Vatikan II
Vatikan II
Konsili Vatikan II adalah Konsili uskup sedunia yang diadakan di Vatikan, Roma pada tahun 1962-1965 (terdiri dari 4 periode), yang diprakarsai oleh Paus Yohanes XXIII. Tujuannya adalah untuk memperbaharui Gereja secara spiritual dengan cara kembali ke sumber Tradisi Suci yang lama baik yang tertulis (Kitab Suci) maupun yang lisan, seperti dari para Bapa Gereja dan tulisan Para Orang Kudus (ressourcement). Diharapkan dengan demikian, Gereja dapat memperoleh kesegaran baru sehingga dapat menjawab tantangan zaman, dan iman Katolik dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari (aggiornamento). Tujuan akhir dari pembaharuan ini adalah memusatkan Gereja pada pribadi Kristus dan pada Misteri Paska-Nya, yang diterjemahkan oleh Konsili sebagai seruan panggilan kepada semua orang untuk hidup kudus.
9Jun2008 | Stefanus Tay | Comments Off | ContinuedDaftar Isi
Daftar isi dari Dokumen Konsili Vatikan II, yang terdiri dari: 4 konstitusi, 3 pernyataan, dan 9 dekrit.
Isi dokumen Konsili Vatikan II:
- DAFTAR ISI
- KATA PENGANTAR
- KONSTITUSI
- PERNYATAAN
- DEKRIT
- DEKRIT “AD GENTES” - TENTANG KEGIATAN MISIONER GEREJA
- DEKRIT “PRESBYTERORUM ORDINIS” - TENTANG PELAYANAN DAN KEHIDUPAN PARA IMAM
- DEKRIT “APOSTOLICAM ACTUOSITATEM” - TENTANG KERASULAN AWAM
- DEKRIT “OPTATAM TOTIUS” - TENTANG PEMBINAAN IMAN
- DEKRIT “PERFECTAE CARITATIS” - TENTANG PEMBAHARUAN DAN PENYESUAIAN HIDUP RELIGIUS
- DEKRIT “CHRISTUS DOMINUS” - TENTANG TUGAS PASTORAL PARA USKUP DALAM GEREJA
- DEKRIT “UNITATIS REDINTEGRATIO” - TENTANG EKUMENISME
- DEKRIT “ORIENTALIUM ECCLESIARUM” - TENTANG GEREJA-GEREJA TIMUR KATOLIK
- DEKRIT “INTER MIRIFICA” - TENTANG UPAYA-UPAYA KOMUNIKASI SOSIAL
Kata Pengantar
Kata pengantar dari: Ketua Presidium KWI dan Dokpen KWI.
9Jun2008 | Gereja Katolik | Comments Off | Continued
Dei Verbum (DV)
KONSTITUSI DOGMATIS TENTANG WAHYU ILAHI.
DV menyatakan tema dasar dari Konsili ini, yaitu mendengarkan Sabda Tuhan. DV merupakan sekilas rangkuman tentang karya Roh Kudus di dalam kehidupan Gereja.
Lumen Gentium (LG)
KONSTITUSI DOGMATIS TENTANG GEREJA.
Gereja adalah topik pemersatu semua dokumen Vatikan II, namun topik utama LG adalah Kristus, sebab segala peran Gereja diperoleh dari relasinya dengan Kristus. Gereja, seperti Kristus, adalah sakramen (tanda) persatuan dengan Tuhan dan dengan semua manusia.
Sacrosanctum Concilium (SC)
KONSTITUSI TENTANG LITURGI SUCI.
Gereja bertindak dan menyatakan dirinya di dalam liturgi, serta mengambil kekuatan dari liturgi untuk kelanjutan hidupnya. Maka, pembaharuan liturgi berkaitan erat dengan pembaharuan kehidupan Gereja.
Gaudium Et Spes (GS)
KONSTITUSI PASTORAL TENTANG GEREJA DI DUNIA DEWASA INI.
GS adalah dokumen pastoral yang menggambarkan peran Gereja di dunia modern. Tujuannya adalah menerjemahkan doktrin ke pengarahan praktis dan memperhatikan dimensi spiritual kehidupan Gereja, menuju ke arah pertumbuhan kekudusan.
Gravissimus Educationis (GE)
PERNYATAAN TENTANG PENDIDIKAN KRISTEN.
Pendidikan Kristiani bertujuan untuk membentuk keseluruhan pribadi seseorang dengan fokus utama pada pendidikan moral dan pembentukan hati nurani. Dengan demikian GE menekankan perhatian kepada martabat manusia.
Nostra Aetate (NA)
DEKRIT TENTANG EKUMENISME.
NA menekankan hubungan yang positif yang dimiliki oleh Gereja dan agama-agama non-Kristen, berdasarkan akan kesatuan semua umat manusia, yang mempunyai asal dan akhir yang sama, yaitu Tuhan.
Dignitatis Humanae (DH)
PERNYATAAN TENTANG KEBEBASAN BERAGAMA.
DH menyatakan bahwa kebebasan beragama adalah sesuatu yang termasuk hak manusia dalam menunaikan tugas berbakti kepada Allah, selayaknya kebal terhadap paksaan dalam masyarakat.
Ad Gentes (AG)
DEKRIT TENTANG KEGIATAN MISIONER GEREJA
AG adalah refleksi dari makna misioner Gereja di dalam dunia, yang merupakan sakramen Keselamatan. Mandat misioner bermula pada sifat dasar Gereja, yang bersumber pada Kristus, dan bertujuan menyebarkan kasih dan SabdaNya demi membawa kepada pertobatan.
Presbyterorum Ordinis (PO)
DEKRIT TENTANG PELAYANAN DAN KEHIDUPAN PARA IMAM
PO bertujuan agar pelayanan para imam dilaksanakan dengan lebih efektif dan kehidupan mereka lebih terpelihara. Dalam hal ini kekudusan para imam adalah sangat penting dan menjadi tanggung jawab para uskup.
Apostolicam Actuositatem (AA)
DEKRIT TENTANG KERASULAN AWAM
Peran kerasulan awam adalah untuk meresapkan nilai-nilai Injili ke dalam kehidupan sehari-hari. Kesuksesan kerasulan awam tergantung dari kesatuan awam dengan Kristus khususnya dalam keikutsertaan yang aktif di dalam liturgi.
Optatam Totius (OT)
DEKRIT TENTANG PEMBINAAN IMAM
OT menguraikan berbagai prinsip dasar pendidikan imam yang meneguhkan ketetapan-ketetapan yang telah diuji melalui praktek berabad-abad lamanya, dan mengintegrasikan ke dalam unsur-unsur baru yang selaras dengan ketetapan Konsili ini.
Perfectae Caritatis (PC)
DEKRIT TENTANG PEMBAHARUAN DAN PENYESUAIAN HIDUP RELIGIUS
PC menjabarkan pembaharuan dan penyesuaian hidup religius, dengan menekankan pentingnya penerapan nasihat-nasihat Injili: kemurnian, ketaatan dan kemiskinan.
Unitatis Redintegratio (UR)
DEKRIT TENTANG EKUMENISME
Karena didorong oleh keinginan untuk mengembalikan kesatuan antara umat beriman, maka UR mengajak semua umat Katolik untuk mengambil bagian di dalam karya ekumenism dengan mengikuti gerakan Roh Kudus yang membawa semua umat beriman pada persatuan yang erat dengan Kristus.
Orientalium Ecclesiarum (OE)
DEKRIT TENTANG GEREJA-GEREJA TIMUR KATOLIK
Gereja Katolik sangat menghargai lembaga-lembaga, upacara-upacara liturgi, tradisi-tradisi gerejawi dan tata-laksana hidup kristen dalam Gereja-gereja Timur yang memegang Tradisi suci, dan mendukung pengembangannya, berdoa dan mengusahakan persatuan dengannya.
Inter Mirifica (IM)
DEKRIT TENTANG UPAYA-UPAYA KOMUNIKASI SOSIAL
IM mendukung peran media komunikasi untuk menyebarkan berita kebenaran Injil dan pengajaran moral, agar menjangkau setiap orang dan seluruh dunia demi kemajuan umat manusia.
Christus Dominus (CD)
DEKRIT TENTANG TUGAS PASTORAL PARA USKUP DALAM GEREJA
CD berhubungan erat dengan LG bab III, tentang ketentuan kolese uskup dan peran utama Bapa Paus, dan para uskup yang menerima kepenuhan sakramen Tahbisan Suci.
