Home » Archives by category » Artikel » Hukum Gereja

Selibat, bentuk solidaritas orang yang terpinggirkan

Selibat adalah sebuah bentuk panggilan hidup. Dalam konteks ini selibat memiliki makna penyerahan hidup, pembaktian hidup yang murni dan total kepada Tuhan demi Kerajaan Allah.

Katekis: Pelaksana tugas Gereja mengajar

Menjawab persoalan pembinaan iman umat di Paroki. Siapakah katekis, apakah tugas pokoknya, dan bagaimana spiritualitas seorang katekis?

Kuasa kepemimpinan awam dalam Gereja

Apakah umat beriman kristiani awam memiliki kuasa kepemimpinan dalam Gereja? Partisipasi kepemimpinan macam apa yang dimiliki oleh umat beriman kristiani awam?

Kasus-kasus pembatalan perkawinan kanonik (nullitas matrimonii)

Kasus pembatalan perkawinan kanonik adalah kasus di mana perjanjian perkawinan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan itu tidak sah sehingga tidak tercipta sebuah perkawinan.

Menyiapkan homilist yang baik dari sejak seminari

Bagaimana menyiapkan homili yang baik? Tulisan berikut ini mungkin dapat menjadi inspirasi.

Tanggung jawab pastor paroki dalam pastoral perkawinan

Dalam Pastoral perkawinan Pastor Paroki wajib mengusahakan agar keluarga kristiani berkembang dalam kesempurnaan

Stipendium dan Iura Stolae

Mengapa umat harus memberi stips atau iura stolae? Kemana uang yang diberikan umat ketika Imam merayakan ibadat ilahi dan diberi stips atau iura stolae?

Conventio Scripta

Kini setelah Konsili Vatikan II, kewenangan pada tarekat beralih dari ius commisionis ke ius mandatum yang kewenengan karya misioner penuh diberikan kepada otoritas Uskup diosesan.

Macam-macam Halangan yang menggagalkan perkawinan

Gereja Katolik telah memberikan peraturan yang jelas tentang hal-hal yang dapat menggagalkan atau membatalkan perkawinan.

Mungkinkah Pembaptisan anak ketika perkawinan orang tua bermasalah?

Kasus pembaptisan anak dalam keluarga perkawinan campur beda agama atau beda gereja, sering kali menjadi persoalan keluarga yang tidak mudah untuk diselesaikan. Jadi, apakah dengan demikian anak tersebut dapat dibaptis?

Ketidakmampuan memberikan kesepakatan perkawinan

Supaya orang bisa menikah dengan sah, selain mengetahui apa yang sedang dilakukan kini dan di sini, orang itu juga harus mampu mengerti kewajiban-kewajiban hakiki perkawinan dan memilihnya dengan bebas dan bertanggungjawab.

Page 1 of 212

CONNECT WITH US: