
Kalau Yesus adalah Tuhan, mengapa Dia membiarkan Diri-Nya dicobai oleh Iblis? Yesus ingin menunjukkan kepada manusia strategi Iblis dalam mencobai manusia dan pada saat yang bersamaan menunjukkan kepada manusia cara untuk menghadapinya.

Apakah benar bahwa “hanya Kitab Suci saja” atau Kitab Suci adalah satu-satunya pedoman iman Kristiani? Simaklah ajaran Gereja Katolik dalam hal ini.

Apakah kita mengerti apa yang dimaksud dengan kemenangan Yakub ketika dia bergulat dengan malaikat Tuhan di Kitab Kejadian 32:24-28?

Kidung Agung 8:1-3 menceritakan bagaimana hubungan antara Kristus dan Gereja-Nya dalam ikatan kasih. Kasih inilah yang digambarkan secara puitis dalam Kidung Agung.
Menikah atau hidup selibat untuk Kerajaan Allah seharusnya merupakan bahan permenungan para muda-mudi Katolik. Sebab keduanya merupakan panggilan luhur dari Allah, walaupun tak bisa dipungkiri, bahwa kehidupan selibat merupakan sesuatu yang lebih tinggi, justru karena hal itu menunjukkan kasih tanpa syarat kepada Tuhan dan sesama.
Kisah 1 Sam 28, mungkin membuat kita bertanya-tanya, mengapa seolah- olah Allah bekerja sama dengan kejahatan, dalam hal ini ilmu gaib. Mari kita melihat interpretasi yang sesuai dengan tradisi teologis Gereja Katolik.

Mungkin banyak di antara kita menginginkan persahabatan yang lebih mendalam dengan Allah. Sudahkah kita mencoba melakukan “Lectio divina”, yang telah menjadi bagian dari kehidupan rohani banyak orang kudus?

Begitu banyak orang yang mencoba untuk mencari tahu kapan saat kedatangan Kristus yang ke-dua atau akhir dunia, walaupun Kristus sendiri mengatakan “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu..” (Mt 24:36)
Perikop ini mengisahkan perjalanan iman dari orang buta yang disembuhkan oleh Yesus, namun kisah inipun menceritakan tentang perjalanan iman kita.
Mengapa Yesus mengatakan “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan mamon yang tidak jujur, supaya jika mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.”? (Lk 16:9).

Umat Kristen awal mengartikan Alkitab dengan menggunakan 4 prinsip. Maka jika kita ingin membaca Alkitab seperti mereka, mari kita simak ke-4 hal ini.
Kitab Suci yang kita kenal sekarang adalah kumpulan kitab-kitab yang ditetapkan secara Kanonik oleh Gereja Katolik sebagai kitab yang diinspirasikan oleh Roh Kudus.
Sebelum kita mempelajari Kitab Suci, apakah yang harus kita ketahui tentang “Kitab Suci” itu sendiri? Mari kita lihat beberapa hal penting yang perlu kita simak agar kita semakin mengenal Kitab Suci.

Dalam bagian ini akan dibahas tentang rahmat dari Sakramen Tobat yang membuat pendosa menjadi kudus. Apa yang diajarkan Gereja Katolik tentang sakrament Tobat?
Kerajaan Allah yang didirikan oleh Yesus Kristus menjadi topik utama Injil Matius, Markus dan Lukas. Apa itu Kerajaan Allah, dan apakah kita dapat masuk ke dalamnya?
Pertemuan Zakeus dengan Yesus yang penuh kasih merubah kehidupan Zakeus, dan ia mengalami pertobatan yang benar. Pertobatan ini memulihkan jati diri Zakeus yang sebenarnya, yaitu sebagai anak Allah.
21 06 08 | Ditayangkan di
Kitab Suci |
Baca selanjutnya »