapi dia yang melakukan kehendakku”
      Banyak juga orang yang mendadak jadi “hakim gereja”, menuduh : lagu ini sesat, sedikit2 sesat, budaya teapai dibilang sesat, main boneka sesat, bagai orang2 dijaman perjanjian lama saja. Bukankah tidak ada seorang pun yang bisa melaksanakan sepuluh perintah Allah dengan sempurna? kalau begitu semua orang ga bisa masuk surga dong, maka kedatangan Yesus adalah untuk menggenapi hukum taurat, “Kasihilah Tuhan Allahmu…dan kasihilah sesamamu seperti diri sendiri” itulah hukum yang terutama. Jangan menghakimi orang lain sebelum bercermin pada dirimu sendiri.. Sudahkah kau melayani sesamamu ? membacakan orang buta? membantu PR orang panti asuhan? menghibur oma2 dipanti jompo ? merawat orang sakit? Atau mampukah kau melewati satu hari saja tanpa berbohong? Maukah kau mendonorkan ginjalmu pada orang tak dikenal?
      Santa Teresa aja sang perawat sakit kusta rasanya tidak pernah menghakimi manusia lain deh…
      Sehubungan dengan Maria, ibarat Yesus itu air suci, kita semua minum air tersebut dari gelasnya, lalu ada yang menggeletakan gelasnya begitu saja, ada yang mencucinya sampai bersih dan mengelapnya. Nah kalo ibu ibu katolik pada umumnya mau menggelap dan merawat gelasnya, boleh2 saja dong, maksudnya dengan doa rosario n memuji Maria “sang gelas”, kalau kamu sudah minum, lalu menggeletakkan gelasnya begitu saja juga boleh kok, gada yang ngelarang, dan gada yang berdosa menurutku sih.
      Semoga pendapat saya bisa menjadi bahan pertimbangan buat kamu.