Yesus, Tuhan yang Dinubuatkan Para Nabi

78

Pendahuluan

Kalau beberapa orang dalam tingkatan direktur pabrik mobil Toyota mengatakan bahwa 20 tahun lagi – semua produk mobil Toyota tidak akan menggunakan bensin, namun menggunakan tenaga surya, dan juga dapat bergerak dengan kecepatan 200 km/jam, ditambah dengan kemampuan yang lain – maka kita akan percaya, karena yang mengatakan adalah para pembuat mobil tersebut. Kalau yang mengatakan berita itu adalah saya sendiri, orang tidak akan percaya, karena saya tidak bekerja di Toyota. Kalau yang mengatakan seorang direktur dari Toyota, mungkin kita masih mempertanyakan kebenarannya. Kalau ada beberapa direktur memberikan pernyataan yang berlainan, maka kita masih akan bertanya-tanya. Namun kalau yang mengatakan beberapa orang dan orang-orang tersebut menduduki posisi yang begitu penting dalam perusahaan Toyota, dan pernyataan mereka saling melengkapi dan tidak bertentangan satu sama lain, maka kita akan percaya. Kita akan lebih yakin lagi, kalau pernyataan ini bukan hanya satu kali, namun dibuat berkali-kali, terutama kalau mereka mengundang banyak wartawan, sehingga semua pernyataan mereka dapat ditulis oleh wartawan dan semua orang dapat membacanya. Kalau kita masih tidak percaya dengan hal ini, maka orang lain akan mempertanyakan ketidaklogisan dalam cara berfikir kita.

Hal ini sama seperti yang terjadi dengan Nubuat. Nubuat di dalam Perjanjian Lama adalah salah satu dari alasan “motive of credibility” (motive yang dapat dipercaya), mengapa kita percaya akan Yesus Kristus sebagai Tuhan. Nubuat ini begitu penting, karena ini membuktikan bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan, sehingga manusia dapat mengenali dan menantikan kedatangan-Nya.

Kalau nubuat ini dibuat hanya satu kali, atau beberapa kali namun bertentangan satu sama lain, maka kita akan mempertanyakan kebenarannya. Namun nubuat tentang kedatangan Yesus diberitakan lebih dari 20 abad sebelum kedatangannya dan dilakukan secara terus-menerus. Kalau para nabi yang menubuatkan kurang dapat dipercaya, misalkan dapat disuap, atau tidak mempunyai karakter yang baik, kita mungkin masih dapat mempertanyakan kebenarannya. Namun, kita melihat bahwa para nabi yang memberitakan kedatangan Yesus adalah orang-orang yang dipakai oleh Tuhan sendiri, yang mempunyai prinsip yang teguh sampai pada titik mau mengorbankan nyawanya dalam mempertahankan kebenaran yang diwahyukan oleh Tuhan.

Kalau berita yang disampaikan oleh para nabi saling bertentangan, kita akan mempertanyakan kebenarannya. Namun yang terjadi adalah ratusan nubuat yang dibuat oleh para nabi dalam rentang waktu lebih dari 20 generasi memberikan gambaran yang tidak bertentangan, namun saling melengkapi sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang siapa itu Mesias.

Kalau nubuat ini dibuat oleh Gereja Katolik, mungkin orang akan berkata bahwa itu semua adalah karangan Gereja untuk mendukung ajarannya. Namun Kitab Perjanjian Lama adalah kitab yang dipercaya dan dipegang teguh oleh ajaran Yahudi, yang sebenarnya mereka juga tidak mempercayai Kristus sebagai Mesias yang dijanjikan Allah. Dengan ini, sebenarnya nubuat ini lebih dapat dipercaya lagi, karena bebas dari usaha pembenaran diri.

Saya mencoba untuk memikirkan apa lagi alasan yang dapat diberikan untuk menyanggah kebenaran ini. Mungkin ada yang mengatakan bahwa semua nubuat itu hanya karangan belaka. Namun kalau kita renungkan, kalau semua itu hanya merupakan suatu fantasi dan karangan belaka, sungguh mustahil untuk mempertahankan suatu karangan dalam kurun waktu 2000 tahun, dan juga nubuat tersebut tidaklah statik, namun terus berkembang, saling melengkapi dan tidak bertentangan. Lebih lagi, pemenuhan kebenaran bahwa akan kedatangan Yesus juga dicatat dalam Kitab Suci agama Islam, yang mengatakan: Yesus lahir dari perawan Maria, Yesus melakukan banyak mukjijat, dll. Jadi pemenuhan kebenaran ini bukan saja dicatat oleh Kitab Suci umat Nasrani, namun juga dalam Kitab Suci kaum Muslim.

Semua pemikiran di atas membuat orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, yang menjadi pemenuhan janji Allah. Apakah mungkin untuk percaya kepada nubuat tersebut, namun tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan? Hal ini tidaklah mungkin, karena ada banyak dari nubuat-nubuat tersebut yang hanya mungkin terjadi, kalau pemenuhannya hanya pada diri Allah. Mari kita teliti akan nubuat yang telah diberikan oleh Tuhan melalui para nabi, yang pemenuhan dari semua nubuat itu hanya ada pada Yesus Kristus, Putera Allah yang menjadi manusia.

Waktu, tempat, dan cara kedatangan Mesias

Kedatangannya telah diberitakan secara terus-menerus dari asal mula dunia ini. Mesias akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, dan Yakub[1], dan akhirnya Dia akan datang dari Isai, dari keturunan Daud.[2] Dimana Mesias akan lahir? Nabi Mikha telah memberikan lokasi yang begitu tepat akan kedatangan Mesias, yaitu di salah satu desa yang terkecil di daerah Yudea, Betlehem Ephrathah.[3]

Untuk meyakinkan manusia agar tidak sampai salah mengenali kedatangan Mesias, maka Tuhan telah memberitakan waktu dan tempat kedatangan-Nya. Karena Sang Mesias diberitakan datang dari suku Yehuda dan dari keturunan Daud, maka dapat kita simpulkan bahwa Mesias akan datang sebelum suku Yehuda dan keturunan Daud lenyap.[4] Sejarah mencatat bahwa suku keturunan Yehuda dan keturunan Daud lenyap setelah uskup ke dua dari Yerusalem, pengganti Yakobus, yang kemungkinan menjadi uskup sampai kira-kira akhir abad pertama. Akhirnya, melalui nabi Daniel, Tuhan memberitahukan bahwa Mesias akan datang 70 minggu tahun (490 tahun) dari waktu pembangunan kembali Yerusalem (kira-kira tahun 458 BC)[5], dimana kalau dihitung akan membawa kita ke sekitar tahun 30 AD, waktu penyaliban Kristus. Dan, agar manusia tahu secara persis kedatangan Sang Mesias, Tuhan memberikan tanda yang lain, dimana dikatakan bahwa Mesias akan dilahirkan dari seorang perawan.[6] Tanda ini adalah suatu tanda supernatural (di luar hukum alam) yang sungguh tepat, karena Sang Mesias adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Kita dapat menyimpulkan disini, bahwa garis keturunan, lokasi kedatangan-Nya, waktu, bagaimana Dia akan datang ke dunia ini, hanya dapat dipenuhi dalam diri Kristus, yang datang dari garis keturunan Daud, yang lahir dari Bunda Maria di Bethlehem, pada waktu sebelum suku Yehuda dan keturunan Daud lenyap.

Tuhan juga memberikan karakter-karakter spesifik seorang Mesias. Nabi Mikha mengatakan bahwa Sang Mesias sudah datang dari jaman purbakala, namun Mesias akan datang dan lahir di Bethlehem.[7] Keallahan dari Anak Manusia dan Anak Allah telah dinubuatkan oleh nabi Daniel, dimana dia melihat bahwa Anak Manusia diberikan kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja dan segala suku bangsa akan mengabdi kepada-Nya.[8] Roh Tuhan[9] juga akan ada pada-Nya, seperti Roh Hikmat dan Pengertian, Roh Nasihat dan keperkasaan, Roh Pengenalan dan Takut akan Tuhan.[10] Memang, Mesias datang ke dunia ini adalah Tuhan, dan lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya, sehingga nabi Yesaya mengatakan bahwa Sang Mesias akan diberikan gelar: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.[11] Roh Kebijaksanaan dan Gelar ke-Ilahian Mesias sebagai Penasehat Ajaib mengingatkan kita akan suatu pribadi dari Kebijaksanaan Allah yang digambarkan dalam buku Amsal.[12] Akhirnya, Nabi Yesaya dan Zakariah menggambarkan Sang Mesias sebagai sosok dengan Roh kelemahlembutan dan penuh belas kasih.[13] Dan kalau kita perhatikan, itu hanya dapat dipenuhi dalam diri Kristus, Anak Allah yang menjadi manusia, lahir di Betlehem. Dia adalah penggenapan yang penuh dari Roh Allah, sehingga gelar-gelar Ilahi diberikan kepada Yesus, seperti yang diberitakan oleh Nabi Yesaya. Memang Yesus adalah Tuhan. Walaupun segala kekuasaan, kemuliaan, dan kerajaan diberikan kepada Kristus, Dia datang ke dunia dengan Roh yang lemah lembut dan penuh belas kasih. Hal ini terpenuhi dalam diri Kristus yang datang ke dunia ini untuk menyelamatkan pendosa, bukan dengan senjata di tangan, namun dengan hati yang penuh kasih, yang tidak mengendarai kuda perang, namun datang ke Yerusalem dengan keledai.[14]

Mesias dinubuatkan akan menjalankan tiga misi, sebagai Raja, Nabi, dan Imam.

Nubuat yang lain, yang diberikan di dalam Perjanjian Lama adalah tiga misi Kristus, yaitu sebagai Raja, Nabi, dan Imam. Yakub memberikan berkat kepada Yehuda dan mengatakan bahwa dari keturunan tonggak kerajaannya Mesias akan datang untuk mendirikan kerajaan-Nya, dimana semua bangsa akan tunduk kepada-Nya.[15] Dia akan seperti bintang, dimana semua kekuasaan diberikan kepada-Nya dan pemerintahan ada di pundak-Nya.[16] Dan memang dalam kenyataannya, Yesus memenuhi misi-Nya sebagai raja di dunia ini dengan mengatur semua orang dan semua bangsa. Dia sendiri meminta kepada para murid-Nya dan orang-orang untuk mengikuti Dia, dan juga mengikuti segala perintah-Nya, karena Dia adalah Raja yang sesungguhnya.

Mesias juga adalah Nabi, seperti yang dikatakan oleh nabi Musa bahwa Tuhan akan memberikan seorang nabi seperti nabi Musa.[17] Tidak ada gunanya Tuhan memberikan nabi yang baru dengan hukum dan peraturan yang sama. Namun, Tuhan memberikan Nabi yang baru, dimana Dia akan memberikan hukum yang baru, yang lebih sempurna daripada Musa.[18] Kita dapat melihat hukum yang diberikan oleh Yesus pada saat Dia mulai pemberitaan Kerajaan Surga, yaitu dengan memberikan Delapan Sabda Bahagia.[19] Hukum ini bukan seperti hukum yang diberikan oleh nabi-nabi sebelum kedatangan Kristus, atau bukan hukum yang dikenal oleh dunia dan manusia, karena Kristus adalah Tuhan.

Mesias juga menjadi Imam, yang berlaku untuk selama-lamanya menurut Melkizedek, dimana dipenuhi Yesus pada saat dia merayakan Perjamuan Terakhir.[20] Dan persembahan ini mencapai kesempurnaannya dengan persembahan diri-Nya sendiri dengan kematian-Nya di kayu salib. Yesus, menjadi satu-satunya pengantara antara manusia dan Tuhan, yang memeteraikan perjanjian yang baru dengan darah-Nya sendiri di kayu salib. Dengan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Perjanjian Lama memberikan nubuat yang begitu akurat akan tiga misi Kristus sebagai Raja, Nabi, dan Imam.

Nubuat akan kehidupan, kematian, kebangkitan, dan Kemenangan Mesias

Setelah memberikan gambaran akan tiga misi Kristus, Tuhan, melalui nabi-nabi menubuatkan akan kehidupan, kematian kebangkitan, dan kemenangan Sang Mesias. Kehidupan-Nya akan diisi dengan perbuatan-perbuatan dan mukjijat-mukjijat yang ajaib, seperti: yang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, dan yang bisu akan bernyanyi.[21]

Meskipun orang melihat kuasa dan mukjijat yang dilakukan, orang-orang akan menolak-Nya dan Dia akan menderita dengan cara yang begitu kejam, dimana Yakub menggambarkannya bahwa Dia akan melumuri jubahnya dengan darah. Daniel memperkuat nubuat ini dengan mengatakan bahwa Mesias akan disingkirkan, walaupun Dia tidak melakukan kesalahan apapun.[22] Dan nabi Yesaya menggambarkan-Nya sebagai Hamba yang menderita (the Suffering Servant).[23] Kemudian, nabi Yesaya melanjutkannya dengan memberikan gambaran yang begitu jelas tentang bagaimana Mesias menderita. Dinubuatkan juga bahwa Mesias harus menderita untuk menebus dosa manusia sehingga manusia akan menerima keselamatan.[24] Kemudian, Daud di dalam Mazmur dan Kitab Kebijaksanaan memberikan drama penyaliban Mesias.[25] Namun, Daud juga menceritakan kebangkitan Mesias, ketika Daud mengatakan bahwa Tuhan tidak akan menyerahkan-Nya ke dunia orang mati.[26] Walapun Mesias mengalami semua penderitaan yang begitu berat, Tuhan telah memberitakan kepada Adam dan Hawa, dan juga kepada ular, bahwa Mesias akan memenangkan pertempuran dengan meremukkan kepala Setan melalui penderitaan Kristus, yang dilambangkan dengan meremukkan tumit-Nya.[27] Semua nubuat ini dipenuhi oleh Kristus dalam kehidupan-Nya, pelayanan-Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya.

Gereja Katolik dinubuatkan sebagai sakramen keselamatan untuk seluruh dunia.

Memang sesungguhnya, melalui penderitaan Mesias, Tuhan telah mengatakannya dari semula bahwa Mesias akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa.[28] Lebih lanjut, Daniel 9 menekankan bahwa kedatangan Mesias adalah untuk menghancurkan dosa dan membawa keadilan sejati. Dengan cara ini, maka Kerajaan Allah dapat terjadi di dunia ini dengan Kristus sendiri menjadi raja, batu penjuru, dimana Tuhan sendiri memberikan-Nya segala kekuasaan dan kemuliaan, dan kerajaan, sehingga semua orang dari segala penjuru dan bangsa dapat memuji dan menyembah-Nya.[29] Dan Gereja menjadi sakramen keselamatan bagi seluruh bangsa.[30]

Sang Mesias memberikan Perjanjian Baru

Efek yang lain dari kedatangan Mesias ke dunia adalah Dia akan menetapkan Perjanjian Baru. Dan Perjanjian yang baru ini tidak ditulis di atas batu, namun ditulis di setiap hati manusia.[31] Dan ini mencapai pemenuhannya melalui pelayanan yang diberikan melalui Gereja dengan memberikan rahmat kekudusan dan berkat Roh Kudus yang diterimakan di dalam Sakramen Permandian dan Penguatan.

Kesimpulan

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa begitu banyak nubuat tentang Mesias yang diberitakan oleh para nabi dalam kurun waktu lebih dari 20 generasi. Tuhan sendiri telah mempersiapkan kedatangan-Nya secara perlahan-lahan dan terus menerus dari awal mula, sehingga manusia akan dapat mengenali dan mempersiapkan kedatangan-Nya dengan pertobatan hati seperti yang diberitakan oleh Yohanes Pemandi.

Dengan mempelajari semua nubuat tersebut di atas secara jujur, sungguh sangat sulit untuk sampai tidak mengenali bahwa semua nubut tersebut hanya bermuara ke satu titik, lebih tepatnya satu pribadi, yaitu Yesus Kristus, Anak Allah yang menjadi manusia dan membawa keselamatan bagi seluruh bangsa. Kedatangan Yesus yang telah diberitakan sebelumnya ini membedakan Yesus dengan para pemimpin agama yang lain. Semua nubuat kedatangan Yesus ini menjadi salah satu “motives of credibility“, motif yang dapat dipercaya bahwa Yesus adalah benar-benar Mesias, Anak Allah, yang dijanjikan.

Ringkasan dari nubuat tentang Mesias dalam kurun waktu 2000 tahun lebih, yang dipenuhi dalam diri Yesus:

A. Kedatangan Mesias

1. Dia akan datang dari keturunan Adam, Abraham, Iskak, Yakub, dan Daud.

  • Pada waktu manusia pertama jatuh ke dalam dosa, Tuhan telah menjanjikan seorang penyelamat (Kej 3:15)
  • Mesias akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, Yakub (Kej 2:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15).
  • Mesias akan datang dari tunggul Isai (Yes 11:1-2). Isai adalah bapa dari Daud (1 Sam 16:19).
  • Seorang nabi dari Moab, Bileam, bernubuat tentang kedatangan Mesias yang akan datang dari keturunan Yakub (Bil 24-17-19).
  • Mesias akan datang dari keturunan Daud dari suku Yudah, dan Tuhan menjanjikan bahwa tahta-Nya akan berlangsung untuk selamanya (2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Maz 89:35-37).
    • Pemenuhan janji ini adalah dalam diri Kristus, seperti yang ditunjukkan dalam garis keturunan yang diberikan oleh Matius dan Lukas (Mat 1:1-17; Luk 3:23-38). Perbedaan garis keturunan yang dikemukakan antara Matius dan Lukas, dikarenakan Matius membuat garis keturunan St. Yosef dan Lukas melihatnya dari Bunda Maria. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai bagaimana sebenarnya garis keturunan ini tidak bertentangan, silakan klik disini (dalam bahasa Inggris).
    • Untuk menyimpulkan bahwa kerajaan yang dijanjikan oleh Tuhan adalah kerajaan Daud atau Salomo adalah tidak mungkin, karena kerajaan mereka telah runtuh. Pemenuhan janji ini hanya ada pada diri Kristus, dimana kerajaan-Nya akan terus ada sampai akhir jaman. Dan kerajaan-Nya di dunia ini adalah Gereja Katolik, dimana Yesus sendiri menjanjikan akan melindungi Gereja-Nya sampai akhir jaman (Mat 16:16-20).

2. Dia akan datang di Bethlehem.

  • Betlehem Efrata, di daerah Yudea adalah lokasi yang sangat spesifik untuk kelahiran Mesias, seperti yang diberitakan oleh nabi Mikah (Mic 5:2).
    • Yesus adalah pemenuhan janji ini, karena Yesus lahir di Betlehem di daerah Yudea (Mat 2:6; Yoh 7:42; Luk 2:4). Hal ini menjadi begitu penting, karena dengan mengatakan Mesias lahir di Betlehem, sama saja kalau di Indonesia mengatakan bahwa Mesias akan lahir di Mojokerto di daerah Jawa Timur. Jadi Tuhan memilih tempat yang begitu kecil, yang secara manusia tidak mungkin terjadi, namun semua ini terpenuhi dalam diri Yesus.

3. Dia akan datang pada waktunya, yaitu sebelum kehancuran Yerusalem.

  • Sang Mesias akan datang sebelum suku Yehuda benar-benar lenyap (Kej 49:8-11; Bil 24:17-19).
  • Karena dinubuatkan bahwa Mesias akan datang dari keturunan Daud, suku Yehuda, maka Mesias akan datang sebelum keturunan Daud lenyap (2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Maz 89:35-37). Kita tahu bahwa pada tahun 70AD, Yerusalem mengalami kerusakan total karena kepungan tentara Roma dibawah jendral Titus, dimana kehancuran ini telah dinubuatkan oleh Yesus sendiri (Mat 24:3-21).
  • Malaikat Gabriel mengatakan kepada nabi Daniel bahwa Mesias akan datang dalam waktu 70 minggu tahun dari saat pembangunan kembali Yerusalem (Dan 9:1-27).
    • 70 minggu tahun (490 tahun) dari saat pembangunan kembali Yerusalem (sekitar tahun 458 BC), membawa kita kepada sekitar tahun 32 AD, tahun dimana Yesus disalibkan.
    • Semua nubuat di atas dipenuhi oleh Yesus Kristus, keturunan Daud, yang berkarya sampai tahun 33 AD. Jadi Mesias datang sebelum kehancuran total Yerusalem tahun 70 AD.

4. Dia akan dilahirkan oleh seorang perawan.

  • Mesias akan lahir dari seorang perawan, seperti yang diberitakan kepada raja Ahab oleh nabi Yesaya (Yes 7:13-14).
    • Pemenuhan janji ini adalah Yesus Kristus, yang lahir dari perawan Maria. (Luk 1:26-38). Hal ini juga dicatat dalam Kitab Suci agama Islam.

B. Karakter dari Mesias yang dijanjikan

1. Dia adalah abadi

  • Nabi Mikah menubuatkan tentang Mesias, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala, namun Dia akan lahir di Betlehem (Mik 5:2; Ams 8:22-31).
    • Ini adalah dua hal yang mempunyai sifat yang berbeda. Di satu sisi, Dia ada sejak asal mula, namun di satu sisi dia masuk dalam sejarah manusia, yang bermula di Betlehem. Disinilah pemenuhan janji Allah pada diri Yesus, yang mempunyai dua kodrat, Tuhan dan Manusia (one person with two nature).

2. Dia adalah Anak Manusia dan Anak Allah

  • Nabi Daniel mengalami suatu penglihatan, dimana datang Anak Manusia dan kepada-Nya diberikan segala kuasa, kemuliaan, dan kerajaan (Dan 7:13-14; Maz 2:7-8; 2 Sam 7:14).
    • Orang Yahudi mengerti bahwa Anak Manusia berarti “Manusia itu” atau Anak Allah berarti “Allah”.
    • Dan semua dipenuhi dalam diri Yesus, dimana dalam beberapa kesempatan, Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Manusia (Mat 8:20, 18:11,12:8, 12:38-42, 13:37,41-42; Lk 9:58, 6:5, 11:29-32, 18:31-34, 20:17-19, 16:27-28, 9:26-27; Mk 2:27-28, 8:11-13, 8:38-9:1, 10:32-34).

3. Dia mempunyai Roh Allah dan diberi gelar Ilahi

  • Roh Allah akan ada pada diri Mesias: roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan (Yes 11:2).
  • Mesias akan diberi gelar-gelar Ilahi, seperti: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yes 9:6).
    • Semua gelar di atas adalah hanya untuk Tuhan, yang terpenuhi dalam diri Kristus, karena memang Yesus datang ke dunia dan Dia telah menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan.
    • Gelar Penasehat Ajaib mengingatkan kita akan suatu figur kebijaksaan (Am 8:22-31). Dan Roh Tuhan ini adalah Tuhan sendiri, seperti yang kita lihat dalam penciptaan dunia (Kej 1:2).

4. Mesias akan mempunyai Roh Kelemahlembutan dan Belas Kasihan

  • Seluruh ajaran dan pengadilan dari Mesias akan ditandai dengan Roh kelemahlembutan dan belas kasihan, dimana nabi Zakaria mengatakan bahwa Raja yang rendah hati akan naik keledai (Yes 42:3; Zak 9:9).
    • Hal ini terpenuhi dalam diri Yesus, yang mengajarkan ajaran cinta kasih, seperti yang tercermin dalam kotbah di bukit (Mat 5:1-12).
    • Yesus juga memasuki kota Yerusalem dengan menunggang keledai (Mat 21:5-7)

C. Mesias mempunyai 3 misi utama: menjadi Raja, Nabi, dan Imam.

1. Mesias adalah Raja

  • Mesias digambarkan sebagai Raja, pada waktu Yakob memberkati Yehuda, dimana Yakob mengatakan bahwa tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda sampai Dia datang yang berhak atasnya, dan kepada-Nya akan takluk bangsa-bangsa. (Kej 49:8-10).
    • Sampai Dia yang berhak atasnya merujuk kepada Mesias, dimana Dia datang untuk mendirikan kerajaan-Nya yang memang menjadi hak-Nya, sebelum suku Yehuda benar-benar musna. Jadi nubuat ini merujuk kepada Kristus, yang juga memprediksikan kehancuran Yerusalem.
  • Bileam, bernubuat tentang Mesias, yang akan menjadi bintang, dan mempunyai kekuasaan seluruh bangsa (Bil 24:17-19).
    • Bintang dari Yakub terpenuhi dari diri Yesus, dimana kelahiran-Nya ditandai dengan bintang yang diikuti oleh orang-orang magus. Bintang Israel bukanlah raja dari dunia ini, namun Dia adalah Raja Surgawi yang bertahta dalam hati setiap orang.
  • Yesaya mengatakan bahwa seorang anak akan lahir dan pemerintahan akan ada pada pundak-Nya (Yes 9:6).
  • Zakaria mengatakan bahwa seorang Raja yang rendah hati akan menaiki keledai (Zak 9:9).

2. Mesias adalah Nabi

  • Musa berkata bahwa Tuhan akan memberikan nabi yang baru seperti dia diantara kaum Israel (Ul 18:15-19).
    • Rasul Petrus dan diakon Stefanus mengatakan bahwa Yesus adalah pemenuhan dari Nabi yang Baru seperti yang telah dijanjikan oleh Musa karena Dia memberikan hukum yang baru, yang lebih sempurna daripada hukum Musa (Kis 3:22-23; Kis 7:37).
    • Yesus adalah Musa yang baru, seorang Nabi, perantara antara manusia dan Tuhan, yang memateraikan perjanjian baru dengan darah-Nya sendiri di kayu salib. Perjanjian Baru ini lebih sempurna daripada Perjanjian Lama yang diadakan di gunung Sinai.

3. Mesias adalah Imam

  • Mesias akan menjadi imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek (Maz 110:4).
    • Yesus adalah Imam Agung menurut Melkisedek dimana Dia menggenapi nubuat ini dengan kurban imamat pada saat perjamuan terakhir (Ibr 5:1-10; 6:20).

D. Kehidupan, penderitaan, kematian, kebangkitan, dan kemenangan Sang Mesias.

1. Dia akan melakukan banyak mukjijat

  • Nabi Yesaya menubuatkan bahwa Mesias akan melakukan banyak mukjijat, seperti: orang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, dan yang bisu bersorak-sorai (Yes 29:18, 35:5-6, 61:1).
    • Yesus menjadi pemenuhan nubuat ini, seperti yang dikutip-Nya pada waktu Dia menjawab utusan Yohanes Pemandi (Mat 11:5; Luk 4:18; Mat 15:30).
    • Kita juga melihat dalam seluruh Injil, Yesus melakukan banyak sekali mukjijat.
    • Bahwa Yesus melakukan banyak sekali mukjijat, juka di akui oleh kaum Muslim.

2. Dia akan dianiaya, mengalami penderitaan dan mati di kayu salib

  • Sang Mesias digambarkan mengalami penderitaan
    • Yakob menggambarkan bahwa Mesias akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur (Kej 49:11).
    • Daniel 9 memberikan gambaran akan Mesias yang menderita, dimana dia akan disingkirkan, walaupun tidak mempunyai kesalahan apapun (Dan 9: 26).
  • Gambaran akan penderitaan Mesias:
    • Nabi Yesaya memberikan gambaran yang begitu jelas akan penderitaan Sang Mesias (Yes 42; 49; 50; 53).
    • Mesias harus menderita untuk menanggung dosa dunia; oleh bilur-bilur-Nya, kita disembuhkan (Yes 53:5).
    • Mesias juga akan ditolak oleh orang-orang (Maz 118:22).
      • Yesus ditolak bukan hanya oleh orang-orang, namun terutama adalah para ahli farisi, imam agung. Namun penolakan ini melahirkan Kerajaan Allah, dengan Yesus sendiri sebagai batu penjuru (Mat 21:42).
    • Daud berbicara tentang penderitaan Kristus di kayu salib, seperti: tangan dan kakinya akan ditusuk, segala tulangnya terlihat, membagi pakaiannya, menderita kehausan yang sangat (Maz 22). Dan lebih lanjut nabi Yesaya mengatakan bahwa Mesias akan memberikan punggungnya bagi orang-orang yang memukulnya, dan memberikan pipinya bagi yang mencabut janggutnya. Dia dinodai dan diludahi, namun dia tidak menyembunyikan mukanya (Yes 50:6). Lebih lanjut buku Kebijaksanaan Salomo menceritakan tentang penganiayaan dan penolakan Kristus (Keb 2:12-20).
      • Drama yang begitu kejam ini terpenuhi dalam diri Kristus yang mengalami penderitaan begitu hebat sesuai dengan yang dinubuatkan nabi Daud dan Yesaya (Mat 27:39-42).

3. Dia akan bangkit

  • Daud berbicara tentang kebangkitan Mesias ketika dia berkata bahwa Tuhan tidak akan memberikan Dia kepada dunia orang mati (Maz 49:15).
    • Yesus adalah pemenuhan nubuat ini, karena Yesus telah bangkit dari mati dengan begitu banyak saksi yang masih hidup pada waktu Injil dan Surat Rasul Paulus ditulis (Mat 28:7).
    • Yesus juga mengatakan bahwa Dia adalah kebangkitan dan hidup dan barangsiapa percaya kepada-Nya, dia akan hidup walaupun dia sudah mati (John 11:25).

4. Dia akan menjadi pemenang

  • Namun Sang Mesias telah dinubuatkan akan menjadi pemenang, seperti yang dikatakan oleh Tuhan sendiri, ketika Tuhan berbicara di hadapan Adam, Hawa, dan ular, dan mengatakan ” Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kej 3:15).
    • Wanita ini dapat diinterpretasikan sebagai Maria, yang melahirkan Yesus.
    • Jadi Yesus, anak dari Maria, adalah pemenuhan dari nubuat ini, yang telah meremukkan kepala setan, namun dengan mengalami keremukan tumit, atau penderitaan yang berat, yang mencapai puncaknya pada penderitaan Kristus di kayu salib.

E. Mesias akan menghapus dosa manusia dengan Perjanjian yang baru, yang akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa dan dicapai melalui Gereja-Nya.

1. Mesias akan menghapuskan dosa dan membawa keadilan yang sejati

  • Daniel 9 mengatakan bahwa Mesias akan melenyapkan kefasikan, mengakhiri dosa, menghapuskan kesalahan, mendatangkan keadilan yang kekal (Dan 9:24).
    • Nubuat ini terpenuhi dalam diri Yesus, yang kedatanga-Nya memberikan kesempatan kepada manusia untuk bersatu kembali dengan Tuhan.

2. Mesias akan membuat Perjanjian yang Baru.

  • Nabi Yeremiah dan Ezekiel mengatakan bahwa Mesias akan memberikan perintah yang baru, Perjanjian yang Baru, dimana tidak ditulis di atas batu, namun ditulis di dalam hati setiap orang (Yer 31:31-33; Ez 36:24-27).
    • Dan semua ini dipenuhi oleh pelayanan Gereja dalam memberikan rahmat kekudusan dan karunia Roh Kudus melalui Sakramen Permandian dan Sakramen Penguatan.

3. Dia akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa

  • Berkat bagi seluruh bangsa telah dijanjikan oleh Tuhan kepada Abraham, Iskak, Yakob (Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15).
    • Berkat untuk seluruh bangsa mengalir dari Yesus, melalui Gereja-Nya, sehingga Gereja Katolik menjadi sakramen keselamatan bagi seluruh bangsa.

4. Mesias akan mendirikan Kerajaan Allah

  • Daniel menafsirkan mimpi dari raja tentang patung yang terdiri dari empat elemen, dimana akhirnya dihancurkan oleh tangan Ilahi, yang dilambangkan dengan batu yang bukan dari tangan manusia (Dan 2:32-45).
    • Empat kerajaan melambangkan: Babilonia, Persia & Media, Aleksandria, Roma.
    • Batu melambangkan sesuatu yang lebih besar dari kerajaan Roma dan terbuat dari tangan Ilahi. Batu ini melambangkan Mesias.
    • Batu itu kemudian tumbuh menjadi gunung yang besar dan memenuhi bumi, yang melambangkan Gereja Katolik yang menjadi sakramen Keselamatan bagi seluruh bangsa.
  • Daniel melihat Anak Manusia, yang diberikan kekuasaan, kemuliaan, dan kekuasaan sebagai raja, dan semua orang dari segala penjuru, bangsa, dan bahasa akan melayani Dia dan kekuasaan ini tidak akan berakhir (Dan 7:13-14; Maz 72:4-17).
    • Dan semua dipenuhi dalam diri Yesus, dimana dalam beberapa kesempatan, Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah (Mat 8:20, 18:11,12:8, 12:38-42, 13:37,41-42; Lk 9:58, 6:5, 11:29-32, 18:31-34, 20:17-19, 16:27-28, 9:26-27; Mk 2:27-28, 8:11-13, 8:38-9:1, 10:32-34).
    • Kedatangan Yesus yang kedua digambarkan seperti Anak Manusia yang datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan (Dan 7:13-14).

5. Gereja Katolik adalah Kerajaan Allah yang didirikan oleh Mesias

  • Yesaya menubuatkan bahwa rumah Allah akan didirikan dan dimuliakan, dimana seluruh orang dan bangsa akan datang kepadanya (Yes 2:2-3). Lebih lanjut, Yesaya berkata bahwa Mesias adalah terang bagi bangsa-bangsa, di mana keselamatan akan mencapai seluruh dunia. (Yes 49:5-12).
    • Semua ini dipenuhi dalam Gereja Katolik yang didirikan oleh Kristus, dimana segala macam suku dan bahasa datang dan bergabung menjadi anggota Gereja.

CATATAN KAKI:
  1. Lih. Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:1315; Bil 24:17-19. []
  2. Lih. 2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Mzm 89:35-37; Yes 11:1-2. []
  3. Lih. Mik 5:2. []
  4. Lih. Kej 49:8-11; Bil 24:17-19; 2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Mzm 89:35-37. []
  5. Lih. Dan 9:1-27. []
  6. Lih. Yes 7:13-14. []
  7. Lih. Mik 5:2; Pro 8:22-31. []
  8. Lih. Dan 7:13-14; Mzm 2:7-8; 2 Sam 7:14. []
  9. Roh Tuhan adalah Allah sendiri yang disebutkan di dalam kitab Kejadian (Kej 1:2). []
  10. Lih. Yes 11:2. []
  11. Lih. Is 9:6. []
  12. Lih. Ams 8:22-31. []
  13. Lih. Is 42:3; Zech 9:9. []
  14. Lih. Zak 9:9. []
  15. Lih. Kej 49:8-10. []
  16. Lih. Yes 9:6. []
  17. Lih. Ul 18:15-19. []
  18. Lih. Kis 3:22-23; Kis 7:37. []
  19. Lih. Mat 5:1-12. []
  20. Lih. Mzm 110:5; Heb 5:1-10, 6:20. []
  21. Lih. Yes 29:18, 35:5-6, 61:1; Mat 11:5; Luk 4:18; Mat 15:30. []
  22. Dan 9:26 []
  23. Lih. Yes 42, 49, 50, 53. []
  24. Lih. Yes 42; 49; 50; 53. []
  25. Lih. Mzm 22; WYes 2:12-20. []
  26. Lih. Mzm 16:11. []
  27. Lih. Kej 3:15. []
  28. Lih. Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15. []
  29. Lih. Dan 7:13-14. []
  30. Lih. Yes. 49:5-12, 60:1-13. []
  31. Lih Yer 31:31-33; Ez 36:24-27. []
Share.

About Author

Stefanus Tay telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

78 Comments

  1. Dear Katolisitas,
    saya ingin bertanya, beberapa minggu lalu didalam misa minggu, romo menjelaskan menurut ketentuan Vatikan yang baru dikatakan bahwa keselamatan juga berasal dari luar khatolik.
    Ini bagaimana, tolong dijelaskan selengkapnya, karena selama ini saya meyakini tak ada keselamatan diluar Kristus, dan bahwa Khatolik-lah jalan keselamatan itu. Terima kasih

    [dari katolisitas: Apa yang diungkapkan Romo tersebut kurang tepat. Kalau Anda ingin benar-benar menggali ajaran ini, maka silakan melihat beberapa artikel berikut ini - silakan klik]

  2. Dear Katolisitas..
    Di atas di tuliskan :
    Sejarah mencatat bahwa suku keturunan Yehuda dan keturunan Daud lenyap setelah uskup ke dua dari Yerusalem, pengganti Yakobus, yang kemungkinan menjadi uskup sampai kira-kira akhir abad pertama.

    Dimana ini bisa kita baca ya?

    Trimakasih, Gbu

    • Shalom Dianne,

      Rasul Yakobus yang menjadi Uskup pertama di Yerusalem dibunuh sebagai martir di sekitar tahun 62-69 (atau tahun 63 menurut catatan Flavius Josephus), dan menurut catatan ahli sejarah di abad awal, Eusebius dari Caesarea, dalam Church History, IV. 5, dikapatkan penggantinya adalah St. Symeon (Simeon), klik di sini.

      Nah, sejarah juga mencatat kehancuran Yerusalem di tahun 70, yaitu tahun setelah kematian Rasul Yakobus. Saat itu adalah masa kepemimpinan St. Simeon, Uskup kedua Yerusalem.

      Sumber dari Wikipedia, klik di sini, mencatat tentang kehancuran Kerajaan Yehuda (keturunan Daud), bahkan sudah terjadi sejak tahun 63 BC, demikian:

      “This, the last nominally independent Judean kingdom, came to an end in 63 BCE with its conquest by Pompey of Rome. With the installation of client kingdoms under the Herodian Dynasty, the Kingdom of Israel was wracked by civil disturbances which culminated in the Jewish Revolt, the destruction of the Temple, the emergence of rabbinical Judaism and Christianity. It then became a part of the Roman (and later Byzantine) Empire until the Arab conquests of the 7th century CE.”

      Di abad pertama sesudah Masehi, kaum Zealot berusaha melakukan perlawanan terhadap penguasa Romawi. Namun penguasa Romawi lebih kuat. Mereka menghancurkan bait Allah di Yerusalem di tahun 70 CE (di masa kepemimpinan imam besar Eliezer ben Hananiah, klik di sini).

      Kehancuran Yerusalem ini secara total mencerai-beraikan bangsa Yehuda dan memulai masa pembuangan bangsa Yahudi keluar dari Tanah Suci/ Yerusalem, klik di sini:

      The Second Temple built by Ezra and Nehemiah was destroyed by the Romans in August 70 CE (AM 3830), scattering the people of Judea and commencing the Jewish exile from the Holy Land.

      Atau disebutkan di link yang lain, tentang terceraiberainya bangsa Yahudi (Jews, dari kata Judea/ Yehuda), klik di sini:

      “For the next two thousand years, the Temple Mount would lack any Jewish presence. The destruction of the Temple in A.D. 70 caused the beginning of the scattering of the Jews throughout the world. During this period, the Temple Mount was for the most part neglected and profaned. Though this time constituted a period of neglect some significant events concerning Jerusalem and the Temple Mount did occur.”

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  3. dear pengurus katolisitas.
    bagaimanakah kalian bisa yakin kalau alkitab yang kalian pegang saat ini masih otentik merupakan tulisan para rasul dan sama sekali tidak diubah oleh orang lain?

    • Shalom Bogoro,

      Kami meyakini bahwa Kitab Suci yang kami pegang saat ini adalah yang sungguh sungguh diinspirasikan oleh Roh Kudus, karena Gereja Katolik yang menetapkan buku-buku yang termasuk dalam Kitab Suci. Hal ini diperkuat oleh tulisan para Bapa Gereja di awal-awal masa kekristenan. Tulisan-tulisan tersebut direkam dalam sejarah.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • ya, memang dapat diakui bahwa transkrip asli Alkitab yang dituliskan oleh penulis-penulis aslinya memang diilhami langsung oleh Roh Kudus. namun coba pikirkan hal-hal berikut ini:

        1. transkrip asli Alkitab sudah lama hilang. yang tersisa sekarang hanya tinggal codex-codex, yaitu salinan dari transkrip asli Alkitab. bukankah ada kemungkinan terjadi berbagai kesalahan dalam penyalinan itu? malah bisa jadi si penulis codex dengan sengaja mengubah sebagian isi besar Alkitab aslinya.

        2. codex-codex itu sendiri juga tidak lengkap. banyak halaman-halamannya yang hilang. itu berarti Alkitab yang kalian pegang sebenarnya tidak lengkap, bukan?

        3. Hugh J. Schonfield telah membuktikan pada bukunya The Original New Testament bahwa amanat agung dalam Matius 28:16-20 ternyata hanya ayat yang ditambah-tambahkan para penginjil untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. hal ini juga dibuktikan oleh Robert Funk dalam bukunya berjudul The Five Gospels. bagaimana kalian menyanggah hal ini?

        4. kalian bersikeras Polikarpus belajar iman Kristen dari Rasul Yohanes. namun pada surat-surat Polikarpus, dia sama sekali tidak mengutip Injil Yohanes. bukankah ini bisa menjadi indikasi bahwa Injil Yohanes tidak dituliskan oleh Rasul Yohanes?

        • Shalom Bogoro,

          Silakan untuk pertama-tama membaca artikel yang baru saja kami tayangkan untuk menanggapi pertanyaan Anda, silakan klik .

          1. Fakta menunjukkan bahwa memang terdapat variasi salinan teks Kitab Suci dalam codices (beberapa codex). Namun variasi salinan tersebut tidaklah signifikan dan tidak mengubah pesan utama teks Kitab Suci tersebut. Adanya ribuan salinan manuskrip Kitab Suci di abad kedua, membuktikan bahwa tidak mungkin diadakan pemalsuan, sebab jika seseorang mau memalsukan, ia harus mengubah ribuan salinan yang sudah ada dan beredar di banyak tempat yang berbeda.

          2. Walaupun codices yang survive yang tidak lengkap, namun iman Gereja memang tidak tergantung semata-mata dari apa yang tertulis pada salah satu codex atau dua codices tersebut. Nyatanya ada banyak codices ditemukan, dan saling melengkapi satu sama lain. Sebab apa yang kurang lengkap di codex yang dianggap paling lengkap saat ini (yaitu Codex Vaticanus) dapat dilengkapi oleh codices lainnya, misalnya Codex Sinaiticus, Codex Alexandrinus dan codices lainnya. Selain itu, Tradisi Suci yang hidup dan berakar dalam Gereja, sebagaimana terlihat dari tulisan para Bapa Gereja, itu juga menjadi sumber yang tak terpisahkan dari codices tersebut.

          Silakan membaca di sini, silakan klik, tentang adanya berbagai manuskrip Kitab Suci, yang saling melengkapi satu sama lain.

          3. Tentang otentisitas dari amanat agung dalam Mrk 16:9-20, silakan klik di sini dan Otentisitas amanat agung dan forma baptisan dalam Trinitas Mat 28:16-20),  silakan klik.

          4. Mengapa surat-surat St. Polycarpus tidak mengutip Injil Yohanes? Apakah ini indikasi bahwa Injil Yohanes tidak ditulis oleh Rasul Yohanes?

          Sejauh ini tulisan St. Polycarpus yang extant/ survive dan yang paling dikenal adalah suratnya kepada jemaat di Filipi. Memang di surat itu St. Polycarpus tidak mengutip Injil Yohanes, namun demikian, ia mengutip surat Rasul Yohanes. Yaitu pada saat ia mengecam aliran sesat Docetae yang tidak percaya bahwa Kristus sungguh menjelma menjadi manusia. St. Polycarpus, mengacu kepada 1 Yoh 4:3, mengatakan, “Sebab barangsiapa tidak mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang dalam daging, ia adalah antikristus.” (lih. Epistle of Polycarp, ch. vii) Dan juga di bab selanjutnya St. Polycarpus mengacu kepada 1 Yoh 4:9, ketika mengatakan bahwa Kristus “tidak berdosa dan tidak ada tipu daya dari mulut-Nya, tetapi menanggung segala sesuatu untuk kita supaya kita dapat hidup oleh-Nya” (lih. Epistle of Polycarp, ch. viii).

          Di samping itu, St. Polycarpus memang mengutip banyak Injil sinoptik, Kisah para Rasul dan surat-surat Rasul Petrus dan Paulus. Namun demikian, hal ini tidak membuktikan bahwa ia bukan murid Rasul Yohanes. Sebab selain sebagai murid Rasul Yohanes, St. Polycarpus menerima pengajaran dari para Rasul lainnya. Hal ini ditulis oleh St. Irenaeus dalam bukunya Adversus Heresies, III.3.4, “Tetapi Polycarpus tidak hanya diajar oleh para Rasul, dan bercakap-cakap dengan banyak orang yang telah melihat Kristus, tetapi juga oleh para Rasul di Asia, ditunjuk sebagai uskup Gereja di Smyrna, yang kulihat juga di masa mudaku, sebab ia hidupnya di dunia sangat panjang. Dan sebagai orang yang lanjut usia, dengan mulia dan terhormat mengalami kematian sebagai martir, berangkat dari kehidupan ini, setelah selalu mengajarkan hal-hal yang telah dipelajarinya dari para Rasul, dan yang telah dilestarikan oleh Gereja dan yang satu-satunya benar…..” Dengan terhubungnya St. Polycarpus dengan para Rasul dan para saksi Kristus lainnya, maka tak mengherankan jika dalam suratnya ia mengutip Injil sinoptik dan surat-surat para Rasul, selain Rasul Yohanes.

          Sedangkan fakta bahwa St. Polycarpus adalah murid Rasul Yohanes, itu diketahui dari beberapa bukti:

          1. Kesaksian murid dari murid St. Polycarpus, yaitu St. Irenaeus (lih. St. Irenaeus, Against Heresies V.33, in Letter to Florinus, as quoted by Eusebius, in Church History V. 20)

          2. Kesaksian dari Tertullian (Tertullian, De praescriptione hereticorum 32.)

          3. Kesaksian St. Hieronimus, yang menyebutkan bahwa St. Polycarpus adalah murid Rasul Yohanes dan oleh Rasul Yohanes ditahbiskan menjadi uskup Smyrna. (lih. Philip Schaff (ed.), Nicene and Post-Nicene Fathers, 2, 3)

          4. Kesaksian dari tulisan suratnya kepada jemaat di Filipi, yang menurut para ahli Kitab Suci, mencerminkan semangat Rasul Yohanes, yang lembut dan mempunyai karakter kasih seperti tulisan Rasul Yohanes ketika menjabarkan tentang Kristus dan Gereja, namun dashyat bagaikan “anak guruh” ketika menanggapi ajaran sesat dan kemerosotan iman dan moral.

          Namun peran penting St. Polycarpus adalah bukan saja ia adalah murid Rasul Yohanes, tetapi karena ia juga belajar banyak dari para Rasul yang lain dan para saksi yang hidup di zaman Kristus. Maka fakta bahwa St. Polycarpus tidak mengutip Injil Yohanes dalam suratnya kepada jemaat di Filipi tidak merupakan bukti bahwa ia bukan murid Rasul Yohanes. Sebab, selain toh ia mengutip surat Rasul Yohanes, juga suratnya kepada jemaat di Filipi hanya salah satu tulisannya yang survive, maka tidak bisa dijadikan patokan definitif untuk melawan bukti-bukti otentik lainnya dari kesaksian sejumlah Bapa Gereja yang jelas menyebutkan bahwa ia adalah murid Rasul Yohanes.

          Selanjutnya tentang otentisitas Injil Yohanes, silakan klik di sini; dan Apakah Injil Yohanes tidak ditulis oleh Yohanes, silakan klik di sini.

          Demikian yang dapat saya tanggapi dari pertanyaan Anda, semoga berguna.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          Ingrid Listiati- katolisitas.org

  4. Imam Agung tersebut mungkin tidak bisa menerima Sang Mesias yang dari kalangan orang miskin.
    Coba Yesus lahir sebagai putra Raja Romawi, sangat mungkin sekali Yesus akan langsung diterima.

    [Dari Katolisitas: Belum tentu juga, sebab Imam Agung Yahudi malah membenci bangsa Romawi yang mereka anggap sebagai penjajah.]

    Namun itulah rahasia Tuhan.

    Untuk silsilah yang diberikan, kenapa tida ada nama Bunda Maria nya..???

    [Dari Katolisitas: Dalam silsilah Yahudi, yang disebut memang garis keturunan dari ayah. Namun demikian nama Bunda Maria disebut dalam silsilah yang dicatat oleh Matius (lih. Mat 1:16), menyertai nama Yusuf, yaitu "Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus."]

  5. Saya sebagai anak TUHAN, saya bersyukur karena mengimani YESUS KRISTUS sebagai jurus selamatku. Tidak ada yang berkuasa dan memberi perlindungan yang ajaib di dunia ini selain TUHAN YESUS KRISTUS. Oleh karena itu kita bersyukur dan berterima kasih kepadaNya karena DIA anak ALLAH yang agung dan perkasah dan ajaib. Bagi tiap orang yang membaca, merenungkan serta melakukan FIRMANNYA pasti akan memeperoleh kedamaian dan ketentraman dalam hidupnya. Bagi siapa yang membaca isi renungan ini saya percaya bahwa TUHAN YESUS KRISTUS akan memberkatinya. Syalam khususku untuk YESUS KRISTUS serta kamu yang membaca teks ini.

  6. Salom, mohon maaf mau menanyakan maksud penulisan ini :
    4. Dia akan dilahirkan oleh seorang perawan.
    Mesias akan lahir dari seorang perawan, seperti yang diberitakan kepada raja Ahab oleh nabi Yesaya (Yes 7:13-14).
    Pemenuhan janji ini adalah Yesus Kristus, yang lutamaahir dari perawan Maria. (Luk 1:26-38). Hal ini juga dicatat dalam Kitab Suci agama Islam.

    Mengapa perlu dicantumkan “Hal ini juga dicatat dalam Kitab Suci agama Islam”. Saya kira, kita tidak perlu mendapat pengakuan dari agama lain tentang keyakinan kita. Mohon maaf kalau kurang berkenan.
    Terimakasih

    [Dari katolisitas: Memang kita tidak perlu membuktikan kebenaran iman kita dari Kitab Suci agama lain. Namun kalau Kitab Suci agama lain mencatatnya, maka dapat menambahkan argumentasi. Namun tentu saja kita tidak dapat menjadikannya argumentasi yang utama]

  7. Halo pengasuh ytk

    Syalom,
    Sy ingin tnya, kalau mmg sudah dinubuatkan, tentunya akan diketahui oleh orang2 Yahudi saat itu, apalagi Imam2 Besar.

    Lalu, kenapa di saat2 pengajaran Yesus (Yohanes 10), orang2 Yahudi lgsg memusuhi Yesus dgn ingin melempari Dia batu, tanpa memeriksa-Nya terlebih dahulu, pdhl mereka sudah melihat mukjizat2-Nya ?

    Terima kasih.

    • Shalom Wenang,

      Kalau kita melihat Mat 23:13-29, maka kita melihat bahwa Yesus sungguh tidak berkenan dengan sikap kaum Farisi yang sungguh munafik. Dan kemunafikan mereka juga terlihat bahwa mereka sebenarnya juga telah mengenal ciri-ciri Sang Mesias yang dijanjikan, namun tetap mengeraskan hati mereka untuk tidak mau mempercayai Kristus. Itulah sebabnya, Kristus mengatakan bahwa setidaknya, mereka dapat melihat perbuatan-perbuatan yang telah diperbuat Kristus (lih. Yoh 10). Karena mewartakan kebenaran, bahwa Dia adalah Sang Pemberi Hukum, Dia lebih besar dari bait Allah, dan Dia dianggap melawan keesaan Allah, maka Kristus akhirnya menderita dan wafat di kayu salib. Penjelasan tentang hal ini dapat dibaca di sini – silakan klik.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • Ohhhhh iya Pak Stef, sorry waktu nulis itu mungkin lagi ngantuk hehehe, ijin sy angkut kesini..

        10:25 Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
        10:26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.

        10:37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
        10:38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
        10:39 Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.

  8. Dear Pak Stef atau Bu Inggrid,

    Pak Steaf atau Bu Inggrid, saya ingin sedikit bertanya mengenai hal yang menurut saya agak membingungkan untuk saya. Kedatangan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan manusia telah dinubuatkan oleh banyak nabi2 dalam perjanjian lama. Lalu Allah sendiri lalu menggenapinya. Lantas kenapa hal ini berbeda dalam ajaran Muslim? Padahal kalau sesuai dengan ilustrasi yang Pak Stef atau Bu Inggrid tulis dalam cerita “Pabrik Toyota” diatas seharusnya ajaran Islam pun turut membenarkan pula. Apalagi agama Islam lahir setelah ratus tahun sekian setelah Yesus Kristus. Bukankah firman itu sama dan tidak bertentangan?

    Terima kasih Pak Stef dan Bu Inggrid untuk jawaban yang telah diberikan. Tuhan memberkati kalian.

    • Shalom Nick,

      Memang argumentasi dari sisi Yesus yang telah dinubuatkan terlebih dahulu, sebenarnya merupakan argumentasi yang sangat kuat, karena tidak ada tokoh agama lain yang dinubuatkan terlebih dahulu. Namun, memang pada akhirnya kita harus mengakui ada perbedaan akan apa yang dipercayai dalam agama Islam dan Kristen. Diceritakan oleh Santo Yohanes Damaskus bahwa agama Islam pada awalnya bersentuhan dengan orang-orang dari kaum Arianisme, yang pandangannya memang tidak sesuai dengan iman Kristen – yang mempercayai bahwa Kristus adalah sungguh Allah dan satu hakekat dengan Allah Bapa. Namun, sebagai umat Katolik, kita harus berpegang teguh pada iman kita, yaitu mempercayai Tritunggal Maha Kudus dan segala hal seperti yang kita doakan dalam kredo.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

Add Comment Register



Leave A Reply