Uti dan Yoyok, semoga pengalaman imanmu menguatkan juga banyak pasangan suami istri lain. Agar, mereka yang sudah dikaruniai anak-anak, dapat lebih mensyukuri rahmat anak-anak mereka, dan bagi mereka yang belum dikaruniai anak agar juga mempunyai pengharapan dan iman akan pertolongan Tuhan. Satu hal yang pasti, Tuhan akan memberi segala sesuatunya, indah pada waktu-Nya….
Aku bukan berasal dari keluarga Katolik. Perjalananku sampai bergabung dengan Gereja Katolik merupakan perjalanan yang cukup berliku, namun aku bersyukur bahwa Tuhan menuntunku untuk sampai kepada Kebenaran yang kucari.
Perjuangan Dede, anak kami, melawan kanker, menjadi pergumulan kami sekeluarga. Namun, Tuhan menguatkan kami lewat sabda-Nya: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Fil 4:13).
Berikut ini adalah kesaksian seorang sahabat yang oleh kasih Allah telah meninggalkan hidupnya yang lama, dan menjadi manusia baru di dalam Tuhan Yesus
Lia adalah seorang Katolik yang pernah meninggalkan Gereja Katolik selama 6 tahun, sebelum akhirnya ‘kembali pulang’ ke pangkuan Gereja Katolik. Bacalah kesaksiannya.
Saya dibesarkan sebagai seorang atheis. Ayahku seorang Yahudi, dan ibuku seorang Protestan. Namun kini saya menemukan kebenaran yang saya cari di Gereja Katolik.
Berikut ini adalah kesaksian iman Pastor Dionico Maximo Tzul dari Guatemala, Amerika Tengah. Ia adalah seorang pastor missionaris dari suku Indian.