Tentang kejatuhan Iblis dan Lucifer

83

Apakah benar iblis jatuh sebelum penciptaan manusia? Walaupun tidak tertulis secara eksplisit dalam Kitab Kejadian, kita dapat menyimpulkannya demikian.

Pada kisah Penciptaan, dituliskan sebagai berikut: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej 1:1). Dalam bahasa Inggris (terjemahan dari Latin sebenarnya adalah, “In the beginning God created heaven, and earth.” (Gen 1:1). Maka “heaven”/ surga di sini termasuk segala penghuni surga, yaitu para malaikat. Sebagian dari para malaikat ini kemudian menolak Tuhan, yang dipelopori oleh Lucifer. Kita dapat melihat kisah penolakan ini di dalam Yes 14: 12-15:

“Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur (Lucifer), putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu:

Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.”

Walaupun pada perumpamaan ini Nabi Yesaya menggunakan ekspresi Lucifer  (diterjemahkan sebagai Bintang Timur) untuk menggambarkan Raja Babilonia, namun para Bapa Gereja mengajarkan ayat ini juga untuk menjelaskan pemberontakan sejumlah malaikat terhadap Tuhan, yang dipimpin oleh Lucifer.

Maka dosa yang terbesar Lucifer adalah hasrat untuk menjadi tidak tergantung pada Allah dan ingin menjadi setara dengan Allah. Sehingga menurut St. Thomas Aquinas dosa pertama dari Iblis ini adalah kesombongan (the sin of pride). Malaikat juga diciptakan sempurna, sebagai makhluk yang murni spiritual (tanpa tubuh); dan setiap dari mereka juga diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memilih atau menolak Tuhan. Karena kesempurnaan mereka sebagai mahluk spiritual, maka akibat dari pilihan mereka menolak Allah, membuat mereka demikian terpisah dari Allah, dan situasi keterpisahan inilah yang disebut neraka.

Paus Yohanes Paulus II, mengajarkan dalam http://www.vatican.va/holy_father/jo…071999_en.html demikian:
Eternal damnation”, therefore, is not attributed to God’s initiative because in his merciful love he can only desire the salvation of the beings he created. In reality, it is the creature who closes himself to his love. Damnation consists precisely in definitive separation from God, freely chosen by the human person and confirmed with death that seals his choice for ever. God’s judgement ratifies this state.

Baru setelah kejadian kejatuhan sebagian dari malaikat ini ke dalam neraka yang mereka pilih sendiri, terjadilah penciptaan alam semesta dan dunia. Di akhir penciptaan dunia, manusia pertama (Adam dan Hawa) diciptakan, yang diikuti oleh kejatuhan mereka ke dalam dosa pertama. Sama dengan dosa Lucifer dan para pengikutnya, dosa manusia yang pertama adalah kesombongan, ingin menjadi allah, menentukan sendiri hal yang baik dan jahat. Kemudian, tentang peristiwa kejatuhan malaikat, juga dikisahkan di kitab Wahyu (lih. Why 12:7-9).

Pertanyaan berikutnya adalah apakah benar Lucifer adalah penghulu malaikat yg tertinggi? Menurut bahasa yang digunakan dalam Yes 14 tadi dan Yeh 28, maka Lucifer memang digambarkan sebagai malaikat yang mempunyai tingkatan yang tinggi pada tingkatan para malaikat. Banyak teologian yang mengatakan bahwa sebelum kejatuhannya, Lucifer adalah yang tertinggi di antara para malaikat. Menurut Suarez, ini dapat diartikan bahwa tidak ada yang lebih tinggi daripada Lucifer, namun banyak malaikat yang setara dengan dia. Namun demikian, pandangan ini baru merupakan “pendapat” para ahli Kitab Suci, sebab menurut pandangan yang lain, Lucifer bahkan tidak termasuk dalam bilangan kawanan malaikat yang tertinggi Serafim, Kerubim dan Tahta Suci.

Apapun tingkatan Lucifer, kita dapat melihat bahwa Lucifer menempati tingkatan yang cukup tinggi, terlihat dari banyaknya malaikat lain yang mengikuti dia. Maka menurut para Bapa Gereja, Lucifer adalah bukan nama si Iblis, namun hanya menggambarkan keadaannya sebelum ia kejatuhannya. (Petavius, De Angelis, III, iii, 4) Sebab kita membaca, “Iblis dan malaikat- malaikatnya” (Mat 25:41), “naga dan malaikat-malaikatnya” (Why 12:7). St. Gregorius mengatakan bahwa Iblis merupakan kepala semua yang jahat, dan semua yang jahat adalah anggota-anggotanya. (Hom. 16, in Evangel.)

Untuk menghadapi segala kuasa jahat ini maka Rasul Paulus mengajarkan, “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis….. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan….” (Ef 6: 11, 14-18)

Share.

About Author

Stefanus Tay, MTS dan Ingrid Listiati, MTS adalah pasangan suami istri awam dan telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

83 Comments

  1. Tuhan menciptakan semua pada awalnya baik adanya. Lalu dari mana ada kejahatan yang dilakukan manusia?

    Anggaplah kejahatan berasal dari kehendak bebas manusia. Lalu dari mana adanya kehendak bebas manusia yang jahat dan tidak sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan?

    Anggap saja kehendak bebas jahat manusia itu berasal dari iblis. Lalu darimana asalnya iblis itu?

    Iblis berasal dari malaikat yang memiliki kehendak bebas juga. Lalu dari mana asal kehendak bebas jahat yang dimiliki iblis (yang dulunya adalah malaikat)?

    Padahal kembali pada premis awal bahwa Tuhan menciptakan semua pada awalnya baik adanya.

    • Shalom Arnold,
      Anda menuliskan “Anggaplah kejahatan berasal dari kehendak bebas manusia. Lalu dari mana adanya kehendak bebas manusia yang jahat dan tidak sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan?” Untuk mengupas hal ini, silakan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini: Menurut Anda apakah definisi dari “kehendak bebas”? Apakah kehendak bebas adalah sesuatu yang baik atau tidak? Kalau baik apakah alasannya dan kalau tidak baik apakah alasannya? Apakah penyebab dari seseorang menyalahgunakan kehendak bebasnya? Semoga pertanyaan-pertanyaan ini dapat memberikan kedalaman diskusi.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  2. bagaimana tanggapan gereja katolik tentang testament of Lucifer?

    link to amazon.com

    Testament of Lucifer

    Bagian Pertama

    Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkanNyalah terang itu dari gelap. Dan terang itu adalah Lucifer, yang namanya berarti pembawa terang, sehingga dia juga dinamai dengan nama siang. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

    Itulah kisah asal mula Lucifer yang diciptakan Allah pada hari pertama. Makhluk Allah yang diciptakan pada awal mula, diberi tempat yang istimewa untuk menjadi pendamping kegelapan. Sebab pada mulanya adalah gelap gulita dan Allah berada dalam kegelapan yang kosong. Keberadaannya membuat alam semesta ini beraksi, setelah Allah memutuskan untuk menciptakannya. Namun dia tidak selalu bersama-sama dengan Allah. Dan dia bukanlah Allah. Dan ini adalah kata-katanya.

    Aku, Lucifer, putera Fajar, terang yang telah memberi nuansa baru pada kegelapan. Sebagaimana tugasku menjadi pengawas bumi. Pekerjaanku sehari-hari adalah melakukan perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi. Sebagaimana Allah telah menciptakan manusia, baik laki-laki dan perempuan pada hari keenam , maka berkuasalah aku atas mereka. Akulah pemimpin mereka, sejak mula, sampai suatu hari, Allah berfirman kepada kami, para malaikat-malaikatNya: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Aku yang termasuk dalam malaikat-malaikat Allah bertanya: “Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau”. Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

    Aku, Lucifer, yang selama ini mendapat kepercayaan dari Allah, memang ada sedikit rasa kecewa. Setelah sekian lama aku selalu sungguh-sungguh bertasbih memuji Allah, namun kedudukanku akan diambil dan dialihkan kepada manusia. Allah berkehendak menggantikan tugasku di bumi dan menyerahkan kepada seorang manusia untuk menjadi khalifah di bumi. Allah berkehendak agar manusia dipimpin oleh manusia pula. Tapi biarlah, aku hanya berpegang kepada Allah bahwa Dia mengetahui segala-galanya.

    Kemudian Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Dan Allah menamainya Adam.

    Aku, Lucifer, hadir waktu penciptaan manusia. Masih terngiang-ngiang di telingaku ketika Allah berfirman: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Allah mengambil tanah dari bumi, dibentuknya manusia itu dan dihembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Dan dengan demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

    Sebetulnya aku kagum pada karya ciptaan Allahku ini, manusia yang baik bentuknya. Bukankah Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah sendiri? Dan betapa enaknya manusia itu, Allah juga menyediakan tempat yang nyaman baginya. Allah telah membuat taman di Eden, di sebelah timur; di situlah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu. Kalau seandainya aku diperlakukan seperti itu, alangkah bersyukurnya aku.

    Betapa Allah sungguh-sungguh mencintai manusia, makhluk ciptaan yang dibuat berdasarkan gambarNya, kadang membuat aku iri. Terus terang saja, tak pernah Allah sedemikian dekat dengan ciptaanNya yang lain. Allah kemudian menempatkan manusia itu ke dalam taman Eden agar dia mengusahakan dan memelihara taman itu.

    Yang aku lihat bukanlah fatamorgana dan bukanlah ilusi. Ternyata tak beralasan bahwa kami dulu menyangsikan, bahwa manusia itu akan menjadi orang yang akan membuat kerusakan dan suka menumpahkan darah. Dan memang benar, Allah maha mengetahui.

    Namun, dalam hati kecilku, masih terbersit satu perasaan ragu-ragu atas manusia itu. Bisakah ia menjadi seorang khalifah di bumi? Taman Eden ini bukanlah bumi yang sesungguhnya. Bumi yang sesungguhnya adalah bumi yang harus dikerjakan dengan susah payah. Mengenai bumi yang sesungguhnya ini aku tahu betul, karena aku sering menjelajahinya. Tapi semua perkara ini, aku pendam dalam hati.

    Suatu hari, aku bersama malaikat yang lain berkumpul di taman itu. Roh Allah hadir di taman itu. Dan manusia itu sedang dalam kesendiriannya. Allah menjumpai Adam, manusia itu, dan Dia mengajarkan kepadanya nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika memang kamu orang yang benar!” Jawab kami:”Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukan kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan” Lalu Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. DibawaNyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Dan Adam memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan.

    Kami bisa merasakan, betapa Allah menyayangi manusia itu. Dan, Allah menciptakan penolong baginya yang sepadan dengan dia. Allah membuat manusia itu tidur nyenyak. Ketika ia tidur, Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil Allah dari manusia itu, dibangunNyalah seorang perempuan, lalu dibawaNya kepada manusia itu. Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

    Kalau saja aku bisa ceritakan keindahan taman Eden itu secara rinci. Sebuah tempat yang begitu indah dan damai. Penuh dengan berbagai binatang dan semuanya yang berada dalam taman ini hidup dengan rukun. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Serigala tinggal bersama domba dan macan tutul berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa makan rumput bersama-sama. Tidak ada yang berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap taman itu. Dan aku, Lucifer, Putera Fajar, melihat semuanya itu dan bersama malaikat lain memuji-muji Allah.

    Sungguh, seandainya engkau pernah berada di taman Eden. Tentu tak akan ingin pergi kemana-mana lagi. Memang, ada yang mengganjal dalam hatiku. Aku, Lucifer, yang selama ini selalu taat dan memuliakan Allah, ada rasa iri kepada manusia itu. Bukan saja karena dia akan menggantikan tugasku sebagai khalifah di bumi, tetapi belum apa-apa, sudah diberikan kenikmatan tiada tara kepadanya. Sementara aku, yang pertama kali diciptakan olehNya, tak
    pernah diberi kenikmatan seperti ini.

    Taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu, wahai manusia.

    Memang Allah pernah berfirman pula kepadaku: “Aku akan mendirikan bagi mereka suatu taman kebahagiaan, sehingga di tanah itu tidak seorangpun akan mati kelaparan dan mereka tidak lagi menanggung noda yang ditimbulkan bangsa-bangsa. Dan mereka akan mengetahui bahwa Aku, Allah mereka.” Aku sungguh melihat, betapa Allah menyayangi dan memanjakan manusia itu.

    Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Di taman itu ada pohon-pohon aras, juga ada pohon sanobar dan pohon berangan. Waktu itu, segala pohon-pohon yang ada di taman Allah tiada yang dapat disamakan dengan pohon lain mengenai keelokannya.

    Ada sebuah sungai yang mengalr dan membasahi taman itu. Kami menyebutnya sebagai sungai air kehidupan. Dan sungai yang ada di taman Eden itu mengalir terus ke bumi dan menjadi empat cabang. Sungai ini sendiri jernih bagaikan kristal, dan mengalir keluar dari takhta Allah. Sekali meminum air kehidupan dari sungai itu, maka tidak akan haus lagi.

    Allah berfirman kepada manusia itu: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.”

    Manusia itu berkata kepada Allah: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!” Memang, merekalah orang-orang kudus yang ada pertama kali di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaan Allah.

    Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik. Lalu Allah memberi perintah ini kepada manusia itu: “Hai Adam, diamilah taman ini oleh kamu dan isterimu, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai. Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kamu dekati pohon ini dan janganlah kaumakan buahnya, yang akan menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. Dan Kutegaskan kepadamu, Kularang kamu memakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

    Adam mendengar perintah Allah dengan penuh sujud. Tapi setelah itu, aku mendengar pembicaraan dia dengan istrinya, Hawa, soal mati itu. Mereka bertanya-tanya sendiri, apa yang dimaksudkan mati oleh Allah. Sebab mereka selama ini tidak mengenal arti kematian. Memang, Allah waktu itu belum pernah mengemukakan tentang kematian kepada mareka, bahwa semua makhluk ciptaan Allah pasti akan mati. Tidak terkecuali aku, Lucifer, malaikat terang ciptaan Allah yang pertama. Namun mereka enggan menanyakan langsung kepada Allah.

    Sungguh, tak akan kekurangan apapun juga bila tinggal di taman itu. Di tempat yang damai ini orang tidak perlu lagi mengejar kekudusan, sebab tempat itu sudah kudus. Dan dengan kekudusan kita akan dapat melihat Allah.

    Manusia itu memuji-muji Allah: “Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dalam kematian, dan tidak membiarkan kami melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa.”

    Dari kejauhan aku, Lucifer, beringsut pergi. Ah, betapa senangnya manusia itu. Allah maha mengetahui apa yang akan terjadi. Bukankah Allah tahu apa yang terbaik? Kubentangkan kedua sayapku, terbang ke angkasa dan kembali menjelajahi bumi untuk melihat-lihat keadaan di sana. Dalam hatiku aku berkata, hai manusia lihatlah, inilah bakal tanah yang akan diserahkan kepadamu. Tanah yang permai dan kudus. Dan dalam diriku ada sedikit rasa sedih, suatu saat nanti harus rela menyerahkan semua ini kepada manusia itu.

    Tapi, aku percaya, Allah maha mengetahui dan maha bijaksana.

    [dari katolisitas: Saya pikir, kita tidak perlu menanggapi cerita fiksi]

  3. Mungkin maksud sy lebih ke salah satu kemampuan mereka tsb yg dapat dengan mudah menarik umat katolik untuk meninggalkan gereja katolik dan beralih ke gereja kristen non katolik Romo.. Apakah hal tsb termasuk salah satu siasat setan dengan menggunakan nama Yesus sbg alat pemecah umat katolik?

    • Shalom Priscilla,

      Nampaknya, kita perlu menerima bahwa tidak semua hal dapat kita ketahui. Hal motivasi yang mendorong seseorang sampai meninggalkan Gereja Katolik, tidak dapat kita ketahui dengan pasti. Yang mengetahui tentang hal itu sesungguhnya hanya Tuhan. Maka janganlah kita berspekulasi untuk menentukan siapakah yang bersalah dalam hal ini, atau mengatakan bahwa hal itu adalah ‘siasat setan’.

      Hal perpecahan memang tidak sejalan dengan kasih, sebab kasih yang tulus selalu menghendaki persatuan. Demikianlah kita mengetahui bahwa Kristus menghendaki kesatuan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya (lih. Yoh 17:20-21). Namun bahwa kenyataannya, ada perpecahan itu, dan Tuhan mengizinkan hal itu terjadi, maka kita juga harus percaya bahwa sekalipun ada pengaruh bujukan iblis untuk memecah belah umat beriman, namun setelah hal itu terjadi, Tuhan tetap dapat mengubah keadaan ini untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (lih. Rm 8:28).

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  4. Satu lagi rasa penasaran saya Romo..

    Apakah kemampuan untuk menyembuhkan oleh saudara kita dalam Kristus yg berlainan gereja jg merupakan salah satu cara setan untuk mengalihkan kita dr Gereja yg didirikan Yesus sendiri?

    • RD. Yohanes Dwi Harsanto on

      Salam PJ,

      Tidak selalu demikian, namun kesimpulan akan hal ini memerlukan pengujian. Dalam Injil Markus bab 9 ayat 38 – 40 jelas bahwa orang lain yang bukan murid Yesus pun bisa melakukannya dan Yesus menegaskan bahwa mereka itu bukan lawan kita melainkan di pihak kita.

      Sedangkan pengujian yang saya maksud ialah seperti pengujian yang menjadi prosedur tetap dalam Gereja Katolik mengenai syarat-syarat bagi suatu kasus sehingga bisa dinyatakan kerasukan dan membutuhkan eksorsisme.

      Salam
      RD. Yohanes Dwi Harsanto

  5. Terimakasih Romo atas penjelasannya..

    Saya jd mengerti sekarang bahwa itu merupakan salah satu cara setan untuk menjauhkan kita dr Gereja yg didirikan Tuhan Yesus.

    Tuhan Memberkati

  6. Shalom Katolisitas..

    Sy ingin bertanya kenapa tetangga kita bisa mengurung hantu di dalam botol pada saat pembersihan rumah dan kita dapat melihat bentuk hantu tsb? Apakah kita sbg orang katolik boleh percaya akan hal tsb?

    • RD. Yohanes Dwi Harsanto on

      Salam PJ,

      Seperti telah kita bahas dalam tanya jawab dalam beberapa artikel, kita percaya bahwa setan berupaya keras dengan pelbagai cara agar berhasil mengalihkan perhatian manusia dari Allah, mengalihkan dengan bertahap-tahap manusia dari rencana penyelamatan-Nya melalui Kristus dalam Roh Kudus serta dari Gereja. Saya sendiri menilai bahwa peristiwa “hantu dalam botol” itu merupakan salah satu upaya pengalihan tersebut. Jangan sampai kita terpukau dengan sensasi peristiwa dan segala tipuan setan itu, sampai lupa urus diri sendiri untuk hidup yang makin sesuai dengan rencana Allah yang menyelamatkan. Seperti kita tahu, Gereja hanya mengajarkan berdoa, momohon agar setan terusir atau memohon agar kita terlindung dari bahaya, bukan malahan masuk perangkap memuja setan atau mengagumi antek-antek setan dalam rupa praktek kemampuan mengalihkan hantu dalam botol, dan semacamnya. Orang mengagumi hal-hal semacam itu, namun tanpa sadar, perhatian khalayak dialihkan dari masalah yang mendasar: dosa dan bagaimana kita bersikap kasih pada sesama yang menderita. Lihatlah bahwa di negeri kita, korban penyalahgunaan narkoba, korban kekerasan, korban ketidakadilan, korban perusakan lingkungan terus berjatuhan namun setan memalingkan masyarakat ke arah “hantu dalam botol”, daripada ke sikap yang tepat terhadap tetangga kita yang menderita. Marilah berpaling kembali ke arah Kristus dalam diri sesama, maka aneka tipu muslihat setan tidak berhasil.

      Salam
      RD. Yohanes Dwi Harsanto

  7. Shalom Katolisitas..
    Saya mau nanya dong.

    Segala sesuatu yang berasal dari Allah adalah merupakan kebaikan. Allah juga menciptakan Para Malaikat dalam kebaikan. Pertanyaan saya adalah siapa yang menciptakan kejahatan, sehingga Malaikat Tuhan yang baik bisa jatuh pada kejahatan tersebut? Apakah Tuhan juga menciptakan kejahatan dalam diri Malaikatnya, sehingga MalaikatNya bisa memilih berbuat kebaikan atau berbuat kejahatan ? Siapakah yang menciptakan kesombongan dalam diri lucifer sehingga ia ingin menyamai Allah?

    Terima kasih.
    Mohon tanggapannya.
    Kasih Allah menyertai kita. Amin

    • Shalom Donny,
      Prinsip yang harus dipegang adalah semua yang datang dari Allah adalah baik, karena Allah adalah baik. Prinsip kedua, kejahatan bukanlah sesuatu yang positif namun ketidakadaan kebaikan. Dengan demikian, kalau sebagian malaikat memilih untuk melawan Allah, maka perlawanan justru ada dari diri malaikat itu sendiri yang memutuskan untuk tidak mau taat kepada Allah. Tuhan menciptakan kehendak bebas dalam diri malaikat dan ini adalah sesuatu yang baik. Namun, sebagian malaikat itu sendiri yang tidak menggunakan kehendak bebasnya dengan benar.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  8. A Gentur Panuwun on

    Maka “heaven”/ surga di sini termasuk segala penghuni surga, yaitu para malaikat. Sebagian dari para malaikat ini kemudian menolak Tuhan, yang dipelopori oleh Lucifer. Kita dapat melihat kisah penolakan ini di dalam Yes 14: 12-15:

    Makhluk yang sudah berada di Sorga apakah telah memiliki kebebasan sejati? Ketika aku berdikusi ada yang mengatakan bahwa selama manusia masih berada di dunia maka kebebasan manusia belum sempurna, namun ketika telah berada di Sorga, manusia mempunyai kebebasan yang sempurna, dan tentu tidak bisa lagi berbuat dosa, karena kehendaknya selalu sempurna mengarah kepada Allah.

    Pertanyaannya : Mengapa Malaikat sebelum jatuh dalam dosa; sepertinya kebebasannya tidak sempurna/sejati; dan masih bisa berbuat dosa? Kalau demikian, apakah para kudus yang telah masuk ke dalam Sorga kehendaknya bisa berbuat dosa lagi ? Kalau tidak, apa yg dimaksud dalam Gen 1:1 di atas, dimana Malaikat penghuni sorga bisa jatuh, yg akhirnya menjadi Iblis ? Mohon maaf banyak pertanyaannya, Pak Stef, Bu Ingrid dan Mo Santo

    Sembah Nuwun

    • Shalom A Gentur,

      Memang semua makhluk di Sorga – manusia dan malaikat – mendapatkan kehendak bebas yang sempurna dan tidak bisa berbuat dosa lagi. Yang perlu ditekankan di sini adalah kehendak bebas yang baik adalah bukanlah kebebasan untuk memilih yang tidak baik, namun memilih di antara baik dan baik. Pertanyaan Anda akan terjawab kalau kita mengerti bahwa pada awalnya, malaikat diciptakan oleh Tuhan bukan di dalam Kerajaan Sorga – di mana mereka melihat Allah muka dengan muka. Malaikat yang baik yang memutuskan untuk menyembah Allah masuk ke dalam Kerajaan Sorga, dan yang jahat terpisah dengan Allah. Semoga dapat menjawab pertanyaan Anda.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • Stefan Purnama on

        Dear Pak Stef,

        Izinkan saya menyimpulkan jawaban dari Pak Stef sebelumnya mengenai keadaan malaikat sebelum jatuh dalam dosa.

        Berarti Lucifer atau malaikat-malaikat yang lain tidak diciptakan Allah dalam Kerajaan Sorga sehingga dengan demikian mereka tidak bisa memandang rupa Allah dari muka ke muka. Jadi dengan kehendak bebasnya mereka memilih untuk menentang Allah yang menyebabkan mereka jatuh dalam dosa.

        Pertanyaanya lalu dimana mereka berada pada saat Allah menciptakan alam semesta?

        Lalu mengapa tidak ada pertobatan bagi Lucifer dan pengikutnya yang memberontak kepada Allah? apakah karena mereka murni makhluk rohani? yang memiliki tingkat intelektual dan spiritual yang sudah sempurna dan tidak mengalami perkembangan seperti manusia yang memiliki tubuh jasmani dan mengalami perkembangan baik fisik maupun spiritual? Sehingga kepada manusia diberikan kesempatan untuk bertobat dan untuk manusialah Tuhan Yesus datang untuk menebus dosa.

        Demikian kesimpulan dan pertanyaan saya. Mohon koreksinya apabila ada kesalahan. Terima kasih banyak dan Tuhan Memberkati.

        Shalom,

        Stefan Purnama

        • Shalom Stefan,

          Allah menciptakan malaikat tidak di Sorga dalam pengertian melihat Allah muka dengan muka. Kita jangan melupakan bahwa malaikat adalah hanya mempunyai jiwa, makhluk rohani, yang tidak membutuhkan tempat. Malaikat yang diciptakan dengan pengetahuan yang luar biasa sesungguhnya telah melihat konsekuensi dari dosa yang dilakukannya, perlawanan kepada Allah yang tetap, sehingga tidak ada penyesalan. Dengan kondisi ini, maka sekali melawan, maka mereka terpisah dengan Allah untuk selamanya. Manusia diberi kesempatan bertobat karena pengetahuan manusia tidaklah sesempurna malaikat. Dengan kata lain, pengetahuan manusia berkembang, yang memungkinkan manusia mampu untuk memperbaiki kesalahannya. Dan untuk manusia ini, Yesus datang ke dunia untuk menebus dosa, sehingga manusia dapat memperoleh keselamatan

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

      • A Gentur Panuwun on

        Pak Stef Ytk,

        Oow aku pikir apa yang tertulis tentang “heaven”/sorga di sini :

        Maka “heaven”/ surga di sini termasuk segala penghuni surga, yaitu para malaikat. Sebagian dari para malaikat ini kemudian menolak Tuhan, yang dipelopori oleh Lucifer. Kita dapat melihat kisah penolakan ini di dalam Yes 14: 12-15:

        Sejak dari awal memang malaikat itu sudah berada dalam kebersamaan Allah di sorga, baru kemudian ada yang berontak. Ok matur nuwun Pak Stef

        [dari katolitas: Heaven di dalam Kitab Suci tidak selalu berarti Sorga - melihat Allah muka dengan muka. Jadi, pada waktu penciptaan para malaikat, mereka belum berada di Sorga dalam pengertian melihat Allah muka dengan muka. Setelah sebagian malaikat memilih Allah, maka mereka masuk dalam Sorga yang sesungguhnya, yaitu melihat Allah muka dengan muka.]

  9. Shalom pak Stef & bu Ingrid yg t’kasih…

    Kita tahu bhwa Tuhan sering mnyampai’n rmalan & nubuat2 ttg msa depan (slalunya ttg akhir zaman) kpd para Nabi.

    Soaln sya- mampukah Iblis jg mlakukan prkara ini? Blehkah iblis mnyampai’n rmalan2 ttg msa dpan kpd manusia? Apakh iblis mmpu mlihat msa dpan?

    Mhon p’cerahan
    Thanx in advance
    God bless…

    • Shalom John,

      Memang hanya Tuhan yang maha tahu. Dan Tuhan dapat menyampaikan apa yang Dia ketahui di masa depan melalui perantaraan para nabi, melalui mimpi atau inspirasi yang lain dan dengan jalan yang Dia pandang baik. Sebaliknya setan tidak tahu akan apa yang terjadi di masa depan. Hanya, perlu digarisbawahi bahwa setan adalah pribadi yang sungguh pintar, jauh melebihi manusia. Oleh karena itu, berdasarkan kemampuannya, dia dapat saja memprediksi apa yang terjadi di masa depan dan memperdaya manusia. Jadi, kita harus berhati-hati terhadap jebakan setan. Semoga membantu.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  10. hendro anpit on

    shalom pengelola Katolisitas,

    mohon pencerahannya…
    maaf kalau pertanyaannya sedikit konyol dan mungkin kurang berbobot.
    yang saya mau tanyakan, apakah berdosa jika kita memakai baju yang bergambarkan lucifer/setan, apalagi jika kita memakai baju tersebut ditempat ibadah/gereja?

    makasih sblmx….
    hendro anpit

    [Dari Katolisitas: Mohon dijawab dahulu, apakah maksud memakai baju bergambar setan itu? Apalagi memakainya untuk ke tempat ibadah?]]

    • Bartolomeus on

      sekadar tanggapan saja.

      mungkin yang dimaksudkan oleh sdr. hendro anpit adalah t-shirt (biasanya berwarna hitam) yang lazim dikenakan oleh musisi/penggemar musik underground yang beraliran black-metal, death-metal, atau grindcore; dimana t-shirt tersebut seringkali bergambar salib terbalik, atau pentakel (pentagram?) terbalik yang (biasanya) di dalamnya ada kepala kambing (baphomet?), atau simbol-simbol satanik lainnya yang memang menjadi ciri khas dari logo band-band dari aliran musik tersebut.

      tambahan pertanyaan dari saya (tidak berkaitan dengan tanggapan saya di atas): saya pernah melihat seorang umat yang mengikuti misa dengan mengenakan topi dan tak pernah mencopotnya sepanjang misa berlangsung. apakah hal tersebut diperkenankan? bila tidak, bolehkah saya meminta dia untuk melepas topinya?

      terima kasih, Tuhan memberkati.

      [Dari Katolisitas: Menurut pengetahuan kami, tidak ada ketentuan resmi soal pemakaian topi/ penutup kepala. Ada kalanya orang memakai topi karena alasan tertentu, misalnya seorang pasien kanker memakai topi untuk menutupi kepalanya karena rambutnya yang jarang. Atau sejumlah wanita menutupi kepalanya dengan penutup kepala, justru untuk menunjukkan penghormatannya kepada Tuhan. Atau seseorang memakai penutup kepala di gereja pada saat musim dingin. Oleh karena itu, mari, jangan memusatkan perhatian kepada penampilan orang lain, tetapi lebih kepada sikap batin kita sendiri, pada saat kita menghadap Tuhan.]

  11. Allah menciptakan segalanya.
    tapi kenapa Tuhan menciptakan para iblis (Lucifer)?
    bukankah jika Tuhan hanya menciptakan para malaikat, Alam semesta ini akan damai dan semua manusia dapat masuk surga?

    apakah Kerajaan Allah itu tidak cukup menampung semua umat manusia?

    mohon penjelasan… newbe

    [dari katolisitas: Semua yang Allah ciptakan adalah baik. Pada mulanya Allah menciptakan malaikat, namun sebagian dari malaikat memutuskan untuk melawan Allah. Malaikat yang melawan Allah inilah yang disebut iblis. Dengan kata lain, pada mulanya semua yang diciptakan oleh Allah adalah baik adanya, karena Allah yang kudus dan maha kasih tidak mungkin menciptakan sesuatu yang buruk.]

  12. Menurut saya seperti ini, nama “Lucifer” itu tidak ada dalam bahasa asli Alkitab. Lucifer yang disebutkan dalam versi KJV itu adalah hasil terjemahan dari bhs ibrani (bukan sebuah nama tokoh), kalau diterjemahkan dalam bhsa indo artinya bintang timur/pembawa cahaya, sedangkan dalam bahasa asli Ibrani (kitab PL) diterjemahkan הילל HEYLEL, dari kata הלל HALAL “memuji”. Dalam kata itu tidak dijumpai kata iblis (ibrani : שטן ). Lucifer adalah hasil terjemahan dari Ibrani ke bahasa Latin, digunakan dalam Vulgata, Alkitab bahasa Latin yang dipakai di kalangan Katolik. Seperti versi terjemahan KJV pada Yesaya 14:12 yg secara jelas memakai kata Lucifer. Pada ayat itu kalo kita mau tahu rujukan tentang Lucifer ( הילל HEYLEL ) itu sebenarnya istilah kepada raja babel (Nebukadnezar), ada juga yang mengatakna bahwa raja Babel ada yang bernama Heylel bin Syakhar. Jika kita tinjau dalam terjemahan yunani φωσφορος – phôsphoros berarti cahaya pagi/pembawa cahaya. Sekali lagi itu bukanlah suatu nama atau tokoh iblis.
    Jadi menurut saya “LUCIFER” sebagai dengan Iblis hanyalah produk dari tafsir, tepatnya tafsir yang berasal dari kalangan Kristen “barat”.”Tafsir” bisa saja berbeda-beda, tidak semuanya memandang “LUCIFER” dalam Yesaya 14:12 adalah nama Iblis. Dan dengan menimbang 2 Petrus 1:19 maupun Ayub 11:17, kata “LUCIFER” tidak bermakna sebagai malaikat yang jatuh atau “nama penghulu Setan/ Iblis”.
    Orang Yahudi punya istilah sendiri tentang nama penghulu setan/iblis yaitu סמאל – SAMAEL (teman muslim bilangnya DAJJAL) ini dicatat dalam kitab mereka Talmud & Midrasy. Mereka tidak berpendirian pada Alkitab versi Latin Vulgata atau KJV dan “tafsirannya”.
    Kesimpulan saya : Iblis yang bernama Lucifer itu tidak ada. Lucifer itu hanya di-“ada-ada”-kan saja dalam dogma klasik gereja, dan bertambah besar ketika KJV mempertahankan teks Vulgata untuk kata Lucifer ini. Atau dalam kata lain Lucifer ini ada ketika terjemahan alkitab dalam bahasa latin itu ada.
    GBU . . .

    • Shalom Michael,

      Sebagian besar dari yang Anda sampaikan itu, telah pernah dibahas di artikel ini, silakan klik.

      Anda benar, bahwa kata lucifer itu bukan nama, namun adalah terjemahan Latin dari kata bintang timur/ bintang fajar/ bintang kejora. Oleh karena itu di ayat lainnya dalam Kitab Suci, kata Bintang timur tersebut mengacu kepada Kristus (2 Pet 1:19). Anda juga benar bahwa pada kitab Yesaya 14:12, kata Lucifer itu dapat dihubungkan dengan raja Babel.

      Namun demikian, dalam Yes 14:12 dikatakan frasa yang juga diulangi oleh Yesus dalam Luk 10:18, sehingga banyak ahli Kitab Suci (bukan hanya dari kalangan Katolik), menghubungkan kedua ayat itu:

      “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang timur, putera Fajar (Lucifer), engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi….” (Yes 14:12)

      “Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.” (Luk 10:18)

      Dengan menghubungkan kedua ayat ini, maka orang mnghubungkan kata ‘lucifer’ dengan iblis. Namun sejujurnya Gereja Katolik tidak pernah mengeluarkan dogma bahwa lucifer sama dengan iblis, ataupun bahwa kata lucifer itu hanya untuk dihubungkan dengan iblis.

      Jadi kata lucifer itu bukan hasil ‘diada-adakan’ saja dalam dogma Gereja. Kata ‘lucifer’ itu adalah kata terjemahan dalam Kitab Suci Latin Vulgata, yang artinya bintang timur. Tidak ada dogma Gereja Katolik yang secara elsplisit mengatakan apa-apa tentang Lucifer sebagai nama Iblis. Silakan Anda membaca di sini tentang daftar dogma Gereja Katolik, silakan klik. Namun jika kata ‘lucifer’ kemudian dihubungkan dengan iblis, juga ada alasannya. Mari kita buktikan saja kelak jika kita memperoleh pengetahuan yang sempurna di surga, akan apakah istilah itu memang dapat mengacu kepada iblis atau tidak.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  13. yusup sumarno on

    Romo Santo,

    Saya ingin sekali Romo “melukiskan” logika atau jalan pikiran setan (dalam hal ini setan utama yang menggoda Judas Iskariot sehingga Judas menjual/mengkhianati Yesus).
    Mengapa setan itu menggoda Judas agar mengkhianati Yesus? (pertanyaan ini tidak perlu dijawab)
    Pertanyaan intinya adalah ini: Jika Yesus TIDAK dikhianati dan akhirnya TIDAK MATI di salib, apa ruginya setan itu?
    Dengan kata lain, mengapa setan begitu bernafsu mengakhiri hidup Yesus sejak awal sampai akhir (dari pembantaian bayi oleh Herodes, godaan setan di padang gurun agar Yesus menjatuhkan diri, sampai pengkianatan Yudas)?

    Benarkah logika saya ini, bahwa setan hanya ingin agar Yesus mati.
    Bila Yesus mati, maka setan pikir ia sudah menang karena Yesus yang Allah itu sudah mati. Bila Yesus Allah sudah mati maka setan bisa menggantikan sebagai “Allah”?

    Jika logika saya di atas benar, berarti benar bila saya katakan bahwa selama itu (sebelum Yesus bangkit) setan tidak/belum tahu bahwa Yesus akan/bisa bangkit atau hidup lagi.

    Jika benar bahwa setan tidak tahu bahwa Yesus bisa hidup lagi, berarti setan kecolongan. Pertanyaan terakhir saya, mengapa setan bisa kecolongan? Bukankah setan itu awalnya adalah malaikat, namun karena membangkang jadi setan. Jika demikian berarti malaikat bisa kecolongan juga dong? (dengan lebih dahulu mohon ampun pada malaikat pelindung saya, karena saya sedang menggunakan logika manusia saya).

    Mohon tanggapan Romo Santo atau tim katolisitas yang lain (Pak Stef atau Bu Ingrid). Terima kasih.

    • RD. Yohanes Dwi Harsanto on

      Salam Yusup Sumarno,

      Setan hanya memiliki kebencian 100% akan Allah dan karya penyelamatan-Nya atas manusia. Mereka pun punya iri dan dendam serta kesombongan 100% pada manusia serta akan kenyataan mengapa Sabda Allah mau menjadi manusia. Dengan sumber dosa dari dalam dirinya yang tak pernah padam itu, maka mengalirlah semua upaya kasar maupun halus untuk menggagalkan rencana Allah bagi manusia. Mereka bahkan menggoda Yesus Kristus sendiri serta menggoda para murid, yang ditanggapi oleh Yudas Iskariot.

      Kecolongannya setan disebabkan karena mereka tidak mempercayakan diri/mengandalkan dan bersandar pada kehendak Allah yang menyelamatkan. Sedangkan malaikat ialah makhluk rohani yang dengan kebebasannya sepenuhnya memilih mendengarkan perintah dan taat pada kehendak Allah. Pilihannya sama-sama total: Malaikat menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak Allah, sedangkan setan menolak kehendak penyelamatan Allah pada manusia itu sepenuhnya. Malaikat, karena sikapnya itu, bisa menerjemahkan kehendak Allah secara tepat. Hidup malaikat diabdikan sepenuhnya 100% sesuai kehendak-Nya. Maka di situlah bedanya bahwa malaikat selalu tidak pernah kecolongan sedangkan setan kecolongan/gagal membaca gerak atau “strategi” Allah dalam usaha menyelamatkan manusia. Namun juga selalu dalam Gereja-Nya yang satu, kudus, katolik, apostolik, setan mengincar dan membuat pertempuran di udara (pertempuran rohani) yang seru. Walaupun selalu kalah, namun setan selalu menunggu waktu yang tepat untuk menggagalkan rencana Allah yaitu keselamatan kita yang abadi.

      Salam
      RD. Yohanes Dwi Harsanto

      • yusup sumarno on

        Romo Santo,
        Banyak terima kasih. Pesan utama dr jawaban Romo adalah agar saya selalu mengandalkan Tuhan biar tdk seperti setan atau tdk kesetanan. Sehat selalu buat Romo.

      • Dengan sumber dosa dari dalam dirinya yang tak pernah padam itu, maka mengalirlah semua upaya kasar maupun halus untuk menggagalkan rencana Allah bagi manusia.
        #cut#
        Bila demikian maka..
        Menurut Romo, inkusisi termasuk upaya kasar atau halus ?

        Hidup malaikat diabdikan sepenuhnya 100% sesuai kehendak-Nya
        Bila demikian maka..
        Apakah Keberdosaan Malaikat adalah parsial sepenuhnya 100% sesuai kehendak-Nya?

        • RD. Yohanes Dwi Harsanto on

          Salam Wardi,

          Mengenai inkuisisi, Anda bisa membacanya di artikel “Tentang Inkuisisi”, silakan klik di sini, dan silakan menilai manakah inkuisisi yang diselenggarakan secara bertanggung jawab sesuai maksud diadakannya, dan inkuisisi yang melenceng dari maksud semula.

          Siapapun makhluk yang memiliki rohani berarti juga memiliki kehendak bebas. Manusia dan malaikat ialah makhluk yang memiliki rohani. Manusia memiliki rohani sekaligus jasmani, sedangkan malaikat hanya memiliki rohani saja. Mereka bisa menolak maupun menerima kehendak Allah. Malaikat yang memilih memberontak menjadi setan, makhluk rohani yang jahat. Sedangkan malaikat yang tetap setia tetap menjadi malaikat. Kejatuhan malaikat dan manusia bukanlah kehendak Allah, melainkan kehendak si setan dan manusia itu sendiri.
           
          Salam
          RD. Yohanes Dwi Harsanto

    • Shalom Andi,

      Lucifer adalah kata sebutan (transliserasi) yang artinya adalah Bintang Timur/ Bintang Fajar (“Star of the Morning/ Bright Morning Star“). Sebutan ini muncul sekali dalam Yes 14:12 sebagai sebutan bagi iblis, dan yang juga menggambarkan Raja Babilonia.

      Namun dalam banyak ayat lainnya dalam Kitab Suci, “Bintang Timur” ini adalah sebutan bagi Yesus (lih. Why 22:16; Why 2:28; 2 Pet 1:19). Kristus adalah Sang Bintang Timur, sebagai Bintang yang telah lama dijanjikan Allah akan terbit (lih. Bil 24:17, Luk 1:76-79) untuk menerangi mereka yang hidup dalam kegelapan (Yes 9:2; Mat 4:16), sebab Kristus adalah Sang Terang Dunia (lih. Yoh 8:12).

      Namun demikian, faktanya, Lucifer yang artinya Bintang Timur, juga kerap diasosiasikan dengan iblis. Bagaimana menjelaskan hal ini? Malaikat yang disebut Lucifer itu menjadi iblis karena ia jatuh ke dalam dosa. Maka sesungguhnya Lucifer adalah sebutan bagi malaikat sebelum ia menolak Allah, dan iblis adalah sebutan baginya setelah ia menolak Allah. Orang sering menjelaskannya dengan perbandingan ini, misalnya monster Frankenstein lebih sering diasosiasikan dengan sang monster daripada kepada Victor Frankenstein yang menciptakannya. Padahal seharusnya Frankenstein adalah nama sang penciptanya. Demikianlah nampaknya yang terjadi pada asosiasi istilah Lucifer (Bintang Timur) kepada sang malaikat ciptaan Allah itu, yang kemudian jatuh dalam dosa, yang kemudian disebut iblis.

      Dapat pula dilihat bahwa sebagaimana antikristus mengklaim dirinya Kristus, demikianlah iblis menyebut dirinya Bintang Timur. Namun berbeda dengan Kristus, yang ditinggikan karena kerendahan hatinya (lih. Flp 2:5-11), iblis yang meninggikan diri sebagai Lucifer itu akan direndahkan. Sebab barang siapa yang meninggikan diri akan direndahkan, sedangkan yang merendahkan diri akan ditinggikan (lih. Mat 23:12).

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  14. Dia malaikat hanya saja kecemburuan yg membuat segalanya berubah…..

    [Dari Katolisitas: Ya, Lucifer adalah malaikat, yang telah jatuh dalam dosa kesombongan sehingga memilih untuk menolak untuk taat kepada Allah]

Add Comment Register



Leave A Reply