Israel kecam hasil Sinode?

3

Pertanyaan:

Israel Kecam Kesimpulan Sinode Katolik di

http://internasional.kompas.com/read/2010/10/25/08571999/Israel.Kecam.Kesimpulan.Sinode.Katolik

Seorang pejabat tinggi Israel, Minggu (24/10), mengecam pernyataan terbaru para uskup Katolik tentang Timur Tengah dan mengatakan, pernyataan seorang Uskup Agung Katolik yang merumuskan pernyataan itu sebagai fitnah.

Pernyataan seorang Uskup Agung Katolik yang mengatakan pada konferensi itu bahwa Israel bukanlah tanah terjanji orang Yahudi. “Kami orang Kristen tidak dapat berbicara tentang ‘tanah yang dijanjikan’ sebagai hak eksklusif-istimewa orang Yahudi,” kata Uskup Agung Cyril Salim Bustros, yang memimpin Gereja Melkit Yunani di AS, pada konferensi pers akhir sinode itu, Sabtu. “Janji itu telah terhapuskan oleh (kedatangan) Kristus. Tidak ada lagi orang pilihan, semua orang, pria dan wanita, dari semua bangsa telah menjadi orang-orang pilihan,” kata Bustros.

Mungkin Katolisitas.org dapat menjelaskan pernyataan Uskup Agung Butros dan tentunya dihubungkan dengan arti yang terselubung “tanah perjanjian” di perjanjian lama dalam terang perjanjian baru.

Terima kasih.
Yulius Santoso.

Jawaban:

Shalom Yulius Santoso,

Sebenarnya yang menjadi perhatian Vatikan adalah adanya konflik yang berkepanjangan antara pihak Israel dan Palestina, sehingga menyebabkan ribuan umat Kristen di Timur Tengah yang meninggalkan tanah kelahiran mereka, yang juga merupakan tanah kelahiran agama Kristen. Belum lagi bahwa pertikaian itu menyebabkan kematian masyarakat sipil dari pihak- pihak yang bertikai. Maka Vatikan mendukung proses rekonsiliasi dengan menyetujui pembentukan negara Palestina, bersamaan dengan mendukung hak bangsa Israel untuk tetap eksis dalam daerah teritori yang diakui secara internasional. Jika ini disetujui maka Yerusalem akan terbagi menjadi daerah teritori bagi tiga komunitas: Yahudi/ Israel, Islam dan Kristen.

Nampaknya ini tidak disetujui oleh bangsa Israel, karena mereka menginginkan seluruh Yerusalem menjadi daerah teritori Israel, dengan mengambil interpretasi literal Kitab Suci, bahwa bangsa Israel adalah bangsa pilihan, sehingga Yerusalem adalah tanah terjanji bagi bangsa Israel. Namun sejak kedatangan Tuhan Yesus, bangsa pilihan yang baru tidak lagi terbatas pada bangsa Yahudi (Rom 4:16-17), dan Yerusalem yang dijanjikan Allah tidak lagi menyangkut pada kota Yerusalem secara fisik, tetapi Yerusalem yang baru (Why 3:12; 21:2).

Dengan demikian, pernyataan Uskup Cyril Bustros dalam sinode para Uskup Timur Tengah di Roma (Oktober 2010) yang baru lalu, "Kami orang Kristen tidak dapat berbicara tentang 'tanah yang dijanjikan' sebagai hak eksklusif-istimewa orang Yahudi," sesungguhnya sesuai dengan apa yang tertulis dalam Kitab Suci, dan yang diajarkan juga oleh Magisterium Gereja Katolik. Sebab Konsili Vatikan II mengajarkan:

"Gereja juga digelari “Yerusalem yang turun dari atas” dan “bunda kita” (Gal 4:26; lih Why 12:17), dan dilukiskan sebagai mempelai nirmala bagi Anak Domba yang tak bernoda (lih Why 19:7; 21:2 dan 9:22:17). Kristus “mengasihinya dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya” (Ef 5:29)... (Lumen Gentium 6)

Perjanjian baru itu diadakan oleh Kristus, yakni wasiat baru dalam darah-Nya (lih. 1Kor 11:25). Dari bangsa Yahudi maupun kaum bangsa- bangsa lain Ia memanggil suatu bangsa, yang akan bersatu padu bukan menurut daging, melainkan dalam Roh, dan akan menjadi umat Allah yang baru. Sebab mereka yang beriman akan Kristus, yang dilahirkan kembali bukan dari benih yang punah, melainkan dari yang tak dapat punah karena sabda Allah yang hidup (lih. 1Ptr 1:23), bukan dari daging, melainkan dari air dan Roh kudus (lih. Yoh 3:5-6), akhirnya dihimpun menjadi “keturunan terpilih, imamat rajawi, bangsa suci, umat pusaka – yang dulu bukan umat, tetapi sekarang umat Allah” (1Ptr 2:9-10)....

Adapun seperti Israel menurut daging, yang mengembara di padang gurun, sudah di sebut Gereja (jemaat) Allah (lih. Neh 13:1; Bil 20:4; Ul 23:1 dst), begitu pula Israel baru, yang berjalan dalam masa sekarang dan mencari kota yang tetap dimasa mendatang (lih. Ibr 13:14), juga disebut Gereja Kristus (lih. Mat 16:18) (Lumen Gentium 9)

Maka yang dikatakan oleh Uskup Bustros sesungguhnya benar, dan sesuai dengan ajaran Magisterium Gereja Katolik. Sebab memang setelah kedatangan Kristus, umat pilihan Allah yang baru adalah Gereja, dan dengan demikian tidak terbatas pada umat Israel saja. Dengan demikian "bangsa pilihan Allah/ Israel" dan Yerusalem baru yang dijanjikan Allah memperoleh makna yang baru, yaitu Gereja Kristus. Gereja Kristus ini terbuka bagi orang Yahudi maupun non- Yahudi.

Demikian tanggapan saya, semoga berguna.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Share.

About Author

Ingrid Listiati telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

3 Comments

  1. Yulius Santoso on

    Yth. : Bu Ingrid Listiati.

    Terima kasih atas penjelasannya dan saya merasa bahwa artikel-artikel maupun tanya – jawab di katolisitas ini sangat bermanfaat untuk mendewasaan iman saya pribadi.

    Saya, biarpun sudah dikatakan sudah tua (pensiunan), dapat dikatakan bahwa pengetahuan saya tentang ajaran Katolik sangat dangkal dan masih disuapi makanan yang lembek yang seharusnya kalau seumur saya, yang saya makan adalah makanan keras dan harus sudah bisa memberitakan kabar gembira pada orang lian. Namun kenyataannya masih sebagai pendengar saja.

    Pada umumnya seorang Katolik mendapatkan pelajaran agama hanya pada saat akan dibabtis saja setelah itu hanya mendapatkan tambahan pelajaran hanya pada waktu di gereja mendengarkan homilinya romo dan itu saja kalau aktif ke gereja dan atau pada saat mengikuti doa lingkungan dimana yang bersangkutan tinggal.

    Saya sangat bersyukur munculnya Katolisitas.org di internet dan menurut saya adalah yang paling bagus diantara web-2 Katolik lainnya, cara penyajian dan isinya sangat berbobot, cerdas dan santun.

    Sekali lagi kami salut atas terbitnya web Katolisitas.org ini.
    Semoga kasih Tuhan selalu menyertai Bu Ingrid Listiati sekeluarga dan tim katolisitas.org. Amin.

    Yulius Santoso.

    [Dari Katolisitas: Terima kasih kepada Bp. Yulius Santoso, atas dukungan dan doa bapak. Semoga Tuhan juga memberkati Bapak sekeluarga]

  2. saya setuju dengan katolisitas dan uskup agung bahwa israel tidak bertindak egois. kalau semua orang mau berbagi tentunya tidak ada pertikaian. semoga allah memberikan jalannya yang terbaik.

  3. Israel Kecam Kesimpulan Sinode Katolik di

    link to internasional.kompas.com

    Seorang pejabat tinggi Israel, Minggu (24/10), mengecam pernyataan terbaru para uskup Katolik tentang Timur Tengah dan mengatakan, pernyataan seorang Uskup Agung Katolik yang merumuskan pernyataan itu sebagai fitnah.

    Pernyataan seorang Uskup Agung Katolik yang mengatakan pada konferensi itu bahwa Israel bukanlah tanah terjanji orang Yahudi. “Kami orang Kristen tidak dapat berbicara tentang ‘tanah yang dijanjikan’ sebagai hak eksklusif-istimewa orang Yahudi,” kata Uskup Agung Cyril Salim Bustros, yang memimpin Gereja Melkit Yunani di AS, pada konferensi pers akhir sinode itu, Sabtu. “Janji itu telah terhapuskan oleh (kedatangan) Kristus. Tidak ada lagi orang pilihan, semua orang, pria dan wanita, dari semua bangsa telah menjadi orang-orang pilihan,” kata Bustros.

    Mungkin Katolisitas.org dapat menjelaskan pernyataan Uskup Agung Butros dan tentunya dihubungkan dengan arti yang terselubung “tanah perjanjian” di perjanjian lama dalam terang perjanjian baru.

    Terima kasih.
    Yulius Santoso.

    [Dari Katolisitas: Pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

Add Comment Register



Leave A Reply