Dominus Iesus adalah pengajaran dari CDF, Vatikan, tentang bagaimana kita melihat Gereja Katolik, dalam hubungannya dengan agama-agama lain. Dokumen ini menjabarkan beberapa pokok iman Katolik yang harus kita imani dengan teguh pada saat berdialog antar agama.
07 02 10 | Ditayangkan di
Dok Gereja |
Baca selanjutnya »Dominus Iesus adalah pengajaran dari CDF, Vatikan, tentang bagaimana kita melihat Gereja Katolik, dalam hubungannya dengan agama-agama lain. Dokumen ini menjabarkan beberapa pokok iman Katolik yang harus kita imani dengan teguh pada saat berdialog antar agama.
11 01 10 | Ditayangkan di
Dok Gereja |
Baca selanjutnya »Ensiklik Veritas in Veritate adalah ajaran sosial Gereja yang diberikan oleh Paus Benediktus XVI yang diberikan untuk menanggapi dunia saat ini. Ia menawarkan prinsip dasar untuk menemukan solusi yang terarah kepada kebaikan semua orang dan semua bangsa, yaitu menerapkan kasih di dalam kebenaran untuk mencapai perkembangan manusia yang seutuhnya.
10 11 09 | Ditayangkan di
Dok Gereja |
Baca selanjutnya »Disiapkan dan diterbitkan bersama oleh: Dewan Kepausan Untuk Memajukan Kesatuan Umat Kristiani dan Komisi Faith and Order Dewan Gereja-Gereja Sedunia.
Di bagian ini dokumen Gereja ini secara bertahap akan dimasukkan dokumen-dokumen Gereja, seperti:
- Katekismus Gereja Katolik
- Vatikan II (*)
- Ensiklik, Surat Gembala, dll. (*)
Dengan menyajikan dokumen-dokumen ini, diharapkan akan lebih banyak lagi umat Katolik yang tertarik untuk mendalami ajaran Gereja, sehingga bisa menemukan kebenaran yang pada akhirnya akan membawa kita semua kepada Sang Kebenaran [...]
10 06 08 | Ditayangkan di
Dok Gereja |
Baca selanjutnya »Konsili Vatikan II adalah Konsili uskup sedunia yang diadakan di Vatikan, Roma pada tahun 1962-1965 (terdiri dari 4 periode), yang diprakarsai oleh Paus Yohanes XXIII. Tujuannya adalah untuk memperbaharui Gereja secara spiritual dengan cara kembali ke sumber Tradisi Suci yang lama baik yang tertulis (Kitab Suci) maupun yang lisan, seperti dari para Bapa Gereja dan tulisan Para Orang Kudus (ressourcement). Diharapkan dengan demikian, Gereja dapat memperoleh kesegaran baru sehingga dapat menjawab tantangan zaman, dan iman Katolik dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari (aggiornamento). Tujuan akhir dari pembaharuan ini adalah memusatkan Gereja pada pribadi Kristus dan pada Misteri Paska-Nya, yang diterjemahkan oleh Konsili sebagai seruan panggilan kepada semua orang untuk hidup kudus.
Kata pengantar dari: Ketua Presidium KWI dan Dokpen KWI.
KONSTITUSI DOGMATIS TENTANG WAHYU ILAHI.
DV menyatakan tema dasar dari Konsili ini, yaitu mendengarkan Sabda Tuhan. DV merupakan sekilas rangkuman tentang karya Roh Kudus di dalam kehidupan Gereja.
KONSTITUSI DOGMATIS TENTANG GEREJA.
Gereja adalah topik pemersatu semua dokumen Vatikan II, namun topik utama LG adalah Kristus, sebab segala peran Gereja diperoleh dari relasinya dengan Kristus. Gereja, seperti Kristus, adalah sakramen (tanda) persatuan dengan Tuhan dan dengan semua manusia.
KONSTITUSI TENTANG LITURGI SUCI.
Gereja bertindak dan menyatakan dirinya di dalam liturgi, serta mengambil kekuatan dari liturgi untuk kelanjutan hidupnya. Maka, pembaharuan liturgi berkaitan erat dengan pembaharuan kehidupan Gereja.
KONSTITUSI PASTORAL TENTANG GEREJA DI DUNIA DEWASA INI.
GS adalah dokumen pastoral yang menggambarkan peran Gereja di dunia modern. Tujuannya adalah menerjemahkan doktrin ke pengarahan praktis dan memperhatikan dimensi spiritual kehidupan Gereja, menuju ke arah pertumbuhan kekudusan.
PERNYATAAN TENTANG PENDIDIKAN KRISTEN.
Pendidikan Kristiani bertujuan untuk membentuk keseluruhan pribadi seseorang dengan fokus utama pada pendidikan moral dan pembentukan hati nurani. Dengan demikian GE menekankan perhatian kepada martabat manusia.
DEKRIT TENTANG EKUMENISME.
NA menekankan hubungan yang positif yang dimiliki oleh Gereja dan agama-agama non-Kristen, berdasarkan akan kesatuan semua umat manusia, yang mempunyai asal dan akhir yang sama, yaitu Tuhan.
PERNYATAAN TENTANG KEBEBASAN BERAGAMA.
DH menyatakan bahwa kebebasan beragama adalah sesuatu yang termasuk hak manusia dalam menunaikan tugas berbakti kepada Allah, selayaknya kebal terhadap paksaan dalam masyarakat.
DEKRIT TENTANG KEGIATAN MISIONER GEREJA
AG adalah refleksi dari makna misioner Gereja di dalam dunia, yang merupakan sakramen Keselamatan. Mandat misioner bermula pada sifat dasar Gereja, yang bersumber pada Kristus, dan bertujuan menyebarkan kasih dan SabdaNya demi membawa kepada pertobatan.