
Hari ini untuk pertama kalinya adalah Rabu Abu tanpa abu bagiku. Pagi-pagi aku dan suamiku bangun untuk bisa merayakan misa Rabu Abu di gereja Santa Barbara di dekat rumah. Seperti hari-hari yang lain, misa hari ini dihadiri tidak lebih dari empat puluhan umat. Setelah Homili dan bahkan Komuni selesai, semakin jelas bagi kami bahwa di [...]
18 02 10 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya » 
Tuhan menjelma menjadi manusia untuk menyatakan kasih-Nya kepada kita manusia. Apakah tanggapan kita akan kasih Allah ini?
24 12 09 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya » Barangkali, Aminah adalah salah satu mawar yang dikirimkan oleh Santa Theresia dari surga. …”A reminder to all of us who feel we can do nothing, that it is the little things that keep God’s kingdom growing….”
10 11 09 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya »Kerelaan Tuhan Yesus untuk selalu bersama manusia dan ketulusan cintaNya yang tanpa pamrih setiap saat kepada kita, menyembuhkan semua benjut dan benjol jiwa kita
03 11 09 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya »Tetapi saya merasa bahwa Bunda berani melangkah lebih jauh daripada sekedar berhenti pada akal. Bunda menyadari ada yang jauh lebih tinggi nilai dan fungsinya daripada akal. Bunda memutuskan untuk berjalan selangkah lebih jauh dengan kacamata iman.
20 05 09 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya »Kebangkitan Kristus adalah mukjizat Kristus yang terbesar yang menjadi dasar iman Kristiani. Oleh kebangkitan Kristus, kuasa dosa dan maut dipatahkan dan kita dapat memperoleh hidup kekal.
11 04 09 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya » 
Penderitaan Yesus yang terbesar adalah melihat betapa orang-orang yang dikasihi-Nya mengkhianati, meninggalkan, dan melupakan-Nya.
05 04 09 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya » “Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!” (Mzm 51: 4)
08 03 09 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya »Masa Prapaska tiba, sehingga tiba pula saatnya kita berpantang dan berpuasa. Jika kita ingin meresapkan masa ini, marilah kita renungkan kembali mengapa kita berpantang dan berpuasa.
21 02 09 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya »Tibalah saatnya hari Natal. Bagaimana kita menyambut kelahiran-Nya kembali di hati kita? Bantulah aku, ya Tuhan, untuk memberikan tempat bagiMu di hatiku!
23 12 08 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya »Kita memasuki masa Adven. Adakah yang dapat kita lakukan, agar dapat lebih menghayati masa yang indah ini untuk menyambut kelahiran Yesus di hati kita?
30 11 08 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya »Bahasa kasih, bahasa yang universal, yang mampu menembus dinding umur, dinding bahasa, dan dinding kata-kata. Ya Tuhan, ajarilah aku bahasa kasih…
02 11 08 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya »Pada hari yang hampir bersamaan dirayakan dua hal bertentangan: arwah para kudus di surga (saints) dan arwah yang gentayangan (ghost). Kita mau pilih yang mana?
30 10 08 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya »Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya (Pengkotbah 3:1). Pada saat badai datang, janganlah berputus asa….semua ada waktunya.
20 10 08 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya »“…. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.” (Luk 2:51). Mari kita renungkan, sudahkah kita memiliki sikap ini di dalam hidup kita sehari-hari?
13 10 08 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya »Berbicara tentang cinta setelah menikah, kita dihadapkan untuk berefleksi tentang kualitas cinta kita terhadap pasangan hidup kita dengan pasang-surutnya cinta kita.
10 09 08 | Ditayangkan di
Renungan |
Baca selanjutnya »