1-2-1: Keinginan untuk Pemenuhan Diri

0

Bacaan:  Kej 3:1-13

Renungan:

Dosa Adam dan Hawa pada hal tertentu adalah contoh/ model dari semua dosa …. elemen-elemen individual dari kerangkanya ditemukan di dalam setiap dosa manusia lainnya (Yohanes Paulus II, Audience Oktober 29, 1986). Dosa mereka adalah tipe baku dari semua dosa dalam artian bahwa dosa berarti meragukan kesesuaian antara pemenuhan diri manusia dengan kehendak Tuhan, dan pemilihan hal yang pertama ketimbang yang kedua.

Ular berhasil menyebabkan Adam dan Hawa menragukan motif Tuhan dalam melarang mereka memakan buah pohon pengetahuan itu. Sebelum ular ini muncul, Adam dan Hawa telah menaati Tuhan sebab mereka percaya bahwa seorang Bapa yang mengasihi akan hanya melarang sesuatu yang benar-benar berbahaya. Mereka percaya bahwa karena Ia mengasihi mereka, Tuhan hanya ingin melayani mereka, untuk memampukan mereka menemukan pemenuhan diri/ kebahagiaan mereka. Ular memberikan penjelasan yang lain: [bahwa]Tuhan cemburu. Ia menggunakan otoritas-Nya untuk menjaga keduduakn-Nya dengan melarang Adan dan Hawa untuk mencapai kemampuan/ potensi mereka yang sepenuhnya. Ia menghendaki mereka untuk menghindari buah itu sebab buah itu akan membuta mereka menjadi seperti Dia. Otoritas-Nya tidak untuk melayani pemenuhan diri manusia, tetapi bertentangan dengan hal itu.

Kesalah-pahaman yang demikian tentang Tuhan menghasilkan tekanan dan kebingungan pada Hawa. Perhatiannya tertuju kepada keinginannya untuk mencapai pemenuhan diri. Ketakutan karena dikendalikan oleh otoritas Tuhan mendorongnya untuk membuat suatu langkah yang tergesa-gesa, meskipun logis, ke arah sebuah otonomi yang merusak. Jika Tuhan sungguh-sungguh cemburu, satu-satunya jalan untuk mencapai pemenuhan diri adalah dengan memisahkan diri, membebaskan diri sendiri dari otoritas Tuhan. Hawa takut bahwa ia tidak dapat lagi percaya kepada Tuhan dan menjadi tidak taat, bukan demi ketidak taat-an semata, tetapi ia takut untuk menyadari potensi yang telah ditempatkan secara mendalam di dalam dirinya.

Bahwa Adam dan Hawa saat itu membayangkan Tuhan yang sedemikian, dinyatakan oleh usaha mereka untuk bersembunyi dari-Nya Yang kehadiran-Nya menjadi menakutkan bagi mereka. Mereka telah memikirkan Tuhan sebagai memakai otoritas-Nya bukan untuk melayani, tetapi untuk menguasai, untuk memanipulasi mereka untuk kepentingan-Nya sendiri. Belas kasihan dan pengampunan tidak cocok dengan gambaran Tuhan yang demikian.

Kesalahan langkah Adam dan Hawa terulang pada setiap generasi, di dalam setiap dosa yang dilakukan. Dosa dihasilkan ketika seseorang menempatkan keinginan untuk pemenuhan diri untuk menentang kehendak Tuhan. Sebenarnya, tidaklah buruk untuk mencari pemenuhan diri. Diciptakan menurut gambaran Tuhan sendiri, kita diciptakan untuk kebahagiaan. Sesungguhnya, akan merupakan suatu pelanggaran terhadap Tuhan jika manusia tidak mencari pemenuhan diri/ kebahagiaan. Ingatlah kata-kata terakhir dari Tuhan (Mat 25:14-30 dan Luk 19:11-27) tentang pelayan yang menguburkan talentanya dan tidak mengembangkannya! Bukan masalahnya pada boleh atau tidak mencari pemenuhan diri. Masalahnya adalah pada bagaimana untuk mencapainya- dengan Tuhan atau tanpa Tuhan? Adalah sungguh keliru untuk berpikir bahwa adalah perlu untuk memisahkan diri dari Tuhan agar kita dapat mencapai pemenuhan diri, sebuah kebohongan yang terus menerus dilakukan oleh Iblis. Pemenuhan diri manusia tidak dapat dicapai terpisah dari Tuhan dan semua yang dikehendaki-Nya adalah agar kita mengalami hidup yang penuh dan berarti. Segala keraguan harus dihilangkan dengan merenungkan kematian Kristus di kayu salib.

Pertanyaan:

  1. Apakah pemenuhan diri manusia sesuatu yang harus dicapai, ataukah sebagai sesuatu yang harus diterima sebagai karunia?
  2. Dapatkah anda berpikir tentang sikap-sikap, nilai-nilai, filosofi- filosofi yang menggambarkan pengertian ular itu bahwa pemenuhan diri manusia tidak diperoleh dengan menaati Tuhan?
  3. Apakah Tuhan memberikan bukti untuk meyakinkan Adam dan Hawa bahwa Ia adalah Bapa yang pengasih, bahwa Ia menggunakan otoritas-Nya untuk melayani dan membawa kepada pemenuhan diri manusia?
  4. Mainkanlah peran sang ular di dalam dunia modern ini: apakah yang mungkin dikatakannya untuk mendiskreditkan Tuhan?
  5. Bagaimana kasih Tuhan yang dinyatakan di dalam kurban Yesus Kristus di katu salib bertentangan dengan gambaran yang salah tentang Tuhan seperti yang ada di pikiran Adam dan Hawa?

Tambahan dari Katolisitas:

  1. Apakah gambaran Allah Bapa bagi anda: Bapa yang melihat segala kesalahan kita dan siap menghukum, atau Bapa yang penuh kasih yang menuntun kita agar kita tidak jatuh ke dalam dosa, atau Bapa yang menanti kita kembali pulang jika kita telah meninggalkan Dia?
  2. Ceritakan tentang apa pengalaman anda mengejar suatu keinginan yang anda ketahui tidak sesuai dengan kehendak Allah namun anda meakukan juga, dan kemudian anda harus menanggung akibatnya.
  3. Ceritakan pengalaman anda mencapai keinginan/cita-cita anda bersama Tuhan!
Share.

About Author

Editor katolisitas.org