Kehancuran Yerusalem dan akhir dunia

56

Diskusi tentang akhir dunia yang tidak berakhir

Berapa sering kita mendengar tentang nubuat akhir jaman, bahkan ada yang malah mengikuti beberapa seminar tentang akhir jaman. Berapa banyak ramalan tentang kedatangan Kristus yang ke-dua dibuat, dan ternyata tidak pernah terbukti kebenarannya. Silakan melihat beberapa ramalan tentang kedatangan Kristus yang ke-dua di sini (silakan klik). Begitu banyak orang yang mencoba untuk mencari tahu kapan saat kedatangan Kristus yang ke-dua atau akhir dunia, walaupun Kristus sendiri mengatakan "Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu.." (Mt 24:36) atau "Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang" (Mt 24:42). Banyak orang mendasarkan argumentasi tentang akhir dunia dari Matius 24, terutama ayat 1-39. Oleh sebab itu, dalam tulisan ini akan dibahas perikop Matius 24:1-39, seperti: kejadian apakah yang dinubuatkan oleh Yesus, kapan terjadinya, dan apakah tanda-tandanya.

Manakah yang telah terjadi dan manakah yang akan terjadi?

Banyak orang mengartikan bahwa perikop ini menceritakan tentang akhir jaman, tanpa menyadari bahwa sebenarnya nubuat ini bukan hanya tentang akhir jaman. Secara prinsip, ada tiga kejadian yang hendak disampaikan dalam perikop ini, yaitu 1) kehancuran Yerusalem, 2) kedatangan Kristus yang ke dua, dan 3) akhir dunia, dimana kedatangan Kristus dan akhir dunia berlangsung dalam satu kejadian. Kalau kita mengartikan bahwa ayat 1-39 seluruhnya menceritakan tentang akhir jaman, maka kita akan terjebak dalam banyak kesalahan yang tidak perlu. Kunci dari perikop ini adalah ayat 36, dimana Yesus mengatakan bahwa tidak ada yang tahu tentang hari dan saat nubuat tersebut terjadi. Dan sikap yang paling bijak dalam menyikapi nubuat ini adalah dengan mengikuti apa yang dikatakan oleh Yesus dalam dua perikop berikutnya, yaitu nasihat supaya berjaga-jaga (ay. 37-44) dan perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat (ay. 45-51).

Oleh sebab itu, kita perlu mengidentifikasikan ayat mana yang telah terjadi - yang mengacu pada kehancuran Yerusalem - dan ayat mana yang belum terjadi - yang mengacu kepada kedatangan Kristus yang ke-dua atau hari kiamat. Mari kita bersama-sama menganalisa ayat-ayat ini. Secara prinsip ayat-ayat ini dibagi menjadi:

  • 1-2: Yesus menceritakan tentang kehancuran Yerusalem
  • 3-14: Permulaan dari kesengsaraan dan penyiksaan serta pemberitaan Injil
    • 3: Tiga pertanyaan para murid, yaitu: a) kapan kehancuran Yerusalem, b) kapan kedatangan Kristus yang ke-dua, dan c) kapan akhir dari dunia ini.
    • 4-12: Tanda-tanda dari kehancuran Yerusalem.
    • 13: Yesus memberikan kunci, yaitu untuk tetap bertahan sampai pada akhirnya.
    • 14: Tanda akhir jaman maupun kehancuran Yerusalem, yaitu dengan tersebarnya Injil ke seluruh bangsa.
  • 15-22: Menceritakan tentang runtuhnya Yerusalem
  • 23-28: Tentang akhir jaman
    • 23-26: Menceritakan tentang tanda-tanda akhir jaman atau kedatangan Anak Manusia.
    • 27: Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan-Nya.
    • 28: Menceritakan bahwa baik kehancuran Yerusalem maupun akhir dunia pasti akan terjadi.
  • 29-36: Kedatangan Anak manusia dan perumpaman pohon ara
    • 29-31: Menceritakan bagaimana Anak Manusia akan datang yang kedua kali.
    • 32-35: Akhir dunia pasti akan terjadi, seperti pohon ara yang tunasnya tumbuh menjelang musim panas.
    • 36: Tidak ada yang tahu waktu kedatangan Kristus yang ke-dua
  • 37-51: Nasihat supaya berjaga-jaga.
    • 37-44: Berjaga-jagalah, karena hari kedatangan Yesus yang kedua adalah seperti pencuri.
    • 45-51: Berjaga-jagalah, agar ketika Yesus datang, kita didapatinya sebagai hamba yang setia.

1-2: Yesus menceritakan tentang kehancuran Yerusalem

Sungguh suatu perkataan yang begitu mengejutkan hati para murid, ketika Yesus berkata "Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." (ay. 2). Tentu saja tidak terbayangkan oleh para murid, yang melihat bahwa bait Allah yang begitu kudus, tempat di mana mereka mempersembahkan persembahan kepada Allah, dan bangunan yang begitu kokoh dan megah akan hancur tak berbekas. Namun para murid belum mendapatkan wahyu yang penuh bahwa pada akhirnya akan tiba saatnya bahwa mereka akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem, namun mereka akan menyembah Bapa di dalam Roh dan kebenaran (Yoh 4:21-23).

3-14: Permulaan dari kesengsaraan dan penyiksaan serta pemberitaan Injil.

3: Tiga pertanyaan para murid.

Ketika sampai sampai di bukit Zaitun, para murid yang masih terkejut dan seakan tak percaya akan perkataan Yesus kemudian mendekati Yesus. Mungkin para murid berfikir bahwa Bait Allah yang begitu megah akan hancur adalah bersamaan dengan akhir dunia, atau juga mungkin mereka bertanya tentang dua hal yang berbeda. Oleh sebab itu, mereka bertanya "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" (ay. 3). Karena Roh Kudus belum dicurahkan kepada mereka, maka mereka belum mengerti secara jelas akan hal ini (lih. Yoh 14:26).

Dalam Catena Aurea, St. Thomas Aquinas mengutip St. Jerome yang mengatakan "They ask Him three things. First, The time of the destruction of Jerusalem, saying, Tell us when shall these things be? Secondly, The time of Christ's coming, saying, And what shall be the sign of your coming? Thirdly, The time of the consummation of this world, saying, And of the end of the world?"

atau "Mereka bertanya kepada-Nya [Yesus] tiga hal. Pertama, waktu dari kehancuran Yerusalem, dengan mengatakan "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi?" Kedua, waktu kedatangan Kristus, dengan mengatakan "Dan, apakah tanda kedatangan-Mu?" Ketiga, waktu dari akhir dunia ini, dengan mengatakan "Dan tanda kesudahan dunia?"

St. Hillary mengatakan "And because the questions of the disciples are threefold, they are separated by different times and meanings. That concerning the destruction of the city is first answered, and is then confirmed by truth of doctrine, that no seducer might prevail with the ignorant." St. Hillary mempunyai pendapat yang sama dengan St. Jerome bahwa ada tiga hal yang ditanyakan oleh para murid.

Namun perlu digarisbawahi, hal kedua (kedatangan Kristus yang ke-dua) dan ketiga (akhir dunia) adalah terjadi secara bersamaan dan bukan dua kejadian yang terjadi secara terpisah. Untuk pembahasan tentang hal ini, silakan melihat artikel tentang akhir jaman dan rapture (bagian-1, bagian-2, dan rapture).

4-12: Tanda-tanda dari Kehancuran Yerusalem.

4-7: Memang terdapat beberapa interpretasi tentang apakah tanda-tanda yang dijelaskan oleh Yesus - seperti: mesias palsu (ay. 5), perang (ay. 6), bangsa melawan bangsa (ay. 7) - merupakan tanda-tanda kehancuran Yerusalem atau tentang akhir jaman. St. Agustinus mengatakan "To this inquiry of the disciples the Lord makes answer, declaring all things which were to come to pass from that time forwards, whether relating to the destruction of Jerusalem, which had given occasion to their inquiry; or to His coming through the Church, in which He ceases not to come to the end of time; for He is acknowledged as coming among His own, while new members are daily born to Him; or relating to the end itself when He shall appear to judge the quick and the dead. When then He describes the signs which shall attend these three events, we must carefully consider which signs belong to which events, lest perchance we refer to one that which belongs to another."

Memang begitu sulit untuk mengidentifikasikan bagian mana yang merupakan tanda kehancuran Yerusalem dan bagian mana yang merupakan tanda akhir dunia. Namun banyak ahli Kitab Suci yang setuju bahwa semua ini adalah tanda-tanda tentang kehancuran Yerusalem. Dan tanda-tanda tentang kehancuran Yerusalem juga merupakan tanda-tanda sebelum kedatangan Anak Manusia yang kedua (lih. ay 23-24).

8: Apa yang dikatakan di dalam ayat 8 "Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru" lebih memperkuat bahwa bagian ini mengacu kepada kehancuran Yerusalem. Permulaan bukanlah suatu akhir, namun suatu awal dari sesuatu. Kita dapat menghubungkan hal ini dengan apa yang dikatakan oleh Mikha "9 Maka sekarang, mengapa engkau berteriak dengan keras? Tiadakah raja di tengah-tengahmu? Atau sudah binasakah penasihatmu, sehingga engkau disergap kesakitan seperti perempuan yang melahirkan? 10 Menggeliatlah dan mengaduhlah, hai puteri Sion, seperti perempuan yang melahirkan! Sebab sekarang terpaksa engkau keluar dari kota dan tinggal di padang, terpaksa engkau berjalan sampai Babel; di sanalah engkau akan dilepaskan, di sanalah engkau akan ditebus oleh TUHAN dari tangan musuhmu." (Mik 4:9-10, lih. Yoh 16:20-22).[1]

9: Yesus juga menubuatkan apa yang akan dialami oleh para murid. Kita mengingat bahwa setelah Pentakosta, para murid mengalami begitu banyak siksaan, seperti yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul. Oleh sebab itu, Yesus berkata "Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku". Para rasul memang mengalami siksaan dan dibunuh karena bersaksi tentang Kristus Tuhan.

10-12: Tanda-tanda kehancuran Yerusalem di ayat 5-7 ditambah lagi dengan tanda-tanda yang lain, yaitu: orang yang murtad dan saling membenci (ay. 10), nabi palsu (ay. 11), durhaka sampai kasih menjadi dingin (ay. 12). Kita melihat bahwa tanda-tanda ini terpenuhi beberapa tahun sebelum kehancuran Yerusalem (tahun 70), seperti yang diceritakan di: Rm 16:17-18; Gal 1:6-9; 2 Kor 11:13, dll.[2] Namun tanda ini juga dapat menjadi tanda akhir jaman, sehingga Katekismus Gereja Katolik berkata,

"Sebelum kedatangan Kristus, Gereja harus mengalami ujian terakhir yang akan menggoyahkan iman banyak orang (Bdk. Luk 18:8. Mat 24:12.). Penghambatan, yang menyertai penziarahannya di atas bumi (Bdk. Luk 21:12. Yoh 15:19-20.), akan menyingkapkan "misteri kejahatan". Satu khayalan religius yang bohong memberi kepada manusia satu penyelesaian semu untuk masalah-masalahnya sambil menyesatkan mereka dari kebenaran. Kebohongan religius yang paling buruk datang dari Anti-Kristus, artinya dari mesianisme palsu, di mana manusia memuliakan diri sendiri sebagai pengganti Allah dan mesias-Nya yang telah datang dalam daging (Bdk. 2 Tes 2:4-12; 1 Tes 5:2-3; 2Yoh 7; 1 Yoh 2:18.22.)."[3]

13: Yesus memberikan kunci, yaitu untuk tetap bertahan sampai pada akhirnya.

Kemudian di ayat 13 dikatakan bahwa orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Bagi yang merujuk ayat ini terhadap kehancuran Yerusalem, maka yang bertahan sampai kesudahannya mengacu kepada sampai akhir hidup mereka, yaitu mereka yang sampai akhir hidupnya tetap setia terhadap pengajaran Kristus dan bukan seperti yang digambarkan di ayat 5-7 dan 10-12 (tidak tergoda dan jatuh pada nabi palsu, kemurtadan, kebencian, kedurhakaan, dll). Bagi yang merujuk ayat ini kepada akhir jaman, maka yang bertahan sampai kesudahannya mengacu kepada orang-orang yang bertahan dan setia pada iman mereka sampai kedatangan Anak Manusia yang ke-dua.

14: Tanda akhir jaman dan kehancuran Yerusalem, yaitu dengan tersebarnya Injil ke seluruh bangsa.

Ayat 14 juga dapat diartikan dalam dua hal, yaitu mengacu kepada kehancuran Yerusalem dan juga akhir dunia. Dikatakan bahwa "Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." Kita juga dapat melihat bahwa Injil memang telah diberitakan ke hampir seluruh kerajaan Roma sebelum kehancuran Yerusalem, seperti yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul. Oleh karena itu, semua bangsa mengacu kepada banyak bangsa yang diketahui pada saat itu (lih. Kol 1:6, 23).

Namun, secara lebih luas, ayat ini juga dapat mengacu kepada tanda akhir jaman. St. Jerome menegaskan ayat ke-14 menceritakan tentang tanda dari berakhirnya dunia ini atau kedatangan Kristus yang ke dua, yaitu ketika Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi seluruh bangsa, sehingga mereka tidak mempunyai alasan apapun karena tidak pernah mendengar tentang Kristus.[4]

15-22: Menceritakan tentang runtuhnya Yerusalem

15: Menceritakan tentang "desolating sacrilege", penghancuran tempat kudus, seperti yang telah terjadi dalam nubuat Daniel (Dan 9:27; 11:31; 12:11). Sebagian nubuat Daniel terpenuhi ketika Antiochus IV menduduki bait Allah dan mendirikan patung berhala. Dan nubuat Yesus terpenuhi ketika pada tahun 70 AD, tentara Romawi menghancurkan bait Allah di Yerusalem dan kemudian di bawah perintah Hadrian, mereka mendirikan patung Yupiter.

16:19: Menceritakan bagaimana kekacauan melanda Israel ketika tentara Roma menduduki Yerusalem.

20: Ayat 20 mengatakan “Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.“. Hal in berhubungan dengan kesengsaraan besar yang dinubuatkan oleh Yesus sendiri (ay. 15-28). Ayat Mt 24:20 telah terpenuhi pada tahun 70, dimana tentara Roma menghancurkan Yerusalem. Jemaat perdana yang percaya akan nubuat tersebut kemudian melarikan diri ke Pella, sehingga mereka selamat.[5]
Yesus mengatakan untuk berdoa, sehingga kesengsaraan besar itu tidak terjadi pada musim dingin dan hari Sabat, karena musim dingin menghalangi perjalanan mereka untuk melarikan diri dan hari Sabat membuat sebagian dari mereka tidak dapat berjalan terlalu jauh (Ex 16:29). Kita mengingat bahwa jemaat perdana dari Yahudi, sebagian masih terpengaruh tradisi Sabat.

21: Dikatakan di ayat 21 "Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi." Ahli sejarah bangsa Yahudi, Flavius Josephus, mengatakan bahwa ada sekitar satu juta, seratus ribu orang meninggal pada waktu terjadinya penyerbuan tentara Roma ke Yerusalem di tahun 70.[6] Jumlah yang begitu besar dikarenakan pada waktu itu banyak peziarah dari seluruh negeri yang datang untuk merayakan hari raya Paskah.[7]

22: Dikatakan "Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat." Dalam hubungannya dengan kehancuran Yerusalem, maka kalau pada waktu itu perang dilanjutkan, maka tidak ada orang Israel yang hidup. Dalam hubungannya dengan akhir dunia, kalau masa anti Kristus diperpanjang, maka akan menjadi berbahaya bagi seluruh umat beriman. Yesus mengatakan "...jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Lk 18:8).

23-28: Tentang akhir jaman.

23-26: Menceritakan tentang tanda-tanda akhir jaman atau kedatangan Anak Manusia.

23-24, 26: Tanda-tanda akan kedatangan Kristus. Tanda ini adalah begitu banyak mesias-mesias dan nabi-nabi palsu yang mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mukjijat-mukjijat. Dan akan begitu banyak orang yang tersesat.

25: Peringatan kepada dunia. Yesus mengatkan "Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu." Apa yang dikatakannya adalah tanda-tanda yang mendahului kedatangan Kristus yang ke-dua dan juga "Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat." (ay. 13).

27: Tanda kedatangan Kristus. "Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia." Maka kedatangan Yesus yang kedua pastilah merupakan sesuatu yang publik[bukan rahasia]dan diketahui oleh semua orang.

28: Dikatakan "Dimana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun." Beberapa orang mengartikan ayat ini secara literal dan menghubungkannya dengan kehancuran Yerusalem, karena pada waktu itu begitu banyak orang yang meninggal sehingga burung nazar berkerumun. Namun kalau dihubungkan dengan hari kiamat, "dimana ada bangkai" atau "Wherever the body is, there the eagles will be gathered together" dapat juga dimengerti sebagai Kristus yang telah mati dan bangkit dan pada penghakiman terakhir Kristus akan mengadili seluruh bangsa dengan diiringi para malaikat (sebagai arti dari the eagles).

29-36: Kedatangan tentang Anak Manusia dan perumpamaan pohon ara

29-31: Menceritakan bagaimana Anak Manusia akan datang yang kedua kali.

29: Tanda sebelum kedatangan Kristus dan akhir dunia. Dikatakan "Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang." Ini adalah akhir dunia yang berarti adalah kedatangan Kristus yang ke-dua. Siksaan mengacu kepada penyiksaan dan derita yang diakibatkan oleh anti- Kristus. Namun hal ini tidak berlangsung lama, seperti juga yang dikatakan di ayat 22 "Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat." Oleh karena itu dikatakan "segera" (ayat 29), yang mengindikasikan bahwa penyiksaan tidak berlangsung lama demi orang-orang yang percaya.

30: Kedatangan Anak Manusia yang ke-dua. Ayat ini menceritakan tentang kedatangan Anak Manusia dalam kemuliaan-Nya. Ini juga mengingatkan akan transfigurasi, dimana Anak Manusia dipermuliakan dan Bapa berkata "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia" (Mt 17:5) Yesus yang dipermuliakan oleh Bapa akan datang dalam kemuliaan-Nya, dimana semua bangsa harus mendengarkan Dia, karena Yesuslah yang akan mengadili orang hidup dan mati pada saat pengadilan terakhir.

31: Kedatangan-Nya diiringi dengan para malaikat dan tiupan sangkakala. Semua orang, baik yang percaya maupun yang tidak percaya, akan menyaksikan kedatangan Yesus yang ke-dua, karena kedatangan-Nya dinyatakan secara mulia dengan diiringi para malaikat. Dan tiupan sangkakala melambangkan kebangkitan badan dan semua yang telah dan akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga akan dikumpulkan dari empat penjuru untuk menyambut kedatangan Kristus. Inilah saat dimana Tubuh Mistik Kristus, sebagai mempelai wanita menyambut mempelai Pria, yaitu Yesus. Inilah saatnya di mana Yesus sendiri akan mempersembahkan Gereja-Nya sebagai mempelai yang tak bercela. (lih. Ef 5:27).

32-35: Akhir dunia pasti akan terjadi, seperti pohon ara yang tunasnya tumbuh menjelang musim panas.

32-33: Semua orang di Israel tahu kapan musim panas akan datang, yaitu dari tanda-tanda alam, seperti yang ditunjukkan oleh pohon ara. Pada saat ranting-ranting melembut dan terlihat tunas-tunas baru muncul, maka mereka tahu bahwa musim panas sudah dekat. Kalau mereka tahu akan datangnya musim panas sebagai bagian dari hukum alam, maka Yesus telah memberikan tanda-tanda tentang kedatangan-Nya yang ke-dua.

34: Dikatakan di ayat 33 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi." Karena Yesus berbicara tentang kehancuran Yerusalem dan kedatangan-Nya yang ke-dua, maka kita dapat menyimpulkan bahwa angkatan ini dapat merujuk kepada orang-orang tetap hidup setelah kehancuran Yerusalem di tahun 70, dimana para rasul memang tetap hidup menyaksikan kehancuran Yerusalem. Dalam hubungannya dengan kedatangan Kristus yang ke-dua, "angkatan ini" merujuk kepada angkatan orang yang percaya, yang akan bertahan sampai akhir dunia.

St. Yohanes Krisostom mengatakan "Tuhan tidak hanya berbicara tentang generasi ketika [Yesus] hidup, melainkan juga generasi orang percaya; karena Dia tahu bahwa generasi dibedakan bukan hanya dengan waktu tapi juga dengan cara penyembahan dan praktek religiusnya"[8].

35: Dikatakan di ayat 35 "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." Ini adalah suatu penegasan dari Kristus tentang nubuat yang pasti akan terjadi. Sama seperti nubuat kehancuran Yerusalem telah terjadi di tahun 70, maka nubuat akan akhir jaman yang bersamaan dengan kedatangan-Nya yang ke-dua akan terpenuhi dan tidak mungkin gagal.

36: Tidak ada yang tahu waktu kedatangan Kristus yang ke-dua

Kalau kedatangan-Nya yang kedua atau akhir dunia pasti terjadi, maka pertanyaannya adalah kapan hal ini akan terjadi? Mengapa Yesus mengatakan "Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri." Apakah benar bahwa Yesus tidak tahu? Untuk mengerti hal ini, kita harus mengerti bahwa dalam diri Yesus ada dua kodrat: kodrat manusia dan kodrat Allah. Dalam kodrat-Nya sebagai Allah, Dia tahu kapan terjadinya akhir dunia. Kalau Allah tidak tahu, maka Dia bukan lagi Allah. Namun pengetahuan tentang hal ini bukan didapatkan-Nya dari kodrat-Nya sebagai manusia. Untuk keterangan tentang hal ini, silakan untuk melihat tanya jawab ini (silakan klik). Walaupun Yesus tahu kapan hari kiamat terjadi, namun di dalam kebijaksanaan-Nya, Dia memilih untuk tidak menyatakannya kepada manusia.

37-51: Nasihat supaya berjaga-jaga.

37-44: Berjaga-jagalah, karena hari kedatangan Yesus yang kedua adalah seperti pencuri.

Setelah Yesus selesai dengan pengajarannya tentang nubuat kehancuran Yerusalem dan akhir dunia, maka Yesus masuk kepada pengajaran yang paling penting. Hal yang paling penting adalah bukan tahu kapan hari kiamat terjadi, namun persiapan apa yang harus dilakukan kalau sampai kita mengalami hari kiamat. Persiapan yang paling baik adalah berjaga-jaga dan bukan dengan terus-menerus menerka-nerka kapan hari kiamat terjadi. Kalau Yesus, dalam kebijaksaan-Nya tidak ingin menyatakannya kepada manusia, mengapa manusia harus terus-menerus mencoba meramal dan berspekulasi tentang kedatangan Kristus yang ke-dua?

Yesus menegaskan sekali lagi dengan mengatakan "Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang" (ay. 42). Dan di ayat 44, Yesus mengatakan sekali lagi "Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."

45-51: Berjaga-jagalah, agar ketika Yesus datang, kita didapatinya sebagai hamba yang setia.

Setelah Yesus memberikan pengajaran bahwa sikap yang paling penting adalah berjaga-jaga, karena kedatangan-Nya seperti pencuri di malam hari dan tidak ada yang tahu, maka pengajaran yang berikutnya adalah "apa yang harus dilakukan dalam berjaga-jaga." Apakah kita harus duduk diam, apakah harus terus bekerja, apakah harus terus merenung dan tidak melakukan apa-apa? Untuk memperjelas tentang hal ini, Yesus memberikan perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat. Untuk berjaga-jaga dalam menyambut kedatangan Kristus, maka kita harus menjadi hamba yang baik. Dan hamba yang baik adalah yang melaksanakan apa yang dikehendaki Tuan-nya.

Tugas apa yang dipercayakan kepada hamba tersebut? Yesus mengatakan dalam perumpamaan tersebut "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?" (ay. 45) Dari sini kita melihat bahwa kita semua yang menjadi hamba dipercayakan oleh Tuhan menjadi orang kepercayaan-Nya, yang dipercaya dengan harta-benda yang harus dibagikan kepada orang-orangnya. Harta benda yang dibagikan adalah kekayaan spiritual dan orang-orang-Nya adalah orang-orang yang percaya dan juga orang-orang yang belum percaya. Setiap orang dipercaya sesuai dengan talenta yang diberikan, dan harus mengembangkan talenta yang dipercayakan sehingga dapat membawa orang-orang-Nya untuk juga siap dalam menyambut kedatangan Kristus. Kristus mengajarkan bahwa memikirkan keselamatan diri sendiri saja tidaklah cukup, namun juga harus mempersiapkan orang-orang yang dipercayakan kepada kita, sehingga mereka juga siap menyambut kedatangan Kristus yang ke-dua.

Diskusi tentang kapan terjadinya akhir dunia yang seharusnya berakhir

Kita melihat bahwa nubuat tentang kehancuran Yerusalem dan akhir dunia atau kedatangan Kristus yang ke-dua saling tumpang tindih, yang mungkin dapat membuat banyak kebingungan. Namun di satu sisi, kita juga melihat bahwa kehancuran Yerusalem telah dinubuatkan terjadi, sehingga umat manusia pada akhirnya akan memperoleh Yerusalem yang baru (lih. Why 3:12; 21:2). Kehancuran Yerusalem membuat umat Allah dapat menyembah Allah di dalam Roh dan kebenaran (Yoh 4:23). Dan kita juga mengingat akan apa yang dikatakan oleh Yesus sendiri "Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia" (Mk 14:58). Dan Yerusalem memang rubuh tak berbekas di tahun 70, sama seperti tubuh Kristus yang mati pada hari Jum'at Agung. Dan sama seperti pada hari ke-tiga, Yesus dibangkitkan, maka pada akhir dunia, kita akan melihat tempat kudus yang baru, Yerusalem baru, di Sorga.

Yerusalem yang baru inilah yang seharusnya menjadi fokus utama kita dan bukan kapan terjadinya. Dari perikop ini, kita dapat melihat bahwa kedatangan Kristus yang ke-dua atau hari kiamat adalah pasti akan terjadi. Begitu banyak orang yang telah mencoba meramalkan akan hari dan tanggal hari kiamat, namun tidak ada satupun yang terbukti benar. Kalau Yesus, di dalam kebijaksanaan-Nya memilih untuk tidak mengatakannya kepada manusia, mengapa manusia masih terus berusaha untuk menebak dan berspekulasi tentang hal ini? Yesus menegaskan, yang penting bukan tahu hari kiamat, namun adalah berjaga-jaga dan melaksanakan kehendak Allah, sehingga pada saatnya Yesus datang untuk yang ke-dua kali, kita semua dapat menjadi hamba yang setia. Mari, kita bersama-sama mempergunakan waktu yang diberikan oleh Tuhan dengan bijaksana, sehingga kita benar-benar dapat menjadi hamba yang setia, sehingga pada saatnya nanti, Yesus akan berkata "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu." (Mt 25:23).


CATATAN KAKI:
  1. Dom Orchard, gen ed., A Catholic Commentary on Holy Scripture, (New York: Thomas Nelson and Sons, Ltd, 1953), p. 894 []
  2. ibid []
  3. KGK, 675 []
  4. St. Thomas Aquinas, Catena Aurea []
  5. Eusebius, Ecclesiastical History, 3,5. []
  6. Flavius Josephus, The Jewish War, 6, 420 []
  7. Universidad de Navarra., The Navarre Bible : the gospels and acts of the apostles., Reader's ed. (Dublin ;Princeton NJ: Four Courts Press ;Scepter Publishers, 2000), p. 185 []
  8. St. John Chrisostom, Hom. on St. Matthew, 76 []
Share.

About Author

Stefanus Tay telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

56 Comments

  1. sodara2 ku ,,ga perlu berdebat tentang akhir jaman atau debat masalah hari kedatangan Tuhan Yesus ,firman TUHAN 2 PETRUS 3 : 10 ,Tiada satu org pun yang Tahu kapan Tuhan yesus datang untuk yang kedua kaliNya ,,Sodara tetap berpegang teguh Firman Tuhan dan ssl tinggal dalam hadiratnya &percaya kepadaNya ..anak-anak TUHAN sll menantikan kedatangan TUHAN YESUS ,Karna itu hari kemerdekaan KITA ,,Salam Damai Tuhan Yesus memberkati ,

  2. Segala sesuatu ada waktunya,,,,jadi dunia ini juga ada waktunya,,,dan yesus berkata,,,berjagalah ,,,,itu yang terpenting dalam menantikan kedatangan tuhan yesus yg kedua kali ini

    amin

  3. Linda Maria on

    Shalom,

    Setelah membaca penjelasan Bapak Stef terhadap tanggapan Mahmud dalam tafsiran saudara Machmud dalam perikop tersebut, saya dapat menilai bahawa, sikap menggunakan “Pengertian Sendiri” merupakan sebab musabab kepada penyelewengan tafsir kitab suci.

    Benar seperti yang ditegaskan oleh bapak Stef. Dalam mentafsir perikop ayat ayat dalam Kitab Suci, kita berpegang kepada metode / teknik tafsiran yang konsisten dan bukannya bersimpang siur menurut kepada pengertian sendiri.

    Saudara Machmud, jujur saya katakan bahawa sikap anda dalam mendalami dan cuba untuk menggali Kitab Suci itu bagus namun untuk anda mentafsir ayat tersebut dengan metode yang tidak jelas, itu nantinya membawa kepada salah paham malah kekeliruan kepada anda sendiri maupun orang lain. Saranan bapak Stef juga harus di terima secara positif iaitu, jika Machmud tidak setuju dengan teknik/ metode tafsir ayat menurut Gereja Katolik, maka silakan Machmud mencari website yang di uruskan oleh pendeta non Katolik. Salah satunya yang saya tahu adalah bapak Pendeta Budi Asali yang menurut warga protestant, beliau adalah seorang sarjana dalam Kitab Suci. Mungkin bapak Pendeta Budi bisa menjelaskan ayat tersebut dan membuat studi banding dengan Machmud yang jelas jelas bukan seorang Katolik.

    Salam hormat
    Linda M.

  4. Shalom Ibu Inggrid + Bp. Stef
    tidak lama lagi indonesia akan kedatangan LADY GAGA beserta konsernya yang membuat heboh dunia permusikan di tanah air.
    Menurut tokoh islam lady gaga sebelum memulai konser mengadakan ritual setan, dan menurut salah satu gereja di indonesia, lady gaga adalah sang ratu dari Gereja Setan . Apakah itu benar & bgmnkah sikap gereja kita melihat hal tsb !
    (mengingat bahwa lady gaga akan mengadakan ritual yang akan mengikat jiwa-jiwa di negara kita ini menjadi milik mereka dgn roh teritorial shg dirusak diikat oleh roh2 setan melalui dunia hiburan )

    • Shalom Budi Yoga,

      Kita tidak dapat mengecek kebenaran apakah Lady Gaga benar-benar mengadakan ritual setan sebelum mulai konsernya atau dia adalah salah satu ratu dari Gereja setan. Yang kita tahu bahwa aksinya di panggung tidaklah mencerminkan nilai-nilai kristiani yang baik. Dengan demikian, sudah seharusnya orang tua Kristen harus memberikan pengertian kepada anaknya yang keranjingan musik-musiknya. Bahwa musik yang tidak baik memberikan efek yang tidak baik kepada anak-anak tentu saja benar. Dan disinilah tugas orang tua untuk dapat memberikan pendidikan iman kepada anak-anak.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  5. Rafael olsen on

    haloooo,katolisitas.org

    apakah benar memang ada hari kiamat???
    bukankah umur manusia itu tidak terlalu panjang, mengapa kita harus memikirkan tentang kiamat???

    jika kita takut dengan hari kiamat, berarti kita kurang berbuat baik dan kurang beriman. Kita sebagai orang Katolik tidak boleh takut pada hari tersebut, karena pada saat hari itu tiba, kita akan kembali kepada Tuhan dalam damai.

  6. Dear Katolisitas,

    Saya mau bertanya ttg ayat2 dari Matius 24÷19, Markus 13÷17, Lukas 21÷23 yang mana kata2 firman nya sama yaitu “celakalah ibu2 yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu”.

    Mohon penjelasan nya.

    Thank You

    Gbu..

    • Shalom Harry,
      Terima kasih atas pertanyaannya. Silakan anda membaca artikel ini terlebih dahulu – klik ini, terutama bagian ini – silakan klik. Dalam artikel tersebut diceritakan bagaimana kehancuran Yerusalem pada tahun 70. Ini berarti ibu-ibu yang sedang hamil dan menyusui akan kesulitan untuk lari dari kehancuran pada waktu itu. Sebagian dari jemaat Kristen selamat dan lari ke Pella. Semoga keterangan ini dapat membantu.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  7. Apakah maksud 2 Tim 3:1-9 ? Siapakah Yanes dan Yambres pd ayat 8 dan 9? Jika disebut “hari-hari yang terakhir” dengan tanda manusia mencintai dirinya sendiri (juga tanda-tanda pada ayat 2 – 8), bukankah sejak zaman dulu kala hingga kini sudah ada ? Mengapa disebut “hari-hari terakhir” jika memang tanda-tanda itu sudah ada sejak dulu kala ? Apakah Paulus waktu itu mengira bahwa kiamat akan segera tiba walaupun dia tidak tahu tanggal dan bulan serta tahunnya? Mohon penjelasan. Shalom: Isa Inigo

    • Shalom Isa Inigo,

      Menurut keterangan yang saya peroleh dari A Catholic Commentary on Holy Scripture, ed. Dom Orchard:

      “…Kata “hari- hari terakhir” di sana mengacu kepada masa Mesianis di mana kita semua hidup. Rasul Paulus berbicara tentang adanya ajaran- ajaran sesat yang tersebar luas, dan Timotius diperingatkan oleh Rasul Paulus agar berhati- hati terhadap mereka yang menyebar luaskan ajaran itu. Rasul Paulus melihat ke depan dan melihat bahaya penyebaran ajaran sesat sebagai sesuatu yang dapat merusak moral jemaat.

      Yanes dan Yambres (ayat 8) adalah nama yang diberikan oleh tradisi Yahudi kepada para tukang sihir (magicisians) yang ditentang oleh Musa di hadapan Faraoh, (lih. Kel 7:11).”

      Apakah Rasul Paulus mengira kedatangan Kristus akan datang segera? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya mengutip pernyataan salah seorang pakar Kitab Suci, George Montague, SM dalam bukunya, The Living Thought of St. Paul, (California: Benzinger Bruce & Glencoe, Inc, 1976) p. 18:

      “Pastilah Rasul Paulus mengharapkan kedatangan Yesus kembali dengan cepat, seperti yang juga diharapkan oleh jemaat Kristen awal, dan secara khusus jemaat di Tesalonika (2 Tes 2: 2:1-3), sebab ini berarti bersatunya kembali di dalam Kristus dan kemenangan bagi Gereja (lih. Why 22:17-20). Paulus bahkan pada malam sebelum kematiannya, mendefinisikan seorang Kristen sebagai seseorang yang mencintai kedatangan Kristus (2 Tim 4:8). Apakah dengan enthusiasme ini ia beralih dari pengharapan akan segera datangnya Kristus, kepada keyakinan bahwa hal itu akan terjadi dalam masa hidupnya? [Tapi] untuk melakukan hal ini, ia artinya mempunyai anggapan awal bahwa ia mempunyai pengetahuan [akan hari dan saatnya] yang dikatakan Yesus bahwa tak seorangpun mengetahuinya, bahkan Anak Manusia (Mrk 13:32; Mat 24:36). [Padahal tentu tidak demikian, sebab Paulus sendiri tidak tahu]. Kisah- kisah Apokaliptik Yahudi pada jaman itu juga menjabarkan kedatangan Kerajaan [Allah] sebagai sesuatu yang dekat [near], tetapi mereka tidak menyerahkan diri kepada perhitungan matematis ataupun pada tanda- tanda definitif yang absolut. Santo Paulus juga menggunakan gaya bahasa yang sama di sini….”

      Nampaknya memang para rasul menilai jaman mereka adalah zaman akhir (Ibr 1:2), namun tidak pernah memberikan kepastian tentang saat dan harinya, sebab memang mereka percaya akan pengajaran Kristus bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahuinya (lih. Mat 25:13).

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  8. saya sebagai umat katolik, sungguh takut dan mgeri

    emang penghakiman sungguh tkt,
    tp yesus sudah bilang jgn km tkt dan jgn hatimu tawar karena cobaan ni tetapi melainkan percaya ke Pada Tuhan

    saya mau tanya tentang ramalan bunda maria thn 1917, itu gmn si maksudnya.. tlng dijawab..JBU

    • Shalom Danu,
      Ya benar, pada akhirnya, memang yang terpenting adalah kita percaya kepada Tuhan, melaksanakan firman-Nya dan mengandalkan Dia dalam segala sesuatu.
      Tentang pesan penampakan Bunda Maria di Fatima tahun 1917, telah dibahas di sini, silakan klik.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  9. Hanya ingin menambahkan, sy yakin Tuhan tau kapan waktu Ia akan datang dan PASTI Tuhan memberitahu kita kapan akhir jaman, hanya supaya jangan sampai waktu Tuhan menyatakan diri untuk memberitahu kapan kedatangan kedua dan apabila ternyata itu saat yg sm dengan akhir jaman, lalu kita yg berdosa ini bagaimana?
    Kita yg berdosa jgn seperti anak bebel yg sibuk mencari tau kpn waktunya (sy tdk menunjuk siapa2 tapi kita semua yg mengaku kenal dgn Yesus termasuk sy sndr), tapi kita gunakan sekarang ini untuk bertobat, supaya KAPAN PUN Tuhan nyatakan WAKTUNYA kepada kita, apapun itu baik kedatangan kedua ataupun akhir jaman, dengan lantang kita jawab, YA SAYA SIAP.
    Sudahkah masing2 kita berani menjawab seperti itu??
    Menurut sy inti penjelasan p’Stef dan b’Ing sprt ini. Apa bila setiap ayat mau d bahas ya repot, 10 org baca alkitab yg sama 10 org pny persepsi berbeda bagaimana??? Kebetulan disini hanya sdr.Machmud.
    Hanya saja dari pihak Gereja Katolik mencoba memberi pandangan dari ajaran Gereja Katolik yg satu suara, kl secara Gereja Kristen boleh masing2 jg memiliki pandangannya kok, toh nanti pd akhir jaman kita akan ketemu PRIBADI yg sm, yuk kita tanya bareng.

    Dan untuk sodari Yunita : menurut sy penjelasan sdr.Machmud mirip dgn penjelasan p’Stef, tidak fokus 1 ayat saja kan, tapi harus merefference k ayat2 yg lain juga, jd terlihat agak melebar dari 1 ayat yg dimaksud, walaupun maksud sdr.Machmud hanya ingin membuat lebih mudah dimengerti, tp saya ucapkan terima kasih pd sdr.Machmud untuk sharing pemahaman Alkitabnya dengan sabar juga.

    Terima Kasih

  10. m. imron pribadi on

    salam sejahtera, kehancuran akhir jaman pasti akan datang dan satupun manusia tidak akan ada yang tahu kalau manusia itu cara memahami firman tuhan tetap menggunakan akal pikirannya. Karena firman tuhan tentang kehancuran dunia dan kebangkitan yesus yang kedua adalah merupakan rahasia tuhan. untuk menyikap ini hanya mampu dibuka dan dilihat dengan hati sebagai cahaya tuhan yang mampu menyingkap tabir rahasia tuhan sesuai dalam firmanya. karena firman tuhan tentang hari akhir adalah sebuah ayat yang ditunjukkan bukan untuk konsumsi akal pikiran tetapi merupakan konsumsi hati yang melihatnya tentang rahasia tuhan.

  11. Dear Machmud…..
    Puji Tuhan , sebagai seorang Katolik, saya tetap percaya apa yang magisterium gereje ajarkan kepada kami. Kami tetap percaya second coming (bukan second comings) dan menolak rapture karena tidak diajarkan demikian dan berarti juga tidak alkitabiah….Kami tidak akan menginterpretasikan alkitab dengan pendapat pribadi atau kelompok…..apalagi harus mencomot ayat sana sini untuk mendapatkan pembenaran interpretasi pribadi (dari katolitas: saya hapus perkataan di dalam kurung ini)……. tapi dalam hal ini sebagai orang Katolik, kami sangat bangga dan tidak perlu susah susah dengan segala macam argument untuk mencari kebenaran, karena sudah dicatat dan diinterpretasikan dengan sangat baik dan harmonis oleh para bapa gereja kami….TANPA ada satu ayat pun yang dapat saling bertentangan dalam interpretasinya…(Memang sudah seharusnya begitu) Puji Tuhan atas bimbinganNYa dalam Gereja Katolik.

    Penjelasan sdr Stef dengan kata “sampai” sangat baik..Memang… jangan sampai kita memahami sesuatu dengan tulisannya secara literal dan langsung jatuhkan vonis…..apalagi itu adalah Tulisan Kudus alias ALKITAB yang kita percaya sebagai Firman Tuhan….Semoga Tuhan terus mengutus RohNya di forum ini. AMIN

  12. Salam damai sejahtera

    Dear Stef ,

    Saya hanya menyampaikan pada teman kita Michael Angello untuk membaca dan meneliti kembali kitab Daniel, supaya paling tidak dia mau mempelajarinya lagi dan mendapatkan keindahan dari Alkitab kita.
    Jika tidak demikian maka “barangkali” Michael tidak membaca Alkitab (mudah2an dugaan saya salah), oleh sebab itu saya mengajaknya untuk lebih giat lagi membaca dan merenungkan pesan2 dan janji2 Allah bagi kita umatNya.

    Dan tentang perbedaan tsb memang sudah pasti , saya sudah memakluminya sejak awal , jadi maksud saya dengan diskusi kita ini supaya saya bisa mengetahui bagaimana ajaran gereja Katolik dan apa bedanya dengan apa yang sudah saya imani selama ini.
    Mohon tanggapan saya tidak dianggap sebagai “menyerang” pengajaran agama Katolik.
    Tidak terlintas sedikitpun dalam hati dan angan2 saya untuk berbuat seperti itu.
    Semoga Stef dan Ingrid mengetahui akan hal ini.

    Jikalau tulisan dan tanggapan saya dianggap oleh pengasuh Katolisitas.org sebagai “batu sandungan”, maka saya akan mengundurkan diri.
    Tetapi jika masih di-ijinkan saya akan berusaha memberikan tanggapan untuk menambah wawasan dan yang terutama untuk menumbuhkan iman percaya saya pada Tuhan Yesus Kristus

    Salam
    Mac

    • Shalom Machmud,
      Terima kasih atas keterbukaan Machmud terhadap perbedaan di antara kita. Yang menjadi masalah di sini adalah, kalau Machmud memberikan tanggapan yang bertentangan dengan pengajaran Gereja Katolik kepada tulisan orang lain, maka saya harus menanggapinya. Kalau saya tidak menanggapi, maka umat Katolik dapat salah paham, dan mengira bahwa katolisitas.org setuju akan pendapat Machmud. Oleh karena itu, setiap pesan yang masuk dan tidak sesuai dengan pengajaran Gereja Katolik akan kami tanggapi. Oleh karena diskusi tentang akhir zaman ini telah begitu panjang, dan masing-masing pihak tetap pada pendapatnya masing-masing, saya harus menegaskan bahwa pengertian Machmud akan akhir zaman dan pengangkatan tidak sesuai dengan pengajaran Katolik.
      Kita tidak dapat beranggapan bahwa seseorang tidak membaca atau merenungkan Alkitab, karena mungkin perkiraan kita dapat salah atau benar. Oleh karena itu, kita berdiskusi dengan melihat argumentasi yang diberikan.
      Saya tidak berkeberatan kalau Machmud bertanya atau menyanggah tulisan di sini. Hanya memang dalam beberapa kesempatan, Ingrid dan saya akan membatasi diskusi yang terlalu berkepanjangan, mengingat bahwa ada begitu banyak pertanyaan yang masuk, yang juga memerlukan waktu untuk menjawabnya. Pada saat saya melihat bahwa masing-masing pihak telah memaparkan argumentasinya secara jelas dan diskusi telah berlangsung cukup panjang, maka saya akan menghentikan diskusi. Semoga Machmud dapat mengerti.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – http://www.katolisitas.org

  13. Michael Angello on

    Syalom Mahmud….

    Saya tertarik untuk menanggapi tulisanmu karena cukup menarik dan bisa saling meneguhkan iman kita akan Yesus Allah yg hidup.

    Berikut Anda menulis :
    “….bahwa Allah senantiasa memberitahukan pada hamba-2Nya apabila akan terjadi hal2 yang berkaitan dengan pehukuman manusia.
    Contoh :
    A. Sebelum Sodom & Gomora dibakar, Allah sudah memberitahukan saatnya kepada Ibrahim, sampai2 terjadi tawar menawar .
    B. 40 hari sebelum Niniwe dihancurkan Allah sudah mengutus hambanya YUNUS untuk memberitahukan hal itu kepada bangsa Niniwe

    Comment :
    Allah TIDAK SENANTIASA memberi tahu kepada umatnya KAPAN SECARA PASTI HARI PENGHAKIMAN ITU AKAN TIBA!!! buktinya Yesus hanya berpesan: BERJAGA JAGALAH DAN BERDOALAH supaya jiwa waktu itu tiba kamu dijumpai dalam keadaan siap sedia. Allah secara pasti tidak memberitahukan kapan waktunya, bahkan kata Yesus”Anak Manusia pun tidak tahu kapan waktunya” Tetapi Allah memberikan tanda-tanda yg jelas sebelum kedatangannya, seperti kata yesus “bukankah bila langit mendung maka itu pertanda akan datang hujan atau jika langit cerah di ufuk timur maka pertanda besok akan panas terik?” Jadi kita dapat mengetahuinya lewat tanda-tanda zaman tetapi kapan persisnya KITA TIDAK DIBERI TAHU. ANAK MANUSIAPUN TIDAK!!!

    2. Berikut anda menulis: “Untuk saat sekarang ini kita baru tahu bahwa kedatanganNya yang kedua terjadi 1.260 hari setelah pengangkatan. Nanti kalau hari itu sudah semakin dekat pasti Allah akan memberitahukan hari “H” nya kepada hamba2Nya.”
    Comment :
    Masakan Machmud lebih besar daripada Yesus??? Yesus saja tidak tau kapan waktu kedatangan-Nya. Masakan untuk seorang Machmud, Yesus mengingkari perkataan-Nya sendiri??? Siapa sih Machmud?? Apakah dengan mengetahui waktunya maka Machmud dan umat beriman lainnya akan lebih siap?? Sehingga akan mengalami pengangkatan dan terhindar dari siksaan?? TENTU SAJA TIDAK KAN?? Yang penting itu PERSIAPANNYA. dan persiapan yg dimaksud disini adalah bukan mengutak-atik alkitab untuk mengetahui kapan waktunya secara tepat. Ingat, kita mengatahui waktunya atau tidak adalah tidak menjamin kesiapan kita menyambut Kristus. Sebab kesiapan disini berbicara mengenai PERTOBATAN bukan dengan mengetahui waktunya maka kita akan siap Machmud!!!! Karena kalau kita tidak bertobat maka kita tidak akan diselamatkan atau diangkat!!! jadi percumalah Anda berusaha mengetahui waktunya itu. semakin Anda berusaha maka Anda semakin SESAT!!!! Kenapa sesat??? Karena secara langsung Anda meniadakan atau meremehkan perkataan Yesus: “ANAK MANUSIA SAJA TIDAK TAHU KAPAN WAKTUNYA, TETAPI BERJAGA-JAGA DAN BERDOALAH” Anda membangun argumen yg hanya mendukung kemauan Anda sendiri tetapi meniadakan ayat-ayat yg bertentangan dengan opini dan kepentingan Anda.

    Sorry…. kalau Machmud tersinggung tetapi bukan maksudku demikian karena Saya juga degan keras menempa diri saya sendiri untuk bertobat setiap hari dan selalu tunduk pada kenhendak-Nya. Mengalahkan keinginan daging dan memenangkan kehendak Allah itu merupakan kemengan umat beriman yg mengimani Kristus

    • Salam damai sejahtera

      Dear Michael Angello

      Terima kasih atas tanggapannya.
      Saya tidak pernah tersinggung oleh tulisan/tanggapan siapapun, sebab saya masih dalam tahap belajar dan saya juga hanya tahu/mengerti sedikit saja tentang isi Alkitab.

      Tapi jika anda mau menaruh perhatian tentang kitab Daniel, maka anda akan menemukan bukti bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali kedunia 1.260 hari setelah terjadinya peristiwa pengangkatan.
      Jadi kalau anda tidak ikut dalam pengangkatan sudah pasti anda akan mengalami siksaan tsb sampai mati.

      Minggu ke : 70 Daniel itu sangat penting dan akan menjadi patokan akan hari kedatangan Tuhan.
      Sebab itu kalau anda mau baca dan simak baik2 apa yang tertulis di dalam kitab Daniel tentang hari kedatangan Tuhan yang ke dua kalinya,anda akan menemukan rahasia tersebut.

      Saya tidak menulis di situs ini jika tidak tertulis di Alkitab, jadi apa yang sudah saya tulis tsb semua ada di dalam Alkitab, bukan karangan saya sendiri.

      Sekarang tinggal terserah pada anda , apakah anda mau membaca / menyelidiki Alkitab dengan cermat untuk mendapatkan jawaban dari Allah.

      Semoga Tuhan Yesus memberikan anugerah kepada anda untuk mengerti lebih banyak lagi tentang akhir zaman.

      Salam
      mac

      • Shalom Machmud,
        Memang kita mempunyai pandangan yang berbeda pengajaran akan akhir zaman. Untuk akhir zaman menurut Gereja Katolik, silakan melihat beberapa artikel berikut ini: bagian 1, bagian 2, rapture.
        Machmud mengatakan “Saya tidak menulis di situs ini jika tidak tertulis di Alkitab, jadi apa yang sudah saya tulis tsb semua ada di dalam Alkitab, bukan karangan saya sendiri.“. Yang menjadi masalah adalah katolisitas.org juga menulis pengajaran dengan dasar Alkitab, yang juga dipercayai oleh jemaat awal. Namun, walaupun dasar dari tulisan kita adalah Alkitab yang sama, kita mempunyai kesimpulan yang berbeda. Kami juga telah mencoba mempelajari Alkitab dengan benar-benar, namun memang kita mempunyai kesimpulan yang berbeda. Dan saya yakin kalau Machmud mendiskusikan dengan Kristen non-katolik juga akan mempunyai pendapat yang berbeda. Jadi, siapakah yang benar dalam situasi seperti ini?
        Bagi saya, sebagai umat Katolik sangat mudah, karena apa yang harus dipercaya adalah apa yang diajarkan oleh Magisterium Gereja. Mungkin Machmud dapat merenungkan, dalam situasi seperti ini, siapakah yang dapat memberikan kepastian siapa yang mempunyai tafsiran yang benar?
        Mari kita bersama-sama mencari kebenaran disertai dengan semangat kerendahan hati.
        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        stef – http://www.katolisitas.org

    • M. Angello

      [dari katolisitas: saya edit kalimat pertama] Kalau ingin tahu tentang pertanyaanmu yang sbb :
      Allah TIDAK SENANTIASA memberi tahu kepada umatnya KAPAN SECARA PASTI HARI PENGHAKIMAN ITU AKAN TIBA!!!

      COBA BACA LAGI KITAB AMOS 3 : 7

      Untuk pertanyaanmu yang lain seperti :
      Karena secara langsung Anda meniadakan atau meremehkan perkataan Yesus: “ANAK MANUSIA SAJA TIDAK TAHU KAPAN WAKTUNYA

      Coba baca lagi tulisan Bapak Stefanus di situs ini , sebab kalau saya tidak salah baca ditulis sbb : sebenarnya anak manusia tahu, tetapi Ia tidak mau untuk mengatakannya.

      Aku juga bingung dengan jawaban seperti itu, coba kamu tanya lagi aja sama Bapak Stefanus biar jelas.

      Yunita

      • Shalom Michael Angello dan Yunita,

        Ada beberapa hal yang saya ingin luruskan:

        1) Allah memang tidak senantiasa menyatakan semua hal kepada manusia. Bagaimana dengan Allah yang menyatakan kehancuran beberapa kota di Perjanjian Lama, seperti Sodom dan Gomora, Ninive? Allah bebas menyatakannya kepada manusia, sejauh Allah memandang bahwa itu baik. Dan pada waktu itu, di dalam kebijaksanaanya, Allah melihatnya baik untuk menyatakannya. Bagaimana parameter baiknya? Hanya Allah yang tahu, namun yang pasti adalah baik dalam artian akan membawa umat manusia kepada “greater good“, yaitu Sorga. Namun, di dalam kebijaksaan-Nya, Yesus telah mengatakan bahwa kita harus berjaga-jaga dan kita tidak akan tahu saat dan harinya. Dan telah terbukti di dalam sejarah, bahwa begitu banyak orang yang mencoba meramal dan berspekulasi tentang akhir dunia, namun semuanya tidak terjadi. Dan dari sebagai yang berspekulasi mendasarkan argumentasinya pada Kitab Suci.

        2) Tentang perkataan “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Mt 24:36) memang harus dimengerti secara benar. Saya telah memberikan uraian singkat di artikel di atas, dimana saya menuliskan:

        Kalau kedatangan-Nya yang kedua atau akhir dunia pasti terjadi, maka pertanyaannya adalah kapan hal ini akan terjadi? Mengapa Yesus mengatakan “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” Apakah benar bahwa Yesus tidak tahu? Untuk mengerti hal ini, kita harus mengerti bahwa dalam diri Yesus ada dua kodrat: kodrat manusia dan kodrat Allah. Dalam kodrat-Nya sebagai Allah, Dia tahu kapan terjadinya akhir dunia. Kalau Allah tidak tahu, maka Dia bukan lagi Allah. Namun pengetahuan tentang hal ini bukan didapatkan-Nya dari kodrat-Nya sebagai manusia. Untuk keterangan tentang hal ini, silakan untuk melihat tanya jawab ini (silakan klik). Walaupun Yesus tahu kapan hari kiamat terjadi, namun di dalam kebijaksanaan-Nya, Dia memilih untuk tidak menyatakannya kepada manusia.

        Semoga keterangan ini dapat memperjelas.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        stef – http://www.katolisitas.org

        • Michael Angello

          Benar kan Bapak Stefanus menulis seperti yang aku katakan :

          Stefanus says
          Walaupun Yesus tahu kapan hari kiamat terjadi, namun di dalam kebijaksanaan-Nya, Dia memilih untuk tidak menyatakannya kepada manusia.

          Coba bandingkan dengan perkataan Yesus di Mat 24 : 36. “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan ANAKPUN TIDAK, hanya Bapa sendiri.”

          Yesus tidak tahu kapan hari kiamat itu terjadi, koq bisa2nya Bapak Stefanus bilang Yesus tahu tapi Yesus memilih untuk tidak mengatakannya kepada manusia.

          Hebat nian bapak kita yang satu ini bisa mengetahui isi pikiran Yesus.
          Dimana saja kalau dikatakan tidak tahu, ya memang tidak tahu, jika Dia tahu dan mengatakan tidak tahu itu artinya berbohong. Mungkinkah dalam ayat ini Yesus berbohong, dengan mengatakan tidak tahu padahal sebenarnya Dia tahu ? Jadi ngak usahlah berdalih dengan kata “di dalam kebijaksanaanNya”; itu namanya tidak bijaksana.

          Sekarang aku tanya padamu (Michael Angello) , didalam ayat tersebut (Mat 24 : 36) apakah Yesus tahu atau tidak kapan hari kiamat terjadi ? Aku tunggu jawabanmu di situs ini.
          Tapi aku yakin bahwa jawabanmu pasti Yesus tidak tahu kapan kiamat itu terjadi, seperti tanggapanmu pada Mahmud.

          Yunita

          • Shalom Yunita,

            Terima kasih atas tanggapannya tentang tulisan dan pendapat saya tentang Yesus mengetahui hari kiamat walaupun Dia mengatakan bahwa Anakpun tidak tahu, seperti yang disebutkan di ayat Mt 24:36. Saya ingin mengusulkan agar Yunita dapat menyampaikan pendapat secara to the point, sehingga tidak ada kesalahpahaman. Yunita dapat menyampaikan argumentasi sebagai berikut “Karena Yesus mengatakan bahwa Dia tidak tahu, maka saya berpendapat bahwa Yesus tidak tahu, …… dst-nya“.
            Berikut ini adalah alasan yang dapat saya sampaikan untuk menjawab keberatan Yunita:

            1) Pendapat yang mengatakan bahwa Yesus telah meninggalkan ke-Ilahiannya sewaktu berada di dunia ini adalah mengikuti paham “Protestant Kenotic Christology“, yang dipelopori oleh Martin Luther dan juga Wolfgang Friedrich Gess (1819-91). Pemahaman ini adalah sangat berbahaya, karena menyangkal kesetaraan antara Allah Putera dan Allah Bapa. Seolah-olah Tritunggal Maha Kudus berhenti menjadi Tritunggal Maha Kudus pada saat Yesus menjadi manusia. Ini bertentangan dengan first evidence principle of “non-contradiction“. Allah yang mempunyai tiga pribadi adalah kekal dan tak berubah, termasuk pada saat Yesus masuk ke dalam sejarah manusia. Kalau Allah yang Tritunggal berhenti menjadi Allah Tritunggal, maka Dia bukan lagi Allah, karena Dia berubah. Di dalam Allah tidak ada perubahan, karena perubahan mengindikasikan sesuatu yang potensi (potency) menjadi aktual (act). Padahal di dalam diri Allah, semuanya adalah aktual dan tidak ada potensi. Oleh karena itu, paham “Protestant Kenotic Christology” bertentangan dengan Alkitab dan juga bertentangan dengan “first evidence principle“, yaitu: Allah tidak dapat berhenti menjadi Allah.

            Pemahaman literal akan ayat “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Mt 24:36), membawa seseorang kepada pemahaman “Agnoetae“. Pemahaman yang salah ini berpendapat bahwa Yesus benar-benar tidak tahu akan hari kiamat dan hanya Bapa saja yang tahu. Gereja Katolik mempercayai bahwa Yesus tahu akan hari kiamat bukan atas dasar pengetahuan manusia, namun karena kodratnya yang sungguh Allah dan sungguh manusia (hypostatic union). Namun di ayat tersebut, Yesus memilih untuk tidak menyatakan hari dan saatnya.

            Jawaban lengkap tentang topik ini, silakan untuk membaca artikel-artikel ini (silakan klik) dan (klik juga ini). Kalau Yunita masih berkeberatan dengan keterangan singkat di atas, silakan membaca dua artikel di link-link yang saya berikan, yang memberikan ulasan lebih terperinci tentang topik ini.

            2) Apakah dengan demikian Yesus berbohong? Untuk menjawab hal ini, kita harus melihat definisi berbohong. Seseorang dikatakan berbohong kalau dia mengatakan sesuatu yang tidak benar. Namun dia tidak dapat dikatakan berbohong kalau dia tidak mengatakan sesuatu secara lengkap atau memilih untuk diam. Dalam hal ini, Yesus tidak berbohong, karena Dia memang tidak tahu hal tersebut dari kodrat-Nya sebagai manusia (catatan: Yesus mempunyai dua kodrat dalam satu pribadi-Nya- kodrat sebagai manusia dan kodrat sebagai Tuhan), namun Dia mengetahuinya dari kodrat-Nya sebagai Tuhan.

            3) Kalau manusia tidak setuju dengan pemaparan saya di atas, maka saya ingin bertanya kepada Yunita:

            a) Apakah Yunita percaya bahwa Yesus sungguh Tuhan pada waktu Yesus hidup di dunia ini? Dan apakah alasannya?

            b) Kalau Yunita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, maka apakah alasannya bahwa Tuhan tidak tahu hari kiamat? Bukankah Tuhan maha tahu dan tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya? Apakah waktu Yesus turun ke dunia, Dia berhenti menjadi Tuhan? Bukankah ini bertentangan dengan konsep non-contradiction? Tuhan tidak mungkin berhenti menjadi Tuhan, karena Tuhan adalah kekal dan tidak mungkin berubah.

            Semoga jawaban dan pertanyaan ini membuat kita mengerti akan hakekat Yesus Kristus yang sungguh Allah dan sungguh manusia.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            stef – http://www.katolisitas.org

            • Bapak Stefanus

              Bukankah ayat tsb dengan jelas menulis : ANAKPUN TIDAK TAHU, jadi Yesus pun tidak tahu , kalau yang dimaksud dengan anak ini adalah Yesus.

              Kalau Yesus tidak mau mengatakan maka Ia akan menulis seperti dalam Markus 11 : 33

              Jangan menafsirkan yang membingungkan dan menggelikan

              Yunita

              • Shalom Yunita,

                Terima kasih atas tanggapannya. Saya telah memberikan argumentasi dan pertanyaan kepada Yunita di jawaban saya sebelumnya. Sebelum kita melanjutkan diskusi ini, saya ingin mendengar jawaban dari Yunita terhadap pertanyaan yang saya ajukan sebelumnya:

                a) Apakah Yunita percaya bahwa Yesus sungguh Tuhan pada waktu Yesus hidup di dunia ini? Dan apakah alasannya?

                b) Kalau Yunita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, maka apakah alasannya bahwa Tuhan tidak tahu hari kiamat? Bukankah Tuhan maha tahu dan tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya? Apakah waktu Yesus turun ke dunia, Dia berhenti menjadi Tuhan? Bukankah ini bertentangan dengan konsep non-contradiction? Tuhan tidak mungkin berhenti menjadi Tuhan, karena Tuhan adalah kekal dan tidak mungkin berubah.

                Silakan untuk menjawab pertanyaan di atas, sehingga kita dapat melanjutkan diskusi ini. Saya juga minta maaf kalau argumentasi saya sebelumnya dirasa membingungkan dan menggelikan bagi Yunita. Setelah Yunita menjawab pertanyaan saya, saya akan mencoba untuk memberikan argumentasi yang lebih baik lagi.

                Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                stef – http://www.katolisitas.org

                • Syalom

                  Pak Stefanus

                  Kita tidak sedang membahas tentang Yesus itu Tuhan atau bukan sewaktu ada di dunia, tetapi kita membahas tentang pernyataan Yesus yang tertulis dalam injil Matius 24 : 36, disitu dengan jelas ditulis bahwa Yesus tidak tahu kapan kiamat itu akan terjadi.
                  Matius menulis : ANAKPUN TIDAK. bukankah itu berarti Yesus tidak tahu .

                  Tapi pak Stefanus ngotot mengatakan Yesus tahu tetapi tidak mau mengatakannya, jika memang Yesus tahu dan tidak mau mengatakan dimana ayatnya ?
                  Jadi jangan berdalih karena Yesus itu Tuhan maka dia tahu kapan akhir zaman terjadi.
                  Di dalam ayat ini Mat 24 : 36 Dia sendiri sudah mengatakan bahwa Dia tidak tahu, koq bisa2nya pak Stefanus bilang Dia tahu. Bukankah itu aneh ? atau meng-ada2 .

                  Kalau di dalam injil Markus 11 : 33 , memang Yesus tahu tapi tidak mau mengatakannya , itu memang benar, sebab ayatnya tertulis seperti itu.

                  Apakah pak Stefanus tetap belum bisa menangkap apa yang ditulis di dalam injil Matius 24 : 36, kalau begitu ya terserah bapak Stefanus saja dan para pembaca katolisitas untuk menilai dengan benar

                  Yunita

                  • Shalom Yunita,

                    Terima kasih atas tanggapannya tentang Mt 24:36 yang mengatakan “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” Kita sedang membahas apakah Yesus tahu atau tidak tentang hari Kiamat. Masalahnya di sini adalah untuk mengerti ayat ini, kita tidak dapat hanya membahas ayat ini tanpa menyangkut ayat-ayat yang lain. Kalau kita hanya membahas ayat ini saja tanpa ada hubungannya dengan ayat yang lain di dalam Alkitab, maka sama saja kita menerima argumentasi dari beberapa saudara kita dari Muslim yang tidak mau menerima bahwa Yesus adalah Tuhan. Saya tidak tahu apakah agama yang dianut oleh Yunita. Dalam mengartikan ayat Mt 24:36, maka kita mempunyai dua alternatif.

                    1) Posisi yang diambil oleh saya adalah apa yang dimengerti oleh Gereja Katolik, yaitu Yesus tahu hari kiamat – walaupun dalam ayat tersebut Dia mengatakan tidak tahu. Alasan mengapa Gereja Katolik percaya bahwa Yesus tahu, karena Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Karena Yesus Tuhan (yang dapat dibuktikan dari begitu banyak ayat di Alkitab), maka Dia tahu segala sesuatu. Dan saya telah memberikan argumentasi kepada Yunita. Argumentasi ini juga diberikan oleh beberapa Bapa Gereja:

                    St. Paus Gregorius Agung (540-604):
                    “Allah Putera yang Mahatahu mengatakan bahwa Ia tidak tahu harinya [akhir jaman, sehingga] Ia tidak menyatakannya, bukan disebabkan oleh sebab Ia sendiri tidak tahu, tetapi karena Ia tidak mengizinkan hal tersebut diketahui sama sekali…. Putera Tunggal Allah yang menjelma menjadi manusia yang sempurna untuk kita, pasti mengetahui hari dan saatnya Penghakiman Terakhir di dalam diriNya sebagai manusia, namun demikian Ia tidak mengetahui hal itu dari kapasitasnya sebagai manusia…. Sebab untuk maksud apa bahwa Ia yang menyatakan DiriNya sebagai Kebijaksanaan Allah yang menjelma, jika ada sesuatu yang tidak diketahui olehNya sebagai Kebijaksanaan Allah? … Juga tertulis bahwa, …. Allah Bapa menyerahkan segala sesuatu ke dalam tanganNya [Yesus Kristus di dalam Yoh 13:3]. Jika disebutkan segala sesuatu, tentu termasuk hari dan saat Penghakiman Terakhir. Siapa yang begitu naif untuk mengatakan bahwa Allah Putera menerima di dalam tangan-Nya sesuatu yang tidak diketahui olehNya?”

                    St. Maximus (580-662):
                    Jika para nabi saja dapat mengetahui hal- hal di masa depan yang akan terjadi, betapa lebih lagi Kristus dapat mengetahui semua itu melalui kesatuan-Nya dengan Sang Sabda. (Lihat Quaestiones et dubia 66 (I, 67), PG 90: 840).

                    2) Alternatif ke-dua adalah yang dipilih oleh Yunita, yang mengatakan bahwa Yesus mengatakan tidak tahu dan oleh karena itu, Yesus tidak tahu kapan hari kiamat. Untuk setuju dengan kesimpulan ini, maka Yunita juga harus mempertanggungjawabkan dan harus mencoba memberikan argumentasi akan implikasi dari kesimpulan ini. Kalau Yesus tidak tahu akan hari kiamat, maka konsekwensinya adalah Yesus bukan Tuhan. Ini adalah suatu syllogism yang sangat sederhana:

                    a) Tuhan tahu segala sesuatu, baik masa lalu, sekarang, maupun masa depan.

                    b) Yesus tidak tahu hari kiamat (masa depan).

                    c) Kesimpulan: Karena Yesus tidak tahu masa depan (yaitu hari kiamat), maka Yesus bukan Tuhan.

                    Oleh karena itu, kalau Yunita mengambil kesimpulan bahwa “Yesus tidak tahu hari kiamat”, maka konsekuensinya adalah Yunita setuju bahwa “Yesus bukan Tuhan”. Dengan demikian, kita dapat mendiskusikan apakah benar bahwa Yesus adalah Tuhan. Setiap kesimpulan yang kita ambil mempunyai implikasi masing-masing.

                    Oleh karena itu, pertanyaan saya apakah Yunita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan atau tidak adalah sangat penting dalam diskusi ini. Dan saya pikir, pertanyaan saya tidak menyimpang dari diskusi Mt 24:36. Saya telah memberikan argumentasi mengapa saya mengambil kesimpulan bahwa Yesus tahu hari kiamat, walaupun di ayat tersebut Yesus mengatakan bahwa Anak-pun tidak tahu. Silakan Yunita memberikan argumentasi, mengapa kalau Yunita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan – yang seharusnya tahu segala sesuatu – namun di satu sisi Yesus mengatakan tidak tahu. Atau kalau Yunita tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, maka kita dapat berdialog tentang ke-Allahan Yesus.

                    Pendekatan Yunita yang menuntut ayat yang persis dengan yang dimaui oleh Yunita memang menjadi perbedaan di antara kita, bagaimana untuk mendalami Alkitab. Ini adalah sama seperti pertanyaan dari saudara kita, kaum Muslim yang pernah menanyakan “Berikan ayat di dalam Alkitab, dimana Yesus mengatakan Saya Tuhan dan sembahlah Aku“. Dan saya menjawab pertanyaan ini dengan:

                    “Tunjukkan kepada saya, bahwa Bill Gates adalah orang kaya. Kalau dia tidak pernah mengatakan bahwa dia orang kaya, saya tidak akan percaya bahwa dia orang kaya.” Pernyataan seperti ini tidak mendasar, karena kita dapat melihat buktinya bahwa Bill Gates mempunyai uang 58 milyar US$, yang kurang lebih sekitar 60% dari budget negara Indonesia tahun 2008. Organisasi amalnya mempunyai uang sekitar 32% dari total budget negara Indonesia selama satu tahun. Kalau kita tetap bersikeras bahwa Bill Gates tidak kaya, karena Bill Gates tidak pernah mengatakan bahwa dia kaya walaupun bukti-bukti di atas sudah menunjukkan bahwa Bill Gates orang yang sangat kaya, rasanya keberatan seperti itu kurang dapat dipertanggungjawabkan.

                    Atau contoh yang lain, seorang anak mengatakan “saya tidak percaya bahwa orang tua saya mencintai saya, karena mereka tidak pernah mengatakan bahwa mereka mencintai saya.” Namun orang tua dari anak itu, sebenarnya begitu memperhatikan, berlaku lemah lembut, selalu ada di samping anak itu kalau anak itu mengalami kesulitan, mencukupi semua kebutuhan anak itu, meluangkan waktu untuk bercanda, bercerita, dll.

                    Contoh yang mungkin lebih gamblang adalah seseorang yang bertanya kepada seorang suami dan mengatakan “Saya tidak akan percaya bahwa istri kamu adalah seorang wanita, karena dia tidak pernah mengatakan bahwa dia seorang wanita.” Tentu saja sang suami tidak terpengaruh, karena sang suami tahu persis bahwa istrinya adalah seorang wanita, karena istrinya telah melahirkan beberapa anak, dll.
                    Begitu mudah orang untuk mengatakan bahwa “saya kaya, saya mengasihi engkau”, namun belum tentu terbukti. Nah dalam hal ini, Tuhan kita yang menjelma menjadi manusia, telah menunjukkannya dalam segala perkataan dan juga dalam perbuatan, bahwa dia adalah Allah yang benar-benar mengasihi umat-Nya. Mana yang lebih besar tanda kasihnya antara kedua hal ini: “perkataan saya mengasihi engkau” atau “mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia”?

                    Jadi, dalam contoh-contoh di atas, dengan menggunakan logika yang sama, maka seseorang harus menolak untuk percaya bahwa Bill Gates adalah seorang yang kaya, walaupun ada begitu banyak bukti yang mendukung bahwa dia adalah orang yang sangat kaya. Ketidakpercayaan ini hanya karena “Bill Gates tidak pernah mengatakan secara persis dalam kalimat “Saya adalah orang kaya dan akuilah itu“.

                    Semoga jawaban di atas dapat memberikan ilustrasi yang lebih baik. Mari kita bersama-sama belajar untuk menggali kekayaan Firman Tuhan, sehingga kita lebih dapat mengasihi Yesus, yang adalah Tuhan, yang juga pasti tahu kapan hari kiamat.

                    Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                    stef – http://www.katolisitas.org

                    • Pak Stefanus

                      Mengapa bapak menjawab tidak pada pokok yang kita diskusikan.

                      Aku tahu Yesus itu Tuhan dan aku juga mempercayainya.
                      Tapi pak Stefanus tidak menjawab pada pokok yang kita diskusikan, malah jawaban bapak melebar ke-mana2.

                      Coba tolong diperhatikan apa yang tertulis di injil Matius 24 : 36
                      Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan ANAKPUN TIDAK, hanya Bapa sendiri.

                      Siapa yang mengatakan bahwa ANAKPUN TIDAK tahu ? Yesus khan !

                      Apakah DIA mengatakan Aku tahu tapi tidak mau mengatakannya ? Tidak khan !

                      Jadi kalau DIA sendiri mengatakan tidak tahu, bagaimana pak Stefanus koq bisa mengatakan DIA tahu tapi DIA tak mau mengatakan,sebab DIA ALLAH. Bukankah itu ANEH ?
                      Aku sudah berikan contoh pembanding di injil Markus 11 : 33
                      Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Jika demikian, AKU JUGA TIDAK MENGATAKAN kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu

                      Jadi kalau di Mat 24 : 36 DIA tahu tapi tidak mau mengatakan maka pasti DIA akan berkata seperti yang di Mar 11 : 33, tapi kenyataannya memang DIA tidak tahu maka DIA berkata ANAKPUN TIDAK tahu seperti yang ditulis di Mat 24 : 36.

                      Kalau DIA tahu tetapi mengatakan tidak tahu , DIA bukan ALLAH sebab DIA berdusta; sebab Allah tidak pernah berdusta.

                      Kalau pak Stefanus tetap berkeyakinan bahwa DIA tahu sebab DIA adalah Allah, itu pendapat bapak sendiri atau mungkin ajaran gereja Katolik seperti itu.

                      Tetapi Alkitab yang tidak pernah sesat dan tidak mungkin bisa salah menulis di dalam injil Mat 24 : 36, bahwa DIA tidak tahu.
                      Kalau Alkitab tidak pernah sesat dan tidak mungkin bisa salah, maka berarti pendapat pak Stefanus yang keliru.

                      Yunita

                      JAWABAN DARI STEFANUS TAY

                      Shalom Yunita,

                      Terima kasih atas tanggapannya. Saya telah mencoba memberikan penjelasan kepada Yunita dalam jawaban sebelumnya, bahwa setiap jawaban (baik tahu maupun tidak tahu) mempunyai implikasi masing-masing. Saya telah memberikan argumentasi, mengapa saya mengatakan bahwa Yesus tahu hari kiamat, walaupun di dalam ayat tersebut Dia mengatakan Anakpun tidak (lih. Mt 24:36). Kalau Yunita tetap berpendapat bahwa Yesus tetap tidak tahu dan Yunita juga berpendapat bahwa Yesus adalah Tuhan, maka Yunita harus memberikan argumentasi serta bagaimana untuk mengharmonisasikan dua kenyataan yang berbeda tersebut. Inilah yang dinamakan suatu diskusi yang membangun, dimana masing-masing mencoba memberikan argumentasi akan apa yang dipercaya, termasuk juga untuk melihat implikasi dari jawaban yang diberikan. Setelah masing-masing pihak memberikan argumentasi dan jawaban, maka masing-masing pihak dapat menguji argumentasi yang diberikan. Saya telah memberikan jawaban juga bahwa Yesus tidak berdusta ketika Dia tahu, namun mengatakan bahwa Dia tidak tahu, dengan alasan sebagai berikut:

                      Apakah dengan demikian Yesus berbohong? Untuk menjawab hal ini, kita harus melihat definisi berbohong. Seseorang dikatakan berbohong kalau dia mengatakan sesuatu yang tidak benar. Namun dia tidak dapat dikatakan berbohong kalau dia tidak mengatakan sesuatu secara lengkap atau memilih untuk diam. Dalam hal ini, Yesus tidak berbohong, karena Dia memang tidak tahu hal tersebut dari kodrat-Nya sebagai manusia (catatan: Yesus mempunyai dua kodrat dalam satu pribadi-Nya- kodrat sebagai manusia dan kodrat sebagai Tuhan), namun Dia mengetahuinya dari kodrat-Nya sebagai Tuhan.

                      Karena Yunita tidak mau menjawab pertanyaan yang saya berikan, maka saya tidak akan memasukkan komentar Yunita lebih lanjut, sampai Yunita memberikan argumentasi dan menjawab pertanyaan yang telah saya berikan sebelumnya:

                      a) Apakah Yunita percaya bahwa Yesus sungguh Tuhan pada waktu Yesus hidup di dunia ini? Dan apakah alasannya?

                      b) Kalau Yunita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, maka apakah alasannya bahwa Tuhan tidak tahu hari kiamat? Bukankah Tuhan maha tahu dan tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya? Apakah waktu Yesus turun ke dunia, Dia berhenti menjadi Tuhan? Bukankah ini bertentangan dengan konsep non-contradiction? Tuhan tidak mungkin berhenti menjadi Tuhan, karena Tuhan adalah kekal dan tidak mungkin berubah.

                      Dan sebenarnya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita bersama-sama belajar untuk mengerti dan menggali apa yang kita percayai. Saya terus terang, tidak dapat mengerti mengapa Yunita tidak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, walaupun pertanyaan-pertanyaan tersebut berhubungan dengan topik diskusi ini.

                      Sebagai tambahan, kalau memang cara Yunita menginterpretasikan ayat dalam Alkitab harus secara literal tanpa melihat konteksnya, maka bagaimana Yunita mengartikan perkataan Yesus “Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah” (Mt 5:23). Apakah dengan demikian Yunita setuju bahwa perceraian diperbolehkan kalau istrinya berzinah?

                      Bagaimana kita mengartikan Mt 10:34-35 yang mengatakan “34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. 35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,” Apakah Yesus datang benar-benar bukan untuk membawa damai namun pedang dan membawa perpecahan keluarga?

                      Bagaimana dengan Mt 5:29-30 yang mengatakan “29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. ” Apakah Yunita juga mengartikan ayat-ayat ini secara literal? Bukankah kita pernah berbuat dosa dengan mata dan tangan kita? Apakah dengan demikian kita harus mencukil mata dan memenggal tangan kita? Bukankah Yesus tidak berbohong dan secara jelas Yesus memerintahkan kita untuk mencukil mata dan memenggal tangan kita?

                      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                      stef – http://www.katolisitas.org

                  • @Yunita:
                    Jangan menerjemahkan alkitab melulu tekstual/literal. Apa yang tercetak itulah yang diyakini….itulah kesalahan terbesar protestanism…..coba tunjukkan kepada kita mengapa kita harus percaya istilah Trinitas/Trinity/Tritunggal Maha Kudus? Mana ayat di Alkitab yang menulis kata Trinitas/Trinity /Tritunggal Maha Kudus tersebut? Kalau tidak tertulis di alkitab ….mengapa Yunita tetap percaya Bapa,Putra, dan Roh Kudus sebagai Trinity/Trinitas/Tritunggal Maha Kudus?

                    Saya pribadi akhirnya mengerti apa yang dijelaskan oleh sdr Stef (Thanks) dan apa yang diajarkan oleh Bapa Gereja (magisterium) mengenai hal ini, dan sungguh ini bisa diterima….Jadi mari kita kesampingkan pendapat pribadi kita.

                    Saya cuma membayangkan kalau Yesus sampai mengatakan bahwa Ia tahu hari itu, semua orang pada waktu itu pasti memaksa Dia untuk mengatakannya, dan apa yang menjadi rahasia Ilahi menjadi bukan rahasia lagi.Justru dari rahasia Ilahi inilah Tuhan mau melihat seberapa siapkah manusia dengan menggunakan kehendak bebasnya mempersiapkan hari itu. Kalau sudah diumumkan Yesus ,pastilah yang terjadi waktu itu yang ada hanya kekacauan dengan dampak yang dasyat…..dan yang ada manusia tidak memiliki kehendak bebas lagi karna semua manusia mendadak menjadi baik semua…..karena takut hari penghakiman…….

                    • Konteks sharing Stef dan Yuanita di atas :
                      Kuncinya adalah Rahasia Ilahi, apakah dalam Alkitab ada kata itu, “tidak ada” orang yang beriman dan bergumul dalam iman dan mendapatkan kata itu. Sekarang kalau Rahasia Ilahi itu diungkapkan, maka yang memberikan itu bukan lagi Tuhan, sebab tidak mungkin Tuhan melakukannya, sangat tidak berharga, berarti sudah seperti manusia levelnya, Tuhan Yesus justru di sini memperlihatkan manusianya yang masih sebagai Tuhan, tidak bakal berbuat salah, satu hal lagi Dia tidak mungkin mengatakannya karena itu menyangkut “Iman” (Ibr.11;1), kalau semua orang tahu harinya, lalu semua orang siap2 dan takut akan Tuhan, akan terjadi kekacauan yang muti dimensial, irrational chaos ( sudah tidak beriman lagi ), setiap individu manusia sudah tidak dihargai lagi oleh Tuhan sendiri, tidak ada lagi otonomi pribadi, kebebasan dan kemerdekaan ilahi yang diberikan ( manusia sudah seperti robot, sudah diprogram dan hidup berjalan sesuai dengan programNya, itulah hasil dari konsekwensinya, jadi pasti bukan sifat keilahian dari Tuhan Yesus Kristus yang membuat demikian, tidak mungkin ! sudah pasti !!!!!

                      [dari katolisitas: Terus terang, kami tidak dapat menangkap secara jelas argumentasi yang ingin disampaikan. Mohon menuliskan kembali dengan lebih jelas. Terima kasih.]

  14. Terima kasih untuk mas stef,saya semakin yakin dengan ajaran katolik,sebab hal ini tidak diartikan secara pribadi,melainkan memang dengan penuh kebijaksanaan,tanpa emosi dan penuh kuasa Roh Kudus yang tentu saja senantiasa menaungi Para Bapa Gereja..Karena saya yakin interpretasi yang benar ini TIDAK AKAN PERNAH membawa perpecahan dalam gereja Katolik Sebagai Tubuh Mistik Kristus,hal ini pula yang saya rasakan.Saya merasakan kedamaian setelah membaca Injil Suci dan memahaminya dengan tulisan dari Ajaran Bapa Gereja
    Demikian pendapat saya,Tuhan Yesus melindungi,Bunda Maria mendoakan

  15. Salam damai sejahtera

    Ok terima kasih Stef,

    Sebenarnya saya ingin menyampaikan apa yang telah saya ketahui tentang ayat2 dalam Mat 24 tersebut, tetapi karena anda tidak ingin mengetahuinya . Maka saya juga tidak ingin untuk melanjutkannya.

    Namun satu hal yang mungkin anda perlu ketahui, bahwa Allah senantiasa memberitahukan pada hamba-2Nya apabila akan terjadi hal2 yang berkaitan dengan pehukuman manusia.

    Contoh :
    A. Sebelum Sodom & Gomora dibakar, Allah sudah memberitahukan saatnya kepada Ibrahim, sampai2 terjadi tawar menawar .
    B. 40 hari sebelum Niniwe dihancurkan Allah sudah mengutus hambanya YUNUS untuk memberitahukan hal itu kepada bangsa Niniwe

    Maka untuk suatu peristiwa yang besar diakhir zaman pastilah Allah juga akan memberitahukan waktu dan saatnya sebelum hal itu terjadi. Kapan ? Kita akan melihatnya nanti

    Untuk saat sekarang ini kita baru tahu bahwa kedatanganNya yang kedua terjadi 1.260 hari setelah pengangkatan. Nanti kalau hari itu sudah semakin dekat pasti Allah akan memberitahukan hari “H” nya kepada hamba2Nya.

    Oleh sebab itu umat Kristiani sangat merindukan hari pengangkatan itu, supaya tidak masuk dalam aniaya besar , sebelum datangnya hari Tuhan itu.

    Seperti yang sudah pernah saya tulis bahwa kedatanganNya yang kedua tahap pertama disertai oleh para malaikatNya dan kedatanganNya yang kedua tahap kedua disertai dengan orang2 yang mengalami pengangkatan (tidak lagi dengan para malaikat).

    Tulisan saya ini tidak perlu ditanggapi, sesuai dengan saran dari anda untuk mengakhiri diskusi ini.

    Terima kasih
    Mac

    • Shalom Machmud,

      Terima kasih atas tanggapannya. Saya berfikir, bahwa saya harus menanggapi komentar Machmud, karena memang dengan apa yang disampaikan dan dipercayai oleh Machmud berbeda dengan pengajaran dari Gereja Katolik. Saya perlu meluruskan bahwa yang tidak ingin saya ketahui adalah kapan terjadinya hari kiamat, dalam artian, tanggal, bulan, dan tahun. Dan pendapat saya ini berdasarkan akan apa yang dikatakan oleh Yesus sendiri: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu..” (Mt 24:36) Saya pikir pernyataan Yesus tentang hal ini sudah sangat jelas.

      Bagaimana dengan Allah yang menyatakan kehancuran beberapa kota di Perjanjian Lama, seperti Sodom dan Gomora, Ninive? Allah bebas menyatakannya kepada manusia, sejauh Allah memandang bahwa itu baik. Dan pada waktu itu, di dalam kebijaksanaanya, Allah melihatnya baik untuk menyatakannya. Bagaimana parameter baiknya? Hanya Allah yang tahu, namun yang pasti adalah baik dalam artian akan membawa umat manusia kepada “greater good“, yaitu Sorga. Namun, di dalam kebijaksaan-Nya, Yesus telah mengatakan bahwa kita harus berjaga-jaga dan kita tidak akan tahu saat dan harinya. Dan telah terbukti di dalam sejarah, bahwa begitu banyak orang yang mencoba meramal dan berspekulasi tentang akhir dunia, namun semuanya tidak terjadi. Dan dari sebagai yang berspekulasi mendasarkan argumentasinya pada Kitab Suci.

      Dari sini, kita memang harus menyadari bahwa apa yang dipercayai oleh Machmud memang berbeda dengan apa yang dipercayai oleh Gereja Katolik. Machmud dan Ingrid telah berdiskusi tentang rapture/pengangkatan secara panjang lebar, dan pada akhirnya Machmud tetap berpendapat bahwa memang ada pengangkatan yang rahasia, terpisah dari kedatangan Yesus yang kedua. Satu hal yang kami ingin sampaikan adalah kami telah berusaha untuk menjelaskan apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik semampu kami. Dan kami tidak akan pernah memaksa seseorang untuk percaya tentang hal ini, karena pada akhirnya semua itu dikembalikan pada masing-masing pribadi untuk mengambil keputusan masing-masing. Dan Gereja Katolik tidak mengajarkan secret rapture, dalam pengertian pengangkatan rahasia yang terpisah dari kedatangan Kristus yang ke-dua atau hari kiamat. Alasannya – silakan melihat tulisan tentang rapture di sini (silakan klik).

      Akhirnya, mari kita bersama-sama membawa topik ini di dalam doa. Mungkin Machmud dapat bertanya di dalam doa, mengapa Yesus berkata ““Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu…” (Mt 24:36). Dan mungkin juga Machmud dapat membawa pertanyaan Macmud sendiri “Kalau pendapat saya ini benar, yang menjadi pertanyaannya : Mengapa Yesus menyuruh kita berdoa supaya jangan PELARIAN kita terjadi pada MUSIM DINGIN atau HARI SABAT ? [Mt 24:20]
      Sebab tidak semua negara di dunia yang mempunyai musim dingin dan melakukan hari Sabat (contoh Indonesia). Atau ayat tersebut dikhususkan bagi orang Israel saja tidak buat GerejaNya.

      Semoga Roh Kudus menerangi kita semua dan menerangi kita dengan kebenaran-Nya. Mari kita bersama-sama semakin mengasihi Yesus dengan segenap hati, pikiran, dan kekuatan kita.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – http://www.katolisitas.org

      • Salam damai sejahtera

        Dear Stef

        Mat 24 : 20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.

        Berikut Keterangannya :
        Dalam arti jasmani ini aneh, sebab yang menentukan hari kedatangan Tuhan adalah Allah Bapa sendiri dan itu menentukan apakah hari itu musim dingin atau hari Sabat.
        Kalau ditentukan misalnya hari Selasa, ini tentu tidak hari Sabat, tetapi kalau hari Jum’at malam sampai saptu, itu hari Sabat.
        Ayat ini bukan dalam arti jasmani, sebab dalam arti jasmani, kalau Sabat, maka seluruh daerah bahkan sampai seluruh dunia sedang Sabat dan tidak ada orang bisa ikut pengangkatan. Ini adalah arti rohani !

        Musim dingin artinya keadaan rohaninya dingin, tidak ada gairah, tawar, suam, malas dan orang yang seperti ini akan diludahkan Tuhan (Wah 3 : 16), tidak bisa ikut pengangkatan.
        Ini adalah orang yang hidup dalam kedagingan, tidak dipimpin oleh Roh, suam.
        Begitu juga Sabat pribadi, orang itu tidak bisa lari , sebab pada hari Sabat tidak bisa pergi jauh (Kis 1 : 12) .
        Se-olah2 ada suatu kekuatan yang mengikatnya sehingga tidak bisa lari ke gunung seperti LOT yang tertinggal (Kej 19 :19).
        Inilah orang2 yang tidak bisa berdoa, sehingga terikat kepada perkara2 daging dan dunia, dan tidak bisa lari.
        Mengapa tidak bisa berdoa dan lari ke gunung ?
        Sebab hatinya penuh dengan perkara yang sia2, perkara2 dunia yang fana.
        Ibadah baginya hanya suatu ikatan formal yang mati seperti Taurat dan Sabat.
        Orang yang hatinya bergairah berdoa dalam Roh dan Kebenaran itu tinggal dalam hadirat Tuhan dan orang2 seperti ini yang akan ikut dalam pengangkatan.
        Orang yang tidak bisa berdoa akan lemah dan jatuh dalam dosa (Mat 26 : 41) hanyut dalam arus dosa, tidak bisa ikut dalam pengangkatan dan masuk dalam zaman Antikris.

        Mengapa menjadi dingin dan suam ?
        Jangan sampai ini terjadi , sebab itu berdoalah kata Firman Tuhan !
        Ini orang yang mula2 ber-api2 tetapi kemudian menjadi suam, yang mulai dengan Roh, tetapi berakhir dengan daging (Gal 3 : 3-4).
        Celakanya kalau Tuhan datang, pada waktu itu ia sedang dalam keadaan dingin , atau dikuasai oleh kelemahan, orang itu pasti tidak ikut di angkat.

        Mengapa iman bisa menjadi dingin ?
        Ada beberapa sebab utama, yaitu :
        1. Iman tidak dipelihara (Pil 2 : 12).
        2. Rohaninya tidak tumbuh , setiap hari harus terus menerus diperbaharui (Tit 2 : 5)
        3. Tertipu oleh keduniawian dan kedagingan

        Jika sudah mengerti akan arti rohani dari Mat 24 : 20, maka ayat2 yang lain kita juga akan mengerti akan arti rohaninya seperti :
        Mat 24 : 16 Orang di Yudea lari ke gunung
        Mat 24 : 17 Yang di sotoh rumah , jangan mengeluarkan apa-apa dari rumahnya
        Mat 24 : 18 Yang diladang jangan pulang ambil pakaian
        Mat 24 : 19 Wai bagi perempuan yang hamil dan menyusui

        Jika ayat-ayat tersebut diatas kita artikan secara literal (jasmani), KITA TIDAK AKAN DAPAT MENANGKAP PESAN YANG DISAMPAIKAN TUHAN KEPADA KITA (manusia generasi akhir zaman), seperti yang Stef tulis berikut ini :

        Hal ini berhubungan dengan kesengsaraan besar yang dinubuatkan oleh Yesus sendiri (ay. 15-28). Ayat Mt 24:20 telah terpenuhi pada tahun 69/70, dimana tentara Roma menghancurkan Yerusalem. Jemaat perdana yang percaya akan nubuat tersebut kemudian melarikan diri ke Pella, sehingga mereka selamat (Eus., HE 3,5,3.)
        Yesus mengatakan untuk berdoa, sehingga kesengsaraan besar itu tidak terjadi pada musim dingin dan hari sabat, karena musim dingin menghalangi perjalanan mereka untuk melarikan diri dan sabat membuat sebagian dari mereka tidak dapat berjalan terlalu jauh (Ex 16:29). Kita mengingat bahwa jemaat perdana dari Yahudi, sebagian masih terpengaruh tradisi sabat.

        Salam
        mac

        • Terima kasih atas uraiannya tentang Mt 24:20 yang mengatakan “Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.” Saya minta maaf, karena saya tidak akan memberikan tanggapan terhadap semua pesan Machmud, terutama paragraf 2 dan seterusnya, karena isunya ada di paragraf pertama. Untuk paragraf pertama, Machmud mengatakan bahwa musim dingin dan hari Sabat adalah bermakna spiritual dan bukan literal. Kalau kita melihat dari perikop ini (ay 1-36), maka kita menafsirkannya secara literal.

          Namun, Machmud mengatakan bahwa di ayat 20 penafsirannya harus secara spiritual. Hal ini menjadi tidak konsisten, karena siapa yang menentukan bahwa ayat 20 harus spiritual? Apakah karena untuk mendukung argumentasi rapture/pengangkatan, sehingga ayat 20 harus spiritual? Hal ini dipertegas dengan kalimat terakhir dari Machmud yang mengatakan “Jika ayat-ayat tersebut diatas kita artikan secara literal (jasmani), KITA TIDAK AKAN DAPAT MENANGKAP PESAN YANG DISAMPAIKAN TUHAN KEPADA KITA (manusia generasi akhir zaman).” Ini berarti untuk menafsirkan ayat, Machmud telah memegang suatu pengertian tersendiri, kemudian ayat tersebut dicocok-cocokan – kalau tidak cocok literal, maka menjadi spiritual ; atau kalau tidak cocok spiritual, maka menjadi literal. Yang menjadi masalah dalam metode ini adalah “pengertian sendiri” yang perlu diuji kebenarannya. Kalau kita lihat, kenyataan yang terjadi dalam sejarah (Josephus), dan beberapa interpretasi dari para Bapa Gereja, maka ayat tersebut adalah bersifat literal dan telah terjadi. Bahkan kalau saya melihat interpretasi dari para ahli Kitab Suci dari Kristen non-Katolik, banyak sekali yang berpendapat bahwa ini adalah pengertian literal dan mengacu kepada kehancuran Yerusalem. Kalau Machmud mau, saya dapat kutipkan beberapa komentar tentang hal ini, namun dalam bahasa Inggris.

          Jadi, mungkin ada baiknya, kalau Machmud tidak percaya dengan pengajaran Gereja Katolik, silakan membandingkan interpretasi ayat ini dari para ahli Kitab Suci Kristen Non-Katolik. Dari situ, Machmud dapat membandingkannya dengan pengertian Machmud. Semoga dengan studi banding, maka dapat diperoleh pengertian yang sebenarnya.

          Pertanyaan tambahan: Apakah ayat 16-19 ditafsirkan secara literal atau spiritual? Dan apakah maknanya?

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – http://www.katolisitas.org

          • Salam damai sejahtera

            Dear Stef

            Anda menulis : Pertanyaan tambahan: Apakah ayat 16-19 ditafsirkan secara literal atau spiritual? Dan apakah maknanya?

            MATIUS 24 : 16 ORANG YANG DI YUDEA LARI KE GUNUNG
            Orang Yudea menceriterakan keturunan Ibrahim (yang seperti bintang dilangit), yang punya mezbah bukan seperti LOT yang hidup di Sodom Gomora.
            Sekalipun LOT dilepaskan dari Sodom, ia tidak mau lari ke gunung tetapi pergi ke Zoar. Zoar adalah Sodom kecil, tampaknya tidak berdosa besar, tetapi sama jenisnya dan sama2 akan dibinasakan Allah.
            Ini orang2 yang terikat dalam dosa, dan tidak mau melepaskannya sehingga ber-ulang2 jatuh dalam dosa, dosa kecil tetapi itu tanda ikatan atau percintaan dan satu kali pasti jatuh dan hanyut dalam banjir dosa yang besar.
            Ini seperti lima gadis bodoh yang nampaknya melayani dan bersinar, tetapi tidak terus dipimpin Roh, selang seling antara hidup dalam Roh dan hidup dalam daging, akhirnya sesudah batas waktunya habis orang2 seperti ini akan dihukum.
            Tuhan Yesus tidak berkenan dan mereka tidak ikut dalam pengangkatan dan tertinggal. Orang2 yang hidup benar, anak2 Allah, anak2 Ibrahim yang seperti bintang , akan lari ke gunung, tumbuh dalam kesucian.
            Memang dosa dan kesucian sama2 meningkat luar biasa (Wah 22 : 11), semua orang akan ikut dalam salah satu peningkatan ini.
            Orang2 Yudea yaitu yang penuh dan dipimpin Roh akan lari dan naik ke gunung kesucian Allah, makin suci dan siap untuk pengangkatan atau menjadi sempurna.

            MATIUS 24 : 17 YANG DIPERANGINAN (DI SOTOH RUMAH), JANGAN MENGAMBIL BARANG2 DARI RUMAHNYA
            Di sotoh rumah orang2 berdoa seperti Petrus (Kis 10 : 9).
            Hartanya di dalam rumah, jangan turun ke bawah membawa hartanya seperti istri Lot (Kej 19 : 26).
            Orang seperti ini tidak akan ikut pengangkatan, sebab hatinya terikat pada harta yang ditinggalkannya (itu mungkin uang, mungkin kedudukan, mungkin hobby dll) yang disayangi .
            Ia sudah di peranginan (sotoh rumah = siap untuk diangkat), tetapi kalau hatinya bercintakan hartanya yaitu segala isi dunia, maka ia batal dan tidak ikut dalam pengangkatan !
            Jangan terikat dengan apapun dalam dunia ini (1Kor 7 : 31).
            Pakailah seperti orang yang tidak memakai, jangan terikat !
            Sebab itu kita harus terus menerus dalam keadaan ber-jaga2 , sebab kalau Tuhan Yesus datang dan kita justru dalam keadaan terikat, maka kita akan tertinggal seperti istri Lot.. Sebab itu Tuhan ber-ulang2 mengatakan supaya kita jangan cinta uang (Ibr 13 : 4-5), jangan ingin kaya (1Tim 6 : 9-10 — Ams 23 : 4 — Ams 28 : 20 & 22).
            Juga segala “harta dunia” yang fana lainnya.
            Jangan bekerja karena makanan yang fana, tetapi karena yang kekal Yoh 6 : 27 (maksudnya taruhlah hatimu pada hal2 yang kekal meskipun masih bekerja mencari nafkah yang fana 2Tes 3 : 10).
            Biar hati ini rindu akan hal2 yang kekal, sebab dimana harta kita berada disitulah hati kita Mat 6 : 21.
            Kalau harta kita di bumi, dalam hal2 yang fana, tidak bisa ikut dalam pengangkatan !! Isikan hati kita dengan hal2 yang dari atas Kol 3 : 1-4 jangan dengan hal2 dari dunia yang fana, yang harus dipakai (kita masih perlu) tetapi dengan cara yang betul 1Kor 7 : 31

            MATIUS 24 : 18 YANG DILADANG JANGAN PULANG AMBIL PAKAIAN.
            Jangan hidup ini dikusutkan dengan per-soalan2 pribadi sendiri (2Tim 2 : 4)
            Bagaimana caranya ?
            Hidup dipimpin Roh, maka semua problem pribadi dan keluarga kita akan diselesaikan oleh Tuhan, bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi dengan kuasa dan hikmat Allah yang tidak terbatas.
            Orang2 yang melayani itu indah.
            Dihadapan Allah ia hidup dan ber-buah2 (meskipun ada yang tidak langsung).
            Dan untuk melayani dengan betul itu ada persyaratannya seperti imam2 dan orang Lewi dalam Perjanjian lama.
            Ada hal2 yang ditinggalkan seperti Matius meninggalkan dosa2 dan pekerjaan yang tidak halal, Paulus meninggalkan segala kemuliaan hidup lama dsb.
            Apa yang dahulu menjadi keuntungan, sekarang dianggap rugi karena melihat kepada kemuliaan Kristus Fil 3 : 7.
            Tetapi ada orang yang ingin kembali kepada hal2 yang sudah dibuang itu dan itu mengganggu pelayanannya, sehingga tidak bisa berkembang dan ber-buah2 dengan maksimal..
            Bukan saja tidak bisa berbuah maksimal tetapi mulai timbul percintaan akan hal2 lama, itu menjadi dosa dan membuat hidupnya menjadi tidak berkenan kepada Tuhan sehingga pada waktu pengangkatan, tertinggal.
            Ini perlu dicamkan bagi orang2 yang di dalam pelayanan supaya jangan sampai melayani tetapi tertinggal dan itu sangat menyedihkan (Mat 7 ; 21-23)

            MATIUS 24 : 19 CELAKALAH IBU-IBU YANG SEDANG HAMIL DAN MENYUSUI
            Orang mengandung dan menyusui itu bukan dosa , bukan celaka.
            Seperti yang tertulis dalam (Yak 1 : 15 = Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.) .
            Orang yang mengandung atau penuh dengan hawa nafsu atau kedagingan akan melahirkan anak dosa atau ikatan2 dosa.
            Ibu yang menyusui anaknya itu terikat pada anaknya.
            Begitu juga orang yang penuh dan menuruti kedagingan itu masuk dalam ikatan2 dosa dan tidak bisa lepas.
            Ini orang yang hidup dan terikat dalam dosa, pada waktu pengangkatan tidak bisa ikut lari, tidak ikut pengangkatan.
            Memang orang yang hidup dalam dosa itu celaka, upahnya maut (Rom 6 : 23) .
            Ada 2 macam orang seperti inidan semuanya tertinggal, yaitu :
            1. Keras hati (Ibr 3 : 13 & 15). Ini amat jahat. Keras hati berarti tahu dosanya tapi tidak mau bertobat, dengan kata lain sengaja tidak mau bertobat (Ibr 10 : 26), ini dosa yang ganas dan terus ber-tambah2 (tumbuh) dengan cepat sehingga menjadi sempurna dosanya dan tidak ada ampun lagi baginya.
            2. Kelemahan. Ini dosa seperti Petrus yang karena lemah jatuh dalam dosa penyangkalan, padahal sebetulnya ia tidak mau, tetapi toh jatuh lalu menyesal. Orang seperti ini kalau tidak meninggalkan kelemahannya, akan terus jatuh bangun dalam dosa, juga tidak bisa lari dan tertinggal waktu pengangkatan. Mengapa orang tinggal dalam kelemahannya ?. Sebab :
            • Tidak mengerti, tidak percaya bahwa setiap orang percaya itu sebetulnya sudah ditebus dan bisa bebas dari dosa (Yoh 8 : 36) . Tinggal mengambilnya dengan iman dan ia bebas. Surat pembebasan kita adalah ayat2 Firman Tuhan dan kita bisa memakainya dengan iman dan kita bebas dari semua ikatan dosa (Mat 8 : 13)
            • Tertipu seperti Hawa (Kej 3 : 6). Dunia ini sedap dipandang, enak dimakan dan memberi pengalaman2 manis, sehingga banyak yang tertarik dan terikat pada dunia, dosa dan daging. Sekalipun sudah tahu, tetapi sebab dirayu dan tertarik kemanisan dosa, jadi ingin, sehingga tidak bisa bertindak dengan tegas. Untuk mengambil tindakan iman yang tegas harus :
            a. Ada iman (yakin akan ayat2 Firman Tuhan) dan
            b. Bertindak dengan iman , artinya dengan tegas seperti sudah mengalami (Mar 11 : 24).

            Memang ini sakit bagi daging, tetapi kalau dengan tegas, yakin, akan bebas dari semua ikatan dosa dan kelemahan.
            Sebetulnya bebas dari dosa sehingga bisa hidup suci itu indah (Maz 50 : 2), senang (Mat 11 : 28-30), puas (Maz 16 : 11), sebaliknya dosa itu maut (Rom 6 : 23).
            Tetapi rata2 orang dunia (manusia pada umumnya) ini sudah dirasuk oleh tipu daya dosa sehingga percaya yang sebaliknya, bahwa dosa itu nikmat, sebab itu selalu tertarik dan terikat.
            Sebab ada dosa, iblis bekerja dan Roh Kudus tidak ada dalam dirinya, sehingga waktu pengangkatan tidak bisa ikut lari, sebab ia tidak berubah, tidak ada Roh Kudus yang bisa mengubahkannya (Rom 8 : 11)

            Salam
            mac

            • Shalom Machmud,

              Terima kasih atas uraiannya tentang Mt 24:16-19. Saya mengusulkan agar Machmud dapat memberikan uraian dari ayat 1-36 secara garis besar. Machmud dapat memberikan catatan, misal:

              ayat 1: literal – mengapa?
              ayat 2: literal – mengapa?
              ….
              ayat 16: spiritual – mengapa?

              ayat 36: spiritual atau literal- mengapa?

              Kemudian bandingkan dengan ide awalnya, apakah yang membuat Yesus mengatakan seperti di ayat 1-36? Bukankah semua perkataan Yesus adalah untuk menerangkan apa yang terjadi di ayat 1-3 “1 Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah. 2 Ia berkata kepada mereka: “Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” 3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” (Mt 24:1-3).

              Setelah itu bandingkan ide awal ini dengan pengertian Machmud – daftar literal dan spiritual – apakah ide dari ayat 1-3 terjawab dengan penafsiran Machmud?, contohnya: apakah kehancuran bait Allah adalah literal? Kalau literal, kapankah ini terjadinya? bagaimana Yesus menjawab hal ini? apakah keruntuhan di ayat 2 literal atau spiritual? Apakah sudah terjadi atau belum? Bagaimana Yesus menjawabnya? Misal: bandingkan dengan ide pengangkatan yang belum terjadi dan keruntuhan Yerusalem yang telah terjadi. Apakah ada kontradiksi?

              Semoga dengan studi seperti ini, kita dapat melihat apa yang sebenarnya dimaksud oleh Yesus dengan ayat-ayat tersebut. Kita juga dengan rendah hati harus mencoba melihat apa yang dikatakan oleh para ahli Kitab Suci yang lain dan apakah pendapat para Bapa Gereja, sehingga kita tidak salah dalam menafsirkan. Kalau kita berpendapat, bahwa pengertian kita adalah senantiasa dari Roh Kudus, pertanyaannya adalah, apakah kalau orang berpendapat lain dari kita, maka orang tersebut tidak mempunyai Roh Kudus. Dalam pengajaran di dalam Gereja Katolik ini sangat jelas, karena kalau ada perbedaan penafsiran, umat Katolik melihat dan membandingkannya dengan apa yang diajarkan oleh Magisterium Gereja.

              Mungkin Mahcmud dapat merenungkan hal ini lebih lanjut. Saya yakin bahwa tidak semua orang Kristen, non-Katolik mempunyai pendapat yang sama dengan Machmud dalam menafsirkan ayat-ayat ini. Kalau demikian apa yang menjadi parameter bagi Machmud untuk meyakinkan diri bahwa pengertian Machmud adalah benar tentang ayat-ayat ini?

              Saya bersyukur bahwa Machmud benar-benar membaca Sabda Allah dan benar-benar ingin menggali Sabda Allah secara mendalam. Semoga Roh Kudus menerangi kita semua untuk menyingkapkan apa yang terselubung.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – http://www.katolisitas.org

              • maaf cuma tanggapan saja, tapi saya tidak kompeten dan sangat awam dalam masalah ini. namun setelah membaca diskusi sdr.Machmud dgn sdr. Stef, tanggapan saya adalah sbb:

                1. Menurut saya kuncinya ada apa topik pengangkatan(rapture). Sdr. Machmud mestinya membereskan pengertian rapture itu yang menurut keyakinannya ada dan Gereja Katolik tidak mengajarkan adanya Rapture yang sudah dijelaskan dengan baik pada artikel Rapture. Sampai di titik Rapture apakah sdr. Machmud sudah sepaham dengan ajaran Gereja Katolik? Kalau belum sepaham , masalah yang ditanyakan di topik atas akan terus mengganjal sdr.Machmud…Jadi saya sarankan sdr. Machmud kembali melihat artikel ttg Rapture dgn baik….(caranya: asumsikanlah bahwa sdr Machmud belum pernah tahu Rapture sama sekali, minta bantuan dengan terang Roh Kudus, dipahami dan kesampingkan pendapat pribadi…)semoga dapat membantu.
                2. Menurut saya jawaban Sdr. Stef baik, bijaksana, dan konsisten (sumber bijaksana dan konsisten adalah pengajaran Magisterium Gereja yang sudah dengan baik menginterpretasikan Kitab Suci-yang kini diikuti oleh Stef…,-betulkan Stef?-)melihat konteksnya masih dalam perikop ybs , jadi tidak lari ke sana kemari….yang sebagian besar orang suka mengutip sana sini untuk membenarkan asumsinya tanpa melihat dengan jelas ayat ayat sebelum dan sesudahnya secara keseluruhan…
                Demikian komentar saya…
                GBU all

            • MATIUS 24 : 19 CELAKALAH IBU-IBU YANG SEDANG HAMIL DAN MENYUSUI
              Machmud: Orang mengandung dan menyusui itu bukan dosa , bukan celaka

              Saat Yesus menyampaikan ayat ini dalam konteks tentang kehancuran Yerusalem. Kog sdr Machmud melihatnya dari sudut yang mana ya?. Kenapa tidak sama melihat dari sudut pandang yang dilihat Yesus? Apa yang Yesus sampaikan saat itu?
              Sdr Machmud menyampaikan asumsinya yang tidak melihat apa yang Yesus maksudkan….sehingga secara tulisan, sdr Machmud membantah apa yang dikatakan Yesus karena tidak melihat secara keseluruhan maksud Yesus…..(Saya pikir anak kecil pun tahu kalau hamil dan menyusui bukan dosa..jadi tidak perlu ditegaskan lagi)
              betulkah demikian Stef? tolong pencerahan….

              • Salam damai sejahtera

                Dear Johanes

                Yang dimaksud dalam ayat ini adalah mengandung dosa .
                Saya sudah menulisnya dengan jelas arti dari ayat2 ini :

                Orang yang mengandung atau penuh dengan hawa nafsu atau kedagingan akan melahirkan anak dosa atau ikatan2 dosa.
                Ibu yang menyusui anaknya itu terikat pada anaknya.
                Begitu juga orang yang penuh dan menuruti kedagingan itu masuk dalam ikatan2 dosa dan tidak bisa lepas.
                Ini orang yang hidup dan terikat dalam dosa, pada waktu pengangkatan tidak bisa ikut lari, tidak ikut pengangkatan.

                Bahasa yang dipakai oleh Tuhan Yesus dalam ayat2 ini adalah bahasa kiasan, jadi kita harus extra hati2 untuk menangkap artinya.

                Jadi apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus dalam ayat ini ialah :
                Apabila Tuhan datang dan orang tersebut masih dalam keadaan berdosa (mengandung dosa) maka orang tsb akan celaka. Dan menyusui artinya terikat .(seorang ibu yang menyusui itu selalu terikat dengan anaknya) sehingga tidak bisa lari (ikut pengangkatan) sebab ia terikat dengan dosa2.

                Kalau Johanes membaca dengan begitu saja ayat2 tersebut anda tidak akan sampai pada pengertian yang disampaikan oleh Tuhan Yesus.

                Bukankah Alkitab sudah menubuatkan : bahwa pada akhir zaman semua rahasia akan dibukakan, bahkan semua yang dahulu masih tertutup, juga akan dibukakan artinya .

                Kitab Daniel dan Wahyu yang pada waktu itu dimeteraikan, belum boleh dibuka, maka pada akhir zaman (sekarang ini) semuanya itu akan dibukakan dengan pertolongan Rohkudus.

                Marilah kita sama2 belajar menggali apa2 pesan Tuhan Yesus yang dahulu belum kita ketahui, supaya kita bisa hidup berjaga2 dan tahu tanda2 dari kedatangan Tuhan, supaya jangan sampai kita disesatkan oleh Mesias2 palsu. Mudah2an anda bisa menangkap pesan Tuhan Yesus yang disampaikan lewat ayat2 tsb

                Tuhan Yesus memberkati

                salam
                mac

                • Shalom Machmud,

                  Terima kasih atas tanggapannya. Yang saya kuatirkan dari pendapat Machmud adalah Machmud mencoba mencocokkan ayat-ayat ini agar dapat mendukung ajaran yang Machmud percayai, dalam hal ini pengajaran tentang pengangkatan yang terpisah dari kedatangan Kristus yang ke-dua. Oleh karena itu, Machmud memberikan arti spiritual pada ibu yang menyusui. Ibu yang menyusui diartikan sebagai manusia yang mempunyai keterikatan terhadap dosa, sehingga akhirnya tidak bisa diangkat. Semua argumentasi dari Machmud bermula dari pengajaran tentang pengangkatan dan akan berakhir kepada pengangkatan. Dan sekali lagi saya ingin menegaskan bahwa doktrin pengangkatan yang terpisah dari kedatangan Kristus yang kedua tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik.

                  1) Machmud mengatakan “Bukankah Alkitab sudah menubuatkan : bahwa pada akhir zaman semua rahasia akan dibukakan, bahkan semua yang dahulu masih tertutup, juga akan dibukakan artinya.

                  a) Dibagian manakah dari Alkitab yang menyatakan bahwa pada akhir zaman semua rahasia akan dibukakan? Rahasia apakah yang belum terbuka? Apakah masih ada rahasia yang belum dinyatakan setelah kedatangan Kristus dan setelah tertulisnya wahyu Allah lewat para rasul dan penulis Alkitab? Apakah masih diperlukan wahyu umum untuk mengantar manusia pada keselamatan kekal?

                  b) Kolese 1:26-27 mengatakan “26. yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 27. Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” Dari ayat ini rahasia yang ingin diungkapkan di sini bukanlah teori pengangkatan, namun adalah Kristus sendiri, seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus “Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan“. Kristus yang menjadi pemenuhan akan nubuat para nabi, telah datang ke dunia, sengsara, wafat, dan bangkit, sehingga memberikan pengharapan bagi semua orang untuk dapat mencapai kemuliaan di dalam Kerajaan Sorga. Dan karya untuk menyebarkan misteri ini dilakukan oleh Gereja dari awal sampai akhir jaman.

                  c) Dan memang semua yang berada dalam gelap akan dibawa ke dalam terang pada akhir zaman. Semua perbuatan kita yang tersembunyi akan dinyatakan pada pengadilan terakhir. Semua rencana keselamatan Allah akan dinyatakan kembali, sehingga semua orang dapat memuji dan memuliakan Tuhan. Dalam pandangan Gereja Katolik semua ini akan dibukakan pada waktu pengadilan terakhir. Oleh karena itu, diskusi kita akan kembali pada titik awal, yaitu perbedaan konsep tentang akhir zaman.

                  2) Machmud mengatakan “Kitab Daniel dan Wahyu yang pada waktu itu dimeteraikan, belum boleh dibuka, maka pada akhir zaman (sekarang ini) semuanya itu akan dibukakan dengan pertolongan Rohkudus.

                  a) Di bagian manakah dinyatakan bahwa kitab Daniel dan Wahyu yang pada waktu itu dimateraikan belum boleh dibuka? Dan dibagian mana dikatakan bahwa pada akhir zaman (sekarang ini) semuanya akan dibukakan dengan pertolongan Roh Kudus? Semua ini disebabkan karena ada perbedaan dalam penafsiran ayat-ayat tersebut, yang pada akhirnya adalah perbedaan konsep tentang pengangkatan dan akhir zaman.

                  3) Kalau kita ingin benar-benar setia pada apa yang dikatakan oleh Alkitab, mari kita berjaga-jaga, karena tidak ada yang tahu kedatangan Kristus yang ke-dua. (lih. Mat 24:42). Kita tidak perlu tahu kapan (hari, tanggal, jam, tahun) Kristus datang ke-dua kali, karena tidak ada yang tahu secara persis kedatangan-Nya, seperti yang telah ditegaskan oleh Kristus sendiri. Dan agar kita tidak terjebak pada mesias-mesias palsu, kita harus mendengarkan apa yang dikatakan oleh Gereja. Bagi umat Katolik, kita mendengarkan kebenaran Kristus yang dinyatakan oleh Gereja Katolik. Persiapan yang diperlukan adalah agar kita senantiasa bersiap-siap atau berjaga-jaga, dengan cara hidup kudus, karena kekudusan yang akan mengantar kita kepada Kerajaan Sorga.

                  Semoga keterangan ini dapat membantu.

                  Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                  stef – http://www.katolisitas.org

                  • Salam damai sejahtera

                    Dear Stef

                    Barangkali ini ayatnya :

                    Daniel 12 : 4 = Tetapi engkau, Daniel, SEMBUNYIKANLAH segala firman itu, dan METERAIKANLAH Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.

                    Salam
                    Mac

                    • Shalom Machmud,

                      Terima kasih untuk ayat yang diberikan oleh Machmud, yaitu Daniel 12:4, yang mengatakan “Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.

                      a) Pertama, tentang akhir zaman, kita masih belum satu pendapat, dimana Machmud masih berpendapat adanya rapture yang terpisah dengan kedatangan Kristus yang kedua.

                      b) Kedua, kita harus menganalisa perkataan “sampai“. Sebagai contoh, Mt 1:25 dikatakan “Tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.” Gereja Katolik, para Bapa Gereja, Martin Luther, John Calvin, mengartikan bahwa Bunda Maria tetap perawan. Kita juga melihat di dalam 1 Kor 15:25 “Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.” Apakah dengan memakai kata “sampai”, maka setelah Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya, maka Yesus tidak lagi memerintah sebagai Raja? Tentu saja bukan seperti itu pengertiannya. Lihat juga Ibr 1:13 “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?” Kita juga melihat 2 Sam 6:23 “Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya.” Ini bukan berarti Mikhal akan mendapatkan anak setelah hari kematiannya. Dan masih banyak ayat yang mengatakan hal ini.

                      Daniel 12:4 mengatakan “Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman.” Kalau diartikan bahwa semua orang dengan diterangi Roh Kudus dapat mengartikan kapan (tanggal, bulan dan tahun) pada akhir jaman, sedangkan Yesus sendiri mengatakan “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Mt 24:46), maka hal ini tidak sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Yesus sendiri. Begitu banyak orang yang telah mencoba memberikan tanggal, bulan dan tahun akhir jaman, namun tidak pernah terjadi. Dan ini semua terbukti di dalam sejarah.

                      Semoga hal ini dapat memperjelas. Mari kita semua berfokus bukan pada tanggal kedatangan Kristus, namun pada persiapan, yaitu senantiasa berjaga-jaga, yaitu dengan terus mengikuti Kristus dan hidup kudus.

                      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                      stef – http://www.katolisitas.org

  16. Salam damai sejahtera
    Dear Stef
    Uraian anda tentang bendahara yang tidak jujur (di sini) sangat bagus sehingga membuat banyak orang mengerti akan arti Firman Allah dfari ayat2 ini , barangkali kalau boleh anda sekalian menguraikan tentang ayat berikut ini : Mat :24 : 20 (Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat)
    Mengapa Tuhan Yesus menyuruh kita berdoa seperti tsb diatas ?
    Terima kasih
    Mac

    • Shalom Machmud,
      Terima kasih atas dukungannya. Ayat Mat 24:20 mengatakan “Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.“. Hal in berhubungan dengan kesengsaraan besar yang dinubuatkan oleh Yesus sendiri (ay. 15-28). Ayat Mt 24:20 telah terpenuhi pada tahun 69/70, dimana tentara Roma menghancurkan Yerusalem. Jemaat perdana yang percaya akan nubuat tersebut kemudian melarikan diri ke Pella, sehingga mereka selamat (Eus., HE 3,5,3.)
      Yesus mengatakan untuk berdoa, sehingga kesengsaraan besar itu tidak terjadi pada musim dingin dan hari sabat, karena musim dingin menghalangi perjalanan mereka untuk melarikan diri dan sabat membuat sebagian dari mereka tidak dapat berjalan terlalu jauh (Ex 16:29). Kita mengingat bahwa jemaat perdana dari Yahudi, sebagian masih terpengaruh tradisi sabat.
      Demikian jawaban singkat yang dapat saya berikan.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – http://www.katolisitas.org

      • Salam damai sejahtera

        Terima kasih atas jawabannya.

        Tetapi apakah hal itu bukankah mengenai akhir zaman, kalau kita membaca ayat-ayat sebelumnya

        Mat 24 : 3 ( Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?)

        Ayat ini tentang akhir zaman seperti yang ditulis (APAKAH TANDA KEDATANGANMU DAN TANDA KESUDAHAN DUNIA).

        Dan ketika percakapan tersebut dilanjutkan kita temukan ayat-ayat seperti yang ditulis di ayat : 15 sampai ayat 33

        Saya kira Mat : 24 : 20 dan ayat selanjutnya BELUM TERPENUHI, sedangkan untuk
        Mat 24 : 1 & 2 memang sudah dipenuhi seperti yang Stef tulis yaitu tahun 69.

        Kalau pendapat saya ini benar, yang menjadi pertanyaannya : Mengapa Yesus menyuruh kita berdoa supaya jangan PELARIAN kita terjadi pada MUSIM DINGIN atau HARI SABAT ?
        Sebab tidak semua negara di dunia yang mempunyai musim dingin dan melakukan hari sabat (contoh Indonesia).
        Atau ayat tersebut dikhususkan bagi orang Israel saja tidak buat GerejaNya .

        Bagaimana pendapat anda

        Salam
        Mac

        [dari katolisitas: silakan untuk membaca artikel di atas – silakan klik]

        • EDDY HINDARTO HANDOKO on

          DEAR ALL,
          TUHAN YESUS TERSENYUM MEMBACA PENDALAMAN ALKITAB INI .. MUNGKIN AKIBAT DARI DOSA ADAM MAKA SEGALA SESUATU DIDUNIA INI TIDAK ADA YG SEMPURNA .. BAHKAN MENURUT RASUL PAULUS KITA TIDAK MAMPU MELIHAT DIRI KITA SENDIRI DENGAN SEMPURNA SAMPAI PADA HARI KEDATANGAN TUHAN YESUS YG KEDUA KALINYA BARU KITA BISA MELIHAT MUKA DENGAN MUKA ..
          PADA ZAMAN TUHAN YESUS-PUN SDH ADA PERBEDAAN PANDANGAN TENTANG ORANG YG MENGUSIR SETAN DIDALAM NAMA TUHAN YESUS PADAHAL YBS BUKAN MURID TUHAN YESUS ..
          TANGGAPAN TUHAN YESUS PADA SAAT ITU ” BIARKANLAH SAJA SEPANJANG ORANG ITU TIDAK MEMUSUHI KITA ” .. LUAR BIASA KAN? TRUS WAKTU PEREMPUAN ASING YG MEMOHON KESEMBUHAN BUAT ANAKNYA DENGAN KERENDAHAN HATI YG LUAR BIASA ( ANJINGPUN MAKAN REMAH-REMAH YG JATUH DARI MEJA TUANNYA ) TANGGAPAN TUHAN YESUS LUAR BIASA .. IMANMU TELAH MENYELAMATKANMU IBU ..
          PADA KISAH PARA RASUL PERBEDAAN PANDANGAN JUGA SUDAH TERJADI .. TANGGAPAN KITA MUNGKIN SEBAIKNYA MENGACU PADA PANDANGAN KRISTUS .. BIARKANLAH .. SEMBARI KITA MENYADARI KETERBATASAN KITA SEMUA DAN BERHARAP PENUH KEPADA BELAS KASIH ALLAH BAPA TUHAN KITA YESUS KRISTUS .. IMMANUEL

          • Shalom Eddy Hindarto,

            Memang benar bahwa kesempurnaan ada pada Allah sendiri, dan bahwa karena akibat dosa Adam maka manusia mempunyai kecenderungan untuk berbuat dosa, dan mempunyai banyak keterbatasan untuk dapat mengenal Allah [dan segala kehendak-Nya] dengan sempurna. Oleh karena itu, untuk dapat bertumbuh dalam pengenalan akan Allah, manusia membutuhkan campur tangan dan bantuan rahmat Allah sendiri. Bantuan rahmat Allah dan campur tangan-Nya ini kita peroleh secara istimewa melalui Gereja yang didirikan-Nya, baik melalui sakramen- sakramen maupun pengajarannya. Oleh kuasa Roh Kudus, Gereja dapat terus berkarya dan mengajar umat Allah sampai pada saat ini, terutama juga tentang hal- hal yang sulit dipahami, termasuk di antaranya adalah tentang hal akhir dunia. Ada banyak paham yang diajarkan oleh tokoh- tokoh tertentu ataupun gereja- gereja tertentu yang berbeda satu sama lain tentang hal ini. Sejarah juga membuktikan bahwa ada banyak orang yang berusaha meramalkan tentang hari terjadinya akhir dunia, dan tak ada satupun ramalan itu yang terwujud; dunia masih ada sampai saat ini. Agaknya kita perlu kembali kepada prinsip ajaran yang diajarkan oleh Yesus sendiri yaitu bahwa tak akan ada seorang manusiapun yang dapat mengetahui hari dan saatnya [akan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya di akhir jaman], dan bahwa yang terpenting bagi kita adalah berjaga- jaga untuk menyambut saat itu.

            Jika anda ingin mengetahui prinsip ajaran Gereja Katolik tentang akhir jaman itu, silakan membaca beberapa artikel di bawah ini, yang kesemuanya berdasarkan atas Kitab Suci:

            Akhir Jaman menurut ajaran Agama Katolik (bagian 1)
            Akhir Jaman menurut ajaran Agama Katolik (bagian 2)
            Rapture menurut sudut pandang ajaran Gereja Katolik
            Apakah Akhir Jaman akan segera terjadi?
            Perlukah kita mengetahui tentang kapankah Akhir Jaman?
            Tanggapan Katolik tentang Dua Tahap kedatangan Kristus di Akhir Jaman

            PS: Selanjutnya untuk lain kali, jika anda ingin menuliskan pesan/ komentar, mohon jangan menggunakan huruf besar/ kapital semua; karena menurut bahasa internet, itu adalah ungkapan berteriak/ marah. Kami percaya anda tidak sedang marah- marah kepada kami.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            Ingrid Listiati- katolisitas.org

      • ames verage on

        Salam Sejahtra buat para peserta diskusi. Salam kenal Nama saya Ames V.

        Mau nimbrung sedikit tentang akhir zaman tentang kedatangan Yesus kedua kalinya.

        Mat 24 : 20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.

        Keluaran 20: 3 – 17 [ Isi Hukum Taurat Yang Asli ]

        20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

        20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

        20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

        20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

        20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

        INILAH HUKUM KE IV DARI HUKUM TAURAT YANG TELAH DIRUBAH OLEH MANUSIA DARI HARI SABAT/SABTU JADI HARI MINGGU. Yang sudah dinubuatkan Nabi Di

        Daniel 7:25 Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

        20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

        20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

        20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

        20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

        20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

        20:13 Jangan membunuh.

        20:14 Jangan berzinah.

        20:15 Jangan mencuri.

        20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

        20:17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu.”

        SEPULUH HUKUM BERDASARKAN PERUBAHAN OLEH KEPAUSAN

        1. AKULAH Tuhan Allahmu. Janganlah ada padamu Allah yang asing di hadapan-Ku.

        2. Janganlah menyebut Tuhanmu dengan sia-sia.

        3. Ingatlah supaya kamu memelihara hari sabat yang suci.

        4. Hormatilah Ayahmu dan Ibumu.

        5. Jangan membunuh.

        6. Jangan berjinah.

        7. Jangan mencuri.

        8. Jangan mengucapkan kesaksian dusta tentang sesamamu.

        9. Janganlah mengingini istri sesamamu.

        10. Janganlah mengingini harta sesamamu.

        Hukum Tentang Patung dihilangkan, Sabat hari Sabtu digantikan dengan Hari Minggu, hukum yang ke 10 dibagi 2.

        Perhatikan bagaimana Tuhan memilih perintah Sabat sebagai Ujian Kesetiaan Terbesar dari Hukum-Hukumnya. Sebab Hari Sabat Hari yang dikuduskan Tuhan adalah Kebenaran yang terakhir dari “ Kebenaran Alkitab yang diabaikan Dunia Orang Kristen, ditetapkan kembali Sebelum Kedatangannya yang keduakali yang sangat dekat itu, agar barang siapa orang yang rindu bertemu dengan Tuhan di Surga Harus menyucikan Sabat hari Ketujuh.

        kamus Kitab Suci Indonesian Literal Translation Hal.329 Mengatakan : Hari Sabat:

        Ibrani Sabbath, artinya Hari ketujuh, Dalam bahasa dan kalender Indonesia adalah Sabtu.

        Webster”s New World Dictionary : Sabbat = The Seventh day of the Week

        Minggu :
        Ibrani : RI’SYON atau ‘EKHAD
        Yunani kuno : HELIOU
        Yunani Klasik : MIA
        Yunani Modern : KURIAKÊ

        Senin :
        Ibrani : SYENI
        Yunani kuno : SELENES
        Yunani Klasik : DEUTERA
        Yunani Modern : DEUTERA

        Selasa :
        Ibrani : SYELISYI
        Yunani kuno : AREOS
        Yunani Klasik : TRITÊ
        Yunani Modern : TRITÊ

        Rabu :
        Ibrani : REVI’I
        Yunani kuno : HERMU
        Yunani Klasik : TETARTÊ
        Yunani Modern : TETARTÊ

        Kamis :
        Ibrani : KHAMISYI
        Yunani kuno : DIOS
        Yunani Klasik : PEMPTÊ
        Yunani Modern : PEMPTÊ

        Jumat :
        Ibrani : SYISYI
        Yunani kuno : APHRODITES
        Yunani Klasik : HEKTE
        Yunani Modern : PARASKEUÊ

        Sabtu :
        Ibrani : SYEVI’I atau SYABAT
        Yunani kuno : KHRONU
        Yunani Klasik : HEBDOME
        Yunani Modern : SABBATO

        Jelas sekali hari Sabtu adalah hari Sabat (hari Perhentian).

        HARI JUMAT / JUMAT AGUNG / HARI KEMATIAN
        LUKAS 23:52 – 54
        Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.
        23:53
        Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat.
        23:54
        Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai.
        HARI SABTU / SABAT (HARI ISTIRAHAT HARI KUDUS MENURUT HUKUM TAURAT)
        LUKAS 23:55 – 56
        Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan.
        23:56
        Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,
        HARI MINGGU / HARI PERTAMA / MINGGU PASKAH ( HARI KEBANGKITAN )
        MATIUS 28 : 1 – 2
        Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
        28:2
        Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya
        Bahkan hingga kepada hari kematianNyapun tidak mencemarkan Hari sabat. Jumat Sore dia dikuburkan sebelum tiba hari Sabat, dan minggu pagi Yesus dibangkitkan. Begitu pentingnya penurutan untuk menyucikan Hari Sabat .. Yesus berpesan kepada muridnya menjelang hari kedatangannya akan ada kesusahan dan siksaan maka pesan Yesus:

        Matius 24:20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. 24:21 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

        Dikutip dari Buku Kontroversi Hari Sabat Oleh : Haji. Insan Mokoginta hal. 51
        Perlu anda renungkan cukup sekitar 20 masalah “Hari Minggu” sbb :

        [dari katolisitas: Kalau Anda ingin berdiskusi tentang hari Sabat, silakan untuk mendiskusikannya di sini – silakan klik, dengan membaca diskusi yang telah ada terlebih dahulu, sehingga tidak terjadi pengulangan.]