Berdoa dengan benar secara Katolik

Mengapa kita berdoa?

“Prayer is the raising of one’s mind and heart to God or the requesting of good things from God.” But when we pray, do we speak from the height of our pride and will, or “out of the depths” of a humble and contrite heart? He who humbles himself will be exalted; humility is the foundation of prayer. Only when we humbly acknowledge that “we do not know how to pray as we ought,” are we ready to receive freely the gift of prayer. “Man is a beggar before God.” (CCC, 2559)

KGK 2559 “Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Tuhan, atau satu permohonan kepada Tuhan demi hal-hal yang baik”. Dari mana kita berbicara, kalau kita berdoa? Dari ketinggian kesombongan dan kehendak kita ke bawah atau “dari jurang” (Mzm 130:1) hati yang rendah dan penuh sesal? Siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan (Bdk. Luk 18:9-14). Kerendahan hati adalah dasar doa, karena “kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa” (Rm 8:26). Supaya mendapat anugerah doa, kita harus bersikap rendah hati: Di depan Allah, manusia adalah seorang pengemis.

Itulah sebuah pemahaman tentang arti doa dari ajaran Gereja Katolik. Berdoa adalah getaran hati suara nurani yang menyapa Allah. Suatu permohonan dan syukur kepada Allah. Oleh karena itu tidaklah dapat dipungkiri bahwa berdoa merupakan suatu bagian penting bagi orang beriman. Tanpa doa iman kita akan lemah tanpa daya, kering dan tidak berbobot, tapi dengan berdoa iman kita dikuatkan, diteguhkan, ditopang hingga kokoh kuat tak tergoyahkan. Maka kebiasaan berdoa bagi umat Katolik sangatlah penting mulai dari anak-anak hingga orang tua dan kakek nenek tak terkecuali wajib berdoa. Namun berdoa macam mana yang benar secara Katolik? Itulah yang menjadi pokok persoalan kita. Kemarin pada tgl 7 Desember 2010 ketika terjadi pertemuan darat tim katolisitas.org dengan para pengunjung umat katolik di Jakarta, saya menyinggung perihal berdoa secara benar dan katolik. Sudah banyak kali saya mendengarkan orang Katolik berdoa tidak sesuai dengan iman Katolik. Doanya mengambang, intensi tidak berisi dan kesulitan dalam mengakhiri doanya. Lalu bagaimana berdoa secara benar dan Katolik? Menurut pengalaman rohani dari St Theresa dari Lisieux doa adalah:

“For me, prayer is a surge of the heart; it is a simple look turned toward heaven, it is a cry of recognition and of love, embracing both trial and joy” (suatu gelora, sentakan dalam hati, sebuah penglihatan kembali untuk ke depan menuju tahta surgawi, sebuah jeritan pengetahuan akalbudi dan cinta yang memeluk keduanya dalam suatu cobaan dan sukacita (bdk. St. Therese of Lisieux, Manuscrits autobiographiques, C 25r.).

Berdoalah menurut pola ”Doa Bapa Kami”.

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] (Matius 6:9-13). Dalam doa Bapa Kami ada 3 pokok penting yang mendapat perhatian saat kita hendak doa: 1). Menyebut nama Allah dengan atributnya (kemahakuasaan Allah). Menyapa Allah sebagai Bapa yang sungguh dekat di hati manusia. Dia yang tidak jauh namun ada dan tinggal di anatara kita sebagai Bapa kita. Memohon datangnya kerajaan-Nya di dunia. 2). Intensi (permohonan) kita kepada Allah Bapa yakni rezeki setiap hari, kesehatan jiwa dan badan. 3) Menutup doa dengan memohon agar dikuatkan iman kita sehingga tidak jatuh dalam pencobaan. Terakhir setiap doa yang benar dan katolik ditutup dengan rumusan panjang lengkap bersifat trinitaris Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus, atau rumusan pendek kristologis, yaitu “…. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.” Pola doa Bapa Kami juga memberikan contoh kepada kita untuk berdoa secara benar dan sungguh Katolik (di bawah artikel ini diberikan contoh yang benar).

Sifat-sifat yang menyertai doa yang benar:

a) Berdoalah dengan tekun.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Matius 7:7). Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? (Lukas 18:1-7). Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama,… (Kisah Para Rasul 1:14)

b) Berdoalah secara tersembunyi dengan rendah hati.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:6). Tempat tersembunyi yang dimaksudkan dalam sabda Tuhan ini adalah di dalam hati. Hati adalah tempat kita berjumpa dengan Tuhan. Kerendahan hati adalah dasar dari doa yang benar. Berdoalah dengan rendah hati dan dengan pertobatan. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” (Lukas 18:13).

c) Berdoalah dengan tidak bertele-tele.

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan (Matius 6:7). Ia berkata kepada mereka: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan” (Lukas22:40).

d) Berdoalah dalam pribadi Tuhan Yesus.

Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” (Yohanes 14:13-14). Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (Yohanes 15:7). Berdoalah dengan iman dan keyakinan bahwa doamu sedang dikabulkan. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu (Markus.11:24).

e) Berdoalah dengan kuasa dari Roh Kudus.

”Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Lukas 11:13). ”Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.” (Lukas 24:49). ”Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah 1:8)

f) Berdoa itu mempersatukan umat beriman dengan Allah Bapa.

Hal ini ditekankan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus 3:18-21: “Aku berdoa supaya kamu bersama-sama dengan semua orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu yang melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa supaya kamu dipenuhi dalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dia  yang dapt melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita. Bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun temurun sampai selama-lamanya”. Teks dari “Catechism of the Catholic Church”  (Katekismus Gereja Katolik) di bawah ini menambah pemahaman kita tentang berdoa.

“In the New Covenant, prayer is the living relationship of the children of God with their Father who is good beyond measure, with his Son Jesus Christ and with the Holy Spirit. The grace of the Kingdom is “the union of the entire holy and royal Trinity….with the whole human spirit.” Thus, the life of prayer is the habit of being in the presence of the thrice-holy God and in communion with him. This communion of life is always possible because, through Baptism, we have already been united with Christ. Prayer is Christian insofar as it is communion with Christ and extends throughout the Church, which is his Body. Its dimensions are those of Christ’s love” (CCC, 2565).

KGK 2565      Dalam Perjanjian Baru, doa adalah hubungan yang hidup anak-anak Allah dengan Bapanya yang tidak terhingga baiknya, bersama Putera-Nya Yesus Kristus dan dengan Roh Kudus. Rahmat Kerajaan Allah adalah “persatuan seluruh Tritunggal Mahakudus dengan seluruh jiwa” manusia (Gregorius dari Nasiansa, or. 16,9). Dengan demikian, kehidupan doa berarti bahwa kita selalu berada dalam hadirat Allah yang tiga kali kudus dan dalam persekutuan dengan Dia. Persekutuan hidup ini memang selalu mungkin, karena melalui Pembaptisan kita sudah menjadi satu dengan Kristus (Bdk. Rm 6:5). Doa itu Kristen, sejauh ia merupakan persekutuan dengan Kristus dan menyebar luas di dalam Gereja, Tubuh Kristus. Ia merangkum segala sesuatu, sama seperti cinta kasih Kristus (Bdk. Ef 3:18-2).

 

Contoh doa pribadi yang benar dan Katolik.

Allah Bapa kami yang mahabaik, kami bersyukur untuk hari baru ini yang telah Kau anugerahkan bagi kami. Engkau telah melindungi kami selama semalam yang telah berlalu dan memberikan begitu banyak rezeki hingga saat ini. Kami mohon berikanlah kami hati yang sanggup bersyukur dan hati yang selalu memberi kepada orang lain dari anugerah yang telah kami terima daripada-Mu. Semoga kami sanggup melakukan itu dengan menolong sesama yang berkekurangan. Doa ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin. (Penutup doa bersifat trinitaris: Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus)

Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur atas penyertaanmu sepanjang hari ini. Kami menyadari bahwa banyak kesalahan dan kekurangan telah kami lakukan sepanjang hari ini. Kami mohon pengampunan darimu dan berilah kami kekuatan untuk bangkit dari kesalahan kami. Semoga besok kami mampu menjadi murid-Mu yang sejati. Karena Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin. (Penutup doa bersifat kristologis di mana Kristus menjadi pengantara kita satu-satunya dan bersifat universal kepada Allah Bapa).

4.3 22 votes
Article Rating
145 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
leksius
leksius
10 years ago

Syahlom pengasuh katolisitas, Saya sudah 2 kali bertanya tentang Doa Bapa Kami yang kita doakan/nyanyikan dalam puji syukur. mengapa tidak persis sekali seperti dalam ayat berikut ini Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] (Matius 6:9-13). yang biasa kita doakan/nyayikan Bapa… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  leksius
10 years ago

Shalom Leksius, Secara umum, memang dalam penerjemahan teks dapat terjadi adanya beberapa kata padanan yang artinya sama, namun ada kalanya tidak ada kata terjemahan yang persis sama artinya dengan kata bahasa aslinya. Inilah sebenarnya dasar alasan mengapa ada ‘perbedaan’ teks seperti yang ada di Kitab Suci terjemahan Indonesia (LAI) dengan teks Bapa kami yang dipergunakan oleh Gereja Katolik. 1. Tentang adanya perbedaan teks Bapa Kami versi Matius dan Lukas, sudah pernah dibahas di sini, silakan klik. 2. Tentang ‘Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya’ dan ‘Berilah kami rejeki hari ini’, sudah pernah ditanyakan dan ditanggapi di sini,… Read more »

wahyu nugroho
wahyu nugroho
10 years ago

aku mau tanya romo, maksud berdoa dengan roh dan kebenaran tu yang seperti apa?apa dengan meditasi ato ada cara lain? makasih

[Dari Katolisitas: Pertanyaan serupa sudah pernah dibahas di sini, silakan klik]

detrianti
detrianti
10 years ago

Salam Damai,
Apakah katolisitas org mempunyai materi untuk rekoleksi lektor dan pemazmur? Paroki saya belum pernah mengadakan acara semacam itu dan berencana untuk mengadakannya. Terimakasih.

Ingrid Listiati
Reply to  detrianti
10 years ago

Shalom Detrianti, Khusus tentang topik untuk rekoleksi lektor dan pemazmur, memang kami belum punya, namun ada beberapa artikel di Katolisitas yang mungkin dapat dibahas dalam kesempatan tersebut, seperti: Bagaimana menginterpretasikan Kitab Suci menurut pengajaran Gereja Katolik?Lectio DivinaApa yang harus kuketahui tentang Liturgi?Ekaristi Sumber dan Puncak Kehidupan KristianiCara mempersiapakan diri menyambut Ekaristi Prinsipnya, para lektor dan pemazmur tidak hanya bertugas membaca atau menyanyi di dalam perayaan Ekaristi. Kehidupan mereka sendiri harusnya bersumber pada doa, Sabda Tuhan dan Ekaristi. Mereka harus didorong untuk mempunyai relasi yang pribadi dengan Tuhan Yesus, melaksanakan saat teduh bersama Tuhan setiap hari, untuk berdoa dan merenungkan Sabda… Read more »

Y.B. Chandra Nugraha
10 years ago

Mbak Ingrid/mas Stephanus, saya mau tanya nih, saya sering mendoakan doa Malaikat Tuhan setiap pagi, siang dan sore. Yang ingin saya tanyakan, terkadang saya lupa berdoa tepat pada waktunya (seharusnya siang jam 12.00 dan sore 18.00) dan saya sering mendoakannya malah jam 13.00 dan 19.00. (sering kelupaan he5x) apakah itu tidah masalah?

Ingrid Listiati
Reply to  Y.B. Chandra Nugraha
10 years ago

Shalom Y.B Chandra Nugraha, Menurut pengetahuan saya, sebenarnya maksud utama doa Malaikat Tuhan tersebut dilantunkan jam 6 pagi, 12 siang dan 6 sore adalah agar sebelum kita mulai beraktivitas, di tengah- tengah kita beraktivitas dan di akhir kita beraktivitas, kita mengingat misteri keselamatan Allah yang diwujud-nyatakan lewat penjelmaan Kristus ke dunia, melalui Bunda Maria, yang menerima kabar gembira dari Malaikat Tuhan. Nah, maka jika anda mendoakannya sedikit meleset, walaupun tidak ideal, namun bukannya itu tidak ada artinya/ gunanya. Doa tersebut tetap berguna bagi anda dan baik di mata Tuhan. Mother Angelica, pendiri stasiun televisi Katolik terbesar di dunia EWTN (Eternal… Read more »

endro wibowo
endro wibowo
10 years ago

salam… pengasuh katolisitas yth, pada waktu saya misa imlek kemarin, di gereja (di dekat air suci biasa untuk meletakkan amplop, teks misa dll…) ada selebaran, isinya doa novena pada hati kudus Yesus.. namun kata pengantarnya kira2 seperti ini: “bagi yg mempunyai masalah berat yg terasa tidak ada penyelesaian” dan di akhirnya yg membuat saya bertanya2 adalah.. ada sebuah jaminan bunyinya begini: ” doa ini tidak pernah gagal!” lalu ada himbauan untuk menyebarkan lembaran itu dengan memfotokopi dan meletakkannya kembali di gereja. yg ingin saya tanyakan: sebagai orang katolik, saya sangat mengimani Magisterium Gereja, namun saya merasa tidak sreg dengan hal… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  endro wibowo
10 years ago

Shalom Endro, Menurut hemat saya, pihak Magisterium Gereja sangat berhati- hati jika memberikan ijin pengedaran suatu teks doa di kalangan umat. Sebab umumnya, buku doa yang diijinkan pihak otoritas Gereja, mempunyai tanda, yaitu: ada Nihil Obstat (tidak ada yang bertentangan dengan ajaran Gereja) dan Imprimatur (dapat dicetak/ let it be printed) Sebagai contohnya, pihak otoritas Gereja hanya menyetujui teks doa- doa St. Birgitta, namun tidak menyetujui janji- janji yang menyertai doa- doa tersebut, atau tepatnya pihak Vatikan (seperti dinyatakan oleh the Supreme Holy Congregation of the Holy Office) mengeluarkan peringatan (warning) tentang janji- janji pada doa St. Birgitta, karena asal… Read more »

Aloysius H. Sugiarto
Aloysius H. Sugiarto
10 years ago

Mbak Ingrid/mas Stephanus, saya mempunyai kebiasaan kalau sedang nyetir sendiri, berdoa Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan yang saya doakan berulang-ulang sampai ketempat tujuan. Apakah kebiasaan berdoa ini akan diterima Bapa karena seperti sambil nyetir, tetapi ternyata saya bisa lebih konsentrasi nyetirnya, aneh ya. Kebiasaan yang lain, setiap jam 3 sore saya berdoa Koroncha, kalau pas jam 3 sore saya tidak di rumah misalnya sedang di jalan, di mall ngantar istri, sambil jalan dengan memakai jari-jari saya langsung berdoa Koroncha diam-diam supaya tidak menjadi perhatian orang lain. Pertanyaan saya, apakah kebiasaan saya ini pantas saya lakukan, berdoa sembarang tempat ?… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  Aloysius H. Sugiarto
10 years ago

Shalom Aloysius,

Terima kasih atas pertanyaannya tentang doa. Doa seperti yang anda lakukan adalah sangat baik, karena anda berdoa terus dalam berbagai kesempatan. Dengan cara yang anda lakukan, maka Tuhan mewarnai aktifitas anda. Semoga akan semakin banyak umat Katolik melakukan “ejaculation prayer“, yaitu doa-doa yang dilakukan sesering mungkin sepanjang hari, dengan kalimat-kalimat sederhana, seperti: Aku mengasihi-Mu Yesus; Yesus; Yesus kasihanilah aku, dll. Jadi, berbahagialah dan bersyukurlah atas rahmat Tuhan yang dicurahkan kepada anda, sehingga anda dapat terus setia dalam doa-doa yang dilakukan sepanjang hari.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

laviano
laviano
10 years ago

setuju sekali….. kita umat katolik tidak perlu berdoa panjang panjang dan bertele -tele… biarkan roh yang berdoa pada Bapa Disurga…..dan yang tepenting bagaimana kita memahami dan menerima bibit yang ditaburkan Tuhan… Apakah tanah hati kita sudah kita pupuk dengan perbuatan baik kepada sesama dan siap menerima firman yang ditaburkan Tuhan…. agar tumbuh dan berkembang….
Salam kasih dari Tuhan dan Bunda Maria..
Tuhan Yesus akan selalu melindungi dan Bunda maria Selalu mendoakan kita, bila kita selalu taat dan percaya kepadaNYA.

Stefanus Tay
Reply to  laviano
10 years ago

Shalom Laviano, Kita perlu membedakan antara doa yang bertele-tele dan doa panjang. Doa panjang belum tentu bertele-tele, dan sebaliknya doa pendek juga dapat menjadi doa yang bertele-tele. Yesus menegaskan “janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah” (Mt 6:7) Dengan demikian, doa bertele-tele bukanlah doa yang panjang, namun doa seperti yang dilakukan orang yang tidak mengenal Allah, di mana mereka ketakutan kalau tidak mendoakan dengan formula tertentu, takut tidak menyebut tuhan-tuhan mereka, berdoa dengan mantra-mantra, dll. Dengan demikian, baik panjang maupun pendek, kita harus melakukan doa dengan dasar kerendahan hati dan dengan tiga kebajikan ilahi: iman, pengharapan dan… Read more »

Budi Darmawan Kusumo
Budi Darmawan Kusumo
Reply to  Stefanus Tay
10 years ago

Syalom Pak Stef

Bisa dibantu untuk memberikan contoh :

*Doa panjang yang tidak bertele – tele
*Doa pendek yang bertele – tele

Karena saya sendiri bingung menemukan contohnya.

Terima kasih

Stefanus Tay
Reply to  Budi Darmawan Kusumo
10 years ago

Shalom Budi, Terima kasih atas pertanyaannya tentang doa. Doa panjang yang tidak bertele-tele adalah doa rosario, doa koronka, doa brevier, dll yang dipanjatkan dengan disposisi hati yang benar, yaitu dengan kerendahan hati dan tiga kebajikan ilahi: iman, pengharapan dan kasih. Doa-doa panjang yang lain, maupun doa-doa spontan panjang yang lain juga tidaklah salah, selama dipanjatkan dengan disposisi hati yang benar. Kita melihat bahwa Yesus berdoa sepanjang malam. (lih. Lk 6:12) Doa singkat yang bertele-tele adalah doa seperti membacakan mantra, doa yang tidak sesuai dengan Tuhan: mendoakan seseorang yang tidak kita sukai untuk dapat kecelakaan, kekuasaan, kekayaan materi yang terlalu berlimpah,… Read more »

ratna
ratna
11 years ago

Saya sekarang lagi punya masalah.dan setiap hari saya doa Novena2 yang saya ambil dari buku doa Santa dan Santo…Pertanyaannya,apakah setiap kali disuruh sebutkan ujudnya..apakah saya sebutkan semua disetiap doa novena tadi..Terima kasih.Salam damai…

Ingrid Listiati
Reply to  ratna
10 years ago

Shalom Ratna, Memang umumnya di teks doa novena ada bagian di mana kita dapat menyebutkan ujud permohonan, karena biasanya orang mendoakan novena karena ingin memohon sesuatu kepada Tuhan. Tetapi tentu saja, jika anda mendoakan doa novena setiap hari, maka itu menjadi bagian dari doa- doa harian anda. Maka anda dapat saja mengajukan ujud permohonan, atau jika tidak ada ujud permohonan secara khusus naikkanlah ucapan syukur sebagai gantinyaa. Lagipula, sesungguhnya itu yang benar di hadapan Allah, yaitu menaikkan doa permohonan dengan ucapan syukur (lih. Flp 4:6). Maka Allah yang memahami segala yang anda perlukan akan menjawab permohonan anda itu, bahkan sebelum… Read more »

Luhut Tambatua
Luhut Tambatua
11 years ago

Bgaimana supaya kita percaya pd doa-doa yg kta panjatkan,jujur,walaupun sy sering berdoa,ntan knapa sy sering tdk percaya dgn doa-doa sy tsb,trimakasih atas jawaban nya

Stefanus Tay
Reply to  Luhut Tambatua
11 years ago

Shalom Luhut, Terima kasih atas pertanyaannya tentang doa. Doa harus didasari kerendahan hati dan tiga kebajikan ilahi: iman, pengharapan dan kasih. Kerendahan hati memungkinkan kita untuk datang kepada Allah dan mengakui bahwa kita tidak dapat berbuat apa-apa tanpa rahmat dari Allah. Iman membuat kita meyakini bahwa Allah mendengarkan doa-doa kita, karena Dia adalah Allah yang perduli dengan kehidupan kita. Pengharapan membuat kita terhindar dari keputusasaan dan membuat kita tidak pernah kehilangan harapan, karena Allah kita adalah yang penuh kuasa. Kasih membuat doa-doa kita sejalan dengan apa yang dimaui oleh Allah, karena Allah adalah kasih. Kasih ini adalah kasih yang bersifat… Read more »

Dini
Dini
11 years ago

Jadi ingat, setiap kali saya berdoa, saya selalu mengatakan apa adanya pada Tuhan. Suatu kali, pada suatu bincang2 antara saya, dan dua orang karismatik, salah satunya bertanya kepada saya,”mbak…, kalo berdoa gimana?” Terus seroang karismatik yagn lain langsung memotong dengan nada dan muka nyinyir dan ngenyek,”to the point.” Suatu kali, saya dan orang yang nyinyir ini keliling rumah sakit dan saya akhirnya memanjang2kan doa terus selesai kunjungan, dia mencela saya di depan orang yang ikut dalam kunjungan itu,”lain kali berdoa jangan lama-lama, bosan!”…(padahal, dia sendiri setiap kali selesai berdoa selalu ngobrol sama yang dikunjungi sampai lama, apalagi kalau terlihat orang… Read more »

Stefanus Tay
Reply to  Dini
11 years ago

Shalom Dini, Kalau doa adalah “ayunan hati” menurut St. Teresia kanak-kanak Yesus (lih. KGK, 2558-2559), maka doa yang baik adalah doa yang mempunyai disposisi hati yang baik, yang dilandasi kerendahan hati, dan tiga kebajikan ilahi: iman, pengharapan dan kasih. Doa yang mengalir dari hati dan dilakukan dengan iman, pengharapan dan kasih akan senantiasa terdengar indah bagi Tuhan. Dengan demikian, janganlah kuatir dengan keindahan kata-kata dari doa kita. Mari kita berfokus ke dalam hati kita, sehingga kita juga dapat bertemu dengan Tuhan sendiri di dalam hati kita. Doa sederhana seperti kata-kata – Yesus, Tuhan aku mengasihi-Mu, Yesus ampunilah aku – kalau… Read more »

Hendri Supriyati
Hendri Supriyati
11 years ago

Shalom,

Pada saat kerja di kantor, bolehkan berdoa didepan komputer (karena teks doa yang panjang ada dalam komputer saya, seperti doa jalan salib dll)

Apabila sedang berdoa, tiba2 ada yang mengganggu apakah itu anak, telepon yang harus diangkat atau gangguan lain, bolehkah kita meneruskannya kembali pada saat gangguan pergi ataukah kita harus mengulanginya lagi dari awal?

Mohon penjelasannya, terimakasih sebelumnya dan salam damai dalam Kristus Tuhan.

Ingrid Listiati
Reply to  Hendri Supriyati
11 years ago

Shalom Hendri, Sebenarnya secara prinsip, tidak ada yang salah dengan berdoa di depan komputer ataupun pada saat sedang melakukan aktivitas lainnya. Karena firman Tuhan mengajarkan kita, “Tetaplah berdoa.” (1 Tes 5:17). Di Kitab Suci bahasa Inggris tertulis, “Pray without ceasing”, atau terjemahan bebasnya: berdoalah tanpa henti. Maka berdoa di depan komputer, asalkan hati kita tertuju kepada Allah, tentu boleh dilakukan. Lalu jika ketika berdoa ada interupsi dari anak atau ada telpon yang masuk, sehingga terpaksa terhenti sementara, maka setelah selesai interupsi tersebut, silakan doanya dilanjutkan. Jika doa itu sedang ‘tanggung’/ terputus di tengah, misal pada butiran kedua pada peristiwa ketiga… Read more »

Benedict
Benedict
11 years ago

Siang Pak Stef dan Bu Inggrid

saya masih penasaran sebenarnya doa yang saya lakukan apakah tergolong bertele2 jika saya ingin ambil doa dari puji syukur sebagai berikut

1. DOa pagi
2. Doa Kasih
3. Doa Tobat
4. Doa Sebelum bekerja
5. Doa Kerendahan hati
6. Doa Kesabaran
7. DOa untuk orang tua
8. Doa penyerahan kepada bunda Maria
9. Doa Penyerahan
10 . DOa angelus

doa ini dilakukan di pagi hari dan memakan waktu kurang lebih 15 menit, peertanyaannya apakah saya tergolong bertele2?

Stefanus Tay
Reply to  Benedict
11 years ago

Shalom Benedict, Terima kasih atas pertanyaannya tentang doa. Secara prinsip, maksud dari doa yang bertele-tele bukanlah diukur dari panjangnya suatu doa. Doa menjadi bertele-tele kalau doa menjadi pengulangam yang sia-sia, seperti yang orang-orang yang mengucapkan mantra-mantra atau doa yang dilakukan oleh seorang farisi, yang fokus doanya adalah diri sendiri dengan dasar kesombongan. Selama doa yang kita daraskan – baik panjang atau pendek, baik spontan maupun formal – berdasarkan iman, pengharapan, dan kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama, serta berlandaskan kerendahan hati, maka doa tersebut adalah doa yang baik, yang berkenan di hadapan Allah. Dengan demikian, silakan melanjutkan format doa… Read more »

benedict
benedict
Reply to  Stefanus Tay
11 years ago

terima kasih pak stefanus tay

yohanes
yohanes
11 years ago

Terimakasih untuk semua pengetahuannya,banyak hal yang saya dapat dari web.ini,semoga semua pengasuhnya senantiasa diberkati oleh sang junjungan kita Yesus Kristus.

Ronald
Ronald
11 years ago

Terima Kasih tim katolisitas,
saya bangga menjadi seorang katolik, dan semakin sadar akan keberadaan kita di dunia ini…
Semoga Tuhan beserta kita…amin

David Richardo
David Richardo
11 years ago

Saya paling suka berdoa, dan tiap kali berdoa saya mengawalinya dengan Bapa Kami, dan diikuti doa Salam Maria. Entah kenapa saya suka berdoa dengan mengucapkan satu kali doa Bapa Kami dan 5 kali Doa Salam Maria.. Benarkah juga berdoa dengan cara seperti itu?
Dan mengenai doa dengan cara tersembunyi dan rendah hati, saya belum terlalu mengerti maksudnya. Apakah berdoa cuma di dalam hati , atau berdoa di tempat yang sunyi?
Dan satu lagi, ^_^, saya selalu gelisah kalau berdoa, maklumlah tempat saya berada di tengah-tengah keramaian…
Terimakasih kalau pesan saya ditanggapi..
Tuhan Memberkati Kita….

Ingrid Listiati
Reply to  David Richardo
11 years ago

Shalom David Richardo, Baik sekali bahwa anda paling suka berdoa, dan mengawali doa anda dengan doa yang diajarkan oleh Kristus sendiri, yaitu Doa Bapa Kami. Doa Salam Maria juga adalah doa yang baik, karena doa itu adalah doa yang Alkitabiah. Doa yang benar adalah doa yang keluar dari hati, maka jika anda mendoakan Bapa Kami dan Salam Maria tersebut sebagai ungkapan hati yang mengasihi Allah, maka tentu cara berdoa sedemikian benar adanya. Cara berdoa yang tersembunyi dan rendah hati, mengacu kepada cara berdoa yang tidak mengundang perhatian orang ataupun untuk dipuji orang. Oleh sebab itu, Kristus mengajarkan agar jika kita… Read more »

David Richardo
Reply to  Ingrid Listiati
11 years ago

Wah..akhirnya pesan saya dijawab. Sudah lama saya nanti-nanti soalnya. ^_^
Yah, ketika berdoa,untuk melakukan fokus/konsentrasi itu susahnya bukan main. Bermacam-macam pikiran/khayalan itu selalu saja mengganggu doa saya. Bagaimana saya bisa mengatasi hal seperti itu?
Em..satu hal lagi yang mengganggu saya tentang berdoa itu, kenapa ya, kalau saya semakin rajin berdoa, tantangan/cobaan/godaan saya itu semakin banyak. Kalau saya tak rutin berdoa, perasaan, saya merasa lebih baik atau ‘aman-aman’ saja.uh..
Sekalian perkenalan, saya seorang pemuda Katolik berusia 23 tahun, dan sedang menjalani kuliah.^_^

Budi Darmawan Kusumo
Budi Darmawan Kusumo
Reply to  Ingrid Listiati
11 years ago

Syalom Ricardo,

Memang betul bahwa Iblis tidak akan suka kalau anak TUHAN mulai dekat dengan JESUS melalui doa – doa, justru kalo kita tidak doa, maka iblis akan membiarkan kita dan tidak menganggu kita, itulah kita kenapa merasa damai.

Tuhan Yesus memberkati & Bunda Maria selalu menuntun anda pada putraNYA

Chandra Wijaya
11 years ago

Shaloom…. Saya hanya mau menegaskan, doa yang panjang tidak sama dengan doa bertele – tele. Doa panjang yang penuh pujian dan penyembahan kepada Tuhan disertai kerendahan hati sangat berkenan kepada Tuhan. Tul ndak Romo ?

[Dari Katolisitas: Ya, doa yang panjang yang keluar dari hati dan merupakan ungkapan kasih kepada Tuhan, tidak sama dengan doa yang bertele- tele].

ANdrew
ANdrew
11 years ago

Bagaimana caranya kita berdoa di saat menghadapi kesusahan dalam hidup seperti masalah kewangan,mencari pekerjaan dan masalah dalam kesehatan.Mohon tunjuk ajarkan. Terima kasih

Ingrid Listiati
Reply to  ANdrew
11 years ago

Shalom Andrew, Sebenarnya doa yang baik adalah doa yang disusun dengan pola doa Bapa Kami, yaitu dimulai dengan pujian dan ucapan syukur kepada Tuhan dan juga disertai dengan penyerahan diri yang tulus kepada penyelenggaraan tangan-Nya. Kita harus percaya bahwa Allah adalah Bapa kita di surga yang begitu mengasihi kita anak- anak-Nya, sehingga Ia mampu menolong kita dan membukakan jalan bagi kita yang sedang menghadapi kesusahan. Tidak ada rumusan yang baku tentang bagaimana doa pada saat kesusahan, dalam mencari pekerjaan dan masalah keuangan ataupun kesehatan. Dalam doa pribadi anda, anda dapat menyusun permohonan doa anda sesuai dengan isi/ jeritan hati anda,… Read more »

Parman Hasugian
Parman Hasugian
11 years ago

Dengan berdoa hati terasa tenang dan damai.
Doa juga mampu membuat kt optimis akan tujuan hidup kita.

Henrikus Yopie Septiawan
Henrikus Yopie Septiawan
11 years ago

Sesering mungkin bedoa akan mengubah segala-galanya…Tuhan selalu beserta kita,amin

Victor
Victor
11 years ago

Shalom…
Bagaimanakah cara menyusun pembuka doa, isi doa, penutup doa yang baik menurut ajaran katolik?
dan apa saja macam2nya dan ciri khas doa katolik (pembuka, isi, maupun penutupnya)?

Karena ingin saya gunakan untuk memberikan bimbingan kepada saudara2/i orang muda katolik di tempat kuliah saya…

Terimakasih..
Semoga Tuhan Selalu Memberkati Team katolisitas…

[dari katolisitas: silakan melihat artikel tentang doa di atas – silakan klik]

Larasati Shinta Lukito
Larasati Shinta Lukito
Reply to  Victor
11 years ago

Syalom Romo Wanta

Bagaimana kalau ditambah dengan doa dalam roh dan kebenaran
Apakah doa ini tidak termasuk dalam doa kita sebagai orang katolik

Laras

1 2 3 4
Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
145
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x