Saksi Yehuwa bukanlah saksi Kristus
Pendahuluan
Ketika, saya tinggal di Jakarta, suatu hari saya mendengar ketukan pintu rumah. Dan ternyata yang datang berkunjung adalah dua orang wanita, yang tersenyum ramah, serta mengatakan ingin bersaksi tentang kebaikan Allah. Tentu saja saya menyambut baik kedatangan mereka. Mereka memperkenalkan diri mereka, bahwa mereka adalah anggota Saksi Yehova. Dan seperti biasa yang pernah saya dengar, mereka mulai mempertanyakan keadaan dunia ini yang terlihat menyedihkan dengan begitu banyak penderitaan dan kejahatan. Mereka telah mempersiapkan brosur yang berisi kegiatan dan pengajaran dari Saksi Yehovah, termasuk mendiskusikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Ini sungguh menyedihkan, namun di dalam hati, saya sungguh memuji kesungguhan hati mereka untuk mewartakan ajaran-ajaran yang dipercaya oleh kelompok Saksi Yehovah ini. Di sisi yang lain, saya merasa bahwa pewartaan yang tidak mewartakan kebenaran secara penuh, atau malah bertentangan dengan kebenaran, bukanlah pewartaan Kabar Gembira yang sejati. Mewartakan dimensi manusia dari Kristus tanpa mewartakan dimensi Ilahi-Nya adalah tidak lengkap dan bertentangan dengan kebenaran. Hal ini juga diperparah dengan ajaran lain yang menyimpang dari akal budi, prinsip keadilan, dan Alkitab, seperti ajaran tentang: tujuan akhir manusia, konsep antropologi yang salah, dll. Dalam tulisan ini, kita akan melihat sejarah berdirinya sekte ini, pengajaran mereka, dan memaparkan bahwa beberapa prinsip ajaran mereka adalah tidak benar.
Tentang Saksi Yehova
Pada tahun 1872, Charles Taze Russell (1852-1916) mendirikan satu sekte yang dinamakan Saksi Yehova atau Saksi Yehuwa (Jehovah’s witnesses). Charles T. Russell mempunyai latar belakang aliran Protestan (Congregationalism), dan kemudian dia mengikuti aliran Adventisme (Adventism), sebelum akhirnya mendirikan the Watchtower Bible and Tract Society, yang mengontrol perkembangan dan pengajaran dari Saksi Yehova, yang berpusat di Brooklyn, USA. Dari latar belakang ini, maka dapat dimengerti kalau beberapa doktrin yang dianutnya adalah dari Protestan dan juga dari Adventisme.[] Beberapa doktrin Protestan yang dianut oleh Saksi Yehova adalah: penolakan terhadap beberapa pengajaran Katolik, seperti Sakramen Ekaristi, Sakramen Tobat, Api Penyucian, Perantaraan Para Kudus, dll. Silakan melihat beberapa artikel bagaimana mempertanggung-jawabkan iman Katolik di topik apologetik (silakan klik) dan di beberapa artikel dan arsip tanya jawab apologetik Kristen (silakan klik). Pengaruh dari Adventisme dapat terlihat dari beberapa ajaran Saksi Yehuwa, seperti akhir jaman, Roh Kudus bukan pribadi, Yesus bukan Tuhan namun Malaikat Mikael – yang lebih rendah dari Allah, dll. Mari sekarang kita membahas beberapa pengajaran pokok dari Saksi Yehuwa yang sebenarnya bertentangan dengan Kitab Suci, akal budi, dan prinsip keadilan.
- Mempercayai Yesus bukanlah Tuhan adalah bertentangan dengan kodrat Yesus, yang sungguh Allah dan sungguh manusia.
- Mempercayai Yesus adalah penghulu malaikat Mikael adalah menempatkan Pencipta menjadi ciptaan.
- Beberapa ramalan tentang akhir dunia yang terbukti gagal membuktikan bahwa nubuat tersebut bukan dari Allah.
- Hanya 144,000 orang yang dipercaya berada di Sorga tidak masuk akal dan tidak Alkitabiah.
- Dua tipe kebahagiaan manusia – kebahagiaan Sorga dan dunia – adalah seperti sistem kasta, bertentangan dengan prinsip keadilan dan tidak Alkitabiah.
- Pengajaran bahwa jiwa manusia tidak bersifat kekal menyalahi prinsip akal budi dan Alkitab.
- Pengajaran bahwa tidak ada neraka yang kekal menyalahi prinsip keadilan dan Alkitab.
1. Mempercayai Yesus bukanlah Tuhan adalah bertentangan dengan kodrat Yesus, yang sungguh Allah dan sungguh manusia.
Salah satu pengajaran dari Saksi Yehuwa yang sungguh berbeda dibandingkan dengan pengajaran agama Kristen adalah mereka tidak mempercayai bahwa Yesus adalah Tuhan. Bagi mereka Tuhan adalah Yehuwa, dan bukan Trinitas – Satu Tuhan dalam tiga pribadi. Kalau ditelusuri, sebenarnya ajaran ini telah diajarkan oleh Arius, yang pada tahun 318 mengajarkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Dan para Bapa Gereja akhirnya dapat memusnahkan ajaran sesat ini pada tahun 325 melalui konsili Nicea, walaupun pengaruh ajaran Arius masih terus berlangsung sampai kurang lebih abad ke- 5. Di dalam kunjungan mereka ke rumah-rumah, biasanya, pada awalnya, mereka tidak terlalu membahas tentang identitas Yesus yang bukan Tuhan (dalam pengertian pribadi ke-2 dalam Trinitas). Mereka akan menceritakan tentang Yesus yang sungguh-sungguh memberikan jalan dan pengajaran yang begitu luar biasa kepada manusia, bahkan kadang-kadang mereka mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Namun, kalau ditanya lebih lanjut, apakah Yesus adalah Allah dalam pengertian Trinitas, Satu Allah dalam tiga pribadi, di mana Yesus adalah pribadi yang ke-dua, maka mereka akan mengatakan tidak. Saksi-saksi Yehuwa memberitakan setengah kebenaran, yaitu kemanusiaan Yesus, tanpa memberitakan kebenaran yang lain, yaitu ke-Allahan Yesus. Di dalam sejarah kekristenan, ajaran sesat yang berhubungan dengan kristologi, senantiasa menekankan sisi yang satu tanpa melihat sisi yang lain.[] Untuk menjawab keberatan mereka tentang ke-Allah Yesus, maka silakan untuk membaca beberapa artikel tentang Kristologi yang telah ditulis oleh katolisitas.org:
Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia. Dan Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia.
Berikut ini adalah beberapa pembuktian dari tulisan di atas, yang membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan. Pernyataan Yesus ini dilakukan dengan berbagai cara dan dalam berbagai kesempatan:
- Pertama-tama, ketika berusia 12 tahun dan Ia diketemukan di Bait Allah, Yesus mengatakan bahwa bait Allah adalah Rumah Bapa-Nya (lih. Luk 2:49). Dengan demikian, Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Putera Allah.
- Pernyataan ini ditegaskan kembali oleh Allah Bapa pada saat Pembaptisan Yesus, saat terdengar suara dari langit, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan.”(Luk 3:22).
- Yesus adalah Tuhan yang mengatasi para malaikat. Setelah Dia mengatasi cobaan Iblis di padang gurun, para malaikat- pun datang melayani Dia (lih. Mat 3:11).
- Pada saat Yesus memulai pengajaranNya, terutama dalam Khotbah di Bukit (Delapan Sabda Bahagia), Ia berbicara di dalam nama-Nya sendiri, untuk menyatakan otoritas yang dimiliki-Nya (Mat 5:1-dst). Ini membuktikan bahwa Ia lebih tinggi dari Musa dan para nabi, sebab Musa berbicara dalam nama Tuhan (lih. Kel 19:7) ketika Ia memberikan hukum Sepuluh Perintah Allah; tetapi Yesus memberikan hukum dalam nama-Nya sendiri, “Aku berkata kepadamu….” Hal ini tertera sedikitnya 12 kali di dalam pengajaran Yesus di Mat 5 dan 6, dan dengan demikian Ia menegaskan DiriNya sebagai Pemberi Hukum Ilahi (the Divine Legislator) itu sendiri, yaitu Allah. Demikian pula dengan perkataan “Amen, amen…”, pada awal ajaranNya, Yesus menegaskan segala yang akan diucapkan-Nya sebagai perintah; bukan seperti orang biasa yang mengatakan ‘amen’ diakhir doanya sebagai tanda ‘setuju’.
- Jadi dengan demikian Yesus menyatakan bahwa Ia adalah Taurat Allah yang hidup, suatu peran yang sangat tinggi dan ilahi, sehingga menjadi batu sandungan bagi orang-orang Yahudi untuk mempercayai Yesus sebagai Sang Mesias. Hal ini dipegang oleh banyak orang Yahudi yang diceriterakan dengan begitu indah dalam buku Jesus of Nazareth, yaitu dalam percakapan imajiner seorang Rabi Yahudi dengan Rabi Neusner, mengenai bagaimana mencapai kesempurnaan hidup. Kesempurnaan inilah yang dimaksudkan oleh Yesus ketika Ia berbicara dengan orang muda yang kaya, “Jika engkau mau sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan bagikanlah kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” (Mat 19:21). “Aku” di sini hanya mungkin berarti Tuhan sendiri.
- Yesus menyatakan DiriNya sebagai Seorang yang dinantikan oleh para Nabi sepanjang abad (lih. Mat 13:17). Ia juga berkata,“…supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, … sampai Zakharia… semuanya ini akan ditanggungkan pada angkatan ini!” (Mat 23:34-36). Secara tidak langsung Ia mengatakan bahwa darah-Nya yang akan tertumpah dalam beberapa hari berikutnya merupakan rangkuman dari penumpahan darah orang yang tidak bersalah sepanjang segala abad.
- Yesus sebagai Tuhan juga terlihat dengan jelas dari segala mukjizat yang dilakukan dalam nama-Nya sendiri, yang menunjukkan bahwa kebesaran-Nya mengatasi segala sesuatu. Yesus menghentikan badai (Mat 8: 26; Mrk 4:39-41) menyembuhkan penyakit (Mat 8:1-16, 9:18-38, 14:36, 15: 29-31), memperbanyak roti untuk ribuan orang (Mat 14: 13-20; Mrk 6:30-44; Luk 9: 10-17; Yoh 6:1-13), mengusir setan (Mat 8:28-34), mengampuni dosa (Luk5:24; 7:48), dan membangkitkan orang mati (Luk 7:14; Yoh 11:39-44). Di atas semuanya itu, mukjizat-Nya yang terbesar adalah: Kebangkitan-Nya sendiri dari mati (Mat 28:9-10; Luk 24:5-7,34,36; Mrk 16:9; Yoh 20:11-29; 21:1-19).
- Pada saat Ia menyembuhkan orang yang lumpuh, Yesus menyatakan bahwa Ia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa (Mat 9:2-8; Luk5:24), sehingga dengan demikian Ia menyatakan DiriNya sebagai Tuhan sebab hanya Tuhan yang dapat mengampuni dosa.
- Pada beberapa kesempatan, Yesus menyembuhkan para orang sakit pada hari Sabat, yang menimbulkan kedengkian orang-orang Yahudi. Namun dengan demikian, Yesus bermaksud untuk menyatakan bahwa Ia adalah lebih tinggi daripada hari Sabat (lih. Mat 12:8; Mrk 3:1-6).
- Yesus juga menyatakan Diri-Nya lebih tinggi dari nabi Yunus, Raja Salomo dan Bait Allah (lih. Mt 12:41-42; 12:6). Ini hanya dapat berarti bahwa Yesus adalah Allah, kepada siapa hari Sabat diadakan, dan untuk siapa Bait Allah dibangun.
- Yesus menyatakan Diri-Nya sebagai Tuhan, dengan berkata “Aku adalah… (I am)” yang mengacu pada perkataan Allah kepada nabi Musa pada semak yang berapi, “Aku adalah Aku, I am who I am” (lih. Kel 3:14):
- Pada Injil Yohanes, Yesus mengatakan “Aku adalah….” sebanyak tujuh kali: Yesus menyatakan Dirinya sebagai Roti Hidup yang turun dari Surga (Yoh 6:35), Terang Dunia (Yoh 8:12), Pintu yang melaluinya orang diselamatkan (Yoh 10:9), Gembala yang Baik yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (Yoh 10:10), Kebangkitan dan Hidup (Yoh 11:25), Jalan, Kebenaran, dan Hidup (Yoh 14:6), Pokok Anggur yang benar (Yoh 15:1).
- Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber air hidup yang akan menjadi mata air di dalam diri manusia, yang terus memancar sampai ke hidup yang kekal (Yoh 4:14). Dengan demikian Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber rahmat; hal ini tidak mungkin jika Yesus bukan Tuhan, sebab manusia biasa tidak mungkin dapat menyatakan diri sebagai sumber rahmat bagi semua orang.
- Yesus menyatakan, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6); dan dengan demikian Ia menempatkan diri sebagai Pengantara yang mutlak bagi seseorang untuk sampai kepada Allah Bapa.
- Ia menyatakan bahwa “… kamu akan mati dalam dosamu… jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia” (Yoh 8:24) yang datang dari Bapa di surga (lih. Yoh 21-29).
- Yesus mengatakan, “Aku ini (It is I)…”, pada saat Ia berjalan di atas air (Yoh 6:20) dan meredakan badai.
- Yesus mengatakan, “Akulah Dia,” pada saat Ia ditangkap di Getsemani.
- Ketika Yesus diadili di hadapan orang Farisi, dan mereka mempertanyakan apakah Ia adalah Mesias Putera Allah, Yesus mengatakan, “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.”
- Mungkin yang paling jelas adalah pada saat Yesus menyatakan keberadaan DiriNya sebelum Abraham, “…sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yoh 8:58)
- Dengan demikian, Yesus menyatakan DiriNya sudah ada sebelum segala sesuatunya dijadikan. Dan ini hanya mungkin jika Yesus sungguh-sungguh Tuhan. Mengenai keberadaan Yesus sejak awal mula dunia dinyatakan oleh Yesus sendiri di dalam doa-Nya sebelum sengsara-Nya, “Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” (Yoh 17:5)
- Dengan keberadaan Yesus yang mengatasi segala sesuatu, dan atas semua manusia, maka Ia mensyaratkan kesetiaan agar diberikan kepadaNya dari semua orang. “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat 10:37). Ia kemudian berkata bahwa apa yang kita lakukan terhadap saudara kita yang paling hina, itu kita lakukan terhadap Dia (lih. 25:40). Ini hanya dapat terjadi kalau Yesus adalah Tuhan yang mengatasi semua orang, sehingga Dia dapat hadir di dalam diri setiap orang, dan Ia layak dihormati di atas semua orang, bahkan di atas orang tua kita sendiri.
- Yesus menghendaki kita percaya kepada-Nya seperti kita percaya kepada Allah (lih. Yoh 14:1), dan Ia menjanjikan tempat di surga bagi kita yang percaya. Dengan demikian Ia menyatakan diriNya sebagai yang setara dengan Allah Bapa, “Siapa yang melihat Aku, melihat Bapa, (Yoh 14:9), Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa (Yoh 10:38). Tidak ada seorangpun yang mengenal Anak selain Bapa, dan mengenal Bapa selain Anak (lih. Mat 11:27). Yesus juga menyatakan DiriNya di dalam kesatuan dengan Allah Bapa saat mendoakan para muridNya dan semua orang percaya, ”… agar mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau…” (Yoh 17:21). Ini hanya mungkin jika Ia sungguh-sungguh Tuhan. Pernyataan Yesus ini berbeda dengan para pemimpin agama lain, seperti Muhammad dan Buddha, sebab mereka tidak pernah menyatakan diri mereka sendiri sebagai Tuhan.
- Ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah kebangkitan-Nya, Thomas, Rasul yang awalnya tidak percaya menyaksikan sendiri bahwa Yesus sungguh hidup dan ia berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku”. Mendengar hal ini, Yesus tidak menyanggahnya (ini menunjukkan bahwa Ia sungguh Allah), melainkan Ia menegaskan pernyataan ini dengan seruanNya agar kita percaya kepadaNya meskipun kita tidak melihat Dia (Yoh 20: 28-29).
- Yesus menyatakan Diri sebagai Tuhan, dengan menyatakan diriNya sebagai Anak Manusia, yang akan menghakimi semua manusia pada akhir jaman (lih. Mat 24:30-31), sebab segala kuasa di Surga dan di dunia telah diberikan kepada-Nya, seperti yang dikatakanNya sebelum Ia naik ke surga, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus…” (Mat 28:18). Dengan demikian, Yesus menyatakan diriNya sebagai Pribadi Kedua di dalam Allah Tritunggal Maha Kudus, dan dengan kuasaNya sebagai Allah ini maka ia akan menghakimi semua manusia di akhir dunia nanti, seperti yang dinubuatkan oleh nabi Daniel (Dan 7:13-14). Yesus tidak mungkin membuat pernyataan sedemikian, jika Ia bukan sungguh-sungguh Tuhan.
2. Mempercayai Yesus adalah penghulu malaikat Mikael adalah menjadikan Pencipta menjadi seorang ciptaan.
Kalau bukan Tuhan, bagaimana Saksi Yehuwa mempercayai Yesus? Mereka mempercayai bahwa Yesus, Adam ke-dua, adalah penghulu malaikat Mikael.[] Ajaran ini kalau ditelurusi merupakan suatu modifikasi dari ajaran agama gereja Mormon, yang percaya bahwa malaikat Mikael adalah Adam[] Kalau kita dapat membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan, maka ajaran bahwa Yesus adalah malaikat Mikael adalah tidak mempunyai dasar. Oleh karena itu, silakan melihat beberapa artikel Kristologi dan argumentasi di atas. Kalau Yesus adalah Tuhan, maka tidak mungkin dia berhenti menjadi Tuhan, dan kemudian menjadi malaikat, mahluk yang diciptakan.
3. Beberapa ramalan tentang akhir dunia yang terbukti gagal membuktikan bahwa nubuat tersebut bukan dari Allah.
Salah satu pengaruh dari Adventisme kepada Saksi -saksi Yehuwa adalah meramalkan tentang hal-hal yang berhubungan dengan akhir dunia. Mari kita melihat beberapa ramalan yang diberikan, yang saya ambil dari site Catholic Answer (silakan klik):
- 1889: “Peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa (Why 6:14), dimana akan berakhir di tahun 1914 ..” (Studies, Vol. 2, 1908 edition, 101) [catatan: Hal ini tidak terbukti]
- 1891: “Dengan berakhirnya tahun 1914, apa yang Tuhan sebut Babilonia, dan apa yang orang-orang sebut Chistendom, akan berlalu, seperti yang telah ditunjukkan dalam nubuat” (Studies, Vol. 3, 153)
- 1894: “Akhir dari tahun 1914 bukanlah hari untuk permulaan, namun untuk berakhirnya masa kesukaran” (WT Reprints, 1-1-1894, 1605 and 1677)
- 1897: “Tuhan kita sekarang hadir, sejak Oktober 1874” (Studies, Vol. 4, 1897 edition, 621)
- 1916: “Enam masa 1000 tahun yang bermula dari Adam telah berakhir, dan masa hari ke tujuh, 1000 tahun dari pemerintahan Kristus telah dimulai di tahun 1873” (Studies, Vol. 2, p. 2 of foreword)
- 1917: “Alkitab … membuktikan bahwa kedatangan Kristus ke dua telah terjadi di musim gugur 1874” (Studies, Vol. 7, 68)
- 1918: “Oleh karena itu, dengan penuh keyakinan kita boleh berharap bahwa 1925 akan menandai kembalinya Abraham, Isak, Yakub, dan nabi-nabi yang setia dari masa dulu” (Millions Now Living Will Never Die, 89) [catatan: Hal ini tidak terbukti]
- 1922: “Tahun 1925 adalah tahun yang lebih diindikasikan oleh Alkitab secara lebih nyata daripada tahun 1914” (WT, 9-1-1922, 262).
- 1923: “Tahun 1925 secara pasti telah ditegaskan di dalam Alkitab. Seperti kepada nabi Nuh, umat Kristen sekarang mempunyai sesuatu yang lebih untuk mendasarkan imannya daripada yang dipunyai oleh nabi Nuh ketika dia mendasarkan imannya akan kedatangan banjir besar” (WT, 4-1-1923, 106).
- 1925: “Tahun 1925 telah tiba…. umat kristen seharusnya tidak terlalu kuatir tentang apa yang mungkin terjadi tahun ini” (WT, 1-1-1925, 3).
- 1931: “Ada bukti kekecewaan dari anggota Yehuwa di dunia tentang tanggal [prediksi] 1914, 1918 dan 1925, dimana kekecewaan hanya sementara. Kemudian para pengikut belajar bahwa tanggal-tanggal tersebut telah ditetapkan secara pasti di dalam Alkitab; dan mereka juga telah belajar untuk tidak menentukan tanggal yang pasti….” (Vindication, 388, 389). [catatan: nubuat akhir jaman yang diramalkan tahun 1914, 1918, 1925 tidaklah terbukti]
- 1939: “Bencana dari Armagedon sudah dekat” (Salvation, 361).
- 1941: “Armagedon pasti telah dekat … segera… dalam beberapa tahun” (Children, 10).
- 1946: “Armagedon… akan terjadi sebelum 1972” (They Have Found a Faith, 44). [catatan: Hal ini tidak terbukti]
- 1966: “Enam ribu tahun dari saat manusia diciptakan akan berakhir di tahun 1975, dan periode ke tujuh dari seribu tahun dari sejarah manusia akan dimulai di tahun 1975” (Life Everlasting in Freedom of the Sons of God, 29).
- 1968: “Akhir dari enam ribu tahun dari sejarah manusia di musim gugur tahun 1975 bukanlah [bersifat] sementara, namun diterima sebagai suatu tanggal yang pasti” (WT, 1-1-1968, 271). [catatan: Hal ini tidak terbukti]
Dari sini, kita melihat bahwa ramalan-ramalan yang dilakukan oleh Saksi Yehuwa tidaklah terbukti, seperti ramalan-ramalan tentang akhir dunia dan armagedon. Dan kita tahu bahwa seorang nabi yang perkataannya tidak terbukti bukanlah nabi yang benar, seperti yang dikatakan di dalam Kitab Ulangan “apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.” (Ul 18:22; lihat juga Yer 23:16; 28:9). Dan ramalan tentang akhir dunia yang dibuat oleh Saksi Yehuwa tidak terjadi, bahkan bukan hanya gagal sekali, namun berkali-kali. Kalau Saksi Yehuwa membuat kesalahan doktrin tentang akhir jaman, maka pertanyaannya, bagaimana kita dapat percaya akan doktrin-doktrin yang lain?
5. Hanya 144,000 orang yang dipercaya berada di Sorga tidak masuk akal dan tidak Alkitabiah.
Ajaran pokok yang lain dari Saksi Yehuwa adalah hanya 144,000 orang yang dapat masuk dalam Kerajaan Sorga.[] Yang termasuk dalam kelompok 144,000 orang ini disebut “yang diurapi” (the anointed), sedangkan orang-orang lain yang dibenarkan oleh Allah disebut “domba yang lain” (the other sheep). Kelompok yang diurapi dipercaya mulai dari para rasul sampai tahun 1935. Ini berarti orang-orang kudus di dalam Perjanjian Lama tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga, namun hanya akan hidup di dalam dunia yang penuh kebahagiaan, seperti yang dipercayai oleh Saksi Yehuwa. Mereka mendasarkan pengajaran ini dari Wahyu 7:1-8 dan Wahyu 14:1-5. Dikatakan “Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.” (Why 7:4) dan “Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya” (Why 14:1). Dan mereka mengajarkan bahwa jumlah 144,000 harus diartikan secara harafiah/literal. Mari kita membahas, bahwa sebenarnya pengajaran ini sesungguhnya tidak masuk di akal dan tidaklah Alkitabiah.
- Kalau kita melihat di Wahyu 14:3-4 “3 Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. 4 Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.“
- Kalau mereka ingin konsisten dengan pengertian harafiah 144,000 di ayat 3, maka seharusnya mereka juga mengartikan ayat empat secara harafiah. Karena ayat 4 mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan, maka 144,000 orang yang masuk Sorga adalah laki-laki yang hidup selibat. Namun yang terjadi adalah mereka mengatakan jumlahnya harus diartikan secara harafiah, namun siapa yang masuk Sorga dapat diartikan secara simbolik (tidak hanya laki-laki yang hidup selibat). Oleh karena itu, penafsiran ini menjadi tidak konsisten.
- Hal ini juga terjadi pada penafsiran berikut ini “Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.” (Why 7:4). Terlihat bahwa Saksi Yehuwa tidak konsisten dalam menafsirkan ayat ini, karena jumlah 144,000 diartikan secara harafiah, namun suku keturunan Israel diartikan secara simbolik, yakni tidak terbatas pada suku Israel saja – termasuk anggota Saksi-saksi Yehuwa dari bangsa Amerika.
- Anggaplah bahwa ajaran tentang Saksi Yehuwa adalah benar, bahwa hanya 144,000 orang saja yang masuk ke dalam Kerajaan Sorga, mulai dari para rasul sampai tahun 1935. Yang perlu dipertanyakan di sini adalah, bagaimana mereka memperhitungkan jemaat perdana yang meninggal karena mempertahankan iman mereka dan menjadi martir, seperti pada jaman pemerintahan Nero (begitu banyak jumlah martir), Diocletian (20,000 martir), Shapur II (1,200 martir), Henry VIII (72,000), Nazi di Polandia (3,000), Tokugawa Leyasu di Jepang (37,000), dan masih begitu banyak daftar martir-martir yang meninggal karena mempertahankan iman kekristenan mereka, bukan hanya ribuan, namun ratusan ribu bahkan mungkin jutaan orang. Bagaimana dengan para santa-santo, yang kurang lebih berjumlah 10,000 orang. Kalau benar-benar hanya 144,000 orang yang masuk dalam kerajaan Sorga, maka mungkin tidak ada anggota Saksi Yehuwa yang masuk Sorga, karena Saksi Yehuwa baru didirikan pada tahun 1872 dan Sorga telah terisi dengan para martir dan santa-santo yang telah meninggal sebelum tahun 1872. Kita tahu bahwa para martir telah melaksanakan perintah Yesus yang terutama “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” (Mt 10:39). Dan kehilangan nyawa untuk mempertahankan iman hanyalah mungkin kalau didasari oleh kasih yang tulus. Mungkin ada baiknya kita semua merenung, apakah kita semua – termasuk anggota Saksi Yehuwa – mempunyai kasih kepada Allah dalam derajat yang lebih tinggi dibandingkan dengan para martir?
- Anggaplah bahwa hanya 144,000 orang saja (yang anggotanya mulai dari para rasul sampai tahun 1935) adalah benar, seperti yang diajarkan oleh Saksi Yehuwa. Pertanyaannya adalah bagaimanakah nasib para nabi di dalam Perjanjian Lama, seperti Abraham, Musa, Elia, Henokh, dan banyak nabi lai sebelum Kristus – termasuk Yohanes Pemandi? Apakah mereka tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah? Apakah Abraham yang menjadi bapa orang beriman (lih. Rm 4:16), sahabat Allah (Yak 2:23) tidak dapat masuk Sorga? Apakah Musa yang berbicara dengan Tuhan muka dengan muka, sebagaimana layaknya seorang teman (lih Kel 33:11) dan berbicara dengan Yesus pada peristiwa transfigurasi, tidak dapat masuk Sorga? Apakah Henokh yang berkenan kepada Allah, tidak meninggal dan diangkat ke Sorga tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga (lih. Ib 11:5). Apakah Elia yang diangkat ke Sorga (lih. 2 Raj 2:11) dan yang berbicara dengan Yesus pada transfigurasi (lih. Mat 17:3-4; Mrk 9:4; Lk 9:30) tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah? Apakah Yohanes Pembaptis yang kedatangannya telah dinubuatkan sebelumnya (lih. Yes 40:3; Mal 4:5-6), yang mempersiapkan kedatangan Tuhan (lih. Mt 3;1-3; Mk 1:4; Lk 3:2-3; Yoh 1:6-8) tidak juga dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah? Apakah semua nabi yang disebutkan di atas kurang iman dan suci dibandingkan dengan pendiri dan umat dari Saksi Yehuwa?
Mari sekarang kita melihat Wahyu 7 dan 14. Di atas telah dijelaskan bagaimana Saksi Yehuwa tidak konsisten dalam menginterpretasikan Alkitab. Mari sekarang kita melihat lebih mendalam tentang Kitab Wahyu ini. Saksi Yehuwa mengatakan bahwa 144,000 adalah orang-orang yang berada di Sorga. Namun, kalau kita melihat Wahyu 7:1-8, maka sebenarnya jumlah 144,000 orang ini berada di dunia. Dikatakan “Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.” (Why 7:1). Dan kemudian di ayat 4 dikatakan “Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.” Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa jumlah 144,000 berada di dunia. Kalau demikian, berapakah jumlah yang masuk dalam Kerajaan Sorga? Wahyu 7:9 menyebutkan “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.” Oleh karena itu, yang berada di Sorga adalah tidak terhitung banyaknya, dan bukan hanya 144,000.
5. Dua tipe kebahagiaan manusia – kebahagiaan Sorga dan dunia – adalah seperti sistem kasta, bertentangan dengan prinsip keadilan dan tidak Alkitabiah.
Saksi Yehuwa mengajarkan bahwa hanya 144,000 yang diurapi[], yang tentu saja adalah anggota dari Saksi Yehuwa, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga dan memerintah bersama dengan Tuhan. Anggota Saksi Yehuwa yang lain, yang disebut kumpulan besar (great crowd) akan menikmati kebahagiaan di dunia, sama seperti kebahagiaan Adam dan Hawa di Taman Eden. Namun doktrin ini sungguh tidak dapat dipertanggungjawabkan, dengan beberapa alasan berikut ini:
- Tidak ada pembatasan jumlah orang yang masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Mt 5:11-12 mengatakan “11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. 12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” Lebih lanjut rasul Paulus menegaskan “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.” (Fil 3:20) Dari sini kita tahu bahwa tidak ada pembatasan jumlah umat beriman yang dapat masuk dalam kerajaan Sorga.
- Kita harus menyadari bahwa kebahagiaan yang dijanjikan oleh Allah untuk dapat melihat Allah muka dengan muka (lih. 1 Kor 13:12) adalah merupakan kebahagiaan yang sempurna, yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan kebahagiaan kita di dunia ini – walaupun dengan kondisi seperti Taman Firdaus. Oleh karena itu, kebahagiaan di dunia yang dijanjikan oleh Saksi Yehuwa di luar 144,000 orang, tetaplah tidak dapat dibandingkan dengan kebahagiaan di Sorga. Karena orang-orang yang mempunyai kebahagiaan di dunia tidaklah mungkin sebahagia mereka yang di Sorga, maka kebahagiaan di dunia adalah kebahagiaan yang tidak sempurna, kebahagiaan kelas dua. Lebih lagi, karena penentuan kebahagiaan ini adalah berdasarkan tahun kelahiran (karena yang menjadi bilangan dari 144,000 adalah dari jaman para rasul sampai tahun 1935), maka hal ini benar-benar menyalahi prinsip keadilan. Bagaimana mungkin, karena seseorang dilahirkan setelah tahun 1935, maka orang tersebut tidak dapat masuk dalam Kerajaan Sorga, walaupun orang tersebut adalah orang kudus, martir, dll. Bayangkan bahwa Bunda Teresa dari Kalkuta tidak dapat masuk sorga, sedangkan anggota Saksi Yehuwa sebelum tahun 1935 dapat masuk ke Sorga, meskipun kehidupan mereka kurang kudus dibandingkan dengan Bunda Teresa dari Kalkuta.
- Sungguh sulit dimengerti bahwa ada orang yang mau untuk melepaskan kewarganegaraan di Sorga (lih. Fil 3:20) dan hanya cukup dengan menikmati kebahagiaan abadi di dunia ini. Rasul Paulus menegaskan kepada jemaat di Tesalonika – yang berfikir bahwa orang yang meninggal sebelum kedatangan Kristus yang kedua tidak beruntung – bahwa sebenarnya semua umat beriman, baik yang meninggal sebelum atau sesudah kedatangan Kristus yang kedua akan diangkat dan memperoleh kebahagiaan di dalam Kerajaan Sorga.
Membedakan tujuan akhir dari manusia – di Sorga berjumlah 144,000 dan di dunia yang beranggotakan umat Saksi Yehuwa – adalah seperti sistem kasta berdasarkan tahun, yaitu tahun dari para rasul sampai 1935. Dan sungguh sulit dimengerti bagaimana manusia yang seharusnya mempunyai kewarganegaraan di Sorga dapat menerima dan menukar kebahagiaan Sorga dengan kebahagiaan duniawi.
6. Pengajaran bahwa jiwa manusia tidak bersifat kekal menyalahi prinsip akal budi dan Alkitab.
Saksi Yehuwa percaya bahwa jiwa manusia tidak bersifat spiritual dan kekal, namun jiwa manusia adalah badan. Oleh karena itu, pada waktu seseorang meninggal, maka jiwanya juga lenyap. Dan pada akhir zaman, maka jiwa manusia diciptakan kembali dari sesuatu yang tidak ada untuk masuk ke Sorga maupun kebahagiaan di dunia. Kita dapat membuktikan bahwa jiwa manusia adalah kekal berdasarkan filosofi dan juga Alkitab.
- Kalau kita mengamati, maka ada begitu banyak aktivitas manusia yang dilakukan bukan sebatas aktivitas tubuh atau material, seperti: berfikir, menginginkan, melakukan pemeriksaan batin, menyadari keberadaannya, keinginan bebas, dll. Semua ini bukanlah aktivitas tubuh, namun lebih bersifat spiritual. Sesuatu yang bersifat spiritual (bukan material) tidak mungkin dihasilkan oleh sesuatu yang bersifat material, namun harus dihasilkan oleh sesuatu yang bersifat spiritual.Sesuatu yang bersifat material, seperti tubuh kita, terdiri dari bagian (part). Dan pada waktu mati, maka bagian-bagian itu menjadi terpisah dan terurai. Namun, sesuatu yang bersifat spiritual (seperti jiwa kita) tidak mungkin mati, karena sesuatu yang spiritual tidak mempunyai bagian. Oleh karena itu, sesuatu yang bersifat spiritual menjadi kekal dan tidak mungkin mati.
- Alkitab juga menyediakan bukti-bukti bahwa jiwa manusia adalah bersifat kekal dan tidak mungkin mati.[]
- Kej 1:27 menceritakan bahwa manusia diciptakan menurut gambaran Allah. Karena Allah adalah murni bersifat spiritual (lih. Jn 4:24), maka pasti ada elemen dari manusia yang bersifat spiritual.
- 1 Sam 28 menceritakan bagaimana Samuel yang telah meninggal menampakkan diri kepada Saul. Ini berarti roh Samuel tidak musnah, namun masih tetap hidup.
- Mt 10:28 menegaskan bahwa tentang jiwa yang kekal dan badan yang bersifat sementara, karena Yesus mengatakan bahwa tidak perlu kuatir kepada manusia yang dapat membunuh tubuh, namun bukan jiwa.
- Mt 17:1-8 menggambarkan peristiwa transfigurasi, dimana Yesus bercakap-cakap dengan Musa dan Elia. Karena Musa diceritakan telah meninggal (lih. Ul 34:5), maka kematian tidak membuat Musa menghilang.
- Lk 16 menceritakan bahwa Abraham, Lazarus dan orang kaya telah meninggal, namun diceritakan masih hidup di dunia yang lain.
- Why 6:9-10 menyatakan tentang jiwa-jiwa yang telah dibunuh, namun masih hidup dan bercakap-cakap dengan Penguasa yang Kudus.
7. Pengajaran bahwa tidak adanya neraka menyalahi prinsip keadilan dan Alkitab.
Selain jiwa manusia tidak bersifat kekal, Saksi-saksi Yehuwa juga percaya bahwa tidak ada neraka kekal. Kalau demikian, apa yang terjadi dengan jiwa-jiwa yang jahat maupun setan? Saksi-saksi Yehuwa percaya bahwa jiwa-jiwa tersebut dimusnahkan dan tidak ada lagi. Hal ini bertentangan dengan prinsip keadilan dan bertentangan dengan Alkitab dengan beberapa alasan berikut ini:
- Tuhan telah menciptakan jiwa manusia maupun malaikat, yang bersifat kekal, seperti yang telah di bahas pada point di atas. Kalau Tuhan telah menciptakan jiwa yang kekal dan kemudian memusnahkannya dan membuatnya tidak ada, maka sebenarnya Tuhan mengkontradiksi rencana-Nya sendiri. Karena Tuhan tidak mungkin mengkontradiksi Diri-Nya sendiri, maka tidak mungkin jiwa yang bersifat kekal dimusnahkan dan menjadi tidak ada.
- Kita juga melihat bahwa ajaran tidak ada neraka sebenarnya bertentangan dengan apa yang dikatakan di dalam Alkitab.
- Mt 3:12 mengatakan “Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” (lih. juga Lk 3:17). Api yang tak terpadamkan ini mengacu kepada neraka yang abadi.
- Mk 9:43 menegaskan “Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan” (lih. juga Mt 18:8). Ayat ini juga mengacu kepada neraka, dimana lebih baik kita kehilangan semua hal yang bersifats sementara daripada mendapatkan hukuman abadi di neraka dan dimasukkan ke dalam api yang tak terpadamkan.
- Mt 25:46 mengatakan “Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.” Dari ayat ini, kita menyadari bahwa bagi mereka yang benar akan masuk dalam hidup yang kekal, sebaliknya orang-orang yang tidak benar akan mendapatkan siksa abadi di neraka.
Dari ekpresi yang digunakan dalam ayat-ayat tersebut di atas, seperti: api yang tak terpadamkan, siksaan yang kekal, maka kita mengetahui bahwa neraka adalah sesuatu yang nyata. Dan kenyataan ini bukan hanya sementara, namun berlangsung untuk selamanya. Kalau di ayat Mt 25:46 dibandingkan antara kehidupan kekal dan siksaan kekal, maka akan menjadi tidak konsisten kalau kita mau menerima konsep kehidupan kekal namun tidak mau menerima adanya konsep siksaan kekal. Kalau seseorang percaya akan kehidupan kekal dari Alkitab, maka seseorang juga harus percaya akan siksaan kekal, yang juga diwahyukan oleh Allah kepada manusia.
Kesimpulan
Dari pemaparan di atas, maka banyak ajaran dari Saksi-saksi Yehuwa yang bertentangan dengan Alkitab, akal budi, dan bahkan bertentangan dengan keadilan. Memberitakan Kristus yang bukan Tuhan, bukanlah ajaran Kristen, karena kekristenan mendasarkan iman, pengharapan dan kasih pada Kristus yang adalah sungguh Tuhan dan sungguh manusia. Kalau Kristus bukan Tuhan dan ‘hanya’ malaikat Mikael, maka sia-sialah pengharapan kita, karena kita hanya berharap pada ciptaan dan bukan pada Pencipta. Kalau kita tidak mempunyai tujuan ke Sorga dan bersatu dengan Tuhan untuk selama-lamanya di dalam Kerajaan Sorga, maka sia-sialah semua yang dilakukan di dunia ini. Kalau tidak ada pengadilan terakhir dan tidak ada neraka, maka keadilan yang seadil-adilnya tidak dapat ditegakkan. Kalau ada yang mau kita pelajari dari Saksi Yehuwa, maka kita tidak boleh percaya akan pengajaran mereka, namun kita harus meniru semangat mereka untuk memberitakan Injil. Bahkan pendiri EWTN (Eternal Word Television Network), Mother Angelica mengatakan “Berikan kepadaku 10 orang Katolik, yang mempunyai semangat seperti Saksi Yehuwa, dan aku dapat merubah dunia.” Mari, kita semua, yang menjadi umat Gereja Katolik – Gereja mempunyai kepenuhan kebenaran -, kita harus dengan giat dan penuh semangat memberitakan kebenaran Kristus dan Gereja-Nya. Semoga Roh Kudus memberikan kebijaksanaan kepada kita semua, agar kita dapat mempertahankan kebenaran dan bertumbuh terus di dalam kebenaran.
“Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” (Mt 10:39).
CATATAN KAKI:
Beberapa artikel yang berhubungan:
Beberapa artikel di kategori yang sama:
Saya seorang Protestan, tapi secara emosional saya lebih dekat pada sahabat Katolik saya. Karena sejak TK saya dibesarkan dengan didikan/kurikulum Katolik. Saya juga ikut prihatin dengan banyaknya umat Katolik yang kurang menguasai dan melakoni keimanan mereka. Saya tahu ini karena banyak teman Katolik saya yang kurang menguasai Injil.
Berkaitan dengan bahasan ini saya juga memiliki pengalaman yg sama, dan seperti yg anda bahas,mereka memang menyerang Doktrin Trinitas sebagai trik Gereja Katolik Roma/ atas rekayasa Kaisar konstantin.. (Mungkin mereka ingin mengambil simpati saya sebagai Protestan).
Alih2 saya bersimpati, saya malah menyerang balik.
“Anda memikirkan apa yang jauh dari jangkauan anda..”
“Anda lihat iklan ini?” (sambil menunjuk sebuah iklan Vit C di sebuah koran)
“Bagi saya Trinitas lebih logis dibandingkan Vit C1, C2, dan C3..”
‘Tapi bagi anda Vit C yg dikandung dalam satu tablet lebih masuk akal dibanding Trinitas.”
“Saya tidak ingin mengatakan Tuhan itu terbagi-bagi, tapi saya hanya ingin mengatakan bahwa anda menilai Tuhan dgn pemikiran manusia!”
“Anda memahami tapi tidak benar2 paham, anda mengerti tapi hati anda menolak.”
“Silahkan anda tinggalkan brosur anda, saya akan pelajari dan berikan surat kepada anda sebagai tanggapan saya. ”
Dan alhasil saya menerima 5 buku Menara Pengawal dari mereka.
Dan semua buku itu saya baca, renungkan dan saya koreksi lewat Alkitab.
Alhasil terciptalah sebuah rangkaian Surat yg merupakan rangkuman/untaian kata yang saling berkaitan. Semua itu sudah saya siapkan.., tapi sampai sekarang belum juga mereka jemput. (Tidak tahu apakah mereka gentar atau menjadi bertobat. sebab kira2 dalam tahun yang sama ada kelompok pengajaran mereka yang melayani di kawasan rumah saya, tapi rumah saya tidak disinggahi.)
Saya hanya ingin mengatakan pada teman Katolik saya..,peganglah iman pada Kristus erat2. Saya memang seorang Protestan, tapi seperti yang Paulus katakan.., janganlah kita mengatakan aku golongan Apolos, Paulus, Kefas dsb..” Kita adalah satu dan sepenanggungan dalam saling mengingatkan dan menguatkan.. ingatlah ini saudara/iku
—–>
Kristus-Roh Kudus dan Allah Bapa adalah satu. Ibarat Seorang pemilik rumah, tidak akan ada yang boleh masuk selain izin si pemilik rumah. Ya, Kristus adalah Bapa dan tidak ada Yang datang pada Bapa selain izin Bapa yang merupakan Yesus juga bukan?
Kristus-Roh Kudus dan Allah Bapa adalah satu, karena itu tak ada satu lidah pun dapat mengaku Yesus sebagai Tuhan selain Roh Kudus, sebab tidak mungkin ada yang mengaku saya/Yunan Nabhan selain saya/Yunan Nabhan bukan?
Jadi pegang teguhlah iman kita dalam Kristus..!”
Trinitas adalah hal paling misteri namun harus dipelajari, bukan dengan tuntunan ego kita, tapi apa yang allah tulis dalam kitab suci melalui para penulis yang digerakkan oleh Roh Kudus.
Nb:
Karena agama Universal kita adalah Kemanusiaan, dan Jalan Keselamatan kita adalah YESUS KRISTUS. Maka perjuangkanlah cinta kasih tanpa menanggalkan keimanan Kita.
“Aplogetika Injil”
“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah (1 Kor 1:18).”
———————————————————–
Siapa gerangan diantara manusia yang tahu, apa yang terdapat didalam manusia selain roh manusia sendiri yang ada didalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat didalam diri Allah selain Roh Allah (1 Kor 2:11) Janganlah ada yang menipu dirinya sendiri. Jika ada diantara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat (1 Kor 3:18) Sebab kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa (1 Kor 4:20) Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat (2 Kor1:20) Apa yang kukatakan ini bukanlah hanya pikiran manusia saja. Bukankah hukum Taurat juga berkata-kata demikian? (1 Kor 9:8) Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata–kata oleh roh Allah, dapat berkata “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun yang dapat mengaku“Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh kudus (1 Kor 12:3)
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik (1 Kor 15:33) Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah (2 Kor 1:20) Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak didalam iman. Selidikilah dirimu! apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada didalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian kamu tidak tahan uji (2 Kor 13:5) Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik daripada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil yang lain, yang sebenarnya bukan injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud memutarbalikkan Injil Kristus (Gal 1:6&7)
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus . Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan karena melakukan hukum Taurat (Gal 2:16) Adakah kamu sebodoh itu? kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya didalam daging? (Gal 3:3) Bukankah “Ia telah naik” berarti, bahwa Ia juga telah turun kebagian bumi yang paling bawah? (Efs 3:9) Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu didalam Tuhan: jangan hidup lagi sama seperti orang – orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia (Efs 4:17) Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka (Efs 5;6&7) Janganlah kamu ambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi telanjangilah perbuatan-perbuatan itu (Efs 5:11)
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Flp 2:5-7) Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada dilangit dan yang ada diatas bumi dan yang ada dibawah bumi dan segala lidah mengaku:”Yesus Kristus adalah Tuhan,” Bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Flp 2:10&11) Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan karena didalam Dia-lah telah diciptakan segala sesuatu yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun segala penguasa, segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (Kol 1:15&16) Hal ini kukatakan,supaya jangan ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata yang indah (Kol 2:4)
Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus (Kol 2:8) Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari sabat, semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus (Kol 3:16) Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah Bapa kita (Kol 3:17) Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang (Kol 3:25) Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka (1 Tim 1:19) Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat-yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus-dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga (1 tim 6:3&4) Karena akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan telinganya (2 Tim 4:3) Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik (2 Tit 1:16) Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus (Ibrani 2:1)
Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! (Yak 1:16) Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar (Yak 2:19) Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? (Yak 2:20) sadarlah dan berjaga-jagalah! lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (1 Pet 5:8) Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam kitab suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendakmu sendiri (2 Pet 1:20) sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan roh kudus, dan ketiganya dalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi] Roh dan air dan darah ketiganya adalah satu (1 Yoh 5:7&8) Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus. Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan, dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya, Amin (Yud 1:25)
(Tulisan ini adalah sebuah surat yang penulis rangkai dari berbagai ayat Alkitab secara sistematis dan berurut, sehingga membentuk sebuah surat yang ditujukan sebagai anti dogma serta peneguhan kembali Iman yang sempat goyah ketika menghadapi pekabaran injil saksi Yehovah)
Written by: Yoan Nababan/ 06 Januari 2008/ Pkl. 23:54. WIB.
Shalom Yunan Nabhan,
Teima kasih atas masukan sharing pengalaman anda. Ya, memang sebagai murid Kristus kita semua harus berani mengakui Kristus sebagai Tuhan kita. Anda telah memberikan kesaksian iman yang baik, jika anda dengan siap memberikan penjelasan tentang iman dan pengharapan Kristiani, dengan lemah lembut dan hormat, kepada mereka yang menanyakannya (lih. 1 Pet 3: 15).
Namun ijinkan saya memberi tanggapan di sini tentang komentar anda.
1. Ya, saya juga setuju untuk tidak mengkotak- kotakkan diri sebagai murid Kristus (“aku dari golongan Apolos, Paulus, Kefas… dst”), tetapi adalah baik bagi seorang murid Kristus untuk belajar mengenal imannya, sesuai dengan yang diajarkan oleh para rasul dan para Bapa Gereja. Inilah yang kami usahakan di situs ini.
2. Anda mengatakan, “Kristus-Roh Kudus dan Allah Bapa adalah satu …. Ya, Kristus adalah Bapa dan tidak ada Yang datang pada Bapa selain izin Bapa yang merupakan Yesus juga bukan?“
Allah Bapa, Allah Putra (Kristus) dan Roh Kudus memang adalah Allah yang satu. Namun dalam kesatuan tersebut Allah mempunyai Tiga Pribadi. Oleh sebab itu, walaupun ada dalam satu kesatuan, kita tidak dapat mengatakan bahwa Kristus adalah Bapa (sebab jika demikian kita jatuh dalam ajaran sesat Sabellius yang mengatakan Allah Bapa-lah yang disalibkan). Namun demikian, kita dapat menyebutkan bahwa Allah Putera ada di dalam Allah Bapa dan demikian pula sebaliknya. St. Athanasius mengajarkan:
3. Anda mengatakan, “agama Universal kita adalah Kemanusiaan, dan Jalan Keselamatan kita adalah YESUS KRISTUS. Maka perjuangkanlah cinta kasih tanpa menanggalkan keimanan Kita.”
Saya tidak sependapat dengan anda dalam hal ini. Agama/ “religion” itu berasal dari kata religat (Latin). St. Agustinus mengajarkan bahwa agama artinya adalah pengikatan kita dengan Tuhan yang Maha Esa dan Mahakuasa (“Religion binds us [religat] to the one Almighty God“, seperti dalam On the True Religion). Dengan demikian, terdapat dua pelaku di sini yaitu manusia yang mengikatkan dirinya dengan Tuhan. Maka tidak dapat ditekankan manusia sebagai subyek, terlepas dari Tuhan. Bahkan lebih tepat dikatakan bahwa subyek utamanya adalah Tuhan, yang kepada-Nya manusia mengikatkan dirinya. Sebab jika tidak ada Tuhan (subyeknya hanya manusia) maka tidak akan ada agama, sebab agama itu mengarahkan manusia kepada Tuhan. Maka untuk mengarahkan dan ‘mengikat’ manusia kepada Tuhan, Tuhan harus diketahui terlebih dahulu, dan apakah kehendak-Nya, baru sesudah itu manusia dapat menaatinya.
Dengan pengertian di atas, tidak tepat jika dikatakan agama universal adalah kemanusiaan. “Agama” pada hakekatnya harus berkaitan dengan Tuhan, dan tidak bisa hanya berkaitan dengan kemanusiaan. Maka adalah tugas dari kita para murid Kristus untuk mencari tahu, apakah yang menjadi kehendak-Nya agar kita dapat mengikatkan diri kita kepada-Nya. Gereja Katolik mengajarkan, berdasarkan Kitab Suci, bahwa Kristus mendirikan Gereja-Nya di atas Rasul Petrus, dan Gereja itu masih ada sekarang di dalam Gereja Katolik, seperti yang pernah juga dibahas di sini, silakan klik dan di sini silakan klik. Sejak jaman para rasul sampai sekarang Gereja Katolik melanjutkan misi Kristus sebagai Jalan Keselamatan. Inilah yang diperjuangkan oleh Gereja, yaitu untuk menyebarkan Terang Kristus ke seluruh dunia dengan cinta kasih.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org
Salam kasih untuk para pengasuh Katolisitas.
Walau telah beberapa kali mendengar forum ini dari forum lain, baru hari ini saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke ‘rumah sendiri’.
Sehubungan dengan masalah saksi yehuwa ini, saya ingin sharing sedikit.
Rumah kami telah didatangi oleh saksi yehuwa beberapa tahun lalu. Karena tidak saya tanggapi, mereka hanya meninggalkan majalah (Sedarlah dan Menara Pengawal) kemudian pergi.
Biasanya mereka datang berdua-berdua, dan sudah berbagai pasangan yang datang, dan selalu cuma saya beri senyum, menjawab sekedarnya, dan menerima majalah (yang kemudian saya baca sekilas dan buang).
Hingga suatu saat kira kira 2 tahun lalu, ketika ada seorang sepupu agnostik yang sedang berkunjung ikut terlibat, karena si sepupu mengaku ngaku sebagai ‘pernah’ Katolik, saya merasa ‘wajib’ menjaga nama baik Katolik, saya ikut berinteraksi.
Rupanya kunjungan sepasang suami istri saksi yehuwa ini menjadi berkepanjangan, kami berdebat lebih dari 2 jam, dan setiap minggu mulai datang berkunjung.
Perdebatan demi perdebatan semakin membuat saya kesal, karena mereka mulai terang terangan menyerang iman Katolik saya. Sayapun mulai mempersenjatai diri dengan segala informasi tentang mereka. Informasi berharga saya dapatkan dari forum forum Katolik/Kristen, dan juga dari situs ex-anggota saksi yehuwa http://www.towerwatch.com (kebalikan dari http://www.watchtower.com). Informasi yang saya dapatkan saya jadikan senjata saya untuk menyerang balik. Dan mereka mulai bergantian membawa peringkat di atas mereka (penetua / pengawas). Dan biasanya perdebatan berlangsung cukup keras, penetua yang dibawapun berganti ganti hingga lebih dari 3 orang.
Akhirnya (walau rasanya tidak pernah berakhir), kunjungan mereka mulai berkurang, tetapi hubungan saya dan pasangan saksi yehuwa ini menjadi cukup dekat, saya menjadi teman mereka di ‘dunia luar’.
Karena berteman, saat bertemu pun yang dibicarakan bukan lagi masalah keyakinan mereka, tetapi hal hal umum (bisnis dsb). Yang masih bikin dongkol, kalau nyeletuk si saksi ini selalu bilang ‘Pak Yohanes ini orang yang berbakat, tapi sayang masih tidak mau disadarkan’. Dan biasanya saya balas dengan ‘Saya tidak mau dijebloskan kedalam kesesatan oleh orang orang munafik’
Satu pelajaran yang saya petik dari bersahabat dengan mereka adalah, saya tahu ‘isi dalam’ para anggota saksi yehuwa, mereka selalu memakai topeng kebaikan kalau sedang dinas. Mereka membanggakan pakaian dan penampilan yang rapi, selalu ramah tidak pernah marah, selalu tulus dalam perbuatan, dsb yang baik baik. Tetapi ternyata semua hanya topeng yang dikenakan saat berdinas. Kenyataannya jauh dari yang diucapkan.
Oiya, saksi yehuwa memang bersemangat ‘menginjil’, karena mereka dikenakan target mingguan oleh organisasinya, dan dilaporkan hingga ke pusat. Gagal memenuhi target dalam beberapa minggu berturut turut, akan berakibat mereka berada dalam pengawasan.
Kehidupan ‘rohani’ mereka juga selalu dalam pengawasan, ketahuan melanggar (merokok mis) mereka akan dikenakan sanksi, entah teguran dan bila berulang akan kena sanksi terberat berupa pengucilan. Jika kena pengucilan ini, tidak seorangpun anggota saksi yang boleh menyapa dan disapa oleh si terhukum, bahkan anak dan istrinya sekalipun.
Pada organisasi mereka tidak ada imam/pendeta, tetapi anggota yang dinilai berbakat bisa naik karier menjadi diaken, kemudian pengawas/penetua, kemudian koordinator dst hingga kepala wilayah suatu negara, dan tertinggi adalah presiden mereka yang di Brooklyn itu. Jabatan ini bisa diturunkan oleh atasannya jika dianggap tidak berprestasi.
Dalam seminggu mereka beribadah 3 kali, pertama di lingkungan mereka sendiri, kedua di balai kerajaan, mereka berlatih kotbah bergantian, dan ketiga ibadah mingguan di balai kerajan setiap hari minggu.
Setiap hari mereka harus membaca menara pengawal, ada yang khusus untuk anggota (majalah mereka berbeda beda per peringkat) dan si suami harus memimpin doa dan berkotbah pada keluarganya. untuk istri tidak ada kewajiban kotbah, karena wanita dilarang menjadi pemimpin, jadi biasanya para istri akan saling berlatih kotbah di antara wanita saja.
Mungkin sementara itu dahulu yang bisa saya bagikan, mungkin di lain waktu saya sampaikan hal hal lain mengenai organisasi mereka.
Salam kasih
1 Kor 12 : 3
“Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa
tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh
Roh Allah, dapat berkata:”terkutuklah Yesus!”
dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku:
“Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.
Kalau para kaum Yehovah pakai injil yg sama tentu
mereka bisa baca dan mengerti arti ayat ini.
Jaman Sekarang memang banyak Muncul Agama Baru ? Doktrin BAru ? Agama Katolik tetap sama dari dulu sampai sekarang : liturginya, ekaristinya dan pengajarannya di seluruh dunia.
Waktu saya masih kecil ( masih SD ) ibu saya punya kenalan seorang saksi Yehova yang sering datang ke rumah ( seminggu sekali ), dia menghabiskan waktu berjam-jam bertamu di rumah saya. Dia juga selalu membawa buku / selebaran mengenai ajaran Saksi Yehova, dan selalu mengajak ibu saya berdoa bersama.
Ibu saya adalah seorang Katolik yang taat sekaligus seorang yang baik hati dan sangat lugu. Ibu saya tidak pernah menolak didatangi oleh siapapun, selalu welcome. Beberapa orang menghindar dari teman ibu saya begitu mengetahui dia adalah seorang saksi Yehova, tapi ibu saya tidak pernah berpikir buruk atau menjelekkan teman Yehova-nya itu (mungkin juga karena ibu saya terlalu sederhana dan kurang akan pengetahuan agama2 lain), bertahun-tahun hal ini berlangsung tetapi tetap saja ibu saya Katolik yang taat, tidak berubah sama sekali, sikap lembut dan selalu hangat ini sama sekali berbeda dengan beberapa orang yang saya tahu bahwa mereka langsung saja mengusir orang2 saksi yehova yang datang untuk mencoba mempengaruhi mereka. Pada akhirnya saya menyadari bahwa Bunda Maria selalu menjaga ibu saya dalam iman Katolik-nya, karena ibu saya adalah seorang yang sangat berdevosi pada Bunda Maria dan rajin berdoa Rosario. Hal ini membuat saya semakin cinta pada Bunda Maria yang selalu membawa kita pada anak-nya, Yesus Kristus. Rosario memang perisai dan senjata ampuh menghadapi serangan kesesatan …
bolehkah tolong ditambahkan bahwa Charles T Russel itu pernah membohongi jemaatnya dengan menjual gandum yang dia sebut dengan gandum emas di majalah watch tower .termasuk penggelapan pajak negara sehingga dia dipenjara? Apakah sdr Steff/Inggrid boleh mensharingkan itu?.thanks
Shalom Johanes,
Banyak sumber-sumber yang menyebutkan bahwa Charles T. Russel pernah menjual “miracle wheat”. Dalam artikel di atas, saya memang tidak terlalu menyoroti sisi pencarian dana, kehidupan pribadinya, kehidupan perkawinan, dll. Saya ingin berfokus pada pengajaran dari Saksi Yehowa. Terima kasih atas semua masukannya.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
buk2 ngapain lah ngelak dari saksi2 yehuwa.
kalo yang benar itu gak kan bisa di elakkan.
Shalom Stephany,
Kondisi setiap iman dari setiap orang adalah berbeda-beda. Dengan demikian, kalau seseorang yang tidak terlalu tahu banyak tentang iman Katolik, memang lebih baik untuk mengelak daripada terpengaruh. Namun, tidak seharusnya orang-orang ini mengelak terus menerus tanpa berusaha untuk mempelajari iman Katolik dengan benar. Seharusnya situasi seperti ini menjadi suatu tantangan, agar umat Katolik dapat mempelajari iman Katolik dengan sungguh-sungguh, sehingga pada saat seseorang meminta pertanggungjawaban akan imannya, maka dia dapat menjelaskannya dengan baik, dengan hormat dan lemah lembut (lih. 1 Pet 3:15). Dan pada saat seorang Katolik memaparkan kebenaran secara baik, maka kebenaran tersebut sulit untuk dielakkan. Saya telah mencoba untuk memberikan argumentasi pada artikel di atas, bahwa begitu banyak kontradiksi dalam ajaran Saksi Yehuwa.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
sdr Stephany:
Bukan mengelak, tapi membela dengan iman yang benar. Kalau saudari adalah seorang saksi Yehova, saya sarankan sdri mempelajari seluruh bagian topik ini dgn baik, karna sudah jelas ajaran saksi Yehova adalah menyimpang dari Injil sendiri.Sesudah itu br sdri melihat ke topik2 lain dan temukanlah sumber air iman yang jernih di Gereja Katolik yang dijanjikan oleh Kristus. Semoga Tuhan memberkati sdri….
Saksi yehuwa menyimpang yaa…??
satu saja yang akan saya bahas…
bagaimana dengan Natal yang seering dirayakan oleh banyak orang yang mengaku Kristen? Apakah di Alkitab ada ditulis untuk merayakan NATAL? dan sampai tepar juga di Alkitab tidak ada kata” natal. dan Yesus juga tidak pernah memerintahkan untuk merayakan hari klehirannya, tapi hari kematiannya lah yang ia perintahkan untuk dilaksanakan (lukas 22:19). Dan didalam ayat ini ada penekanan untuk melaksanakannya. sedang kan hari lahirnya apakah dia ada memerintahkannya? atau hanya akal-akalan manusia saja? Hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran. pengkhodba 7 :1-4.
dan sekarang siapa yang menyimpang??
tolong Anda jelaskan..
biar saya mengerti.
[dari katolisitas: silakan membaca jawaban ini - silakan klik.]
Saya juga telah menerima tawaran dari tante yang dulu dia adalah katolik, ketika saya ketemu dia tahun sekitar 2005, dia ingin memberikan brochur saksi yehova. Saya bersikap keras berdiskusi dengan dan menyatakan ajaran itu adalah sesat. dan saya menolak untuk membaca brosur itu. saya malah menjelaskan iman saya kepada mereka, dan kami tidak saling ketemu dalam perdebatan itu.
oleh karena saya saran kepada kaum katolik, mewartakan injil kebenaran dan ajaran katolik kepada rekan kita semua dan meneguhkan iman dengan mereka sharing iman setiap hari, karena mereka (Yehova) telah masuk kedesa-desa (Timor-leste) dan membeli masyarakat awam dengan uang yang cukup. Maka dari itu, tugas kita untuk mencegah mereka dari ajaran sesat itu.
Amin
Aquilino Amaral
dari Timor-Leste
+670 332xxxx [dari katolisitas: diedit nomornya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan]
Salam damai dalam Kristus,
Saya ingin menanyakan tentang Surat Yohanes, yaitu di 2 Yoh (1:7-11), disitu sikap yohanes keras sekali, krn ia mengatakan :
2Yoh 1:10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
2Yoh 1:11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.
Yang ingin saya tanyakan,kepada siapakah persisnya kita harus bersikap demikian? Apa kepada orang yg hendak mengajak kita pindah ke agama lain, atau kepada para penganut ajaran yg dianggap bidaah/sesat?
Saya pernah punya seorang kenalan, hubungan kami cukup baik, dan belakangan saya baru tau kalau dia ternyata jemaat dr saksi jehova.Dan dia pernah satu kali memberi saya brosur untuk saya baca yg isinya sekilas tentang ajaran kristiani (krn di brosurnya itu tidak dicantumkan alirannya). Setelah saya tanyakan beberapa kali,barulah disitu dia mengatakan bahwa dia penganut aliran tsb.
Lalu bagaimana saya harus bersikap bila bertemu dengan dia lagi?
Terima kasih.
Salam,
Anne.
Shalom Anne,
Ayat 2 Yoh 1:10-11 ini akan dapat kita mengerti jika kita mengetahui bahwa sejak abad awal, sudah ada pengajar-pengajar sesat yang tidak mempercayai bahwa Kristus adalah Putera Allah yang sungguh-sungguh menjelma sebagai manusia. Aliran sesat pada saat itu dikenal dengan sebutan Docetisme dan Gnosticisme yang mempercayai bahwa keberadaan Yesus pada saat itu hanyalah “sham”/ pura-pura dan bukan keadaan yang sesungguhnya.
Untuk hal ini, Rasul Yohanes bersifat sangat keras. Ia mengajarkan agar para murid Kristus, yang memang baru bertumbuh di dalam iman, agar tidak menerima para pengajar sesat ini di dalam rumah mereka ataupun memberi salam kepada mereka. Maksudnya, agar umat tidak terpengaruh oleh ajaran ini, dan agar jangan sikap mereka disalahartikan sebagai dukungan terhadap ajaran sesat ini. Sikap seperti ini dimaksudkan agar merupakan peringatan bagi para pengajar sesat tersebut, bahwa mereka tidak mendapat dukungan dari para rasul maupun murid para rasul, sehingga harapannya mereka dapat bertobat dari segala kesalahan mereka, dan bergabung kembali dengan pengajaran para rasul.
Maka dengan memperhatikan ajaran Rasul Yohanes, kita menilai keadaan sekarang di sekitar kita. Banyak memang di sekitar kita sekarang umat yang mengklaim bahwa mereka mengikuti Kristus, namun mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan iman kita sebagai umat Katolik. Maka untuk itu, ada beberapa hal yang menurut hemat saya dapat kita lakukan:
1. Kenalilah dan dalamilah iman Katolik kita, sehingga kita dapat memberikan pertanggungan jawab terhadap iman kita. Bacalah artikel di atas, tentang Saksi Yehova, bukanlah saksi Kristus, silakan klik; agar anda dapat memahami prinsip pengajaran mereka, dan mengapa ajaran tersebut bertentangan dengan Alkitab dan iman Katolik.
2. Jika kita telah mengenal iman kita dengan baik, maka tidak menjadi masalah kita menerima mereka bertamu di rumah kita, namun jangan sampai kita terpengaruh jika mereka mulai membicarakan tentang iman. Jangan ragu untuk menyampaikan pandangan iman kita. Aliran-aliran yang menyimpang itu sebenarnya banyak yang relatif baru saja dibentuk. Charles Taze Russell mendirikan Saksi Yehova itu pada akhir abad ke- 19, dan mengklaim bahwa sepanjang sejarah sampai abad ke-19 Gereja sudah ‘diselewengkan’, tidak disertai Roh Kudus, dan baru diluruskan oleh Russell. Ini sama saja menuduh Allah tidak kompeten sebagai Allah; atau Yesus yang tidak menepati janji-Nya dengan membiarkan Gereja-Nya disesatkan sampai sekian lama. Hal ini bertentangan dengan Alkitab dan akal sehat. Tidak mungkin Allah, jika ia sungguh Allah, bersikap demikian. Klaim- klaim serupa ini (seperti yang diyakini oleh para pengikut tokoh lainnya seperti Martin Luther (pendiri Protestanisme, abad 16) dan Joseph Smith (pendiri Mormonisme, abad 19) ini justru mengundang pertanyaan. Sebab, mereka yang mengklaim sebagai ‘yang meluruskan’ ajaran Kristus ini, memberikan ajaran yang berbeda-beda, sehingga dari sini kita dapat merenungkan apakah klaim mereka, sebagai yang dituntun oleh Roh Kudus itu, adalah klaim yang benar.
Berlainan dengan klaim tokoh-tokoh itu, Gereja Katolik setia mempertahankan ajaran para rasul yang konsisten dari abad pertama. Apapun pengajaran yang diumumkan oleh Gereja katolik selalu mempunyai akar dari Alkitab dan pengajaran dari para Bapa Gereja yang menghubungkan kita dengan ajaran para Rasul. Ajaran ini tetap sama dan dengan setia dijaga kemurniannya oleh Magisterium Gereja Katolik. Ini berbeda dengan ajaran para tokoh itu yang baru dimulai di abad ke sekian, dan kalau diikuti terus ajarannya dapat berakhir pada bermacam interpretasi yang bertentangan dengan apa yang diajarkan di Alkitab secara keseluruhan.
Namun, ada kalanya pembicaraan dapat berkembang tidak menentu arahnya, adalah hak kita juga untuk mengatakan bahwa kita adalah anggota Gereja Katolik, dan kita sudah meyakini kebenaran dalam Gereja ini yang didirikan oleh Kristus sendiri. Janganlah terpancing emosi, namun juga janganlah undur untuk mengatakan kebenaran yang kita yakini, karena memang untuk semua itu kita dipanggil, yaitu untuk menjadi saksi Kristus and kebenaran-Nya.
3. Sama seperti bahwa kita harus menolak dosa namun harus mengasihi pendosa, maka walaupun kita menolak kepercayaan mereka yang bertentangan dengan iman kita, namun kita tidak boleh membenci mereka. Hanya saja, kita harus bijak dalam pergaulan kita, agar kita tidak terpengaruh oleh ajaran-ajaran mereka. Sebab, kita malah yang seharusnya berjuang agar dapat menjelaskan iman kita kepada mereka, terutama kepada mereka yang tadinya adalah umat Katolik yang berpindah ke komunitas itu.
Maka, saya menyerahkan pada kebijaksanaan anda untuk menyikapi persahabatan anda dengan rekan anda yang adalah anggota Saksi Yehova itu. Anda yang paling mengetahui kondisi iman anda, siapkah anda untuk membagikan iman anda kepadanya, jika kesempatan itu datang. Jika anda merasa belum siap, memang ada baiknya membatasi pergaulan anda dengannya, agar anda sendiri tidak terpengaruh. Namun jika keadaan ini malah ‘memanggil’ anda untuk menyikapinya, silakan anda menerima dia. Sebab siapa tahu, malah melalui anda, maka kenalan anda itu dapat mengenal dan menerima Kebenaran yang sesungguhnya dalam Gereja Katolik.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
SALAM KENAL
ANDA SUDAH TAHU BANYAK TENTANG SAKSI-SAKSI YEHUWA…..HAL YANG TIDAK PERLU ANDA HINDARI KARENA SAKSI-SAKSI YEHUWA TIDAK MAU MEMAKSA SESORANG MENERIMA BROSUR MEREKA …
CKUP ANDA KATAKAN KAMI TIDAK BERMINAT …MEREKA AKAN KELUAR DENGAN BAIK-BAIK
BROSUR MENARA PENGAWAL DAN SEDARLAH
adalah majalah yang mengutip suatau artikel dari Alkitrab sebagai landasan utamanya ….dan majalah tersebut untuk membuka wawasan kita akan berbagai unsur yang umum dan sering kita pelajari dan kita alami dalam kehidupan kita …namun tetap netral dan urusan politik …karena saksi -saksi yehuwa hanya percaya “KERAJAAN KRISTUS”YANG AKAN SEGERA MEMERINTAH DIATAS BUMI…
Dan yang menarik berbagai unsur yang telah membuat kita semua menderita adalah di lenyapkanya system setan dan antek-anteknya …
bukankah janji Allah adalah lebih baik daripada janji manusia yang berkematian …anjuran yang terbaiak adalah dengan membaca Alkitab dan merenungkan nya kita bisa memperoleh KEBENARAN yang datang dari Alkitab….tentang siapakah Allah ? siapakah Yesus ?siapakah Roh kudus itu? dan apa yang akan terjadi njika kita mati…apakah neraka memang ada ? semuanya di Alkitab…bukan percaya kepada janji dari saksi Yehuwanya ,tetapi apakah benar apa yang di beritakan oleh Saksi-saksi Yehuwa benar atau hanya isapan jempol belaka juga apakah hanya karangan berita bohong dari saksi Yehuwa…?waktulah yang akan menjawab….jika belum terlambat…..PELAJARI ISI ALKITAB DENGAN SEKSAMA ….ini…. kami hanya memberikan apa yang seharusnya anda pikirkan…tentang isi Alkitab……
Shalom Richard,
Agaknya perlu disadari bahwa memang ada perbedaan di antara kita dalam menyampaikan ajaran Alkitab. Anda mendasari pemahaman anda dari ajaran komunitas anda, sedangkan kami mendasari pengajaran dari Gereja Katolik yang berasal dari para rasul. Forum ini adalah untuk berdialog, namun jika anda terus memaksakan pandangan anda, atau agar kami menerima pandangan anda, itu tidak dapat kami lakukan, karena komitmen kami di situs ini, untuk menyampaikan ajaran Kristus sesuai dengan yang diteruskan oleh para penerus rasul dalam Gereja Katolik. Mohon pengertian anda untuk tidak memaksa kami untuk menyetujui pandangan anda.
Mohon maaf, ini adalah terakhir kalinya kami menanggapi komentar anda yang masuk ke situs ini.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid & Stef- katolisitas.org
para saksi Yehova,
saya berdoa buat anda semua agar bertobat dan mengakui pengakuan iman dari ajaran iman Para Rasul, bukan ajaran iman Charles T Russel. Hitung2 an kedatangan Mesias yang dilontarkan berkali kali oleh Russel dan tidak pernah digenapi oleh kenyataan adalah sudah jelas adalah kesesatan besar…. [dari katolisitas: kalimat berikutnya di hapus]
YESUS ADALAH TUHAN
baiK ALKITAB maupun ALQURAN jelas jelas mengaTakan kaLaU YESUS adaLah ROH ALLAH yang menJeLma menJadi manusia, YESUS adaLah KALAMULLAH, YESUS haRus di sembah karena YESUS adaLah ALLAH yg menJeLma menJadi Manusia…….
QS. ANNISA : 172. Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). BARANG SIAPA YANG ENGGAN DARI MENYEMBAHNYA, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
QS. Maryam :17. maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus ROH KAMI (ROH ALLAH) kepadanya (Maryam), maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
Isa Fainnahu RohuLLah wakalimatuhu = ISA (YESUS) adalah ROH ALLAH
Shalom Ananda Bagus,
Menurut Alkitab dan ajaran Gereja Katolik, Yesus adalah Putera Allah yang dikandung dari Roh Kudus oleh Bunda Maria. Sebab memang benar, atas pemberitaan Malaikat Gabriel dan ketaatan Bunda Maria, maka Roh Kudus turun atas Maria, dan ia mengandung atas kuasa Roh Kudus (lih. Luk 1:35), dan oleh karena itu, Kristus Allah Putera, yaitu Sang Firman Allah, menjelma menjadi manusia di dalam rahim Maria. Di saat itu, maka digenapilah sabda yang mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah…… Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita.” (Yoh 1:1, 14).
Dan memang setelah itu Yesus menjelma menjadi manusia, dan melakukan karya keselamatan Allah, yang memuncak dengan pengorbanan-Nya di kayu salib. Sejenak sebelum sengsara-Nya, Yesus telah menjanjikan kepada para murid-Nya akan kedatangan Roh Kudus, yang adalah Roh Kebenaran dan Roh Penghibur (lih. Yoh 15:26; 16:13).
Maka kita mengetahui bahwa Allah menyatakan Diri-Nya sebagai Satu Allah dalam Tiga Pribadi, yaitu Allah Bapa (Pencipta), Allah Putera (Sang Firman), dan Allah Roh Kudus (Roh Kasih, Roh Kebenaran dan Roh Penghibur). Selanjutnya tentang Allah Trinitas, dapat dibaca di sini, silakan klik.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
jadi kalo yesus itu tuhan mengapa dia berdo kepada bapanya???????
apa bapanya dirinya sendiri juga???????
berfikir secara logika ajalah!!
Shalom Stephany,
Terima kasih atas komentarnya. Untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan, silakan membaca beberapa artikel Kristologi sebagai berikut:
Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia.
Dan untuk mengetahui mengapa Yesus berdoa, silakan untuk melihat jawaban ini (silakan klik). Kalau setelah membaca beberapa artikel dan jawaban tersebut, anda masih mempunyai pertanyaan atau keberatan yang lain, silakan untuk menuliskannya kembali. Semoga anda dapat melihat bahwa jawaban yang diberikan tidaklah bertentangan dengan logika.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
salam pak Stefanus …
Sebaiknya jawaban yang anda berikan harus dari Alkitab bukanya buku-buku karangan orang yang berpemahamam keras akan trinitas yang jelas-jelas bukanya berasal dari Alkitab….
“BUKANKAH YESUS SELALU BERDOA BAIK DIDEPAN MURID-MURIDNYA ATAUPUN MENYENDIRI SEPERTI YANG DIKATAKAN ALKITAB IA MENYENDIRI UNTUK BERDOA KEPADA BAPAKNYA …UNTUK MENGUATKAN DIRINYA….
BUKANKAH BAPAKNYA MENJAWAB DALAM KITAB YOHANES BETAPA BESAR KASIH ALAAH AKAN DUNIA INI ,HINGGA DIKARUNIAKAN ANAKNYA YANG TUNGGAL…
DAN DALAM YOHANES 1….YESUS ADALAH AWAL DARI PENCIPTAAN ALLAH ,DAN DITEGASKAN DALAM KITA YESAYA .
DALAM YOHANES 20:12 YESUS MENGATAKAN IA PERGI KE BAPAKNYA ,BAPAK KITA SEMUA …
BAPAK KITA ,BERARTI PENJELASAN ALKITAB MENGACU KEPADA YEHUWA…ALLAH KITA SEMUA…
SAYANG NYA DALAM DEKRET KEUSKUPAN 2008 MENGATAKAN UNTUK TIDAK LAGI MENGGUNAKAN YEHUWA DALAM IBADAT….KALAU DI PIKIR DAN DIRENUNGI BERTAPA YESUS SEDIH MELIHAT KITA MENYEMBUNYIKAN PENCIPTA KITA DARI IBADAT KITA…..PEACE….Salam “bahan perenungan kita…”
Shalom Richard,
Terima kasih atas tanggapannya. Pada waktu saya mengatakan memberikan artikel-artikel tersebut, maka itu bukanlah artikel-artikel yang ditulis oleh orang lain, namun artikel yang kami tulis sendiri. Secara prinsip anda ingin membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan. Oleh karena itu, saya memberikan link-link kristologi, yang membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan. Di artikel-artikel tersebut, terdapat begitu banyak kutipan Alkitab. Cobalah membacanya dan kemudian anda dapat memberikan tanggapan lebih lanjut. Tentang mengapa Yesus berdoa, silakan melihat link ini – silakan klik, yang intinya, karena Yesus ingin memberikan teladan kepada manusia dan juga dilakukan karena Yesus juga sungguh manusia. Tentang Yoh 1, anda dapat mengikuti diskusi ini – silakan klik, yang juga membuktikan bahwa Firman yang bersama-sama dengan Allah adalah Allah. Tentang Yesus pergi kepada Bapa – mungkin maksudnya adalah Yoh 14:12 dan bukan Yoh 20:12 – maka kita harus melihat ayat sebelumnya yang mengatakan “Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;” (Yoh 14:10-11a). Kita melihat pengulangan dari Yoh 1:1, yaitu Firman (yang adalah Yesus) bersama-sama dengan Allah dan Firman itu pada saat yang bersamaan adalah Allah. Kalau demikian, mengapa Yesus mengatakan pergi kepada Bapa? Kalau kita melihat konteksnya, maka perkataan tersebut dikatakan oleh Yesus sebelum Dia mengalami penderitaan. Dengan demikian, Yesus ingin mengatakan bahwa dengan penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya, maka Dia akan bersatu dengan Allah Bapa dalam kemuliaan-Nya. Jadi, sekali lagi, saya menghimbau agar anda dapat membaca beberapa link yang telah diberikan, sehingga minimal anda dapat melihat alasan, mengapa umat Kristen percaya bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Semoga dapat diterima.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org
@sdri Stephany:Yesus bukan Tuhan?
hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa manusia:
Luk 5:21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
Mi 7:18 Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?
Mrk 2:7 “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
2taw 6:25 maka Engkaupun kiranya mendengar dari sorga dan mengampuni dosa umat-Mu Israel dan mengembalikan mereka ke tanah yang telah Kauberikan kepada mereka dan nenek moyang mereka.
2taw 6:27 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga dan mengampuni dosa hamba-hamba-Mu, umat-Mu Israel, ?karena Engkaulah yang menunjukkan kepada mereka jalan yang baik yang harus mereka jalani?dan Engkau kiranya memberikan hujan kepada tanah-Mu yang telah Kauberikan kepada umat-Mu menjadi milik pusaka.
2taw 7:14 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.
Tapi apa yang dikatakan oleh Yesus?
Luk 5:20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.”
Luk 5:23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?
Mat 9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”
Mrk 2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni
Luk 7:48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
Apakah sdri sekarang ini bertindak dan berpikir seperti ahli ahli Taurat dan orang orang Farisi yang bersungut-sungut dlm Luk 5:21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”.
sedangkan Kitab Suci telah memberikan dengan jelas bahwa hanya Allah yang bisa mengampuni dosa dan itu digenapi dengan perkataan2 Yesus?
Ahli ahli Taurat dan orang2 Farisi itulah yang membuat Yesus mati disalib. Apakah dengan statement sdri, saudari mau menyalibkan Yesus untuk yang kedua kalinya lagi? Masihkah sdri meragukan Yesus adalah Tuhan yang datang memberikan pengampunan dosa yang sekaligus menunjukkan bahwa Ia adalah Tuhan yang bisa mengampuni dosa?Maukah dosa saudari diampuni? Datanglah kepada Yesus dan akuilah Dia sebagai Tuhan
bro..
Penekananya keras sekali kepada saudari itu, anda ingin buat dia bertobat? Apakah anda merasa bahwa anda tidak punya dosa, sehingga menyuruh orang lain bertobat?
Yesus memang bukan Tuhan…
mau apa lagi??
Mrk. 10:17, 18
saya menggunakan 1 ayat saja, gak usah banyak-banyak. tapi tolong baca ayat ini dengan kerendahan hati dan coba kosongkan pikiran anda dari hal-hal lain dan merenunglah, untuk 1 ayat ini saja.
[dari katolisitas: silakan melihat beberapa artikel tentang Kristologi ini, yang membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan:
Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia, karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia.]
@senyum:
bro…bukannya memberikan penekanan keras kpd sdri Stephany tetapi memberitakan kebenaran yang dari dulu sampai sekarang tetap kekal yaitu bahwa YESUS ADALAH TUHAN, beribu ribu orang telah menjadi martir, mati kudus, hidup dalam pengasingan, hidup dikejar kejar, dirajam, dimakan binatang buas dll… mempertahankan imannya akan YESUS ADALAH TUHAN. Dari kekal sampai kekal YESUS ADALAH TUHAN dan tidak ada seorangpun yang bisa mengubah ini termasuk para saksi Yehuwa. [edit]
Akan tiba saatnya gandum akan dipisahkan dari ilalang dan saat itulah kamu akan mengetahui bahwa Yesus adalah Tuhan, namun sayang..waktu itu sudah terlambat….
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita.
Matius 1:22-23
SIAPAKAH YANG DIMAKSUD IMANUEL DI AYAT INI?
Shalom Kusno,
Terima kasih atas pertanyaannya tentang Mt 1:23, yang mengatakan "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" –yang berarti: Allah menyertai kita. " Ayat ini adalah merupakan pemenuhan dari nubuat nabi Yesaya yang mengatakan "Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. " (Yes 7:14). Kalau kita merenungkan hal ini, sebenarnya ini adalah sesuatu yang mengagumkan, karena kedatangan Sang Imanuel, atau Yesus Kristus telah diberitakan terlebih dahulu 7 abad sebelumnya. Dan nubuat ini juga diberitakan kembali oleh Mikha (lih. Mik 5:3-5). Semoga dapat membantu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Dear katolisitas, thanks berat… Tuhan memberkati setiap karya dan usaha kita. amin.
Saya tertarik tulisan tentang Saksi Yehova, memang mereka disebarkan keploksok-ploksok untuk menebarkan jala dan ingin memberikan berita gembira, tetapi konyolnya mereka sangat angkuh, seakan-akan merekalah yang paling tahu akhir dunia, tentang dunia akhirat dll.
Saya koq rada heran dengan saksi Yehova, apakah mereka merupakan agen Protocol of zions ? Karena melihat mereka mempropagandakan tentang agam, dengan maksud mengadu domba antara agama yang satu dengan yang lain
Terima kasih semoga Saksi Yehova Indonesia sadar akan hal ini, harapan mereka kembali ke agama yang benar sesuai dengan Alkitabiah
katanya freethnker tapi thinker yg lain ga prnah dimuat postingannya…yg sejalan baru dimuat postingannya, kalo gt bukan freethinker dong….
Shalom Uh Takut,
Terima kasih atas komentarnya. Saya terus terang tidak tahu apa yang ingin didiskusikan oleh Uh Takut (anda). Kalau anda melihat arsip tanya jawab, yang dapat dilihat disini (silakan klik), maka anda dapat melihat bahwa ada begitu banyak tanya-jawab yang membahas begitu banyak hal, termasuk banyak pesan dan diskusi yang mempunyai perbedaan pendapat dengan katolisitas.org. Alasan, mengapa ada beberapa pesan yang tidak ditampilkan adalah kalau kami melihat bahwa 1) orang tersebut tidak mempunyai niatan berdiskusi, 2) diskusi yang telah berkepanjangan dan tidak ada point baru apapun, sehingga hanya berputar-putar saja, 3) menggunakan bahasa yang kasar. Namun, hal-hal di atas adalah sangat jarang. Kalau anda telah memberikan pesan, namun belum ditampilkan, hal tersebut disebabkan begitu banyak pesan yang masuk. Jadi, mohon kesabarannya untuk menunggu, dan saya akan menjawabnya. Saya tidak tahu, anda telah memasukkan pesan dengan nama apa sebelumnya. Anda juga dapat melihat beberapa arsip tanya jawab di bagian apologetik non-Kristen berikut ini:
Mengapa ada bermacam agama, Adam & Hawa berdosa dan alam semesta diciptakan, ttg. tulisan Anthony de Mello? – Oct 4, 2009
Tanggapan tentang fakta negatif yang terjadi di Gereja Katolik – Sep 30, 2009
Komentar tentang film Maria Magdalena – Sep 28, 2009
Apakah ada kontradiksi antara kisah penciptaan di Kitab Kejadian 1 dan 2? – Sep 18, 2009
Mengapa Yesus disunat, kita tidak? – Sep 15, 2009
Ciuman Maria Magdalena, dan pohon cemara, apa artinya? – Sep 13, 2009
Tentang ajaran sesat Arianism – Sep 3, 2009
Apakah Injil dipalsukan Paulus? – Jul 22, 2009
Tahun berapakah Yesus lahir? – Jun 29, 2009
Bangsa Israel kejam? – Jun 23, 2009
Yesus Bangkit pada Hari Ke-tiga? – Jun 23, 2009
Apakah Yesus menikah? – May 26, 2009
Baptis selam, baptis anak, baptis ulang – Apr 21, 2009
Mengapa Tuhan tidak membuat mukjijat saat ini? – Mar 26, 2009
Apakah tujuan penciptaan? – Mar 25, 2009
Tuhan tidak ada karena banyak kejahatan – Mar 24, 2009
Keberadaan Tuhan dan kehendak bebas – Mar 23, 2009
Dosa apakah yang ditebus oleh Yesus di kayu salib? – Feb 24, 2009
Yesus bukan Tuhan dan Yesus hanya di utus ke Israel? – Feb 16, 2009
Kalau Yesus Tuhan, mengapa Dia marah? – Feb 9, 2009
Tentang sebutan Tuhan, Allah dan Yahweh, samakah? – Jan 19, 2009
Beberapa keberatan dari Alkitab akan ke-Tuhanan Yesus Kristus – Jan 14, 2009
Beberapa pertanyaan tentang kredibilitas Alkitab – Jan 13, 2009
Tidak ada keselamatan kecuali melalui Yesus – Jan 5, 2009
Inkarnasi dan membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan – Dec 29, 2008
Bapa lebih besar daripada Aku (Yoh 14:28) – Dec 7, 2008
Agama berdasarkan wahyu: Yahudi, Islam, dan Kristen – Dec 1, 2008
Semua agama tidak murni dan percuma saja – Nov 25, 2008
Tahukah Yesus akan hari kiamat? – Nov 24, 2008
Apakah Tuhan sama dengan Allah? – Nov 22, 2008
Apakah Galileo Galilei dibunuh Gereja Katolik? – Nov 4, 2008
Big bang dan manusia adalah percikan Allah? – Oct 29, 2008
Yesus mengajarkan kekerasan (Mt 10:34) – Sep 29, 2008
Apakah Yesus mempunyai istri? – Sep 27, 2008
9 pertanyaan kekristenan – Sep 25, 2008
3 pertanyaan kekristenan – Sep 18, 2008
Darimanakah asalnya perayaan hari Natal? – Aug 25, 2008
Setelah membaca beberapa tanya jawab di atas, dan anda masih ada pertanyaan atau keberatan yang lain, silakan untuk menyampaikannya kepada kami.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Sesudah diskusi ramah dengan para “korban” saksi Jehowah, saya akan konfrontasi langsung:
Maukah anda __percaya__ sama Yesus yang __bukan__ Allah ???
Sanggupkah __darah__ Yesus yang __bukan__ Allah menghapus dosa manusia ???
Kalau memang dia tetap mau, yakinkan saja, bahwa dia tidak selamat!
Karena hanya dengan __darah__ anak domba Allah! manusia bisa diselamatkan dari dosa.
Yesus Kristus Tuhan dan Allah kita memberkati kita semuanya.
Salam,
Soewono
yesus itu merupakan ciptaan allah yg pertama dan dia di beri kan kuasa yang luar biasa juga,
ya pastilah dia sanggup menebus kita????pasti anda sanggup menebs orang2.
Shalom Stephany,
Terima kasih atas komentarnya. Untuk mengatakan bahwa Yesus hanyalah sekedar ciptaan Allah adalah bertentangan dengan iman Katolik. Dan dalam beberapa artikel saya telah mencoba untuk membuktikan bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Pertanyaan tentang mengapa hanya Yesus yang dapat menebus manusia, dapat dilihat di artikel kesempurnaan rancangan keselamatan Allah (silakan klik). Komentar anda yang mengatakan “pasti anda sanggup menebus orang-orang“, tidak jelas maksudnya, sehingga tidak dapat saya tanggapi. Saya tidak tahu apa maksud kata “anda” di kalimat tersebut. Semoga artikel tersebut dapat menjawab keberatan Stephany.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
saya umat katolik, saya tidak lah ahli dalam teologi, tetapi saya sangat berterima kasih untuk semua artikel di katolisitas.org
[ diedit.....]
Tuhan memberkati
Yang perlu dipertanyakan di sini adalah, bagaimana mereka memperhitungkan jemaat perdana yang meninggal karena mempertahankan iman mereka dan menjadi martir, seperti pada jaman pemerintahan Nero (begitu banyak jumlah martir), Diocletian (20,000 martir), Shapur II (1,200 martir), Henry VIII (72,000), NAZI, POLANDIA (3,000)????, Tokugawa Leyasu di Jepang (37,000), dan masih begitu banyak daftar martir-martir yang meninggal karena mempertahankan iman kekristenan mereka, bukan hanya ribuan,
NAZI? HITLER? BUKANKAH DIA PENGIKUT KATOLIK?
Shalom Kusno,
Terima kasih atas komentarnya. Beberapa link berikut ini dapat membantu untuk mendapatkan beberapa data tentang jumlah martir: silakan klik, silakan klik, Diocletian (silakan klik). Kalaupun jumlah martyr, tidak sebanyak yang disebutkan di dalam link-link tersebut, namun, saya yakin bahwa ada begitu banyak martir, santa-santo dalam sejarah kekristenan berjumlah lebih dari 144,000 sebelum tahun 1872 (tahun berdirinya Saksi Yehuwa). Oleh karena itu, pengajaran dari Saksi Yehuwa yang menyatakan bahwa hanya 144,000 yang masuk di Sorga mulai dari para rasul, dapat berakibat bahwa tidak ada satu anggota Saksi Yehuwa yang masuk dalam kawanan 144,000.
Kemudian untuk Hitler, beberapa buku menyebutkan bahwa dia adalah seorang Katolik. Namun, tidak ada yang dapat membantah bahwa dia bukanlah seorang yang mempraktekkan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Bahkan dalam beberapa tulisannya, dia begitu membenci kekristenan. Site ini (silakan klik) mengutip beberapa perkataan dari Hitler, seperti yang tertulis di dalam buku "Hitler’s Table Talk" (Weidenfeld and Nicolson, London, 1953).
Night of 11th-12th July, 1941: National Socialism and religion cannot exist together…. The heaviest blow that ever struck humanity was the coming of Christianity. Bolshevism is Christianity’s illegitimate child. Both are inventions of the Jew. The deliberate lie in the matter of religion was introduced into the world by Christianity…. Let it not be said that Christianity brought man the life of the soul, for that evolution was in the natural order of things. (p 6 & 7)
10th October, 1941, midday: Christianity is a rebellion against natural law, a protest against nature. Taken to its logical extreme, Christianity would mean the systematic cultivation of the human failure. (p 43)
14th October, 1941, midday: The best thing is to let Christianity die a natural death…. When understanding of the universe has become widespread… Christian doctrine will be convicted of absurdity…. Christianity has reached the peak of absurdity…. And that’s why someday its structure will collapse…. …the only way to get rid of Christianity is to allow it to die little by little…. Christianity [is] the liar…. We’ll see to it that the Churches cannot spread abroad teachings in conflict with the interests of the State. (p 49-52)
19th October, 1941, night: The reason why the ancient world was so pure, light and serene was that it knew nothing of the two great scourges: the pox and Christianity.
21st October, 1941, midday: Originally, Christianity was merely an incarnation of Bolshevism, the destroyer…. The decisive falsification of Jesus’ doctrine was the work of St. Paul. He gave himself to this work… for the purposes of personal exploitation…. Didn’t the world see, carried on right into the Middle Ages, the same old system of martyrs, tortures, faggots? Of old, it was in the name of Christianity. Today, it’s in the name of Bolshevism. Yesterday the instigator was Saul: the instigator today, Mardochai. Saul was changed into St. Paul, and Mardochai into Karl Marx. By exterminating this pest, we shall do humanity a service of which our soldiers can have no idea. (p 63-65)
13th December, 1941, midnight: Christianity is an invention of sick brains: one could imagine nothing more senseless, nor any more indecent way of turning the idea of the Godhead into a mockery…. [here he insults people who believe transubstantiation] …. When all is said, we have no reason to wish that the Italians and Spaniards should free themselves from the drug of Christianity. Let’s be the only people who are immunised against the disease. (p 118 & 119)
14th December, 1941, midday: Kerrl, with noblest of intentions, wanted to attempt a synthesis between National Socialism and Christianity. I don’t believe the thing’s possible, and I see the obstacle in Christianity itself…. Pure Christianity– the Christianity of the catacombs– is concerned with translating Christian doctrine into facts. It leads quite simply to the annihilation of mankind. It is merely whole-hearted Bolshevism, under a tinsel of metaphysics. (p 119 & 120)
9th April, 1942, dinner: There is something very unhealthy about Christianity (p 339)
27th February, 1942, midday: It would always be disagreeable for me to go down to posterity as a man who made concessions in this field. I realize that man, in his imperfection, can commit innumerable errors– but to devote myself deliberately to errors, that is something I cannot do. I shall never come personally to terms with the Christian lie. Our epoch Uin the next 200 years will certainly see the end of the disease of Christianity…. My regret will have been that I couldn’t… behold its demise." (p 278)
Semoga keterangan di atas dapat membantu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Ok TERIMA KASIH ATAS ARGUMEN Bpk STEFANUS diatas, lalu bagaimana dengan foto foto ini?
silahkan Cek link dibawah ini:
HITLER BERAGAMA CHATOLIC ROMA
http://img.199.imageshack.us/img199/9797/hitler11b.jpg
http://img.195.imageshack.us/img195/4313/nazicoin02b.jpg
http://img.195.imageshack.us/img195/9700/hitler01b.jpg
http://img.33.imageshack.us/img33/7536/hitler02b.jpg
http://img.33.imageshack.us/img33/3346/hitler03b.jpg
http://img.39.imageshack.us/img39/9872/hitler09b.jpg
http://img.39.imageshack.us/img39/6362/hitler12b.jpg
http://img.103.imageshack.us/img103/2159/hitler13b.jpg
http://img.115.imageshack.us/img115/7375/hitler14b.jpg
http://img.39.imageshack.us/img39/297/hitler04b.jpg
http://img.102.imageshack.us/img102/1831/hitler05b.jpg
http://img.102.imageshack.us/img102/6583/hitler06b.jpg
ALSO SEE ON YOUTUBE:
http://www.youtube.com/watch?v=Im67xkdPTJc&feature=player_embedded
Tahta Suci diketahui terlibat dalam pendeportasian 528 misionaris Protestan dari penjara, oleh orang-orang Jepang, di Kepulauan Pasifik dan diasingkan ke kamp-kamp konsentrasi di Filipina. Cukup banyak bukti yang menyatakan keterlibatan Gereja Roma dalam hal-hal yang dilakukan Oustachi, Nazi, pemusnahan kaum Ortodoks dan bangsa Yahudi. BELUM LAGI INKUISISI, PERANG SALIB, dll..Gereja Katolik Roma tidak pernah mengakui bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama. Gereja Katolik harus bertanggung jawab karena telah menghabisi nyawa ratusan juta manusia sejak awal berdirinya agama mereka.
Maaf bukan maksud saya untuk menghujat katolik, hanya saja banyak fakta yang menjelaskannya.
MOHON TANGGAPAN DARI BAPAK STEFANUS.
TERIMA KASIH.
Shalom Kusno,
Terima kasih atas tangapannya. Dalam argumentasi yang saya ajukan, saya tidak mencoba untuk mempertahankan bahwa Hitler bukanlah seorang Katolik, namun apapun agamanya, yang jelas dia bukanlah seseorang yang mempraktekkan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Bahkan, dari tulisan-tulisannya, dia mempunyai kebencian yang mendalam terhadap kekristenan secara umum. Kusno mengajukan begitu banyak isu-isu yang menurut Kusno Gereja Katolik harus bertanggung-jawab. Saya menganjurkan untuk membahas satu isu saja, yaitu tentang Pius XII dan hubungannya dengan Nazi, sehingga Kusno dapat secara lebih dalam mencari data-data tentang hal ini.
Ada begitu banyak orang yang mempunyai sikap bahwa Gereja Katolik tidak berbuat banyak untuk membantu orang-orang Yahudi dari pembunuhan massal. Kalau mau, silakan Kusno memberikan data berapa banyak seluruh organisasi, pemerintahan pada waktu itu yang menyelamatkan orang-orang Yahudi dan berapa banyak orang-orang Yahudi yang diselamatkan. Gary Krupp seorang Yahudi yang tumbuh sebagai orang yang membenci Pius XII menjadi orang yang membela Pius XII. Dia mengatakan bahwa Gereja Katolik telah menyelamatkan lebih banyak orang-orang Yahudi dibandingkan apa yang dilakukan oleh seluruh kepala negara dan kepala keagamaan. Pinchas Lapide, seorang sejarahwan bangsa Yahui mengatakan bahwa Pius XII berperan dalam menyelamatkan 700,000 – 860,000 orang-orang Yahudi dari kekejaman Nazi.
Tentang Inquisisi, silakan melihat diskusi di sini (silakan klik), dimana saya menuliskan:
a) Ada baiknya anda melihat dalam sejarah sekali lagi tentang inquisition, mulai dari pengaruh dari Albigensian / Cathars, yang mengajarkan dualism – mendasarkan ajarannya pada Manichees, yang mengatakan bahwa material adalah jahat, menolak Inkarnasi, dll. Dan ini berpengaruh juga pada masyarakat, karena paham ini menolak perkawinan legal dan menerima konsep bunuh diri. Jadi tugas dari Inquisition adalah untuk mempertahankan iman yang murni, dan memberikan hukuman eks-komunikasi pada orang-orang yang tidak mau bertobat. Setelah itu, mereka yang tidak mau bertobat diserahkan kepada pemerintah. Namun, memang ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh oknum-oknum di dalam inquisition. Mari kita melihat apa yang terjadi dalam inkuisisi yang dilakukan oleh Gereja dan yang dilakukan oleh pemerintah sekular pada abad 13-14, dan jumlah korban umat manusia di abad- abad berikutnya.
Sebagai contohnya, di Touluose, dari 1308-1323 hanya 42 orang dari 930 yang diadili dinyatakan sebagai "umpenitent heretics" dan diserahkan kepada pihak pemerintah sekular.
Spanish Inquisition, dalam 30 tahun pemerintahan ratu Isabel, ada sekitar 100,000 orang yang dikirim ke inkuisisi, dan 80,000 dinyatakan tidak bersalah. 15,000 dinyatakan bersalah, namun setelah mereka menyatakan iman secara publik, maka mereka dibebaskan kembali. Hanya ada sekitar 2,000 orang yang meninggal karena keputusan inkuisisi sepanjang pemerintahan Ratu Isabella, dan 3000 orang kemudian dari tahun 1550 – 1800. Sedangkan, sebagai perbandingan, hanya dalam waktu 20 hari, Revolusi Perancis (1794), yang dimotori oleh gerakan "Enlightenment", meng-eksekusi pria dan wanita sebanyak 16,000- 40,000. Jumlah korban ini, jauh lebih banyak daripada korban inkuisisi dalam 30 tahun pemerintahan Ratu Isabella.
Menurut Raphael Molisend, seorang sejarahwan Protestan, Henry VIII membunuh 72,000 umat Katolik. Orang yang meninggal selama beberapa tahun pada masa pemerintahan Henry VIII dan anaknya Elizabeth I, jauh melebihi apa yang terjadi pada inkuisisi di Spanyol dan Roma selama 3 abad. (Bandingkan dengan Perang Dunia I dan II, yang membunuh 50 juta orang. 40 juta orang meninggal dalam masa pemerintahan Stalin di Rusia. 80 juta orang meninggal di Cina karena revolusi komunis dan 2 juta di Kamboja).
Tentu saja ada kesalahan yang dilakukan oleh sebagian putera/i Gereja yang tidak menerapkan hukum kasih selama dalam proses inkuisisi ini. Inilah sebabnya Paus Yohanes Paulus II meminta maaf, menjelang perayaan tahun Yubelium 2000. Di satu sisi, kita seharusnya melihat keberanian dari Gereja Katolik untuk mengakui kesalahan ini dan dengan berani meminta maaf. Silakan membandingkan dengan agama atau gereja lain, apakah ada yang pernah melakukan hal yang sama, untuk meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh putera dan puteri mereka di masa yang lalu?
b) Kalau kita mau jujur meneliti, kesalahan di dalam pelaksanaan dalam memberitakan kepercayaan agama, dilakukan hampir oleh seluruh agama, dan tentu saja di pemerintahan sekuler. Di semua agama, ada oknum yang baik dan ada oknum yang tidak baik. Inilah yang menjadi tantangan bagi seluruh umat beragama, untuk dapat menerapkan apa yang diajarkan oleh agamanya dalam menerapkan kasih.
Dan kepada siapakah Gereja Katolik harus meminta pertanggung-jawaban akan putera-puteri Gereja yang telah dibunuh, disiksa, dan diperlakukan secara tidak adil? Semoga kita dapat melihat isu-isu yang diajukan dengan lebih seimbang.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
kesimpulan yg ini lebih parah lagi,
Ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah kebangkitan-Nya, Thomas, Rasul yang awalnya tidak percaya menyaksikan sendiri bahwa Yesus sungguh hidup dan ia berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku”. Mendengar hal ini, Yesus tidak menyanggahnya (ini menunjukkan bahwa Ia sungguh Allah), melainkan Ia menegaskan pernyataan ini dengan seruanNya agar kita percaya kepadaNya meskipun kita tidak melihat Dia (Yoh 20: 28-29).
padahal Yesus jelas2 menegaskan bahwa kita harus percaya kepada Dia/Allah walau kita tidak melihatNya. itu berarti bahwa Yesus menyuruh Thomas percaya kepada Dia/Allah yg tidak terlihat. sedangkan kala itu Thomas sedang melihat Yesus. JAdi kalimat “Ya Tuhanku dan Allahku” apakah menunjuk kepada Yesus atau kepada Allah yg tidak terlihat???
Shalom The Master,
Terima kasih atas komentarnya. Mungkin dalam hal ini, The Master telah salah menangkap akan kesimpulan yang saya berikan. Saya menuliskan di point 15 dalam artikel ini (silakan klik): “Ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah kebangkitan-Nya, Thomas, Rasul yang awalnya tidak percaya menyaksikan sendiri bahwa Yesus sungguh hidup dan ia berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku”. Mendengar hal ini, Yesus tidak menyanggahnya (ini menunjukkan bahwa Ia sungguh Allah), melainkan Ia menegaskan pernyataan ini dengan seruanNya agar kita percaya kepadaNya meskipun kita tidak melihat Dia (Yoh 20: 28-29).“
a) Point yang saya ingin sampaikan adalah sebagai berikut: kalau The Master percaya bahwa Yesus adalah seorang nabi dan tidak mungkin menyesatkan umat-Nya, maka pertanyaannya adalah mengapa Yesus tidak menolak ketika Thomas mengatakan “Ya Tuhanku dan Allahku“? Bukankah dengan demikian, maka Yesus menerima penyembahan dan pernyataan yang dilakukan oleh Thomas? Kalau Yesus bukan Tuhan, seharusnya Dia menolak dan mengatakan, “Saya bukan Tuhan, oleh karena itu, janganlah memanggil Saya dengan Tuhan dan Allah.” Tanpa penolakan itu, maka kita harus memilih dari dua kesimpulan berikut ini:
1) Yesus bukanlah Tuhan. Karena Dia tidak menolak ketika Tomas menyebut Dia Tuhan dan Allah, maka Yesus dapat dikatakan sebagai seorang pembohong, dan oleh karena itu, Dia tidak dapat dikatakan sebagai seorang nabi, yang seharusnya mewartakan kebenaran. Lebih tragis lagi, kalau seseorang seseorang sebenarnya bukan Tuhan, namun mengaku Tuhan, maka dia adalah seorang yang menyesatkan.
2) Yesus adalah Tuhan, sehingga apa yang dikatakan Tomas adalah benar, dan oleh karena itu, Yesus menerimanya dan tidak memberikan koreksi apapun. Dan karena begitu banyak bukti-bukti yang lain, yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Tuhan, seperti: kedatangan Yesus telah dinubuatkan sebelumnya, membuat begitu banyak mukjijat (termasuk membangkitkan orang mati), mengampuni dosa manusia, dll., maka umat Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.
Menurut The Master, pilihan manakah yang benar? dan apakah alasannya?
b) Kemudian pada waktu saya mengatakan “…melainkan Ia menegaskan pernyataan ini dengan seruanNya agar kita percaya kepadaNya meskipun kita tidak melihat Dia (Yoh 20: 28-29)“, The Master harus melihat konteks dari ayat tersebut. Sebelumnya, Yesus telah menampakkan diri kepada para murid, namun Tomas tidak ada. Dan pada waktu para murid menceritakan kepada Thomas bahwa Yesus telah menampakkan diri, maka Tomas mengatakan “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” (Yoh 20:25). Oleh karena itu, pada waktu Yesus menampakkan diri lagi, Yesus berkata kepada Tomas “27 Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” 28 Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” 29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 25:27-29).
Kalau kita mengerti cerita di atas, maka The Master tidak akan membuat kesimpulan seperti ini “kesimpulan yg ini lebih parah lagi, ….. padahal Yesus jelas2 menegaskan bahwa kita harus percaya kepada Dia/Allah walau kita tidak melihatNya. itu berarti bahwa Yesus menyuruh Thomas percaya kepada Dia/Allah yg tidak terlihat. sedangkan kala itu Thomas sedang melihat Yesus. JAdi kalimat “Ya Tuhanku dan Allahku” apakah menunjuk kepada Yesus atau kepada Allah yg tidak terlihat???“
Yang benar adalah, Tomas seharusnya percaya kepada Yesus, walaupun Tomas tidak melihat Yesus, karena dalam beberapa pengajaran-Nya Yesus telah menyatakan kebangkitan-Nya. Dan hal ini dipertegas oleh kesaksian dari beberapa perempuan dan juga para murid. Dan selanjut-Nya ini adalah pesan bagi seluruh umat beriman, bahwa kita harus percaya akan Yesus yang menderita, wafat, bangkit dan naik ke Sorga. Kita percaya hal tesrebut, karena itulah yang diwahyukan oleh Allah. Percaya akan Saksi, yang adalah Tuhan sendiri, membuat umat Kristen tidak pernah meragukan hal ini, karena Allah tidak mungkin berbohong.
Semoga uraian ini dapat memperjelas.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
saya mau tanya, kok keAllahan Yesus yg saya baca dari artikel diatas cuma berdasarkan kesimpulan penulis?? ada ngga ayat berisi pernyataan Yesus, bahwa “Aku/Yesus adalah Allah dan sembahlah Aku karena Aku adalah Allah yg bereinkarnasi menjadi Allah”. sebelumnya saya minta maaf
Shalom The Master,
Terima kasih atas komentarnya tentang ke-Allahan Yesus. Memang untuk umat Non-Kristen sulit untuk menerima bahwa Yesus yang sungguh Allah dapat menjadi sungguh manusia. Untuk membuktikan hal ini, saya mengusulkan agar The Master dapat membaca beberapa artikel tentang Kristologi di bawah ini:
Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia.
Kalau masih ada yang kurang jelas dari artikel tersebut, The Master juga dapat membaca beberapa arsip tanya jawab (silakan klik) di bagian apologetik non-Kristen.
Pertanyaan dari The Master “ada ngga ayat berisi pernyataan Yesus, bahwa “Aku/Yesus adalah Allah dan sembahlah Aku karena Aku adalah Allah yg bereinkarnasi menjadi Allah”, telah saya jawab dalam tanya-jawab sebelumnya di sini (silakan klik), dimana saya mengatakan:
1) Ini adalah contoh bagaimana seseorang ingin memaksakan bahwa Bill Gates kaya hanya kalau dia pernah mengatakan bahwa dia kaya. Ini merupakan suatu argumen yang menurut saya kurang masuk diakal. Dengan mudah sekali orang berkata, bahwa saya adalah yang paling pintar di kelas, namun belum tentu dia benar-benar paling pintar di kelas. Namun kalau dia dapat membuktikan bahwa dia benar-benar mendapatkan nilai A dalam setiap ujian, dan nilainya paling tinggi di kelas itu, maka tanpa dia pernah mengucapkan bahwa dia paling pintar, orang akan mengakui bahwa dia paling pintar di kelas.
Silakan membaca ilustrasi yang telah saya berikan:
“Tunjukkan kepada saya, bahwa Bill Gates adalah orang kaya. Kalau dia tidak pernah mengatakan bahwa dia orang kaya, saya tidak akan percaya bahwa dia orang kaya.” Pernyataan seperti ini tidak mendasar, karena kita dapat melihat buktinya bahwa Bill Gates mempunyai uang 58 milyar US$, yang kurang lebih sekitar 60% dari budget negara Indonesia tahun 2008. Organisasi amalnya mempunyai uang sekitar 32% dari total budget negara indonesia selama satu tahun. Kalau kita tetap bersikeras bahwa Bill Gates tidak kaya, karena Bill Gates tidak pernah mengatakan bahwa dia kaya walaupun bukti-bukti di atas sudah menunjukkan bahwa Bill Gates orang yang sangat kaya, rasanya keberatan seperti itu kurang dapat dipertanggungjawabkan.
Atau contoh yang lain, seorang anak mengatakan “saya tidak percaya bahwa orang tua saya mencintai saya, karena mereka tidak pernah mengatakan bahwa mereka mencintai saya.” Namun orang tua dari anak itu, sebenarnya begitu memperhatikan, berlaku lemah lembut, selalu ada di samping anak itu kalau anak itu mengalami kesulitan, mencukupi semua kebutuhan anak itu, meluangkan waktu untuk bercanda, bercerita, dll.
Contoh yang mungkin lebih gamblang adalah seseorang yang bertanya kepada seorang suami dan mengatakan “Saya tidak akan percaya bahwa istri kamu adalah seorang wanita, karena dia tidak pernah mengatakan bahwa dia seorang wanita.” Tentu saja sang suami tidak terpengaruh, karena sang suami tahu persis bahwa istrinya adalah seorang wanita, karena istrinya telah melahirkan beberapa anak, dll.
2) Inilah yang dilakukan Yesus, tanpa Dia berkata “Akulah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja,” orang percaya kepada-Nya bahwa Dia Tuhan. Kenapa? Karena para nabi di Perjanjian Lama telah memberitakannya melalui ratusan nubuat. Kalau memang Tuhan tidak datang ke dunia ini, kenapa para nabi memberikan ratusan nubuat? Dan nubuat ini dipenuhi secara persis dalam diri Yesus. Tentang hal ini dapat dibaca di artikel ini. Tidak ada tokoh-tokoh agama lain yang kedatangannya diberitakan sebelumnya dengan ratusan nubuat.
3) Dan, di dalam kehidupannya, Yesus dalam beberapa kesempatan menyatakan ke-Allahan-Nya, baik dengan perkataan maupun dari mukjijat yang Dia lakukan. Tentang hal ini, dapat dibaca di artikel ini.
4) Jadi dapat disimpulkan bahwa Yesus tidak mengatakan bahwa “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja,” namun dia menyatakannya dalam kesempatan yang berbeda-beda dan dalam perbuatan nyata. Orang mengatakan “Action speaks lauder than words.”
Kalau setelah membaca beberapa artikel di atas, dan The Master masih mempunyai pertanyaan yang lain, silakan untuk menyampaikannya lagi. The Master juga tidak perlu minta maaf, karena kita berdua tahu bahwa kita mempunyai iman yang berbeda. Yang terpenting di sini adalah, kita berdiskusi dengan penuh hormat dan lemah-lembut. Semoga kita dapat dituntun oleh Allah untuk menemukan kebenaran. Bagi umat Kristen, kebenaran adalah Yesus Kristus sendiri, yang mengatakan “Akulah Jalan, dan Kebenaran, dan Kehidupan” (Yoh 14:6).
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
@The master:
Keallahan Yesus tidak berasal dari kesimpulan penulis, tapi penulis memaparkannya berdasarkan pengajaran magisterium gereja yang sudah diterima pada gereja perdana (sudah di minta kepada anda untuk membaca Kristologi), jadi bukan sesuatu yang baru lagi yang baru dimunculkan di sini………….Sekarang, coba anda bandingkan dengan KEBUKANALLAHAN Yesus dengan segala pengajaran2 menyimpang yang diajarkan oleh Charles T Russel secara pribadi….nah kalau ini baru pendapat pribadinya si Russel ini…..mau tahu contohnya: salah satunya adalah pada awal saksi yehuwa terbentuk mereka masih menggunakan simbol salib, jaman sekarang ini mereka malah mengolok2 simbol salib……dan masih banyak hal lain ………Inilah bentuk ajaran INKONSISTEN buatan manusia….Pengajaran iman yang benar tidak mungkin INKONSISTEN dalam semua doktrinnya sejak awal mula sampai selama lamanya hingga dunia ini berakhir……
Kalau kebenaran itu baru muncul tahun jaman Russel(abad 19) (atau jaman reformasi thn1500an) dengan segala pengajarannya (yang menyimpang), betapa teganya Yesus membohongi murid2 Nya dan para pengikutnya termasuk jutaan orang dari seluruh penjuru dunia yang sudah menumpahkan darahnya hanya demi seorang pembohong Yesus yang pernah berkata” ….Aku akan menyertai kamu sampai akhir jaman….”selama 19 abad…….!!!!!!!! 1900 tahun…..!!!!!!!dihitung dari hari kenaikanNya ke surga…..
Jadi yang mana yang merupakan kesimpulan pribadi? Penulis atau Charles T Russel?????? Silahkan anda jawab dengan kejernihan hati dan akalbudi anda…..
salam damai dalam kristus untuk team katolisitas
Pak Stef & ibu Inggrid ytk
Pak dan ibu di tempatku sedang gencar2nya penyebaran sekte Jehowah, mereka mengicar org2 katolik yang secara pendalaman kitap suci kurang mendalami. Dan sudah beberapa org yang pindah aliran jehowah. saya minta bantuan artikel perbandingan antara kita yg katolik dgan mereka dan petunjuk mengkonter mereka.
karena tidak semua warga punya waktu dan internetan, rencana akan saya bagikan ke linkungan untuk mengkonter para penyebar jehowa itu .
Jujur saya kewalahan kalau debat dengan mereka , tapi dikit demi dikit sy jadi mencari tau iman katolik saya, sampai menemukan web katolisitas ini.
sisi positifnya jadi belajar lebih dalam lagi…..
ok pak & ibu saya tunggu jawabanya…n thanks Kalian harta Gereja yang hidup Tuhan memberkati
[Dari katolisitas: silakan untuk membaca artikel di atas - silakan klik]
bersama dengan ini saya mau nyatakan..
keprihatinan saya terhadap banyaknya ‘MANUSIA’ yang saat ini tambah sombong…sok tahu dan tidak mau tau…alhasil hanya komentar just for the sake of controversy dan menjelek-jelekkan agama satu sama lain…
kalau kita memang maunya tahu kebenaran, marilah kita merendahkan hati untuk belajar mendengarkan satu sama lain…toh jika memang terbukti kebenarannya, mari kita telaah bukan dengan akal budi manusia yang sangat pendek tetapi dengan doa dan kerendahan hati ingin diterangkan budinya…
saya sangat tidak setuju bahwa YEsus bukanlah Tuhan….
sungguh pernyataan iman yang sangat menyedihkan dari MEREKA …..tidak perlu lagi saya berikan alasan dan bukti nyata tetapi itu sudah dipaparkan oleh Pak Stefanus dan beberapa teman. jika KALIAN yang tidak setuju bahwa Yesus adalah Tuhan….tolong baca paparan dan diskusi yang telah dipaparkan dengan hati seorang murid yang mau setidaknya melihat lebih dalam….
kemarin saya sempat membaca majalah Hidup. dan ada satu pernyataan dari seorang penulis.
HONEORES MUTANT MORES
saat manusia mulai berkuasa, berubahlah pula tingkah lakunya dan pikirannya…
nah…
mungkin kita terkadang sudah sok berkuasa karena sudah tahu teori semata…
namun Firman Tuhan bukan teori. bukan alasan. bukan pembahasan..jadi kacamata manusia tidak bisa dipakai disini….ayo….pakai kacamata seorang murid yang tidak tahu apa apa dan minta bimbingan roh kudus…..
KEMULIAAN KEPADA BAPA, PUTRA DAN ROH KUDUS
seperti pada permulaan sekarang dan sepanjang segala masa
amin
Bpk. Stef dan Ibu Inggrid Yth. ,
Mengapa saksi Yehowah diduga banyak mengincar umat Katolik ?
Mengapa saksi Yehowah tidak lebih fokus mengincar kepada umat yg belum mengenal Injil ?
Mengapa selalu tolak ukurnya Perjanjian Lama ketika saya didatangi / diinjili ?
Mengapa mereka tidak memberikan alamat situs resminyanya (mis. spt. katolisitas / muslim dll nya) ?
Mengapa kalau masuk rumah orang, sering bicara bahasa injilnya ? (padahal belum tentu yg punya rumah suka bahasa injilnya)
Mengapa kalau ditolak datang mereka masih ingin bertamu lebih lama ? (misal sedang repot, apa ga ada hati nurani / perasaan apa ya ? )
Mengapa begitu yaa ?
Shalom Abdultakdung,
Terima kasih atas pertanyaannya tentang Saksi Yehuwa. Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan:
1) “Mengapa saksi Yehowah diduga banyak mengincar umat Katolik ?” Saksi Yehuwa (mungkin) banyak mengincar umat Katolik, karena banyak umat Katolik yang mungkin tidak terlalu tahu akan iman Katolik yang benar, serta mempunyai pengetahuan Alkitab yang minim, sehingga mudah sekali dibelokkan oleh ajaran-ajaran yang tidak bertentangan dengan iman Katolik. Dan kenyataan ini seharusnya menjadi tantangan bagi pihak-pihak yang berkarya dalam proses katekese. Diharapkan agar para katekis / pengajar dapat memberikan pembekalan iman Katolik yang baik. Dan kenyataan ini juga seharusnya menjadi tantangan bagi seluruh umat Katolik, agar dapat bersungguh-sungguh mempelajari iman Katolik dengan benar.
2) “Mengapa saksi Yehowah tidak lebih fokus mengincar kepada umat yg belum mengenal Injil ?” Saya tidak tahu alasan mereka secara persis. Namun, akan lebih mudah untuk berdiskusi dengan orang yang telah mengenal Injil, namun orang tersebut tidak terlalu mengerti pesan Injil. Dengan demikian, orang tersebut akan mudah untuk dibelokkan dari pesan Injil yang sebenarnya.
3) “Mengapa selalu tolak ukurnya Perjanjian Lama ketika saya didatangi / diinjili ?” Karena mereka ingin membuktikan bahwa Tuhan adalah YHWH, yang menjadi dasar bagi nama Saksi Yehuwa / Saksi Yehova. Silakan melihat penjelasan tentang Yahweh / Tetragrammton di sini (silakan klik).
4) “Mengapa mereka tidak memberikan alamat situs resminyanya (mis. spt. katolisitas / muslim dll nya) ?” Situs resmi mereka dalam bahasa Inggris adalah: http://www.watchtower.org/ dan situs dalam bahasa Indonesia adalah: http://www.watchtower.org/in/index.html . Saya tidak tahu apakah situs mereka dalam bahasa Indonesia adalah situs resmi mereka atau tidak.
5) “Mengapa kalau masuk rumah orang, sering bicara bahasa injilnya ? (padahal belum tentu yg punya rumah suka bahasa injilnya)” Mereka menggunakan Alkitab yang berbeda dengan Alkitab yang diakui oleh LAI dan LBI, atau Alkitab yang dipakai oleh umat Kristen. Mereka menerjemahkan Alkitab dengan akidah yang berbeda dengan Alkitab yang kita kenal, sehingga mereka dapat mempergunakannya untuk mendukung doktrin yang mereka percayai. Namun, sebenarnya, dari Alkitab merekapun, kita tetap dapat membuktikan kesalahan doktrin mereka.
5) “Mengapa kalau ditolak datang mereka masih ingin bertamu lebih lama ? (misal sedang repot, apa ga ada hati nurani / perasaan apa ya ?)” Yang menjadi masalah di Indonesia adalah banyak orang yang tidak enak hati, sehingga orang yang dikunjungi tidak mengatakan secara terus terang bahwa dirinya sedang tidak bisa menerima tamu. Kita tidak bisa mengasumsikan bahwa mereka tahu bahwa kita sedang repot. Kalau kita sedang repot dan tidak bisa menerima kunjungan mereka, ya kita harus katakan secara terus terang. Di satu sisi, kita harus menghargai semangat mereka untuk menyebarkan ajaran mereka, walaupun memang ajaran mereka bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik. Seandainya banyak umat Katolik mempunyai semangat seperti umat Saksi Yehuwa, maka Gereja Katolik akan berkembang dengan lebih pesat lagi.
Mari, dalam kapasitas kita masing-masing, kita harus berjuang untuk memperdalam ajaran Gereja Katolik, sehingga pada saat diperlukan (seperti menerima kunjungan Saksi Yehuwa), kita dapat mempertanggungjawabkannya dengan baik. Abdul dapat juga mencetak artikel tentang Saksi Yehuwa dari katolisitas.org dan memberikannya kepada anggota Saksi Yehuwa yang mendatangi anda. Semoga dapat membantu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
waduh… ini artikel pesanan saya yang sudah lama banget saya tunggu. terimakasih ya. tapi kok malah jadi rame komentnya… seru!! saya juga baru belajar sedikit tentang iman katolik. dari pengalaman, butuh satu keberanian untuk mau benar2 rendah hati belajar dan belajar. dalam prosesnya pasti banyak pertanyaan, protes dan pertentangan…itu wajar. karena sekali lagi IMAN bukanlah logika; logika punya banyak kelemahan karena dia punya keterbatasan dan selalu menuntut bukti. tetapi IMAN; di dalamnya ada KASIH dan HARAPAN. KASIH itu lemah lembut, murah hati, sabar, tidak cemburu; sedang HARAPAN adalah hal yang kita percaya bahwa Tuhan pasti menyiapkan yang terbaik(bukanOptimis) meski belum tahu apa yang akan terjadi nanti. hanya kerendahan hati, doa, membaca firman serta menjalani hidup bersosialisasi (secara wajar) dengan orang di sekitar yang akan meneguhkan IMAN, menguatkan HARAPAN dan membuat kita semakin berlimpah dalam KASIH. maka di situlah Kerajaan Allah terwujud. Berkah Dalem.