Sekali lagi kesalahpahaman tentang Bunda Maria

104

Pertanyaan:

Saudaraku umat Katolik…

Anda menjelaskan panjang lebar tentang ini itu sebenarnya tidak banyak manfaatnya karena itu hanyalah dalih / pembenaran yang (sebagian besar) tidak Alkitabiah…

Mari saya tunjukkan satu hal saja tentang Maria yang anda sebut Ratu Sorga atau Bunda Allah itu…

- Maria itu adalah manusia biasa, sama seperti kita.
- Maria HANYALAH seorang manusia di bumi yang DIPILIH ALLAH sebagai SARANA untuk melahirkan YESUS KRISTUS.
- Maria DIPILIH ALLAH bukan karena Maria suci, bukan juga karena sifat2 / karakter baik tertentu, TAPI karena ALLAH MEMANG MAU MEMILIH dia. (jadi alasan pemilihan bukan dari sisi manusia, namun dari sisi ALLAH, artinya ALLAH bisa pilih siapa saja termasuk anda atau saya, kalau ALLAH mau, jadi tidak harus Maria).
- Semua manusia yang pernah lahir ke dunia (kecuali YESUS KRISTUS) semuanya telah berdosa, termasuk Maria.
- Maria itu menjadi suci HANYA ketika ROH KUDUS menaungi dia guna mengandung bayi KRISTUS, dan berakhir kesuciannya setelah KRISTUS dilahirkan.
- Maria itu memang betul perawan sebelum melahirkan KRISTUS, tapi menganggap Maria perawan abadi itu perlu TANDA TANYA BESAR dimana dasar Alkitabiahnya.
- Maria itu ibu YESUS sebagai manusia, namun bukan Ibu YESUS sebagai ALLAH, jadi merupakan kesalahan yang sangat fatal bila memposisikan Maria sebagai Bunda ALLAH (YESUS Ilahi), yang benar adalah Bunda Yesus (YESUS manusia).
- Maria dijadikan sebagai sarana penghubung dalam doa kepada ALLAH itu adalah suatu penghujatan kepada SATU-SATUNYA jalan dan PENGANTARA kita, yaitu TUHAN YESUS KRISTUS.
- Berdoa kepada Maria adalah tindakan bodoh dan penghinaan kepada satu-satunya PENGANTARA kita kepada BAPA yaitu TUHAN YESUS KRISTUS. Doa hanya boleh ditujukan kepada ALLAH di dalam nama YESUS dan oleh kasih karunia ROH KUDUS. Itulah yang disebut menyembah ALLAH dalam ROH dan KEBENARAN.
- Mengucapkan doa yang sama berulang-ulang apalagi ditujukan kepada Maria, tidak bisa disebut doa, tetapi MANTRA.
- Bukan kebaikan kita, bukan perjuangan kita, bukan usaha kita, dan juga bukan karena didoakan oleh Maria maka anda bisa ke sorga. Kita bisa masuk surga hanyalah semata-mata karena KASIH KARUNIA ALLAH (sola gracia) dan oleh sambutan iman kita kepadaNYA (sola fide).
- Karya salib KRISTUS itu Maha Mulia, Maha Suci, Maha Kasih… jangan pernah menambahkan apapun kepada keselamatan yang disediakan oleh TUHAN YESUS dengan pengorbananNYA (bukan oleh Maria dengan doa2nya), karena upaya untuk menambahkan sesuatu kepada Keselamatan yang adalah Kasih Karunia itu merupakan tindakan menghina salib, alias menghina PENCIPTA anda sendiri.

Jadi kesimpulannya: Menganggap Maria sebagai Ratu Sorga, Bunda ALLAH, serta sebagai sosok yang begitu diagungkan, itu adalah perbuatan yang MENGHINA kemuliaan ALLAH. Karena Maria dipilih ALLAH bukan karena siapa Maria, namun semata-mata karena ALLAH memang ingin memilihnya, jadi tidak ada unsur turut campur atau kebaikan manusia di dalamnya.

Kita semua wajib menghormati Maria sebagai seorang perempuan yang dipilih oleh ALLAH untuk melahirkan TUHAN kita Yesus Kristus, sama seperti kita menghormati ibu kandung kita yang juga telah dipilih ALLAH untuk melahirkan kita, dan Alkitab memang mengajarkan kepada kita untuk mengasihi dan menghormati sesama manusia. Namun penghormatan yang melebihi kapasitas itu sudah termasuk mencuri kemuliaan ALLAH.

Saya tidak perlu menuliskan ayat-ayat yang mendasari tulisan saya diatas, karena saya tahu anda sekalian tentu tahu dimana ayatnya (kalo sampai belum tahu sebaiknya belajar Alkitab lebih dalam atau bertanya kepada pastor anda). Dan saya mengajak saudaraku umat Katolik untuk merenungkan kembali keyakinan anda terhadap Maria selama ini, agar jangan sampai anda tersesat. Karena kita bersaudara (sama2 mengakui YESUS KRISTUS sebagai TUHAN dan JURUSLAMAT), maka dengan segenap kasih saya menghimbau dan mengajak saudaraku untuk kembali berdoa, merenung, berpikir, mengkaji, dan berpijak kepada Alkitab sebagai satu-satunya kebenaran (sola scriptura) dan tidak ditambah-tambahi dengan doktrin para santa santo yang validitasnya tidak bisa disetarakan dengan Alkitab itu sendiri. Bukalah hati, bertanyalah kepada TUHAN, bacalah Alkitab dengan semangat untuk belajar dan bertumbuh dalam kebenaran, niscaya ROH KUDUS akan memberikan pencerahan sejati dan menunjukkan kebenarannya kepada Anda. Percaya begitu saja pada apa yang disampaikan oleh pastor / teolog / doktrin gereja, hanyalah membawa anda pada kesesatan yang lebih dalam. Jadi berhentilah ber-omong kosong dan berhentilah membual, carilah KEBENARAN sejati dengan hati terbuka pada bimbingan ROH KUDUS, agar anda tidak terdampar di api penyucian anda secara kekal (kalo api penyucian itu memang ada). Awas, neraka itu panaaas lho?
Bertobatlah ! Saya mengasihi anda semua umat Katolik, namun saya sangat tidak menyetujui beberapa doktrin omong kosong yang diajarkan gereja Katolik.

Salam kasih, Kevin
(maaf bila ada kalimat yang kurang berkenan, namun begitulah gaya bahasa saya ketika menulis)

Jawaban:

Shalom Kevin,

Saya percaya maksud anda menuliskan keberatan adalah untuk berdiskusi secara terbuka dengan kami umat Katolik, maka untuk maksud inilah saya menanggapi pernyataan anda. Harus diakui, perbedaan yang mendasar yang melandasi pandangan anda, adalah bahwa 1) anda hanya mengandalkan Alkitab saja dalam menyikapi hal Bunda Maria; 2) Alkitab inipun anda artikan seturut dengan pengertian anda sendiri (atau pengajar anda) tanpa membaca interpretasi yang diajarkan oleh Para Bapa Gereja yang meneruskan ajaran para Rasul. Inilah yang menyebabkan pandangan anda berbeda dengan ajaran Gereja Katolik, yang tidak mendasari pengajaran iman hanya dari Kitab Suci, melainkan juga dari Tradisi Suci. Kitab Suci tidak bisa dipisahkan dari Tradisi Suci, karena, dari Tradisi Sucilah lahir Kitab Suci. Saya baru saja menjawab mengenai hal ini di sini, silakan klik atau selanjutnya di artikel ini Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan bagian 3, silakan klik.

Berikut ini adalah tanggapan saya atas pernyataan anda satu persatu (pernyataan anda saya cetak biru):

1. Maria itu adalah manusia biasa, sama seperti kita. Maria HANYALAH seorang manusia di bumi yang DIPILIH ALLAH sebagai SARANA untuk melahirkan YESUS KRISTUS.

Maria memang manusia biasa, sama seperti kita tetapi perannya di dalam rencana keselamatan Allah adalah sungguh unik dan istimewa. Tidak ada manusia lain yang melahirkan Yesus Sang Juru selamat, hanya Bunda Maria saja. Justru karena perannya yang khusus ini yaitu yang melahirkan Kristus Sang Allah Putera, maka ia disebut sebagai Bunda Allah. Hal ini jelas disebutkan di Alkitab:

1. Lukas 1: 43 : Elisabeth menyebut Bunda Maria sebagai “ibu Tuhanku.

2. Matius 1:23: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan mereka akan menamakan Dia Immanuel, yang berarti, “Allah menyertai kita.” Bunda Maria adalah :anak dara itu, maka kesimpulannya, Bunda Maria adalah ibu dari Allah yang beserta kita.

3. Luk 1:35: Kata malaikat itu, “….sebab anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” Karena anak yang dilahirkan Maria adalah Anak Allah, maka Maria disebut Bunda Allah.

4. Gal 4:4 “tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.”

Maka memang, walaupun Maria adalah "sarana" namun sarana ini sungguh istimewa, bukan sebagai sarana tempat yang "asal untuk lewat" saja. Sebab jika tidak demikian, Allah tidak akan berkata demikian kepada Bunda Maria, "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau!" (Luk 1:28) Jika kita membaca seluruh Alkitab, kita akan mengetahui bahwa tidak ada satupun orang/ nabi yang disapa Allah dengan salam hormat seperti ini.

DISKUSI LEBIH LANJUT DAPAT DILIHAT DI SINI (SILAKAN KLIK)

2. Maria DIPILIH ALLAH bukan karena Maria suci, bukan juga karena sifat2 / karakter baik tertentu, TAPI karena ALLAH MEMANG MAU MEMILIH dia. (jadi alasan pemilihan bukan dari sisi manusia, namun dari sisi ALLAH, artinya ALLAH bisa pilih siapa saja termasuk anda atau saya, kalau ALLAH mau, jadi tidak harus Maria).

Pernyataan ini ada benarnya, namun harusnya urutannya demikian: Maria dipilih Allah, bukan karena ia suci dari dirinya sendiri. Tetapi, karena Allah memang mau memilih Dia sebagai Ibu yang melahirkan Allah Putera, maka ia disucikan oleh-Nya. Silakan membaca dasar ajaran Gereja Katolik tentang hal ini yang pernah saya tuliskan di sini, silakan klik.

Allah memang dapat memilih siapa saja untuk menjadi Ibu Yesus, tetapi pada kenyataannya Tuhan tidak memilih anda (jika anda perempuan) atau saya, atau orang lain, tetapi, Ia memilih Bunda Maria. Ini suatu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Tuhan memilih Maria karena sejak dari awal mula Tuhan yang Maha Tahu sudah mengetahui bahwa Bunda Maria, dengan kehendak bebasnya akan bekerjasama dengan rahmat yang secara khusus akan diberikan Tuhan kepadanya.

3. Semua manusia yang pernah lahir ke dunia (kecuali YESUS KRISTUS) semuanya telah berdosa, termasuk Maria.

Mungkin anda menyatakan demikian, karena melihat ayat Rom 3:23, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah". Tetapi ternyata toh anda membuat pengecualian sendiri dengan memberikan tambahan di dalam kurung (kecuali Yesus Kristus), karena kita tahu Yesus Kristus tidak berdosa. Artinya memang andapun menyadari bahwa ayat ini tidak harus dimengerti secara mutlak.

Sebelum Rom 3:23, di ayat 9 dan 10 Rasul Paulus mengatakan, "mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak." Sebenarnya di sini Rasul Paulus mengutip Mazmur 14, khususnya ayat 3, "Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak." Mazmur 14 ini ditulis Raja Daud yang menyampaikan ratapannya tentang besarnya pemberontakan bangsa Israel. Sebab musuh Raja Daud pada saat Mazmur itu ditulis, tidak lagi hanya bangsa-bangsa non Yahudi, tetapi bangsa Yahudi itu sendiri, bahkan orang terdekat dan anggota keluarganya sendiri, Saul dan Absolom. Maka Raja Daud menggunakan kata "semua" adalah dalam konteks menyatakan semua golongan, baik Yahudi maupun non Yahudi- dan bukannya bermaksud untuk menyatakan semua orang. Kita ketahui demikian, karena segera sesudah menyebutkan "semua orang melakukan kejahatan", Raja Daud  menyebutkan "umat-Ku" (ay. 4) dan "angkatan yang benar" (ay.5). Kalau semua orang (dalam arti setiap orang tanpa kecuali) adalah jahat seperti yang disebutkan pada ayat 3 tersebut, siapa yang disebut Raja Daud sebagai "angkatan yang benar" tersebut? Sama konteksnya dengan perkataan Raja Daud, Rasul Paulus juga mengatakan "semua" dalam ayat Rom 3:23 dalam arti semua golongan telah berdosa terhadap Tuhan, tidak hanya orang-orang non- Yahudi, namun orang Yahudi juga. Jadi yang ingin disampaikan di sini adalah, tidak adanya beda antara orang yang bersunat dan tidak bersunat, kedua kelompok itu mempunyai dosa- dosa yang dilakukan oleh pribadi- pribadi di dalamnya, dan keduanya memerlukan kasih karunia Allah untuk dibenarkan di dalam iman akan Yesus Kristus.

Jadi perikop ini tidak bermaksud untuk menyatakan bahwa "semua orang telah berbuat dosa" dalam arti mutlak. Sebab Yesus adalah perkecualiannya, dan anak- anak yang di bawah umur (under the age of reason) juga demikian. Gereja Katolik mengajarkan bahwa Bunda Maria juga termasuk kekecualian dalam hal ini. Dasarnya mengapa Gereja Katolik mengajarkan demikian, tertulis dalam artikel Bunda Maria dikandung tanpa noda, mungkinkah?, silakan klik. Dengan prinsip ajaran Gereja Katolik ini maka tidak benar pendapat anda yang mengatakan, Maria itu menjadi suci HANYA ketika ROH KUDUS menaungi dia guna mengandung bayi KRISTUS, dan berakhir kesuciannya setelah KRISTUS dilahirkan. Kalau anda perhatikan, ayat Alkitab tidak mengatakan demikian. Maria telah dipenuhi rahmat Allah (lih. Luk 1:28, Hail, full of grace!) sebelum malaikat itu mengatakan bahwa Roh Kudus akan turun atasnya sehingga dapat mengandung seorang anak tanpa campur tangan manusia (lih. Luk 1:35).

4. Maria itu memang betul perawan sebelum melahirkan KRISTUS, tapi menganggap Maria perawan abadi itu perlu TANDA TANYA BESAR dimana dasar Alkitabiahnya.

Silakan anda membaca artikel ini: Bunda Maria tetap perawan, mungkinkah? silakan klik dan silakan membaca dasar Alkitabiahnya. Perlu anda ketahui di sini bahwa para pendiri gereja Protestan, Martin Luther, John Calvin, Zwingli dan John Wesley, semua mengajarkan hal Maria yang tetap perawan ini. (Silakan membaca  kutipannya di artikel Bunda Maria tetap perawan tersebut). Adalah suatu pertanyaan besar, mengapa berabad sesudahnya para pengikut mereka malah tidak memegang ajaran dari para pendiri mereka. Kebanyakan pandangan yang ada pada orang- orang yang skeptik tentang keperawanan Maria adalah karena membandingkannya dengan keadaan umumnya yang terjadi pada ibu yang melahirkan. Namun sejujurnya kita harus mengakui, sejak awal Gereja telah mengakui bahwa hal itu tidak terjadi pada bayi Kristus. Sebab, seperti Kritus yang bangkit dengan tubuh-Nya dapat menembus pintu-pintu rumah yang terkunci (lihat Yoh 20: 26), maka pada saat kelahiran-Nya, Ia pun dapat lahir dengan tidak merusak keperawanan ibu-Nya. Sebab Kristus yang adalah teladan Yang Sempurna, Utuh (uncorruptible), Sang Penyembuh, tidak mungkin mengawali kedatangan-Nya di dunia dengan merusak keutuhan ibu-Nya sendiri.

5. Maria itu ibu YESUS sebagai manusia, namun bukan Ibu YESUS sebagai ALLAH, jadi merupakan kesalahan yang sangat fatal bila memposisikan Maria sebagai Bunda ALLAH (YESUS Ilahi), yang benar adalah Bunda Yesus (YESUS manusia).

Jika anda mempelajari sejarah Gereja, maka anda akan mengetahui bahwa pandangan anda serupa dengan yang diajarkan oleh Nestorius (abad ke-4- 5), yang menolak keutuhan Pribadi Yesus. Maka Maria dilihat hanya sebagai ibu Yesus sebagai manusia, bukan ibu Yesus yang adalah Tuhan. Yesus dikatakan sebagai hanya “Temple of the Logos” (Yesus manusia) dan bukannya “Logos“/ Sabda (Yesus Ilahi) itu sendiri.

Ajaran sesat ini ditanggapi oleh Bapa Gereja, St. Cyril dari Alexandria (380-444) yang menjelaskan bahwa Maria adalah Bunda Allah sebab Kristus adalah Allah: “Saya heran akan pertanyaan yang menanyakan apakah Perawan Suci harus disebut sebagai Bunda Allah, sebab itu hampir sama dengan menanyakan apakah Puteranya Putera Allah atau bukan?” (St. Cyril of Alexandria, Epistle 1,4) Ia mengambil baginya kodrat kemanusiaan secara penuh dari Bunda Maria supaya Ia dapat menderita dalam kemanusiaan-Nya bagi kita. “Ia memberikan tubuh-Nya untuk mati [bagi kita], meskipun secara kodrat-Nya [sebagai Allah]Ia adalah hidup dan kebangkitan.” (Lihat St. Cyril of Alexandria, First Letter to Nestorius, trans. Henry Percival, in Nicene and Post Nicene Fathers, 14: 201-205).... “Sang Sabda, setelah menyatukan secara hypostatik dalam Diri-Nya, daging yang dihidupi oleh jiwa manusia ..., Ia menjadi manusia dan disebut sebagai Anak Manusia...” Dengan Inkarnasi, maka Putera Allah menjelma menjadi manusia dalam rahim Maria. Ini terjadi dalam saat yang bersamaan, sehingga bukan terjadi manusia terlebih dahulu, baru kemudian Sabda itu turun memenuhinya. Dengan demikian, maka Yesus dapat mengatakan bahwa kelahiran-Nya dalam daging itu sungguh-sungguh adalah kelahiran-Nya. “Maka para Bapa Gereja tidak segan-segan mengatakan bahwa Perawan Suci (Maria) adalah Bunda Allah.” (D 111, St. Cyril of Alexandria, Second Letter to Nestorius, Ibid.)

Memisahkan Yesus manusia dan Yesus Ilahi itu seperti halnya memisahkan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam pribadi manusia. Itu sama seperti mengatakan bahwa ibu Siti Habibah itu adalah ibunda Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, tetapi bukan ibunda dari Bapak Presiden RI. Hal ini tidak mungkin, karena kita percaya bahwa Bapak SBY adalah juga Bapak Presiden RI. Dengan analogi ini, maka jika kita mengatakan bahwa Bunda Maria adalah Bunda Yesus dan jika kita percaya Yesus itu selain manusia juga Putera Allah, maka Bunda Maria adalah Bunda Allah.

Terlihat di sini ajaran mengenai "Bunda Allah" bukan semata-mata untuk memberi gelar kepada Bunda Maria, tetapi terutama adalah untuk mempertahankan ajaran para rasul bahwa Yesus, semasa hidup-Nya di dunia, adalah sungguh- sungguh manusia tetapi juga sungguh- sungguh Allah; dan kedua kodrat ini menyatu dalam Pribadi Yesus, walaupun tidak tercampur aduk. Setiap kodrat (manusia dan Ilahi) dari  diri Yesus mempunyai karakter/ sifat-sifatnya tersendiri namun tidak terpisahkan menjadi dua hal yang tidak berhubungan. Silakan jika anda tertarik, untuk membaca topik ajaran ini yaitu Yesus sungguh Allah sungguh manusia, silakan klik di sini.

6. Maria dijadikan sebagai sarana penghubung dalam doa kepada ALLAH itu adalah suatu penghujatan kepada SATU-SATUNYA jalan dan PENGANTARA kita, yaitu TUHAN YESUS KRISTUS. Berdoa kepada Maria adalah tindakan bodoh dan penghinaan kepada satu-satunya PENGANTARA kita kepada BAPA yaitu TUHAN YESUS KRISTUS. Doa hanya boleh ditujukan kepada ALLAH di dalam nama YESUS dan oleh kasih karunia ROH KUDUS. Itulah yang disebut menyembah ALLAH dalam ROH dan KEBENARAN.

Di sini harus diakui bahwa pemahaman konsep "Pengantara" menurut paham Protestan berbeda dengan ajaran Gereja Katolik. Menurut Protestan, Pengantaraan Yesus yang satu-satunya itu (1 Tim 2:5) bersifat eksklusif (hanya Yesus saja), tetapi menurut Gereja Katolik Pengantaraan Yesus yang satu-satu-Nya itu inklusif (sebagai Kepala yang melibatkan anggota-anggota Tubuh-Nya yaitu Gereja-Nya -lih. Ef 5:22-32). Dasar Akitabiah ajaran ini pernah kami tuliskan di sini, silakan klik.

Karena Pengantaraan Bunda Maria ini bergantung pada Pengantaraan Yesus, dan hanya bisa terjadi karena Pengantaraan Yesus, maka tetap saja doa umat Katolik ditujukan pertama-tama kepada Allah Bapa, dengan Pengantaraan Kristus dan di dalam Kristus, oleh kuasa Roh Kudus. Kepada Bunda Maria ini umat Katolik hanya mohon didoakan, karena percaya akan besarnya kuasa doa Bunda Maria (dan para orang kudus lainnya), sebagai orang yang sudah dibenarkan Allah (lih. Yak 5:16). Selanjutnya, tentang apakah ajaran mengenai persekutuan orang kudus itu berlawanan dengan ajaran Alkitab, sudah pernah dibahas di sini, silakan klik.

7. Mengucapkan doa yang sama berulang-ulang apalagi ditujukan kepada Maria, tidak bisa disebut doa, tetapi MANTRA.

Topik ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik. Pada dasanya Rosario bukanlah doa berulang yang sia-sia, seperti yang dituduhkan/ dikira banyak orang. Doa rosario adalah rangkaian doa -doa yang disertai dan "dijiwai" oleh permenungan kisah peristiwa hidup Yesus. Maka doa Rosario bukan semata- mata doa berulang, melainkan merupakan rangkuman permenungan akan misteri keselamatan Allah. Rosario adalah doa yang sangat indah yang dapat membawa seseorang semakin menghayati kasih Kristus, sehingga iapun dibawa untuk mengasihi Kristus dan mensyukuri karya Keselamatan-Nya.

8. Bukan kebaikan kita, bukan perjuangan kita, bukan usaha kita, dan juga bukan karena didoakan oleh Maria maka anda bisa ke sorga. Kita bisa masuk surga hanyalah semata-mata karena KASIH KARUNIA ALLAH (sola gracia) dan oleh sambutan iman kita kepadaNYA (sola fide).

Paus Benediktus XVI pernah membahas tentang Sola Fide ini menurut ajaran Gereja Katolik, seperti pernah saya paparkan di jawaban ini, silakan klik. Gereja Katolik juga mengajarkan bahwa keselamatan diperoleh karena kasih karunia Allah, oleh iman, namun iman ini tidak untuk dipisahkan dan dipertentangkan dengan kasih. Maka Gereja Katolik juga tidak pernah mengajarkan bahwa manusia diselamatkan oleh perbuatan manusia semata.

9. Karya salib KRISTUS itu Maha Mulia, Maha Suci, Maha Kasih… jangan pernah menambahkan apapun kepada keselamatan yang disediakan oleh TUHAN YESUS dengan pengorbananNYA (bukan oleh Maria dengan doa2nya), karena upaya untuk menambahkan sesuatu kepada Keselamatan yang adalah Kasih Karunia itu merupakan tindakan menghina salib, alias menghina PENCIPTA anda sendiri.

Anda mengatakan demikian seolah anda mempertentangkan doa Maria dengan karya Keselamatan Kristus. Padahal tidak demikian jika kita membaca Alkitab. Maria hanya menghantar manusia kepada Yesus dan mendorong agar manusia melakukan apa yang menjadi perintah Yesus (lih. Yoh 2:5). Maka pengantaraan doa Bunda Maria bukan menghina salib dan menghina Yesus, tetapi malahan mendukung karya penyelamatan Yesus.

10. Jadi kesimpulannya: Menganggap Maria sebagai Ratu Sorga, Bunda ALLAH, serta sebagai sosok yang begitu diagungkan, itu adalah perbuatan yang MENGHINA kemuliaan ALLAH..... Kita semua wajib menghormati Maria sebagai seorang perempuan yang dipilih oleh ALLAH untuk melahirkan TUHAN kita Yesus Kristus, sama seperti kita menghormati ibu kandung kita yang juga telah dipilih ALLAH untuk melahirkan kita..... Namun penghormatan yang melebihi kapasitas itu sudah termasuk mencuri kemuliaan ALLAH.

Topik tentang Ratu Surga sudah pernah dibahas di sini, silakan klik dan  klik di sini. Jika kita mau terbuka untuk mendengarkan pengajaran Bapa Gereja tentang Bunda Maria, maka sesungguhnya kita akan memahami bahwa menghormati Maria sebagai Ratu Surga dan bahwa Maria diangkat ke surga, bukan menghina kemuliaan Allah, namun malah menyatakan kemuliaan Allah. Sebab Bunda Maria merupakan "sebuah masterpiece di tangan Sang Pencipta", yang keindahannya menggambarkan kemuliaan Penciptanya dan bukan kemuliaan dirinya sendiri.

Sudah sepantasnya kita menghormati dan mengasihi ibu kita sendiri, namun juga sepantasnya, jika menghormati dan mengasihi Kristus, kita menghormati dan mengasihi pula ibu-Nya yang diberikan-Nya kepada kita (lih Yoh 19:26-27). Jika kita mengasihi Kristus lebih daripada segalanya, maka sudah selayaknya juga kita mengasihi dan menempatkan ibu-Nya secara khusus di hati kita, sebab melalui kesediaan Bunda Marialah maka kita memperoleh Yesus Penyelamat kita. Betapa kita harus berterimakasih kepada Bunda Maria secara istimewa!

Maka, terima kasih atas anjuran anda agar kami umat Katolik untuk berdoa, merenung, berpikir tentang iman kami. Ya, memang itulah yang kami usahakan, antara lain dengan adanya situs ini. Namun untuk menerima doktrin Sola Scriptura (Alkitab saja) sebagai doktrin yang benar, tentu saja tidak akan pernah bisa kami lakukan, karena itu sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Alkitab itu sendiri. Lagipula, buah dari Sola Scriptura mengakibatkan perpecahan gereja, silakan klik, dengan timbulnya 28.000 macam denominasi gereja Protestan, yang masing-masing mengklaim denominasinya yang paling benar. Jika anda memakai prinsip yang diajarkan Kristus, untuk menilai apakah pohon itu baik dari buahnya (Mat 12:33, Luk 6:44) maka anda akan mengetahui apakah Sola Scriptura itu baik atau tidak.

Silakan anda membaca kembali Alkitab anda, maka anda tidak akan menemukan satu ayatpun yang mengatakan bahwa Kitab Suci adalah satu-satunya sumber pengajaran iman. Yang tertulis malah Rasul Paulus mengingatkan umat agar perpegang tidak saja pada ajaran-ajaran tertulis (seperti Injil dan surat- surat Rasul) namun juga pada pengajaran lisan dari para rasul (yang menjadi Tradisi Suci dalam Gereja Katolik). Rasul Paulus mengatakan, "Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis." (2 Tes 2:15). Tentu saja pada saat itu Rasul Paulus tidak menganggap bahwa pengajaran lisan tersebut tidak penting, atau bahkan bertentangan dengan ajaran tertulis dari para Rasul. Selanjutnya Rasul Pauluspun mengajarkan, "Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran." (1 Tim 3:15). Maka di sini kita ketahui Alkitab sendiri menyatakan bahwa tiang/ tonggak penopang dan dasar kebenaran adalah jemaat/ Gereja, sebab memang oleh Gerejalah Alkitab itu lahir. Dan Gereja yang melahirkan Alkitab itu -yang menetapkan kanon Alkitab pertama kali tahun 382- adalah Gereja Katolik.

Jadi kami rasa tidak tepat kalau anda mengatakan kami membual dan beromong kosong di sini. Sebab yang kami tuliskan di sini semua ada dasarnya, baik dari Kitab Suci, maupun tulisan Bapa Gereja yang sudah ada sejak abad- abad awal, dan yang diteruskan dengan setia oleh Gereja Katolik. Jika anda mengatakan bahwa Gereja Katolik mengajarkan omong kosong, itu sama saja anda mengatakan bahwa ajaran para Bapa Gereja dan para rasul itu juga omong kosong; dan dengan demikian secara tidak langsung anda menempatkan pemahaman pribadi anda di atas pengajaran para Rasul. Saya percaya anda tidak bermaksud demikian.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org

Share.

About Author

Ingrid Listiati telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

104 Comments

  1. Fransiskus Edy on

    Met pg sdr (i) seiman dalam kristus tuhan, dari hati yang paling dalam saya sedih melihat sdr seiman saling hujat apalagi sampe menyinggung kenyakinan agama lain. Forum ini dibuat oleh bu inggrid dan tmn2 tentunya untuk kita lebih memahami tentang ajaran kasih kristus. Bagi tmn2 yang tidak sependapat atau punya pandangan lain tentulah mesti kita hormati juga. Yang mau saya katakan adalah, mari kita menggunakan bahasa2 yang santun dalam berdiskusi sehingga maksud yang baik akan ditanggapi pula dengan baik oleh orang lain.
    Bu Inggrid cs, terima kasih atas segala penjelasannya. sungguh menambah wawasan kami yang masih dangkal.
    Mohon maaf kalo ada kata2 yang kurang bijak dalam penyampaiannya.

    • Gregorian Dominuscovo on

      Saya setuju dgn pernyataan n penjelasan dari saudara seiman sya Ingrid Listiati.
      Sebagai Orang Katolik yg begitu kaya akan tradisi2 / kebiasaan2 yg terjadi di zaman Yesus n yg mengimani Yesus, kita harus percaya n menempatkan Sang Bunda dlm kehidupan kita.
      Selain mengimani Yesus, kita juga percaya akan peranan Bunda Maria dlm Karya Penyelamatan Allah.
      Sebab dari Maria-lah Karya Penyelamatan Allah itu dimulai.
      Saya sangat percaya bahwa ketika kita berdoa kpda Yesus melalui Perantaraan Bunda Maria, maka Bunda Maria akn senantiasa membantu kita untuk bermohon kpda Putera-Nya.
      Ini didasarkan pada peristiwa Perkawinan di Kana (saat kehabisan anggur).
      Terima kasih saudaraku Ingrid untuk penjelasannya.
      Dominus Vobiscum

  2. kalau kita bisa meminta ibu kita, adik,kakak,tante,oma,opa, teman-teman kita didunia untuk mendoakan kita, mungkin supaya kita lulus ujian,keterima kerja,usaha sukses dll…..mengapa kita tidak mencoba meminta Ibu Yesus yang ada disorga mendoakan kita juga?? orang katolik tidak berdoa kepada Bunda maria, melainkan berdoa agar Maria membantu mendoakan kita didunia kepada Yesus.

  3. saudara saudari sekalian
    kalo pokok bahasan ini terus dibahas gak akan pernah selesai
    mungkin sejak jaman khatolik – protestan terbagi ini udah jadi polemik yang ngak bisa selesai

    tapi saya mencoba menggaris bawahi kalau:
    pada dasarnya semua agama itu baik jadi jangan menjadikan suatu perbedaan sebagai ajang benar salah karena keterbatasan kita manusia dalam mengartikan karya Tuhan kita itu sangat terbatas
    sehebat apapun manusia tidak akan bisa mengartikan ajaran agamanya sesuai dengan apa yg Tuhan mau
    bisa kita buktikan dengan berbeda guru beda pula ajarannya
    namun harus kita ingat juga kalau tujuan semua agama itu sama mencapai keselamatan

    ajaran di gereja yg saya terima (walaupun saya juga suka bolong bolong mungkin banyakan bolongnya) keselamatan tidak hanya dari gereja saja tapi bisa diperoleh bagi siapapun yg percaya akan tuhan dan melaksanakan ajarannya jadi kita sudah seharusnya saling menghargai bukan memusingkan benar salah

    interpretasi boleh berbeda tapi jangan sampai memecah belah

  4. Salam damai….

    mohon izin koment..
    ehmmm…
    singkat aja..
    saya nda banyak mengerti mengenai teologi..
    saya cuma ingin bertanya kepada saudara-saudara seiman dalam Kristus Yesus…
    kalau keselamatan hanya datang dari alkitab aja..
    alkitab yang saudara,pabak,ibu pakai dari mana asalnya??…
    klo ngga salah alkitab di susun oleh para bapak-pabak gereja “yang juga mengikuti dan mejalankan tardisi suci”..( maaf kalo salah, mohon bantuan dan penjelasannya agar saya dapat bertumbuh dalam iman)…
    jadi logikanya para bapak-pabak gereja menjalankan tardisi suci koq yang make alkitabnya menyepelekan tadisi sucinya hanya beranggapan kitab sucilh jalan kebenaran???…
    “iman tanpa perbuatan adalah kosong”…

    trus yang coment yang mengenai :
    “Kata siapa Tuhan Yesus datang kedunia ini untuk membangun gereja katolik, baca alkitabnya ngak bener ahh.. sok baca lagi yang benar”..
    Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan dunia dan membangun gerejanya yang kemudian di serahkan kuncinya kepada rasul petrus “dan gereja katolik menjalankan secara turun temurun tradisi suci dari Tuhan Yesus dan para rasul ini…( maaf klo salah lagi, saya tak banyak tau mengenai alkitab dan teologi)..
    ehmm…
    jika semua org membaca dan menafsikkan isi kitab suci dengan pikiran masing-masing maka akan ada 7 milyar lebih ya pemikiran untuk satu ayatnya ya…waa…banyak juga yaa…

    mohon maaf yang sebesar2nya kalau ada salah kata dan penafsiran dari komentar saya,,,..
    mohon bimbingan dan pengetahuan bagi saya orang muda ini tentang kasih Kristus Yesus…

    salam dalam damai kristus….

  5. Dear Kevin,
    saya adalah mantan pemeluk Kristen yang sekarang berpindah ke Katolik karena di Gereja Kristen saya sering menemukan orang-orang kristen yang memuja agamanya sendiri, menganggap hanya agamanya saja yang benar, dan menghina agama orang lain, dan itu mengganggu nurani saya. Tapi ini adalah alasan saya pribadi saja, jadi saya rasa tidak perlu saya ceritakan panjang lebar.

    Saya bukan orang yang tekun beragama, karena terus terang belajar agama itu sulit. Tapi saya mau bertanya kepada Sdr Kevin yang saya anggap mewakili Gereja Kristen yang begitu dibela dan diagung-agungkan oleh Sdr. Pertanyaan saya sederhana saja, lebih ke kejadian sehari-hari yang amat mungkin terjadi di sekitar kita, berupa ilustasi singkat sbb:

    “Amir adalah orang suku pedalaman (anggaplah suku Dayak, Asmat, atau apa) yang tidak terjamah oleh peradaban. Jangankan mengenal agama Kristen, pakaian saja hanya menggunakan koteka. Amir ini anak yang sangat berbakti kepada kedua orang tua dan kampungnya. Dia banyak melakukan perbuatan baik selama hidupnya. Rela berkorban demi orang lain. Dia juga amat tekun berdoa kepada Tuhannya (yang di Kristen akan disebut berhala). Tapi sayang, dia tidak pernah mendapat kesempatan untuk mengenal Yesus sampai ajal menjemputnya. ”

    Pertanyaan saya:

    1. Anda mengatakan bahwa “satu-satunya jalan menuju surga / kehidupan kekal hanyalah melalui Yesus, dan tidak ada orang dapat selamat / masuk surga tanpa percaya kepada Tuhan Yesus Kristus”. jadi: APAKAH AMIR MASUK SURGA ATAU NERAKA???

    2. Jika Anda menjawab “MASUK NERAKA”, maka saya tanyakan, betapa tidak adilnya Yesus karena memilih lahir di Betlehem, tidak di kampung halaman Amir, sehingga org yg tidak pernah berbuat jahat selama hidupnya ini HARUS MASUK NERAKA KARENA TIDAK PERNAH PUNYA KESEMPATAN MENGENAL YESUS? Bagaimana jika Anda berada di posisi Amir. Apakah anda tidak merasa sangat kecewa dengan Tuhan ketika di neraka, anda baru denger “OO… kalo mau masuk surga harus menyembah Yesus yaa… OOhhh.. kok gw selama idup ngga pernah denger sih ttg Yesus??” “Yesus pilih kasih sekali, lahirnya ngga di kampung saya, tapi di Betlehem”. Padahal penjahat yang seumur hidupnya berbuat kejahatan bisa masuk surga, karena pada saat disalib, ia bertemu Yesus SEHINGGA PUNYA KESEMPATAN UNTUK MENGENAL & PERCAYA KEPADA YESUS. Adilkah ini untuk Amir? Coba anda pikirkan matang-matang jawaban Anda.

    3. Jika Anda menjawab “MASUK SURGA”, maka anda sudah mematahkan pernyataan Anda sendiri yang artinya Anda tidak konsisten dengan pendirian Anda. Tapi silakan anda jelaskan logika Anda jika anda pilih jawaban AMIR MASUK SURGA.

    Pertanyaan ini sering saya tanyakan kepada orang-orang Kristen seperti Sdr Kevin, yang menganggap satu-satunya jalan menuju surga adalah Yesus. Dan mereka belum ada yang bisa menjawabnya ataupun memberikan jawaban yang memuaskan. Saya harap dengan pengetahuan Sdr Kevin yang amat dalam tentang Kristen, Sdr Kevin dapat memberikan pencerahan bagi saya, karena terus terang ini salah satu alasan saya sekarang memeluk Katolik.

    Salam kasih. Karunia Tuhan menyertai Anda

    • maaf…anda salah kalo bilang TUHAN YESUS tidak adil saya sangat menentang , itulah mengapa Tuhan Yesus suruh kita jadikanlah semua bangsa menjadi muridku , dan bla bla…itu TUGAS KITA SEBAGAI PENGIKUT KRISTUS UNTUK MENYAMPAIKANNYA , BUKAN HANYA TUGAS GEREJA SAJA , KARENA KITA ADALAH SAKSI KRISTUS…mengerti

      dan YA BILA UNTUK HANYA YESUS JURU SELAMAT , ” AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP ” ada kan ayatnya???

  6. Shalom Sdri Inggrid,

    Sdri Inggrid menulis:
    Tentu saja ada kesalahan yang dilakukan oleh putera/i Gereja yang tidak menerapkan hukum kasih selama dalam proses inkuisisi ini. Inilah sebabnya Paus Yohanes Paulus II meminta maaf atas nama mereka, menjelang perayaan tahun Yubelium 2000. Di satu sisi, kita seharusnya melihat keberanian dari Gereja Katolik untuk mengakui kesalahan ini dan dengan berani meminta maaf. Silakan membandingkan dengan agama atau gereja lain, apakah ada yang pernah melakukan hal yang sama, untuk meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh putera dan puteri mereka di masa yang lalu?

    Kevin menanggapi:

    1) Soal Gereja Katolik meminta maaf atas kesalahannya dimasa lalu, itu adalah tindakan yang baik dan benar sesuai ajaran Tuhan Yesus.

    2) Permintaan maaf Paus tersebut membuktikan jelas bahwa ajaran, keputusan dan tindakan Gereja Katolik (termasuk Paus) dimasa lalu ada yang salah, sebab tidak mungkin permintaan maaf dilontarkan tanpa ada kesalahan. Hal ini membuktikan bahwa Gereja Katolik dan Paus bisa salah dalam menarik kesimpulan, menyatakan pendapat, dan menafsirkan sesuatu. Jadi pernyataan Sdri entah di forum ini atau forum lain (saya lupa) yang menyatakan bahwa Gereja Katolik tidak bisa salah karena dipelihara sendiri oleh Tuhan Yesus, ternyata sudah gugur.
    Yang benar adalah, Tuhan Yesus tidak bisa salah, Dia (Yesus) sempurna, dan hanya Dia (Yesus) yang pantas disembah dan dijadikan acuan, Dia (Yesus)lah pengantara tunggal manusia kepada Bapa, dan orang tidak dapat mengenal Dia (Yesus) tanpa Roh Kudus.
    Bila Sdri Inggrid menggunakan eufimisme dng menyatakan “kesalahan yang dilakukan oleh putera/i Gereja” saya rasa itu adalah pembelaan yang membabi buta alias tidak proporsional terhadap GK sendiri. Sebab topik dalam inkuisisi itu adalah pribadi (korban) versus Institusi Gereja Katolik, bukan versus Pastor A, Uskup B, Paus C, dsb… Jadi tidak benar bila institusinya yang bersalah, namun pribadi2 dalam institusinya yang dikambinghitamkan. Ini namanya lempar batu sembunyi tangan. Bila Paus saja mau meminta maaf atas nama GK, rasanya umat GK juga seharusnya berani mengakui adanya kesalahan GK, bukan malah mencari kesalahan oknum yang lain (sekalipun di tubuh GK).

    3) Membandingkan perbuatan baik kita dengan perbuatan baik orang lain itu adalah tindakan yang dilakukan oleh orang Farisi, yang justru dikecam oleh Tuhan Yesus. Silakan baca di Lukas 18:9-14 sbb:
    Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

    Demikian Sdri Inggrid uraian saya, semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita untuk dapat berpikir lebih obyektif dan realistis dalam menyikapi sebuah fenomena dan doktrin, karena seringkali manusia memang tidak sadar pada kelemahannya, namun saya bisa memahami dan memaklumi hal ini.
    Terimakasih.

    • Shalom Kevin,

      Permintaan maaf dari Paus Yohanes Paulus II waktu itu tidak membuktikan bahwa ajaran perihal iman dan moral dari Gereja Katolik di masa yang lalu ada yang salah. Yang diakui sebagai kesalahan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 12 Maret 2000 (teks doa permohonan maafnya, terlampir di sini, silakan klik) adalah dosa- dosa yang dilakukan oleh para putera- puteri Gereja, yaitu:

      1. Secara umum, dosa- dosa yang dilakukan para anggota Gereja di masa yang lampau.

      2. karena ada kalanya mereka menggunakan metoda yang tidak sesuai dengan ajaran Injil pada saat mempertahankan kebenaran

      3. dosa- dosa yang telah mengoyak kesatuan Tubuh Kristus dan melukai kasih persaudaraan bagi persekutuan semua umat Kristen

      4. dosa- dosa yang dilakukan oleh anggota- anggotanya terhadap orang- orang Israel/ Yahudi di sepanjang sejarah

      5. dosa- dosa umat Kristen dalam perkataan maupun perbuatan yang disebabkan karena kesombongan, kebencian, keinginan mendominasi, permusuhan dengan anggota agama lain ataupun kelompok yang terlemah dalam masyarakat.

      6. dosa- dosa umat Kristen terhadap martabat umat manusia, terutama terhadap para wanita.

      7. dosa- dosa yang dilakukan terhadap para miskin, anak- anak, terutama janin di dalam kandungan melalui aborsi ataupun penggunaannya bagi eksperimen.

      Dari sini kita bisa melihat, bahwa memang terdapat kesalahan yang dilakukan oleh putera-puteri Gereja, di masa yang lalu; namun kesalahan ini adalah kesalahan pribadi, dan bukannya kesalahan ajaran tentang iman dan moral. Yang diajarkan oleh Gereja Katolik sebagai tidak dapat salah/ infallible itu memang hanya 1) ajaran Gereja yang definitif yang berkaitan dengan iman dan moral, 2) yang diucapkan oleh Paus dalam kapasitasnya sebagai penerus Rasul Petrus, dan 3) ajaran tersebut berlaku untuk Gereja universal di seluruh dunia. Selanjutnya tentang topik infalibilitas Bapa Paus, silakan klik di sini. Jadi di luar ketiga hal tersebut memang Paus bisa salah, karena ia juga manusia biasa yang berdosa. Itulah sebabnya Bapa Paus sendiri mengaku dosa di hadapan imam/ menerima sakramen Tobat seminggu sekali.

      Tentang Inkuisisi, saya pernah membahasnya di sini, silakan klik. Inkuisisi dilakukan sebagai kelanjutan dari usaha untuk memerangi ajaran sesat Albigenses, yang memang tidak sesuai dengan kebenaran. Di sini maksud memerangi ajaran yang sesat adalah sesuatu yang baik, namun metoda yang dipilih pada jaman itu tidak sesuai dengan Injil, dan inilah yang salah, yang diakui oleh Paus Yohanes Paulus II. Namun untuk melihat secara obyektif mengenai hal inkuisisi, kita perlu juga mempelajari konteks sejarah dan kehidupan bermasyarakat pada saat itu yang memang memberlakukan kekerasan untuk menghukum orang- orang yang terbukti bersalah. Sebenarnya ini menyerupai apa yang terjadi di jaman PL, di mana orang yang terbukti bersalah memang dihukum dengan keras. Kini memang peradaban manusia sudah berkembang, dan justru karena itu sulit bagi kita untuk membayangkan keadaan di jaman abad pertengahan itu.

      Sekarang pernyataan saya tentang “kesalahan yang dilakukan oleh putera/i Gereja” itu bukan maksud eufimisme, karena hal itu sesuai dengan yang disebutkan oleh Paus Yohanes Paulus II dalam awal doa permohonan maafnya, yaitu:

      “Lord God, your pilgrim Church, which You ever sanctify in the blood of Your Son, counts among her children in every age members whose holiness shines brightly forth and members whose disobedience to you contradicts the faith we profess and the Holy Gospel. You, who remain ever faithful, even when we are unfaithful, forgive our sins and grant that we may bear true witness to you before all men and women. We ask this through Christ our Lord.”

      Maka, “kesalahan putera- puteri Gereja” yang saya maksudkan di sini adalah kesalahan para anggota Gereja yang oleh karena ketidaktaatan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan imannya dan tidak sesuai dengan Injil. Paus Yohanes Paulus II selaku pemimpin Gereja, mengakui kesalahan yang dilakukan para anggota Gereja-Nya yaitu sebagian dari putera/i Gereja yang telah dibaptis, namun tidak hidup sesuai dengan imannya itu.

      Jadi pengakuan ini tidak sama dengan istilah “lempar batu sembunyi tangan“. Sebab Paus telah mengakui bahwa ada kesalahan yang telah dilakukan oleh para anggota Gereja, dan selaku pemimpinnya, ia meminta maaf. Sedangkan, posisi saya adalah sama dengan para anggota Gereja yang bersalah tersebut, dalam artian, sama- sama anggota. Maka sebagai sesama anggota, walaupun saya bisa mengakui kesalahan dan meminta maaf atas nama mereka yang melakukan Inkuisisi, tetapi artinya tidak akan sama dengan pengakuan dan permintaan maaf Paus selaku pemimpin tertinggi Gereja.

      Gereja itu pada hakekatnya adalah kudus, seperti yang kita sebutkan dalam credo/ Syahadat Aku Percaya. “Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik.” Gereja itu kudus, karena Kepalanya, yaitu Yesus adalah kudus. Maka, kekudusan Gereja disebabkan oleh kekudusan Kristus yang mendirikannya. Namun demikian, tidak berarti bahwa setiap anggota Gereja-Nya adalah kudus, sebab Yesus sendiri mengakui bahwa para anggotaNya terdiri dari yang baik dan yang jahat (lih. Yoh 6:70), dan karenanya tidak semua dari anggotaNya masuk ke surga (Mat 7:21-23). Karena itulah para anggota- anggota Tubuh-Nya ini tetap perlu bertobat secara terus menerus. Jadi dalam Gereja selalu ada dua dimensi, Ilahi (dari Allah) dan manusiawi (karena anggota- anggotanya adalah manusia biasa). Dan permintaan maaf dari Paus Yohanes Paulus ini berkaitan dengan dimensi kemanusiaan dalam Gereja, yang memang dapat jatuh di dalam dosa.

      Selanjutnya, memang saya menuliskan, “Silakan membandingkan dengan agama atau gereja lain, apakah ada yang pernah melakukan hal yang sama, untuk meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh putera dan puteri mereka di masa yang lalu?”

      Ini adalah keterbatasan kata- kata saya, namun maksud saya bukan untuk menganggap diri benar dan menganggap rendah semua orang lain, seperti yang anda tuliskan. Maksud saya sebenarnya hanya untuk mengajak merenungkan suatu kenyataan ini, bahwa Bapa Paus berani mengakui kesalahan para anggota Gereja di masa lampau yang bertindak tidak sesuai dengan ajaran iman Katolik. Sebenarnya jika kita semua mau obyektif, fakta menunjukkan Gereja Katolik-lah yang sering direndahkan oleh banyak orang. Gereja Katolik sering dituduh “pelacur besar Babilon” (silakan klik di sini), atau dituduh sebagai binatang buas pada Wahyu 13 (silakan klik di sini), dan bahkan banyak beredar video dan situs yang menyudutkan Gereja Katolik dan Paus tentang hal ini. Banyak orang Kristen Protestan menganggap Gereja Katolik sesat dan masuk neraka. Artinya, bagi sebagian umat Kristen Protestan, umat Katolik bahkan tidak layak disebut Kristen. Namun Gereja Katolik tetap menganggap umat Kristen Protestan sebagai saudara- saudari dalam Kristus karena dihubungkan dengan rahmat Baptisan yang sama (lihat Unitatis Redintegratio 3). Maka jika saya mengajak merenungkan kenyataan ini, bukan untuk menyombongkan diri. Tidak ada yang perlu disombongkan jika Gereja Katolik mengakui kesalahan beberapa anggota- anggotanya. Lain halnya jika yang dibandingkan adalah misalnya karya- karya sosial atau karya- karya lainnya, ataupun kharisma- kharisma tertentu untuk maksud menonjolkan diri. Jika demikian, maka memang benar, itu menjadi seperti sikap orang Farisi yang dalam doanya mengatakan, “aku bersyukur bahwa aku tidak sama seperti orang lain…” (dan kemudian meninggikan diri dengan menyebutkan kebaikan- kebaikannya). Namun yang dilakukan oleh Bapa Paus selaku pemimpin Gereja Katolik, justru sebaliknya, yaitu seperti sang pemungut cukai itu, yang berseru, “Mea culpa, kasihanilah kami yang berdosa ini”. Jika kita membaca kembali teks doa Bapa Paus tanggal 12 Maret 2000 tersebut di link di atas, tentunya kita semua dapat melihat bahwa doa Bapa Paus lebih menyerupai doa sang pemungut cukai itu.

      Maka jika saya mengajak untuk merenungkan hal itu, bukan untuk menyombongkan diri ataupun menyalahkan orang lain. Kenyataan bahwa Bapa Paus berani mengakui kesalahan anggota- anggota Gereja, seharusnya menjadi inspirasi bagi para pemimpin agama, maupun pemimpin dunia, untuk juga melakukan hal yang sama, agar segala agama dan segala bangsa dapat belajar dari pengalaman masa yang silam, saling mengampuni, dan membangun ikatan persaudaraan dalam perdamaian dan cinta kasih. Kita manusia memang harus berjuang untuk hidup dalam kasih dan kerendahan hati, termasuk di dalamnya adalah kesediaan untuk mengakui kesalahan jika bersalah dan mau juga memaafkan kesalahan orang lain.

      Itu saja, maksud tulisan saya di atas. Terima kasih atas masukan anda, dan semoga andapun dapat menerima penjelasan saya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

      • Bagaimana mungkin saudara2 kita yang Kriten non Katholik bisa atau mau meminta maaf atas kesalahan2 masa lalu atau masa kini saudara2 yang seiman dengannya karena memang setahu saya kelompok Kristen non Katholik tidak memiliki struktur yang jelas tentang kelembagaannya (baca institusi) karena lebih di sibukkan dengan kegiatan mencari pembenaran terhadap kemampuan interpretasi mereka terhadap ajaran Kristus yang tercetak di kitab suci. Siapa yang bisa dianggap pantas mewakili kelompoknya yang tercerai berai dalam artian yang seluas-luasnya?

        Semalam saya baru bertemu seorang kawan lama yang menerangkan pemahamannya tentang ajaran agama Katholik yang salah (nampak di sesatkan oleh pengajarnya) di salah satu sekolah Teologi di luar pulau Jawa yang menyatakan diri sebagai lembaga teologi beberapa denominasi. Saya gembira ada situs katolisitas yang mampu memberikan pencerahan atas kesalah pahaman yang selama ini dicekoki kepada atau di pahami saudara2 penganut ajaran Kristen non Katholik.

  7. Paulus Prana on

    Syalom Alaikhem,
    pembahasan seperti ini dijamin tidak akan selesai walaupun website ini sudah melebihi kuotanya & yang mengetik keyboardnya sampai rusak.

    Saya ikut nimbrung yang mudah-mudah saja:

    1. IMHO, setiap ajaran / filosofi yang menyangkut Manusia pasti menyertakan simbol keutamaan laki-laki maupun perempuan.
    Kebetulan, semua nabi-nabi & pencetus filosofi hampir semuanya laki-laki ya? atau karena physical prowness tends to surpress the weaker others? hehe…wallahu alam. Sehingga otomatis simbol keutamaan laki-laki tentu adalah sang pemimpin tsb.
    Maka, perlu adanya personifikasi / simbolisasi keutamaan wanita, sebab pengikutnya pun pasti ada wanitanya.

    2. Mari dilihat, hampir semua ajaran / filosofi ada ya? Beberapa contoh sederhana (mohon dikoreksi bila salah):
    a. Dewi Ratih, Dewi Sri, dll. (Tradisional Jawa)
    b. Dewi Appolo: simbol wanita yg tegas, Dewi Aphrodite: simbol wanita yang lemah gemulai, dll. (Hellenism)
    c. Dewi Venus (Roma)
    d. Dewi Isis (Egyptian)
    e. Btari Durga (?) – (Indian / Hinduism)
    f. Dewi Guan Yin – (Chinese-Buddhism)
    g. Avalokitesvara Bodhisatva (Buddhism) – sering disamakan dgn Dewi Guan Yin
    h. Hawa, Siti Hawa, Eve (Abrahamic religions)
    i. Bunda Maria (Christian)
    j. Siti Khadijah (Islam)
    k. dan lainnya

    3. Tentu masing-masing diatas di”posisi”kan berbeda-beda tingkat keutamaannya. Ada yang posisinya amat tinggi (tapi rasanya belum ada yang lebih tinggi dari yang laki-lakinya ya? bahkan Tuhan aja sering disebut dengan kata ganti orang maskulin ya, hehe..). Ada pula yang posisinya tetap dihormati tetapi tidak amatlah tinggi.

    4. Nah, dengan memahami esensi adanya ketokohan feminin pada ajaran-ajaran yang ada, maka tentu substansi utamanya adalah: sebagai role-model sekaligus sebagai ideal-mirror bagi para wanita pengikut ajaran tersebut.
    Tentu tidak dapat dilepaskan adanya atribut-atribut tambahan yang dimiliki secara spesifik dan berbeda-beda antara satu Wanita-Utama dengan yang lainnya, seperti welas asih, penuh cinta, rela berkorban, menderita, figur utama keluarga, dan lainnya.

    5. Maka, dengan esensi yang amat mulia sekaligus amatlah sederhana itu, segala macam perdebatan atributif dan superfisial mengenai PEMAHAMAN (INTERPRETASI) yang berbeda-beda antara satu orang / suatu kelompok / suatu ajaran dengan yang lainnya menjadi berkurang relevansinya terhadap kadar (kualitas) ke-Utama-an dari Wanita-wanita tersebut.

    6. Meskipun setiap orang masing-masing bersikukuh dengan pandangannya sendiri, serta katanya didukung dengan dokumen dari langit, para Wanita Utama tersebut tetaplah mereka dengan kemuliaan, sifat, jasa, dan pesonanya sendiri.
    Ketika seorang Wanita Utama di”paksa” oleh khalayak ditempatkan tinggi, maupun di”paksa” ditempatkan lebih rendah, TETAP tidak akan mengubah kemuliaanya di hadapan Tuhan.

    7. Jadi, kenapa harus ngotot kalau ada yg bilang sang Wanita anu adalah maha tinggi sebab bla.bla.bla.. dan kemudian berargumen kuat: BUKAN, sebab blablabla…. Ataupun sebaliknya.
    Saran saya: mari kita mengenal karakter & perilaku wanita tersebut lewat sumber historis / biblikal / referensi lainnya, kemudian dengarkan Suara Hati, bagaimana kita akan menempatkan beliau di HATI KITA.

    8. Khusus mengenai Bunda Maria ini, memang yang paling seru adalah antara Katolik dan Protestan. Well, dalam pandangan saya yang bodoh & sederhana ini, Ujung Pangkal-nya adalah perlu adanya suatu DIFERENSIASI antara ajaran yang hampir sama, sehingga terbentuk IDENTITAS pembeda antara satu komunitas & lainnya.

    9. Nah, kebetulan Bapak Martin Luther antara lain mengambil poin Bunda Maria ini (bersama dengan ratusan poin lainnya) sebagai faktor identitas & faktor pembeda. Habis Perkara..
    Setelah berjalan sekian ratus tahun, tentu segala argumentasi sudah semakin berkembang. Tinggal kita yang hidup hari ini mau menyikapinya bagaimana? kembali kepada masing-masing individu.

    10. Biar gampang, mari kita analogikan positioning Bunda Maria ini seperti Mercedes Benz & BMW.
    Keduanya sama-sama buatan Jerman, sama-sama sedan, sama mewahnya, sama berkelasnya, sama amannya, sama mahalnya, hanya MB: adalah sedan berkelas untuk eksekutif mapan, sedangkan BMW: sedan berkelas yang tetap sporty dan dinamis.
    Nah, sekarang tinggal tanya diri sendiri: Lebih hebat yg mana? eksekutif mapan atau sporty+dinamis?
    Ada yang fanatik MB & bilang BMW jelek, harganya jatuh, dll. Nyatanya BMW kalau dibawa ke puncak tetap bisa disetir kencang dengan amat nyamannya. Demikian sebaliknya.

    Jadi, tidak perlu gusar ketika ada yg memposisikan Bunda Maria demikian tingginya, dan tidak perlu emosi ketika ada yg ngotot berargumen Bunda Maria hanya sedemikian saja. Sebab hanya Tuhan-lah yang tahu seberapa mulianya Beliau di hadapan-Nya.

    Ah damainya…. Salam,

    Note: Sudahkah anda menonton film AGORA? sebuah film tentang Wanita Utama & bagus untuk refleksi tentang kemanusiaan & nilai-nilai hidup.

    • Shalom Paulus Prana,

      Apa yang kami coba paparkan di situs ini adalah ajaran Gereja Katolik, sehingga memang kami tidak membahas ajaran agama- agama lain. Tentang adanya tokoh- tokoh wanita dalam agama atau kepercayaan lain, bukan menjadi dasar mengapa Gereja Katolik menghormati Bunda Maria. Dasar Gereja Katolik menghormati Bunda Maria adalah pertama- tama karena Allah telah memilihnya menjadi Ibu yang melahirkan Kristus Allah Putera. Bahwa ada orang- orang yang tidak dapat menerima hal ini dan tidak menghormati Bunda Maria seperti apa yang dilakukan Gereja Katolik, itu tidak mempengaruhi ajaran Gereja Katolik. Gereja Katolik tidak pernah meninggikan Bunda Maria sampai sejajar dengan Tuhan; ataupun menjadikannya “maha tinggi” seperti perkataan anda. Namun yang diajarkan oleh Gereja Katolik adalah bahwa Bunda Maria memerankan peran yang unik dan satu- satunya sebagai Ibu yang melahirkan Kristus, sehingga karena Kristus adalah Allah, maka Bunda Maria disebut sebagai Bunda Allah. Dan penghormatan yang diberikan oleh umat Katolik kepada Bunda Maria adalah karena perannya sebagai Bunda Allah.

      Terus terang, analogi yang anda buat tentang Mercedes Benz dan BMW untuk menjelaskan posisi/ pandangan tentang Bunda Maria juga tidak terlalu pas. Sebab dengan analogi tersebut, sepertinya mau menyerahkan keputusan pada masing- masing pribadi. Padahal jika kita menyebut diri sebagai Katolik, kita selayaknya memegang apa yang diajarkan oleh Magisterium Gereja Katolik. Kalau ada orang yang tidak dapat menerima, ya tidak usah kita hakimi, tetapi sebaliknya, itu tidak menyurutkan iman kita akan pengajaran Gereja Katolik tentang Bunda Maria.

      Maka memang tidak perlu emosi atau ngotot, namun sebagai umat Katolik kita perlu menyampaikan apa yang menjadi pengajaran Gereja Katolik.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  8. Antonius Prasetiyo on

    Saya baru saja meihat web ini dari istri saya dan melihat diskusi yang ada.
    Baik dan informatif, hanya saja saya ingin menambahkan sedikit saja.
    Tapi dengan diskusi ini saya juga berharap selalu yang terbaik untuk semuanya.

    Hanya ingin menekankan saja, ada ayat yang patut kita ambil sebagai dasar iman kita;

    Markus 2:17
    Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

    Yohanes 8:7
    Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

    silahkan saudara semua mari kita menyelami ke dalam diri dan iman kita sampai sejauh manakah kita telah beriman dan ingat akan dosa kita. Yesus tidak apriori tehadap indivdu,
    Kenapa kita tidak seperti Yesus juga. Yang penting saling memahami dan mau mengerti.

    Maaf kalau tidak nyambung commentnya, karena saya kira sudah mulai panas, sekadar mendinginkan saja.

    Peace & Love.
    Berkah Dalem

  9. @ Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini.

    Ada 2 orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa. yang seorang adalah Farisi, dan yang lain Pemungut Cukai.

    Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya, begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepadaMu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain. Aku bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah, dan juga bukan seperti pemungut cukai ini.

    Aku berpuasa 2x seminggu. aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

    tetapi…, Pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata
    “ Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini “.

    Aku berkata kepadamu: ” Orang [pemungut cukai] ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah, dan orang lain itu tidak”. sebab barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan. dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

    pesan :
    saudara-saudaraku terkasih,.. bersikaplah seperti pemungut cukai itu.

  10. Orang Protestan itu bagaikan ‘Kacang Lupa Kulitnya’ , mereka tidak diajarkan darimana mereka berasal, bagaimana mereka terbentuk, bagaimana situasi dan kondisi kemasyarakatan pada waktu peristiwa2 penting terjadi, mereka tidak mengalami masa penindasan Kaisar Roma, tidak mengalami pahitnya perang salib.
    Denominasi2 sekarang kebanyakan lahir dari Teologi Kemakmuran, berkembang sangat cepat di negara2 makmur seperti Amerika, Eropa. Mereka tidak melihat buah karya Gereja Katolik, punya mata tetapi buta.
    2000 tahun Gereja Katolik telah berdiri, dan tidak henti-hentinya setan berusaha menghancurkan Gereja Katolik tetapi selalu gagal. Tidak ada agama lain yang lebih banyak dan lebih lama diserang iblis selain agama Katolik.
    Gereja Katolik adalah betul-betul gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus sendiri.
    Christus Vincit…Christus Regnit… Christus Imperat…

      • Shalom Jovetic,

        Terima kasih atas tanggapannya. Gereja Katolik mengakui adanya unsur-unsur kebenaran dalam agama lain. Dan Gereja Katolik mengakui bahwa denominasi-denominasi Kristen adalah saudara di dalam Kristus, hanya terpisah dalam Tubuh Mistik Kristus dan tidak mempunyai sakramen-sakramen yang lengkap. Menjadi tugas dari masing-masing umat beriman untuk terus berusaha memahami apa yang dipercayainya. Dan kita tidak perlu mengaburkan perbedaan yang memang menjadi suatu kenyataan, karena mengaburkan perbedaan dapat mengaburkan kebenaran. Dalam perbedaan ini, kita dapat berdialog dengan hormat dan lemah lembut (lih. 1 Pet 3:15) dan juga dalam semangat kasih. Mengaburkan kebenaran justru bertentangan dengan kodrat dari kasih itu sendiri.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        stef – katolisitas.org

  11. Salam Sejahtera bagi kita semua dalam hadirat Tuhan Yesus Kristus,

    Saya tidak pandai teologi dan membaca alkitab alkitab pun tidak pandai menjabarkan atau menjelaskan, namun dari topik yang di bahas ini saya mempunyai ilustrasi yang sangat menarik, kira2 adalah begini :

    Saya mempunyai ibu kandung (saya yakin setiap manusia ada), terus saya ingin membalas jasa dan kebaikan ibu kandung yang telah melahirkan, membesarkan saya sehingga menjadi anak yang berguna, terus kira2 apa yang saya lakukan…. tentunya saya harus membahagiakan ibu kandung saya dengan berbagai macam cara…. baik secara lahir maupun batin (materi dan rohani).

    Saya sebagai manusia biasa saja yang masih bergelimang dengan kesalahan, masih bisa berpikir seperti yang saya sebutkan di atas…. Apakah menurut saudara2 saya yang sering mempermasalahkan saudara2 kita yang memberikan penghormatan kepada Bunda Maria Ibu Tuhan Yesus, Tuhan Yesus tidak bisa lebih lagi berbuat sesuatu kepada Bunda-Nya sendiri?

    Bukankah Tuhan Yesus itu adalah Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Suci?

    Bukankah Yesus pernah bersabda “Anak kalian minta ikan saja, tidak kalian berikan ular” terus sebagai Anak Manusia yang adalah Tuhan itu sendiri, demi untuk membalas budi, berbakti kepada Bunda-Nya apakah ada kekeliruan Tuhan Yesus memberikan kesucian kepada Bunda-Nya sendiri?

    Bukankah dengan menyatakan seakan-akan Tuhan Yesus tidak “menyucikan” Bunda-Nya sendiri adalah suatu perbuatan yang tanpa sadar telah menganggap remeh Tuhan Yesus Maha Kuasa dan Maha Suci?

    Menulis panjang lebar untuk mencari kekeliruan orang lain tanpa melihat kekeliruan diri sendiri apalagi tanpa mengerti hal yang sebenarnya dan juga tidak mau membuka hati dan pikiran yang sehat untuk menerima penjelasan dari orang lain (walaupun sedikit) hanya membuktikan kebenaran Injil Yakobus yang mengatakan “Iman tanpa pembuatan adalah Iman Mati” (tidak ada buah-buah dari Roh)

    Bagaimana, apakah kita2 mau membahagiakan orang tua kita (ibu kandung kita) lahir dan batin?

    Mohon maaf atas kata-kata yang tidak berkenan, karena saya orang bodoh, yang tidak pandai teologi.
    Terima kasih kepada admin yang sangat bijak dan arif dalam menanggapi argumen-argumen yang ada.
    Semoga Tuhan Yesus memberkati kita semua, amin.

  12. Salam Kasih…..

    Mhn maaf Bu Ingrid… Saya ingin mendapatkan jawaban dari 11 pertanyaan yang diajukan oleh Insan Mokoginta yg konon dia berasal dr Agama Katolik. Saya sudah membuka berbagai artikel jawaban atas 11 pertanyaan tersebut tapi yg saya dapat jawabannya hanya diberikan oleh Sdr/i kita yg Kristen..

  13. AMBROS M. Deru Gore on

    Saya berteman dengan orang protestan sekitar 200-an denominasi di satu kabuapten di NTT . Ketika petama tiba dan tinggal di daerah itu saya pikir protestan cuma satu saja dari Marthin Luther . Padahal banyak sekali. saya ikut persekutuan mereka sekitar 3 persekutuan dari banyaknya persekutuan doa disini. Kadang saya hadir kebaktian mereka saat pentabisan gereja baru. Seru juga sih. ketika mulai berdoa saya menggunakan tanda salib di dahi seperti biasanya mulai berdoa secara katolik. Doa syafaat kita lakukan berantai. Tapi teman – teman saya drprotestan biasanya doa safaatnya lama sekali buat saya jadi tidak bisa konsentrasi ikutin doanya. Mereka main musik,menyanyi dengan fokal groupnya segala. enak juga buat hiburan . Pengetahuan alkitabnya bagus. menghafal dan menafsirkan alkitab bebas saja. semua boleh menafsirkan sendiri-sendiri jika ada kotbahnya. jadi unik juga saya lihat. berteman dengan pendeta dan sms firman Tuhan setiap hari semuanya jadi biasa saja. Jadi semua tindakan doa bersama itu membuat saya semakin kukuh akan kebenaran ajaran gereja katolik yg saya miliki. Mereka tanya saya jawab. saya tidak mau tanya karena mereka bisa tersinggung, Jemaat pindah dari denominasi ke denominasi lain jadi masalah disini. Saya pikir sistim doktrinasi yang tidak membiarkan jemaat tumbuh secara merdeka dalam kepenuhan hidupnya dengan Yesus Kristus. Kadang saya pikir apakah Yesus sebelum naik Kesurga berdoa dulu untuk murid – muridNya agar bersatu dengan diriNya dengan BapakNya adalah fakta yang terjadi saat ini. Mengapa orang protestan tidak bisa bersatu dengan Katolik agar doa Yesus menjadi Nyata bagi semua kita. Terlalu banyak gereja bikin pusing saja.

  14. Rivan Jaya Lim on

    Salam Damai Hati Yesus Yang Maha Kudus, semoga semua saudara disini di penuhi Roh Kudus…. alangkah baiknya kita berpendapat dalam Kasih… Rasakan Dan dengarkan baik baik Roh Kudus yang berbicara dan biarkan Dia yang setia membuat jari jari saudara memencet tombol2 huruf dgn kasih.
    Bunda Maria jangan dijadikan permasalahan karna Dia adalah Ibu Tuhan kita Yesus Kristus, Dia ( Bunda ) yang kandung tanpa noda Dosa, sudah sejak lama di rencana kan Tuhan untuk pemenuhan Nas….
    Jadi Dialah manusia satu satunya yang ada di dunia tanpa cacat dan cela di Benar Perawan yang di kandung Tanpa Noda dosa, saya selalu merasakan Bunda selalu menemani saya sampai saat ini, pada saat saya memencet tombol2 huruf ini Roh Kudus selalu membelai saya dari ujung rambut sampai ujung kaki saya tanpa berhenti, Dia sungguh senang karna saya ingin menyampaikan semua ini.
    Percayalah kalo anda pada saat ini merasakan Kasih karunia Tuhan, dan membiarkan Roh Kudus berkarya, Niscaya saudara yang merasa Bunda Maria adalah orang biasa yang tidak ada apa apanya, tidak akan membuat saudara terganggu dgn semua yang saudara risaukan tentang pendapat saudara….. Berdoalah dan biarkan Roh Kudus melingkupi dan menaungi saudara secara penuh, Dia yang Maha Kudus akan menuntun saudara kejalan yang Mulia. Kemuliaan kepada Bapa, Putera dan Roh Kudus… seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad…. Amin

  15. hoalah……..
    Bunda Maria lagi, Bunda Maria Lagiiiii
    To : Kevin [edit: satu kalimat di hapus]
    Allah tidak Harus turun kedunia untuk menebus umat manusia, tapi Allah melakukannya apa itu pembenaran???
    Yesus adalah Allah yang berinkarnasi tidak harus disalib dalam menebus umat manusia namun Yesus rela melakukannya apa itu pembenaran?
    Allah berinkarnasi menjadi menjadi manusia Yesus tidak harus melalui Bunda Maria namun Allah tetap memilih Bunda Maria apa itu pembenaran????

  16. Salam Damai Kristus ,

    Terima kasih buat Ibu Inggrid, Pak Stef, dan seluruh pengelola web Katolisitas yang telah memberikan pencerahan bagi sesama, khususnya umat katolik.

    Setelah membaca artikel ini secara lengkap, beserta sedikit analisa gaya penulisan saudara Kevin selaku penanya dan membandingkannya dengan gaya penulisan Ibu Inggrid selaku penjawab.

    Saya sebagai umat Katolik, sungguh merasa “dicerahkan” terutama dalam hal tentang topik Bunda Maria.
    Sering kali umat gereja Protestan “menyerang” umat katolik, dengan pernyataan2 seperti yang disebutkan oleh saudara Kevin diatas.

    Apakah mungkin dalam kotbah pendeta2 protestan juga sering mangajarkan hal2 seperti itu????
    Karena, menurut saya banyak orang Protestan yang “merasa paling benar” dan kemudian “memandang salah ajaran gereja lain, terutama gereja Katolik” dan mungkin juga ajaran2 lainnya.

    Saya pernah punya pengalaman pribadi seperti ini:
    Waktu kuliah, teman saya ada yang mengajak pergi ke “komsel” gereja protestan, dan saya mengatakan kalo saya orang Katolik, tetapi teman saya meyakinkan kalau nanti cuma sekedar sharing2 pengalaman, jadi ngga masalah kalo saya orang katolik.

    Akhirnya saya ikut karena tidak enak kalo menolak terus, dengan tujuan sekali kali ingin tau juga seperti apa kegiatan di gereja Protestan. Ternyata dalam komsel tersebut ada anak2 baru yang belum beragama protestan juga. Hal yang membuat saya kaget, ternyata anak2 baru ini sedang “diindoktrinasi” untuk segera meninggalkan keyakinan lama mereka dengan cara yang menurut saya tidak sopan dan tidak etis dan seperti ada paksaan.

    Satu kalimat yang sampai sekarang saya ingat adalah pernyataan “Dewi Kwan Im itu adalah Iblis Level Tinggi”, dan spontan saya mengatakan “lho, kamu ga bisa omong seperti itu……. Yesus juga pernah berkata : Dari Buahnya lah kamu akan mengenal mereka…… lha kira2 ajaran Dewi Kwan Im itu jelak apa ngga???? Kan ngga ada yang suru ngebunuh or mencuri, dsb???? Koq kamu bisa bilang dia Iblis Level Tinggi, kaya permainan game aja”
    Setelah acara itu, saya ngga pernah diajak lagi ke komsel mereka, dan memang sebenarnya saya juga ngga mau koq.

    Kadang kita sebagai umat katolik, sering mendapat pertanyaan2 sejenis seperti pertanyaan dari Kevin, yang ujung – ujungnya berakir dengan ajakan ke gereja Protestan. Apakah memang hal seperti itu yang diajarkan oleh pak pendeta protestan????

    Bandingkan pertanyaan arogan dari saudara Kevin dan jawaban bijak dari Ibu Inggrid…….
    Memang ngga semua orang Protestan seperti Kevin, banyak juga yang lebih toleran, namun akan menjadi lebih baik jika kita semua bisa menjaga kerukunan dan toleransi, apalagi dalam menyampaikan sesuatu hal yang kemungkinan dapat menyinggung orang lain, kecuali kalau bapak pendeta protestan memang mengajarkan hal yang seperti itu???? Semoga saja tidak seperti itu.

    Dari situs ini, saya selaku umat katolik semakin memahami akan ajaran2 gereja yang sering kali menjadi bahan perdebatan dengan umat beragama lain , terutama uman protestan.
    Karena memang hal2 seperti ini, tidak pernah dijelaskan di sekolah bahkan pada pelajaran agama katolik di sekolah katolik, kegiatan lingkungan ataupun pelajaran sakramen krisma sekalipun……

    Puji Tuhan , masih ada umat katolik seperti Ibu Inggrid dan Bp Stefanus yang bersedia memberikan pencerahan bagi sesama, khususnya umat katolik.
    Teruslah Berkarya, Tuhan Yesus Memberkati.

    Amien.

    • @ Sdr Hendra…

      Saya sebetulnya mau mengutip paragraph / kalimat tulisan Sdr Hendra diatas, namun menu copy pastenya saya tidak tahu jadi saya rangkum sederhana saja….

      Dalam kalimat ke 4 Sdr Hendra menanyakan apakah di gereja protestan pendetanya mengajar hal2 seperti itu? Saya tidak menangkap dengan jelas apakah makna yg Sdr maksudkan dng seperti itu. Bila saya duga-duga dari kalimat sebelumnya, mungkin yg sdr maksudkan adalah “menyerang umat katholik”…
      Mari saya jawab:
      Kalo sebuah pernyataan dilontarkan, itu artinya orang menginginkan jawaban.
      Kalo sebuah pernyataan dilontarkan, itu artinya orang berpendapat.

      Ketika saya menulis (nimbrung) di forum ini, saya melontarkan pernyataan, itu artinya saya sedang berpendapat. Apakah Sdr Hendra paham dengan arti berpendapat? Berpendapat adalah mengeluarkan isi pikiran dan/atau keyakinan dan/atau pemahaman kita tentang suatu hal kepada orang lain.
      Karena ini forum tanya jawab dan forum berpendapat, maka saya merasa ini diperbolehkan bagi siapa saja untuk bertanya atau berpendapat, dan sebelumnya saya sudah lihat banyak komentar dan pertanyaan di blog2 di forum ini.
      Ketika saya menyatakan pendapat saya, apakah hukumnya yang bisa menentukan bahwa pendapat saya itu “menyerang”?, darimana Sdr Hendra bisa menyimpulkan pertanyaan saya arogan? sungguh aneh bin ajaib. Darimana datangnya arogansi itu? Dengan menggunakan sistematika yang sama pun saya bisa mengatakan bahwa pernyataan Sdr Hendra diatas tentang saya adalah sebuah arogansi dan mengandung substansi “menghakimi” karena Sdr menilai saya tanpa tahu siapa saya, serta menyimpulkan rangkaian kata tanpa melihat makna dibaliknya.

      Jadi sebelum anda paham makna sebuah pertanyaan dan pernyataan, saya sarankan ada baiknya anda tidak buru-buru menghakimi, agar jangan terulang lagi kasus-kasus dimana Galileo dinyatakan sesat hanya gara-gara menyatakan teori heliosentris (matahari adalah pusat tatasurya), dan belakangan baru gereja katolik menyadari kesalahannya. Juga kasus dimana Leonardo da Vinci yang sedang melakukan berbagai riset medis dipandang oleh gereja katolik sebagai pelaku ritual iblis / sesat, dan belakangan baru disadari bahwa si Leo justru melaksanakan suatu tugas mulia dari Tuhan untuk mengejawantahkan teori dan pemikiran ke dalam ilmu pengetahuan.

      Saya masuk kesini dengan maksud beradu argumen, karena umat katolik disini memiliki pemahaman tertentu tentang Alkitab, dan saya juga memiliki pemahaman tertentu tentang Alkitab. Boleh donk saya punya pemahaman? Jangan anda pikir hanya orang katolik saja atau anda saja atau Sdri Inggrid saja yang boleh tahu dan boleh benar. Prinsip sebuah diskusi itu begini, anda ngomong apa yang anda mau, saya ngomong apa yang saya mau, anda ngomong apa yang anda tahu, saya ngomong apa yang saya tahu, bila kita tidak sepakat, maka kita ngomong lagi…
      Kalo anda tidak paham itu, sebaiknya anda jangan berdiskusi di sebuah forum, karena nantinya timbul iritasi di hati anda, bisa lebih parah jadi infeksi yg disebut kebencian.
      Orang dewasa berdiskusi terbuka, dan saya ingin bertanya kepada anda, tolong tunjukkan dimana arogansi saya?

      Bila anda tipe orang sensitif, maka ketika anda membandingkan dua macam tulisan dari dua orang yang berbeda, mungkin anda bisa merasa seperti ini seperti itu. Namun anda perlu paham, bahwa setiap orang memiliki gaya penulisan sendiri-sendiri. Ada orang yg menulis secara puitis, ada yang vulgar, ada yang datar, ada yang ngawur, ada yang to the point, ada yang berliku-liku, ada yang tampak manis, ada yang tampak kasar, tiap orang berbeda bro…
      Bila anda menginginkan setiap orang menulis dengan gaya Sdri Inggrid yang anda sanjung dng kata bijak itu, maka TUHAN harus merombak seluruh dunia ini dan mencipta ulang manusia-manusia baru dengan gaya Inggrid… silakan minta kepada TUHAN, dan jangan minta kepada manusia, karena tiap orang (termasuk saya) punya gaya. Soal anda sebut arogan, itu saya sebut hanya masalah sensitifitas diri anda yang berlebihan. Dan saya pun tidak menyalahkan anda karena sensitifitas tersebut, karena saya dan anda dan Inggrid memang berbeda. Semoga anda paham ini.

      Sekarang kita bahas pertanyaan anda soal apakah khotbah2 pendeta protestan mengajarkan “menyerang” seperti yg anda maksud itu. Jawaban saya, ada yang begitu, dan ada yang tidak. Soal banyakan yang mana yang begitu atau yang tidak, saya tidak tahu, karena saya tidak pernah melakukan survey kepada seluruh pendeta Kristen di Indonesia. Nah, sekarang anda perlu tahu kebenaran ini…. Bila ada pendeta Kristen yang khotbahnya menyerang Katolik, itu lumrah dan wajar saja, lha dia itu manusia, punya pikiran sendiri, punya pemahaman sendiri… kenapa repot? Apakah anda lupa, bahwa bukan hanya pastor, bahkan gereja Katolik sendiri mula-mula juga menganggap Protestan sesat dan bukan hanya itu, tapi justru menyerang secara destruktif orang-orang yang memiliki iman yang berbeda dengan apa yang telah diajarkan oleh gereja Katolik. Apa ini dibenarkan? Kalo saya tulis semua nama2 orang dan kisahnya disini, rasanya gereja Katolik harus malu dengan semua itu. Manakah yang lebih bijak, menyerang secara doktrin (dng tulisan / kata2), atau menyerang dengan tindakan (seperti menahan, membakar, menggantung, dan segala macam bentuk pembunuhan lainnya?)
      Jangan anda pikir umat Kristen berpendirian lalu anda pandang sebagai penyerang Katolik, anda harus paham darimana akarnya, apa penyebabnya, dan pelajarilah doktrin anda dalam2, lalu pelajari doktrin Kristen dalam2 baru disimpulkan. Orang yang menyimpulkan tanpa memahami dasar teologinya saya sebut sebagai Sok Tahu, maksudnya adalah tidak tahu tapi pura-pura tahu.

      Kemudian anda juga menyebut soal toleransi dan menjaga kerukunan…
      Dalam hal ini saya tidak bernaung di bawah gereja Kristen atau doktrin Kristen, namun saya berpegang pada Alkitab, bahwa IMAN kepada KRISTUS adalah IMAN yang eksklusif, artinya sebagai orang yang percaya kepada YESUS KRISTUS sebagai TUHAN dan JURUSLAMAT saya, maka saya mengakui hanya ada 1 jalan menuju ke sorga, yaitu melalui percaya & menerima TUHAN YESUS KRISTUS sebagai JURUSLAMAT pribadi saya. Tidak ada jalan lain !!!! Dengan prinsip demikian, saya tidak bertoleransi iman terhadap umat agama apapun di dunia ini. Dimanapun dan kepada siapapun, bila ada yang bertanya kepada saya, jawaban saya hanya 1 : TUHAN YESUS KRISTUS adalah satu-satunya jalan ke sorga, tidak ada yang lain !. Dan iman ini harus saya pertahankan hingga patah ranting tempat berpijak alias hingga ajal tiba. Kehidupan rohani dengan nuansa toleransi dan kerukunan seperti yang anda harapkan dalam kacamata saya adalah semu, karena dalam hidup ini kita diutus untuk mengabarkan Injil sebagai amanat agung Kristus yang merupakan mandat dan kasih yang tertinggi. Saya tidak menyalahkan anda bila anda menginginkan toleransi dan kerukunan, namun saya pribadi tidak mengharapkan itu, karena toleransi dan kerukunan hanya meninabobokkan manusia agar menikmati kehidupan di dunia dng nyaman, aman, tenang, tapi justru menghambat kinerja penginjilan. Contoh: semakin hubungan dua orang akrab, semakin menjadi sahabat, akan semakin sungkan seseorang untuk memberitakan KRISTUS kepada yang berbeda keyakinan, jelas sekali dng alasan “gak enak, udahlah jangan ngomong soal agama, sungkan, persahabatan lebih penting, dsb”…. itu yang saya sebut persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan ALLAH. Saya tidak berpandangan bahwa seorang fundamentalist harus bertentangan dengan semua pihak, bukan bro! Seorang fundamentalis bisa hidup di tengah masyarakat yang pluralis dan inklusif dengan iman dan style yang eksklusif. Anda perlu belajar lebih banyak soal ini agar anda tidak terjebak dalam arogansi kasih dengan nuansa toleransi dan kerukunan yang akhirnya membawa anda “tidak kemana-mana”. Silahkan direnungkan…

      Buat Sdri Inggrid, bila anda juga berpandangan sama seperti Sdr Hendra tentang tulisan saya, silakan tulis sepotong kata larangan disini, maka saya tidak akan menulis lagi di situs ini. Atau silakan block akun saya. Semoga Sdri Inggrid bisa lebih memahami gaya saya dibandingkan sdr Hendra.

      Sekarang soal Kwan Im yang anda tulis itu, sayapun bilang bahwa Kwan Im itu iblis, karena ingin dipuja dan disembah oleh manusia. Kalo pernyataanya mau diganti agar tidak terkesan kasar menyebutnya iblis, maka saya ganti demikian… para pemuja dan penyembah Kwan Im itu adalah orang yang tersesat. Kenapa saya bilang begitu, karena mereka merindukan TUHAN, namun mereka salah jurusan. Pengin ke Surabaya naik kereta, tapi naik kereta Parahyangan, ya tidak bakal sampai. Itulah salah jurusan. Kenapa saya bilang Kwan Im itu iblis, karena di dunia ini hanya ada 3 jenis mahluk yang mengandung unsur roh, yaitu ALLAH, malaikat + setan, manusia. Dalam keyakinan kita (anda + saya) yang disebut TUHAN / ALLAH itu hanyalah kita kenal dengan nama YESUS KRISTUS, ROH KUDUS, YHWH, BAPA, ELOHIM, dsb… Dari semua nama dan sifat serta karateristik pribadi ALLAH yang kita sembah itu, sama sekali tidak ada miripnya dengan Kwan Im, jadi saya simpulkan Kwan Im bukan TUHAN. Karena Kwan Im yang tidak memiliki fisik jasmani namun hanya seonggok patung, maka saya simpulkan bahwa dia bukan manusia, karena tidak memiliki ciri2 sbg mahluk hidup. Jadi sekarang tinggal tersisa 2 pilihan, dia itu malaikan atau iblis. Bila Kwan Im malaikat, maka Kwan tentu tidak ingin disembah, karena malaikat di dalam Alkitab selalu menolak penyembahan. Karena Kwan Im mau disembah atau lebih tepatnya ingin disembah, jelas sekali bahwa dia iblis. Itulah sistematika penilaiannya. Siapapun juga yang menyembah selain menyembah RAJA diatas sgala Raja, TUHAN YESUS KRISTUS + BAPA + ROH KUDUS, pastilah sedang menyembah berhala, iblis, setan. Tidak ada proposisi diluar itu. Karena iman yang berpegang kepada KEBENARAN sejati, tidak bertoleransi dengan dunia ini, apapun resikonya ! Itulah iman sejati yang diinginkan TUHAN atas setiap kita yang percaya kepadaNYA sebagai SATU-SATUnya KEBENARAN.

      Konsep Universalis dan Pluralis yang mengagung-agungkan keharmonisan dan penerimaan iman diluar KRISTUS hanyalah sebuah alat iblis untuk merusakkan iman orang2 percaya. Bila anda sudah pernah mengecap Kasih dan Kebaikan TUHAN kita YESUS KRISTUS dalam kehidupan anda, dan bila anda sudah pernah mengecap aroma Kemurahan TUHAN YESUS dalam hidup anda, anda pasti dengan mudah akan memahami iman fundamentalis seperti yang saya kemukakan diatas.

      Selanjutnya kita akan bahas persoalan anda pernah merasa tidak nyaman ikut komsel, lalu merasa lebih sreg di komunitas katolik anda, itu sih terserah anda, lha tidak ada yang memaksa anda keluar dari katolik khan? seandainya ada yang memaksa pun anda bisa melawannya? Jadi saran saya, ga usah pusing sama persoalan sepele seperti itu, Kristen tidak akan pernah membawa anda keluar dari KRISTUS. Jangan resah oleh ulah umat kristen, karena mereka sedang mengejawantahkan iman dan pemahaman mereka tentang hidup di dalam Kristus. Soal gaya aplikasinya beda dengan anda, itu hanya perkara style bro. Kalo anda lebih cocok dengan gaya duduk manis, bicara lembut2, tidak singgung sana sini, ya mungkin anda lebih cocok di katolik, karena setahu saya kebanyakan gaya katolik demikian, walau anda juga perlu tahu bahwa banyak juga orang katolik yang kata-kata dan perilakunya jauh lebih parah dari orang Kristen… Sama-sama lah yau… Itu harus dipahami bahwa di dunia ini memang tempatnya perbedaan bro… namun tidak selalu setiap perbedaan harus disatukan. Jangan pernah berpikir bahwa yang bersatu selalu benar, dan yang tidak bersatu selalu salah. Itu adalah omong kosong babel. Ingat menara babel? disitu orang dari berbagai penjuru ingin bersatu untuk meninggikan diri, dan akhirnya diceraiberaikan oleh ALLAH. Gereja hanyalah organisasi, dan pendeta / pastor hanyalah manusia, jadi jangan berkaca kepada yang fana, tapi berkacalah pada yang kekal, yaitu FIRMAN ALLAH yang bisa kita pahami dari Alkitab.

      Demikian bro ulasan saya, semoga ada manfaatnya buat anda. Kalo tidak ada manfaatnya, ya dilupakan saja. Kalo ada salah kata ya dimaafkan saja.

      Salam kasih.

      • Shalom Kevin dan Hendra,

        Pertama- tama, izinkan saya mengingatkan anda dan juga kepada para pembaca yang lain, agar selalu mengusahakan dialog yang membangun dalam tulisan- tulisan kita di dalam rubrik tanya jawab ini. Jadi memang yang terbaik adalah kita tidak saling mencurigai dan menuduh satu sama lain, apalagi jika tidak didasari dengan sumber data yang dapat dipercaya. Prinsip yang kami terapkan di rubrik ini adalah: 1) Kritik atau komentar tidak setuju ditujukan bukan kepada pribadi orangnya, tetapi kepada pandangan orang tersebut; 2) kritik tersebut harus ada dasarnya, dan sebutkan sumbernya jika ada; 3) Di atas semua itu harap diingat bahwa kita berdialog sebagai sesama umat beriman atas dasar kasih, sehingga gaya menulis anda di rubrik ini selayaknya menunjukkan hal tersebut.

        Saya dan Stef memutuskan untuk memposting komentar Kevin ini, namun untuk lain kali kami mohon agar anda menulis dengan prinsip- prinsip yang saya tulis di atas. Untuk memudahkan alur diskusi, saya memberi warna biru untuk kutipan langsung tulisan anda, sebagai berikut:

        1. …… saya sarankan ada baiknya anda (Hendra) tidak buru-buru menghakimi, agar jangan terulang lagi kasus-kasus dimana Galileo dinyatakan sesat hanya gara-gara menyatakan teori heliosentris (matahari adalah pusat tatasurya), dan belakangan baru gereja katolik menyadari kesalahannya. Juga kasus dimana Leonardo da Vinci yang sedang melakukan berbagai riset medis dipandang oleh gereja katolik sebagai pelaku ritual iblis/ sesat, dan belakangan baru disadari bahwa si Leo justru melaksanakan suatu tugas mulia dari Tuhan untuk mengejawantahkan teori dan pemikiran ke dalam ilmu pengetahuan.

        Jika anda ingin membaca tentang fakta mengenai Galileo dan Gereja Katolik, silakan anda membaca di sini, silakan klik. Harap anda juga memahami, bahwa Gereja Katolik melarang Galileo untuk menyebarluaskan teori heliosentrisnya, karena Galileo sendiri tidak bisa membuktikan hal tersebut menurut standar science pada waktu itu.

        Lalu tentang Leonardo da Vinci, silakan anda mencari informasi yang lebih jelas dan spesifik, karena sepengetahuan saya Gereja Katolik tidak mengeluarkan statement apapun yang mengecam penyelidikan Leonardo da Vinci. Da Vinci memang seorang genius, kita semua mengetahuinya dari fakta sejarah, ia seorang artist (seniman) tetapi juga ilmuwan, yang menyelidiki engineering, biologi- anatomi, sampai geologi. Dari data biografinya, dikatakan bahwa ia cenderung mengajarkan bahwa kebenaran tentang segala sesuatu harus dipahami hanya dengan rasio (akal)/ ilmu pengetahuan. Jika ini yang dimaksud, tentu saja ini tidak sesuai dengan ajaran Kristiani (bukan saja Gereja Katolik) sebab kita mengenal bahwa untuk memahami kebenaran, kita tidak hanya mengandalkan akal, tetapi juga iman. Iman dan ratio ini adalah anugerah Tuhan, dan haruslah digunakan bersama-sama untuk memahami realitas dan Tuhan.

        2. Apakah anda lupa, bahwa bukan hanya pastor, bahkan gereja Katolik sendiri mula-mula juga menganggap Protestan sesat dan bukan hanya itu, tapi justru menyerang secara destruktif orang-orang yang memiliki iman yang berbeda dengan apa yang telah diajarkan oleh gereja Katolik. Apa ini dibenarkan? Kalo saya tulis semua nama2 orang dan kisahnya disini, rasanya gereja Katolik harus malu dengan semua itu. Manakah yang lebih bijak, menyerang secara doktrin (dng tulisan / kata2), atau menyerang dengan tindakan (seperti menahan, membakar, menggantung, dan segala macam bentuk pembunuhan lainnya?)

        Ada baiknya anda juga mengetahui dari sisi Gereja Katolik. Pada masa menjelang revolusi Protestan, harus diakui terjadi pelanggaran dalam penerapan ajaran Gereja Katolik. Namun sayangnya para reformer yang dipelopori Martin Luther memilih untuk memisahkan diri dari Gereja Katolik. (Mengenai krisis penyalahgunaan indulgensi dan 95 theses Luther, pernah dibahas di sini, silakan klik). Luther, sebelumnya dibaptis Katolik, menjadi imam Agustinian, lalu memisahkan diri dan bahkan menentang Gereja Katolik dan ajaran Gereja Katolik. Maka tentu wajar jika diberi peringatan oleh pihak otoritas Gereja Katolik. Peringatan ini juga tidak hanya sekali, tetapi beberapa kali, sampai akhirnya diberi sangsi eks-komunikasi, yang sebenarnya maksudnya juga untuk "menyembuhkan"/ menyadarkan, (silakan klik di sini untuk mengetahui apa maksud sangsi ekskomunikasi dalam Gereja Katolik). Tetapi tentu kita semua mengetahui, hal ini tidak berhasil mengembalikan Luther ke pangkuan Gereja Katolik. Karena itu, bagi Gereja Katolik, Luther adalah seorang heretik/ bidat, karena meskipun sudah diberi penjelasan atas kesalahpahamannya dan ajaran sesungguhnya, namun dia tetap berkeras terhadap pandangannya sendiri. Walaupun demikian, Gereja Katolik tidak mengatakan hal yang sama kepada semua umat Protestan pada jaman sekarang ini. Karena umat Protestan sekarang tidak pernah dibaptis Katolik, dibesarkan juga oleh ajaran Protestan, sehingga besar kemungkinan juga tidak mengetahui sepenuhnya ajaran Gereja Katolik, sehingga tidak dapat dikatakan sebagai bidat. Mengenai hal bidaah dan skisma, sudah pernah dibahas di sini, silakan klik.

        Mengenai adanya sejarah kelam di masa yang silam dalam Gereja di sekitar abad pertengahan, kami juga tidak menutupinya. Namun sebaiknya kita melihatnya dengan obyektif. Bahwa memang pernah terjadi hal-hal yang buruk di masa silam, yang diawali dengan penyebaran ajaran- ajaran sesat/ menyimpang yang mengancam keamanan/ kesejahteraan umat manusia. Ajaran ini dimulai dengan ajaran Albigenses, sampai ke masa Inkuisisi. Nah, masa Inkuisisi ini yang sering diekspos di luar proporsi, seolah Gereja Katolik yang menyiksa orang-orang yang tak bersalah. Padahal faktanya tidak demikian. Penyiksaan itu dilakukan oleh pengadilan sekular, itupun setelah melalui interogasi yang panjang, dan hanya dikenakan kepada mereka yang berkeras, tidak bertobat dan tetap memegang ajaran yang sesat tersebut.

        Maka, kejadian inkuisisi (Inquisition) di abad ke- 13 harus dilihat dengan kacamata obyektif. Inkuisisi ini dimulai atas perintah Paus Gregorius IX tahun 1231, untuk memerangi ajaran sesat Albigensian juga dikenal sebagai Cathars. Ajaran sesat Albigensian ini, seperti heresi Manichaeisme, mengajarkan konsep dualisme, roh dan tubuh; roh itu baik, namun “matter“/ tubuh adalah asal dari segala kejahatan, dan karenanya, menentang Inkarnasi dan Keselamatan [di dalam Kristus, Sabda yang menjelma menjadi ‘daging’/ tubuh manusia]. Dengan demikian, heresi ini tidak saja menentang inti iman Kristiani tetapi juga inti basis kemasyarakatan, sebab mereka 1) menentang perkawinan legal sebab perkawinan dikatakan dapat menghasilkan kehidupan fisik/ tubuh yang baru; 2) mengajarkan bahwa bunuh diri adalah sesuatu yang baik, karena mengakhiri kehidupan tubuh; 3) homoseksualitas adalah lebih baik daripada heteroseksualitas, karena tidak ‘menghasilkan’ tubuh/ fisik yang baru; 4) menganggap bahwa kitab Perjanjian Lama termasuk ke 10 perintah Allah sebagai pekerjaan setan. Nah, tak mengherankan, heresi ini berakibat menghasilkan kebingungan dan kekacauan dalam kehidupan bermasyarakat.

        Jadi maksud inkuisisi/ inquisition adalah untuk mempertahankan kemurnian iman Kristiani dan memberikan hukuman ekskomunikasi pada orang-orang yang tidak mau bertobat. Cara inkusisi diambil karena pendekatan persuasif melalui khotbah pengajaran iman yang benar yang dilakukan oleh St. Dominikus dan para biarawan Dominikan tidak sepenuhnya efektif. Order Dominikan kemudian mendapat tugas untuk menangani inkusisi yang didahului oleh semacam pengadilan di hadapan juri yang terdiri dari sedikitnya 20 orang, yang menjadi permulaan dari sistem juri dalam pengadilan modern.

        Dalam bukunya yang berjudul Characters of the Inquisition, William Thomas Walsh mengisahkan beberapa Chief Inquisitors, di antaranya Bernard of Gui. Dikatakan bahwa mereka adalah “far from being inhuman, …men of spotless character and sometimes of truly admirable sanctity….”[1]. Setelah itu, mereka yang tidak juga mau bertobat diserahkan kepada pemerintah. Selanjutnya, memang ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh oknum-oknum di dalam inkuisisi, terutama dengan melakukan kekerasan, walaupun pada awalnya hal ini dilarang. Sekarang, mari kita melihat apa yang terjadi dalam inkuisisi oleh Gereja dan yang dilakukan oleh pemerintah sekular pada abad 13-14, dan jumlah korban umat manusia di abad- abad berikutnya.

        Sebagai contohnya, di Touluose, dari 1308-1323 hanya 42 orang dari 930 yang diadili dinyatakan sebagai “unpenitent heretics“/ bidat yang tak menyesal, dan diserahkan kepada pihak pemerintah sekular.
        Spanish Inquisition, dalam 30 tahun pemerintahan ratu Isabel, ada sekitar 100,000 orang yang dikirim ke inkuisisi, dan 80,000 dinyatakan tidak bersalah. 15,000 dinyatakan bersalah, namun setelah mereka menyatakan iman secara publik, maka mereka dibebaskan kembali. Hanya ada sekitar 2,000 orang yang meninggal karena keputusan inkuisisi sepanjang pemerintahan Ratu Isabella, dan 3000 orang kemudian dari tahun 1550 – 1800.

        Sedangkan, sebagai perbandingan, hanya dalam waktu 20 hari, Revolusi Perancis (1794), yang dimotori oleh gerakan “Enlightenment”, meng-eksekusi pria dan wanita sebanyak 16,000- 40,000. Jumlah korban ini, jauh lebih banyak daripada korban inkuisisi dalam 30 tahun pemerintahan Ratu Isabella.

        Menurut Raphael Molisend, seorang sejarahwan Protestan, Henry VIII membunuh 72,000 umat Katolik. Orang yang meninggal selama beberapa tahun pada masa pemerintahan Henry VIII dan anaknya Elizabeth I, jauh melebihi apa yang terjadi pada inkuisisi di Spanyol dan Roma selama 3 abad. Dari Geneva, Calvin mengirimkan utusan kepada England (Inggris) dengan pesan untuk membunuh orang-orang Katolik: "siapa yang tidak mau membunuh para pengikut Paus, adalah pengkhianat." Kebijakan ini dikenal tidak hanya oleh orang-orang Inggris yang setia kepada Roma, tetapi juga orang- orang Irlandia (sampai 1913), yang hidup dan hak asasinya direnggut, demikian juga tanah mereka. Tahun 1585 parlemen Inggris mengeluarkan dekrit "hukuman mati bagi para warga Inggris yang kembali ke Inggris setelah ditahbiskan menjadi imam Katolik, dan semua orang yang menghubungi mereka." (Black Legends of the Church by Vittorio Messori, ch. 6, nr. 36)

        Demikian juga Perang Dunia I dan II, yang membunuh 50 juta orang. 40 juta orang meninggal dalam masa pemerintahan Stalin di Rusia. 80 juta orang meninggal di Cina karena revolusi komunis dan 2 juta di Kamboja.

        Tentu saja ada kesalahan yang dilakukan oleh putera/i Gereja yang tidak menerapkan hukum kasih selama dalam proses inkuisisi ini. Inilah sebabnya Paus Yohanes Paulus II meminta maaf atas nama mereka, menjelang perayaan tahun Yubelium 2000. Di satu sisi, kita seharusnya melihat keberanian dari Gereja Katolik untuk mengakui kesalahan ini dan dengan berani meminta maaf. Silakan membandingkan dengan agama atau gereja lain, apakah ada yang pernah melakukan hal yang sama, untuk meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh putera dan puteri mereka di masa yang lalu?

        Maka tidak benar jika Gereja Katolik membunuh ‘orang-orang kudus’. Pelaksana eksekusi adalah oleh pemerintah sekular, setelah melalui pengadilan inkuisisi para heretik/ bidaat itu dinyatakan bersalah dan tetap berkeras dalam heresi yang bertentangan dengan ajaran Kristiani yang murni yang berasal dari para rasul. Jika kita melihat butir-butir pengajaran Albigensian, yang sangat mirip dengan Manichaeism, maka sesungguhnya kita dapat dengan obyektif melihat bahwa merekalah yang ‘menyimpang’. Silakan klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang ajaran sesat Albigenses, silakan klik.

        Dari data di atas, maka kita hanya dapat tertunduk menyadari bahwa manusia pada dasarnya lemah dan berdosa. Sebab meskipun ajaran Kristus itu baik, namun baik Katolik maupun Protestan- "Enlightment", gagal mewujudkannya. Ketika ada konflik, terjadi pelanggaran dari kedua belah pihak. Pelanggaran ini juga dilakukan oleh agama- agama lain, dalam konflik yang melibatkan mereka; demikian juga konflik di negara orang- orang yang tidak beragama. Ini hanya membuktikan kelemahan manusia, dan akibat adanya dosa asal yang diturunkan Adam kepada semua manusia.

        Hal ini juga membuktikan bahwa walaupun dimensi ilahi dari Gereja adalah kudus, karena Kepalanya adalah Kristus, namun dimensi manusiawinya perlu bertobat terus menerus. Tidak ada gunanya menunjuk kepada siapa yang lebih bersalah dalam hal ini, biarlah Tuhan nanti yang menjadi hakim. Namun yang perlu kita renungkan adalah ajaran Gereja-nya, apa yang sebenarnya diajarkan oleh Kristus dan para rasul, agar kita kembali mengusahakan persatuan yang diinginkan oleh Kristus.

        3. Kemudian anda juga menyebut soal toleransi dan menjaga kerukunan…Dalam hal ini saya tidak bernaung di bawah gereja Kristen atau doktrin Kristen, namun saya berpegang pada Alkitab, bahwa IMAN kepada KRISTUS adalah IMAN yang eksklusif, artinya sebagai orang yang percaya kepada YESUS KRISTUS sebagai TUHAN dan JURUSLAMAT saya, maka saya mengakui hanya ada 1 jalan menuju ke sorga, yaitu melalui percaya & menerima TUHAN YESUS KRISTUS sebagai JURUSLAMAT pribadi saya. Tidak ada jalan lain !!!! Dengan prinsip demikian, saya tidak bertoleransi iman terhadap umat agama apapun di dunia ini. Dimanapun dan kepada siapapun, bila ada yang bertanya kepada saya, jawaban saya hanya 1 : TUHAN YESUS KRISTUS adalah satu-satunya jalan ke sorga, tidak ada yang lain! Dan iman ini harus saya pertahankan hingga patah ranting tempat berpijak alias hingga ajal tiba. Kehidupan rohani dengan nuansa toleransi dan kerukunan seperti yang anda harapkan dalam kacamata saya adalah semu, karena dalam hidup ini kita diutus untuk mengabarkan Injil sebagai amanat agung Kristus yang merupakan mandat dan kasih yang tertinggi. Saya tidak menyalahkan anda bila anda menginginkan toleransi dan kerukunan, namun saya pribadi tidak mengharapkan itu, karena toleransi dan kerukunan hanya meninabobokkan manusia agar menikmati kehidupan di dunia dng nyaman, aman, tenang, tapi justru menghambat kinerja penginjilan….. Seorang fundamentalis bisa hidup di tengah masyarakat yang pluralis dan inklusif dengan iman dan style yang eksklusif. Anda perlu belajar lebih banyak soal ini agar anda tidak terjebak dalam arogansi kasih dengan nuansa toleransi dan kerukunan yang akhirnya membawa anda “tidak kemana-mana”. Silahkan direnungkan…

        Gereja Katolik juga mengakui bahwa jalan satu-satunya kepada Bapa adalah melalui Kristus (Yoh 14:6). Mungkin jika anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang hal ini, dan bagimana prinsip dasar sikap misionaris dan evangelisasi bagi Gereja Katolik, ada baiknya anda membaca surat Deklarasi, Dominus Iesus, silakan klik, atau ringkasannya yang saya tulis di sini, silakan klik.

        4. Sekarang soal Kwan Im yang anda tulis itu, sayapun bilang bahwa Kwan Im itu iblis, karena ingin dipuja dan disembah oleh manusia. Kalo pernyataanya mau diganti agar tidak terkesan kasar menyebutnya iblis, maka saya ganti demikian… para pemuja dan penyembah Kwan Im itu adalah orang yang tersesat. Kenapa saya bilang begitu, karena mereka merindukan TUHAN, namun mereka salah jurusan.

        Terus terang saya tidak mendalami tentang Kwan Im, sehingga saya tidak dapat berkomentar banyak di sini. Namun selayaknya kita mengetahui prinsip utamanya, yaitu 1) umat Katolik hanya menyembah Tuhan saja, 2) kita tidak boleh menjadikan/ menempatkan seorang ciptaan sebagai Tuhan, 3) kita menghargai apa yang baik yang ada dalam agama lain karena hal itu dapat menjadi persiapan bagi mereka untuk menerima Injil.
        Maka kembali kepada Kwan Im tadi, tentu jika ia disembah sebagai allah, itu keliru, menurut ajaran Kristiani. Namun jika seseorang hanya melihat kepada Kwan Im sebagai teladan untuk berbuat kebaikan, silakan saja, sebab sikap hati yang ingin meneladani yang baik, suatu saat dapat menghantar seseorang kepada Kristus, Putera Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita manusia.

        Jadi perihal "salah jurusan" dapat saja demikian, namun kita tidak boleh lupa bahwa Tuhan yang Pengasih juga memberikan kepada kita kesempatan- kesempatan dalam hidup ini untuk "berpindah jurusan" untuk semakin mendekati Dia. Maka tidak tertutup kemungkinan bagi tiap-tiap orang untuk suatu saat mengenali Kristus, yang adalah "jalan, kebenaran dan hidup" (Yoh 14:6) dan untuk inilah maka Gereja selalu mempunyai sifat misionaris, untuk memperkenalkan Kristus kepada segala bangsa.

        5. Gereja hanyalah organisasi, dan pendeta / pastor hanyalah manusia, jadi jangan berkaca kepada yang fana, tapi berkacalah pada yang kekal, yaitu FIRMAN ALLAH yang bisa kita pahami dari Alkitab.

        Dalam hal ini pandangan anda berbeda dengan ajaran Gereja Katolik. Gereja Katolik berpegang ajaran Kristus bahwa Yesus sendiri mendirikan Gereja-Nya di atas Petrus, dan Gereja-Nya ini akan dijaganya sendiri dari alam maut sampai kepada akhir jaman (Mat 16:18; 28:19-20). Maka di sini Gereja yang dimaksudkan Yesus bukan semata organisasi manusia; namun Tubuh-Nya sendiri, Mempelai-Nya yang dikuduskan-Nya dengan air dan firman (lih. Ef 5:22-33; Ef 4:12-16). Dengan demikian Gereja mempunyai dua dimensi: 1) dimensi ilahi, karena Kepalanya adalah Kristus, 2) dimensi manusiawi, karena anggota- anggotanya adalah manusia.

        Selanjutnya, silakan membaca artikel tentang Gereja di situs ini, jika anda ingin mengetahui pengajaran Gereja Katolik, tentang hakekat Gereja:

        a) Mengapa kita memilih Gereja Katolik?

        b) Artikel- artikel berikut ini menjabarkan Gereja Katolik sebagai Gereja yang didirikan oleh Kristus sendiri, dan bahwa Gereja telah direncanakan oleh Allah sejak awal penciptaan dunia (Bagian 1). Gereja juga menjadi tujuan akhir manusia sekaligus sarana untuk mencapai tujuan itu (Bagian 2). Untuk itu Gereja menyampaikan keutuhan rencana Allah (Bagian 3), sebagai Tanda Kasih- Nya untuk semua manusia (Bagian 4). Kebenaran ini merupakan karunia, tetapi juga membawa tugas bagi kita sebagai orang Katolik (Bagian 5).

        Selanjutnya, Gereja Katolik juga sangat menjunjung tinggi Firman Tuhan yang ada dalam Kitab Suci, namun tidak menanggap Kitab Suci sebagai satu-satunya pedoman iman dan moral. Lebih lanjut tentang ini sudah pernah saya bahas di artikel ini, silakan klik.

        Demikianlah, Kevin, tanggapan saya atas komentar anda. Semoga berguna.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

      • @ Sdr Kevin yang tidak Arogan , malahan rendah hati dan perhatian, karena sudah mengingatkan kami umat katolik untuk bertobat.

        Terlihat dari kalimat ini : “Bertobatlah ! Saya mengasihi anda semua umat Katolik, namun saya sangat tidak menyetujui beberapa doktrin omong kosong yang diajarkan gereja Katolik.”

        Pertama-tama, saya mau minta maaf kepada sdr kevin, atas tulisan saya yang menyatakan bahwa:
        “Bandingkan pertanyaan arogan dari saudara Kevin dan jawaban bijak dari Ibu Inggrid…….”

        Jika anda bertanya dalam kalimat ini, saya rasa kurang tepat :
        “Orang dewasa berdiskusi terbuka, dan saya ingin bertanya kepada anda, tolong tunjukkan dimana arogansi saya?”

        Saya tidak menyatakan bahwa Sdr Kevin Arogan, tetapi saya manyatakan PERTANYAAN sdr Kevin arogan.
        Mari saya jelaskan mengapa saya menulis demikian , bahkan dengan ukuran yang Sdr Kevin pakai.

        Anda menyatakan demikian : “Jadi sebelum anda paham makna sebuah pertanyaan dan pernyataan, saya sarankan ada baiknya anda tidak buru-buru menghakimi”
        dan kalimat ini juga “Percaya begitu saja pada apa yang disampaikan oleh pastor / teolog / doktrin gereja, hanyalah membawa anda pada kesesatan yang lebih dalam. Jadi berhentilah ber-omong kosong dan berhentilah membual, carilah KEBENARAN sejati dengan hati terbuka pada bimbingan ROH KUDUS, agar anda tidak terdampar di api penyucian anda secara kekal (kalo api penyucian itu memang ada). Awas, neraka itu panaaas lho?”

        Pertanyaan saya, apakah sdr kevin benar2 sudah PAHAM mengenai ajaran tentang Maria pada gereja Katolik??? Jadi kalau anda belum paham, maka bertanyalah dengan baik2.
        Bukan dengan pernyataan seperti diatas seperti ini :
        “Mari saya tunjukkan satu hal saja tentang Maria yang anda sebut Ratu Sorga atau Bunda Allah itu…

        – Maria itu adalah manusia biasa, sama seperti kita.
        – Maria HANYALAH seorang manusia di bumi yang DIPILIH ALLAH sebagai SARANA untuk melahirkan YESUS KRISTUS.
        – Maria DIPILIH ALLAH bukan karena Maria suci, bukan juga karena sifat2 / karakter baik tertentu, TAPI karena ALLAH MEMANG MAU MEMILIH dia. (jadi alasan pemilihan bukan dari sisi manusia, namun dari sisi ALLAH, artinya ALLAH bisa pilih siapa saja termasuk anda atau saya, kalau ALLAH mau, jadi tidak harus Maria).
        dsb……”

        Apabila anda menyatakan hal seperti itu, padahal anda ngga tau ajaran tentang Mariologi pada gereja katolik, apakah hal tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai “menghakimi” ?????

        Anda menyatakan ajaran tentang Maria adalah omong kosong dan membual, padahal ajaran tersebut diturunkan oleh bapa bapa gereja, yang notabene juga menetapkan kumpulan kitab suci menjadi Alkitab.
        Apabila dihubungkan dengan kalimat tulisan anda ini :
        “Jangan anda pikir umat Kristen berpendirian lalu anda pandang sebagai penyerang Katolik, anda harus paham darimana akarnya, apa penyebabnya, dan pelajarilah doktrin anda dalam2, lalu pelajari doktrin Kristen dalam2 baru disimpulkan. Orang yang menyimpulkan tanpa memahami dasar teologinya saya sebut sebagai Sok Tahu, maksudnya adalah tidak tahu tapi pura-pura tahu.”

        Bukankah dengan kalimat seperti itu, anda sendirilah yang dapat dikategorikan sebagai seorang yang “Sok Tau, maksudnya adalah tidak tahu tapi pura-pura tahu.” Karena, saya kira anda juga belum mempelajari doktrin gereja katolik, akan tetapi sudah menyimpulkan hal seperti pernyataan anda itu.

        Terus terang saja, sebenarnya saya bukan tipe orang yang suka berdebat seperti anda, yang kelihatan sangat ahli dalam perdebatan agama khususnya dengan orang katolik.

        Menurut saya pribadi, adalah lebih baik apabila kita menghayati iman kita akan Yesus Kristus Juru Selamat kita dengan merefleksikannya dalam kehidupan kita sehari – hari. Karena ada tertulis :
        Jas 2:18 Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”
        Jas 2:20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
        Jas 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

        Jadi, hal mengenai toleransi, menjaga perasaan orang lain saat penyampaian pendapat, menurut saya juga merupakan suatu perbuatan – perbuatan yang didasari akan iman.
        Seperti halnya saya menyatakan “jawaban bijak dari Ibu Ingrid” karena beliau menjawab pertanyaan Sdr Kevin dengan lemah lembut. Hal ini pun ada tertulis di Alkitab.
        Pro 15:1 Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.
        Pro 31:26 Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.
        Mat 5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
        Mat 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
        Mat 21:5 “Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.”
        Eph 4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
        2Ti 2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,

        Sdr Kevin mengatakan :
        “Bila anda tipe orang sensitif, maka ketika anda membandingkan dua macam tulisan dari dua orang yang berbeda, mungkin anda bisa merasa seperti ini seperti itu. Namun anda perlu paham, bahwa setiap orang memiliki gaya penulisan sendiri-sendiri. Ada orang yg menulis secara puitis, ada yang vulgar, ada yang datar, ada yang ngawur, ada yang to the point, ada yang berliku-liku, ada yang tampak manis, ada yang tampak kasar, tiap orang berbeda bro…
        Bila anda menginginkan setiap orang menulis dengan gaya Sdri Inggrid yang anda sanjung dng kata bijak itu, maka TUHAN harus merombak seluruh dunia ini dan mencipta ulang manusia-manusia baru dengan gaya Inggrid… silakan minta kepada TUHAN, dan jangan minta kepada manusia, karena tiap orang (termasuk saya) punya gaya. Soal anda sebut arogan, itu saya sebut hanya masalah sensitifitas diri anda yang berlebihan. Dan saya pun tidak menyalahkan anda karena sensitifitas tersebut, karena saya dan anda dan Inggrid memang berbeda. Semoga anda paham ini.”

        Saya tau, memang banyak tipe orang dalam menulis dan menyampaikan pendapat, dan saya juga tidak mungkin meminta kepada Tuhan apalagi kepada Anda yang juga masih seorang manusia biasa untuk merubah style masing2. Lha wong Tuhan aja memberi manusia kehendak bebas koq….. masa saya yang masih seorang manusia biasa mau memaksa apalagi meminta kepada Tuhan untuk merombak seluruh dunia???? jalani hidup dengan style dan konsekwensi masing2 ajah bro…… namun tentunya tetap berpegang pada iman akan Yesus Kristus.
        Saya juga fine2 ajah dengan gaya tulisan sdr kevin, dan saya juga ngga masalah kalau sdr kevin menganggap saya terlalu sensitif.

        Soal pemeluk ajaran dan kepercayaan lain, saya hanya melihat dari buah buah dan ajaran kebijakan dari aliran kepercayaan tersebut, yang menurut saya tidak bertentangan dengan nilai nilai kristiani, namun saya menggunakan istilah yang sama dengan anda dan Ibu Ingrid, mereka “Tersesat”.
        Apabila seseorang tiba-tiba berkata bahwa “dewa/dewi” yang selama ini disembah, ternyata adalah Iblis, padahal ajaran yang diajarkan juga “baik” apakah tidak melukai perasaan orang tersebut???
        Apakah ngga lebih baik bila orang tersebut diberi pengertian bahwa, sebenarnya hanya ada Satu Tuhan Yang Layak Disembah dialah Tuhan Yesus Kristus.

        Sekali lagi saya mohon maaf kepada semua saudara yang membaca tulisan saya, terutama sdr kevin apabila ada tulisan saya yang kurang berkenan.

        Buat bro kevin terima kasih, ulasan bro kevin juga sangat berguna koq. Karena kalau tidak ada orang2 seperti bro kevin, kita sebagai umat katolik mungkin hanya bisa bertanya2 dalam hati mengenai ajaran2 bapa gereja yang dianggap tidak berdasar pada Alkitab, padaha ternyata ada dasar2 Alkitabiah seperti yang diuraikan di oleh Ibu Ingrid dan Pak Stef beserta seluruh kontributor di web katolisitas ini.

        Teruslah Berkarya, Tuhan Yesus Memberkati
        Ad maiorem Dei gloriam

        • Kevin Marcellius on

          @ Sdr. Hendra

          Terimakasih atas komentar balik anda.
          Pendapat anda dari paragraph awal hingga tengah, its Ok!
          Namun ada beberapa pendapat anda yg perlu saya klarifikasi, antara lain:

          Hendra menulis:
          Apabila anda menyatakan hal seperti itu, padahal anda ngga tau ajaran tentang Mariologi pada gereja katolik, apakah hal tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai “menghakimi” ?????
          Anda menyatakan ajaran tentang Maria adalah omong kosong dan membual, padahal ajaran tersebut diturunkan oleh bapa bapa gereja, yang notabene juga menetapkan kumpulan kitab suci menjadi Alkitab.
          Apabila dihubungkan dengan kalimat tulisan anda ini :
          “Jangan anda pikir umat Kristen berpendirian lalu anda pandang sebagai penyerang Katolik, anda harus paham darimana akarnya, apa penyebabnya, dan pelajarilah doktrin anda dalam2, lalu pelajari doktrin Kristen dalam2 baru disimpulkan. Orang yang menyimpulkan tanpa memahami dasar teologinya saya sebut sebagai Sok Tahu, maksudnya adalah tidak tahu tapi pura-pura tahu.”
          Bukankah dengan kalimat seperti itu, anda sendirilah yang dapat dikategorikan sebagai seorang yang “Sok Tau, maksudnya adalah tidak tahu tapi pura-pura tahu.” Karena, saya kira anda juga belum mempelajari doktrin gereja katolik, akan tetapi sudah menyimpulkan hal seperti pernyataan anda itu.

          Kevin menjawab:
          Sdr Hendra, siapa bilang saya tidak tahu Mariologi? Justru karena saya tahu, maka saya bisa menyimpulkan bahwa itu menyimpang. Sekalipun orang katolik bilang itu ajaran yg diturunkan dari para bapa gereja, tetap saja hal tersebut kontradiktif / bertentangan dengan Alkitab. Tidak usah pusing2 / rumit2/ jauh2 belajar… lihat saja buah ajarannya… devosi yg sudah mengarah pada pencitraan “allah” baru, jelas sudah melanggar hukum pertama dan kedua dari 10 hukum taurat. Dan saya bisa berikan banyak ayat yg menyatakan bahwa manusia tidak boleh berdoa / bertanya / meminta kepada arwah / roh orang mati. Namun orang katolik berdalih bahwa Maria bukan arwah mati tapi tetap hidup, bukankah ini dongeng 1001 malam? Bagaimana bisa mempercayai sesuatu diluar sumber kebenaran satu2nya yaitu Alkitab? Alkitab adalah satu2nya sumber kebenaran, dan di dalamnya hanya dicatat 2 manusia yang diangkat hidup2 semasa hidupnya, yaitu Henokh dan Elia. Satu lagi Musa juga diangkat jasadnya, tapi sempat mengalami kematian fisik. Tidak ada catatan tentang Maria, apakah dia mati atau diangkat. Namun bukan berarti karena tidak dicatat di Alkitab lalu bapa2 gereja katolik itu boleh mendefinisikan bahwa Maria diangkat, karena kita berpijak pada Alkitab sebagai satu2nya kebenaran. Hal2 penting dan utama tentu tertulis disitu. Bila Maria diangkat hidup2 ke surga, tentu ada saksi dan sudah dicatat serta sudah masuk kanon perjanjian baru. Kenapa kita hanya mengakui ada 27 kitab di Perjanjian Baru? Kenapa ajaran2 Bapa gereja anda tidak diselipkan saja sebagai kitab ke 28, 29, dst? Ya karena setelah Wahyu, maka tidak ada lagi wahyu baru. Setelah kitab Wahyu, semuanya sudah ditutup. Segala hal yang penting dan utama, bukan hanya dicatat di Alkitab, melainkan seringkali dinubuatkan terlebih dahulu. Tidak ada nubuatan tentang Maria yg diangkat ke sorga. Tidak ada catatan di Alkitab tentang Maria diangkat ke sorga. Jadi bila ada catatan diluar Alkitab yang menyatakan bahwa Maria diangkat ke surga hidup2, siapapun itu yang menulis itu, tidak peduli bapa gereja, malaikat, atau mahluk apapun juga, sesungguhnya yg menulis hal tersebut sedang membuat sebuah dongeng dan karangan untuk memuaskan hasrat pribadi / hasrat komunitas, atau bahkan untuk tujuan politik organisasi. Dan kita bisa bilang bahwa semua itu omong kosong. Mariologi, sekalipun ditambahi berbagai dasar & falsafah yang tampak logis dan rohani, namun judulnya tetap diluar Alkitab.
          Kenapa kita tidak boleh percaya tulisan diluar Alkitab? Karena Alkitab sudah lengkap dan benar, sehingga tidak memerlukan pendamping / pendukung. Jangan saudara Hendra khilaf atau tertipu oleh penulisnya yaitu “bapa gereja” yg sering dipakai oleh para pengajar katolik sebagai orang kudus, orang penting, dsb, bahkan anda catat sendiri “yang notabene juga menetapkan kumpulan kitab suci menjadi Alkitab.”. Jangan pernah berpikir bahwa Alkitab disusun oleh mereka. Alkitab itu proyeknya ALLAH, ditulis manusia oleh hikmat dan pimpinan ALLAH sendiri. Juga dikanon manusia oleh pimpinan ALLAH. Jadi jangan melulu bicara freewill, tapi ingatlah bahwa ALLAH turut campur sepenuhnya dalam penulisan, penyalinan, dan kanonisasi Alkitab. Yang harus dilihat adalah karya ALLAHnya, bukan karya bapa gereja. Salah memandang ini berarti anda sudah mendiskreditkan TUHAN, dan menuhankan manusia, karena menganggap bapa gereja begitu penting peranannya. Sdr Hendra sebaiknya mulai bisa memahami dasar dari segala sesuatu yg adalah ALLAH itu sendiri.
          Uraian saya tersebut jelas sudah cukup untuk bisa mendefinisikan penyimpangan doktrin Mariologi.

          Hendra menulis:
          Jadi, hal mengenai toleransi, menjaga perasaan orang lain saat penyampaian pendapat, menurut saya juga merupakan suatu perbuatan – perbuatan yang didasari akan iman.
          Seperti halnya saya menyatakan “jawaban bijak dari Ibu Ingrid” karena beliau menjawab pertanyaan Sdr Kevin dengan lemah lembut. Hal ini pun ada tertulis di Alkitab.

          Kevin menjawab:
          Apa yang saudara Hendra nyatakan diatas tidak salah. Saya tidak menentang kelemahlembutan, saya justru mendukung kelemahlembutan, karena itu yang diajarkan oleh TUHAN sendiri. Namun, krn gaya setiap orang dalam menulis itu berbeda, maka terkadang bisa muncul kesan yang kurang baik, padahal maksudnya baik. Jadi bila kalimat saya di forum ini dipandang kurang sopan atau vulgar, saya akan coba memperbaikinya, namun karena itu proses, tentu perlu waktu untuk beradaptasi.

          Hendra menulis:
          Soal pemeluk ajaran dan kepercayaan lain, saya hanya melihat dari buah buah dan ajaran kebijakan dari aliran kepercayaan tersebut, yang menurut saya tidak bertentangan dengan nilai nilai kristiani, namun saya menggunakan istilah yang sama dengan anda dan Ibu Ingrid, mereka “Tersesat”.
          Apabila seseorang tiba-tiba berkata bahwa “dewa/dewi” yang selama ini disembah, ternyata adalah Iblis, padahal ajaran yang diajarkan juga “baik” apakah tidak melukai perasaan orang tersebut???
          Apakah ngga lebih baik bila orang tersebut diberi pengertian bahwa, sebenarnya hanya ada Satu Tuhan Yang Layak Disembah dialah Tuhan Yesus Kristus.

          Kevin menjawab:
          Anda sendiri menulis bahwa hanya ada satu TUHAN saja yg layak disembah yaitu TUHAN YESUS. Saya bersyukur kepada TUHAN YESUS atas tulisan anda diatas. Oleh karenanya, saya sarankan, agar itu tidak hanya di tulisan / iman anda saja, namun juga anda wujudkan dalam perbuatan. Arahkan devosi anda HANYA kepada TUHAN YESUS. Berdoalah HANYA kepada TUHAN YESUS, jangan kepada yang lain siapapun itu. Mintalah HANYA kepada TUHAN YESUS. Berserahlah HANYA kepada TUHAN YESUS. Dan gantungkanlah hidup saudara Hendra HANYA kepada TUHAN YESUS saja.
          Ingatlah, bila anda berdoa kepada Maria, sesungguhnya anda sedang menganggap Maria itu Tuhan.

          Demikian saudara Hendra, semoga tulisan ini bisa membawa pencerahan bagi saudara. Maju terus dalam TUHAN YESUS.

          • Shalom Kevin dan Hendra,

            Saya ikut menjawab di sini, untuk menanggapi komentar Kevin yang tidak sejalan dengan ajaran Gereja Katolik. Topik yang dibicarakan tentang Maria ini sudah panjang lebar disampaikan di dalam tanya jawab serupa dan artikel- artikel dalam situs ini, sehingga kita sudah mengetahui posisi masing-masing, antara ajaran Gereja Katolik dan pandangan gereja Protestan. Oleh karena itu, saya ingin mengakhiri tanya jawab ini di topik ini, karena sudah cenderung mengulang-ulang apa yang sudah dinyatakan juga dalam tanya jawab yang lain.

            Sebelum mengakhiri, saya hanya ingin menanggapi komentar Kevin yang mengatakan demikian,

            1. Namun orang katolik berdalih bahwa Maria bukan arwah mati tapi tetap hidup, bukankah ini dongeng 1001 malam? Bagaimana bisa mempercayai sesuatu diluar sumber kebenaran satu2nya yaitu Alkitab? Alkitab adalah satu2nya sumber kebenaran…..Bila Maria diangkat hidup2 ke surga, tentu ada saksi dan sudah dicatat serta sudah masuk kanon perjanjian baru. Kenapa kita hanya mengakui ada 27 kitab di Perjanjian Baru?

            Di sini nyata bahwa argumen Kevin kembali kepada “Alkitab sebagai sumber kebenaran satu-satunya”/ Sola Scriptura, yang sesungguhnya tidak Alkitabiah, karena di Alkitab sendiri tidak tertulis bahwa Alkitab adalah “satu- satunya” sumber kebenaran. Saya pernah menuliskannya di artikel ini, silakan klik. Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa Kitab Suci merupakan satu-satunya sumber kebenaran, sebab Wahyu Ilahi disampaikan kepada kita dengan cara tertulis (dalam Kitab Suci) maupun secara lisan oleh Kristus dan para rasul (dalam Tradisi Suci).

            Jadi kalau ditanyakan, mengapa di PB hanya ada 27 kitab, jawabannya karena Tradisi Suci melalui Magisterium Gereja Katolik yang menetapkan kanon Kitab Suci, menetapkan hanya ada 27 kitab Perjanjian Baru. Adalah rancu untuk menerima otoritas Kitab Suci tanpa menerima juga otoritas Tradisi Suci’ yang menentukan kanon Kitab Suci’, sebab tanpa Tradisi Suci, kita tidak pernah memperoleh Kitab Suci. Para Bapa Gereja itu memang tidak mengarang Kitab Suci, namun oleh kesaksian mereka, kita dapat mengetahui kitab- kitab mana yang terinspirasi oleh Roh Kudus, dan keotentikan kitab-kitab di dalamnya; bahwa Injil Matius benar ditulis oleh Matius, Lukas oleh Lukas, dst.

            2. ……Tidak ada nubuatan tentang Maria yg diangkat ke sorga. Tidak ada catatan di Alkitab tentang Maria diangkat ke sorga. Jadi bila ada catatan diluar Alkitab yang menyatakan bahwa Maria diangkat ke surga hidup2, siapapun itu yang menulis itu, tidak peduli bapa gereja, malaikat, atau mahluk apapun juga, sesungguhnya yg menulis hal tersebut sedang membuat sebuah dongeng dan karangan untuk memuaskan hasrat pribadi / hasrat komunitas, atau bahkan untuk tujuan politik organisasi. Dan kita bisa bilang bahwa semua itu omong kosong.

            Keberadaan Bunda Maria di surga dikatakan dalam Why 12, dan inilah pula yang diajarkan oleh para Bapa Gereja. Namun masalahnya, banyak orang Kristen memilih untuk menginterpretasikannya sendiri tanpa memperhitungkan interpretasi para Bapa Gereja. Jadi sikap yang diambil oleh mereka adalah menerima kanon yang ditetapkan oleh para Bapa Gereja ini, tetapi menolak interpretasi yang diajarkannya. Gereja Katolik menerima keduanya, baik kanon yang ditetapkan, dan juga interpretasinya.

            Tentang interpretasi Wahyu 12 ini, Gereja Katolik memang mengenal beberapa interpretasi:

            - Arti literal, yaitu karena naga merahnya adalah Iblis, dan Anak laki-lakinya yang menggembalakan dunia adalah Yesus, maka perempuan yang melahirkanNya adalah Bunda Maria.
            – Arti simbolis/ alegoris, yang mengumpamakan bahwa perempuan itu adalah Gereja yang melahirkan kita umat beriman. Dengan prinsip alegorikal, perempuan ini juga dapat diinterpretasikan sebagai kota Yerusalem sorgawi yang adalah perempuan yang merdeka, yang menjadi ibu kita semua (Gal 4:26).

            Dalam hal ini, Gereja Katolik mengizinkan adanya interpretasi alegoris, asalkan tidak mengabaikan arti literalnya, yaitu bahwa perempuan itu adalah Bunda Maria. Lagipula, jika diinterpretasikan sebagai Gereja, Bunda Maria juga tetaplah bagian di dalamnya, sebab ia adalah anggota Gereja yang paling utama setelah Kepalanya yaitu Yesus. Demikian pula Bunda Maria adalah Puteri Yerusalem yang tertinggi, karena melahirkan Kristus Sang Penebus, baik bagi kaum Israel maupun seluruh dunia. Maka arti allegoris ini tidaklah bertentangan dengan arti literalnya.

            Jika kita menerima pengajaran para Bapa Gereja, kita mengetahui bahwa tidak pernah ada maksud politik organisasi atau hasrat pribadi/ komunitas. Karena yang dibicarakan di sini adalah kebenaran Tuhan, para Bapa Gereja tidak mengambil keuntungan pribadi apapun dari sana.

            3. Mariologi, sekalipun ditambahi berbagai dasar & falsafah yang tampak logis dan rohani, namun judulnya tetap diluar Alkitab. Kenapa kita tidak boleh percaya tulisan diluar Alkitab? Karena Alkitab sudah lengkap dan benar, sehingga tidak memerlukan pendamping / pendukung. Jangan saudara Hendra khilaf atau tertipu oleh penulisnya yaitu “bapa gereja” yg sering dipakai oleh para pengajar Katolik sebagai orang kudus, orang penting, dsb, bahkan anda catat sendiri “yang notabene juga menetapkan kumpulan kitab suci menjadi Alkitab.”. Jangan pernah berpikir bahwa Alkitab disusun oleh mereka. Alkitab itu proyeknya ALLAH, ditulis manusia oleh hikmat dan pimpinan ALLAH sendiri. Juga dikanon manusia oleh pimpinan ALLAH.

            Jika Gereja Katolik menghargai ajaran para Bapa Gereja, itu karena Gereja percaya bahwa mereka juga dipimpin oleh Roh Kudus, jika tidak bagaimana mereka dapat menetapkan kanon Kitab Suci yang kita yakini sebagai diilhami oleh Roh Kudus? Memang Bapa Gereja bukan orang yang menuliskan Kitab Suci, kita semua mengetahui hal itu, tetapi merekalah yang dipilih oleh Allah untuk menentukan kanon Kitab Suci. Sebab di setiap kitab yang menjadi bagian Kitab Suci itu sendiri tidak tertulis bahwa “kitab ini terinspirasi Roh Kudus dan harus dimasukkan dalam kanon Kitab Suci”. Yang ada memang para Bapa Gereja itulah yang kemudian menetapkan kanon itu (kitab-kitab mana yang otentik diinspirasikan oleh Roh Kudus) tentu dalam pimpinan Roh Kudus sendiri. Jika mereka tidak dipenuhi Roh Kudus, bagaimana mereka dapat menentukannya? Maka benar jika anda mengatakan bahwa para Bapa Gereja itu adalah “manusia oleh pimpinan ALLAH.

            4. Jadi jangan melulu bicara freewill, tapi ingatlah bahwa ALLAH turut campur sepenuhnya dalam penulisan, penyalinan, dan kanonisasi Alkitab. Yang harus dilihat adalah karya ALLAHnya, bukan karya bapa gereja. Salah memandang ini berarti anda sudah mendiskreditkan TUHAN, dan menuhankan manusia, karena menganggap bapa gereja begitu penting peranannya. Sdr Hendra sebaiknya mulai bisa memahami dasar dari segala sesuatu yg adalah ALLAH itu sendiri. Uraian saya tersebut jelas sudah cukup untuk bisa mendefinisikan penyimpangan doktrin Mariologi.

            Benar, Gereja Katolik juga mengajarkan bahwa Allah-lah yang turut campur sepenuhnya dalam penulisan, penyalinan dan kanonisasi Kitab Suci. Maka kita harus melihat bahwa karya Allah ini tidak terlepas juga dari partisipasi para Bapa Gereja yang bekerjasama dengan ilham Roh Kudus itu. Penghargaan kita kepada para Bapa Gereja tidak untuk diartikan sebagai “menuhankan manusia“, sebab memang Gereja Katolik tidak pernah menuhankan manusia. Katekismus Gereja Katolik mengatakan:

            KGK 105 Allah adalah penyebab [author] Kitab Suci. “Yang diwahyukan oleh Allah dan yang termuat serta tersedia dalam Kitab Suci telah ditulis dengan ilham Roh Kudus”.”Bunda Gereja yang kudus, berdasarkan iman para Rasul, memandang kitab-kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru secara keseluruhan, beserta semua bagian-bagiannya, sebagai buku-buku yang suci dan kanonik, karena ditulis dengan ilham Roh Kudus (lih.Yoh 20:31; 2 Tim 3:16; 2 Ptr 1:19-21; 3:15-16), dan dengan Allah sebagai pengarangnya, serta dalam keadaannya demikian itu diserahkan kepada Gereja” (Dei Verbum 11).

            KGK 106 Allah memberi inspirasi kepada manusia penulis [author] Kitab Suci. “Tetapi dalam mengarang kitab-kitab suci itu Allah memilih orang-orang, yang digunakan-Nya sementara mereka memakai kecakapan dan kemampuan mereka sendiri, supaya – sementara Dia berkarya dalam dan melalui mereka – semua itu dan hanya itu yang dikehendaki-Nya sendiri dituliskan oleh mereka sebagai pengarang yang sungguh-sungguh” (Dei Verbum 11).

            Maka di sini terlihat jelas bahwa Gereja Katolik mengajarkan bahwa Kitab Suci dituliskan atas inspirasi Allah sendiri. Allah yang menjadi “Pengarang” Kitab Suci, dengan menggunakan kemampuan beberapa orang pilihan-Nya. Namun bagaimana kitab ini diturunkan, itu adalah peran Gereja, dalam hal ini adalah para penerus rasul dan para Bapa Gereja. Justru proses penurunan Kitab Suci ini merupakan bukti yang nyata dari karya Roh Kudus yang tidak berhenti sampai Kitab Suci selesai ditulis, tetapi saat sesudahnya, saat dituliskan, ditetapkan kanonnya, dan juga diinterpretasikan, sesuai dengan pengajaran para rasul.

            KGK 78 Penerusan [Kitab Suci] yang hidup ini yang berlangsung dengan bantuan Roh Kudus, dinamakan “Tradisi”, yang walaupun berbeda dengan Kitab Suci, namun sangat erat berhubungan dengannya. “Demikianlah Gereja dalam ajaran, hidup serta ibadatnya dielestarikan serta meneruskan kepada semua keturunan dirinya seluruhnya, imannya seutuhnya” (Dei Verbum 8). “Ungkapan-ungkapan para Bapa Suci memberi kesaksian akan kehadiran Tradisi ini yang menghidupkan, dan yang kekayaannya meresapi praktek serta kehidupan Gereja yang beriman dan berdoa” (Dei Verbum 8).

            Maka perbedaan antara Gereja Katolik dan Protestan adalah dalam hal ini adalah Gereja Katolik mempercayai adanya peran Roh Kudus dalam Gereja sejak jaman para rasul, yang diteruskan oleh para Bapa Gereja, dan sampai sekarang oleh Magisterium Gereja Katolik, yaitu dalam menentukan kanon Kitab Suci, dan mengajarkan interpretasinya sesuai dengan ajaran para rasul. Sedangkan kebanyakan umat Protestan mempercayai hanya Kitab Sucinya saja, dan menyerahkan interpretasinya kepada masing-masing umat, tanpa memberikan perhatian yang besar kepada ajaran Bapa Gereja. Sebenarnya inilah yang secara obyektif menimbulkan banyaknya perbedaan antara ajaran Gereja Katolik dan pandangan Protestan.

            Saya rasa sudah cukup jelas dipaparkan dasar argumen masing-masing, saya ingin menutup diskusi di thread yang ini sampai di sini (antara Hendra dan Kevin). Jika Kevin masih mau melanjutkan diskusi secara spesifik silakan anda menanggapi jawaban- jawaban yang sudah pernah kami berikan.

            Melalui diskusi ini, semoga kita semua mendapat bimbingan Roh Kudus untuk melihat kebenaran yang ingin Tuhan sampaikan kepada kita.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

      • budhi fermin on

        Salam Damai untuk semuanya terutama Sdr. Kevin,

        Kevin, sebelumnya salam kenal, saya budhi seorang Kristen Protestan (awam)
        saya tidak ingin berpihak kepada umat katholik maupun protestan saya cuma ingin berpihak pada iman percaya saya pada Kristus
        saya cuma ingin berbagi pemahan saya mengenai dialog – dialong yang ada :
        menurut saya ada baiknya kita tidak saling menyalahkan maupun menghakimi, saya yakin jika kita punya keyakinan yang kuat pada iman kita tidak akan pernah mau dikalahkan oleh orang lain pastilah kita mempertahankannya, satu yang perlu diingat : TUHAN kita sama-sama YESUS KRISTUS,
        tidaklah kita melihat kita semakin terpecah-pecah oleh keinginan kita untuk saling menyalahkan
        kita akan ditertawakan oleh orang-orang yang seharusnyalah kita bawa kepada keselamatan yaitu kepada Yesus Kristus
        tidak ada larangan berpendapat, sepengetahuan saya Yesus selalu berteladan melalui perbuatan Nya
        mari kita bersatu dan menggarap “ladang yang siap dituai”
        dengan cara masing-masing tetapi dengan satu tujuan yakni Yesus Kristus

        salam,
        budhi f

        • Shalom Budhi Fermin,
          Terima kasih atas komentar anda. Perlu kita ketahui di sini bahwa bukan maksud Katolisitas untuk menghakimi ataupun menyalahkan siapapun. Yang kami sampaikan di sini adalah kebenaran sesuai dengan ajaran Gereja Katolik, berdasarkan Kitab Suci dan Tradisi Suci, yang bersumber pada ajaran para Bapa Gereja. Selanjutnya memang terserah kepada para pembaca bagaimana menyikapinya.
          Saya juga prihatin dengan adanya komentar-komentar yang masuk yang kurang bersahabat, dan memang ini tidak membangun untuk sebuah diskusi yang sehat. Benar komentar anda bahwa memang seharusnya kita bersatu untuk mengabarkan keselamatan kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus. Namun pada saat yang sama, itu tidak menghalangi bagi kita masing-masing untuk mengenali lebih dalam ajaran Kristus dan ajaran para rasul, yang diteruskan dengan setia oleh Gereja Katolik. Untuk maksud inilah situs ini hadir, dan kami berharap para pembaca dapat memperoleh manfaatnya.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

          • Shalom pembina katolisitas,

            Soal dipilihnya Bunda Maria antara rahmat dan kehendak bebas, apakah bisa disejajarkan dengan dipilihnya bangsa Israel? Mengapa Tuhan memilih bangsa Israel?

            GBU
            Teddy

            • Shalom Teddy,

              Terima kasih atas pertanyaannya. Tentang dipilihnya Bunda Maria sebagai Bunda Allah tidak dapat disamakan seperti bangsa Israel. Hal ini dikarenakan walaupun Tuhan memilih bangsa Israel, namun bangsa Israel sering jatuh ke dalam dosa, sedangkan Bunda Maria tidak pernah jatuh dalam dosa, baik dosa asal maupun dosa pribadi. Keistimewaan ini merupakan persiapan yang diberikan oleh Tuhan, sehingga Maria mampu mengemban misi yang begitu besar, yaitu menjadi Bunda Allah, yang membawa Kristus datang ke dunia ini. Diskusi ini telah dibahas secara panjang lebar di sini (silakan klik). Semoga diskusi tersebut dapat membantu kita untuk mendapatkan pemahaman yang baik tentang kerjasama antara keinginan bebas Maria dan rahmat Allah.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – http://www.katolisitas.org

      • @ Saudara Kevin,
        Saudara Kevin menulis :

        Sekarang soal Kwan Im yang anda tulis itu, sayapun bilang bahwa Kwan Im itu iblis, karena ingin dipuja dan disembah oleh manusia. Kalo pernyataanya mau diganti agar tidak terkesan kasar menyebutnya iblis, maka saya ganti demikian… para pemuja dan penyembah Kwan Im itu adalah orang yang tersesat. Kenapa saya bilang begitu, karena mereka merindukan TUHAN, namun mereka salah jurusan. Pengin ke Surabaya naik kereta, tapi naik kereta Parahyangan, ya tidak bakal sampai. Itulah salah jurusan. Kenapa saya bilang Kwan Im itu iblis, karena di dunia ini hanya ada 3 jenis mahluk yang mengandung unsur roh, yaitu ALLAH, malaikat + setan, manusia. Dalam keyakinan kita (anda + saya) yang disebut TUHAN / ALLAH itu hanyalah kita kenal dengan nama YESUS KRISTUS, ROH KUDUS, YHWH, BAPA, ELOHIM, dsb… Dari semua nama dan sifat serta karateristik pribadi ALLAH yang kita sembah itu, sama sekali tidak ada miripnya dengan Kwan Im, jadi saya simpulkan Kwan Im bukan TUHAN. Karena Kwan Im yang tidak memiliki fisik jasmani namun hanya seonggok patung, maka saya simpulkan bahwa dia bukan manusia, karena tidak memiliki ciri2 sbg mahluk hidup. Jadi sekarang tinggal tersisa 2 pilihan, dia itu malaikan atau iblis. Bila Kwan Im malaikat, maka Kwan tentu tidak ingin disembah, karena malaikat di dalam Alkitab selalu menolak penyembahan. Karena Kwan Im mau disembah atau lebih tepatnya ingin disembah, jelas sekali bahwa dia iblis. Itulah sistematika penilaiannya. Siapapun juga yang menyembah selain menyembah RAJA diatas sgala Raja, TUHAN YESUS KRISTUS + BAPA + ROH KUDUS, pastilah sedang menyembah berhala, iblis, setan. Tidak ada proposisi diluar itu. Karena iman yang berpegang kepada KEBENARAN sejati, tidak bertoleransi dengan dunia ini, apapun resikonya ! Itulah iman sejati yang diinginkan TUHAN atas setiap kita yang percaya kepadaNYA sebagai SATU-SATUnya KEBENARAN.
        ——————————————–

        Salam Sejahtera Saudara Kevin,

        1. Saudara sama sekali tidak mengetahui kepercayaan orang lain sedikitpun khususnya tentang Dewi Kwan Im, lalu saudara dengan sombongnya menghujat dan menghina kepercayaan orang lain, sekarang pertanyaan kami bagaimana jikalau agama saudara di hina, syukur kami tidak sudi mengikuti jejak saudara menghina agama saudara, karena saya menganggap agama saudara juga benar, tapi oknum seperti saudaralah yang akhirnya menjadikan saudara menjelekan agama saudara sendiri, dengan tingkah laku saudara yang kekanak2an.
        Dan perlu saudara ketahui bahwa Dewi Kwan Im bukanlah Tuhan bagi orang yang menghormatinya, karena Tuhan bagi orang yang menghormati Dewi Kwan Im di namakan SANG TEE (Tuhan Yang Maha Esa / Tinggi), dan Dewi Kwan IM sendiri mengakui Dia bukanlah Tuhan, tapi adalah DEWI. Dan bagi kami Dewi Kwan IM kami hormati adalah untuk meneladani sifat2 Beliau dalam berbuat kebajikan…. Dan dari cara saudara menghakimi khususnya masalah Dewi Kwan IM ini, dengan serta merta saudara adalah orang yang tidak bisa membedakan antara baik dan buruk

        2. Sesuai hukum UU agama RI saudara telah melakukan penistaan/penghinaan agama/kepercayaan orang lain……

        3. Saudara memposisikan diri seakan-akan diri saudara adalah Tuhan dengan alasan bahwa kitab suci saudara yang berbicara begitu, tapi saya yakin bahwa kitab suci saudara tidak mengatakan begitu dan itu adalah interpertasi saudara sendiri.

        4. Saudara telah meremehkan Tuhan Allah saudara sendiri dengan mengatakan Tuhan Allah saudara adalah makhluk (lihat definisi bahasa indonesia dari kamus bahasa indonesia terbitan tahun 2009, seperti yang kami kutip di bawah ini), yang seakan-akan Tuhan Allah saudara adalah ciptaan, walaupun di kitab suci saudara Tuhan Allah saudara adalah berupa Roh tetapi saya yakin Roh tersebut bukanlah ciptaan dan saya yakin saudara sangat dangkal dalam spirirualitas dan dalam menjalankan agama anda hanya sekedar intelektualitas atau kulitnya saja.

        makhluk [n] : sesuatu yg dijadikan atau yg diciptakan oleh Tuhan (spt malaikat, iblis, manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan) __ dari kamus bahasa Indonesia tahun 2009.

        5. Dari cara saudara berbicara dan berbuat yang dituangkan dalam tulisan saudara yang sok suci dan kudus, tidaklah salah kitab suci anda mengatakan bahwa “Disebabkan oleh ucapan dan perbuatanmulah, maka Tuhan Allahmu di hujat diantara bangsa2 yang belum mengenal-KU”

        6. Dengan demikian apakah saudara sadar bahwa anda sudah berdosa kepada Tuhan Allah saudara dengan memposisikan diri saudara sendiri sebagai wakil Tuhan atau Tuhan itu sendiri, dan menurut yang saya pahami, bahwa pekerjaan itu hanya bisa dilakukan oleh yang namanya “Iblis”, yang cara kerja iblis tersebut salah satunya adalah mewakili kelompok agamanya untuk menghujat/menghina agama orang lain sehingga terciptanya konflik vertikal antar pemeluk agama.

        7. Didalam kitab suci saudara, seorang Rasul yang bernama Paulus saja tidak berani untuk menghakimi orang yang bukan jemaatnya, “dengan wewenang apa….” baca kitab suci saudara pasti kamu tahu di mana….. dan seperti point yang di sebut sebelumnya, saudara telah “seakan-akan” memposisikan diri menjadi wakil Tuhan Allah saudara atau mungkin anda memposisikan diri saudara adalah Tuhan Allah itu sendiri dengan menjadi hakim umat manusia.

        8. Iman tanpa akal budi atau perbuatan yang tidak menghasilkan buah2 roh yang baik seperti yang yang di katakan kitab suci saudara, pada hakekatnya adalah iman yang mati, dan ini adalah yang tertulis dalam injil saudara, apakah saudara memang mempunyai iman yang mati ang tidak menghasilkan buah2 roh yang baik

        9. Apa yang saudara tabur akan saudara tuai sendiri. Saudara menghina kepercayaan orang lain, maka saudara harus menerima konsekwensinya, apabila ada orang yang menghina saudara. (sekali lagi saya tidak akan menghina kepercayaan anda…. karena saya bukan tipe seperti anda), dan saya yakin tentunya Tuhan Allah saudara akan menghukum anda.
        Ingat Tuhan Allah saudara tersebut tidak memandang muka untuk umat manusia dan akan menghakimi sesuai dengan perbuatan orang tersebut.

        Saudara boleh mempertahankan Iman saudara mau sampai bagaimanapun, tapi saudarar tidak boleh menghina agama kepercayaan orang lain, sebaiknya saudara diam saja, jikalau saudara tidak mengetahui ajaran/kepercayaan/agama orang lain di waktu saudara di tanya, dan jangan saudara menjadikan standar kitab suci maupun pola pikir saudara untuk menilai ajaran/kepercayaan/agama orang lain, karena itu adalah absurd.
        Oleh karena itu, coba saudara teliti lagi pernyataan saya mengenai tulisan saudara, apakah saya ada menyatakan yang tidak sesuai dengan tulisan saudara. Semoga saudara dapat menilai kembali tulisan dan pernyataan saudara. Kami mohon maaf jikalau ada perkataan kami yang tidak berkenan kepada saudara.
        ————————————————–

        @ Bapak/Ibu/Sdr/i Admin (pemilik web ini)…..

        Salam Sejahtera,

        Khusus untuk Bapak/Ibu pemilik situs ini, saya sangat menghormati bapak/ibu yang sangat baik, bijaksana dalam menjelaskan masalah tentang Dewi Kwan Im, yang kami hormati karena kami jadikan teladan dalam berbuat kebajikan, bukan untuk kami sembah sebagai Tuhan, karena Tuhan kami adalah SANG TEE (bhs.tionghoa ___ Tuhan Yang Maha Tinggi / Esa ) seperti yang kami jelaskan diatas.

        Dan dari penjelasan bapak/ibu tentang ibu Yesus yaitu Ibu Maria, saya yang bukan beragama Kristen, dapat sepenuhnya memahaminya dan benar-benar suatu tindakan yang bijaksana dalam mengimplementasikan ajaran Yesus dan para penerus Yesus pada masa awal, apalagi dengan cara bapak/ibu yang begitu penuh santun, bijak, dan penuh dengan jiwa pengajaran serta tidak berlebihan kalau saya mengatakan bahwa bapak/ibu dengan penuh kasih dalam menjelaskannya.

        Walaupun saya bukan beragama kristen, tapi saya juga sering membaca injil, karena di rumah kami ada yang beragama Kristen, dan juga, saya suka membaca injil yang semakin hari semakin mengerti dengan sendirinya, dan semakin saya membaca saya semakin tertarik dan tidak ada perasaan membenci (karena kami tidak menyembah, melainkan menghormati), justru saya merasa bersedih kenapa “ada seorang yang mengaku beriman kepada Yesus Kristus” tapi tidak mengamalkan KASIH dan malahan menghina kepercayaan orang lain, tapi akhirnya saya harus mengatakan kepada orang tersebut, saya sangat kasihan kepadanya dan semoga Tuhan mengampuninya. Karena walaupun saya bukan beragama kristen, tapi saya sangat menghormati ajaran-ajaran Yesus Kristus terutama “Khotbah Diatas Bukit”,

        Saya sendiri kadang-kala mampir ke situs ini, karena suka membaca doktrin-doktrin Kristen dan melalui situs ini juga saya banyak belajar tentang Yesus Kristus dan ibu-Nya Maria dan yang lainnya.

        Akhir kata, kalau ada kata yang kurang berkenan dari saya dalam penilaian bapak/ibu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya……… dan tidak ada maksud saya untuk menjadikan hal ini sebagai ajang hal-hal yang tidak di inginkan selain untuk menimba ilmu dan diskusi dan untuk saling berbagi kasih dan pengertian diantara umat beragama/ manusia, karena saya sangat yakin bapak/ibu adalah orang yang bijak dalam menilai sesuatu.

        Terima kasih.
        Damai selalu beserta kita semua dari Tuhan Yang Maha Esa.

        • Shalom Bengcu,

          Terima kasih atas kunjungan, komentar dan dukungannya untuk situs ini. Saya dapat mengerti penjelasan dari anda tentang dewi Kwan Im – yang awalnya bernama Miao Shan, karena sebelum saya menjadi umat Gereja Katolik, saya sendiri beragama Khong Hu Cu. Sebelum dibaptis Katolik saya rajin mengikuti sekolah minggu. Dan memang di dalam sekolah minggu, kita diceritakan tentang teladan dewi Kwan Im Pho Sat (Pek Ie Tai Su), yang mengorbankan daging dan matanya untuk kesembuhan ayah dan ibunya yang menderita sakit. Dia terkenal karena memberikan diri untuk menolong dan mengasihi orang lain tanpa pamrih, yang tidak terikat oleh kekayaan istana namun tetap memilih hidup sebagai biksuni walaupun dia seorang puteri Raja. Cerita ini masih terus saya ingat sampai saat ini.

          Kalau kita melihat di dalam ajaran Kristen, maka kita melihat figur Yesus Kristus yang mengorbanan diri-Nya, membiarkan diri-Nya dihina, disiksa, dicambuk, dimahkotai duri, diludahi, memikul salib, sampai pada akhirnya Dia mati di kayu salib, cara kematian yang sungguh sangat tragis dan kejam. Yesus, yang adalah Allah, Anak Allah dari yang Maha Tinggi, bersedia mengorbankan Diri-Nya dan menanggung semua penderitaan sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa semua manusia, baik yang beragama Kristen, maupun yang beragama non-Kristen, bahkan menebus dosa semua orang yang juga tidak mempercayai-Nya. Dan semuanya ini dilakukan oleh Kristus dengan dasar kasih, karena hanya kasihlah yang memungkinan seseorang menyerahkan nyawanya untuk kebahagiaan orang yang dikasihinya. Dan tidak ada kebahagiaan yang lebih baik daripada kebahagiaan abadi di Sorga. Inilah yang ditawarkan oleh Kristus, agar manusia dapat memperoleh keselamatan kekal. Dan keselamatan ini ditawarkan bagi semua orang.

          Kalau Bengcu mempunyai pertanyaan apapun sehubungan dengan iman Gereja Katolik atau ada yang sesuatu yang kurang dimengerti pada waktu membaca Alkitab, silakan menyampaikannya kepada kami dan kami akan mencoba untuk menjawabnya semampu kami. Mari kita bersama-sama mengasihi Tuhan dan sesama, serta berusaha dengan segenap pikiran, hati dan kekuatan kita untuk mencari kebenaran dan hidup dalam kebenaran.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – http://www.katolisitas.org

          • pak Stef, dll.
            tampaknya saya ketinggalan ya dalam diskusi ini…. baru sekarang saya lihat sih, jadi mungkin rada basi. Pada dialog topik yang lain, saya pernah posting komentar saya.
            saya baru pertama kali membuka web ini….ya…mungkin kira kira 3 hari lalu (sekitar tgl 21-22 Apr).

            Maaf, saya rada kurang ‘sreq” kalau upaya kita mempertobatkan orang dengan memakai statement kwan im itu iblis”. mungkin bisa belajar dari Kisah Rasul 17, waktu Paulus ber-apologetika dengan kaum Stoik dan Epikurean, sangat jenius dan elegant. Paulus TIDAK pernah menghina kebudayaan orang yang akan dijadikan target penginjilannya

            Saya pernah diceritakan oleh seorang penginjil, suatu hari saat dia sedang menunggu waktu, dia masuk ke suatu kebaktian,…ada 1 statement pendeta seperti ini “sun go kong itu sun bokong (cium pantat)”.

            saya juga ingat cerita dari Pendeta saya, beliau pernah bercerita waktu dia menginjili orang Chinese, orang chinese itu bilang “orang cina sudah punya agama yaitu khong Hu Chu, semua orang cina beragama kong hu cu”. Pendeta saya jawab “ada 1 orang cina yang tidak beragama kong hu chu yaitu….kong Hu Chu”
            artinya, kong Hu chu sendiri tidak menganggap dirinya dewa dan minta disembah. Dia hanya mengajarkan ETIKA bahkan orang Kristen pun belum tentu memiliki Etika setinggi Kong Hu Chu dan mengenai Sun Go Kong, kisah 3 orang mencari kebenaran sampai sedemikian sulitnya mereka tempuh mereka jalani, adakah orang Kristen demikian tekun, serius mencari kebenaran seperti orang yang kita anggap ‘kafir’?

            berhubung dialog ini topiknya Bunda Maria, penjelasan pak Stef, ibu Inggrid sangat bagus.
            Walau saya protestan, saya sangat menghormati dan ingin meneladani Bunda Maria. Saat semua murid pergi meninggalkan Yesus bahkan Petrus menyangkal Yesus, Maria seorang wanita berani mendekati salib menghadapi ganasnya tentara romawi dan para Farisi, dapat saya bayangkan situasinya sangat menakutkan! saya perkirakan umur Maria kira kira 50 tahun saat Yesus di Salib. (benar nggak pak? – kebudayaan Yahudi wanita dipertunangkan sekitar umur 17 tahun ya? atau 14 tahun?)
            Wanita usia 50 tahun harus berjalan naik ke Golgota, harus berjuang berdesak desakan dengan kerumunan orang, belum lagi resiko diperlakukan semena mena oleh tentara romawi, melewati perjalanan yang begitu panjang, sulit DAN MENYAKITKAN SEKALI, mendengarkan cemoohan, hinaan, dan tetap setia menunggu hingga hampir malam saat pemakaman. kalau kita dihina mungkin kita masih bisa bertahan, tetapi kalau anak kita dihina sedemikian rupa siapa tahan???
            setiap mengenang hal ini, saya selalu meneteskan air mata. saya mengerti hal ini dari pendeta saya, beliau pernah kotbah “7 perkataan di Salib”. Kotbahnya menggambarkan secara luar biasa keagungan Maria dan situasi/suasana di sekitar SALIB pada waktu itu.
            Gereja saya juga pernah mengadakan Concert “Magnificat” J.S. Bach – (setau saya itu lagu pujian Maria) dalam Inaugurasi Concert Hall di Jakarta. Romo Frans Magnis Suseno juga hadir.

            tetapi maaf, saya tetap tidak bisa berdoa kepada “CREATURE”, bukan saya mengeraskan hati dan menolak kebenaran, tetapi memang tidak bisa.
            Apakah saya PASTI berdosa atau MUNGKIN berdosa karena saya tidak bisa berdoa kepada Maria? I don’t think so.
            Apakah dokrin Mariology adalah doktrin yang MUTLAK, yang tanpa itu orang tidak akan selamat seperti kalau saya tidak percaya Kristus, Allah Tritunggal?

            Sekian, terima kasih.

            • Shalom Esther,

              Ya, saya juga setuju untuk tidak mengatakan bahwa “Kwan Im itu iblis”. Kalau anda perhatikan, statement yang mengatakan “Kwan Im itu iblis” itu bukan dari kami tetapi salah seorang pembaca kami. Sedangkan tulisan saya menanggapinya adalah sebagai berikut (ini saya kutip kembali):

              Terus terang saya tidak mendalami tentang Kwan Im, sehingga saya tidak dapat berkomentar banyak di sini. Namun selayaknya kita mengetahui prinsip utamanya, yaitu 1) umat Katolik hanya menyembah Tuhan saja, 2) kita tidak boleh menjadikan/ menempatkan seorang ciptaan sebagai Tuhan, 3) kita menghargai apa yang baik yang ada dalam agama lain karena hal itu dapat menjadi persiapan bagi mereka untuk menerima Injil.
              Maka kembali kepada Kwan Im tadi, tentu jika ia disembah sebagai allah, itu keliru, menurut ajaran Kristiani. Namun jika seseorang hanya melihat kepada Kwan Im sebagai teladan untuk berbuat kebaikan, silakan saja, sebab sikap hati yang ingin meneladani yang baik, suatu saat dapat menghantar seseorang kepada Kristus, Putera Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita manusia.

              1. Anda mengatakan, … “tetapi maaf, saya tetap tidak bisa berdoa kepada “CREATURE”, bukan saya mengeraskan hati dan menolak kebenaran, tetapi memang tidak bisa.”

              Rupanya ada kesalahpahaman di sini. Sebab umat Katolik tidak berdoa kepada “creature“. Kepada Bunda Maria dan para orang kudus, kami memohon dukungan doa dari mereka; sehingga statusnya sama seperti misalnya, saya mohon anda mendoakan saya di hadapan Tuhan. Jadi doa umat Katolik tetap ditujukan kepada Tuhan. Doa utama kami tetaplah doa Bapa Kami. Namun, pengertian “doa” bagi kami adalah seperti yang diajarkan oleh St. Theresia Kanak kanak Yesus, yaitu doa adalah ayunan hati yang terarah kepada Tuhan, ucapan syukur di dalam suka dan duka. Pandangan mata hati kita terarah ke Surga, di mana di sana Yesus tidak sendirian tetapi dikelilingi oleh para orang kudus-Nya. Dengan demikian kita dapat memohon dukungan doa dari para orang kudus-Nya itu yang telah bersatu dengan Yesus, dan memang mendukung Pengantaraan Yesus yang satu- satunya yang menghantar kita manusia kepada Allah Bapa.

              Jadi penghormatan kami kepada Maria ataupun orang-orang kudus lainnya tidak menyaingi penghormatan kepada Yesus, namun mendukung penghormatan kepada Yesus. Sesungguhnya tidak ada keharusan bagi umat Katolik untuk memohon dukungan doa dari para orang kudus itu. Gereja Katolik hanya menganjurkannya, demi kebaikan umat sendiri. Karena sebenarnya, maksud dari kita memohon dukungan doa tersebut, itu juga untuk menjadikan kita semakin rendah hati dengan kita belajar dari teladan iman dari para orang kudus tersebut.

              Kalau anda tidak mau memohon dukungan doa dari mereka, juga tidak apa- apa. Analoginya, seorang murid yang mau lulus ujian, bisa belajar sendiri dari buku (dalam hal ini Kitab Suci), atau belajar dari kakak kelas (dalam hal ini para kudus di surga) yang sudah lulus ujian. Belajar sendiri tentu bisa lulus juga, jika belajar sungguh- sungguh, tetapi jika kita belajar bersama dengan mereka yang sudah terlebih dahulu lulus, tentu akan memberi manfaat bagi kita. Yang meluluskan ujian juga tetap saja Tuhan, sebagai Sang Guru kita, kakak kelas kita tidak bisa meluluskan kita; tetapi kita tetap dapat meminta bantuan pengajaran dari mereka. Dan inilah sebenarnya yang terjadi dengan hubungan kita dengan para orang kudus itu.

              2. Anda bertanya, “Apakah saya PASTI berdosa atau MUNGKIN berdosa karena saya tidak bisa berdoa kepada Maria? I don’t think so.”

              Anda benar, anda tidak berdosa jika tidak memohon dukungan doa dari Bunda Maria. Menjadi berdosa, kalau seseorang berkeras menganggap dirinya sama dengan Bunda Maria dalam artian tidak mengakui keistimewaannya sebagai Bunda yang melahirkan Tuhan Yesus, pada saat Ia menjelma menjadi manusia. Karena jika demikian, ada faktor kekerasan hati dan kesombongan rohani, yang tidak mau menerima kenyataan yang disampaikan oleh Firman Tuhan itu sendiri.

              Selanjutnya, sebenarnya yang menjadi akar masalahnya adalah pengertian tentang konsep ekklesiologi. Sebab jika seseorang percaya bahwa Gereja (ekklesia) adalah “tiang penopang dan dasar kebenaran” (1 Tim 3:15) maka ia seharusnya mematuhi semua yang diajarkan oleh Gereja. Maka pertanyaannya, adalah bagaimana pandangan seseorang akan hakekat ‘Gereja’ itu? Sebab jika seorang mempunyai pemahaman yang benar akan Gereja, ia tidak akan memilih- milih doktrin mana yang mau dia percayai, doktrin mana yang tidak. Jika wewenang mengajar Gereja telah mengajarkan sesuatu atas nama Rasul Petrus atas kuasa dari Kristus sendiri, maka umat yang mengaku sebagai anggota Gereja yang didirikan oleh Kristus itu, harus menaatinya, demi ketaatan imannya yang tanpa syarat kepada Kristus.

              3. Anda bertanya. “Apakah doktrin Mariology adalah doktrin yang MUTLAK, yang tanpa itu orang tidak akan selamat seperti kalau saya tidak percaya Kristus, Allah Tritunggal?”

              Kalau anda seorang Katolik, doktrin tentang Mariology merupakan doktrin yang harus diterima dengan iman yang katolik, artinya seorang Katolik harus mempercayai doktrin tentang Maria yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Daftar Dogma yang harus diterima oleh seorang Katolik dapat dilihat di sini, silakan klik. Di situ ada hirarki/ urutan- urutannya, berdasarkan tingkat fundamen- nya. Anda dapat melihat bahwa doktrin Maria (Mother of the Redeemer) ada di bawah doktrin God the Redeemer (menjadi akibat dari doktrin Tuhan sebagai Penyelamat) jadi tidak setara dengan doktrin Allah Tritunggal. Namun demikian, tetap doktrin tersebut harus ditaati dengan iman; dan ketaatan iman yang total dan supernatural inilah, yang tidak terpisah dari perbuatan kasih, yang menyelamatkan.

              Namun kalau seseorang tidak Katolik, sebelum membahas tentang doktrin Mariologi, hal yang harus dibahas adalah hal ekklesiologi. Sebab keduanya sangat erat berhubungan. Doktrin Mariologi diperjelas oleh pengajaran Magisterium Gereja, berdasarkan Kitab Suci dan Tradisi Suci. Tidak akan ada kesulitan untuk menerima doktrin Mariologi, jika seseorang sudah menerima otoritas ketiga pilar dalam Gereja, yaitu Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium.

              Demikian yang dapat saya sampaikan menanggapi pertanyaan anda.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              Ingrid Listiati- katolisitas.org

              • bu Ingrid
                terima kasih. nanti saya coba baca doktrin doktrin lainnya seperti ekklesiology sebagai serangkaian doktrin yang tak perpisah.
                terima kasih untuk pentunjuknya

            • Felix Sugiharto on

              Shalom Esther..
              Memang kurang pas cara penginjilan dengan mengucapkan: bahwa dewa Kwam Im itu iblis, ini sebuah contoh cara penginjilan tak wajar ya.

              Tentang Dewi Kwan Im itu muncul dalam pengajaran Budisme Tiongkok kuno, terus terang ya.. sejak dulu saya tidak bisa manerimanya sebagai sesuatu yang harus saya imani, karena dominasi figur Kwan Im lebih setara dongeng atau legenda yang mewarnai ajaran inkarnasi dengan kesaktian-kesaktian seperti yang diceritakan. Belom lagi masih terdapat nama2 dewa dewi lain yang banyak sekali..
              Cerita dewi Kwan Im yang dalam legenda perjalanan seorang pendeta (Budisme) bernama Xuan Zang (Tang San-zhang/Tong Sam-Cong) yang diutus oleh sang Raja untuk mendapatan pencerahan agama Budha ke India, dalam perjalanannya di temani oleh si Kera Sakti (Sun Go Kong), dan cerita legenda tersebut lebih di kenal denga sebutan “Shi You Ji” atau “Perjalanan ke Barat”.
              Dalam perjalanan sang pendeta peran dewi Kwan Im dan Sun Go Kong beserta bebrapa tokoh lainnya sangat terlihat sebagai pelindung bagi sang pendeta ini. Tentu saja masih banyak cerita tentang Kwan Im yang mendasarai ajaran Budhisme Tiongkok kuno, namun saya tidak bermaksud membahas lebih dalam lagi.. yang ingin saya tuangkan disini adalah sikap penginjil mengomentari statement Sun Go Kong itu kurang tepat.

              Begitu juga dengan agama Kong Hu Chu, dari catatan sejarah seorang yang bernama Kongfuzi, waktu itu (kalau tidak salah pada abad ke 6) ditugaskan oleh seorang raja untuk tugas reformasi pendidikan di seluruh wilyah daratan Tiongkok, Kongfuzi sangat terkenal dengan filsofi-filosofinya yang dikemudian hari dikenal “Konfusianisme”, filosofi dan ajaran-ajarannya membawa pembentukan peradaban bagi bangsa Tiongkok ini juga berpengaruh pada penyebaran agama Taoisme.. oleh para pendukung konfusianisme lama kelamaan tumbuh menjadi sebuah agama yang disebut Agama Kong Hu Chu.

              Harus diakui, Filosofi konfusianisme bermakna sangat dalam sekaii, kehidupan bangsa Tionghoa tak terlepas oleh filosofi yang telah melekat secara moralitas, dimualai dari dalam kehidupan sebuah keluarga. (misalnya: sebuah kata “Hao” yang berarti berbhakti, menciptakan sebuah nuansa ketaatan dari lingkungan keluarga hingga di dalam lingkungan Kerajaan.. dan masih banyak sekali contoh lainnya.) Sehingga filosofi konfusianisme sekarang menjadi sebuah pelajaran filsafat dalam universitas di Tiongkok.
              Anda yang mengaku dari kalangan protestan tentu mengenal dan tahu Pdt Steven Tong bukan? Beliau sangat menguasai dasar ajaran konfusianisme, selain beberapa bahasa yang dikuasainya seperti bhs inggris, mandarin, dan hokian, serta sangat menguasai teologi kekristenan, sehingga dalam pengabarkan Injil banyak mempertobatkan orang Tionghoa, sebab dalam menanamkan dasar kekristenan disertai oleh bahasa pemaparan dengan filosofi konfusius lebih gampang diterima oleh kalangan Tionghoa. [dari Katolisitas: kami edit]

              Memang setiap agama mengarah pada sebuah ajaran tentang “kebenaran” namun “kebenaran” yang saya pilih adalah yang mempunyai makna dasar kebangkitan dan janji hidup kekekalan, janji itu hanya terdapat pada ajaran Kristus oleh misteri “kesengsaraan. wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus” ini yang telah diajarkan oleh Gereja Katolik mengukuhkan harapan saya akan sebuah “Keselamatan”. (bukan oleh karena pemahaman inkarnasi tanpa batas waktu dimana telah mengaburkan kapan tercapainya sebuah kesempurnaan manusia ciptaan Allah.)

              Pengajaran Bunda Maria dan Para Kudus
              Perlu kita pahami bahwa setiap agama mempunyai dasar pengajaran sebagai doktrin (pengajaran yang harus diterima) dan dokma (ajaran yang perlu di imani bagi umatnya), sehingga doktrin devosi kepada Buna Maria dan pengakuan kepada Para Kudus yang diajarkan oleh Gereja Katolik sangat perlu untuk di imani oleh umat yang beragama Katolik.

              Mengenai pertanyaan “mengapa harus berdoa melalui/melibatkan Bunda Maria dan para Kudus”
              Doa yang meminta dukungan Bunda Maria dan Para Kudus bermaksud sebagai pengantara doa yang kita panjatkan [dari Katolisitas: pengantaraan doa dari para orang kudus ini berada dalam kesatuan dengan Pengantaraan Kristus] sedangkan mata hati kita saat berdoa seluruhnya tetap sepenuhnya tertuju kepada Bapa di sorga. Hal yang sama dengan kita mengajak saudara seiman kita untuk doa bersama. Oleh karena Gereja Katolik mengajarkannya dan penting untuk diimani, maka sebagai umat Katolik lebih merupakan sebuah tantangan kewajiban untuk diimani dan tidak merupakan sebuah paksaan.

              Mudah2an dengan tulisan saya ini anda mempunyai pengertian yang mendukung penjelasan dari katolisitas.org

              Tuhan Yesus memberkati
              Felix Sugiharto

        • @ Sdr Bengcu

          Dari tulisan panjang saudara, saya menyimpulkan bahwa:
          1) Anda menganggap saya menghina agama anda.
          2) Anda menganggap bahwa saya tidak paham agama anda.
          3) Anda menganggap saya salah menyebutkan bahwa Tuhan itu mahluk.
          4) Anda menganggap bahwa saya sudah menghakimi agama anda.

          Berikut komentar saya:
          1) Setiap agama / keyakinan selalu memiliki sifat eksklusif. Ekslusifitas inilah yang membedakan agama / keyakinan yang satu dengan yang lainnya. Itulah yang menyebabkan kenapa anda memeluk agama Kong Hu Cu dan saya memeluk agama Kristen. Dan tentu diantara kita tidak pernah terpikir untuk saling bertukar posisi, sebab anda meyakini bahwa agama anda yg benar, dan saya meyakini agama saya yg benar. Ini adalah fakta yang dialami oleh hampir semua pemeluk agama, dan perasaan fanatisme itu pasti ada bagi umat yg telah sungguh2 memasuki area sakral dalam korelasinya dengan Penciptanya. Ketika saya bilang bahwa pengikut Kwan Im itu tersesat, sesungguhnya saya berbicara dalam konteks keyakinan saya. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, saya sebagai pengikut Tuhan Yesus Kristus hanya meyakini bahwa satu-satunya jalan menuju surga / kehidupan kekal hanyalah melalui Yesus, dan tidak ada orang dapat selamat / masuk surga tanpa percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Dengan pengakuan dan iman seperti itu jelaslah bahwa saya akan menganggap bahwa orang yang tidak percaya kepada Kristus sebagai orang yang tersesat. Kalo pemahaman dan tulisan seperti itu anda anggap saya menghina agama anda, silakan anda menuntut / menggugat Tuhan saya, Tuhan Yesus Kristus, karena Dia lah yang mengajarkan hal ini, dan saya hanyalah pengikutNya. Selain itu saya sarankan agar anda juga mengajukan tuntutan ke Mahkamah Konstitusi guna menggunggat Alkitab Kristen, karena di dalamnya mengandung banyak hal yang bertentangan dengan keyakinan agama lain.

          2) Saya memang tidak paham agama anda sampai ke seluk beluknya. Bagi saya cukup mengetahui garis besarnya. Soal saya menyebut pengikut agama anda sebagai penyembah Kwan Im itu sama dengan saya menyebut umat Katolik menyembah Maria. Devosi berlebihan kepada mahluk (bukan Tuhan) itu dapat disamakan dengan penyembahan berhala, dan itu salah menurut ajaran Alkitab. Bila anda merasa tidak salah, its ok, saya tidak memaksa anda untuk mengikuti keyakinan saya.

          3) Soal tulisan saya diawal yang menyebutkan bahwa hanya ada 3 mahluk yg mengandung unsur Roh, itu bukan maksud saya menganggap bahwa Tuhan itu mahluk. Itu hanya kekeliruan pasang kata karena seringkali ketika menulis memang saya tidak sejeli ketika membaca. Seharusnya saya menulis begini: hanya ada 3 oknum yang mengandung unsur roh, yaitu Tuhan, malaikat, dan manusia. Tuhan adalah pencipta, jadi Dia bukan mahluk, dan diluar Tuhan, semuanya adalah mahluk.

          4) Ketika berbicara soal menghakimi kita akan masuk ke substansi yang cukup pelik, karena kata “krino” atau “anakrino” alias menghakimi itu seringkali dilakukan oleh semua orang namun anehnya sering tidak diakui oleh yang bersangkutan. Bila anda menganggap saya menghakimi agama anda, saya tidak mengelak, biar anda senang, namun dasarnya sudah saya jelaskan di point 1 diatas.
          Alkitab saya tidak melarang orang untuk menghakimi, namun menghakimi yang tidak adil dan sewenang-wenang memang dilarang.
          Btw, saya mau mengutip sedikit penghakiman anda terhadap saya:

          bengcu menulis:
          Dari cara saudara berbicara dan berbuat yang dituangkan dalam TULISAN SAUDARA YANG SOK SUCI DAN KUDUS, tidaklah salah kitab suci anda mengatakan bahwa “Disebabkan oleh ucapan dan perbuatanmulah, maka Tuhan Allahmu di hujat diantara bangsa2 yang belum mengenal-KU”

          Komentar anda yang hurufnya saya besarkan itu sudah menunjukkan bahwa anda juga menghakimi saya sebagai sok suci. Lalu apa bedanya saya dengan anda, toh kita juga sama2 saling menghakimi???

          Sdr Bengcu, seringkali dalam komunikasi apalagi forum diskusi / debat seperti ini terjadi saling silang pendapat. Dan hal itu wajar karena setiap manusia, setiap tradisi, setiap agama, setiap negara, dsb dsb memiliki filosofinya sendiri. Anda boleh mengatakan saya sok suci, itu sah-sah saja. Diperlukan kesadaran yang lebih tinggi untuk dapat menerima fakta bahwa seringkali apa yang kita sukai tidak disukai orang lain, apa yang kita tidak ingini justru yang kita dapat, apa yang ingini justru tidak kita dapat, apa yang dianggap baik oleh suatu komunitas justru dianggap buruk oleh komunitas yang lain. Hal seperti ini jamak terjadi dalam kehidupan dan hanya orang-orang berpikiran kerdil sajalah yang mempermasalahkan hal-hal yang tidak seharusnya dipermasalahkan.

          Salam kasih, Tuhan Yesus mengulurkan tanganNya menantikan sambutan anda….

          • Shalom Kevin,
            Terima kasih atas pesannya. Dalam semangat persaudaraan di dalam Kristus, saya ingin memberikan saran, agar kita yang telah mengenal Kristus dapat lebih bijaksana dalam menyikapi perbedaan. Yang menjadi masalah di sini adalah anda telah menyebut Dewi Kwan Im sebagai iblis dan inilah yang tidak dapat diterima oleh umat agama Khong Hu Cu, karena mereka sangat menghormati Dewi Kwan Im. Kalau seseorang mengatakan salah satu keluarga anda yang anda hormati adalah iblis, maka anda juga dapat marah. Kita dapat mendiskusikan akan cara penyembahan, dll, namun tidak dengan cara yang anda lakukan, sehingga membuat kesaksian tentang Kristus malah menjadi tidak dapat menjangkau umat yang lain dan menjadi kurang efektif. Semoga hal ini dapat diterima oleh Kevin. Kita bersama-sama mengasihi Kristus. Namun, kita bersama-sama harus memohon agar kita diberikan rahmat kebijaksanaan (prudence), sehingga kita dapat menyampaikan kebenaran dengan baik dan bijaksana, dengan hormat dan lemah lembut (lih. 1 Pet 3:15). Dan ini adalah proses yang harus kita lakukan secara terus-menerus. Mari kita bersama-sama belajar.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            stef – katolisitas.org

  17. Tulisan ttg Bunda Maria diatas sudah sangat familiar di telinga kita umat Katolik. Dan pemikiran2 spt tulisan tsb. (dari kevin) adalah ciri khas dari khotbah “pendeta-pendeta” terutama dari GRII (“Gereja” Reformed Injili Indonesia) buatan “pendeta” Stephen Tong.

    Di Surabaya para “pendeta-pendeta muda” anak didik Stephen Tong sangat suka berdakwa di radio2, berkeliling dari radio yang satu ke radio yang lain (dan itu dilakukan setiap hari). Khotbah2nya atau kalau saya lebih suka menyebutnya provokasi2nya thd Bunda Maria persis apa yang dikatakan dalam tulisan kevin diatas. Bukan Terhadap Bunda Maria saja provokasi dari kaum reformed injili buatan Stephen Tong ini terhadap umat Katolik, tetapi juga terhadap Paus yang adalah pimpinan tertinggi umat Katolik di dunia. Mereka sering mengatakan hal semacam KePausan itu tdk ada dasar alkitabiahnya sama sekali, dan mengatakan bahwa itu semua hanyalah ajaran manusia (ciptaan Paus saja). Mereka juga sering membolak-balikan fakta dengan mengatakan bahwa Gereja2 lain (selain GRII, jadi termasuk Gereja Katolik) sering asal comot ayat tapi tidak mengerti Alkitab sehingga “pendeta2 muda” tsb dengan sombongnya menyuruh orang2 yang tidak sepaham dengan ajaran mereka untuk belajar alkitab lagi. (perlu diketahui biasanya acara mereka ada tanya-jawab dari pendengar radio melalui telpon, tetapi mereka baru mau menjawab setelah penelpon menutup telpon, sehingga pihak penelpon tidak dapat lgs berdebat dengan mereka, dan biasanya kalau ada yang menelpon ulang untuk mengkonfirmasi jawaban “pendeta” tsb, mereka tidak mau merespon dg alasan memberi kesempatan pada yang lain).

    Ciri2 penekanan dakwa dari pendeta-pendeta GRII buatan Stephen Tong ini adalah mengenai: predestinasi (double predestinasi), umat pilihan (hanya umat pilihan yang selamat), manusia tidak punya freewill (kehendak bebas), Kedaulatan Allah, kodrat manusia yang rusak total, sekali-selamat-tetap-selamat,
    fundamentalis – sangat menyembah “alkitab” (tetapi dg penafsiran yang dicocok-cocokan dg ajaran John Calvin, sehingga kaum GRII disebut juga calvinist), mendasarkan ajarannya pada ajaran pendeta Stephen Tong dan buku pegangannya adalah Institusio karangan John Calvin yang lalu berdasarkan ajaran Calvin dlm Institusio tsb dicari ayat2nya dalam Kitab Suci (Alkitab) yang sekiranya cocok dengan ajaran tsb. Jadi sistemnya adalah “thuk-gathuk.”

    Hal-hal yang dikemukakan kevin tsb. sebenarnya juga bukan hal2 yang baru atau perkembangan2 baru dari kesalahpengertian akibat kedangkalan pemikiran tentang Bunda Tuhan Yesus ini yang sekaligus Bunda Allah, yaitu maria. Provokasi2 ttg Bunda Maria ini (dari protestant) adalah hal yang sudah basi, dari dulu muter-muter yang dikatakan ttg Bunda Maria ya sperti itu dan dari dulu juga yang mereka tuduhkan kepada umat Katolik ya spt itu juga selalu mengtakan umat Katolik terlalu berlebih-lebihan thd Bunda Maria/menyembah Bunda Maria.

    Sekiranya kita umat Katolik pasti sudah bosan dan menanggapi dingin hal2 demikian. Ya, saya sangat setuju dengan ajakan kevin untuk kita umat Katolik semakin giat lagi belajar dan mendalami Kitab Suci. Tentunya belajar Kitab-Suci harus juga melihat ajaran2 bapa2 Gereja. Ajaran2 Gereja Katolik yang pastinya itu adalah ajaran2 yang diturunkan turun-menurun oleh Bapa2 Gereja kita yang diperoleh dari ajaran langsung para rasul yang pastinya ajaran tsb tentu berakar dari ajaran Tuhan Yesus sendiri, inilah yang disebut Tradisi. Pemahaman Alkitab tanpa mengindahkan Tradisi (ajaran Bapa2 Gereja dari para rasul yang diturunkan trun-menurun sampai sekarang) tentu akan membuka celah yang lebar kepada ajaran2 yang melenceng yang seolah-olah adalah ajaran yang biblis. Jadi kita bukan meng-imani suatu ajaran tertentu terlebih dahulu (cth. ajaran calvin) lalu baru mencocok-cocokan dengan Alkitab dengan mencarikan ayat2 yang sekiranya cocok dan mendukung ajaran pendeta tsb.

    Demikian tanggapan saya. Untuk pak Stef dan bu Inggrid, maju terus… semoga katolisitas.org semakin hari semakin membawa kita pada iman, pengharapan dan kasih yang terus bertumbuh. Terimakasih atas karya anda ini, Tuhan Yesus memberkati.
    Untuk sdr. kevin maaf bila ada kalimat yang kurang berkenan (spt anda juga; namun begitulah gaya bahasa saya ketika menulis)

    Salam.
    Joseph S.

    • to:
      pak Stef, Bu Inggrid,
      bagaimana dengan tulisan Joseph? saya cari cari tetapi tidak berhasil menemukan tanggapan dari bp/ibu atau memang tidak ditanggapi?

      ============
      to: Joseph
      sebenarnya saya males menanggapi tulisan tsb, saran saya, kamu perlu banyak belajar……
      Ada yang ingin saya tanyakan:,
      seperti juga Katholik membuka website ini untuk mengajar, untuk menginjil, untuk menyatakan iman katholik, dan berani mengatakan yang mana bener yang mana salah….. (misal pak Stef/Ibu Ingrid bilang Sola Scriptura salah, Sola Fide salah, Tulip salah……dll…
      disisi lain, boleh nggak GRII, pak Tong berhak mengajar, menginjil dan mengatakan yang mana benar yang mana salah……….baik itu melalui media radio maupun website,
      boleh tidak GRII misalnya pak Tong mengatakan kita tidak doa kepada CREATURE???

      kalau demikian, posisi katholik dan GRII sama atau tidak sama?

      satu hal lagi,
      gereja katolik tidak sendirian menghadapi cercaan, kritikan………
      demikian juga GRII dan gereja gereja lainnya TIDAK sendirian menghadapi cercaan, kritikan…..
      Itu bagaimana menyikapinya saja…

      Perlu diketahui, pak Tong menghidupkan musik gereja Katholik yang luar biasa indah sementara banyak orang katholik sendiri sudah tidak menghargai WARISAN, HERITAGE gerejanya, dan lebih menyukai lagu Pop.
      Inaugurasi Concert Hall dibuka dengan lagu MAGNIFICAT dari J.S. BACH yaitu lagu pujian Maria seperti yang ditulis dalam Injil Lukas.
      Peristiwa Inaugurasi adalah Peristiwa BERSEJARAH dan peristiwa BERSEJARAH itu, diawali dengan lagu MAGNIFICAT. Mengapa MAGNIFICAT? mengapa bukan lagu yang lain? Peristiwa BERSEJARAH itu pun…dihadiri oleh Romo Frans Magnis Suseno, Bapak ketua MPR RI.

      jadi, siapa yang lebih katholik?

      ===============

      to all:
      walau beda pendapat, saya menghargai PEMBELAJARAN yang sudah dilakukan oleh pak Stef, ibu Inggrid sehingga saya pun bisa ikut belajar melalui media ini.
      bukankah seluruh hidup kita pembelajaran…….yaitu BELAJAR MENGENAL ALLAH?

      • Shalom Esther dan Joseph,

        Sebenarnya kita masing- masing masih tetap perlu mempelajari iman kita. Jadi ajakan untuk belajar itu harusnya ditujukan kepada diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum kita menganjurkannya kepada orang lain.

        Maka tidak ada yang salah dengan mengajarkan iman dan kebenaran yang kita yakini, namun memang caranya harus kita perhatikan agar tidak berkesan menyerang dan merendahkan orang lain. Saya tidak mengetahui persis pengalaman Joseph yang mungkin telah mengikuti/ mendengarkan khotbah dari Pak Tong atau pendeta- pendeta GRII lainnya. Namun memang saya pribadi pernah mengalami mendengarkan khotbah yang cukup mendiskreditkan Gereja Katolik; dan tentu itu bagi saya, cukup memperihatinkan. Tentu ini bukan berarti semua pendeta demikian. Namun harus diakui bahwa pada topik- topik tertentu memang pasti akan terdapat perbedaan pandangan, justru karena adanya perbedaan mendasar tentang ajaran Gereja Katolik dengan ajaran gereja- gereja non- Katolik, seperti misalnya tentang Maria, Api Penyucian, persekutuan orang kudus, ekklesiologi, dst.

        Yang sulit memang adalah, seringkali yang disampaikan dalam pengajaran tersebut, dikatakan sebagai ajaran Gereja Katolik; padahal bukan. Seperti misalnya dikatakan oleh para pengajar non- Katolik, bahwa umat Katolik menyembah patung ataupun berdoa kepada “creature”, [seperti yang Esther katakan di atas]. Tentu ini tidak benar! Di situs Katolisitas kami berusaha untuk menjelaskannya, misalnya dalam artikel Orang Katolik tidak menyembah patung, silakan klik, dan beberapa artikel tentang Maria dan tanya jawab yang berkaitan dengan topik- topik tersebut. Namun kami juga menyadari, bahwa memang tidaklah mudah untuk mengubah persepsi seseorang, dan sungguh dibutuhkan keterbukaan hati (dan terutama kerendahan hati) untuk menerima ajaran- ajaran yang disampaikan oleh para Bapa Gereja, yang secara konsisten diajarkan oleh Gereja Katolik. Untuk hal mengubah hati ini memang sudah bukan bagian kami lagi, tetapi adalah karya Roh Kudus. Siapa yang dengan tulus mencari kebenaran, dan tidak bersandar kepada pengertiannya sendiri, akan dapat menerima dan memahami pengajaran yang disampaikan oleh Gereja Katolik.

        Mengenai hal musik Gereja, tentu Gereja Katolik masih menghargai warisan Gereja, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa Gereja Katolik sekarang juga terbuka untuk menerima musik lainnya, untuk dinyanyikan dalam persekutuan- persekutuan doa. Namun sepengetahuan saya, untuk lagu- lagu liturgis, Gereja Katolik tetap mempertahankan lagu- lagu/ hymne pujian yang tidak bersifat lagu pop. Apalagi pada perayaan khusus seperti masa Natal dan Paska, di banyak (bahkan mungkin sebagian besar) paroki tetap berkumandang lagu- lagu yang sifatnya klasik; seperti: Alleluia- nya Handel, atau Panis Angelicus, Ave Verum-nya Mozart.

        Bahwa Pak Tong/ GRII menghidupkan musik Gerejawi tersebut, tentu itu adalah sesuatu yang baik. Tetapi bagi kami Gereja Katolik, musik Gerejawi bukanlah satu- satunya yang menjadikan Gereja tersebut “Katolik”. Istilah “katolik” itu mengacu kepada makna keseluruhan dan universal, dan ini tidak hanya terbatas pada jangkauan umat diseluruh dunia, dengan segala macam budaya; tetapi juga dari segi ajaran/ doktrinnya. Gereja Katolik tidak mengajarkan doktrin dengan setengah- setengah, tetapi keseluruhan yang diajarkan oleh Kristus dan para rasul; baik yang tertulis (dalam Kitab Suci) maupun lisan (dalam Tradisi Suci). Tradisi Suci yang diajarkan pun tidak hanya bersangkutan dengan Bapa Gereja tertentu, namun keseluruhan tulisan para Bapa Gereja sepanjang sejarah Gereja, dengan kesatuan dengan Magisterium Gereja.

        Maka istilah “siapa yang lebih katolik” itu tidak hanya tergantung dari menyanyikan lagu- lagu klasik Bach atau Mozart, namun berhubungan dengan hal yang lebih mendasar. Karena Gereja bersifat katolik, jika Gereja tersebut mempertahankan semua pengajaran para rasul, dan berada dalam kesatuan dengan para pemimpin Gereja yang merupakan penerus para rasul tersebut.

        Ya, memang hidup kita di dunia merupakan proses pembelajaran untuk mengenal dan mengasihi Allah; dan betapa kita mesti berjuang untuk melakukan hal itu, tentu dengan pertolongan rahmat Tuhan.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        Ingrid Listiati- katolisitas.org

        • Shalom Esther,

          Saya mau ikut share nih. Ketika pertama kali membaca posting esther di situs ini, terus terang saya sebagai umat katolik cukup nyaman dengan komentar anda, dibanding membaca komentar sdr sherly misalnya (anda tentu bisa membayangkan).

          Share saya, dulu (sudah cukup lama mungkin lebih dari dari 5 tahun lalu, tidak jelas kapannya, saya pernah juga mendengar kotbah pdt Tong, yang menyindir katolik). Terus terang saya jarang mendengar lagi saat ini (tepatnya saya tidak tahu apa yang sering dikotbahkan pdt Tong dkk saat ini). Mungkin saja, perkiraan saya saat ini, sudah ada perubahan, sehingga ada perbedaan pengalaman dengan anda.

          Itu saja share saya,Tuhan memberkati.

          Teddy

          • Thanks Teddy

            wajar saja kalau beliau menjelaskan perbedaan antara katholik dan protestan sehingga kita juga bisa tau dan menilai. misalnya setiap kali perjamuan kudus, beliau selalu menjelaskan terlebih dahulu apa yang diimani katholik, martin luther, zwingli, calvin. dijelaskan dimana letak perbedaannya dan mengapa kita mengimani yang demikian

            Demikian pula pembaptisan, setiap kali sebelum pembaptisan beliau menjelaskan mengapa katholik dan protestan dari garis reformed melaksanakan baptiskan bayi, dan cara baptis pun dengan percik.
            Berbeda dengan gereja dari garis gereja baptis atau karismatik yang tidak melakukan pembaptisan bayi dan baptis harus selam sehingga mereka yang pindah ke gereja jenis ini, diharuskan baptis ulang dengan cara selam!
            (nah, kalau saat itu ada orang dari gereja lain yang berbeda pandangan dengan gaya baptis protestan reformed yang sama dengan katholik, tentu akan tersinggung dengar penjelasan ini…..)

            Memang kita berbeda, dan tidak mungkin sama persis….. dan wajar saja pemimpin harus menjelaskan perbedaan perbedaan itu dan menjelaskan mengapa posisi/pendirian yang kita imani demikian. setiap agama memiliki apologetikanya.

            Hal yang penting, beliau mempelajari banyak hal bahkan sebelum memutuskan menjadi Kristen beliau sudah mempelajari, membandingkan seluruh system teology dan filsafat barat dan Timur. banyak orang mempelajari filsafat barat tapi tak mengerti filsafat timur seperti confusius. Jadi bukan orang yang sembarangan ‘asal bunyi’.

            tetapi kalau misalnya ada seorang katholik mengatakan system protestan tuk gathuk ya……..saya rasa itu kurang pas….. lihat sejarah secara FAIR dan FAIR dan FAIR.
            kita ambil contoh yang paling mudah dan sangat jelas terlihat (yang tidak usah mesti belajar sampe S2, S3) :
            Mengapa Amerika utara yang dipengaruhi calvinisme lebih maju, lebih demokratis dibanding negara negara Amerika selatan yang dipengaruhi katholik?????
            Pendiri Amerika Utara adalah para kaum puritan protestan yang dipengaruhi calvin. penterjemahan Alkitab pada suku suku Indian pun dipelopori orang orang protestan.
            bagaimana kota Geneva yang kacau menjadi kota yang teratur, religious, bermoral dengan system pemerintahan calvin yang membagi pemerintahan jadi 3: eksekutif, yudikatif, legislatif.
            system pemerintahan Amerika itu pun banyak dipengaruhi system gereja protestan.
            Pemikir seperti John Locke dipengaruhi calvinisme dan John Locke mempengaruhi Thomas Jefferson. George Washington, Abraham Lincoln, dll, mereka orang orang yang dipengaruhi system protestan.

            Saya memberi contoh spt yang saya tulis diatas bukan untuk melecehkan Katholik. Hanya saya mau sejarah dilihat sejarah FAIR.
            Walaupun kita tidak mungkin bisa netral 100%, minimal tidak keterlaluan timpang (St. Agustinus pernah mengatakan tidak ada pikiran manusia yang netral baik secara etis maupun spiritual).

            okey deh.

            • Shalom Esther dan Teddy,

              Izinkan saya menengahi di sini, ya. Kita memang harus mempunyai sikap kritis dalam menganalisa data baik yang terjadi dalam sejarah maupun sekarang ini, sebab tidak semua data lahiriah itu berhubungan lurus dengan hal rohaniah. Bahwa ada perbedaan antara ajaran Gereja Katolik dan Protestan, itu kita semua mengetahuinya, sebab jika semua sama, tentu kita sudah menjadi satu Gereja.

              Fakta memang menujukkan bahwa negara di Amerika Utara (yang konon lebih dipengaruhi Calvin) itu lebih maju daripada negara- negara di Amerika Latin (yang konon dipengaruhi oleh Gereja Katolik). Tetapi masalahnya, menurut hemat saya, kita tidak dapat menjadikan fakta kemajuan atau kemakmuran duniawi sebagai dasar pertimbangan dalam hal kerohanian. Karena faktor pribadi dan kepemimpinan dari orang yang memerintah di negara- negara itu besar pengaruhnya bagi kesejahteraan rakyatnya. Lagipula, Yesus tidak akan mengukurkan iman seseorang dari kemakmuran jasmani. Bahwa idealnya memang apa yang diimani dapat mempengaruhi kehidupan sehari- hari (termasuk kehidupan bernegara dan bermasyarakat) itu benar; namun kita tidak dapat mengambil kesimpulan semata- mata dari kemajuan kehidupan bernegara dan bermasyarakat-nya saja untuk menentukan kematangan rohani. Sebab hanya kemajuan lahiriah bukan gambaran yang lengkap. Sebagai contohnya, negara Jepang dan China, yang relatif tidak dipengaruhi oleh agama Kristen juga berkembang maju dengan pesat dewasa ini. Jika tolok ukurnya hanya kemajuan negara, maka seseorang dapat melihat, jika demikian Shintoisme atau komunisme lebih maju daripada agama Kristen. Tentu tidak demikian, dari segi rohani. Karena, menurut data WHO, justru bukti lain menunjukkan bahwa tingkat bunuh diri termasuk paling tinggi terjadi di negara- negara [bekas] komunis dan juga pada negara- negara maju. Silakan klik di sini, untuk melihat secara skematik kontrasnya, bahwa jumlah kasus bunuh diri di Amerika Utara, [dan negara- negara maju di Eropa dan Australia, Jepang dan China], kurang lebih dua kali lebih banyak daripada di Amerika Latin [dan negara- negara berkembang di Asia].

              Data ini berbicara sangat lantang, bahwa memang tanpa Tuhan, orang cenderung merasa putus asa, tak mempunyai tujuan hidup dan tak berpengharapan. Negara- negara komunis yang tidak percaya kepada Tuhan, mempunyai tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Lalu negara- negara maju yang lama kelamaan makin sekular, materialistik dan relativistik juga demikian. Sebab di negara- negara maju sekarang ini cenderung berkembang sikap yang disebut sebagai “practical atheism“, yaitu mengaku dirinya Kristen (entah Calvinism/ Protestan atau Katolik) tetapi hidupnya seperti seolah- olah tidak ada Tuhan. Inilah yang menjadi tantangan umat Kristiani sekarang ini; yaitu untuk menginjili orang- orang yang ‘terdaftar’ sebagai umat Kristen (baik Katolik atau Protestan) namun tidak hidup sesuai dengan imannya.

              Maka saya rasa, kita tidak dapat menilai kemajuan negara, sebagai tolok ukur dalam hal kerohanian. Sungguh, pada akhirnya, bukan ini yang dilihat oleh Tuhan Yesus sendiri. Lebih baik kita melihat kepada ajaran iman kita, dan berjuang dalam kapasitas kita masing- masing untuk menjadi saksi yang hidup terhadap apa yang kita imani. Mudah- mudahan, dengan demikian kita dapat menjadi inspirasi bagi mereka yang belum mengenal Kristus.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              Ingrid Listiati- katolisitas.org

              • tarsisiusdidik on

                Benar sekali apa yang dikatakan Ibu Ingrid bahwa kita tidak dapat mengukur kemajuan Iman manusia dari kemakmran yang dimiliki, Negara negara seperti ,Jepang ,Cina, Korea dan negara negara Eropa sangat maju ekonominya, apakan mereka maju karna dipengaruhi oleh iman Protestan? maka sangatlah naif jika tolak ukur yang digunakan adalah kemakmuran ekonomi. Yang lebih penting adalah bagaimana kehidupan rohani manusia yang mendorong penggunaan materinya untuk pertumbuhan rohaninya. Trims Tuhan memberkati.

                • Shalom Esther dan Inggrid,

                  Saya mau bertanya karena sedikit bingung dengan pernyataan esther. Apakah dengan mengukur iman dengan kemajuan suatu negara identik dengan teologi kemakmuran? maksud saya apakah ada bedanya dengan kemajuan (baca kemakmuran) pribadi?
                  Kalau ada bedanya, mohon dijelaskan. Kalau tidak ada bedanya, maka pernyataan Esther bertentangan dengan ajaran Pdt Tong yang saya tahu, yang menentang Teologi Kemakmuran (sumber wikipedia).

                  Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

              • terima kasih bu Inggrid
                betul, saya juga tidak menilai kemakmuran sebagai tolok ukur kerohanian. saya BUKAN pengikut teology kemakmuran, bahkan saya sangat menentang teology kemakmuran, bu…

                Point yang saya hanya ingin mengatakan kalau system protestan dikatakan ‘tuk gahuk,’ rasanya tidak tepat. Awal berdirinya Amerika sangat dipengaruhi pemikiran Calvin, yang memperjuangkan HAM di Amerika utara berasal dari orang orang protestan yang dipengaruhi calvinisme. apakah prestasi itu adalah hasil system yang tuk gathuk?
                point yang ingin saya katakan ya….cuma itu… apakah benar system protestan tuk gathuk?
                system protestan calvinism yang dikatakan tuk gathuk itu…..lalu saya bandingkan dengan Amerika Selatan yang dipengaruhi katholik, mengapa negaranya penuh korupsi, mafia narkoba…….

                kalau system protestan tuk gathuk…… Lalu saya bandingkan juga….para pendatang dari kalangan Puritan Calvinism memperlakukan penduduk asli (Indian) dengan perlakuan para pendatang Spanyol/Portugis terhadap penduduk asli di Amerika selatan.
                Bagaimana kerohaniannya dalam hal ini?

                intinya hanya pada kata ‘system tuk gathuk’ yang dikatakan oleh Joseph……… itu saja yang ingin saya koreksi. Tapi kalau memang tetap bertahan ingin mengatakan “system protestan tuk gathuk”, ya silahkan…..kalau memang itu sudah jadi sikap/pendirian orang katholik……minimal saya tau bahwa itulah pendirian/sikap katholik.

                Saya sangat mengagumi katholik, tetapi juga saya masih sulit untuk memahami dokrin Mariology, Api Penyucian. Waktu membaca ini saya merasa seperti di awang awang. saya baca berulang ulang tapi tetap sulit untuk mengerti.
                Kemudian saya teringat satu statement dari Blaise pascal “kita ini seringkali mengalihkan diri dari Allah” dan saya ingat statement kong hu chu “segala sesuatu ada urutannya, barangsiapa tau yang mana duluan, yang mana belakangan, ia tidak jauh dari kebenaran”

                Sebenarnya bagian yang ini adalah dialog mengenai Mariology tetapi jadi merembet kemana mana karena saya melihat kritikan terhadap calvinisme sehingga saya terpancing memberikan komentar/koreksi.

                Ateis practice, banyak sekali. Dan sebenarnya, kita (tepatnya SAYA – ) masih terus harus refleksi diri dengan jujur seperti yang refleksi yang dilakukan Thomas A. Kempis (melalui tulisannya yaitu buku mengikuti jejak Kristus), Bunyan (the pilgrim Progress), Mere Christianity (C.S. Lewis), Peter Kreeft (the snakebite letter), the screwtape letter (C.S. Lewis).

                regards,

                • Shalom Esther,
                  Pertama- tama saya mohon maaf bahwa saya tidak menangkap bahwa yang anda permasalahkan adalah istilah “tuk gathuk”. Terus terang saya tidak tahu persis arti istilah tersebut, sehingga memang saya memilih untuk tidak mengomentarinya. Maka jika saya tidak mengomentari, itu bukan karena saya setuju, atau Gereja Katolik setuju akan anggapan tersebut.

                  Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa di gereja lain atau di agama lain tidak ada kebenaran. Gereja Katolik mengakui adanya kebenaran dan kebaikan yang diajarkan oleh gereja lain ataupun agama lain. Namun demikian Gereja Katolik mengajarkan bahwa kepenuhan kebenaran ada di dalam Gereja Katolik. Bahwa kenyataannya banyak umat Katolik yang gagal menjalankan ajaran iman Katolik, adalah sesuatu yang memprihatinkan, namun itu tidak mengubah kenyataan bahwa iman Katolik mengajarkan kepenuhan kebenaran.

                  Kembali ke ajaran Calvin, Gereja Katolik tidak mengatakan bahwa semua ajarannya salah; tetapi memang tidak semuanya sesuai dengan ajaran Gereja Katolik, yang tidak saja berpegang pada Kitab Suci namun juga pada Tradisi Suci para rasul. Jika anda bertanya kepada kami di Katolisitas, tentu kami akan menyampaikan dari sudut pandang Gereja Katolik, yang memang mungkin tidak sama dengan yang diajarkan oleh Calvin. Soal Amerika Selatan yang konon penuh korupsi, mafia dan narkoba, itu seyogyanya tidak dikaitkan dengan agama Katolik, sebab ada banyak negara lain yang juga mempunyai problema serupa, dan bukan negara Katolik. Amerika Utara, juga mempunyai permasalahan sendiri sekarang, yang juga menunjukkan kemerosotan moral, seperti pergaulan bebas, penggunaan kontrasepsi, aborsi, perceraian, perkawinan sesama jenis, euthanasia, korupsi di tingkatan politik kelas tinggi dst. Jika mengikuti logika anda, apakah ini adalah buah ajaran Calvin? Kan tidak juga. Jadi mari kita hentikan diskusi semacam ini. Sungguh, problema yang menyangkut peta sosial suatu negara mempunyai dimensi yang lebih rumit daripada sekedar agama. Ada faktor latar belakang sejarah, faktor budaya dan kemasyarakatan, dll, selain agama. Saya ingin mengakhiri diskusi di thread ini sampai di sini. Semoga dapat dimengerti, ya.

                  Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                  Ingrid Listiati- katolisitas.org

                • Shalom Esther,

                  Menarik sekali kelihatannya bacaan-bacaan anda. Apakah buku2 yang anda sebutkan di atas beredar di Indonesia? Saya berminat membacanya. Setahu saya hanya snakebite letter yang ada terjemahan bahasa Indonesianya. Tapi sekedar ingin tahu saja, apakah anda mengetahui bahwa Peter Kreeft adalah ex calvinist yang convert ke katolik? betul2 sekedar ingin tahu lho…. jangan marah ya…GBU

            • Alexander Pontoh on

              Kpd Esther,

              untuk amerika selatan dan amerika utara. mungkin esther bisa mencoba mencari buku2 ttg politik, ekonomi, dan militer. saya rasa itu dulu. itu yang berhubungan dengan pertanyaan, mengapa amerika utara lebih maju dan demokratis daripada amerika selatan. saya pernah membaca satu buku yg melihat amerika utara (amerika serikat) dari kacamata orang amerika selatan. dibuku itu tidak menceritakan agama sebagai penyebabnya. tetapi…kalau saya tidak salah, seperti ada konspirasi di amerika.

              [Dari Katolisitas: kami edit… Diskusi di thread ini tentang topik perbandingan Amerika Utara dan Selatan tidak dilanjutkan karena hal ini menyangkut hal yang lebih luas dan rumit daripada sekedar agama ataupun menyangkut kepada iman Katolik. Mohon pengertian anda ]

  18. Koreksi tulisan saya:

    Tanggapan saya untuk pernyatan saudara kita bahwa , Allah memang dapat memilih siapa saja untuk menjadi Ibu Yesus …

    Pernyataan itu benar tetapi dibalik pernyataan itu mengandung kesombongan, yang bertanya ingin mengatakan bahwa Allah dapat memilih siapa saja dengan demikian SIAPA SAJA DAPAT MENJADI BUNDA ALLAH. Tidak semua manusia dapat MEMILIKI PERSYARATAN menjadi Bunda Allah selain MAria. Sama seperti Yesus dapat memilih semua orang untuk jadi muridnya, tetapi tidak semua orang dapat menjadi murid Yesus.

    Salam

    • Shalom Vano,
      Saya ingin menganjurkan agar di dalam diskusi kita tidak bersikap “mencurigai” terlebih dahulu. Dalam hal ini, walau anda mungkin tidak bermaksud menuduh, namun komentar anda mengarah kepada pretensi negatif terhadap pribadi orang yang menuliskan komentar tersebut.
      Saya rasa sebaiknya lain kali anda menuliskan point/ pandangan anda saja, tanpa perlu menampilkan prasangka negatif tertentu terhadap orang lain. Kita harus berpandangan bahwa semua orang yang menuliskan komentar di sini bermaksud baik.

      Perihal Bunda Maria dipilih Allah, memang itu sudah menjadi rencana Allah, atas kebaikan dan kasih karunia Allah. Dan karena Allah yang Maha Tahu telah mengetahui bahwa Bunda Maria akan bekerja sama dengan kasih karunia- Nya itu, maka memang Ia memilih Bunda Maria sebagai Bunda Kristus Sang Putera Allah.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

      • Aduhhh.. mohon maaf ibu Ingrid saya tidak bermaksud demikian. Kalo mungkin tanggapan saya dianggap seperti itu sekali lagi saya mohon maaf. Saya mengatakan ini berdasarkan pengalaman saya keteika berdiskusi tentang peran Bunda Maria dalam Janji Keselamatan yg Tuhan sediakan bagi kita. Saya selalu mengatakan kepada sahabat2 saya demikian ” ingat jika saja bunda Maria berkata tidak maka Allah Bapa tidak dapat berbuat apa2 karena manusia dikaruniai kehendak bebas” Kalimat ini bukan datang dari diri saya tetapi pernah saya baca dalam buku penampakan Maria di Nanju kepada Julia Kim. Dalam satu penampakan Yesus mengatakan hal itu kepada Julia Kim bahwa ” Hendaklah engkau meneladani bundaku sebab jika budanku berkata tidak maka Bapa-Ku di Sorga tidak dapat berbuat apa2 karena manusia dikaruniai kehendak bebas” Namun kalimat seperti ini selalu dijawab “apakah kamu pikir bahwa Allah tidak bisa memilih wanita lain selain Maria untuk dijadikan Ibu-Nya? Meriam Belinapun bisa menjadi Ibu Yesus Jika Allah berkehendak demikian! Sanggahan seperti ini selalu datang dari pihak Protestan karena itu saya menyimpulkan apakah ini bukan namanya Kesombongan Rohani dibalik penghormatan Yesus. Si penyangkal berpikir sebagai Allah Yesus dapat bertindak segala2nya karena Ia Maha Kuasa. Dan memang demikian adanya saya Amin-ni itu. Tetapi dengan berpikir seperti itu kita akan diarahkan pada pemahaman yg salah atau keliru mengenai sosok Yesus. Kita akan menganggap Bahwa Yesus sungguh2 Allah tetapi Tidak Sungguh2 Manusia.

        Karena Yesus Allah dia dapat melakukan apa saja khan? Bahkan sebenarnya ia tidak perlu peran seorang Ibu atau Bapak Asuh di dunia ini. Sebab sebagai Allah Ia bisa mengadakan segala sesuatu untuk kebutuhan dia, baik itu makanan, pakaian dll sehingga peran seorang manusia lain dalam kehidupan dia jauh sebelum dia tampil untuk mengajar tidak diperlukan. Padahal tidak pernah satukalipun Yesus menggunakan Kekuasaannya bagi kepentingan dirinya, tidak pernah sama sekali! Dia bisa membangkitakan orang mati, kenapa tidak dia membangkitkan bapak asuhnya St. Yosef. Ia bisa mengusir orang dari Bait Allah mengapa dia tidak menggunakan kuasa-Nya untuk mengusir para penangkapnya? Dan masih banyak contoh lain lagi yg menunjukan selama kehadiran diri-Nya di dunia Yesus hanya menggunakan Kekuasaannya demi melayani dan bukan untuk kepentingan diriNya sendiri.

        Bagaimana kita harus menjelaskan hal ini kepada mereka yang menganggap kecil peran Bunda Maria dan Yosef supaya mereka tahu bahwa kedua figur ini adalah yg terpilih dari sekian banyak anak2 Adam sebagai yg harus menjaga, merawat dan membesarkan Yesus?

        Salam dan semoga Tuhan memberkatii

        NB: Tambahan lagi saya mohon jawaban atas pertanyaan2 saya yg saya ajukan kemaren tentang pengajaran2 Bapa gereja mengenai Hawa baru karena itu bukan datang dari diri saya tetapi dari kawan saya dan saya kesulitan utk menjawabnya. Terimakasih sekali lagi untuk Ibu Ingrid.

        • Shalom Vano,
          Saya hanya ingin agar dalam diskusi kita di rubrik Tanya Jawab ini selalu diwarnai oleh kasih. Oleh sebab itu memang kita harus berusaha untuk tidak mempunyai prasangka negatif terhadap siapapun yang menuliskan tanggapannya di rubrik ini. Kita harus mempunyai anggapan bahwa yang datang di situs ini berkehendak baik.
          Bunda Maria dengan kehendak bebasnya telah memilih untuk bekerjasama dengan rahmat Tuhan. Namun jangan lupa bahwa Allah yang Maha Tahu sesungguhnya telah mengetahui sejak awal mula, bahwa Bunda Maria akan bekerjasama dengan rahmat-Nya untuk menaati kehendak-Nya, dengan kesediaannya menjadi ibu bagi Putera-Nya Yesus Kristus. Jadi pada Tuhan tidak ada yang mengejutkan (Nothing takes God by a surprise); karena Allah tidak terbatas pada ruang dan waktu. Ia telah mengetahui segala sesuatunya sejak awal mula, walaupun tidak menakdirkannya. Jadi untuk menjelaskan tentang kesediaan Maria ini, sebaiknya kita tidak terjebak dengan penekanan, “Seandainya Bunda Maria tidak bersedia….” Karena nyatanya dia bersedia, dan Allah Bapa telah mengetahui sejak awal mula bahwa Maria akan bersedia, karena Allah maha tahu.

          Maka walaupun benar pernyataan bahwa Allah dapat memilih siapa saja untuk menjadi ibu bagi Putera-Nya, namun Ia sudah mengetahui sejak awal mula, bahwa Bunda Maria adalah yang terbaik, karena Ia mengenal semua ciptaan-Nya, bahkan lebih baik daripada sang ciptaan mengenal dirinya sendiri. Dengan pengertian ini, maka tidak mungkin kita menyamakan siapa saja dengan Bunda Maria. Dengan pengertian yang sama kita melihat bagaimana Allah telah memilih Santo Yosef untuk menjadi bapa angkat Yesus di dunia.

          Ya, memang tidak semua orang dapat menerima ajaran Gereja Katolik tentang Bunda Maria. Sebenarnya adalah wajar jika kita mengasihi ibu kita lebih daripada mengasihi ibu orang lain yang tidak kita kenal. Dengan analogi ini, dan tentu jika kita sungguh mengenal dan mengasihi Kristus, yang adalah Tuhan dan Juru Selamat kita, maka kitapun akan terdorong untuk mengasihi ibu-Nya. Apalagi ditambah fakta bahwa melalui Bunda Maria-lah Kristus dapat lahir ke dunia. Memang diperlukan keterbukaan dan kerendahan hati untuk menerima kebenaran ini, namun jika masih ada banyak orang yang tidak dapat menerimanya, kita juga tidak usah berkecil hati. Sebab yang merupakan bagian kita adalah kita mewartakan kebenaran yang kita imani, selebihnya, kita serahkan kepada Tuhan untuk bekerja di dalam hati setiap orang.

          Salam kasih dalam Kristus Yesus,
          Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

        • Tuhan Yesus datang ke dunia ini dan mengambil rupa manusia lewat perantaraan manusia karena Dia adalah Tuhan yang lemah lembut dan rendah hati (Mat 11:29). Tuhan Yesus memberkati.

      • BUDI YOGA PRAMONO on

        Shalom Bu Inggrid,
        Kalau bicara tentang Maria , pasti tak akan ketemunya krn memang beda paham antara katolik dgn kristen…beda konsep…beda pandangan…beda pemahaman, kalau perlu bikin pansus aja..hehehe…
        Tapi saya percaya kalo Maria adalah manusia , ciptaan Allah sedangkan Yesus adalah sang pencipta yaitu Allah sendiri yng menjelma jadi manusia.
        Dikatakan Maria adalah perantara yang membawa manusia kepada Kristus…itu yang tidak dipahami oleh kristen….
        Yo wis ben…tapi saya percaya kalau orang ikut Tuhan dgn benar pasti bisa dirasakan oleh orang lain, perkataannya membawa damai, kelakuannya membuat kita nyaman…[kebaik nggak ya..] menghasilkan buah yang berlipatkaliganda sesuai dgn pertobatan.

        • Shalom Budi,
          Ya, Bunda Maria adalah manusia ciptaan Allah, sedangkan Tuhan Yesus adalah Allah yang oleh-Nya segala alam semesta diciptakan, Allah yang menjelma menjadi manusia.
          Memang diakui banyak perbedaan pemahaman tentang Bunda Maria antara Gereja Katolik dan gereja Protestan. Namun demikian itu tidak mengubah kenyataan bahwa kita semua adalah umat Kristen/ Kristiani yang percaya kepada Yesus, dan oleh Yesuslah kita semua dipersatukan. Yang ingin kami sampaikan di sini adalah pengajaran Gereja Katolik bahwa dengan menghormati Bunda Maria, umat Katolik tidak “mengurangi/ mengambil kemuliaan Kristus” namun sebaliknya adalah semakin memuliakan Kristus. Sebab umat Katolik tidak pernah menempatkan Maria sebagai saingan Kristus, ataupun menghormati Maria terlepas dari penghormatan kita kepada Kristus. Hal ini yang sering tidak diketahui oleh umat Kristen non Katolik, dan kita sebagai umat Katolik dapat menjelaskannya kepada mereka.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  19. yohanes yudi purnomo on

    saya umat gereja katolik. saya berpendapat sederhana:
    saya percaya dan kamu tidak, dan ternyata itu tidak benar, biarlah saya masuk neraka yang katamu panas…
    saya percaya dan kamu tidak, dan ternyata itu benar, semoga saya masuk surga yang tidak panas…
    jadi mari kita uji kebenaran iman kita sampai kita semua mati…
    Tuhan mengasihi kita semua… karena Dia adalah KASIH..

    • Shalom Yohanes Yudi Purnomo,

      Terima kasih atas tanggapannya. Pernyataan dari Yohanes sebenarnya dapat disarikan bahwa kebenaran hanya dapat diungkap pada waktu kita sendiri menghadap Sang Hakim Agung. Oleh karena itu, kita tidak perlu mendiskusikan perbedaan dan kebenaran apapun, karena kita tidak tahu secara persis kebenaran tersebut. Justru di sisi lain, Yesus sendiri memberikan amanat agung kepada kita agar kita memberitakan kabar baik, dan menjadikan semua bangsa murid Kristus, membaptis dan mengajarkan semua perintah Kristus (lih Mt 28:19-20). Sebagai umat Gereja Katolik, tugas kita adalah mewartakan iman Katolik yang kita percayai, namun kita tidak dapat memaksakan kepada orang lain. Kalau kita percaya bahwa kepenuhan kebenaran ada di Gereja Katolik, kita harus mencoba dengan segenap hati, pikiran dan kekuatan untuk mewartakan Kristus dan Gereja-Nya. Namun, tentu saja pewartaan ini harus dilakukan dengan hormat, lemah lembut dan bijaksanan (lih. 1 Pet 3:15). Akan lebih baik kalau kita dapat berdiskusi tentang kebenaran di dunia ini dan kemudian berjalan dalam kebenaran, sehingga pada waktu kita menghadap Yesus, maka kita telah berusaha mencari dan berjalan dalam kebenaran dengan segenap hati, pikiran dan kekuatan. Dan pencarian dan berjalan dalam kebenaran adalah bentuk kasih kepada Allah dan sesama, atau hidup kudus. Oleh karena itu, kasih senantiasa berhubungan dengan kebenaran. Kebenaran tanpa kasih membuat orang menjadi keras hati, sebaliknya kasih tanpa kebenaran membuat orang tersesat. Mari, kita bersama-sama mewartakan kebenaran Kristus dan Gereja-Nya dengan kasih.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan.
      stef – http://www.katolisitas.org

      • yohanes yudi purnomo on

        Salam damai untuk Stef dan Inggrid,

        Terima kasih sudah mau mendengar pendapat sederhana saya dan mau menguraikannya.
        Bagi saya iman dan kebenaran yang menyertainya, sungguh suatu rahmat, tapi juga suatu pilihan.
        Jadi bila kita sudah membaca, mendengar dan mengalami namun tetap tidak cocok… lewati (pilihan yang tidak perlu diperdebatkan/dipertentangkan)
        Namun bila yang terjadi sebaliknya, hendaklah kita bertekun dalam kekudusan iman kita…
        Kesimpulan sederhana saya:
        Perdebatan/pertentangan/provokasi tidak akan membuahkan kedamaian dan kesejahteraan.
        Mari kita uji kebenaran iman kita dihadapan Hakim Yang Agung setelah kita semua pulang (mati) menghadap Sang Pencipta Langit dan Bumi.

        yang berdosa,
        yohanes yudi purnomo

        • Shalom Yohanes Budi,
          Terima kasih atas tanggapannya. Memang perdebatan tanpa argumentasi yang baik tidak akan membawa kebaikan apapun. Tentu saja pertentangan dan provokasi tidaklah perlu dilakukan oleh umat beriman. Namun, kita juga menyadari bahwa ada perbedaan-perbedaan di antara umat beriman, Oleh karena itu, dialog yang membangun dengan argumentasi yang baik dan disampaikan dengan lemah lembut dan hormat adalah baik. Dengan cara ini, semoga Tuhan sendiri yang menuntun setiap hati kepada kebenaran. Dan dengan dialog, maka kita dipacu untuk menggali iman yang kita percayai dengan lebih dalam lagi.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – http://www.katolisitas.org

          • Shalom Kevin dan saudaraku semuanya dalam kasih Yesus Kristus

            Saya tau maksud Kevin baik, akan tetapi kita juga umat Katolik juga perlu memberikan pandangan akan iman kita kepada seluruh ajaran gereja Katolik.
            Saya harapa Kevin juga dapat membuka hati untuk menerima pandangan kita, umat Katolik, tentang Bunda Maria.
            Tentu tidak mudah untuk dapat menerima pandangan ini, karena Kevin sudah mempunyai persepsi sendiri akan ajaran gereja Katolik dan terutaman akan Bunda Maria.
            Pemahaman yang salah dapat menyesatkan iman, hanya hati yang terbuka akan menjadikan semuanya jelas.
            Kebetulan saya di sentuh oleh Roh Kudus untuk mengalami terang iman terlebih dahulu, setelah itu saya banyak membaca buku dan juga karena website katolisitas juga, saya jadi lebih mudah untuk memahami ajaran semua gereja Katolik.
            Saya yakin dan percaya kalau Roh Kudus bekerja pada semua manusia, kita tinggal buka hati kita terhadapa ajaran Bapa-bapa gereja, dan biarkan kesadaran baru masuk kedalam hati kita.

            Salam kasih dalam Yesus Kristus
            Adihanapi

  20. Saudaraku umat Katolik…

    Anda menjelaskan panjang lebar tentang ini itu sebenarnya tidak banyak manfaatnya karena itu hanyalah dalih / pembenaran yang (sebagian besar) tidak Alkitabiah…

    Mari saya tunjukkan satu hal saja tentang Maria yang anda sebut Ratu Sorga atau Bunda Allah itu…

    – Maria itu adalah manusia biasa, sama seperti kita.
    – Maria HANYALAH seorang manusia di bumi yang DIPILIH ALLAH sebagai SARANA untuk melahirkan YESUS KRISTUS. …….

    Kevin.

    [ Dari Admin Katolisitas: kami edit sebab pernyataan selengkapnya sudah tercantum di atas dan telah dijawab diatas, silakan klik]

    • @Kevin: Kalau anda mengikuti gereja yang terputus dari akar Gereja awal maka akan muncul pertanyaan 2 seperti yang anda tanyakan di atas. Kalau anda berada di Gereja yang berakar dari akarnya, maka pertanyaan anda tidak pernah ada. Makanya pastikan diri anda sudah berada di Gereja yang benar.Bukan gereja yang terputus dari akar2 dasar kekristenan.
      Satu lagi, selama kalian menganggap Sola Scriptura atau Hanya alkitab satu2 nya kebenaran maka anda berada di bawah bayang2 perpecahan gereja dan bukan mustahil kalau di suatu titik iman anda pun akan pecah…Kenapa? silahkan baca artikel terbaru dari http://www.katolisitas.org : Apakah Sola Scriptura/ “Kitab Suci saja” cukup?
      [edit: beberapa kalimat terakhir di hapus]

      • INTI-NYA = BARANG SIAPA TIDAK MENERIMA MARIA SEBAGAI BUNDA ALLAH BERARTI ORANG TERSEBUT JUGA TIDAK MENERIMA YESUS.

        AGAMA YANG PALING TUA PROTESTAN ATAU KATOLIK…..?
        TENTU YANG LEBIH TUA ADALAH KATOLIK

        [edit]
        [dari katolisitas: mohon untuk tidak menuliskan pesan dengan huruf besar semua, karena dalam internet adalah berarti sedang berteriak]

        • Kevin and Hendra dan semua pembaca Katolisitas terkasih,

          Sebagai sesama murid JESUS, janganlah kita sali9ng serang dan cari perbedaan2, tapi persamaannya, yaitu SAMA-SAMA murid JESUS tadi. Mari kita teladani DIA sendiri, lembah lembut penuh pengampunan, rendah hati dan penuh cinta kasih. Hukum utama Ijil adalah KASIH. Jadi tidak usah saling menyerang karena kita sendiri (dalam agama yang kita anut) belum tentu kita menjalani dengan benar koq A(JANGAN MENGHAKIMI AGAR TIDAK DIHAKIMI. Apakah kita sudah benar2 jadi Injil “hidup” yang menampilkan WAJAH KRISTUS yang sejati? Dogma dalam agama yang kita anut, TIDAK membutuhkan pengakuan dari agama lain. Mengenai Bunda Maria, ingat peristiwa Kana, atas permintaan siapa Jesus mengubah air menjadi anggur? Ingatkah tentang salah satu dari 7 kata terakhir JESUS di kayu salib ” Ibu ini anakmu, anak ini ibumu.. kepada Johannes. JESUS sangat ISTIMEWA tentunya pribadi yang menjadi sarana JESUS lahir ke dunia harus pribadi yang berbeda dari manusia kebanyakan.
          Lagipula apabila umat Katholik menghormati Bunda Maria (dan umat Katholik tidak menyembahnya, karena yang disembah adalah ALLAH, TUHAN kita sesuai dengan Perintah ke 1 dari 10 PERINTAH ALLAH), APAKAH MERUGIKAN UMAT AGAMA LAIN???????

          Mari kita wujudkan ajaran KASIH JESUS dalam perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

          Umat Katholik berdoa, berdevosi terhadap Bunda Maria dan Santa Santo adalah memohon bantuan mereka atau minta didoakan karena mereka adalah orang-orang PILIHANNYA (tidak bisa dipungkiri) agar doa doa, permohonan2 dan harapan harapan kita mendapat pertolongan mereka (MOTHER MARY PRAY FOR US). Seperti dalam 1 keluarga kalau kita takut/segan kepada bapa kita maka kita sering minta pertolongan melalui ibu kita bukan? Nah dalam hal Bunda Maria, Sang Putera tidak akan menolaknya seperti waktu pesta di Kana.

          Kevin dan Hendra serta sdr2 lainnya mungkin tidak percaya akan pertolongan Bunda Maria dimana 11 tahun lalu saya tidak bisa jalan dan saya berdoa serta mandi di Lourdes dan saya berjalan seketika sampai hari ini dan masih banyak lagi pertolongan Bunda Maria lainnya.

          Mari kita saling hormati keyakinan masing-masing. Kalau kita ibarat saudara sepupu bertengkar, tetangga seberang nanti akan ambil manfaat lho.

          PER MARIAM AD JESUM.

          Lourdes

        • adri amanupunnjo on

          Salam damai,
          Baca alkitabnya jangan setengah2 atau bernard punya alkitab baru yang mengatakan demkian, orang lahir baru menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat dan Tuhan yang sudah mati dikayu salib untuk mengampuni dosa kita kan ngak mungkin lahir baru punya arti seperti ini ” menerima bunda maria sebagai bunda Allah baransiapa yg percaya kepada bunda Allah akan diselamatkan” ayo klo ngasi komentar yang berbobot yang bisa membangun dan menegur satu sama lain dal;am kebenaran yg alkitabiah bukan berdasarkan sejarah.

          • Shalom Adri dan Bernard,
            Izinkan saya menengahi di sini. Mungkin yang dimaksud Bernard adalah kalau seseorang tidak mengakui bahwa Bunda Maria adalah Bunda Allah, maka orang itu tidak mengakui Yesus sebagai Allah. Sebab kita ketahui Maria itu adalah Ibu Yesus, yang adalah Allah, maka Maria disebut sebagai Bunda Allah. Demikianlah yang diajarkan oleh Gereja Katolik, sesuai dengan Kitab Suci (lih. Luk 1:35, 43).

            Maka panggilan Maria sebagai “Bunda Allah” itu hanya disebabkan karena Ke- Allahan Yesus. Maria sendiri tidak pernah sejajar dengan Tuhan Yesus, karena tidak ada ciptaan yang dapat menjadi setara dengan Sang Pencipta. Ini jelas diajarkan oleh Gereja Katolik, seperti tercantum dalam Lumen Gentium 62. Jadi tetaplah kita diselamatkan karena kasih karunia Allah, oleh iman akan Kristus (Ef 2:8) yang adalah Tuhan. Dan baru setelah kita mengimani Kristus sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia, kita mengakui ibu-Nya, yang melahirkan-Nya, sebagai Bunda Allah [sebab Yesus yang dilahirkannya adalah Allah].

            Mungkin jika anda tertarik untuk mengetahui ajaran Gereja Katolik tentang Yesus yang sungguh Allah dan sungguh manusia pada saat penjelmaan-Nya di dunia, silakan klik di sini.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            Ingrid Listiati- katolisitas.org

        • HAH???
          EMG NGARUH GT?

          KLO HUJAT ROH KUDUS BARU…CKKCKC..COBA DEH LIAT

          CUMA ROH KUDUS ,KARENA ROH ALLAH SENDIRI , KRNA ROH KUDUS ADALAH KASIH KARUNIA

          • Shalom Jovetic,

            Sebelumnya kami mohon untuk tidak menuliskan pesan dengan huruf besar semua, akrena dalam internet, itu berarti anda sedang berteriak/ marah. Saya percaya anda tidak bermaksud demikian. Diskusi di atas memang membahas tentang bagaimana umat Katolik menghormati Bunda Maria dan menyebutnya sebagai Bunda Allah, karena Yesus yang dilahirkannya adalah Allah. Maka iman kami kepada Kristus yang adalah Allah Putera- itulah yang menyebabkan kami memanggil ibu-Nya, sebagai Bunda Allah. Bahwa ada saudara- saudari kami yang Kristen non- Katolik yang tidak dapat memanggil Maria sebagai Bunda Allah, tidak menyurutkan keyakinan kami.

            Anda benar jika mengatakan Roh Kudus adalah Kasih. Maka seseorang yang menghujat Roh Kudus tidak dapat diselamatkan, karena ia sendiri menolak kasih karunia Allah yang menyelamatkan itu. Lebih lanjut tentang dosa menghujat Roh Kudus sudah pernah dibahas di sini, silakan klik.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            Ingrid Listiati- katolisitas.org

      • adri amanupunnjo on

        Salam damai,
        Untuk Yohanes tolong diperhatikan berapa kali Tuhan Yesus mengatakan ” ada tertulis ” ini menegaskan bahwa hanya dengan Alkitab atau Firman Tuhan saja yg menjadi acuan, Tuhan Yesus pokoknya kita adalah caranng2NYa siapa yg ada dalam Pokok dia akan bertumbuh tp klo diluar pokok akan ditebang dan dibakar.
        tolong cek lagi apa perintah Tuhan Yesus kepada murid2Nya apakah di suruh bikin gereja katolik? jelas2 tidak ada

        Submitted on 2010/04/25 at 1:00am

        Salam damai,

        Kata siapa Tuhan Yesus datang kedunia ini untuk membangun gereja katolik, baca alkitabnya ngak bener ahh.. sok baca lagi yang benar

        • Shalom Adri A,
          Terima kasih atas komentarnya. Kalau anda mau berdiskusi tentang hal ini, mungkin anda dapat membaca artikel tentang Gereja Katolik di sini – silakan klik. Dan kalau anda mengatakan bahwa hanya Alkitab sajalah yang merupakan pilar kebenaran, silakan membaca link ini – silakan klik dan klik ini. Setelah membaca beberapa link tersebut, silakan memberikan tanggapan lebih lanjut. Semoga dapat diterima.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

        • Budi Darmawan Kusumo on

          Syalom saudaraku Adri,

          Kalau anda juga baca kitab suci bahwa kita juga harus bertekun pada pengajaran LISAN & TULISAN. nah coba terangkan kepada saya apa saja pengajaran LISAN itu ( kalau TULISAN itu ya kitab – kitab ), nah kalo LISAN ? jadi disini kalau anda mengatakan bahwa hanya ALKITAB, hhmm malahan tidak sesuai dengan pengajaran ALKITAB itu sendiri