Tentang Malaikat Pelindung dan Eksorsisme

128

1. Tentang Malaikat Pelindung

Di dalam Alkitab PL kita mengetahui bahwa para malaikat diutus Allah untuk menjaga umat-Nya, seperti contohnya dalam kisah Lot (lih. Kej 28-29); bangsa Israel (lih. Kel 12-13); Nabi Musa (Kel 32:34). Dalam kitab Mazmur 91:11, “sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.”

Dalam PB, Yesus mengajarkan, “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.”(Mat 18:11) Maka kita mengetahui bahwa Allah mengirimkan malaikat-Nya untuk menjaga manusia, bahkan anak-anak kecil. Malaikat ini yang tak terbatas oleh tubuh, menjaga manusia, namun pada saat yang sama mereka memandang Allah.

Hidup Yesus sendiri tak terlepas dari para malaikat-Nya, di saat kelahiran-Nya, saat Ia berpuasa di padang gurun, dan saat ia berdoa di Taman Getsemani. Para rasulpun mengalami perlindungan para malaikat, contohnya saat Rasul Petrus dibebaskan dari penjara (lih. Kis 12:1-19). Maka Rasul Paulus mengajarkan, “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?” (Ibr 1:14) Dan ‘roh-roh yang melayani’ ini adalah para malaikat.

Maka Katekismus Gereja Katolik mengajarkan:

KGK 336     Sejak masa anak-anak (Bdk. Mat 18:10) sampai pada kematiannya (Bdk. Luk 16:22) malaikat-malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan (Bdk. Mzm 34:8; 91:10-13) dan doa permohonan (Bdk. Ayb 33:23-24; Za 1:12; Tob 12:12). “Seorang malaikat mendampingi setiap orang beriman sebagai pelindung dan gembala, supaya menghantarnya kepada kehidupan” (Basilius, Eun. 3, 1). Sejak di dunia ini, dalam iman, kehidupan Kristen mengambil bagian di dalam kebahagiaan persekutuan para malaikat dan manusia yang bersatu dalam Allah.

KGK 352     Gereja menghormati para malaikat yang mendampingi Gereja dalam ziarah duniawinya dan melindungi setiap manusia.

Dalam buku Fundamentals of Catholic Dogma, oleh Dr. Ludwig Ott (p. 120), dikatakan tentang peran para malaikat yang baik, yaitu: 1) Tugas utama para malaikat yang baik ini adalah memuliakan dan melayani Tuhan; 2) Tugas sekunder dari para malaikat yang baik adalah melindungi manusia dan memperhatikan keselamatannya; 3) Setiap umat beriman mempunyai malaikat pelindung yang khusus sejak Baptisan.

Maka besarlah peran para Malaikat Pelindung bagi keselamatan manusia. Namun demikian, Gereja tidak pernah mengeluarkan pengajaran definitif tentang adanya Malaikat Pelindung yang khusus mendampingi setiap jiwa manusia, dengan nama-nama tertentu, apalagi mengharuskan kita untuk berkomunikasi dengan Malaikat Pelindung kita. Kecenderungan untuk ‘berkomunikasi’ dengan malaikat pelindung ini malah harus diwaspadai, agar tidak malah menjadi semacam tahayul.

Bahwa Malaikat Pelindung itu ada, ini memang diajarkan oleh para Bapa Gereja, seperti St. Basilius yang dikutip di KGK dan juga St. Jerome, yang mengajarkan, “Betapa besarnya martabat jiwa manusia, sebab setiap jiwa dari kelahirannya mempunyai satu Malaikat yang ditugaskan untuk menjaganya.”[1] Maka, memang dalam tradisi Gereja memang terdapat doa mohon perlindungan dari Malaikat pelindung karena mereka selalu ada dalam hadirat Allah, dan intinya memohon agar mereka melindungi kita. Tetapi yang mengabulkan doa itu hanya Allah saja, karena memang Allah sudah menugaskan malaikat itu untuk menjaga kita, dan peran malaikat pelindung itu hanya mungkin karena kuasa Allah:

Angel of God, My Guardian Dear
to whom God’s love commits me here.
Ever this day be at my side
to light and guard and rule and guide. Amen

Malaikat Tuhan, Pelindungku yang terkasih,
yang olehnya Kasih Tuhan bekerja padaku di sini
Selalu pada hari ini, tetaplah di sisiku
untuk menerangi, dan menjaga, dan memimpin dan membimbing. Amin

Jadi saya rasa, cukuplah bagi kita untuk mengetahui bahwa Tuhan mengirimkan malaikat-Nya untuk menjaga kita. Selanjutnya di dalam doa kita, komunikasi yang kita lakukan adalah antara kita dengan Tuhan. Maka prinsipnya adalah, sama seperti kita boleh memohon agar para orang kudus mendoakan kita, kitapun boleh (bukan harus) memohon kepada malaikat pelindung untuk mendoakan kita; namun tidak lebih dari itu.

2. Tentang Eksorsisme (pengusiran setan)

Menurut New Advent Encyclopedia, pengertian eksorsisme adalah: 1) tindakan pengusiran setan-setan atau roh-roh jahat dari orang-orang, tempat, atau benda-benda, yang diyakini kerasukan setan atau menjadi korban atau alat-alat tipu muslihat mereka; 2) sebagai cara-cara yang dilakukan untuk maksud ini, terutama pengusiran setan secara resmi (solemn and authoritative) di dalam nama Tuhan.

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan tentang eksorsisme sebagai berikut:

KGK 1673    Kalau Gereja secara resmi dan otoritatif berdoa atas nama Yesus Kristus, supaya seorang atau satu benda dilindungi terhadap kekuatan musuh yang jahat dan dibebaskan dari kekuasaannya, orang lalu berbicara tentang eksorsisme. Yesus telah melakukan doa-doa semacam itu (Bdk. Mrk 1:25-26); Gereja menerima dari Dia kekuasaan dan tugas untuk melaksanakan eksorsisme (Bdk. Mrk 3:15; 6:7.13; 16:17). Dalam bentuk sederhana eksorsisme dilakukan dalam upacara Pembaptisan. Eksorsisme resmi atau yang dinamakan eksorsisme besar hanya dapat dilakukan oleh seorang imam dan hanya dengan persetujuan Uskup. Imam itu harus melakukannya dengan bijaksana dan harus memegang teguh peraturan-peraturan yang disusun Gereja. Eksorsisme itu digunakan untuk mengusir setan atau untuk membebaskan dari pengaruh setan, berkat otoritas rohani yang Yesus percayakan kepada Gereja-Nya. Lain sekali dengan penyakit-penyakit, terutama yang bersifat psikis; untuk menangani hal semacam itu adalah bidang kesehatan. Maka penting bahwa sebelum seorang melakukan eksorsisme, ia harus mendapat kepastian bagi dirinya bahwa yang dipersoalkan di sini adalah sungguh kehadiran musuh yang jahat, dan bukan suatu penyakit. (Bdk. CIC, can. 1172).

Kita mengetahui adanya dua macam eksorsisme, yaitu:
1) eksorsisme sederhana yang dilakukan terhadap katekumen oleh imam yang membaptis,
2) eksorsisme yang resmi/ besar (pada kasus orang-orang yang kesurupan/ terkena pengaruh roh jahat). Bentuk eksorsisme ini hanya dapat dilakukan oleh imam yang ditunjuk secara khusus oleh Uskup. Ia haruslah seorang yang kudus, dalam artian berakar kuat dalam doa, Sabda Allah, sakramen, puasa, matiraga, dan rendah hati dengan mengandalkan kekuatan Tuhan saja. Sebelum melakukan ritus eksorsisme, imam itu sendiri haruslah mengaku dosa di Sakramen Tobat, atau setidak-tidaknya mengucapkan doa “act of contrition” dan sedapat mungkin mempersembahkan Misa, dan memohon pertolongan Tuhan dengan doa-doa yang khusuk.
Selanjutnya doa ritus eksorsisme yang hanya dapat diucapkan oleh imam dengan kuasa Gereja, yang ditujukan pada orang yang positif dinyatakan kerasukan setan, dapat dilihat di link ini, silakan klik, atau ritus khusus yang memang masih dalam bahasa Latin, De exorcismus et supplicationibus quibusdam, yang disetujui oleh Paus Yohanes Paulus II tahun 1998. Gereja memang menyarankan agar kita berhati-hati untuk menyatakan bahwa seseorang benar-benar kerasukan, sebab di banyak kasus, orang yang kelihatan ‘terganggu’ bukan disebabkan oleh kerasukan setan tetapi oleh hal-hal lain, seperti gangguan kejiwaan, penyakit, atau tekanan emosional, dst. Untuk ini memang diperlukan ‘discerment’ dari pihak mereka yang melayani di lapangan.

Gereja Katolik mengajarkan bahwa eksorsisme besar tersebut yang berkaitan dengan kasus-kasus yang ekstrim dan berat, hanya dapat dilakukan oleh seorang imam, yang diberi kuasa oleh Uskup. Namun untuk kasus-kasus yang tidak ekstrim, umat yang bersangkutan ataupun awam yang lain dapat mendoakan doa pelepasan dari kuasa kegelapan, silakan klik di sini. Maksud Gereja membatasi pelaku eksorsisme besar tersebut juga adalah untuk kepentingan umat agar kuasa jahat tersebut tidak malah ‘memasuki’/ mengganggu orang yang mengusirnya. Kita ketahui bahwa Yesus sendiri juga tidak dengan sembarangan mengirim semua orang untuk mengusir setan (yang diberi kuasa adalah para murid-Nya); inipun harus dipersiapkan secara khusus, sebab dapat saja kasusnya cukup berat, yang hanya dapat diatasi dengan doa puasa.

Dalam kehidupan sehari-hari, dapat saja kita mengetahui adanya tempat-tempat, benda-benda atau orang-orang tertentu yang terkena pengaruh kuasa jahat dalam batas-batas yang dizinkan Tuhan. Untuk mengatasi hal ini maka para beriman dapat berdoa kepada Tuhan agar Ia sendiri berbelas kasihan kepada kita dan mengusir pengaruh jahat tersebut, atau jika memang kasusnya berat, silakan menghubungi pihak keuskupan untuk memohon bantuan dari imam yang khusus ditugaskan untuk itu.

Jadi pada prinsipnya, dalam doa mengusir kuasa jahat ini, yang boleh kita lakukan sebagai umat Katolik bukan dalam artian berkomunikasi/ menghardik iblis secara langsung, namun berupa doa permohonan kepada Tuhan dan doa syafaat dari para Orang Kudus dan para malaikat Tuhan untuk membantu kita mengusir setan, dan memohon kepada Yesus untuk mengusir kuasa jahat itu bagi kita. (Sedangkan untuk benda lebih baik dibakar/ dimusnahkan saja, sebagai tanda tiadanya keterikatan lagi dengan benda itu). Prinsip-prinsip ini diberikan, justru untuk kepentingan kita sendiri, berdasarkan akan iman dan kuasa Yesus yang masih tetap nyata bekerja pada saat ini, juga di dalam Para Kudus-Nya. Mereka (para kudus) di surga adalah mereka yang sudah jelas berhasil mengalahkan kuasa setan dalam hidup mereka, sedangkan kita di dunia ini masih dalam proses perjuangan mengalahkan kuasa jahat, karena kita masih bisa jatuh di dalam dosa. Maka memohon doa kepada Yesus untuk mengusir kuasa jahat, dan memohon agar para kudus mendoakan kita adalah bentuk kerendahan hati, suatu sifat yang paling tidak disukai oleh Iblis. Dengan kerendahan hati kita menolak dosa utama Iblis, yaitu kesombongan. Dengan berlindung kepada Yesus dan persekutuan para Orang Kudus-Nya, kita memperoleh bantuan dari seluruh bala tentara surgawi untuk menolak kuasa jahat apapun dalam hidup ini.

Maka, tak mengherankan, salah satu doa yang paling berkuasa untuk mengusir kuasa roh jahat adalah doa Rosario, karena Bunda Maria yang telah berhasil mengalahkan kuasa jahat dengan kekudusan, kerendahan hati dan ketaatannya kepada Tuhan sepanjang hidupnya. Jika diucapkan dengan disposisi hati yang benar, doa ini, beserta dengan doa litani para kudus, akan sangat besar kuasanya. Di samping doa, tentu yang sangat besar kuasanya untuk menolak kuasa jahat adalah sakramen Tobat dan Ekaristi.


CATATAN KAKI:
  1. Commentary on Matthew xviii, lib.II []
Share.

About Author

Stefanus Tay, MTS dan Ingrid Listiati, MTS adalah pasangan suami istri awam dan telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

128 Comments

  1. Raphael Budi Setiawan on

    Shalom team katolisitas,

    Saya mau bertanya mengenai malaikat pelindung.
    Setiap orang memiliki malaikat pelindungnya masing-masing yang selalu mendoakan kita..Benar?
    Apakah Malaikat Agung juga bisa menjadi malaikat pelindung kita?
    Dan siapakah Kerubim dan Serafim itu?

    Terimakasih.
    Tuhan berkati.

    [Dari Katolisitas: Silakan membaca artikel di atas, silakan klik.
    Ya, malaikat pelindung kita dapat melindungi kita dengan doa-doa mereka. Jika nama baptis seseorang adalah Mikael, maka St. Mikael akan juga mendoakan dia.
    Tentang Kerubim dan Serafim, silakan membaca jawaban ini, silakan klik.]

  2. Raphael Budi Setiawan on

    Shalom team katolisitas,
    Saya sangat bersyukur kepada Tuhan bisa belajar banyak dari website ini. Semoga Tuhan Allah kita selalu memberkati team katolisitas untuk menjadi berkat bagi sesama. Amin.

    Saya mau bertanya apakah seorang awam boleh melakukan eksorsisme? Kemudian apakah doa pelepasan/pembebasan sama dengan doa eksorsisme?

    Terimakasih.
    Tuhan berkati.

    [Dari Katolisitas: Silakan membaca artikel di atas terlebih dahulu, silakan klik. Menurut ketentuan Gereja Katolik, eksorsisme hanya dapat dilakukan oleh imam, yang memperoleh kuasa dari Uskup. Doa pelepasan tidak sama dengan doa eksorsisme. Untuk pertanyaan selanjutnya, silakan terlebih dulu mencari dengan menggunakan fasilitas pencarian di sisi kanan atas homepage. Ketiklah kata kuncinya dan semoga Anda menemukan artikel/ tanya jawab yang terkait dengan pertanyaan Anda. Jika belum ada, baru silakan Anda tanyakan, dan kami akan berusaha menjawabnya.]

    • Raphael Budi Setiawan on

      Shalom, terimakasih atas tanggapannya katolisitas.

      Saya masih bingung perbedaan secara lebih mendalam tentang deliverance prayer / doa pembebasan dengan eksorsime. Bukankah keduanya disebabkan oleh roh jahat?

      Terimakasih.
      Tuhan berkati.

      • Shalom Raphael,

        Doa pelepasan/ pembebasan/ deliverance dan eksorsisme memang sama-sama ditujukan untuk membebaskan seseorang dari pengaruh kuasa kegelapan. Namun perbedaannya adalah dalam hal beratnya kasus. Kasus eksorsisme adalah untuk kasus yang sungguh-sungguh serius dan berat, seperti kerasukan, di mana manifestasinya pun sudah jauh mengatasi kekuatan manusia. Kasus- kasus semacam ini bahkan dapat memerlukan pengusiran secara bertahap, dan sungguh mensyaratkan kekudusan dari pelayan Tuhan yang melaksanakannya; dan karena itu hanya dapat dilakukan oleh Uskup atau imam yang diberikan kuasa khusus oleh Uskup.

        Sedangkan doa pelepasan itu dapat dilakukan oleh umat sendiri, untuk mendoakan orang-orang yang menunjukkan tanda-tanda dipengaruhi oleh kuasa-kuasa kegelapan, namun tidak sampai pada tahap kerasukan; misalnya karena pengaruh jimat atau guna-guna, atau keadaan lain, yang belum sampai menunjukkan manifestasi yang sampai membahayakan keselamatan nyawanya sendiri ataupun nyawa orang-orang di sekitarnya. Doa pelepasan ini yang dibarengi dengan penerimaan sakramen-sakramen, doa Adorasi, dan berbagai doa devosi, terutama Rosario, yang didoakan dengan sungguh-sungguh, telah terbukti efektif dapat membantu seseorang agar terlepas dari pengaruh kekuatan kegelapan. Hal ini kita ketahui dari berbagai kesaksian umat beriman, termasuk juga kesaksian dari banyak Santa/ Santo/ para orang kudus di sepanjang sejarah Gereja.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        Ingrid Listiati- katolisitas.org

  3. Shalom dalam Kristus

    Saya akhir akhir ini suka mmbaca bberapa artikel yg mmbahas ttg ” TELEKINESIS’ dmna mnurut sya apa yg trjdi dlm telekinesis ini bner2 di luar nalar wlaupn tlah dsertai dgn penjelasan2 ilmiah . bhkan bnyk jg org yg berasumsi sama dgn sya wlau byk jg yg spertinya pro telekinesis. bberapa skeptik mnyatakn bhwa telekinesis adalah praktik okultisme dgn bantuan setan. bgaimna tanggapn Katolisitas mngenai hal ini?

    Trimakasih
    -barfin-

    [dari katolisitas: Silakan science membuktikannya. Kalau science dapat membuktikan kebenarannya, maka tentu saja kita dapat melihatnya secara proporsional. Setan tentu saja dapat juga membuat manifestasi di luar kewajaran kekuatan manusia.]

  4. Shalom
    Saya mau share serta bertanya berkaitan dengan artikel ini.

    Saya punya pengalaman2 yang kadang tidak bisa dilihat atau dirasa orang. Tapi saya tidak pernah tahu kapan tiba2 saya bisa merasa atau melihat *hal ini muncul tiba2 bahkan kadang tidak saya sadari*

    Sejak kecil saya hidup sebagai orang katolik yang biasa2 saja dan sekedar datang misa waktu natal/paskah. Itu pun jika memungkinkan. Saya memang bukan anak pembangkang atau nakal dan saya tahu Tuhan ada tapi tidak memaknai Tuhan dalam sakramen maupun misa atau hal2 tentang katolik karena menurut saya itu membosankan. Namun hidup saya diubahkan saat masuk kuliah dan saya menanggapi ajakan teman saya untuk ikut persekutuan doa. Di sinilah saya diubahkan Tuhan.

    Singkat cerita, dua tahun saya di proses dalam persekutuan doa tersebut. Hingga menemukan komunitas baru diluat tempat kuliah. Saya kira hidup saya baik2 saja. Kemudian suatu malam saat kami sedang bersekutu dalam doa. Saya mendapat suatu penglihatan dalam doa. Saya sedang di bawa ke bumbungan awan2 kemudian ada yang berkata dia akan turunkan bencana di suatu daerah dan dia perlihatkan suatu daerah yg hancur entah terkena bencana apa. Saya merasa sesak, takut dan tidak nyaman. Namun hal ini tidak saya ceritakan teman saya. Saya hanya berkata setelah doa itu saya merasa sesak dan sulit bernafas, tapi saya kira akan hilang dengan sendirinya. Saya salah, sesak itu semakin menjadi saat saya berada di mobil teman saya, yang sebenarnya kami akan menuju tempat makan. Saya menjadi tidak sadar dan sulit bernafas, bahkan tidak bisa menjawab teman saya. Saya berada di tubuh saya tali saya tidak bisa apa2 seakan terkunci dan tidak punya kuasa menggerakkan tubuh saya. Teman2 saya bingung,saya tahu mereka berhenti sejenak untuk berunding bahkan mengalungkan rosario di leher saya, tapi tidak ada reaksi apapun yang terjadi. Saya dengar tapi tidak bisa menjawab. Saya hanya bisa berkata dalam hati “Tuhan tolong saya.”

    Akhirnya teman2 membawa saya ke rumah sakit. Selama perjalanan saya sempat merasa tidak bernafas (saya kira itu akhir hidup saya) tapi Tuhan berkata lain, saya kembali bernafas. Lalu tak lama penglihatan itu datang lagi,saya lihat Yesus berjalan menjauhi saya. Saya sedih sekali, tanpa sadar saya mengulurkan tangan saya ke depan seraya menggapai Yesus tapi tidak bisa. Kemudian saya berbahasa Roh, bahasa Roh sudah saya dapat sekitar 3 tahun yang lalu dan saya tahu bahwa ada rasa damai, namun tidak kali ini, aku merasakan aliran panas di kepalaku (bahkan dari cerita teman saya AC mobil tiba2 mati dan mobil menjadi berembun). Akhirnya saya sampai di UGD. Teman2 menghubungi papa saya dan ketua BPK saat itu. Saat di UGD saya diperiksa suster. Mereka kira saya berbohong karena ada respon saat mereka menekan kuat ujung jari saya sampai sakit. Saya mau menjawab tapi tidak bisa, mulut saya benar2 terkunci. Akhirnya mereka tahu ini bukan kejadian medis dan saya di pindah ke ruang lain. Dengan bantuan arahan kata2 yang saya dengar dari ketua BPK itu, saya bisa tersadar (saya lupa bagaimana tepatnya). Singkat kata saya dijemput papa dan pulang. Ketua BPK mengajak saya dan papa bertemu beberapa hari lagi untuk didoakan.

    Selama selang waktu sebelum didoakan, saya merasa benar2 diganggu. Saat saya doa entah merasa panas,ada beban di pundak saya bahkan ketakutan luar biasa seperti ada beberapa pasang mata memandang saya dan tidak suka saya berdoa. Saya sempat merasa teman saya menjauh dari saya, padahal saya yang menjauhi mereka. Ada beberapa hal kecil lain yang membuat saya diintimidasi si jahat untuk bunuh diri karena tidak ada yang sayang saya. Suara itu berkata “itu ada garpu, tusuk2 aja urat nadimu sampai kamu mati” tapi puji Tuhan saya menjawab “Tidak. Bunuh diri itu tidak disukai Tuhan. Itu tidak diperbolehkan.” Saya masih sadar dan dialog itu terjadi dalam diri saya dan terjadi berkali2.

    Singkat cerita hari itu tiba dan saya didoakan oleh ketua BPK dan timnya. Ada suatu kelegaan. Meskipun masih ada sesuatu yang saya rasakan. Tapi Puji Tuhan akhirnya saya dilepaskan sepenuhnya saat berada di Tumpang. Ternyata saya jadi mengenali adanya roh jahat dan roh penasaran ada dalam diri saya. Roh jahat keluar saat doa pelepasan dengan tim BPK dan roh penasaran keluar saat didoakan suster tumpang. Arwah ini memang butuh didoakan, terkadang saya merasa diperlihatkan cuplikan hidupnya, yang saya sadari setelah pelepasan di Tumpang itu.

    Entah kenapa sejak saat itu saya jadi lebih peka. Terkadang saya melihat apa yang tidak dilihat orang dan merasakan sesuatu yang tidak bisa saya mengerti. Saya sempat berdialog dengan Tuhan tentang malaikat pelindung. Saya menangis sejadi2nya saat mendengar annanael dalam doa saya. Saya tidak mau digunakan si jahat lagi. Tapi ternyata Tuhan beri revisi bahwa saya salah dengar. Malaikat pelindung saya anael. Saat itu saya merasa benar2 damai. Tapi saya benar2 yakin bahwa itu anael, saat didoakan tim BPK lagi (untuk memastikan bahwa saya telah lepas dari si jahat, karena saya sempat share sama ketua BPK tentang beberapa hal aneh dan tentang malaikat pelindung ini) saya mendengar Anael menjawab namanya pada ketua BPK yang bertanya “siapa kamu?” Meskipun ternyata ketua BPK tidak mendengar jawaban itu.

    Share saya mau menguatkan bahwa malaikat pelindung itu ada. Dan benar2 melindungi kita. Saya sudah sering diluputkan dari bahaya juga.

    Nah saya mau bertanya berkaitan dengan beberapa hal yang membebani saya:
    1. Saat doa, beberapa kali ada suara yang berkata saya diserahi pedang kebenaran beserta tameng dan baju zirah,dsb. Lalu saya harus apa? Jujur saya terpanggil untuk membantu orang2 yang seperti saya *pernah dimasuki* tapi saya juga tidak tahu harus bagaimana meskipun saya pernah belajar tentang pelepasan.
    NB: di sekitar saya, ada yang memiliki masalah berkaitan dengan Roh jahat/arwah. Tapi saya tidak bisa melakukan apa2

    2. Saya pernah melihat sosok orang yang terang (glow in the dark),menggunakan jubah panjang dengan topi kerucut, bercahayakan emas,membawa semacam buku seperti alkitab tapi besar yang juga berwarna emas memancar terang disertai alat tulisnya dari bulu gitu *saya bahkan lupa wajahnya*. Saat itu saya tidur dan sempat terbangun dan tiba2 melihat sosok itu tapi saat saya berkata “siapa kamu?” Saya tiba2 tertidur (seperti pingsan). Untuk yang kedua kalinya ia datang tidak membawa buku maupun bulu itu tapi dia berkata “bangkitlah eriel (pelafalannya)” dan seperti sebelumnya, saya terbangun dan ‘pingsan’ lagi. Apa ada yang pernah mengalami demikian? Maksudnya bagaimana ya? Apa ini termasuk manipulasi si jahat dan saya harus eksorsisme lagi?

    3. Saat saya mendoakan orang atau saat backing doa, terutama mengenai eksorsisme saya selalu merasa lelah hingga berhari2, seluruh badan terasa sakit. Apa yang harus saya lakukan? Padahal saya selalu doakan doa 30 hari pembebasan Fr. Robert de Grandis,SSJ

    Terima kasih
    Mohon maaf kalau ada salah kata
    Tuhan memberkati:D

    • Rm Yohanes Dwi Harsanto on

      Salam Tata,

      1. Kita memakai metode St. Ignatius Loyola dalam memilih suatu pelayanan: Mana pelayanan yang lebih memuliakan nama Tuhan dan berguna bagi keselamatan kekal jiwa-jiwa dan keselamatan kekal jiwaku sendiri? Cobalah menimbang-nimbang pro-kontranya jika Anda memilih pelayanan itu atau ini. Mana yang lebih memuliakan Tuhan dan menyelamatkan sesama dan diri sendiri, itulah yang hendaknya dipilih. Berikutnya ialah selalu menimbang ajaran Gereja mengenai pelayanan ini dan taat pada hierarki Gereja. Selalulah bertanya pada pembimbing rohani Anda, yang saya anjurkan seorang imam.

      2. Tetaplah berdoa dengan memakai doa dan cara yang kamu akrabi. Kemudian, tetap rajin menerima Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat, berkomunitas dan berderma/melayani sesama yang susah. Jangan lupa selalu belajar dari katekismus mengenai kebenaran iman Katolik. Tak perlu eksorsisme untuk hal itu.

      3. Makan asupan bergizi, minum yang cukup, pendeknya nutrisi seimbang, serta istirahat yang cukup dan olah raga yang ritmis (jalan kaki, renang), akan membantu mengembalikan dan menjaga kebugaran badan Anda, dan membantu Anda bergembira.

      Salam
      RD. Yohanes Dwi Harsanto

  5. Shalom Tim Katolisitas,

    Malaikat yang saya kenal adalah Mikael, Rafael dan Gabriel.

    Adakah informasi tentang Malaikat Uriel, Barrachiel, Yehudiel dan Sealtiel?

    Karena ada Doa Kepada Malaikat Pelindung yang disebarkan di sosmed facebook menyebutkan nama-nama tersebut.

    [Dari Katolisitas: Silakan membaca tanggapan kami atas pertanyaan serupa, di jawaban ini, silakan klik]

  6. IJin share ya…
    Romo saya adalah orang Katolik, saya mau bertanya apakah seorang santo atau santa (orang kudus) bisa merasuki manusia khususnya untuk penyembuhan? soalnya ada seorang Ibu yang mengalami hal itu, dan menurut orang2 yang pergi ke sana yang ada dalam tubuhnya saat sedang mengobati adalah orang kudus, karna dia memberikan tanda salib 3 kaLi seperti Paus, masalahnya dia bisa membaca pikiran atau isi hati orang yang mau disembuhkan atau pun orang yang datang padanya. bagaimana kira-kira menurut romo. terima kasih..

    by. Merlin

    • RD. Yohanes Dwi Harsanto on

      Salam Merlin,

      Para kudus yang sudah bersama Allah bertugas mendoakan kita yang masih di dunia. Persekutuan para kudus ialah persekutuan antar kita yang sudah dibaptis, baik yang di dunia maupun di surga dalam hal-hal kudus (doa dan sakramen-sakramen). Gereja tidak mengajarkan bahwa roh para kudus merasuki manusia yang di dunia.

      Salam
      RD. Yohanes Dwi Harsanto

    • Shalom Andi, 

      Ya, semua orang diciptakan Allah dengan mempunyai malaikat pelindung.

      Paus Benediktus XVI dalam khotbahnya pernah mengatakan demikian:

      “Sahabat-sahabat terkasih, Tuhan selalu dekat dan aktif di dalam sejarah manusia, dan mengikuti kita dengan kehadiran yang unik dari para malaikat-Nya, yang hari ini dirayakan Gereja sebagai ‘Pelindung’, dengan kata lain, mereka yang menyampaikan perlindungan Tuhan kepada setiap manusia.” (Paus Benediktus XVI dalam Sunday Angelus address, 2 Oktober 2011)

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  7. Sebelumnya saya mengucapkan Terimakasih dengan adanya situs ini, sangat membantu saya sebagai salah satu yang tinggal diantara umat yang berbeda agama.

    Ada saya kutip dari situs ini : Martabat manusia sedemikian berharga di mata Tuhan shg Ia mengutus seorang malaikat pelindung utk menjaga setiap umatNya- St Hieronimus

    Saya seorang Kristen Katolik, Apakah saya juga mempunyai malaikat pelindung?

    Kalo seandainya saya salah tempat untuk bertanya mohon untuk mengarahkan di mana saya bertanya. Karna saya bingung mengartikan kalimat dari “Kami tidak menerima pertanyaan pribadi tentang iman Katolik,”
    Terimakasih.

    [dari Katolisitas:  mengenai malaikat pelindung, silakan Anda membaca artikel di atas, atau klik di sini.  Tidak menerima pertanyaan pribadi maksudnya, mohon tidak menghubungi kami melalui e-mail pribadi untuk bertanya dan tidak ingin ditayangkan. Hal ini akan menjadi semacam konseling pribadi, dan kami tidak dapat melakukannya, karena kami juga harus memberikan waktu kepada para pembaca yang lain. Jawaban juga selayaknya selalu dapat dibaca pembaca yang lain, sebab demikianlah maksud pewartaan melalui website.]

  8. Saya dulu pernah pergi jalan jalan ke Puncak bersama teman teman saya, kami mungkin memang remaja biasa yang mudah melakukan kesalahan, kami pergi ke suatu tempat di daerah Puncak memang terkenal angker, dan salah satu teman saya kerasukan, dan saya menyimpan doa santo Michael dan teman saya membuka mata dan ternyata keluar 1 roh jahat dari dalam tubuhnya dan masih tersisah yang pada akhirnya didoakan oleh hansip sana. Dan waktu saya di rumah, saya berdoa rosario di ruang tamu saya dengan kencang namun saya seperti merasa digangguin oleh roh jahat, namun saya tetap melanjutkan doa hingga selesai dan saya langsung cepat” membuka lembaran buku doa St Michael dan perasaan saya jauh menenang, apakah itu tandanya Tuhan mengirim Santo Michael untuk datang? Namun menggapa roh jahat itu justru mengganggu saya saat berdoa rosario?

    • Shalom Beatrice,
      Fr. Gabriel Amorth, imam pemimpin para eksorsis di Vatikan, mengajarkan bahwa doa rosario merupakan salah satu doa yang sangat berkuasa untuk melawan kekuatan kegelapan. Dalam majalah Echo of Mary, Queen of Peace, edisi Maret-April, 2003,  Fr. Amorth mengatakan bahwa dalam sebuah eksorsisme, rekan imam eksorsisnya mendengar iblis berkata, “Setiap doa Salam Maria adalah seperti pukulan di kepalaku. Jika umat Kristen mengetahui betapa besar kuasa doa Rosario, berakhirlah saya.” Fr. Amorth mengatakan bahwa doa rosario menjadi sangat efektif, karena rosario adalah merupakan gabungan antara doa dan meditasi, yang berpusat pada Kristus. Doa dan meditasi yang berpusat pada Kristus ini dibutuhkan oleh dunia, yang semakin menempatkan diri sendiri sebagai pusatnya. Dengan menempatkan Kristus sebagai pusatnya, maka jiwa tidak akan mengalami kekosongan yang dapat diisi oleh si Jahat yang memenuhinya dengan kebohongan.

      Dengan demikian, janganlah takut untuk berdoa rosario. Pada saat berdoa, janganlah mementingkan perasaan, namun pusatkanlah perhatian kepada Kristus. Selanjutnya tentang doa melawan kekuatan kegelapan, klik di sini. Dalam doa itu tercakup doa kepada Allah Tritunggal, secara khusus kepada Kristus, juga mohon dukungan doa dari Bunda Maria, doa Malaikat Tuhan, dan doa litani para kudus.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

      • yusup sumarno on

        Bu Ingrid,
        Mohon penjelasan lebih lanjut dari pernyataan bahwa doa rosario adalah doa yang berpusat pada Kristus. Ini sangat penting untuk saya ketahui. Terima kasih. Tuhan berkati ibu sekeluarga.

        [dari katolisitas: Silakan melihat artikel ini - silakan klik]

  9. Salam Damai di hati,
    Saya mau tanya bagaimana pandangan Gereja Katolik terhadap Excorsist/pengusiran setan? Mengingat, mendengar, dan kesaksian orang yang diserang guna-guna/santet/kekuatan gelap lainnya bisa disembuhkan dengan perantara’an orang (tenaga dalam,doa,dsb)? Saya pernah dapat info sebelum Konsili Vatikan II diperkenankan..bagaimana sekarang? Karena hal-hal yang tidak kelihatan tersebut terjadi di sekitar kita (tetangga,teman dan lingkungan pergaulan umum). Mohon tanggapan/pencerahan-Nya..Terima kasih

    [dari Katolisitas: silakan membaca uraian kami mengenai ajaran Gereja Katolik terhadap eksorsisme di artikel "Tentang Malaikat Pelindung dan Eksorsisme" di atas, dan juga kisah kesaksian Romo Santo di  artikel "Eksorsisme, Pengalaman yang Tak Terlupakan"]

    • Jika kita percaya pada Tuhan dan selalu berdoa padaNya setiap hari serta selalu memohon perlindungan pada Perawan Suci yang tak ternoda Santa Perawan Maria. Tuhan akan menolong kita sehingga orang yang ingin mengguna-guna kita tidak dapat terkena pada kita. Karna kristus akan melindungi setiap umatnya yang percaya padaNya dan selalu memohon perlindungan-Nya

  10. Shalom Katolisitas,
    Saya (Katolik) dan suami (belum baptis Katolik) sudah 4 tahun ini bergumul dengan penyakit suami saya yang tak dapat diketahui penyebabnya, padahal kami sudah melakukan pemeriksaan ke semua dokter spesialis yang berbeda-beda dan rumah sakit yg berbeda2. Dari setiap dokter kami mendapatkan jawaban yg sama, bahwa suami saya tidak ada masalah medis, padahal dia selalu merasa pusing berat sampai tidak bisa beraktifitas, bahkan karena sudah tidak sanggup menahan sakitnya, akhirnya dia memutuskan untuk mengajukan pindah kerja ke daerah yg menurut kami suasananya lbh tenang sehingga tidak akan memperparah sakitnya.

    Krn bingung kami sempat mencoba ke “terkun” dokter yg katanya punya indra keenam & bisa tahu kalau pasiennya tdk sakit medis. Walaupun menurutnya suami saya ada yang “ganggu” tapi kami tdk melakukan “syarat2″ yg diberikan oleh “terkun” u?
    /(katanya) mengusir “gangguan”tsb krn bagi kami hanya Tuhan yg seharusnya kami mintai bantuan untuk masalah kami.

    Puji Tuhan awal tahun ini kami dipertemukan dengan Kelompok Meditasi Kitab Suci yang membuat kami lebih kuat dan sabar dalam menghadapi penyakit suami saya.KMKS selalu mendoakan suami saya untuk kesembuhannya, & Puji Tuhan dia merasakan “gangguannya” mulai berkurang. Kami rutin mengikuti meditasi jika suami saya tdk “diganggu” oleh sakitnya, krn ketika “diganggu” maka dia tdk akan bisa beraktifitas.

    Pertanyaan saya apakah doa2 suami saya (rosario, novena) dianggap layak atau didengar oleh Tuhan? karena dia belum dibaptis secara Katolik. Bolehkah berdoa rosario satu putaran terputus2 krn saya mendoakannya ketika sedang di perjalanan (di bis atau angkot)?

    Terima kasih atas jawabannya. Tuhan Yesus Memberkati.

    • Shalom Ita,

      Walaupun belum dibaptis menjadi Katolik, Anda bisa tetap mendoakan novena dan rosario. Yang penting adalah Anda mengimaninya dengan sungguh bahwa Tuhan dapat mengabulkan doa-doa Anda, dan para kudus di surga dapat turut mendukung permohonan doa Anda. Adalah kebijaksanaan Tuhan, jika berkenan mengabulkan doa, bahkan sebelum seseorang dibaptis. Rahmat Tuhan tidak terbatas hanya pada sakramen. Namun selanjutnya, jika dalam prosesnya seseorang telah mengalami pertolongan Tuhan, maka keputusan ada di tangannya apakah ia mau memberikan dirinya dibaptis, sebagai tanggapan akan kasih Tuhan yang telah dialaminya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati-www.katolisitas.org

  11. Permisi Katolisitas, saya mau tanya + minta advice dr saudara/i yang lebih berpengalaman dari saya..

    1. Sudah lama saya merasakan di dalam diri saya ada sesuatu yang jahat(pikiran&emosi) tapi saya selalu berusaha melawannya dan berusaha sabar, yg jadi pertanyaan, apakah itu wajar?

    2. Saya beberapa waktu lalu sempat ke “org pinter” yg berbeda keyakinan, sebelum nya saya sudah berdoa meminta Tuhan menunjukan jalan yg benar buat saya “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu”, Karena saya yakin Tuhan tidak selalu membantu manusia langsung dr tanganNya, tetapi melewati tangan manusia juga yg telah diberi “gift” untuk membantu sesama.

    Semua itu saya lakukan karena saya merasa ada yang tidak beres dengan keuangan keluarga saya beberapa waktu lalu yg tiba2 drop total dan memang kenyataannya ada “paket berhadiah”..

    Saya juga tak lepas doa ke Gua Maria dan Adorasi + meminta bantuan Gua Karmel yg ada di Tumpang untuk pelepasan kekuasaan kegelapan, karena saya percaya bahwa Tuhan adalah kunci dr semuanya..

    Tapi 2 Hari lalu, saya lagi santai membaca, tau2 saya merasa dada saya seperti ditusuk dan rasanya sakit sekali, setelah itu saya berdoa dan berkurang sekitar 50%, sampai pada akhirnya pkl 3.30 pagi ada Adzan Maghrib dan saya ikut berdoa kpd Tuhan, dan hilang 90%..(saya selalu yakin bahwa bahwasannya semua agama itu baik dan Tuhan tetaplah 1, cuman berbeda cara penyampaiannya)

    Pertanyaannya, apa yang harus saya perbuat? apa semua yg saya perbuat itu salah? saya melakukan ini semua karena saya terlalu cinta kpd keluarga saya..

    3. Saya sering kali diberi mimpi yg terlalu banyak memberi pertanyaan.. Dan kejadian di atas no.2 merupakan pelajaran buat saya.. Saya sempat berpikir untuk mau mendalami hal yang berhubungan dengan seputar ini, tapi saya juga tetap meminta petunjuk Tuhan apakah ini kemauan saya ato kehendak Tuhan, karena sudah lama saya berpikir ttg hal ini..

    Karena saya hanyalah manusia biasa yang bisa pasrah kepadaNya, tapi jujur saya tetap tidak bisa tinggal diam jika melihat hal ini terjadi lagi di keluarga saya. Bahkan sampai skg saya tidak tau apa masih ada kekuasaan kegelapan yg meliputi keluarga saya..

    Apa yg harus saya perbuat? Saya masih remaja dan bingung melihat hal seperti ini terjadi.. saya butuh masukannya dari org2 yang lebih dewasa dan matang pikirannya..

    Maaf jika ada salah kata dan terlalu panjang..

    Terima Kasih
    Semoga Berkah Tuhan Menyertai Kita Semua :)

    • RD. Yohanes Dwi Harsanto on

      Salam William,

      1. Setiap orang berjuang melawan kejahatan dalam dirinya. Hal itu wajar. Namun menjadi tak wajar jika sampai mengganggu. Seharusnya, orang dewasa sudah tanpa gangguan mengelakkan kejahatan dan memilih yang baik. Anda masih remaja, maka bersyukurlah karena Anda pemilik masa depan. Banyak remaja menjadi orang kudus seperti St. Teresia Kanak-kanak Jesus, St Aloysius Gonzaga, Carlo Acutis, dsb. Berdoalah melalui perantaraan mereka.

      2. Anda boleh minta didoakan oleh orang lain asalkan orang itu tidak menggunakan jasa setan. Bagi orang beriman Katolik, sukar dipertanggungjawabkan jika minta pertolongan ke dukun, selain mengakui salah dan berdosa telah melanggar janji baptis. Mengenai semua agama baik, memang, namun dalam hal ini Anda harus memperhatikan kebenaran bahwa Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dengan mendirikan Gereja, yang menjadi sakramen keselamatan. Melalui Gereja, Yesus membuka jalan keselamatan dengan Sakramen Pembaptisan dan Ia menyampaikan semua ajaran dan perintah-perintah-Nya (lihat Mat 28:10-20) terutama Ajaran Cinta Kasih. Maka agama-agama yang ada di dunia ini diizinkan ada oleh Tuhan sebagai persiapan akan ajaran Injil. Katekismus Gereja Katolik, mengutip Lumen Gentium 16, Nostra Aetate 2, Evangelii Nuntiandi 53 mengatakan: “Gereja mengakui bahwa agama-agama lain pun mencari Allah, walaupun baru “dalam bayang-bayang dan gambaran”. Ia memang belum dikenal oleh mereka, namun toh sudah dekat, karena Ia memberi kepada semua orang kehidupan, napas, dan segala sesuatu, dan Ia menghendaki agar semua manusia diselamatkan. Dengan demikian Gereja memandang segala sesuatu yang baik dan benar yang terdapat pada mereka sebagai “persiapan Injil dan sebagai karunia Dia, yang menerangi setiap orang, supaya akhirnya memperoleh kehidupan.” (KGK 843). Maka, karena dalam Gereja Katolik kepenuhan Kristus, Anda pertama-tama harus tetap mengarahkan diri padanya.

      Yang Anda lakukan itu mesti berpusat pada Kristus, dan memohon dengan rendah hati. Kalaupun anda diguna-guna orang, Anda percaya bahwa serangan apapun harus disatukan dengan derita Kristus dalam doa dan kepasrahan.

      3. Mengaku dosa dalam Sakramen Tobat dan rajin menerima Ekaristi serta berdoa pribadi merupakan tanda nyata kekuasaan dan kasih Tuhan kepada Anda yang melebihi kejahatan dan pesimisme. Mintalah selalu berkat Tuhan melalui imam: berkat air, berkat garam, berkat benda-benda suci yang Anda gunakan, dan berkat bagi diri anda sendiri. Jalani hidup dengan penuh harapan serta bergaul dengan orang-orang/remaja yang baik, giat berkegiatan ikut salah satu komunitas di paroki.

      Semoga membantu.
      Salam,
      RD. Yohanes Dwi Harsanto

    • RD. Yohanes Dwi Harsanto on

      Salam Doris,

      Pertanyaan Anda merupakan ranah yang susah dijawab dan spekulatif, jika ada jawabannya maka tentu tidak memuaskan. Doktor Peter Kreeft dalam bukunya (op.cit.) menyatakan bahwa malaikat seperti halnya setan ialah makhluk rohani. Mereka bisa merasuki atau memakai tubuh fisik manusia atau hewan dan materi, seperti kita manusia memasuki mobil. Namun, motivasi setan dalam merasuki manusia ialah kebencian dan mempengaruhi manusia agar menjauh dari Tuhan. Merasuki manusia ialah cara yg bisa jadi merupakan andalan setan untuk mencapai tujuannya. Namun, malaikat yang merasuki manusia tidak pernah terdengar dalam Kitab Suci kita. Mungkin saja karena motivasi mereka sangat murni sehingga malaikat menghormati manusia dan kebebasannya, tidak seperti setan yang kasar sehingga merasuki badan manusia sambil menyiksanya.

      Salam

      RD. Yohanes Dwi Harsanto

Add Comment Register



Leave A Reply