Dengan melihat kepada kehidupan Gereja di lima abad pertama, kita dapat melihat dengan jelas tentang peran Rasul Petrus dan para penerusnya untuk memimpin dan mengajar jemaat. Pengingkaran akan hal ini dapat dikatakan sebagai pengingkaran sebuah fakta.
Tuhan Yesus memberikan Bunda Maria agar menjadi Bunda kita juga. Sudahkah kita menerimanya dan mengikuti teladannya?
Ada banyak orang beranggapan bahwa sekali kita menerima Kristus, kita diselamatkan dan sesudah itu tidak peduli apapun yang terjadi, dan apapun sikap hidup kita, pasti kita masuk surga. Benarkah anggapan ini?
Bukti sejarah dokumen Gereja abad- abad awal menunjukkan dengan jelas peran kepemimpinan para penerus Rasul Petrus. Surat St. Klemens dari Roma dan St. Ignatius dari Antiokhia adalah dua bukti yang sangat kuat dalam hal ini.
Simaklah beberapa pandangan Protestan yang menentang keberadaan Petrus di Roma, dan bagaimana sebaiknya tanggapan kita.
Umat Protestan banyak yang berpandangan bahwa Rasul Petrus tidak pernah ke Roma, tidak pernah mendirikan Gereja di Roma, dan tidak wafat di Roma. Benarkah demikian? Simaklah bukti- bukti yang menyatakan sebaliknya.
Apa yang mendasari adanya kepemimpinan Paus dalam Gereja Katolik? Mari kita melihat dasar Kitab Suci tentang keutamaan Rasul Petrus, yang mendasari kepemimpinan Paus sebagai penerus Petrus.
Brosur yang disebarkan oleh Saksi Yehuwa tentang Trinitas mengandung banyak sekali kutipan yang kurang dapat dipertanggungjawabkan, karena dikutip tanpa melihat konteks. Hal ini dilakukan oleh mereka untuk mendukung ajaran mereka yang tidak percaya akan Trinitas.
Apakah benar bahwa “hanya Kitab Suci saja” atau Kitab Suci adalah satu-satunya pedoman iman Kristiani? Simaklah ajaran Gereja Katolik dalam hal ini.
Mari kita melihat pengajaran dari Saksi Yehuwa yang bertentangan dengan akal budi, menyalahi prinsip keadilan, dan berlawanan dengan Alkitab.
Kisah 1 Sam 28, mungkin membuat kita bertanya-tanya, mengapa seolah- olah Allah bekerja sama dengan kejahatan, dalam hal ini ilmu gaib. Mari kita melihat interpretasi yang sesuai dengan tradisi teologis Gereja Katolik.