Buku Tamu
Kami sangat menghargai kalau anda bersedia memberikan pesan atau komentar
Silakan meninggalkan saran yang membangun, pesan atau komentar umum, yang ingin ditampilkan di website, namun tidak berhubungan dengan artikel-artikel yang ada.
Untuk mengirim pesan yang tidak ingin ditampilkan di website, dapat menuliskannya di kontak.
Katolisitas.org mempunyai hak untuk menampilkan, menolak, atau menyensor semua pesan dan komentar yang masuk baik di artikel atau buku tamu untuk kebaikan bersama. Mohon dapat dimaklumi.
Terimakasih telah berpartisipasi dalam website ini. Tuhan memberkati. Salam kasih dari: www.katolisitas.org.
















SEGERA TERBIT: Kembali Ke Jiwa Musik Liturgis
Pengarang:
Ambrosius Andi K.
SKU: 40210003
Rp. 19.800
Harga Normal Rp 22.000,-
Diskon 10%
Buku ini dapat digunakan sebagai dasar pemikiran dan petunjuk praktis atau pedoman dasar yang benar tentang Musik Liturgi dalam Perayaan Ekaristi dan ibadat-ibadat Gereja Katolik lainnya. Dengan demikian, siapa saja, terutama yang bergabung dalam kelompok paduan suara gerejawi, baik sebagai anggota, dirigen, maupun organis, tidak akan ragu-ragu lagi dalam memilih nyanyian Liturgi, menyanyikannya dan menjiwainya dengan baik dan benar sesuai kaidah-kaidah Liturgi yang dikehendaki Gereja dan seluruh umat beriman.
“Patut kita syukuri peran kor-kor atau paduan suara-paduan suara di paroki-paroki kita. Namun disesalkan juga karena ada paduan suara yang telah memilih lagu-lagu yang tidak liturgis atau melatih dan menyanyikan hampir semua bagian nyanyian dalam perayaan Liturgi… Selain itu, ada pula banyak paduan suara yang sangat bagus, tetapi tidak atau belum mengetahui dan mempelajari dokumen-dokumen Gereja mengenai Liturgi dan musik Gereja. Dalam rangka membantu paduan suara untuk melaksanakan perannya sebaik mungkin, catatan-catatan yang terdapat dalam buku kecil ini perlu mendapat perhatian karena hampir semuanya didasarkan pada dokumen-dokumen Gereja mengenai Liturgi dan musik Liturgi.”
- Bernardus Boli Ujan, SVD
(Sekretaris Eksekutif Komisi Liturgi KWI, 2002-2008)
14 x 21 cm; 120 hlm
Kami mencari di internet terjemahan indonesia dari semua ensiklik yang berisi ajaran sosial gereja dari Paus Leo XIII, Pius XI, Yohanes XXIII, Paulus VI, Yohanes Paulus II dan Benedictus XVI , tapi tidak menemukan.
Mohon bantuan untuk menampilkan di website katolisitas teks indonesia dari semua ensiklik tersebut. Rasanya baru sedikit umat yang membaca apalagi memahami isi dari ensiklik tersebut. Bisa dibayangkan bahwa kemiskinan tetap banyak di dunia, mungkin antara lain karena ajakan Paus kepada umat katolik pada khususnya dan umat sedunia pada umumnya belum dipahami karena belum pernah dibaca akibat kurangnya informasi mengenai naskah ensiklik tersebut.
Shalom Herman Jay,
Terima kasih atas usulannya untuk menampilkan eksiklik ajaran sosial Gereja. Saya tidak tahu apakah beberapa ensiklik seperti: Rerum Novarum dari Paus Leo XIII dan Quadragesimo anno dari Paus Pius XII dan Centesimus Annus telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia atau tidak. Kalau telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, maka tidak semudah itu untuk langsung menampilkannya di dalam website, karena perlu ijin dari yang menerjemahkan. Untuk menterjemahkan sendiri, kami tidak mempunyai waktu dan tenaga. Namun, ensiklik Paus Benediktus XVI Caritas in Veritate (In Charity and Truth) dapat dibaca di sini (silakan klik). Ini adalah terjemahan tidak resmi, yang telah diterjemahkan oleh katolisitas.org. Tanya jawab tentang ajaran sosial Gereja, dapat dilihat di sini (silakan klik). Semoga dapat membantu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Yth Romo Wanta,Ibu Inggrid/Bpk. Stef,
Saya sudah beberapa kali menanyakan ttg sakramen tobat tetapi pertanyaan saya tidak dijawab malahan justru dihapus. Saya rasa, pertanyaan saya sangat sopan, ataukah pertanyaan saya kurang berbobot?
Berhubung di tempat saya tidak ada romo orang indonesia yg bisa ditanyai, maka dari itulah saya ingin sekali tahu jawaban dari tim katolisitas.
Terimakasih atas perhatian bpk dan ibu,
Salam dan doa
Maria
Shalom Maria,
Terima kasih atas pertanyaannya. Saya telah menjawab pertanyaan Maria tanggal 5 Maret 2010. Bahkan saya telah mengirimkan e-mail pribadi kepada anda tanggal 6 Maret untuk memberitahu link jawaban yang saya berikan. Oleh karena itu, silakan melihat jawaban tersebut di sini (silakan klik / klik di sini). Semoga jawaban ini dapat membantu. Kalau masih ada yang kurang jelas dari jawaban tersebut, silakan bertanya kembali,
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Yth Bpk Stef,
Terimakasih banyak atas penjelasan yang telah bapak berikan, maafkan saya, rupanya saya kurang teliti mencari balasan dari pertanyaan saya yang sudah Pak Stef uraikan dg jelas di ruang tanya jawab ini. Pendek kata, saya ucapkan terimakasih banyak atas waktu yang telah bapak luangkan utk menjawab pertanyaan2 saya ini.
Salam dan doa
Maria
Shalom Pak Stef dan Bu Inggrid,saya ada pertanyaan..
Kata2 orang jaman klo kita mau (maaf) buang air kecil misalkan dihutan..kita harus permisi dlu untuk menghormati jika ad penunggunya disitu..jika tidak permisi kita bisa celaka..
Mohon tanggapan nya..
Terimakasih..GBU
Shalom Hendra,
Terima kasih atas pertanyaannya. Kalau menurut saya pribadi, meminta ijin untuk buang air ketika berada di hutan adalah lebih ke arah tahayul. Oleh karena itu, yang harus dilakukan adalah memeriksa kembali apa yang kita percayai. Perkara meminta ijin hanyalah merupakan manifestasi dari apa yang kita percayai. Kita harus mempercayai bahwa selama kita terus berakar di dalam Kristus, maka kita setan tidak mempunyai kekuatan untuk menghancurkan kita. Oleh karena itu, kalau memang kita harus buang air di hutan dan tidak ada kamar kecil, maka silakan saja melakukannya tanpa meminta ijin. Kalau masih takut, tidak perlu minta ijin, namun berdoalah Bapa Kami maupun Salam Maria sebelumnya. Semoga dapat membantu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
ibu ingrid dan pak stef yth,
salam damai dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,
meskipun agak terlambat, saya mohon ijin untuk me-link website katolisitas dengan blog kkia (keluarga katolik indonesia di adelaide, south australia), sehingga bisa diakses oleh warga kkia lainnya.
terima kasih atas perhatiannya.
Shalom Bernadus,
Kami sangat senang sekali kalau Bernadus mau me-link website katolisitas.org di site anda. Semoga site ini dapat berguna bagi seluruh keluarga Katolik Indonesia di Adelaide. Salam dari katolisitas untuk semua anggota KKIA.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Hanya ingin mengucapkan Terima Kasih. Saya banyak belajar dari katolisitas ttg bagaimana berbicara dengan kasih. bagaimana berbicara dengan lemah lembut.
Mohon partisipasi dan inisiatif pengguna website ini agar meminta bantuan pastor paroki setempat di mana anda bergereja untuk ikut menyampaikan keberadaan website ini kepada umat baik melalui mimbar maupun melalui pengumuman di lembaran berita paroki dan lewat kegiatan-kegiatan kategorial.
Salam damai Dalam Kristus.
Saya tahu situs ini dari Rm. Tri Kuncoro Yekti (Rm. Cun2). Dan saya sangat bersyukur karena beliau memberitahukan kepada saya tentang adanya situs ini. Banyak pertanyaan2 saya yg selama ini mengganjal di hati saya sudah terjawab dalam situs ini, di antaranya mengenai komuni dengan lidah atau tangan, mengenai PL & PB, yg baru2 ini sedang dibahas oleh teman saya yg sudah terlalu lama tinggal di luar negeri, & menyatakan bahwa Tuhan itu brutal dalam PL. Sehingga saya penasaran utk menjawab dia tetapi sebelumnya saya harus mencari dasar2 hukumnya supaya saya tidak salah bicara. Dan Rm Cun2 akhirnya menyuruh saya membuka situs ini. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih pada Rm. Cun2, juga ibu Inggrid & bpk Stefanus. Semoga Tuhan selalu memberkati kita semua. Amin.
Bp Stef atau Ibu Ingrid, mohon maaf, beberapa waktu yg lalu kira-kira 2 minggu, saya mengirimkan pertanyaan tetapi sampai sekarang belum dijawab dan saya cari di postingan koq juga tidak ada padahal dalam keterangan sudah dimasukkan dalam file pertanyaan di katolisitas ini. Meski demikian, bagi saya no problem mungkin saya yang kurang cermat. Nah, saya ingin tanya lagi dengan mengulangi pertanyaaan saya tsb. Semoga Bp Stef atau Ibu Ingrid berkenan menjawabnya.
1. Sebetulnya bagaimana aturan baku untuk perayaan Ekaristi dengan ujub khusus di keluarga pada hari Sabtu atau malam minggu? Boleh atau tidak? Karena ada paroki yang mengizinkan tetapi juga ada yang tidak mengizinkan dengan alasan bhw Sabtu malam/Minggu adalah kesempatan umat untuk berkumpul dan merayakan Ekaristi di gereja dan bukan untuk ujub keluarga spt: peringatan arwah 1 th. 2 th, dsb. Mohon penjelasan untuk hal ini.
2. Tentang waktu puasa. Saya merasa koq kita ini tidak punya aturan baku kapan mulainya puasa dan berakhirnya puasa dengan jelas, ya? Mohon maaf, saya terpaksa membandingkan dengan saudari-saudara muslim yg jelas waktu mulai dan selesainya puasa dalam hari itu. Karena dikatakan bhw puasa-pantang kita lebih banyak diserahkan kepada diri kita sendiri…..ya banyak yang akhirnya bingung juga…..Apakah Gereja atau KWI tidak bisa membuat patokan yang jelas agar umat tidak selalu bingung padahal hal-hal seperti ini seringkali malah yang harus dihadapi oleh umat sederhana yang membutuhkan bantuan kejelasan agar makin mantap dalam puasa-pantangnya.
Demikian Pak Stef dan Ibu Ingrid, pertanyaan saya. Semoga berkenan membantu saya.
Tuhan Yesus memberkati.
Shalom Barnabas,
1. Berikut ini jawaban dari Romo Wanta, tentang pertanyaan anda yang pertama:
Barnabas Yth
Perlu anda ketahui bahwa pelayanan misa di lingkungan jika dilaksanakan hari Sabtu dan Minggu akan mengganggu paling tidak memengaruhi aktivitas Pastor Paroki yang sudah beberapa kali misa umat di Paroki. Jika Sabtu dan Minggu ada 6 kali misa dan hanya 2 imam maka setiap imam 3 kali misa ditambah misa lingkungan tidak manusiawi bagi imam (pastor tukang misa). Maka karena alasan pastoral misa lingkungan Sabtu dan Minggu sebaiknya tidak diadakan yang dilayani oleh Pastor parokinya. Jika dapat mencari rama tamu dan seizin pastor paroki dapat dilakukan misa di lingkungan. Satu hal penting seharusnya dan sebaiknya umat misa pada hari Minggu di Paroki tidak di lingkungan, kecuali ada ujud tertentu dan khusus tapi itu tidak menggantikan misa hari Minggu. Jadi misa hari Minggu harus tetap dilaksanakan artinya pergi ke Gereja meskipun Sabtu malam sudah misa dilingkungan. Semoga dapat dipahami. Saya belum melihat aturan tertulis larangan misa hari Sabtu dan Minggu di Lingkungan untuk KAJ tergantung dari pastor parokinya.
salam
Rm Wanta
2. Mengenai pantang dan puasa, saya pernah menuliskannya di sini, silakan klik.
Harap dipahami bahwa yang dituliskan di sana adalah syarat minimum, sehingga maksudnya memang agar dapat dipenuhi oleh semua umat yang bersangkutan. Tidak usah bingung, karena esensi dari Masa Prapaska adalah Masa Pertobatan, dan memang puasa dan pantang hanyalah semacam cara atau tanda pertobatan itu. Maka bagi kita umat Katolik puasa dan pantang tidak pernah terpisahkan dari doa, mati raga dan derma yang memang kesemuanya menjadi tanda pertobatan kita. Maka aturan yang diberikan oleh Gereja, sudah cukup jelas menjabarkan syarat minumum, dan selanjutnya terserah kepada kita untuk menjalaninya sesuai dengan penghayatan kita dan kemampuan jasmani tubuh kita. Ingatlah bahwa bukan semata- mata pantang dan puasanya yang terpenting di sini, tetapi pertobatannya, sehingga memang tidak menjadi masalah jika tiap-tiap orang memiliki jenis pantang yang berbeda, atau frekuensi hari puasa yang berbeda juga (misalnya ada orang yang hanya puasa Rabu Abu dan Jumat Agung, tetapi ada juga yang puasa setiap hari Jumat, atau dua kali seminggu selama masa Prapaska, atau bahkan puasa setiap hari selama masa Prapaska). Yang terpenting, syarat minimal terpenuhi, yaitu puasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung, dan pantang Rabu dan Jumat Agung dan setiap hari Jumat selama Masa Prapaska, (dan selanjutnya juga setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali Jumat yang jatuh pada hari Raya). Selebihnya jika memungkinkan tentu baik jika anda melakukan melebihi dari yang disyaratkan, karena kasih yang tulus umumnya melakukan lebih daripada yang disyaratkan.
Mari kita satukan sedikit pengorbanan kita, dengan pengorbanan Kristus, demi mendoakan pertobatan kita dan pertobatan dunia, terutama orang-orang di sekitar kita yang kita doakan.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
Berkah Dalem, senang sekali bisa menemukan website katolisitas ini, dpt menambah wawasan iman saya. Terima kasih banyak, semoga website ini lebih baik lagi, jadi berkat buat semua yang membaca.
GBU.
Saya baru saja menemukan situs ini, terimakasih kepada Ibu Ingrid, artikel2 anda sangat menarik dan menambah pengetahuan saya ttg iman Katolik.
Hanya tanya sedikit, rubrik kesaksian imannya kok ‘gak begitu banyak ya?
Salam dan doa
Maria
Shalom Maria,
Terima kasih atas kunjungan anda dan dukungan anda.
Ya rubrik kesaksian iman belum terlalu banyak. Silakan, jika anda mempunyai kesaksian iman, kirimkan kepada kami. Jika kami pandang dapat membangun iman umat, tentu dapat ditayangkan.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
Kita semua tau bahwa dunia dan isinya diciptakan oleh Allah..tetapi yang selalu menjadi pertanyaan di dalam pikiran saya sejak kecil adalah darimanakah Allah itu datang?mengapa Allah bisa ada?jika ada yang menciptakan Allah,siapakah itu?apakah Allah memiliki orang tua?apa tujuan Allah menciptakan semua ini?
mohon tanggapan n jawabannya,,hehe,,terimakasih,,
Terima kasih atas pertanyaannya tentang asal mula Allah. Sebenarnya dengan kemampuan akal budi, kita dapat mengatakan bahwa Allah adalah satu, tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai akhir. Saya telah menulis artikel yang membuktikan bahwa Allah ada, satu dan tidak berawal dan tidak berakhir dengan mengambil pembuktian yang dituliskan oleh St. Thomas Aquinas dalam bukunya Summa Theology. Untuk itu, silakan membaca artikel ini (silakan klik). Dan tujuan penciptaan dapat dibaca di sini (silakan klik). Kalau setelah membaca artikel tersebut, Ferri masih mempunyai pertanyaan, silakan bertanya kembali. Semoga dapat membantu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,stef – http://www.katolisitas.org
Dear admin, mohon info, jika di Kristen dan agama lain banyak sekali perkumpulan2 yang dibuat untuk membantu umatnya dalam menghadapi persoalan hidup, apakah dari katolik ada? dan dimanakah saya bisa konsultas secara online(email)?
Terima kasih sebelumnya.
Aldi
Aldi Yth
Sejauh yang saya tahu KAJ memiliki seorang ordinaris Vikep khusus untuk kelompok kategorial (ada puluhan kelompok kategorial) dimana mereka juga melayani umat yang bermasalah (misalnya kelompok san Leopoldo) silahkan hubungi ke KAJ tlp. 021-3813345. Di sekretariat tanyakan kelompok yang menangani bidang apa yang anda inginkan persoalan apa, keluarga, konseling perkawinan, OMK atau sosial dan lainnya, semoga dapat dilayani dengan baik.
salam
Rm Wanta
Shalom,
Saya hanya ingin tahu karena tiba2 terpikirkan.
Kalau rekan2 kita yang muslim menentukan Idul Fitri dari hilal dan ada kesepakatan antar mereka.
Nah, bagaimana cara kita menentukan hari Paskah? Bukankah Paskah ini berubah2 tanggalnya di tiap tahunnya, tidak ada tanggal tetap seperti Natal. Bagaimana cara bersepakatnya? Apakah ada kesepakatan antar denominasi Kristen?
Salam
Andreas
Shalom Andreas,
Terima kasih atas pertanyaannya. Tanggal kematian Yesus memang dirayakan, bukan menurut kalender yang kita kenal saat ini. Pada awalnya, hari Paskah – memperingati kebangkitan Kristus – dirayakan 14 hari setelah “full moon of the vernal equinox“, berdasarkan perhitungan perayaan Passover (Paskah) bangsa Yahudi. Pada awalnya, perayaan Paskah bukan selalu jatuh hari Minggu, namun selalu jatuh 14 hari setelah full moon. Kemudian pada Konsili Niceae (tahun 325), hari Paskah ditetapkan pada hari Minggu pertama setelah full moon, dengan dasar yang paling utama adalah karena Kebangkitan Kristus jatuh pada hari Minggu. Karena hari Minggu menjadi suatu keputusan konsili untuk merayakan Paskah, maka hari Paskah tidak lagi terlalu persis 14 hari dari full moon. Oleh karena itu, perayaan Paskah bervariasi dari tanggal 22 Maret sampai 25 April. Walaupun tanggalnya bervariasi, yang terpenting adalah umat Allah merayakan hari Paskah, hari yang paling penting bagi umat Allah. Dan setahu saya, semua umat Kristen mengikuti perhitungan ini. Semoga dapat membantu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Kpd Pak Stef atau Bu Inggrid,
maaf kalau permintaan dan pertanyaan ini sedikit menganggu, mengingat masih banyak pertanyaan yang masih harus dijawab. pernahkah Pak Stef dan Bu Inggrid melihat film Kingdom of Heaven?
http://en.wikipedia.org/wiki/Kingdom_of_Heaven_(film)
Kalau sudah pernah, tolong jawab pertanyaan saya.
Apa yang Pak Stef dan Bu Inggrid dapat dari film itu? Pelajaran apakah?
Shalom Alexander Pontoh,
Terima kasih atas pertanyaannya. Saya belum pernah melihat film tersebut. Namun, sekilas membaca review dari film tersebut, terlihat adanya ketidakadilan dalam menggambarkan karakter-karakter dari golongan Kristen, bahkan mungkin dapat digolongkan anti-Katolik. Kalau mau membaca review tentang film ini, silakan membacanya di sini (silakan klik) dan juga ini (silakan klik). Semoga dapat membantu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Media diskusi “charge batterry” yang bagus. Bravo hattp://www.katolisitas.org. Salam Damai Tuhan.