Katolik mengubah hari Sabat ke hari Minggu?
Pertanyaan:
Termasuk perintah menyucikan hari Sabat/Sabtu.(Kesalahan yang sudah diakui Vatican)yang telah diubah ke hari Minggu, dalam masa Konstantine dulu.
Salam – Anna
Jawaban:
Shalom Anna,
Ini adalah jawaban untuk point E, tentang apa alasannya kenapa umat Kristen pada umumnya dan umat Katolik beribadah pada hari Minggu.
I. Tuhan memerintahkan hari Sabbat sebagai hari Tuhan.
- Sabat (Ibrani: shabbath) adalah dimulai dari hari Jum’at sore (matahari terbenam) sampai sabtu sore (matahari terbenam). Dan secara prinsip, Allah menginginkan manusia untuk menyembah-Nya secara khusus, karena Allah adalah pencipta dan pemelihara kehidupan.
- Sabat, hari ke tujuh dalam penciptaan, adalah hari khusus yang diberkati dan dikuduskan oleh Allah, karena Allah berhenti dari segala pekerjaan ciptaan yang telah dibuat-Nya (lih. Kej 2:2-3; Kel 20:11).
- Tuhan melarang umat-Nya untuk bekerja pada hari Sabat, karena hari itu adalah yang dikuduskan oleh Allah (Kel 20:9-11).
- Allah memerintahkan untuk memelihara hari Sabat (Im 19:3, Im 19:30).
- Sabat merupakan tanda peringatan antara manusia dengan Allah dan menjadikannya perjanjian kekal (lih. Kel 31:13; Kel 31:16; Kel 31:17).
- Yang melanggar hari Sabat dihukum mati (lih. Kel 31:14; Kel 31:15; Bil 15:32-36).
- Dari ayat-ayat tersebut di atas, dan masih banyak ayat-ayat yang lain, hari Sabat memang ditentukan oleh Tuhan sendiri yang harus dijalankan oleh umat-Nya secara turun-temurun.
II. Perjanjian Baru menggenapi dan menyempurnakan Perjanjian Lama.
- Kita masih mengingat bahwa Yesus sendiri beberapa kali berdebat dengan kaum farisi yang memberikan beban yang tak tertanggungkan kepada manusia (Mat 23:4) dan kemudian Yesus menyatakan bahwa hari Sabat dibuat untuk manusia, bukan sebaliknya (Mk 2:27).
- Yesus sendiri menyembuhkan orang pada hari Sabat dan membela muridnya ketika mereka mengambil makanan di ladang, dan Yesus mengutip tentang apa yang dilakukan oleh Daud (Mat 12:3; Mk 2:25; Luk 6:3; Lk 14:5).
- Kebangkitan Yesus terjadi pada hari Minggu, yang disebut sebagai hari pertama di dalam minggu (Luk 24:1)
- Tuhan Yesus menampakkan diri dalam perjalanan ke Emmaus, dan melakukan pemecahan roti di depan murid-murid-Nya pada hari kebangkitan-Nya, yaitu hari Minggu, hari pertama minggu itu (Luk 24:13-35, Luk 24:1).
- Rasul Paulus mengatakan bahwa hari Sabat tidak mengikat umat Kristen (Col 2:16; Gal 4:9-10; Rom 14:5).
- Jemaat Kristen perdana yang non Yahudi merayakan hari Tuhan pada hari Minggu (Kis 20:7; 1 Kor 16:2). Selanjutnya, maka perayaan hari Tuhan bagi umat Kristen adalah hari Minggu yang dikatakan sebagai hari pertama di dalam minggu, dan bukan hari terakhir dalam minggu (bukan Sabat).
III. Ajaran dari Bapa Gereja.
- Lebih lanjut, St. Ignasius dari Antioch (45-110) mengatakan bahwa seorang Kristen tidak terikat oleh hari Sabat namun hari ke delapan, atau hari permulaan minggu, atau Hari Minggu, karena pada hari itulah Kristus bangkit (Epistle of Barnabas XV).
- Demikian juga dengan St. Justin Martir, Tertullian, mengingatkan bahwa untuk umat Kristen, hari Tuhan adalah hari Minggu.
- Dan setelah agama Kristen menjadi agama negara, maka Gereja, di Konsili Elvira (300), Konsili Laodicea (abad ke-4), Konsili Orleans (538), mengharuskan umat Kristen untuk beribadah pada hari Minggu.
IV. Alasan teologi
- Secara teologi perayaan hari Tuhan pada hari Minggu dapat dipertanggungjawabkan, yaitu dengan alasan: 1) Kita tidak merayakan hari terakhir penciptaan, namun hari pertama penciptaan. Hal ini disebabkan karena di dalam Kristus, dengan pembaptisan, umat Kristen menjadi manusia ciptaan yang baru. Dan kita menjadi ciptaan baru karena kebangkitan Kristus, yang terjadi pada hari Minggu.
- Orang yang merayakan hari Tuhan pada hari Sabat seolah-olah mereka masih terikat dengan tradisi, dan belum hidup baru dalam Kristus (lih. Kis 20:7; 1 Kor 16:2).
Dari keterangan tersebut di atas, kita melihat bukan Gereja Katolik yang merubahnya pada jaman kaisar Konstantin, namun Gereja mengikuti apa yang difirmankan oleh Allah di dalam Perjanjian Baru, sebagai pemenuhan dan penyempurnaan Perjanjian Lama. Dan hal ini juga telah dilaksanakan oleh jemaat perdana sebelum jaman Konstantin.
Demikian jawaban yang dapat saya sampaikan untuk point E. Mari kita bersama-sama mensyukuri akan karunia hari Minggu, hari bagi umat Kristen untuk beribadah kepada Tuhan secara khusus. Namun kita juga dipanggil untuk beribadah setiap hari, dengan ucapan syukur dan senantiasa mengingat Yesus dalam kehidupan keseharian kita. Terpujilah Tuhan….
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – www.katolisitas.org
Beberapa artikel yang berhubungan:
Beberapa artikel di kategori yang sama:
Bu Ingrid dan Pak Stef bisa cariin respond GK tentang buku ini ga? Rome’s Challenge—Why do Protestants Keep Sunday? trims…
[dari katolisitas: Bagaimana kalau mulai dari artikel di atas - silakan klik. Cobalah anda baca artikel di atas dan juga artikel dari non-Katolik. Anda coba buat keberatan yang diajukan oleh mereka.]
syalom..
saya membaca tadi ada kata.
Yesus sendiri menyembuhkan orang pada hari Sabat dan membela muridnya ketika mereka mengambil makanan di ladang, dan Yesus mengutip tentang apa yang dilakukan oleh Daud (Mat 12:3; Mk 2:25; Luk 6:3; Lk 14:5).
saya ingin meluruskan bahwa dalam agama saya mengajarkan dalam salah satu buku Hamba Yahwe Ny. Ellen .G .White..
bahwa orang boleh mengambil makanan atau memetik buah pada hari sabat asalkan itu sudah menjadi hal yg sangat penting. conohnya agama kami menyatakan bahwa pada jam 6 tepat di hari jumat hari sabat telah berjalan sampai penutupan pada jam 6 sabtu malam. tapi pada hari Jumat makanan harus sudah disiapkan supaya pada hari yg Ketujuh atau Sabat para umat Tuhan yg memelihara hari sabat hanya perlu memanaskan..
jadi intinya hari Sabat berlaku sampai saat ini dan sampai disorga,,
kalau masih GALAU baca dalam buku Karangan Hamba Tuhan Ny. White…
dalam buku … Kemenangan Akhir, Nasehat bagi sidang dan buku-buku lainnya,,,
Pakatuan wo Pakalawiran,
[dari katolisitas: Saya telah memberikan argumentasi tentang hari Sabat di atas. Kalau memang anda tidak setuju, anda dapat memberikan argumentasi yang lain, setelah membaca beberapa diskusi yang telah ada, sehingga tidak terjadi pengulangan.]
Syalom pak Stefanus. Saya ingin bertanya 2 pertanyaan:
(1.) Atas dasar apa manusia mengubah kekudusan sabat menjadi hari minggu? karena Tuhan sendiri tidak pernah mengubah Sabat ke hari yang lain, demikian juga para Rasul.
Para Rasul Tidak pernah mengubah Sabat ke Minggu:
Kis 20:7, pemahaman yang sebenarnya adalah pertemuan itu bukanlah pertemuan untuk perjamuan tetapi merupakan pertemuan biasa karena besoknya mereka akan berpisah dengan Paulus.
1 Korintus 16:2, pemahaman yang sebenarnya adalah untuk menyisihkan dan menyimpan di rumah (bukan dibawa ke gereja seperti persembahan) oleh perseorangan (masing-masing/bukan semua orang) bantuan kepada jemaat di Yerusalem karena sedang terjadi bencana di sana. Dan itu akan dikumpulkan oleh Paulus atau pembantunya ketika mereka akan berangkat ke Yerusalem (ayat 3,4). Jadi jelas bahwa Rasul Paulus tidak pernah menyinggung tentang perubahan Sabat ke Minggu.
Mengenai Kolose 2:16, coba kita baca kembali dari ayatnya yang ke 14-17:
dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.
Dalam Alkitab, tidak semua sabat diartikan sebagai hari ketujuh dalam minggu (sabat mingguan). Tetapi ada sabat-sabat yang lain (sabat bayangan dalam Imamat 23). Sabat bayangan ini hanyalah upacara-upacara yang melambangkan tentang kematian Yesus sehingga ketika Yesus mati disalib, tirai bait Allah robek dari atas ke bawah sebagai tanda sabat bayangan ini telah dipakukan dan telah berakhir disalib.
Dalam Imamat 23:37,38 disebutkan jelas bahwa sabat bayangan berbeda dengan sabat mingguan yang diciptakan Tuhan sebagai hari perhentian (sabat hari ketujuh). “belum termasuk hari-hari Sabat TUHAN…” Itu berarti sabat bayangan bukanlah, atau di luar dari Sabat Mingguan (sabat hari ketujuh).
Jadi jelas Kolose 2:16, Tidak berbicara mengenai sabat hari ke tujuh. tetapi sabat bayangan yang melambangkan kematian Yesus disalib (ayt 17).
Markus 2:27, Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.
Jika kita mengaku manusia, berarti kita juga harus menguduskan Sabat hari ketujuh. Karena sabat diadakan untuk manusia dan itu akan dikuduskan sampai di sorga (Yes 66:22,23)
(2.) kenapa ada hari ke delapan padahal Tuhan menciptakan bumi dan segala isinya hanya selama 6 hari dan pada hari ke 7 DIA sucikan.
Shalom Raymond,
Saya tidak tahu apakah anda telah membaca beberapa diskusi sebelumnya tentang topik yang sama. Saya mengajak anda untuk melihat hal ini dari sisi yang lain. Apakah hukuman bagi orang yang tidak melaksanakan perintah untuk mengkuduskan hari Sabat secara literal (Jumat sore – Sabtu sore), namun beribadah pada hari Minggu? Kalau hukumannya neraka dan para rasul dan seluruh jemaat perdana dan umat Kristen sampai saat ini beribadah pada hari Minggu, apakah berarti para rasul dan seluruh jemaat perdana dan mayoritas umat Kristen sampai saat ini masuk ke neraka semua? Kalau anda mengatakan bahwa anda harus melaksanakan semua hukum di Perjanjian Lama tanpa membedakan adanya tiga hukum – seremonial, yudisial, moral – apakah seorang Kristen harus menjalankan semua peraturan di dalam Perjanjian Lama secara literal, termasuk: memukul orang hingga mati atau memukul ayah ibu akan dihukum mati, menculik orang dihukum mati, mengutuki orang tua dihukum mati, yang kusta harus berpakaian cabik-cabik dengan rambut terurai dan membunyikan bel, berhubungan sesama jenis dihukum mati, perbudakan, dll, seperti yang diuraikan di Kitab Musa? Coba anda bandingkan beberapa ayat ini:
Dalam Kel 20:10 dikatakan “tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.” (lih. juga Im 23:3) Kalau anda mau mengikuti hukum taurat (tanpa membedakan ada beberapa hukum dalam Perjanjian Lama), apakah anda tidak bekerja pada hari Jumat Sore – Sabtu Sore? Apakah pembantu di rumah juga tidak bekerja?
Dikatakan “Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada perhentian kudus bagimu, yakni sabat, hari perhentian penuh bagi TUHAN; setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, haruslah dihukum mati.” (Kel 35:2; lihat juga Kel 31:14). Apakah ada yang masih menerapkan hukuman mati bagi yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat (Jumat sore – Sabtu sore)?
Dikatakan “Janganlah kamu memasang api di manapun dalam tempat kediamanmu pada hari Sabat.” (Kel 35:3) Apakah kita tidak boleh menyalakan api dimanapun atau memasak pada hari Sabat?
Dikatakan “Pada hari Sabat: dua ekor domba berumur setahun yang tidak bercela, dan dua persepuluh efa tepung yang terbaik sebagai korban sajian, diolah dengan minyak, serta dengan korban curahannya.” (Bil 28:9). Apakah masih ada yang menerapkan kurban dua ekor domba berumur setahun yang tidak bercela dan dua persepuluh efa tepung sebagai korban sajian setiap hari Sabat?
Gereja Katolik memilah hukum di dalam PL menjadi tiga, yaitu: Yudisial, Seremonial dan Moral. Semua Hukum Yudisial dan Seremonial senantiasa bersumber pada hukum moral. Dan hukum moral inilah yang tidak akan pernah berubah melainkan disempurnakan di dalam Kristus. Silakan melihat uraian tentang tidak hukum ini di artikel di atas. Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan untuk pertanyaan anda:
1. Kis 20:7 – Pertemuan biasa dan bukan pertemuan perjamuan: Kis 20:7 menuliskan “Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam.” Ketika kami berkumpul (sunēgmenōn hēmōn) – Genitive absolute, perfect passive participle of sunagō, to gather together, yang merupakan acara berkumpul secara formal. Dan kata kerja yang sama digunakan di: Kis 4:31; Kis 11:26; Kis 14:27; Kis 15:6, Kis 15:30; Kis 19:7, Kis 19:8; 1Kor 5:4. Kita mungkin masih bisa berargumentasi bahwa berkumpul secara formal juga dapat merupakan persidangan. Namun kalau berkumpulnya mereka untuk memecah-mecahkan roti, maka sebenarnya mau tidak mau kita harus mengakui bahwa berkumpulnya mereka adalah untuk beribadah, seperti yang dapat kita lihat di Kis 2:42 “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.”
2. 1Kor 16:2 “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing–sesuai dengan apa yang kamu peroleh–menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.” Menjadi tradisi pada masa awal pada kolekte tidak dibuat pada saat beribadah. Namun, fakta bahwa persembahan yang diberikan pada tiap-tiap Minggu telah mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang terjadi pada hari Minggu, karena pada hari Minggu itu memang ada ibadah. Ketika kebiasaan ini hilang di Konstantinopel, maka St. Krisostomus kemudian memberikan kotbah bahwa persembahan harus diadakan di hari Minggu, karena hari itulah permulaan dunia diciptakan, diperbaiki ketika dunia rusak, ketika Kristus bangkit pada hari pertama, ketika Kristus mengirimkan Roh Kudus-Nya, sehingga kita harus mengingat hari di mana Tuhan telah berbelas kasih kepada kita. Dan inilah yang terus dipraktekkan bahwa umat beriman memberikan persembahan pada di dalam ibadah hari Minggu.
3. Kolese 2:16: “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat. ” Ayat ini sebenarnya ditujukan kepada orang-orang Kristen yang masih berkutet dengan makanan dan minuman serta orang-orang Kristen Yahudi yang masih terikat pada hari raya, termasuk adalah hari Sabat. Oleh karena itu, seorang Kristen Yahudi jangan terikat pada hari Sabat, seolah-olah masih terikat pada hukum Perjanjian Lama, yang merupakan bayang-bayang dari apa yang terjadi di dalam Perjanjian Baru, yang terpenuhi dalam diri Kristus. Saya pernah memberikan ulasan tentang Kol 2:16 sebagai berikut:
a) Kita melihat di Kol 2:16 “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;” Dalam KJV “LetG2919 noG3361 manG5100 thereforeG3767 judgeG2919 [G5720] youG5209 inG1722 meatG1035, orG2228 inG1722 drinkG4213, orG2228 inG1722 respectG3313 of an holydayG1859, orG2228 of the new moonG3561, orG2228 of the sabbathG4521 days“
Kita dapat melihat bahwa pemakaian hari Sabat atau dalam bahasa Yunani (G4521) merujuk kepada hari Sabat seperti yang dikatakan di dalam 10 perintah Allah. Kalau kita melihat Strong’s Hebrew and Greek Dictionaries, maka G4521 (sabbaton) merujuk kepada shabbath (H7676). Dan kalau kita melihat dalam 10 perintah Allah, maka dikatakan: “RememberH2142 [H8800] the sabbathH7676 dayH3117, to keep it holyH6942 [H8763].” (Kel 20:8) Oleh karena itu, tepatlah bahwa pemakaian hari Sabat di dalam konteks Kol 2:16 merujuk kepada hari Sabat (H7676), seperti yang dipakai juga dalam 10 perintah Allah (Kel 20:8).
b) Saya tidak tahu bagaimana anda dapat menganalisa bahwa sabat di Kol 2:16 merujuk kepada Imamat 23 dan kemudian mendapatkan pengertian bahwa Sabat di ayat Kol 2:16 merujuk kepada festival bulan baru. New Moon memakai bahasa asli G3561, sedangkan sabbath memakai G4521 (merujuk pada H7676 dalam bahasa Ibrani). Dan kalau kita melihat Imamat 23:3 dikatakan “Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi TUHAN di segala tempat kediamanmu.” atau “SixH8337 daysH3117 shall workH4399 be doneH6213 [H8735]: but the seventhH7637 dayH3117 is the sabbathH7676 of restH7677, an holyH6944 convocationH4744; ye shall doH6213 [H8799] no workH4399 therein : it is the sabbathH7676 of the LORDH3068 in all your dwellingsH4186.” Jadi dalam Imamat 23:3 sabat juga memakai H7676, seperti pemakaian di Kol 2:16.
c. Kalau anda mengatakan bahwa Sabat di Kol 2:16 mengacu kepada hari-hari Sabat yang lain, karena memakai bentuk plural, maka sebenarnya argumentasi ini juga tidak konsisten. Di beberapa ayat dipakai juga Sabat dalam bentuk plural, namun kita tahu bahwa hal itu mengacu kepada hari Sabat dalam 10 perintah Allah. Ayat-ayat ini adalah: Mat 28:1; Luk 4:16; Kis 16:13; Kel 20:8 (septuagint); Im 23:37-38 (septuagint), di mana semuanya memakai sabbaton (bentuk jamak dalam bahasa Yunani).
4. Markus 2:27: “Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,” Oleh karena Yesus bangkit pada hari pertama dalam Minggu, atau hari Minggu, maka perayaan Sabat yang adalah untuk manusia menjadi tidak masalah kalau dilakukan pada hari Minggu, karena memang hari Sabat adalah untuk manusia, sehingga manusia dapat memuji dan memuliakan Allah. Dan seluruh jemaat perdana dan mayoritas umat Kristen beribadah pada hari Minggu.
Demikian tanggapan yang dapat saya berikan. Silakan juga melihat dasar teologis dari mengapa ibadah hari Sabat menjadi hari Minggu, yang diperkuat dengan kesaksian dari para Bapa Gereja.
Tentang hari ke-delapan adalah sama seperti hari pertama atau hari Minggu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org
Salam kasih dalam Kristus
Sebelumnya saya membaca artikel incest, dan natal. Ulasan yang amat menarik bagi saya. Saya adalah penganut ajaran Kristen Advent. Saat membaca artikel natal, saya melihat link menuju halaman ini. Ajaran kami mengenai hari sabat merupakan doktrin yang termasuk doktrin utama ajaran Advent. Saya yakin bapak Stefanus pernah mendengar ajaran Advent. Alasan saya beribadah pada hari sabtu adalah karena Yesus mengajarkan kita untuk beribadah pada hari sabtu. Terbukti bahwa pada hari sabtu Yesus selalu ke rumah Bapa-Nya dan menjadi kesenangannya untuk mengajar disana. Dalam penciptaan, tidak dipungkiri bahwa alam semesta diciptakan dalam 7 hari x 24 jam. Ditekankan pada ulasan Alkitab sendiri terdapat kalimat “terbit” dan “terbenam”. Kita juga mengetahui kosa kata “hari” bahasa indonesia dengan “hari” bahasa yunani/ibrani bisa mengandung makna berbeda yaitu hari 1×24 jam dan hari dengan arti “berhari-hari dengan rentang waktu tertentu”. Allah berhenti pada hari terakhir (1x24jam) dan memberkati hari itu.
Perumpamaan:
Saya janjian dengan pacar saya,”sayang, hari rabu aku tunggu di plaza X ya.” Lalu saya datang hari kamis. Akankah saya bertemu dengan pacar saya?
Benar bahwa ada tertulis upacara korban, makanan, minuman, dan sabat adalah bayang-bayang dari kedatangan Yesus. Tapi kita perlu menyelidiki sabbat mana yang dimaksut. Sama dengan hari 1×24 jam dengan hari “rentang waktu tertentu.” Bahasa ibrani / yunani (yang menjadi bahasa asli Alkitab) memiliki kosa kata lebih lengkap dibanding bahasa lainnya. Kita perlu menyelidiki apakah sabbat yang dimaksut adalah sabbat mingguan (hari sabtu kita), sabbat bulanan, atau sabbat tahunan. Untuk perjanjian baru, kita semua percaya bahwa perjanjian baru menceritakan tentang Yesus hingga akhir zaman. Yesus berkata bahwa ia datang bukan untuk mentiadakan hukum tapi menyempurnakannya. Kita setuju bahwa membaca Alkitab harus mengetahui keadaan zaman saat itu, kebiasaan, bahasa yang dipergunakan agar memahami Firman Tuhan lebih baik. Benar bahwa Yesus memetik gandum, mengajar, dan menyembuhkan yang sakit bahkan pada hari sabat. Kita harus memahami cara Yesus menjalankan hari istimewa, hari sabat, hari yang diberkati Tuhan kita. Apakah Yesus mengajarkan kita beribadah (secara lebih istimewa pada hari istimewa) pada hari sabat (sabtu), ataukah Yesus mengajarkan kita untuk beribadah pada hari selain hari sabat.
Shalom Ishak,
Terima kasih atas pertanyaan anda. Sebenarnya alasan tentang mengapa umat Kristen beribadah pada hari Minggu dan bukan pada hari Sabat telah dibahas cukup panjang di artikel di atas, maupun tanya jawab di bagian bawah artikel (ada dua halaman). Silakan membaca terlebih dahulu apa yang telah diulas, dan kalau masih ada yang belum dapat diterima, anda dapat mengemukakannya lebih lanjut. Tentang sabat bayang-bayang dan bahasa asli dari Sabat, telah dibahas di sini – silakan klik, yang mengindikasikan bahwa pemakaian kata Sabat di dalam Kolese 2:16 memang mengacu kepada Sabat di dalam sepuluh perintah Allah.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org
Tidak ada alasan manusia merubah Hukum TUHAN,tidak ada manusia setara dengan TUHAN yg mampu meniadakan atau merubah hukum ke 4.manusia yg merubah Hukum TUHAN harus mempertanggung jawabkan kepadaNYA. Catatan.sampai pada saat ini blum ada satu kata pun dari mulut TUHAN yg menjadikan hari pertama hari yg suci.
[dari katolisitas: silakan melihat jawaban di atas - silakan klik]
Shalom Pak Stefanus dan ibu Ingrid.
Saya mau tanya: (1) mengapa umat kristen sekarang beribadat pada hari minggu, padahal hari sabbath itu seharusnya hari sabtu. (2) Mengapa Gereja mengabaikan hari sabbath, ini agak mirip dengan pertanyaan-1, lebih pada alasan mengapa Gereja mengabaikannya; (3)Kalau para rasul mula-mula beribadat pada hari sabbath, lalu sejak kapan gereja menggantikannya dengan hari minggu. (4) Apakah gereja tidak melanggar hukum Tuhan, yang salah satunya untuk menghormati hari sabbath
[dari Katolisitas: silakan membaca penjelasannya di artikel di atas, "Katolik mengubah hari Sabat ke hari Minggu?", silakan klik]