Adakah doa syafaat di Gereja Katolik?

2

Pertanyaan:

Syalom,

Sebagai umat awan, apakah di Katholik ada Doa Safaat? Kalau ada, apakah ada tata cara bakunya untuk melakukan doa tersebut.

Terima kasih & Tuhan memberkati
Raymond

Jawaban:

Shalom Raymond,
Setiap kali kita mengikuti Misa Kudus, ada yang disebut “Doa Umat”, yang merupakan doa syafaat. Jadi setiap kali kita ikut Misa, kita melakukan doa syafaat bagi Gereja dan dunia, seperti yang didoakan di doa umat tersebut.

Selanjutnya, di pertemuan- pertemuan doa, seperti di lingkungan maupun Persekutuan Doa, umumnya juga diadakan doa syafaat. Biasanya, di komunitas PDKK (Persekutuan Doa Karismatik Katolik) juga mempunyai kelompok doa syafaat yang tugasnya mendoakan ujud- ujud umat yang masuk ke dalam kelompok tersebut. Bentuknya memang tidak baku, tetapi sudah ada. Umumnya para anggota saling mengirimkan ujud doa, bisa lewat sms atau telepon, dan kemudian doa ini didoakan bersama maupun secara pribadi.

Ada lagi kelompok doa syafaat yang lebih baku, misalnya di biara- biara, contohnya ordo Karmelit, yang mengkhususkan diri untuk menjadi pendoa syafaat bagi Gereja.

Selanjutnya, jika anda ingin mengetahui bentuk ibadah doa yang lebih baku di Gereja Katolik, silakan anda ke toko buku Obor, dan tanyakanlah di sana tentang Buku Ibadat Harian (buku doa brevier/ Liturgy of the Hour, atau dikenal juga dengan sebutan doa The Divine Office). Kalau dalam bahasa Inggris, anda dapat mengaksesnya di link ini (Universalis.com), silakan klik. Doa ini seragam di doakan di dunia di biara- biara dan para awam Katolik yang terpanggil untuk berdoa bersama sebagai satu Tubuh Kristus, dalam doa pujian Mazmur dan doa syafaat. Konsili Vatikan II tentang Liturgi (Sacrosanctum Concilium) menganjurkan agar umat beriman (baik religius maupun awam) mendoakan doa ini dalam kesatuan dengan Gereja. Bagi awam, kita dianjurkan mendoakan doa ini pagi/ lauds dan sore/ verpers hari.

“Berdasarkan Tradisi kristiani yang kuno Ibadat Harian disusun sedemikian rupa, sehingga seluruh kurun hari dan malam disucikan dengan pujian kepada Allah. Adapun bila nyayian pujian yang mengagumkan itu dilaksanakan dengan baik oleh para imam dan orang-orang lain, yang atas ketetapan Gereja ditugaskan untuk maksud itu, atau oleh Umat beriman, sambil berdoa bersama dengan Imam memakai bentuk yang telah disahkan, pada saat itu sungguh merupakan suara Sang Mempelai sendiri, yang berwawancara dengan Mempelai Pria, bahkan juga doa Kristus beserta Tubuh-Nya kepada Bapa. Maka dari itu semua orang yang mendoakan Ibadat Harian, menunaikan tugas Gereja, maupun ikut serta dalam kehormatan tertinggi Mempelai Kristus. Sebab seraya melambungkan pujian kepada Allah mereka berdiri di hadapan takhta atas nama Bunda Gereja. (Sacrosanctum Concilium 84, 85) ….. a) menurut tradisi mulia Gereja semesta, Laudes atau Ibadat Pagi dan Vesper atau Ibadat Sore harus dipandang dan dirayakan sebagai poros rangkap Ibadat Harian, sebagai dua Ibadat yang utama… (Sacrosanctum Concilium 89) ….Kecuali itu sebagai doa resmi Gereja Ibadat Harian menjadi sumber kesalehan dan membekali doa pribadi. Oleh karena itu para imam dan semua orang lain yang ikut mendaras Ibadat Harian diminta dalam Tuhan supaya dalam melaksanakannya hati mereka berpadu dengan apa uang mereka ucapkan. (Sacrosanctum Concilium 90)

Para gembala jiwa hendaknya berusaha, supaya ibadat-ibadat pokok, terutama Ibadat Sore, pada hari Minggu dan hari-hari raya yang lebih meriah dirayakan bersam di gereja. Dianjurkan agar para awam pun mendaras Ibadat Harian, entah bersama para imam, entah antar mereka sendiri, atau bahkan secara perorangan…. (Sacrosanctum Concilium 100)

Demikianlah sekilas tentang doa syafaat di Gereja Katolik.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Share.

About Author

Ingrid Listiati telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

2 Comments

  1. halo saudara Katolik dalam Kristus, salam kenal. saya sangat terberkati oleh artikel2 di situs ini (walaupun saya seorang Kristen protestan yang keturunan Arab). sebelumnya ada artikel yang menarik saya tentang pertanyaan perikop Lasarus dan si miskin, di situ dituliskan bahwa temanya yang protestan mengajukan pertanyaan tentang doa kepada santa atau orang Kudus yang sudah meninggal dan dianggap oleh temanya yang protestan sebagai distorsi. Menurut saya setelah membaca artikel dari Paus Yohanes (ttg menurunya Kristen di Eropa) dan alkitab bahwa tubuh Yesus itu satu, sudah saatnya gereja Katolik dan Protestan, khususnya anak mudanya untuk bertemu jikalau bisa melibatkan pemuda Kristen Arab atau Ritus Timur membuat dialog karena menurut saya berpisahnya kaum Protestan telah memojokan gerja Katolik yang menurut saya sudah berbenah diri atau malah kaum protestan yang kurang informasi terkadang ada informasi dari masa lalu yang masih terbawa ttg gereja Katolik padahal sebagai kaum muda atau awam kita sama2 tidak tahu tetpi hanya mendegarkan berdasarkan gunjingan dan kita cepat berkata – kata namun tidak menyelidiki sendiri kebenaranya mungkin dapat datang ke pastor atau pendeta terlebih dahulu seperti yang tergambar dari situs ini karena saya setuju dengan pendapat almarhum Paus Yohanes dan Alkitab yang saya maknai seperti ini: bahwa Tubuh Yesus tidak bisa diceraikan oleh manusia, gara2 cerainya Katolik dengan beberapa gereja timur dan protestan banyak sekali salah arti dalam memaknai keKristenan dan akhirnya banyak juga orang Kristen yang tersesat walaupun tidak semua, padahal Yesus yang dicatat oleh Alkitab mengajarkan bahwa kita satu keluarga, satu tubuh, satu roh, itu harapan saya dari seorang protestan yang mau terus belajar dari perspektif Katolik dan gereja Timur, musuh kita sekarang adalah bagaimna sebuah keluarga Kristen dapat terwujud? dan membantu mendorong saudara2 Kristen Arab agar tidak terusir dari tanah kelahiranya sambil terus berpihak pada yang janda dan miskin serta orang lain yang belum mengenal Kristus, karena kita satu keluarga.

    Terima kasih,

    • Shalom Sunny,

      Memang kesatuan umat beriman adalah merupakan doa Yesus sendiri (lih. Yoh 17). Dan menjadi tantangan bagi seluruh umat beriman agar dapat turut serta untuk mewujudkan persatuan umat beriman. Terima kasih juga kalau anda mau belajar iman Katolik dari perspektif Gereja Katolik. Semoga Roh Kudus yang terus membimbing kita untuk mencapai kebenaran. Mari kita bersama-sama mengasihi Kristus dengan segenap hati, pikiran dan kekuatan kita.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

Add Comment Register



Leave A Reply