<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>katolisitas.org &#187; TJ: Liturgi</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/category/tanya-jawab/tj-liturgi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 09:33:18 +0000</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>Liturgi Sabda membosankan?</title><link>http://katolisitas.org/2010/06/16/liturgi-sabda-membosankan/</link> <comments>http://katolisitas.org/2010/06/16/liturgi-sabda-membosankan/#comments</comments> <pubDate>Wed, 16 Jun 2010 03:09:52 +0000</pubDate> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <category><![CDATA[TJ: Liturgi]]></category> <category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category> <category><![CDATA[liturgi sabda]]></category><guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=5143</guid> <description><![CDATA[Pertanyaan:
Shalom Romo, Bpk Stefanus Tay &#38; Bu Inggrid Listiati,
dari hati yang paling dalam Surya amat sangat bersyukur adanya  website ini yang buanyak menggali pengetahuan, sharing, dan pandangan  bijak dari teman-teman seiman, terlebih dipandu oleh pasutri Stefanus  Tay &#38; Inggrid Listiati.
Ada beberapa hal yang Surya mau ungkapkan disini, diantaranya adalah  sebagai berikut [...]]]></description> <wfw:commentRss>http://katolisitas.org/2010/06/16/liturgi-sabda-membosankan/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>8</slash:comments> </item> <item><title>Mengapa salib ditutup kain ungu? Mengapa memanggil &#8216;bapa&#8217; pada Paus/ pastor?</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/06/mengapa-salib-ditutup-kain-ungu-mengapa-memanggil-bapa-pada-paus-pastor/</link> <comments>http://katolisitas.org/2010/03/06/mengapa-salib-ditutup-kain-ungu-mengapa-memanggil-bapa-pada-paus-pastor/#comments</comments> <pubDate>Sat, 06 Mar 2010 20:27:12 +0000</pubDate> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <category><![CDATA[TJ: Kitab Suci]]></category> <category><![CDATA[TJ: Liturgi]]></category> <category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category> <category><![CDATA[bapa]]></category> <category><![CDATA[Bapa Kami]]></category> <category><![CDATA[kain ungu]]></category> <category><![CDATA[wahyu umum]]></category><guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4158</guid> <description><![CDATA[Pertanyaan:
Shalom Pak Stefanus dan Ibu Inggrid,
Akhir-akhir ini ada 2 pertanyaan klasik yang saya kadang bingung menjawabnya,sehubungan dengan masa prapaskah dan pertanyaan lainnya …
1. Apa makna dari menutup salib dengan kain ungu?
2. Sehubungan dengan bacaan hari yg lalu tentang kecaman Yesus kepada orang farisi,mengapa di akhir perikop tersebut Yesus berkata bahwa tidak seorangpun di dunia ini [...]]]></description> <wfw:commentRss>http://katolisitas.org/2010/03/06/mengapa-salib-ditutup-kain-ungu-mengapa-memanggil-bapa-pada-paus-pastor/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>14</slash:comments> </item> <item><title>Misa Imlek: Bolehkah?</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/02/misa-imlek-bolehkah/</link> <comments>http://katolisitas.org/2010/03/02/misa-imlek-bolehkah/#comments</comments> <pubDate>Tue, 02 Mar 2010 16:22:17 +0000</pubDate> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <category><![CDATA[TJ: Hal Kontemporer]]></category> <category><![CDATA[TJ: Liturgi]]></category> <category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category> <category><![CDATA[barongsai]]></category> <category><![CDATA[Misa Imlek]]></category><guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4028</guid> <description><![CDATA[Pertanyaan:
shalom,mohon tanggapan  :
Berikut adalah Wawancara dengan Bapa Uskup Surabaya yang dimuat di Jawa Pos hari ini (Minggu, 14 Februari 2010), bagian Metropolis, hal. 30 (atau alamat situsnya: http://jawapos.co.id/metropolis_weekend/index.php?act=detail&#38;nid=117218)
[ Minggu, 14 Februari 2010 ]
Monsiyur yang Larang Misa Imlek
“BUKAN salah bunda mengandung, tapi salah bapak nggak pakai sarung,” celetuk Uskup Surabaya Monsigneur (baca: monsinyur-Mgr) Vincentius Sutikno [...]]]></description> <wfw:commentRss>http://katolisitas.org/2010/03/02/misa-imlek-bolehkah/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>9</slash:comments> </item> <item><title>Lagu pop dinyanyikan di Misa?</title><link>http://katolisitas.org/2010/02/24/lagu-pop-dinyanyikan-di-misa/</link> <comments>http://katolisitas.org/2010/02/24/lagu-pop-dinyanyikan-di-misa/#comments</comments> <pubDate>Wed, 24 Feb 2010 16:04:54 +0000</pubDate> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <category><![CDATA[TJ: Liturgi]]></category> <category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category> <category><![CDATA[lex credendi]]></category> <category><![CDATA[lex orandi]]></category><guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=3938</guid> <description><![CDATA[Pertanyaan:
Shalom Bu Ingrid,
Bagaimana dengan lagu pop yang dinyanyikan untuk lagu pembukaan (awal misa) dan/atau lagu penutup misa? Apakah juga tidak diperbolehkan? Jika tidak adakah ketentuan KHK atau peraturan yang lain yang menyatakannya demikian?
Terima kasih.
Abin.
Jawaban:
Shalom Abin,
Saya tidak mengerti akan apa yang anda maksud dengan lagu pop untuk dinyanyikan di Misa. Sebab sebenarnya yang boleh dinyanyikan di [...]]]></description> <wfw:commentRss>http://katolisitas.org/2010/02/24/lagu-pop-dinyanyikan-di-misa/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>15</slash:comments> </item> <item><title>Stipendium adalah suatu bentuk keadilan dan kasih</title><link>http://katolisitas.org/2010/02/16/stipendium-adalah-suatu-bentuk-keadilan-dan-kasih/</link> <comments>http://katolisitas.org/2010/02/16/stipendium-adalah-suatu-bentuk-keadilan-dan-kasih/#comments</comments> <pubDate>Tue, 16 Feb 2010 19:56:17 +0000</pubDate> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <category><![CDATA[TJ: Gereja]]></category> <category><![CDATA[TJ: Hal Kontemporer]]></category> <category><![CDATA[TJ: Liturgi]]></category> <category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category> <category><![CDATA[imam]]></category> <category><![CDATA[stipendium]]></category><guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=3754</guid> <description><![CDATA[Pertanyaan:
Malam Bu Inggrid &#38; Pa Stef,
Mau tanya ni sedikit ni:
1. Dalam perayaan ekaristi, umat yang  meminta didoakan biasanya  menuliskan ujudnya tersebut pada sebuah  amplop yang telah diisi dengan  sejumlah uang. Bagaimana pendapatnya  tentang hal ini? Saya kuatir surat  pengampunan dosa (aflat) berubah  wujud menjadi surat pengabulan dosa.
Terima kasih [...]]]></description> <wfw:commentRss>http://katolisitas.org/2010/02/16/stipendium-adalah-suatu-bentuk-keadilan-dan-kasih/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>6</slash:comments> </item> <item><title>Tidak ikut gerak liturgis: dosakah?</title><link>http://katolisitas.org/2010/02/11/tidak-ikut-gerak-liturgis-dosakah/</link> <comments>http://katolisitas.org/2010/02/11/tidak-ikut-gerak-liturgis-dosakah/#comments</comments> <pubDate>Fri, 12 Feb 2010 00:12:29 +0000</pubDate> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <category><![CDATA[TJ: Liturgi]]></category> <category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category> <category><![CDATA[gerak- gerik]]></category> <category><![CDATA[liturgi]]></category><guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=3724</guid> <description><![CDATA[Pertanyaan:
1.Apakah gerak-gerik liturgis ( duduk, berlutut, membungkuk dll) merupakan inti ajaran iman katolik?
2.Apa sanksinya jika kita tidak mengikuti gerak gerik liturgis tersebut?
3.Apakah ketidak patuhan dan ketidakmauan mengikuti gerak gerik liturgis merupakan dosa? Dosa besar atau kecil?
Catatan : Dalam kebaktian di gereja Pantekosta, umatnya bertepuk tangan dan menangis yang mana tidak bisa ( sulit ) diikuti [...]]]></description> <wfw:commentRss>http://katolisitas.org/2010/02/11/tidak-ikut-gerak-liturgis-dosakah/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>25</slash:comments> </item> <item><title>Posisi Tabernakel</title><link>http://katolisitas.org/2010/02/01/posisi-tabernakel/</link> <comments>http://katolisitas.org/2010/02/01/posisi-tabernakel/#comments</comments> <pubDate>Mon, 01 Feb 2010 18:54:25 +0000</pubDate> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <category><![CDATA[TJ: Liturgi]]></category> <category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category> <category><![CDATA[Sakramen Maha Kudus]]></category> <category><![CDATA[tabernakel]]></category><guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=3639</guid> <description><![CDATA[Pertanyaan:
Sdr Stef dan Inggrid,
Mengapa sesudah Konsili Vatikan II, posisi Tabernakel tempat Sakramen Maha kudus ditahtakan menjadi bergeser ke kanan altar dr posisi di tengah2 altar (dari gereja2 yang dibangun sesudah konsili Vatikan II yang saya bandingkan dengan gereja2 yang dibangun sebelum Konsili ) Sepertinya bagi saya pribadi saya lebih menyetujui kalau Tabernakel berada di tengah2 [...]]]></description> <wfw:commentRss>http://katolisitas.org/2010/02/01/posisi-tabernakel/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>7</slash:comments> </item> <item><title>Bolehkah tepuk tangan untuk koor di Misa?</title><link>http://katolisitas.org/2010/01/24/bolehkah-tepuk-tangan-untuk-koor-di-misa/</link> <comments>http://katolisitas.org/2010/01/24/bolehkah-tepuk-tangan-untuk-koor-di-misa/#comments</comments> <pubDate>Mon, 25 Jan 2010 00:54:06 +0000</pubDate> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <category><![CDATA[TJ: Liturgi]]></category> <category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category> <category><![CDATA[ekaristi]]></category> <category><![CDATA[komuni]]></category> <category><![CDATA[misa]]></category> <category><![CDATA[tepuk tangan]]></category><guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=3592</guid> <description><![CDATA[Pertanyaan:
salam katolisitas
Dalam surat pembaca majalah hidup edisi 17 Januari 2010 memuat tulisan  Rm.Frans Magnis Suseno
berjudul’ Tepuk Tangan waktu Komuni”. Pada prinsipnya romo Magnis tidak setuju   umat bertepuk
tangan setelah selesai mendengarkan penyanyi solo dari anggota koor pada waktu komuni tersebut.
Bahkan romo Magnis juga menulis seandainya dia yang memimpin misa waktu itu akan dihentikan
dan [...]]]></description> <wfw:commentRss>http://katolisitas.org/2010/01/24/bolehkah-tepuk-tangan-untuk-koor-di-misa/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>34</slash:comments> </item> <item><title>Makna penggunaan ukupan wewangian dalam Misa</title><link>http://katolisitas.org/2010/01/19/makna-penggunaan-ukupan-wewangian-dalam-misa/</link> <comments>http://katolisitas.org/2010/01/19/makna-penggunaan-ukupan-wewangian-dalam-misa/#comments</comments> <pubDate>Wed, 20 Jan 2010 04:07:41 +0000</pubDate> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <category><![CDATA[TJ: Liturgi]]></category> <category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category> <category><![CDATA[kemenyan]]></category> <category><![CDATA[misa]]></category> <category><![CDATA[ukupan]]></category> <category><![CDATA[wewangian]]></category><guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=3553</guid> <description><![CDATA[Pertanyaan:
Salam Katolisitas,
Terima kasih kepada Bu Ingrid yang sudah menjawab pertanyaan saya sebelumnya.
Saya punya pertanyaan lain lagi. Kebetulan saya ditanya juga oleh orang lain yang non Katolik dan saya yang Katolik merasa tidak mengetahui jawaban yang benar, jadi saya tanyakan ke Katolistas.
Di awal misa, sebelum naik ke altar, Imam seringkali mengasapi altar dengan sesuatu wewangian. Selama [...]]]></description> <wfw:commentRss>http://katolisitas.org/2010/01/19/makna-penggunaan-ukupan-wewangian-dalam-misa/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 52/155 queries in 0.351 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-07-30 16:11:00 -->