Mengapa berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain?

535

Pertanyaan:

Dear,

Salam dari Sydney, Australia.
Saya adalah bekas pengikut agama Katolik yg sekarang pindah ke Kristen.
Penyebabnya adalah dikarenakan krn pengajaran agama Katolik tdk benar2 berdasarkan alkitab, tetapi lebih berdasarkan hukum kanonisasi.
Karena itu saya melihat banyak org2 Katolik yg berperilaku kasar dan berhati jahat. Saya mengerti karena mereka tidak pernah membaca alkitab, sebagaimana di agama Kristen, karena itu mereka tdk tahu bagaimana cara hidup Kristiani yg benar.
Banyak sekali rekan2 Katolik di Sydney Australia yg pindah agama karena alasan yg sama.

Tentang pemujaan patung2, kita tdk perlu bingung. Karena pada saat penghakiman terakhir nanti kita harus mempertanggung jawabkan perbuatan kita di hadapan Tuhan. Semoga kalian bisa menjelaskan kepada Tuhan alasan kalian memuja/menggunakan patung2 sebagai alat untuk bisa percaya.
Sebab kalau kalian belajar sejarah, kaisar Constantinus memerintahkan untuk membuat patung2 tersebut supaya bangsa Romawi tidak lagi memuja dewa2 mereka dan pemujaan dewa2 mereka digantikan dgn pemujaan patung santo-santa.
Bahkan ahli2 skrg mencoba membuktikan muka asli Yesus berdasarkan kain kafannya.
Bagaimana jika muka Yesus yg kita buat patung bukanlah muka aslinya? tetapi hanya muka seseorg yg saat itu dibayar utk dijadikan contoh pembuatan patung? maka kita memuja manusia biasa (spt diketahui Kaisar Constantinus memerintahkan artist2nya utk membuat patung Yesus – dan mereka hidup 1 decade setelah Yesus wafat.)
Mungkin hal ini berat untuk dimengerti bagi kalian di Indonesia yg tidak pernah tahu ttg sejarah agama Katolik. Semoga suatu hari mata kalian terbuka.

Bagi saya pribadi, beruntunglah saya bisa percaya tanpa harus melihat rupa nyata Tuhan.
Beruntunglah saya bisa bercakap2 dengan Tuhan tanpa harus berlutut didepan patung2 siapa yg tidak dikenal.
Beruntunglah saya tidak lagi terperangkap dalam ritual2 agama Katolik yg berdasarkan hukum Kanon – dimana hukum Kanon adalah buatan manusia belaka… bukan datang dari Tuhan.
Tetapi alkitab adalah datang dari Tuhan.

So we fix our eyes not on what is seen, but on what is unseen. For what is seen is temporary, but what is unseen is eternal. (2 Corinthians 4:18)

BERBAHAGIALAH ORANG YANG TIDAK MELIHAT NAMUN PERCAYA
Yohanes 20:24-31

Sherly.

Jawaban:

Shalom Sherly,

Selamat datang di site ini dan terima kasih atas beberapa tanggapan anda. Saya akan mencoba untuk menjawab beberapa pertanyaan dan tanggapan yang anda berikan. Saya juga percaya bahwa anda membuat tanggapan tersebut karena anda mengasihi Yesus Kristus. Dan karena anda menganggap bahwa Gereja Katolik tidak menjalankan perintah Kristus secara murni, maka anda mencoba memperingatkan kami agar kami tidak percaya akan dogma dan doktrin dari Gereja Katolik. Hal ini ditunjang dengan anda sendiri yang sebelumnya adalah anggota Gereja Katolik yang akhirnya “sadar” dan berpindah ke gereja Protestan atau denominasi yang lain. Untuk itu, mari kita berdiskusi dengan hormat dan lemah lembut (lih. 1 Pet 3:15). Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan untuk keberatan-keberatan yang anda ajukan:

1. Berpindah karena pengajaran Gereja Katolik tidak sesuai Alkitab.

Anda mengatakan “Saya adalah bekas pengikut agama Katolik yg sekarang pindah ke Kristen. Penyebabnya adalah dikarenakan krn pengajaran agama Katolik tdk benar2 berdasarkan alkitab, tetapi lebih berdasarkan hukum kanonisasi.

a) Saya tidak tahu apakah alasan sebenarnya mengapa anda berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain. Saya percaya bahwa kepenuhan kebenaran ada di dalam Gereja Katolik. Untuk itu, silakan anda membaca artikel ini – silakan klik.

b) Saya tidak tahu, pada waktu anda mengatakan “Penyebabnya adalah dikarenakan krn pengajaran agama Katolik tdk benar2 berdasarkan alkitab, tetapi lebih berdasarkan hukum kanonisasi.” apakah anda benar-benar telah mencari tahu dan mempelajari apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik. Untuk mengatakan pengajaran agama Katolik tidak benar-benar berdasarkan Alkitab, maka anda perlu membuktikan lebih jauh. Bahkan untuk mendasarkan pengajaran HANYA pada Alkitab (sola scriptura) justru tidak Alkibiah, karena Alkitab tidak pernah mengatakan hal ini. Untuk itu, silakan melihat beberapa link berikut ini: silakan klik, silakan klik. Untuk membuktikan klaim anda bahwa Gereja Katolik tidak mendarkan ajarannya pada Alkitab, maka anda harus menunjukkan ajaran yang mana yang tidak sesuai dengan pengajaran Alkitab. Anda dapat melihat semua arsip di katolisitas.org – silakan klik – dan silakan melihat semua artikel dan jawaban dari kami yang mendasarkan pengajaran pada Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja.

c) Untuk mengatakan bahwa ajaran gereja Katolik berdasarkan ajarannya pada hukum kanonik adalah salah besar. Saya tidak tahu darimana anda mendapatkan keterangan seperti ini. Hukum Kanonik adalah merupakan manifestasi dari apa yang dipercayai oleh Gereja. Dengan demikian, Gereja mendasarkan kebenaran dogma dan doktrin berdasarkan tiga pilar kebenaran: 1) Kitab Suci, 2) Tradisi Suci, 3) Magisterium Gereja. Dan Hukum kanonik adalah merupakan refleksi dari kebenaran-kebenaran yang telah dirumuskan – artinya: kalau kita percaya A, maka kita melakukan 1,2,3, contoh: kalau kita percaya bahwa perkawinan adalah tak terceraikan, maka Kitab Hukum Kanonik (KHK) mengatur bagaimana perkawinan yang sah, kondisi yang membuat perkawinan tidak sah, dll. Pembahasan tentang hukum kanonik dapat dilihat di sini – silakan klik. Kalau gereja anda mempunyai pengikut 1,3 milyar dan tersebar di seluruh dunia, maka gereja anda juga akan memerlukan semacam KHK.

2. Berpindah karena umat Katolik berperilaku kasar dan berhati jahat.

Anda memberikan tuduhan “Karena itu saya melihat banyak org2 Katolik yg berperilaku kasar dan berhati jahat. Saya mengerti karena mereka tidak pernah membaca alkitab, sebagaimana di agama Kristen, karena itu mereka tdk tahu bagaimana cara hidup Kristiani yg benar. Banyak sekali rekan2 Katolik di Sydney Australia yg pindah agama karena alasan yg sama.

a) Saya mengerti ada sebagian umat Katolik yang hidup tidak sesuai dengan iman Katolik, dan saya rasa ini berlaku juga bagi seluruh umat Kristen-non Katolik, yang sebagian dari mereka juga hidup tidak sesuai dengan pesan Kristus. Dengan demikian, perjuangan untuk hidup kudus merupakan tantangan bagi semua umat beriman. Jadi, kalau ada umat Katolik yang anda lihat berlaku kasar dan berhati jahat, maka anda tidak dapat mengatakan bahwa semua umat Gereja Katolik adalah kasar dan berhati jahat. Saya mengundang anda untuk membaca riwayat para kudus, santa-santo dari Gereja Katolik, sepanjang sejarah Gereja. Saya pribadi menyadari bahwa kehidupan saya tidaklah berarti apa-apa dibandingkan dengan mereka. Mereka membuktikan kasih mereka kepada Tuhan secara luar biasa. Apakah komentar kita akan orang-orang seperti yang terberkati ibu Teresa dari kalkuta – yang melayani orang-orang miskin, St. Maximilian Kolbe – yang menyerahkan nyawanya untuk menyelamatkan seorang tawanan Yahudi yang mempunyai keluarga? Kalau mau melihat orang-orang yang benar-benar menjalankan ajaran Gereja Katolik, lihatlah figur seperti ibu Teresa dari Kalkuta, St. Maximilian Kolbe, dan santa-santo yang lain. Semakin seseorang berakar pada dogma dan dokrin dari ajaran Gereja Katolik, maka kehidupannya akan semakin mirip dengan para santa-santo yang telah dibuktikan dalam sejarah Gereja Katolik, dan tentu saja yang paling utama adalah semakin mirip dengan Yesus. Janganlah mengukur pengajaran Gereja Katolik dari orang-orang yang tidak menjalankan iman Katolik dengan baik.

b) Apalagi, kalau anda memberikan tuduhan bahwa mereka tidak pernah membaca Alkitab sebagaimana di agama Kristen, maka ini adalah kesimpulan yang perlu dibuktikan kebenarannya. Apakah “mereka” yang anda maksudkan adalah orang-orang Katolik yang jahat atau semua orang Katolik? Kalau anda mempelajari kanon Kitab Suci, maka sudah seharusnya kita semua berterima kasih kepada Gereja Katolik yang menentukan buku-buku mana yang menjadi bagian dari Kitab Suci. Anda dapat membaca diskusi tentang hal ini di sini – silakan klik. Bagaimana anda menerangkan orang-orang Kristen non-Katolik yang tidak baik dan tidak mencerminkan Kristus? apakah penyebabnya?

Anda mengatakan “karena itu mereka tdk tahu bagaimana cara hidup Kristiani yg benar.” Untuk mengerti pengajaran Gereja Katolik tentang kehidupan kristiani, maka silakan anda membaca artikel tentang kekudusan – silakan klik dan klik ini, dan klik ini dan kerendahan hati – silakan klik. Sekali lagi, ukurlah Gereja Katolik dari orang-orang yang menjalankan apa yang diajarkan Gereja Katolik. Kita tidak dapat menyalahkan seorang dokter karena pasiennya tidak sembuh-sembuh, yang disebabkan karena si pasien tidak mengikuti nasehat dan resep dari dokter tersebut.

Kalau anda mengatakan “Banyak sekali rekan2 Katolik di Sydney Australia yg pindah agama karena alasan yg sama.“, maka alasan anda dan rekan-rekan di Sydney Australia berpindah dari Gereja Katolik adalah karena melihat kasus-kasus yang tidak benar dan kemungkinan salah mengerti akan apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik. Apakah kalau anda melihat ada orang-orang Kristen non-Katolik yang tidak baik, maka anda akan berpindah ke agama lain? Memeluk suatu agama bukanlah hal yang main-main, yang saya yakin Sherly juga menyadarinya. Oleh karena itu, dasar untuk pindah ke agama lain karena hanya melihat kasus-kasus yang jelek (mungkin hal-hal yang baik tidak dilihat) tidaklah cukup. Perpindahan seseorang dari Gereja Katolik ke gereja lain, tidak boleh hanya berdasarkan kasus, kotbah yang baik, komunitas yang akrab, dll, melainkan harus berdasarkan alasan untuk mencari kebenaran sejati, untuk mengasihi Kristus secara penuh. Saya mengundang anda untuk membaca artikel ini – silakan klik.

3. Tentang pemujaan patung dan hal-hal lain.

Anda mengatakan “Tentang pemujaan patung2, kita tdk perlu bingung. Karena pada saat penghakiman terakhir nanti kita harus mempertanggung jawabkan perbuatan kita di hadapan Tuhan. Semoga kalian bisa menjelaskan kepada Tuhan alasan kalian memuja/menggunakan patung2 sebagai alat untuk bisa percaya.

a) Seperti yang dijelaskan di artikel ini – silakan klik, maka Gereja Katolik tidak menyembah patung. Patung hanyalah sarana yang membantu kita agar dapat berfokus pada Tuhan. Sama seperti kadang kita menggunakan lilin, salib, dll. Silakan melihat contoh di Perjanjian Lama, bagaimana Tuhan sendiri memerintahkan umat-Nya untuk membuat ular tedung (lih. Bil 21:8), dua kerub dari kayu (1 Raj 6:23-35).

b) Tentu saja masing-masing dari kita harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita di hadapan Tuhan pada saat pengadilan terakhir. Dan hal ini bukan hanya masalah patung, namun juga dalam keputusan kita untuk memilih agama, dan seluruh perbuatan kita, atau dengan kata lain seluruh iman, pengharapan dan kasih.

c) Kalau anda memberikan argumentasi “Sebab kalau kalian belajar sejarah, kaisar Constantinus memerintahkan untuk membuat patung2 tersebut supaya bangsa Romawi tidak lagi memuja dewa2 mereka dan pemujaan dewa2 mereka digantikan dgn pemujaan patung santo-santa.“, maka silakan mencari di google dengan kata kunci “christian art in catacombs“, karena itu adalah apa yang dilakukan oleh jemaat perdana sebelum masa kaisar constantine membuat peraturan bahwa agama Kristen boleh diajarkan secara bebas melalui edict of Milan tahun 313. Di dalam katakombe, kita juga melihat adanya gambar-gambar, simbol-simbol agama Kristen. Silakan melihatnya di sini – silakan klik.

d) Anda mengatakan “Bahkan ahli2 skrg mencoba membuktikan muka asli Yesus berdasarkan kain kafannya. Bagaimana jika muka Yesus yg kita buat patung bukanlah muka aslinya? tetapi hanya muka seseorg yg saat itu dibayar utk dijadikan contoh pembuatan patung? maka kita memuja manusia biasa (spt diketahui Kaisar Constantinus memerintahkan artist2nya utk membuat patung Yesus – dan mereka hidup 1 decade setelah Yesus wafat.)” Kami telah membahas hal ini sebelumnya, dimana dituliskan:

1. Maka bukti ilmiah dari wajah Yesus memang kita ketahui dari bukti sejarah. Misalnya, bukti gambar wajah Yesus dalam “the Shroud of Turin”/ kain kafan Turin, yang selengkapnya dapat anda baca di link ini, silakan klik. Dan temuan gambar- gambar Yesus di katakombe (gereja bawah tanah) Domitilla. Uraian lebih lanjut dapat anda baca di link ini, silakan klik. Berikut juga temuan gambar-gambar wajah Yesus di abad-abad pertama.

Mengenai gambar wajah dan tubuh Yesus di kain kafan Turin memang masih menjadi topik perdebatan para ahli sampai saat ini, justru karena memang tidak bisa dijelaskannya mengapa sampai ada gambar tubuh dan wajah Yesus ‘tercetak’ pada kain itu. Para skeptik mengatakan bahwa itu lukisan yang diciptakan oleh seorang genius di abad pertengahan, walaupun kemudian para scientist membuktikan bahwa warna yang tertera di situ bukan pigmen cat, tetapi darah manusia. Lalu teori bahwa itu hasil fotografi juga sebenarnya tidak mungkin, karena teknik reproduksi fotografi untuk menghasilkan gambar sedemikian (kalau misalnya-pun anggapan ini benar) baru ada 400 tahun sesudahnya. Silakan anda membaca di link yang saya sertakan di atas, untuk melihat penjelasan secara ilmiah mengenai Kain kafan Turin tersebut.

Namun terlepas dari kontroversi Kain Kafan Turin ini, kita mengakui bahwa gambar Yesus yang kita kenal sekarang ber-evolusi dari apa yang digambarkan pada gambar ini, dan gambar Yesus yang ditemukan di abad- abad pertama.

2. Menurut perkembangannya, memang ditemukan beberapa versi gambar wajah Yesus. Walaupun umumnya wajah Yesus yang kita kenal menggambarkan-Nya sebagai seorang dari Timur Tengah, namun adapula yang menggambarkannya sesuai dengan budaya setempat. Hal ini sesungguhnya tidak menjadi masalah, karena yang terpenting bukan gambarnya, namun Siapa yang digambarkan oleh gambar itu.

Dalam memahami hakekat Yesus yang digambarkan oleh lukisan/ gambar/ patung itu, kita harus memahami bagaimana pikiran/ imajinasi manusia menangkap essensi dari sesuatu/ seseorang. Setiap orang, dapat menangkap universalitas dari sesuatu yang digambarkan dalam imaginasinya. Sebagai contoh, mendengar kata ‘kucing’ secara otomatis, kita menggambarkan kucing di dalam imaginasi kita. Kemampuan untuk menangkap universalitas, membuat manusia dapat menangkap hakekat kucing, yang tidak ditentukan oleh ukuran, apakah itu kecil, besar, atau oleh warna, ukuran dll. Contoh ini juga dapat diterapkan di semua agama pada saat seseorang berdoa. Mungkin umat dari agama lain dapat mengatakan bahwa yang tergambar dalam pemikirannya pada waktu berdoa adalah cahaya, atau huruf, atau yang lain. Namun bagi umat Kristen, sebagian besar yang tergambar dalam pikiran kita pada saat berdoa adalah wajah Yesus, karena umat Kristen mempercayai bahwa Yesus, adalah Tuhan yang datang menjadi manusia. Itu adalah latar belakang dari seni atau gambar yang mempresentasikan Yesus.

Nah, sekarang permasalahannya adalah bagaimana kita mengetahui apakah wajah Yesus yang sesungguhnya adalah Yesus seperti yang ada pada gambar-gambar yang kita kenal? Maka di sini kita harus melihat prinsip manusia menangkap ‘hakekat’ sesuatu/ seseorang seperti pada contoh di atas. Kita manusia mampu menangkap hal-hal yang bersifat accidental (‘kulit’ luar) dan essensi. Accidental dari manusia adalah berkumis, berjenggot, tinggi/pendek, kulit hitam atau putih, rambut panjang atau pendek, dll. Namun essensi dari manusia adalah manusia yang diciptakan menurut gambaran Allah, mempunyai tubuh danjiwa, dimana jiwanya adalah bersifat kekal dan spiritual. Spiritualnya karena manusia mempunyai akal budi (intellect) dan juga kehendak bebas. Selanjutnya, kesempurnaan manusia ditunjukkan dengan bagaimana manusia dapat bersikap untuk mencapai tujuan akhirnya, yaitu Tuhan. Di sinilah, Yesus sebagai Tuhan datang ke dunia ini untuk memberikan jalan kepada manusia dan menunjukkan bagaimana seharusnya manusia bersikap sebagaimana layaknya manusia menurut gambaran Allah (yaitu dengan kasih kepada Allah dan sesama), sehingga manusia pada akhirnya akan memperoleh persatuan dengan Allah. Jadi dari sini, tidaklah terlalu penting apakah Yesus berjenggot atau tidak, karena jenggot, warna kulit, dll. Itu semua hanyalah accidental, yang tidak menentukan kualitas dari Yesus. Yang menentukan kualitas/esensi dari Yesus, yaitu Tuhan yang menjadi manusia, yang menunjukkan kepada kita manusia untuk hidup sesuai dengan gambaran Allah, agar kita dapat sampai kepada Allah. Jadi dalam seni, yang paling penting adalah mempresentasikan dan mengekspresikan tentang sosok tersebut, misalkan Yesus terlihat sebagai Seseorang yang lemah lembut, penuh kasih, dll.

3. Dengan pengertian di atas, seperti apa detail gambar Yesus, yang mungkin berbeda antara satu gambar dengan yang lainnya, tidak menjadi masalah. Yang terpenting, umat menangkap hakekat Yesus yang digambarkannya. Gambar itu bukannya saingan Allah, karena akhir penghormatan kita bukan kepada gambar itu, tetapi pada Siapa yang digambarkannya. Dan bukannya menjadi sesuatu yang aneh jika gambaran wajah Yesus dalam imajinasi saya berbeda dengan gambaran wajah Yesus dalam imajinasi anda. Ini tidak berarti bahwa Yesus yang kita sembah adalah Yesus yang berbeda atau Yesusnya ada dua dan bersaing satu sama lain. Tidak demikian. Yesusnya tetap sama, hanya imajinasi kita dalam menggambarkannya itu yang bisa berbeda, dan itu tidak apa- apa.

e) Pernyataan “Mungkin hal ini berat untuk dimengerti bagi kalian di Indonesia yg tidak pernah tahu ttg sejarah agama Katolik. Semoga suatu hari mata kalian terbuka.” mungkin terlalu cepat untuk dituliskan, karena kita belum membuktikan kebenaran argumentasi masing-masing pihak. Kalau anda benar-benar mengerti sejarah perkembangan Gereja Katolik, maka saya yakin anda akan tetap berada di dalam Gereja Katolik. Cardinal John Henry Newman, yang berpindah dari Anglikan ke Katolik mengatakan “To be deep in history is to cease to be Protestant

4. Tentang beruntung tidak lagi terperangkap dalam ritual-ritual agama Katolik.

Akhirnya anda mengatakan “Bagi saya pribadi, beruntunglah saya bisa percaya tanpa harus melihat rupa nyata Tuhan. Beruntunglah saya bisa bercakap2 dengan Tuhan tanpa harus berlutut didepan patung2 siapa yg tidak dikenal.
Beruntunglah saya tidak lagi terperangkap dalam ritual2 agama Katolik yg berdasarkan hukum Kanon – dimana hukum Kanon adalah buatan manusia belaka… bukan datang dari Tuhan. Tetapi alkitab adalah datang dari Tuhan.

a) Bagi Gereja Katolik, penyembahan yang tertinggi adalah Sakramen Ekaristi. Mau ada patung atau tidak, Sakramen Ekaristi tetaplah sah. Ini menunjukkan bahwa ibadah Gereja Katolik tidaklah tergantung dari patung-patung. Patung dan simbol-simbol yang lain hanyalah untuk membantu umat Allah untuk dapat berfokus pada Kristus. Lihatlah bagaimana detailnya Tuhan memberikan perintah kepada Raja Salomo untuk membuat bait Allah. (lih. 1 Raj 6).

Apakah Gereja anda mempunyai salib kayu? Apakah pada saat praise and worship anda menggunakan gambar-gambar Yesus di dalam slide? Apakah ada lilin di dalam Gereja anda? Kalau anda melihat gereja-gereja Lutheran (pengikut Martin Luther), maka anda akan kaget, karena ada begitu banyak christian art (gambar, patung) sama seperti di dalam Gereja Katolik. Apakah mereka juga salah? Apakah anda pernah ke gereja Lutheran, yang juga mempunyai ritual dan liturgi yang hampir mirip dengan Gereja Katolik? Apakah anda pernah melihat ritual dari gereja Anglikan? Mereka tidak masuk dalam Gereja Katolik, namun mempunyai ritual, liturgi tersendiri. Apakah mereka salah? dan apakah alasannya? Apakah dengan demikian Martin Luther telah salah karena tidak menghancurkan patung-patung di gereja Lutheran?

b) Setelah anda membaca tentang pengertian Kitab Hukum Kanonik, maka anda tidak akan mengatakan “Beruntunglah saya tidak lagi terperangkap dalam ritual2 agama Katolik yg berdasarkan hukum Kanon – dimana hukum Kanon adalah buatan manusia belaka… bukan datang dari Tuhan“. Silakan membaca pengertian tentang Hukum Kanonik di sini – silakan klik. Dan silakan anda membaca KHK (Kitab Hukum Kanonik) dan silakan menunjukkan bagian mana yang bertentangan dengan Alkitab. KHK memang merupakan disiplin dari Gereja, namun bersumber pada Alkitab, Tradisi Suci, dogma dan doktrin dari Gereja. Untuk mengatakan bahwa semua itu bukan datang dari Tuhan, maka anda harus membuktikan bahwa semuanya itu bertentangan dengan kebenaran Allah, karena tidak mungkin yang datang dari Tuhan saling bertentangan.

5) Dari tulisan anda, maka anda telah memberikan tuduhan yang begitu banyak kepada Gereja Katolik, walaupun anda sebelumnya adalah umat Katolik. Kalau anda memang serius untuk berdiskusi tentang dogma dan doktrin dari Gereja Katolik yang membuat anda berpindah ke gereja lain, maka dengan senang hati saya mau untuk berdialog dengan anda. Pilihlah satu dogma, dan kemudian kita dapat membahasnya secara mendalam. Terlalu banyak topik yang ingin disampaikan tidak memberikan diskusi yang mendalam. Semoga dari pemaparan di atas, minimal Sherly mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap Gereja Katolik.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

lisitas.org/2008/06/10/apa-itu-kekudusan/

Tentang Perkembangan diskusi:

1. Sembilan point diskusi dengan Sherly – silakan klik

a. Hidup selibat bagi para imam – silakan klik

b. Maria tetap perawan – silakan klik

c. Maria, ratu Sorga – silakan klik

d. Mengapa menyebut paus sebagai Bapa Suci – silakan klik

e. Tentang Api Penyucian – silakan klik

f. Apakah Gereja Katolik menyembah berhala – silakan klik

g. Tentang Sakramen Ekaristi – silakan klik

h. Tentang Yesus mendirikan Gereja Katolik – silakan klik

i. Tentang Sakramen Pengakuan Dosa – silakan klik

2. Sembilan point diskusi dengan Indah – silakan klik

a. Tentang Sakramen Ekaristi – silakan klik

b. Apakah Gereja Katolik menyembah berhala – silakan klik

c. Tentang doa berulang (rosario) – silakan klik

d. Tentang persekutuan para kudus – silakan klik

e. Tentang konsep Gereja (ekklesiologi) – silakan klik

f. Tentang Gereja yang kudus – silakan klik

g. Tentang mukjizat santa-santo – silakan klik

h. Tentang nubuat – silakan klik

i. Tentang agama – silakan klik

Share.

About Author

Stefanus Tay telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

535 Comments

  1. Selamat malam Katolisitas dan pembacanya.

    Terima kasih kepada Katolisitas krn dialog dgn Sdr. Sherly & Indah telah menambah pengetahuan dan iman saya pada Tuhan Jesus Kristus yg saya sembah & puji dalam persekutuan di dalam Gereja Katolik.

    Dari dialog ini, kita semua tahu bahwa bina iman/katekisasi umat Katolik belum berjalan sebagaimana mestinya shg pada suatu titik ekstrim muncullah orang2 seperti Sherly yg menghardik keras & tajam tanpa dilandasi pengetahuan yg benar atas ajaran & sejarah Gereja Katolik (sehingga hardikannya ngawur). Saya pun mengakui, baru setelah berumur 40 thn mulai kursus alkitab di paroki; sesuatu yg saya syukuri dan sesalkan sekaligus. Bersyukur bahwa kursus itu menjadi landasan & pintu masuk untuk bereksplorasi menggali kekayaan Gereja Katolik (antara lain juga krn menemukan Katolisitas.org); namun juga ada rasa sesal mengapa baru setua itu pikiran & hati saya terbuka! Sekarang, di usia kepala 5, saya masih sering merasa takjub & bersyukur jika membaca buku2 rohani & artikel di situs ini krn menemukan hal2 yang baru (bagi saya).

    Untuk Sdri Indah & Sherly (juga yang lainnya), saya akan mengingat anda dalam doa saya supaya anda terus bertekun mencari kebenaran yg menyeluruh di dalam Tuhan Jesus Kristus. Kebenaran itu ada di dalam Alkitab yg sama2 kita imani; kebenaran itu tidak dibatasi hanya dalam Alkitab itu, tapi juga dari tradisi (baca: ajaran) gereja perdana yang dari merekalah Alkitab “dilahirkan”.

    Terima kasih kepada Katolisitas.org, saya hanya dapat membantu dengan doa, semoga karya anda terus berkembang dan menjadi berkat bagi banyak orang.

    Salam dalam Kasih Tuhan Jesus Kristus
    [HermanWib]

  2. saya mengikuti diskusi ini walau waktunya mungkin terlambat saya tidak sengaja menemukan web ini dan membaca tentang artikel “pindah agama”. Saya bangga dengan Gereja Katolik dengan tradisinya, struktur hierarkinya santo santa dan tokoh teladan iman yg baik yang walaupun tidak dengan otomatis dapat disebutkan bahwa semua orang katolik itu baik apalagi suci seperti santo santa, saya juga banyak punya temen katolik yg (maaf) jahat dalam artian mereka belum begitu menegrti ajaran Gereja yg sebenarnya tapi walau bagaimanapun saya tidak ingin menyesal melihat perlakuan temen saya tersebut lantas saya “pindah agama” dan mencari gereja lain yg temen-temenynya baik karena menurut saya itu sangat tidak dewasa. Jadi jangan salahkan ajaran Gerejanya ya, tapi masalah sikap kita baik atau jahat selama didunia itu nanti tanggung jawab pribadi masing-masing sama Tuhan. Saya juga bangga dengan kaum selibat dalam Gereja Katolik,kenapa? Nih kalau mau dicompare : menurut saya mana ada sih agama yg menyediakan dan membolehkan bahkan mendukung umatnya untuk total mengikut Tuhan secara penuh menjadi biarawan/wati, mereka meninggalkan semuanya keluarga,pekerjaan,uang,harta,kekasih,cita-cita dan bahkan menyangkal diri mereka hanya untuk Tuhan semata dan hal itu mereka lakukan melalui Gerenya, betapa mengagumkan “bukankah tak ada kasih yg lebih besar selain kasih seorang sahabat yg rela menyerahkan nyawanya demi sahabatnya”.Walau dalam prakteknya banyak kaum selibat yg tidak setia itu tak lebih karena mereka jg sama dengan kita yaitu mereka juga manusia biasa. Namun jangan menutup mata bahwa dari mereka jugalah Gereja Katolik dapat eksis sampai sekarang. Tapi saya tidak mau mengbanding-bandingkan mana yg terbaik dan mana yg tidak karena itu tidaklah penting. Yang pasti dogma dan doktrin yah wlaupun pengetahuan saya minim soal hal itu tapi boleh dong ngasih pendapat sbagai awam, menurut saya tidaklah mungkin kalo doktrin dan dogma hanya karangan manusia belaka tentu ada peran Roh Kudus yg turut membimbing dalam pembuatan/penyusunannya kalau tidak, mana mungkin Gereja Katolik masih berdiri sampai sekarang dari 2000 tahun yg lalu,hal itu jugalah yg membuat saya bangga dengan Gereja Katolik “awet terus” saya ingat kata-kata Yesus “Akulah pokok anggur yg benar dan kamulah ranting2nya dan kalo ranting2 itu tidak berbuah maka akan dipotongNya” ya pokoknnya kurang lebih begitu dalam Injil, dan kalau saya mengartikan ranting2 itu adalah GerejaNya sendiri kalau sekiranya Gereja Katolik tidak berbuah pasti sudah dipotong sama Tuhan dari kapan taon dan pasti dalam KTP saya agama yg tercantum bukanlah agama Katolik. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa Katolik adalah agama yg paling benar tapi sebagai orang katolik tentulah saya bangga dengan Gereja Katolik termasuk umatnya ada yg baik,yg kurang baik bahkan yang tidak baik itu karena ya di dunia ini tidak semua orang selalu baik apa pun agamanya yg penting bagaimana sikap kta sendiri apa kita sudah bisa jadi terang dan garam dunia seperti yg Tuhan mau? Saya ingat Bunda Teresa pernah berkata”Tuhan tidak memanggilku utk kesuksesan tapi Ia memanggilku untuk setia padaNya” betapa buat saya kata-kata itu sangat dalam maknanya, setia berarti dalam suka dan duka dalam shat dan sakit dalam kaya dan miskin, dan betapa sulit sekali hal itu dipraktekkan dalam dunia jaman sekarang namun saya juga ingat apa kata-kata Yesua”dunia ini akan berlalu tapi prkataanKu tidak akan berlalu”. Sekian komen saya maaf kalo ada yg tersinggung dan Proficiat buat pak Stef dan kawan kawan Berkah Dalem

  3. shalom katolisitas…saya ingin bertanya, apakah orang katolik yang berpindah ke gereja non katolik akan masuk neraka?
    yang saya baca di artikel di katolisitas, orang kristen non katolik tetap akan memperoleh keselamatan… tetapi apakah hal itu akan berlaku sama dengan orang yang dulunya pernah katolik namun kemudian pindah ke gereja non katolik?

    • Shalom Stephanie,

      Nampaknya, kata kuncinya di sini adalah, apakah orang yang pindah itu sudah sungguh-sungguh mengetahui bahwa Gereja Katolik itu adalah Gereja yang didirikan Kristus dan bahwa Gereja Katolik itu perlu untuk keselamatan umat manusia. Jika ia sudah sungguh-sungguh tahu, tetapi tetap menolak untuk masuk di dalamnya, maka ia sendiri menolak keselamatan itu, karena ia dengan kehendak bebasnya menolak untuk berada dalam kesatuan dengan Gereja yang sudah didirikan oleh Kristus itu.

      Namun seringnya, yang terjadi adalah seseorang meninggalkan Gereja Katolik, tanpa terlebih dahulu mempelajari ajaran iman Katolik, dan dengan demikian tidak dengan sungguh-sungguh mengetahui bahwa Gereja Katolik adalah satu-satunya Gereja yang didirikan oleh Kristus, untuk menjadi sakramen keselamatan bagi umat manusia (lih. Mat 16:18, 28:19-20); dan bahwa Kristus dengan sungguh-sungguh menghendaki agar mereka yang percaya kepada-Nya ini bersatu dalam Gereja yang didirikan-Nya itu (Yoh 17:20-21). Karena orang tersebut tidak sungguh-sungguh tahu tentang hal ini, maka ia tidak menganggapnya masalah, jika ia berpindah ke gereja lain. Sejujurnya, kami tidak pernah mengatakan bahwa orang Kristen non-Katolik tetap akan memperoleh keselamatan, ataupun sebaliknya. Tentang hal ini kan hanya Tuhan yang tahu, bukan kami yang menentukan. Kami hanya menyampaikan patokannya/ prinsipnya saja, sebagaimana yang diajarkan oleh Gereja Katolik, yang dapat dibaca di artikel ini, silakan klik dan klik di sini.

      Pada akhirnya, hanya Tuhan yang mengetahui dengan persis, akan isi hati dan motivasi setiap orang. Biarlah Tuhan saja yang menilai dan menentukan tentang hal ini. Lagipula, adakalanya Tuhan mengizinkan orang Katolik berpindah gereja untuk sementara, agar akhirnya orang tersebut-pun dapat merasakan kebutuhannya/ kerinduannya untuk kembali pulang ke Gereja Katolik. Hal ini terjadi pada cukup banyak umat Katolik, yang dapat dilihat di sejumlah pesan/ surat pembaca, atau kesaksian Maria Brownell berikut ini, silakan klik. Maka memang karya Tuhan merupakan misteri bagi kita, namun kita percaya bahwa Tuhan itu Maha Adil dan Maha Kasih, dan pasti akan mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang sungguh mengasihi Dia (lih. Rom 8:28).

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  4. Herman Jay on

    Kekecewaan Sebagai Umat Yang Berujung Menyalahkan Ajaran Vatican
    Berikut ini saya sajikan diskusi dengan seorang ibu Katolik yang begitu kecewa dalam hidupnya sehingga menganggap ajaran Vatican salah besar. Mohon Tim Katolisitas menanggapi baik uneg-uneg Ibu yang bersangkutan maupun tanggapan saya agar kita bersama-sama bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh untuk melengkapi diskusi ini.
    I. Uneg – uneg Ibu :( sms 7 Januari 2014 pukul 12.49 )
    1. Dia mulai dgn menguti sms dari teman nya :”Yah itulah dari minggu ke minggu selalu ditekankan Kasih sampai mau muntah rasanya. Sayang kamu tidak seiman denganku.Aku lagi mencoba menjalankan kasih.Salah satunya mencintai musuhmu. Dan mencintai sesama seperti Allah mencintai manusia. Semoga berhasil walau teramat amat sulit”.
    2.Tres ( nama samaran ), tempo harigua cuma jawab soal lu gak seiman dengan gua. Tentu aja lu mau muntah .Gua dulu juga gitu. Berpuluh abad Vatican cuma nyuguhin orang harus mengasihi sesama tanpa ngajarin harus bagaimana kalau umat dalam kesukaran. Anak sahabat gua diceraikan isterinya. Sekarang gak mau ke gereja. Pasti dia juga mau muntah dengan kotbah misa. Gua anjurin supaya ke gereja Kristen karismatik yang tepuk tangan, supaya dia gak pindah iman seperti anak ketua lingkungan pecahan dari lingkungan gua dengan kasus sama. Vatican salah ajar , gak ada yang namanya “iman katolik”.Tuhan Yesus tidak mengajarkan agama apa pun . Manusialah yang membakukan ajaran-ajaranNYa menjadi agama.
    II Tanggapan Herman Jay kepada Ibu yang kecewa :
    1.Kristianitas atau kekristenan mencakup katolik dan protestan. Generasi muda karena kurang memahami sejarah, lantas salah kaprah menganggap katolik dan kristen berbeda. Harus dilihat esensinya dulu. Itulah sebabnya setiap natal dan paskah ada surat gemabala bersama antara KWI dan PGI .
    2.Iman katolik dan protestan pada dasarnya sama.
    3.Ajaran iman katolik adalah ajaran iman kristen. jangan dibuat saru seolah-olah ajaran katolik bukan ajaran kristen.Kalau mau tahu sejarah munculnya istilah katolik , silakan baca http://www.katolisitas.org
    4.Apakah orang menganut yang kekristenan salah kalau mengaku beragama kristen? Mau dicantumkan apa ya dalam KTP ketika yang bersangkutan harus mengisi kolom agama? Kadang-kadang ada orang yang tidak realisitis, lantas berargumen “Tuhan Yesus tidak mengajarkan agama apa pun”. Apakah ada larangan dari Yesus bahwa agama tidak boleh ada di dunia? agama adalah realitas sejarah. Apa agama harus dihapus saja? Apakah pengikut ribuan sempalan gereja Protestan tidak menyebut dirinya lagi sebagai sebagai orang yang tidak beragama kristen? Khususnya para WNI yang mengikuti salah satu ( apa saja alirannya )aliran protestan tidak lagi mencantumkan agama kristen di dalam KTP nya? Kadang2 banyak orang tidak sadar menjadi orang munafik dengan menyalahkan orang lain.
    5.Nada sms anda memberi kesan kebencian terhadap katolik.Kayaknya ada luka batin. Seorang kristen yang berwawasan luas dan arif tidak akan menulis dengan nada demikian. Memang roh jahat dengan licik menguasai orang tertentu dengan menggunakan argumen kasih.Itulah antikris di dalam kekristenan. Sering terasa teman protestan lebih membenci sesam katoliknya dibanding sesama muslim .(Padahal kita diajak mencintai siapa saja dengan agama apa pun ).Cobalah cek betapa spirit antikris bisa menguasai orang-orang yang menamakan dirinya pengikut Kristus. Memang perlu kejujuran masing-masing pihak agar bersama-sama makin mendekatkan diri kepada Bapa dengan cara mengosongkan diri. Kebanyakan kali sadar tidak sadar kita dikuasai arogansi spiritual, menganggap diri lebih hebat secara rohani dibanding lainnya.
    III. Tanggapan Ibu yang kecewa :
    1.Contoh lain, katolik menekankan pentingnya peran/partisipasi bunda Maria dalam karya keselamatan Tuhan, sampai2 ada anjuran semua permohonan harus melalui dia. Gereja Pentakosta menekankan peran Tuhan dalam pribadi Roh Kudus dalam menjalani hidup. Gereja lainnya menekankan Ysus Putera Allah, ada yang menekankan keilahian Yesus. Jadi cara mereka berdoa kepada Tuhan Yesus ( gereja kristen karismatik) bukan kepada Tuhan dalam pribadi Bapa seperti yang selalu dilakukan dalam gereja Katolik dan gereja kristen non karismatik. Perilaku dan kadar iman pengikut tiap gereja / denominasi juga bervariasi. Maka saya menganggap iman katolik hanyalah iman kepada ajaran gereja . Kan Yesus juga tidak mengajarkan bagaimana kita harus mengenang Dia dengan makan tubuh dan darahNYa. Kan yang dilakukanNYa pada perjamuan terakhir tidak sama dengan yang dipraktekkan di gereja katolik sekarang ini?
    2. Sejak 2001 saya lebih suka dan rutin ke gereja Tiberias karena di gereja katolik, tidak bisa dapat tubuh Yesus buat Mami saya. Di sana banyak yang disembuhkan dan berubah karakternya. Tetapi saya berpikir Tuhan takkan selamanya seperti itu jika gembalanya telahmeninggal, karena sang gembala orang yang mengurbankan semua propertinya di menteng dan kebayoran baru untuk biaya operasional gereja dan orang yang sangat terpaksa menjadi pendeta karena tadinya kepala rumah tangga istana dan muslim dan kemudian katolik. Kalau penggantinya tidak sejiwa/seroh dengan dia, jujur saya ragu akan banyak mukjizatseperti yang diallami jemaatnya selama ini.
    Saya bisa mendapat banyak tubuh dan darah Kristus dari gereja ini, bisa membawa pulang dalam jumlah banyak tanpa diperlakukan sengan sangat khusus sedeikian rupa seperti di gereja katolik, karena di gereja katolik hosti diimani sebagai Tubuh Yesus yang sangat disakralkan sehingga orang yang pake sonde seperti Mami saya malah tidak boleh makan Tubuh Kristus karena dianggap tidak layak.
    Padahal menurut saya, orang seperti Mami saya justru membutuhkan Tubuh Yesus, bahkan mutlak makan tubuhNYa baik bagi tubuh mau pun jiwanya , apalagi Mami terikat pada kuasa gelap sebelum dibaptis Katolik .
    3.Kontrasnya dalam PL dan PB secara eksplisit dinyatakan manusia datang langsung ke Tuhan untuk minta tolong, terserah Tuhanmau bagaimana, Tuhan akan menggerakkan hati orang yang bersangkutan untuk melalkukan apa.
    4.Ajaran Vatican : Tuhan bisa pakai siapa saja untuk menyembuhkan orang.Saya tidak setuju karena orang bisa seenaknya minta pertolongan kepada orang yang punya kemampuan lebih ( paranormal / dukun )teruma kalau mereka tidak percaya Kristus.Bila mereka percaya Krisuts pun, rohnya harus diuji seperti dikatakan Paulus. Saya lihat banyak umat katolik buka praktek penyembuhan mirip dukun dan bahkan orang katolik pergi ke orang yang punya kekuatan spiritual tetapi tidak percaya Kristus.
    Keluarga adik saya sering berkunjung ke pria katolik flores yang punya kemampuan menerawang dan dapat langsung menunjukkan jenis penyakit seseorang serat pantangan makanan yang harus diikutinya.
    Ini berbeda dengan orang gereja kristen karismatik yang mengadakan KKR. Dasar KKR alkitabiah : memuji dengan bersorak sorai ( PL) dan menyembah Tuhan dalam nama Yesus Kristus bersama-sama.Saya benar punya pengalaman kehadiran Yesus di gereja itu karena Yesus hadir di tengah 2 atau tiga orang yang berkumpul atas namaNYa.
    5.Aku mau sharing pengalaman Tante saya, yang sembuh total dari kanker hanya dengan doa. Dia usir Om saya yang sudah pensiun karena bisa cri duit lagi . Waktu sakit ada orang tua kaya dari gerejanya datang doain dia. Suatu hari ketika didoain dia merasa ada sesuatu di atas perutnya dan waktu buka mata ( dia selalu tergeletak di ranjang sehingga tidak bisa lagi menghadiri pernikahn kedua anaknya) , dia lihat ada tangan besar di perutnya, dia bertanya tangan siapa tuh. Ternyata tangan Tuhan keluarkan dari tubuhnya daging kanker, darah mati, darah segar, dan cairan, semua bau busuk luar biasa . Dia sembuh total dan sehat sempurna.
    Dia sakit dari tahun 1984 dan sembuh total tahun 1992. Gak pernah kambuh lagi sampai meninggal tahun 2001.Sejak sembuh dia ikut pelayanan di gerejanya dalam bentuk kunjungan dan doa bagi orang sakit.
    6. Jadi kasih dan kuasa Tuhan Yesus berlaku bagi siapa pun yang percaya dan bersandar kepadanya tanpa melihat gereja mana. Tuhan Yesus bukan hanya ada/hadir di gereja katolik dan bukan hanya pada waktu konsekrasi karena banyak umat katolik berpikir seperti itu.Tuhan adalah Roh, ada atau tidak ada hosti dalam mulut. Tuhan selalu ada dalam setiap hati anakNya cuma mereka gak bisa merasakannya karena dosa dan susana sekitar yang jauh dari kekudusan .
    7. Tidak ada gereja yang paling benar di mata Tuhan, apalagi gereja katolik yang punya masa lalu yang sangat kelam. Jadi gereja katolik bukanlah gereja yang paling benar.

    • Shalom Herman Jay,

      Berikut ini adalah tanggapan yang dapat saya berikan atas pertanyaan-pertanyaan yang Anda ajukan. Saya tidak akan memberikan jawaban yang mendetail, karena jawaban panjang lebar akan keberatan-keberatan yang diajukan ibu tersebut sebenarnya telah dibahas di situs ini.

      1. Tentang penekanan kasih dan ajaran: Sebenarnya tidak ada masalah untuk menekankan kasih, karena memang kasih adalah hukum yang terutama dan kasih tidak pernah berakhir. Tentu saja penekanan kasih dapat dilakukan secara tidak monoton dan bervariasi. Kasih dapat ditinjau dari beberapa aspek, seperti: pengampunan, pengorbanan, pemberian diri, pelayanan, dll.

      Yang menjadi masalah adalah ketika seseorang mempunyai pengertian kasih yang salah, yaitu Gereja harus mengerti dan membiarkan umat-Nya berbuat apa saja, termasuk yang menyimpang dari kebenaran. Kalau Gereja mengatur umat-Nya dengan peraturan-peraturan serta doktrin dan dogma, maka hal ini dianggap telah menyimpang dari kasih. Sebaliknya, Gereja mengikuti perintah Kristus berpegang bahwa kasih tidak terlepas dari kebenaran, karena Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8) dan juga adalah kebenaran (lih. Yoh 14:6), di mana kebenaran ini akan membebaskan (lih. Yoh 8:32). Kalau kita mengerti esensi ini, maka orang tidak akan melihat peraturan-peraturan yang diberikan oleh Gereja sebagai hal yang negatif, sebaliknya justru melihat bahwa peraturan-peraturan, doktrin dan dogma adalah bertujuan baik, yaitu untuk melindungi umat beriman agar dapat hidup dalam kasih dan kebenaran.

      Dalam konteks pembicaraan ibu tersebut, menurut saya tidak perlu ditanggapi dengan pendekatan doktrinal yang mendalam. Yang dikeluhkan ibu tersebut adalah ketika dia sedang dalam kesukaran, Gereja Katolik – dalam hal ini adalah dalam konteks pastor dan anggota paroki termasuk para aktivisnya – kurang memperhatikan ibu tersebut. Jadi, pada akhirnya yang dikeluhkan ibu tersebut adalah kurangnya dukungan dari komunitas Katolik ketika dia menghadapi masalah. Ada cukup banyak kondisi seperti ini yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu, menjadi tantangan bagi umat di tingkat paroki untuk dapat mengaktifkan umat basis sehingga dapat lebih memperhatikan anggotanya secara aktif. Perlu disadari bahwa tingkat spiritualitas dan pengetahuan seseorang akan imannya memang bervariasi. Bagi yang masih di kulit, memang mungkin mereka memerlukan komunitas untuk mendukung mereka pada awalnya. Lama-kelamaan, mereka dapat melihat bahwa esensi iman bukan tergantung dari hangatnya komunitas, namun mengarah kepada kebenaran. Namun, semuanya ini juga menjadi tantangan bagi Gereja Katolik – termasuk kita semua – agar dapat menciptakan komunitas yang hangat dan penuh dengan suasana kasih. Semoga, jangan sampai orang pindah Gereja hanya karena alasan komunitas yang kurang memperhatikan.

      2. Tentang kekecewaan yang menjadi ketidakpuasan akan ajaran: Orang yang mengalami kekecewaan, yang dibarengi dengan ketidaktahuan orang tersebut tentang ajaran Gereja Katolik, kemudian berkembang dengan menyalahkan ajaran Gereja Katolik – yang sebenarnya dia sendiri tidak terlalu tahu. Dan seringkali penjelasan-penjelasan yang baik tentang iman Katolik seakan-akan sungguh sulit diterima oleh orang tersebut. Dan kalau dilayani dengan diskusi yang panjang lebar, biasanya mereka akan menghindari diskusi dan berkeras dengan apa yang mereka percayai.

      Kemudian, mereka akan membuat justifikasi bahwa gereja baru yang dia masuki adalah gereja yang baik, yang memperhatikan dan sesuai dengan kondisinya. Lama-kelamaan mereka akan menyerang Gereja Katolik. Secara psikologis sebenarnya hal ini adalah perilaku yang wajar, karena kalau mereka pindah, maka mereka harus punya alasan yang sungguh baik dan masuk akal. Alasan seseorang berpindah ke gereja lain karena komunitas yang hangat disadari tidaklah terlalu kuat. Oleh karena itu, secara tidak sadar atau penuh kesadaran, mereka mencoba untuk mencari alasan secara dogmatik, yang menyatakan bahwa Gereja Katolik adalah sesat. Dan dari pengalaman mengelola situs katolisitas, orang-orang yang berkomentar keras dan cenderung kasar adalah justru orang-orang yang tadinya Katolik dan telah berpindah ke gereja non-Katolik. Tentu saja kita tidak menutup mata akan orang-orang yang sungguh-sungguh mencari kebenaran ketika dia keluar dari Gereja Katolik. Menurut hemat saya, orang-orang yang berniat tulus untuk terus mencari kebenaran dan terus melakukan dialog yang baik pada suatu saat akan kembali ke pangkuan Gereja Katolik. 

      Jadi, saran saya, kalau Anda ingin berdiskusi dengan ibu tersebut, hadapilah dengan semangat kasih dan terus meminta kebijaksanaan dari Allah, sehingga Anda dapat berdiskusi dengan baik. Kemudian, kalau ibu tersebut sungguh-sungguh ingin berdiskusi tentang ajaran Gereja Katolik, maka mintalah dia untuk berfokus pada satu topik. Kalau di tengah jalan dia menghindar, maka tidak perlu mendesak, namun bawalah dalam doa. Yakinlah bahwa Roh Kudus sendiri akan berkarya di luar pemikiran kita. Kita mungkin hanya menabur atau menyiram, dan biarlah dalam suasana dan kondisi yang berbeda, orang lain dapat menabur hasilnya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  5. Shalom, bapak ibu tim katolisitas
    Terimakasih atas topiknya sangat menguatkan saya dalam pendalaman iman saya. Saya juga sama seperti saudara Aldy
    Cuma saya terbalik saya seorang protestan karna mengikuti ayah saya sedangkan ibu saya seorang katolik. Nah, waktu saya berumur 16 tahun saya naik sidi. Sebelum itu saya hanya tau sekedar saja tentang kekatolikkan dr nenek dr pihak ibu saya yg sesekali membawa ikut misa. yaa saya mau karna saya hanya ingin tau pada saat itu . Setelah saya sidi kira kira beberapa minggu setelah itu saya diajak nenek dan ibu saya ke misa malam paskah disinilah rasa penasaran saya dengan ke katolikan semakin menjadi jadi untuk menjawab rasa penasaran saya semenjak saat itu saya mulai tertarik dan terus mempelajari iman katolik termasuk saya juga membaca sedikit tentamg tuduh2an saudara saudara kita yg diluar iman katolik.Setelah itu keinginan saya untuk hidup dalam gereja dan dalam bimbingan iman katolik menjadi sebuah keinginan dan kerinduan saya dan saya mulai ikut misa tiap minggu.walau kadang saya mengalami hal yang dinamakan tegar tengkuk mungkin ya ? Kadang jatuh dan bimbang dan bangun lagi. Saya juga tetap aktif di komsel protestan dan ikut misa. Namun, saya masih terkendala oleh izin dr ayah saya untuk itu saya mohon doa dan nasihat dr saudara saudara sekalian. Saya ingin berbagi bahwa kita sama-sama pengikut Yesus marilah saling mengasihi bukan saling mencari kesalahan.semoga suatu saat nanti kita bisa menjadi satu lagi sebagaimana yang Tuhan Yesus inginkan di Lukas 17:1-25

    • Shalom JNS,

      Sungguh pertumbuhan rohani dan pendalaman iman, itu merupakan suatu perjalanan. Syukurlah, jika Anda memulainya, dan Anda telah mengikuti tuntutan hati nurani Anda untuk lebih mengenal ajaran iman Katolik. Semoga apa yang telah Tuhan mulai dalam diri Anda, akan terus berlangsung hingga kepenuhannya sesuai dengan kehendak-Nya.

      Apa yang kami tuliskan di Katolisitas, adalah apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik sejak awal mula. Maka dari pihak kami tidak ada maksud menyalahkan apa lagi memojokkan orang lain, namun kami hanya menyampaikan saja, secara terus terang, apa sebenarnya yang diajarkan oleh Gereja Katolik, yang bersumber dari Kitab Suci dan Tradisi Suci para Rasul. Adalah hak dan keputusan pribadi para pembaca, bagaimana menanggapinya, sesuai tuntunan hati nuraninya sendiri. Namun kami percaya bahwa kebenaran itu akan menarik orang dengan sendirinya, dan kami percaya bahwa kepenuhan kebenaran itu ada di Gereja Katolik; sehingga jika seseorang dengan tulus mencari kebenaran itu, ia dapat sampai kepada Gereja Katolik

      Ya, mari berdoa untuk persatuan umat Kristen, sebagaimana dikehendaki Tuhan Yesus dalam Yoh 17: 1-26. Persatuan ini memang mensyaratkan kasih dan kerendahan hati, serta keterbukaan untuk melihat dan menerima kepenuhan kebenaran yang diajarkan oleh Kristus, sebagaimana telah disampaikan-Nya kepada para Rasul dan para penerus mereka.

      Teriring doa dari kami di Katolisitas.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  6. Yohanis One on

    Kepada saudara
    RD yohanis Dwi Harsanto
    Pertanyaan Mengapa berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain?
    Sebenarnya Jawaban ada Pada Gereja Katholik sendiri introspeksi apa yang mendasari orang Pindah gereja.
    Kalau saudara tidak terima itu namanya arogan bahwa proses orang untuk mempercayai Tuhan melalui IMAN itu hak pribadi dan hasil pembenaran adalah Tuhan ALLAH sendiri.
    Tolong saudara Pahami dulu supaya jangan ada yang menghujat Umat Non katholik terutama tentang ROH KUDUS seperti Komentar di atas sdr.Edwin ingat DOSA LAIN bisa di ampuni tetapi menghujat Roh Kudus tidak akan di ampuni namun Dosa kekal.
    saudara mulai hari ini saat anda membaca capat bertobat dan untuk tidak mempermasalahkan golongan kristen lainnya…Itu semua harus terjadi supaya genap Firman ALLAH sekarang yang terpenting Buat gereja Katholik bagaimana Iman bertumbuh dan berkemabang itu saja.
    kristen dasar Imannya percaya kepada ALLAH Dan AnakNya Yesus kristus dan Roh kudus selain itu berarti antikristus.
    Tolong Lihat firman ALLAH 1 korintus 12 :12-31 ( TUBUH KRISTUS ) disini udah jelas tentang Kita gereja2 anggota Tubuh masing2 dengan bagiannya jadi dalam hal ini tidak ada yg merasa Paling hebat.. karena kepala gerejanya adalah Bapa YESUS sendiri supaya genap Ijil Matius 8 : 20
    Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan KEPALA-Nya.” JADI KEPALA GEREJA ADALAH YESUS KITA ADALAH ANGGOTANNYA MULAI HARI INI BERHENTI MEMBEDA-BEDAKAN YANG LAIN ITU TIDAK PENTING YANG TERPRNTING ITU MENGHASILKAN BUAH KERAJAAN ALLAH YAITU PERTOBATAN….BAGAIMANA YESUS MAU DATANG KE DUNIA INI KALAU ANGGOTA TUBUHNYA BELUM BERSATU DALAM IMAN DAN SATU DALAM ROH ALLAH YANG KUDUS.,

    Salam kasih semoga di berkati
    saudara Ku.

    • Shalom Yohanis One,

      Sebenarnya kalau Anda melihat dan membaca begitu banyak komentar di situs ini, maka ada begitu banyak umat Kristen non-Katolik yang sering mempertanyakan tentang iman Katolik. Namun, semua ini kami pandang sebagai proses pencarian kebenaran yang tulus. Di satu sisi, kami juga mempunyai hak untuk mencoba menjawab sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Tentang Tubuh Kristus, maka sesungguhnya ada baiknya, kalau Anda dapat membaca terlebih dahulu artikel ini – silakan klik. Jadi, marilah mulai juga mencari apakah Kristus sungguh-sungguh telah mendirikan Gereja, sehingga kita juga dapat masuk di dalam-Nya. Catatan tambahan, tentang dosa menghujat Roh Kudus artinya adalah seperti yang diuraikan ini – silakan klik.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

    • Syalom Menurut saya sama saja khatolik dengan kristen sama sama memuji Tuhan,, tapi menurut saya bahwa apa yang dilakukan Khatolik benar,, pertanyaanya siapa dulu yang kita sembah di patung itu?? Kita tidak menyembah Allah lain!! Sperti kita Menonton kejadian Tuhan yesus di Film,,lalu kita menangis!! Kita menangisihi apa?? Bintang Filmnya atau Kejadianya!! Saya lihat Umat Protestan selalu mengambil adat yang ada di Khatolik seperti perjamuan DLL. Seharusnya kalau kita punya kesaksian jangan merugikan Pihak lain!! Yang saya lihat ada ikatan untuk menjatuhkan Umat khatolik!! Yang Pindah dari khatolik dan protestan Mereka adalah Manusia yang kurang iman dan kepercayaan bisa di bilang bimbang dalam mengambil keputusan padahal sama saja memuji Tuhan.

      [Dari Katolisitas: Mari, janganlah membalas pernyataan keras dengan pernyataan yang sama kerasnya. Dan juga bukan bagian kita untuk menyatakan seseorang kurang iman atau tidak, sebab sepertinya hal ini hanya Tuhan yang mengetahuinya dengan pasti. Bagian kita adalah memberi pertanggungjawaban akan iman kita dengan lemah lembut dan hormat (1Pet3:15), namun hal selanjutnya, marilah kita serahkan kepada penyelenggaraan ilahi.]

  7. Mengapa berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain?

    syalom saudaraKu mohon ijinkan saya untuk menyampaikan pandangan Tanpa ada maksud menghilanhkan makana kristen sesungguhnya :

    Berpindah gereja itu memang kurang baik coba lihat Tanaman bunga di rumahMu tiap minggu di pindahkan dari 1 pot ke Pot yg lainnya pasti tidak akan tubuh baik akarnya tidak kuat begitupun Iman dan kapan mau berbunga apalagi berbuah….sebaliknya kalau di Pot itu tidak lagi air yng dan makanan yg cukup tanaman itu akan di Pindahkan ke Tempat yang banyak air sehingga tanaman itu dapat berakar dan betumbuh dan menghasilkan bunga dan Buah…

    Katholik dan Non Katholik itu jgn jadi batu sandungan Mu SaudaraKu
    Tolong Lihat pada Injil :
    1. 1 Korintus 12 :12-31( TUBUH KRISTUS )
    2. Matius 8 :20 (Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan KEPALA-Nya.”

    masih banyak alkitab telah bernubuat tetang Pengikut Kristus tetapi dasar dari dua injil di atas dulu Pertama kristen sampai ada banyak denominasi gereja jangan saudara kaget dan tidak terima itu harus terjadi supaya genap Firman dalam kitab suci pertama kami semua tahu bahwa KATHOLIK itu yg pertama berkembang di ROMA mengapa Tuhan Memilih Roma krn saat itu kerjaan roma yg berkuasa di separuh bumi ini

    [dari katolisitas: Pertanyaan yang lebih esensial adalah apakah Kristus sungguh-sungguh satu atau banyak Gereja, dan dimana Gereja tersebut? Kalau Kristus sungguh mendirikan Gereja dan kita tidak mau masuk di dalam Gereja yang didirikan oleh Kristus, maka kita telah menyalahi perintah Kristus. Persatuan umat beriman adalah doa Kristus sebelum Dia menderita sengsara, seperti yang dapat kita baca di Yoh 17]

    • Shalom Yohanis,

      1. Banyak denominasi untuk menggenapi 1 Kor 12 dan Mat 8:20?

      Kita memang dapat membuat banyak perumpamaan ataupun analogi sehubungan dengan Gereja sebagai Tubuh Kristus, namun hal yang tidak dapat dipungkiri adalah bahwa idealnya, setiap anggota tubuh itu mempunyai hanya satu komando dari satu Kepala. Namun kenyataannya, yang ada sekarang ini adalah terdapat banyak anggota (jika diumpamakan sebagai banyak denominasi), namun dengan komando sendiri-sendiri, walaupun mengakui Kristus sebagai Kepalanya. Komando sendiri-sendiri ini nyata dalam perbedaan pandangan/ ajaran antara denominasi yang satu dengan denominasi yang lain, misalnya ajaran tentang Baptisan, tentang sakramen-sakramen, tentang kepemimpinan dalam Gereja, tentang tatacara perayaan iman, dst.

      Tentu kenyataan ini tidak menggambarkan kesatuan tubuh sebagaimana dikehendaki oleh Kristus. Sebab Kristus sendiri menghendaki kesatuan antara semua pengikut-Nya, sebagaimana diucapkannya dalam doa-Nya kepada Allah Bapa sesaat sebelum sengsara-Nya (lih. Yoh 17:20-21).

      Dengan demikian, perikop 1 Kor 12:12-31 tidak dapat dijadikan dasar untuk pembenaran adanya berbagai macam denominasi dengan ajaran-ajaran yang berbeda, sebagaimana pada tubuh yang normal, anggota-anggota berfungsi karena diperintahkan oleh komando dari satu otak yang sama.

      Sedangkan ayat Mat 8:20 juga tidak dapat dijadikan dasar bahwa Yesus menyetujui banyaknya denominasi, karena Yesus berkata bahwa Ia “tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya”. Untuk memahami makna suatu ungkapan dalam Injil, kita harus memperhatikan konteksnya. Di sana Yesus tidak sedang membicarakan tentang denominasi gereja, namun Ia sedang menanggapi seorang ahli Taurat yang ingin mengikuti Dia. St. Agustinus menjelaskan tentang makna ayat tersebut: bahwa Yesus menolak ahli Taurat ini, sebab Yesus mengetahui motivasi hatinya untuk mengikuti Yesus, yaitu menghendaki kemuliaan dan kekayaan, berharap agar dapat menjadi besar dalam kerajaan-Nya, daripada untuk bertumbuh dalam kesempurnaan kebajikan. Oleh karena itu, Kristus menjawab-Nya: “Kamu tidak dapat mengharapkan kekayaan daripada-Ku; sebab Aku lebih miskin daripada binatang-binatang di padang belantara atau burung-burung di udara; sebab mereka mempunyai tempat untuk beristirahat [tempat untuk meletakkan kepala mereka], sedangkan Aku tidak memilikinya.”

      Demikianlah dalam mengartikan suatu ayat dalam Kitab Suci, pertama-tama kita harus melihat ayat-ayat sebelum dan sesudahnya, untuk memahami apakah topik yang sedang dibicarakan, sehingga kita tidak memaksakan suatu topik lain, yang tidak berhubungan dengan apa yang sedang dibicarakan di ayat tersebut.

      2. Gereja Katolik berpusat di Roma?

      Namun Anda benar, bahwa Gereja Katolik berpusat di Roma, sebab sejak awalnya para Rasul berusaha mengikuti kehendak Yesus untuk mewartakan Injil ke seluruh ujung bumi (lih. Kis 1:8). Atas perintah Kristus inilah, maka Rasul Petrus sebagai pemimpin para Rasul (dan juga Paulus) pergi ke Roma yang menjadi pusat dunia pada saat itu, untuk mendirikan Gereja (jemaat) di sana untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia.

      Demikianlah tanggapan saya, semoga berguna.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  8. Puji Syukur kehadirat Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus

    Proficiat kepada pak Stef, bu Inggrid dan seluruh tim Katolisitas yang sangat luar biasa dalam menjelaskan dasar2 Iman Katolik, saya sungguh sangat dikuatkan dalam Iman Katolik berkat penjelasan2 yang dalam disajikan di Katolisitas.org ini, inilah website yang telah lama saya idam2kan terkait pencarian dasar2 atas Iman Katolik. Dengan hanya berbekal mengikuti Misa Ekaristi tiap minggu di Gereja Katolik dan pengajaran sebelum dibaptis (kurang lebih 6 bulan waktu masih SMP) maka banyak hal yg belum saya mengerti tentang Iman Katolik ini, meskipun tidak pernah terbesit sedikit pun untuk pindah ke Gereja lain.

    saya bersyukur sekali mengenal situs ini lebih jauh, walaupun keberadaan situs ini sdh sejak 2008,sekali lagi saya sangat berterima kasih dan bangga atas usaha dan jerih payah pak Stef, bu Inggrid dan seluruh tim Katolisitas.
    lanjutkan karya2 kerasulan kalian tanpa kenal lelah, Tuhan Yesus memberkati.

    salam damai dalam Kristus,
    HenryPras

    [Dari Katolisitas: Terima kasih atas dukungan Anda, dan kami mohon doa untuk kelangsungan karya kerasulan ini. Semoga Tuhan juga memberkati Anda sekeluarga.]

  9. budiaryotejo on

    Dear Herman Jay,
    Setuju nih ama Herman Jay.
    Kapan pa Stef n bu Inggrid terbitkan bukunya.
    Ayooo kontribusi tuk terbitken tu buku.

    [Dari Katolisitas: Mohon doanya saja ya. Memang tidak mudah, terutama dengan semakin banyaknya kegiatan yang menyita tenaga dan waktu kami juga, sehubungan dengan karya kerasulan ini.]

  10. suarayangbergemuruh on

    bagi saya ajaran Gereja Katholik adalah sungguh benar dan sesuai alkitab. Hal ini membuat saya setuju dengan pandangan bahwa di luar gereja tidak ada keselamatan, karena tidak ada celah sedikitpun yang tidak dapat dijawab dengan tepat oleh ajaran-ajaran gereja Katholik. Namun sayang saat ini terjadi kemunduran di dalam gereja katholik. umat-umatnya tidak lagi mengamalkan cinta kasih namun berpegang pada tradisi dan doktrin-doktrin yang sebenarnya hanya sedikit saja dari mereka yang bisa mempertanggungjawabkannya.kenapa hal ini terjadi? saya menjawabnya dengan contoh mengenai masalah saya. saya bertanya kepada banyak sekali imam mengenai masalah pribadi saya dan tidak ada yang benar-benar peduli. jawabannya hampir sama “berdoalah, bacalah alkitab, ikut misa, mengaku dosa, perbanyak karya amal sosial’ tentu saja itu baik bagi orang yang sudah disentuh atau telah mengalami kasih Tuhan yang nyata. tapi bagi yang belum mengalaminya?yang masih ragu2 seperti saya ini, apakah jawaban2 seperti di atas bisa membantu saya dalam pertumbuhan iman saya? TIDAK. jika pertumbuhan iman diukur dengan seberapa jauh perbedaan diri saya yang dulu dengan sekarang atau seberapa be’rahmat’kah hidup saya saat ini karena mengikuti anjuran di atas, maka saya yakin sekali hal-hal di atas telah tanpa saya sadari menyelamatkan jiwa saya. namun jika itu diukur dengan seberapa besarkah sukacita dalam hati saya atau seberapa taatkah saya pada apa yang saya yakini sebgai pegangan hidup (agama katolik), maksudnya saya sebagai manusia yang masih dalam proses bertumbuh atau seberapa jauhkah saya merasa diterima dan diperhatikan dalam gereja katolik, maka hal itu jauh sekali bagi saya. gereja katolik bagi saya terkesan terlalu memandang manusia yang telah menerima sakramen (krisma contohnya) sebagai pribadi yang seharusnya telah dapat bertumbuh sendiri dan dapat membimbing dirinya sendiri. sebaik dan sebagus apapun ajaran gereja, tapi kalo itu hanya dipandang sebagai aturan yang sudah ada dan sumber kebenaran satu-satunya, saya pikir kita justru mengesampingkan manusia itu sebagai subjek utama karya penyelamatan Tuhan. lihatlah saat ini:sakramen pengakuan terasa sangat membosankan dan tidak mengena. komentar dan penitensi dari imam benar-benar seperti sebuah hafalan. beda sekali dengan yang kita baca mengenai pastor dari Ars yang tidak terlalu mengerti mengenai doktrin atau ajaran-ajaran gereja namun memiliki kasih dan kekudusan yang sungguh sempurna. gereja katholik membanggakan orang-orang kudus yang mereka miliki dari berabad-abad lalu. lihatlah saat ini,,apakah ada orang kudus lagi dalam gereja katholik?tidak ada!otoritas gereja katholik terlalu sibuk dengan dirinya sendiri, mengurus aturan-aturan manusia dan malah melupakan manusia. yang perlu dibersihkan adalah bagian dalamnya maka bagian luarnya akan bersih dengan sendirinya. jadi jangan hanya tahu membicarakan soal doktrin-doktrin gereja saja. doktrin-doktrin dan ajaran-ajaran itu muncul melalui kontemplasi dan penghayatan akan kekudusan yang mendalam, sebaliknya. sekarang kita berbangga dengan ajaran-ajaran yang kita hafal dan kita pegang teguh sebagai hasil dan kekayaan Gereja, namun kita lupa bahwa itu semua muncul dari permenungan dan pergaulan yang akrab dengan Tuhan (tentu semua setuju). jadi daripada membicarakan aturan-aturan dan doktrin-doktrin atau sejarah-sejarah, marilah kita kembali kepada panggilan untuk membersihkan dari dalam diri gereja itu sendiri- dari manusia, dari umat Allah yang rindu untuk didengarkan bukan diceramahi dengan doktrin atau ajaran-ajaran. jika umat sudah merasa didengarkan dan dikasihi oleh sesamanya dan terutama oleh gembalanya, maka doktrin apapun pasti akan dapat diterima dengan baik dan penuh ketaatan. itu yang sekarang muncul dan menyala-nyala di dalam agama protestan – manusia sebagai pribadi yang patut didengarkan dan dikasihi. orang hanya bisa merasakan Tuhan hanya jika dia telah merasa dikasihi dan diterima oleh sesamanya dan dengan demikian berdamai dengan dirinya sendiri. silahkan baca semua riwayat hidup santo-santa yang dimiliki gereja, semuanya diawali dengan keluarga yang baik dan penuh kasih, atau komunitas yang mendukung. jika itu semua terpenuhi, goncangan sehebat apapun tidak akan menggoyangkan kepercayaan mereka pada Tuhan.itu yang saya pikir hilang dari gereja katholik sebagai jemaat Allah saat ini. jadi mari kita saling menguatkan dengan cara yang penuh persaudaraan bukan dengan kata-kata saja. kasih itu hasil atau buah permenungan dan hubungan yang mendalam dengan Tuhan, bukan hasil pembelajaran. jangan memasukkan semuanya ke dalam akal budi karena dari dulu hanya ada tiga: iman,harap dan kasih. masalahnya kita terlalu sibuk membela diri sehingga lupa menyerang balik.kembalilah para imam pada semangat awalmu,kembalilah..umatmu membutuhkan kasih yang nyata..dengarkanlah kami,suara kami adalah suara Tuhan..

    • Shalom Suara,

      Terima kasih atas tanggapannya. Sebenarnya kalau kita sungguh-sungguh mengerti ajaran Gereja Katolik tentang keselamatan, maka kita tidak dapat memisahkan antara iman yang berdasarkan ajaran yang benar dengan cinta kasih. Bahkan Lumen Gentium (LG 14) justru menegaskan bahwa umat Katolik yang telah ada di dalam Gereja Kristus namun tidak bertumbuh dalam kasih juga tidak dapat diselamatkan.

      Saya tidak mengerti permasalahan yang Anda hadapi dan tentang bagaimana pastor kurang dapat membantu Anda dalam menghadapi permasalahan Anda. Bahwa ada anggota Gereja – klerus dan awam – yang kurang mempraktekkan hukum kasih tentu saja menjadi satu tantangan tersendiri bagi Gereja. Namun, kita juga tidak dapat menutup mata ada begitu banyak kaum klerus dan awam yang sungguh-sungguh mengasihi Kristus. Ada banyak kaum klerus yang kami tahu sungguh-sungguh melayani umatnya, bahkan ketika ditugaskan di tempat-tempat terpencil. Silakan melihat beberapa pelayanan yang dilakukan oleh beberapa pastor ini – silakan klik dan klik ini dan klik ini.

      Jadi, mari, dalam kapasitas kita masing-masing, kita turut serta membangun Gereja. Biarlah kaum klerus melaksanakan bagiannya dan sebaliknya, kita yang tergabung dalam kaum awam juga melaksanakan bagian kita, yaitu menjadi garam dan terang di dalam komunitas dan masyarakat tempat kita hidup.

      Saya ingin mencoba untuk menekankan bahwa dogma dan ajaran Gereja Katolik bukanlah hambatan untuk berjuang dalam kekudusan, bahkan sebaliknya, dengan semakin mengerti dogma, maka seseorang dipacu dalam kekudusan. Dogma sesungguhnya bersumber pada kebenaran ilahi, yang bisa kita telusuri dari wahyu Allah sendiri. Jadi dogma bukanlah karangan manusia, namun mengungkapkan wahyu Allah secara lebih jelas. Mari, kita bersama-sama membangun Gereja, yang terdiri dari orang-orang kudus dan juga pendosa. Biarlah kita yang berdosa ini, juga memperbaiki diri dan membangun Gereja dari dalam berkat rahmat Allah yang dicurahkan kepada kita.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • suarayangbergemuruh on

        trima kasih bnyak pak atas tanggapannya..saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya karena tulsan di atas saya tulis pada saat kondisi saya sedang kacau dan kecewa berat terhadap beberapa gembala…maafkan kata-kata saya yang mungkin menyinggung atau tidak teratur itu,saya ingin menghapus komentar di atas tapi tidak tahu caranya..sekarang saya sadar masalhnya adalah saya yang terlalu merasa diri benar dan terbawa emosi…mohon maaf…
        saya punya pertanyaan sedikit kalo skiranya bisa ditanggapi, bagaimana ajaran gereja dan dokumen-dokumen gereja setelah konsili vatikan ke 2 yang memuat hal-hal seputar pengusiran setan?bagaimana cara uskup mengeluarkan keputusan agar bisa diadakan eksorsisme meriah/agung?terima kasih…maaf kalau pertanyaannya di luar konteks…

        [Dari Katolisitas: Silakan membaca terlebih dahulu tanggapan kami tentang Eksorsisme di sini, silakan klik. Eksorsisme besar (yang merupakan pengusiran setan terhadap orang yang kerasukan) dilakukan atas keputusan Bapa Uskup, caranya ialah dengan ia menunjuk imam yang diberinya kuasa untuk melakukan eksorsisme tersebut (atau ia sebagai Uskup juga dapat melakukan hal tersebut).]

  11. shallom,
    Menjadi Katolik beda banget dg Protestan, itu setelah saya membaca lebih jauh karangan dari tokoh2 Gereja Katolik. terutama dalam kehidupan Bapa-bapa Gereja awal n para para santo n santa. walau semasih kuliah dulu sering ikut kegiatan di grj Protestan, KKR, tp kecintaan pada Ekaristi Kudus lebih memikat, menjadi sumber kekuatan n kesembuhan. saudara hampir semua berpindah ke Protestan dg alasan yang tidak berbeda dari yg lain. suami mmg Protestan n menginginkan saya n anak2 ikut Protestan, tetapi saya tetap setia pada Yesus dalam Gereja Katolik n semakin cinta kr saya mulai bertumbuh dalam iman Katolik sembari selalu membaca dr sumber2 Katolik yang benar.

  12. Salam semuanya…
    Nama saya Aldi. Umur saya 14 tahun.

    Saya adalah seorang katolik sejak kecil. Saya sudah dibabtis dan menrima komuni.

    Saat ini saya dalam kebimbangan antara memilih agama katolik dan agama protestan. Saya sudah meyampaikan keinginan saya kepada orang tua.

    Menurut pandangan saya, ibadah agama kristen protestan lebih mempunyai makna daripada agama katolik. Meskipun saya belum pernah terlibat langsung dalam ibadah agama kristen protestan, tetapi saya pernah melihatnya di situs Youtube. Mereka tidak terlalu mempedulikan tata cara yang benar, yang jelas mereka dapat memuji dan memuliakan Tuhan. Hati saya selalu tergugah ketika melihat mereka melaksanakan ibadah.

    Menurut pendapat Ibu Bapak semua, apa yang harus saya lakukan? Tetap di agama katolik atau di agama kristen protestan? Karena saya melihat agama bukan dari tata caranya tetapi dari bagaimana mereka memuliakan Tuhan. Saya sendiri merasa lebih cocok ketika berada di agama kristen protestan. Mohon bantuannya.

    • Salam, Aldi

      Syukur pada Allah, Aldi tergerak untuk mencari penghayatan lebih dalam mencintai Kristus. Saya yakin, Aldi bingung antara Kristen Protestan dengan Katolik karena Aldi ingin mencintai Kristus lebih dalam lagi. Ijinkan saya share sedikit mengenai kisah hidup saya, yang mungkin kurang lebih pernah menghadapi apa yang Aldi hadapi.
      Jujur, saya juga pernah bingung antara memilih Protestan atau Katolik. Ketika Yesus pertama kali memanggil saya untuk mengikutiNya, Dia belum memberikan petunjuk ke Gereja mana Ia mau saya ikut. Syukur atas rencana Allah, panggilan Yesus padaku juga berbarengan dengan ketika ibu saya merasa dipanggil Yesus juga untuk mengikutiNya. Padahal, kita sedang berada di benua yang berbeda. Setelah berdiskusi, kedua orang tua saya memilih ikut Protestan (Pentakostal lebih tepatnya) karena keluarga kita memang berteman dekat dengan sepasang suami istri pendeta. Saya masih mencari, sehingga saya tidak segera memutuskan.

      Saya juga bingung. Dalam kasus saya, saya menikmati suasana hening dalam Misa walaupun tidak paham, namun tidak percaya pada Gereja Katolik. Bagi saya dulu, Gereja Katolik diselubungi misteri dan intrik. Taat pada Paus dan hierarki merupakan hal yang aneh bagi saya. Bagi saya dulu, Gereja Katolik seolah penuh dengan konspirasi. Sebaliknya, saya lebih terkesan melihat cara hidup orang Protestan terlihat lebih taat. Mereka terlihat lebih tulus dan mengimani Kitab Suci. Tapi, saya kurang suka dengan cara ibadah yang terlalu gaduh. Akhirnya, saya memutuskan untuk melakukan pencarian. Saya berkomitmen pada Yesus untuk mencari kebenaran dan ajaranNya, mencari Gereja mana yang Ia sendiri dirikan. Saat itu, aku berkomitmen : Seandainya Tuhan menunjukkan bahwa kebenaran berada di tempat yang aku tidak suka, aku tetap akan kesana. Entah itu Katolik atau Protestan, karena di mataku keduanya memiliki kekurangan.

      Saya mencari di kedua pihak. Pagi saya misa di paroki, lalu siangnya saya mengantar orang tua ke gereja mereka sekaligus mengikuti ibadah disana. Bahkan, saya sempat diizinkan membantu melayani sebagai singer. Saya menggali sebisa saya berbagai buku mengenai ajaran dan kesaksian dari kedua gereja, baik Katolik maupun berbagai jenis denominasi Protestan. Namun, Tuhan menunjukkan bahwa memang Gereja Katolik memang adalah Gereja yang Ia dirikan sendiri dan tetap teguh menjaga ajaran Kristus supaya tidak berubah. Akhirnya, saya memilih Gereja Katolik.
      Setelah memilih Gereja Katolik pun, saya masih harus berjuang untuk mempelajari dan menerima semua ajaran Gereja, karena saya tidak mau setengah-setengah. Yesus menunjukkan ini Gereja yang Ia dirikan, sehingga semua yang diajarkan di dalamnya adalah keinginanNya. Salah satu yang tersulit adalah menghayati Misa dan ketaatan pada Paus. Suasana Misa yang tenang memang menyenangkan, tapi Misa bukan hanya sekedar suasana tenang. Saya perlu menghayati Misa. Setelah membuka hati dan mencoba belajar apa makna Misa, Yesus menyingkapkan keindahan Misa dan kedalaman maknanya. Ternyata, Misa jauh lebih indah dan sarat makna dibanding ibadah-ibadah meriah yang dahulu saya ikuti di gereja orang tua saya. Misa juga lebih indah dibandingkan komunitas persekutuan doa karismatik Katolik yang juga saya ikuti. Mungkin saya dulu belum menghayati karena saya tidak mau tahu apa makna yang terkandung dalam Misa. Yang terlihat meriah belum tentu penuh iman, yang penuh iman belum tentu terlihat meriah.

      Syukur pada Allah, Tuhan membimbing aku. Satu hal yang aku baru sadari sekarang adalah, Tuhan ternyata menuntun komitmenku saat itu agar lebih mendahulukan yang Tuhan inginkan daripada yang aku inginkan. Yang lebih utama bagi saya bukanlah apakah saya tergugah atau menikmati ibadah-ibadah tertentu, tapi dengan cara apa Yesus ingin saya menyembahNya. Toh, penghayatan juga bukan bergantung dari lagu yang meriah atau musik yang menggelegar, tapi hati yang terbuka untukNya. Terutama, Ia hadir dalam Ekaristi, sesuai dengan cara yang Ia kehendaki sendiri.
      Pada akhirnya, kedalaman makna ajaran tidak hanya terlihat dari cara ibadah. Misa sendiri penuh makna dan penghayatan. Coba kita melihat cara hidup orang yang menghayati ajaran Katolik. Coba kita lihat kehidupan orang-orang kudus di abad-abad terakhir ini : St. Pio, Beato Yohannes Paulus II, dan Beata Teresa dari Kalkuta. Penghayatan iman dan cinta mereka begitu luar biasa dan dalam. Semua karya mereka juga mendapat kekuatan dari Misa kudus. Bahkan, Beata Teresa pernah mengatakan bahwa Ekaristi adalah sumber hidup beliau. Bila daerah yang beliau layani tidak ada Misa, beliau tidak akan mampu hidup. Yesus adalah sumber hidupnya.

      Pilihan bebas memang berada di tangan Aldi. Tapi, saya sarankan, Aldi pastikan bahwa Aldi lebih mendahulukan apa yang Yesus mau dibanding apa yang Aldi mau. Hati yang tergugah atau menghayati bukan bergantung dari model ibadah atau musik, namun pada hati kita sendiri. Aldi dapat memulai dengan membaca beberapa buku, seperti Rome Sweet Home karya Dr. Scott Hahn. Ini buku kesaksian, jadi cerita ringan mengenai bagaimana pergumulan Dr. Scott Hahn, seorang ahli Kitab Suci Protestan, menemukan keindahan Misa dan iman Katolik sehingga memutuskan menjadi Katolik. Aldi juga bisa membaca buku para kudus di abad modern, yang hidup dekat dengan zaman kita. Selain itu, ada banyak artikel dalam Katolisitas yang membantu Aldi mengerti arti iman Katolik. Semoga Yesus membawa hati Aldi melekat pada Hati KudusNya yang mencurahkan Air dan Darah bagi kita. Semoga Bunda Maria membawa kita untuk semakin mengenal Yesus, Putranya yang ia rawat sedari lahir hingga disalib dan bangkit.

      Pacem,
      Ioannes

      • Salam Damai dalam Kristus.
        Terimakasih atas pengalaman hidupnya Kak Ioannes Wirawan.

        Akhir akhir ini sendiri saya selalu sibuk untuk mengatahui perbedaan agama Kristen Protestan dan Katolik sendiri. Setiap hari saya berdoa kepada Tuhan Yesus untuk meminta kepastian dimana Ia akan menempatkan saya dalam agama nantinya. Tidak lupa saya juga meminta Tuhan Yeus untuk mengirimkan Roh Kudusnya untuk menerangi hati dan akal budi saya agar saya tidak salah dalam mengambil keputusan.

        Pada awalnya, saya merasa sangat yakin dengan keputusan saya untuk mengikuti agama Kristen Protestan (saya merasa itu adalah bimbingan Tuhan kepada saya). Saya selalu merasa ingin mengenal Tuhan Yesus lebih dekat lagi dengan mengikuti agama Kristen Protestan.

        Sebelum saya mencari perbedaan kedua agama dengan lebih mendalam,saya hanya mengetahui letak perbedaan nya hanya pada jika Kristen tidak menggunakan tanda salib dan kurang menghormarti Bunda Maria.

        Setelah saya mencari dan akhirnya mengetahui secara mendalam apa perbedaanya (sumbernya terutama berada pada website ini dan beberapa artikel lain), saya sempat merasa bimbang atas keputusan saya menjadi Agama Kristen Protestan. Saya tahu bahwa yang ada disini sudah mengetahui perbedaanya lebih daripada saya sehingga tidak perlu saya sebutkan satu satu.

        Tetapi pada kenyataanya, yang saya tahu orang yang beragama Kristen Protestan tetap menghormati orang Katolik dengan sebaik-baiknya. Contohnya saja teman satu sekolah saya. Sekolah saya merupakah sebuah sekolah Katolik di Surabaya. Teman saya itu merupakan orang Kristen Protestan tetapi menghormati saya sebagai orang Katolik. Dia tidak pernah berkomentar apalagi menjelek jelekkan agama Katolik. Pada saat waktunya berdoa (pastinya secara Katolik karena sekolah saya berbasis Agama Katolik) dia tetap menggunakan Tanda Salib. Dia berkata untuk menhormati agama Katolik. Dia juga ikut berdoa Salam Maria pada waktu kita berdoa.

        Dan itu semua membuat saya kagum dengan dia juga dengan Agama Kristen. Dengan begitu saya menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan dalam berdoa yang perlu saya khwatirkan. Dan karena itu juga saya memutuskan untuk menjadi orang Kristen Protestan.

        Lalu selain itu yang membuat saya kagum yaitu dengan cara mereka memuji dan memuliakan Tuhan dengan penuh semangat dan penghayatan seperti Malaikat di Surga yang memuji Tuhan Yesus. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa banyak dari mereka (dan dari teman Kristen Protestan yang saya tahu, mereka semua sudah dibabtis dengan Babtisan Roh Kudus)yang sudah menerima Babtisan Roh Kudus yang membuat mereka mendapatkan karunia berbahasa roh. Tetapi yang saya bingungkan, mengapa banyak orang Katolik yang tidak menerima Babtisan Roh Kudus sebagai tanda Tuhan Yesus hadir di tengah – tengah umat Katolik sedangkan mereka yang Kristen Non Katolik menerimanya? Kita semua sudah tahu bahwa Gereja Katolik didirikan oleh Kristus sendiri, tetapi saya malah merasa bahwa Roh Kudus tidak hadir di Gereja Katolik. Banyak diantara orang Katolik yang saya rasa tidak mengikuti ajaran Katolik dengan benar. Bukan berarti saya menjelek-jelekkan agama Katolik sendiri. Saya hanya ingin berbagi cerita apa yang saya tahu.

        Apakah nantinya dengan keputusan saya mengikuti Agama Kristen akan membuat saya berdosa berat kepada Tuhan walaupun yang disembah adalah Tuhan yang sama? Mohon penjelasannya.

        Tuhan memberkati kita semua.

        Surabaya,
        Aldi

        • Salam, Aldi

          Terima kasih atas tanggapannya. Syukurlah jika Aldi terus melakukan pencarian ajaran dan mendalami doa. Semoga Yesus menuntun Aldi pada kepenuhan cinta padaNya.

          Sebetulnya, ini yang sering terjadi pada orang Katolik. Banyak orang Katolik yang terdorong untuk mencintai Kristus lebih dan lebih lagi, di mana hal ini adalah hal yang baik. Namun, mereka mengekspresikan dorongan ini dengan berpindah dari Gereja Katolik ke gereja Kristiani lainnya. Mungkin ini disebabkan kurangnya penghayatan akan ajaran Gereja, luka batin akibat beberapa oknum sesama Katolik yang menjadi sandungan, atau terinspirasi dari cara hidup saudara Kristiani lainnya (seperti yang Aldi dan saya alami). Sambil menghargai niat baik mereka, cukup disayangkan bahwa mereka tidak mempertimbangkan beberapa hal :

          1. Jika kita mencintai Kristus, kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menaati semua ajaran dan perintah-Nya. Ajaran dan perintah Kristus secara utuh dijaga oleh Gereja Katolik dari abad pertama Gereja didirikan Kristus hingga hari ini. Gereja Katolik mengakui bahwa ada sebagian kebenaran dan hal-hal baik di gereja Kristiani lainnya. Namun, ajaran Kristus yang lengkap berada dalam Gereja Katolik. Berpindah dari Gereja Katolik bisa jadi menyebabkan seseorang tidak melakukan semua perintah-Nya. Contohnya :

          - Yesus meminta kita untuk menerima dan menghormati Bunda-Nya, Bunda Maria (Yoh 19:27), sedangkan sebagian besar Kristiani non-Katolik tidak menganggap Bunda Maria sebagai sosok Bunda.
          - Atau ketika Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Tubuh dan Darah-Nya membawa kehidupan kekal (Yoh 6:54), hanya Katolik dan Ortodoks Timur yang benar-benar mengimani bahwa Ekaristi adalah Tubuh dan Darah Kristus, bukan sekedar simbol, kenangan, atau tanda.
          - Atau juga ketika Yesus memerintahkan St. Petrus dan para Rasul mengajarkan seluruh ajaran-Nya pada dunia (Mat 28:19) di mana tugas St. Petrus dan para Rasul diteruskan oleh Paus dan Para Uskup, apakah ada Kristiani lain yang tetap taat pada para penerus Rasul ini?

          Masih banyak ajaran lainnya yang setelah kita pelajari, ternyata memang dijaga oleh Gereja Katolik sedari dahulu hingga detik ini. Mencintai Yesus lebih dari sekedar apakah kita merasakanNya sewaktu ibadah, atau merasa tergugah oleh imam/pendeta tertentu. Mencintai Yesus terlihat dari seberapa taat kita melakukan ajaran dan perintah-Nya, sekalipun orang lain atau bahkan diri kita sendiri tidak mau/ enggan melakukannya.

          2. Orang terinspirasi oleh gaya hidup orang Kristiani yang terlihat semangat dan menghayati iman. Ini hal yang Aldi alami dan pernah saya alami. Dahulu, saya juga merasa bahwa orang Protestan terlihat lebih mengimani dan taat akan ajaran agama mereka. Tapi, itu sebelum saya bertemu dengan orang Katolik yang tidak kalah baiknya, terutama Para Kudus.

          Secara logika, kita pasti menemukan orang yang berperilaku baik dan mengamalkan ajaran agamanya dengan baik, entah itu Katolik atau Protestan, bahkan di luar ajaran Kristiani juga demikian. Sebaliknya, kita juga dapat menemukan orang yang tidak mencerminkan ajaran iman mereka, apapun agamanya. Dengan demikian, perilaku seseorang tidak menjadi dasar bahwa suatu agama adalah yang paling benar, walaupun memang mereka dapat memberikan inspirasi.

          Syukur apabila Aldi memiliki teman yang menghormati ajaran agama Katolik. Karena, pada kenyataannya kita dapat menemukan beberapa oknum Kristiani yang menyerang ajaran agama Katolik. Ada juga oknum Kristiani lain yang menganggap orang di luar jemaat gereja mereka pasti masuk neraka. Padahal, mereka sesama Kristiani, sesama pengikut Yesus.
          Namun, ajaran Katolik tidak pernah menuding bahwa orang di luar Katolik pasti masuk neraka. Jadi, jika Aldi tergugah oleh toleransi beragama teman Aldi, ketahuilah bahwa Gereja Katolik juga mengajarkan demikian.

          3. Manifestasi Karisma Roh Kudus seringkali membuat orang tercengang dan merasa bahwa itu adalah jaminan Allah hadir di suatu gereja tertentu. Gereja Katolik mengajarkan bahwa hanya ada satu Baptisan (lih. Ef 4:5). Melalui Sakramen Baptis, seseorang telah menerima Roh Kudus, sebab ia menerima, “permandian kelahiran kembali dan pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (Tit 3:5). Pembaptisan menandakan dan melaksanakan kelahiran dari air dan dari Roh, yang dibutuhkan setiap orang untuk “dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Yoh 3: 5). (Katekismus Gereja Katolik/KGK 1215).

          Melalui Sakramen Krisma, Roh Kudus kembali dicurahkan untuk menyempurnakan rahmat Baptisan (KGK 1288) dan menyampaikan karunia-karunia Roh Kudus untuk menguatkan dan mendewasakan iman. Maka Iman Katolik juga mengakui bahwa ada karunia-karunia karisma-karisma Roh Kudus serupa dengan yang Aldi jumpai, seperti bahasa Roh, nubuat, penyembuhan, dan lain-lain (Lumen Gentium 12; KGK 798). Namun karunia-karunia karismatik Roh Kudus itu sifatnya adalah melengkapi untuk membangun Gereja. Maka yang lebih utama adalah ketujuh karunia Roh Kudus yang menguduskan pribadi yang menerimanya. Ketujuh karunia itu diberikan pada saat Pembaptisan, yaitu yang disebutkan dalam Yes 11:2-3: kebijaksanaan, pengertian, nasihat, keperkasaan, kesalehan, pengenalan, takut akan Tuhan, dan yang akan dikuatkan kembali pada Sakraman Penguatan. Selanjutnya, tentang ketujuh karunia Roh Kudus ini, silakan klik di sini.

          Lalu, mengapa seolah karunia-karunia karismatik tersebut tidak tampak dalam Gereja Katolik? Mengapa orang Katolik tidak berbahasa Roh atau terlihat tidak menerima Baptisan Roh Kudus? Karena iman pada Kristus tidak bergantung dan tidak dipengaruhi oleh manifestasi karunia karismatik Roh Kudus. Beragam karunia tersebut memang berguna bagi Gereja, namun bukan yang utama. St. Paulus sendiri mengajarkan bahwa karunia yang terutama bukanlah karunia karismatis yang “dramatis” demikian, melainkan iman, harapan, dan kasih. Yang paling utama adalah kasih (1 Kor 13:1-13).

          Oleh sebab itu, tidak perlu bingung bila Roh Kudus tidak memberikan karunia karismatik pada Aldi atau orang Katolik yang Aldi kenal. Walaupun sebenarnya karunia-karunia karismatik itu juga ada dalam Gereja Katolik, Roh Kudus membagikan karunia sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. Maka mari kita syukuri adanya karunia-karunia itu, namun janganlah terlalu mengagung-agungkan karunia karismatik seperti itu, sebab jika demikian kita dapat terjatuh dalam dosa kesombongan, seperti aliran sesat Montanus di abad pertama Gereja berdiri (Montanus dapat berbahasa Roh sehingga merasa Allah berbicara melalui dia dan perkataannya paling benar dibandingkan orang lain).

          Tetapi, katakanlah Aldi menganggap karunia karismatik seperti itu adalah bentuk pujian yang luar biasa kepada Allah. Aldi dapat menemukan orang-orang dalam Gereja Katolik yang memuliakan Allah dengan semangat dan penghayatan yang sangat luar biasa. Kenapa luar biasa? Karena orang-orang ini tidak hanya ingin merasakan kemuliaan hadirat Allah, namun bahkan meminta diri mereka turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Dua contoh berikut adalah St. Pio dan Bt. Teresa, orang kudus yang hidupnya cukup dekat dengan zaman modern kita.

          - Kita lihat Beata Teresa dari Kalkuta. Bila Aldi pernah membaca surat-surat rahasia beliau yang dirangkum dalam buku “Come, Be My Light”, Aldi dapat melihat betapa Yesus membiarkan suaraNya terdengar oleh Ibu Teresa, betapa Yesus mencintai Ibu Teresa, dan itu semua dibalas beliau dengan memberikan hidupnya secara penuh. Beliau bertekad untuk tidak menolak permintaan Yesus, sekecil apapun permintaan itu. Kita juga melihat beliau rela menderita demi melakukan kehendak Kristus, sekalipun ia dipandang rendah atau diolok-olok oleh banyak orang di awal perjuangannya. Beliau mengikuti misa setiap hari, melakukan adorasi, mendaraskan rosario, dan melakukan renungan. Beliau juga masih menolong orang-orang miskin yang tertindas sehingga beliau rela hanya punya sedikit waktu tidur. Ini lebih dari sekedar terlihat bersemangat dan menghayati dalam doa atau ibadah. Hidup Bunda Teresa adalah doa beliau, dan doa menjadi sumber hidupnya.

          - Kita melihat pula St. Pio. Betapa beliau membaktikan hidupnya untuk menderita bersama Kristus melalui stigmata yang beliau terima. Stigmata, atau bekas luka penyaliban Yesus, beliau terima secara mukjizat dan menghilang secara mukjizat pula ketika beliau meninggal dunia. Beliau menyembunyikan luka tersebut dengan balutan kain atau pakaian karena merasa sebagai manusia berdosa sehingga tidak layak. Oleh sebab itu, beliau memohon pada Yesus agar stigmata tersebut tidak terlihat. Namun, beliau memohon agar penderitaan dan sakit luka tersebut tetap ia rasakan agar ia merasakan penderitaan bersama Yesus. Beliau merasa bahagia ketika menderita, karena ia berasa seolah jantungnya berdetak bersama Jantung Yesus :

          O what precious moments these are. It is a happiness that the Lord gives me to relish almost always in moments of affliction. At these moments, more than ever, when the whole world troubles and weighs on me, I desire nothing other than to love and to suffer. Yes my father, even in the midst of so much suffering I am happy because it seems as if my heart is beating with Jesus’ heart.”

          Dalam persatuannya dengan penderitaan Kristus ini, St. Pio melayani umat yang datang kepadanya, entah minta didoakan atau menerima sakramen-sakramen, dan melalui dia, banyak mukjizat dan rahmat Allah tercurah bagi mereka. Perlu diketahui bahwa karunia stigmata adalah karunia yang diberikan Yesus mayoritas kepada orang-orang kudus dalam Gereja Katolik, terutama mereka yang menyatukan hidup mereka dengan penderitaan Yesus. Kasih mereka yang besar kepada Kristus mendorong mereka untuk turut menderita bersama Kristus demi mendoakan bagi pertobatan dunia. Ini mirip dengan perumpamaan, jika mama atau papa kita sakit keras dan menderita, tidakkah kita pernah merasa ingin menanggung sedikit penderitaan mereka supaya penderitaan mereka sedikit berkurang? Orang-orang yang berani berbagi penderitaan Kristus adalah orang yang mencintai Yesus lebih dari apapun. Bagi saya pribadi, contoh terbaik untuk hal ini saya temukan dalam diri Santo-santa. Hidup mereka, yang dimampukan oleh Kristus dalam Ekaristi, adalah contoh yang lebih menggugah daripada sekedar ibadah yang terlihat meriah.

          Pada akhirnya, mencintai Kristus lebih dari sekedar apakah kita merasa terharu di gereja ini atau di gereja itu. Mencintai Kristus lebih dari sekedar melihat perilaku umat Kristiani ini atau umat Kristiani itu. Mencintai Kristus berarti berani melakukan semua yang Ia perintahkan tanpa kecuali, termasuk menerima Tubuh dan Darah-Nya (Mrk 14:22), menghormati Bunda-Nya, dan taat kepada gembala yang ditunjukNya untuk menggembalakan Gereja-Nya (Yoh 21:16-17).

          Kehadiran Roh Kudus tidak ditentukan oleh karunia karismatik yang tampak oleh mata. Gereja-Nya yang tetap berdiri selama ribuan tahun tanpa terpecah adalah bukti bahwa Roh Kudus, Sang Roh Pemersatu, tetap bekerja dalam Gereja. Berbahagialah kita yang percaya sekalipun tidak melihatNya (Yoh 20:29). Fakta bahwa ada orang-orang Katolik yang tidak melaksanakan ajaran iman Katolik bukan bukti bahwa ajaran Katolik salah atau kurang hidup. Sebab kenyataannya, banyak orang Katolik yang melaksanakan iman mereka dengan luar biasa, namun dengan rendah hati sehingga tidak terlihat oleh mata kita. Silahkan ikuti misa harian jam 6 pagi dan saksikanlah sendiri orang-orang yang dengan sepenuh hati setia menemui Yesus sekalipun masih pagi buta. Semoga mereka yang mengikuti Misa pagi tersebut dapat bekerjasama dengan rahmat Allah yang mereka terima dalam Ekaristi, sehingga dapat menjadi saksi-saksi yang hidup bagi kemuliaan Tuhan.

          Apapun pilihan kita, kita bebas memilih dan Kristus menghormati kehendak bebas kita. Tapi, bila kita mencintai Kristus, kita tahu bahwa Ia ingin agar Gereja-Nya menjadi satu, seperti Yesus dan Bapa adalah satu (Yoh 17:11). Sedari awal, hanya satu Gereja yang Ia dirikan sendiri, yaitu Gereja yang ia dirikan di atas Petrus (Mat 16:18). Mari, Aldi, kita terus berdoa supaya Aldi dapat melihat dengan jelas apa yang Kristus inginkan dan ajarkan, sehingga apa yang Aldi putuskan bukan hanya sekedar perasaan atau keinginan Aldi. Semoga Yesus mengikat kita dengan cinta kasih-Nya yang mempersatukan dengan Gereja yang Ia dirikan sendiri.

          Pacem,
          Ioannes

    • Shalowm Aldi,
      sy Katolik dr kecil jg, usia sy 38 th, sdh banyak Ekaristi sy lalui, namun hanya Ekaristi saat komuni pertama yg paling berkesan, sy msh ingat pakaian yg sy pakai, siapa saja teman2 yg masuk berbaris bersama-sama ke dalam gereja, sy ingat lagu-lagunya dsb. Sungguh hari yg paling indah & membahagiakan.

      Ibadah dapat dilakukan dimana saja Aldi suka, toh Alkitab mengatakan “di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (lih. Mat 18:15-20)
      Jadi menurut saya “sah-sah” saja jika Aldi mengikuti kebaktian di gereja lain, drpd hanya melihat dr Youtube (yg tentunya diunggah sesuai keperluan).

      Aldi adalah seorang Katolik, utk pindah menjadi Protestan sebaiknya berkonsultasi kepada Romo, krn ada aturan2nya. Jangan sampai menjadi murtad.

      Memuliakan Tuhan bukan hanya dapat dilakukan melalui kegiatan di gereja. Tdk harus beragama tertentu br dapat memuliakan Tuhan. Aldi dapat memuliakan Tuhan selama kamu hidup, dalam setiap nafasmu dapat memuliakan Allah.

      Berdoalah, sy doakan juga!

      [dari katolisitas: Kita memilih ibadah bukan sesuai dengan keinginan kita namun sesuai dengan perintah Kristus. Ibadah apa yang dimau oleh Kristus? Perjamuan Suci atau Ekaristi. Kita ke Gereja bukan hanya ke semua gereja, namun ke Gereja yang didirikan oleh Kristus. Silakan membaca link ini - silakan klik]

      • Untuk Tim Katolisitas.

        Terimakasih atas peneguhannya. Tuhan memberkati Bapak dan Ibu semua.

        Saya memutuskan ingin tetap mempertahankan iman Katolik saya dan tidak akan melepaskan begitu saja iman Katolik saya karena kesenangan saya sendiri (meskipun saya tidak pernah memikirkan itu).

        Tapi, apakah tidak diperbolehkan untuk mengikuti kebaktian di agama Kristen Protestan?

        Misalnya pada hari Sabtu saya pergi ke kebaktian dan pada hari Minggu saya tetap mengikuti misa.

        Dengan begitu, saya mendapat peneguhan dari agama Katolik maupun dari agama Kristen Protestan.

        Sejujurnya, di dalam hati saya yang paling dalam saya setuju dengan apa yang telah diungkapkan oleh Bapak Oktavianus bahwa kita dapat berdoa dimana saja karena Tuhan berada dimana saja.

        • Shalom Aldi,

          Jika saya boleh menyarankan, adalah lebih baik bagi pertumbuhan imanmu, kalau Aldi memusatkan perhatian untuk semakin memperdalam pemahaman akan ajaran iman Katolik dan berakar dalam iman Katolik. Maksudnya adalah agar Aldi tidak lekas bingung atau terpengaruh dengan begitu banyaknya pandangan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan ajaran iman kita.

          Mengikuti kebaktian yang diadakan oleh gereja non-Katolik, nampaknya tidak masalah, namun dapat menjadi masalah, jika Aldi belum dengan sungguh memahami ajaran iman Katolik. Sebab maksud Aldi untuk mendapat peneguhan dari Gereja Katolik dan non-Katolik, belum tentu tercapai, jika Aldi datang mengikuti kebaktian di gereja-gereja yang tidak mengajarkan ajaran iman Katolik. Saya sendiri pernah mengalaminya, dan salah satu contoh pengalaman saya, pernah saya tuliskan di sini, silakan klik.

          Maka saya mengajak Aldi untuk merenungkan, apakah alasannya sehingga Aldi ingin mengikuti ibadah di luar Gereja Katolik? Apakah karena komunitasnya, lagu-lagunya, atau suasananya? Apakah Aldi sudah pernah mengikuti persekutuan doa di Gereja Katolik sendiri? Silakan Aldi mengikutinya terlebih dahulu, sebab siapa tahu Aldi dapat menemukan apa yang telah lama Aldi cari di sana.

          Memang Tuhan ada di mana saja, dan karena itu kita dapat berdoa di mana saja. Tetapi Tuhan Yesus telah menyatakan cara yang dikehendaki-Nya, agar kita mengenangkan Dia, yaitu dengan merayakan Ekaristi. Maka oleh ketaatan kita kepada-Nya, mari kita lakukan ini dengan sepenuh hati, dalam kesatuan dengan Gereja-Nya, yaitu Gereja Katolik. Jika orang belum sampai mengenal Gereja-Nya, maka dipahami kalau ia tidak mengalami kerinduan terhadap Ekaristi. Tetapi bagi kita yang sudah dibaptis Katolik, sudah seharusnya kita merindukan persatuan dengan Kristus dalam Ekaristi, sebagaimana dikehendaki oleh-Nya. Kalau kita belum dapat mengalaminya dan merindukannya, mari memohon kepada Tuhan Yesus agar kita dapat mengalaminya. Sebab jika kita sudah mengalaminya, maka ini akan mengarahkan kita dalam pertumbuhan iman kita, dan kita akan dapat memutuskan dengan bijaksana, tentang pertemuan ibadah manakah yang akan kita ikuti, demi membangun iman yang Tuhan telah tanamkan di hati kita, dalam kesatuan dengan Gereja-Nya.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          Ingrid Listiati- katolisitas.org.

          • Halo Aldi,
            Semoga kamu masih follow up ya. Saya ingin ikut berbagi cerita dari perspektif lain mengenai Protestan Vs. Katolik.

            1. Dulu saya juga pernah datang kebaktian di salah satu gereja protestan. Gerejanya ada dalam mal, ada bandnya, banyak anak mudanya. Seru sekali. Abis kebaktian bisa main di mal, nonton bioskop, tentunya pakai AC. Kalau Paroki saya kan masih butut cuma pakai kipas angin. Begitu masuk ke dalam gereja protestan itu, disambut kayak raja, dikasih barang gratisan ini itu termasuk kaset rekaman pendetanya. Singkat kata sama seperti yang kamu bilang pujian mereka luar biasa, jingkrak – jingkrak segala, kayak ga ada capenya, mungkin baterenya pake Duracell. Seingat saya kebaktiannya tidak hari Minggu, karena hari Minggu masih dipaksa ortu ikut Misa yang membosankan dan berpanas – panasan ria. Saya waktu itu kelas 3 SMP jadi ya sama seperti kamu umur 14 tahun. Saya pun bimbang persis seperti kamu, bedanya saya tidak beritahu orang tua saya. Saya juga tidak berdoa seperti kamu, saya pokoknya mau cari fun saja dan yang pasti cari yang paket komplit. Tiba – tiba saja saya mendapat undangan persekutuan doa Mudika di wilayah saya. Dan wuedaann, mereka jingkrak – jingkrak juga ada pengajaran pula, ada kesaksian juga, yang ga ketinggalan ada makanan minuman gratis di akhir acara. Mantaps. Saya sampe nanya orang di sebelah saya, “ini acara Katolik atau Protestan, koq asik gini?” Setelah gabung dengan Mudika, saya tidak pergi ke kebaktian Protestan lagi. Buat apa? Saya dapat tempat penyaluran buat jingkrak – jingkrak koq dan saya juga dapat Tubuh Kristus yang di gereja lain tidak ada. Paket komplit! Tap mantap.

            2. Tak perlu lama, saya terlibat aktif di Mudika wilayah..yang awalnya penggembira saya pun ikut melayani jadi apa saja. Seksi Perlengkapan yang datang paling awal dan pulang paling akhir. Seksi antar – jemput, karena banyak anak – anak yang males2an jadi saya jemput bola. Jadi singer kalau tidak ada yang bersedia, herannya banyak yang protes katanya suara saya cempreng tetapi disuruh gantiin saya tidak mau, cuek saja. Jadi worship Leader, saya ga ngerti juga kenapa bisa dipilih. Harus dicatat, walaupun jingkrak – jingkrak Mudika saya tidak beraliran karismatik jadi jarang sekali yang namanya berbahasa roh. Hanya sesekali saja kalau kita undang pembicara kemudian dia mengajak berbahasa roh. Dari situ, saya berpikir wah cool sekali ini bisa bla bleh bleh bla bleh bleh sahut – sahutan. Saya tanya kiri kanan, dapat dimana sih itu? Latihannya gimana seh? Bisa beli ga? Konsensus mengatakan biasanya dapat di Seminar Hidup (Baru) Dalam Roh. Jadilah saya ikut acara itu, saya membulatkan tekad saya harus dapat Bahasa Roh kalau ngga saya rugi waktu dan uang..hehehe..Saat yang ditunggu-tunggu tiba, sesi Pencurahan Roh..semua orang mulai bernyanyi lalu teriak – teriak, lalu ada yang kejang – kejang, dan saya pun ikut bla bleh bla bleh…Yes, I GOT IT..di sesi sebelumnya dikatakan kalau bahasa Roh bisa dikontrol, kalau kerasukan tidak bisa..Jadi saya coba tes ini Roh Kudus atau roh kuda…coba stop…bisa…walaupun kayaknya alirannya begitu dhasyat jadi langsung bla bleh bleh lagi…Senang bukan main…saya bersyukur Roh Kudus masih mau tinggal dalam diri saya…saya senang kalau ada puji – pujian kemudian berbahasa roh saya bisa ikutan…Sampai suatu saat, ketika saya sedang iseng baca – baca mengenai karunia bahasa roh di 1 Korintus 14. Intinya bisa bahasa roh itu baik tapi lebih baik lagi kalau bisa bernubuat. Yang mencengangkan ada di ayat 22,”Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang TIDAK beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.” Wow!! Seberapa banyak orang yang sadar akan adanya ayat ini. Koq mereka bisa begitu bangga dengan bahasa roh lalu seperti yang dikatakan Mas Ioannes, Montanus menjadi sesat. Banyak orang Protestan dan Katolik bersikap seperti Montanus ini sehingga mereka tidak mau taat. Bandingkan dengan St. Pio yang disebut Mas Ioannes yang banyak bernubuat bahkan tahu kapan dia akan mati.

            3. Aldi mengatakan bahwa Roh Kudus tidak hadir dalam Gereja Katolik. Harus diingat hari lahirnya Gereja itu saat Pentakosta, di mana Roh Kudus dicurahkan atas para rasul. Dengan kuasa Roh Kudus pula mereka mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Kuasa ini diturunkan secara turun temurun tanpa terputus sampai ke Paus, Uskup, dan para imam sekarang ini melalui penumpangan tangan saat tahbisan. Setiap kali doa Syukur Agung, dikatakan,”Dalam nama Dia yang adalah Tuhan, kami mohon kuduskanlah persembahan ini dengan daya RohMu agar bagi kami menjadi Tubuh dan Darah PuteraMu terkasih Tuhan kami, YESUS KRISTUS.” Jadi setiap kali ada Ekaristi, Roh Kudus ada. Masih berani bilang Roh Kudus tidak ada di Gereja Katolik? Cerita yang terkenal adalah tentang seorang imam baru di Lanciano yang tidak yakin dirinya hanya karena tahbisan bisa sungguh mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Saat membacakan doa Konsekrasi Hosti yang dipegangnya berubah menjadi daging dan anggur berubah menjadi darah. Keduanya telah diuji coba secara laboratorium dan daging itu dinyatakan sebagai otot jantung dan darahnya bergolongan AB. Golongan darah yang sama seperti yang ditemukan di Kain Kafan Turin. Mau baca lebih banyak tentang mukjizat serupa, beli buku ini link to obormedia.com

            4. Sedikit lebih ekstrem, kita mungkin tidak dapat membedakan hosti yang sudah dan belum dikonsekrasi. Tapi penatua gereja setan bisa. Mereka sangat senang bila bisa mendapatkan hosti yang sudah dikonsekrasi untuk kemudian mereka permainkan.(Peringatan: Jangan mencoba membuktikan, karena kamu akan jadi seperti Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Dosamu berat sekali.) Karena itu kita diajarkan untuk langsung makan hosti yang kita terima saat komuni. Saya bukan mau menakut-nakuti. Tapi kita harus ingat bahwa kaum Farisi dan imam Yahudi yang merasa diri suci saja tidak bisa mengenali siapa itu Yesus, tetapi setan bisa. Luk 8:28 “……Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku.” Akhir kata, kamu boleh tantang pendeta – pendeta Protestan itu, sanggup tidak mereka mengubah roti dan anggur jadi Tubuh dan Darah Kristus. Paling pol cuma sampai jadi Simbol atau Perlambang Tubuh dan Darah Kristus.

            AMDG,
            Edwin ST

            • Shalom Edwin..,
              Tuhan m’berkati anda

              Kesaksian yg sngat baik. & dpt sya rasa’n iman yg tinggi skali dlm dri saudara…

              Membaca tulisan saudara sya smpat ktawa t’bhak2 – roh kudus @ roh kuda..? Hahahahaha..!

    • Shalom Aldy

      Puji Tuhan Aldi mau menanyakan hal ini, sedikit saran dari saya, ke gereja itu tujuannya utk mencari Tuhan (walaupun Tuhan bisa hadir dimana saja jika Dia berkenan), jadi bukan utk mencari kesenangan sendiri. Nanti setelah Aldi bisa mengerti apa itu Ekaristi dan bisa menghayatinya, percayalah! bahwa komuni itu akan sangat Aldi rindukan utk bisa diterima setiap hari dan tidak akan ada tempat lain lagi yg bisa menggantikan hal itu. Jika aldi memang menyukai hal2 yg sifatnya hingar atau lainnya, aldi bisa ikut dikegiatan mudika katolik dan bisa menyalurkan hobi tersebut, banyak ladang yg telah Tuhan siapkan. Janganlah krn kesenangan pribadi, Aldy meninggalkan misa Ekaristi yg sangat penting. Percayalah, rahmat Tuhan sdh turun dlm diri Aldi dan sekarang berdoalah minta Roh Kudus menuntun diri Aldi agar rahmat itu bisa bekerja dgn baik di hati Aldi. Saya disini akan bantu dgn doa.

      Salam dalam Kasih Kristus,
      Yindri

  13. Penerbitan Buku ” Mengapa Berpindah dari Gereja Katolik ke Gereja Lain?”
    Pak Stef paling tahu dan bisa menjawab apakah benar bahwa frekuensi diskusi topik ini secara statistik paling tinggi di antara diskusi topik lainnya sejak didirikannya Website Katolisitas ini?
    Bagi pembaca pada umumnya, apalagi yang sudah berumur, membaca tulisan sangat panjang di layar komputer, sangat melelahkan.
    Apakah dimungkinan diskusi topik ini dijadikan buku?
    Tolong hitung anggarannya dan para pembaca / pencinta Website ini kiranya ikhlas membantu pembiayaannya, apalagi dalam masa Pra Paskah ini.

    [dari katolisitas: Memang topik ini diakses cukup banyak dan banyak juga yang memberikan komentar. Kami dalam proses editing untuk menjadikan topik ini sebagai buku cetak. Mohon kesabarannya.]

  14. Shalom, selamat pagi..

    Saya mau menanyakan soal ibadah khusus kaum muda Katolik yang diadakan tiap minggu, apakah ada? Karena saya prihatin sekali melihat teman2 saya yang begitu gampangnya mendapatkan pasangan yang non Katolik, maupun non Kristen, namun begitu susahnya mendapat kawanan yang seiman, sehingga ikatan persaudaraan dalam Kristus tidak se’kuat’ saudara2 kita yang Protestant.

    Terimakasih

    • RD. Yohanes Dwi Harsanto on

      Salam Prissa,
      Terimakasih kepedulian Anda. Sebenarnya hal ini menjadi problem semua agama di mana penganutnya minoritas dalam suatu wilayah. Bahkan penganut Protestan masih terbagi lagi dalam banyak aliran di mana tiap aliran punya gerejanya dan ibadahnya sendiri-sendiri berdasar suku, minat, ataupun aliran teologi tertentu.

      Misa untuk OMK selalu ada namun jadwal di tiap paroki berbeda-beda. Namun untuk lebih intensif bertemu, ada pula acara khusus untuk OMK. Karena itu kontaklah dan doronglah pastor paroki serta teman-teman yang peduli untuk membuat acara bersama OMK.

      Salam
      RD. Yohanes Dwi Harsanto

Add Comment Register



Leave A Reply