Tanggapan tentang fakta negatif yang terjadi di Gereja Katolik

Pertanyaan:

saya adalah, seorang yang tetap percaya akan Gereja Katolik Roma, nama Saya Aquilino Amaral

yang ingin tanyakan adalah:

Sejauh ini, semua golongan dari agama lain telah mencemooh tentang kredibilitas katolik di masa sekarang tentang pelecehan seksual  di Amerika, dan masalah lain seperti munculnya agama Yahawe. Bagaimana tanggapan dari pihak gereja katolik Roma tentang hal itu?? agar gereja katolik tetap tegar dan teguh dalam menyikapi semua kritikan yang tidak mendasar itu. Amin. Semoga bisa memuaskan para kaum islam dan aliran lain.

Jawaban:

Shalom Aquilino Amaral,

Ya, tidak dapat dipungkiri bahwa memang terjadi kejadian-kejadian negatif yang dilakukan oleh orang-orang Katolik, yang baru-baru ini memuncak dengan adanya kasus-kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh beberapa imam di Amerika. Ini harus diakui sebagai sesuatu yang salah, dosa, dan sangat menyedihkan. Namun kita selayaknya melihat segala sesuatunya dengan obyektif dan berimbang, agar kita dapat menyikapinya dengan lebih baik. Maka tuduhan-tuduhan dari pihak non- Katolik, dan juga munculnya ajaran-ajaran dari sekte-sekte tertentu, tidak seharusnya membuat kita resah.

1. Kejadian-kejadian serupa ini membuat kita menyadari adanya “dimensi manusiawi” dalam Gereja Katolik. Gereja tidak hanya terdiri dari hal-hal ilahi, tetapi juga terdiri dari para manusia yang lemah. Maka dari segi ilahi, Gereja Katolik yang didirikan Kristus sebagai Tubuh-Nya, memang merupakan Gereja yang kudus, karena Yesus yang menjadi Kepala-Nya adalah Kudus. Namun dari segi manusiawi, Gereja Katolik juga terdiri dari manusia-manusia yang berdosa. Oleh karena itu, Gereja harus terus-menerus bertobat dan memperbaiki diri. Hal ini selayaknya menjadikan kita lebih rendah hati, untuk mengakui bahwa meskipun terdapat kepenuhan kebenaran di dalam Gereja Katolik, namun pada tingkat pelaksanaannya, tidak dapat dikatakan bahwa kebenaran itu dilaksanakan dengan baik oleh semua orang. Kenyataan ini menjadi panggilan bagi kita agar kita berusaha supaya jangan sampai kita menjadi “batu sandungan” bagi orang lain.

2. Ingatlah pepatah: “Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan lilin.” (It is better to light a candle than to curse the darkness). Hanyut dalam kesedihan/ kekesalan akan kejadian-kejadian yang menyedihkan tersebut tidak akan mengubah keadaan. Yang terpenting sekarang, setelah kita mengetahui bahwa yang salah bukan Gereja-Nya/ajarannya tetapi ‘orang-orang’- nya, maka mari kita melihat kepada diri sendiri untuk menentukan akan apa yang dapat kita perbuat secara positif untuk membangun Gereja dari dalam. Tuhan sudah memberikan talenta kepada kita masing-masing; mari kita menggunakannya untuk membangun Gereja. Harapannnya, dengan melakukan hal-hal positif kita dapat menjadi saksi Kristus, sehingga 1) orang-orang yang mengalami kasih Kristus melalui perbuatan kita dapat melihat kebenaran iman yang kita yakini di dalam Gereja Katolik dan 2) mereka tidak lagi berfokus pada hal-hal negatif yang dilakukan oleh sebagian orang-orang Katolik.

3. Berfokus-lah pada hal-hal positif. Mari kita melihat kenyataan bahwa kejadian buruk tersebut merupakan kasus minoritas, sebab secara mayoritas, masih banyak imam menjalankan tugasnya sebagai imam dengan sangat baik dan setia. Lihatlah pengorbanan para misionaris dan para imam lain yang bekerja tak mengenal lelah untuk melayani umat dan membawa kabar Kerajaan Allah kemanapun; tanpa mengharapkan imbalan materi, tanpa mengejar kesuksesan dan kesenangan duniawi. Ini sebenarnya merupakan bukti yang sangat nyata akan besarnya kuasa Roh Kudus yang menyertai Gereja Katolik. Karena kalau bukan karena kuasa Roh Kudus, tidak ada orang yang mau dan mampu meninggalkan segalanya untuk mengikuti Kristus, seperti yang kita lihat terjadi pada para imam, biarawan-biarawati, para misionaris, dan para awam yang mengabdikan diri sepenuhnya pada karya kerasulan awam.

Mari kita melihat juga bahwa pihak pimpinan Gereja dalam hal ini Paus Benediktus XVI  (sebelumnya Paus Yohanes Paulus II) juga sudah menangani masalah ini. Mari kita serahkan ke dalam tangan Tuhan, perihal kelanjutannya. Melalui  masalah pelecehan seksual ini, Gereja Katolik di Amerika mengalami masa pemurnian. Dan kabar baiknya adalah, bahwa justru pada tahun-tahun sekarang ini jumlah panggilan imamat di Amerika mulai menunjukkan peningkatan, setelah sekian tahun mengalami penurunan. Maka oleh rahmat Allah, kejadian negatif ini malah dipakai untuk menghasilkan buah-buah positif bagi pertumbuhan Gereja Katolik di Amerika. Dan semoga hal-hal kebaikan lainnya dapat dihasilkan oleh Gereja Katolik di seluruh dunia.

4. Tengoklah juga apakah kita sudah cukup mendoakan para pemimpin Gereja, yaitu para imam, uskup dan Paus. Jika belum, mulailah berdoa mulai hari ini, dengan lebih setia dan lebih bersungguh-sungguh. Di situs ini kami menyediakan teks doa rosario bagi para imam, silakan anda mendoakannya setiap hari, silakan klik. Mari kita berdoa memohon kepada Tuhan Yesus agar Ia menjadikan imam-imam-Nya kudus dan dapat menjadi teladan bagi umat-Nya.

5. Pelajarilah juga iman Katolik kita setiap hari dan berakarlah di dalam doa dan sakramen. Karena hanya dengan berdoa dan mempelajari iman kita, maka kita dapat menghayatinya dengan lebih baik. Dengan penghayatan yang baik inilah kita dapat menyikapi apapun ajaran- ajaran yang ada di sekitar kita. Kita akan mempunyai semacam “instinct” untuk membedakan mana pengajaran yang dari Tuhan, mana yang bukan.

6. Akhirnya, mari kita sadari bahwa tujuan kita menjadi saksi Kristus dan membangun Gereja adalah untuk mengasihi Tuhan; dan bukannya untuk memuaskan pihak-pihak atau agama-agama tertentu yang mengkritik kita. Motivasi perbuatan kasih kita itu hanya tertuju kepada Tuhan, dan bukan yang lain. Maka kita tidak akan menjadi sedih dan kecewa, jika misalnya, pihak-pihak yang lain tetap tidak puas. Sebab bukan kepada mereka kita harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita di Hari Penghakiman/ akhir jaman nanti. Kita harus berhadapan dengan Tuhan sendiri, dan karenanya, fokus utama perbuatan kita harus ditujukan demi kasih dan iman kita kepada-Nya. Semoga, memang, setelah kita melakukan segala sesuatu dengan motif kasih kepada Tuhan, maka harapannya adalah orang lain dapat melihat ketulusan hati kita, dan tidak lagi berpikir negatif tentang kita.

Demikianlah yang dapat saya tuliskan untuk menanggapi pertanyaan anda. Mari tetaplah berpikir positif. Harus kita akui memang banyak ‘pernyataan-pernyataan negatif’ ataupun kesalah pahaman yang ditujukan terhadap Gereja Katolik. Hal ini jangan sampai menurunkan semangat kita, tetapi malah harus mendorong kita untuk hidup lebih baik dan kudus. Semoga Tuhan berbelas kasihan kepada Gereja-Nya dan kepada kita semua sebagai anggota-anggotanya; sehingga kita dimampukan oleh-Nya untuk menjadi saksi Kristus yang memancarkan kasih dan kebenaran, supaya di tengah-tengah kegelapan dunia, terang Kristus dapat bersinar.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org

Beberapa artikel yang berhubungan:

Beberapa artikel di kategori yang sama:

17 Komentar to Tanggapan tentang fakta negatif yang terjadi di Gereja Katolik

  1. Michael Antonius SA September 9, 2011 at 11:05 am

    Banyak penghujatan terhadap Gereja Katolik. Banyak pula yang berpaling ke ‘protestan’ karena hal2 yang tidak seluruhnya berkaitan dengan iman. Tampilkan wajah Katolik yang sederhana, jujur, lugas dan ramah, terutama dalam pelayanan yang telah ada : Sekolah sekolah Katolik, Rumah rumah Sakit Katolik, Panti panti asuhan dan banyak karya layanan masyarakat. Saat ini, beredar luas pandangan, pendapat bahkan geraman terhadap karya layanan “KATOLIK” karena mutu yang rendah, mahal, dan tidak sensitif terhadap keadaan umat atau masyarakat. Tidak semuanya memang, namun semoga menjadi refleksi para pengurus yayasan, atau pelayan dalam karya tersebut agar tidak menjadikan Katolik sebagai brand atau merek dagang yang meresahkan. Perlu kita sadari pula sebagai seorang Katolik, agar makin menampilkan semangat cinta kasih, beriman dan bermartabat dalam Kristus. Syalom

    [Dari Katolisitas: Ya, mereka yang berkecimpung di bidang pelayangan di bidang pendidikan, kesehatan maupun pelayanan masyaraket lainnya, mempunyai tugas untuk menampilkan "wajah" Gereja yang harusnya dipenuhi belas kasih. Ini menjadi tantangan bagi kita semua umat Katolik. Semoga dapat terwujud, dan jika kita mengambil bagian di dalamnya, mari kita juga turut mengusahakannya.]

    • iya, saya sangat setuju bahwa lembaga atau yayasan di bawah naungan Gereja Katolik untuk memperbaiki mutu pelayanan. hal penting yang menjadi catatan bahwa seharusnya pimpinanan dari lembaga/yayasan tersebut harus orang-orang yang beragama katolik yang mempunyai jiwa pengabdian yang tinggi. dengan demikian mudah juga lembaga atau yayasan tersebut menampilkan wajah Gereja Katolik. hal ini saya ungkapkan karena ada beberapa yayasan/atau lembaga di bawah naungan Gereja Katolik yang dipimpin oleh orang yang non katolik.

  2. [Dari Admin Katolisitas: pesan ini kami pindahkan dari komentar di bawah kesaksian Sigrit karena komentar yang disampaikan lebih sesuai dengan topik di atas. Untuk membaca kembali kesaksian Sigrit, silakan klik di sini]

    Secara pribadi kisah Mba kita ini memang menyentuh kalbu. Tetapi saya berpandangan bahwa sejatinya Kristen adalah penyembah Tuhan Yesus dan melalui Tuhan Yesuslah umat Kristen diselamatkan. Namun yang menjadi persoalan dewasa ini atau sedari dulu kali ya, bahwa yang membuat dikotomi kejelekan antara Katolik VS Prostestan adalah para ahli teologia yang sepotong-sepotong itu dan itu hanya dilakukan demi mengais rejeki. Lihatlah di sekeliling kita gereja menjamur, untuk apa? Ya untuk kehidupan yang lebih baik para pendeta. Nah kalau di Katolik, dalihnya ada kaul kemiskinan, tetapi pada kenyataannya banyak pastor, romo, uskup bahkan seorang paus kaya raya.

    Lihatlah ke Flores itu. Pulau yang menjadi representasi Vatikan dengan jumlah Katoliknya 99% tetapi ketimpangan antara pemimpin gereja dalam hal ini pastor/romo/uskup jauh sekali. Dan menyedihkan lagi banyak kasus yang menyangkut kaum wanita sengaja ditutupi oleh gereja Katolik. Maaf, komentar saya sudah keluar dari frame.

    Semoga Gereja Katolik adalah Gereja yang berbelas kasih selalu dan selamanya kepada setiap umat manusia tidak melihat dari agamnya. salam damai.

    Konradus Pedhu

    Anak Petani Miskin

    • Konradus Yth

      Saya pernah delapan tahun tinggal di Flores dan tahu baik kehidupan umat beriman di Flores. Bisa jadi saya lebih dulu dan tua dalam usia ketika saya tinggal di Flores. Maka kesan anda tentang kehidupan imam di Flores kiranya kurang tepat untuk digeneralisir berlaku untuk semua. Masalah pada umumnya bersifat personal pribadi jadi tidak bisa disamaratakan. Ada imam yang hidupnya sederhana dan tidak jauh beda dengan umatnya. Harus dicermati kalau anda menyatakan umat katolik di Flores 99% mungkin sudah turun karena urbanisasi dan mobilitas penduduk, pergeseran politik yang menyebabkan prosentasi yang anda sampaikan tidak sesuai lagi. Mari kita bersama bekerjasama untuk kehidupan iman katolik di Flores untuk panggilan menjadi imam, suster dan bruder. Jika anda mengalami keluhan sampaikan langsung kepada rama tersebut akan lebih baik. Mari kita dukung imam kita dengan doa dan kasih.

      salam
      Rm Wanta

      Tambahan dari Ingrid:

      Saya setuju dengan yang disampaikan oleh Romo Wanta. Saya percaya, kita semua perlu dan harus mendukung para imam dengan doa-doa kita dan kasih. Jangan lupa, bahwa mereka telah menyerahkan seluruh hidup mereka untuk melayani Tuhan dan umat-Nya.
      Mengenai adanya kasus-kasus negatif tertentu yang dilakukan oleh beberapa imam, jangan sampai membuat kita menutup mata akan lebih banyaknya imam lain yang benar-benar tulus dan setia dalam panggilan hidup mereka sebagai imam.
      Mari bersama mulai mendoakan para imam dengan doa- doa kita setiap hari, bisa kita mulai dengan mendoakan rosario bagi para imam, seperti yang telah kami tuliskan di sini, silakan klik. Dengan demikian kita melakukan bagian kita dengan sedikit tindakan nyata untuk mendoakan para imam, daripada hanya sekedar mengkritik atau mengamati saja. Saya percaya, Tuhan-pun akan lebih berkenan dengan sikap kita yang mendukung imam-imam-Nya ini agar mereka sungguh dapat dimampukan oleh-Nya menjadi para imam yang kudus.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  3. Terima kasih bu Inggrid, setelah sekian lama ‘mencari’ sungguh tulisannya amat bermakna bagi saya, terutama di dalam kehidupan menggereja .

    Salam dan doa
    Jeanne d’Arc

  4. Merry Simorangkir October 14, 2009 at 9:52 am

    Syalom,
    saya adalah seorang katolik yang awam,sungguh saya sangat senang dapat bergabung dengan katolitas ini…yang sungguh mengusik hati saya adalah mengapa dalam misa di greja yg khidmat ,cukup sering saya mendengar para pastor dalam kotbahnya menyindir dan menghina agama Protestant…..apakah tidak lebih baik kita saling mengasihi sebagai sesama manusia dan tidak sombong rohani atau militan????Bagaimana menghadapi orang atau teman2 seperti itu????Salam damai…….

    • Shalom Merry,
      Memang sebaiknya kita sebagai sesama murid Kristus saling menghormati dan mengasihi, dan dengan demikian tidak saling menyindir apalagi menghina. Saya terus terang tidak tahu, seperti apa misalnya kotbah yang menghina agama Protestan yang anda maksud. Tentu kalau bernada menghina, apalagi kepada pribadi-pribadi tertentu, maka ada baiknya anda menemui Pastor sesudah misa, untuk memberitahukan masukan anda kepada beliau. Namun jika maksud Pastor adalah untuk menjelaskan doktrin Gereja Katolik, dan karenanya meluruskan kesalahpahaman Protestan, maka itu memang adalah tugas dan hak dari setiap imam/ pastor. Karena biar bagaimanapun juga, mereka mempunyai tanggungjawab di hadapan Tuhan untuk menggembalakan umat-Nya dengan pengajaran yang sesuai dengan pengajaran Kristus dan para rasul.
      Gereja Katolik mengajarkan bahwa penerapan kasih yang sejati harus dilakukan di dalam kebenaran dan tidak dapat dipisahkan dengan kebenaran itu sendiri. Maka kasih yang tidak sampai menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya, sebenarnya bukan kasih yang sejati. Namun tentu saja, dalam menyampaikan kebenaran itu kita tidak boleh memaksa ataupun menghina orang lain, sebab tindakan demikian berlawanan dengan hakekat kasih itu sendiri.
      Maka benar, kita tidak boleh sombong rohani, namun di samping itu kita juga harus menyadari akan kepenuhan kebenaran yang Tuhan berikan di dalam Gereja Katolik. Tentang kepenuhan kebenaran yang kita terima ini tidak boleh membuat kita sombong, tetapi malah harus semakin rendah hati, karena menyadari bahwa untuk mengikuti dan menaatinya, sungguh merupakan perjuangan yang tidak mudah. Tuhan Yesus berkata, “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” (Luk 12:48) Maka Allah mengharapkan dari kita yang telah menerima karunia iman Katolik untuk hidup sesuai dengan panggilan itu, yaitu hidup kudus. Jika kita menghayati tugas dan panggilan ini, seharusnya kita justru semakin dapat melihat ke dalam diri sendiri, untuk ‘membenahi’ diri sendiri terlebih dahulu daripada menghakimi orang lain.

      Maka, mari memulai dari diri kita sendiri, untuk menyesuaikan diri dan melaksanakan perintah-perintah Kristus, seperti yang diajarkan di dalam Gereja Katolik. Mari dengan semangat kasih kita juga mempertanggung jawabkan iman kita kepada orang yang menanyakannya kepada kita. Semoga dengan kesaksian hidup kita, akan semakin banyak orang yang dapat mengenal dan mengasihi Tuhan. Mari kita berdoa juga untuk persatuan umat Kristen, dan untuk rahmat kerendahan hati, agar semua yang menjadi murid Kristus dapat semakin dipersatukan di dalam Roh Kudus dan Kebenaran-Nya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

    • Shalom Merry, disini sy ingin sedikit sharing pd Merry ya.

      Mungkin sy bisa jelaskan sedikir disini….Saya baptis di gereja katolik belasan tahun silam, namun dalam perjalanan tersebut, saya sempat beribadah ke banyak gereja-gereja kristen, bisa dibilang lebih dari 10 gereja kristen yg sy hadiri. Berbagai macam dogma, berbagai macam aturan, dsb sudah sy dapati. Disini saya mencoba fair saja, tanpa menjelekkan agama dan gereja manapun.

      Waktu sy masih sekolah, sy bersekolah di sebuah sekolah katolik ternama, sy mendapati beberapa kawan yang bermasalah dengan uang sekolah dan sy mendapati teman2 sy itu tidak mendapat bantuan-dispensasi dari pihak yayasan sekolah katolik tersebut…dalam hati sy pun berkata…kok gitu ya….jahat banget deh….siapa sih yang mau jadi orang susah…dan banyak guru2 sy yang dengan murah hati memberi nilai lebih bagi murid2 yg orangtuanya mempunyai pangkat (misalnya anak dokter, anak pejabat, dsb)…jika ingin pintar, berilah banyak sogokan pada guru nya.

      Pindah-pindah gereja bertahun-tahun, menemukan berbagai macam dogma baru…tidak sedikit juga pendeta yang menjelekkan agama lain, tidak sedikit juga orang katolik yang menyakiti sesamanya, ada pastor yang tidak membantu jemaat yang sedang dalam kesusahan….namun tidak sedikit juga jemaat gereja kristen yang membantu saya walau baru saja kenal, dsb….up and down…negative-postive….sampai beberapa waktu ini..kadang sy masih up and down….

      jujur saja…saya selalu berkomunikasi dengan sis Inggrid dan kawan-kawan mengenai feeling up and down saya mengenai gereja mana yg harus sy pilih…tapi satu hal yang saya yakini….jangan melihat orangnya, jangan melihat manusianya, jika kita ke gereja…lihat Wajah Tuhan saja..nobody is perfect, manusia tidak ada yg sempurna..sy teringat betul nasehat sis Inggrid: jangan terpengaruh dengan berbagai hal yang dilakukan oleh orang lain yang mungkin juga anggota gereja katolik (baik itu Pastornya atau jemaat nya), cari wajah Tuhan, dan berusahalah jadi terang untuk sesama…buktikan bahwa kita bisa menjadi umat katolik yang membawa dampak bagi orang lain…Pada akhirnya everything is between you and the Lord…

      Menilik nasehat bijak sis Inggrid, sy jadi teringat sebuah ayat yang berkata: Pada akhirnya setiap orang akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya pada Tuhan…sekarang saya mantap untuk kembali ke gereja katolik…negative atau positive…semua tidak perlu dipersoalkan..pada akhirnya it’s all between me and the Lord alone…tapi saya sih percaya, mungkin Pastor tersebut tidak bermaksud menghina agama lain…hanya dalam penyampaian nya mungkin kurang berkenan dan terkesan rude…karena dulu saya sempat kepahitan pada seorang pastor yang enggan menolong sy waktu sy sedang ada kesusahan..tapi setelah sy pikir lagi…pastor ga mungkin seperti itu…beliau pasti tidak segan menolong sy…hanya saja mungkin beliau juga bingung harus bagaimana untuk menolong sy…atau mungkin saja beliau punya alasan valid lain…

      whatever it is…kepahitan itu hilang….saat kita menjadi pribadi baru yang benar-benar hidup untuk kemuliaan Tuhan….dunia menjadi sangat sangat indah…terlepas dari apapun yang dilakukan oleh orang lain…it’s all between me and the Lord….Rome Sweet Home extended edition? I am thinking of that….thank you sis Inggrid…

      • Shalom Angela,
        Ya memang kita sebaiknya tidak melihat kepada manusia jika kita ingin menghubungkannya dengan pengajaran iman/ pengajaran Gereja. Sebab jika demikian kita akan lekas kecewa. Namun jika kita melihat kepada Yesus, ajaran- ajaran-Nya, maka kita akan menemukan kepenuhannya di dalam Gereja Katolik. Hal-hal yang negatif dilakukan oleh sebagian umat Katolik, janganlah menutup mata kita akan banyak hal positif yang juga telah dilakukan oleh umat Katolik lainnya dan secara keseluruhan oleh Gereja Katolik. Kenyataan ini seharusnya mendorong kita untuk menjadi orang yang lebih baik dalam menerapkan iman kita dalam kehidupan sehari-hari, agar tidak menjadi batu sandungan buat orang lain.

        Selamat Datang kembali di Gereja Katolik, semoga dengan kembalinya Angela ke Gereja Katolik, maka iman anda diteguhkan dan ada banyak orang juga mendapat peneguhan iman.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  5. memang ada sedikit keprihatinan,namun the show must go on…sy setuju bahwa kita tetap harus mengedepankan positif thinking dan tetap melanjutkan pekerjaan di ladang Tuhan yg penuh pesona ini.

    Berkah Dalem

  6. Salam damai sejahtera

    Jangan lupa pada akhir zaman 1/3 bintang dilangit akan jatuh diseret oleh ekor dari naga merah.
    Itulah kejatuhan orang – orang beriman yang menjadi pemimpin2. (baca kitab Wahyu)

    Tulang rusuk ada di mulut beruang (pernikahan di akhir zaman) , yang dengan jelas di ceriterakan dalam kitab Daniel.

    Jadi semua kejadian2 itu untuk menggenapi nubuatan Alkitab, mungkin itu baru awalnya saja.
    Kelanjutannya sungguh sangat mengerikan, sebab itu kita harus tetap senantiasa ber-jaga2.

    Salam
    mac

    • Shalom Machmud,
      Di jaman sekarang ini yang juga disebut jaman akhir memang terjadi banyak hal-hal yang menyedihkan. Terutama dalam hal perkawinan, dan keagungan hubungan suami istri, yang kita lihat sudah banyak dilanggar. Hal ini tidak hanya terjadi di kalangan umat Katolik, tetapi juga umat Protestan, dan juga para pemimpin negara, yang beritanya sudah banyak kita dengar. Menurut saya, kita tidak perlu menghakimi apakah mereka itu tanda-tanda akhir jaman, termasuk dari tanda tulang rusuk beruang atau bukan. Saya lebih condong pada komentar anda pada suatu kesempatan, lebih baik kita seperti Bunda Maria, menyimpan segala sesuatu di dalam hati dan merenungkannya (lih Luk 2:19, 51).
      Maka, jika kita mendengar berita-berita negatif semacam ini, aneka perselingkuhan dan dosa ketidakmurnian, memang yang selayaknya kita lakukan adalah berdoa bagi mereka, semoga Tuhan memberikan rahmat pertobatan, dan juga berdoa bagi diri kita sendiri agar iman kita tetap teguh dan tidak terguncang oleh hal-hal semacam itu; agar kita sendiri jangan sampai jatuh ke dalam dosa ketidakmurnian itu, dan iman kita dikuatkan dari segala macam godaan yang ada di sekitar kita. Saya percaya, Tuhan akan menyertai kita semua yang percaya kepada-Nya dan bersandar pada rahmat-Nya.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  7. Terimakasih kepada Romo yang telah memberi tanggapan terhadap masalah yang telah saya sebut tadi, dan saya telah 100% mengerti maksud penjelasan itu dan semoga Roh Kudus selalu menguatkan iman agar tidak jatuh dalam godaan dan kritikan yang berupa negatif terhadap iman saya ini.

    Semoga Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin

  8. saya adalah, seorang yang tetap percaya akan Gereja Katolik Roma, nama Saya Aquilino Amaral
    yang ingin tanyakan adalah:
    Sejauh ini, semua golongan dari agama lain telah mencemooh tentang kredibilitas katolik di masa sekarang tentang pelecehan seksual di Amerika, dan masalah lain seperti munculnya agama Yahawe. Bagaimana tanggapan dari pihak gereja katolik Roma tentang hal itu?? agar gereja katolik tetap tegar dan teguh dalam menyikapi semua kritikan yang tidak mendasar itu. Amin.
    semoga bisa memuaskan para kaum islam dan aliran lain.

    [Dari Admin Katolisitas: Pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

    • yohanes yudi purnomo October 1, 2009 at 12:11 am

      sungguh tulisan yang penuh hikmat dan kedamaian… saya sangat bisa menerima uraian tersebut… semoga hati, mata dan pikiran kita selalu diliputi hikmat dan kedamaian… amin.

      • Antonino Do Karmo October 2, 2009 at 11:22 am

        Penjelasan yang bagus sekali. Semoga banyak pewartaan seperti ini agar kita semaking menghayati dan mencintai iman.

        Salam
        Antonino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CONNECT WITH US: