Yesus datang membawa perpecahan?

3

Pertanyaan:

Syalom, pak stef dan bu inggrid. saya
mohon penjelasan injil Lukas 12:51-53. Yesus membawa perpecahan. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Adi

Jawaban:

Shalom Adi,

Perikop Lukas 12:51-53 berbunyi demikian:

“Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”

Berikut ini adalah penjelasannya dengan sumber utama dari Navarre Bible dan A Catholic Commentary on Holy Scripture ed. Dom Orchard:

Tuhan Yesus datang ke dunia untuk membawa pesan damai sejahtera (lih. Luk 2:14) dan pendamaian/ rekonsiliasi (lih. Rom 5:11). Namun manusia menolaknya, melalui dosa- dosa yang diperbuatnya, maka dengan demikian karya penebusan Tuhan Yesus terhalang oleh pertentangan. Inilah yang juga telah dinubuatkan oleh nabi Simeon (lih. Luk 2:34), bahwa Kristus akan menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan, antara mereka yang menerima Dia dan yang menolak Dia. Dosa yang menyebabkan perbantahan ini, juga mengakibatkan ketidak-adilan, perpecahan bahkan perang.

Sepanjang hidup-Nya di dunia, Kristus memang telah menjadi tanda perbantahan (a sign of contradiction) sebab Ia mengajarkan ajaran kesempurnaan yang tidak mudah untuk diterima oleh masyarakat pada saat itu (dan bahkan juga pada saat ini). Tuhan Yesus sudah memperingatkan para murid tentang perpecahan yang akan menyertai penyebaran Injil (Mat 10:24). Secara khusus adalah pengajaran yang diajarkannya di bukit (delapan Sabda Bahagia) tentang berbahagialah orang yang miskin di hadapan Tuhan, haus dan lapar akan kebenaran, lemah lembut, murah hati, yang sekarang berduka, yang suci hatinya, yang membawa damai, yang dianiaya karena kebenaran, yang dikucilkan karena mengimani Kristus (lih. Luk 6:20-23; Mat 5:3-12) dan bahkan ajaran untuk mengasihi musuh/ orang yang menganiaya kita (Mat 5:44). Ajaran kesempurnaan ini adalah sesuatu yang tidak sama dengan persepsi dunia, yang cenderung memilih untuk menjadi kaya, memberi dengan harapan akan menerima kembali, membalas kejahatan dengan perbuatan setimpal, yang tidak tertarik untuk mencari kebenaran Allah, yang tidak mudah berdamai dan memaafkan, yang tidak mau menderita apalagi dianiaya.

Ajaran Yesus tentang kesempurnaan/ kebahagiaan inilah yang membawa perpecahan bagi manusia, karena memang gambaran “kebahagiaan”  manusia secara duniawi itu bertentangan dengan gambaran “kebahagiaan” manusia secara rohani. Jika di dalam keluarga, ada anggota yang memusatkan hati pada perkara- perkara duniawi, dan yang lain memusatkan pada perkara surgawi, maka terjadilah ‘perpecahan’ di sini. Memang harapannya kemudian adalah, sebagai satu keluarga, maka yang mengenal Kristus dapat menunjukkan kepada yang belum mengenal Kristus tentang kesempurnaan ajaran Kristus, terutama melalui teladan hidupnya, sehingga yang belum mengenal Kristus dapat menemukan kebahagiaan sejati yang hanya dapat diperoleh di dalam Tuhan. Selanjutnya tentang topik ‘Kebahagiaan kita manusia, hanya ada di dalam Tuhan’, silakan klik di sini.

Adalah tantangan bagi kita semua sebagai murid- murid Kristus untuk membawa damai sejahtera kepada dunia sekitar kita, dengan menjalankan hukum cinta kasih. Sebab hanya oleh kasih maka dunia dapat dipulihkan dari segala bentuk perpecahan. Konsili Vatikan II dalam Gaudium et Spes (tentang Gereja dalam Dunia modern) 78, mengajarkan, “Oleh karena itu segenap umat Kristen dipanggil dengan mendesak, supaya “sambil melaksanakan kebenaran dalam cinta kasih” (Ef 4:15), menggabungkan diri dengan mereka yang sungguh cinta damai, untuk memohon dan mewujudkan perdamaian…..”

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org



Share.

About Author

Ingrid Listiati telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

3 Comments

  1. Syalom, pak stef dan bu inggrid. saya
    mohon penjelasan injil Lukas 12:51-53. Yesus membawa perpecahan. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
    Adi

    [Dari Katolisitas: pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

    • MENURUT SAYA LUKAS 12:51_53 SAMA SEKALI BELUM DIJAWAB…KARNA JKA PENJELASANNYA SEPERTI ITU,MAKA SAMA SAJA JESUS DINUBUATKAN UNTUK MEMBAWA PEPERANGAN BUKAN KEDAMAIAN SEJATI..!!

      • Shalom Penumbra,
        Terima kasih atas komentarnya. Saya ingin memberikan saran, agar lain kali tidak memakai huruf besar semua dalam menuliskan pesan, karena dalam internet sama saja berteriak. Saya yakin anda mempunyai maksud baik untuk berdiskusi.
        Kalau boleh, silakan memberikan alasan yang lebih jelas, di bagian manakah dari pertanyaan di atas yang belum terjawab? Kalau mau jelas, mungkin anda dapat memberikan definisi kata “damai sejati”. Semoga dengan keterangan tambahan dari anda, maka diskusi dapat berjalan dengan baik. Semoga dapat diterima.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        stef – katolisitas.org