Patung Bunda Maria menangis?

15

Pertanyaan:

kak, cuma mau tanya.
masih menyangkut tentang keadaan di sorga.
saya membaca buku tentang Bunda Maria, dan ada penampakan yang Bunda Maria baik secara langsung, maupun melalui patung. pertanyaaannya, kenapa ada Patung Bunda Maria menangis? bukankah hal ini berarti ada sesuatu?
trima kasih kak.
Thomas Vernando

Jawaban:

Shalom Thomas Vernando,

Dewasa ini memang terdengar berita- berita yang mengisahkan adanya banyak patung Bunda Maria yang menangis, entah air mata biasa, ataupun air mata darah. Namun banyak klaim tersebut yang ternyata adalah rekayasa/ tipuan. Daftar beberapa klaim tentang patung Bunda Maria menangis yang dinyatakan oleh otoritas Gereja sebagai klaim yang ‘palsu’ ataupun belum dapat diverifikasi, dapat dilihat di link ini, silakan klik. Sejauh pengetahuan saya, hanya satu fenomena patung Bunda Maria menangis yang dinyatakan oleh Vatikan sebagai ‘worthy of belief‘ (dapat dipercaya), yaitu dalam penampakan Bunda Maria kepada Sr. Agnes Sasagawa di Akita, Jepang (1973), melalui pernyataan Joseph Cardinal Ratzinger (Juni 1988), selaku Prefect, Congregation for the Doctrine of the Faith.

Selanjutnya tentang ketiga pesan Bunda Maria kepada Sr. Agnes Sasagawa di Akita Jepang, silakan anda membaca sendiri di link ini, silakan klik. Tahun 1973, Sr. Agnes menerima penampakan Bunda Maria, stigmata, dan patung Maria menangis, dalam 101 kali kesempatan selama beberapa tahun. Patung tersebut juga pernah mengeluarkan keringat dan mengeluarkan bau yang harum dan mengeluarkan darah di bagian telapak tangan kanannya. Kejadian- kejadian ini disaksikan oleh ratusan orang, dan kemudian diteliti dan diverifikasi oleh Prof. Sagisaka dari Universitas Akita, yang mengkonfirmasikan bahwa yang diamatinya itu sungguh adalah darah, air mata dan keringat manusia. Selanjutnya terjadi beberapa mujizat yang terjadi sehubungan dengan klaim tersebut, yaitu mujizat seorang wanita Korea yang disembuhkan dari kanker otak stadium lanjut. Mujizat ini dikonfirmasi Dr. Tong Woo Kim dari St. Paul Hospital, dan Fr. Theisen, Ketua Tribunal Gereja di Keuskupan Agung Seoul. Mujizat kedua adalah kesembuhan Sr. Agnes sendiri dari tuna rungu yang telah dideritanya selama puluhan tahun.

Jika anda bertanya mengapa ada patung Bunda Maria menangis, maka memang harus diakui itu adalah suatu misteri. Adalah hak Tuhan untuk menyampaikan pesan-Nya kepada kita, dan adalah hak Tuhan untuk menentukan caranya. Perlu diketahui bahwa hal penampakan- penampakan ini merupakan wahyu pribadi yang tidak menambah ataupun melengkapi pesan Wahyu Umum yang ada dalam Kitab Suci maupun Tradisi Suci.

Tentang wahyu pribadi ini Katekismus mengajarkan:

KGK 67 Dalam peredaran waktu terdapatlah apa yang dinamakan “wahyu pribadi”, yang beberapa di antaranya diakui oleh pimpinan Gereja. Namun wahyu pribadi itu tidak termasuk dalam perbendaharaan iman. Bukanlah tugas mereka untuk “menyempurnakan” wahyu Kristus yang definitif atau untuk “melengkapinya”, melainkan untuk membantu supaya orang dapat menghayatinya lebih dalam lagi dalam rentang waktu tertentu. Di bawah bimbingan Wewenang Mengajar Gereja, maka dalam kesadaran iman, umat beriman tahu membedakan dan melihat dalam wahyu-wahyu ini apa yang merupakan amanat otentik dari Kristus atau para kudus kepada Gereja. Iman Kristen tidak dapat “menerima” wahyu-wahyu yang mau melebihi atau membetulkan wahyu yang sudah dituntaskan dalam Kristus. Hal ini diklaim oleh agama-agama bukan Kristen tertentu dan sering kali juga oleh sekte-sekte baru tertentu yang mendasarkan diri atas “wahyu-wahyu” yang demikian itu.

Dengan demikian, maka kita sebagai umat Katolik tidak diharuskan untuk percaya ataupun tidak percaya kepada wahyu- wahyu pribadi itu. Kita dapat menentukan sikap kita sendiri terhadap wahyu- wahyu pribadi itu, karena hal- hal itu sesungguhnya tidak mengubah iman kita kepada Kristus, dan hanya membantu kita untuk lebih menghayatinya.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Share.

About Author

Ingrid Listiati telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

15 Comments

  1. matahari_terbit89@rocketmail.com on

    selamat siang,bapak/ibu?
    saya mau tau cerita seorang pastor di praha yang mendapat muzijat dari Bunda Maria,muzijatnya patung Bunda Marianya jadi kecil>terima kasih ibu…GBU All

    [dari katolisitas: Maaf, kami tidak mengetahui informasi ini. Yang perlu disadari adalah hal seperti ini adalah masuk dalam ranah wahyu pribadi yang harus dibuktikan kebenarannya dan juga bukan menjadi perbendaharaan iman]

  2. adakah peristiwa penampakan Yesus saat-saat ini yang sudah terjadi dan dianggap otentik oleh Gereja Katolik?

    [Dari Katolisitas: Menurut pengetahuan kami, Gereja Katolik tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi untuk menyatakan otentik segala klaim fenomena penampakan Yesus. Bahwa dalam beberapa klaim wahyu pribadi seperti yang dialami para orang kudus (Santo/Santa), mereka memperoleh semacam penglihatan akan Yesus dan berkomunikasi dengan mereka, itu tentu ada. Mungkin yang cukup terkenal di abad 20 ini adalah kisah yang dialami oleh St. Maria Faustina, yang dicatat dalam buku hariannya, yang kemudian menjadi cikal bakal devosi Kerahiman Ilahi.]

  3. Paulus redo on

    Bu Ingrid: saya sangat bersyukur dan berterima kasih, atas saran dan petunjuk doa,…Mudah2an Tuhan sllu menyertai kita dn memberi jln utk hidup dlm iman khatolik yg baik dn jujur utk berkluarga, dlm seiman yg kudus dn apostolik.

  4. Paulus redo on

    Bu Ingrid: aku mau nanya mengapa aku sering berdoa di pojok doaku, ak sllu merinding seakan takut melihat patung ini, dan membayangkan kisa penampaknya kadang tak bisa aku pejam mata utk berdoa,..Dan hrs melihat sekeliling dulu, kira2 apa yg terjadi bu..?

    • Ingrid Listiati on

      Shalom Paulus,

      Sesungguhnya doa itu merupakan komunikasi antara kita dengan Tuhan, yang harusnya kita rindukan, dan yang buahnya adalah damai sejahtera. Maka tidak seharusnya berdoa malah membuat kita takut. Mungkin Anda merasa takut justru karena apa yang Anda dengar, yaitu bahwa patung dapat ‘menangis’ atau mengeluarkan keringat dst. Sejujurnya, hal-hal semacam itu tidaklah prinsip. Lagipula klaim itu sebenarnya harus diuji terlebih dulu, apakah memang benar/ otentik atau tidak. Oleh karena itu jangan sampai menggoyahkan iman kita. Iman Kristiani tidak tergantung dengan klaim-klaim semacam itu. Tanpa penampakan Bunda Maria sekalipun, iman Katolik tetap benar.

      Maka, jika perasaan takut itu datang, silakan Anda serahkan ketakutan itu kepada Tuhan, dan mohonlah kepadanya untuk menggantinya dengan damai sejahtera. Silakan mendoakan doa melawan kekuatan kegelapan, silakan klik, jika rasa takut itu tetap ada. Yakinlah bahwa Tuhan beserta Anda, dan tidak menghendaki Anda merasa takut, apalagi takut untuk berdoa.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  5. Bunda Maria menangis karena banyak manusia yang ‘melukai’ Putera-nya, Tuhan Yesus Kristus dengan berbagai macam cara.

    [Dari Katolisitas: Semoga dukacita Bunda Maria menumbuhkan juga dalam hati kita dukacita akan dosa-dosa kita dan dosa seluruh dunia, agar kita mau bertobat dan berdoa bagi pertobatan dunia, bagi Gereja dan para pemimpinnya]

  6. Paulus redo on

    Bu Ingrid: Kejadian nyata, di Flores_Lewoleba..Ada patung Bunda Maria, menangis air mata dara,..Dn semua masyarakat bahkan romo & Suster hadir menyaksikan dn bayak yg pingsan, dn gemetar melihatnya, kira2 apa yg terjadi itu…Utk ke depannya Bu….?

    [Dari Katolisitas: Marilah menunggu pernyataan dari otoritas Gereja setempat, dalam hal ini keuskupan, tentang fenomena ini. Sepanjang belum dikeluarkannya pernyataan apapun, mari menyikapi hal ini dengan sewajarnya, sebab sesungguhnya iman kita tidak tergantung dari klaim-klaim semacam ini. Wahyu Ilahi secara sempurna telah disampaikan oleh Kristus dalam Kitab Suci maupun Tradisi Suci. Klaim wahyu pribadi tidak menambah ataupun mengurangi Wahyu Ilahi yang disampaikan oleh Kristus ini, silakan membaca kembali artikel di atas.]

  7. Aku baru tahu info ada Patung Bunda Maria menangis di Akita Jepang.

    Ternyata benar terjadi Tsunami besar di Jepang dan Radiasi Nuklir.

    Termasuk Penampakan Maria di Bosnia.

    Artinya Bunda Maria memberi isyarat bagi umat manusia.

  8. Setiap tahun ketika pekan suci tepatnya pada hari Jumad Agung, umat katolik di Larantuka Flores Timur melaksanakan upacara yang merupakan perpaduan antara agama katolik dan budaya daerah setempat yang disebut prosesi semana santa. Dalam prosesi ini sebuah patung bunda Maria berukuran besar diarak keliling kota mengikuti jalan salib. Bagaimana tanggapan tim Katolisitas tentang prosesi ini? trims atas jawabannya.

    • Shalom Vinzel,

      Sambil menunggu jawaban dari Rm. Boli, ijinkan saya menjawab terlebih dahulu. Pada dasarnya harus dipahami terlebih dahulu bahwa Gereja Katolik tidak melarang penggunaan patung sebagai alat bantu dalam ibadah. Hal ini sudah pernah dibahas di artikel Orang Katolik Tidak Menyembah Patung, silakan klik. Sebab seperti halnya pada jaman Perjanjian Lama, orang juga mengarak Tabut Pernjanjian Lama, dan itu tidak dilarang Tuhan, demikian pula jika kini orang mengarak patung Bunda Maria Sang Tabut Perjanjian Baru. Yang dihormati di sini bukan bendanya (patungnya) itu sendiri, namun apa yang dilambangkannya, dalam hal ini adalah Bunda Maria yang mengandung dan melahirkan Kristus; dan bahwa penghormatan kepada Bunda Maria tidak terpisahkan dari penghormatan kepada Kristus, yang dihormati secara istimewa pada saat Trihari suci Paskah. Praktek penghormatan semacam ini termasuk katagori penghormatan dulia- relatif, seperti pernah dibahas di sini, silakan klik, dan ini tidak sama dengan penghormatan latria, penyembahan yang hanya dapat diberikan kepada Tuhan.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

       

      • Dear Vinzel, maaf baru membalas.

        Prosesi dengan patung Bunda Maria pada Hari Jumat Agung adalah satu contoh dari devosi. Dilaksanakan sesudah perayaan Kenangan Sengsara dan Wafat Tuhan Yesus Kristus di gereja Katedral Larantuka. Tujuannya adalah meneruskan renungan tentang sengsara dan wafat Tuhan bersama Bunda Maria Yang Berdukacita (Mater Dolorosa), seraya berusaha mencontohi Maria dalam kesetiaan dan ketabahan penuh kasih kepada Tuhan Penyelamat yang telah menderita dan wafat untuk menyelamatkan manusia. Yang diarak dalam prosesi ini adalah salib Tuhan Yesus Kristus dan patung Bunda Maria (Tuan Ma).

        Ada delapan perhentian (armida) dalam prosesi ini. Di setiap perhentian biasanya ada pembacaan teks Kitab Suci dengan renungan, doa dan lagu “O Vos” serta pemberkatan dengan salib.

        Keseluruhan suasana prosesi dan lingkungan sekitarnya amat menyentuh orang yang mengambil bagian dalam prosesi ini dengan dengan iman dan sekaligus menguatkan iman orang yang lemah serta menjadi kesempatan menyaksikan iman kepada orang yang tak beriman tentang makna dari derita dan kematian Tuhan yang juga dirasakan dan dihayati oleh Bunda Maria Berdukacita.

        Di pinggir kiri kanan jalan prosesi, diberi tanda batas dengan hiasan dan lilin bernyala, dijaga oleh orang-orang muda termasuk saudara-saudara muslim, ada rumah-rumah di pinggir jalan yang memasang lilin bernyala di halaman depan, dijaga oleh orang jompo atau orang sakit yang tak dapat ikut prosesi, juga semua peziarah membawa lilin bernyala di tangan sambil berdoa dan bernyanyi.

        Prosesi ini berlangsung sekitar 5 atau 6 jam. Jadi sangat dibutuhkan ketahanan, kesabaran atau ketabahan mengikuti prosesi yang berlangsung sekian lama. Tradisi ini diwariskan oleh orang-orang Katolik dari Portugal yang telah berada di Larantuka dan sekitarnya (Wure di pulau Adonara, Konga di Flores bagian, Solor) sekitar 450 tahun lalu.

        Salah kaprah tentang prosesi ini terjadi bila: orang beriman datang sebagai penonton bukan peziarah; bila memandang prosesi Jumat Agung sebagai puncak, sebab puncak perayaan Jumat Agung adalah Peringatan Sengsara dan Wafat Tuhan; bila hanya menghormati Bunda Maria, dan melupakan Tuhan Yesus yang tersalib; bila memberi kesan bahwa Hari Jumat Agung dengan prosesinya adalah hari yang terpenting, sebagai puncak perayaan Pekan Suci, sebab Puncak Pekan Suci sebenarnya adalah Trihari Suci sebagai satu kesatuan: Jumat Agung (dimulai pada hari Kamis malam untuk mengenangkan perjamuan, sengsara dan wafat Tuhan), Sabtu Suci (dimulai Jumat malam sampai Sabtu sore untuk mengenangkan masuknya Yesus ke dunia orang mati) dan Minggu Paskah (dimulai hari Sabtu malam hingga Minggu siang untuk mengenangkan kebangkitan Tuhan).

        Salam dan doa. Gbu.
        Rm Boli.

  9. Agustinus Ferry Sutanto on

    Salam Sejahtera dalam Kristus,

    mau tanya soal penampakan yg di korea selatan pada seorang ibu..apakah itu sudah di verifikasi oleh Roma atau belom ?

    kan sudah byk jg buku yg direlease dan lengkap dgn foto-foto yang tidak bisa dimengerti oleh logika manusia

    terima kasih

    [dari Katolisitas: Pertanyaan serupa sudah pernah ditanggapi di sini, silakan klik ]

  10. Sikap dan prinsip Gereja dalam menanggapi peristiwa penampakan sudah jelas seperti diuraikan diatas. Namun dalam prakteknya, umat seringkali terkecoh dan lebih percaya dengan hal-hal yang spektakuler. Himbauan pastor paroki agar umat waspada dan tidak langsung percaya sering malah dianggap menghambat pertumbuhan iman umat. Gereja sering dianggap lamban merespon, padahal sesungguhnya umat yang terburu-buru menarik kesimpulan atas suatu peristiwa seperti ini.
    Di Indonesia peristiwa semacam ini sudah terjadi beberapa kali. Ada yang sudah lewat (dan tokohnya mati bunuh diri) dan ada yang katanya masih berlangsung. Biasanya orang-orang yang percaya pada penampakan yang masih berlangsung akan menggebu gebu minta pengakuan dari Gereja. Mereka bahkan akan menganggap ucapan si tokoh sebagai Sabda Allah. Saya pernah berada didalam pusaran kelompok semacam ini (yang palsu), dan kalau mau rendah hati dan tunduk pada romo paroki, kita akan langsung merasakan tanda-tanda yang bukan berasal dari Allah, seperti misalnya hilangnya kasih, makin dipujanya si tokoh sebagai orang suci, si tokoh mulai terima sumbangan uang, dan perlahan muncul pesan-pesan yang mulai menyimpang dari ajaran resmi.
    Singkatnya, langkah pertama umat mesti tunduk pada “penjaga gawang terdekat” yakni romo paroki setempat. Kedua, umat mesti sabar menanti arahan dari pihak otoritas Gereja setempat (keuskupan). Kalau belum ada tanggapan bukan berarti Uskup tidak perduli. Ketiga, seperti disebut diatas, umat mesti percaya bahwa pewahyuan pribadi semacam ini bukan hal pokok dalam kehidupan iman Katholik. Dari pengalaman saya, banyak rekan yang tadinya percaya kepada tokoh penampakan akhirnya sadar telah tertipu setelah 5 – 7 tahun berlalu disaat kehidupan iman dan keluarga mereka berantakan.

  11. Thomas Vernando on

    kak, cuma mau tanya.
    masih menyangkut tentang keadaan di sorga.
    saya membaca buku tentang Bunda Maria, dan ada penampakan yang Bunda Maria baik secara langsung, maupun melalui patung. pertanyaaannya, kenapa ada Patung Bunda Maria menangis? bukankah hal ini berarti ada sesuatu?
    trima kasih kak.

    [Dari Katolisitas: Pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

Add Comment Register



Leave A Reply