Akhir Jaman menurut Ajaran Gereja Katolik (bagian ke-2)

74

Apakah tanda-tanda akhir jaman?

Injil Matius (terutama Mat 24) dan juga kitab Wahyu menuliskan tentang akhir jaman. Kita perlu membaca ayat-ayat tersebut dengan cermat, sebab sebagian dari ayat-ayat Mat 24 telah terjadi sebelum kehancuran Bait Allah di Yerusalem pada tahun 70 AD, dan sebagian lagi dari ayat-ayat itu mengacu pada akhir jaman. Dan ada juga tanda-tanda yang mengacu pada keduanya. Mari kita melihat satu-persatu.[1]:

1. Kerajaan seribu tahun/ Milennium (berdasarkan Why 20).

“[Seorang malaikat] menangkap naga, si ular itu, yaitu Iblis dan Setan, dan mengikatnya seribu tahun lamanya….. Aku juga melihat [jiwa-jiwa yang dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus] hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun…. Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa…” (Why 20:1-8)

Gereja Katolik tidak secara khusus mendefinisikan Millennium ini, namun mengambil patokan dari pengajaran St. Agustinus, yang menginterpretasikan secara allegoris, yaitu mengartikan 1000 tahun ini sebagai simbol, sebagai ‘jangka waktu yang cukup lama’, sebagaimana teks angka ’1000′ yang lain dalam Alkitab merupakan simbol dari jumlah yang banyak/ ribuan.[2] Seribu tahun kejayaan ini dimana Iblis diikat dan para kudus memimpin bersama Kristus ini sebagai Gereja Katolik yang masuk ke dalam sejarah manusia untuk menebarkan nilai-nilai Injil. Jadi keseribu tahun kejayaan ini mengacu pada era Christendom. Pengikatan Iblis selama 1000 tahun ini dikaitkan dengan perumpamaan yang diajarkan oleh Kristus tentang orang kaya yang diikat: …Bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang yang kuat itu? Sesudah diikatnya, barulah dapat ia merampok rumah itu.”[3] Kristus telah mengikat Iblis dengan korban sengsara dan salib-Nya. Namun demikian, Iblis terus berusaha mempengaruhi banyak bangsa, walaupun akhirnya mereka berangsur ‘tunduk’ dengan menerima nilai-nilai Injil dan pertobatan.

Maka, ke 1000 tahun tersebut adalah untuk diartikan sebagai simbol, yang mengacu pada arti jangka waktu yang lama antara kedatangan Kristus yang pertama dan kedatangan Kristus yang kedua. Namun menjelang akhir jaman, terjadi pelepasan ikatan Iblis, yang dihubungkan dengan kejayaan singkat suatu kesesatan/apostasy yang besar yang memuncak pada kejayaan Anti-Kristus. Pada saat inilah Gereja akan mengalami pencobaan yang hebat (lihat Why 20:7-9, KGK 675).

Gereja Katolik menolak untuk mengajarkan pandangan mengartikan 1000 tahun itu sebagai sesuatu masa yang literal. Hal ini dinyatakan secara tegas pada pernyataan Congregation for the Doctrine of the Faith di Roma pada tahun 1944, bunyinya sebagai berikut:

In recent times, on several occasions this Supreme Sacred Congregation of the Holy Office has been asked what must be thought of the system of mitigated Millenarianism, which teaches for example, that Christ the Lord before the final judgment, whether or not preceded by the resurrection of the many just, will come visibly to rule over this world. The answer is: The system of mitigated Millenarianism cannot be taught safely.”[4]

Kelihatannya pernyataan ini sulit, tetapi maksudnya sebenarnya sederhana: sebagai orang Katolik, kita menolak doktrin yang mengajarkan bahwa sebelum kedatangan Kristus yang kedua, maka Kristus akan datang lagi sebagai manusia dalam sejarah manusia, untuk memimpin kerajaan-Nya di dunia.

2. Kebangkitan Antikristus (1 Yoh 2:18-23, 2 Tes 2:3-4, Why 13, KGK 675-676)

“Seperti yang telah kamu dengar, seorang Antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus…” (1 Yoh 2:18)

“Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan berbagai cara…Sebab sebelum Hari itu, haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa…. Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai dengan rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mukjizat-mikjizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat…” (2 Tes 2:3-10)

Antikris adalah seseorang yang menyebut dirinya sendiri sebagai Kristus, dan dengan bantuan Iblis akan melakukan banyak mukjizat untuk menarik banyak orang (lih. 2Tes 2:9-10) dan ia akan menganiaya Gereja (lih. KGK 675). Antikristus ini juga disebut oleh Rasul Paulus sebagai “manusia durhaka” atau yang disebut dalam kitab Wahyu sebagai “binatang yang keluar dari dalam laut” yang disembah sebagai nabi palsu.

3. Penyesatan secara besar-besaran (2 Tes 2-3, Why 13:3, Mat 24:11-12 dan Luk 18:8).

“Akan tetapi jika Anak Manusia datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk 18:8)

Alkitab mengajarkan bahwa sebelum kedatangan Kristus yang kedua akan terjadi banyak orang meninggalkan iman Kristiani. Banyak orang akan tertipu oleh nabi-nabi palsu, terutama nabi palsu yang terakhir, yaitu, Antikristus.

4. Pertobatan bangsa Yahudi (Rom 11)

“Aku mau kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. Dengan jalan demikian, seluruh Israel akan diselamatkan…” (Rom 11:25-26)

Dengan demikian, kita dapat berharap bahwa bangsa Israel akan akhirnya menerima Yesus sebagai Sang Mesias.

4. Pemberitaan Injil sampai ke ujung dunia (Mat 24:14)

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Mat 24:14)

Maksudnya, ini bukan hanya penyiaran Injil melalui mass-media dan internet, namun merupakan penanaman nilai-nilai Injil di setiap bangsa.

5. Tampaknya tanda Kristus [dimengerti sebagai tanda salib]di langit (Mat 24:30)

“Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit…” (Mat 24:30)

6. Tanda-tanda yang menakutkan di langit, bencana alam yang dashyat dan kerusakan hebat yang disebabkan oleh manusia (Mat 24: Luk 21:25-26).

“Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.” (Mat 24: 29)

“Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang. Dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelombang laut…” (Luk 21:25)

7. Kemenangan Kristus di dunia tidak terjadi oleh karena kemajuan yang terus menerus oleh kemenangan historis Gereja (lih. Why 3:18), tetapi oleh kemenangan Allah dalam perjuangan akhir melawan Si jahat (lih. Why 20:7-10).

Dapatkah kita mengetahui waktu kedatangan Yesus yang kedua kali?

Yesus mengatakan bahwa kita tidak dapat mengetahui waktu kedatangan-Nya yang kedua (Mat 24:42). Alkitab berkali-kali menyatakan bahwa kedatangan Yesus yang kedua ini sifatnya seperti pencuri, dan tak pernah dapat diketahui (lih. Mat 25: 13. Luk 17:22-35, 1 Tes 5:2 dan 2 Pet 3:10). Hal ini juga dinyatakan dengan jelas dalam KGK 673 dan KGK 1040), bahwa hanya Tuhan saja yang mengetahui kapan saatnya kedatangan Yesus yang kedua tersebut.

Jika kita teliti tanda-tanda yang diberikan itu tidak dengan jelas menunjukkan urutan-urutannya, juga periode/ interval yang ada tidak jelas disebutkan jangka waktunya, dan banyak dari tanda itu mempunyai banyak arti dan telah terpenuhi, dan kita tidak tahu persis apakah hal yang lebih besar akan terjadi sebagai pemenuhan tanda-tanda tersebut. Sejarah telah membuktikan bahwa banyak orang telah berusaha mengartikan tanda-tanda, menghitung tahun-tahun untuk meramalkan akhir jaman, namun hanya berakhir dengan sejumlah teori yang tidak menjadi kenyataan.

Jadi, apa gunanya diberitahukan tanda-tanda/ angka-angka tersebut?

  1. Jawabannya adalah sederhana: tidak banyak. St. Agustinus mengajarkan bahwa tanda, angka, simbol yang kurang jelas tersebut dimaksudkan untuk mengajar pada kita kerendahan hati, untuk tidak berkutat meneliti yang melebihi kemampuan kita. Bahwa, kita tidak dapat mengerti semuanya detail Alkitab, dan karenanya kita dibawa untuk menerima apa yang diajarkan oleh Magisterium Gereja. Sejarah telah membuktikan bahwa orang-orang yang mengiterpretasikan sendiri tentang akhir jaman ini, tidak ada yang berhasil.
  2. Tanda-tanda tersebut juga untuk mengajarkan pada kita bahwa hidup kita sangat rentan terhadap serangan kejahatan. Kita diingatkan akan bahaya ‘kesesatan’ yang mungkin akan kita hadapi, yang disebabkan oleh pengajaran nabi-nabi palsu.
  3. Untuk mengingatkan kita bahwa kita harus selalu berjaga-jaga, bijaksana menilai tanda-tanda itu dan waspada, sebab walaupun kita tidak mengalami akhir jaman sewaktu kita masih hidup, kita akan tetap mengalami ‘akhir dari jaman kita’ pada waktu kita meninggal dunia.
  4. Untuk mengingatkan kita bahwa pada akhirnya, meskipun Iblis kelihatan sangat hebat, namun kuasa Allah tetap lebih besar dan akan mengalahkan Iblis.

Apa yang terjadi pada Kedatangan Yesus yang kedua tersebut?

  1. Akhir dunia.
  2. Akhir dari waktu, sebab sesudah itu hanya ada keabadian.
  3. Akhir dari kematian, sebab semua yang masih hidup pada saat Yesus datang yang kedua ini tidak mengalami kematian, tetapi ‘diubah’ (lih 1Kor 15:51; 1Tes 14:17)
  4. Akhir dari Api Penyucian. Setelah kedatangan Yesus ini maka semua orang yang ada dalam Api Penyucian akan memasuki surga.
  5. Kebangkitan orang mati. Orang-orang mati akan dibangkitkan (Yoh 5:27-29; 11:23-24). Tubuh orang-orang yang jahat akan bersatu dengan jiwanya dan masuk dalam siksa abadi di neraka, sedangkan tubuh orang-orang benar akan bersatu dengan jiwanya dan akan memasuki kebahagiaan kekal di surga. Tubuh orang-orang benar akan bersinar seperti matahari (Mat 13:43) dan tak bisa lagi mengalami penderitaan, penyakit dan kematian (1 Kor 15:42).
  6. Penghakiman terakhir (Mat 25:31-46; Why 20:1-15). Seluruh umat manusia akan dikumpulkan di hadapan tribunal yang akan menyatakan keseluruhan sejarah manusia. Segala sesuatu yang diperbuat seseorang akan dinyatakan di hadapan segala mahluk, tak ada yang tersembunyi. Tuhan akan mengumumkan penghakiman/ hukuman final, atau penghargaan final yang melibatkan tubuh dan jiwa setiap manusia: ke neraka atau ke surga. Mereka yang wafat sebelum kedatangan Yesus yang kedua telah mengetahui tujuan akhir mereka pada saat penghakiman khusus, dan hal ini tidak berubah. Hanya pada Pengadilan Akhir, pengadilan mereka dinyatakan kembali dan diumumkan hasilnya pada segenap mahluk, dan jiwa mereka bersatu dengan tubuh mereka menuju ke tempat tujuan akhir: surga atau neraka sesuai dengan hasil Penghakiman tersebut. Lebih lanjut mengenai hal ini silakan klik tanya jawab ini.
    Katekismus Gereja Katolik mengajarkan demikian tentang Penghakiman Terakhir:
    KGK 1038 Sesudah kebangkitan semua orang mati “baik orang yang benar maupun yang tidak benar” (Kis 24:15), menyusullah pengadilan terakhir. Itulah saatnya, di mana “semua orang yang di dalam kubur akan mendengar suara-Nya. Dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum” (Yoh 5:28-29). Lalu, “Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia. … Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. … Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup kekal” (Mat 25:31.32-33.46).
    KGK 1039 Di depan Kristus, yang adalah kebenaran, akan nyata secara definitif hubungan setiap manusia dengan Allah yang sebenarnya (Bdk. Yoh 12:49). Pengadilan terakhir akan membuka sampai ke akibat-akibat yang paling jauh, kebaikan apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh setiap orang selama hidupnya di dunia ini….
    KGK 1040 Pengadilan terakhir akan berlangsung pada kedatangan kembali Kristus yang mulia. Hanya Bapa yang mengetahui hari dan jam, Ia sendiri menentukan, kapan itu akan terjadi. Lalu, melalui Putera-Nya Yesus Kristus Ia akan menilai secara definitif seluruh sejarah. Kita akan memahami arti yang terdalam dari seluruh karya ciptaan dan seluruh tata keselamatan dan akan mengerti jalan-jalan-Nya yang mengagumkan, yang di atasnya penyelenggaraan ilahi telah membawa segala sesuatu menuju tujuannya yang terakhir. Pengadilan terakhir akan membuktikan bahwa keadilan Allah akan menang atas segala ketidak-adilan yang dilakukan oleh makhluk ciptaan-Nya, dan bahwa cinta-Nya lebih besar dari kematian (Bdk. Kid 8:6).
    KGK 1041 Kabar mengenai pengadilan terakhir mengajak manusia supaya bertobat, selama Allah masih memberi kepada mereka “waktu rahmat”, satu “hari penyelamatan” (2 Kor 6:2). Kabar itu membangkitkan ketakutan suci akan Allah dan mewajibkan orang melakukan keadilan Kerajaan Allah. Ia mengumumkan “pengharapan yang penuh bahagia” (Tit 2:13) akan parusia (?) Tuhan yang akan datang, “untuk dimuliakan di antara orang kudus-Nya, dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya” (2 Tes 1:10).
  7. Restorasi universal (Kis 3:21, 1 Kor 15:28, KGK 671, 769). Setelah Penghakiman Terakhir, maka Gereja akan disempurnakan dalam kemuliaannya, sebagai Yerusalem yang baru (Why 21). Gereja hanya akan terdiri dari orang-orang kudus, yaitu semua orang benar sejak Adam, dari Abel sampai ke orang pilihan terakhir (KGK 769). Para orang kudus akan berjaya bersama Kristus, dalam tubuh dan jiwa yang mulia, dan akan melihat Allah dengan pandangan yang membahagiakan, dimana Allah akan membuka Diri kepada orang-orang pilihan-Nya secara tidak terbatas dan akan menjadi sumber kebahagiaan, perdamaian dan persekutuan sempurna, tanpa akhir (lih. KGK 1044-1045). Unsur-unsur dunia akan hancur karena nyala api ilahi, dan Tuhan akan menciptakan langit dan bumi yang baru (2 Pet 3:12-13), kuasa jahat dikalahkan, dan segala sesuatu akan ditaklukkan di bawah-Nya, dan Allah menjadi semua di dalam semua (1 Kor 15:28).

Untuk akhir yang mulia inilah maka, kita tidak perlu gelisah dan takut menghadapi akhir jaman. Sebab jika kita setia beriman kepada Tuhan dan hidup sesuai dengan perintah-perintah-Nya, maka malah selayaknya bersuka-cita akan adanya akhir jaman ini, di mana Kristus akan kembali lagi sebagai Raja semesta alam.

Kesimpulan

Jadi apa yang harus kita lakukan jika akhir dunia itu datang esok hari? Mungkin ada baiknya kita mengingat kisah kuno yang sering dikaitkan dengan St. Fransiskus Assisi, walaupun mungkin ini hanya sekedar legenda. Ada orang yang bertanya kepadanya demikian, “Apa yang akan kamu lakukan kalau besok kiamat?” Pada waktu ia sedang mencabut alang-alang di kebunnya. Lalu ia menjawab dengan cepat, “Aku akan menyelesaikan mencabut alang-alang ini dari kebunku.” Ini adalah jawaban seseorang yang yakin bahwa ia telah berusaha melayani Tuhan, sehingga tidak takut menghadapi akhir dunia. Jika Tuhan Yesus datang kembali, ia hanya berharap akan mendengar Yesus berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia.” (Mat 25:21). Tentu, karena hidup St. Fransiskus yang selalu melaksanakan perbuatan yang ditugaskan kepadanya dengan setia, dengan mata hati terarah kepada Tuhan.

Sekarang memang masalahnya adalah, apakah kita dapat mengatakan demikian, jika pertanyaan itu ditujukan pada kita. Apakah kita sudah melakukan pekerjaan kita dengan setia sesuai dengan panggilan hidup kita? Apakah kita sudah berusaha melakukan kehendak Tuhan? Maka, belajar dari St. Fransiskus, maka mari kita melakukan hal yang serupa, yaitu mencabut alang-alang dalam kebun hati kita, yaitu mencabut ajaran-ajaran yang keliru tentang akhir jaman, dan mengisinya dengan biji kebajikan, iman, pengharapan dan kasih. Semoga dengan demikian, kita dapat melihat akhir jaman dalam perspektif iman, sebab kita percaya, bahwa akhir jaman akan membawa kita, orang-orang yang percaya, kepada kepenuhan janji Kristus, yaitu keselamatan kekal dan persatuan dengan Allah yang tak terbatas. Maranatha, datanglah, ya Tuhan Yesus!


CATATAN KAKI:
  1. Sumber: Spirago- Clark, The Catechism Explained, A Practical Manual, (Rockford, Illinois: Tan Books and Publishers, Inc, 1899, 1921, 1993) p. 273-274; Father Frank Chacon, Jim Burnham, Beginning Apologetics: The End of Time, (Farmington, NM: San Juan Catholic Seminars), p. 3-5. []
  2. Lihat Mzm 50:10 dan Dan 7:10: seribu dan beribu-ribu di sini maksudnya adalah banyak sekali []
  3. Mat 12:29, lihat St. Augustine, City of God, book XX, chap. 8. []
  4. Congregation for the Doctrine of the Faith, Decree of 19 July 1944, DS, 3839. []
Share.

About Author

Ingrid Listiati telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

74 Comments

  1. Budi Nurgraha on

    payah. Apa anda mengerti Doa Bapa Kami. “Terjadilah Kerajaan – Mu diatas Bumi seperti di dalam Surga” ?

    [Dari Katolisitas: Pembahasan tentang makna doa Bapa Kami, ada di artikel ini, silakan klik. Untuk lain kali silakan Anda menggunakan tutur kata/ tulisan yang santun, yang lebih mencerminkan bahwa Anda adalah seorang yang beriman.]

  2. Yosep Yendra Afriza on

    Shalom.

    Saya telah membaca suatu artikel di situs link to senjatarohani.wordpress.com. Di sana dikutip ayat-ayat Alkitab yang dibuat seolah-olah sebenarnya Gereja Katolik adalah Kota Babel masa kini. Saya mohon penjelasan tentang masalah tersebut dari pihak Katolisitas.

    Terima Kasih.

    [Dari Katolisitas:

    Sejujurnya komentar senada dengan pandangan Anda sudah pernah dibahas dengan panjang lebar di situs ini.  Silakan membaca artikel-artikel berikut ini, jika Anda tertarik dengan topik ini:

    Apakah Gereja Katolik adalah the Whore of Babylon (Pelacur besar)?
    Apakah Paus = Vicarius Filii Dei?
    Satanisme di Gereja Katolik?
    Tanggapan terhadap nubuat St. Malachy dan World's Last Chance

    .
    Silakan untuk membaca terlebih dahulu di sana sebelum melanjutkan dengan pertanyaan Anda]

  3. Shalom tim Katolisitas,

    Saya ingin bertanya mengenai ayat 2Tes 2:6-8
    2:6 Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya.
    2:7 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
    2:8 pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

    Apakah yg menahan dia (Anti-Kristus)? Sepertinya rasul Paulus telah memberi-tahukan apa yg menahan Anti-Kristus tsb kepada jemaat di Tesalonika, tetapi tidak tertulis di dalam Bible. Jika demikian apakah pengetahuan tsb termasuk di dalam Tradisi Suci? Apakah ada tulisan Bapa Gereja mengenai hal ini atau apakah pengetahuan ini telah hilang?

    Terima kasih sebelumnya.

    • Shalom Tony,

      Berikut ini adalah keterangan yang saya sarikan dari The Navarre Bible, tentang ayat 2Tes 2:6-8:

      Terdapat beberapa interpretasi tentang ayat-ayat ini, mengingat bahwa memang ayat-ayat ini tidak secara jelad menggambarkan maksud Rasul Paulus. Beberapa komentator Kitab Suci berpandangan bahwa rahasia kedurhakaan adalah perbuatan yang dilakukan oleh manusia durhaka (lih. ay.2), yang ditahan oleh hukum Romawi yang kaku. Ada para komentator yang berpandangan bahwa St. Mikael-lah yang menahan manusia durhaka itu, atas dasar ayat-ayat Kitab Suci (lih. Dan 12:1; Why 12:7-9; 20:1-3, 7) yang memperlihatkan ia memerangi setan, dan menahan dia ataupun melepaskan dia seturut kehendak Tuhan. Sejumlah komentator lainnya berpandangan bahwa yang menahan adalah umat Kristen di dunia, yang melalui Sabda Tuhan dan teladan mereka, membawa ajaran Kristus dan rahmat-Nya kepada banyak orang. Menurut interpretasi ini, jika umat Kristen membiarkan semangat mereka kendur, maka apa yang menahan kejahatan akan rubuh, sehingga pemberontakan/ kedurhakaan ini akan terjadi. Interpretasi lainnya adalah bahwa rahasia kedurhakaan ini adalah sesuatu yang masih akan dinyatakan, yang akan terjadi sebelum kedatangan Kristus yang kedua (Parousia). Parousia belum terjadi karena pemberontakan ini belum secara menyeluruh terjadi, dan sang manusia durhaka belum muncul.

      Apapun interpretasinya, Rasul Paulus saat itu bermaksud mengatakan bahwa Parousia tidak segera akan terjadi, sebab beberapa kejadian tertentu yang signifikan harus terjadi terlebih dahulu, sebelum Kristus datang yang kedua kalinya di akhir zaman.

      Meskipun dikatakan bahwa manusia durhaka sepertinya akan berkuasa, namun sesungguhnya tidak demikian, ketika Kristus menyatakan diri-Nya dalam kemuliaan-Nya dan Kristus akan mengalahkan si pendurhaka tersebut.

      Silakan membaca beberapa tanda-tanda akhir zaman, di artikel di atas, silakan klik.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  4. yusup sumarno on

    Dear katolisitas,

    Katolisitas menulis bahwa:
    Katekismus Gereja Katolik mengajarkan demikian tentang Penghakiman Terakhir:
    KGK 1038 Sesudah kebangkitan semua orang mati “baik orang yang benar maupun yang tidak benar” (Kis 24:15), menyusullah pengadilan terakhir. Itulah saatnya, di mana “semua orang yang di dalam kubur akan mendengar suara-Nya. Dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum” (Yoh 5:28-29). Lalu, “Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia. …

    kebingungan saya adalah:
    1. jika saat ini semua orang baik yang baik maupun yang jahat belum diadili (karena masih menunggu pengadilan terakhir), berarti saat ini belum ada penghuni neraka dan penghuni surga dong> mohon penjelasan.

    2. jika pernyataan saya no 1 di atas salah (artinya sudah ada penghuni surga dan neraka), lalu: a)apa gunanya pengadilan terakhir? b). berarti orang yang sudah ada ni neraka atau di surga tidak perlu diadili lagi dong.

    3. jika yang sudah di neraka atau di surga tidak perlu diadili lagi, lalu frase “semua orang akan diadili” menjadi tidak berlaku lagi dong. jika demikian maka rumusan KGK 1038 perlu ada revisi.

    mohon tanggapan karena ini masalah yang sangat serius alias mana yang benar. dan sebagai orang katolik saya ingin mendapatkan jawaban yang memuaskan agar saya tidak mengalami kebingungan. terima kasih. salam

    [dari katolisitas: Kuncinya adalah pengadilan umum dan pengadilan khusus - silakan klik]

    • yusup sumarno on

      Dear katolisitas,

      banyak terima kasih. saya sangat memahami sekarang. Dan sungguh ADIL Allah itu.

      pertanyaan lanjutan adalah: apakah kebangkitan badan (semua orang yang telah meninggal, dan menjadi tanah, bahkan ada yang tidak jelas lagi di mana keberadaan abu atau tanahnya karena tercerai berai di lautan luas) itu dalam arti sesungguhnya (menjadi manusia yang berdaging dan berroh lagi) atau makna kiasan?mohon penjelasan. salam

      [dari katolisitas: Pada saatnya, badan kita akan diubah dan menjadi tubuh yang dimuliakan. Tidak menjadi masalah walaupun tubuh telah terurai, karena Tuhan akan menjadikan tubuh yang baru, yaitu tubuh yang telah dimuliakan. Lihat diskusi ini - silakan klik, bagian kebangkitan badan.]

      • yusup sumarno on

        Dear Katolisitas,

        banyak terima kasih.
        Lalu bagaimana dapat dijelaskan kalimat dalam doa Aku Percaya, yaitu: ” dari situ Ia akan datang mengadili orang HIDUP dan mati”. Apa maksudnya mengadili orang hidup? apakah yang dimaksud di situ adalah pengadilan khusus, bagi orang yang baru saja mati dari kehidupan?

        Jika benar itu maksudnya, maka benarkah maksud dari megadili orang mati adalah pengadilan umum (mengadili semua orang yang sudah mati dan dibangktkan lagi?.

        Jika benar demikian maka berarti pengadilan khusus dan pengadilan umum itu sudah diakui dalam doa Aku Percaya. Dan itu sungguh indah dan hebat.

        mohon penjelasan
        salam

        • Shalom Yusuf,

          Dalam doa Aku Percaya, “Ia akan datang mengadili orang hidup dan mati” adalah mengacu kepada akhir zaman. Pada waktu itu, Kristus akan datang yang ke-dua kali dan pengadilan umum akan terjadi. Siapa yang “hidup” dan siapa yang “mati”? Kita dapat melihatnya dalam dua pengertian: (1) Yang mati adalah yang telah mati sebelum akhir zaman dan yang hidup adalah orang-orang yang masih hidup ketika akhir zaman terjadi; (2) Yang mati adalah orang-orang yang hidup dalam dosa dan masuk ke neraka, sedangkan yang hidup adalah orang-orang yang dibenarkan Allah dan mendapatkan kehidupan abadi di Sorga. Namun, keduanya mengacu bahwa Kristus sendiri yang akan mengadili seluruh umat manusia.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

          • yusup sumarno on

            Pak Stef,
            banyak terima kasih atas penjelasan yang singkat padat dan jelas ini.
            Saya percaya penuh pada penjelasan itu. Tanpa bermaksud meragukan, dari manakah sumber jawaban ini? apakah ada dalam Magisterium (KGK)?
            GBU

            • Shalom Yusuf Sumarno,

              Berikut ini adalah beberapa sumber yang saya dapat berikan:

              KGK 678.    Seperti para nabi (Bdk. Ul 7:10. Yl 3-4; Mal 3:19. dan Yohanes Pembaptis Bdk. Mat 3:7-12.), Yesus pun mengumumkan pengadilan pada hari terakhir dalam khotbah-Nya. Di sana akan disingkapkan tingkah laku (Bdk. Mrk 12:38-40.) dan isi hati yang paling rahasia dari setiap orang (Bdk. Luk 12:1-3; Yoh 3:20-21; Rm 2:16; 1Kor 4:5.). Lalu ketidak-percayaan orang berdosa, yang telah menolak rahmat yang ditawarkan Allah, akan diadili (Bdk. Mat 11:20-24; 12:41-42.). Sikap terhadap sesama akan menunjukkan, apakah orang menerima atau menolak rahmat dan cinta Allah (Bdk. Mat 5:22; 7:1-5.). Yesus akan mengatakan: “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat 25:40).

              KGK 679.    Kristus adalah Tuhan kehidupan abadi. Sebagai Penebus dunia, Kristus mempunyai hak penuh untuk mengadili pekerjaan dan hati manusia secara definitif. Ia telah “mendapatkan” hak ini oleh kematian-Nya di salib. Karena itu, Bapa “menyerahkan seluruh pengadilan kepada putera-Nya” (Yoh 5:22) (Bdk. Yoh 5:27; Mat 25:31; Kis 10:41; 17:31; 2 Tim 4:1.). Akan tetapi, Putera tidak datang untuk mengadili, tetapi untuk menyelamatkan (Bdk. Yoh 3:17.) dan untuk memberikan kehidupan yang ada pada-Nya (Bdk. Yoh 5:26.). Barang siapa menolak rahmat dalam kehidupan ini, telah mengadili dirinya sendiri (Bdk. Yoh 3:18; 12:48.): Setiap orang menerima ganjaran atau menderita kerugian sesuai dengan pekerjaannya (Bdk. 1 Kor 3:12-15.); ia malahan dapat mengadili dirinya sendiri untuk keabadian, kalau ia tidak mau tahu (Bdk. Mat 12:32; Ibr 6:4-6; 10:26-31.) tentang cinta.

              Baltimore Catechism 4:
              “The living and the dead.” We may take this in a double sense. As the general judgment will come suddenly and when not expected, all will be going on in the world as usual–some attending to business, others taking their ease as they do now, or as they were doing when the deluge came upon them. Just when the judgment is about to take place, God will destroy the earth; and then all those living in the world will perish with its destruction and then be judged. The “dead” means, therefore, all those who died before the destruction of the world, and the “living” all those who were on earth when the time of its destruction came. Or the “living” may mean also those in a state of grace, and the “dead” those in mortal sin; for God will judge both classes.
              (Kinkead, Thomas L. (2009-10-04). Baltimore Catechism No. 4 (of 4) An Explanation Of The Baltimore Catechism of Christian Doctrine (p. 22). Public Domain Books. Kindle Edition.)

              Semoga sumber-sumber tersebut dapat membantu.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – katolisitas.org

              • yusup sumarno on

                Pak Stef,

                banyak terima kasih. sungguh luar biasa Gereja kita yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik. ini semakin meneguhkan bahwa 3 pilar Gereja itu sungguh saling melengkapi/melayani. Tuhan memberkati pak Stef dan keluarga.

                salam
                yusup

Add Comment Register



Leave A Reply